Cherry Blossom (Part 3)

TITLE : cherry blossom (part 3)

CAST :

  1. sooyoung (23)
  2. kwangmin (18)
  3. sungjae (18)
  4. jongup (18)

GENRE : family, romance, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong readerdeul ^^ im back

Alhamdulillah akhirnya selesai juga semesterannya, semoga aku dan kalian yang juga semesteran mendapat nilai yang memuaskan ya ^^*amin

—-

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

cherry-blossoms-sakura-spring3

sooyoung kini menatap sungjae dan kwangmin dengan tatapan marah

“apa yang kalian lakukan? kenapa dia bisa bersama kalian?” tanya sooyoung

kwangmin hanya diam dengan ekspresi coolnya,dia seakan tak perduli dengan perkataan sooyoung

“tadi… kami…” sungjae tak berani menjawab

“kalian tidak berniat menculiknya kan?” selidik sooyoung.

“yah!! tentu saja tidak… jika kami menculiknya, tidak mungkin kami mengembalikannya kesini” kata kwangmin marah

“kami sebenarnya berniat menjemput keponakan kwangmin, tapi tadi kami tak sengaja bertemu dengannya.. dan kami” sungjae berniat menjelaskan, tapi kwangmin segera memotong

“sudahlah sungjae-ya… dia tak akan percaya dengan kita, lebih baik kita pulang, jeongmin ayo..” kwangmin meraih jeongmin lalu menggendongnya dan beranjak pergi

sooyoung hanya diam menatap kepergian mereka

–***–

“Mrs.choi” seseorang memanggil sooyoung, sooyoung menoleh dan melihat donghyun berlari kearahnya

“ah donghyun oppa.. kenapa kau memanggilku seformal itu… kita kan teman lama” kata sooyoung

donghyun tertawa, “ternyata kau masih ingat jika aku pernah jadi temanmu.. hahaha”

“tentu saja, dulu kan kau sering mentraktirku dan geunyoung es krim” kata sooyoung sambil tertawa

“hahaha kau benar.. keureom bagaimana keadaan geunyoung? aku sudah tidak pernah mendengar kabarnya”

sooyoung terdiam sejenak, “molla” kata sooyoung berbohong

“yasudah.. aku mengajar dulu anyeong sooyoungie..” kata donghyun lalu beranjak pergi

sooyoung berhenti didepan kelas,dia sedikit heran dengan keadaan kelas 12-5 yang terdengar begitu tenang.

diapun masuk kekelas itu perlahan, dan betapa terkejutnya dia saat melihat hanya ada sekitar 12 anak disana

sooyoung berjalan dengan biasa seolah dia tidak apa-apa

“baiklah… kita mulai pelajaran hari ini dengan berdoa bersama… berdoa mulai” pimpin sooyoung

“selesai”

“selamat pagi anak-anak” sapa sooyoung

“pagi mrs.choi..” kata anak-anak itu

lalu salah satu dari mereka mengangkat tangan,“mrs.choi apa kita akan tetap pelajaran? lihat! hanya ada 12 orang disini” kata namjoo

sooyoung tersenyum, “ini lebih bagus, kelas akan lebih tenang dan kalian bisa lebih konsentrasi” kata sooyoung dengan santainya

beberapa anak itu mendesah kesal, dan sooyoung hanya tersenyum melihatnya. dia tahu sebenarnya anak-anak itu juga ingin ikut membolos, tapi mereka memiliki keyakinan jika muridnya sedikit, pasti mereka akan dipulangkan.

sayang sekali itu tak berlaku bagi sooyoung

“seberapapun muridnya, aku tetap bertanggung jawab mengajar kalian dan kalian tetap harus mendapat hak kalian sebagai murid disini” kata sooyoung

semuanya terdiam, semua perkataan sooyoung selalu saja bisa merasuk kedalam pikiran mereka

sooyoung melirik kearah pintu ” YANG RAGU INGIN MEMBOLOS ATAU TIDAK, SEBAIKNYA KALIAN KEMBALI MASUK” kata sooyoung tanpa menoleh

beberapa siswa ikut menoleh, “ bagaimana dia bisa tahu jika ada yang berdiri disana?” gumam minwoo heran

“mungkin dia paranormal” kata baekhoo

“dia benar-benar berbeda dengan guru lainnya” gumam youngmin pelan

beberapa siswa yang tadi menguping kini masuk kekelas

“mrs.choi.. hehe kami tidak membolos kok.. kami hanya ketoilet tadi”

“iya.. benar mrs.choi” lanjut lainya

sooyoung hanya mengangguk, dia memeriksa kembali jumlah siswa disana

“hanya ada 20,berarti 10 yang membolos” batin sooyoung

—–

@cafetaria

“sepertinya kelas tetap berlangsung” kata ren setelah dia emneguk minuman bersodanya

kwangmin menaikan kakinya dimeja lalu menoleh malas, “sudahlah.. jika kau membolos ya membolos saja.. tidak usah memikirkan keadaan kelas lagi” kata kwangmin

“kwangmin-ah.. kurasa mrs.choi tidak akan membiarkan ada yang tidak tertib dikelasnya…” kata sungjae

“apa maksudmu?”

“sungjae benar.. dia berbeda dengan guru lainnya.. dia punya banyak cara untuk meluruskan semua muridnya” sambung ricky

“hashhh apa kalian takut? apa yang bisa dia lakukan? dia bukanlah kepala sekolah” kata kwangmin

“mungkin saja dia menskors kita atau meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan kita” kata ren

“anhi..” jongup yang sedari tadi hanya diam kini angkat bicara

“bwo?” semua menoleh pada jongup

“dia tidak akan setega itu hingga mengeluarkan kita” kata jongup

“bagaimana kau tahu?” tanya sungjae,tapi bukannya menjawab dia malah tersenyum menampakan gigi kelincinya

“isshh kau ini, tapi tunggu… kenapa kau ikut membolos? bukannya kau bilang ‘sudah waktunya kita berubah?’” tanya kwangmin

jongup terdiam sejenak,dia terlihat berfikir

“aku.. akan membolos dijam bahasa inggris.. ^^”

“wae?”

“aku malas bertemu dengan yeoja tinggi itu…” kata jongup lalu tersenyum kembali

“lalu bagaimana dengan jam tambahan untuk kita?” tanya ricky

“tentu saja kita harus mengabaikannya… dia guru baru.. dia akan terlihat hebat jika kita menurut padanya” kata sungjae lalu menoleh pada kwangmin. kwangmin tersenyum dan mereka tos berdua

——

“minwoo, youngmin, baekhoo… kalian juga mendapat hukuman jam tambahan? “ tanya sooyoung sambil mendekat pada ketiga murid itu

“benar mrs.choi..” kata minwoo

“kurasa kalian tidak seharusnya mendapat hukuman ini…” kata sooyoung

“dulu.. kami berniat menghentikan kwangmin.. tapi semua mengira kami juga ikut membolos”  jelas baekhoo

sooyoung terdiam sejenak, “lalu apa yang kalian inginkan? jika kalian tidak mau mengikuti jam ini.. aku akan membiarkan kalian pergi… ^^” kata sooyoung

“jinjja?” tanya minwoo dan baekhoo senang

“bukankah seorang guru harus menepati janjinya?” tiba-tiba youngmin bicara sambil menatap sooyoung. minwoo dan baekhoo menoleh pada youngmin

sooyoung membulatkan matanya, “maksudmu?” tanya sooyoung

“kau sudah berjanji kepada kepala sekolah untuk membina kami berlapan, tapi kenapa kau membiarkan kami pergi?” tanya youngmin dengan wajah datar. sooyoung terdiam sejenak

“ya.. youngmin-ah.. kenapa kau bicara begitu? sooyoung songsaengnim kan hanya menegakan keadilan.. kita tidak salah..makanya dia membebaskan kita” kata baekhoo

“dan juga.. kenapa kau diam saja saat kwangmin dan teman-temannya membolos… kukira kau berbeda dengan guru lainnya yang acuh dan masa bodoh pada muridnya” youngmin tak menghiraukan perkataan baekhoo dan tetap menatap datar pada sooyoung

sooyoung tersenyum, “mianhae… aku hanya bermaksud meringankan hukuman yang seharusnya tidak kalian dapat.. tapi kau benar, aku harus tetap menepati janjiku… jadi seberapapun waktunya.. aku harus tetap memberikan kalian jam tambahan.. tidak apa-apa kan?” kata sooyoung

minwoo dan baekhoo terlihat berfikir, tapi akhirnya mereka mengangguk

“dan masalah jo kwangmin.. kau tenang saja.. aku diam bukan berarti aku acuh.. aku hanya berusaha beradaptasi dan memahami keadaan mereka” kata sooyoung

–***–

kwangmin terdiam menatap langit kamarnya,

“aku masih tidak percaya jika dia sudah punya anak” gumam kwangmin

“haaasshhh lalu kenapa jika dia punya anak atau tidak? itukan bukan urusanku.. aisshh dasar babo” umpat kwangmin pada dirinya sendiri

“tapi… itu berarti yeoja yang beberapa hari lalu kulihat itu adalah dia? “

“tukk tukk tukkk!!” sedang asik bermain dengan ingatannya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk

“nde… “ kwangmin bangun dari tidurnya lalu beranjak membuka pintu

“oh.. sunny noona? kau datang? apa sungmin hyung juga datang?” kwangmin sedikit terkejut saat melihat omma jeongmin dan jeongsun alias istri kakak sepupunya,kini sedang berdiri didepan kamarnya

“anhi.. aku datang bersama omma dan jeongmin… mm apa kau bisa membantuku?” tanya sunny

kwangmin mengeryit, “bantu apa?” tanya kwangmin

“begini.. salah satu temanku ada yang ingin menyewa rumah ommamu yang ada disebrang sana, jadi.. apa kau mau membatuku membereskannya?” tanya sunny

“baiklah.. ^^” kata kwangmin, dia selalu saja menurut dengan sunny dan sungmin

—–

kwangmin pov

aku berjalan keluar rumah, aku melihat sudah ada sebuah truk pengangkut barang didepan rumahku

“noona..” pnggilku pada sunny noona yang sepertinya sedang bicara dengan temannya itu. aku mengeryit melihat sesosok yeoja berambut panjang yang membelakangiku.

“OPPPAAAAAA……” lalu tiba-tiba sebuah suara mendekat padaku. dan mataku membulat melihat gadis kecil yang beberapa hari lalu bertemu denganku ditaman sakura kini berlari kearahku bersama jeongmin

“ilayda?!” pekikku terkejut.ilayda ternyata masih mengenalku, bahkan dia memintaku untuk menggendongnya

“ilayda… kenapa kau ada disini?” tanyaku pada ilayda

“jeongmin-ah.. apa yang kau lakukan?” tanyaku pada jeongmin

“hyung… kata omma ilayda akan tinggal dirumah itu hyung yeeeyyyy..” kata jeongmin riang

“BWO?!!” pekiku terkejut

“kwangmin-ah.. kau sudah tiba…” tiba-tiba sunny noona memanggilku. aku kembali menoleh padanya dan saat itu teman sunny noona juga membalikan badan kearahku

“KWANGMIN?” pekik teman sunny noona yang tak lain adalah sooyoung songsaengnim.

aku terdiam, jangan bilang jika teman sunny noona adalah dia. oh Tuhan, ini mimpi buruk

aku menaruh ilayda dan perlahan aku mendekat kearah mereka. aku masih mencerna hal yang sedang kulihat sekarang. bagamana bisa dia ada disekitar rumahku? bagaimana dia bisa bicara dengan kakak iparku? bagaiman dia bisa

“kwangmin-ah… kenalkan.. dia adalah temanku, namanya choi sooyoung.. dia yang akan tinggal rumah ini..” kata sunny noona

aku hanya diam dan terus menatap guru baruku yang juga sedang menatapku itu

“hey ada apa ini? ada apa dengan kalian?” tanya sunny noona. dia terlihat bingung dengan ketegangan diantara kami

——-

karena sudah berjanji dengan sunny noona, maka aku harus tetap membantu sooyoung songsaengnim membereskan rumahnya

tapi aku penasaran, kenapa dia hanya datang bersama ilayda? lalu dimana suaminya?

“jo-kwang-min.. kita tidak bertemu dikelas.. tapi malah bertemu disini” kata mrs.choi sambil berjalan kearahku

aku balas tersenyum, “kau membuntutiku hahhh?” ejeku tapa menoleh padanya

dia hanya tertawa kecil, “kurasa kau tidak suka aku pindah kesini” katanya

“pantas kau jadi guru.. tebakanmu sangat tepat ternyata” kataku

“kau tenang saja.. aku tak akan menjadi gurumu disini ^^ jadi nikmatilah kehidupan rumahmu” katanya

“cihhh..” kataku remeh. dia beranjak pergi

“tapi.. dimana suamimu? kenapa kau hanya datang bersama ilayda?” tanyaku. dia berhenti lalu kembali menoleh padaku, sepertinya dia terkejut akan pertanyaanku

“kenapa kau bertanya begitu?” tanyanya.

apa aku salah bicara? apa terjadi sesuatu pada suaminya? kenapa pancaran wajahnya berubah drastis?

“aku… hanya… heran.. kenapa.. aku harus membantumu.. seharusnya hal seperti ini kan.. di..urusi suami dan istri” kataku terbata

“jika.. kau keberatan.. kau bisa kembali kerumahmu.., aku bisa melakukannya sendiri.. lagipula perbuatan yang tidak dilandasi dengan tulus hanya akan membuang tenagamu saja” katanya

“orang ini.. dimana-mana selalu saja mengeluarkan kata-kata bijaknya” batinku

“songsaengnim?” lalu aku mendengar suara saudaraku dari arah pintu

benar saja, dia menghampiri kami dengan wajah terkejut

“songsaengnim.. jadi kau adalah teman sunny noona?” tanya youngmin. sooyoung songsaengnim mengangguk sambil tersenyum. senyum yang terlihat tulus dan aku tak pernah mendapatkannya

—***—

aku terhenti saat seorang yeoja menghalangi jalanku

“kau ingin membolos lagi?” tanya soohyun. aku hanya diam dan pura-pura acuh. tapi sebenarnya jauh didalam hatiku, aku senang karena dia mengajaku bicara

“jo kwangmin.. bisakah kau bersikap dewasa? apa yang akan kau bawa saat menghadapi dunia nyata nanti jika kau terus seperti ini?” tanyanya lagi

“apa urusanmu? kenapa kau jadi ikut campur dengan kehidupanku?” tanyaku

dia mendesah kesal, “aku seperti ini.. karena aku perduli padamu… ishhh” katanya lalu seger pergi

aku terdiam, benarkah yang dia katakan? dia perduli padaku?

“ya ya jo kwangmin.. nenek sihir itu sudah datang” tiba-tiba ren berlari bersama jongup dan segera memasuki kelas

“haaiiiiiihhh sudah kuduga dia akan melakukan hal ini.. sial.. karena soohyun aku tidak sempat membolos” kataku kesal. dengan terpaksa akupun kembali duduk

“SELAMAT PAGI ANAK-ANAK.. “ sapa mrs.choi setelah dia sampai di meja guru

“SELAMAT PAGI MRS.CHOI..” balas semuanya kecuali aku dan teman-temanku

“tidak ada kursi kosong hari ini ^^” katanya sambil tersenyum kearahku, aku mengeryit

“dia menyindir kita.. sial” kata ricky

“aku punya tugas untuk minggu depan,dan ini akan menyenangkan” katanya

“apa mrs.choi?” tanya soohyun

“yaitu… kalian harus menyanyikan sebuah lagu bahasa inggris didepan kelas dan akan lebih bagus jika lagu itu kau ungkapkan untuk seseorang..”

“BWO?!”

“BWO?!! ini konyol.. songsaengnim ini pelajaran bahasa inggris bukan kesenian” kata ren

“kau tahu? dengan lagu.. seseorang bisa meluapkan perasaan asli mereka…ini tak akan sulit jika kalian memahami liriknya ^^” katanya lagi

“bagaimana dengan siswa yang tidak percaya diri dengan suaranya? apa kau tidak memikirkan hal itu? kau berniat mempermalukan muridmu sendiri eoh?” tanyaku sinis

dia tersenyum, “jo kwangmin.. kuhargai keperdulianmu terhadap temanmu yang lain.. tapi sungguh aku tidak akan menilai dari segi bagus atau tidak suaranya ^^” katanya lagi

aku hanya diam, kapan aku bisa menang darinya?

——

normal pov

“kriiiiiiiiiiinkkkkkkkkkkkkkkkk.” bel sekolah telah bordering, pertanda semua siswa diperkenankan pulang kerumah mereka

sooyoung menatap kearah kwangmin dan teman-temannya. ternyata mereka mengabaikan hukuman yang dijatuhkan kepala sekolah, buktinya mereka beranjak pergi dan tidak tinggal dikelas

sooyoung tersenyum, “seorang guru tak akan menghukum muridnya tanpa sebab, seorang guru juga tidak akan memberi hukuman pada murid tanpa tujuan….” kata sooyoung dengan suara lantang

kwangmin, jongup, ricky, ren dan sungjae langsung menghentikan langkahnya

“kau bicara sendiri seperti orang gila haahhh?” ejek kwangmin

“jo kwangmin jaga bicaramu!!” kata youngmin

“kalian tidak tahu hukum karma eoh? kalian lupa jika aku lebih tua dari kalian” tanya sooyoung. tatapannya berubah tegas dan tajam

“kau berniat menyumpahi kami? kau pikir aku percaya?” tanya kwangmin

“aku tidak menyumpahi kalianpun, kalian tetap akan mendapat balasan.. bukan hanya aku, semua guru yang telah kau perlakukan buruk.. semua itu akan diperhitungkan Tuhan” kata sooyoung

“songsaengnim.. kau lebih baik menyerah, kau hanya membuang tenagamu” sambung sungjae

“aku tidak akan menyesal dengan semua yang pernah kuperbuat pada kalian, semua ucapan yang pernah kuucap pada kalian…, karena aku yakin suatu saat kalian akan mengingatnya… “ kata sooyoung

“kau wanita aneh yang banyak bicara” ejek kwangmin

sooyoung terdiam, baru kali ini dia mendengar ucapan sekasar itu dari orang yang  lebih muda darinya.

dia menghampiri kwangmin dengan tatapan tajam, “kau bilang apa tadi?” tanya sooyoung dingin

kwangmin hanya diam, “apa kau ingin memukulku? kau pikir aku tidak bisa membalasnya?” tantang kwangmin

“cihhh..” ejek sooyoung sambil tersenyum remeh

“kau tahu? kau tidak pantas mengambil alih kami” kata kwangmin lagi, mata sooyoung terbelalak

“kata-kata itu.. mirip dengan kata-kata yang ‘dia’ ucapkan” batin sooyoung,

“kau tahu? kau tidak pantas mengambil alih dia..” sooyoung masih ingat betul dengan perkataan sahabatnya itu

“pergilah.. kau lebih pantas bicara dengan batu yang memang tidak punya hati” kata sooyoung dengan mata berkaca-kaca

semua menyadari hal itu, termasuk kwangmin “baiklah.. itu lebih baik daripada berbicara dengan orang sok sepertimu!!” kata kwangmin lalu pergi, diikuti temannya yang lain. tapi jongup terdiam sejenak menatap sooyoung

“kata-kata itu..” batin jongup. diapun segera pergi menyusul kwangmin dan yang lainnya

“haaaaaahhhhh” sooyoung duduk disalah satu kursi sambil membuang nafas

minwoo, baekhoo dan youngmin menghampiri dia dengan tatapan khawatir

“songsaengmin.. gwenchanayo?” tanya minwoo. sooyoung mendongak sambil tersenyum

“nan gwenchana.. aku hanya sedikit syok..^^” kata sooyoung

youngmin terdiam sejenak menatap sooyoung dengan tatapan bersalah, “mianhae songsaengnim… mian atas kekasarannya padamu.. akulah yang salah karena tidak bisa memberitahunya yang benar…” kata youngmin, dia membungkuk pada sooyoung

sooyoung tersenyum sambil memegang pundak youngmin, “kau tidak salah… dia juga tidak salah.. dia hanya belum tahu beberapa hal yang baik “ kata sooyoung

“mrs.choi? “ terdengar suara dari arah pintu

sooyoung dan ketiga muridnya menoleh, dan mereka melihat kepala sekolah disana

“omma.. kepala sekolah” gumam minwoo panik

“mr.jung “ sooyoung berdiri lalu membungkuk pada kepala sekolah diikuti minwoo baekhoo dan youngmin

“mrs.choi bukankah kau ditugaskan member jam tambahan pada kwangmin dan teman-temannya?” tanya mr.jung

sooyoung diam tak bisa menjawab, “mianhae mr.jung aku belum bisa membujuk mereka” kata sooyoung

“kau ingatkan.. kau masih menjadi guru percobaan disini.. dan jam tambahan ini juga mempengaruhi posisimu” kata mr.jung

“kuharap kau bisa segera memperbaikinya… atau sesuatu akan terjadi pada posisimu disini” lanjut mr.jung lalu beranjak pergi

sooyoung terdiam menunduk,sedangkan minwoo baekhoo dan youngmin saling bertatapan

“apa maksud kepala sekolah.. kau bisa dipecat dengan mudah songsaengnim?” tanya minwoo

sooyoung menoleh sambil tersenyum, “tidak apa-apa.. kalian tidak perlu memikirkan hal ini ^^”

——

sooyoung terhenti didepan gerbang saat seseorang berdiri tak jauh darinya sambil menatapnya

sooyoung terdiam sambil emnatap orang itu yang perlahan mendekat padanya

“lama tidak bertemu noona, aku hampir tak mengenalimu saat kita pertama kali bertemu…” kata orang itu

“moon jongup.. kufikir kau sudah benar-benar melupakanku” kata sooyoung sambil tersenyum kikuk

“mana mungkin aku melupakan orang yang sangat mempengaruhi hidup noona yang sangat aku sayangi” kata jongup dengan tatapan dingin

sooyoung terdiam, “moon jongup… sudah kukatakan-“

“mungkin saat itu aku masih kecil, tapi aku tahu semuanya… bahkan Sesutu yang kalian sendiri tidak mengetahuinya” potong jongup

“ini pilihanya, aku-” kata sooyoung menjelaskan, tapi jongup lagi-lagi memotong

“benar.. ,aku sangat paham hal itu,tapi aku…” jongup menunduk dengan ekspresi sedih

“aku hanya masih takut dengan bayangannya yang selalu muncul saat aku melihatmu” kata jongup

sooyoung diam dan menatap jongup, “mianhae… ini semua diluar kendaliku” kata sooyoung

jongup menghela nafas “sudahlah.. dia sudah pergi dan tidak akan kembali, mmm…tapi sooyoung-ssi… bolehkah aku minta satu hal padamu?” tanya jongup

“apa?” tanya sooyoung

“bisakah aku menemuinya?” tanya jongup

“ma..maksudmu.. ilayda?”

__ TBC __

mian membosankan, mian gaje, mian aneh , mian bingung *sengaja padahal plakk

tetep ditunggu tanggepannya ya, kalo masih sedikit dan siders masih berkeliaran, aku mungkin bakal bener-bener main protect-protectan dipart selanjutnya dan ff selanjutnya

kalian bisa tanya paswordnya di fb aku “Nur Islamiyati Hanifah” atau di fp “sooyoung fanfiction”

tapi masih nanti kog, oke ^^

jadi siders, siapkan diri anda hahahahaha*maklum jum’at, belum dapet menyan wkwkwk

ada yang belum tahu ilayda dan jeongmin? ini dia

baby

35 thoughts on “Cherry Blossom (Part 3)

  1. Park Chanrin berkata:

    Jadi si jongup itu pernah punya hubungan sama sooyoung ? Berarti,sooyoung pernah ngelakuin ‘itu’ sama jongup kan ? Bener gak ? Ini ceritanya seru eon,fighting !🙂

  2. Kidochan berkata:

    Hallo author, aku pengunjung baru

    tulisa author bagus🙂
    aku penasaran apa hubungan ilayda sama jongup itu apa?
    terus ilayda itu beneran anaknya sooyoung?

  3. ah ini kayaknya siapanya jongup gitu yang jadi appa-nya ilayda. atau, ilayda itu bukan anak sooo tapi anaknya sahabatnya soo. ah nggak tau deh, aku makin penasaran pokoknya ‘-‘
    nextnya ditunggu, fighting!!!😀

  4. ThaNiaa berkata:

    anyyeong unniee,,masih ingat aku..hehe
    new reader yang kembali
    ..udah lama nggak mampir#semenjak jadi new reader
    dan ff nya udah segini banyaknya..

    btw nice ff unniee,,apalagi pairingnya kwangmin..
    suka suka..
    dan itu jongup??? apa hubunganya sama soo unniee??
    penasaran !!!
    next nya unnie jangan lama-lama

  5. Ve berkata:

    Jongup makin lama-lama jadi aneh. Sebenernya apa hubungan antara Soo eonni sm jongup? Terus ‘dia’ itu siapa?
    Di buat penasaran sm ni ff, Daebak!

  6. giofi16yousen berkata:

    Aku lama gak browser
    Jadi baru baca
    Thor penasaran nih sama kelanjutannya dan maksud perkataan jongup dan soo eonni
    Dan minta izin baca part 4nya ya🙂

  7. youngmin emang sodara ter the best deeh, pratian banget sm kwangmin🙂
    itu geunyoung shbt soo eonni Moon Geun Young yah, jd jongup itu adik shbt’y soo eon!!

  8. emang ada apa sebenarnya dgn soo young unni…kok mcm ad rahsia yg soo young unni blm diketahui…jongup dn soo young emang udah kenal lama ea…ap yg soo young unni bilang “dia udh ngax adax lgi” mksdnya mti ea..chingu emang siapa yg mti dn jongup bapa kpda ilayda ea..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s