[Twoshot] As Old As (Part 1)

TITLE : As Old As (Part 1)

CAST :

Choi Sooyoung SNSD

10426740_891270374222243_6733555955391504366_n
No Minwoo Boyfriend

12233
Lee Jungshin CN BLUE

o-2

GENRE : Romance, Friendship, Comedy*Little

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-


Anyeong reader ^^, piye iseh penak jamanku tho? *halah

aku comebacknya cepet pada seneng kan? *biyasaajapadahal

mian kalo ff Cherry Blossom, Hajima, Good Person sama Fujoshi Lover belum aku lanjutin juga. tapi aku udah nyicil dikit2 kog, suer deh ^^V. jadi tunggu aja ya

—-

happy reading

don’t be siders

don’t be plagiat

—-

AS OLD AS 2

“YAH! berhenti!” perintah Jungshin.

Sooyoung terus saja berjalan, dia sama sekali tak menoleh ataupun menatap Jungshin.

“TAPP!!” Jungshin berhasil menahan Sepeda Sooyoung. alhasil Sooyoung tak bisa melanjutkan perjalananya.

“apa?” tanya Sooyoung datar.

“kau lihat? aku sudah berada di bawah matahari” ucap Jungshin bangga.

Sooyoung melihat sekeliling, dia melihat langit, jalan lalu berakhir pada Jungshin.

“iya.. aku sudah lihat, sudah kan? kalau begitu aku pergi..” ucap Sooyoung. dia segera menampik tangan Jungshin dari sepedanya lalu dia beranjak pergi.

“Ya Tuhan yeoja ini!” umpat Jungshin kesal.

dia segera mengejar Sooyoung yang sepertinya ingin menyebrang jalan.

“Yah! Tengkorang berjalan tunggu aku!” pekik Jungshin.

tapi tetap saja, Sooyoung tak perdulikan hal itu. dia terus saja menyebrang dan berniat memperbaiki sepedanya di bengkel yang tak jauh dari sana.

”TIIIIIINN!!!”

DEG

Sooyoung yang mendengar klakson mobil tak jauh di belakangnya refleks langsung membalikan badan.

“Yah Jungshin-ssi! awas!” pekik Sooyoung.

“TAPPP” Dengan gerakan cepat, Sooyoung melepaskan sepedanya dan memilih untuk mendorong Jungshin kepinggir jalan.

“BRUKK!!!” keduanya kini tejatuh dengan posisi Sooyoung masih menggenggam erat lengan Jungshin.

keduanya bertatapan sejenak tanpa sepatah katapun terucap. hanya diam dan bahkan sama sekali tak mengubah posisi mereka saat ini. posisi yang begitu dekat ini.

“YAHH!! anak muda! bagaimana kau ini! perhatikan jalanmu! sudah besar masih saja sembarang saat menyebrang!!” umpat pengendara mobil tadi. membuat dua orang yang masih jatuh terduduk menoleh.

“O..oh… Mianhamnida Sajangnim.. kami akan lebih berhati-hati” ucap Sooyoung menyesal. sedangkan Jungshin hanya diam dan mendengus kesal mendengarnya.

setelah pengendara tadi sudah pergi, Sooyoung kembali menatap Jungshin, kali ini begitu tajam. membuat Jungshin sedikit ngeri melihatnya.

“dasar bodoh! demi emosi kekanakanmu kau jadi mengabaikan keselamatan dirimu sendiri! bagaimana kau bisa se childish ini Lee Jungshin?! ashh jinjja!” Sooyoung memekik kesal pada namja itu.

Tapi kali ini Jungshin hanya diam, dia tak berani menjawabi pernyataan Sooyoung itu.

“ahh sudahlah! menanggapimu benar-benar membuatku kesal” Kata Sooyoung. dia segera berdiri dan berniat mengambil sepeda yang masih terkulai tak berdaya di tengah jalan.

tapi baru saja berniat melangkah menuju sepeda yang telah menemaninya selama 5 tahun itu, sebuah mobil melintas dengan begitu enaknya.

“KRAAAKKKK!!”

“CKKREEEKKK!!!”

DEG

Sooyoung hanya bisa melotot dan berdiri membeku melihat ‘pacar kesayangannya’ itu kini sudah terlindas dan hancur, sepedanya kini sudah terbagi menjadi kepingan-kepingan tak berbentuk lagi.

“Brukk!” Sooyoung jatuh terduduk dan kembali pada posisi saat dia jatuh tadi.

Jungshin diam sejenak sambil menatap Sooyoung. setelah itu dia memegang pundak Sooyoung pelan, berniat menghibur Sooyoung mungkin.

“emm… Choi kurus, ini bukan akhir dari segalanya, suatu saat kau akan menemukan yang lebih baik lagi dari-..”

“Nae Chagi!!!!! andweeee!!!!” Sooyoung tiba-tiba memekik frustasi. membuat Jungshin mundur karena terkejut dan juga sedikit takut.

Sooyoung menoleh lagi pada Jungshin, kali ini terasa 100x lebih menyeramkan.

cukup lama Sooyoung hanya diam dan lebih memilih untuk membunuh Jungshin dengan tatapan tajamnya.

“he.. heyy… kau.. baik-baik saja… kan?” tanya Jungshin polos.

Sooyoung mendesah kesal, “asshhh keparat!!!” pekik Sooyoung sebelum dia berdiri dan beranjak pergi.

“TAPP!” Jungshin meraih tangan Sooyoung. membuat Sooyoung berhenti dan kini menoleh kesal.

“apa lagi?!” pekik Sooyoung.

Jungshin menunjuk sebuah luka yang ada di dekat mata kakinya.

“aku terluka, kau harus mengobatiku dulu” ucap Jungshin dengan wajahnya yang seperti anak kecil itu.

Sejenak Sooyoung hanya diam dengan wajah cengo. dia masih menatap luka beset(?) Jungshin yang bagi anak sekolah dasarpun itu bukan hal yang dianggap serius.

“laki-laki macam apa yang sedang ada di depanku ini?” batin Sooyoung tak percaya.

“kau masih berani memintaku mengobatimu setelah apa yang kau lakukan pada sepedahku itu?!” tanya Sooyoung tak percaya.

“hey.. kaulah yang meninggalkanya di tengah jalan, bagaimana kau bisa menyalahkanku seperti itu?” tanya Jungshin tak terima.

“Ya Tuhan.. Ya Tuhan… , manusia ini benar-benar….” Sooyoung menggigit bibir bawahnya dengan geram. dia juga mengepalkan kedua tanganya kuat-kuat.

dengan kesal, Sooyoung mengambil plaster di tasnya, lalu ia lemparkan pada Jungshin.

“pakai itu! jika kau masih minta bantuan saat memakainya… aku akan benar-benar menganggapmu remeh dan menjiikan… kuharap kau bisa lebih dewasa Lee Jungshin! kau harusnya sadar dengan umurmu sekarang” ucap Sooyoung. setelah itu dia beranjak membersihkan kepingan-kepingan sepedanya.

tapi…

tunggu…

bersih…?

kenapa tidak ada?

Sooyoung mengernyit dan berusaha mencari sekeliling tempat itu.

“siapa yang membereskan ini?” batin Sooyoung heran.

dan matanya terhenti pada seorang namja yang sedang meletakan kepingan-kepingan sepedanya itu di pinggir jalan.

Sooyoung segera menyebrang dan menemui orang itu.

“Minwoo-Ya.. apa yang kau lakukan?” tanya Sooyoung. dia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.

“oh.. noona… Mianhae.. aku memindahnya tanpa seizinmu, tapi aku harus segera membereskanya sebelum ada pengendara yang celaka karena ini” ucap Minwoo.

“hahh kenapa kau melakukanya sendiri, kaukan bisa memanggilku” ucap Sooyoung merasa bersalah.

“sebenarnya aku ingin memanggilmu, tapi sepertinya kau masih berbicara hal penting dengan namja tadi, jadi aku membereskanya sendiri” jawab Minwoo.

“hal penting…? menjijikan baru iya” dumal Sooyoung. entah kenapa dia selalu saja kesal jika ingat dengan Jungshin.

“nde?”

“ah.. anhi… Gomawo Minwoo-ya.. kau lagi-lagi membantuku” ucap Sooyoung. Minwoo mengangguk pelan, lalu setelah itu dia kembali menatap kepingan-kepingan sepeda Sooyoung.

“kurasa ini masih bisa di perbaiki Noona.. aku mungkin bisa melakukanya” ucap Minwoo menghibur.

Sooyoung berfikir sejenak, “sepertinya tidak perlu Minwoo-ya… sepertinya sepedaku itu memang sudah tidak layak pakai ^^” kata Sooyoung.

Minwoo mengangguk paham, “kalau begitu kau bisa pulang bersamaku” tawar Minwoo.

Sooyoung terdiam sejenak sambil menatap sepedah Minwoo. sepedah namja yang sama sekali tidak ada boncenganya disana.

“kau.. yakin?” tanya Sooyoung sedikit ragu. sungguh, jika Sooyoung benar-benar membonceng pada Minwoo, dia yakin jarak antara mereka pasti akan sangat dekat nanti.

Minwoo mengernyit, “wae?“

“a..a nhi… aku hanya.. hanya tidak pernah melakukan itu sebelumnya” ucap Sooyoung.

“kalau begitu ayo, ini sudah mendung.. dan pasti sebentar lagi hujan” ajak Minwoo. dia segera berjalan menghampiri sepedanya, lalu segera menaikinya.

“iya tidak ya?” batin Sooyoung ragu.

“ah.. kenapa kau ragu, dia kan jauh lebih muda darimu… tidak akan terjadi apa-apa nanti” batinya lagi.

setelah itu dia berjalan dan segera duduk di sepeda Minwoo tepatnya didepan Minwoo.

“TAPP!”

Minwoo sedikit membungkukan badanya agar dia bisa meraih stang sepeda.

DEG

Kini dada Minwoo menempel pada lengan Sooyoung sebelah kiri dan sebagian dari punggungnya. membuat Sooyoung sedikit terkejut karenanya.

“tidak apa-apa.. dia lebih muda 5 tahun darimu Sooyoungie.. tidak akan terjadi apa-apa.. yakinlah” Sooyoung terus saja meyakinkan dirinya sendiri.

sepedapun melaju, awalnya sepedah itu bergerak pelan karena Minwoo sedikit kesulitan mengayuh sepedanya. tapi lama kelamaan sepedah itu berjalan seperti biasa. membuat rambut Sooyoung maupun Minwoo terhempas angin.

“Noona.. apa kau merasa tidak nyaman?” tanya Minwoo sambil menunduk sebentar ke arah Sooyoung. dia memang merasa jika Sooyoung tidak sedang baik-baik saja.

“O..oh.. anhi.. aku hanya sedikit takut jika aku jatuh nanti” ucap Sooyoung.

“jinjja? kalau begitu kau bisa berpegangan padaku.. “ ucap Minwoo santai.

“apa? berpegangan padanya?” batin Sooyoung.

“cihh lihat..! dia saja terlihat santai, hmmm aku yakin dia pasti hanya menganggapku noona tua yang tak mungkin akan terjadi sesuatu denganya… hah babo kenapa aku malah berfikir tidak-tidak” batinnya lagi.

“baiklah… aku berpegangan padamu ya” ucap Sooyoung. setelah itu dia segera berpegangan pada pinggang Minwoo dengan tangan kananya sedangkan tangan kiri ia gunakan untuk berpegangan pada stang sepeda Minwoo.

sepi, mereka kembali diam dengan pikiran masing-masing.

“Noona.. lalu bagaimana kau berangkat kuliah nanti?” tanya Minwoo mencairkan suasana.

Sooyoung memanyunkan bibirnya dan berfikir sejenak, “huhu.. molla… rasanya masih berat Minwoo-ya, kau tahu? sepeda itu sudah seperti pacarku sendiri.. “ kata Sooyoung dengan begitu polosnya.

“cihhh” Minwoo tentu saja tertawa mendengarnya.

“begitukah? kalau begitu kita ambil saja bagian yang masih bagus.. aku akan berusaha memperbaiki pacarmu itu” kata Minwoo.

Sooyoung mendongak untuk menatap Minwoo, dia terlihat kesal dengan ucapan Minwoo barusan.

Minwoo menatap Sooyoung sejenak dengan tatapan tanya, “a.. apa aku salah bicara?” tanya Minwoo. entah kenapa dia merasa tidak enak setelah melihat ekspresi Sooyoung barusan.

“tapp!” Sooyoung memukul perut Minwoo pelan.

“argghh noona.. kenapa kau memukulku” rrintih Minwoo.

“bagaimana kau bisa selalu memikirkan masalah orang lain? kau harusnya lebih memikirkan dirimu sendiri… kau masih kelas tiga SMA, diumur seperti itu kau harusnya fokus belajar, kau juga harusnya sibuk dengan pacarmu dan juga teman-temanmu..” omel Sooyoung.

Minwoo hanya tersenyum sambil kembali menatap jalan, “aku memang masih duduk di kelas dua SMA, tapi.. aku adalah pengganti Appa, jadi mana bisa aku bersenang-senang dan memikirkan hal itu… “ ucap Minwoo pelan.

DEG

“Nde?” tanya Sooyoung memastikan. karena Minwoo berbicara dengan sangat pelan, Sooyoung jadi tak begitu mendengarnya.

Minwoo menunduk sambil tersenyum, “anhi.. bukan apa-apa, maksudku adalah aku hanya ingin sepertimu.. meskipun kau terlihat jahat, cuek ataupun kasar.. tapi aku tahu kau benar-benar bekerja keras untuk membantu ommamu, maka dari itu aku tak ingin kalah darimu, aku akan berusaha membantu keluargaku sekuat tenaga dan tidak terlalu memikirkan sesuatu untuk besenang-senang …”

DEG

Sooyoung tentu saja terkejut mendengarnya, seumur hidup baru sekarang dia mendengar ucapan seperti itu dari orang lain.

“berarti kau berhasil Minwoo-ya.. sangat malah” ucap Sooyoung. dia mendongak dan menatap Minwoo sejenak.

“wae?” tanya Minwo pelan. tatapanya masih lurus pada jalan.

“karena kau sudah sangat sangat jauh dibandingkan denganku… kau lebih baik dariku. kau santun, rajin, baik hati dan juga lebih penurut daripada aku… “

Minwoo tersentak mendengarnya,

begitukah?

“kau memang lima tahun lebih muda daripada aku.. tapi kedewasaanmu sudah sama denganku, mungkin malah lebih..” lanjut Sooyoung.

“noona.. kau terlalu berlebihan.., aku seperti ini karena memang posisiku menuntunku menjadi seperti ini” kata Minwoo, dia masih saja merendah dan menyangkal pujian Sooyoung.

Sooyoung mengangguk, “arra arra… karena itulah aku kagum padamu Minwoo-Ssi” ucap Sooyoung jujur.

“bwo? kagum?” tanya Minwoo tak percaya.

Sooyoung mengangguk pasti, “aku… selalu berfikir.. andai saja kau lebih tua sedikit sehingga jarak umur kita tidak terlalu jauh… pasti kekaguman ini sudah berkembang… aku.. mungkin saja… akan menyukaimu.. hihi” ucap Sooyoung diselai dengan tawa.

Minwoo refleks menunduk dan menatap Sooyoung.

“Chiiittt” dan tiba-tiba Minwoo menghentikan sepedanya. membuat Sooyoung mengeratkan pegangannya pada Minwoo.

Sooyoung langsung menatap Minwoo penuh tanya.

“hey.. ada apa?” tanya Sooyoung heran.

Minwoo masih diam dan menatapnya, kali ini sungguh berbeda. yang sekarang terasa begitu intens dan juga tajam.

“N..No.. Minwoo.. ad-“

“kenapa kau selalu berkata seperti itu noona?” tanya Minwoo datar.

“a.. apa? perkataan yang mana?” tanya Sooyoung bingung. entah kenapa dia sedikit takut dengan perubahan sikap Minwoo.

“kenapa kau selalu mengatakan masalah umur?” tanya Minwoo lagi.

DEG

“apa dia tersinggung?” batin Sooyoung was-was.

“a..itu.. mianhae.. mian jika kau tersinggung karena itu..” ucap Sooyoung menyesal.

Minwoo hanya membuang nafas, “jujur aku sedikit tidak nyaman mendengarnya..” ucap Minwoo.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya, sekarang dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan.

dia hanya menatap Minwoo penuh sesal, meski dia masih bingung dengan apa yang membuat Minwoo marah padanya.

Minwoo masih menatap tajam pada Sooyoung. tapi dengan bodohnya, Sooyoung juga terus menatap balik pada Minwoo.

dan entah hanya perasaan atau memang itu benar, tapi Sooyoung merasa jika wajah Minwoo semakin lama semakin mendekat pada wajahnya. dia semakin bisa merasakan hangatnya nafas Minwoo yang menyapu kulit wajahnya.

dan apa yang Sooyoung lakukan?

dia hanya diam saja, dia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya ingin Minwoo lakukan padanya.

dekat…

semakin dekat…

“BRUSHHHH”

hujan….

tiba-tiba hujan turun dengan deras, membuat keduanya mendongak dan memastikan apa sekarang ini memang hujan, *menurutloh?

Minwoo segera megayuh sepedanya dan mencari tempat untuk berteduh. dan mereka menemukan sebuah halte kecil yang sepertinya sudah tidak dipakai.

setelah sampai, mereka segera turun dari sepeda dan berdiri di bawah halte itu.

entah kenapa suasana benar-benar menjadi canggung sekarang. bahkan mereka berdiri sedikit berjauhan.

DEG DEG DEG

Sooyoung merasa aneh dengan perasaanya sekarang. dia merasa jantungnya berdetak 10 kali lebih cepat. dan meski sekarang ini sedang hujan, cuaca juga terasa dingin, tapi Sooyoung merasa sebaliknya. dia merasa begitu panas dan darahnya berdesir cepat.

“michigesseo! apa yang kau pikirkan..! tidak tidak.. tidak boleh, pokoknya tidak boleh Sooyoungie” ucap Sooyoung pelan.

“TAPPP”

“OMMO..” Sooyoung memekik terkejut saat seseorang tiba-tiba menyentuh pundaknya.

“Mian noona.. aku tidak bermaksud mengejutkanmu” ucap Minwoo.

Sooyoung hanya mengangguk pelan, dia menunduk dan belum berani menatap Minwoo.

“a..ada apa?” tanya Sooyoung.

“ini… “ ucap Minwoo sambil menyerahkan sebuah baju yang baru saja ia ambil dari tasnya.

“itu? bukankah itu almamater sekolahmu?” tanya Sooyoung heran.

Minwoo mengangguk dengan senyuman yang terlukis di bibirnya. manis

“pakailah… kau hanya memakai lengan pendek saat ini” ucap Minwoo.

“seragamu juga lengan pendek, kau saja yang memakainya Minwoo-ya” kata Sooyoung. entah kenapa dia seperti menolak tawaran Minwoo.

“aku? haha anhi.. entah kenapa aku merasa sedikit gerah.. jadi kau saja yang memakainya noona” ucap Minwoo.

“aku juga merasa gerah.. jadi-“

“jangan bohong.. kata Minyoung noona beberapa minggu lalu kau baru saja sembuh dari tipes, benar kan?”

“tapi sungguh.. aku-“

Minwoo tak menghiraukan ucapan Sooyoung lagi, dia langsung memakaikan almamater itu di atas tubuh Sooyoung.

DEG

sialnya,lagi-lagi tubuh mereka bersentuhan. membuat keduanya menoleh dan kembali bertatapan intens untuk beberapa saat.

DEG

Matanya…

DEG

hidungnya….

DEG

bibirnya…

DEG……

“e..ekhem… ah kenapa hujannya tidak reda juga ya…”

tiba-tiba Minwoo menjauh dan mengalihkan pembicaraan. dia menggaruk tenguknya sambil mendongak menatap langit yang masih terlihat gelap.

Sooyoung sendiri ikut menatap langit, dia hanya berusaha menunjukan pada Minwoo jika dia juga baik-baik saja.

–***–

Sooyoung POV

Aku kembali menoleh kebelakang. memeriksa apa dia sudah muncul dari ujung jalan itu. namja yang selalu menampakan senyumanya itu setiap kali dia bertemu denganku.

“dimana dia?” entah sudah keberapa puluh kali aku melakukan hal itu, menanyakan pertanyaan itu.

“tumben dia belum pulang” gumamku tanpa sadar.

“PLAKK!”

setelah sadar, aku memukul kepalaku sendiri. berusaha menyadarkan diriku ini dari bayangan seorang No Minwoo.

entahlah, setelah kejadian beberapa waktu itu, kami jadi tak pernah bertemu. entah karena dia sibuk atau karena memang dia menghindariku.

“apa dia masih marah?” gumamku lagi.

tapi kenapa dia marah? apa dia risih karena aku bilang aku mungkin akan menyukainya? atau dia tidak suka jika aku menganggapnya anak kecil?

ahhh membingungkan!!

Akupun memutuskan untuk duduk di kursi yang memang disediakan di pinggir jalan.

kulihat beberapa orang yang sedang berlalu lalang. tapi tetap saja tidak ada Minwoo disana.

huffft… benar, aku memang mencarinya.jika ditanya kenapa… aku tidak tahu. entahlah.. aku hanya merasa ada yang mengganjal jika aku tidak bertemu denganya. Aku ingin memastikan jika dia tidak marah denganku.

Tunggu.. tapi kenapa aku harus menunggunya?

Apa karena saat itu dia.. ingin menciumku?

Aku terdiam dan mengingat lagi saat itu, saat dimana Minwoo mendekatkan wajahnya padaku dan dia menatapku dengan sangat intens.

Bahkan aku baru benar-benar sadar jika dia punya hidung yang sangat mancung. Dan lagi… matanya itu sangat sipit dan sangat menggemaskan, dan juga….

bibirnya…

Bibirnya itu….

“PLAKKK!”

Kupukul saja kepalaku yang memikirkan hal bodoh itu.

“babo!! Bagaimana aku bisa berfikir jika dia akan menciumku? Mungkin saja dia hanya ingin melihat kotoran yang ada dimataku… hahaha babo.. “ setelah itu aku tertawa, tertawa karena pikiranku yang benar-benar konyol ini.

“haha mana mungkin seorang anak Senior high school mencium seorang yeoja tua yang sudah kuliah semester terakhir… hahaha… lucu sekali” ucapku sambil terus tertawa sendiri. Kupukul lagi kepalaku beberapa kali. mencoba menyadarkan kenyataan yang tidak akan bisa diubah lagi.

Normal POV

“haha mana mungkin seorang anak Senior high school mencium seorang yeoja tua yang sudah kuliah semester terakhir… hahaha… lucu sekali” Sooyoung terus tertawa dan memukul kepalanya sendiri. Dia tak menyadari jika dari kejauhan seorang namja yang sedang menaiki sepeda kesayanganya kini mengernyit heran kearah Sooyoung.

“kenapa dia tertawa sendiri dipinggir jalan seperti itu?” gumam Minwoo heran. Dia segera mengayuh sepedahnya kearah Sooyoung.

Dan tak lama setelah itu, ternyata Sooyoung menyadari kedatangan Minwoo. Diapun langsung tersenyum dan melambaikan tangannya.

“Noona… apa yang kau lakukan disini” Tanya Minwoo setelah dia menyandarkan sepedanya pada semak-semak di dekat tempat Sooyoung duduk saat ini.

Minwoo mengambil duduk tepat di samping Sooyoung. Membuat Sooyoung merasa sedikit lega.

“ternyata dia tidak marah padaku..” batin Sooyoung riang. Sadar atau tidak, tapi Sooyoung tersenyum sendiri karena hal itu.

“Noona! Kenapa malah tersenyum sendiri begitu?” ulang Minwoo. Kali ini dia menepuk pundak Sooyoung pelan.

“O..oh.. nde? Apa?” Tanya Sooyoung dengan polosnya.

“Ya Tuhan.. pasti sejak tadi kau melamun seperti ini? Aku Tanya apa yang kau lakukan disini?” Tanya Minwoo lagi.

“Oh.. a..aku..” Sooyoung terdiam sejenak untuk berfikir.

“ mana mungkin aku menjawab aku sedang menunggunya.. hahaha itu pasti sangat konyol” batin Sooyoung. dia menggerakan matanya ke kanan dan juga ke kiri pertanda jika dia sedang mencari alasan yang tepat untuk Minwoo.

“a.. aku.. aku sedang menunggu seseorang…, beberapa hari lalu dia terlihat marah denganku dan aku jadi merasa tidak enak denganya..” ucap Sooyoung dengan senyuman kikuk.

“haha.. jika begini aku kan tidak dihitung berbohong” batin Sooyoung puas dan merasa telah terbebas dari lubang rahasia.

Minwoo terdiam sejenak dengan tatapan kosong.

“nuguya? Namjachingumu?” Tanya Minwoo sedikit ragu.

Sooyoung terkejut mendengar pertanyaan itu.

“apa? Namjachingu? ten.. tentu saja t-“

“Choi Kurus!” belum selesai bicara, seseorang lebih dulu memotong ucapan Sooyoung.

Sooyoung dan Minwoo tentu saja langsung mendongak.

“oh.. Lee Jungshin…?” ucap Sooyoung sambil menatap namja tinggi yang baru saja keluar dari sebuah mobil.

TAPP!

“ayo… waktuku tidak banyak!!”

tanpa meminta izin atau menjelaskan apa yang terjadi, tiba-tiba Jungshin menarik Sooyoung hingga dia berdiri. lalu tanpa memberikan kesempatan untuk memberontak, Jungshin langsung menariknya kearah mobil.

“hey.. hey… kita mau kemana?” Tanya Sooyoung bingung.

“aku akan jelaskan nanti.. pokoknya kau masuk dulu” ucap Jungshin sambil memaksa Sooyoung masuk ke dalam mobilnya.

Mereka tidak sadar jika namja yang tadi duduk bersama Sooyoung hanya bisa menatap keduanya tanpa bisa melakukan apa-apa.

Minwoo POV

“Ya Tuhan.. pasti sejak tadi kau melamun seperti ini? Aku Tanya apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku lagi.

“Oh.. a..aku..” Sooyoung Noona terdiam sejenak. dia terlihat sedang memikirkan atau mungkin menyembunyikan sesuatu.

“a.. aku.. aku sedang menunggu seseorang…, beberapa hari lalu dia terlihat marah denganku dan aku jadi merasa tidak enak denganya..” Jawabnya.

Aku langsung terdiam.

aku kira.. dia sedang menungguku, haha ternyata bukan ya? bodoh sekali aku…

“nuguya? Namjachingumu?” Tanyaku sedikit ragu.

Sooyoung noona terlihat terkejut saat aku menanyakan hal itu.

apa dia tersinggung?

“apa? Namjachingu? ten.. tentu saja t-“

“Choi Kurus!” belum selesai bicara, seseorang lebih dulu memotong ucapan Sooyoung noona.

kami langsung mendongak untuk melihat siapa pemanggil itu.

“oh.. Lee Jungshin…?” ucap Sooyoung Noona sambil menatap namja tinggi yang baru saja keluar dari sebuah mobil.

tunggu, bukankah namja itu adalah namja yang beberapa hari lalu bersama dengan Sooyoung noona?

TAPP!

“ayo… waktuku tidak banyak!!” ucap namja itu.

DEG

apa dia yang Sooyoung noona maksud? jadi dia yang sejak tadi Sooyoung noona tunggu…?

“hey.. hey… kita mau kemana?” Tanya Sooyoung noona.

haha pasti dia namjachingu Sooyoung noona, pasti mereka akan berkencan hari ini

“aku akan jelaskan nanti.. pokoknya kau masuk dulu” namja itu memaksa Sooyoung noona masuk ke mobilnya. dia tidak memberi kesempatan Sooyoung noona setidaknya untuk berpamitan denganku.

aku hanya diam dan terus melihat mereka, diam dan melihat Sooyoung noona yang kini sudah masuk ke mobil itu. mobil mahal yang pasti sangat nyaman itu.

“huufft…. “ aku membuang nafas panjang sebelum aku benar-benar pergi, tapi sebelum itu aku menatap sepedahku sejenak. sepedah yang pasti sama sekali tak nyaman untuk Sooyoung noona.

haha.. Sooyoung noona memang pandai mencari namjachingu

tinggi, kaya, dan pasti seumuran denganya….

_TBC_

mian kalo jelek, mengecewakan dan masih banyak typo. aku hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan teman-teman*plakk!

tetep ditunggu tanggepanya ya, semakin banyak semakin semangat ngelanjutinya ^^.

———–

sekedar pemberitahuan aja kalo sekarang, semua ff di blog ini yang berseri(senyum dong -_-) part akhirnya bakal aku protect.

yang mau minta Pw, bisa inbox atau DM aku.Formatnya cuma sebutin nama aja waktu kalian koment.

dan yang udah minta tapi ga koment, bisa jadi namanya bakal aku BLACKLIST dari blog abal2ku ini🙂

Coming Soon tapi PHP (Belum jelas kebenaranya):

GOOD PERSON PART END

TEASER

35 thoughts on “[Twoshot] As Old As (Part 1)

  1. febryza berkata:

    ah beda umur 5 tahun ya minwoo-sooyoung pasti engga enak bgt tuh, padahal medeka so sweet banget loh.. itu si jungshin mau bawa sooyoung kemana sih sampe bikin minwoo salahpaham gitu..
    wuaaahh good person udah mau ending aja, engga nyangka deh ditungguin pokokny ff kamu author yg belom tamat.. selesain ya jangan sampe engga *readernya maksa* hehehe

  2. Minwoo kasihan u,u
    Kalo minwoo sedih terus ntar tak pek/? aja deh, biarkan aku dan dia hidup bahagia wkwk /edan/
    Namjachingu-nya soo unn gimana ya keadaannya? Kasihan dong kalo soo unn kuliah jalan terus,
    Kak, disini masih diselipin komedi ya? Any soalnya ngakak bacanya😄 /cek genre/

    • Komenku kepotong, ada typo-nya lagi -_- mian kaak
      Baru nyadar kalo emang Ada komedinya hehe pantes,
      Oke Kak, good person nya ditunggu bagi” pass ne?
      Kalo udah publish kabarin aku bisa nggak Kak? Hehe, kalo ga bisa gapapa kok🙂 aku bakal rajin ngecek aja deh🙂

      Nb: typo nya
      Any –> aku ‘-‘ mian hp-ku auto correct jadi nyebelin banget .-.

  3. anita sy berkata:

    yeeee ff baru. ..crtany bgys.Aku suka lo Soo berantem ma peran cwokny lucu bnget.Kasihan ma Minwoo dtnggl ma Soo…dasar Jungshin main tarik ja. .hehe ditunggy next partny y…ditunggu jg part end Good personny aku jg suka ma ff yg itu🙂

  4. mrn berkata:

    Saling suka tapi pada malu” heheh ayolah jgn pd gengsi haha cerita yg manissss bkin gueeee senyum” sendiri hahah :p good ff🙂

  5. Ve berkata:

    Emang Sooyoung sm Minwoo umurnya beda 5 thn yaa?
    Mereka so sweet, ahh sayang pas bagian itu malah gagal gara” hujan’-‘ padahal kan ngarep ada adegan itu .-. /pikiran kotor/ /padahal udh bln ramadhan/
    Yey~ gak kerasa good person udh mau ending aja. Cpt publish jangan lupa bagi” password nya ya thor. Lanjutin jg ff”mu yang belum selesai /semangatin/. Udh lama gk baca ff yang cast nya soo-b.a.p thor, kangen sm ff” mereka apalagi soo-zelo.
    Next di tunggu.

  6. Daebaakkk thor,,,
    Wahh,, minwoo nya salah sangkah tuh, pdhal soo & jungshin kan gk pacaran.
    Jungshin tuh suka sama soo gk sih thor ????
    Next partnya ditunggu, jangan lama2 thor.

  7. danella_Sooyoungster ^^ berkata:

    Annyeong^^
    Minwoo-Sooyoung so sweet banget *hihi* Itu Jungshin seenaknya bawa Sooyoung pergi ganggu aja!

    Next thor, keren *jjang*

  8. yeni swisty berkata:

    si Jungshin ganggu moment Soo sma Minwoo deng.. lagi pula soo mw di bawa ke mana pula sama si Jungshin?
    Next part di tunggu

  9. giayoung berkata:

    Kasian is minwoo , kenapa gak jujur aja sih dua*nya jadi, tadikan minwoo ngira jungshin pacar soo eonni
    Jungshin pakek narik* seenak jidatnya. Haduh good person mau end ? Padahal aku belum baca part 4 sampai sekarang karena belum ada waktu longgar.
    FIGHTING THOR !!!!🙂

  10. Rizky Amelia berkata:

    Idihhh dasar Jungshin main tarik orang seenaknya -,- kasian kann Minwoo jadi salah paham gituu-_- lagian Soo eonni mau dibawa kemana /nyanyiarmada/ /diusir/ kok aku sok asik gini yaaa-_-
    Astagaa mereka tuu saling suka kann??? Kok pake acara gengsi gengsian sihhh-_- malah Soo eonni pake acara ‘perbandingan umur’ hadeuhhhh. jangan sampe nyesel lohh nanti
    Aduhh eonni mian yaa kalau setiap komenku selalu panjang panjang dan sok asik-_- habis gak tau kenapa setiap baca ff eonni pasti moodku langsung naikk^-^ hehehe…….
    Next chap nya ditunggu eonni^-^

  11. Plis deh ini bikin gua gregetan aaak ;_; ff kamu eon selalu bikin aku gigit apa aja yang ada di sekitar masa-_-v aku tunggu part selanjutnya yaaaaa,fighting !

  12. Paling seneng kalo ceritanya itu udah masalah umur kayanya fell nya dapet banget authornya ge hebat😀 Semuanya bias saya lagi hahah😀 Jungshin maen tarik tarik ajah mending tarik hati ku *gubrakkk
    Lanjut ya thor ^^

    Keep writing ^^

  13. hah… selesai baca part 1. Tadi ribet browsing ampe lupa baca.

    Ini masalah nya sebenarnya cuma masalah umur kan yah. tapi kata terakhir itu loh.. dan seumuran dengannya. mak jleb banget…

    Ada typo dikit pas soo bilang minwoo kelas tiga sma eh minwoo jawab nya dia baru kelas dua sma.

    dan karena masih part 1 jadi ya belum ada penjelasan mendetail tentang perasaan masing-masing tokoh.
    great job Han…

  14. yani yanuari berkata:

    heyyy heyy heyy sbner’a sapa sih yng bkalan jadian sma soo eonni? lee jungshin oppa or no minwoo dongsaengie?? ashhhh jdi bingung dah, kajja d’next part’a thor🙂 & kapan part ending’a ff good person, jdi pnasaran nih sma ff soodaehyun😀

  15. nisa berkata:

    yahh perbedaan umurnya kok lama banget…. bisa 5 tahun gitu ig…. tapi tetep aja semoga ntar endingnya sooyoung sama minwoo…

  16. minwoo ska ya sma soo young unni kok kcwa liat soo young ama jungshin..skp jungshin kok kayak ank kcil childish amat beda ama minwoo yg kyak org dwsa …kan lbih cck klau yg seumuran ama soo young unni itu minwoo bkn jungshin …waduhh bingung ni mau support soo ama jungshin atau soo ama minwoo yaa ?_?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s