Antagonis (part 4)

TITLE : antagonis (part 4)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong readerdeul,apa kalian udah pada lumutan nunggu aku publish ff..? keke *plakk

mian akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas sekolah nyang bejibun banyaknya,jadi aku harus nyuekin laptop buat sementara.gapapa kan? kalian ga marah kan? *plakk brisik lu thor!!

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—-

“Ya Tuhan,ternyata bukan hanya wajahnya yang terlihat seperti malaikat tapi hatinya juga.aku bersyukur karena bisa menyukai yeoja sepertinya” Myungsoo

part 4

ant4

sooyoung menoleh malas pada myungsoo yang kini berdiri disampingnya sambil menatapnya

“apa?” Tanya sooyoung sinis

“dia sudah sadar.. sekarang minta maaflah padanya..” kata myungsoo

“BWO?!!! HAHAHHA!! apa kau bercanda? untuk apa aku minta maaf padanya?!! tidak mau!! “ kata sooyoung sinis

myungsoo menghela nafas,”bersikaplah dewasa soo.. dia saja mau memaklumi sikapmu tadi.. tapi kenapa..”

“KIM MYUNGSOO DENGAR!! aku sudah bilang aku tidak sengaja!! aku sudah bilang aku tidak mau minta maaf padanya! kau masih ingat choi sooyoung kan?! sekali dia tidak mau,maka dia tidak mau!! atau jangan-jangan kau sudah melupakan nama choi sooyoung karena yeoja bernama seo joohyun?!!” kata sooyoung sambil meninggikan nada suaranya

“soo ayolah kenapa kau seperti ini?“ betak myungsoo.

sooyoung mendesah kesal,“kurasa kau memang sudah lupa nama choi sooyoung!!! baiklah.. aku bisa menerimanya!!” kata sooyoung lalu pergi begitu saja

myungsoo hanya menghela nafas akan sikap sooyoung itu

—-

“hyuna..aku senang sekali.. tadi myungsoo oppa menungguku hingga aku sadar”

langkah sooyoung menuruni tangga terhenti saat dia mendengar nama sahabatnya disebut. dia segera melihat kebawah dan dia melihat seohyun dan hyuna berada disana.

“jinjja… sudah kubilang mereka percaya jika kau pingsan” kata hyuna.

“hhihi.. syukurlah aku tidak ketahuan.. bahkan tadi aku mendengar myungsoo oppa bertengkar dengan sooyoung onnie” lanjut seohyun

mata sooyoung terbelalak terkejut,”apa maksudnya?!!” batinnya geram.dia memegang kuat railing tangga saking kesalnya

“itu bagus… semoga saja kau bisa cepat mendapatkan myungsoo oppa ya seo “ kata hyuna. seohyun mengangguk

“cihhh begitu rupanya.. benar-benar menjijikan!!” gumam sooyoung pelan

—-***—

sooyoung pov

“hai soo..” sapa yonghwa saat aku berjalan melewati kelasnya.

aku hanya tersenyum tipis lalu beranjak pergi.aku malas melihat namja yang sedang duduk disampingnya. siapa lagi kalau bukan jonghyun

“soo tunggu..” panggil yonghwa lagi. dia berlari kecil kearahku

“ada apa?” tanyaku

“aku sudah diberi tahu amber jika kau sudah tahu tentang jonghyun” katanya.wajahnya terlihat menyesal

entah kenapa aku melirik kearah jonghyun sejenak lalu tersenyum remeh

“itu benar “ jawabku sambil tersenyum

“haaah mianhae soo.. karena aku kau jadi berharap banyak padanya, tapi dia…”

“sudahlah.. aku sudah melupakannya sungguh… “ kataku pada yonghwa

haahhh sooyoungie,kau berbohong lagi.melupakanya?!! bahkan aku masih memperhatikan dia,aku masih mencuri pandang kearahnya,aku masih berharap dia menyapaku dan melempar senyuman manisnya padaku, aku masih berharap jika semua yang dikatakan jonghyun hanyalah lelucon untuk menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya untuku.

tapi lagi-lagi sakitlah yang kurasakan,apalagi aku melihat seohyun datang dan berjalan dari arah berlawanan.aku bisa melihat jonghyun terus menatapnya,tatapan yang tak pernah dia lemparkan untuku.

“seohyun-ssi…” aku melihat jonghyun menghampiri seohyun sambil membawa buku

kulihat seohyun tersenyum pada jonghyun,”kenapa dia tersenyum seperti itu pada semua namja?” batinku

“seohyun-ssi ini.. aku ingin mengembalikan buku ini.. gomawo ya” kata jonghyun sambil tersenyum

haaah benar-benar menyakitkan.senyuman itu,kenapa aku tak pernah mendapatkannya?

“nde oppa… cheonmanae.. jika oppa ingin meminjam yang seperti ini aku masih punya banyak… ^^” kata seohyun

entak karena telingaku yang terlalu tajam,atau karena aku memang memperhatikan dan mendengarkan semua kata-kata mereka. intinya adalah aku sangat sedih dan cemburu

“ TAP..” tiba-tiba seseorang menarik lenganku

“sebaiknya kita pergi..” kata yonghwa sambil menarikku untuk menjauh.aku hanya menunduk dan menurut kemana dia membawaku

kami terhenti didepan kelasku, dia melepas genggaman tangannya lalu menatapku

“meski aku tidak seperti myungsoo yang selalu bersama denganmu, atau seperti amber yang selalu mendengarkan curhatmu, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini… kau-sedih!… kau-belum-melupakannya!” kata yonghwa

aku hanya diam dan terus menunduk,” tidak apa soo.. masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi… mungkin saja suatu saat jonghyun menyadari jika kau lebih special dari siapapun” kata yonghwa.

aku menghela nafas,”apa aku harus menunggunya sadar dengan perasaan seperti ini? apa kau pikir aku kuat melihat dia mendekati seohyun seperti itu? apa kau pikir aku bisa bertahan dan terus menunggu sesuatu yang tidak pasti..?” tanyaku

dia diam sejenak sambil menatapku, “kalau begitu kau harus mencari orang lain yang bisa mengalihkan pikiran dan hatimu dari jonghyun” kata yonghwa

“sudahlah yong, kau tidak perlu terlalu memikirkan masalah ini, kau tak perlu merasa bersalah, karena aku menyukainya sebelum kau bilang jika dia tertarik denganku” kataku menghiburnya. meski sebenarnya yang perlu dihibur saat ini adalah aku

“haaah gomawo sooyoungie.. jika aku menjadi jonghyun aku akan lebih memilihmu daripada memilih gadis bernama seo joo hyun itu” kata yonghwa

“eeyyyy yonghwa-ya kau jangan bicara begitu, kau harus ingat dengan yeojachingumu disana… “ kataku bercanda. aku hanya tidak mau terlihat sedih,aku harus tetap tersenyum.

“heheehe kau bisa saja…, kalau begitu aku pergi dulu nee anyeong..” katanya lalu beranjak pergi.

aku berjalan masuk ke kelas. sebenarnya jam sekolah sudah ber akhir, tapi seperti biasa,aku adalah aktifis sekolah jadi harus mengurusi bebeapa urusan dulu.

tapi langkahku terhenti saat tiba-tiba myungsoo berdiri didepan pintu dan menghadangku

“Ya Tuhan, apa sejak tadi dia masih ada dikelas?” batinku terkejut

“apa maksud ucapan kalian tadi?” Tanya myungsoo sambil menatap lurus kemataku

aku hanya diam dan mengalihkan pandanganku darinya.tapi dia malah mendekat dan menarik rahangku agar aku menatapnya

“choi sooyoung aku sedang bicara denganmu.. apa jonghyun benar-benar menyukai seohyun?” katanya tajam.aku menatapnya lalu tersenyum

“itu bukan masalah besar untukmu… jadi kau tak perlu mengetahuinya..” kataku

“jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?” Tanya myungsoo.matanya membulat

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kataku menghiburnya

myungsoo terlihat diam dan menunduk, “apa dia sedih.. jangan-jangan mentalnya mendekati seo jadi down” batinku

“GREBBBB” aku terbelalak saat tiba-tiba myungsoo meringkuh tubuhku dan memeluknya erat.

“kau.. pasti… sedih..” katanya.

aku terdiam,”nan gwencaha L..” kataku dengan nada santai.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” tanyanya lagi

aku membuang nafas sambil tersenyum,”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kataku

dia melepaskan pelukannya lalu menatapku dalam,aku tersenyum padanya.memberitahunya jika aku baik-baik saja

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup dimata jonghyun..” lanjutku

dia membelai rambutku,”suatu saat percayalah jika akan ada seseorang yang menganggapmu lebih cantik darinya, bahkan dari yeoja manapun didunia ini” katanya menghiburku

aku mengangguk,” aku percaya hal itu ^^” kataku

jonghyun pov

aku beranjak pergi saat yonghwa sudah selesai bicara dengan sooyoung.benar,aku menututi mereka sejak tadi untuk mengetahui apa reaksi sooyoung setelah tahu bahwa aku menyukai gadis lain.

langkahku terhenti saat aku melihat myungsoo yang muncul dipintu kelas mereka. aku bisa melihat jika myungsoo belum tahu jika orang yang disukai sahabatnya menyukai yeoja lain

tapi aku mengeryit saat aku mendengar kata-kata myungsoo, “jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?”

“apa maksudnya? apa dia menyukai seohyun?” batinku terkejut

aku mencoba mendekatkan telingaku kearah mereka,aku benar-benar penasaran dengan ucapan myungsoo tadi

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kata sooyoung menghibur myungsoo. kukira dia akan menangis didada namja itu,tapi tak bisa dipercaya dia malah memikirkan perasaan myungsoo

“jadi.. dia.. benar-benar menyukai yeoja yang aku sukai? jadi.. dia bukan pacar sooyoung?” batinku.

aku melihat myungsoo kini memeluk sooyoung,seprtinya dia yang kini menghibur sooyoung.

“cih menggelikan” batinku. entah kenapa saat mengetahui kenyataan jika hubungan sooyoung dan myungsoo erat seperti itu terasa lebih memuakan daripada saat aku tahu jika myungsoo menyukai seohyun.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” aku kembali mengeryit mendengar pertanyaan myungsoo

”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kata sooyoung

hey,sooyoung menangis?kapan? bukankah dia baru tahu aku menyukai seohyun saat dia bicara dengan yonghwa tadi? apa mungkin dia tahu sendiri tentang hal ini?

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup di mata jonghyun..”

aku terdiam,terdiam memikirkan kenyataan yang baru saja kudengar ini

–***–

myungsoo pov

aku menoleh pada sooyoung, aku yakin dia terkejut menerima kenyataan ini.beberapa saat kami hanya diam sambil saling bertatapan

“chukkhae ^^”kata sooyoung. aku terkejut setelah mendengar tanggapan itu.aku benar-benar bisa melihat ekspresi kekecawaan diwajahnya tapi kenapa dia bisa-bisanya dia tersenyum dan menyelamati hubungan amber dengan key?

“mianhae soo.. aku..” amber meraih tangan sooyoung

“amber.. kenapa kau harus minta maaf? aku dan key sudah tidak punya hubungan apa-apa, jadi dia berhak dekat dengan yeoja manapun.. ^^” potong sooyoung

sedangkan aku hanya bisa diam,aku hanya diam dan terus melihat kearah sooyoung dengan tatapan prihatin

aku masih ingat saat sooyoung baru jadian dengan key.dia sangat bahagia,bahkan hari itu wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman.

key adalah cinta pertama sooyoung. dan kurasa sooyoung masih memiliki perasaan pada key meski key sudah mencampakannya. saat itu key memutuskannya sepihak dengan alasan dia ingin focus pada sekolahnya diluar negri. dan parahnya lagi key bilang bahwa selama ini sooyoung hanya menjadi penghalangnya. haaaahh jika mengingat hal itu aku ingin mengulang lagi memukul wajahnya sampai berdarah.

“oh iya.. besok kau harus mentraktir kami ne?” goda sooyoung. aku dan amber tersenyum

“anyeong.. apa aku menggangu?” tiba-tiba key datang.dia langsung mengambil duduk disebelah amber

“aigoooo… kalian benar-benar terlihat serasi yang namja seperti yeoja yang yeoja seperti namja.. kekeke” ejek sooyoung

“benar… mungkin jika nanti kalian menikah maka yanga kan jadi omma adalah key” sambungku. aku hanya berusaha membantu agar suasana tidak tegang

“eyyyy kalian ini tak pernah berubah yaa.. suka sekali mengejeku seperti namja” kata amber kesal.

“tapi chagy.. itu memang kenyataannya” kata key menggoda.dia merangkul bahu amber mesra

“yah!! kenapa kau tak membelaku isshhh!!” amber langsung mencubit perut key pelan.

aku menoleh pada sooyoung, dia melihat keduanya dengan tatapan kosong

“tappp” aku langsung meraih tangan sooyoung dan menggenggamnya erat. entah apa yang dirasakannya saat ini,tapi aku hanya berusaha membantu menenangkan hatinya

dia menoleh padaku lalu tersenyum lembut.

—-

“menangislah..!!” kataku saat kami berjalan bersama untuk pulang.

dia masih menunduk dan menatap pafing trotoar jalan.

“choi sooyoung.. gwenchana?” tanyaku sambil memegang lengannya

lalu dia mendongak sambil tersenyum,”nan gwenchana ^^” katanya. aku hanya menghela nafas melihat sikap yang menurutku hanya membuatnya tersiksa ini. bahkan air matanya sudah berkaca-kaca

“kurasa aku memang belum pantas untuk bahagia dengan orang yang aku suka.., mungkin Tuhan masih menyimpannya disuatu tempat ” katanya lalu kembali menunduk

“apa kau masih memiliki perasaan pada key?” tanyaku salmbil menghentikan langkah

dia ikut berhenti lalu membuang nafas, “ molla… aku hanya masih merasa sakit saat aku melihatnya, saat aku mengingat kenangan bersamanya, saat dia mencampakanku…. hikss…. kupikir.. jonghyun… adalah orang yang bisa mengalihkan pikiranku dari key.. hikss…” dia terisak untuk waktu yang cukup lama. kurasa beban dipikirannya sudah terlalu penuh sehingga dia menangis seperti itu.semenyedihkan itu

“tapi mereka sama saja.. aku sama sekali tidak berguna untuk mereka.. hikss… aku tidak bisa baik di mata siapapun hiks” lanjutnya

aku terhenyak, “bagaimana bisa seorang choi sooyoung bicara seperti itu?” batinku.

“ jika mereka menganggapmu tidak berguna.. berarti mereka tidak benar-benar mencintaimu, cinta itu tidak perduli dengan apa yang kau punya, dengan apa yang kau bisa, dengan bagaimana keadaanmu…” kataku

“sudahlah.. masih banyak orang diluar sana yang jauh lebih baik dari mereka berdua…, yang sekarang kau butuhkan adalah semangat semangat dan semangat ^^” hiburku.

—***—

normal pov

sooyoung melawan pikirannya untuk membolos ke gereja. sebenarnya dia sangat malas bertemu jonghyun, tapi karena beberapa minggu lagi akan ada acara maka dia harus membantu disana

“ soo tunggu… “ seseorang memanggil sooyoung. dia menoleh dan melihat myungsoo berlari kearahnya

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya sooyoung

“aku hanya ingin menemanimu… jika kau sendiri kau pasti akan kesepian makanya aku menemanimu” kata myungsoo

“cihh jinjja? aku curiga…. tumben kau perhatian padaku” ejek sooyoung

“ishhh kau ini!! aku sudah rela tidak pulang karenamu kau malah mengejeku seperti itu…”

“maaf bisakah kalian tidak bertengkar disini?!!” sooyoung dan myungsoo langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang bicara seperti itu

senyum sooyoung pudar seketika saat dia melihat jonghyun berjalan kearahnya

“sooyoung-ssi bisakah kau membersihkan loteng?.. karena nanti kita akan memakainya untuk tempat barang-barang” katanya.

“nde..” kata sooyoung sopan seolah jonghyun adalah sunbaenya.

“sooyoungie… kalau begitu ayo kita keloteng” ajak myungsoo

“apa yang ingin kau lakukan?” sahut jonghyun

“tentu saja membantu sooyoung..” kata myungsoo sinis

“kau bukan anggota kami jadi sebaiknya kau pergi saja” kata jonghyun dingin.

myungsoo menatap tajam pada jonghyun, ”jadi kau lebih mementingkan aturan seperti itu daripada melihat sooyoung kelelahan.. dalam hal seperti ini kau juga tak memiliki hati nurani untuknya?” sindir myungsoo

jonghyun terdiam mendengarnya,dia memang merasa tersindir akan ucapan myungsoo

“myungsoo sudahlah sebaiknya kau kembali saja” kata sooyoung sambil menggenggam lengan myungsoo. jonghyun hanya melihat kedua tangan itu dengan muak

“aku yang akan membantunya…” kata jonghyun mantab.

“anhi.. lebih baik aku membersihkan sendiri saja”  elak sooyoung

“loteng diatas cukup luas, kau bisa pulang jam 12 malam jika kau membersihkannya sendiri..” kata jonghyun

“kalua begitu biarkan myungsoo yang membantuku” mohon sooyoung

“iya.. kenapa kau childish sekali sih.. aku hanya ingin meringankan beban sahabatku.. “ kata myungsoo kesal

“sooyoung-ssi ayo kita harus segera membersihkannya” jonghyun ternyata tak menghiraukan kata-kata myungsoo, dia mala langsung berbalik dan mengajak sooyoung

sooyoung hanya medesah pasrah, sedangkan myungsoo hanya mendesah kesal akan sikap jonghyun barusan *ini kenapa pada mendesah yak -_- #mesum kumat

——-

sooyoung dan jonghyun hanya diam dan terus mengerjakan pekerjaan masing-masing

“kupikir myungsoo adalah pacarmu… jadi ternyata selama ini kalian hanya bersahabat ya” kata jonghyun basa-basi

“ benar, dia sahabatku..” kata sooyoung datar.

“ lagipula myungsoo tidak mungkin mau denganku…, kebanyakan laki-laki itu menyukai yeoja cantik kan? “ kata sooyoung lalu menoleh sebentar kearah jonghyun.

“kau menyindirku? kau bicara seperti itu karena kau sudah merasa tertolak olehku kan?” kini jonghyun mulai membahas tentang masalah mereka

“cihhh aku bukan menyindir.. aku hanya mengucapkan kenyataan” kata sooyoung. lalu dia beranjak mengambil benda terakhir yang harus dibereskan yaitu sekotak berkas yang berada di atas lemari. tapi saat sooyoung sudah menaiki kursi, jonghyun mendekat

“biar aku saja..!!” rebutnya

“aku sudah naik kesini,jadi biar aku saja yang mengambilnya” tolak sooyoung,dia berjinjit untuk meraih kotak itu

“aku ini namja…, mana bisa aku membiarkanmu seperti itu” kata jonghyun

sooyoung menoleh “bukankah sejak dulu kau menganggapku namja? sudahlah kenapa kau seprti ini… cepat minggir..” kata sooyoung yang sudah berhasil mengambil kotak itu

“aku hanya merasa sekarang kau benar-benar meremehkanku!!” kata jonghyun. dia berusaha meraih benda yang sooyoung bawa

sooyoungpun mengalah dan memberikanya,”aku tak akan melempar jika tidak ada seseorang yang melemparku duluan” kata sooyoung. dia beranjak turun.tapi karena kursi yang ia naiki sudah terlalu tua,makanya kursi itu oleng

“woooaaaaahhh” sooyoung tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya,dia akhirnya terjatuh

“BRUKKKK”

“arrggghhhh” desah jonghyun saat dia merasa sakit karena menangkap tubuh sooyoung dan punggungnya jatuh menghantam lantai loteng

sooyoung membuka matanya perlahan.dan dia sangat terkejut melihat siapa yang kini sedang berada dibawahnya

sooyoung maupun jonghyun saling bertatapan untuk beberapa saat dengan keadaan jonghyun dibawah dan sooyoung diatas.dengan keadaan wajah mereka yang kini berjarak sangat dekat.bahkan sooyoung maupun jonghyun bisa merasakan hangatnya hembusan nafas masing-masing

sooyoung mengerjapkan mata beberapa kali,lalu setelah dia benar-benar sadar dia langsung beranjak berdiri

tapi sialnya jonghyun malah memegangi tubuh sooyoung sehingga dia tak bisa pergi kemana-mana

“apa yang.. kau lakukan..? ce..c epat lepaskan aku..” kata sooyoung gugup

jonghyun tersenyum smirk.lalu dia membalikan tubuh mereka sehingga kini jonghyunlah yang berada di atas. tanyannya bertumpu pada lantai

“bw.. bwoh..haneungeoya!! lee jonghyun!!” bentak sooyoung sambil berusaha mendorong tubuh jonghyun. tapi sayang tenaganya terlalu kecil untuk itu

“jiak aku memberi kesempatan agar kita bisa dekat lagi.. apa kau mau mengulanginya?” Tanya jonghyun berbisik

“bwo?!!” sooyoung sedikit tak mengerti

“apa kau masih menyukaiku?” Tanya jonghyun lagi.sooyoung terbelalak

“apa maksudmu?ap—-“ kata-kata sooyoung terhenti dan seketika matanya terbelalak saat tiba-tiba bibir jonghyun mengunci bibirnya lembut, seperti kepribadian dari wajah polos jonghyun

jonghyun memejamkan matanya dan mulai menyesap tiap inci bibir sooyoung. . sooyoung bisa merasakan bau perment mint dari bibir jonghyun.

­­___ TBC ___

hehe,mian aku stop dulu.. ndak kebablasan yadong kekekeke

tetep ditunggu tanggepanya ya ^^ semakin banyak semakin aku semangat ngelanjutinnya

20 gagasan untuk “Antagonis (part 4)

  1. uwooo…..
    itu di gereja kayak gitu??? ckckck
    jonghyun plinplaannn -_-
    pura2 pingsan?? apaain itu seo??? bikin panas aja dasar…..
    ini masih panjangkah ffnya? nyampe berapa part?
    oh iya chingu rencana ngepost yg your mother kapan nih?
    hehe mian banyak tanyanya, nextnya ditunggu :D

  2. huaaaawww…
    udah deh jonghyun oppa ngaku aja klo km suka sama soo eonn.. :)
    cie cie..
    aduh gk tahan sama endingnya… kyaaaa… mereka kisseu… :* :) :D
    uwaw… geregetan deh.. itu TBC mengganggu…
    daebak thor.. makin kereen aja nih ff.. hehe..
    lanjjut ya thor.. jgn lama2 :)

  3. baguss thor >.<
    ini saranku thor, lebih baik ff disini diberi read more/continue reading/lanjutkan membaca, biar lebih tertata rapi :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s