Good Person (Part 2)

TITLE : Good Person (Part 2)

CAST :

Choi Sooyoung

1098252_10151767328909082_1304329965_n

Jung Daehyun

1464603_656764161029603_1529817047_n
Byun Baekhyun

mEGXG
Bang Minah

girls-day-minah-expectation-photos

GENRE : romance, Action, school life, sad

RATING : PG 17 (not smut/yadong)

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

hohoho.. dua hari berturut-turut…😀

Ya karena ‘hari leren’ setelah ujian sekolah sudah berakhir, dan besok author udah mulai bergulat lagi dengan AutoCAD, garis dan sebagainya*curcol

jadi aku publish ff hari ini sekalian aja ya, dan semoga kalian makin suka😀

—-

happy reading and don’t be siders

—-

GP

Normal pov

sooyoung segera menangkis tangan Daehyun lalu berusaha berdiri

“lepaskan aku! aku tak butuh bantuanmu! tidak siapapun..!” kata Sooyoung dengan angkuhnya

Daehyun terdiam sejenak menatap Sooyoung, datar namun penuh makna

“aku bukan menolongmu.. aku hanya bertanggung jawab atas anggotaku..!” kata Daehyun tak kalah angkuh

“aku bukan anggotamu! aku bukan anggota dari siapapun.. jadi kau tak perlu membuang tenagamu itu..” kata Sooyoung.

“biarkan saja dia jung daehyun.. kau murid baru dan kau tak mengenalnya..! dia itu lozer.. jadi kau tak perlu membantunya..” kata Minah sambil menatap remeh pada Sooyoung

Daehyun kini menoleh pada minah, “orang yang suka merendahkan orang lain.. itulah lozer yang sesungguhnya..” kata Daehyun dingin

“Bwo?!” Minah memekik tak percaya.

“Tapp!”

“ayo!” Daehyun tak perduli dan kembali meraih lengan Sooyoung

“aku bilang aku tidak mau! jadi cepat singkirkan tanganmu itu!” kata Sooyoung tajam

“biar aku saja yang membawa Sooyoung..” tiba-tiba seseorang maju ketengah

“Baekhyun..” gumam Minah pelan, tentu saja ketidaksukaan langsung menjalar dihatinya

“kau..” Daehyun terdiam sejenak menatap namja uke itu.

“Minah benar.. kau hanya murid baru disekolah ini.. kau tak tahu Choi Sooyoung…, semakin kau memaksanya.. maka dia akan semakin menentangnya.. “ kata Baekhyun sambil menatap Daehyun.

“bawa aku pergi dari tempat busuk ini Baekhyun-ssi..” kata Sooyoung pelan.

semua terkejut, bahkan Baekhyun sendiri. tapi Baekhyun segera membuang rasa keterkejutannya itu.

dia segera menghampiri Sooyoung dan membawanya keluar dari tempat itu

——–

“beristirahatlah..” kata Baekhyun pelan.

Sooyoung segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang UKS tanpa menghiraukan Baekhyun

“meski kau sangat amatir dalam lmu bela diri, setidaknya tadi kau menghindar..” kata Baekhyun

Sooyoung terlihat diam saja dan tak mau menanggapi Baekhyun.

“Minah sebenarnya sama sepertimu.. wanita semacamnya mana mungkin pandai bela diri…”

Baekhyun terdiam sejenak, “ tapi…. kebenciannya padamu begitu besar sehingga dia bisa melakukan semua ini..” kata Baekhyun

“kebencian memang bisa membuat orang melupakan jati dirinya..” gumam sooyoung pelan

Baekhyun mengernyit, apa Sooyoung baru saja menanggapi perkataannya? bukankah ini peningkatan?

“apa maksudmu?” tanya Baekhyun

“lupakan.., “ kata sooyoung cuek

“… sebaiknya kau pergi…” lanjutnya pelan, dia terlihat masih kesakitan.

“haahh baiklah…” kata Baekhyun lalu berdiri, dia menoleh pada sooyoung sejenak

“aku tahu.. kau bukan orang yang suka dikasihani.. jadi aku tak akan mengatakan sesuatu yang menyentuh…” katanya

dan tanpa Baekhyun sadari, Sooyoung tersenyum smirk mendengarnya.

“aku pergi..” kata Baekhyun lalu segera pergi meninggalkan ruangan serba putih itu

setelah dikiranya baekhyun sudah jauh, Sooyoung pun bangkit dari tidurnya.

“Cih… bahkan pukulan yeoja itu tadi lebih lemah dari gigitan semut..” gumam sooyoung pelan.

dia segera berdiri dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan karena terjatuh tadi.

“kau benar-benar aktris gagal! aktingmu sungguh buruk!”

Sooyoung menghentikan kegiatanya lalu segera menoleh ke pintu. terlihat seorang namja berambut coklat sedang menatapnya tajam.

“aku seorang siswi Senior High School.. jadi tidak heran jika aktingku buruk..” kata sooyoung santai

“ckckckck… sejak awal aku tahu.. kau hanya berpura-pura sakit.. kau berpura-pura lemah didepan semua orang..” kata Daehyun dingin

“lalu bagaimana denganmu? kau lemah tapi bertingkah sok kuat didepan orang-orang… kau pasti berusaha keras agar bisa mendapat posisi ketua bukan?” ejek Sooyoung

“seperti yang temanmu tadi katakan.. aku murid baru disini.. jadi aku sama sekali belum melakukan apapun untuk posisi ini… “

“dan lebih dari siapapun.. mr.Lee lah yang mengetahui seberapa besar kemampuanku..” kata Daehyun.

“terserah..” kata Sooyoung, dia beranjak keluar tapi Daehyun segera menghalanginya

“aku tahu.. kau bukan orang sembarangan..” kata Daehyun pelan.

Sooyoung mendongak dan menatap namja yang 3 cm lebih tinggi darinya itu.

“kau tuli? Minah tadi telah mengatakan jika aku adalah lozer… kau tak dengar?” tanya sooyoung

“hhhh..” Daehyun tersenyum smirk

“kau tidak bisa membohongiku Choi sooyoung.. aku sudah tahu apa yang orang lain tidak tahu darimu… dan cepat atau lambat aku akan mengetahui lebih..”

“cihh.. jadi misimu sekararang adalah menjadi stalkerku? kau menyukaiku eoh?”

“mamdaero saenggakhae…” kata Daehyun lalu pergi begitu saja.

–***–

“beeb”

Sooyoung segera menekan earphonenya lebih dalam

“iya paman.. aku sudah sampai di bar..” bisik Sooyoung pada seseorang yang berada di seberang Telephon itu.

“yang perlu kau lakukan hanya memotret semua yang mereka lakukan.. jika kau sudah mendapatkannya kau harus segera pergi… kau mengerti..”

“iya paman aku mengerti..” kata Sooyoung

berhati-hatilah… karena sepertinya bukan hanya kita yang mengincar Min jun..”

“baik.. aku akan berhati-hati.. paman aku harus bersiap.. “

Sooyoung segera menutup sambungan telepon itu

dia melirik kearah lorong ruang VIP, disana terdapat dua namja kekar yang sedang berjaga.

“sial!” umpat sooyoung. dia berusaha mencari jalan yang paling tepat untuk bisa melewati dua orang itu.

“grebbb” lalu tiba-tiba seseorang meringkuh lengan Sooyoung

“hay sayang… kau terlihat tegang…” bisik orang itu tepat ditelinga Sooyoung

Sooyoung segera menoleh dan melihat seorang yeoja cantik nan seksi disana. Sepertinya dia sedang mabuk.

“dia tidak menyadari..” batin sooyoung senang

“hay cantik..siapa namamu?” sapa Sooyoung dengan suara berat yang ia buat.

“aku Ahn Jieun… keureom… apa yang membuatmu terlihat gelisah di tempat ini tampan..?” tanya yeoja bernama Jieun itu

“ahh… aku ingin pergi ke kamar VIP, tapi kurasa ada seseorang yang telah membooking semuanya..” kata Sooyoung

“jinjja? kau tahu.. hihihi.. aku adalah salah satu yeoja yang akan mereka gunakan malam ini… “ kata Jieun

sooyoung kembali mengeluarkan seringainya, “ahh kenapa gadis secantikmu harus melakukan hal seperti itu… aku sedih mendengarnya.. kau tahu.. aku sudah menginginkanmu sejak tadi..” kata Sooyoung merayu.

yeoja itu mulai bergelayut manja dilengan kekar Sooyoung. Dan itu sebabnya Sooyoung begitu bersyukur karena memiliki tubuh tinggi seperti namja.

“chu~” Dia mencium pipi Sooyoung sekilas lalu tersenyum pada Sooyoung

“kita bisa bermain dulu disana sayang~ aku juga sangat menginginkanmu~” kata Jieun. dia beranjak mencium bibir Sooyoung

“ouch.. sayang kau sangat manis… tapi sebaiknya jangan disini.. ayo kita segera masuk kekamarmu..” kata Sooyoung.

“hihi.. kau pasti sudah tidak sabar..~ ayo kita masuk dan memadu cinta disana..” kata Jieun. dia mengeratkan rangkulannya pada lengan Sooyoung

“semoga berhasil…” batin Sooyoung.

“tunggu tuan.. tempat ini sudah dipesan” kata dua bodyguar saat sooyoung dan Jieun itu ingin masuk

“kami adalah salah satu daftar tamu mereka… ini buktinya..” kata Jieun, meski sedang mabuk, dia masih bisa mengambil bukti jamuan yang ada di tasnya.

kedua bodyguard itu saling berpandangan untuk beberapa saat.

“silakan..”

——–

“Brukkk!”

“mian jieun-ssi… meski aku tidak berniat merasakan cinta, tapi setidaknya aku masih menjaga kenormalanku…” gumam Sooyoung sambil menatap yeoja cantik yang kini terkulai tak sadarkan diri diranjang.

sooyoung segera memasukan suntikan yang ia pakai untuk membius jieun agar tidak ada bukti tertinggal

sebelum benar-benar pergi, dia mengambil surat undangan jieun.

——

“Ckrekk”

“ckreekk”

“ckreekk”

dengan sangat hati-hati sooyoung memotret namja paruh baya bernama Minjun itu. dia menyelipkan kamera mininya kesaku dan dengan teknik tertentu dia melakukannya tanpa harus memfokuskan.

“senyumanmu sungguh memuakan” umpat Sooyoung saat dia diam dan menatap Minjun yang sedang tersenyum bersama Mr.Jason

lalu tiba-tiba Minjun menoleh kearah sooyoung, dia mengernyit dan berusaha mengenali satu-satunya orang yang memakai topi disana.

Sooyoung segera membalikan badanya, dia menarik ujung topinya agar lebih menutupi mata lalu dia beranjak pergi.

——-

“huuffttt…”

Sooyoung membuang nafas lega saat dia telah berhasil keluar bar itu.

“Brukkk!”

lagi-lagi Sooyoung kembali menabrak seseorang.

tanpa bicara apa-apa Sooyoung pergi begitu saja. yang ada dipikirannya sekarang adalah pergi sejauh mungkin dari tempat itu

“HEY~”

Sooyoung tak menghiraukannya

“HEY~~”

Orang itu memegang lengan Sooyoung dan menariknya sehingga kini mereka berhadapan

“Sooyoung-ssi,,Kau Sooyoung kan?”

mata sooyoung terbelalak mendengarnya.

“sepertinya kau salah… “ kata Sooyoung sambil menunduk.

“TAPP”

“SHHEEETT”

dengan begitu mudah dan berani, orang itu menarik topi Sooyoung dan menyebabkan rambut sooyoung tergerai.

“Yahh!” Bentak Sooyoung, dia kini berani mendongakan kepalanya

“Jung daehyun?” gumamnya terkejut

“ternyata benar kau..” kata Daehyun dingin

“TAPP”

Sooyoung segera meraih topinya lalu ia pakai.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Daehyun

“kau sungguh manusia yang suka mencampuri urusan orang lain…!” umpat Sooyoung

“kau menyamar benar kan?” tanya Daehyun, dia tak perduli dengan ucapan sooyoung tadi

“aku kesini untuk bermain..” kata sooyoung asal

“kau pikir aku bodoh? kau memakai pakaian namja seperti itu dan kau bilang kau bermain? ckckck.. kau bermain dengan yeoja? jadi kau menyukai yeoja eoh?” tanya Daehyun

“terserah kau mau menganggap apa.. aku sungguh sudah benar-benar muak denganmu..” kata Sooyoung, dia segera pergi dari sana

“Apa dia orangnya..” gumam Daehyun pelan sambil menatap kepergian sooyoung

—***—

Sooyoung melihat jam tangannya. waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.

seharsunya dia masih berada dilapangan indoor untuk berlatih bela diri, tapi karena malas dengan Daehyun, Minah dan semuanya, diapun memutuskan untuk pulang saja

“bugghh”

Sooyoung segera menoleh saat dia merasa sebuah benda mengenai kakinya.dan dia melihat bola yang mengenai kakinya tadi kini memental ketengah jalan.

“Taehyung~~ cepat ambil bolanya~”

lalu dari arah berlawanan dia melihat seorang anak kecil berusia sekitar 7 tahun berniat mengambil bola itu.

“TUOOOOONNNN!!” Sooyoung menoleh cepat saat dia menyadari sebuah truk besar melaju dengan kencang.

“YAHH KUMA-YA.. JANGANN!” pekik sooyoung pada anak kecil yang tetap saja berlari untuk mengambil bolanya. tanpa berfikir panjang Sooyoung segera berlari me

“TUUOOOONNNN!!”

TAPP!

BRUKKK!

——–

Sooyoung POV

aku membuka mataku perlahan karena sebuah aroma asing yang begitu menusuk hidungku.

“dimana ini..” gumamku pelan saat aku melihat dinding, langit-langit dan semua benda berwarna putih

aku beranjak bangun dari tidurku

“Arggghh” aku reflek merintih saat merasakan sesuatu yang nyeri di kakiku

ternyata kakiku diperban.

“tunggu! perban?” aku kembali menatap sekeliling

“Ya Tuhan.. ini rumah sakit! tidak aku tidak boleh berada disini!” gumamku, sungguh tidak ada yang membuatku bisa sepanik ini selain rumah sakit

“sooyoung-ssi.. kau sudah sadar…” tiba-tiba seseorang menghampiriku

kenapa dia? kenapa selalu namja yang benar-benar kubenci bernama jung daehyun itu?

“kenapa kau ada disini? kenapa aku berada disini?” tanyaku tajam

“tadi.. aku melihat ada keramaian dijalan… saat aku ikut melihatnya, ternyata kau sedang memeluk seorang anak kecil dengan keadaan pingsan…kepala dan kaki kirinu berdarah karena terkena aspal… ” kata Daehyun

ahh benar, tadi aku berlari untuk menyelamatkan anak kecil

“lalu bagaimana dengan anak tadi? apa dia selamat? dia terluka?” tanyaku

“dia pingsan sama sepertimu, tapi sekarang dia sudah sadar… “

“syukurlah..” kataku lega

Normal POV

“lalu bagaimana dengan anak tadi? apa dia selamat? dia terluka?” tanya sooyoung, terlihat jelas jika wajahnya menampakan kekhawatiran.

“dia pingsan sama sepertimu, tapi sekarang dia sudah sadar… “

“syukurlah..” kata sooyoung lega

Daehyun terdiam sejenak, sungguh dia seperti sedang berhadapan dengan choi sooyoung lain saat ini.

dia sudah cukup terkejut melihat Sooyoung yang rela terluka demi menyelamatkan anak kecil, dan sekarang dia semakin terkejut karena Sooyoung berbicara dengan penuh kasih dan kekhawatiran. dan itu untuk orang lain.

“..dan omma anak itu… ingin bertemu denganmu untuk berterima kasih..” kata daehyun

sooyoung terdiam sejenak sambil menunduk, “ini semua tak boleh berbuntut panjang…bagaimana jika nanti paman malah tahu jika aku masuk rumah sakit..” batin sooyoung

“itu dia omma anak itu…” kata Daehyun sambil menunjuk seorang yeoja yang kini sedang berbicara dengan dokter

“DEG”

mata sooyoung membulat seketika melihat yeoja itu

“DIA” Sooyoung terbata, tenggorokannya seakan tercekik sesuatu.

meski sudah sangat lama tapi dia masih sangat ingat dengan wajah orang-orang yang menghantui masa lalunya.

“j-jung… jung daehyun..” panggil Sooyoung

“apa? ada apa denganmu?” tanya Daehyun pelan

“bawa aku pergi..”

“bwo?”

“bawa aku pergi dari sini.. SEKARANG! “ kata Sooyoung, suaranya sedikit memekik

“tapi bagaimana dengan nyonya tadi..?” tanya Daehyun

karena kesal, Sooyoungpun beranjak turun dari ranjang dan berniat pergi dari sana.

“AARGHHH” rintih Sooyoung saat kakinya kembali terasa nyeri

“jangan menyakiti dirimu sendiri.. ayo.. kita pergi…” kata Daehyun pada akhirnya.

dengan sedikit ragu dia merangkulkan tangan Sooyoung kebahunya

——-

“itu rumahmu? diatas sana?” tanya daehyun, wajahnya terlihat tak percaya.

“memang kenapa? aku nyaman berada disana..” kata Sooyoung

“cihh… bukan masalah itu… aku bisa menebak.. jika anak tangga ini berjumlah sekitar lima puluh..” kata Daehyun

Sooyoung menatap datar pada namja didepannya itu. sampai sekarang, dia masih tidak tahu bagaimana kepribadian asli seorang jung daehyun ini.

“terserah..! sebaiknya kau pulang..” kata sooyoung lalu beranjak menaiki anak tangga yang menghubungkan jalan raya dengan apartemennya.

daehyun sendiri masih diam dan melihat kearah sooyoung.

dengan terpincang sooyoung menaiki tangga itu, dengan sekuat tenaga dia menahan sakit yang amat sangat di kakinya

“DEG”

dan mata daehyun terbelalak saat melihat sebuah darah segar mengalir di kaki sooyoung

TAPP!

dengan satu gerakan, dia berhasil mengangkat tubuh sooyoung ala brigdal style

“Yahh! apa yang kau lakukan?!” bentak sooyoung marah

“Diam!” kata daehyun dengan begitu dingin

“kubilang turunkan aku! kau pikir aku gadis lemah?! aku masih bisa menaiki tangga ini sendiri! “ pekik sooyoung

Daehyun menghentikan tanjakannya lalu kini dia menatap mata sooyoung tajam

“kakimu kembali mengeluarkan darah dan kau bilang kau masih bisa menaiki tangga ini?” tanya daehyun

sooyoung terdiam seketika

“aku tidak menganggapmu gadis lemah… tapi aku tahu kau sedang sakit… jadi diamlah…!” kata daehyun lalu kembali melanjutkan perjalannya.

Sooyoungpun akhirnya menurut.

entah kenapa, dia sesekali melirik namja berkulit tan itu. dia kini bisa benar-benar melihat lekuk wajah jung daehyun

“ahh apa yang kupikirkan” batin sooyoung.

“KREESSKK”

sooyoung sedikit terkejut saat dia tak sengaja menyentuk sesuatu di tas daehyun

“apa itu?” tanya sooyoung penasaran

“itu bunga..” kata daehyun singkat tanpa menatap sooyoung

“jadi.. sebenarnya kau ingin menemui seseorang?” tanya sooyoung lagi

“benar..” lagi-lagi daehyun menjawab dengan singkat dan dingin

“dan kau malah mengantarku kesini?” tanya sooyoung sedikit tak percaya.

“itu bukan masalah..” kata daehyun. kali ini dia melirik sooyoung sejenak dengan ujung matanya yang tajam

“kau tak seharusnya seperti ini… dia bisa marah..” kata sooyoung lagi, nadanya kini tidak kasar ataupun dingin. nadanya sekarang terdengar seperti nada yang digunakan orang pada umumnya

“itu untuk almarhum ommaku…” kata daehyun, dia menoleh pada sooyoung

“b..bwo?”

“hari ini.. adalah hari kematian ommaku.. sebenarnya aku ingin memberikannya hari ini..  tapi kurasa besokpun tidak apa-apa..” kata daehyun. seulas senyum muncul dibibirnya itu.

“DEG”

sooyoung tentu terkejut mendengarnya. tapi dia gengsi untuk menanggapi, alhasil dia hanya diam saja.

keduanya terdiam sejenak dan saling menatap, bukan tatapan dingin, bukan tatapan tajam dan bukan juga tatapan angkuh yang biasa mereka lakukan

——-

Daehyun mentap sekeliling, apartement sooyoung begitu lengan dan sepi, tidak ada furniture berlebihan disana. warna dindingnyapun hanya didominasi putih, biru dan abu-abu

“kau tinggal sendiri?” tanya Daehyun

“hmm..”

“dapurmu sungguh bersih.. kau pasti tak pernah memasak..” sindir daehyun

“jika kau hanya ingin mengejek apa yang ada dirumahku.. sebaiknya kau pergi saja..” kata Sooyoung, dia duduk di meja makan lalu meneguk segelas air yang tersedia disana

“aku harus melihatmu menelan obat dulu baru aku akan pergi..” kata daehyun. dia berjalan kedapur

“bwo?”

“kau beruntung karena seseorang yang menolongmu adalah orang yang pandai memasak..”

“yah apa yang kau lakukan?! menyingkir dari sana..” kata sooyoung kesal

daehyun hanya menatap sooyong sejenak sambil tersenyum tipis

“tenang saja.. aku tidak akan meracunimu hari ini… belum akan meracunimu hari ini..” kata daehyun asal

“jadi lain diwaktu.. kau ingin membunuhku?” tanya Sooyoung

“siapa orang yang tidak ingin membunuh es berjalan sepertimu..” kata daehyun, seulas senyum kembali terukir dibibirnya

“cihh..” dan entah sadar atau tidak, sooyoung ikut tersenyum mendengarnya

——-

“daehyun-ssi..” panggil sooyoung

daehyun yang sedang menyuapkan makanan kemulutnya kini mendongak

“apa?” tanya Daehyun

“mmm..” sooyoung terlihat ragu untuk berbicara. bola matanya bergerak kekanan dan kekiri

“mmm… mian..” kata sooyoung pelan

“untuk apa?” tanya daehyun tak mengerti

“ka.. karena.. karena aku.. kau… kau tidak jadi memperingati kematian ommamu..” kata sooyoung, dia menatap mata daehyun dengan ketulusan

daehyun terdiam sejenak untuk mencernya

“dia? minta maaf?” batin daehyun

“sudah kubilang.. aku bisa kemakamnya lain waktu… lagipula… dia akan lebih marah.. jika aku mengabaikan hal penting seperti ini..” kata daehyun, dia menatap kosong ketengah meja makan

“penting?” gumam sooyoung pelan, sangat pelan

“maksudku… maksudku… aku mengenalmu… dan kau sedang dalam kesulitan… jika aku tidak menolongmu dan lebih memilih untuk mengunjungi makamnya.. pasti ommaku akan kecewa..” kata daehyun lalu tersenyum pada sooyoung

sooyoung membuang nafas, dia akan mudah tersentuh jika dia membahas tentang omma

“lalu.. dimana omma dan appamu.. dan juga saudaramu?”

“ommaku… hmm… sama sepertimu… dia… dia juga sudah meninggal… “ kata Sooyoung, wajahnya kini berubah sedih

“mian..”

“gwenchana..”

“lalu… a… appamu?” tanya daehyun lagi

“appa? hnnnn… appa?” tiba-tiba Sooyoung bergumam sendiri seperti orang gila

daehyun mengernyit, “Sooyoung-ssi”

“oh.. mmm.. appa.. appaku… dia.. dia sudah meninggal… iya.. dia sudah meninggal..” kata Sooyoung

“jadi sejak kecil.. kau hidup sebatang kara?”

“anhi.. aku.. punya paman.. dia merawatku sejak aku berumur 6 tahun..” kata Sooyoung

“kenapa aku bisa begitu mudah menceritakan sesuatu padanya?” batin Sooyoung

beeb beeb

sooyoung segera meraih handphonenya saat dia mendengar handphonenya berdering

dan mata sooyoung terbelalak melihat penelphone itu.

“nde… paman.. ada apa?” sapa sooyoung

“sooyoungie.. aku sudah sampai dikorea… sepuluh menit lagi.. aku sampai di apartementmu..”

“bwo?”

_TBC_

hahaha gimana readerdeul? makin jelek? makin aneh? makin membingungkan?

mian kalo masih banyak Typo… maklum kejar tayang😦

tetep ditunggu tanggepannya ya, dan mungkin part selanjutnya aku udah main protect-protectan :p

—-

mau nanya, disini ada yang suka hyun family/eyeliner family? (daehyun-baekhyun-taehyung)

jika ada, beruntunglah kalian hehehe

39 thoughts on “Good Person (Part 2)

  1. Aku telat baca ya kayaknya? ‘-‘
    Bener-bener makin penasaran sama ff nya kak, juga sama karakter-nya soalnya masih misterius semua itu
    Nextnya ditunggu, semangat kaak~😀

  2. winda berkata:

    Uwaah ada ff baru nii, mana udah nyampe part 2 lagi…
    Sooyoung itu misterius banget siih.. Daehyun lagi, sebenernya dia siapa??, ditambah baekhyun, dia itu baik gak sihh?? Semua serba misterius, tapi aku suka yang misterius^^
    Unni, di part 1 aku gak ngomen, aku satuin di part ini ^^

  3. winda berkata:

    Uwaah ada ff baru nii, mana udah nyampe part 2 lagi…
    Sooyoung itu misterius banget siih.. Daehyun lagi, sebenernya dia siapa??, ditambah baekhyun, dia itu baik gak sihh?? Semua serba misterius, tapi aku suka yang misterius^^
    Unni, di part 1 aku gak ngomen, aku satuin di part ini ^^ di part berikutnya pasti ngomen terus deh..

  4. Ve berkata:

    Wahh.. Ff nya makin kesini makin keren” eon.
    Disini semuanya serba misterius, Soo eonni, daehyun, baekhyun juga.
    Sebenernya baekhyun itu baik atau nggak sih? Bingung
    Yess.. Ada Taehyung, ya walaupun cuma sebentar tapi berharap nanti muncul ?????? ? ff + suka sm eyeliner family ^3^

    Next. Ditunggu lanjutan ff lainnya.

  5. giayoung berkata:

    wah part 2nya makin misterius, apalagi sooyoung.
    min aku boleh saran nggak ?
    kan ff diatas ada bahasa koreanya kan, itu di italic atau underline trus dibawahnya ff dikasih artinya min, pasti ada readers yg gak blm paham bahasa korea. Jadi, buat mudahin baca aja.
    maaf bukan maksud apa-apa min
    ffnya tetp daebakkkkkk kok, izin baca part 3 ya
    FIGHTING !!!! aku doain semoga dapat imajinasi buat ff yg lebih daebakkk lagi🙂
    oya ff Hajima ditunggu kelanjutannya, maaf commentnya kepanjangan hihihihi😀
    HWAITING !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. dan saya adalah penggemar eyeliner family! hehehe!
    uh, ngomong2 soal karakter sooyoung di sini kece banget yah. seperti ada sesuatu yang disembunyikan, bikin penasaran :3

  7. sebenernya Sooyoung eonni itu siapa ?? apa dia mata2 atau apa?? dan siapa ajhumma yg ada di rumah sakit tadi ?? kenapa soo gak mau nemuin ajhumma itu ??
    keren.. makin penasaran
    izin baca next part nya thor.. gomawo

  8. nisa berkata:

    wahh suka banget waktu sooyoung digendong ala bridal style sama daehyun….. so sweet banget… daehyun aja rela lebih bantu sooyoung dibanding ke makam ibunya….. jadi kelihatan kalo kayaknya daehyun makin tertarik sama sooyoung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s