V-DAY (oneshoot)

TITILE    :  V-DAY (oneshoot)

CAST :

-          Choi sooyoung SNSD

-          Wu Yifan / Kris EXO

-          Bang Yongguk B.A.P

GENRE : sad, romance, NC (dikit)

RATING : PG 17

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

V-DAY

1600_168

Sooyoung pov

aku terdiam lalu menatap ke sekelilingku.

aku melihat seorang yeoja. dia yuri, dia sedang bercanda bersama pacarnya yang bernama Xiumin. tak jauh dari mereka, ada yoona yang sedang bermain game bersama pacarnya Luhan.

itu hanya beberapa sample keadaan yang selalu terjadi di kelas. mereka berpasangan, bermesraan dan menganggap jika dunia ini hanya milik mereka berdua.

“huufffttttt..” aku membuang nafas panjang.

“lalu bagaimana denganmu sooyoungie? dimana pacarmu? kenapa di kampus ini kau hanya sendiri?”

ya, itu pertanyaan yang selalu terputar di otaku saat aku melihat betapa bahagianya orang yang sedang berpacaran

“sooyoungie…”

aku menoleh saat seseorang memanggilku, dan aku memutar bola mataku malas saat mengetahui jika hongki lah yang memanggilku

“ada apa?” tanyaku datar

“eemm.. apa kau sudah mendapat pasangan untuk  acara valentine’ party di kampus minggu depan?” tanya hongki

aku terdiam, sebenarnya aku belum memiliki pasangan tapi jika aku menjawab belum, dia pasti akan mengajaku

“andwe.. andwe.. siapa saja asal bukan hongki”  batinku

“engg.. sudah..” kataku asal

“siapa?” tanya hongki lagi. dia terlihat sangat penasaran

aku kembali terdiam, siapa namja yang bisa kusebut ya? aku sungguh tak dekat dengan satu namja pun di kampus ini

“k.. kau.. kau tidak perlu tahu… tunggu saja satu minggu lagi.. dan aku akan membawanya kehadapanmu” kataku

dia terdiam dan menunduk, “ begitu ya… kalau begitu selamat sooyoungie..” katanya lemah

“aku pergi dulu..” lanjutnya lalu berjalan gontai meninggalkan kelasku

“pllaaakk!!!”

“awww” aku langsung menoleh saat seseorang menepuk kepalaku

“ya! apa yang kau lakukan? kenapa memukulku seperti itu?!” bentaku pada yoona yang ternyata sudah duduk di sampingku

“ya kau bodoh atau apa? hongki itu salah satu namja favorit di kampus ini .. dan untuk keberapa kalinya kau menolak orang-orang semacam itu soo.., kau lupa sebentar lagi hari valentine..” omelnya

aku mendengus, “ apa memiliki namjachingu itu adalah sebuah kewajiban?” tanyaku

“tentu saja..! darimana kau bisa bahagia jika bukan dari cinta..” kata yoona lagi

aku terdiam, aku jadi berfikir tentang apa yang membuatku bahagia. dan aku merasa sulit menemukan jawabanya

“kau tidak tahu jawabanya kan…itu karena kau tidak punya namjachingu..” kata yoona

“tapi aku benar-benar tidak merasakan apa-apa saat menatap mereka.. lalu bagaimana bisa aku menjadikan mereka sebagai namjachinguku..”

“cinta itu datang karena terbiasa soo.. kau bisa mencoba dulu..” tiba-tiba yuri datang dan langsung merangkul pundaku

“mencoba?” tanyaku tak mengerti

“begini saja.. bagaimana jika kami mengenalkanmu dengan beberapa orang.. kau bisa memilih salah satu yang bagimu menarik.. lalu berkencanlah hingga hari valentine berakhir.. jika kau tak menyukainya bilang pada kami dan semua hubungan itu bisa langsung berakhir..” kata yoona

aku mencerna kata-kata yoona barusan, “apa tidak apa-apa?” tanyaku

“tentu saja tidak apa-apa.. saat hari valentine nanti kau akan bersama denganku dan juga yoona dan tentu saja dengan pasangan kita masing-masing..” lanjut yuri

“engg.. aku…”

“bruuukkk” aku, yoona dan yuri langsung menoleh pada seorang namja yang tiba-tiba menghentakan kakinya kasar. namja itu duduk tak jauh dari kami. dia kini berdiri dan menatap kami tajam

“dasar yeoja..” ejeknya lalu beranjak pergi. dan kurasa tatapan tajamnya tertuju padaku

“ishhh ada apa dengannya? bahkan kita tidak berteriak dan mengganggunya..”  ejek yuri

“biarkan saja.. namja bernama bang yongguk itu kan memang aneh..” kata yoona

aku sendiri masih terdiam memikirkan perkataan yoona dan yuri tadi, mencoba? apa tidak apa-apa?

——

aku menoleh sekeliling mencari apakah ada bangku kosong di bus yang baru saja kunaiki ini.

tapi kurasa aku terlambat sehingga tak ada kursi yang tersisa disana. alhasil aku berjalan ke tengah dan berdiri sendiri disana

“nona..!” aku merasa seseorang menepuk pundaku. aku menoleh kebelakang dan melihat seorang namja tingga putih disana.

“nde?” tanyaku

“duduklah ^^” katanya sambil tersenyum manis

“DEG”

Sejenak aku terdiam karena terpukau dengan namja ini, bahkan wajahnya tadi begitu dingin dan seolah tak perduli dengan keadaan sekitar. tapi ternyata dia dengan begitu baik memberikan kursinya untuku

“o..oh nde.. gomapsumnida..” kataku lalu membungkuk sedikit padanya.

“siapa namja ini? apa dia juga kuliah ditempat yang sama denganku? dari fakultas mana?” batinku sambil sesekali mencuri pandang padanya yang memang berdiri di dekatku

“yonggukie.. aku turun dulu nde.. anyeong..” tiba-tiba namja itu berbicara dengan orang yang duduk di sampingku. tak lupa dia melempar senyuman manis dan sopannya padaku sebelum dia benar-benar berjalan kearah pintu

tapi tunggu..

yonggukkie?

kurasa aku kenal nama itu

akupun langsung menoleh. dan ternyata benar, aku melihat seorang namja yang tak asing bagiku kini sedang diam dan menatap lurus kedepan.

“jangan menatapku seperti itu..!” katanya dingin tanpa menoleh padaku

aku mendengus dan kembali menatap lurus kedepan

“bagaimana aku bisa tidak tahu jika ada teman satu kelasku yang duduk disini? ahh mungkin karena aku terlalu sibuk memperhatikan namja tadi” batinku

namja tadi? ah iya, dia kenal dengan bang yongguk. bagaimana jika aku bertanya tentang namja itu padanya.

tapi aku terdiam dan berfikir sejenak. bertanya mungkin adalah hal mudah, tapi jika bertanya dengan namja dingin nan misterius macam bang yongguk ini, kurasa itu akan mejadi sesulit saat kita bertanya kepada pejabat

“nggg yongguk-ssi..” panggilku pelan

“…..” tidak ada jawaban

“yongguk-ssi..” panggilku lagi. dan lagi-lagi dia hanya diam seolah tak ada aku disini

“diat tulia atau apa sih..” batinku kesal

“hhn?” tanyanya.

aku menghela nafas lega

“ngg.. apa kau mengenal namja tadi?” tanyaku sedikit ragu

“tentu saja..” jawabnya dan lagi-lagi tak pernah menoleh padaku

“apa dia satu kampus dengan kita? dan dari fakultas mana?” tanyaku.

dia membuang nafas lalu berdiri. aku mengerjapkan mataku beberapa kali karena heran dengan sikapnya

“sebentar lagi kita akan melakukan sidang skripsi.. jadi pikirkan saja hal yang berguna..” katanya lalu menatapku tajam

“hey.. aku kan hanya bertanya sedikit.. kenapa kau menjawab seperti itu…” kataku tidak terima

“aku tahu apa alasanmu bertanya seperti itu… aku tahu tujuan akhirmu..” katanya

“bwo? tujuan akhir? apa maksudnya?” batinku

“minggir.., aku ingin turun” katanya

—***—

“ayo sooyoungie… kenapa kau masih ragu-ragu!” ajak yoona, dia menarik lenganku seperti ibu pada anaknya yang nakal

“apa aku harus berdandan di tempat ini? kenapa tidak apa adanya saja?” tanyaku

yoona terdiam sejenak lalu menatap tubuhku dari bawah sampai atas

“mana ada yang tertarik jika kau hanya seperti itu.. sudahlah.. ini akan menyenangkan.. yakinlah padaku.. sekarang yang perlu kau lakukan adalah melakukan apa yang kuajarkan.. nde?”

aku membuang nafas pertanda ‘aku malas dengan hal ini’

“baiklah.. tapi jangan berlebihan atau aku akan membatalkan semua ini..” kataku

“tentu saja tidak.. aku akan merubahmu seperti seorang ibu peri yang merubah Cinderella ^^” katanya

kami pun masuk ke salon itu.

“aku akan bilang temanku dulu.. kau tunggu disini..” kata yoona. aku mengangguk lalu duduk di kursi tunggu salon itu

“jadi begini suasana salon..” gumamku sambil melihat yeoja-yeoja yang sibuk mempercantik diri mereka

“tttaaappp”

aku reflek menoleh saat mendengar sebuah benda terjatuh. dan benar, aku melihat sebuah tabloid kini sudah berada di atas lantai. aku beranjak mengambil tapi seseorang yang duduk di sampingku ternyata juga berniat mengambilnya

“e..eh..” aku mendongak dan melihat orang itu

“DEG”

dia?

namja itu?

namja di bus beberapa waktu yang lalu itu?

beberapa saat kami terdiam, dan setelah itu kami tertawa tipis dan saling melempar senyum

“nona.. kita bertemu lagi” katanya

aku hanya mengangguk dan tersenyum kikuk padanya

“Ya Tuhan, aku merasa senang sekali bisa bertemu dengannya…, apa ini takdir? apa kita berjodoh?” batinku bahagia

“tapi kenapa namja bisa berada disini? apa dia mengantar seseorang? apa dia sedang mengantar pacarnya?”

“eng.. apa yang kau lakukan disini? kau.. menunggu pacarmu?” tanyaku basa-basi

dia tersenyum, “anhi.. aku mengantar adiku.. dia harus menghadiri sebuah acara jadi aku mengantarnya kesini..” katanya. aku mengangguk paham

“Ya Tuhan, jadi dia mengantar adiknya, haaahh dia sungguh namja keren… dia masih begitu perduli dengan keluarganya” pujiku dalam hati

“sooyoungie.. kemari..” tiba-tiba yoona memanggilku. haahh sial, kenapa secepat ini!

“ngg.. kalau begitu aku kesana dulu… anyeong..” kataku lalu membungkuk sopan padanya

——

aku terus terdiam, sungguh setelah bertemu namja tadi aku kini menjadi ragu untuk melakukan ide dua temanku itu.

kurasa aku menyukainya, dan aku ingin bisa bersama namja itu. aku ingin mengejarnya saja meskipun itu sulit. aku ingin mendapatkan apa yang hatku inginkan, bukan hanya kesenangan semata

“mereka datang…” kata yuri sambil menepuk pundaku pelan. aku, yuri, yoona, xiumin dan luhanpun berdiri untuk menyambut mereka

aku hanya menunduk, aku sungguh sudah tak tertarik dengan semua ini. aku ingin namja tadi Tuhan~~

“plaakk”

“yahh kenapa kau seperti ini? cepat beri salam pada mereka” bisik yuri padaku.

dengan enggan akupun mendongak dan berniat melemparkan senyum pada mereka meski itu hanya terpaksa

akupun melemparkan senyum satu persatu pada ketiga namja itu.

hey tunggu,

“nona?”

“DEG”

“kau?”

tentu saja aku terkejut melihat namja yang bertemu denganku di salon tadi kini sedang berdiri dengan begitu kerennya di depanku

“Ya Tuhan.. ada apa ini? kenapa kami bertemu lagi? kenapa kami bertemu di saat seperti ini? di acara ini?” batinku senang,

sungguh hatiku berubah bersemangat dan bahagia saat mengetahui jika namja yang menarik perhatianku kini berada di depanku

“hey kris… sooyoungie… kalian saling mengenal?” tanya xiumin dan yuri bersamaan

aku dan namja yang di panggil kris itu hanya tersenyum kearah mereka

—–

“ kenapa kau bisa disana?” tanyaku, ternyata dia juga menanyakan hal sama di waktu yang sama pula

“hahahahaha” kamipun langsung tertawa

“kau dulu..” kataku

“kau dulu saja..” katanya

aku kembali tertawa kecil

“kenapa kau bisa berada disana?” tanyaku

“aku hanya iseng saja… sebenarnya xiumin sering menawarkanku untuk dikenalkan dengan beberapa yeoja di kampus tapi aku malas… dan entah kenapa kali ini aku mau… hahaha mungkin ini takdir agar aku bisa bertemu denganmu ^^” katanya

“takdir?” seketika wajahku memerah mendengarnya

“lalu bagaimana denganmu? kenapa kau ingin mencari pasangan?” tanya namja bernama kris itu

“aku juga karena iseng saja… sebenarnya ini ide gila dari yoona dan yuri.. mereka kesal karena sampai sekarang aku belum juga memiliki namjachingu..” kataku

“jadi kau hanya ingin main-main saja?” tanya kris

aku tersentak, “bukan begitu..”

“jadi kau akan serius dengan semua ini?”

aku mendengus “ bukan seperti itu juga..” kataku gemas

“hahahahaha… “ tiba-tiba dia tertawa

“taaapp” dia memegang kepalaku

“DEG”

“kau benar-benar yeoja yang lucu.. kurasa ini akan menyenangkan ^^”

—***—

normal pov

“aigoo lihat sooyoungie.. wajahnya terlihat begitu bahagia..” goda yuri

sooyoung menoleh sejenak, bukannya marah dia malah tersenyum penuh arti pada kedua sahabatnya itu

“ckckckck kau sungguh seperti orang gila soo.. tapi tidak apa-apa.. setidaknya kau sudah mulai merasakan apa arti bahagia itu..” kata yoona

“ada apa ini? kalian terlihat begitu senang..” tanya sunny yang baru datang, dia adalah salah satu sahabat sooyoung.

tapi karena prinsipnya yang tidak ingin berpacaran sebelum menikah, dia jadi tidak terlalu dekat dengan yuri dan yoona

“itu sooyoungie.. sebentar lagi dia akan memiliki namjachingu..” kata yoona

“bwo? namjachingu?” sunny terlihat terkejut

“benar.. jadi sekarang hanya kau yang masih memegang prinsip bodoh jika pacaran itu adalah hal buruk..” kata yuri ketus. yoona hanya tersenyum smirk mendengarnya

sunny hanya terdiam dan menatap sooyoung sendu. sooyoung sendiri terlihat merasa bersalah dengan sunny

“BRUUKK”

sooyoung dan sunny segera mendongak saat melihat seseorang menaruh beberapa tumpuk buku tebal di meja mereka

“apa ini?” tanya sooyoung pada yongguk

“ini tugas kelompok kita.. aku sudah mengerjakan separuh.. dan separuhnya lagi kau yang mengerjakan…, besok aku akan mengambilnya kerumahmu.. dan semua harus sudah selesai..” kata yongguk

“bwo? apa kau gila? ” pekik sooyoung terkejut

“hey bang yongguk! besok itu hari valentine.. bagaimana bisa kau menyiksa sooyoung seperti itu!” kata yoona, dia terlihat tak terima

“ tugas tetaplah tugas, bukankah kalian sudah kuliah.. seharusnya pikiran kalian sudah dewasa dan bisa membedakan mana yang penting dan mana yang tidak!” kata yongguk dingin

“valentine itu juga penting tahu… kau saja yang menganggapnya tak penting karena kau tidak punya yeojachingu..” ejek yuri

“cihh apa memiliki yeojachingu bisa membuat nilaiku tinggi.. apa bisa membuatku masuk surga? cihh dasar bodoh!” kata yongguk lalu pergi begitu saja

“dia benar-benar.. ishhh..”

——

mianhae sun..” kata sooyoung pelan

sunny tersenyum dan menoleh pada sooyoung

“kenapa kau minta maaf.. jika kau ingin punya namjachingu itu adalah hakmu..” kata sunny

“aku tak akan melarangmu seperti anak kecil, bang yongguk benar.. kau sudah dewasa.. kau pasti sudah bisa membedakan mana yang penting dan mana yang tidak… aku sebagai sahabatmu hanya bisa mengingatkan.. ^^” lanjutnya

sooyoung terdiam, sekelebat rasa ingin berhenti mendatanginya

“perjalanmu di kampus ini tinggal sedikit lagi sooyoungie… jadi berhati-hatilah” kata sunny lagi

“hanya sampai valentine.. aku hanya mencoba..” batinnya.

“kau tenang saja.. aku akan berusaha menjaga diriku sendiri.. “ kata sooyoung pada akhirnya

—***—

“argggghhh… ini sungguh menjengkelkan!!” umpat sooyoung sambil mengacak rambutnya

“bagaimana bisa dia melakukan ini padaku! bagaimana bisa dia selalu berbuat buruk padaku!! arrghh bang yongguk kau sungguh menyebalkan!” lanjut sooyoung. dia tak perduli dengan orang-orang di perpustakaan itu yang kini melihat kearahnya dengan tatapan heran

“kau bicara seperti itu karena kau tidak fokus..!! kau hanya memikirkan besok.. iya kan..?”

tiba-tiba seseorang berbicara disamping sooyoung

“aigoo aigoo.. Ya Tuhan… bagaimana bisa kau sudah berada disini? kau seperti hantu kau tahu..” kata sooyoung sambil mengelus dadanya karena terkejut

“bruukk” yongguk meletakan buku yang sedang ia baca di meja lalu menoleh pada sooyoung, dengan tatapan dingin tentunya

“valentine… kau tahu tempat tempat utama yang di tuju para remaja di hari itu?”

“bwo?”

“.. diskotik.. tempat hiburan.. hotel…  penginapan dan sebagainya…” kata yongguk

sooyoung mengernyit, “lalu kenapa? kau pikir aku akan melakukan hal bodoh seperti lainya?”

“mungkin saja..”

“cihh kau selalu saja memiliki pikiran buruk tentangku… kau tahu aku bersama dengan kris.. namja itu.. bukankah dia temanmu..” kata sooyoung

yongguk menghela nafas, “aku tahu… “

“lalu apa masalahmu? “

“aku ini namja.. aku tahu apa yang mereka inginkan di ahri velentine? kau harus tahu mereka bisa menjadi monster kapan saja…”

“ kenapa kau selalu terlihat tak senang jika aku senang? kau iri? atau jangan-jangan kau cemburu.. kau menyukaiku eoh..?” selidik sooyoung

“ciihhh..” seketika yongguk tertawa remeh. sedangkan sooyoung hanya mendengus

“kau benar-benar childish… sudah pokoknya besok aku akan tetap mengambil tugas ini kerumahmu…” kata yongguk lalu berjalan pergi

“hey bagaimana jika aku belum selesai?!” tanya sooyoung

“harus selesai..!” jawab yongguk tanpa menoleh pada sooyoung

—***—

Sooyoung pov

suasana malam valentine ini begitu hangat, begitu penuh cinta, sangat berbeda dengan valentine yang kurasakan sebelumnya.

terlihat beberapa pasangan yang saling bergandengan, berangkulan bahkan berpelukan disana. bermesraan dan saling mengungkapkan rasa cinta dibawah lampion lampion pink berbentuk hati.

“mianahe kris,,” kataku

namja disampingku itu menoleh dan menatapku lembut

“untuk apa?” tanyanya

“tidak seperti yeoja lain yang terlihat begitu cantik dan anggun.. aku hanya berdandan ala kadarnya..” kataku menyesal

dia tersenyum lalu membelai rambutku, “bunga itu…”

aku menunduk dan melihat setangkai bunga mawar yang kupegang, bunga yang diberikan kris tadi

“kau bahkan tak kalah indahnya dengan bunga itu..” katanya

“dan coklat itu…”

aku beralih menatap sekotak coklat yang berada di tanganku yang satunya, coklat dari kris juga pastinya

“kau sama manisnya dengan coklat itu…” katanya lagi.

“bluuussshhh..” seketika pipiku berubah merah saat mendengar perkataanya

“jadi kau tak perlu merasa bersalah.. bahkan bagiku kau lebih cantik dibandingkan siapapun disini.. kau cantik apapun keadaanmu..^^” katanya lagi

“Ya Tuhan, dia begitu pandai membuat jantungku berdebar” batinku

“beebb”

aku mendengar handphoneku berbunyi. dan ternyata alarmku berbunyi. itu tandanya waktu sudah menunjukan pukul 10 malam

“Ya Tuhan.. aku harus pulang..” kataku

“pulang? kenapa?” tanya kris

“aku harus menyelesaikan tugasku.. jika tidak selesai aku akan dimarahi teman sangarmu bernama bang yongguk itu…” kataku asal

“hahahaha yongguk akan memarahimu?” tanyanya, aku hanya mengangguk

“ baik baik.. ayo kita pulang..” katanya. dia berdiri lalu meraih tanganku dan menggenggamnya dengan lembut

—–

@perjalanan

“mianhae kris… aku merusak acara kita..” kataku pelan

dia menoleh sejenak lalu tersenyum lembut padaku, “gwenchana… kita bisa pergi lain waktu kan?” tanyanya

“lain waktu? jadi dia ingin hubungan ini berlanjut?” batinku senang. akupun mengangguk

“beebb beebb”

“nde yuri yeobseyo..” sapaku

“sooyoungie.. bisakah kau kemari.. yoona sedang mabuk… dan aku butuh bantuanmu..” kata yuri dari seberang telepon

“bwo? mabuk? kau sekarang dimana?” tanyaku

“kami berada di hotel dekat kampus..jebal cepat kemari..”

“Ya Tuhan.. baiklah aku akan kesana..” kataku

“beebb”

“ada apa?” tanya kris

“yoona.. dia mabuk dan yuri kesulitan mengurusinya.. mm.. kris apa kau mau mengantarku kesana? jebal yuri terdengar sangat panik dana aku harus membantunya..” kataku

“tentu saja..” katanya

——

“yuri.. ommo.. hey.. kau bilang yoona mabuk..” kataku terkejut saat aku melihat yuri, yoona, luhan dan xiumin malah bermain sebuah permainan di ruang tengah hotel yang mereka sewa

“sooyoungie.. cepat kemari.. ayo kalian juga ikut main..” kata yoona

aku dan kris saling menatap bingung.

“kalian mempermainkanku ya.. dasar kau tahu aku harus pulang dan menyelesaikan tugasku..” kataku

“ahh kau ini.. bang yongguk tak akan benar-benar memarahimu.. ayo kesini dan ikut bermain bersama kami.. ini hanya setahun sekali sooyoungie..” kata yuri

“haahhh  baiklah..” akupun menyerah dan berjalan menghampiri mereka

——-

“bruukk brukkk brukkk”

“Yahh Bukkaaaa!! apa yang kalian lakukan?” kataku sambil berteriak

aku benar-benar tak tahu jika hukuman game tadi adalah ini. di kunci di dalam kamar berdua dengan kris

dan apa-apaan yoona.. karena mabuk, dia jadi muntah di bajuku

“bagaimana bisa mereka melakukan ini padaku…” kataku kesal, aku menatap bajuku yang terlihat begitu menjijikan

“mereka benar-benar childish…” kata kris datar sambil duduk di ranjang kamar yang sedang kami pijak sekarang

aku menoleh padanya dan melihatnya melepas kemeja yang ia pakai. sekarang keadaanya topless dan menampakan dadanya yang bidang

“lepas baju itu dan pakai ini.. bajumu benar-benar menjijikan..” kata kris sambil mengacungkan kemeja itu padaku.

“apa tidak apa-apa?” tanyaku. Ya Tuhan dia benar-benar namja yang gentle

dia tersenyum dan mengangguk

tapi tunggu, Ya Tuhan.. kamar mandi di kamar ini di rancang terbuka, lalu dimana aku bisa mengganti bajuku

“kris.. bisakah kau membalikan badanmu? disini tidak ada tempat ganti…” kataku

“oh jinjja? baiklah..” katanya lalu memutar badan untuk membelakangiku

akupun berjalan kepojok ruangan dan segera mengganti bajuku.

aku membuang nafas sejenak saat menyadari jika kemeja ini sungguh transparant, apalagi kemeja ini cukup pendek sehingga mengekspose pahaku yang mulus itu

“GREBB” tubuhku menegang saat seseorang tiba-tiba melingkarkan tangannya keperutku

“k..kris.. apa.. yang..” kris tak menjawab, dia segera membalikan badanku dan memojokanku kedinding

“sooyoungie.. saranghae…” bisiknya tepat di telingaku

“DEG”

kurasa jantungku berdebar cepat sekarang

“CHU~” dia langsung menyambar bibirku dan melumatnya dengan begitu lembut

entah kenapa aku terbawa suasana dan membalas lumatannya. bahkan semakin lama ciuman kami semakin panas dan bernafsu. dia memegangi rahangku dan aku mengacak rambutnya

kami memiringkan kepala kekanan dan kekiri seolah belum puas dengan mencium di satu sisi saja

perlahan ciumannnya turun keleherku, dia menciumnya dan meninggalkan beberapa kissmark disana.

“sshhhh..” aku tidak bisa menahan desahanku saat merasakan rasa nikmat ini

aku terus mengacak rambutnya sedangkan tangannya kini mulai meremas payudaraku dari luar

“Ya Tuhan.. ini sungguh nikmat..ahhhhh…” racauku

“sshhh..” aku terus mendesah menerima remasan yang begitu lembut di payudaraku. aku menarik kepalanya agar dia lebih dalam menciumnya.

“ssshhh ahhh..” aku terus mendesah dan mendesah

“aku menginginkan tubuh seksimu sooyoungie.. aku menginginkannya..” kata kris. dia kembali mencium bibirku dengan bringas dan bernafsu

berbeda dengan yang tadi, sangat berbeda dengan kris yang kukenal beberapa hari yang lalu

lalu dia mulai melepas kancing kemeja yang sedang kupakai

“apa yang akan dia lakukan?” batinku

“kau harus tahu mereka bisa menjadi monster kapan saja…”

tiba-tiba aku teringat dengan ucapan yongguk

“monster?”

“perjalanmu di kampus ini tinggal sedikit lagi sooyoungie… jadi berhati-hatilah”

dan entah kenapa perkataan sunny juga ikut terngiang di kepalaku

“Tapp” sebelum benar-benar terbuka semua aku berhasil mendorong tubuh kris

“bwohanungeoya?!” kataku padanya dengan nafas terengah-engah

“ccihhh kau tak perlu munafik.. kau menikmatinya kan?” katanya, dia kembali menghimpit tubuhku

“kau hanya perlu menurut sooyoungie… aku akan memberimu kenikmatan yang tak pernah kau rasakan sebelumnya”

bisiknya lalu kembali meremas payudaraku dengan cukup kencang. dia kembali meremas payudaraku

“ahhhh..” aku tak bisa menahannya, aku sadar semua ini sungguh nikmat. tapi aku juga sadar, ini semua salah.

“TAAPP”

“BUHHGGGGGHHHH..” mataku membulat saat aku melihat seorang namja kini menatap geram pada kris yang sudah jatuh tersungkur

entah bagaimana dia masuk, tapi aku melihat pintu kamar ini sudah terbuka.

“aku sudah bilang padamu berhenti menjadi monster.. jika kau bukan teman kecilku.. maka saat ini aku sudah membunuhmu..” ucap yongguk sambil menunjuk wajah kris

kris hanya terdiam dan menatap tajam pada yongguk.

dan aku sendiri, aku hanya bisa diam terbeku akan semua ini.

“Ya Tuhan.. kenapa aku bisa sebodoh ini.”

“ttaaappp”

yongguk meraih lenganku dan menariku pergi dari sana.

aku bisa melihat yuri dan xiumin sedang berciuman dengan begitu mesra disana. sedangkan yoona dan luhan, mungkin mereka sedang melakukan ‘hubungan itu’ disalah satu kamar

saat didepan pintu yongguk berhenti. dia menghadap padaku dan menatapku tajam

dia segera mengkancingkan semua kancing kemejaku yang terbuka.

dia melepas jaketnya, lalu ia ikatkan dipinggangku.

“seseorang yang benar-benar mencintaimu akan melindungimu dari jauh.. mereka akan menjagamu dari perbuatan dosa..”

tiba-tiba aku teringat dengan ucapan sunny.

“apa ini yang dimaksud sunny, apa beginilah cara sebenarnya dalam mencintai?” batinku

dia menariku pergi dari tempat yang bagiku sangat menyeramkan itu.

“mian..” kataku lirih, perlahan air mataku turun.

aku merasakan rasa bersalah, takut, kecewa yang amat sangat. apalagi saat ini salju turun dengan sangat lebat dan yongguk hanya memakai kaos sleeveless

“mian…” gumamku lagi

diam..” katanya singkat tanpa menatapku.

aku bisa melihat beberapa orang melihat kearah yongguk dengan tatapan aneh dan bahkana da juga yang hampir menertawakan dia

“hikss…” aku terisak, aku benar-benar bingung saat ini. aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakuakan

yonnguk menghentikan langkahnya lalu menatapku. tatapan dingin tapi juga terasa begitu lembut

“Grebbb” dia langsung meringkuh tubuhku dengan sangat lembut. begitu lembut dan hangat seakan aku tidak berada dibawah salju saat ini.

“hikkss…” aku kembali terisak. terisak karena mnyadari jika kini tubuhnya begitu dingin, wajahnya juga terlihat pucat

“mianhae.. hikks.. jongmal mianhae…”

Yongguk POV

“hikss…” aku mendengarnya terisak. sungguh ini begitu menyedihkan bagiku

akupun menghentikan langkahku lalu menatapnya.

“Grebbb” aku langsung meringkuh tubuhnya. berusaha agar kesedihan dan kegelisahan yang pasti kini sedang  ia rasakan setidaknya sedikit berkurang . aku tak perduli dengan dinginnya salju saat ini. salju yang begitu mudahnya merubah suhu tubuhku mnejadi benar-benar dingin

“hikkss…” dia kembali terisak.

“mianhae.. hikks.. jongmal mianhae…” lanjutnya

“sshhh sudahlah.. kau aman sekarang.. aku akan melindungimu..” kataku lirih. aku membelai rambutnya agar dia lebih tenang

“aku terlalu bodoh… aku-“

“jangan pikirkan hal itu.. lupakan saja dulu dan tenangkan hatimu..” kataku lagi.

—***—

normal pov

“greebbb” sunny dan sooyoung saling berpelukan

“kita berhasil sooyoungie.. kita lulus ..” kata sunny, nadanya terdengar sangat bahagia.

sooyoung mengangguk, “gomawo.. kau.. masih mau menjadi temanku hingga saat ini” katanya

senyum sunny memudar, “kenapa kau bicara begitu? aku akan terus menjadi sahabatmu..” katanya

“aku.. tidak mendengarkan perkataanmu… aku mengabaikan teman sebaikmu..” kata sooyoung sedih

“kau tidak mengabaikanku… buktinya kau masih bertahan dan meninggalkan namja brengsek itu…”

sooyoung mengangguk, “gomawo…”

–***—

5 tahun kemudian

“chagi..  bisakah kau cepat!” pekik yongguk dari ruang tamu

“ishhh kau ini… sabar sedikit…” teriak sooyoung dari dalam dapur

dia segera berlari menghampiri suaminya itu

“ya ya jangan berlari seperti itu…!” omel yongguk

“tadi kau bilang aku harus cepat.. kau ini bagaimana sih…” kata sooyoung kesal

“aku menyuruhmu cepat.. bukan menyuruhmu berlari.. kau harus memikirkan anak kita chagi…” kata yongguk. dia berjalan kearah sooyoung lalu berjongkok dan menempelkan telinganya pada perut sooyoung yang buncit itu

“ommo.. dia bilang padaku agar kau jangan berlari.. katanya dia pusing..” kata yongguk sambil mendongak

“hahahaha..” sooyoung tertawa kecil mendengar candaan suaminya itu. yongguk ikut tertawa

“chu~” dia mengecup perut sooyoung sekilas lalu kembali berdiri

“ayo.. acara pernikahan sunny dimulai beberapa menit lagi.. kita harus cepat..” ajak yongguk. dia meraih tangan sooyoung dengan lembut

“nde.. kajja..” jawab sooyoung.

flashback

“jangan pikirkan hal itu.. lupakan saja dulu dan tenangkan hatimu..” kata yongguk lagi.

“hiks.. aku.. sangat bodoh.. aku.. bahkan menganggap remeh semua nasehatmu…” kata sooyoung lagi

“kubiang jangan pikirkan hal ini.. sudah tidak apa-apa” kata yongguk sambil melepaskan pelukannya. dia membelai rambut sooyoung lembut

“ayo.. aku antar kau pulang..”

—***—-

“gomawo..” kata sooyoung sambil mengacungkan jaket yongguk yang beberapa hari lalu ia pakai

“oh nde..” jabaw yongguk singkat, dia menerima jaket itu lalu kembali membaca buku psikolog yang sedang ia baca

sooyoung duduk disamping yongguk

“kenapa kau baik padaku?” tanya sooyoung

yongguk terdiam sejenak, “ apa berbuat baik itu harus punya alasan?” tanya yongguk tanpa menoleh

“aku tidak pernah baik padamu.. kita juga bukan teman baik.. tapi kenapa kau baik padaku.. kenapa kau rela mencariku dan menyelamatkanku..” tanya sooyoung

“bukkk” yongguk menutup bukunya lalu menoleh pada sooyoung

“aku.. ingin melindungimu..” kata yongguk pelan, dia menatap mata sooyoung dalam

“me..lindungiku..?”

“aku… ingin terus melindungimu dari jauh… sampai saatnya aku.. di izinkan Tuhan untuk memilikimu…” kata yongguk lagi, kali ini seulas senyuman mengembang dibibirnya

“DEG”

sooyoung terdiam mendengarnya, entah kenapa jantungnya berdebar mendengar kata itu

“aku ingin menahannya.. tapi kurasa jika hanya mengatakannya itu tidak apa-apa…” kata yongguk lagi

“apa maksudmu?” tanya sooyoung tak mengerti

“aku… mencintaimu… aku.. ingin terus menjagamu meskipun itu dari jauh..”

“kenapa dari jauh? kenapa kau tak mendekatiku..” tanya sooyoung

“aku pernah bilang.. laki-laki itu bisa menjadi monster kapan saja.. dan aku tidak mau menjadi monster bagimu.. aku tidak mau menodaimu sebelum saatnya… ^^”

“DEG” lagi-lagi jantung sooyoung berdebar cepat

dan tiba-tiba dia menunduk,”tapi.. aku… sudah ternodai…” kata sooyoung pelan

yongguk tersenyum , “tapi aku mencintaimu.. aku tahu semuanya dan bagiku itu semua tidak apa-apa..” kata yongguk

“hikss..” sooyoung menunduk dan terisak

“tappp”

yongguk memegang pundak sooyoung pelan

“jika kita ditakdirkan Tuhan… maka tetaplah menungguku.. dan aku akan menjemputmu di altar gereja untuk mengucap janji suci ^^”

—-### [THE END] ###—-

tidak perlu menunggu valentine untuk menyampaikan kasih sayang. setiap hari kita sudah mendapat begitu banyak kasih sayang dari Tuhan, keluarga maupun sahabat kita

karena jika valentine itu seperti bunga mawar, maka setelah dicium dan dipetik kelopaknya dia akan dibuang begitu saja

dan jika valentine itu sepereti sebuah coklat, maka dia hanya habis dimakan dalam satu waktu saja

valentine itu bukan kebudayaan orang indonesia, maupun orang muslim. valentinepun sebenarnya sudah di hapus dari daftar kegiatan orang nasrani. lalu kita mengikuti siapa?

tidak sedikit pemuda yang merayakan hari valentine dengan cara seks bebas, minum minuman keras, dan kegiatan negative lain.

lalu bagaimana nasib jodoh yang sudah di siapkan Tuhan untuk kita? tegakah kita memberi mereka sesuatu yang bekas? coba pikirkan bagaimana perasaannya jika kita mereka tahu hal itu?

so, think! :)

#beri aku 3 pemuda dan aku akan merubah dunia (ir.soekarno)

 maka, mari kita menjadi pemuda yang berfikir dan berperilaku sehat

perbaiki diri agar Tuhan juga memberikan seseorang yang baik untuk kita

—————————————-

hehe mian panjang, mian typo, dan mian atas semua kesalahan yang aku perbuat

tetep ditunggu tanggepannya ya ^^

———–

ada yang suka B.A.P, udah liat MV barunya? keren loh…

liat aja http://www.youtube.com/watch?v=sGolQ9LzbkY

22 thoughts on “V-DAY (oneshoot)

  1. neomu daebak ff nya :-) untung aja bang yongguk datang nyelamatin sooyoung. Nggk nyangka akhirnya mereka menikah^^ . Aku suka banget ama kata-katanya bang yongguk pas bagian ini : “aku pernah bilang.. laki-laki itu bisa menjadi monster kapan saja.. dan aku tidak mau menjadi monster bagimu.. aku tidak mau menodaimu sebelum saatnya… ^^” . Ditunggu ff mu lainnya. Hwaiting~~

  2. Kata2ny OK punya,sbnarny ku lbih suka kris tpi krena yongguk ny kren bgt jdi suka jga ma bang garang nie,tpi untungny pz Nc ny m kris kekeke

  3. Ohh… Yongguk gentle banget sih..
    Di kirain pas bagian ‘itu’nya sm yongguk tapi ternyata sama kris..
    Soo eonni beruntung banget sih bisa dapetin yongguk… Dan suka sm kata”nya yongguk yang ini “aku pernah bilang.. laki-laki itu bisa menjadi monster kapan saja.. dan aku tidak mau menjadi monster bagimu.. aku tidak mau menodaimu sebelum saatnya” sama yang terakhir tentang valentine^^
    Minta AS/Sequelnya dong thor, ingin tau kehidupan mereka setelah menikah dan punya anak pasti bahagia. Oh ya thor, sekalian sm pas bagian yang Wedding nya sm honey moon nya dan semoga nc hehe*yadongmodeon* tapi kalau g nc jg g masalah sih.
    Pokoknya buat ff ini Daebak!!!
    ? tunggu ff lainnya jg ya thor^^ Hwaiting!!

  4. Kyaaaa , omooo ff’a sumpah super duper keren.. Yongguk’a bikin melting, soo beruntung bgt dpt yongguk..
    Buat ff soo sma yongguk terus yah, mereka cocok..

  5. Uwaaa ffnya daebak banget kak xD
    Love this fic so… much :D
    Awalnya nyaris mau nggak baca soalnya ada kris, tapi mau gimana lagi hoho lagian endnya juga sama yongguk kenapa gak baca dan akhirnya baru baca deh kak hehe
    Aku suka ceritanya banyak amanatnya lagi daebakk kak pokoknya :)

  6. Unni!! Akhirnya kamu ngepost ff lagi..
    Kata2.nya yongguk so sweet banget :D
    Kapan ya aku dicintai ma cowok yang kayak yongguk/ngayal/
    Nice ff deh pokoknya..

  7. KEREN >_<
    Entah kenapa aku mulai suka sama pairing ini.

    Setuju deh sama kata2mu chingu. Seorang namja yang memang cinta padamu, tidak akan merusak dirimu lebih jauh. Sebaliknya, ia terus melindungi dari segala sesuatu yang akan merusakmu.

    Dan juga hari valentine itu tidak mesti untuk kita ikuti karena dalam Islam tidak dihalalkan untuk mengikuti segala perayaan yang tidak dianjurkan.

    Nice FF chingu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s