It’s All Lies (Oneshot)

Title       : It’s All Lies

Cast       :

  • Sooyoung SNSD
  • Youngjae B.A.P

Rating   : pg 15

Genre   : romance, sad, songfic

Song by : B.A.P

—-

Nb :

  • Maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
  • Maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • Semua cast punya kehidupan masing-masing

—-

anyeong readerdeul ^^

aku kembali dengan ff special ulang tahun Yoo Youngjae a.k.a istrinya suamiku a.k.a istrinya Daehyun*plakk

dihari special youngjae aku ga main protect2an dulu, semoga kalian ga main silent2an juga ya🙂

kalau ada yang belum tahu Yoo Youngjae B.A.P , ini dia orangnya:

1382994_613554252036823_1793293053_n

579700_643861829006065_466190876_n

BZwQdbvCMAE1STj.jpg largeqqqq

 

 

 

 

 

—-

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

ppp

Jangan tinggalkan aku,,sayangku…

~

Flashback

Youngjae mendesah kesal sambil menatap sooyoung

“youngjae-ya..mianhae… aku tadi harus menemui junh-“

“kau tahu aku sudah menunggumu selama 15 menit… apa kau tidak tahu jika aku masih harus memimpin rapat osis setelah ini” youngjae langsung menyahut kata-kata sooyoung dengan nada kasar yang biasa ia ucapkan

“mian..” Kata sooyoung menyesal

“apa yang kau inginkan?” Tanya youngjae ketus

Sooyoung kembali tersenyum menatap youngjae, dia segera duduk disamping youngjae

“youngjae-ya… aku membuatkan ini untukmu..” Sooyoung menunjukan sebuah gantungan kunci pada youngjae

Youngjae terdiam melihat gantungan itu, gantungan sederhana yang hanya dihiasi beberapa manik dan diujung gantungan itu terdapat huruf 2young

“aku membuatnya tadi malam.. Ini-“ belum selesai bicara lagi-lagi youngjae memotongnya

“two young?” Tanya youngjae sambil meraih gantungan itu,

dia mengangkatnya, memutarnya dan melihatnya dengan seksama

Sooyoung mengangguk pasti, “young untuk youngjae dan young untuk sooyoung, lihat aku juga memiliki satu yang sama dengan itu ^^” kata sooyoung sambil menunjukan gantungan yang sudah ia pasang dihandphonenya

“cih.. Menggelikan… kau tahu itu sangat kekanak-kanakan…” ejek youngjae

Sooyoung langsung terdiam

“tapi… aku hanya ingin… ada benda yang membuat kita saling mengingat satu sama lain” kata sooyoung pelan

“ya ampun sooyoungie… kita sudah kelas tiga SMA, coba pikirkan sesuatu yang lebih penting dan bermanfaat… sudahlah.. Aku harus segera kembali…, nanti kau pulang duluan saja” kata youngjae sambil memasukan gantungan itu kesakunya, lalu dia berdiri dan beranjak pergi

Sooyoung masih diam dan menatap gantungan di handphonenya. Dia masih ingat kemarin dia membuatnya dengan penuh semangat dan berharap youngjae akan menyukainya

Baru sekitar sepuluh langkah, youngjae menghentikan langkahnya, dia lalu membalikan badan dan kembali menghampiri sooyoung yang masih duduk terdiam

Youngjae memegang pundak sooyoung, menyebabkan sang pemilik pundak itu mendongak

“kenapa kau belum pergi?” Tanya sooyoung lemah

Youngjae tersenyum,“aku lupa memberikan ini..”

“chu~~” dia mengecup bibir sooyoung sekilas dan sukses membuat mata sooyoung terbelalak

“anyeong..” Kata youngjae sambil membelai pipi sooyoung pelan sebelum dia benar-benar pergi

End flashback

Youngjae membuang nafas berkali-kali, dadanya terasa sesak saat mengingat kenangan-kenangan bersama sooyoung

——

Sejujurnya, aku hanya orang yang jahat
sungguh seorang lelaki brengsek
aku tidak bisa menjadi lelaki yang baik
seperti inilah aku, sayang

~

Flashback

“tap” youngjae meraih lengan sooyoung dan menariknya paksa

“apa yang kau lakukan? Youngjae-ya.. Neomu appo..” Rintih sooyoung. Youngjae tak mengindahkannya

Setelah mereka sampai ditempat yang cukup sepi youngjae melepaskan genggamanya dengan kasar hingga sooyoung hampir terjungkal

“ahh…” sooyoung memegangi lengannya yang terasa sakit

“ada apa youngjae-ya.. “ tanya sooyoung lembut setelah itu

“kemarin aku menyuruhmu apa?” Tanya youngjae kasar. Sooyoung tersentak

Dia mengingat lagi apa yang kemarin youngjae katakan

“kau hanya menyuruhku pulang dan tidak mengganggumu..” Kata sooyoung

“ingatanmu sangat buruk choi sooyoung.. Kemarin aku menyuruhmu agar kau minta dijemput zelo,” kata youngjae

Sooyoung terdiam, “kemarin junhong mengantar omma ke myeongdong.. Jadi-“

“tappp bughh” youngjae meotong kata-kata sooyoung dengan mendorongnya ketembok

Youngjae mengunci tubuh sooyoung dengan kedua lengannya yang dia sandarkan pada tembok tersebut

“jadi kau minta daehyun yang menjemputmu eoh?” Tanya youngjae

“aku tidak memintanya.. Dia yang hmmmphhh…” belum selesai bicara, youngjae langsung membungkam mulut sooyoung dengan bibirnya. Dia menciumnya dengan kasar dan nafasnya memburu

Mata sooyoung membulat seketika. Biasanya dia suka saat youngjae menciumnya, dia akan mudah mlupakan perkataan kasar youngjae sete;ah itu.

Tapi kali ini dia sama sekali tak berniat membalas ciuman youngjae. Karena yang sekarang sangat kasar, sangat bernafsu, dan tak ada  cinta disana

Dia memberontak sekuat tenaga,

“tappp” dia mendorong tubuh youngjae

“plaakkk!!” Sooyoung menampar pipi youngjae cukup keras. Sedangkan youngjae hanya menatap sooyoung dengan nafas terengah-engah. Dia bisa melihat mata sooyoung menyiratkan kekecewaan yang mendalam

“apa kau menjadikanku yeoja chingumu hanya untuk kau ciumi seenaknya? Sedangkan aku bicara dan menjelaskan semuanya pun tak boleh… kau- sungguh…” sooyoung tak melanjutkan kata-katanya dan memilih untuk pergi

End flashback

—–

Sungguh bodoh, dan betapa pengecutnya aku
aku bahkan tidak bisa mengucapkan kalimat ‘aku mencintaimu’
tapi, aku fikir sekarang aku mulai mengerti tentang cintamu
arti dari kalimat ‘kembalilah padaku’

~

Flashback

Youngjae hanya menatap malas melihat sekeliling, pasar malam itu baginya terlalu ramai dan sama sekali tak menarik

Dia menoleh pada sooyoung yang terlihat sebaliknya, wajahnya terlihat senang dan ceria.

Karena memang ini pertama kalinya mereka berkencan setelah setengah tahun mereka menjadi sepasang kekasih

“dia terlihat sangat senang” batin youngjae.

Lalu dia melihat sekeliling kembali

Tidak seperti pasangan lainnya, mereka berdua hanya berjalan beriringan tanpa ada skinship sama sekali.

Jangankan berrangkulan, begandengan tangan saja mereka tidak

Kini dia menatap tangan sooyoung. Perlahan dia mendekatkan tangannya pada tangan sooyoung dan berniat menggenggamnya

“youngjae-ya.. Ayo kita membeli permen kapas..” Sooyoung tiba-tiba menoleh, membuat youngjae terkejut dan segera mengurungkan niatnya

Youngjae menatap sooyoung sejenak sambil mengerjapkan mata

“ada apa?” Tanya sooyoung heran

“tidak.. Ayo..” Kata youngjae lalu berjalan duluan

End flashback

——-

Semuanya hanya kebohongan,
tentang aku yang bisa melupakanmu
aku yang paling tahu,
aku yang begitu mengenal dirimu
mengenalmu begitu baik dibanding dari siapapun
bukankah kita saling mencintai

~

@halte

Youngjae pov

Aku melihatnya,dia berjalan dipinggir jalan raya tanpa menatapku. Akupun berusaha acuh dan tetap fokus pada buku yang sedang kubaca.

Dalam hati, aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku tetap baik-baik saja meski tanpa sooyoung disisiku

Aku masih mendapat nilai bagus, fansku disekolah pun malah semakin bertambah setelah mereka tahu aku sudah putus dengan sooyoung

“tiiiiiiiiinnnnn” aku langsung mendongak.

Benar, aku salah, aku tetap mencuri pandang kearahnya, secuek apapun aku padanya, aku sungguh mencintainya, aku sungguh masih mencintainya

——

Aku tidak memiliki keberanian,
aku yang tidak bisa melupakanmu
katakan ini hanya sebuah lelucon
katakan ini hanya sebuah candaan
tidakah kau lihat aku menangis, sayang,..

~

Bahkan dibandingkan dirinya, aku lebih dahulu tahu jika seorang pengendara motor yang ugal-ugalan hampir menyerempetnya

Aku langsung berlari menghampiri sooyoung yang jatuh tanpa ada seorangpun yang mau menolongnya

Aku membantu sooyoung berdiri, “sooyoungie.. Gwenchanayeo?” Tanyaku padanya

Tapi dia segera mengibaskan tanganku yang memegangi lengannya, dia seakan jijik dan menganggapku seperti kuman yang tidak boleh dipegang

“..gomawo aku baik-baik saja..” Kata sooyoung singkat lalu beranjak pergi. Dia berjalan dengan terpincang, membuatku semakin khawatir padanya

“sooyoungie.. Kakimu berdarah.. Ayo kita mengobatinya terlebih dulu..” Kataku

Dia terdiam sambil menatapku, “kau pernah membiarkanku hampir mati kedinginan dibawah salju.. Kenapa hanya seperti ini saja kau perduli..? Sudahlah.. Jangan berbuat baik padaku.. Ini tak akan merubah apapun” kata sooyoung lalu beranjak pergi meninggalkanku

“sooyoungie.. Tunggu dulu..” Aku mengejarnya dan meraih tangannya

“ada apa lagi?” Tanya sooyoung malas

“jebal, dengarkan aku dulu…” kataku memohon

“apa yang perlu kudengar darimu yoo youngjae? Kau mendapat nilai bagus lagi hari ini? Atau salah satu penggemarmu menghadiahkan sebuah buku ensiklopedi bahasa jepang?” Tanya sooyoung, dia mengatakan semua yang biasanya aku katakan saat kami bersama dahulu

Aku hanya diam, kurasa aku terlalu banyak meninggalkan luka dihatinya

“aku bukanlah yeojachingumu lagi yoo youngjae.., aku bukan lagi bonekamu yang kau perlakukan seenaknya, aku bukan yeoja bodoh yang selalu mendapat marah darimu… kita sudah putus… kau lupa?” Katanya tajam lalu segera pergi

“grebb” tanpa pikir panjang aku meringkuh tubuhnya, dan ini yang kedua kalinya dalam hidupku aku memeluk sooyoung

“sooyoungie..jebal jangan seperti ini.. Ini sangat menyiksaku” kataku tepat ditlinganya

Aku bisa mendengar dia menghela nafas panjang, dan setelah itu dia mendorongku pelan lalu menatap mataku sejenak

“aku akan mengulanginya sekali lagi yoo youngjae.. Kita- sudah- putus..!” Katanya lalu beranjak pergi

—–

Bertemu perempuan lain tidak berarti apa – apa bagiku
aku matikan handphone,
berbohong dengan pura – pura tidak melihat telfonmu
dulu, aku tidak mengerti tentang makna cinta tanpa syarat
dan dijalan perpisahan ini, dimana kita tidak memiliki jalan kembali

~

Flashback

“i got a power~ we got the power~”

“takkk!!” Aku meletakan pencil yang sedang kupegang lalu menoleh pada handphoneku yang bordering. Aku bisa melihat ada nama choi sooyoung disana

“ahh molla…” kataku kesal, aku tak menghiraukan panggilan itu dan kembali fokus pada buku sains yang sedang kupelajari

Beberapa minggu lagi aku memang akan mengikuti olimpiade sains, jadi aku harus belajar ekstra keras agar aku mendapat juara.

Dan aku janji, setelah olimpiade ini selesai aku akan memperlakukan sooyoung layaknya kekasih, aku akan mengajaknya kencan, melakukan hal-hal romantis denganya dan aku akan berbuat lebih baik padanya

*keesokan harinya*

“bugghhh” aku langsung jatuh tersungkur saat zelo tiba-tiba memukul wajahku

“ ya bwohaneungeoya?” Pekiku pada adik sooyoung itu

“ zelo.. Tenanglah..” Kata daehyun yang berusaha menahannya

“ kau!! Kau namja keparat!! Aku sudah lama diam dan membiarkanmu memperlakukan noonaku seenaknya.. Tapi sekarang sudah cukup!! Kau sudah sangat keterlaluan!!” Umpat zelo, wajahnya terlihat begitu benci padaku

“ apa maksudmu?” Tanyaku tak mengerti

“ kau masih bertanya apa maksudku eoh? Seharusnya aku bertanya apa maksudmu mengajak sooyoung noona kencan tapi kau malah tidak datang!”

“deg”

“tadi malam?” Batinku

“ kau tahu? Dia hampir membeku karena menunggumu dibawah salju!!! Yoo youngjae dimana hati nuranimu hahh?!” Tanya zelo, dia meraih kerahku dan berteriak didepan wajahku

Aku semakin tersentak, “ya tuhan, aku lupa jika tadi malam aku membuat janji dengan sooyoung” batinku

“aku akan melepaskanmu! Tapi hari ini juga kau harus memutuskannya!” Kata zelo

Aku hanya diam, sungguh hatiku langsung gelisah memikirkan perkataan junhong barusan

——-

Meskipun saat ku menggenggam tanganmu,
dan itu tidak berarti apa – apa untukmu
aku hanya ingin menyembuhkan luka dihatimu
aku tidak bisa membiarkanmu pergi
aku tidak bisa membiarkanmu pergi semudah itu
karena ku fikir, aku tidak bisa melakukan apapun tanpamu

~

Normal pov

Sooyoung menghentikan langkahnya saat seseorang menghalangi jalannya.

Dia minggir tanpa menatap orang itu, tapi ternyata orang itu mengikuti langkah sooyoung

Sooyoung akhirnya mendongak,

“apa?” Tanya sooyoung dingin

“apa kau kemarin pulang dengan selamat?” Tanya youngjae basa-basi

“bukankah kau jenius.. Kau lihat sendiri aku sedang berdiri didepanmu.. Jangan bertindak bodoh seperti yeoja bernama choi sooyoung, yoo youngjae” kata sooyoung dengan wajah penuh kemarahan

“sooyoungie.. Aku kemarin sungguh lupa… ayolah kenapa kau jadi pemarah seperti ini” mohon youngjae. Dia meraih tangan sooyoung tapi sooyoung segera mengibaskannya

Sooyoung tersenyum, “aku lupa.. Kau orang jenius, mana kau punya waktu untuk pergi menemui kekasihmu meski dia kedinginan dibawah salju sekalipun..” Kata sooyoung

“sooyoungie..” Suara youngjae melembut

“kenapa kau tak mengajaku bertemu di sungai han saja agar aku mati kedinginan dan hanyut sekalian disana.. Bukankah kau jadi tenang? Tidak akan ada lagi yeoja cerewet yang mengganggu belajarmu…” kata sooyoung

“kenapa kau bicara begitu?” Kata youngjae

“aku memang sooyoungie yang bodoh, tapi sebodoh-bodohnya aku.. Aku tak pernah mengingkari janji yang kubuat sendiri.. Jika kau tak berniat mengajaku kencan..bicara saja.. Atau setidaknya kau tetap datang meski terlambat sekalipun…, tapi apa? Kau menjawab telfonku pun tidak!!” Kata sooyoung dengan air mata yang mengalir dipipinya

“sooyoungie.. Sungguh.. Aku kemarin-“

“sudahlah youngjae-ya.. Aku lelah! Sebaiknya memang hubungan kita cukup sampai disini” kata sooyoung lalu beranjak pergi.

“deg”

Youngjae tersentak mendengarnya, jantungnya serasa berhenti dan telepas dari tempatnya

End flashback

——

Jangan berbohong, dengan mengatakan semuanya telah berakhir
kau yang begitu membenciku, membenciku
bahkan tak sudi untuk memandangku
tidak sepatah katapun kau ucapkan

~

Youngjae tetap menututi langkah sooyoung, membuat sooyoung risih karenanya

“sooyoungie kakimu harus di obati..” Panggil youngjae sambil berusaha meraih tangan sooyoung

Sooyoung tak menghiraukannya,dia mempercepat jalannya meski kakinya sedang terpincang sekarang.

Dan dia tahu youngjae akan dengan mudah mengejar langkanya

“greebbb” youngjae segera meringkuh tubuh sooyoung dari belakang

“jebal sooyoungie.. Jangan tinggalkan aku.. Beri aku kesempatan… aku tidak bisa hidup tanpamu,,,” kata youngjae lirih. Tanpa terasa air matanya jatuh dan membasahi baju sooyoung

Sooyoung yang menyadari hal itu tentu saja terkejut. Seumur hidupnya baru kali ini dia tahu jika youngjae menangis, dan itu karena dirinya

“aku lelah youngjae-ya… kau dan aku.. Adalah ketidak cocokan alami… , aku tidak bisa menjadi apa yang kau inginkan..” Kata sooyoung

Youngjae hanya terisak sambil mengeratkan pelukannya

“aku janji aku akan berubah.. Tolong beri aku kesempatan.. Aku tidak bisa hidup tanpamu sooyoungie… jebal hikss….” Kata youngjae lagi

“aku tidak bisa.. Semua sudah berakhir..” Kata sooyoung

“jangan mengatakan hal itu! Kita adalah sepasang kekasih.. Aku belum pernah membuatmu bahagia.. Jadi biarkan aku menebus semua kesalahanku..” Kata youngjae

“terlambat yoo youngjae.. Aku- sudah-tak- mencintaimu-“ kata sooyoung

Dia melepaskan pelukan youngjae lalu pergi begitu saja tanpa menatap namja yang kini jatuh terduduk

“saranghae.. Choi sooyoung.. Hikss” kata youngjae lirih. Dia jatuh berlutut sambil menunduk

“saranghae.. Choi sooyoung.. Hikss…” ulang youngjae. Dia menangis meratapi penyesalan yang mendalam di hatinya

Aku tidak memiliki keberanian,
aku yang tidak bisa melupakanmu
aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan aku
jangan pergi, karena aku begitu mencintaimu
tidak kau lihatkah aku menangis, sayang,..
Jangan tinggalkan aku sayang….

Youngjae pov

“saranghae.. Choi sooyoung.. Hikss…” ulangku sambil menangis. Entahlah aku sama sekali tak perduli dengan orang-orang yang lewat.

Aku memang yoo youngjae yang jenius, yang memiliki iq diatas rata-rata, yang begitu mudah menyelesaikan soal-soal sulit dalam waktu singkat.

Tapi aku benar-benar bodoh dalam hal cinta, aku benar-benar namja paling bodoh karena menyia-nyiakan gadis sebaik sooyoung, aku benar-benar namja bodoh yang selama berpacaran dengannya tak pernah mengatakan saranghae, yang kukatakan hanya umpatan-umpatan yang tak seharusnya kulontarkan padanya

“saranghae.. Hiks… saranghae choi sooyoung.. Jongmal saranghaeyo..” Ulangku lagi, meski aku yakin sooyoung tak akan mendengarnya, meskipun mendengarnya, sooyoung akan tetap membenciku

“nado saranghae.. Yoo.. Youngjae..” Mataku membulat saat tiba-tiba aku mendengar suara lembut seseorang yang aku kenal

Aku mendongak, dan aku semakin tak percaya dengan apa yang kulihat saat ini

Seorang yeoja tinggi yang tersenyum menatapku dengan sebuah kue tart ditangannya. Disana terdapat lilin bertuliskan 19 tahun berwarna orange. Warna kesukaanku.

“ch..choi sooyoung..ba.. Bagaimana…kau?” Aku masih menatapnya tak percaya,

Dia hanya tersenyum lalu ikut berlutut didepanku, dia menatapku dengan tatapan yang sangat berbeda dengan yang tadi. Kali ini sungguh lembut dan menenangkan hatiku

“saengil chukkahamnida yoo youngjae.. Nado saranghaeyo ^^” kata sooyoung lagi.

“CHU~”

Dia mendekatkan wajahnya padaku lalu mengecup pipiku dengan bibirnya yang lembut. Membuat hatiku seperti ditetesi embun yang sangat menyejukan, tapi juga membuat jantungku bedebar-debar tak karuan

Lalu kami bertatapan cukup lama, dia hanya tersenyum melihatku kebingungan

——

“jadi.. Semua ini hanya kebohongan? Ini semua lelucon untuk hari ulang tahunku?” Tanyaku padanya.

Dia sibuk membuka makanan yang ternyata sudah ia siapkan entah sejak kapan, lalu dia meletakanya di tengah-tengah karpet kecil tempatku dan dia duduk saat ini.

Dia tertawa kecil, dan menampakan lesung pipitnya yang samar-samar

“ ya tuhan semoga aku masih tetap dan akan selalu bisa melihat tawanya yang manis itu” batinku

“kau takut jika aku benar-benar meninggalkanmu eoh?” Tanya sooyoung lagi. Dia meliriku sebentar lalu kembali menata makanan-makanan yang terlihat menggiurkan itu

“choi sooyoung ishh kau benar-benar membuat hatiku dan jantungku jadi tak karuan..” Kataku kesal sambil mencubit kedua pipinya yang chuby

“yaaaaa~~ appooo~~” katanya merintih. Akupun segera melepaskan tanganku darinya

“tentu saja! Wajahmu terlihat benar-benar marah! Kau terlihat benar-benar membenciku” kataku

Dia terkekeh, “aku tak bisa membencimu yoo youngjae…” katanya.

“Ya Tuhan, bagaimana dia bisa bicara seperti itu sedangkan aku saja selalu mengumpatnya” batinku

“ tapi berarti kau juga lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunmu?” Tanyanya lagi

Aku mengulum senyum tapi juga menatap kesal padanya, “yang aku ingat hanya choi sooyoung dan choi sooyoung!! Aku tidak punya waktu untuk memikirkan ulang tahunku sendiri” kataku kesal

“mianhae.. ^^ “ hanya itu yang ia ucapkan. Selalu itu yang ia ucapkan meski dia tidak melakukan kesalahan

“sudah semua.. Sekarang buat permohonan dan tiup lilinya..” Kata sooyoung setelah itu. Aku mengangguk

“tapi aku ingin kita yang meniupnya bersama.. Nde?” Ajaku

“a.. Aku juga?” Tanyanya. Sepertinya dia sedikit terkejut akan ajakanku.

Aku mengangguk pasti

“baiklah..” Katanya.

Akupun mengepalkan kedua tanganku dan memanjatkan doa pada Tuhan.

“hana.. Dul.. Set..” Aku menghitung dan saat hitungan ketiga kami meniupkannya lilin itu bersama

Setelah itu kami tersenyum satu sama lain

Aku terus menatapnya, senyumannya yang begitu manis, senyum yang tak akan pernah kusia-siakan lagi.

Sungguh, ini adalah ulang tahun terindah yang pernah ku alami. dan aku tak akan melupakannya

“tapi tunggu… “ tiba-tiba dia berhenti tersenyum, dia mendekatkan wajahnya untuk menatapku lebih jelas

“ke.. Kenapa?” Tanyaku gugup

“kau benar-benar yoo youngjae kan?” Tanya sooyoung pelan. Aku mengeryit

“memang ada yang salah denganku eoh?” Tanyaku

“aku baru tahu jika yoo youngjae bisa menangis xixixixi..” Ejeknya.

Aku mengulum senyum lagi, “hey.. Aku menangis juga karena siapa? Ishhhh…” kataku kesal sekaligus malu

“hihihihi..” Dia terkikik lagi. Begitu imut, begitu cantik, membuatku ingin mencubit pipinya saja

Karena kesal aku langsung mengambil krim yang melapisi kue tart tadi.

Aku mengambilnya cukup banyak lalu kuoleskan tepat dibibirnya. Dan dia tentu saja terkejut

“tapp”

“chu~~”

Apalagi dengan gerakan cepat aku langsung memakan krim itu dan secara otomatis bibir kami bersentuhan.

Aku membersihkan krim yang ada dibibirnya dengan bibirku. Aku menahan senyum dan terus mencium sooyoung meski krim yang ada dibibirnya telah habis

Setelah itu aku kembali duduk normal dan menatapnya,dia mengerjapkan  matanya beberapa kali.

Aku bisa melihat wajahnya merona merah karena perlakuanku barusan

Dia menatapku sejenak, lalu tiba-tiba dia meraih leherku dan dia melakukan apa yang baru saja kulakukan padanya.

Ternyata dia membersihkan krim yang tersisa dibibirku, dan sekarang wajahku  lah yang memerah karenanya

“kau pikir aku tidak bisa membalasmu?” Katanya lalu tersenyum penuh kemenangan

“jinjja? Kalau begitu coba balas aku “ kataku. Aku segera memakan kue tart itu dan aku sengaja membuat krim itu menempel dibibirku cukup banyak

Sooyoung mengulum senyum.

lalu ia mendekatkan wajahnya padaku, dia memejamkan matanya yang indah itu lalu membersihkan krim yang ada dibibirku dengan bibirnya

bukan hanya membersihkan, tapi lama kelamaan bibir kami mulai berpagutan dan kami saling membalas. meluapkan segala emosi cinta yangs ejak dulu hanya di pendam dan begitu gengsi untuk di ungkapkan

sungguh, Ini adalah kebohongan yang membuatku bahagia

Aku berjanji aku akan memperlakukan sooyoung dengan baik, sebaik apa yang dia lakukan padaku, setulus dan setegar hati sooyoung saat dia menghadapi sikap keras kepalaku

“choi sooyoung.. Saranghaeyo..” Bisiku padanya

*** THE END***

gimana readerdeul, mian membosankan, mian banyak typo, dan mian banyak sekali kesalahan

tetap ditunggu tanggepannya ya ^^

dan ini bonus profil Yoo Youngjae B.A.P

Nama    : Yoo Youngjae

TL          : 24 Januari 1994

Posisi     : Lead vocal

tinggi     : 178 cm

matoki  : JokoMato (Kuning)

Julukan : B.A.P Brain

1510846_515011201947450_1279352248_n

vlcsnap-2014-01-23-10h16m49s223

1497777_643845555674359_406343972_n

~~saengil chukhahamnida yoo youngjae :*~~

22 thoughts on “It’s All Lies (Oneshot)

  1. twoyeosin berkata:

    94? beda 4 taon dong ma sooyoung
    tapi.. gak apalah ya kan
    cucok.
    tapi aku lebih dapet kalo sooyoung dipasangin ma bang yongguk. oppa ku🙂
    tapi keren kok.

  2. awalnya sedih bnget bca ff ini kirain bkal sad ending😀 ending nya sweet bnget kkk~ . chingu klau bisa buat lgi dong ff nya sooyoung – yongguk. entah knpa aku mlai ska ama yongguk /? .setiap aku liat foto B.A.P aku pasti nyari nya yongguk (ama zelo juga sih😀 ) *kenapa jadi curhat (?) * .ok ditunggu kelanjutan ff mu lainnya^^

  3. nggak nyangka ff-nya bakal happy ending, kirain sad padahal nyaris aja udah mau mewek :’
    gegara baca ff-nya kakak aku lama-lama jadi paham BAP wkwk
    ff lainnya ditungguin kaak😀

  4. winda berkata:

    Awal baca nyessek banget, bikin aku terharu,.
    Ehhh, ending.nya so sweet bangett..
    Oh iya, baru pertama kali baca ff sooyoung ma youngjae, tapi aku suka ^^..

  5. ve berkata:

    Pas pertama baca nyesek… Bikin mau nangis. Kirain ending nya bakal sad, eh ternyata sweet.
    Nggak nyangka kalau itu bagian dari kebohongan nya Soo eonni buat ultahnya Youngjae.
    Feelnya dapet, dan aku suka ff ini^^
    Walaupun sebenernya lebih suka kalau Soo eonni di pasangin sm Zelo atau Daehyun sih. Tapi ttp suka kalau Soo eonni di pasangin snm member BAP^^
    Makasih jg buat bonus profilnya youngjae
    Ngomong-ngomong aku sm youngjae ultahnya gak beda jauh kalau youngjae 24 aku 25 *kgkadaygnanya T__T #abaikan

    Di tunggu ff lainnya^^

  6. feel nya dapet banget thor,
    apalagi lagunya..
    nyess banget dihati😛
    sooyoung yongjae bagus juga kok thor kalo dicouplein
    lain kali bikin ff crack nya mereka aja. hehe😀

  7. fika berkata:

    Kirain ini ff sedih dan bakal sad ending, gataunya cuma di kerjain toh…. Eonnie hebat nih, FF-nya slalu bagus

  8. Soohaelin berkata:

    Yuhuuu, yongjae ketakutan itu:D tapi sebenernya dia sayang cuman gengsi yah? Eleh, soo ternyata cuman ngerjain yongjae yg lagi ultah. Kasian tuh anak nangis kekeke:D nice ffnya😉

  9. Whooaa… Aku kra bkalan sad ending .. Hufftt trnyata cuma kebohongannya soo krn youngjae ulng thun..🙂

    iissh.. –‘ tpi aku tetep sebel sma youngjae.. Tega bngt gituin sooyoung, jahat bngt smpe2 soo kdinginan nungguin dia, wlaupun youngjae lupa, tpi ttep aja bkin kesel,

    keren thor ffnya, endingnya gk keprediksi, akunya jga gk ngeh lgi sma jdul ffnya,😀 aku kra kbongan youngjae ke soo, trnya bukan😀

    nice ff😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s