Fujoshi Lover (Part 1)

TITLE : Fujoshi Lover

CAST :

Choi Sooyoung SNSD

556023_10152231207669082_724387123_n
Bang Yongguk B.A.P

BjUFeeNCYAAHe3V.jpg largevfdgr
Baro B1A4

baro

 

GENRE : Romance, School life, Friendship, Comedy*tapi garing

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita
  • kata ‘asing’ yang keluar:
  1. seme: maco/manly
  2. uke : imut/girly

 

—-

 Anyeong /bow/ i’m back again.

aku bawa FF baru nih, tenang aja ini bukan ff yaoi/fujoshi kog. dan ff ini terinspirasi sama salah satu film Jepang *gatau judulnya

semoga kalian suka ^^

—-

happy reading and don’t be siders

—-

istockphoto_5427135-cherry-blossom-sakura-on-purple-background

Normal POV

Seorang namja menghentikan larinya saat dia merasa seseorang sedang menatapnya.

Benar saja, saat dia menoleh ke salah satu jendela yang berada di lantai dua, dia melihat seorang yeoja sedang memangku wajahnya dengan tangan sambil menatap kearahnya.

tapi saat yeoja itu menyadari jika namja yang ia tatap kini juga menatapnya, diapun segera memalingkan wajah dengan cepat.

“ya Yonggukie Hyung! waeyo? kenapa kau diam saja?” tanya Youngjae yang berlari menghampiri namja itu.

Yongguk menoleh dan menatap teman satu timnya itu.

“oh.. youngjae… tidak.. tidak apa-apa.. aku hanya merasa seseorang sedang memperhatikanku..” kata Yongguk.

“plakkk!” Youngjae menepuk bahu Yongguk sambil tertawa.

“iya hyung iya.. aku percaya kau adalah ketua tim basket yang begitu tenar disekolah ini…” gumam Youngjae disela tawanya.

“apa maksudmu?” tanya Yongguk tak mengerti.

“masa kau tidak tahu…? orang yang kau bilang memperhatikanmu tadi itu… mungkin saja dia adalah fansmu..” kata Youngjae.

Yongguk mengernyit, “fans? jinjjayo?” gumamnya pelan. entah kenapa dia kembali memeriksa kearah jendela tadi.

kosong… yeoja itu sudah tidak ada disana.

“kemana dia?” batin Yongguk penasaran.

“ayo hyung kita kembali…” ajak Youngjae.

“o..oh nde.. kajja..”

Sooyoung POV

aku menutup mulutku yang terus saja menguap.

ahh jinja, Mr.Kim memang benar-benar membosankan… bagaimana dia bisa mengajar hanya dengan duduk di kursi seperti itu? bahkan jika aku dan teman-teman bermain bola di belakang kelaspun dia tak akan menyadarinya.

lalu aku menoleh kearah lapangan, mungkin saja ada pemandangan yang bisa menghilangkan kebosananku.

benar saja, aku melihat beberapa siswa bermain basket disana. mereka bermain dengan bagus dan terlihat handal. badan mereka juga terlihat tegap dan kekar, tidak seperti namja di kelasku yang punya banyak anak tangga di perutnya.

“siapa dia” gumamku saat melihat seseorang dengan rambut hitam sasak yang terlihat paling menonjol di antara yang lain.

“wajahnya benar-benar seme.. hah pasti banyak uke yang suka denganya.. hahahaha” gumamku sambil tersenyum dan menahan tawa.

“DEG” tapi tiba-tiba namja itu berhenti dan kini menatap kearahku.

Sial! sepertinya dia tahu jika aku sedang memperhatikanya.

akupun segera menoleh kedepan dan menutupi wajahku dengan tanganku. sesekali kulirik dia melalui sela-sela jariku.

“haha benar kan.. dia pasti punya banyak uke….” gumamku saat melihat salah satu namja menghampirinya. wajahnya benar-benar uke dan imut.

tanpa pikir panjang, akupun segera mengambil ponselku dan berniat mengabadikan moment itu.

“aigooo…. namja uke tadi menepuk pundak namja seme itu” aku menahan pekikanku dengan membungkam mulutku. sungguh ini moment yang harus kuabadikan.

“ya! Sooyoungie! Sooyoungie!” Aku mendengar Baro sahabatku, kini memanggilku dan menggoyang-goyang pundaku.

“diam kau pendek! aku sedang-“

“CHOI SOOYOUNG!!”

“DEG!”

Aku langsung terdiam membeku saat mendengar seseorang berteriak disampingku. suaranya tidak mungkin suara anak muda.

aku menoleh perlahan. Ah! sial!

“n.. nde… Mr. Kim?” jawabku pelan.

sial! biasanya dia tidak berkeliling. tapi kenapa saat aku sedang melihat moment fujoshi yang bagus dia malah muncul!

“kau menggunakan ponselmu lagi di kelas?!” tanya Mr. Kim.

“e.. a.. aku..” aku tidak bisa menjawab.

“SEKARANG BERDIRI DI DEPAN HINGGA JAM PELAJARANKU SELESAI!”

aku seger menutup mataku rapat-rapat saat dia berteriak dan memarahiku.

aku membuang nafas panjang lalu beranjak meninggalkan kelas ini.

“Hahahahaha…” aku mendengar semuanya menertawaiku. termasuk Baro. dia bahkan terdengar paling keras dibandingkan yang lainya.

“sialan kau!” umpatku padanya sebelum aku benar-benar keluar. kusempatkan untuk menepuk kepalanya yang bundar seperti lampu taman itu.

“Sooyoung-ssi” Mr. Kim memanggilku lagi.

Ommo.. apa dia akan membatalkan hukuman ini?

“nde?” tanyaku dengan sedikit bersemangat.

“jangan lupa, kedua tangan memegang telinga dan kaki menyilang..” lanjutnya.

WHAT THE FFFFF?!

bagaikan di lambungkan keatas lalu terjun dengan bebas ke tanah.

“guru ini benar-benar!” umpatku dalam hati.

“BWAHAHAHAHAHAHA” semua kembali menertawaiku.

sedangkan aku segera keluar dari kelas nista itu.

“Sialan!” umpatku saat aku sudah sampai di depan pintu kelasku.

“brukk!” Aku menendang tong sampah yang ada didekatku dengan sedikit kesal. lalu aku segera memegang kedua telingaku dan menyilangkan kakiku seperti apa yang Mr. Kim perintahkan.

hahhh untung saja koridor masih sepi, jadi kemungkinan siswa yang menertawaiku lebih sedikit.

tapi aku segera menoleh saat mendengar suara tawa dari arah tangga.

“siapa itu?!” gumamku was-was. aku terus melihat kearah tangga dengan perasaan sedikit takut.

“DEG!”

aku langsung membulatkan mata saat melihat segerombolan namja berseragam olahraga sepertinya akan berlalu di depanku. dan sialnya salah satu dari mereka adalah namja seme yang kulihat tadi.

“ARGGHH ini sungguh hari sial!” gumamku lalu segera menunduk. berusaha menutupi wajahku yang benar-benar malu saat ini.

“khhmmm.. khhmm… khemmmm..” Aku bisa mendengar gerombolan namja tadi menertawaiku saat mereka berlalu tepat di depanku.

Aku langsung mendongak dan menatap mereka dengan marah.

“YA! APA YANG KALIAN TERTAWAKAN! KALIAN PIKIR INI LUCU.. hhasshh jinjja!” pekiku pada mereka.

mereka langsung menoleh padaku dengan tatapan takut tapi juga remeh. aku bisa melihat namja seme yang kulihat tadi juga menahan tawanya.

“CHOI SOOYOUNG! JANGAN BERTERIAK!” Aku mendengar Mr.Kim berteriak lagi padaku.

“arrgghhhhh..” aku mengerang kesal sambil memanyunkan bibirku.

“nde..” jawabku lemah.

“hahahaha… Choi Sooyoung.. jangan berteriak… hahahaha..” salah satu dari gerombolan tadi mengejeku sambil tertawa diikuti teman-temannya. dia putih dan wajahnya terlihat cukup uke.

aku langsung menatapnya tajam.

“YA! Kau-!” aku berniat memarahi orang itu tapi kata-kataku terhenti saat…

“GREBB”

mataku membulat saat namja seme tadi mendekat dan merangkul leher orang yang mengejeku barusan.

“Aigooo.. ” aku memekik dalam hati melihat moment itu. sungguh perasaan kesalku hilang melayang entah kemana.

“sudahlah hime… berhentilah menggodai yeoja..” ucap namja itu dengan suara beratnya.

Ya Tuhan… aku seperti meleleh melihatnya, hahaha namja itu terlihat cemburu karena uke yang mengejeku tadi malah menggodaku.

andai saja ponselku tidak disita Mr. Kim, aku pasti akan mengabadikan moment ini. mungkin saja aku bisa merekam juga ekspresi uke yang tadi menepuk pundaknya di lapangan. mungkin saja dia cemburu atau sedih.. aigoo..

aku menahan diri sebisa mungkin, aku harus tetap menampakan wajah kesalku agar mereka tidak menganggapku gila.

aku menatap kepergian mereka. sebelum benar-benar berbalik aku melihat namja seme itu menatapku dengan matanya yang tajam.

Ya Tuhan, apa dia marah karena ‘uke’nya menggodaku tadi? aku sungguh tak berniat merebutnya…

Yongguk POV

“hahahaha” Aku hanya menggelengkan kepala saat teman-temanku bercanda dan mengatakan lelucon-lelucon aneh.

“sssstttt… pelankan suara kalian… ini masih jam belajar” kataku pada mereka saat kami telah sampai di lantai dua.

TAP!

aku menghentikan langkahku saat aku melihat seorang yeoja berdiri di depan kelas sambil memegangi kedua kupingnya dan kakinya berbentuk menyilang.

“ommo…hahah lihat yeoja itu.. dia pasti sedang di hukum” ucap Daehyun pelan.

Tunggu, bukankah yeoja itu adalah yeoja yang tadi melihatku? kenapa dia bisa disana sekarang?

“sudahlah.. anggap saja dia tidak ada” ucapku lalu kembali berjalan. Sesekali aku meliriknya yang terlihat kesal. aku bisa mendengar dumalan kecil dari mulutnya.

“khhmmm.. khhmm… khemmmm..” saat kami berjalan di depannya, beberapa temanku menahan tawa. aku sendiri hanya berusaha acuh dan tak ingin menertawainya.

“YA! APA YANG KALIAN TERTAWAKAN! KALIAN PIKIR INI LUCU.. hhasshh jinjja!” Tiba-tiba dia memekik marah. kamipun menghentikan langkah dan beralih menatapnya.

“CHOI SOOYOUNG! JANGAN BERTERIAK!” lalu Aku mendengar salah satu Guru yang berada di dalam kelas berteriak pada yeoja yang ternyata bernama Choi Sooyoung itu. namanya cantik.

“arrgghhhhh..” aku mendengar dia mengerang kesal lalu memanyunkan bibirnya itu.

teman-temanku semakin geli melihatnya. sedangkan aku sendiri menahan tawa melihat wajahnya yang benar-benar lucu. dia terlihat begitu acuh dan tidak perduli lagi dengan kata ‘malu’

“nde..” jawabnya lemah.

Ya Tuhan, yeoja macam apa dia? dia terlihat ‘aneh’ Sejak pertama aku melihatnya.

“hahahaha… Choi Sooyoung.. jangan berteriak… hahahaha..” aku melihat salah satu temanku yang bernama Himchan kini malah meledeknya. dan aku bisa melihat yeoja itu mendongak dan menatapnya marah.

“YA! Kau-!”

“GREBB” dia berhenti bicara saat aku mendekat pada Himchan dan menarik bahu temanku itu agar dia menjauh.

yeoja itu terlihat terkejut dengan apa yang aku lakukan. hey.. memang ada yang salah?

“sudahlah hime… berhentilah menggodai yeoja..” ucapku pada Himchan.

akupun mengajak teman-temanku pergi dan tidak mengganggu yeoja itu lagi.

–***–

Normal POV

“PLAAKK!”

“AWW!” Sooyoung merintih saat dia merasa seseorang menepuk kepalanya cukup keras.

“Ya Pendek! sakit tahu!” Umpat Sooyoung pada sahabatnya yang bernama Baro itu.

“bagaimana? apa tadi ada yang menertawaimu lebih keras dariku?” tanya Baro dengan wajah ceria.

“sialan kau! “ kata Sooyoung lalu menyumpalkan roti yang baru dia makan separuh itu di mulut Baro.

“haakkk buiihhhh!!” Baro segera membuang roti itu.

“ya! kau makan roti kadaluwarsa ya? kenapa rasanya aneh sekali seperti makanan hewan?!” ucap Baro sambil mengusap mulutnya. dia menyipitkan matanya saking tidak enaknya roti itu baginya.

“mana mungkin, makanya Baro-ya, berhenti berebut biscuit dengan anjingmu.. itulah yang menyebabkan mulutmu terbiasa merasakan makanan hewan..” ejek Sooyoung.

“lebih enak biscuit anjingku daripada Roti milikmu!” ucap Baro. dia meraih minuman yang ada di depan Sooyoung.

“hakkk buuuurrr!” Baro langsung menyemburkan minuman itu saat dia merasakan rasa yang aneh disana.

“Choi Sooyoung! kau benar-benar payah dalam memilih santapan” umpat Baro sambil sesekali meludah agar rasa aneh dimulutnya sedikit berkurang. setelah itu, dia menatap sahabatnya dengan kesal.

“bodoh! aku sama sekali belum membeli minuman.. minuman itu ada sebelum aku datang kesini.. hahahahaha” kata Sooyoung lalu tertawa keras. dia benar-benar terlihat bahagia saat Baro menderita seperti itu.

“kau benar-benar teman sialan Choi Sooyoung!” umpat Baro kesal.

“kau yang teman sialan! karenamu aku dihukum Mr.Kim!” kata Sooyoung tak mau kalah.

“kau saja yang bodoh! tadi aku sudah mengingatkanmu tapi kau malah mengejeku pendek!” kata Baro sambil menunjuk wajah Sooyoung.

Sooyoung mendengus, “aku kan kesal! apa kau tahu? tadi aku sedang memotret moment salah satu siswa yang sedang bermain basket.. dan itu sungguh sweet Baroyaa!” kata Sooyoung sambil meletakan kedua tangannya di Dagu seperti Girlband ternama Cherrybelle. *JEDEEEEERRR #petirtibatiba #authorstep

“hahh pasti Fujoshi lagi..” kata Baro yang seakan tahu bagaimana Sooyoung itu.

“tentu saja…, makanya cepat cari teman namja agar aku juga bisa merekamu dan mengabadikan moment bersamanya” kata Sooyoung.

“Cihh tak sudi! kau pikir aku namja apa..” kata Baro . dia berdiri dan beranjak pergi. sebelum itu dia memegang kepala Sooyoung dan menekanya kebawah dengan sedikit kasar.

“YAH! Dasar pendek!”

“pendek apa! aku tinggi bodoh! dasar kau kurus!” Ejek Baro sebelum dia benar-benar menghilang dari Cafetaria itu.

–***–

“Zelo-ya~~~~” Sooyoung memekik cukup keras saat dia melihat sepupunya berada di depan Gerbang sekolahnya.

“Ya Tuhan Sooyoung Noona? kenapa kau disini?” tanya Zelo dengan ekspresi terkejut. dia bahkan mundur sedikit sambil mengusap dadanya.

“kenapa kau terkejut seperti melihat setan seperti itu? ishhh tentu saja karena ini sekolahku” ucap Sooyoung dengan sedikit bangga.

“Ya Tuhan… jadi kau bersekolah disini? kukira paman dan bibi menyekolahkanmu di sekolah luar biasa yang ada di Busan sana…” ucap Zelo dengan begitu polos sambil menggaruk belakang kepalanya.

Senyum Sooyoung pudar seketika.

“PLAAKK!” dia menepuk pundak Zelo kesal.

“hey! aku ini kakak sepupumu! bagaimana kau bisa bicara seperti itu?” ucap Sooyoung kesal.

“semua orang bisa bicara seperti itu Noona… lihat saja dirimu” ucap Zelo sambil menatap Sooyoung dari bawah sampai atas.

“Sepatu roda-celana olahraga-rok-jaket -ransel-helm… style apa ini? kau ingin mendaftar jadi member ke enam Crayon Pop?” Tanya Zelo.

Sooyoung memanyunkan bibir bawahnya dan ikut menatap dirinya.

“biar saja… kurasa ini cukup membuat orang lain tidak tertarik padaku” kata Sooyoung setelah itu. dia kembali menampakan senyumanya.

“hahh yasudah terserah kau saja noona..” kata Zelo menyerah.

“keureom… Zelo-ya… kita sudah lama tidak bertemu, kau semakin imut saja.. dan juga bagaimana kau bisa setinggi lemari kamarku? apa yang kau makan? bamboo cina? atau daging jerapah?” Tanya Sooyoung penasaran.

Zelo memutar bola matanya malas. “Noona, ini adalah kutukan marga Choi… aku, Minho hyung, Siwon Hyung dan juga… lihat! kau sudah setinggi pundaku” kata Zelo.

“Hahh kau benar… ini kutukan, tapi tunggu… apa yang membuatmu kesini? kau membolos ya? atau kau kabur dari rumah?” tanya Sooyoung curiga.

“tidak! aku tidak membolos! aku kesini hanya ingin menemui temanku.. dia bersekolah disini.. kami bertemu- oh itu dia.. HYUNG!!” Zelo mengayunkan tanganya pertanda sedang memanggil seseorang.

Sooyoung menoleh kebelakang dan ikut melihat siapa teman sepupunya itu.

“DEG!”

“Ya Tuhan” gumam Sooyoung terkejut.

“Zelo-ya.. apa dia teman yang kau maksud?” tanya Sooyoung memastikan.

“tentu saja.. memang kenapa? apa kau kenal dia? ” tanya Zelo.

“Ya Tuhan, bagaimana jika dia menertawaiku lagi?” Sooyoung mulai merasa gelisah.

“tapi tunggu.. aku baru sadar.. dia benar-benar penyuka namja uke… sepupuku bahkan mengenalnya.. arrgghhh ini gila…” batin Sooyoung dalam hati. dia malah kembali memikirkan hal-hal berbau Fujoshi.

“Nonna.. ada apa sih? kau seperti setan yang sedang kesetanan tahu…” ucap Zelo heran.

“oh.. benar!” Sooyoung kembali sadar jika dia harus segera pergi.

“BWO?! Benar?!” pekik Zelo terkejut sekaligus ngeri.

“AH..ti.. tid.ak…mksudku… aku harus pulang… ,iya Zelo-ya…aku harus segera pulang karena ada.. urusan …yang harus kutangani… oh.. iya… salam untuk paman dan bibi ya..“ kata Sooyoung panik. dia beranjak pergi tapi sepatu rodanya membuatnya sedikit kesulitan.

“waeyo noona? aku hanya menemui temanku sebentar.. aku ingin main kerumahmu setelah ini..” kata Zelo.

“bwo? kau ingin-…”

“Junhongie… kau sudah datang? apa aku membuatmu menunggu lama..?” tanya teman Zelo itu.

“Omma… bagaimana ini” ucap Sooyoung dalam hati. Dia hanya diam dan menoleh kearah lain. berusaha menyembunyikan wajahnya.

“tidak apa hyung! aku bicara dengan sepupuku tadi, jadi tidak terasa lama… oh iya, apa kau mengenalnya? namanya Sooyoung.. tapi kurasa tidak sih,diakan sedikit aneh…” canda Zelo.

Namja itu tersenyum simpul lalu menoleh pada Sooyoung, meski dengan tatapan datar, dia tetap berusaha melihat wajah Sooyoung yang kini memaling kearah lain.

“anyeonghaseyo.. Bang Yongguk-imnida…” ucap namja itu sambil membungkuk sedikit pada Sooyoung.

tapi… lama..

tidak ada respon dari Sooyoung.

“Noona..! jangan tidur disini! cepat berkenalan denganya!” kata Zelo sambil menarik tangan Soooyoung pelan.

Sooyoung akhirnya menoleh tapi masih menunduk.

“anyeong.. Choi Sooyoung imnida… bangapsumnida” kata Sooyoung dengan sangat cepat dan pelan. dia masih setia menunduk dan memilih melihat sepatu keren milik namja itu.

“oh… kau yang kemarin dihukum itu kan?” tanya Yongguk sedikit terkejut.

Sooyoung langsung mendongak cepat, dia segera menaruh telunjuknya di depan mulut, menandakan agar namja bernama Yongguk itu tidak bicara lebih banyak tentang ‘hukuman’.

Yongguk menaikan alisnya sambil menatap Sooyoung heran. tapi akhirnya dia mengangguk pelan.

“hukuman? hey noona.. jadi saat disekolah kau juga dihukum?” tanya Zelo penasaran.

“a..ah tidak.. kurasa aku salah orang.. hehe kau benar, aku tidak mengenalnya” kata Yongguk sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sooyoung membuang nafasnya lega.

“oh iya hyung… ayo kita membahasnya dirumah bibiku saja… mumpung Sooyoung noona masih disini, kita bisa ikut dia sekalian..” kata Zelo.

“BWO?!” Sooyoung yang sudah kembali diam, kini menoleh lagi karena terkejut. saking terkejutnya dia tidak sadar jika sekarang dia sedang memakai sepatu roda. alhasil tubuhnya sedikit oleng dan hampir jatuh.

“Wooaahh”

“eiittshhh” Yongguk reflek memegang lengan Soyoung karena memang dia yang lebih dekat denganya.

“DEG”

Sooyoung menatap Yongguk, dan namja itu juga menatap Sooyoung.

cukup lama…. membuat namja tinggi didepan mereka hanya bisa menatap heran sekaligus penasaran.

DEG

beberapa saat kemudian, Keduanya sadar dari lamunan dan langsung melepaskan diri.

“ber..berhati-hatilah…” kata Yongguk dengan suara beratnya.

“n..nde..gomawo..” kata Sooyoung, entah kenapa dia jadi sedikit gugup.

“hey, kalian pacaran ya?” tanya Zelo asal.

“BWO?!” pekik keduanya bersamaan.

“tentu saja tidak.. !” sangkal keduanya dan lagi-lagi bersamaan.

Zelo menaikan sebelah alisnya, “hahh baiklah baiklah… jadi bagaimana noona? apa aku boleh berdiskusi dengan Yongguk-hyung dirumahmu?”

Sooyoung terdiam sejenak.

“mereka berdua? di rumahku? ommo.. bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka? Zelo kan sangat imut bahkan dibandingkan denganku..” Sooyoung terus berfikir, kali ini radar Fujoshinya kembali menyala.

“hm.. kurasa namja bernama Yongguk ini sangat romantis dengan uke-ukenya..” lanjutnya masih dalam hati.

“ini pasti akan menarik.. aku bisa mengabadikan moment mereka dari dekat..^^” lanjutnya dan masih dalam hati.

“hmm… baiklah… “ kata Sooyoung setelah cukup lama dia berfikir.

Yongguk dan Zelo saling bertatapan dan tersenyum senang.

“ommo.. baru ku izinkan saja mereka sudah sesenang itu… wahhh” Sooyoung kembali memekik dalam hati.

“ayo hyung… “ ajak Zelo. mereka berdua pun berjalan bersama sedangkan Sooyoung mengikuti dari belakang.

sesekali Sooyoung tersenyum seperti orang gila saat melihat Yongguk memukul pundak Zelo pelan, atau mengacak rambut Zelo, atau saat Zelo menunjukan keimutanya pada Yongguk.

“Ya Tuhan.. mereka benar-benar romantis… “ ucap Sooyoung pelan sambil sesekali memegang kedua pipinya.

dia tak sadar jika namja di depannya sesekali melirik kearahnya.

benar, Yongguk hanya bisa tersenyum simpul melihat sikap aneh Sooyoung. sikap aneh yang menurutnya cukup menarik.

_TBC_

mian jelek, mian membosankan, mian typo, mian atas semua kesalahan. maklum baru buat tadi abis magrib.

tetep ditunggu tanggepanya ya ^^ kalo responya bagus aku lanjutin kalo ga ya aku stop aja hehe.

jujur aku udah agak males bikin ff karena beberapa siders yang kembali bermunculan.

dan karena komenan GP belum 20, aku belum ngepost part 9-nya. mungkin kalo ga bisa 20, nasibnya bakal kaya hajima dan Cherry Blossom😛

oh iya, mian kalo castnya B.A.P lagi, ini bukan karena aku BABY, tapi karena aku cuma tahu dunia percouplean B.A.P.

27 thoughts on “Fujoshi Lover (Part 1)

  1. Kaak aku ngakak banget bacanya OMO~~
    Btw, fujoshi itu apa sih? Hehe mian aku ga terlalu tahu dunia begituan, tapi aku tau cuma dikit kalo ttg seme sama uke itu soalnya temenku suka yaoi ‘-‘ dan pas aku baca ini bikin aku keinget sama dia terus wkwkwk
    Nextnya ditunggu kak🙂
    Siders, jangan muna yaa kalo sekali suka ya tinggalin komen kalo nggak suka baca dikit aja trus tinggalin jangan balik lagi kan authornya udah susah-susah bikin ff masa ga dihargai? -_-
    Maaf kak aku ikut ceramah, soalnya aku terkena efek adanya siders jadi aku ikutan hehe *bow 90 derajat*

  2. ranranii berkata:

    Hallo aku new reader disini eonni, Salam kenalll😀 baru nemu wp.nya dan lgsung suka sama couple yongguk-sooyoung ini….
    Seneng bacanya, lucu banget….
    Lanjutin yaa thor, lg seneng bgt sm couple ini hehe😀

  3. febryza berkata:

    duh yongguuk gatau aja kalo sooyoung sebenernya ngebayangin dia jadi seme hahaha ya ampun.
    eh jadi hajima engga dilanjutin karena banyak siders aigoo aku baru tau padahal aku nungguin kelanjutannya loh

  4. giayoung berkata:

    wkakkakkkk
    aduh ngocok perut banget ffnya
    soo kocak karakternya beda sama ff yg lain.
    ditunggu next partnya🙂
    Figthing min🙂

  5. sweetndah berkata:

    bagus sih ceritanya
    cuma agak sedikit gak ngerti dgn kata” berbau jepang…
    kyk fujishu…uke….seme…
    klo bisa dipart selanjutnya dijelaskan ya…

  6. anhiez moriska berkata:

    aq sngaaaaat ska fujoshi ato yaoi…
    soo ma aq smaan… sma2 fujoshi lover… wkwkwk… g’ bsa ngliat moment yg ad, pa gi moment yg b’kaitan dg yongguk ato daehyun…
    soo-ah, yuk main krmah Q Qta hunting fujoshi… kekeke…

  7. yani yanuari berkata:

    ahahahaha kocak sumpah!!😀 kirain fujoshi lover ntu apaan, ehh tau2’a tntang hal” yng brbau seme sma uke kkkk~ =)) ehhh tpi, btw soo eonni knpa jdi fujoshi lover yaa?? anehhhh *bingung
    kajja thor d’next part’a, jan bkin pnasaran yaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s