Devious (Part 3)

TITLE : Devious (Part 3)

MAIN CAST:

Choi Sooyoung SNSD

snsd-sooyoung-dramaKim Woobin

gentlemans-dignity-kim-dong-hyubChoi Zelo

bs8Y8

OTHER CAST :

Song Joongki

song-joong-ki2-1Choi Daniel

TUNry

GENRE : Romance, Family, Sad

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

Anyeong ^^ aku balik nih, maaf karena masih dengan ff devious dan bukan ff And one, suer aku belum punya ide buat endingnya biar kalian bisa nangis bombay #halah

—-

Don’t Like? Don’t read!

—-

happy reading and don’t be siders

—-

collage_20150202220653242

–#Devious#–

“Pertunangan?” gumam Sooyoung pelan. Sekarang, dia hanya bisa diam dan terperangah tak percaya.

Sungguh, semua ini berada di luar bayanganya. Ia pikir, kekejaman Tuan Choi yang Daniel maksud adalah semacam dilarang bersosialisasi atau dilarang memakan makanan sembarangan.

Tapi..

Pertunangan?

Sejenak, Sooyoung menoleh pada Woobin yang memang sejak tadi telah di atur untuk berdiri di sampingnya.

Dan ternyata Woobin juga menatap Sooyoung dengan tatapan bingung dan terkejut.

“Wanita yang bertengkar denganku ini… adalah seseorang yang di jodohkan denganku?” batin Woobin tak percaya.

“Bagaimana aku bisa di jodohkan denganya? bahkan kami selalu bertengkar meskipun belum saling mengenal” batin Sooyoung.

Tak jauh dari sana, Zelo juga terlihat terkejut dengan semua ini. Namun dia menyembunyikan rasa kepedulianya dari semua orang dan bersikap seolah dia sudah mengerti.

“Apa ini yang Daniel Hyung maksud?” batin Zelo. Dia melirik sekilas pada kakak kandungnya itu untuk beberapa saat.

Dan dia bisa melihat jika Daniel hanya diam menunduk dengan senyuman tipis. Dia seolah sudah mendapatkan kesimpulan dari semua ini.

Flashback:

“Apa Presedir ada?” Tanya Daniel pada salah satu pelayan rumah.

“Dia di ruanganya Tuan..” ucap sang pelayan.

Daniel pun naik dan beranjak menemui ayahnya. Tapi dia terhenti di depan pintu saat dia mendengar percakapan di dalam ruangan itu.

“Sekarang Perusahaan kita berada di posisi yang sama dengan Perusahaan Victory, tapi menurut informasi.. mereka berencana menjodohkan putri mereka dengan putra dari perusahaan KingKim Group” ucap Sekretaris Jung.

‘DEG’

“Apa mereka membicarakan perjodohan?” batin Daniel.

“Apa KingKim Group sudah menyetujuinya?” tanya Tuan Choi.

“Mereka masih mengharapkan untuk bisa bersekutu dengan kita pak Presedir..” jawab Sekretaris Jung.

Tuan Choi menghela nafas panjang, “Aku dengar, Yoowon melahirkan seorang anak perempuan” ucap Tuan Choi.

“Benar Tuan, aku sudah mencari informasi dan ternyata mereka sekarang tinggal di Yongin” jawab Sekretaris Jung.

“Cari dia dan bawa mereka ke sini dengan cara apapun!” pinta Tuan Choi.

‘DEG’

Daniel mengerutkan dahinya, “Siapa Yoowon?”

End Flashbask

“DAN KAMI YAKIN.. DI WAKTU MENDATANG…. CHOI’ZE GROUP DAN KINGKIM GROUP.. AKAN MENJADI PERUSAHAAN RAKSASA DI KOREA DAN BAHKAN DI SELURUH DUNIA!” Tuan Choi kembali berbicara dengan lantang kepada seluruh hadirin yang sekarang menatapnya dengan takjub.

‘PLOK PLOK PLOK!’

Dan kini, semua orang bertepuk tangan sambil menatap ke depan dengan bangga.

“Mereka sama-sama tinggi”

“Mereka sangat serasi!”

“Ini akan menjadi awal yang baik bagi kita”

Sooyoung hanya bisa diam sambil mendengarkan komentar orang-orang.

“Ini neraka..” batin Sooyoung.

Di sisi lain, seorang namja hanya bisa menatap Sooyoung dengan tatapan sendu.

“Dia pasti terkejut” batin Joongki. Dia bisa melihat bagaimana gelisahnya wajah Sooyoung saat ini.

——

Setelah semua orang pulang, Keluarga Kim dan juga keluarga Choi berkumpul untuk mengadakan makan malam bersama.

“Aku kira, Choi’Ze dan KingKim tidak akan bisa bersekutu karena kita sama-sama tidak memiliki seorang putri, tapi ternyata… anda berhasil menemukan putri anda , ini sungguh melegakan” ucap Tuan Kim.

“Hahaha.. aku juga senang karena akhirnya aku bisa bertemu dengan putriku ini, dan… kudengar.. Woobin-ssi juga bersekolah di universitas Victory?” tanya Tuan Choi.

‘DEG’

Sooyoung sedikit tersentak mendengarnya. Tapi dia memilih diam dan untuk melanjutkan memakan makananya.

“Aaa.. apa Sooyoung-ssi juga bersekolah disana?” Tanya Nyonya Kim. Dan dibalas dengan anggukan Tuan Choi.

“Wahh ini akan sangat baik untuk hubungan mereka” ucap Nyonya Kim lagi.

Dan Woobin hanya bisa membuang nafas mendengarnya. Saat ini, dia sama sekali tidak tahu harus menolak atau memberontak seperti apa. Ini semua terlalu cepat dan mengejutkan. Dan dia sama sekali tidak punya kekuatan untuk berbicara di depan dua direktur gila itu.

“Keureom, karena kedua anak kita sudah masuk universitas, akan sangat wajar jika pesta pertuanangan mereka segera di adakan” ucap Tuan Choi.

“Jika itu baik, maka aku akan setuju dengan keputusan anda” jawab Tuan Kim.

‘DEG’

Sooyoung dan Woobin terlihat mendongak dengan tatapan terkejut. Begitu juga dengan Zelo dan Daniel.

“Eumm, Aboji.., apa ini tidak terlalu cepat? mereka bahkan belum saling mengenal” ucap Daniel entah dengan tujuan apa.

Zelo dan Sooyoung menoleh pada Daniel dengan tatapan heran. “Ada apa denganya?” batin Sooyoung.

“Ini kan bukan pernikahan tapi hanya pertunangan agar mereka saling terikat, Lagipula pertunangan ini juga yang akan memberikan mereka kesempatan untuk saling mengenal” ucap Tuan Choi dengan tegas.

Daniel membuang nafas panjang, setelah itu dia hanya bisa mengangguk pasrah. Sejenak, dia melirik Sooyoung yang masih saja terlihat syok dan gelisah.

“Permisi.., aku ingin ke toilet” pamit Sooyoung.

Daniel dan Zelo melirik kepergian Sooyoung dalam diam. Sedangkan Tuan Choi maupun Bibi Lee tetap tersenyum seolah tidak terjadi apapun pada Sooyoung.

Zelo menoleh pada bibi Lee dengan wajah tak percaya.

“Apa dia benar-benar ibunya? bagaimana dia bisa seceria itu sedangkan aku sendiri bisa merasakan bagaimana gelisahnya yeoja itu” batin Zelo sedikit geram.

.

.

Sooyoung terlihat duduk di kursi panjang yang berada di pinggir kolam renang dengan wajah putus asa. Tatapanya kosong dan tubuhnyapun terlihat begitu lemas.

Entah.. entah apa yang akan terjadi nanti…, tentang kebohongan Bibi Lee, tentang pertunangan itu…, tentang rumah mengerikan yang sedang dia pijak ini, sungguh.. dia benar-benar pusing memikirkanya.

Sooyoung menoleh dengan cepat saat seseorang tiba-tiba duduk di sampingnya. Dan dia langsung membuang nafas lega saat Joongki lah orangnya.

Sooyoung kembali menghadapkan wajahnya kedepan agar Joongki tidak terlalu menyadari apa yang dia rasakan saat ini.

“Kau pasti sangat terkejut” ucap Joongki tanpa menoleh. Dia lebih memilih untuk menatap pantulan bulan yang terlihat indah di permukaan kolam renang.

“Huuffft…., sangat” jawab Sooyoung lirih.

Joongki menoleh pada Sooyoung dan menatapnya serius.

“Jika kau tidak bisa melakukan ini…, kenapa kau tidak jelaskan saja yang sebenarnya..?” tanya Joongki pelan.

‘DEG’ Sooyoung menoleh dengan cepat pada namja itu.

“Jelaskan saja.. jika kau bukan anak kandung Nyonya Lee..” lanjut Joongki sambil menatap Sooyoung dengan begitu yakin.

‘DEG’ Sooyoung semakin tersentak, “Tunggu…, apa.. bibi Song-…”

“Dia hanya mengatakan kesimpulannya saja.., jika kau mempunyai sebuah perjanjian dengan Nyonya Lee..” jawab Joongki.

Sooyoung kembali menghadapkan wajahnya kedepan, melihat permukaan kolam renang yang bergerak karena terhembus angin.

“hmmm…, Andai saja aku bisa…, aku pasti sudah mengatakan semuanya saat pertama kali aku memijakan kaki di rumah aneh ini..” ucap Sooyoung pelan.

Joongki menoleh pada Sooyoung dengan tatapan bertanya, “Apa ada seseorang yang mengancammu agar kau tetap tinggal disini?” tanya Joongki curiga.

Sooyoung menggeleng, “Hanya saja… akan ada sesuatu yang sangat buruk… jika aku pergi dari sini..” ucap Sooyoung.

Joongki membuang nafas panjang sambil menatap Sooyoung, “Ini pasti sangat sulit bagimu.., kau bahkan belum genap satu minggu tinggal disini…” ucap Joongki.

Sooyoung menoleh pada Joongki lagi, “Maka dari itu.., aku mohon padamu Joongki-ssi… jangan mengatakan yang sebenarnya pada orang rumah ini.., biar aku saja yang mengatakanya suatu saat nanti..” mohon Sooyoung.

Dan Joongki hanya bisa menatap Sooyoung tak percaya. Entah kenapa dia jadi ikut merasa pusing dan bingung dengan semua ini, apalagi saat dia mengingat permintaan Ommanya agar dia berada di pihak Sooyoung dan selalu menjaganya.

Tak jauh dari tempat itu, seorang namja tinggi terlihat diam dan menatap Joongki dan juga Sooyoung dari balik pintu kaca yang membatasi area rumah dengan area kolam renang.

“Apa mereka saling mengenal?” batin Zelo curiga.

Benar, beberapa saat setelah Sooyoung meminta izin untuk pergi ke toilet, diapun memutuskan untuk pergi. Entah apa yang sebenarnya ingin dia lakukan setelah itu, tapi dia hanya merasa penasaran dengan apa yang ingin Sooyoung lakukan.

Dia kira Sooyoung akan menangis di kamar mandi. Tapi dugaanya salah. Ternyata Sooyoung malah berbicara berdua dengan Joongki seolah tidak ada siapapun yang menunggunya sekarang.

‘CKLEKK!’

Beberapa saat kemudian, dia memutuskan untuk menghampiri keduanya.

“Ya Choi Sooyoung!”

Sooyoung dan Joongki langsung menoleh kebelakang dengan wajah terkejut.

“Zelo-ssi?”

“Ada apa Zelo-ya?” Tanya Joongki.

Zelo menghentikan langkahnya saat dia sudah berdiri tiga langkah dari dua orang itu. Kedua tanganya terlihat masih masuk ke dalam saku celananya.

“Kau mau mati? bagaimana kau bisa menemui laki-laki lain saat kau baru saja di jodohkan dengan pewaris King Kim Group?” Tanya Zelo, ya seperti biasa.. dia berbicara dengan kata-kata yang begitu kasar.

“Laki-laki lain?” gumam Joongki bingung. Sooyoung sendiri hanya diam sambil menunduk. Beberapa saat kemudian, dia berdiri dan beranjak pergi tanpa menatap siapapun. Dia hanya membungkuk sedikit saat dia ingin menjauh dari Joongki.

.

.

‘TAPP!’

Sooyoung terpaksa berhenti saat seseorang menahan bahunya. Diapun membalikan badan dan menatap Zelo datar.

“Sekarang kau tahu kan maksud Daniel Hyung?” tanya Zelo.

“Nde” jawab Sooyoung lirih.

“Dan kau akan diam saja?” tanya Zelo dengan tatapan tak percaya.

Sooyoung menarik nafas dalam seolah dia sudah sangat lelah dengan semua ini.

“Keureom eotheokhae?” Tanya Sooyoung sambil mendongak dan menatap Zelo sendu.

“Pergilah dari Seoul dan jangan biarkan aboji menemukanmu!” suruh Zelo.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Tapi saat aku pergi.. seseorang bisa celaka” jawab Sooyoung sambil menunduk.

‘DEG’

“Mwo?” Tanya Zelo tak mengerti.

Sooyoung terdiam saat dia menyadari jika ucapanya sangat berbahaya. Beberapa saat kemudian dia kembali mendongak.

“Bukankah kau juga akan mendapat keuntungan karena pertunangan ini? jadi lupakan saja kebencianmu padaku dan cobalah menerima keberadaanku disini…” ucap Sooyoung mengalihkan.

“Ini semua bukan karena kebencianku terhadapmu!” ucap Zelo dengan tegas.

“Lalu apa? kau takut perusahaan ini akan jadi miliku?” Tanya Sooyoung yang malah memojokan Zelo.

“Choi Sooyoung-“

“Choi Zelo.. aku sama sekali tidak tertarik dengan uang kalian” Potong Sooyoung.

“YA!-“

“Lagipula..bukankah kau senang melihatku menderita? jadi.. nikmati saja pertunjukan busuk ini!” potong Sooyoung lalu beranjak pergi.

Zelo mendesah kesal, “Jadi kau akan melakukan semua ini? bertunangan dengan namja yang bahkan sama sekali tidak kau kenal?” tanya Zelo dan berhasil membuat langkah Sooyoung kembali berhenti.

“……” Sooyoung tidak menjawab karena dia merasa kepenatan hatinya sudah mencapai batas. Dia merasa ada setetes cairan yang mulai mengalir di pipinya. Mungkin jika Zelo tidak bertengkar denganya, dia masih bisa menahan air mata itu.

“Wae? kau tidak berani memberontak? atau kau memang senang bisa di jodohkan dengan pewaris perusahaan besar? kau suka denganya eoh?” tanya Zelo sambil menatap remeh pada Sooyoung yang masih membelakanginya.

Sooyoung menarik napas dalam. “Jebal…, “ gumam Sooyoung.

“Eung?” mata Zelo sedikit melebar.

“Hari ini saja…,” lanjut Sooyoung masih dengan suara pelan.

“Jangan menghujatku…” pinta Sooyoung. Dan itu membuat Zelo terdiam.

“Aku lelah…” ucap Sooyoung lagi.

‘DEG’

Entah kenapa, Zelo tersentak mendengarnya. Dia bahkan mengernyit saat melihat tangan Sooyoung memengangi pipinya dan seperti mengusap sesuatu.

“Apa dia menangis?” batin Zelo sedikit terkejut. Entah kenapa, dia beranjak melangkahkan kakinya untuk mengejar Sooyoung. Tapi dia terhenti saat Woobin tiba-tiba datang dari arah berlawanan.

‘TAP!’

Woobin berhenti tepat di depan Sooyoung. Karena sekarang mereka sedang berada di koridor, jadi Sooyoung tidak bisa melewatinya. Sejenak, Woobin menatap Sooyoung dan Zelo bergantian.

“Apa ini? jadi kalian bersaudara?” gumam Woobin dengan tatapan tak percaya. Sooyoung dan Zelo hanya diam, dan itu membuat Woobin semakin kesal.

“Apa kalian merencanakanya? menyuruh orang untuk mencuri tas temanku.., dan setelah itu kalian pura-pura menangkapnya agar kalian terlihat baik di mataku?” tanya Woobin. Saat mengatakanya, dia menatap Sooyoung tajam.

“Untuk apa kami melakukan semua itu?” Tanya Zelo sambil menatap Woobin tajam, dia berjalan mendekat dan berdiri di belakang Sooyoung. Sooyoung sendiri hanya diam dan menunduk. Yang dia pikirkan sekarang adalah, kenapa semua orang memperakukan dia seperti ini. Ini benar-benar membuatnya lelah.

“Mungkin saja agar orang-orang KingKim jadi tahu bagaimana baiknya orang-orang choi-ze, “ ucap Woobin dengan sombongnya.

“Kalian pikir kami akan kesulitan tanpa Kingkim? apa kau tidak lihat bagaimana berharapnya ayahmu terhadap kami?” tanya Zelo dengan tatapan yang masih tajam.

Sooyoung menarik nafas dalam mendengar semuanya, sungguh.. sekarang kepalanya benar-benar serasa ingin pecah.

“Minggir, aku harus kembali..” ucap Sooyoung pelan sambil berusaha melewati Woobin. Tapi sepertinya Woobin masih ingin bicara dengan Sooyoung. Buktinya dia melintangkan tanganya dan ia tumpukan tangan itu pada dinding agar Sooyoung tidak bisa lewat.

“Cih.. bagaimana aku bisa di jodohkan dengan seorang yeoja penjual koran yang selalu membuat masalah?” gumamnya sambil menatap Sooyoung tajam dari atas sampai bawah.

‘DEG’

“Penjual koran?” batin Zelo. Sejenak dia menoleh pada Sooyoung yang hanya diam dan menunduk.

“Meski bukan pilihanku, Setidaknya.. aku dijodohkan dengan yeoja cantik dan menawan…, bukan yeoja semacanmu” ucap Woobin lagi.

Sooyoung mendongak dan menatap Woobin datar. Sesungguhnya.. dia ingin membalas ucapan menyakitkan itu. Tapi…

“Aku akan menggagalkanya! jadi tutup mulutmu!” ucap Zelo tajam. Dan itu membuat Sooyoung sedikit bingung. Woobin sendiri hanya tertawa remeh mendengarnya.

“Jinjja? hmm.. jika kau bisa melakukanya aku akan sangat berterimakasih padamu” ucap Woobin.

“Kita lihat saja! Tapi jangan salahkan jika nantinya Kingkim Group menjadi hancur…! karena aku benar-benar pandai dalam memberontak!” ancam Zelo.

Woobin tersenyum smirk, setelah itu dia menatap Sooyoung tajam,

“Sejak aku bertemu denganmu.. aku mencium banyak bau keanehan.., Hey Nona Choi-“

‘TAPP!’

Tanpa mempersilakan Woobin selesai berbicara, Zelo meraih tangan Sooyoung dan membawanya pergi dari hadapan Woobin.

—***—

Sooyoung berhenti tepat di depan kamar Bibi Lee. Keinginanya untuk mengetuk pintu itu ia urungkan.

“Bagaimana aku bisa minta uang padanya? bagaimanapun.. dia kan bukan ibuku” batin Sooyoung menyadarkan dirinya sendiri. Dan pada akhirnya, diapun membalikan badan dan beranjak pergi.

.

.

Seperti biasa, Sooyoung memilih duduk pada kursi yang berada didekat air mancur untuk menghilangakan kebosanannya.

Flashback

“Noona.. apa bibi Lee belum sembuh? kenapa kau belum pulang juga?” tanya Minho dari seberang telepon.

“Minho-ya.. kurasa dia harus melakukan pengobatan bertahap disini agar dia sembuh…” jawab Sooyoung.

“Jinjja? heumm… baiklah..” ucap Minho dengan nada pasrah.

“Wae? apa uangmu habis?” tanya Sooyoung.

Minho terdengar menghela nafas, “Begini.. beberapa hari lalu..ayah mabuk dan memaksaku memberikan dia uang…, dan sekarang.. aku hanya punya uang untuk berangkat dan pulang sekolah saja…” jawab Minho.

“Tapi.. tapi besok aku akan mendapat uang hasil membenarkan komputer temanku Noona… jadi.. jadi kau tidak perlu khawatir” ucap Minho dengan cepat setelah itu.

Sooyoung membuang nafas dengan berat, dia harusnya tahu jika Minho akan mengalami hal semacam itu setiap hari.

End Flashback

“Apa sebaiknya aku mencari kerja disini saja ya?” gumam Sooyoung pelan.

“Oh? Tuan Putri.., kau masih disini?”

Sooyoung langsung menoleh ke arah gerbang saat Daniel datang dan berbicara padanya.

Sooyoung menghadapkan wajahnya lagi kedepan dengan ekspresi enggan. “Heeuuhhh kenapa aku hanya bertemu orang semacam itu disini” gumam Sooyoung pelan.

‘DAP!’ beberapa saat kemudian, Daniel duduk di samping Sooyoung lalu melipat kedua tanganya di dada.

“Ngomong-ngomong…, apa hanya aku yang berfikir jika kau sama sekali tidak mirip dengan siapapun dirumah ini?” gumam namja itu dengan wajah yang masih menatap lurus kedepan.

‘DEG’

Sooyoung sedikit tersentak mendengarnya, tapi dia bersikap biasa seolah tidak ada yang aneh dengan perkataan itu.

“Kalian besar di kota sedangkan aku di desa..” jawab Sooyoung asal. Dan itu membuat Daniel tertawa remeh.

“Apa kau sebodoh itu sehingga membohongi mahasiswa lulusan S university dengan perkataan konyol seperti itu?” ejek Daniel.

“Cihh..” Sooyoung tertawa remeh.

“Setelah mendengar perkataanmu.. aku jadi semakin tahu jika kita berbeda..” ucap Sooyoung. Dia menoleh pada Daniel dan menatap namja itu dengan senyuman smirk.

“Benarkah?” tanya Daniel pura-pura terkejut.

“Ya, karena aku tidak sesombong kalian.., dan aku masih menyadari jika setiap manusia mempunyai hati..” ucap Sooyoung tanpa menatap anak tertua keluarga Choi itu. Dan Daniel hanya tersenyum remeh mendengarnya.

“Kau yakin sekali ya jika kau adalah orang terbaik disini? tapi… bagaimana jika aku mencaritahu tentang kehidupanmu di Yongin? bukankah itu akan sangat seru?” lanjut Daniel.

Sooyoung menoleh dan tersenyum, “Lakukan saja, diusir ataupun tidak.. kalian sudah menganggapku musuh sejak awal kan..” ucap Sooyoung datar.

“Kau berfikir seperti itu? lalu bagaimana dengan warisanmu? jika kau di usir, kau tidak bisa mendapatkanya” sindir Daniel.

“Cihh..” Sooyoung tertawa remeh untuk beberapa saat.Setelah itu dia menoleh pada Daniel.

“Bagaimana ini? karena kau selalu bicara begitu.. aku jadi benar-benar ingin merebut semua harta yang ada disini” ucap Sooyoung dan perkataan itu membuat Daniel tersenyum smirk.

“Bukankah jika aku menikah dengan pewaris Kingkim group.. aku bisa meminta semua saham perusahaan keluarga ini? dan setelah itu.. aku bisa saja menendangmu dan juga Zelo dari rumah ini..” lanjut Sooyoung. Kali ini dia membalas ucapan Daniel dengan sebuah ancaman.

“Kalau begitu…, mari kita lihat siapa yang lebih cepat, aku membongkar rahasiamu, atau kau merebut semua harta perusahaan kami” ucap Daniel.

Dan Sooyoung hanya menanggapi perkataan itu dengan senyuman terpaksa.

cats‘CKLEEKK’

Lalu keduanya menoleh ke arah gerbang saat seseorang seperti membukanya. Dan bisa dilihat jika Zelo datang dari arah gerbang dengan wajah memar.

“Zelo?” Sooyoung terlihat terkejut melihat bagaimana keadaan namja itu. Tapi saat dia menoleh pada Daniel, namja itu terlihat sebaliknya. Dia terlihat acuh dan seakan tidak peduli jika adiknya habis dipukuli atau apa.

Zelo terlihat melirik Sooyoung dan Daniel sekilas dengan matanya yang tajam. Beberapa saat kemudian, dia terlihat kembali berjalan masuk ke rumah tanpa menatap siapapun.

“Apa ini? bahkan saat aku hanya terjatuh dari sepedah.. Minho rela menggendongku dari sekolah sampai rumah” batin Sooyoung. Beberapa saat, dia hanya diam dan berusaha memahami situasi tersebut. Tapi setelah itu, dia menoleh pada Daniel yang terlihat hanya diam.

“Daniel-ssi, apa kau tidak lihat wajahnya memar seperti habis di pukuli?” tanya Sooyoung heran. Nadanya bahkan terdengar sedikit panik.

“Aku lihat” jawab Daniel santai.

“Ya Tuhan..dan kau diam saja?” tanya Sooyoung.

Daniel menoleh dengan malas, “Lalu bagaimana? apa aku harus berlari menghampirinya dan bertanya apa dia sakit? atau aku harus bertanya siapa pelakunya agar aku bisa membalaskannya?” tanya Daniel balik.

Sejenak, Sooyoung hanya terperangah tak percaya. Dia baru tahu jika di dunia ini ternyata ada hubungan persaudaraan yang semacam ini.

“Ya Tuhan.. apa kalian memang selalu seperti ini?” gumam Sooyoung tak percaya.

“Seperti ini apanya? berkelahi adalah hal sangatlah biasa bagi seorang laki-laki” jawab Daniel.

“Tapi dia adikmu, apa kau tidak khawatir melihat bagaimana perilakunya? mungkin saja-“

“Kau tidak tahu apa-apa” sahut Daniel.

Sooyoung menghela nafas sejenak, “Yaa..aku memang tidak tahu apa-apa tentang kalian, tapi.. aku merasa.. jika Zelo bertingkah memberontak seperti itu.. karena dia tertekan oleh aturan Tuan Choi, jadi… setidaknya.. kau harus menyayanginya dan berada di pihaknya agar dia tidak merasa terlalu kesepian..” ucap Sooyoung.

Daniel terdiam sambil menghayati ucapan Sooyoung. Sejujurnya, dia sedikit bingung dengan sikap Sooyoung. Tadi.. Sooyoung berbicara seolah mereka adalah musuh, tapi sekarang.. Sooyoung berbicara seolah dia adalah penengah yang peduli akan hubunganya dengan Zelo.

“Dia sudah punya Joongki, dan mungkin Joongki lah yang lebih dia anggap sebagai kakak, selain itu.. kurasa.. Joongki bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakuan” ucap Daniel.

Sooyoung mengernyit, “Joongki Oppa menyayangi Zelo karena kau tidak melakukan itu pada Adikmu, tapi.. meski begitu.. pasti tetap ada perbedaan antara hubungan sedarah dan juga tidak..” ucap Sooyoung.

“Benarkah?” batin Daniel.

.

.

Sooyoung yang berniat mengambil sesuatu di kamarnya, kini berhenti tepat di depan pintu kamar Zelo. Dari balik pintu yang terbuka itu, dia bisa melihat jika Zelo sedikit kesulitan mengobati luka yang ada di pipi dan bibirnya.

Dengan sedikit ragu, Sooyoung masuk ke kamar itu dan mendekat ke arah Zelo. Dan hal itupun membuat Zelo meliriknya dengan tajam dan terlihat tidak suka.

“Apa maumu?” Tanya Zelo dingin.

Bukanya menjawab, Sooyoung malah mengambil alih katenbat yang Zelo pegang tanpa rasa takut sedikitpun. Setelah itu, dia mengambil obat yang ada di meja, lalu di obatinya luka zelo itu perlahan.

Sesaat, Zelo hanya diam dan menatap Sooyoung. Menatap yeoja tinggi yang sekarang hanya berjarak tiga jengkal didepanya itu.

“Apa yang kau lakukan?!” tanya Zelo dengan nada memarahi.

“Heeiihh.. kenapa malah kau mengobati pipimu yang tidak terluka..” jawab Sooyoung tersirat.

“Menyingkir!” Suruh Zelo tapi tanpa berbuat apapun pada Sooyoung.

“Hmm.. masa SMA memang masa yang paling menyenangkan ya untuk berkelahi..” ucap Sooyoung mengalihkan. Dia berbicara tanpa menatap Zelo. Sekarang ini, dia hanya terfokus pada luka yang ada di ujung bibir Zelo.

“Berhenti berbuat baik seolah kau kakaku! sampai kapanpun aku tidak akan menganggapmu kakak!” ucap Zelo dengan begitu dingin.

“Aku juga tidak suka menjadi kakakmu..” ucap Sooyoung dengan santainya.

“Adiku bahkan lebih tampan dan lebih lembut daripada kau..” lanjut Sooyoung namun dalam hati.

“Kalau begitu menyingkir dariku!” ucap Zelo sambil mendorong bahu Sooyoung pelan.

Sooyoung pun menurut dan menjauh dari Zelo. Dia sama sekali tidak memaksa untuk terus mengobati Zelo karena itu semua pasti hanya akan membuat Zelo semakin membencinya.

Sooyoung meletakan obat dan katenbat yang ia pegang tadi di meja, lalu dia kembali menatap Zelo.

“Zelo-ssi.., aku tahu kau punya alasan kenapa kau memberontak seperti ini..,” Ucap Sooyoung pelan.

“Apa yang kau tahu?!” sangkal Zelo.

“Hmm.. memberontak, acuh, melanggar aturan, berbuat kekerasan, berkata kasar…, semua itu memang terasa melegakan pada saat ini..,” Ucap Sooyoung sambil mendongak seolah mengingat sesuatu. Setelah itu dia kembali menghadapkan wajanya pada Zelo.

“Tapi… jika kau memikirkanya.. semua itu benar-benar akan merugikanmu di masa mendatang..” ucap Sooyoung. Saat mengatakanya, mata Sooyoung menyiratkan sebuah kepedihan.

Zelo sendiri hanya diam dan menoleh ke arah lain. Dia seolah tidak peduli dengan apapun yang Sooyoung ucapkan.

‘DAPP!’

Sooyoung meraih tangan Zelo lalu di berikanya sebuah plaster pada namja itu. Setelah itu dia tersenyum.

“Aku tahu kenapa kau begini padaku…, jadi tetaplah bersikap seperti ini sampai aku pergi nanti, tapi… kuharap.. kau tidak memperlakukan orang lain seperti ini, apalagi dengan kakakmu sendiri..” ucap Sooyoung.

Zelo menoleh pada Sooyoung dengan tatapan curiga, “Apa mereka membicarakanku tadi?” batinya.

“Percayalah, Tuhan menciptakan kalian menjadi saudara bukan tanpa alasan, dan saat ibumu melahirkanmu.. mungkin dia juga menaruh harapan besar agar kau bisa menemani Daniel-ssi dan agar kalian bisa saling melengkapi..” ucap Sooyoung lagi. Dia berbicara sambil tersenyum lembut pada Zelo.

‘DEG’

Entah kenapa, Zelo terhenyak mendengarnya. Ada perasaan aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

“Kau tidak mau membuatnya menyesal disana kan?” tanya Sooyoung. Dan Zelo terdiam tak bisa menjawab.

“Ahh mianhae, kurasa aku terlalu ikut campur.., kalau begitu aku pergi” pamit Sooyoung lalu segera keluar dari kamar itu.

—***—

Sooyoung berjalan keluar rumah dengan perasaan sedikit enggan. Hari ini adalah hari pertamanya masuk kuliah. Dan Sejak bangun, dia hanya berdoa agar dia tidak bertemu dengan namja bernama Woobin itu di kampus. Satu minggu saja.. dia ingin hidup tenang dan melupakan pertunangan itu.

‘CKLEEKK’ Sooyoung membuka pintu gerbang rumahnya perlahan-lahan.

Tapi..

‘TAPP!’

Sooyoung langsung menghentikan langkahnya saat dia melihat seorang namja yang baru beberapa menit lalu ia pikirkan, ternyata malah sudah berdiri di depan gerbang rumah itu.

Sooyoung menatap namja itu datar. Sedangkan namja yang bersandar pada mobil itu menatap Sooyoung dengan matanya yang tajam.

“Apa?” tanya Sooyoung dengan nada tidak suka. Sekarang, dia sudah lebih berani melawan Woobin. Tidak seperti apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.

“Cih… ini sangat konyol..” gumam Woobin dengan wajah tak percaya.

Sooyoung mendengus, “Kau tenang saja.., aku akan segera mengatasi semua ini..” ucap Sooyoung sedikit kesal.

“Kenapa tidak sekarang saja?” Tanya Woobin sambil melipat kedua tanganya di dada.

“Kau pikir aku Harry Potter yang bisa menghilang kapan saja dan kemana saja dengan begitu mudah?” tanya Sooyoung.

“Apa hanya menghilang yang bisa kau lakukan? Kau pikir menghilang bisa menyelesaikan masalah?” Tanya Woobin.

Sooyoung ikut melipat kedua tanganya di dada. “Kau tahu sendiri kan jika aku bukan orang Seoul? Aku juga baru tahu jika kehidupan orang kaya serumit ini…, jadi kenapa bukan kau saja yang berusaha menolak perjodohan ini?” tanya Sooyoung.

“Kau pikir itu mudah?” tanya Woobin kesal.

“Lihat! kau juga tahu kan jika semua ini sulit…? jadi sementara ini.. kita lakukan saja apa yang mereka minta” ucap Sooyoung.

“Asshh jinjja! terserah saja lah! tapi kau harus tahu.. aku tidak akan memperlakukanmu dengan baik…!” ucap Woobin dengan nada mengancam.

“Geurae.., aku juga akan melakukan hal itu!” ucap Sooyoung tak mau kalah. Beberapa saat mereka saling bertatapan dengan tajam.

“Sooyoung-ssi.. Woobin-ssi.. kita harus berangkat sekarang” ucap seorang namja yang sejak tadi duduk di kursi kemudi mobil.

“Eodie?” tanya Sooyoung pada orang itu dengan wajah bingung.

Sedangkan Woobin hanya mendesah kesal. Beberapa saat kemudian, dia masuk ke dalam mobil dengan sedikit enggan.

“Tuan Kim menyuruhku untuk mengantar kalian berdua ke Universitas Victory” jawab petugas tadi.

“Mwo?”

.

.

Perjalanan sudah hampir berjalan setengah jam, tapi Sooyoung maupun Woobin terlihat diam dan saling memalingkan wajah.

“Ajushi berhenti!” pinta Woobin dengan wajah datar.

Sooyoung pun menoleh ke luar jendela untuk melihat apa mereka sudah sampai di universitas Victory. Tapi.. dia tidak menemukan satupun gedung sekolah di jalan itu.

“Woobin-ssi.., kita belum sampai” ucap Sang Supir.

Sooyoung menoleh pada supir dengan wajah bingung. Sedangkan Woobin tidak menjawab dan lebih memilih untuk menoleh pada Sooyoung.

“Keluar” ucap Woobin.

Sooyoung menoleh tak mengerti, “Mwo?”

Woobin terlihat mendesah kesal, beberapa saat kemudian dia keluar dari mobil itu lalu berjalan memutar menuju pintu bagian sisi Sooyoung. Setelah itu, dia membuka pintu mobil dan menatap Sooyoung tajam.

“Ini mobilku, dia supirku.. dan kau bukan siapa-siapa.. jadi turun dan naiklah Bus untuk sisa perjalananmu ke kampus” ucap Woobin dengan dinginya.

Sooyoung tertawa tak percaya saat dia tahu maksud ucapan Woobin. Tapi, tanpa bicara apa-apa, dia keluar dari mobil itu dengan wajah datar. Diapun sedikit mendorong tubuh Woobin dengan bahunya sebelum dia berjalan menuju halte yang berada tidak jauh dari sana.

“Nona Choi! kembalilah!” panggil sang supir dengan wajah bingung. Tapi Woobin segera masuk ke mobil itu dan menutup pintunya.

“Ayo jalan!” ucapnya dengan begitu santai.

.

.

Sooyoung POV

“Yaa benar, ini balasan yang setimpal” ucapku saat aku berjalan menuju halte. Saat aku furstasi, aku akan berfikir tentang hal itu agar aku bisa menerima semuanya.

Aku duduk di kursi halte yang kosong itu sambil menatap ujung jalan. Sebenarnya aku tidak benar-benar tahu bus apa yang bisa mengantarku ke Victory university, tapi.. ini lebih baik di bandingkan harus berada satu mobil dengan namja arogan bernama Woobin itu.

“Huufffttt..” Aku membuang nafas panjang sambil menyandarkan bahuku pada pembatas halte.

“Setidaknya kampus membuatku sedikit lebih tenang karena tidak ada Zelo, Daniel-ssi atau Tuan Choi disana…, tapi… “

“Hasshhh namja itu benar-benar menghancurkan pikiran positifku!” keluhku sambil mengacak rambutku dengan frustasi.

Beberapa saat kemudian, aku melihat sebuah bus dari arah dimana aku datang tadi. Dengan sedikit ragu, aku berdiri dan berniat naik bus itu.

“Sajangnim.. apa bus ini bisa mengantarkanku ke universitas Victory?” tanyaku saat pintu bus terbuka. Dan sang supir terlihat mengangguk.

Akupun segera masuk dan membayar tiketnya. Setelah itu aku berjalan mencari tempat duduk yang kosong.

Tapi…

Aku sedikit tersentak saat aku melihat seorang namja tinggi yang ku kenal, sekarang duduk di kursi bus paling belakang. Seperti biasa, dia menatapku dingin.

“Zelo? kenapa dia naik bus?” batinku heran.

Akupun berjalan masuk dan duduk di kursi yang berada di depan Zelo. Bukan karena aku ingin dekat denganya, hanya saja.. kursi itu yang memang terlihat kosong.

Aku duduk tanpa menatapnya sekalipun, aku juga tidak menyapa atau mengatakan apapun padanya karena dia pasti tidak mau orang lain tahu jika kami saling mengenal.

“Huffftt.. jika Minho tahu aku hidup seperti ini.. dia pasti sudah marah-marah dengan bibi Lee” batinku.

Sekarang, aku tidak punya siapa-siapa. Bahkan semua orang di sini menganggapku musuh.

“Hmmm…” Aku menatap langit biru yang terlihat sangat bersih di atas gedung-gedung tinggi itu. Sekilas, aku melihat bayangan seseorang disana.

“Yoobiya.., apa kau tertawa disana? heuhh.. hidupku sekarang benar-benar menjijikan bukan?” ucapku lirih dan entah pada siapa. Haahh.. yaa.. aku pasti sudah gila.

“Kau di buang tunanganmu?”

‘DEG’

Aku sedikit tersentak saat Zelo tiba-tiba berbicara di belakangku.

“Hmm…yaa.. “ jawabku singkat tanpa menoleh. Aku masih menatap ke luar jendela.

“Bagaimana kau bisa hidup sehina itu.. cihhh..” ejeknya. Dan aku tersenyum mendengarnya. Mungkin bibirnya gatal jika sehari saja dia tidak berkata kasar padaku.

“Di dunia ini…, ada yang namanya perbuatan.. dan ada yang namanya balasan..” jawabku santai.

“Cihh..dasar konyol!” ejeknya.

Aku tersenyum, “Lalu bagaimana denganmu? kau tidak boleh naik mobil?” tanyaku. Kami berbicara tanpa saling menatap. Mungkin jika ada orang yang memperhatikan, ini akan terlihat sangat aneh.

Aku mendengar dia menghela nafas, “Aku hanya ingin menjadi orang biasa..” jawabnya singkat dan masih terdengar dingin.

Aku mengangguk paham. Sebenarnya aku masih bingung dengan sikap namja tinggi di belakangku ini. Terkadang mulutnya benar-benar tajam, tapi jika di pikir-pikir lagi… dialah yang selalu menolongku saat aku kesulitan di Yongin.

[Pemberhentian selanjutnya.. Universitas Victory]

Aku segera menegakan duduku saat aku mendengar suara dari speaker bus itu. Akupun beranjak berdiri dan bersiap untuk turun. Sejenak, kulirik Zelo yang terlihat menatap keluar jendela dengan tatapan dinginya.

Aku tersenyum tipis, “Benar-benar angkuh” batinku.

—***—

Normal POV

“Nona Choi? kenapa diam saja? ayo masuk!” ajak seorang fotografer yang beberapa saat lalu membawanya ke studio khusus milik Choi-ze group itu.

Sooyoung masih diam dan sedikit enggan untuk masuk ke ruangan itu. Entah kenapa, dia selalu punya firasat buruk saat melihat pintu studio itu.

“Apa yang akan kalian lakukan padaku?” tanya Sooyoung sedikit curiga. tapi fotografer itu terlihat tersenyum dan tidak menjawab sedikitpun.

“Oh Woobin-ssi.. kau sudah tiba?”

‘DEG’

Sooyoung langsung menoleh saat fotografer itu menyapa seseorang yang datang dari belakangnya. Dan firasatnya memang benar. Dia akan mengalami hal buruk di studio itu. Buktinya namja arogan itu juga datang.

Sejenak, Sooyoung dan Woobin saling bertatapan tajam. Dan itu membuat sang fotografer sedikit heran.

“Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Fotografer itu dengan wajah penasaran. Sooyoung dan Woobinpun menoleh dengan cepat.

“Kami tidak pernah berbaikan!” jawab Sooyoung dan Woobin yang ternyata bersamaan.

“Eung?” Lalu keduanya kembali bertatapan dengan wajah sedikit terkejut. Sedangkan sang Fotografer tertawa kecil melihatnya.

“Aigoo.. benar-benar love-hate couple yang menarik” puji sang Fotografer.

“We’re not couple!” ucap Sooyoung dan Woobin yang ternyata kembali bersamaan bahkan meski mereka berbicara bahasa inggris.

“Hahahaha.. kurasa kalian mempunyai chemistry yang unik..^^ kalau begitu.. ayo kita lakukan pemotretan sekarang” ajak fotografer itu.

‘DEG’

“Pemotretan?”

.

.

Sooyoung berjalan menuju kursi tunggu dimana sudah ada Woobin yang memakai baju musim dingin disana. Woobin terlihat melirik Sooyoung sejenak dengan tatapan enggan. Setelah itu, dia kembali menatap lurus ke arah panggung kecil tempat mereka berfoto nanti.

“Love-hate couple, jika kalian sudah siap.. maka kemarilah!” panggil sang Fotografer.

Woobin dan Sooyoung menoleh dengan kesal,

-“Hasshh aku benci panggilan itu!”
-“Hasshh aku benci panggilan itu!”

‘DEG’ Sooyoung dan Woobin kembali menoleh dengan cepat karena lagi-lagi mereka mengatakan hal sama dan diwaktu yang sama pula.

Woobin menatap kesal pada Sooyoung, “Ya! berhenti mengikuti ucapanku!” omel Woobin.

“Mwo? mengikutimu?! ya! aku hanya mengatakan apa yang ingin ku katakan!” sangkal Sooyoung.

“Hasshh terserah!” ucap Woobin acuh.

Diapun berjalan memasuki area fotografi.

.

.

 

Sooyoung dan Woobin terus bergaya di depan kamera dengan berbagai kostum. Terkadang, mereka berdiri berdekatan, saling bergandengan, dan bahkan saling merangkul.

Sejujurnya, semua itu terasa aneh untuk keduanya. Tapi karena mereka masih sama-sama takut dengan duo presedir gila itu, merekapun terpaksa melakukanya.

d5

d2

d1

d6

d3

d4

#anggap mereka pake ini#

.

.

“Sekarang, coba bergaya sebagaimana kalian berhubungan.., ekspresikan perasaan kalian sebenarnya terhadap masing-masing” suruh sang fotografer.

Sooyoung dan Woobin terlihat melebar, setela memahami maksudnya… merekapun tersenyum smirk. Sesaat mereka saling bertatapan tajam.

‘CLAPP!’

Tanpa ada aba-aba.., sang fotografer ternyata langsung memotret momen Sooyoung-Woobin ketika mereka saling menatap dengan tatapan tajam layaknya Big Enemy itu.

“Yap! seperti itu!” puji sang fotografer.

“Eh?” Sooyoung dan Woobin menoleh dengan tatapan terkejut.

“Oppa, apa sudah di mulai?” tanya Sooyoung bingung.

“Sooyoung-ssi, disini.. kau diperbolehkan untuk memukul Woobin” pekik sang fotografer sambil tersenyum.

“Mwo?” ucap Woobin tak percaya.

“Jinjja? wahahaha Daebak!” puji Sooyoung dengan wajah berbinar. Diapun segera menoleh pada Woobin dengan tatapan seolah ingin membunuh.

“Ya! apa yang kau lihat? jika kau berani memukulku aku aka-”

‘DAPP!’

Tanpa mempersilakan Woobin selesai bicara, Sooyoung lebih dulu menginjak kaki Woobin dengan ekspresi yang begitu santai.

“Arrgghh!!” Dan Woobin tentu saja langsung merintih dan memegangi kakinya.

Dan disaat itu juga, Sooyoung terlihat tertawa dengan begitu puas.

“Hahaha! jangan suka meremehkan orang Tuan Kim!, lihat..! kau bahkan bisa dibuat kesakitan oleh seorang yeoja penjual koran!” ejek Sooyoung sambil menatap Woobin remeh.

Woobin yang sedang membungkuk dan memegangi kakinya, kini mendongak dan menatap tajam pada Sooyoung. Setelah itu..

‘GREBB!’

Dengan geram, dia melingkarkan lenganya pada leher Sooyoung dan sedikit mengeratkanya agar Sooyoung merasa tercekik.

“Ukhuk ukhuk!!” Sooyoung pun langsung terbatuk karena lengan kekar Woobin yang menekan lehernya dengan cukup kuat dan juga tentu saja terasa cukup berat.

“YA!” Sooyoung berusaha memberontak. Sesekali dia mencengkram lengan Woobin itu agar segera terlepas dari lehernya.

Woobin terlihat tertawa melihat bagaimana Sooyoung merasa kesulitan karena itu.

“Jangan mengejeku! Dasar lemah!” bisik Woobin mengejek. Sooyoung tentu saja langsung mendengus kesal. Dia terus berusaha melepaskan lengan Woobin yang semakin lama malah terasa semakin erat.

‘CLAP’

‘CLAP’

‘CLAP’

Bahkan saking asiknya bertengkar, mereka tidak menyadari jika sang fotografer terus memotret setiap ekspresi natural yang mereka keluarkan.

“Oppa.. lihat mereka! hihi.. benar-benar pasangan yang menarik ya?” ucap sang asister fotografer. Dan sang fotografer hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Ya Ya.. sudah-sudah.. kalian bisa berhenti, heiihh! kenapa malah bertengkar di studio pemotretan!” ucap sang fotogrefer pada Sooyoung dan Woobin.

“Tapi Oppa.. dia belum berdarah!”
“Tapi Hyung.. dia belum pingsan!”

ucap Sooyoung dan Woobin bersamaan.

Woobin menoleh pada Sooyoung. “Mwo? berdarah?” tanya namja itu tak terima.

“Wae? kau bahkan lebih kejam dan berniat membuatku pingsan!” ucap Sooyoung tak mau kalah.

“Karena itulah yang ingin kulakukan padamu!” ucap Woobin dengan santainya.

“Mwo?! ya kau-“

“NONA CHOI!”

“Eung..?”

Sooyoung, Woobin, dan kru yang ada di studio itu kini langsung menoleh kearah pintu saat seorang pelayan rumah itu datang dengan wajah panik.

“Ada apa bibi?” tanya Sooyoung.

Bibi itu berjalan menghampiri Sooyoung, “Seorang namja datang dan terus berteriak memanggil namamu.., sekarang dia sedang berseteru dengan para penjaga…” ucapnya.

‘DEG’

Sooyoung langsung membulatkan matanya karena terkejut.

“Apa jangan-jangan..”

.

.

Sooyoung berlari sekencang-kencangnya menuju pintu gerbang. dibelakangnya, Woobin mengikuti dengan wajah penasaran.

“Siapa namja itu? apa namjachingunya?” batin Woobin.

‘TAPP!’

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung berhenti saat dia melihat Seorang namja sekarang sedang berdiri dan berhadapan dengan Daniel di depan gerbang rumah itu. Sedangkan beberapa penjaga terlihat sudah kembali ke ruanganya.

“Sooyoung Noona?” pekik namja itu dengan wajah bahagia saat dia menyadari jika Sooyoung sudah tiba.

‘DEG’

“Minho?” gumam Sooyoung dengan wajah terkejut.

“Apa yang dia lakukan disini?” batinnya.

Daniel menghadapkan wajahnya pada Sooyoung, “Tuan putri…, sepertinya aku tidak perlu mencari kebenaran sampai ke Yongin…, karena kebenaran itu ternyata malah datang sendiri ke sini…” ucap Daniel sambil tersenyum penuh kemenangan.

‘DEG’

“Kebenaran?” batin Woobin.

“Apa dia sudah tahu?”

.

.

_TBC_

Gimana? jelek? aneh? ga ngefel? typo? duhh, maaf ya atas semua kesalahan /bow/

tetep di tunggu tanggepanya ya ^^ , kalo banyak ya lanjut kalo engga ya.. nasibnya mungkin kaya ff masha, unbelievable, hajima, fujoshi lover dll haha #banyakamatyak?:/

.

Dan saengil chukhae buat Moon Jongup #ForeverWithMoon #HappyMoonDay

tumblr_m7m6i9InHR1qc32peo1_1280

63 thoughts on “Devious (Part 3)

  1. fransiscafrtnta24 berkata:

    waaaaaa makin seru niiii
    persis sama dengan judul nya ‘devious’ @.@
    tapi kok minho bisa tiba” dtg yaa ??
    ak penasaran sm masa lalu sooyoung & bibi lee …
    penasaran selanjutnyaaaaaa

  2. krisnaningtyas berkata:

    Kereennnnnn banget thor, wahhhhhh. Paling suka pas waktu mereka berdua di sesi pemotretan. Gak kebayang klo Sooyoung sama Woobin bertengkar kayak gitu pasti lucu

  3. yani yanuari berkata:

    wahhhh wahhhh ddaebak!!! mimin mah hebat bkin gua pnasaran mlu d’tiap part’a hahahHa😀 d’tunggu next part’a min🙂

  4. Keikooo berkata:

    love-hate couple kh? duuhh, hhaha lucu banget pas scene mereke bertengkr -_- duhh gk kebayang deh gimana kalo mislany itu benra2 ada di kehidupan nyata atau di drama😀 part ini feelnya dapet banget, angkuhnya Zelo dapet, karakter sooyoung sama woobin juga makin bikin gregett, lebih2 pas scene pemotretan mereka, sedih, bingung, kesel, greget dan lucu nyampur semua dah, pecahhhh!

  5. Chansoo berkata:

    Astaga pemotretan macam apa ini ??!!
    Amburadul bgt, tapi tetep sweet juga sih.
    Hate love couple 😂
    Itu baju mereka kok bisa banyak yg sama gitu yaa, kaya barang couple beneran … Apa jangan jangan …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s