Devious (Part 7)

TITLE : Devious (Part 7)

MAIN CAST:

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Kim Woobin (Aktor)
  3. Choi Zelo BAP

OTHER CAST :

  1. Song Joongki (Aktor)
  2. Park Shinhye (Aktris)
  3. Choi Daniel (Aktor)

casts

GENRE : Romance, Family, Sad, Friendship

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

happy reading and don’t be siders

vintage-floral-texture-abstract-hd-wallpaper-1920x1200-8076 (1)

#Devious#

-*-

‘TAPP!’

Dengan murka, Woobin langsung menarik Zelo agar dia terlepas dari Sooyoung.

‘BUGHH!!’

Setelah itu, dipukulnya Zelo dengan sangat keras sehingga Zelo jatuh tersungkur di lantai. Woobin menatap Zelo dengan wajah murka. Tanganya masih terlihat mengepal dan nafasnya terdengar memburu.

“Apa yang kau lakukan saekkiya?!!” Pekik Woobin penuh kemarahan. Sejenak, dia menoleh pada Sooyoung yang sekarang duduk dan menatap ke arah lain. Dia bisa melihat jika Sooyoung menitikan air mata.

“Wae? itu bukan urusanmu” jawab Zelo dengan santainya. Sejenak, dia mengusap ujung bibirnya yang berdarah.

‘BUGHH!’

Tanpa ragu, Woobin kembali menarik kerah baju Zelo lalu di pukulnya lagi wajah tampan namja itu.

“Dia tunanganku dasar bajingan!!!” bentak Woobin geram.

“Tunangan? apa itu lebih hebat dari hubungan kakak adik?” tanya Zelo sambil tersenyum remeh. Meski sudah di pukul dua kali oleh Woobin, dia tetap tidak merasa takut ataupun bersalah.

“Kau pikir berciuman adalah sesuatu yang di lakukan kakak beradik?” tanya Woobin tak percaya.

“Wae? kakak beradik tidak mempunyai batasan untuk melakukan segala hal, bahkan mandi bersama bukanlah sesuatu yang mustahil” jawab Zelo dengan senyuman evilnya.

“Ya! kau ini benar-benar bajingan menjijikan!!” Woobin yang tersulut emosi dan merasa terbakar saat mendengar kalimat itu pun langsung beranjak menghampiri Zelo dan berniat memukulnya.

‘DAP!’

Tapi Sooyoung terlebih dulu menghalangi Woobin dengan tubuhnya.

“Khemanhae!” mohon Sooyoung dengan suara lirih.

Woobin mendengus kesal karena dia masih belum puas menghajar namja gila bernama Zelo itu. Tapi pada akhirnya dua menurut pada Sooyoung mengingat jika Sooyoung sepertinya tidak baik-baik saja sekarang.

Woobin menggenggam tangan Sooyoung, “Kajja!” ajaknya dengan suara yang melembut.

‘TAPP!’

Tapi, baru juga 3 kali melangkah, Zelo sudah berdiri dan langsung menahan tangan Sooyoung sehingga mereka berhenti.

“Ya Sooyounga.., kau melupakan tanggung jawabmu?” tanya Zelo sambil menoleh sekilas ke meja belajar.

“Kau masih berani bicara setelah apa yang kau-“

“Namamu bukan Sooyoung!” Dengan cepat, Zelo langsung memotong ucapan Woobin.

“Aku tidak bisa melihat wajahmu” jawab Sooyoung tanpa menatap Zelo.

“Wae? apa salahnya jika aku menciumu? bukankah kau kakaku?” tanya Zelo yang sekarang malah menggunakan status kakak adik sebagai alasan.

Mendengar hal itu, Woobin langsung berbalik dan mencengkram kerah baju Zelo dengan kuat.

“Ya! apa aku harus memukulmu sampai kau pingsan agar kau bisa diam hah?!!” tanya Woobin murka.

“Jika itu membuat Sooyoung tetap berada disini, maka lakukan saja!” ucap Zelo dengan santainya.

“Hufftt..” Sooyoung membuang nafas panjang. Sungguh, dia seperti berada di dimensi lain sekarang. Bahkan dua orang di depanya saat ini begitu membencinya dulu, tapi kenapa sekarang mereka bertingkah aneh begini?

“Apa aku semenyedihkan ini?” gumam Sooyoung tanpa menatap siapapun. Zelo dan Woobin terlihat bingung mendengarnya.

“Apa kehadiranku memang membuat rumah ini kacau? bahkan kalian meributkan hal yang benar-benar tidak berdasar karenaku” lanjut Sooyoung.

“Tidak berdasar?! ya! dia baru saja menciumu seolah kau yeoja murahan!” Pekik Woobin sambil menunjuk Zelo.

“Sudahlah hentikan, Kim Woobin.. sebaiknya kau pergi dari sini..” ucap Sooyoung sambil menatap Woobin serius. Dia bahkan melepaskan genggaman

“Mwo?” Woobin terlihat terkejut mendengarnya. sedangkan Zelo tentu saja langsung tersenyum smirk ke arah Woobin.

“Pada akhirnya.., kau.. memang bukan siapa-siapa baginya..” ucap Zelo sambil menatap Woobin dengan wajah penuh kemenangan.

‘TAPP!’

“Ya Saeekiya!!” pekik Woobin sambil kembali menghampiri Zelo lalu menarik kerah baju namja itu.

“Kim Woobin!!!” Pekik Sooyoung sambil memegang lengan Woobin agar dia melepaskan Zelo.

‘Tok Tok tok!’

Setelah itu, mereka bertiga bisa mendengar suara ketukan pintu dari luar sana. Mungkin penjaga tadi merasa aneh dengan keributan yang sedang terjadi di dalam.

“Kha!” suruh Sooyoung. Woobin sendiri masih menatap tajam sekaligus kecewa pada Sooyoung yang sekarang hanya menunduk sedih.

‘STRAPP!’

Dengan geram, Woobin melepaskan cengkramanya pada Zelo dan juga mengibatkan lenganya agar tangan Sooyoung terpelas darinya. Setelah itu, dia pergi begitu saja.

‘BRAKK!’ Woobin bahkan membanting pintu dengan keras ketika dia keluar.

“Ciihh..” Zelo terlihat tersenyum licik. Dan itu membuat Sooyoung menoleh padanya dengan wajah tak percaya.

“Ini lebih mudah dari yang kubayangkan” ucap Zelo sambil mengusap bibirnya dengan ibu jarinya.

“Kau senang? kau pasti menganggap semua orang adalah lelucon untuk hidupmu…” ucap Sooyoung dengan tatapan tajam.

“Aku serius jadi jangan pernah mengatakan ini sebagai lelucon!” ucap Zelo dengan tatapan tak kalah tajam.

“Cihh serius? jadi kau memang benar-benar menganggapku gadis murahan yang bisa di cium dengan mudah? cihh.. kau benar-benar keparat menggelikan!” umpat Sooyoung sambil menatap Zelo penuh kebencian. Meski begitu, Zelo bisa melihat jika air mata Sooyoung menetes dan mengalir di pipinya.

“Choi Sooyoung-“

Belum sempat menjelaskan, Sooyoung lebih dulu pergi meninggalkan Zelo yang sekarang menatap kepergianya.

.

.

“Nona Choi? apa yang terjadi?” Tanya sang penjaga ketika Sooyoung keluar dari kamar Zelo itu.

Sooyoung menunduk dan tidak berani menatap Penjaga dan juga Daniel yang ternyata juga berada di depan pintu itu. Daniel sendiri terlihat menatap Sooyoung heran sekaligus curiga. Dia bahkan sedikit terkejut melihat mata Sooyoung yang memerah seperti habis menangis.

“Tuan Putri?” tanya Daniel pelan sambil menunduk sedikit agar dia bisa menatap Sooyoung.

“Permisi” pamit Sooyoung sambil membungkuk sopan pada keduanya.

—***—

Sooyoung masuk ke gedung utama kampus dengan sedikit ragu. Benar saja, beberapa orang sekarang jadi menatapnya dengan tatapan aneh dan takut.

“Waeguraeyo Sooyoungie?”

Sooyoung langsung menoleh saat Joongki terlihat sudah berjalan di sampingnya.

“Ah. oppa.. anhi..” jawab Sooyoung lalu kembali menghadapkan wajahnya kedepan.

“Apa ini karena kejadian di cafetaria beberapa hari lalu? kau menyesal sudah mempermalukan Shinhye?” tanya Joongki.

“Ya.. sedikit.., karena sekarang.. semua orang jadi menganggapku menakutkan” ucap Sooyoung dengan wajah sedih.

“Sebenarnya… Shinhye tidak seperti itu dulu…” ucap Joongki sambil mendongak sedikit.

Sooyoung mengernyit, “Jinjja? wae?” tanya Sooyoung.

Joongki mengangguk, “Karena dia di tinggal oleh seseorang.. makanya dia jadi seperti itu” jawab Joongki.

“Benarkah? kau sudah lama mengenalnya?” tanya Sooyoung sedikit tak percaya.

Joongki tersenyum tipis, “Aku berada di keluarga Choi sudah sejak Zelo duduk di kelas 3 SMP.. dan.. aku.. dekat dengan seseorang yang meninggalkan Shinhye…” jawab Joongki pelan, ketika mengatakanya wajahnya terlihat sedih.

Pada akhirnya, Sooyoung hanya mengangguk pelan dan tidak berani bertanya lagi.

“Oh.. tapi.. ku dengar… Woobin malah membela Shinhye saat itu.., apa itu juga yang membuatmu semakin menyesal?” tanya Joongki mengalihkan.

‘DEG’

Entah kenapa, Sooyoung tersentak mendengarnya.

“An.. anhi…, ke.. kenapa aku harus menyesal…” sangkal Sooyoung dengan nada yang terdengar gugup.

Dan Joongki tersenyum tipis sambil menatap Sooyoung sejenak. Beberapa saat kemudian dia kembali menghadapkan wajahnya kedepan.

‘TAPP’

Lalu Joongki memperlambat langkahnya ketika dia melihat seorang namja sedang bersandar pada dinding kordor yang berada di dekat pintu sebuah kelas.

“Oh.. bukankah itu Woobin-ssi?” tanya Joongki yang ternyata menyadari keberadaan tunangan Sooyoung itu.

Sooyoung terdiam sejenak lalu ikut menoleh pada Woobin.

“Apa yang dia lakukan di sana?” gumam Sooyoung pelan.

‘TEK!’

Beberapa saat kemudian, Woobin terlihat menoleh saat dia menyadari kehadiran Sooyoung dan juga Joongki. Sejenak matanya bergerak untuk menatap Sooyoung maupun Joongki secara bergantian.

“Woobin-a.. ini bukumu”

Woobin langsung menoleh kedepan saat seseorang muncul dan mengajaknya bicara.

‘DEG’

Dan Sooyoung sedikit tersentak saat dia melihat Shinhye keluar dari pintu kelas dimana Woobin bersandar pada dindingnya tadi.

“Aku pergi..” ucap Woobin pada Shinhye. Setelah itu dia pergi begitu saja tanpa menatap Sooyoung lagi. Bahkan saat Woobin berjalan melewati Sooyoung, dia hanya diam saja dengan wajah angkuh seakan Sooyoung bukanlah siapa-siapa.

Shinhye maupun Joongki tentu saja sedikit heran melihatnya. Tapi setelah itu, Shinhye terlihat tersenyum smirk pada Sooyoung sebelum dia kembali masuk ke kelasnya.

“Eung..? kenapa dia seperti itu padamu? apa kalian bertengkar?” tanya Joongki sambil menoleh pada Sooyoung. Dan dia sedikit tersentak setelah melihat bagaimana ekspresi sedih yang terpancar jelas di wajah yeoja itu.

“Sooyoungie?” ulang Joongki.

Sooyoung terlihat terkejut, “Oh.. an.. anhi oppa.. kami… memang seharusnya seperti itu” ucap Sooyoung pelan.

–***–

‘Kriinkk Krriiinnkk’

Sooyoung yang baru keluar dari kamarnya, kini menoleh ke telepon berdering yang berada di ruang santai. Sejenak, dia menoleh pada Daniel yang tetap saja acuh meski dia sedang duduk di ruangan itu.

Sooyoung mendengus melihat bagaimana menyebalkanya wajah Daniel. Tapi dia tetap berjalan menghampiri telepon yang masih berdering itu lalu segera mengangkatnya.

“Yoboseyo,” sapa Sooyoung.

“Nde, ini dari Kantor polisi.., apa saya sedang berbicara dengan keluarga Choi?” ucap orang orang yang menelpon itu.

“Kantor polisi?” gumam Sooyoung bingung. Daniel yang mendengarnyapun juga ikut melirik Sooyoung dengan wajah penasaran.

“Be.. benar…, ada apa pak polisi?” tanya Sooyoung sedikit ragu.

.

.

@Kantor Polisi

Sooyoung membuang nafas panjang ketika dia melihat keadaan Zelo. Sedangkan Daniel menatap Zelo dengan wajah datar. Setelah itu dia beralih menatap dua orang dari SMA Victory yang duduk cukup jauh dari Zelo. Dia bisa melihat jika wajah ketiga orang itu berdarah dan lebam-lebam.

“Jadi Choi Zelo… siapa yang menang?” tanya Daniel dengan wajah penasaran sekaligus mengejek.

“Manusia ini benar-benar” umpat Sooyoung sambil melirik Daniel geram.

Zelo yang sejak tadi membuang muka ke arah lain kini mendongak dan menatap Daniel yang sedang berdiri di depanya.

“Apa pedulimu?” tanya Zelo dengan nada dingin.

Daniel tersenyum mendengarnya, “Kau pikir aku datang untuk bertemu teman lamaku yang bekerja disini?” tanya Daniel balik.

“Siapa yang tahu? bukankah seseorang yang paling kau benci adalah aku? jadi bisa saja kau lebih memilih untuk bertemu temanmu daripada datang kesini untuk melihat keadaanku” jawab Zelo.

Sooyoung sedikit terkejut mendengarnya, tapi dia diam saja karena tidak mau terlalu ikut campur.

Daniel tersenyum remeh untuk beberapa saat, “Baiklah.., karena aku sudah bertemu dengan polisi yang menangkapmu.., berarti urusanku disini sudah selesai bukan?” ucap Daniel masih dengan senyuman tipisnya. Dia terlihat beranjak pergi dari kantor itu.

“Ya! Daniel-ssi.. bagaimana kau bisa seperti ini?” tanya Sooyoung memperingatkan. Dia bahkan menahan lengan Daniel agar namja itu tidak pergi begitu saja meninggalkan Zelo.

“Pergilah bersamanya! lagipula aku bisa lebih tenang tidur di sini” suruh Zelo dengan ekspresi begitu angkuh.

Mendengar hal itu, Daniel kembali menoleh pada Zelo. Kali ini dia menampakan ekspresi tajam yang jarang sekali ia tunjukan.

“Choi Junhong, aku ingin mengatakan satu hal padamu..” ucapnya. Kali ini dia memanggil nama asli yang hanya digunakan oleh Daniel dan Almarhum Ibunya untuk memanggil Zelo.

Zelo langsung tesentak saat dia mendengar panggilan itu. Sungguh, dia bahkan tidak tahu jika Daniel masih ingat dengan nama aslinya.

“Meski kau berkelahi sampai mukamu hancur, meski kau membolos sampai di keluarkan dari sekolah, meski kau masuk kantor polisi berkali-kali…” Daniel berhenti sejenak lalu membungkukan sedikit tubuhnya.

“Kau- tetaplah- pewaris- Choize grup..” Lanjut Daniel.

Zelo menarik nafas dalam mendengarnya. Tapi dia tetap menunjukan wajah acuh dan angkuh seolah ucapan Daniel hanyanya seperti gonggongan anjing. Sedangkan Sooyoung tetap memilih untuk diam.

“Mau kau bodoh ataupun pintar, mau kau berniat menyukseskan atau membangkruptkan perusahaan yang sudah di bangun Aboji selama bertahun tahun itu…, Tapi..kau juga harus ingat.. mau tidak mau… suatu saat nanti.. Choize grup tetap akan berada di tanganmu..” ucap Daniel lagi.

“Nasib jutaan karyawan juga tetap bergantung padamu.., CHOI ZE- lo!” lanjut namja berkacamata itu.

Sooyoung maupun Zelo cukup tersentak saat mendengarnya. Entah kenapa, Sooyoung bisa merasakan bagaimana dalamnya kepedulian Daniel saat ini. Meski itu dengan perkataan tersirat.

“Kau mungkin tidak peduli dengan semua itu sekarang.., tapi jika kau memang manusia… kau tidak mungkin membiarkan jutaan keluarga mati karena kebodohanmu ini” ucap Daniel memperingatkan. Dia berbicara lalu segera membalikan badanya seolah ingin pergi.

“Tuan Putri, ikut aku jika kau tidak ingin tidur bersama Zelo disini..” ucap Daniel sebelum dia melangkahkan kakinya.

Sooyoung terdiam sejenak untuk berfikir, “Aku juga kakaknya, jadi biar aku yang mengurusinya saat ini..” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

Daniel terdiam sejenak sambil menatap Sooyoung heran. Sedangkan Zelo terlihat enggan dan tidak suka mendengar kalimat itu.

“Baiklah” ucap Daniel itu pada akhirnya.

.

.

@Perjalanan

“Ini, Pakailah..” Ucap Sooyoung sambil menyodorkan sebuah plaster luka pada Zelo yang sekarang berjalan di sampingnya.

Zelo melirik Sooyoung sejenak dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Sooyoung menanggapi tatapan itu dengan wajah datar.

‘STAPP!’

Lalu dengan santainya, Zelo menampik tangan Sooyoung sehingga plaster tadi terjatuh di tanah. Sooyoung tentu saja terkejut karena perlakuan itu, dia bahkan langsung mengepalkan tanganya dan menatap Zelo dengan geram.

“Hufftt..” Tapi beberapa saat kemudian, Sooyoung memilih berhenti dan mengambil plaster tadi.

Zelo sendiri tetap berjalan dengan begitu angkuh tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tapi, lama dia melangkah namun Sooyoung tak kunjung menyusulnya.Karena penasaran, Zelopun membalikan badan dan melihat apa yang terjadi.

Dan Zelo langsung mengernyit saat dia melihat Sooyoung duduk di terotoar sambil menatap lurus ke jalanan yang mulai terlihat sepi.

“Ya! kenapa kau duduk disana?” tanya Zelo dengan sedikit berteriak.

Sooyoung terlihat menoleh dan menatap Zelo. “Kau duluan saja, kau tidak suka aku jalan bersamamu kan” ucap Sooyoung.

Sejenak, Zelo terperangah mendengar penjelasan Sooyoung. Dia kira Sooyoung marah karena sudah di perlakukan dengan kasar tadi. Tapi ternyata, itulah jawabanya.

Zelopun menghampiri Sooyoung dengan wajah kesal.

‘TAP!’

Setelah itu, dia berdiri tepat di depan Sooyoung. Sooyoungpun mendongak dan menatap namja itu.

“Ya deo babonya? siapa yang bilang aku tidak mau kau jalan bersamaku?” tanya Zelo dengan wajah geram.

Sooyoung mengernyit, “Deo anhi?” tanya Sooyoung balik.

“Ashhh dasar yeoja bodoh!” umpat Zelo kesal.

‘TAPP!’

Dengan kesal, dia menarik lengan Sooyoung agar yeoja itu berdiri.

“Aku lelah! jadi jangan membuang waktuku!” ucap Zelo.

Sooyoung memanyunkan bibirnya sambil melepaskan pegangan Zelo pada lenganya. Setelah itu keduanya kembali berjalan untuk pulang.

Beberapa saat, mereka hanya diam dan terus berjalan menyusuri terotoar itu.

“Aku kira.. dia adalah laki-laki tak berperasaan.. yang hanya memikirkan kepentinganya sendiri..” Ucap Sooyoung tanpa menatap Zelo. Zelo sendiri hanya diam seolah dia tahu siapa yang Sooyoung maksud.

“Tapi.. aku bisa melihat sendiri.. bagaimana khawatirnya dia ketika mendengar kau berada di kantor polisi” lanjut Sooyoung. Meski Zelo berusaha acuh, tapi perkataan Sooyoung tetap saja masuk ke hatinya.

“Dan kurasa.., kau lah satu-satunya.. yang bisa membuatnya seperti itu..” lanjut Sooyoung. Ketika mengatakanya, Sooyoung menoleh pada Zelo.

Zelo sendiri hanya menoleh sekilas pada Sooyoung. Setelah itu dia kembali menghadapkan wajahnya kedepan seolah dia tak peduli.

“Kau tidak seharusnya bersikap seolah kau adalah saudari kami” ucap Zelo dengan wajah dingin.

“Aku melakukan ini bukan karena aku adalah saudari kalian.., tapi karena aku tahu.. sebenarnya kalian saling menyayangi” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

“Kau tidak tahu apa-apa..,” sangkal Zelo.

Sooyoung tersenyum tipis, “Zelo-ya.. Apa kau tidak lelah seperti ini terus? bersikap angkuh dan terus memberontak seolah hidupmu tidak adil?” tanya Sooyoung.

“Aku hanya melakukan apa yang ku mau.., dan seperti inilah aku menjalani hidupku!” jawab Zelo tanpa menatap Sooyoung.

“Hmm.. semua orang di ciptakan Tuhan untuk bisa tertawa, tersenyum, menangis, kesal, ataupun marah.., jadi kau rugi jika hidupmu hanya kau penuhi dengan wajah cemberut seperti itu..” ucap Sooyoung sambil menunjuk wajah Zelo.

Zelo menoleh pada Sooyoung dengan wajah dinginya, Dan itu membuat Sooyoung menarik tanganya kembali. Beberapa saat kemudian dia kembali menoleh kedepan.

“Semua orang menyalahkanku karena sikap burukku., tapi mereka tidak pernah merasa bersalah padaku karena sudah membuatku menjadi seperti ini..” ucap Zelo.

Sooyoung terdiam sejenak setelah mendengar ucapan itu,

Flashback:

‘PLAKK’

Sooyoung langsung memundurkan tubuhnya saat ayahnya menamparnya dengan sangat keras.

“Kemana kau membawa uangku eoh?! kau pikir kau siapa anak keparat?!” pekik ayah Sooyoung.

“Jangan bercanda aboji.. kau tidak bekerja jadi mana bisa kau punya uang..” ejek Sooyoung dengan senyuman remeh.

“Ya!!!” pekik ayah Sooyoung sambil beranjak memukul anak yeojanya itu.

‘PLAKK!!’

Kali ini Sooyoung langsung jatuh tersungkur karena Ayahnya menamparnya dengan begitu keras.

“Cepat kembalikan uangku atau aku akan membunuhmu!!” ancam ayah Sooyoung.

Sooyoung menatap Ayahnya itu dengan tatapan tajam tanpa beranjak untuk bangun.

“Cihh! dasar Ayah bajingan!!” umpat Sooyoung dengan mata sayu.

“Mworago?!!”

‘BUGHHH!’

Dengan sangat geram, ayah Sooyoung langsung menendang Sooyoung sehingga yeoja itu pingsan seketika.

.

.

“Sooyoungie.., Ya Tuhan kau sudah sadar?”

Ketika Sooyoung membuka mata, dia melihat Yoobi dan bibi Lee berada di sampingnya. Sooyoung mengernyit sejenak sambil menoleh ke sekeliling ruangan. Setelah menyadari jika Sooyoung berada di rumah Yoobi, Sooyoung membuang nafas lega.

“Sooyoungie.. gwenchana?” tanya Bibi Lee sambil menolong Sooyoung yang beranjak bangun.

Sooyoung mengangguk pelan. Tapi dia langsung terkejut ketika melihat seorang namja berada disisinya yang lain.

“Minho? kenapa kau ada di Yongin?” tanya Sooyoung heran ketika dia melihat adiknya yang tinggal di Gimpo sekarang berada di hadapanya.

“Tadi aku menelponmu dan Yoobi Noona menjawabnya, setelah itu dia mengatakan semuanya..” jelas Minho dengan wajah sendu.

Sooyoung membuang nafas panjang. “Kenapa kau harus kemari.. aku hanya pingsan karena belum makan” ucap Sooyoung berbohong.

“Jangan bohong Noona.., bagaimana pipimu bisa lebam seperti itu jika kau hanya tidak makan?” ucap Minho.

“Sooyoungie.. lebih baik kau ikut Minho tinggal di Gimpo bersama Bibimu.., ayahmu benar-benar keterlaluan Sooyoungie..” suruh Bibi Lee.

Sooyoung terdiam sejenak, “Anhi.. menitipkan Minho saja aku sudah merasa tidak enak bi,lalu bagaimana aku bisa ikut denganya..?” ucap Sooyoung pelan.

“Tapi jika seperti ini.. kau bisa di bunuh ayahmu..” lanjut Bibi Lee. Meski Sooyoung bukan anaknya, tapi wajahnya terlihat begitu peduli.

Yoobi sendiri hanya diam. Sejujurnya dia tidak mau di tinggal pergi oleh Sooyoung. Tapi melihat Sooyoung di siksa ayahnya seperti itu juga terasa menyiksa baginya.

“Kalau begitu.. biar aku yang pindah ke Yongin saja Noona,, setidaknya.. aku bisa memukul kepalanya dengan botol jika dia melakukan ini lagi padamu..” ucap Minho.

.

.

Sooyoung menoleh sekilas pada gerombolan namja yang baru saja selesai memukuli seseorang di sebuah gang buntu dekat sekolah. Gerombolan yang di ketuai oleh namja terbandel di sekolah bernama Hyunjung itu terlihat pergi dengan senyuman puas.

“Ckck.. pagi-pagi sudah berolahraga..” gumam Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia kembali berjalan meskipun dia tahu jika orang yang dipukuli adalah teman satu kelasnya.

“Choi Sooyoung! to.. tolong aku..” pekik namja bernama Kevin itu dengan suara merintih.

Sooyoung terlihat tetap berjalan dan acuh terhadap panggilan Kevin. Lagipula mana mungkin dia mau menolong sedangkan saat dia hampir mati karena ayahnya.. semua orang bahkan seperti orang tuli yang tak mendengar apapun.

Cukup lama Sooyoung berjalan menjauh dari tempat tadi, tapi entah kenapa dia tetap merasa kasihan dengan Kevin.

“Ya! Tiffany!” Panggil Sooyoung pada yeoja yang juga teman kelasnya. yeoja itu berjalan sedikit di depan Sooyoung.

Tiffany berhenti dan menoleh pada Sooyoung dengan wajah sedikit takut.”Wa.. waeyo?”

“Kau teman baik Kevin kan?” tanya Sooyoung dengan wajah datar.

Tiffany mengangguk pelan, “Memang ada apa denganya?” tanya Tiffany.

“Tadi aku melihat dia di pukuli di jalan buntu dekat supermarket.., jika kau mau.. cepat tolong dia sebelum namja itu mati” ucap Sooyoung .

.

.

@Ruang kesiswaan

Sooyoung berjalan dengan langkah biasa menuju ruang kesiswaan. Dia tidak terkejut saat ketua kelas memberitahunya jika dia di panggil guru ketertiban, ya meskipun hari ini dia belum membuat masalah.

‘TAPP!’ Sooyoung terdiam sejenak saat dia melihat Kevin yang ternyata juga ada di sana. Wajahnya masih terlihat babak belur. Dan dia terlihat ketakutan ketika mengetahui jika Sooyoung sudah datang.

“Choi Sooyoung, apa kau yang melakukan ini?” Tanya Jung Saem saat Sooyoung sudah berdiri di depan mejanya.

Sooyoung mengernyit, “Aku melakukan apa Sonsaengnim?” tanya Sooyoung tak mengerti.

“Kau yang memukuli Kevin hingga dia jadi seperti ini kan?” tanya Jung saem sambil menunjuk Kevin.

Sejenak, Sooyoung terperangah mendengar statement itu. Tapi setelah itu dia mendesah tak percaya, dia tidak percaya jika sekolahnya itu bisa dengan begitu mudah menuduh siswa.

“Ya Busun Saekkiya! kau mengadu jika aku yang melakukanya? kau takut dengan Hyunjung eoh?” tanya Sooyoung berbisik sambil menatap Kevin remeh. Kevin sendiri hanya diam dan tak mau menanggapi.

“Choi Sooyoung, sudah berapa kali kau melakukan kekerasan terhadap siswa lain? dan bukankah Kevin adalah teman satu kelasmu?” tanya Jung Saem lagi.

“Cihh! Apa Saem punya bukti? Saem pikir aku sekuat itu sehingga berkelahi dengan seorang namja?” tanya Sooyoung membalikan.

“Kau ingin menyangkal? Tiffany dan Kevin sendiri yang mengatakanya.., beberapa orang yang tadi berada disanapun mengatakan jika mereka melihatmu saat Kevin menjadi seperti ini, dan coba lihat mukamu.. apa kau mau menyangkal setelah wajahmu juga babak belur seperti itu?” tanya Jung Saem.

‘TEKK!’ Sooyoungpun menoleh pada Kevin sambil mengepalkan tanganya dengan geram.

‘TAPP!’

Sooyoung mencengkram kerah baju Kevin dengan sangat kuat.

“Cih!! Kevin Wu, Aku tidak tahu jika kau lebih menjijikan dariku! kau benar-benar keparat yang menjijikan!!!” ucap Sooyoung murka. Kevin sendiri hanya diam dengan wajah ketakutan.

“Lepaskan dia dan berhenti mengancamnya Choi Sooyoung! sekarang.. kau harus menjalani hukumanmu!”

Sooyoung melepaskan cengkraman Kevin dengan kasar, setelah itu dia menatap Guru Jung.

“Aku tidak melakukanya, Saem pun tidak punya bukti jika aku pelakunya, jadi aku tidak akan melakukanya!” ucap Sooyoung dengan begitu angkuh.

“Choi Sooyoung!! memang siapa lagi yang bisa melakukan ini selain dirimu?!”

Sooyoung kembali tertawa remeh. “Cihhh! Jadi jika ada yang babak belur maka aku yang kau tuduh sebagai pelakuknya?” Tanya Sooyoung dengan begitu berani.

“Saem! apa menghakimi murid atas nama Sekolah bisa membuatku menjadi lebih baik? jika seperti ini.. lebih busuk mana? aku atau sekolah?!” lanjut Sooyoung.

“Choi Sooyoung!!”

End Flashback

“Kau benar.. kau tidak bisa di salahkan begitu saja karena sikapmu ini…” ucap Sooyoung.

Zelo sedikit terkejut karena Sooyoung ternyata setuju dengan ucapanya.

“Saat aku sekolah.. aku.. juga bandel sepertimu.., aku merasa.. orang dewasa hanya memandang dari sudut pandang mereka saja dan mereka hanya bisa memaksakan kehendaknya pada anak-anak..” ucap Sooyoung.

Zelo mengernyit, “Kau juga bandel? bukankah kau mendapat peringkat pertama untuk ujian akhir?” tanya Zelo.

Sooyoung mengangguk, “Itu .. karena aku mengalami sesuatu yang mungkin adalah balasan atas semua kejahatanku.., maka dari itu.. aku mulai sadar.. jika memberontak tidak akan menyelesaikan masalah.. tapi hanya menimbulkan masalah baru.., ” ucap Sooyoung.

Zelo terdiam sejenak saat dia melihat ekspresi sedih dari Sooyoung.

“Maka dari itu Zelo-ssi.., sebelum kau menyesal.. akan lebih baik jika kau sedikit membuka hatimu untuk menyayangi orang lain, setidaknya..menyayangi keluargamu..” ucap Sooyoung sambil menatap Zelo dengan lembut.

Zelo menarik nafas panjang, “Hufftt… molla” gumamnya pelan.

—***—

Daniel menoleh pada yeoja yang duduk di sofa yang sama denganya dengan wajah aneh.

“Deo Bwonya?” tanya Daniel heran saat dia melihat kegiatan aneh yang sedang dilakukan Sooyoung.

Sooyoung menghentikan kegiatanya lalu menoleh pada Daniel, “Aku? aku sedang menjahit kemejaku.. wae?” tanya Sooyoung bingung.

Daniel tersenyum remeh, “Aigoo.. ternyata pola pikirmu masih seperti orang miskin ya, kau kan bisa minta tolong pada pelayan atau membenarkanya di butik keluarga ini..” ucap Daniel.

Sooyoung tertawa tak percaya. Dia langsung meletakan kemejanya di pangkuanya.

“Apa orang kaya hanya bisa mengandalkan uang untuk setiap kebutuhan mereka?” Tanya Sooyoung.

“Orang kaya terlalu sibuk untuk melakukan kegiatan seperti itu” ucap Daniel.

“Cih.. aku punya waktu dan aku bisa melakukanya, jadi kenapa aku harus mengandalkan orang lain? Daniel-ssi.. kau orang berpendidikan, jadi kau pasti tahu tentang kenyataan jika uang tidak akan selamanya bersama kita.. “ ucap Sooyoung.

“Hahh terserah kau saja!” ucap Daniel pada akhirnya. Dia memilih untuk meraih remot untuk mengganti chanel TV.

‘BEEBB BEEB’

“Yoboseyo” sapa Daniel saat seseorang menelponya.

“Sekarang? baiklah.., apa Joongki datang bersamaku?” tanya Daniel.

“Anhi? jadi aku datang sendiri? eumm.. baiklah.. aku akan kesana” ucap Daniel.

‘BEEB BEEB’

“Oh.. Yoboseyo Unnie..” sapa Sooyoung saat seseorang ternyata juga menghubunginya.

“Tukar Shift? sekarang? baiklah.. hari ini aku juga tidak sedang kuliah” jawab Sooyoung.

.

.

@ Café

“Sooyoungie.. jinjja gomawo karena kau mau bertukar shift denganku.. aku janji.. aku akan menggantinya” ucap Minyoung dengan nada terburu-buru.

“Gwenchana Unnie, kau urusi urusanmu dulu saja ^^” jawab Sooyoung.

Minyoung mengangguk pelan. Setelah itu dia segera masuk ke dalam untuk berganti baju.

“Sooyoungie… cepat ke meja nomor 5, ada pebisnis yang ingin di layani sekarang” suruh Sooeun yang terlihat datang membawa tumpukan piring.

Sooyoung mengangguk dan berjalan menuju meja yang Sooeun bilang tadi.

“Permisi Tuan.. ini buku pesananya” Ucap Sooyoung sopan saat dia sudah tiba di meja nomor 5.

“Oh? Nona muda Choi?”

‘DEG’

Sooyoung langsung mendongak saat salah satu pebisnis itu ternyata mengenali Sooyoung.

‘STRAPP’

‘DEG’

Dan Sooyoung semakin tersentak saat ternyata Daniel lah yang datang bersama orang tadi dan sekarang sedang duduk membelakanginya.

“Tuan Putri?” gumam Daniel pelan. Sejenak, dia melihat penampilan Sooyoung dari bawah hingga atas dengan wajah terkejut.

“Nona Muda? kenapa anda bekerja disini?” tanya partner Daniel tadi.

“A.. aku..” Sooyoung terlihat kebingungan menjawabnya.

“Ahh a.. aku yang menyuruhnya bekerja Tuan Park, aku.. hanya ingin dia merasakan bagaimana bekerja keras dari nol agar nantinya dia pantas memegang jabatan di Choize grup” sahut Daniel dengan senyuman tipis.

Sooyoung terdiam sejenak sambil menatap Daniel heran.

“Tuan Putri.. bisa kita bicara?” ajak Daniel.

.

.

“Ckk! apa yang kau lakukan? kenapa pewaris Choize grup berada disini?” tanya Daniel heran.

Sooyoung membuang nafas panjang, “Aku hanya tidak suka memakai uang ayahmu” jawab Sooyoung singkat.

“Ya Tuhan.., apa kau tidak tahu jika netizen bisa membuat kabar aneh karena ini?” tanya Daniel yang terlihat kesal.

“Mianhamnida.., lain kali aku akan lebih berhati-hati” ucap Sooyoung sambil membungkuk sedikit.

“Aishhh! kau ini benar-benar-“

“Sooyoungie..!”

Sooyoung menoleh ke pintu loker saat seseorang seperti memanggilnya. Pintu itu berada di belakang Daniel.

“Oh Minyoung Unnie.. kau pulang sekarang?” tanya Sooyoung pada yeoja yang terlihat berjalan menghampirinya.

“Eum, aku baru saja minta izin pada manage-“

‘TAP’

Yeoja bernama Minyoung itu langsung berhenti saat dia menyadari  seorang namja yang berdiri di hadapan Sooyoung dan sekarang berdiri bersisihan denganya.

‘SHETT!’

‘DEG’

Mata Minyoung membulat sempurna saat namja itu menoleh ke arahnya dan sekarang menatapnya dengan ekspresi tak kalah terkejut.

“Mm.. Mi..Minyoungie?”

“Da.. Daniel?”

‘DEG’

Sooyoung tentu saja tak kalah syok saat kedua orang di hadapanya ternyata saling mengenal.

‘TAPP!’

Bersamaan dengan Daniel yang terlihat menghadapkan tubuhnya pada yeoja itu, Minyoung pun juga langsung melangkahkan kakinya untuk mundur dan segera pergi dari tempat itu.

Sooyoung terdiam sejenak untuk menalarkan semua ini. Dia bisa melihat jika Daniel menatap kepergian Minyoung dengan wajah terkejut.

“Daniel-ssi…, kau.. mengenalnya?” tanya Sooyoung sedikit ragu.

Daniel menoleh pada Sooyoung dengan wajah yang masih terlihat bingung. “A.. aku harus pergi”.

—***—

“Nona Choi”

“Eung?”

Sooyoung langsung menghentikan langkahnya saat dia melihat salah satu supir King Kim Grup menyapanya di depan gerbang.

“Oh.. ajhusshi.. anyeongaseyo..” sapa Sooyoung sambil balas membungkuk sopan.

“Mari.. Tuan muda Kim sudah menunggu di dalam” ucap sang supir sambil menunjuk ke arah mobil.

‘DEG’

“Menunggu?” gumam Sooyoung terkejut. Diapun langsung memeriksa mobil yang ternyata memang ada Woobin di sana.

“Ajusshi…, kami.. akan di bawa kemana?” tanya Sooyoung.

Supir itu tersenyum, “Anda akan tahu nanti…, silakan” ucap Sopir itu sambil membukakan pintu mobil itu untuk Sooyoung.

Dengan sedikit ragu, Sooyoung pun masuk ke dalam mobil itu.

‘DAPP!’

Setelah masuk, Sooyoung sedikit melirik pada Woobin yang terlihat membuang muka ke arah lain.

“Huuuffftt.. ternyata dia masih marah denganku” batin Sooyoung.

.

.

“Hari ini, Tuan dan Nyonya Kim ingin makan malam bersama kalian berdua.., tapi mereka sedang dalam perjalanan kembali dari Busan.., jadi sembari menunggu.., kalian bisa beristirahat terlebih dahulu..” ucap salah satu sekretaris Tuan Kim ketika Sooyoung dan Woobin sampai di depan kediaman keluarga Kim.

“Tapi.. Busan sangat jauh dari sini, kenapa aku tidak bawa pulang dulu saja? kenapa aku harus menunggu disini?” tanya Sooyoung dengan nada sedikit tak terima.

“Begini Nona muda Choi, Menurut informasi yang kami dapat dari penjaga rumah anda, Tuan muda Zelo menyuruh mereka untuk menahan orang-orang Kingkim jika kami ingin berurusan dengan anda..” ucap sekretaris itu.

‘DEG’

Sooyoung tentu saja langsung tersentak mendengarnya, sedangkan Woobin hanya mendesah dan tertawa remeh mendengar penjelasan itu.

“Jika anda membutuhkan sesuatu…, anda bisa memanggil kami…, permisi”

.

.

Sooyoung menatap keluar jendela dengan tatapan datar. Entah kenapa.. dia merasa sedikit gelisah ketika mengingat jika Woobin marah padanya.

“Huuffftt..” Sooyoung pun berdiri dan beranjak keluar menuju balkon kamar tamu yang sedang ia pijak itu.

‘Whussshhh~’

Baru beberapa langkah, angin sudah berhebus kencang dan meniup helaian rambutnya yang tergerai.

‘TAPP!’

Sooyoung berhenti ketika dia telah sampai di depan railing balkon. Sejenak, dia menatap kolam renang rumah Woobin yang terlihat dari atas sana.

‘TAPP!’

‘Sheeett!’ Sooyoung langsung menoleh terkejut ketika dia mendengar seseorang melangkah keluar.

‘DEG’

Dan Sooyoung semakin heran ketika melihat Woobin keluar dari pintu lain yang ternyata juga berujung pada balkon yang sama dengan yang ia pijak sekarang. Woobin pun terlihat sama terkejutnya dengan Sooyoung. Tapi dia tetap berjalan keluar dengan wajah dinginya.

Woobin berhenti di railing yang sama dengan Sooyoung. Tapi mereka berjarak sekitar 2 meter sehingga mereka tidak berdiri bersisihan.

“………..”

Beberapa saat, mereka memilih untuk diam.

“Kau marah?” tanya Sooyoung pelan.

“…..” Bukanya menjawab, Woobin malah meneguk minuman bersoda yang sedang ia pegang.

Mendapat tanggapan seperti itu, Sooyoung tertawa kecil, “Ternyata kau memang marah padaku..” ucap Sooyoung lagi.

Woobin menarik nafas dalam sambil kembali meneguk minumannya.

“Mianhae..” ucap Sooyoung. Kali ini dia berbicara sambil menunduk lemah.

‘TAKK!’

Woobin menaruh kaleng minumanya di atas railing. Setelah itu dia menghadapkan tubuhnya pada Sooyoung.

“Kau tahu kenapa aku marah?” tanya Woobin pelan dengan tatapanya yang tajam.

Sooyoungpun menghadapkan tubuhnya pada Woobin lalu di tatapnya namja itu.

“Karena aku mengusirmu..” jawab Sooyoung pelan.

Woobin membuang nafas panjang, “Anhi! Itu karena kau masih membelanya setelah dia menciumu seperti itu!!” ucap Woobin dengan nada yang meninggi. Saat berbicara, dia mendekat ke arah Sooyoung.

Sooyoung menunduk dengan wajah menyesal, “Aku hanya tidak mau kau membuat keributan di rumah mereka” ucap Sooyoung.

“Bukankah kau yeoja kuat? kenapa kau tidak melawan? Kenapa kau tidak pergi dan malah mengusirku?!” tanya Woobin yang masih tak terima.

“Apa yang bisa dilakukan yeoja sepertiku untuk melawan namja berambisi seperti dia?!” Tanya Sooyoung balik.

“Tapi dia sudah keterlaluan!! dia adikmu tapi dia memperlakukanmu seperti yeoja tak punya harga diri!” ucap Woobin.

“Dia melakukan itu semua hanya untuk menghancurkan perjodohan kita…, yang dia inginkan adalah membuatku sedih dan membuatmu murka” jawab Sooyoung. Nadanya tak lagi terdengar pelan.

“Anhi! sejak awal.. aku tahu jika dia tidak menganggapmu kakak. Dia melakukan semua itu bukan untuk menghancurkan perjodohan kita.. tapi untuk menghancurkan hubungan kita!” ucap Woobin sambil mendekat pada Sooyoung dengan langkah kesal.

‘DEG’

“Hubungan.. kita?” batin Sooyoung heran.

“Apapun tujuanya.., kau tidak seharusnya memukul Zelo.. karena jika kau melakukan hal semacam itu, dia akan mengira jika kau menginginkanku dan tidak mau kehilanganku! dan jika itu terjadi.. dia bisa saja melakukan hal yang lebih gila agar-”

“Tapi aku menginginkanmu..” ucap Woobin lirih sambil berdiri satu langkah di depan Sooyoung. Dan kali ini tatapanya tak lagi tajam tapi lebih kepada dalam.

‘DEG’

Jantung Sooyoung langsung berdentum kencang mendengarnya.

“Aku tidak ingin kehilanganmu” lanjut Woobin.

“Woobina…”

“Aku bahkan tidak bisa tidur ketika memikirkan apa yang mungkin akan dia lakukan padamu” lanjut Woobin.

“Kim Woobin… Mwosuniriya?” tanya Sooyoung bingung.

‘TAPP!’

Woobin memegang pipi Sooyoung dengan lembut. Sejenak, di tatapnya Sooyoung yang terlihat semakin menawan ketika angin meniup helaian rambutnya dengan lembut.

“Nan Johahae.. Sooyoungie..” ucap Woobin sambil menatap mata Sooyoung intens.

‘DEG’

Sooyoung tersentak mendengarnya, “Joha?” batin Sooyoung tak percaya.

Dia terus menatap mata Woobin untuk mencari kebohongan disana. Tapi di saat itu juga, jantungnya malah berdebar semakin kencang hingga dia seperti tak bisa mengendalikanya.

Beberapa saat, mereka hanya diam dan saling bertatapan. Woobin sedikit bergeser dan menuntun tubuh Sooyoung agar yeoja itu bersandar pada railing balkon.

Sooyoung menaruh kedua tanganya di dada Woobin karena namja itu semakin merapatkan tubuhnya, lalu perlahan.. Woobin mulai mendekatkan wajahnya pada Sooyoung sambil memejamkan matanya. Sooyoungpun ikut mendongak dan memejamkan matanya seperti apa yang Woobin lakukan.

‘CHU~’

Beberapa saat kemudian, kedua bibir mereka saling menyatu dengan lembut. Mereka bisa merasakan bagaimana lekuk wajah dan juga hidung mereka yang sekarang saling bersentuhan. Sooyoung bahkan bisa merasakan minuman bersoda yang baru saja Woobin minum.

Sudah lewat lima menit dan bibir mereka masih terus menyatu. Awalnya ciuman itu hanyalah ciuman biasa, tapi perlahan.. bibir mereka mulai berpagutan. Keduanya saling membalas dan meluapkan emosi mereka masing-masing.

Beberapa saat kemudian, mereka melepaskan ciuman itu untuk mengambil nafas. Sejenak, mereka saling bertatapan intens dengan dahi dan hidung yang saling bersentuhan.

‘CHU~’

Beberapa saat kemudian, Woobin dan Sooyoung kembali menyatukan bibir mereka seakan ciuman tadi belumlah cukup. Semakin lama ciuman mereka semakin bernafsu dan bertempo cepat. Mereka memiringkan kepala ke kanan dan juga kiri secara berulang-ulang seakan keduanya tidak mau terlewat satu incipun dari bagian bibir masing-masing.

Diwaktu yang sama, angin terus berhembus dan meniup rambut mereka serta menyapu kulit mereka dengan lembut.

.

.

@Meja makan

“Sooyoungie.., apa Woobin masih sering berkelahi di kampus?” tanya Tuan Kim.

Sooyoung terdiam sejenak sambil melirik Woobin. Woobin sendiri hanya diam dan lebih memilih untuk menikmati makananya.

“Sepertinya dia malah punya jadwal khusus yang dia gunakan untuk berkelahi..” ucap Sooyoung sambil tersenyum lebar. Dan Woobin tentu saja langsung menoleh dengan wajah tak terima.

“Ya! apa yang kau bicarakan?! kau pikir kau tidak pernah berkelahi?” tanya Woobin tak terima.

“Jadi Sooyoungie juga pernah berkelahi?” tanya Nyonya Kim dengan wajah tak percaya.

Sooyoung terlihat hanya diam dengan wajah malu, sedangkan Woobin terlihat mengangguk pasti.

“Dia berkelahi dengan Shinhye untuk merebutkanku Omma..” Ucap Woobin sambil menunjuk wajah Sooyoung dengan telunjuknya.

Sooyoung menoleh pada Woobin dengan wajah geram, “Merebutkanmu?! ya Kim Woobin.. jangan mengada-ada eoh!” ucap Sooyoung tak terima.

Woobin menatap Sooyoung dengan wajah mengejek, “Aku tidak mengada-ada karena itu memang kenyataanya.. wekk” ucap Woobin sambil menjulurkan lidahnya.

“Aishh jinjja! kau ini!” Karena gerem, Sooyoung pun menusuk perut Woobin dengan ujung jari-jarinya.

“Argghh!! ya Saekkiya! bagaimana kau bisa melakukan ini di depan kedua orang tuaku?!” umpat Woobin sambil memegangi perutnya.

Sooyoung yang tersadarpun langsunng menoleh pada kedua orang tua Woobin yang sekarang hanya bisa tertawa melihat keduanya/

“Chosohamnida atas kelancanganku.. Tuan Kim.. Nyonya Kim.., “ ucap Sooyoung sambil membungkuk sopan pada keduanya.

“Ahahaha aniya aniya.. Kurasa Woobin memang membutuhkan orang sepertimu agar dia tidak seenaknya saat bertindak..” ucap Tuan Kim sambil tertawa kecil. Dan itu membuat Sooyoung maupun Woobin sedikit heran.

“Kurasa di kampus, Sooyoung bukan berkelahi dengan Shinhye.. tapi berkelahi denganmu Woobina..” sambung Nyonya Choi sambil menunjuk Woobin.

Sooyoung : “Bajjayo*Benar”
Woobin : “Anhiyo*Tidak”

Sooyoung dan Woobin menanggapi ucapan tadi secara bersamaan. Dan itu membuat mereka sedikit terkejut.

“Eumm… bahkan.. Woobin.. sering sekali memanggilku dengan sebutan Saekki Nyonya Kim.. , dan terkadang itu membuatku sedih..” ucap Sooyoung sambil menampakan wajah sedihnya.

“Saekki? ya Kim Woobin.. bagaimana kau bisa memanggil tunanganmu dengan kata seperti itu?!” tanya Tuan Kim murka. Dan itu membuat Woobin memanyunkan bibirnya dengan wajah kesal.

“Ya saekkiya!! berhenti bersandiwara dan menampakan wajah seperti itu di depan mereka! itu sungguh tidak cocok untukmu!!” ucap Woobin sambil mencubit pipi Sooyoung lalu menariknya dengan sesuka hati.

“Lihatlah Tuan, Nyonya.. dia bahkan melakukan ini padaku” lanjut Sooyoung masih dengan nada aktingnya.

“Ya Kim Woobin..” ucap Tuan Kim memperingatkan. Woobin pun melepaskan cubitan itu sambil menatap Sooyoung yang sekarang menjulurkan lidah padanya.

“Aishh kau ini benar-benar!” umpat Woobin kesal.

.

.

@Depan Rumah keluarga Choi

“Apa harus masuk ke rumah itu?” tanya Woobin saat Sooyoung sedang sibuk melepas sabuk pengamanya.

“Lalu aku harus tidur di jalanan seperti gelandangan?” tanya Sooyoung kesal.

Woobin menggertakan giginya dengan geram. “Isshh! bukan itu maksudku saekkiya!” sangkal Woobin.

“Apa kau masih takut dengan Zelo?” tanya Sooyoung.

“Ya! aku sama sekali tidak pernah takut denganya! aku hanya..”

“Sudahlah, aku akan lebih berhati-hati denganya.. jadi jangan khawatir” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis.

Woobin membuang nafas sambil menatap Sooyoung sejenak. “telpon aku jika dia berbuat hal aneh padamu” suruh Woobin.

Sooyoung terdiam sejenak, “Shiro” jawab Sooyoung asal.

“Ya! apa kau tidak tahu aku hampir mati ketakutan karena ini?!” tanya Woobin kesal.

“Kalau begitu aku tidak akan menelponmu agar kau terus ketakutan” ucap Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya.

“Ya saekkiya!-“

“Anyeong ^^” pamit Sooyoung singkat sebelum dia keluar begitu saja dari mobil Woobin.

‘TAPPP!’

Tapi baru juga beranjak masuk, Sooyoung kembali menghentikan langkahnya karena dia melihat Zelo di seperti tarik paksa oleh dua orang namja di ujung gerbang sana. Dia bisa melihat ada sekitar dua orang lagi yang berjalan di belakang Zelo.

“Ya! waeyo? kenapa kau tidak masuk?” tanya Woobin yang ternyata menyadari keanehan pada Sooyoung.

Sooyoung menoleh pada Woobin sambil tersenyum, “Ah.. anhi.. pergilah…,aku hanya melihat anjing Daniel-ssi berlari ke arah sana tadi” ucap Sooyoung berbohong.

.

.

Sooyoung terus mencari tempat yang mungkin di datangi Zelo dan orang-orang tadi. Saat itu sudah sangat malam sehingga jalanan sudah terlihat lengang.

‘TAPP’

Sooyoung langsung menghentikan langkahnya saat dia melihat Zelo berkelahi dengan namja-namja tadi di pinggir jalanan yang memang sudah sepi itu.

‘BUGHH!!’

Sooyoung bisa melihat jika empat orang itu bergantian memukuli Zelo.

“Ya! kau bilang kau pemberani.. tapi setelah pulang.. kau mengadu pada kakak dan ayahmu agar mereka mengerahkan suruhanya untuk membalas kami, Ya Choi Zelo.. apa anak orang kaya memang sepengecut itu?”

Samar-samar Sooyoung bisa mendengar ucapan orang yang baru saja memukul Zelo itu.

“Ya! kurasa kita harus membunuhnya agar dia tidak bisa lagi mengadu pada kakak dan ayahnya yang kaya itu!” ucap lainya. Sooyoung bisa melihat jika orang itu mencengkram kerah baju Zelo dengan kuat.

‘BUGHHH!!’

Zelo yang terlihat sudah berdarah dan lebam, ternyata masih bisa memukul namja itu dengan kuat.

“Sebelum kau membunuhku.. aku yang akan lebih dulu membunuhmu saekkiya!” umpat Zelo lirih.

“Ya!!”

‘BUGHHH!’

Lalu salah satu dari mereka menendang dada Zelo sehingga Zelo terjatuh. Setelah itu, mereka menendangi tubuh Zelo dengan sangat kuat sehingga tubuh Zelo lemas dan mulutnya mengeluarkan darah.

‘TAPP TAPP TAPP!’

“Ya! khemanhae!!” Sooyoung berlari mendekat dan dengan begitu berani mendorong anak-anak yang memukuli Zelo itu.

“Ya!! kau siapa?!” pekik salah satu dari mereka dengan wajah murka.

“Aku kakaknya! Kau bisa berhenti memukulinya dan selesaikan masalah kalian denganku!!” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

“Ya! Choi Sooyoung.. ukhukk ukhukk.. pergilahh!!” suruh Zelo dengan suara parau. Dengan sekiat tenaga, dia berdiri dan mendorong tubuh Sooyoung.

“Cihh!! kau kakaknya? jadi kau yang ingin menggantikanya?” tanya namja yang sepertinya adalah ketua dari gang itu.

“Ya, berapa uang yang kalian butuhkan? aku akan menggantinya” ucap Sooyoung.

“Ya Choi Sooyoung! kubilang pergilah!!” pekik Zelo.

“Kami tidak butuh uang kalian, yang kami inginkan adalah.. kau melayani kami sampai pagi.. dan aku akan melepaskan adikmu dengan senang hati” ucap namja itu.

Zelo langsung menatap namja itu tajam.“Ya Busun saekkiya!!!” pekik Zelo murka sambil beranjak menghampiri orang itu.

‘TAPP!’ Tapi Sooyoung segera menahanya

“Zelo-si.. hajima..” larang Sooyoung pelan. Dia beranjak berjalan maju dan mendekat pada orang tadi.

Sejenak, Sooyoung menatap tajam pada namja yang seumuran dengan Zelo itu.

“Kau ingin aku melayanimu?” tanya Sooyoung.

“Oh.., bukankah ini penawaran bagus? kau bahkan bisa bersenang-senang dengan in-“

‘BUGHHHH!!!’

Belum sempat selesai bicara, Sooyoung terlebih dulu menendang dada namja itu sehingga dia jatuh tersungkur.

“YA!! Ige kichibae jinjja!!” Teman namja tadi pun terlihat tidak terima. Dia langsung menghampiri Sooyoung dan berniat memukulnya.

‘BUGHHH!!!’

Dengan gerakan memutar, Sooyoung berhasil menendang kepala orang tadi sehingga namja itu juga ikut terjatuh di tanah.

Sejenak, Zelo hanya terperangah melihat bagaimana Sooyoung begitu pandai berkelahi layaknya seorang gangster. Tapi beberapa saat kemudian, dia ikut membantu Sooyoung melawan tiga namja yang terlihat masih bisa berdiri.

“Kajja Zelo-ya!” Ketika ke empat orang tadi terjatuh semua,Sooyoung langsung menarik Zelo dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

Tapi…

‘TAPP!’

‘BUGHH!’

Seseorang berhasil meraih tubuh Zelo dan memukulnya dari belakang sehingga Zelo terjatuh.

“Zelo!”

“Kalau bukan karenamu dan juga ayahmu! ibuku tidak akan jadi gila seperti sekarang!!” ucap sang ketua gang yang menjatuhkan tubuh Zelo itu.

‘clinkk!’

‘DEG’

Mata Sooyoung langsung membulat ketika dia melihat orang yang berdiri di depan Zelo itu mengeluarkan sebuah pisau.

“Lalu bagaimana jika pewaris mereka adalah orang cacat? bukankah akan sangat seru?” lanjut orang itu sambil mengacungkan pisaunya.

‘TAPP!’

‘BUGH!’

Dengan kakinya yang panjang, Zelo berhasil menendang perut namja itu sehingga dia punya kesempatan untuk berdiri dan melarikan diri.

Tapi sepertinya orang tadi sudah kehilangan kendali. Dengan cepat, dia bangun dan mengejar Zelo.

“YA! ANDWE!!!” pekik Sooyoung.

‘STRAPP!’

“Argghhh!!”

Pisau yang di arahkan ke pergelangan tangan Zelo itu malah mengenai lengan Sooyoung karena Sooyoung berlari dan melindungi tubuh Zelo.

‘DEG’

Mata Zelo langsung membulat saat dia melihat darah mengalir begitu banyak dari lengan Sooyoung.

“Ya Ayo kita pergi!!” pekik pemegang pisau tadi sambil beranjak pergi dari tempat itu.

‘BRUGHH!’

Tubuh Sooyoung terlihat melemah dan dia mulai tak sadarkan diri.

“Ya! Sooyoung noona!!”

.

.

Woobin berlari sekencang-kencangnya menuju ruang UGD. Wajahnya terlihat panik dan syok.

‘TAPP!’

Woobin berhenti setelah dia melihat Daniel dan Joongki yang berdiri di depan pintu UGD dengan wajah khawatir. Di lain sisi, dia bisa melihat jika Zelo duduk di kursi tunggu sambil menunduk dalam. Meski samar-samar, tapi dia bisa melihat jika wajah namja itu memar dan berdarah.

‘TAPP TAPP TAPP!’

Woobin melangkah perlahan untuk mendekat pada Daniel dan juga Joongki.

‘CKLEKK!’

Tidak lama kemudian, mereka bisa melihat salah satu dokter keluar dari ruang periksa Sooyoung dan sekarang berjalan mendekat pada tiga namja yang berdiri di sana.

“Dokter.. bagaimana keadaan adiku?” tanya Daniel dengan wajah was-was.

“Pisau yang pelaku gunakan.. cukup dalam melukai lengan Nona Choi, dan parahnya.. luka itu berada di dekat nadi Nona Choi..” jelas sang Dokter.

‘DEG’

Dan semuanya tentu saja terlihat terkejut. Apalagi Zelo, meski dia duduk, dia tetap mendengarkan ucapan dokter itu.

“Apa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya?” tanya Joongki.

“Untuk itu, kami masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.. tapi yang terpenting saat ini adalah.. dia kehilangan banyak darah.. sedangkan darahnya adalah yang paling sulit di dapatkan di rumah sakit ini” lanjut sang dokter.

“Aku adiknya! kau bisa mengambil darahku dokter!” ucap Zelo yang tiba-tiba berdiri dan menghampiri sang dokter.

“Apa golongan darah anda O?” tanya Dokter.

‘DEG’

“O?” semua tentu saja merasa sedikit heran mendengar jika golongan darah Sooyoung adalah O.

“Anhi.. aku A” jawab Zelo.

“Oh.. tidak.. bagaimana jika..” Woobin dan Joongki terlihat mulai was-was karena masalah ini.

“Tapi.. aku.. AB, orang tua kami… juga bergolongan darah A dan B..” gumam Daniel dengan wajah bingung.

“Dokter.. apa mungkin.. itu semua bisa terjadi?” tanya Daniel pada sang Dokter.

“Golongan darah seseorang.. tergantung pada golongan darah kedua orang tuanya” ucap sang dokter.

‘DEG’

Daniel dan Zelo terlihat semakin bingung karenanya. Sedangkan Woobin dan Joongki terlihat gugup dan was-was.

“Lalu kenapa golongan darahnya O?” batin Daniel.

.

.

_TBC_

.

.

Gimana Readerdeul? jelek? aneh? Typo?

Mian ya atas semua kesalahan, dan mian juga karena publishnya agak lama.

tetep di tunggu tanggepanya ya, semakin banyak dan positif, semakin aku semangat lanjutnya ^^

Oh iya, buat adek adek yang lagi UAS, semangat ya.. ga usah baca FF dulu hehe :D

#JusticeForBAP

Devious (Part 6)

TITLE : Devious (Part 6)

MAIN CAST:

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Kim Woobin (Aktor)
  3. Choi Zelo BAP

OTHER CAST :

  1. Song Joongki (Aktor)
  2. Park Shinhye (Aktris)
  3. Choi Daniel (Aktor)

cast6

GENRE : Romance, Family, Sad, Friendship

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

happy reading and don’t be siders

DEVI5#Devious#

Baca lebih lanjut

Devious (Part 5)

TITLE : Devious (Part 5) [SPECIAL YONGIN]

MAIN CAST:

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Kim Woobin (Aktor)
  3. Choi Zelo BAP

OTHER CAST :

  1. Song Joongki (Aktor)
  2. Park Shinhye (Aktris)
  3. Choi Daniel (Aktor)

cast

GENRE : Romance, Family, Sad, Friendship

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

happy reading and don’t be siders

—-

Autumn_by_sica1#DEVIOUS#

Baca lebih lanjut