MY NAUGHTY BROTHER 2 (Chapter 3)

TITLE    : MY NAUGHTY BROTHER 2 (Chapter 3)

CAST :

  • Choi sooyoung
  • Choi junhong
  • Lee minhyuk
  • Choi jinri

GENRE : romance, sad, family

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan/typo
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • semua cast punya kehidupan masing-masing
  • don’t be plagiat! don’t be siders !

—-

anyeong readerdeul , anyeong juga jones(jomblo ngenes)*plakk

waahh setelah menenangkan diri dengan banyak-banyak nonton video B.A.P akhirnya semangat saya nulis kembali lagi *tjivok daehyun

dan kayanya aku ga jadi makai metode protect karena suatu hal, jadi berbahagialah kalian semua yeee *tebar paku

—–

Happy reading ^^

—–

wfregtyhju 

sooyoung terus berlajan kekanan dan kekiri, begitu berulang-ulang.

dia menggigit ujung kuku ibu jarinya dengan wajah khawatir

dalam hati dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan ommanya

zelo yang sejak tadi hanya diam kini bejalan mendekati sooyoung, mau tidak mau sooyoung berhenti karena zelo menghalangi jalannya. mereka diam sejenak dalam possi seperti itu

zelo menatap sooyoung dalam, dia memegang pundak sooyoung lalu menariknya dalam dekapan

“hikkss… hikss…. junhong-ah… hikss… aku takuttt..” kata sooyoung parau, dia mulai terisak didalam pelukan namja tinggi itu. dia masih bisa mengingat begitu banyak darah yang mengalir dari kepala dan hidung ommanya

junhong tidak berkata apa-apa, sungguh dia juga sama takutnya dengan sooyoung, bahkan mungkin dia dua kali lebih takut

“kita berdoa saja noona..” katanya sambil membelai rambut sooyoung

“hikks.. hiksss…” sooyoung memejamkan mata sambil terus terisak dibahu zelo. menghirup aroma tubuh zelo yang menenangkan itu

“mian noona… karena egoku kau jadi menderita seperti ini..” kata zelo dalam hati

—–

zelo menatap yeoja yang kini sedang terbaring tak sadarkan diri, yeoja yang sudah merawatnya sejak bayi

“…dia meminum obat tidur secara berlebihan.. kurasa dia mencoba melakukan bunuh diri lagi..”

zelo menghela nafas mengingat perkataan dokter tadi

“omma… kenapa kau melakukan semua ini…?apa aku benar-benar tidak boleh bersama sooyoung noona?” gumam zelo pelan

“hnn…………………..”

“apa.. kau sangat membenciku omma? sehingga mendekatinya pun aku tak boleh?” tanya zelo lagi

“karena pendarahan yang begitu parah.. dia mengalami coma yang tidak bisa diketahui waktunya..”

zelo terdiam sejenak sambil menatap tangannya yang sedang menggenggam erat tangan omma sooyoung itu

“apa jika aku mengulanginya sekali lagi.. omma akan sembuh? “ tanya zelo dengan suara parau

“apa omma akan kembali sadar dan sooyoung noona akan merasa bahagia lagi? hikkss….” zelo terus berbicara sendiri. perlahan air matanya menetes dipipi putihnya

“hikks… omma… apa kau tahu?… semakin hari aku semakin mencintainya… hikkss..” zelo menunduk, merasakan tekanan yang begitu menyiksa hatinya

“sehari tak bicara dengannya…., tak melihat senyumnya.., hatiku terasa sangat gelap…, apa kau bisa melihatnya omma?”

tanya zelo, meski dia tahu tidak akan ada jawaban dari ibu angkatnya itu

“tapi.. jika omma seperti ini… aku juga kehilangan senyumannya omma…” suaranya semakin parau

“huuffttt………” zelo membuang nafas sambil menyeka air matanya, dia diam sejenak sambil terus menunduk

lalu tanpa bicara apa-apa lagi dia segera pergi dari ruangan itu

–*MNB*—

sooyoung menoleh kesekeliling kampus, lalu dia membuang nafas lagi saat orang yang ia cari belum juga muncul

“hari ini dia masuk pagi.. kenapa belum datang juga?” gumam sooyoung setelah dia melihat jam tangannya

kini matanya tertuju pada seorang yeoja yang berjalan sendirian, yeoja yang sangat dia kenal

dengan sedikit ragu sooyoung menghampiri yeoja itu,

“sulli-ssi..” panggil sooyoung.

yeoja yang dipaggil sulli itu menoleh dengan tatapan enggan

“ada apa?” tanya sulli kasar

sooyoung sedikit tersentak, hahh… ternyata kai benar sulli sudah berubah.dia ingat dulu sulli berkata dengan sopan dan ramah padanya, tidak seperti sekarang

“apa kau tahu dimana junhong?” tanya sooyoung

sulli membuang nafas, “setelah kejadian kemarin dia sama sekali tak menghubungiku…” kata sulli sinis, dia seolah sedang menyalahkan sooyoung karena semua itu

“oh.. gomawo.. kalau begitu aku pergi dulu” kata sooyoung sambil membungkuk sedikit

“sooyoung-ssi..” sooyoung menghentikan langkahnya saat sulli memanggilnya

“nde?” tanya sooyoung sambil membalikan badan

“sebaiknya kau menjauhi junhong…  dia sudah menderita dan tertekan karenamu.. dan kau juga akan menderita jika kau bersamanya..” kata sulli

sooyoung terdiam, dia sama sekali tak tahu maksud sulli barusan. dia berniat menanyakannya tapi sulli sudah melangkah pergi

sooyoung terdiam menunduk, “junhong menderita? apa maksudnya?” gumam sooyoung

“jangan hiraukan perkataannya..!!” tiba-tiba seseorang berbicara dibelakang sooyoung

sooyoung menoleh dan melihat minhyuk sedang menatapnya datar

“jika kau menyukai junhong.. dan junhong menyukaimu… maka kau tidak perlu mendengarkan siapapun, kau dan junghonglah yang memiliki perasaan itu..” kata minhyuk sambil berjalan mendekat pada sooyoung

sooyoung hanya tersenyum kikuk sambil mengangguk

“bukankah hari ini kau tidak ada mata kuliah sooyoungie?” tanya minhyuk, kali ini ada senyuman dibibirnya

“benar.. tapi aku..”

“kau mencari junhong?” potong minhyuk.

sooyoung terdiam. benar, dia sekarang memang mencari junhong, entah kenapa dan untuk apa. dia hanya ingin melihat namja itu, namja yang kemarin menghilang lagi tanpa berpamitan padanya

“benar.. aku mencarinya…” kata sooyoung pelan, takut jika dia akan menyinggung perasaan minhyuk

minhyuk tersenyum, dia menepuk kepala sooyoung pelan lalu membelai rambut yeoja itu

“kurasa aku memang harus menyerah sooyoungie.. “ kata minhyuk dengan nada ceria, dan itu semakin membuat sooyoung merasa tidak enak

“minhyuk-ah…” sooyoung tak bisa berkata apa-apa lagi. dia terlalu merasa bersalah pada minhyuk, baginya minhyuk sudah terlalu baik. dia selalu menolong, menghibur dan melakukan semua yang dia mampu untuk membuat sooyoung bahagia.

tapi balasan sooyoung?. dia malah membalas ciuman zelo dihadapan minhyuk, dihadapan namja yang dia pikir akan menjadi satu-satunya namja yang dia cintai. tapi entahlah sooyoung juga terlalu pusing dengan semua ini.

“junhong?” tiba-tiba minhyuk mendongak saat melihat namja tinggi berambut pirang kini berdiri tak jauh dari mereka berdua. minhyuk segera menarik tangannya yang tadi menyentuh sooyoung

sooyoung segera menoleh untuk melihat namja yang baru saja dipanggil minhyuk itu

“junhong-ah..” panggil sooyoung, terlihat jelas jika wajah sooyoung kini berubah cerah

“kenapa kau kesini?” tanya zelo, nadanya berubah dingin lagi seperti beberapa hari lalu

“anak ini kenapa sih?” batin minhyuk heran

“a..aku-“ sooyoung terlihat ragu menjawabnya

“dia mencarimu sejak tadi… kenapa kau baru datang?” tanya minhyuk

“untuk apa kau mencariku?” tanya zelo lagi, dia seolah lupa dengan apa yang dilakukannya kemarin pada sooyoung

lagi-lagi sooyoung tak bisa menjawab, dia hanya menunduk.

“ahh kenapa aku ini?” umpat soyoung dalam hati pada dirinya sendiri

“kenapa kau bertanya begitu? tentu saja karena dia ingin menemuimu!! ” kata minhyuk lagi, dia seolah menjadi juru bicara sooyoung

“aku tidak bicara denganmu minhyuk-sii..” kata zelo dingin, tatapannya tetap lurus kearah sooyoung

“aku… hanya ingin mengajakmu menjaga omma hari ini..” kata sooyoung asal

“cihhh… jadi kau benar-benar menganggap serius dengan semua yang kemarin kulakukan?” tanya zelo, dia mendekat pada sooyoung dengan wajah badboy yang sama sekali tidak ingin sooyoung lihat. dia terus mendekat dan mendekat, sangat dekat hingga sooyoung mundur

“a..apa maksudmu?” tanya sooyoung, dia memberanikan diri menatap manik mata zelo.

zelo terdiam sejenak sambil menatap sooyoung intens, tatapan yang sungguh membuat jantung sooyoung berdebar-debar

“chu~” zelo menarik dagu sooyoung lalu mengecup bibir sooyoung sekilas, ciuman datar yang hanya menempelkan bibir saja

mata sooyoung maupun minhyuk terbelalak karenanya.

tanpa sadar minhyuk mengepalkan tangannya dengan geram. ini kedua kalinya zelo mencium sooyoung secara live didepan matanya

beberapa saat kemudian, zelo melepaskan ciuman itu lalu tersenyum smirk pada sooyoung

“kau pikir jika aku menciumu seperti barusan… itu berarti aku mencintaimu?” tanya zelo

sooyoung mengernyit, “apa maksudmu?”

“aku heran.. kenapa kemarin kau mau membalas ciumanku.. , kau tahu sendiri aku sudah punya yeojachingu yang jauh lebih cantik darimu..”  kata zelo lagi

“choi junhong!!” bentak minhyuk

“aku ingatkan padamu sooyoung-ssi.. yang menciumu itu belum tentu mencintaimu…jadi jangan mau dicium namja sembarangan… kau juga harus menjaga harga dirimu itu…“ kata zelo, dia sama sekali tak menghiraukan keberadaan minhyuk disana

sooyoung hanya terdiam dan tercekik mendengarnya, dia masih mencerna perkataan zelo. perkataan yang begitu menusuk hatinya

“sebaiknya kau lupakan perasaanmu itu padaku, aku belum putus dan tidak akan putus dengan sulli hanya karenamu..” kata zelo dingin, membuat sooyoung tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh

“BUGGHHHHH!!!!” minhyuk yang sejak tadi sudah sangat geram langsung mengayunkan tinjunya pada pipi zelo hingga zelo jatuh tersungkur.

zelo tersenyum smirk sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah, bibir yang bahkan belum sembuh karena pukulan kai kemarin

“KAU!! BENAR-BENAR NAMJA BRENGSEK!!! KAU TIDAK TAHU SOOYOUNG SEJAK TADI MENUNGGUMU.. DAN KAU MALAH BERKATA SEMUDAH ITU HAAHH!!!” umpat minhyuk, dia menunjuk wajah zelo dengan telunjuknya

“AKU MUNDUR KARENA AKU TAHU SOOYOUNG JUGA MEMILIKI PERASAAN PADAMU!!! TAPI JIKA BEGINI JADINYA.. AKU TAK AKAN BIARKAN DIA BERSAMAMU!!! BERSAMA NAMJA KEPARAT SEPERTIMU!!” kata minhyuk lagi, wajahnya menampakan kemurkaan

zelo hanya diam dan menatap minhyuk tajam, sesekali dia beralih menatap sooyoung yang masih terdiam dengan tatapan kosong dan air mata yang sedikit demi sedikit mengalir dipipinya

“ITU BAGUS..!! JANGAN BIARKAN DIA DEKAT DENGANKU! KAU TAHU..?! AKU JUGA RISIH SAAT SOOYOUNG-SSI SELALU MELIHATIKU SAAT AKU BERSAMA DENGAN SULLI …” kata zelo

“BUGHHHH” pukulan lebih keras mendarat dipipi zelo

“TORAI-YA!!! KUPERINGATKAN KAU CHOI JUNHONG!! BERHATI-HATILAH!!! MULAI SEKARANG AKU TAK AKAN MENYERAHAKAN SOOYOUNG LAGI PADAMU!!! BAGAIMANAPUN AKU AKAN BERUSAHA MENDAPATKAN HATINYA DAN MENJAUHKANNYA DARIMU!!!” kata minhyuk sambil mencengkram kerah junhong

“tappp..” Tiba-tiba sooyoung memegang lengan minhyuk, membuat minhyuk dan zelo menoleh pada sooyoung

“sudah cukup!! “

minhyuk mengernyit, “sooyoungie.. dia-“

“sekeras apapun kau memukulnya.. kebenciannya padaku tak akan hilang!! kebencian yang entah berasal dari apa dan kenapa..” kata sooyoung sambil tersenyum miris

“dan sekeras apapun pukulanmu.. aku tetap tak akan bisa mendapatkan hatinya.. dia hanya menatapku sebagai yeoja tak berharga…jadi  sudah cukup!!” kata sooyoung tanpa menatap siapapun, dia hanya menunduk dengan wajah yang begitu menyedihkan

sebelum benar-benar pergi soyoung melempar senyum pada junhong dan membungkukan badanya sedikit

“sekali lagi mianhae karena aku membuatmu risih..” kata sooyoung, lalu dia menoleh pada minhyuk

“dan gomawo minhyuk-ah, karena kau sudah membelaku… setidaknya kekesalanku sedikit reda saat aku melihat darah keluar dari bibirnya…” lanjutnya dengan tanpa memudarkan senyumannya, senyuman yang sangat manis namun begitu menyakitkan untuk dilihat

sooyoung beranjak pergi sambil menyeka air matanya lagi, entah kenapa dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus saja turun.

mungkin hatinya sudah terlalu tertekan dengan semua situasi yang menimpanya.

mulai dari masalah ommanya, masalah pekerjaannya, masalah keuangan keluarganya, dan ditambah masalah junhong

dia pikir, jika junhong benar-benar menemaninya semua ini akan terasa lebih ringan. tapi ternyata sebaliknya, zelo bukan hanya meninggalkannya tapi juga menyakiti hatinya terlebih dulu

–*MNB*–

sooyoung terdiam sambil terus menatap ommanya yang masih belum mau membuka mata.

“apa omma bermimpi indah? apa omma bertemu appa disana?” tanya sooyoung sambil tersenyum miris

“omma… aku sangat sedih, aku tidak punya teman untuk berbagi…” kata sooyoung lagi, dia membersihkan wajah ommanya dengan sapu tangan yang sudah dimasukan kedalam air hangat

“omma…. apa aku salah? apa aku salah karena menyukai orang yang sejak kecil sudah menjadi adiku?” tannyanya

sooyoung membuang nafas, dia mengusap pipinya yang basah karena air mata dengan punggung tangannya

entahlah, kenapa dia jadi sering menangis saat memikirkan junhong. baginya ini terlalu sesak untuk dirasakan.

“apa omma akan setuju jika aku mengatakan semua ini? apa omma setuju jika aku bersama junhong?” tanya sooyoung

sooyoung lagi-lagi tersenyum miris, “Anhi… itu semua tak akan terjadi….,aku tidak akan bisa bersama junhong…,”

“…………………..” sooyoung menunduk

“ dia…. sekarang sangat membenciku.. dia sudah punya yeojachingu yang lebih cantik dariku.. hikss..”

“…………………..”

“omma.. cepat bangun.. dan beri aku saran… , hikks… sekarang ini aku merasa menjadi yeoja paling bodoh di dunia..” kata sooyoung lagi, dia mengguncang lengan ommanya pelan

“…………………..”

“bodoh!!!” umpat sooyoung pada dirinya sendiri

“…………………..”

“dasar bodoh!!” ulangnya lagi

“…………………..”

“hhh…..bodohnya kau sooyoungie!!… kenapa kau menyukai junhong saat dia sudah tidak menyukaimu..?!!!” kata sooyoung penuh penyesalan

“ kenapa dulu kau selalu mengharapkan minhyuk dan mengabaikannya..?!” lanjutnya lagi, dia kembali menyeka air mata yang semakin lama jatuh semakin deras

“kenapa kau tidak bisa menjaga perasaanmu untuk minhyuk? bahkan dia tak pernah membuatmu menangis seperti ini!!”

“hiks…………………..” sooyoung kini mentap ke jendela, dia bisa melihat langit yang mulai mendung dan bersiap menurunkan butiran hujan kebumi

“omma… aku harus kuliah… aku akan kembali nanti malam… omma tidur saja dulu ne…” kata sooyoung, dia jadi terlihat seperti orang gila, berbicara sendiri sejak tadi

——

sooyoung menghentikan langkahnya saat dia melihat zelo dan sulli duduk dikursi taman sambil berangkulan. saat itu zelo menyadar kehadirannya. mereka saling bertatapan dingin

dia menghela nafas sejenak untuk menenangkan dirinya

“anggap dia tidak ada sooyoungie..” kata sooyoung pada dirinya sendiri, dia pun kembali berjalan sambil menatap lurus kedepan

“sooyoungie..” tiba-tiba seseorang datang dan merangkul bahu sooyoung

sooyoung tentu saja terkejut, dia langsung menoleh dan melihat minhyuk sedang tersenyum manis padanya

sooyoung sedikit heran dengan sikap minhyuk, memang minhyuk sering melakukan skinship dengannya, tapi jika seperti tadi, itu benar-benar bukan minhyuk yang sooyoung kenal.

minhyuk yang ia kenal selalu menyentuhnya dengan lembut dan malu-malu, bukan seperti tadi

“sooyoungie.. kau ingin ke rumah sakit?” tanya minhyuk riang

sooyoung hanya mengangguk, saat itu mereka sedang berjalan didepan zelo dan sulli.

meski sudah menahannya tapi sooyoung tetap mencuri pandang kearah zelo dan zelo juga sedang menatap remeh pada minhyuk dan sooyoung.

dengan begitu angkuh dia memalingkan wajahnya lalu tersenyum pada sulli, dia membelai rambut sulli dan melakukan segala kegiatan yang bisa menunjukan kemesraan mereka berdua

“sooyoungie.. “ panggil minhyuk lembut setelah mereka sudah berlalu dari hadapan zelo dan sulli

“nde?” tanya sooyoung sambil mendongak

“jangan melakukan hal yang membuat hatimu sakit….” kata minhyuk, ternyata dia menyadari jika sooyoung memperhatikan zelo terus sejak tadi

“hhmmm.. aku sedang mencobanya minhyuk-ah..” kata sooyoung sambil tersenyum miris

“BEEBB” sooyoung menghentikan langkahnya saat handphonenya bordering, dan otomatis minhyuk juga ikut berhenti

“nde yeobseyo..” sapa sooyoung

“sooyoung-ssi.. aku punya kabar untukmu.. ini tentang ommamu..”

“omma? ada apa dengan omma?” tanya sooyoung, minhyuk ikut menoleh seakan ingin tahu apa yang sooyoung bicarakan, begitu juga dengan namja yang ada dibelakang mereka.

“begini…nyonya.choi.. dia meninggal.. kuharap kau segera datang kerumah sakit”

DEG.

DEG..

DEG…

“bwo?!” tubuh sooyoung kaku seketika

“CTAKKK!!” handphonenya jatuh membentur jalan setapak kampusnya kerena tanganya terlalu lemah bahkan hanya untuk menggenggam handphone

“benarkah ini? omma? ommaku?”

“brukkk..!!” sooyoung jatuh terduduk, matanya membulat dan tatapanya berubah kosong

“sooyoungie.. ada apa?” tanya minhyuk, dia berjongkok disamping sooyoung dengan wajah khawatir

sedangkan zelo yang sebenarnya juga sadar hanya diam dan berusaha menguping perkataan mereka

“o..omm..omma…” sooyoung berbicara dengan suara parau, tenggorokannya tercekak hingga untuk berbicarapun sulit

minhyuk terbelalak, diapun berinisiatif mengambil handphone sooyoung yang terjatuh. mungkin saja penelphone itu belum menutup telphonenya

“sooyoung-ssi.. sooyoung-ssii..” benar, telephone belum terputus

“nde.. aku minhyuk, aku teman sooyoung.. ada apa sebenarnya?” tanya minhyuk

“aku dokter yang menangani omma sooyoung, aku ingin memberitahu jika omma sooyoung sudah meninggal… kuharap pihak keluarga segera datang mengurus jenazahnya” kata dokter itu dari seberang telephon

“b..bwo? me.. meninggal?” minhyuk tak kalah terkejutnya dengan sooyoung, begitu juga zelo yang masih bisa mendengar suara minhyuk

minhyuk menoleh pada sooyoung yang terlihat syok,tanpa bicara apa-apa dia meringkuh tubuh sooyoung yang terlihat sangat lemah

“sooyoungie… “ gumam minhyuk lembut,dia membelai rambut sooyoung dan berusaha menenangkan yeoja itu

dia pernah mengalami hal ini, tepatnya saat kematian appa sooyoung, dia ingat omma sooyoung dan junhong juga bertengkar hebat hingga omma sooyoung pingsan. dan dia menghibur sooyoung yang begitu sedih saat itu

“o..o..omma…” sooyoung tak bisa menangis, hanya suara parau yang terus memanggil omma yang bisa terdengar dar mulutnya.

“sebaiknya kita segera kerumah sakit sooyoungie…” kata minhyuk.

merekapun berdiri dan berjalan cepat menuju tempat parkir.

“me…ning…gal? o..mma?” gumam zelo terkejut, tubuhnya serasa melayang dan tak bertenaga, sungguh dia semakin membenci dirinya sendiri karena ini

dia ingin sekali berlari mendekat dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. tapi dia mengurungkan niatnya itu

“greebbbb” tiba-tiba sulli memeluk tubuh zelo dengan lembut dan mengusap punggung namja itu

“hikks….” zelo mulai terisak dibahu sulli

“semua akan baik-baik saja…” katanya pelan, berusaha menenangkan zelo

“kurasa ini sudah berakhir..”kata sulli sambil tersenyum

“menjauh atau tidak semua ini tetap terjadi.. jadi kembalilah padanya dan hibur dia…” lanjutnya

–*MNB*–

kai dan minhyuk hanya bisa menatap sedih kearah sooyoung. yeoja yang sedang duduk terdiam diantara dua makam

mereka bisa melihat sooyoung hanya diam dan terus menangis, menatap kosong kearah makam ommanya itu

bukan hanya sooyoung, kai dan minhyuk juga ikut sedih dan sesak karena itu.

“kau pulang saja dulu.. biar aku yang menunggunya” kata minhyuk

kai menggeleng, “bagaimana bisa aku pulang saat sooyoung noona masih dalam keadaan seperti itu..” kata kai

“kau tidak percaya padaku? aku akan menjamin dia pulang dengan selamat” kata minhyuk

kai lagi-lagi menggeleng, “kali ini izinkan aku untuk menjaganya juga… bukan hanya kau.. aku juga masih sangat menyayanginya..” kata kai

lalu mereka melihat sooyoung berdiri setelah sekitar tiga jam dia duduk disana

“sooyoungie..” panggil minhyuk pelan.

sooyoung berhenti, “kalian pulang saja dulu.. aku masih ingin pergi kesuatu tempat..” kata sooyoung lirih dan parau

“kau mau kemana noona? ini sudah hampir malam… dan kau naik apa nanti?” tanya kai pelan, dia tidak mau membuat sooyoung tersinggung

“jebal… “ hanya itu yang sooyoung katakan, mungkin dia terlalu lelah meski hanya mengeluarkan banyak kata

“baiklah.. tapi jika terjadi sesuatu jangan lupa telphon kami nde?” kata minhyuk, sooyoung mengangguk lemah

—–

sooyoung pov

aku menatap lurus kedepan, entah kemana kakiku ini menuju aku juga tidak tahu

yang kuinginkan sekarang adalah tidak ada, aku merasa seperti tak punya tujuan hidup lagi. aku sudah tidak mempunyai semangat bahkan hanya untuk bernafas

aku ingin sekali memejamkan mata, entah setelah itu mataku terbuka lagi atau tidak, aku tak perduli

aku lelah, aku sangat lelah, aku benar-benar ingin menyerah sekarang juga

terbesit pikiran untuk menyebrangi jalanan yang ramai itu, melakukan apa yang almarhum ommaku lakukan dulu

lagipula aku sudah tak memiliki siapa-siapa, dan kupikir tidak akan ada orang yang merasa kehilangan saat aku pergi, tidak akan ada orang yang menangis karena ini

“huuuuuuuuuffftttt…” aku membuang nafas panjang sebelum aku benar-benar menyebrang jalan itu

“Tuhan.. maafkan aku jika pilihanku ini salah.. “ batinku, lalu aku mulai memijakan kaki dijalan raya itu

“aku… hanya ingin beristirahat… “

“TIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNN!!!”

“beristirahat dengan tenang..”

“TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNN!!” aku sudah mendengar begitu banyak klakson yang berbunyi keras karena tindakanku, tapi aku tetap menyebrang dan menunggu sebuah mobil yang beruntung yang bisa menabrak tubuh manusia tak berguna ini

“HEY NONA CEPAT MINGGIRR!!!” pekik beberapa pengendara, tapi seolah tuli aku terus melangkahkan kakiku, semakin lama semakin pelan bahkan hampir berhenti

“BIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIMMMMMMMMM”

aku mendengarnya lagi, dan kali ini sangat dekat.

kuharap mobil ini, kuharap mobil ini benar-benar menabraku dan langsung mengantarku pada omma dan appa. kuharap aku benar-benar bisa beristirahat Tuhan

“TAPPP”

“DEG”

mataku terbelalak seketika saat seseorang memegang lenganku

“BRUKKK”

 

_ TBC _

 

hemeh, chapter ini roman-romannya kaga ada seneng-senengnya acan yak -_- sad semua masa

mian jelek, mian ga sesuai yang kalian inginkan, mian banyak typo, mian atas semua kesalahan pokoknya ya

tetep ditunggu tanggepannya, semakin banyak semakin semangat ngelanjutin yang lainnya ^,^

32 thoughts on “MY NAUGHTY BROTHER 2 (Chapter 3)

  1. khurotunnisa berkata:

    part ini ngenes banget sie
    kasian sama soo sampe nangis bacanya, tpi tetep keren koq
    yang nyelamatin itu siapa ?? zelo kah ??

    lanjut lanjut~

    ditunggu juga cherry blossom nya…

  2. Rizky Amelia berkata:

    Yahh siapa itu yg ditabrak zelo kah?? Aihh hidup soo eonni makin buruk aja
    Jadi sulli tu nda jahat ya cuma mereka ngejalanin skenario ajaa

    Next partnya ditunggu ya eonni^^

  3. beneran penasaran thor, emang lebih baik ibunya soo dibuat mati aja😛
    yah walaupun sekarang soo udah punya pacar tapi jangan patah semangat ya buat nulis ff nya🙂
    yang cepet juga publishnya😀

  4. Ve berkata:

    Baca MNB part 3 ga ada yang bahagia”nya, malah sedih terus.
    Tuh siapa yang nolong Soo eonni? Zelo kah?
    Jangan patah semangat nulis ff Sooyoung ya, thor!
    Di tunggu ff yang lainnya. Cepet publish ya, thor…
    Hwaiting!!!

  5. kyusoowon berkata:

    jangan2 yg nolong soo itu zelo ya….kasihan bgt sih hidup’a soo…zelo kejam amat meski dia ngejauhin soo demi soo jg tp cara’a terlalu kejam…

  6. tiara berkata:

    zelo jahat bgt sih, ea wlaupun eomma nya soo eoni melrng kan tp hrusnya dprjuangkan… Kshn kan soo eoni jdi mndrt ky’ gtu…

  7. campur aduk bacanya , di chapter sebelumny aku bacanya sedih trus seneng lagi dan sekarang full sedihnya TT #kau tarik ulur hatiku hingga sakit yang kurasa #abaikan ..
    sebel ama junhong sadisss kata katanya , walaupun karna sesuatu tap itu terlalu jahara buat soo dan buat yang baca heheh ini cerita debakkkk

    keep writing thor ^^

  8. fika berkata:

    Makin lama sooyoung makin menderita. Kasian soo eonnie. Semoga sooyoung dan zelo bersatu nantinya, amien….heheheh.

  9. kiki berkata:

    nyesel kan skarang zelo,
    udahlah zelo balik lagi jd yg dulu, kasian soo gak pnya siapa2 lagi,
    itu zelo bkan yah yg nylametin soo?

  10. uray allysia berkata:

    Zelo jahat banget kan kasian sooyoungnya huh btw ceritany makin seru nih eon aku jadi makin penasaran untuk chap selanjutnya

  11. nisa berkata:

    zelo aja udah gak mau deketin soo lagi eh kok ibunya sooyoung malah meninggal, kasihan banget sooyoung hidupnya jadi menderita banget…. untung aja minhyuk sama kai mau nemenin sooyoung, trus yang nyelametin soo siapa ya?? apakah zelo ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s