Cherry Blossom (part 5)

TITLE : Cherry Blossom (part 5)

CAST :

  • sooyoung (23)
  • kwangmin (18)
  • henry (24)
  • jongup (18)

GENRE : family, romance, school life

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.
  • semua cast punya kehidupan masing-masing dan ff ini hanya cerita fiksi belaka

—-

anyeong readerdeul, waah biasanya aku publish ff seminggu sekali, tapi sekarang sehari satu B)

dan tau gak? aku udah nyoba ngepost ni ff dar jam 7, ampe 5 x aku coba tapi eror terus aigoo -_-

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

1326688-bigthumbnail

henry melepaskan pelukannya dan kini kedua tangannya memegang pipi sooyoung

“sooyoungie.. kau masih sama seperti dulu.. masih secantik dulu” kata henry

“oppa.. ^^” kata sooyoung lalu tersenyum pada henry, senyuman yang sangat henry rindukan

lalu henry kembali memeluk sooyoung, meluapkan perasaan rindu yang terpendam begitu lama

sungjae, namja yang berdiri paling dekat dengan mereka hanya bisa diam dengan tatapan bingung, heran, aneh dan juga ada sedikit rasa kecewa.

“siapa namja itu? kenapa dia memeluk sooyoung songsaengnim seperti itu?” gumam baekhoo

“kurasa namja itu adalah mantan pacar sooyoung songsaengnim..” kata ren

“mungkin dia adalah suami sooyoung songsaengnim..” kata youngmin

kwangmin tersentak,”apa seperti itu? apa namja itu adalah suami sooyoung songsaengnim? apa dia ayah ilayda?” batin kwangmin

“SUAMI?” pekik semuanya

——–

“kami bersekolah ditempat yang sama.. dan..errr…. kami berpacaran selama hampir dua tahun..” kata henry, dia sama sekali tak berniat melepas tangan sooyoung yang sedari tadi ia genggam

“apa kalian baru bertemu sekarang?” tanya ricky

henry mengangguk, “karena seseorang.. kami terpisah dan tak saling memberi kabar” kata henry, dan tatapannya tertuju pada jongup. jongup hanya menangapinya dengan tatapan remeh

dan sooyoung menyadari hal itu, dia memegang lengan henry dan memberi isyarat henry untuk tidak seperti itu

sialnya lagi, kwangminlah yang sadar dan memperhatikan skinship antara sooyoung dan henry

“tadi tangan itu dia gunakan untuk memegang lenganku.. dan sekarang? asshh dasar” batin kwangmin kesal. dia langsung menoleh kearah lain

“sungjae-ya.. gomawo.. karenamu aku bisa bertemu dengan sooyoung lagi..,haahh aku sangat lega..” lanjut henry mengalihkan. dia menatap pada sungjae dan sungjae hanya mengangguk lemah.

sedangkan sooyoung hanya tersenyum simpul. jongup menyadari hal itu

“kau merasa lega… tapi coba kau bertanya pada sooyoung songsaengnim, apa dia merasa lega bertemu denganmu lagi? kurasa wajahnya tidak mengatakan demikian” kata jongup, dia sudah tidak tahan untuk tidak angkat bicara

“hahaha moon jongup,…” kata henry, semua tentu saja terkejut

“kalian saling mengenal?” tanya sungjae tak percaya

henry hanya mengangguk sambil tersenyum, sedangkan jongup hanya menatap henry dengan tatapan datar

“ada apa dengan jongup dan sooyoung songsaengnim sebenarnya?” batin kwangmin

“bagaimana kabar noonamu?” tanya henry. mata jongup dan sooyoung membulat mendengarnya

“oppa.. sudahlah.. kita bisa membicarakan hal ini nanti” kata sooyoung pelan

jongup yang tadinya terlihat ketakutan, kini tersenyum

“karena seseorang.. dia sudah tenang dialamnya yang lain ^^” kata jongup balas dendam dengan perkataan henry tadi

sooyoung hanya menatap iba pada jongup, sedangkan henry terkejut mendengarnya

“lalu henry hyung.. bagaimana dengan impianmu? apa sudah tercapai? oh.. aku rasa sudah… buktinya kau kembali pada sooyoung noona seolah kau tidak pernah melakukan apa-apa… ” kata jongup dengan tatapan menyindir

“BWO?!” semua teman jongup memekik heran

“kenapa jongup memanggil sooyoung songsaengnim dengan noona?” batin sungjae

“tau apa kau moon jongup?” tanya henry kesal

“tentu saja aku tahu banyak.. aku orang yang ikut menderita karenamu!” kata jongup *suer ga bisa bayangin upie ngomong gini -_-

“ada apa sebenarnya..? kenapa mereka terlihat saling membenci?” batin kwangmin

“jongup-ah.. henry oppa.. jebal ini sudah cukup.. jangan membicarakan hal lain disini… atau aku akan pergi” ancam sooyoung

“wae… bukankah semua orang sedang bertanya-tanya kenapa aku bisa memanggilmu noona.. kenapa henry hyung bisa mengenalku.. kenapa henry hyung begitu ingin tahu tentang noonaku…” kata jongup sambil tersenyum remeh pada henry

“kubilang cukup…!! pelajaran cukup sampai disini.. aku pulang!!” kata sooyoung. dia berdiri dan langsung pergi tanpa menatap siapapun

“moon jongup.. kau sama seperti noonamu.. hahaha” kata henry sambil tersenyum puas melihat sooyoung marah dengan jongup. dia berdiri untuk mengejar sooyoung

“lihat dulu dirimu henry lau..!! kau harusnya malu tertawa didepanku.. “ kata jongup sebelum henry benar-benar pergi. membuat semua yang ada diruang itu bingung melihatnya, melihat keseriusan diwajah jongup yang sebelumnya belum pernah mereka lihat

“BUGGHHH!!!” jongup memukul lantai ruang dance yang terbuat dari kayu itu hingga terdengar suara patah disana. nafasnya memburu dan terlihat sekali dia sedang marah sekarang

“jongupie… tenanglah..” kata kwangmin sambil mengusap punggung jongup

“moon jongup ada apa sebenarnya? jebal jelaskan pada kami” kata youngmin

jongup kini menatap teman-temannya satu persatu

“tapi aku minta.. jangan membicarakan hal Ini pada siapapun” kata jongup

semua mengangguk,

jongup terdiam sejenak, “sooyoung songsaengnim… adalah sahabat noonaku, namanya moon geunyoung” kata jongup

semua mengeryit, mereka mendengarkan jongup dengan seksama

“dan noonaku.. menyukai henry hyung… tapi.. henry hyung… menyukai sooyoung noona.. err… maksudku sooyoung songsaengnim..” jongup menunduk

“tapi.. namja ke****t itu.. tetap mempermainkan noonaku…” kata jongup dengan wajah penuh kebencian

“mempermainkan? apa itu berarti sooyoung songsaengnim dihianati?” batin mereka

“dimana noonamu sekarang?” tanya ren

“aku sudah bilang tadi.. dia.. sudah tenang dialamnya yang lain” kata jongup, tak terasa air mata menetes dipipinya

sungjae yang ada disamping jongup langsung merangkul sahabatnya itu, sungjaelah yang paling tahu keadaan keluarga jongup, bagaimana menderitanya jongup yang hidup dengan ibu tirinya

semua terdiam, sungguh dalam hati mereka masih memiliki banyak pertanyaan, tapi karena melihat kesedihan jongup, mereka mengurungkannya

——

“sooyoungie..” panggil henry, sooyoung menghentikan langkahnya tanpa berbalik menatap henry

“sooyoungie.. mianhae… aku hanya terbawa emosi saat melihatnya” kata henry sambil menggenggam tangan sooyoung

sooyoung menoleh, “jangan bicara seolah kau adalah yang paling menderita oppa… begitu juga saat kau bicara dengan jongup.. kau tidak tahu apa yang terjadi dengannya kan?”

henry terdiam, “apa maksudmu..?” tanya henry

“ayo.. kita pergi kesuatu tempat” ajak sooyoung

——-

henry sedikit heran dengan tempat yang ia pijak saat ini, sebuah bukit yang dibeberapa tempat tumbuh bunga-bunga sakura yang daunya sudah berguguran

lalu sooyoung menunjuk sebuah batu nisan yang ada dibawah pohon sakura yang sudah tak ada daunnya

“itu.. geunyoung..” kata sooyoung

mata henry membulat seketika, “di.. dia.. benar-benar sudah.. mati?” tanya henry

sooyoung tidak menjawab dan malah menghampiri batu nisan itu. henry mengikutinya dari belakang

sooyoung menatap batu nisan sahabatnya, sejenak dia mengingat lagi kenangan-kenangan indah saat bersama geunyoung. baginya geunyoung bukanlah sahabatnya melainkan keluarga satu-satunya yang ia miliki

karena sejak kecil sooyoung hidup sebatang kara, tanpa seorang keluargapun yang menemaninya. hanya geunyounglah yang selalu bersamanya,membantunya dan menemaninya

“geunyoung-a.. dia datang.. hikss… dia ada disini sekarang” kata sooyoung dengan air mata yang menetes dipipinya

henry terdiam, sungguh didalam hatinya dia sangat menyesal menerima kenyataan ini

“dia.. … bunuh diri… setelah mendengar kabar jika kau kembali ke kanada..” kata sooyoung. dia duduk dan membersihkan daun-daun kering yang berada diatas makam geunyoung. lalu saat-saat yang paling menegangkan dihidupnya terulang kembali

flashback

sooyoung berlari sekencang-kencangnya.

secarik kertas masih tergenggam erat ditangan kirinya, “geunyoung jebal” gumannya dengan air mata yang mengalir

“TAP TAP TAP” dia berhasil sampai diatap gedung itu. dia bisa melihat seorang yeoja sedang berdiri dipagar pembatas dan seorang namja berdiri dibelakangnya

“GEUNYOUNG… HAJIMA!!!” pekik sooyoung. dia berlari menghampiri geunyoung

“JANGAN MENDEKAT!!! ATAU AKU AKAN BENAR-BENAR MELOMPAT!!” pekik geunyoung

“NOONA JEBALL.. JANGAN LAKUKAN INI!! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRI..!! HANYA KAU SATU-SATUNYA KELUARGAKU NOONA!!” pekik namja dibelakang geunyoung

sooyoung terdiam menatap pemuda itu. meski baru pertama melihatnya,dia tahu jika itu adalah adik geunyoung

“GEUNYOUNG JEBAL.. JIKA HENRY OPPA TIDAK ADA DISAMPINGMU.. KAU MASIH PUNYA AKU.. KITA BISA MENJAGANYA BERSAMA-SAMA..” kata sooyoung

geunyoung menoleh kebelakang dan menatap sooyoung dengan sendu, “sooyoungie.. hiksss… aku sangat mencintainya… aku.. tidak bisa hidup tanpanya.. hikss”

“dia akan kembali.. kau harus yakin dengan hal itu” kata sooyoung

“jika dia kembali.. dia kembali untukmu.. bukan untuku…hiksss… “ kata geunyoung lagi

“anhi.. dia akan kembali menemuimu.. “ kata sooyoung

geunyoung menggeleng,”sooyoungie.. hanya kau orang yang aku percaya didunia ini.. jebal.. rawat dia dengan kasih sayang seperti yang kau berikan padaku… “ kata geunyoung, sooyoung hanya menangis dan menangis mendengarnya

lalu dia menoleh pada adiknya, “jongupie.. mian.. noona harus pergi… kau harus bersabar menghadapi omma… jangan mudah menyerah seperti noonamu ini..” kata geunyoung

“noona.. jebal.. jangan tinggalkan aku,..” kata jongup

“SARANGHAE SOOYOUNGIE.. SARANGHAE JONGUPIE.. SARANGHAE.. ILAYDA… SARANGHAE… HEN….ry op…pa…”  suara geunyoung semakin lama semakin mengecil,lalu geunyoung utup matanya lalu memiringkan badanya dan menjatuhkannya dari atas

“GEUNYOUNGIEEE.. ANDWEEEEEEEE….”

end flashback

“DEG” mata sooyoung menutup seketika. mengingat kejadian itu terlalu menyakitkan baginya

“aku.. sungguh.. laki-laki ba****an…” kata henry menyesal

“dia.. sangat mencintaimu… dia mencintaimu.. seperti saat dia mencintai dirinya sendiri” kata sooyoung

henry hanya diam dan menatap batu nisan geunyoung

“mianhae geunyoung-ah”

——-

“apa aku boleh main kerumahmu?” tanya henry saat mereka sudah sampai didepan rumah sooyoung

“anhi..” kata sooyoung cepat

“wae?” tanya henry sedikit terkejut

“eng… ini… ini sudah malam.. dan ..besok aku harus bangun pagi.. untuk mengajar.. mianhae” kata sooyoung

“oh.. baiklah…mmm…. sooyoungie…”henry menggaruk belakang kepalanya. aooyoung menaikan kedua alisnya

”aku… sungguh bahagia.. karena aku bisa bertemu lagi denganmu… ^^”  kata henry. lalu dia mendekatkan tubuhnya pada sooyoung

“chu~~” henry mengecup pipi sooyoung dengan lembut. sooyoung hanya diam tanpa ekspresi apa-apa

“kalau begitu aku pergi… anyeong“ kata henry sebelum dia benar-benar pergi

sooyoung menatap kepergian henry, dulu dia selalu saja berdebar saat henry melakukan hal seperti itu. tapi sekarang tidak. tak ada lagi getaran didalam hatinya. bahkan yang timbul hanya rasa marah dan juga kesal

jika ditanya apa perasaannya saat henry kembali dia akan berkata dia sedih, dia marah, dia takut, dia ingin pergi menjauh saja

“huuufftttt..” sooyoung membuang nafas panjang, hari ini sngguh hari yang sangat melelahkan baginya

“ckckckckck.. kau menyuruh youngmin menjaga ilayda.. kau sendiri malah berkencan dan bernostalgia bersama pacarmu” lalu sooyoung mendengar seseorang berbicara dibelakang. dia menoleh dan melihat kwangmin bersandar gerbang rumahnya sambil melipat kedua tangannya didada

“oh.. ilayda..” kata sooyoung tiba-tiba sambil menepuk dahinya, dia langsung berlari kerumah kwangmin. tapi kwangmin menghalangi jalannya

“kau mau kemana?” tanya kwangmin dingin

sooyoung mendongak menatap kwangmin kesal, “tentu saja mengambil ilayda” kata sooyoung

“mudah sekali kau bicara begitu.. kau pikir rumahku adalah tempat penitipan apa..” kata kwangmin

“kenapa kau yang marah.. aku kan minta tolong youngmin.. bukan kau..” kata sooyoung kesal

“kau minta tolong youngmin.. tapi ilayda sama sekali tidak mau bersamanya.. dia minta akulah yang bermain dengannya” kata kwangmin

sooyoung mengeryit, “jinjja? mana bisa ilayda seperti itu? youngmin kan lebih lembut daripada kau….” kata sooyoung dengan polosnya

kwangmin menggertakan giginya, “ishhh kau ini.. memang kau sudah tahu sifat asliku sehingga kau bicara begitu ? dasar menyebalkan!!” kata kwangmin

“ahh sudahlah.. dimana dia sekarang?” tanya sooyoung

“dia sedang tidur dikamarku..”

——-

“sooyoung-si..” panggil ny.jo, sooyoung dan kwangmin yang berniat naik keatas untuk mengambil ilayda kini berhenti

“nde.. ny.jo?” tanya sooyoung

“bisakah kita bicara sebentar?” tanya ny.jo. sooyoung mengeryit

“mm.. baiklah..” kata sooyoung. ny.jo berjalan keruang tamu diikuti sooyoung dan kwangmin

“sooyoung-ssi..aku baru tahu dari youngmin.. jika kau adalah guru disekolahnya..” kata ny.jo, sooyoung hanya mengangguk

“kata youngmin, kwangmin jadi jarang membolos karenamu.. apa itu benar?” tanya ny.jo lagi

“bwo?! tentu saja tidak” kata kwangmin menyangkal

“diam!! aku tidak bicara denganmu!!” kata ny.jo dengan nada membentak

sooyoung tersenyum, “itu bukan karena saya ny.jo tapi karena kemauan kwangmin sendiri… “

“ahh meski begitu aku tetap berterima kasih padamu sooyoung-ssi.. dan aku minta tolong..”

“tolong?”

“tolong.. ajari kwangmin.. mungkin jika denganmu dia mau belajar dengan sungguh sungguh dan juga belajar lebih disiplin..” kaya ny.jo

“BWO?!” pekik kwangmin

“a..ajari?” gumam sooyoung terkejut

“omma… kenapa? aku tidak butuh les semacam itu.. aku bisa belajar sendiri” kata kwangmin

“belajar sendiri apa? pekerjaanmu hanya main dan tidur saja..” kata ny.jo

“bagaimana  sooyoung-ssi? aku benar-benar mempercayakan hal ini padamu… karena bukan hanya youngmin.. aku juga ingin melihat kwangmin sukses nantinya” kata ny.jo. kwangmin terdiam sejenak mendengarnya

“dia.. juga berharap aku sukses?” batin kwangmin tak percaya

sooyoung berfikir sejenak, “sebenarnya saya tidak masalah.. tapi mungkin kwangmin yang kurang setuju” kata sooyoung

“ahh dia setuju kog.. lagipula dia juga bisa bermain dengan ilayda… karena kulihat ilayda sangat menyukai kwangmin” kata ny.jo, membuat kwangmin mendesah kesal

“benar kan kwangminie?” tanya ny.jo pada kwangmin

“iya.. iya.. aku akan melakukannya..” kata kwangmin menyerah

sooyoung hanya terdiam, ternyata ada seseorang yang benar-benar bisa menaklukan kwangmin, yaitu ommanya

——

kwangmin meletakan ilayda dengan hati-hati diranjang mungil ilayda

tanpa sadar dia tersenyum melihat begitu cantiknya ilayda saat tidur. dan sooyoung menyadari hal itu

“senakal-nakalnya dia.. dia sangat penyayang terhadap anak kecil” batin sooyoung kagum

“apa.. dia anak dari kakak sungjae tadi?” tanya kwangmin setelah mereka keluar dari kamar ilayda

“b..bwo?” tanya sooyoung

“bukankah henry-ssi adalah pacarmu.. apa ini anak kalian?” tanya kwangmin lagi

“ka.. kami tidak pernah menikah.. mana mungkin kami punya anak” kata sooyoung terbata

“BWO? jadi kau berpacaran dengan henry-ssi tapi kau berhubungan dengan namja lain.. Ya Tuhan..” kata kwangmin syok, dia bahkan sampai menutup mulutnya.

sooyoung menepuk dahinya, “bukan seperti itu jo kwangmin.. aisshh kau tak akan mengerti” kata sooyoung

kwangmin berfikir sejenak, “ lalu bagaimana ilayda bisa ada? atau… jangan-jangan… ilayda bukan anakmu” tanya kwangmin dengan polosnya

sooyoung menoleh dengan tatapan terkejut, “k..kau.. ahh sudahlah jangan bertanya terlalu banyak.. kenapa kau penasaran sekali dengan hidupku…” kata sooyoung kesal

“haahhhh… kau tahu? setelah mendengar cerita jongup.. aku jadi seperti melihat sebuah drama … sangat rumit dan penuh pertanyaan” kata kwangmin

“jongup? apa saja yang dia bilang padamu?” tanya sooyoung was-was

kwangmin menoleh, “kenapa kau terlihat takut begitu? berarti memang ada yang kau tutupi kan?” tanya kwangmin

sooyoung hanya menunduk, “a..anhi… sudahlah…jangan bertanya padaku lagi!! aku tidak pandai berbohong…!!” kata sooyoung lalu beranjak pergi

“TAP” tiba-tiba kwangmin menarik tangan sooyoung hingga sooyoung membalikan badanya

dan mata sooyoung terbelalak saat mereka tidak ada jarak sama sekali, kwangmin menatap mata sooyoung

“a..apa yang kau lakuakan? ce.. cepat lepaskan aku!!” kata sooyoung sambil berusaha melepaskan diri

kwangmin tersenyum smirk pada sooyoung

“tap”

“shhettt” dengan gerakan cepat kwangmin meraih dompet yang ada disaku celana sooyoung. dan dia segera menjauh

mata sooyoung terbelalak, dia baru sadar jika kwangmin berniat melihat identitasnya

“YA JO KWANGMIN APA YANG KAU LAKUKAN!!” bentak sooyoung, dia segera menghampiri kwangmin yang mulai membuka dompetnya

“choi sooyoung… kau terlalu berusaha.. aku ini termasuk yang paling tinggi dikelas” kata kwangmin sambil mencari kartu identitas sooyoung

sooyoung terus melompat-lompat dan berusaha meraih dompetnya yang diangkat kwangmin.

“dapat..” kwangmin langsung berlari menjauh agar dia bisa membaca kartu itu dengan seksama

dan matanya terbelalak saat melihat status sooyoung dikartu itu, dia langsung menoleh tak percaya pada sooyoung yang kini berjalan menghampirinya

“JO KWANGMIN KAU SUNGGUH TIDAK SOPAN!!” kata sooyoung marah

tapi karena terlalu syok, kwangmin jadi kehilangan keseimbangan

“BRUKKK” mereka terjatuh

dan sialnya sooyoung kini berada diatas kwangmin. sejenak mereka saling bertatapan

“k.. kau… belum menikah?” tanya kwangmin sedikit tak percaya

sooyoung tak berniat menjawab dan beranjak berdiri, tapi kwangmin segera menahan lengannya

“aku bertanya padamu songsaengnim!!” kata kwangmin

“apa yang ingin kau ketahui?” tanya sooyoung datar

“kau… belum menikah..margamu juga belum berubah.. tapi… kenapa kau…kenapa kau sudah punya anak…? apa… ilayda… anak… diluar nikah?” tanya kwangmin.

“benar.. kau puas sekarang?!” kata sooyoung, dia beranjak pergi tapi kwangmin memegang lengan sooyoung semakin kuat

“anhi.. kau bukan orang yang seperti itu..” kata kwangmin pelan

“tahu apa kau? kau mengenalku belum sampai satu bulan..!! sekarang… lepaskan aku!!!” kata sooyoung dingin

“anak siapa itu sooyoungie?” tiba-tiba seseorang bicara didekat pintu

kwangmin dan sooyoung menoleh, dan mereka melihat henry sedang menatap mereka disana. sooyoung dan kwangmin segera berdiri

“oh.. he..henry oppa..kenapa kau-” kata sooyoung

“apa.. dia.. anak geunyoung??” potong henry. sooyoung diam tak bisa menjawab

kwangmin menoleh, “apa begitu? apa jangan-jangan ilayda adalah anak kakak jongup” batinnya

“dia.. a..anakku?” tanya henry lagi. matanya memancarkan keseriusan sekaligus ketakutan

mata kwangmin membulat, “anaknya? tadi dia bertanya apa ilayda anak geunyoung? sekarang dia tanya apa ilyda anaknya? tapi.. bukankah dia pacar sooyoung songsaengnim?” batin kwangmin bingung

“sooyoungie.. jelaskan padaku!!!” henry menghampiri sooyoung dan mencengram kedua tangan sooyoung dengan sangat erat

sooyoung masih menutup mulutnya dengan wajah ketakutan. membuat kwangmin kasihan melihatnya

“kau tidak perlu sekasar itu!!” kata kwangmin sambil memegang pundak henry, tapi henry segera menangkis tangan kwangmin

“sooyoungie..!! apa dia.. anak geunyoung?!!” tanya henry lagi

sooyoung menghela nafas panjang lalu menatap mata henry,

“BENAR!!! DIA ANAKMU!! DIA ANAK DARI HUBUNGAN GELAPMU BERSAMA SAHABATKU…!!! hiksss….” pekik sooyoung dengan air mata yang mengalir dipipinya

mata kwangmin dan henry terbelalak mendengarnya.

“BUKANKAH INI KEJAM? AKU MEMELIHARA ANAK PACARKU DAN SAHABATKU SENDIRI?!!”

“sudah-sudah jangan terlalu tegang, makan dulu sanah! kekekeke😛 “author *merusak suasana

___ TBC___

otte? makin penasaran atau sudah menagkap maksud ff ini?

belum, belum ada kronologinya disini. dan kronologinya akn aku jelaskan di part terakhir oke

tetep ditnggu tanggepannya ya, semakin banyak semakin cepet publish part berikutnya.

nb: untuk readerdeul yang exotic mian,karena aku toxic mungkin kalo ngeadd fb aku kalian bisa sakit hati liat statusku, jadi kalian ga harus ngeadd fbku kog.. nginboks aja ga apa-apa ^^

25 thoughts on “Cherry Blossom (part 5)

  1. Ve berkata:

    Akhirnya publish juga
    Ga ngerti kenapa Soo eonni bisa kuat banget kyk gitu, ngerawat ilayda yang jelas” anaknya henry sm geunyoung. Ngerawat anak dari pacarnya dan sahabatnya sendiri yang punya hubungan gelap.
    Pingin deh punya hati yang kuat kyk Soo eonni. Jujur, sampai nangis bacanya.

    Di tunggu next chap dan ff yang lainnya🙂
    Hwaiting!!!

  2. giofi16yousen berkata:

    Teenyata begitu
    Wahhh kasihan soo eonni sama jongup
    Kwangmin mulai perhatian nih
    Setelah baca part ini makin pengen langsung baca part selanjutnya thor
    Ditunggu part lanjutnya dan ffnya yang lain🙂
    HWAITING🙂

  3. aish… padahal aku lagi serius banget baca nya. eh.. nggk tau nya udh TBC -,- .akhirnya hubungan mereka (sooyoung,henry,jongup) terungkap . penasaran banget ama part selanjutnya. next~ ^^V

  4. aigoo kasian banget siih soo eonni😦
    geunyoung-henry emang g’ punya hati yaah, jahat banget mreka, tp soo eonni baik banget ht’y bagai malaikat…
    Huuft.. poko’y kwangmin wlopun kamu lebih muda, kamu hrus bs ngebahagiain soo eonni..
    ok author aq sk banget story’y🙂

  5. yani yanuari berkata:

    daebakk! soo eonni strong bingo ngbesarin ilayda smpe gede, pdhal pan ilayda it ank hsil dri hbungan gelap henry sma geunyeong ckckckck yng yaa soo eonni ({})

  6. yani yanuari berkata:

    daebakk! soo eonni strong bingo ngbesarin ilayda smpe gede, pdhal pan ilayda it ank hsil dri hbungan gelap henry sma geunyeong ckckckck yng sbar yaa soo eonni ({}) kaja d’next part’a thor, jdi kaga sabar nih😀

  7. tega sekali henry oppa pacaran sama sahabat kekasih sendiri…bukan itu yang dinamanya kejam…jdi ilayda itu anak henry dan geunyeoung jdi soo young unni belum nikah…hwaa bererti kwangmin pnya kesempatan dong sama soo young

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s