Save Me

TITLE : Save Me (Songfic)
CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Seunghyun BIG BANG
  • Kwon Jiyong BIG BANG

GENRE : romance, songfic, Family, sad.

SONG BY: B.A.P

RATING : PG 15
—-
NB :
• maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
• maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
• maaf jika ada kesamaan cerita
—-

anyeong /bow/  im back readerdeul🙂

berhubung komentnya Good Person belum nyampe 20, aku tunda deh publishnya. jadi sekarang Songfic dulu ya, dan lagu  yang aku pake ini adalah lagu favoritku di album first sensibility.*curcol dikit.

semoga kalian suka🙂

—-
happy reading and don’t be siders
—-

Lifehouse-Power-Point-0004-798360

Hatiku yg telah melewati tanggal kedaluwarsa
Lebih dingin dari setiap musim dingin

 

“Ya! Choi Sooyoung! sampai kapan kau akan duduk disana?”

Sooyoung mendengus kesal mendengar seseorang berteriak dibelakangnya. Dia menoleh meskipun dengan malas.

“sampai kau mengizinkanku terjun dari sini” jawab Sooyoung santai. dia kembali menghadap ke depan. mentap gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Namja dengan jubah putih itu mendengus cukup panjang, meski sudah hampir dua bulan dia menghadapi sikap Sooyoung yang seperti ini. tetap saja dia merasa kewalahan.

“kenapa kau ingin sekali terjun dari atas sini.., dibawah sana tidak ada kasur ataupun trambolin…, kau pasti akan kesakitan” pekik namja itu. dia berusaha lebih mengeluarkan energinya demi mengalakan suara angin yang terdengar begitu kencang diatas gedung itu.

“keparat kau Choi Seunghyun!” umpat Sooyoung dalam hati.

“biar saja, meloncat ataupun tidak aku tetap sakit dan akan terus sakit” jawab Sooyoung.

–**–

Kau menipuku sampai akhir
Cinta yang seharusnya abadi berubah menjadi mimpi buruk

kucoba bertemu orang lain tapi hatiku terjebak dalam pagar
Aku tidak bisa mempercayai siapapun

 

“Apa maumu? kenapa kau membawanya kemari? aku sudah bilang untuk tidak mengizinkan siapapun menjenguku!” ucap Sooyoung kesal.

Dokter Choi menoleh pada namja yang sedang duduk di kursi tunggu. dia bisa melihat jika Namja bernama Kwon Jiyong sesekali menatap mereka berdua.

“dia hanya ingin menjengukmu, lagipula bukankah dia baik padamu? tapi kenapa kau seperti ini??” tanya Dokter Choi dengan tatapan heran.

Sooyoung menatap tajam pada Namja bermata tajam didepanya itu.

“aku seperti ini karena siapa? dasar bodoh!” umpat Sooyoung dalam hati.

“bilang padanya aku tidak mau diganggu siapapun! jika kau masih mengizinkan dia menemuiku… aku akan benar-benar menempatkanmu di daftar orang yang paling kubenci!” ucap Sooyoung sambil menatap Dokter Choi itu.

–**–

sekarang tidak ada yang disisiku, Aku hanya melihat kenangan yang lewat
Aku membencimu jadi aku membuangnya
karena aku benci kebohongan kalian

 

Sooyoung menatap langit Seoul yang kini mulai terlihat kejinggaan. beberapa bintang sudah terlihat disana.

“tap!”

Sooyoung menoleh saat seseorang tiba-tiba duduk di sampingnya.

tidak seperti biasa, dokter muda itu tidak memarahi Sooyoung. dia malah ikut menatap lampu-lampu bangunan yang mulai menyala.

“kau tidak memarahiku?”

“kurasa kau sudah melupakan misimu untuk percobaan bunuh diri, jadi aku sedikit lebih tenang” ucap namja bernama asli Choi Seunghyun itu.

“kau tahu? aku ditugaskan untuk merawat seseorang yang mengalami cidera… tapi rasanya malah seperti merawat seorang pasien dari rumah sakit jiwa” ejek Dokter Choi.

“kenapa kau tak minta ganti? aku akan bahagia jika kau melakukan hal itu… kau tahu? aku merasa jika sakitku ini semakin bertambah saat kau yang merawatnya” kata Sooyoung entah serius ataupun tidak.

Dokter Choi tertawa kecil mendengarnya.

“kau juga harus tahu, aku sudah berlutut pada pimpinan dokter disini agar aku dipindahtugaskan, tapi kau tahu sendiri aku adalah dokter baru disini” kata Dokter Choi.

“cihh… mana aku peduli” ucap Sooyoung cuek.

Dokter Choi tersenyum tipis mendengarnya.

“mmmm… keureom.. apa kau tak merindukan seseorang?”

“rindu, cinta, sayang.. itu hal yang sangat menjijikan!” ucap Sooyoung dengan wajah penuh amarah.

“bagaimana dengan keluargamu? kau tidak rindu ibumu atau appamu?” tanya Dokter Choi.

“mereka tidak merindukanku jadi untuk apa aku merindukan mereka” Ucap Sooyoung santai.

Dokter Choi terdiam sejenak menatap Sooyoung yang terlihat ingin melanjutkan bicaranya “lagipula satu-satunya ayahku berada di Jepang sejak 3 tahun yang lalu… jadi aku terbiasa untuk tidak merindukanya” jawab Sooyoung singkat.

“cihh kau benar-benar seperti orang stress..” kata Dokter Choi.

“dua bulan, semua orang menghancurkan hatiku, menginjaknya dan meludahinya… lalu setelah aku terkapar sakit disini, mana ada yang peduli? mereka seperti tidak pernah mengenalku.. aku seperti sampah yang harusnya dimusnahkan! lalu bagaimana aku bisa hidup normal? pikiranku dan juga hatiku bahkan seperti sudah membusuk” Sooyoung berkata dengan siratan mata penuh kemarahan.

“bukankah kakakmu selalu mendampingimu? apa kau tidak tahu jika dia sangat menyayangimu?” kata Dokter Choi.

“kau pikir aku percaya? kau tahu dia adalah namja paling menjijikan bagiku… dia sudah membohongiku jadi mana mungkin dia menyayangiku?”

Dokter Choi membuang nafas, entah kenapa ada rasa sesak dihatinya setelah mendengar pernyataan Sooyoung barusan.

“satu lagi! aku adalah anak tunggal! aku tidak mempunyai kakak dan sampai kapanpun aku tidak akan memilikinya!” kata Sooyoung.

“Sampai kapan kau seperti ini? sampai kapan kau bisa menerima mereka sebagai keluargamu?? Menerima kehadiran Appa tirimu?” tanya Dokter Choi.

Sooyoung menoleh pada Dokter itu. begitu dalam dan lurus.

“sampai aku tidak lagi mencintai anaknya” jawab Sooyoung dengan nada lirih.

sedangkan namja disampingnya hanya diam. dia terlalu bingung dengan jalan pikiran Sooyoung.

–**–

menjauh, menjauh, menjauh

Jangan menyebut namaku

Aku benci cinta gila ini
“Sooyoungie” Sooyoung yang sedang berjalan-jalan di taman Rumah Sakit kini menoleh pada seseorang yang baru saja memanggilnya.

DEG

“Jiyong oppa?” gumam Sooyoung pelan.

sungguh, dia menyesal karena memutuskan berjalan-jalan ke taman itu . jika dia tahu Jiyong berhasil menemuinya seperti ini, dia pasti lebih memilih tinggal di kamarnya.

“tumben kau berjalan-jalan disini, biasanya kau duduk di balkon bukan?” tanya Jiyong basa-basi.

“apa aku harus menjawabnya? sial…! jika begini apa yang harus aku lakukan?” umpatnya dalam hati pada dirinya sendiri.

“aku.. hanya bosan. karena saat aku ke balkon, Dokter Choi akan menemukanku lalu memarahiku habis-habisan”

Jiyong tersenyum mendengarnya. sungguh, sekarang dia merasa begitu bahagia.

jika di tanya kenapa, dia akan menjawab dengan begitu banyak alasan. tapi yang terpenting baginya adalah dia bisa kembali mendengar Sooyoung berbicara.

——-

tolong aku, tolong aku
Dan berhati-hatilah aku seperti api
karenamu, waktuku terbuang sia-sia

 

“kau marah denganku?”

“Aku marah dengan semua orang” jawab Sooyoung singkat.

“mianhae Sooyoungie, aku juga tidak tahu jika masalahmu bisa serumit ini, andai saja aku-… “

“sudahlah, meski kau bicara seperti itu atau bahkan 100 kali lebih lembut dari itu aku tetap membenci semua orang!”

namja di sampingnya itu hanya bisa menghebuskan nafas panjang.

“apa kau tidak bisa berubah? ini semua sudah berlalu Sooyoungie…,” ucap namja bernama Kwon Jiyong itu.

“aku sudah berubah, bukankah Sooyoung yang sekarang begitu berbeda dengan yang dulu?”

Jiyong menghela nafas, dia hampir kehabisan kata-kata menghadapi Sooyoung.

 

tolong aku, tolong aku
Dan aku tidak bisa melupakanmu pembohong
Aku tidak tahan lagi, tinggalkan aku (tolong aku)

 

“cobalah buka hatimu… masih ada aku Sooyoungie, tidak bisakah kau membuka hatimu untuku? apa tidak bolehkah aku menyukaimu?” tanya Jiyong. entah berapa kali dia bertanya pada Sooyoung dengan kalimat seperti itu.

“kau hanya membuatku semakin merasa bersalah, karena aku… tidak bisa menyukaimu… bahkan sampai saat ini, sampai saat kaulah… satu-satunya orang yang masih peduli denganku, aku tetap tak bisa membalasnya oppa” ucap Sooyoung. kini suaranya sedikit melembut.

“karena kau tidak bisa menyukaiku… atau karena kau tak bisa melupakanya?”

Sooyoung hanya terdiam. dia tak bisa menjawab dan tak berniat menjawab pertanyaan Jiyong barusan.

–**–

Kau kau kau
Sebelum aku mencintaimu, aku percaya cinta
Bekas luka di kepalaku,serpihan rusak, biarkan aku pergi
Aku pikir aku akan gila, cinta ini adalah trauma

 

“kau bisa berlatih lompat tinggi lagi dua minggu setelah ini.. kurasa kakimu akan segera sembuh mengingat kau begitu suka makan” ucap dokter Choi sambil memerban kembali kaki Sooyoung.

“untuk apa aku berlatih, aku sudah tidak berminat dengan semua itu” jawab Sooyoung.

Dokter Choi menghentikan aktivitasnya lalu mendongak sejenak untuk menatap Sooyoung. Beberapa detik kemudian dia kembali menunduk dan berkutat lagi dengan perban itu.

“kau pengecut! hanya karena satu kali kalah, kau langsung menyerah dan tak mau bangkit lagi?” ucap Dokter Choi remeh.

Sooyoung tersenyum miris mendengarnya.

“bukan kekalahan yang membuatku seperti ini, lebih tepat jika penyebab kekalahanku lah yang menjadikanku seperti ini , dan juga semua orang yang terlibat didalamnya”

“ternyata kau adalah seorang pendendam” kata Dokter Choi tanpa menatap mata Sooyoung sedikitpun.

–**–
Pada pagi yang hangat, kita berjanji dengan senyuman
Sebuah cincin penuh memori, saat-saat bahagia

 

flashback

Sooyoung mendongak tak mengerti.

“apa ini?” tanya Sooyoung pada namja di depannya itu. namja yang merupakan teman kecilnya. yang selama 7 tahun pergi keluar negeri namun kembali lagi untuk menemui Sooyoung.

“apa kau tidak pernah diajari nama-nama perhiasan…? ini adalah cincin”

Sooyoung mendengus kesal, “anak kecilpun tahu ini cincin, tapi kenapa kau memberikan ini padaku?”

Namja itu tersenyum, “dulu, aku sering membuatkanmu cincin dari sebuah ranting, emm… dan sekarang aku.. ingin memberikan yang asli untukmu…”

DEG

Sooyoung sedikit terkejut mendengar hal itu. entah kenapa pipinya memanas. dia merasa ada sesuatu yang menggelitik pipi chibynya itu.

”apa maksudnya?” ucapnya dalam hati.

namja itu meraih cincin di gengaman Sooyoung lalu memasangkan cincin itu di jari manisnya.

“mungkin cincin ini tidak secantik kau, tapi.. kuharap kau semakin cantik saat mengingatku dengan cincin ini ^^”

“oppa…apa yang kau bicarakan sebenarnya?”

“saranghae Sooyoungie… apa kau mengizinkanku?” ucap namja itu dengan suara berat.

“me.. ngi.. zinkan.. mu?”

“iya… mengizinkanku untuk menemui orang tuamu, agar aku bisa mengatakan .. betapa aku menyayangimu dan berharap bisa mendampingi hidupmu sampai aku mati”

Sooyoung semakin tersentak mendengar ucapan itu. dia merasa jantungnya berdebar semakin kencang karena ucapan itu.

GREBBB

Sooyoung tersenyum. dan tanpa bicara apa-apa, mereka saling berpelukan dan melampiaskan kebahagiaan.

end flashback

——–

Sama sepertimu, mereka semua meninggalkanku
Aku bingung tentang apa cinta sejati itu sekarang
Semakin aku berpikir tentang hal ini , aku sangat takut cinta

 

flashback

Sooyoung menatap ke kursi penonton. kosong…

tidak seperti biasanya dimana kursi-kursi itu dipenuhi dengan teman-temannya dan juga beberapa penggemarnya. mereka berteriak nama Sooyoung dan membawa baner bertuliskan kata-kata pujian dan juga semangat.

lalu dia menatap seseorang yang sejak tadi melihatnya. seseorang dari dulu hingga sekarang terus setia melihat pertandingannya. sayang sekali kebaikan orang itu malah dibalas Sooyoung tatapan penuh kebencian, penuh kemarahan, meskipun sebenarnya tangan kanannya menggengam erat cincin pemeberian orang tersebut.

“priiiiiittt!!”

sebuah peluit memberikan isyarat pada Sooyoung agar dia segera melakukan apa yang harus ia lakukan.

Sooyoung membuang nafas lalu segera berlari menghampiri sebuah tongkat kayu yang nantinya harus ia lompati.

meski nyeri di kakinya begitu menyiksa, tapi dia tetap memaksakan diri mengikuti olimpiade itu. olimpiade yang sejak dulu begitu ia impikan.

dua langkah lagi, dia sampai di rintangan kayu itu.

dia beranjak melompat dan..

“krreeeekkk!!”

terdengar suara seperti benda yang mengalami keretakan.

“TTAAKK!”

“BRUUUKK!”

Sooyoung kehilangan keseimbangan dan akhirnya malah menabrak tongkat kayu didepannya. dia langsung terjatuh ke tanah dan menyebabkan cincin di genggamannya terlepas.

end flashback

Sooyoung menatap kakinya yang masih di perban. lalu kembali menatap cincin yang sekarang masih ia genggam.

“kau ingin aku menjadi semakin cantik karena cincin ini.. tapi nyatanya, aku menjadi seorang pecundang, aku sekarang menjadi gadis pincang yang tak seorangpun mau peduli padaku”

–**–
Pergilah, karena kau, hatiku rusak
Aku ingin kembali ke saat-saat ketika tidak ada yang salah
ketika ada jarak antara kau dan aku, yang tidak tahu apa-apa

 

“Sooyoungie… kau terlihat lebih kurus, apa kau makan dengan baik?” tanya Omma Sooyoung sambil memegang pipi anak satu-satunya itu.

Sooyoung membuang nafas malas dan memalingkan wajahnya kearah lain.

“kenapa omma pulang? bukankah bulan madu kalian masih satu bulan lagi?” Tanya Sooyoung.

“Sooyoungie… tentu saja karena omma khawatir padamu.. ,kau sedang sakit mana mungkin kami berbulan madu dalam waktu lama… kau tahu? omma tidak bisa tenang disana” ucap Omma Sooyoung.

“cihhh! tidak tenang? bagaimana Seseorang bisa bertahan dengan rasa tidak tenang selama satu bulan? sudahlah.. kau tak perlu memikirkanku… kau bisa kembali berbulan madu kalau kau mau” ucap Sooyoung dengan begitu dingin.

“Choi Sooyoung!” bentak Dokter Choi, dia sebenarnya ingin diam saja. tapi sepertinya Sooyoung terlalu lancang dan tidak bisa dibiarkan.

“Sooyoungie… kau masih marah pada kami?” tanya Omma Sooyoung.

“aku akan selamanya marah pada kalian” ucap Sooyoung santai.

“Choi Sooyoung, bisakah kau sedikit lebih sopan? dia itu-“

“begini saja!” potong Sooyoung.

“buang aku keluar Negeri! aku sudah sangat muak… aku bisa membenci kalian bertiga jika selamanya aku berada Di Korea” Sooyoung kini menampakan senyumannya. senyuman yang tidak tepat di tampilkan saat ini.

“kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Omma Sooyoung.

“tidak sepertimu Omma, aku tidak mau menghancurkan kebahagiaanmu… aku tidak mau menjadi penghalang rumah tanggamu” ucap Sooyoung.

“Choi Sooyoung! sudah cukup!” bentak Dokter Choi.

“baik baik ..sudah cukup! tapi aku harap semua urusan kepindahanku selesai akhir bulan ini.. agar aku segera pergi dan tidak melihat wajah bahagia kalian lagi” ucap Sooyoung lalu pergi dari kamar inapnya itu.

—–
Perasaanku tumbuh kusam, bekas lukaku tak bisa dihapus
Cinta terasa seperti pemborosan, aku hanya memejamkan mata

 

Sooyoung membuang nafasnya berkali-kali karena dadanya terasa begitu sesak.

“persetan dengan keluarga!” umpatnya marah. dia mengacak rambutnya frustasi layaknya orang gila.

lalu dia menatap kesalah satu bagian dari atap Rumah sakit yang sering ia gunakan sebagai tempat melancarkan misi nya. benar, lagi-lagi pinggiran balkon rumah sakit yang sedang ia pijak terlihat begitu menarik baginya.

diapun berjalan mendekat pada pinggiran balkon itu. kali ini dia bukan berniat untuk duduk , tapi dia ingin berdiri lalu terjun bebas dari sana.

“TAPP!” baru beranjak naik, seseorang malah meraih lengannya dan membalikan badanya.

“apa yang akan kau kau lakukan! kenapa kau bersikap seperti ini?!” pekik Dokter Seunghyun marah.

“kau tanya kenapa? tentu saja ini semua karena kau!” jawab Sooyoung memekik.

“Sooyoungie… ayolah… terima kenyataan jika kita adalah saudara…” mohon Seunghyun.

Sooyoung merogoh sakunya dan meraih cincin yang memang selalu ia bawa. dia menunjukan cincin itu tepat didepan wajah sang pemberi cincin itu.

“saat aku membuangnya! dia terus saja kembali padaku! sama seperti perasaanku! saat aku berusaha melupakanmu! bayanganmu malah selalu datang di pikiranku!”

DEG

Seunghyun terkejut mendengarnya.

“Sooyoungie..” gumamnya pelan.

.
aku Seolah-olah dibelenggu dengan kenangan yang datang padaku
Aku tidak bisa bernapas, bisakah kau melihatku?

 

flashback

“TAAPP!”

Sooyoung menghentikan langkahnya saat melihat sebuah pemandangan yang baginya begitu aneh.

“omma…? paman Choi?” ucap Sooyoung memastikan pada dua orang yang begitu mesra berangkulan di depan rumahnya. mereka baru saja keluar dari sebuah mobil yang belum pernah Sooyoung lihat sebelumnya.

“Sooyoungie kau sudah pulang… ^^” sapa Omma Sooyoung. dia tidak sadar jika ekspresi wajah Sooyoung bukanlah ekspresi menyenangkan.

“hai Sooyoungie lama tidak jumpa… wah kau terlihat semakin cantik saja” puji paman Choi.

“apa yang kalian berdua lakukan?” selidik Sooyoung. tiba-tiba ingatan tentang perkataan ommanya beberapa hari lalu terputar lagi.

“Sooyongie… omma akan menikah lagi”

apa.. maksud omma…

“oh.. kami… mm begini..” omma Sooyoung terlihat ragu mengucapkannya.

“appa.. omma… semua barang yang ada di – eh Sooyoungie?“

seseorang yang berniat berbicara dengan Omma Sooyoung dan juga Paman Choi kini malah menoleh pada Sooyoung.

“omma?!” Sooyoung memekik saking terkejutnya.

“E.. Sooyoungie..itu…”

“Sooyoungie.. begini, kau ingat ucapan omma kemarin kan?”

Sooyoung hanya diam dan mendengarkan. tatapanya begitu dingin dan menyeramkan.

dipikirannya sekarang ini, dia sedang berusaha mencerna apa yang sedang terjadi.

“Paman Choi… dia yang akan menikah dengan omma…”

“BWO?!” Sooyoung memkik terkejut meski sejak tadi dia sudah menebak jika perkataan itulah yang akan terontar.

“benar… kami akan menikah… dan itu berarti Seunghyun akan menjadi oppamu.. bukankah sejak dulu kau suka dengannya?” tanya Omma Sooyoung dengan ekspresi wajahnya yang lembut. sama sekali tidak ada rasa bersalah disana.

DEG

“bwo?!” Seperti di lempari sebuah batu besar, jantungnya seakan berhenti sejenak. dia tak habis pikir ommanya akan bicara seperti itu.

.

tolong aku, tolong aku
Dan berhati-hatilah aku seperti api
karenamu, waktuku terbuang sia-sia

 

Sooyoung membuang nafas panjang setelah dia berhasil meredakan sedikit emosinya.

“apa benar kau ommaku?” Tanya Sooyoung setelah itu. dia menatap remeh pada Ommanya.

“bwo?” omma Sooyoung terlihat tidak mengerti. senyumannya hilang seketika.

“bahkan aku dan Seunghyun oppa baru beberapa hari lalu makan malam bersamamu, apa kau pikir semua itu hanya sekedar karena aku menyukainya? apa kau tidak tahu jika aku mengajaknya menemuimu karena aku sungguh mencintainya?!” Sooyoung berbicara sambil memekik. air mata mulai turun dari mata indahnya.

Omma Sooyoung hanya diam, “OMMA JAWAB AKU!!” pekiknya.

“bagaimana kau begitu tega menjadikan orang yang sangat aku cintai sebagai kakakku?! BAGAIMANA BISA OMMA!!” Sooyoung terus memekik dan memekik.

“lalu apa gunanya aku bercerita semua hal tentangnya padamu selama ini? apa gunanya aku bercerita tentang bagaimana aku sungguh mencintainya?! APA GUNANYA OMMA?!” Saking geramnya, dia menghentakan kakinya beberapa kali.

Omma Sooyoung terus saja diam dan tak bisa menjawab.

“Sooyoungie.. biar aku jelaskan” Seunghyun mendekat pada Sooyoung dan berusaha menenangkannya.

“JANGAN MENDEKAT! kau tahu? aku kecewa padamu oppa! AKU SANGAT KECEWA PADAMU! jika kau memang tak serius padaku! bilanglah dari awal!”

“Sooyoungie.. sudahlah, tenangkan dirimu..” Seunghyun berusaha mendekat kembali. tapi Sooyoung mundur seakan tidak mau dekat dengan namja itu.

“bagaimana aku bisa tenang?! jika seperti ini kau benar-benar memperlakukanku layaknya pecundang! layaknya manusia bodoh yang tidak punya hati dan perasaan! AKU SANGAT MEMBENCI KALIAN!!” pekik Sooyoung.

tanpa membiarkan seorangpun menjelaskan, dia langsung pergi dari tempat itu.

“TIIIIIIIINNNNNN!!!”

beberapa detik kemudian mereka mendengar suara klakson yang begitu keras dan panjang yang tak jauh dari sana.

“BRUKKK!!”

“SOOYOUNGIEEE!!”

end flashback

.

tolong aku, tolong aku
Dan aku tidak bisa melupakanmu pembohong
Aku tidak tahan lagi, tinggalkan aku (tolong aku)

 

“TAP!”

Seunghyun memegang kedua pundak Sooyoung dan mencengramnya kuat.

“Kau pikir aku bahagia? KAU PIKIR AKU TIDAK TERSIKSA EOH?!!” Tanya Seunghyun. dia berteriak dengan wajah penuh kesedihan.

“melihatmu menangis! melihatmu kalah! melihat impianmu hancur karenaku! melihatmu kesakitan dan depresi karenaku… KAU PIKIR AKU BAHAGIA DENGAN SEMUA ITU CHOI SOOYOUNG?!”

Sooyoung terdiam mendengarnya, dia melihat kepedihan yang jelas tersirat di mata namja yang sangat ia cintai itu.

“teess!”

setetes cairan bening mulai turun dari mata namja itu. membuat Sooyoung terkejut melihatnya.

“sampai sekarang, aku masih sangat mencintaimu…! aku masih berharap jika aku bisa menikahimu … dan menjalin kehidupan bahagia bersamamu! hiks…” suara Seunghyun terdengar melemah.

“hiks… hiks…” Sooyoung ikut terisak.

“aku tahu kau menderita… tapi apa kau pikir aku tidak? hiks… kau beruntung karena bisa mengekspresikan semua kesedihanmu itu.. tapi bagaimana denganku? aku harus tegar dan menerima semua kenyataan ini… apalagi setiap hari.. aku harus mendengarkanmu, mendengarkanmu mengucap hujatan dan kalimat yang menunjukan seberapa besar kau membenciku, apa kau tahu rasanya?! KAU TAHU BAGAIMANA PERASAANKU SOOYOUNGIE!!”

Tubuh Sooyoung melemah, sungguh dia merasa begitu bersalah saat melihat Seunghyun menangis dan berteriak seperti itu.

.

Kau kau kau
Sebelum aku mencintaimu, aku percaya cinta
Bekas luka di kepalaku,serpihan rusak, biarkan aku pergi
Aku pikir aku akan gila, cinta ini adalah trauma

 

GREBBB

perlahan, Seunghyun memeluk tubuh Sooyoung, semakin lama semakin erat. dia meletakan dagunya dipundak Sooyoung. dan menumpahkan tangisnya disana.

“aku mohon… hiduplah dengan baik.. jangan seperti ini, kau tahu.. kau membuatku seperti manusia biadab” bisik Seunghyun.

“Aku… aku seperti ingin mati… aku merasa seperti orang gila… aku …. aku terlalu mencintaimu.. hiks…” dia balas memeluk Seunghyun.

“aku tahu…, tapi namja bukan hanya aku Sooyoungie… masih banyak laki-laki yang bisa mencintaimu dan menjagamu,” ucap Seunghyun dengan suara beratnya.

“tidak bisa…hiks.. aku .. tidak bisa lagi merasakan cinta… semua ini… hiks… membuat hatiku mati rasa..! aku hanya bisa mencintaimu ” kata Sooyoung lirih.

Seunghyun melepaskan pelukannya dan kini menatap Sooyoung. dia memegang kedua pipi Sooyoung lembut. menatap gadis yang sejak kecil sangat ia cintai itu.

“kau hanya akan menyiksa dirimu sendiri jika kau hanya mencintaiku ..! “

“Hiks… hiks…” Sooyoung hanya bisa menangis mendengarnya.

“ jebal.. cobalah mengerti perasaan orang tua kita… ! mereka juga ingin bahagia, Dan mungkin… hiks… kebahagianmu bukanlah padaku.. lagipula kita masih muda… hiks… perjalanan kita masih panjang! semua akan baik-baik saja”

Sooyoung menggeleng, dia kembali memeluk tubuh Dokter itu dan menangis di jubah putihnya.

–**–
Kau kau kau
Sebelum aku mencintaimu, aku percaya cinta
Sekarang berhenti, pergi dariku
Aku tak bisa menghapusmu, ini adalah trauma dalam diriku

 

“ARGGGHH”

dia memaksakan diri untuk berlari dan melewati lintasan lompat tinggi yang berada tak jauh dari hadapanya. sebenarnya kakinya belum benar-benar sembuh. tapi entahlah… dia hanya ingin meluapkan segala emosinya.

saat ia beranjak melompat, ingatan itu muncul. ingatan saat cincin pemberian Seunghyun yang ia genggam terjatuh bersama dengan kekalahan yang ia terima.

“BRUUKK!”

tubuhnya terjatuh. tidak sekeras dulu memang, tapi tetap saja terasa sakit.

“bagaimana ini?! ARRGGHH KENAPA AKU TAK BISA MELUPAKANYA!!!!” Pekiknya depresi. dia tak knjung bangun dan lebih memilih berbaring di lapangan itu.

“semua itu tidak bisa hilang dalam sekejap… “

Sooyoung membuka matanya lalu mendongak saat dia mendengar seseorang berbicara dan menghampirinya.

“Jiyong oppa…” gumam Sooyoung. dia bangun dari tidurnya lalu menatap namja yang kini berdiri didepanya

“seperti latihan lompat tinggi yang harus dilakukan berulang-ulang agar kau bisa benar-benar melalui tongkat rintangan itu, melupakan seseorang juga membutuhkan waktu… ” perlahan dia mengulurkan tanganya pada Sooyoung.

“tidak usah memaksa.. jika kau sungguh-sungguh nanti kau pasti bisa” ucap Jiyong sambil menampakan senyuman manisnya.

Sooyoung berfikir sejenak sambil menatap namja tampan didepannya itu.

“TAPP!”

dia menerima uluran tangan Jiyong lalu berusaha berdiri.

“apa kau bisa membantuku oppa?” tanya Sooyoung.

Jiyong tersenyum, “kau bisa percaya padaku ^^”

— THE END—

hehe, ada yang tahu maksudnya? atau ada yang bingung? kalo ada berarti aku berhasil :p soalnya aku sengaja bikin ff ini sedikit membingungkan. ^^

mian membosankan, banyak typo, ga ngefeel, aneh dan semua yang bikin kalian tidak nyaman dan tidak suka.

tetep ditunggu tanggepanya ya ^^

oh iya,yang lagi depresi atau marah sama seseorang, lagu ini aku rekomendasiin banget buat kalian. lagu ini ga  terlalu ngebeat tapi juga ga begitu slow, lagunya enak jadi kalian ga akan nyesel dengernya ^^

yang mau riquest songfic juga bisa kog, tapi kalo bisa lagunya TS, YG atau CUBE ya hehe

27 thoughts on “Save Me

  1. Ff-nya nyesek banget kaak, tapi aku gak bisa nangis ‘-‘
    Semoga aja sooyoung bisa move ke jiyoung *amiin
    Aku paham maksutnya kok kak😀
    Album bap yang itu aku sukanya yang 1004 kak, wkwk
    Aku pengen request songfic sih, tapi lagu snsd-backhug bisa gak ya? Trus pake sooyoung-minhyuk btob kalo enggak song jong ki hehe
    GP nya ditunggu kak😀 fighting!!

  2. jarang bnget ada ff sooyoung ama GTop, mungkin ff nya bisa di hitung pake jari hehe.. .kasihan soo ama seunghyun pdahal mereka sling mencintai, tpi eomma ama appa mereka sling mencintai juga, jadi mereka nggk bisa brsatu. ceritanya daebak😉 ditunggu ff mu lainnya dan kelanjutan ff mu. Fighting^^~

  3. anita sy berkata:

    awalny agk bingung ma crtany tp setelah bc sampai end mudeng jg hehe.Seunghyun penyabar jg walo Soo mrh2 dy g iktn mrh. Next ff chingu

  4. shin hyun young berkata:

    Nyesek bgt klo jdi sooyoung-top, mereka saling cinta tpi ga bisa bersama..
    Awal’a aku kira kaka’a soo itu bkn top, tpi pas kesini2 ternyata aku salah..
    Semoga soo bisa move on dri top dan bahagia sma gd..

  5. Entah kenapa aku kurang srekk~ sama pairing ini serasa gak biasa. Soalx aku selalu ngebaca kalau TOP oppa itu lebih cocok jadi oppanya soo eonnie, tapi selain itu aku juga alien couple sih, kekeke~
    Tapi tenang ajah. Aku msh menyukai setiap ff buatanmu kok chingu ^^

    Btw bisa request songfict gak?? Lagunya Bigbang yang “We Belong Together” atau judul yang lain juga boleh tapi penyanyi tetap Bigbang.
    Gomawo😀

  6. febryza berkata:

    iya aku paham kok jadi kan awalnya sooyoung sama TOP itu saling cinta tapi ternyata eomma soo nikah sama appa TOP jadi mereka engga bisa ngelanjutin hubungan mereka deh.. gapapa kok soo unnie kan ada GD oppa *kedip2*

  7. Youngster berkata:

    Chingu request ffnya sooyoung – kim soo hyun / song joongki dongg ;;) ffnya kalo bisa ttng sooyoung dgn kehidupannya sbgai member snsd dan soohyun jd aktor donggg :)) makasih sblumnya ching

  8. winda berkata:

    Lumayan gak ngerti wktu awalnya, tpi wktu baca terus smpek endingnya akhirnya ngerti juga,,
    Aku mau request songfic ya unni, lagunya b.a.p yg with you..
    Terserah cast.nya mau spa aja, asalkan sooyoung…

  9. giayoung berkata:

    lama gak baca ff di sini
    baru browsing ada yang baru🙂
    lama banget gak baca T.O.P Soo dan waktu baca bikin nyesek, sampai gak tau ngomong lagi.
    FIGTHING buat ffnya yang lain
    aku pingin request songfic yang main castnya tu soo sama doojoon, karena jarang ada ff mereka berdua🙂
    FIGTHING min🙂

  10. Suerr deh, ide crtnya keren abiss.. Bnar2 feelnya dpet, sdih, emosi, kesel, geregetan, benci semuang ngena thor,
    suka bngt sma crtnya,

    aku jga klw ada diposisinya soo psti bkalan frustasi berat mngkn bkal gila, gk kebayang seseorng yg bnar2 kta cntai dari kecil, bhkan saling cnta jadi saudara kta sndri, yg bkin aku mkin kesel itu krna ibunya soo prasaan egois bngt, pdhalkan soo udh bnyk crt tntng prasaan dia sma T.O.P ke ibunya, tpi ibunya mlah tega bngt😦
    klw aku mah bkal gila klw jdi soo :-@
    *ini knp jdi gua yg emosi?:-/ * hehehe😀 trlalu kebwa crt nih akunya😀

    best ff thor😉

  11. JuliaKim berkata:

    pasti soo minta k gd buat ngebantu dia ngelupain top,btw nice ff unn,aku bsa ngerasain btapa depresinya sooyoug..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s