COMPLETE

TITLE : COMPLETE

CAST :

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Lee Minhyuk BTOB

GENRE : romance

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan(typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • ff just for fun
  • don’t be plagiat, don’t be siders

—-

anyeong readerdeul ^^ maaf baru bisa update, ini ff special riquest dari salah satu reader setia blog ini hehehe

lagi-lagi alasannya karena saya sudah kelas 3 jadi udah lebih sibuk ngurus tugas sekolah, mian ya /bow/

maaf juga belum update ff hajima/CB/MNB soalnya ff itu terlalu complicated, aku jadi bingung sendiri ngelanjutinnya *plaakkk

—-

Happy reading and don’t be siders ^^

—-

 thgynbh

Di cuaca sepanas ini seorang gadis masih terlihat bersemangat dan bahagia dengan kegiatannya

Dia masih asik mendengarkan mp3 dengan headphonenya, bahkan dia sesekali ikut menggoyangkan tubuhnya dan mengikuti lirik lagu yang sedang ia dengar itu

“lihat dia..! Dia gadis ter aneh yang pernah kulihat di kampus ini..” Gumam naeun pada teman-temannya yang memang sedang duduk tak jauh dari sooyoung

Hanya anggukan dan tatapan heranlah yang di tunjukan teman-teman jieun tersebut

“apa dia benar-benar kakak zelo?..” Lanjut eunji

“ku rasa tidak… bahkan sifat mereka berbalik 180 derajat” lanjut naeun

Dan masih banyak lagi hujatan yang terlontar dari teman-teman satu kampus sooyoung

“dasar..!!” Gumam sooyoung pelan sambil tersenyum.

Meski tidak memperhatikan, sooyoung tetap bisa mendengar semuanya. Dia sengaja merusak satu speaker headphonenya agar dia bisa mendengar ejekan orang –orang itu

Kenapa? Ya… karena baginya ini sangat menyenangkan

“tap!”

Sooyoung mendongak saat seseorang tiba-tiba mengambil headphonenya

“berhenti menyiksa dirimu sendiri! Kau benar-benar mirip orang gila kau tahu!” Umpat peniel dingin

“yak!! Berikan padaku! “ kata sooyoung kesal, ia berusaha mengambil headphone kesayangannya itu.

Meski sooyoung termasuk yeoja tertinggi dikampus,tapi  tetap saja peniel lebih tinggi dan dia terus meninggikan headphone sooyoung agar sooyoung tak bisa  meraihnya

“aku akan memberikannya, tapi kau janji setelah ini kau langsung pulang!” Kata peniel sambil menatap sooyoung

Sooyoung mendengus, “kau ini! Aku yang mendengar.. Aku yang di ejek.. Jadi apa masalahmu?”

peniel mengeratkan giginya, “kau ini benar-benar ya! Jika kau-“

“hey pen.. Ayo kita pulang! Kurang kerjaan sekali kau mengurusi gadis fr**k seperti dia!” Sahut seseorang

Tiba-tiba segerombol orang lewat di dekat mereka. Sooyoung dan peniel langsung berhenti dan beralih menatap minhyuk, namja yang baru saja berbicara

“setidaknya aku berani kemana-mana sendiri.. Tidak hanya saat ada teman saja…” gumam sooyoung pelan, agar tidak ada yang mendengarnya

“bwo?!” Pekik minhyuk marah

Ternyata dia mendengar apa yang dikatakan sooyoung. Mungkin karena kupingnya setajam kelelawar

Sooyoung lagi-lagi hanya mendengus,

“apa.. ?!” Tanya sooyoung sambil menatap minhyuk kesal

Dia sama sekali tak takut dengan siapapun di CUBE university ini. Karena saat dia berdiri sendiri pun dia bisa melakukan apa-apa

“kenapa kau marah.. Bahkan aku tak menyebutkan satu namapun dari kalian!” Kata sooyoung lagi

“cihh.. Tidak bisa dipercaya..!!” Kata minhyuk sambil mendesah kesal

“ya..! choi sooyoung.. Bukankah kau menyukai minhyuk? Kenapa kau selalu membantahnya dan mengejeknya?” Tanya ilhoon

Sooyoung hanya menjulurkan lidahnya, dia tak menjawab karena semua yang dikatakan ilhoon adalah benar

“gadis ini benar-benar aneh.. Saat ada seseorang yang bicara begitu dia harusnya malu atau blushing..” Batin minhyuk setelah dia melihat ekspresi wajah sooyoung barusan. Dia terus menatap sooyoung dingin

“eeiiiyyy sudah sudah.. Kalian berdua ini selalu saja bertengkar saat bertemu! “ kata peniel mengalihkan, dia menarik bahu sooyoung agar sooyoung tidak langsung berhadapan dengan minhyuk

minhyuk hanya diam melihatnya, sedangkan sooyoung hanya menurut pada peniel

—***—

Sooyoung menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri

dia terus melihat tulisan yang tertempel di lokernya

“apa bacanya ini?” Gumamnya, tentu saja dengan wajah polos

“bi-t-ch- fu- fu-fuck-? Fuck itu apa?” Gumam sooyoung sambil menggaruk kepalanya karena bingung

“fu- fuk- fuck bi- bit- tch? Ahh apa sih bacanya? Kenapa sulit seperti ini…” kata sooyoung sambil menggebrak lokernya pelan karena frustasi

Diapun menoleh ke sekeliling, dia mencari seseorang yang mungkin tahu tentang maksud tulisan itu

“siapa yang menulis ini? Sebaiknya aku bertanya… mungkin ada yang tahu apa bacanya..” Kata sooyoung sambil menoleh kesekeliling koridor itu

Lalu tatapannya terhenti pada seorang namja yang berjalan kearah loker

“aigoo.. Kenapa harus dia..” Gumam sooyoung pelan saat menyadari jika orang itu adalah minhyuk

minhyuk melirik sooyoung sebentar dengan tatapan dingin lalu kembali menatap lurus ke depan. Lalu dia berhenti di depan lokernya yang berada tak jauh dari sooyoung

“psssttt..”

“…….” Tak ada tanggapan

“pssssttttt… “

“…….”minhyuk mengernyit lalu menghentikan kegiatanya saat ia mendengar sebuah bisikan, tapi dia tak menoleh meski dia tahu siapa orang yang melakukan hal itu

“tidak terdengar lagi” batinnya. Diapun kembali membuka lokernya dan berniat mengambil buku-buku yang ada di sana

“psssttt… pssssstttttttttttt..”

“pssssssssssssssssssttttt….”  Suara itu semakin keras dan panjang

minhyuk membuang nafas malas. Akhirnya dia menoleh pada pemanggil itu, benar dia adalah sooyoung

“apa?!” Tanya minhyuk kesal

Sooyoung diam sejenak, dia menoleh kekanan dan kekiri untuk memeriksa apakah ada orang atau tidak

“lee minhyuk… bisakah kau kemari sebentar..?” Tanya sooyoung sambil melambaikan tangan pada minhyuk

“wae? Kau mau apa?!” Tanya minhyuk curiga

“sebentar saja… jebal ini sangat penting..” Kata sooyoung

minhyuk terdiam menatap sooyoung, “gadis aneh ini benar-benar..” Batinnya

Dengan enggan dia berjalan mendekat pada sooyoung

“apa maumu?” Tanya minhyuk lagi

“coba lihat ini… seseorang menempelkan ini tadi.. Tapi tulisannya benar-benar jelek seperti anak tk yang baru belajar menulis.. Jadi aku tidak tahu apa bacanya..” Kata sooyoung panjang lebar

minhyuk mengernyit, diapun melihat apa tulisan itu.

Sebenarnya tulisan itu bukan jelek, tulisan itu hanya berbentuk grafity sehingga sooyoung tak bisa membacanya

Dan setelah dia selesai membaca, matanya langsung membulat seketika

“kau tak tahu maksudnya?!” Pekik minhyuk tak percaya

Sooyoung mengernyit lalu menggeleng, “apa bacanya?” Tanya sooyoung penasaran

minhyuk membuang nafas, “kau sungguh tak tahu.. Atau pura-pura tak tahu?” Tanya minhyuk

“aku sungguh tak tahu.. Cepat katakana apa bacanya!” Kata sooyoung yang terlihat semakin penasaran

minhyuk membuang nafas, “ini adalah umpatan yang sangat tidak patas di ucapkan..” Kata minhyuk pelan

“benarkah? “ Sooyoung malah terlihat antusias

“Wah aku harus mencatatnya..”  dia bahkan segera membuka tasnya dan mengambil buku notenya

minhyuk hanya menatap heran, “gadis macam apa di depanku ini?” Batinnya

“kenapa kau mencatatnya?” Tanya minhyuk

“agar aku semakin tahu mana saja orang yang membenciku di kampus ini.. ^^” kata sooyoung

“dasar bodoh! Kau jangan mencatatnya! Ini sangat buruk bahkan hanya untuk ditulis..” Kata minhyuk

“biarkan saja.. Lagipula hanya aku yang membacanya…” kata sooyoung lalu menjulurkan lidahnya, dia lalu melanjutkan menulis kata-kata tadi di buku notenya

“ishh dasar keras kepala!!” Kata minhyuk, dia berusaha merebut buku itu

“tappp”

“shheeettt”

Sooyoung yang terlambat menyadari hal itu langsung reflex mengangkat bukunya

“brukkk”

Tapi sayang sekali buku itu malah terpental dan terjatuh

Dan kini keduanya menatap buku note sooyoung yang beberapa kertas di dalamnya menjadi berserakan

“DEG”

“itu..” minhyuk terdiam menatap salah satu gambar di kertas-kertas tadi. Sooyoung ikut menoleh

“kau.. Menggambarku?” Tanya minhyuk tak percaya, kini tatapanya beralih pada sooyoung

Sooyoung hanya diam, kali ini dia tak tahu apa yang harus ia katakan

bukannya dia malu, karena semua orang bahkan minhyuk sendiri memang sudah tahu jika dia menyukai minhyuk

Tapi untuk mengakui dan menunjukan perasaanya pada minhyuk itu sungguh sangat sulit baginya

Tanpa bicara apa-apa dia berjongkok dan membereskan kertas-kertas tadi

Dia pergi begitu saja meninggalkan namja yang kini terdiam membisu

Entahlah, minhyuk juga tak tahu bagaimana perasaannya sekarang

—***—

“hai yeoja aneh!” Ejek beberapa namja saat sooyoung lewat

“hai ^^” balas sooyoung ceria, dia bahkan melambaikan tangan pada namja-namja itu

“dasar aneh..” Ejek salah satu dari mereka

“gomawo!” Teriak sooyoung yang masih mendengar ejekan tadi meski jarak mereka sudah cukup jauh

Dia menoleh kebelakang untuk melihat ekspresi orang-orang tadi yang pasti kesal karena gagal membuatnya kesal

“hahaha kalian pikir aku akan marah semudah itu.. Xixixixixi..” Sooyoung terkikik sendiri. tentu saja, dia memang selalu sendiri

“brukkkk!!”

Tapi sialnya dia jadi menabrak seseorang hingga terjatuh karena tak melihat jalan

“aarrggghh kau lagi kau lagi! “ kata orang itu yang tak lain adalah minhyuk

Sooyoung mendengus, “ kau pikir aku senang bertemu denganmu terus.. Kau selalu mengumpatku issshh..” Kata sooyoung sambil menatap minhyuk kesal

Dia beranjak berdiri dan membersihkan tangan dan bajunya yang kotor karena debu jalanan

minhyuk menatap sooyoung tajam

“kau ini selalu saja membantahku dan membuatku kesal..” Kata minhyuk tak mau kalah

“kau selalu berteriak padaku!”  Sahut sooyoung

“aku berteriak karena kau juga berteriak padaku!” Kata minhyuk lagi

“hey.. Tapi yang pertama berteriak adalah kau! Aku tak pernah berteriak duluan pada seseorang..”

minhyuk mendesah kesal, “aku berteriak karena kau sungguh menyebalkan!”

Sooyoung mendelik, “kau pikir kau tidak menyebalkan? Kau bahkan orang paling menyebalkan dikampus ini.. Wekkk :p” kata sooyoung sambil menjulurkan lidahnya

“bwo?! Kau ini..” minhyuk mendekat dan berniat memukul sooyoung. Ya meski itu hanya gertakan dan tidak akan benar-benar dia lakukan

“coba saja kau pukul aku! Dasar tidak gentle!” Tantang sooyoung

“tidak gentle katamu? Tahu dari mana kau jika aku tidak gentle? Kau hanya melihat semua sisi buruku..” Kata minhyuk

“kata siapa aku hanya melihat sisi burukmu?! Kau pikir aku menyukaimu karena apa.. Ishhh”

minhyuk terdiam sejenak,

“bwo?”

“e-ehh?” Sooyoung segera menutup mulutnya rapat saat dia menyadari jika perkataannya tadi sungguh bodoh baginya

“jadi kau melihat dari sisi lain?” Tanya minhyuk lagi, suaranya sudah tak berteriak lagi

Sooyoung terdiam cukup lama. Matanya melirik kekanan dan kekiri karena bingung

“kenapa kau tak pernah bisa menjawab jika sudah berhubungan dengan cinta dan perasaan..” Kata minhyuk lirih, dia menatap mata sooyoung dalam

Sooyoung mendengus, “ untuk apa.. Toh kau juga tak perduli dengan hal itu..” Kata sooyoung cuek

“siapa bilang aku tak perduli?” Kata minhyuk

Sooyoung menoleh dan menatap minhyuk penuh tanya

“bwo?”

minhyuk kini yang terdiam, entahlah dia tak tahu harus bicara apa lagi, dia juga tak tahu kenapa dia bisa bicara seperti tadi

sooyoung tersenyum, “aku tahu jawabanya.. Jadi sudah cukup.. Aku tidak suka marah… jadi aku pergi.. Anyeong ^^” kata sooyoung lalu melambaikan tangannya pada minhyuk dengan wajah ceria.

dia seolah sudah lupa dengan perkataan mereka beberapa detik sebelumnya

“tappp”

minhyuk meraih lengan sooyoung sebelum sooyoung benar-benar pergi.

Sooyoung menoleh

“apa?” Tanya sooyoung

minhyuk masih terdiam dengan posisi seperti itu. Cukup lama hingga membuat sooyoung semakin bingung

“isshhh.. Ternyata sekarang bukan hanya aku yang aneh di kampus ini… “ kata sooyoung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal

“……….”minhyuk masih diam

“lee minhyuk sebaiknya kau jangan dekat-dekat denganku atau kau akan tertular aneh..” Kata sooyoung, dia berusaha mengalihkan suasana agar tidak terpusat lagi dengan bahasan ‘perasaan’ tadi

“choi sooyoung..” Kata minhyuk pelan dengan suara beratnya

Sooyoung semakin mengernyit heran, “arkkhh lee minhyuk,jebal jebal.. Lepaskan tanganku.. Kau sungguh membuatku takut…  jebal lepaskan aku dan biarkan aku pergi… kumohon..” Pinta sooyoung, sesungguhnya dia tak suka suasana tegang seperti itu.

“ciiissshhh…” tiba-tiba minhyuk tertawa kecil, membuat yeoja di depannya semakin bingung

“heeiihhh.. Kau ini memang yeoja aneh.., yeoja yang sangat aneh.., yeoja paling aneh.., yeoja ter aneh..,” kata minhyuk

“iya iya terserah kau bicara apa.. Tapi ce-“

“chu~”

Sooyoung langsung berhenti bicara saat minhyuk membungkukan badanya lalu mencium pipinya dengan lembut

“DEG”

“DEG..”

“DEG….”

sooyoung terdiam sejenak karena syok, karena darahnya mengalir tak normal, karena jantungnya berdetak begitu cepat, karena nafasnya seakan berhenti dan dia merasa kehilangan oksigen

minhyuk melepaskan diri sambil menatap sooyoung yang kini mengerjapkan matanya berkali-kali

tanpa bicara apa-apa dia mundur dan pergi dari tempat itu

—***—

sooyoung pov

aku terus menikmati es krim yang sedang ku genggam, kakiku aku ayunkan kedepan dan ke belakang layaknya anak kecil

lalu aku melihat jam tanganku

“sudah jam empat.. kurasa aku harus pulang sebelum omma memarahiku..” kataku lalu kembali memakan es krim vanilla mint kesukaanku

lalu aku menatap kesekeliling taman kampus. terlihat beberapa orang yang sedang asik berbincang dengan sahabat ataupun kekasih mereka sebelum pulang. mereka tertawa, bermesraan, dan juga bermain bersama

entah kenapa aku menoleh kekanan dan kiriku

“kosong”

benar, aku tak memiliki siapapun di kampus ini

aku tahu kenapa aku seperti ini. karena aku aneh, aku terlalu hiper dan tak bisa di pahami. aku tak pernah marah ataupun membalas orang-orang yang mengejeku ataupun memperlakukanku dengan tidak baik.

dan aku hanya punya adik tiri yang sama sekali tak pernah bersamaku. bahkan bicara denganku di kampuspun tidak

seperti kata orang-orang, aku berbalik seratus delapan puluh derajat darinya. dia tampan, friendly, dan cukup popular di kampus. dia juga kalem dan tidak aneh sepertiku

tapi aku tetap bahagia, sebisa mungkin aku selalu membuat diriku sendiri bahagia, meski aku sedang sakit ataupun sedih. meski kadang aku merasa benar-benar lelah dan putus asa.

tapi aku tidak mau hidup dalam kesedihan sedangkan bahagiapun aku bisa. karena bahagia bukan Cuma di dapat dari orang lain, bukan dari hidup glamor ataupun karena memiliki nama di mata masyarakat.

“haaaiiishhh apa yang kupikirkan..” kataku pelan. kurasa sudah cukup, aku tidak perlu meratapi keadaan yang menimpaku ini. karena itu semua tak akan berguna

lebih baik aku pulang sebelum ommaku memarahiku lagi seperti hari-hari sebelumnya

tapi sebelum benar-benar berdiri tiba-tiba seseorang duduk disampingku

“DEG”

“Ya Tuhan..” gumamku terkejut saat melihat minhyuk disana. dia diam dan menatap lurus kedepan

aku beranjak menjauh dan segera pergi dari tempat itu. entah kenapa karena kejadian beberapa hari yang lalu, aku jadi takut dengannya. bahkan takutnya melebihi takutku pada hantu di film conjuring ataupun death bell

“tappp” tapi dia memegang tasku sehingga aku tak bisa pergi

“hey lepaskan!” kataku

“tidak mau..” katanya tanpa menatapku

“lee minhyuk” pintaku

“wae?” tanyanya, kini dia menatapku dengan tatapan tajam yang selalu dia berikan padaku

“……..”

“kenapa kau takut denganku?” tanyanya lagi

“aku tidak takut denganmu…” kataku

“lalu kenapa kau ingin cepat pergi saat aku duduk disini?”

aku terdiam sejenak, mana mungkin aku menjawab karena kau mencium pipiku beberapa hari lalu

“ka.. karena memang aku ingin pulang.. bukan karena ada kau..” kataku berbohong

“kau berbohong.. cih ternyata choi sooyoung adalah yeoja pembohong..” ejeknya

“hey aku bukan pembohong.. “

“kau jelas-jelas berbohong…” katanya

“cihhh.. kau tahu? inilah salah satu alasan kenapa aku lebih memilih jauh darimu.. karena saat dekat denganmu pasti kita selalu bertengkar.. dan itu membuatku lelah..” kataku

dia terdiam menatapku sambil mengangkat alisnya, “begitu?”

“tentu saja..” kataku

“lalu darimana kata-kata kau menyukaiku itu berasal?” tanyanya lagi

“DEG”

dia baru berani menanyakan hal ini setelah dua tahun dia tahu jika aku suka dengannya?

“mana aku tahu..” kataku cuek

“bagaimana sih kau ini?” katanya kesal

“bagaimana apanya?aku sungguh tidak tahu kenapa mereka bisa tahu… “

“jadi mereka mengarang..?”

“mungkin saja… memang kau pikir aku berteriak dan bilang pada semuanya ‘aku suka lee minhyuk saudara-saudara!’ begitu? tentu saja tidak..” kataku

“cihh… itu mungkin saja.. kau kan gadis aneh.. kau bisa tertawa sendiri.. kau bisa bicara sendiri.. dan kau tidak malu melakukan apapun didepan umum..” katanya

“tapi untuk masalah suka menyukai aku benar-benar tak akan melakukan hal aneh seperti itu.. sungguh…” kataku

“jadi kau benar-benar menyukaiku atau tidak?” tanyanya

“dia kenapa sih bertanya seperti itu?” batinku

“itu rahasia…” kataku singkat

“tapi ini bersangkutan denganku… “ katanya lagi

aku mengernyit, ” ya… kau sudah tahu hal ini sejak  dua tahun yang lalu.. kenapa kau baru menanyakannya? padahal sebelum-sebelumnya kau acuh…! ini sungguh tak logis..”

dia terdiam sejenak, “aku-“

“hey.. lihat.. minhyuk hyung berduaan dengan gadis aneh itu..” tiba-tiba segerombolan orang lewat dan berhenti tetap di depan kami

aku menatap sungjae yang sedang menertawai kami bersama teman-temannya yang lain

tapi tidak untuk peniel, dia hanya diam sambil menatap minhyuk dan sooyoung yang duduk bersebelahan

“kasihan sekali kau lee minhyuk.. kau jadi di tertawai karena aku… hihi.. kalau begitu aku pergi saja anyeong ^^” kataku lalu beranjak pergi

normal pov

“kasihan sekali kau lee minhyuk.. kau jadi di tertawai karena aku… hihi.. kalau begitu aku pergi saja anyeong ^^” kata sooyoung lalu beranjak pergi. sungjae maupun teman-temannya langsung terdiam

begitu juga dengan minhyuk, dia terlihat marah. entah marah karena siapa

“hey choi! kau ingin pulang?” tanya peniel dan berhasil menghentikan langkah sooyoung

sooyoung membalikan badan lalu menatap peniel

“tentu saja…memang kenapa? “ tanya sooyoung

“aku ada urusan dengan junhong.. bisakah aku ikut kerumahmu?” tanya peniel sambil tersenyum senang

tentu saja semua terkejut termasuk minhyuk dan sooyoung

“hyung! kau sungguh ingin ikut yeoja aneh ini?” tanya sungjae

“kenapa? seaneh-anehnya sooyoung.. dia tak akan menggigitku di jalan benar kan sooyoungie?” tanya peniel

“kau sungguh ingin kerumahku bersamaku? naik motor?” tanya sooyoung, wajahnya terlihat antusias

peniel mengangguk pasti, diapun berjalan menghampiri sooyoung

“bagaimana? aku sungguh tak tahu jalan kerumahmu…”

“baiklah.. kajja… ^^ “ kata sooyoung dengan senang hati

“tak bisa dipercaya..” kata eunkwang sambil tersenyum tipis melihat pen yang begitu senang

tapi baru beberapa kali melangkah, tiba-tiba minhyuk berdiri dan langsung berjalan kedepan peniel dan sooyoung

dia berhenti dan menatap keduanya tajam,

“aku sedang bicara dengan sooyoung… apa kau tak lihat?” tanya minhyuk dingin

sooyoung dan peniel mengernyit

“ohh jinjja?” tanya pen merasa tidak enak

sooyoung balas menatap minhyuk dengan wajah polos,  “eungg? memang apa yang kita bicarakan? kurasa tadi sudah sele-..”

“Tapp!”

tanpa bicara apa-apa minhyuk meraih lengan sooyoung dan menariknya hingga sooyoung kini berdiri disisinya

“kau harus menghargai orang yang sedang mengajakmu bicara… “ kata minhyuk pada sooyoung

“ tapi aku harus pulang.. lihat.. langit sudah gelap…” sooyoung menunjuk langit yang memang sudah terlihat biru ke jingga-an

“dan kau tahu..? di halte seberang sana lampunya mati.. bagaimana jika aku bertemu hantu nanti.. lalu aku dibunuh dan tubuhku di buang ke sungai han… bagaimana?… hiiii….” kata sooyoung bergidik ngeri

“cihhh dasar bodoh…” gumam ilhoon sambil tertawa kecil di ikuti yang lain

minhyuk yang sebenarnya sedikit marah kini harus menahan tawanya karena sikap sooyoung barusan yang benar-benar lucu dan menggemaskan dan wajahnya terlihat sangat polos

“aku akan mengantarmu…” kata minhyuk stay cool

“andwe.. kau pasti menurunkanku di tempat yang tidak semestinya.. atau jangan-jangan kau menurunkanku di sebuah pemakaman yang mengerikan..” selidik sooyoung

“Ya Tuhan..” minhyuk menepuk dahinya

“berhenti memikirkan hal horror seperti itu.. kau sungguh kekanak-kanakan..” umpat minhyuk

sooyoung  mendengus, lalu dia menatap mata minhyuk tajam

“kau janji akan benar-benar mengantarku? tidak menurunkanku di tempat yang menyeramkan? dan tidak akan membiarkanku menunggu bus di halte seberang itu?” tanya sooyoung

“iya ..” kata minhyuk yang mulai kesal

“janji?” tanya sooyoung sambil menjulurkan kelingkingnya pada minhyuk

“DEG”

minhyuk mengerjakan matanya beberapa kali

entah kenapa minhyuk sedikit terkejut melihat hal itu, dia menoleh ke teman-temannya yang kini sedang menatapnya sambil tersenyum mengejek. kecuali pen tentunya

“cihh lihat.. kau tidak mau berjanji berarti kau bohong..” kata sooyoung sambil meletakan lagi tangannya

“tap” minhyuk meraih tangan itu dengan cepat

“iya iya aku janji padamu… lihat!!” kata minhyuk sambil mengaitkan kelingkingnya pada kelingking mungil sooyoung dengan terpaksa

sooyoung tersenyum puas, “hahahaha baik jika begini aku baru percaya..” kata sooyoung

lalu dia menoleh pada peniel yang terlihat sedikit kecewa

“peniel-ssi.. mianhae bukannya aku lebih memilih dia daripada kau… aku terpaksa menuruti kemauannya… kau tahu sendiri kan dia sangat emosional…” kata sooyoung polos

minhyuk hanya menggertakan giginya kesal, tapi dia senang karena peniel tidak jadi pergi bersama sooyoung

“baiklah.. “ kata pen pelan

—***—-

sooyoung melirik lagi kearah minhyuk yang sejak tadi hanya diam meski mereka sudah berjalan cukup jauh

“kau ingin bicara apa sebenarnya? kita sudah hampir sampai dan kau belum bicara apa-apa… “ kata sooyoung kesal

“aku lupa..” kata minhyuk singkat

“aigooo aigooo.. benar kan.. aku sudah menebak jika kau hanya ingin mempermainkanku..” kata sooyoung

“ciiishhh..” minhyuk tersenyum tipis mendengarnya

“Ya Tuhan.. kau benar-benar membuatku takut..” kata sooyoung sambil menjauh sedikit dari minhyuk

“hahahahaha..” kali ini minhyuk malah tertawa sambil menoleh pada sooyoung

“ayo.. kita duduk di ayunan itu..” ajak minhyuk sambil menarik tangan sooyoung

sooyoung hanya diam dan menurut

setelah itu keduanya terdiam lagi, mereka sibuk melihat burung-burung yang terlihat di langit sore itu. begitu indah dan menenangkan

“apa kau tahu jika selama dua tahun ini aku selalu memikirkanmu?” tanya minhyuk sambil menoleh pada sooyoung

“bw..bwo?”

“benar….. selama dua tahun ini… aku selalu berfikir kenapa orang yang menyukaiku bisa seaneh kau… kenapa harus aku yang kau sukai.. begitu terus..” kata minhyuk, dia mendongak lagi

“kau tidak perlu memikirkannya.. aku tidak mau merugikan siapapun karena perasaanku ini..” kata sooyoung pelan

“anhi.. aku tak merasa dirugikan…karena…” minhyuk mengambil jeda cukup lama

“karena….. selama satu tahun terakhir ini.. aku mulai nyaman denganmu.. aku selalu senang saat aku bisa bertengkar denganmu…  aku senang karena kau selalu membuatku tertawa tapi juga kesal di waktu yang sama..”

sooyoung menoleh terkejut

“setiap hari aku jadi memperhatikanmu dan mencoba membuktikan jika kau memang menyukaiku… “

“…………………” sooyoung hanya diam da mendengarkan

“aku pernah berfikir apa yang akan di katakan orang jika aku benar-benar membalas perasaanm-“

“aku tak memintamu membalasnya.. aku sama sekali tak berharap jika kau mau dengan orang aneh sepertiku..” sahut sooyoung

“isshhhh.. kau mengganggu suasana… aku belum selesai bicara..!!” kata minhyuk kesal

sooyoung sedikit tersentak dengan perubahan sikap minhyuk

“jika kau ingin membicarakan masalah perasaanku ini… sebaiknya tak perlu.. aku tak akan membahasnya“

“ssshhhttt…” minhyuk berdiri. dia berjalan kehadapan sooyoung dan berlutut di depan sooyoung

“kenapa kau tak pernah menunjukan perasaanmu? … kenapa kau tak mau membahasnya?” tanya minhyuk lembut

sooyoung menunduk dan terdiam sejenak

“karena….. aku tidak pantas untukmu..” kata sooyoung

“apa kau Tuhan?” tanya minhyuk

“tentu saja tidak..” sooyoung menatap minhyuk dengan kesal

“lalu kenapa kau bisa bilang kau tidak pantas untuku?” tanya minhyuk lagi, dia menatap mata sooyoung dalam

“karena …”

“karena.. aku jelek..”

“aku tampan…” sahut minhyuk mantab

“aku aneh…”

“aku keren..” sahut minhyuk lagi

“aku miskin..”

“orang tuaku memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar..”

sooyoung mendengus

“hidungku tidak mancung..”

“hidungku mancung.. aku ulzang..”

“kulitku hitam dan tidak eksotis..”

“kulitku terawat dengan baik..”

sooyoung membuang nafas lemah, “lihat.. kau sendiri tahu.. kita sama sekali tak memiliki kesamaan..” kata sooyoung pelan

“tapi kau pandai…” kata minhyuk lembut, dia tersenyum begitu manis

“matamu sangat indah… “

“dan… bulu matamu juga sangat indah…” lanjut minhyuk lagi,dia semakin mendekatkan wajahnya pada sooyoung

sooyoung terdiam dan menatap minhyuk

“apa dia bercanda? atau dia sedang berbohong?” batinnya

“kau tahu cinta..? cinta itu saling melengkapi…  tidak perduli siapa dan bagaimana… tidak perlu ada kesamaan disana…  aku melengkapi kekuranganmu..dan kau melengkapi kekuranganku… itulah cinta…“ kata minhyuk lagi

dia meraih telapak tangan sooyoung lalu mengaitkan jari-jarinya di sela-sela jari sooyoung

“seperti ini… ini akan rekat dan kuat jika keduanya menyatu..” kata minhyuk lembut.

“hikks…..”

minhyuk sedikit tersentak mendengar isakan dari sooyoung, isakan yang dia fikir tak akan pernah keluar dari bibir sooyoung. bibir yeoja ceria dan ‘aneh’ itu

“aku adalah anak dari keluarga broken home…” gumam sooyoung parau, dia menunduk dan menatap ujung sepatunya yang kini bersentuhan dengan ujung sepatu minhyuk

“aku memiliki keluarga tiri yang bermasalah.. masalah yang begitu complicated… aku….…. hikkks….”

“hey… uljima…” bisik minhyuk pelan, dia memegang pipi sooyoung lembut dan mengusap air mata itu

“aku..sangat menyukaimu lee minhyuk aku sangat mencintaimu… aku tidak mau…  kau terlibat dalam keluargaku yang sungguh memuakan…” kata sooyoung, kali ini ia berani menatap mata minhyuk

“DEG”

“DEG”

“DEG”

minhyuk merasa jantungnya berdebar lebih cepat.

bukan karena melihat tawa sooyoung, melihat senyuman sooyoung, melihat keceriaan sooyoung  yang biasa dilihat

tapi karena melihat sooyoung menangis seperti ini,menangis kerena dirinya, karena mengkhawatirkanya, dan baginya ini sungguh memilukan.

jantungnya terasa melemah seakan dia ikut merasakan kesedihan di hati sooyoung

“greebbbbbb”

minhyuk memeluk tubuh sooyoung erat, begitu erat dan hangat, begitu nyaman bagi sooyoung

“aku akan membantumu melewati masa-masa sulit… aku akan menemanimu dan menghiburmu.. “ kata minhyuk tepat di telinga sooyoung

“kau hanya akan di hujat oleh keluarga tiriku…” kata sooyoung pelan

minhyuk melepaskan pelukannya lalu menatap sooyoung lembut

“aku akan mengeluarkanmu dari sana..” kata minhyuk pelan, dia memegang kedua pipi sooyoung

“bwo?” tanya sooyoung tak mengerti

“tunggu lah sebentar lagi… dan menikahlah denganku…” kata minhyuk lembut

“DEG”

mata sooyoung membulat seketika, “bwo?”

“menikahlah denganku choi sooyoung.. aku sangat mencintaimu… “

“lee minhyuk..” gumam sooyoung

“biarkan aku membantumu dan menyempurnakan kehidupanmu… biarkan aku mengelurkanmu dari kehidupan yang menyakitkan ini.. aku ingin membahagiakanmu.. kita akan hidup bahagia..” kata minhyuk lagi

sooyoung hanya bisa membeku mendengarnya. antara terkejut, senang, sedih, takut, berdebar dan semua perasaan menjadi Satu

“hikkkss….” sooyoung kembali terisak. membuat namja di hadapannya jadi kebingungan

“gomawo… “ kata sooyoung sambil terus menunduk, kedua tangannya mengepal erat di pangkuannya

“tapppp”

“chu~”

minhyuk mencondongkan tubuhnya kearah sooyoung lalu mencium bibir sooyoung dengan lembut.

mempertemukan bibir masing-masing sambil memejamkan mata

minhyuk bisa merasakan air mata sooyoung yang kini membasahi pipinya. tapi mereka terus berciuman dan saling berpagutan

cukup lama mereka berciuman seperti itu. dan setelah mereka merasa kehabisan nafas, keduanyapun melepaskan diri

“saranghae choi sooyoung.. yeoja anehku.. ^^” kata minhyuk

sooyoung yang masih meneteskan air mata kini tertawa kecil, “nado saranghae lee minhyuk jelek…” balas sooyoung

lalu keduanya memejamkan mata dan kembali mempersatukan bibir mereka.

kali ini lebih bernafsu, keduanya saling membuka mulut dan memainkan lidah mereka

sooyoung meremas rambut minhyuk, sedangkan minhyuk memegangi wajah sooyoung seakan dia takut sooyoung akan melepaskan ciuman itu

—–

tidak perlu memiliki kesamaan untuk saling mencintai

yang diperlukan adalah kenyamanan dan kecocokan hati meski itu berasal dari dua perbedaan yang berlawanan

——

***THE END***

mian panjang tapi membosankan, mian ga menarik, mian typo, mian gaje, mian atas semuanya

tetep di tunggu tanggepannya ya ^^, belajar menghargai karya seseorang dengan hal kecil seperti ini🙂

sebenernya februari aku mulai hiatus soalnya udah mulai ujian praktek… tapi karena ffnya belum kelar semua ya aku coba usahaan lanjut dulu deh…* tapi mungkin updatenya lebih lama

24 thoughts on “COMPLETE

  1. Cieeh ternyata Minhyuk pura-pura benci akhirnya benar-benar cinta wkwk
    Rada susah ngebayangin Sooyoung jadi orang aneh kalo sendirian, soalnya biasanya kan soo menggila kalo ada yoona/yul/hyo hehe…
    Ini ff yang requestanku itukah kak? Kalo iya makasih banget :3 love you kak~
    Itu peniel nggak ngejauhin soo soalnya punya rasa ke soo ya kayaknya?
    Wah besok udah tgl 1 feb berarti udah hiatus ya kak? Semangat kak buat ujian praktek sama un nya😀

  2. shin hyun young berkata:

    Romantis masa.. Btw kasian zelo ada tpi cma nama aja..
    Aku bolak-balik kesini nunggu MNB loh jdi lanjutin yah..

  3. wahhh aku suka ceritanya .
    soo bertingkah kaya gitu buat nutupin kesedihannya .
    author , bikin sequelnya bisa ? kalo bisa aku pengen tahu gimana hubungan soo sama keluarga tirinya

  4. neomu daebak..😀 disini karakter nya sooyoung eonni beda ama ff yang lainnya. aku penasaran knpa sooyoung eonni bersikap aneh. Chingu klau bsa buat AS nya ne? klau bsa saat mereka menikah kkk~😀

  5. yani yanuari berkata:

    cie ciee minhyukie oppa sma sooyoungie eonni co cweet bingo!! mlah jdi brnostalgia lagi pacaran sma minhyukie oppa hohoho😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s