Devious (Part 2)

TITLE : Devious (Part 2)

MAIN CAST:

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Kim Woobin
  3. Song Joongki

OTHER CAST :

  1. Choi Zelo
  2. Choi Daniel
  3. Park Minyoung

GENRE : Romance, Family, Sad

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

happy reading and don’t be siders

pastelgreen3#Just Tell Me Honestly#

–*Devious*–

“Putri?” Gumam namja skeatboard itu dengan wajah bingung.

“Hmm.. putriku yang sangat cantik” lanjut Tuan itu sambil membelai rambut Sooyoung.

Sooyoung hanya bisa terperangah tak mengerti. Dia menatap Bibi Lee dengan wajah bertanya. Tapi Bibi Lee terlihat menghindari tatapan langsung dengan Sooyoung.

“Zelo-ya..” Panggil Tuan Choi pada namja yang sekarang berdiri di antara dia dan juga Sooyoung.

Namja bernama Zelo itu masih terlihat diam dengan tatapan tak mengerti.

“Sekarang.. kau tidak hanya mempunyai seorang Hyung, tapi.. kau juga punya seorang Noona…, Sooyoung Noona ^^” Jelas Tuan Choi.

‘DEG’

“Noona?” Gumam namja bernama Zelo itu sambil menoleh pada Sooyoung dengan tatapan tak percaya.

“Yeoja yang beberapa kali bertemu denganku di Yongin.. ternyata adalah kakaku?” batin Zelo terkejut.

Sooyoung juga menatap Zelo dengan tatapan bingung. “Namja skeatboard yang sudah menolongku ini…. adalah adiku? Ya Tuhan.. drama macam apa ini?” batin Sooyoung syok.

Zelo diam untuk beberapa saat sambil menatap tajam pada Sooyoung, lalu setelah itu dia menoleh kearah lain sambil tertawa remeh.

“Jadi intinya.. kau membawa selingkuhan lamamu dan anak haramu ke sini?” Tanya Zelo dengan tatapan tak percaya.

‘DEG’

Sooyoung, Tuan Choi dan juga bibi Lee langsung menoleh pada Zelo dengan tatapan terkejut.

“Choi Zelo!” bentak Tuan Choi.

Zelo tertawa tak percaya, “Wuuuhhh, kau memang hebat aboji…, ternyata kau sudah pandai berselingkuh sejak kau masih muda ya.. ckckckck…” puji Zelo pada Ayahnya. Beberapa saat, dia menatap Sooyoung remeh.

“Kau bahkan berselingkuh setelah kau menikah dengan Omma yang sudah memiliki Hyung saat itu.. ckckck, pantas saja Omma meninggal begitu cepat…” ucap Zelo dengan tatapan yang begitu tajam namun juga penuh kepedihan.

“PLAKK!”

Sebuah tamparan keras langsung mendarat di pipi namja tinggi itu. Membuat semua mata yang melihatnya membulat.

“Tuan..” Ucap Sooyoung memperingatkan.

“Jaga bicaramu Choi Zelo! Kalau saja tidak di jodohkan dengan Ibumu.., aku pasti sudah bahagia dengan mereka!” jelas Tuan Choi dengan setengah berteriak.

“Cih…” Zelo kembalitertawa remeh.

“Jika seperti itu… kenapa kau tidak membuangku saja?! bukankah kau menderita karena kehadiran kami?!!” tanya Zelo dengan nada yang meninggi.

“Zelo!!”

“Chagi.. sudahlah..” ucap Bibi Lee sambil menghampiri Tuan Choi dan merangkul bahunya dengan lembut.

Zelo dan Sooyoung menatap tak percaya pada Bibi Lee,

“Chagi?! cihhh… menggelikan!” umpatnya murka.

“Berhentilah bersikap keras kepala Choi Zelo! karena apapun yang terjadi…, mereka akan tinggal disini mulai sekarang” ucap Tuan Choi.

‘DEG’ Mata Sooyoung langsung membulat mendengarnya. Jika ini adalah alam mimpi, dia ingin segera bangun dan terlepas dari kekacauan ini.

Zelo menatap remeh pada Ayahnya. “Kau pikir aku mau menerima mereka?” Tanya Zelo. Dan Tuan Choi hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi anak bungsunya itu.

“Baiklah! Kita lihat saja seberapa lama kalian bisa bertahan disini!” ucap Zelo sambil menatap Sooyoung dan bibi Lee bergantian.

Sooyoung menoleh pada Zelo sambil membuang nafas panjang. Sesungguhnya, dia jadi merasa bersalah pada namja itu. Dan juga.. dia masih sangat bingung dengan situasi yang terjadi saat ini, di tambah sekarang.. Zelo bertengkar dengan Ayahnya karena masalah yang juga tidak dia mengerti.

“Ajushi…, sepertinya anda salah sangka…, Begini… sebenarnya aku buka-“

“Sooyoungie!” Dan Sooyoung langsung menghentikan ucapanya saat Bibi Lee tiba-tiba memanggilnya.

Sooyoung menoleh pada bibi Lee dengan tatapan bingung. Dan kebingunganya semakin bertambah saat Bibi Lee membawanya ke sebuah kamar.

.

.

“Sooyoungie-”

“Bibi…, kurasa ada kesalah pahaman disini…., aku… memang memanggilmu Omma…, tapi.. tapi kita sama sekali tidak punya hubungan darah..” ucap Sooyoung dengan nada meyakinkan.

Bibi Lee terlihat mengangguk seolah paham. “Tapi Sooyoungie.., setelah kepergianya… kau berjanji untuk menebus semua dosamu dan setuju untuk menjadi penggantinya kan?” Tanya Bibi Lee.

Sooyoung menarik nafas dalam lalu membuangnya. “Tapi Bi…”

“Bahkan kau juga sudah berjanji untuk memanggilku Omma kan?” sahut Bibi Lee.

Sooyoung kembali menghela nafas panjang. “Tapi.. Omma…, ini adalah Seoul…,sedangkan aku punya tanggungan Ayah dan juga Minho di Yongin” ucap Sooyoung dengan nada memelas.

Bibi Lee membuang nafas panjang, “Aku akan memberimu uang agar kau bisa mengirimkanya ke Yongin” Tawar Bibi Lee.

Sooyoung menunduk lesu, “Ini bukan masalah uang Omma, aku hanya tidak bisa meninggalkan Minho yang mungkin bisa di celakai ayahku kapan saja…” Ucapnya. Sejenak, bayangan adik laki-lakinya terlintas di otaknya.

“Sooyoungie.. Jebal..” mohon Bibi Lee sambil menggenggam tangan Sooyoung erat.

“Mian.. tapi.. aku sungguh tidak bisa berada disini, Jika Omma mau.. Omma bisa ikut aku kembali, tapi jika tidak.. jelaskan yang sesungguhnya pada Tuan Choi dan tinggalah disini bersamanya…” ucap Sooyoung lalu beranjak pergi.

——

“Ini kamarmu Nona Choi, kau bisa memanggilku jika kau butuh sesuatu” ucap salah satu pelayan saat Sooyoung dan juga dirinya sampai di depan sebuah kamar yang berada di lantai 2.

Sooyoung tersenyum dan mengangguk, “Gamsahamnida..” jawab Sooyoung sambil membungkuk pada pelayan itu.

Beberapa saat kemudian, Sooyoung berjalan memasuki kamar yang entah sampai kapan akan ia tinggali itu.

“Hufftt….” Sooyoung membuang nafas panjang sambil menatap ke sekeliling kamar itu.

Ya, memang kamar itu cukup besar. Bahkan sama besarnya dengan rumah kontrakanya di Yongin. Tapi hati Sooyoung tetap merasa begitu gelisah dan takut sekarang. Apalagi setelah melihat reaksi namja skeatboard bernama Zelo itu.

‘TAP!’

Sooyoung berjalan perlahan dan berhenti di dekat Jendela. Sejenak, dia menatap taman rumah yang terlihat begitu jelas dari sana.

Dalam diam, dia kembali mengingat apa yang Bibi Lee ucapkan padanya tadi.

.

“Mian.. tapi.. aku sungguh tidak bisa berada disini, Jika Omma mau.. Omma bisa ikut aku kembali, tapi jika tidak.. jelaskan yang sesungguhnya pada Tuan Choi dan tinggalah disini bersamanya…” Ucap Sooyoung dengan begitu yakin. Dia beranjak pergi setelah mengatakanya.

Bibi Lee terlihat berlari menghadang Sooyoung dan menatap yeoja tinggi itu dengan sendu. “Hiks.. hiks.. aku mohon Sooyoungie…, hiks..hiks… tinggalah bersamaku disini, Aku sungguh rapuh tanpamu…” Mohon Bibi Lee dengan isakan disana. Dia bahkan langsung berlutut dan memeluk kaki Sooyoung dengan erat.

‘DEG’

Sooyoung menatap Bibi Lee tak percaya, “Omma…”

“Aku harus selalu bersamamu…, aku akan merasa sangat gila dan selalu teringat bayangan Yoobi jika kau tidak ada di sisiku.. hiks.. hiks…” ucap Bibi Lee dengan ekspresi penuh kepedihan.

Sooyoung memejamkan mata seolah sudah merasa sangat lelah dengan semua ini. Beberapa saat kemudian dia mundur agar Bibi Lee tidak lagi memeluk kakinya.

“Omma…” mohon Sooyoung.

Bibi Lee terlihat diam dengan tatapan yang berubah menjadi penuh amarah. Dia terlihat menggertakan giginya dan membuang nafas dengan berat.

“Jika kau tidak mau berada disini bersamaku…, lebih baik….”

Bibi Lee terlihat berdiri dengan cepat lalu berlari mencari sesuatu.

‘DEG’

Dan mata Sooyoung langsung membulat saat dia melihat Bibi Lee meraih sebuah gunting yang ada di atas meja rias.

“Lebih baik aku mati!!!” Pekik Bibi Lee dengan wajah frustasi. Dia berniat mengayunkan gunting itu ke perutnya.

“Omma andwe!” pekik Sooyoung.

.

“Huufftt…”

“Apa ini yang di sebut balasan yang setimpal?” Gumam Sooyoung pelan. Dia menyandarkan kepala pada pinggiran jendela, lalu mulai memejamkan mata.

..

“Sooyoungie.. Sooyoungie!! tolooong! hiks hiks…”

Sooyoung mundur perlahan sambil menutup mulutnya rapat-rapat. Dia juga memejamkan matanya agar dia tidak lagi melihat seorang gadis yang begitu ketakutan di sana.

“SOOYOUNGIEEEE!!!”

..

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung membuka matanya dengan lebar saat bayangan dan suara itu teringiang di otaknya.

Entah kenapa, seperti ada dentuman di jantung Sooyoung, nafasnya jadi memburu dan keringatnya mulai mengalir di pelipis kepalanya.

‘DEG DEG DEG’

Sooyoung mengatur nafasnya yang tiba-tiba memburu.

“Bwohaneungeoya?”

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung membalikan badanya dengan cepat saat seseorang tiba-tiba berbicara dari arah pintu.

Sooyoung terlihat membuang nafas panjang setelah melihat Zelo disana. Beberapa saat kemudian, dia kembali menghadapkan wajahnya ke luar jendela.

Zelo tidak melangkah masuk namun memilih untuk bersandar pada kuzen pintu kamar Sooyoung. Kedua tanganya masih ia masukan ke dalam saku.

“Choi Sooyoung-”

“Kudengar kau dua tahun lebih muda dariku-”

“Dan kau ingin aku memanggilmu Noona-”

“Meskipun aku orang asing, Setidaknya aku lebih tua darimu-“

“Kau pikir kau sudah bukan orang asing bagiku?”

Sooyoung dan Zelo terus berbicara dengan cepat dan saling memotong. Meski begitu, tidak ada satupun dari mereka menoleh ataupun menatap lawan bicara.

“Kembalilah ke Yongin” suruh Zelo.

“Mianhae” Sahut Sooyoung.

Zelo tersenyum mengejek, “Kau minta maaf? wae? kau suka disini? kau suka rumah ini? atau kau suka karena kau jadi tuan putri dari sebuah keluarga kaya?” Tanya Zelo remeh. Sekarang dia menolehkan wajahnya pada yeoja yang sekarang masih membelakanginya.

Sooyoung menarik nafas sambil menunduk, “Kau bisa mengumpatku sepuasmu, aku tidak akan marah” ucap Sooyoung. Masih tanpa menoleh.

“Jika kau tidak marah berarti kau tidak punya harga diri.., dan jika kau marah.. kau berarti tidak tahu diri” ejek Zelo dengan begitu kasar.

Sooyoung membalikan badanya dan menghadapkan tubuhnya pada Zelo.

“Aku janji.. aku tidak akan lama disini, berikan aku waktu.. sampai Omma sembuh dan sudah bisa menyesuaikan diri dengan keluargamu” mohon Sooyoung.

Zelo berdiri tegak dan menghadapkan tubuhnya pada Sooyoung. Dia melipat kedua tanganya di dada sambil menatap Sooyoung tajam.

“Kenapa kau tidak membawa Ommamu saja ke Yongin?” Tanya Zelo.

“Kau pikir abojimu akan membiarkan hal itu terjadi? kau bahkan melihat sendiri bagaimana aku mengejar mobilnya saat dia menculik ibuku” sahut Sooyoung.

“Kau pikir aku peduli? Ya Choi Sooyoung, Kau harus tahu…, aku bahkan membenci ayahku dan semua manusia yang ada disini, dan sekarang kau dan ibumu datang, kalian pikir aku bisa tenang-tenang saja?” tanya Zelo.

“Kau bisa melukaiku, tapi jangan ibuku” ucap Sooyoung dengan begitu serius.

“Cihh..! menggelikan!” umpat Zelo geram.

“Oh? Namdongsaeng? Kau sudah kembali?”

‘SHETT!’

Sooyoung dan Zelo langsung menoleh keluar saat seorang namja tingga terlihat menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhnya ke kamar Sooyoung.

Sooyoung bisa melihat jika Zelo membuang muka dengan wajah kesal stelah tahu siapa orang itu.

‘TAPP!’

Namja itu melangkahkan kakinya memasuki kamar Sooyoung dengan wajah bingung. Sejenak dia menatap Sooyoung dari atas sampai bawah.

Begitu juga dengan Sooyoung. Dia menatap namja berjas yang memiliki mata seperti Zelo itu dengan wajah bingung.

“Siapa dia?” Tanya orang itu pada Zelo.

“Tuan putri keluarga Choi” jawab Zelo sambil menatap Sooyoung dingin.

Namja itu tersenyum smirk, “Jinjja? dari selingkuhan yang mana?” tanya Namja itu sambil menatap Sooyoung.

“Selingkuhan yang sudah membuat ibuku meninggal!” jawab Zelo lalu beranjak pergi.

‘DEG’

Sooyoung cukup terkejut mendengarnya, sedangkan namja yang masih berdiri di depan Sooyoung itu hanya bisa tersenyum sambil melirik kepergian Zelo. Beberapa saat kemudian dia menoleh lagi pada Sooyoung.

“Haahhh, Aku sudah menebak jika ini akan terjadi.., tapi Nona.., aku menyarankanmu untuk segera keluar dari sini” saran namja itu.

‘DEG’

Sooyoung hanya bisa diam dan mendengarnya.

“Aku.. maupun Zelo, tidak akan bersikap baik padamu dan ibumu.., dan kau harus tahu.. abojiku lebih mengerikan dan juga lebih kejam dari kami..” ucap namja itu. Meski mengancam, tapi dia berbicara dengan senyuman di bibirnya. Sangat berbeda dengan cara Zelo berbicara.

Sooyoung terdiam beberapa saat. Dia masih berusaha menenangkan hatinya yang semakin lama semakin gelisah. Sungguh, bahkan bukan hanya Zelo, tapi namja yang kemungkinan adalah anak pertama dari keluarga Choi itu ternyata juga tidak menerimanya disini.

Sooyoung menghela nafas untuk menenangkan hatinya. Beberapa saat kemudian dia tersenyum pada namja itu.

“Aku akan bersikap baik, mohon bimbinganya” ucap Sooyoung sambil membungkuk sopan pada namja itu.

Namja itu terlihat tertawa melihat sikap Sooyoung. “Cih…! Kau ingin bertahan? hahaha.. ya ya… baiklah…, kalau begitu… mari kita lihat seberapa banyak air mata yang bisa kau keluarkan dirumah ini.. ^^” ucap namja itu lalu beranjak pergi.

‘TAPP’

Namja itu terlihat menghentikan langkahnya sebelum dia benar-benar pergi. Dia menoleh pada Sooyoung dengan tatapan dingin.

“Jangan berfikir.., dia mencarimu karena dia merindukanmu…!” Ucap namja itu.

‘DEG’

“Mwo?” Sooyoung cukup tersentak mendengarnya.

Namja itu terlihat menghela nafas sejenak,“Tidak ada kata ‘cinta’ ‘sayang’ ataupun ‘anak’ di hatinya, karena sesungguhnya.. yang ada dipikiranya hanyalah uang.., jadi bersiaplah ^^ ” ucap namja itu lalu kembali melangkahkan kakinya.

Sooyoung hanya bisa terperangah mendengarnya. Meski tidak sepenuhnya paham dengan ucapan itu, tapi dia yakin jika akan terjadi hal-hal mengerikan setelah ini.

—***—

Sooyoung berjalan keluar rumah dengan sedikit ragu. Sesekali, dia menoleh ke sekeliling rumah itu. Mengantisipasi apakah Tuan Choi atau Bibi Lee melihatnya sekarang.

‘BRUK!’

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung menghentikan langkahnya saat dia menabrak seseorang yang entah sejak kapan sudah berada di hadapanya. Dan saat dia mendongak, dia melihat anak tertua keluarga Choi disana. Namja itu terlihat menatap Sooyoung sambil tersenyum. Meskipun terlihat seperti senyuman biasa, tapi Sooyoung sedikit ngeri melihatnya.

“Tuan Putri, Kau terlalu bodoh jika berniat kabur sesiang ini..” pujinya.

‘DEG’

Sooyoung mundur beberapa langkah tanpa bicara apapun.

“Seharusnya kau pergi setelah aku bicara padamu kemarin, atau setudaknya.. jika kau ingin merasakan bagaimana rasanya tidur di kamar yang besar dan indah.., kau bisa pergi saat ayam belum berkokok” ucap Namja itu.

“Ya Daniel! apapun yang terjadi… dia tidak akan pergi dari sini, jadi berhentilah mengancamnya!”

‘Shet!’

Dan Sooyoung langsung menoleh saat Tuan Choi tiba-tiba datang bersama Bibi Lee.

Namja di hadapan Sooyoung itu terlihat tersenyum remeh, “Aboji…, kau sepertinya sangat yakin jika yeoja ini bisa meningkatkan keuntungan Choi’Ze Group” pujinya.

Sooyoung mengernyit, “Kenapa dia terus berbicara seperti itu sejak kemarin?” batin Sooyoung.

“Dia… bukan ‘Yeoja ini’, dia punya nama dan namanya adalah Choi Sooyoung” ucap Tuan Choi.

“Arra arra.., kalau begitu.. Selamat datang di neraka ini… Tuan putri.. Choi Sooyoung ^^” Ucap Namja bernama Daniel itu sambil tersenyum lebar.

“Hufftt…” Dan Sooyoung hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

“Sooyoungie, kau mau pergi kemana?” Tanya Bibi Lee dengan wajah curiga.

Sooyoung menoleh perlahan, “Aku ingin ke Yongin..”

“Sooyoungie..” Ucap Bibi Lee dengan nada merengek.

“Aku harus mengambil beberapa barangku.. omma, lagipula… aku masih punya sedikit urusan disana” ucap Sooyoung.

“Lupakan saja tentang barangmu yang berada disana, karena sebentar lagi.. kau akan ku daftarkan ke universitas victory” ucap Tuan Choi.

‘DEG’

Sooyoung menoleh dengan cepat. “Mwo?” tanya Sooyoung dengan tatapan terkejut.

“Setelah ini… pergilah berbelanja dan beli semua perlengkapanmu” lanjut Tuan Choi.

“Tapi.. Tuan Choi-“

“Zelo-ya!” Tuan Choi tidak memperdulikan panggilan Sooyoung dan malah memanggil Zelo yang sedang menuruni tangga.

Zelo terlihat menghentikan langkahnya sambil menatap Ayahnya dengan malas. “Mwo?”

“Hari ini.., kau belum mulai sekolah kan? kalau begitu.. kau temani Noonamu pergi mencari barang yang dia butuhkan ne?” pinta Tuan Choi.

Zelo dan Daniel terlihat mendesah tak percaya. Sedangkan Sooyoung hanya bisa terheran mendengarnya.

“Aboji, kau bercanda? kau pikir dia akan kembali dengan hidup setelah kau menyruhku menemaninya?” tanya Zelo. Dan Sooyoung maupun Bibi Lee terlihat langsung tersentak ngeri mendengarnya.

“Setelah melihat keberanianya, aku yakin.. Sooyoung mampu menendangmu jika kau berbuat sesuatu yang buruk padanya” Ucap Tuan Choi dengan begitu yakin.

Zelo mendengus, “Shiro! kau tahu? jika yeoja itu tidak bisa ke Yongin, maka akulah yang akan pergi dan pindah kesana” ucap Zelo dengan mantab. Setelah itu dia kembali melangkah dan beranjak pergi.

“Memang kau akan tinggal dimana jika kau kembali ke Yongin?” Tanya Tuan Choi. Dan pertanyaan itu berhasil membuat Zelo berhenti dan membalikan badanya.

“Tentu saja aku akan tinggal bersamanya di rumahmu yang ada disana..” jawab Zelo santai.

“Sayang sekali Choi Zelo..” ucap Tuan Choi sambil tersenyum penuh arti.

“Panggil dia keluar!” suruh Tuan Choi pada salah satu penjaga.

“Apa yang dia lakukan?” batin Zelo sambil mengernyit tak mengerti. Diapun terus mengikuti kemana petugas tadi berjalan. Dan ternyata dia masuk ke ruang kerja ayahnya.

Beberapa saat kemudian, penjaga itu datang bersama seorang namja yang sangat ia kenal.

‘DEG’

Mata Zelo membulat sempurna melihat namja itu. Apalagi saat dia melihat namja itu berdiri di sisi ayahnya yang lain dengan pakaian jas resmi.

Sooyoungpun terlihat terkejut melihat namja itu. “Dia.. ? sepertinya.. aku… pernah melihat namja itu..” batin Sooyoung sambil terus mengingat.

“Joongki Hyung?” gumam Zelo terheran.

“Yaa, mulai sekarang.. Joongki Hyungmu ini bukan hanya akan menjadi guru lesmu, tapi.. dia juga akan aku pindah tugaskan untuk menjadi salah satu sekretaris di perusahaan kita yang ada di Seoul” jelas Tuan Choi.

‘DEG’

“Mwo?” ucap Zelo tak percaya.

Namja bernama Joongki itu terlihat tersenyum lebar pada Zelo, tapi tatapanya beralih pada seorang yeoja yang berdiri tak jauh dari Zelo dan juga Daniel.

‘DEG’

Joongki mengernyit, “Yeoja itu?” gumamnya pelan.

“Oh..? dia..? dia adalah anak keduaku, namanya Choi Sooyoung” Ucap Tuan Choi sambil menunjuk Sooyoung dengan senyuman bangga.

“Anak kedua?” tanya Joongki bingung.

—-

Meski sedang duduk di depan air mancur yang sangat indah, Sooyoung masih saja memilih untuk menatap layar handphonenya. Sejak kemarin, dia hanya bisa menatap nama ‘Choi Minho’ itu disana. Tapi sama sekali tidak ada keberanian bahkan hanya untuk menekan tombol telepon.

“Bagaimana aku menjelaskan semua ini padanya” Gumam Sooyoung pelan. Dia mengacak rambutnya dengan frustasi.

“Sooyoung-ssi?”

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung mendongak saat seseorang tiba-tiba datang dan berdiri di depanya.

“Oh? kau?” gumam Sooyoung pelan.

“Jadi kau ingat aku?” Tanya namja bernama Joongki itu dengan wajah sedikit terkejut.

Sooyoung mengerutkan dahinya sambil menatap Joongki beberapa saat. Setelah itu, dia terlihat mendengus pelan.

“Mianhamnida.., aku.. memiliki ingatan yang sangat buruk, aku hanya merasa sedikit tidak asing dengan wajahmu” ucap Sooyoung ragu.

Joongki tertawa kecil mendengarnya. “Aku Song Joongki, anak bibi Song , dia pemilik toko bubur yang beberapa hari lalu ka datangi, kau ingat?” tanya Joongki.

Sooyoung terdiam sejenak sambil berfikir, beberapa saat kemudian, dia membentuk bibirnya menyerupai huruf O.

“Ooow.. aku ingat sekarang, kau.. yang menolongku menata koran-koranku itu kan?” tanya Sooyoung. Dan Joongki mengangguk sambil tersenyum.

“Eumm, boleh aku duduk?” tanya namja bernama Joongki itu. Sooyoung pun mengangguk dengan sedikit ragu.

Beberapa saat kemudian, Joongki duduk di samping Sooyoung.

“Aku baru tahu jika Zelo punya kakak perempuan, sesungguhnya.. aku cukup terkejut mendengar penjelasan Tuan Choi tadi, apalagi.. saat mengetahu jika yeoja itu adalah kau..” ucap Joongki.

Sooyoung tersenyum tipis, “Kau terkejut? Hmmm… aku saja masih terkejut dan masih merasa tidak percaya dengan semua ini” ucap Sooyoung dengan jujur.

Joongki menoleh dan menatap Sooyoung bingung, “Maksudmu?” Tanya Joongki.

Sooyoung terdiam sejenak, beberapa saat kemudian dia tersenyum sambil menggeleng.

“Bukan apa-apa ^^, keurigo.. aku senang karena ternyata ada seseorang yang sedikit ku kenal disini,, mohon bimbinganya “ ucap Sooyoung sambil membungkuk sedikit pada Joongki.

Joongki menatap Sooyoung dengan tatapan bingung. Tapi beberapa saat kemudian, dia balas membungkuk pada Sooyoung.

–***–

“Mwo?!!”

“Ishh!” Sooyoung langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya saat Minho memekik dari seberang telepon.

“Ya! Bisakah kau tidak berteriak? aku tidak tuli!” ucap Sooyoung kesal.

“Noona, kenapa kau harus tinggal disana? apa terjadi sesuatu?” tanya Minho.

Sooyoung menghela nafas sejenak. “Bibi Lee kembali mengalami sedikit depresi.. jadi dia tidak bisa kembali ke Yongin untuk beberapa hari ini..” ucap Sooyoung berbohong.

“Jinjja? lalu bagaimana dengan penculiknya? apa mereka mencelakai kalian?” tanya Minho lagi.

Sooyoung terdiam sejenak, sesungguhnya dia tidak pandai membohongi Minho seperti itu.

“Mereka bukan penculik, mereka hanya kerabat Bibi Lee yang memang sejak dulu mencarinya” jelas Sooyoung.

“Oh.. baiklah…, aku tenang mendengarnya, kalau begitu bertahanlah disana.. jangan memikirkan kami” ucap Minho.

“Nde..” jawab Sooyoung.

“Anyeong~”

‘BEB’

“Huuuffffttt…” Sooyoung membuang nafas panjang sambil menunduk lemah.

‘TOK TOK TOK!’

Sooyoung menoleh ke arah pintu saat seseorang mengetuk pintu kamarnya. Beberapa saat kemudian, dia berdiri dan beranjak membuka pintunya.

“Oh? ada apa bibi?” tanya Sooyoung pada sang pelayan yang berdiri di depan pintunya itu.

“Nona Choi.., Pak presedir menyuruhmu ikut denganku” ucap pelayan itu.

“Eung? eodi?” tanya Sooyoung.

.

.

Sooyoung masuk ke sebuah ruangan besar yang pelayan tadi tunjukan. Dan dia langsung terperangah saat melihat sebuah studio fotografi disana. Dia bisa mlihat sebuah panggung kecil dengan perlengkapan fotografi disana.

“Ya Tuhan, ini rumah atau hotel?” gumam Sooyoung sedikit takjub.

“Sooyoungie, kenapa diam saja, ayo masuk…”

Sooyoung Pov

“Sooyoungie, kenapa diam saja, ayo masuk…”

Aku menoleh ke arah Bibi Lee yang menghampiriku. Dia terlihat sudah berdandan dengan cantik entah sejak kapan.

“Omma, tempat apa ini? dan kenapa aku di bawa kesini?” tanyaku dengan wajah bingung.

“Ini studio kecil.., Ahh aku lupa memberitahumu jika keluarga ini memiliki perusahaan fashion” ucap Bibi Lee.

“Perusahaan fashion?” Tanyaku bingung.

“Sudahlah.., itu tidak penting sekarang, ayo.. kau harus bersiap karena acara akan di mulai beberapa menit lagi” ajak Bibi Lee.

“Acara apa?” tanyaku.

Bibi Lee diam sejenak, “Pertemuan dengan beberapa pemgang saham dan juga engumuman tentang pernikahan..”

“Mwo? Pernikahan? apa maksudmu pernikahan kalian?” tanyaku lagi.

Bibi Lee tidak menjawab dan lebih memilih untuk menariku masuk ke sebuah ruang rias.

—[Beberapa menit kemudian]—

Aku keluar dari ruangan rias tadi dengan perasaan sedikit aneh.Sesungguhnya aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Memakai gaun putih selutut dengan hiasan renda dan pita di beberapa ujungnya. Rambut panjangku yang biasanya aku kuncir, sekarang harus digerai dan ditata menjadi sedemikian rupa.

Tapi.. Tunggu…

Aku sedikit terkejut saat melihat Zelo dan Daniel-ssi ternyata sudah duduk di ruang tunggu kecil yang ada disana. Mereka ternyata juga sudah memakai pakaian jas pesta.

Mereka terdiam sambil menatapku beberapa saat. Mungkin mereka merasa sedikit aneh saat melihat wajah miskin sepertiku memakai pakaian mahal.

Karena merasa sedikit gugup, akupun membungkuk sopan pada mereka.

“Cih! Ini sungguh konyol!” umpat Zelo kesal.

“Tuan putri, kau sungguh ingin melakukan semua ini?” tanya Daniel-ssi padaku.

Aku terdiam dan menatapnya bingung. “Nde?” tanyaku tak mengerti.

“Apa kau sungguh ingin menjadi orang kaya?” tanya namja itu lagi.

“Aku datang kesini bukan untuk menggerogoti uang kalian” jawabku dengan tegas.

“Kalau begitu kau harusnya pergi, disini.. kau hanya bisa mendapatkan dua hal.. yang pertama uang, dan yang kedua rasa tertekan” ucap Daniel. Kali ini dia sama sekali tidak tersenyum saat berbicara.

Aku menunduk lemah, “Aku.. hanya tidak mau menghancurkan kebahagiaan Ommaku…” jawabku.

“Cihh! kau ini benar-benar..”

“Sudahlah Hyung, kau tidak akan berhasil.., yeoja ini tidak tahu kehidupan orang kaya, jadi kita lihat saja bagaimana dia menghadapi semua ini…” ucap Zelo tanpa menatap siapapun. Dengan angkuh, dia berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.

‘TAPP!’

Tapi dia segera menghentikan langkahnya saat Joongki-ssi datang bersama dua penjaga lain. Sejenak, dia menoleh padaku. Karena bingung, akupun membungkuk padanya.

“Acara akan dimulai, kalian… berjalanlah beriringan memasuki ruang pertemuan” ucap Joongki.

“Cihh..” Zelo kembali mendesah tak percaya.

“Kalian benar-benar menggelikan” lanjutnya.

—-

Aku menghentikan langkah dengan wajah heran saat ternyata begitu banyak orang yang datang memenuhi ruangan itu. Mereka memakai pakaian pesta formal seperti dress dan juga jas.

“Aku kira kehidupan seperti ini hanya ada di dunia barbie” gumamku pelan.

“Berhenti bersikap norak Choi Sooyoung, jangan membuatku malu!” bisik Zelo. Dan akupun hanya mendengus pelan.

“Ah.. Mereka datang, putra dan putri pewaris choi’ze group”

Tiba-tiba, aku mendengar Tuan Choi berbicara sambil menunjuk ke arah kami.

Dan sekarang, semua orang yang ada di riang pertemuan itu menoleh ke arah kami dengan wajah takjub, ada juga dari mereka yang menatap kami dengan wajah terkejut.

Aku, Zelo dan juga Daniel-ssi pun berjalan masuk dan menghampiri Tuan Choi yang sekarang berdiri berdampingan dengan bibi Lee dan juga pembesar-pembesar perusahaan.

page

Aku tersenyum pada orang-orang seperti apa yang di lakukan Daniel-ssi, tapi berbeda dengan Zelo yang hanya berjalan dengan ekspresi coolnya.

“Ya Tuhan.., bagaimana mereka bisa begitu menawan?”

“Lihat bagaimana tingginya tubuh mereka”

“Keturunan Choi’Ze group memang memiliki postur model”

Aku bisa mendengar komentar beberapa orang saat mereka menatap kami.

“Huufftt… benar-benar seperti kehidupan barbie” batinku.

Kami bertiga akhirnya sampai di tengah ruangan.

“Lihat.., mereka memang benar-benar menawan” puji Tuan Choi dengan wajah bangga dan di ikuti anggukan Bibi Lee dan juga beberapa hadirin.

“Pak Presedir, Keluarga dari ‘KingKim’ Group sudah datang” Lalu salah satu anak buah Tuan Choi datang dan berbicara pada namja itu.

“Baiklah… biarkan mereka masuk”

Aku terdiam sejenak, “KingKim? apa lagi itu?” batinku.

beberapa saat kemudian, semua hadirin menoleh ke arah pintu.

“Itu mereka” ucap Tuan Choi.

Aku, Zelo dan juga Daniel-ssi pun menoleh untuk melihat siapa orang itu.

‘DEG’

Dan mataku membulat sempurna saat aku melihat seorang namja tingga yang berjalan bersama seorang namja semuran Tuan Choi.

“Namja itu?”

Normal POV

Sooyoung terlihat terkejut saat melihat namja yang beberapa kali bertemu denganya di toko bubur bibi Song itu datang bersama namja paruh baya berjas hitam dan juga seorang yeoja semuran Bibi Lee yang memakai longdress berwarna merah tua..

‘DEG’

Namja itu juga terlihat bingung saat melihat Sooyoung berdiri di tengah ruangan bersama keluarga Choi. Ditambah lagi saat dia melihat Zelo berdiri di samping Sooyoung sambil menatapnya dingin.

“Apa yang mereka lakukan disini?” batin Namja itu.

“Tuan Kim” sapa Tuan Choi saat orang-orang itu sudah tiba di hadapan keluarga Choi.

“Presedir Choi, selamat atas pernikahanmu.. dan juga selamat atas kehadiran putrimu” ucap namja paruh baya itu sambil bersalaman pada Tuan Choi.

Sooyoung menolehkan wajahnya ke arah lain saat namja itu berdiri di sampingnya sambil menatapnya dengan tajam.

“Dan kau pasti Woobin ^^” sapa Tuan Choi.

Namja bernama Woobin itu terlihat sedikit terkejut, “Oh.. nde.. anyeonghaseyo” sapa namja bernama Woobin itu sambil membungkuk pada Tuan Choi.

“Apa dia putrimu?” tanya Nyonya Kim sambil tersenyum pada Sooyoung.

“Ya, namanya Choi Sooyoung” jawab Tuan Choi.

“Dia cantik dan sangat tinggi” puji Tuan Kim.

“Sama seperti Woobin bukan? Hmm.. memang takdir yang indah..” sahut Tuan Choi sambil tersenyum penuh arti.

‘DEG’

Sooyoung dan Woobin terlihat sedikit terkejut mendengarnya.

“Apa maksudnya?”

—-

“HARI INI…,DI TEMPAT INI, KITA BERKUMPUL UNTUK MENJADI SAKSI…” ucap Tuan Choi pada seluruh hadirin.

“PERSEKUTUAN ANTARA CHOI’ZE GROUP DAN KINGKIM GROUP…. YANG DIPERSATUKAN DENGAN PERTUNANGAN ANTARA CHOI SOOYOUNG DARI CHOI’ZE GROUP DAN KIM WOOBIN DARI KINGKIM GROUP”

‘DEG’

Sooyoung, Woobin, dan Zelo langsung menoleh pada Tuan Choi dengan tatapan terkejut. Mata Sooyoung bahkan membulat sempurna setelah mendengar ucapan itu.

“Apa ini? Pertunangan?”

.

.

TBC

.

.

Gimana readerdeul? aneh? jelek? ga menarik? enaknya di lanjut ga FF ini?

Mian atas semua kesalahan, ttp di tunggu tanggepanya ya..

dan mian And Onenya belum aku publish, #belum punya ide wow buat endingnya#

Yaudah gitu aja, dan buat Sider… hati-hati dijalan ya, aku udah doain yang mengerikan buat kalian soalnya #njirrr #justkid

53 thoughts on “Devious (Part 2)

  1. Chansoo berkata:

    Itu daniel sama zelo ngomong nya kok pedes banget.
    Rada kesel juga sama si bibi lee, maksa banget coba 😒
    Kasian soo nya, pasti shok banget tiba2 di tunangin kaya gitu. Tapi gak papa juga sih, lagian tunangannya juga si ganteng woobin 😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s