Devious (Part 6)

TITLE : Devious (Part 6)

MAIN CAST:

  1. Choi Sooyoung SNSD
  2. Kim Woobin (Aktor)
  3. Choi Zelo BAP

OTHER CAST :

  1. Song Joongki (Aktor)
  2. Park Shinhye (Aktris)
  3. Choi Daniel (Aktor)

cast6

GENRE : Romance, Family, Sad, Friendship

RATING : PG 17

CREAT BY : H-By

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

happy reading and don’t be siders

DEVI5#Devious#

.

“Oh.. Tuan putri? kenapa kau kembali?”

Sooyoung dan Woobin langsung menghentikan langkah mereka saat Daniel muncul.

Sejenak, Daneil menoleh pada tangan dua orang didepanya yang sekarang saling bertautan itu. Setelah itu dia tertawa kecil.

‘strapp!’

Menyadari hal itu, Sooyoung segera menarik tanganya agar terlepas dari genggaman Woobin. Tapi entah kenapa, Woobin malah kembali menarik tangan Sooyoung untuk di genggamnya.

“Haha.. sepertinya.. sudah terjadi sesuatu di antara kalian” sindir Daniel.

“Aku ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting pada Presedir Choi, jika kau ingin menghilangkan rasa keirianmu itu, kau bisa ikut dengan kami” ucap Woobin dengan wajah dinginya.

‘DEG’

Entah kenapa, Sooyoung merasa semakin berdebar saat Woobin berniat mengajak Daniel. Baginya, Daniel adalah orang yang misterius dan cukup mengerikan di rumah itu.

“Menghilangkan ke irianku? cihh! apa itu? apa sesuatu yang bisa mengusir tuan putri dari sini?” Tanya Daniel.

“Jika kau-“

“Apa yang terjadi?”

lalu ketiga orang itu menoleh ketika Tuan Choi datang bersama Bibi Lee. Keduanya berjalan menuju ruang keluarga itu dengan wajah bingung.

“Sooyoungie.. Woobin-ssi, kalian sudah kembali? ^^” sapa Bibi Lee dengan senyuman manisnya.

Sooyoung terlihat membalas senyuman itu dengan senyuman terpaksa, sedangkan Woobin terlihat menatap Bibi Lee dengan ekspresi datar.

“Presedir Choi, ada yang ingin ku katakan pada anda..” ucap Woobin.

Tuan Choi dan Bibi Lee terlihat mengernyit bingung, “Tentang apa?” tanya Tuan Choi.

“Ini.. adalah kesimpulan yang bisa ku dapat setelah aku pergi ke Yongin bersama Sooyoung” ucap Woobin.

“Huffftt..” Sooyoung terlihat membuang nafas panjang dengan wajah pasrah. Meski dia siap, tapi jantungnya tetap saja berdebar.

“Ke..sim..pulan?” gumam Bibi Lee dengan ekspresi yang tiba-tiba seakan ketakutan.

“Kalau begitu, mari duduk.. kita bicarakan semua itu baik-baik..” ucap Tuan Choi dengan nada santai. Diapun duduk di kursi ruang keluarga itu lalu diikuti Bibi Lee yang duduk dengan wajah was-was.

Dari arah tangga, Zelo terlihat turun dari lantai 2 dengan wajah bingung. Dia sedikit terkejut melihat kehadiran Sooyoung dan Woobin dirumah itu.

‘TEKK!’

Beberapa saat, dia menatap tangan Woobin yang menggenggam tangan Sooyoung dengan erat.

“Kenapa mereka seperti itu? apa memang terjadi sesuatu?” batin Zelo.

“Hufftt…” Setelah menyadari ucapanya, entah kenapa dia langsung membuang muka sambil mendengus pelan. Setelah itu, dia berjalan dengan angkuh seolah dia tak peduli dengan hal yang sedang terjadi di ruang keluarga.

“Kenapa kau diam Woobin-ssi?” tanya Tuan Choi saat Woobin terlihat hanya diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Danielpun menatap Woobin, Sooyoung dan juga Bibi Lee dengan wajah penasaran. Entah kenapa, dia merasakan hal aneh pada mereka.

Woobin menarik nafas dalam sambil mengeratkan genggamanya saat dia ingin berbicara.

“Presedir Choi..” panggil Woobin.

“Sebelumnya.. saya ingin minta maaf jika nantinya ini berakibat buruk untuk Choize atau Kingkim grup” lanjut namja itu. Daniel, Tuan Choi maupun Zelo terlihat bingung mendengarnya. Tapi Zelo tetap berjalan keluar dengan perlahan seolah dia tidak peduli.

“Huuff..” Sooyoung membuang nafas panjang saat jantungnya semakin berdebar cepat.

“Presedir Choi.. yang ingin kukatakan adalah.., aku mohon padamu.. agar pernikahanku dengan Sooyoung dipercepat..” ucap Woobin.

‘DEG’

“Mwo?!”

Semua mata tentu saja langsung membulat mendengarnya. Apalagi Sooyoung, dia bahkan mendongak dan menatap Woobin dengan wajah tak percaya.

“Dipercepat?” gumam Zelo pelan saat tanpa sadar, dia menghentikan langkahnya.

“Apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba kau minta pernikahan kalian di percepat?” tanya Tuan Choi dengan wajah tak mengerti.

“Ya! mwohaneungeoya?!” bisik Sooyoung mengingatkan.

“Setelah menemaninya ke Yongin, aku merasa jika Sooyoung begitu mencintai segala yang ada disana..,” ucap Woobin.

Sooyoung mengernyit tak mengerti. Sungguh, ini benar-benar berada di luar dugaannya.

Lalu?” tanya Tuan Choi yang sepertinya juga tidak paham dengan maksud Woobin.

“Aku merasa tak nyaman karena dia selalu mengatakan ingin pergi dari Seoul dan kembali ke Yongin,… maka dari itu, aku ingin kami segera menikah agar dia terikat denganku dan dia tidak bisa pergi dari sisiku” jelas Woobin dengan wajah yang begitu serius.

‘DEG’

Sooyoung, Daniel dan juga Zelo semakin terkejut mendengarnya. Sedangkan Tuan Choi hanya tersenyum penuh arti. Begitu juga Bibi Lee, dia terlihat tersenyum dengan wajah lega.

“Pergi dari sisinya?” gumam Zelo lirih. Sungguh, dia benar-benar tidak menyangka jika Woobin melakukan hal itu. Dia bahkan masih ingat bagaimana kesalnya Woobin setelah dia tahu jika dia dijodohkan dengan Sooyoung.

“Ige saekki jinjja-“ Rasanya, Sooyoung ingin sekali memaki namja di sampingnya itu. Tapi dia mengurungkanya mengingat ada Tuan Choi di hadapan mereka.

“Kau yakin dengan apa yang kau ucapkan?” tanya Tuan Choi memastikan.

“Nde” jawab Woobin.
“Anhi!” Sahut Sooyoung bersamaan dengan Woobin.

“Ya! Kim Woobin deo michinya?” tanya Sooyoung sambil melepaskan genggaman Woobin dengan geram.

Woobin menoleh pada Sooyoung,“ Kau bilang kau mau menerima segala keputusanku” ucap Woobin pelan.

“Tapi bukan seperti ini!” ucap Sooyoung sedikit berbisik.

“Sooyoungie, kau tidak bisa menerima ini?” tanya Tuan Choi mengklarifikasi.

“Presedir.. Woobin hanya sedang mengerjaiku, dia benar-benar tidak sehhmmmpp!!” Belum sempat Sooyoung selesai bicara, Woobin lebih dulu menutup mulut Sooyoung dengan tanganya. Semua yang ada di sana tentu saja malah semakin heran dengan tingkah dua orang itu.

“Presedir.. bukankah perjodohan ini memang sebuah paksaan dari awal? jadi setuju atau tidak, dia harus menerimanya bukan?” Sahut Woobin tanpa melepaskan tangan itu.

“Ya!“ bentak Sooyoung pada Woobin saat dia berhasil melepas bungkaman namja itu.

“Jadi.. Woobin-ssi.., apa kesimpulan dari semua ini adalah.. ada perasaan yang timbul di antara kalian?” tanya Daniel dengan senyuman winknya.

“Anhi!”
“Aniya!”

Jawab Sooyoung dan Woobin bersamaan. Dan itu membuat Bibi Lee, Tuan Choi, Zelo dan Daniel mengernit terkejut.

“Perasaan?” batin Zelo dengan mata yang bergerak ke kanan dan kiri.

“Choi Zelo apa yang kau pikirkan?! kenapa kau harus peduli!” batin Zelo yang mengingatkan dirinya sendiri.

‘TAPP!’

Diapun segera melangkah dan memilih pergi dari tempat itu. Sesungguhnya, dia merasakan perasaan aneh yang tidak dia ketahui sebabnya.

“Cihh.. kalian benar-benar lucu, kurasa akan terlalu dini jika kalian menikah dalam waktu dekat..” ucap Tuan Choi sambil tertawa kecil.

“Maka dari itu Pak presedir, aku mohon anda mengabaikan permintaanya” pinta Sooyoung.

Woobin menoleh pada Sooyoung dengan wajah tak terima, “Anhi! Presedir, kurasa anda perlu mempertimbangkanya sebelum-“

‘TAPP!’

“Ya Saekkiya! kita harus bicara!” bisik Sooyoung lalu menarik lengan baju Woobin.

“Permisi” pamit Sooyoung pada semuanya.

.

.

“Ya! kenapa kau menariku! aku belum selesai bicara dengan Tuan Choi!” ucap Woobin kesal. Tapi dia tetap membiarkan Sooyoung membawanya keluar dari rumah utama keluarga Choi itu.

Sooyoung berhenti dan melepaskan lengan baju Woobin.

“Ya! michinya?! kau pikir kau siapa sehingga berani meminta hal seperti itu?!” pekik Sooyoung dengan wajah kesal.

“Wae? bukankah cepat atau lambat! kita juga akan menikah?!” jawab Woobin dengan nada yang sama tingginya dengan Sooyoung.

“Bagaimana kau bisa melakukan itu setelah kau tahu kebohonganku?!” tanya Sooyoung lagi.

“Jadi kau ingin aku mengatakan yang sebenarnya pada mereka?!” tanya Woobin lagi.

“Eoh! itu akan lebih baik daripada meminta pernikahan kita di percepat!” jawab Sooyoung dengan sangat yakin.

“Ya! kau pikir itu semua bisa di lakukan dengan mudah?! aku bahkan hampir mati karena bingung!!” sangkal Woobin.

“Ya saekkiya! jika kau bingung.. kenapa kau tidak diam saja dan berpura-pura seolah kau tidak tahu apa-apa?! Kau pikir meminta mempercepat pernikahan bisa menyelesaikan masalah?! ya kau tahu!? kau malah semakin memperburuk keadaan!! kau malah semakin membuatku tertekan dan kesulitan!! Dan pada akhirnya.., akulah yang harus menanggung semua ini!!” bentak Sooyoung.

“Ya Saekkiya! Aku juga punya alasan kenapa aku harus melakukan semua ini!” balas Woobin.

“Cih alasan..? ya! entah alasanmu baik ataupun buruk.. tapi jika kita menikah dan setelah itu semua kebohonganku baru terungkap.. kau pikir siapa yang akan rugi? kau Kim Woobin! mau tidak mau kau harus bercerai denganku! dan keluargamupun akan malu karena sudah menikahkanmu dengan seorang keparat sepertik-“

‘GREBB!’

Tanpa bicara apa-apa, Woobin langsung mendekap tubuh Sooyoung dengan sangat erat sehingga Sooyoung langsung menghentikan ucapanya.

Sooyoung mengernyit bingung karena sikap namja di depanya itu, sedangkan Woobin terlihat diam sejenak sambil menyandarkan dagunya pada bahu Sooyoung.

“Jika kita menikah.., keputusanmu bertahan disini berarti karenaku.., kau bertahan karena sebuah ikatan dan juga paksaan.., kau maupun Nyonya Choi tidak akan terlalu di salahkan..” ucap Woobin lirih sambil memejamkan matanya.

‘DEG’

Dan entah kenapa, jantung Sooyoung langsung berdentum kencang setelah mendengarnya.

“Setidaknya.. jika kau sudah menikah denganku.., aku masih bisa menolak perceraian.. dan tetap mempertahankanmu..” ucap Woobin lagi.

“Setidaknya.. jika kita menikah.., aku bisa melindungimu dari hujatan orang-orang karena kau berstatus sebagai istriku..” lanjut Woobin.

‘DEG’

Dan Sooyoung hanya bisa terperangah mendengarnya. Dia sungguh tidak menyangka jika itulah alasan Woobin.

“Tapi Woobi-“

‘TAPP!’

“Eung?”

Lalu keduanya langsung terkejut saat seseorang tiba-tiba mendorong Woobin dan menarik Sooyoung sehingga pelukan mereka terlepas.

“Zelo?” Sooyoung langsung menatap bingung pada namja tinggi di sampingnya yang sekarang mencengkram lenganya erat.

“Mwohaneungeoya?” Tanya Woobin sambil menatap Zelo tajam.

“Mwohaneungeoya.., cih.. seharusnya aku yang bertanya.. apa yang sudah kau lakukan?” tanya Zelo balik dan dengan tatapan tak kalah tajam.

“Naega Mwo?” tanya Woobin.

“Cih.., bagaimana ada laki-laki semacamu di dunia ini..? bahkan suaramu ketika kau merendahkan Sooyoung seolah dia wanita yang sama sekali tidak pantas untukmu masih terngiang jelas di telingaku, lalu sekarang.. kau minta pernikahan kalian di percepat? Ya Kim Woobin.., apa kau masih pantas di panggil laki-laki?” tanya Zelo dengan nada yang benar-benar meremehkan.

“Zelo-ya, ada apa denganmu?” ucap Sooyoung mengingatkan. Diapun beranjak menarik tanganya dari genggaman Zelo. Tapi sepertinya Zelo mencengkramnya terlalu erat.

“Zelo-ssi.. jebal!” mohon Sooyoung,

Woobin sendiri terlihat menatap Zelo geram, dia bahkan mencengkram tanganya kuat-kuat ketika Zelo seperti tidak mau melepaskan tangan Sooyoung.

“Kau tidak tahu apa-apa jadi tutup mulutmu!” ucap Woobin pada akhirnya.

“Aku tidak bisa begitu saja menutup mulutku! walau bagaimanapun.. janjiku adalah menggagalkan perjodohan kalian.., dan sampai kapanpun aku akan melakukanya!” ucap Zelo dengan sangat yakin.

Mendengar hal itu, Woobin tersenyum remeh. Sedangkan Sooyoung hanya bisa membuang nafas panjang.

“Zeloya, aku akan segera pergi.. jadi kau tidak perlu melakukan ini.., dan… bagaiamana kalian bisa berseteru sedangkan perusahaan kalian saling bekerja sama..” ucap Sooyoung memperingatkan.

“Zelo-ssi.., sepertinya kau tidak benar-benar ingin Sooyoung pergi.., lalu kenapa kau ingin menggagalkan perjodohan kami?” tanya Woobin dengan nada penasaran. Entah kenapa terbesit sebuah pemikiran yang mungkin hanya Woobin yang tahu.

“Kau terlalu menjijikan untuknya, kau namja yang sama sekali tidak bisa di percaya ucapanya..!” ucap Zelo.

“Ya!!” Dan Woobin tentu saja langsung memekik sambil menarik kerah Zelo dengan kuat. Zelo menanggapi itu dengan tatapan tajam, sedangkan Sooyoung terlihat sedikit panik karenanya.

“Ya! jigeum mwohaneungeoya!!” ucap Sooyoung sambil berusaha mendorong Woobin.

“Choi Zelo, jangan membuatku berfikir aneh tentang perasaanmu terhadap Sooyoung..” ucap Woobin lirih.

Sooyoung mengernyit bingung mendengarnya. “Perasaanya terhadapku?”

“Pikirkan saja! Aneh ataupun tidak.. aku akan melakukan apapun yang ku mau!” balas Zelo dengan sangat yakin.

“Ya! jebal Khemanhae!” pinta Sooyoung sambil berusaha melepaskan cengkraman Woobin dari kerah baju Zelo.

“Wah wah wah.. apa yang terjadi? apa halaman rumahku sekarang menjadi arena gulat?”

Semua langsung menoleh saat Daniel terlihat keluar dari rumah dan sekarang dia berjalan mendekat. Setelah itu, Woobin pun melepaskan cengkramanya pada Zelo.

‘TEKK!’

Sejenak, Daniel menatap tangan Zelo yang terlihat mencengkram tangan Sooyoung dengan erat.

“Tadi Woobin dan sekarang Zelo? Daebak!” batin Daniel tak percaya.

“Tuan Putri.., setelah kau datang kesini.. aku jadi seperti melihat drama setiap hari.., cihh apa kau memang seorang aktris?” tanya Daniel ketika dia sudah sampai di hadapan tiga orang tadi.

Dan Sooyoung tidak bisa menjawabnya. Dia hanya diam dan menunduk.

“Keurigo.. Kim Woobin, Apa kau juga seorang aktor.., kurasa kau juga bersandiwara hebat hari ini..” puji Daniel sambil menoleh pada Woobin. Dan sama seperti Sooyoung, Woobin hanya diam dan menatap Daniel enggan.

“Choi Zelo.. apa kau juga ingin belajar menjadi aktor seperti mereka? ini benar-benar bukan gayamu..” tanya Daniel sambil menatap lurus pada tangan Zelo yang masih mencengkram tangan Sooyoung.

“Hufftt..” Sooyoung membuang nafas panjang. Dia hanya bisa pasrah jika Daniel berpikir aneh tentang genggaman tangan itu karena Zelo benar-benar tidak mau melepasnya.

“Ahh jinjja, rumah ini jadi seperti panggung drama.., ya Tuan Putri.. kenapa kau tidak pergi saja agar rumah ini kembali normal?” tanya Daniel lalu kembali menoleh pada Sooyoung.

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung tersentak mendengarnya. Sungguh, ucapan Daniel memang benar-benar setajam anak panah. Woobin bahkan memutar bola matanya karena sudah tidak tahan dengan semua ini.

‘TAPP!’

Diapun langsung merebut tangan Sooyoung dari Zelo lalu menariknya agar Sooyoung berada di sampingnya.

“Daniel-ssi.., aku ingin bertanya padamu.., jika kami menikah dan saham terbesar berada di tangan kami.., apa kau dan Zelo sudah siap pergi dari sini?” Tanya Woobin dengan senyuman smirk.

“Lalu bagaimana jika aku mendepak Tuan putri lebih dulu? apa kau siap kehilangan dia?” tanya Daniel balik.

“Ya Tuhan, sebenarnya manusia-manusia macam apa yang sedang berada di depanku saat ini..?” batin Sooyoung dengan wajah lelah.

“Permisi”

Semua langsung menoleh saat Joongki datang dan sudah berdiri di dekat mereka berempat.

‘TAP!’

Tanpa ragu, Joongki menarik lengan Sooyoung agar dia sedikit menjauh dari tiga namja sinting itu.

“Maaf, aku harus membawanya karena Tuan Choi ingin bicara dengan Nona Sooyoung,” pamit Joongki sambil membungkuk sopan. Setelah itu, dia segera membawa Sooyoung masuk ke dalam.

“Dia juga? Cihh.., ini sungguh drama yang menjijikan!” puji Daniel sambil menatap kepergian Sooyoung dan Joongki.

“Hufftt… Oppa, gomawo karena kau sudah datang.., aku benar-benar hampir gila mendengar percakapan aneh mereka” ucap Sooyoung saat mereka sudah berjalan jauh.

Joongki menoleh pada Sooyoung sambil tersenyum, “Jinjja? ah aku sudah menebak jika kau tidak nyaman dengan situasi tadi, Ya.. sebaiknya kau sedikit menjauhi mereka Sooyoungie, mereka itu seperti Zombie berwajah tampan..” ucap Joongki memperingatkan.

“Aahh kau benar, kurasa aku harus jaga jarak dengan tiga orang gila itu”

–***–

“Ada apa? kenapa bos menyuruh kita berkumpul?” tanya Sooyoung pada Sooeun. Dia adalah teman kampus Sooyoung yang juga bekerja di café yang sama denganya.

“Ada karyawan baru.., dia juga akan bekerja seperti kita Sooyoungie” jawab Sooeun. Dan Sooyoung mengangguk paham.

“Perhatian.. hari ini.. akan ada karyawan baru yang bekerja sebagai pelayan.., kuharap kalian bisa bekerja sama dengan baik.., Minyoung-ssi.. silakan masuk” ucap Sang Bos sambil menoleh pada pintu ruang loker.

Masuklah seorang yeoja yang tidak terlalu tinggi. Dia berjalan perlahan dengan memakai pakaian yang sama dengan Sooyoung, Sooeun dan pelayan lainya.

‘DEG’

Sooyoung mengernyit saat dia merasa tidak asing dengan wajah yeoja itu.

“Anyeonghaseyo.. jeonun Park Minyoung imnida bangapsumnida..” ucap yeoja itu.

‘Pencuri! jangan lari!’

“Oh.. nona itu..?” Dan Sooyoung langsung ingat yeoja itu saat dia teringat kejadian pencurian yang terjadi di toko bibi Song beberapa bulan lalu.

“Kalau begitu, silakan kembali bekerja..” ucap sang Bos lalu segera berjalan keluar.

“Anyeonghaseyo.. anyeonghaseyo..” sapa yeoja itu pada semua karyawan.

Nona..” panggil Sooyoung sedikit ragu.

“Ya apa yang kau lakukan?” tanya Sooeun mengingatkan. Benar saja, yeoja yang Sooyoung panggil itu kini mendekat pada Sooeun dan Sooyoung.

“Anyeonghaseyo.. oh.. kau?” dan ternyata benar, yeoja itu juga ingat dengan Sooyoung.

.

.

“Aku pindah ke Yongin sekitar dua tahun yang lalu karena suatu hal.., tapi.. setelah kuliahku disana selesai.. aku memutuskan pindah ke sini lagi ^^” Jelas Minyoung. Sooyoung mengangguk paham.

“Lalu bagaimana denganmu? kenapa kau bisa ada di Seoul?” lanjut Yeoja itu.

Sooyoung membuang nafas, “Hmm.. ceritanya sangat rumit dan panjang.., sebenarnya aku orang Yongin.. tapi karena menemani seseorang.. aku terpaksa tinggal disini..” ucap Sooyoung.

Minyoung mengangguk, “Huuffttt aku senang bisa bertemu denganmu disini.., semoga kita bisa berteman baik ne ^^”

“Eum!” jawab Sooyoung sambil mengangguk.

—***—

@Cavetaria

‘TAP!!’

Sooyoung yang berniat duduk di meja yang berada di dekat jendela kini terlihat berhenti.Diapun segera berbalik sebelum Woobin dan kedua temanya melihatnya.

‘DAP!’

Sooyoungpun duduk di meja kosong yang berada cukup jauh dari tempat Woobin tadi. Sebisa mungkin, dia tidak dapat terlihat siapapun. Yaa, bukan karena dia takut, dia hanya menghindari lucifer-lucifer kampus itu.

“Hasshh sialan! apa di kota ini aku tidak bisa menemukan tempat yang bisa membuatku bernafas lega? bahkan makanpun bisa sangat menegangkan begini” gumam Sooyoung di sela kegiatanya mengunyah.

‘Dap!’

‘DEG’

Baru saja Sooyoung menyinggung soal ketenanganya, tiba-tiba tiga yeoja malah duduk di meja yang sama dengannya.

“Sial!” umpat Sooyoung dalam hati saat yeoja itu adalah Shinhye dkk. Tapi Sooyoung bersikap sebiasa mungkin dan terus menyantap makan siangnya.

“Ya Choi Sooyoung, kudengar kau anak selingkuhan Presedir Choi yang ditemukan beberapa bulan lalu? igo jinjjayo?” tanya Shinhye dengan nada penasaran. Sengaja atau tidak, dia berbicara dengan cukup keras sehingga beberapa orang di sekitar meja itu bisa mendengarnya.

“Anak haram?”

“Jadi dia bukan anak dari istri sah Presedir Choize?”

“Wah pantas saja wajahnya tidak seperti orang kaya”

Setelah itu, Sooyoung langsung bisa mendengar orang-orang berkomentar tentangnya.

Sooyoung menarik nafas panjang seolah dia ingin berbicara. Tapi ternyata dia malah menatap Shinhye sekilas lalu kembali memakan makanannya.

‘TAKK!’

Lalu salah satu teman Shinhye yang terlihat gerampun kini langsung mengetukan ujung sendoknya di meja.

“Ya! apa anak haram memang tidak punya sopan santun? cihh.. ya! dia sedang bicara denganmu!” ucap yeoja itu.

“Apa yang akan kau lakukan jika aku menjawab?” tanya Sooyoung pada akhirnya.

Shinhye terlihat tertawa mendengarnya, “Aku? Hmm.. anhi.., Woobin bilang padaku untuk tidak mengumpatmu.., jadi aku tidak akan melakukanya..” jawab Shinhye sambil tersenyum manis.

Sooyoung mengernyit curiga, sedangkan dua temanya terlihat bingung akan jawaban itu.

“Ya Shinhye! meskipun kau menyukainya.. tapi kenapa kau harus menuruti-“

“CUUURRR!”

‘DEG’

Belum juga selesai bicara, mata ketiga orang yang ada di hadapan Shinhye itu langsung membulat karena Shinhye tiba-tiba menuangkan seluruh makananya di piring Sooyoung.

“Ommo..!” dan semua orang yang melihat hal itu tentu saja terkejut. Sedangkan Sooyoung hanya menatap makananya yang sudah bercampur menjadi satu dengan makanan Shinhye.

“Karena kau orang kaya baru, kau harus makan banyak dan enak agar kau bisa melawanku.. eum ^^” ucap Shinhye sebelum dia berdiri dan beranjak pergi.

“Kajja!” ajak Shinhye pada dua temanya.

“Cih!” Sooyoung menunduk sambil tersenyum tak percaya. Tanganya terlihat menggenggam sendok dengan erat dan kuat seakan dia benar-benar geram dengan hal itu.

‘DRRT!’

Lalu setelah itu, dia berdiri dan beranjak pergi. Tidak lupa, dia menumpuk piringnya dan juga piring Shinhye. Lalu di bawanya pergi.

“Ya Park Shinhye” panggil Sooyoung pada yeoja yang beranjak keluar dari area cafetaria itu.

Shinhye dan kedua temanya langsung membalikan badan dan menatap Sooyoung dengan wajah remeh.

‘PYARR!’

“Ommo!!”

Semua yang ada di cafetaria itu langsung terkejut ketika Sooyoung melempar dua piring tadi ke arah kaki Shinhye sehingga dia dan dua temanya langsung mundur dan berusaha menghindar.

Shinhye dan dua temanya itu langsung menatap piring tadi dan juga Sooyoung secara bergantian. Sedangkan Sooyoung terlihat memasukan tanganya di saku sambil menatap Shinhye remeh.

“Perhatikan jalanmu!” ucap Sooyoung dengan wajah dinginya.

“Mwo?! ya-“

“Kalian bilang aku anak haram kan? kalau begitu.. jika kau bisa mengancamku dengan ucapan tak bermutu.. dan kau bisa memperlakukanku seenaknya karena kau putri dari Victory grup, maka aku juga bisa membotakan rambutmu atau mematahkan kakimu dengan tanganku sendiri” Lanjut Sooyoung dan masih dengan senyuman evilnya. Shinhye menatap Sooyoung dengan tajam dan geram.

“Kau tidak tahu seberapa mengerikanya anak haram kan? atau kita perlu menunggu kau dilarikan kerumah sakit terlebih dulu?” tanya Sooyoung dengan begitu berani. Dan tentu saja, semua orang yang melihat dan mendengar Sooyoung kini hanya bisa terperangah tak percaya.

“Ige khichibe jinjja-“

Shinhye yang terlihat sudah sangat geram, kini beranjak maju dan berniat memukul Sooyoung. Tapi keputusanya melawan Sooyoung saat ini adalah salah, karena sekarang yeoja yang dia hadapi itu sudah berubah menjadi monster.

‘TAPP!’

Sooyoung langsung menahan tangan Shinhye dan mencengkramnya dengan kuat sehingga Shinhye tidak bisa berkutik. Dia bahkan sedikit meringis kesakitan.

‘TEKK!’

Sooyoung menatap yeoja itu dengan matanya yang tajam.

“Jadi kau langsung ingin mencoba?” tanya Sooyoung dengan tatapan mengerikan.

TAPP!’

‘DEG’

Lalu semua menoleh saat seseorang datang dan menahan tangan Sooyoung. Sooyoung dan Shinhye langsung menoleh untuk menatap namja yang memang adalah Woobin itu.

“Hajima!” larang Woobin sambil menatap Sooyoung tajam.

Sooyoung menatap Woobin tak kalah tajam. Dia bahkan seperti bukan Sooyoung. Matanya menyiratkan kebencian dan kekesalan yang amat sangat.

‘DAP!’

Dengan kesal, Sooyoungpun melepaskan cengkramanya pada Shinhye. Karena sedang emosi, Sooyoungpun jadi terkesan mendorongnya sehingga Shinhye mundur.

“Ahhh..!” lalu beberapa detik kemudian, Shinhye terdengar merintih sambil memegangi kakinya.

Sooyoung, Woobin maupun orang yang ada disana kini langsung menoleh pada Shinhye dengan tatapan terkejut. bisa terlihat jika Shinhye ternyata menginjak pecahan piring yang Sooyoung lempar tadi.

“Shinhye-ya..” Kedua teman Shinhye langsung menghampiri Shinhye dengan wajah panik.

Woobin pun langsung melepaskan tangan Sooyoung dan dia ikut menghampiri Shinhye.

“Ya Shinhye-ya.. Gwenchana?” tanya Woobin dengan wajah panik.

“Woobina.., Neomu appoda” rintih Shinhye yang masih memegangi kakinya yang terlihat berdarah.

“Ya! jalang! lihat! kakinya terluka karenamu!!” pekik salah satu dari teman Shinhye.

Sooyoung sendiri hanya diam dan menatap datar kearah Woobin yang sekarang memegangi bahu Shinhye.

“Kajja! kita ke ruang kesehatan” ajak Woobin lalu beranjak membawa Shinhye.

Sebelum pergi, Sooyoung bisa melihat jika Shinhye mengulum senyum ke arahnya.

#Adegan di atas terinspirasi dari salah satu adean Woobin @Shool2013

.

.

“Hasshh!” Sooyoung langsung melipat kedua tanganya pada dinding pembatas atap kampus itu, setelah itu di benamkanya wajah cantik itu disana.

Lama dia hanya diam dan menikmati udara Seoul yang sebenarnya begitu dingin dan menusuk kulitnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya seseorang yang datang dari pintu.

“Kha!” Meski belum menoleh, tapi Sooyoung sudah mengusir orang itu.

‘TAP!’

Bukanya pergi, orang yang memang adalah Woobin itu sekarang malah berdiri tepat di samping Sooyoung.

“Haashh!” Sooyoung mendesah kesal lalu segera beranjak pergi.

‘TAP!’

Tapi Woobin lebih dulu menahan tanganya.

“Aku melihatmu tadi, Kenapa kau menghindariku?” tanya Woobin sambil menatap Sooyoung tajam.

“Nan anhi! jadi lepaskan tanganmu!” suruh Sooyoung sambil berusaha melepaskan tanganya dari tangan Woobin.

“Wae? Karena aku tidak membelamu?” tanya Woobin lagi.

“Aku bilang tidak!!” ucap Sooyoung tanpa membalas tatapan mata Woobin.

“Keureom?” tanya Woobin lagi.

Sooyoung menarik nafas dalam sambil menatap Woobin dingin.

“Bukankah kau yang menyuruhku untuk segera pergi saat aku melihatmu?” tanya Sooyoung balik.

“Kau bukan menghindariku, tapi kau marah padaku” ucap Woobin.

“Marah ataupun tidak, itu tidak berpengaruh pada kita kan?!” sahut Sooyoung.

“Huffftt..” Woobin membuang nafas panjang. Setelah itu dia terdiam sejenak sambil menatap Sooyoung dalam.

“Apa kau masih marah karena permintaanku pada Tuan Choi beberapa hari lalu?” tanya Woobin yang seakan masih penasaran.

“Oh! aku marah padamu!” jawab Sooyoung sambil menatap Woobin tajam.

“Kau tahu kan aku melakukan ini karena siapa? aku-“

“Maka dari itu aku marah padamu! aku marah karena kau melakukan semua itu demiku!” sahut Sooyoung.

“Lalu apa yang harus kulakukan? kau ingin aku mengadukan segala rahasiamu sedangkan aku tahu jika ini bukan benar-benar kesalahanmu?” tanya Woobin balik.

“Apa pedulimu? bukankah sejak awal kau sudah berjanji untuk tidak memperlakukanku dengan baik? bukankah sejak awal kau ingin perjodohan ini gagal? lalu kenapa kau tidak jujur saja? Ya Kim Woobin, sebenarnya ada apa denganmu? aku tidak akan seperti ini jika kau jujur atau malah diam saja seolah kau tidak tahu apa-apa!” Sooyoung.

“Choi Sooyoung!! aku-”

“Jangan berkata tentang cerai.. karena kita tidak akan menikah.., keurigo hajima!” pekik Sooyoung.

“Tapi ini jalan terbaik agar kau bisa meminimalis kemarahan mereka jika nanti-“

“Anhi! memang kenapa jika mereka marah? itu akan lebih baik daripada harus terperangkap selamanya di jaring laba-laba mengerikan ini!” ucap Sooyoung.

“Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa? mereka bisa saja membunuhmu!” sahut Woobin.

“Siapa peduli?! jika akhirnya aku mati di tangan keluarga Choi.. aku anggap itu adalah balasan yang paling setimpal karena aku sudah membunuh Yoobi!” pekik Sooyoung lagi.

‘TAPP!’

Woobin memegang kedua bahu Sooyoung dengan kuat lalu di tatapnya gadis itu dalam-dalam.

“Sooyoungie, Kendalikan dirimu!” ucap Woobin dengan nada yang melembut.

‘DEG’

Sooyoung langsung tersentak mendengarnya. Sekarang dia sadar jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk saat ini. Entah kenapa, dia benar-benar marah dengan Woobin.

Sooyoungpun menunduk, “Mianhae.. jeongamal mianhae..” ucap Sooyoung pelan. Tubuhnya yang tadi tegang, kini mulai melemah.

Woobin mundur dan membuang nafas lega saat Sooyoung tak lagi tersulut emosi. Dia masih menatap Sooyoung yang sekarang membalikan badan dan kembali menghadapkan wajahnya ke arah perbukitan yang terlihat dari atas gedung itu.

“Pergilah, emosiku sedang tidak dalam keadaan baik, kau bisa terkena pelampiasanku” suruh Sooyoung pelan.

“Mianhae.. karena aku menolong Shinhye tadi” ucap Woobin dengan nada menyesal.

“Kenapa kau minta maaf, itu bukan hal yang perlu dipikirkan..” balas Sooyoung dengan tatapan lurus kedepan. Sebenarnya, dia juga sedikit kesal dengan hal itu.

“Kenapa kau semarah itu? kau bukan benar-benar anak haram kan?” tanya Woobin.

“Karena itu aku marah, karena mereka mengejek Yoobi..” jawab Sooyoung lirih. Sejenak dia mendongak dan menatap langit yang terlihat mendung.

“Meskipun dia kuat.., tapi.. dia akan selalu menangis jika orang-orang menyebutnya anak haram, dia juga akan sangat sedih jika orang lain mengejek Bibi Lee” lanjut Sooyoung sambil mengingat kembali wajah Yoobi di langit putih itu. Sedangkan Woobin mengangguk paham mendengarnya.

“Kau tahu? Shinhye tidak akan berani mengejekmu anak haram..” ucap Woobin dengan begitu yakin.

“Wae?”

“Meski orang banyak menganggap kami musuh, tapi sebenarnya aku sudah mengenal Shinhye.. sejak kami SMP” ucap Woobin.

“Sebenarnya.., dia itu.. sepertimu…, ah.. anhi.. yang kumaksud adalah.. sebenarnya.. dia.. seperti sahabatmu..” lanjut Woobin.

‘DEG’

Sooyoung terlihat tersentak mendengarnya, “Jadi.. dia..”

“Benar, dia.. juga seorang anak dari selingkuhan presedir Park, jadi bisa di katakan.. dia juga anak haram seperti sahabatmu Yoobi..” ucap Woobin memperjelas.

“Hmm.. kau pasti sangat memahaminya” ucap Sooyoung pelan. Saat mengatakanya, ekspresi wajah Sooyoung terlihat berubah.

Woobin tersenyum tipis, “Ya.., bisa di bilang.. kami sudah cukup memahami satu sama lain” ucap Woobin.

“Pantas saja dia tidak terima jika akulah yang di jodohkan denganmu, haahh aku memang benar-benar pengganggu..” ucap Sooyoung dengan ekspresi menyesal.

“Ya apa maksudmu?” tanya Woobin yang terlihat tak suka mendengarnya.

“Aku yakin.. setelah aku pergi dan kalian akhirnya bersama, kalian pasti menjadi pasangan serasi, Hmm.. memang pada akhirnya Shinhye-lah yang pantas untuk-“

‘GREBB!’

‘DEG’

Dan tubuh Sooyoung langsung menegang saat Woobin tiba-tiba melingkarkan tanganya dan mendekap tubuh Sooyoung dari belakang.

“Jangan bicara seperti itu” pinta Woobin pelan. Dia menyandarkan dagunya pada bahu Sooyoung sehingga pipi mereka sedikit bersentuhan. Sejenak, dia menghirup aroma wangi dari tubuh yeoja didepanya itu.

Sooyoung mengerjapkan matanya beberapa kali karena dia belum bisa menalarkan semua ini. Sungguh, jantungnya berdegub begitu cepat sekarang. Tapi entah kenapa, dia tidak memberontak seolah dia juga merasa nyaman dengan dekapan itu.

“Jangan bicara tentang Shinhye karena yang sedang kupertahankan saat ini adalah kau..” lanjut Woobin.

“Jangan mempertahankanku, karena akhirnya.. Shinhye lah yang akan bersamamu..” ucap Sooyoung pelan.

“Kau pikir kenapa aku mempertahankanmu? Choi Sooyoung.. kurasa.. aku-“

“Jangan katakan..” sahut Sooyoung.

Woobin membuang nafas panjang, “Kurasa kau harus mengetahuinya.., kau harus tahu kenapa aku-“

‘TAPP!’

Dengan cepat, Sooyoung langsung membalikan badan dan menutup mulut Woobin dengan telapak tanganya.

“Apapun alasanmu.., jangan mengatakanya padaku..” ucap Sooyoung sambil menatap Woobin dengan serius. Sedangkan Woobin terlihat hanya diam dan menatap Sooyoung dalam.

‘TAPP!’

Woobin meraih tangan Sooyoung yang membungkam mulutnya, setelah itu di turunkanya tangan Sooyoung perlahan.

‘DEG’

Sekarang, keduanya saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat. Sooyoungpun tidak bisa bergerak karena saat ini dia terhimpit tubuh Woobin dan juga tembok pembatas atap itu.

Entah hanya perasaan atau memang sungguhan, Woobin mulai mendekatkan wajahnya pada Sooyoung dan dia memejamkan matanya perlahan.

Sooyoung terbeku untuk beberapa saat dia merasa Woobin ingin menciumnya.

Jantungnya semakin berdentum cepat saat hangatnya hembusan nafas Woobin semakin terasa menyapu kulit wajahnya. Dan entah sadar atau tidak, Sooyoung ikut memejamkan matanya seperti apa yang Woobin lakukan. Dia seolah siap untuk menyambut bibir Woobin yang hampir menyentuh bibirnya.

..

..

‘Haacchii!’

‘DEG’

Dengan refleks, Woobin memundurkan wajahnya secara cepat saat Sooyoung tiba-tiba bersin dan menghancurkan segalanya.

Beberapa saat, keduanya hanya diam dan berusaha memahami apa yang terjadi.

Setelah menyadari kelucuan Sooyoung barusan, Woobin pun tertawa kecil. Sekarang, dia bisa melihat bagaimana ekspresi wajah Sooyoung yang memerah. Entah itu memerah karena Woobin, atau karena dinginya udara saat ini.

“Hasshh babo!” Sooyoung sendiri malah mengumpat dalam hati karena kebodohanya itu. Sekarang, dia hanya bisa menunduk dan tak berani menatap Woobin.

“Pulanglah.., kurasa kau kedinginan” ucap Woobin sambil memegang kepala Sooyoung dengan lembut dan sedikit mengacak rambut yeoja itu.

“Eumm..” Jawab Sooyoung pelan dan masih dengan menunduk.

—***—

Sooyoung menatap kertas ujian Zelo atas nama SMA Victory yang terdapat nilai 40 dan kertas ujian atas namja SMA Yongin yang terdapat nilai 85 secara bergantian.

“Ckckckck, padalah pertanyaan di kedua lembar ini hampir sama.. tapi bagaimana nilamu bisa benar-benar payah?” tanya Sooyoung dengan wajah tak percaya.

Zelo yang sedang duduk di sampinya hanya memutar bola matanya dengan malas,

“Aku hanya sedang mengantuk saat itu.. jadi aku tidur sebentar, tapi saat aku bangun.. ternyata waktu tinggal lima menit..,” ucap Zelo dengan santainya.

“Kau bisa memejamkan mata bahkan saat ujian sedang berlangsung?” tanya Sooyoung tak percaya.

Zelo menoleh dan menatap Sooyoung dengan wajah kekanakanya, “Wae? rasa kantuk itu tidak bisa di lawan.., lagipula jika aku tetap mengerjakannya dengan rasa kantuk.. nilaiku tetap saja akan jelek” ucap Zelo lagi.

Sooyoung membuang nafas panjang mendengarnya. “Apa semua orang kaya memang sesantai ini?” gumam Sooyoung heran.

“Tentu saja! saat akan ujian.. orang tua mereka hanya tinggal mengeluarkan uang agar nilai ujian anak-anaknya bisa di rekayasa menjadi bagus” jelas Zelo tanpa rasa malu sedikitpun.

“Hmm.. jadi begitu ya, tapi.. Zelo-ssi..,” Sooyoung sedikit menggeser tubuhnya agar dia bisa menatap Zelo.

Dan Zelo melirik Sooyoung dengan malas. Dia masih saja memanggku kepalanya dengan tangan seolah dia enggan dengan kegiatan itu.

“Ada beberapa hal yang tidak bisa kau beli dengan uang..” ucap Sooyoung pelan.

“Kau mungkin bersikap begini karena kau membenci kekangan dan aturan dari pak presedir, mungkin.. kau berfikir jika sama sekali tidak ada kebahagiaan saat kau menjadi anaknya…,”

“Kali ini aku setuju denganmu” ucap Zelo dengan tatapan lurus keluar jendela yang memang berada di depan meja belajarnya itu.

“Tapi.., Zelo-ssi…, cobalah.. memikirkan ini juga meski hanya sekali saja.., pikirkan sesuatu yang bisa kau dapat dengan mudah saat kau menjadi anak Tuan Choi dan hal itu mungkin sulit di peroleh oleh anak lain..” ucap Sooyoung.

“…..” Zelo diam seolah dia tidak peduli hal itu.

“Bersekolah di sekolah elit dan mahal.., kau pikir semua anak bisa mendapatkanya? bahkan ada beberapa orang diluar sana..yang harus bekerja mati-matian hanya demi bersekolah dan mendapat ilmu” ucap Sooyoung.

“Kau orangnya?” sahut Zelo sambil tersenyum remeh.

“Bukan, bukan hanya aku.. di luar sana … masih banyak anak yang bahkan harus bekerja paruh waktu agar mereka bisa membayar biaya sekolah mereka…” ucap Sooyoung.

“Jadi kau berjualan koran agar kau bisa membayar biaya sekolahmu? dan kau ingin membandingkan kehidupanmu dengan kehidupanku agar aku kasihan padamu dan bersimpati atas semua perjuanganmu?” Sahut Zelo lagi.

Sooyoung membuang nafas dan berusaha menyabarkan hatinya. “Bukan itu yang ku maksud,aku hanya ingin.. kau mencoba untuk melihat kehidupanmu yang sebenarnya sangat beruntung ini,.. kau bersekolah dengan biaya yang di tanggung orang tua, kau mendapat fasilitas lengkap dan kau punya banyak waktu untuk belajar dan tidak perlu menghabiskan waktumu untuk bekerja.., “ ucap Sooyoung.

Dan entah kenapa, kali ini Zelo mau memikirkan ucapan Sooyoung tersebut. Meski dari luar, dia berusaha menyembunyikan kepedulianya.

“Jadi..kenapa kau malah bersikap seenaknya? kenapa kau membuat masalah seolah tidak ada hari esok yang menunggumu? apa kau tidak tahu jika kau adalah seseorang yang akan menangani group Choi-ze ini suatu saat nanti?” lanjut Sooyoung.

Zelo membuang nafas lalu kembali menghadapkan wajah dan tubuhnya pada Sooyoung sambil memangku wajahnya itu dengan tangan.

Sejenak, dia menyipitkan matanya dan menatap Sooyoung serius,

“Hsssffftttt…, apa kau memang suka sekali mengatakan quotest seperti itu?” tanya Zelo dengan wajah heran.

“Eung? O.O”

Sesaat, Sooyoung hanya bisa terperangah karena tanggapan Zelo yang benar-benar tidak sesuai dengan semua yang sudah dia ucapkan itu.

“Huffttt.. Ya Tuhaaaaannn.. “ Keluh Sooyoung setelah itu. Dia langsung meletakan dahinya di meja dengan wajah pasrah dan lemah. Dia bahkan membentur-benturkan kepala itu karena dia terlalu frustasi. Sungguh, dia harus berbicara menggunakan cara bagaimana lagi agar sikap dingin Zelo bisa sedikit mencair.

“Cihh..” Dan Zelo hanya bisa tertawa kecil melihatnya. Entah kenapa, Sooyoung terlihat sangat lucu saat ini.

Sooyoung kembali duduk tegap lalu menatap Zelo bingung,

“Ya! apa kau tertawa?” tanya Sooyoung syok.

‘STAPP’ Zelo langsung memalingkan wajahnya dan senyuman lebarnya langsung memudar. Wajahnyapun kembali menampakan ekspresi dingin dan acuh seolah dia tidak mau Sooyoung melihat dia tersenyum.

“Anhi..” jawab Zelo singkat.

Sooyoung menyipitkan matanya sambil menatap Zelo. Untuk beberapa saat, dia berusaha mengartikan maksud Zelo.

“Jangan menatapku begitu dan kerjakan pr-mu!” suruh Zelo sambil mendorong pipi Sooyoung agar tidak lagi menatap ke arahnya.

Sooyoung membulatkan matanya, “Mwo? pr-ku?” tanya Sooyoung tak terima.

“Karena kau sudah menyetujui untuk menjadi guru privatku.., maka semua prku… menjadi prmu juga” jawab Zelo sambil tersenyum smirk.

Sooyoung mendengus, “Ya! aku ada disini bukan untuk mengerjakan prmu tapi mengajarimu mengerjakan pr!” sangkal Sooyoung.

‘DRTT!’

Bukanya menurut, Zelo malah berdiri dan beranjak pergi.

“Ya! Eodiga?” tanya Sooyoung sambil menatap namja yang berjalan ke ranjangnya itu.

“Ya Choi Zelo! kau mempermainkanku eoh?” tanya Sooyoung kesal setelah dia tahu jika Zelo malah beranjak tidur.

“Taruh saja disana jika kau sudah selesai” ucap Zelo setelah dia sudah berbaring di ranjangnya.

“Isshh jinjja!” Dengan geram, Sooyoung pun langsung berdiri dan beranjak menyeret Zelo untuk kembali ke meja belajar.

“Ya! jika aku mengerjakan prmu.. itu berarti aku membuatku semakin bodoh! ya! cepat bangun!” suruh Sooyoung sambil menarik Zelo agar namja itu bangun.

“Ya! lepaskan aku!” ucap Zelo sambil menarik tanganya yang di genggam Sooyoung.

Sooyoung kembali berdiri tegap sambil menatap Zelo yang sekarang sudah memejamkan matanya.

“Kau ini anak kelas dua SMA atau anak kelas dua Sekolah dasar?” gumam Sooyoung geram.

“YA! cepat bangun dan kerjakan PR mu Zelo-ssi!” Sooyoung yang memang punya tenaga ekstra, tentu tidak mau menyerah begitu saja. Dia terus saja menarik Zelo dan mengguncang tubuhnya.

“Hassshh cerewet sekali!!” keluh Zelo. Diapun langsung menyelimuti seluruh tubuhnya agar dia tidak keberisikan dengan suara Sooyoung.

Sooyoung menghembuskan nafasnya ke atas sehingga poninya tertiup.

“Ya! Tuan Penjaga! Bagaimana ini? Zelo tidak mau belajar dan malah tidur! kurasa kita harus memanggil bibi Jo agar dia yanhmpp!!”

Zelo langsung membuka mata, bangun dan membungkam mulut Sooyoung saat dia mendengar nama Bibi Jo dari bibir yeoja itu.

“Kya~~”

Tapi karena keduanya kehilangan keseimbangan, Zelo maupun Sooyoung langsung terjatuh di atas ranjang dengan posisi bersisihan dan saling berhadapan.

‘DEG’

Sooyoung maupun Zelo langsung membulatkan mata saat mereka menyadari jika mereka sekarang berbaring di atas ranjang dengan jarak yang sangat sangat dekat. Tangan Zelo bahkan masih memegang bahu Sooyoung dan tanganya yang lain membungkam mulut yeoja itu.

Sooyoungpun langsung beranjak bangun dan menjauh dari namja itu, tapi sepertinya Zelo menahan bahunya dengan kuat sehingga mereka tetap seperti itu.

“Ya!” bentak Sooyoung mengingatkan.

“Sampai kapanpun.., jangan menikah denganya..” ucap Zelo lirih.

Sooyoung mengernyit bingung, “Siapa yang dia maksud? apa Woobin?” batinnya.

“Jangan menuruti perintah Aboji.. karena kau hanya akan merasa sakit pada akhirnya..” lanjut Zelo. Kali ini, dia berbicara sambil menatap mata Sooyoung dalam.

Dan entah kenapa, Sooyoung merasa sedikit gugup karenanya.

“Aku tidak akan pernah menganggapmu kakak, jadi jangan pernah sekalipun kau menganggapku sebagai adikmu..” lanjut Zelo.

“Apa maksudnya?” batin Sooyoung tak mengerti.

“Tunggu sampai aku menyelesaikan semuanya.., dan aku akan kembali ke Yongin bersamamu” ucap Zelo lagi.

‘DEG’

“Kembali ke Yongin bersama? apa bocah ini gila? kenapa dia berbicara hal aneh seperti itu?” batin Sooyoung yang semakin dan semakin tak mengerti.

Zelo menarik nafas dalam tanpa melepaskan tatapanya pada Sooyoung. Setelah itu, dia menyibakan poni Sooyoung yang menutupi wajah yeoja itu.

‘DEG’

Sooyoung benar-benar tersentak karena perlakuan itu. Entah kenapa, tatapan Zelo saat ini benar-benar berbeda dari yang biasanya.

“Aku bahkan tidak pernah melihatmu sebagai kakaku” ucap Zelo lirih.

“Ch.. choi Zelo..” ucap Sooyoung memperingatkan.

“Choi Sooyoung.., Sejak awal.., aku.. sudah-“

“Choi Sooyoung! kau didalam?”

‘DEG’

Mata Sooyoung langsung membulat saat dia mendengar suara berat Woobin dari luar sana. Sedangkan Zelo hanya memutar bola matanya dengan ekspresi enggan.

“Apa yang saekki itu lakukan disini?” gumam Sooyoung bingung. Diapun beranjak bangun sebelum Woobin masuk ke kamar itu dan melihatnya sedang berbaring di ranjang yang sama dengan Zelo.

‘TAPP’

Tapi sepertinya Zelo menginginkan sebaliknya. Dia bahkan memegangi Sooyoung dengan kedua tanganya.

Sooyoungpun menatap Zelo dengan wajah bingung, Sedangkan Zelo hanya menatapnya dengan datar seolah dia tidak takut apa-apa.

“Tuan Kim, Nona Sooyoung ada di kamar Tuan Zelo, kau bisa masuk jika ingin menemuinya”

‘DEG’

Dari dalam, Sooyoung bisa mendengar jika sang penjaga malah mengatakan semuanya pada Woobin.

“Ya! apa yang kau lakukan? cepat lepaskan aku!” suruh Sooyoung sambil terus mmberontak dan berusaha terlepas dari Zelo.

“Aku belum selesai bicara!” ucap Zelo dengan santainya.

“Deo michinya?! bagaimana jika Woobin-“

“Kenapa kau begitu takut dia salah paham? kau bilang kau tidak mau menikah denganya kan?” sahut Zelo dengan tatapan datar.

“Tapi Zelo-ssi-“

“Kau masih ingat janjiku kan? janji untuk menghancurkan pejodohan kalian?” ancam Zelo dengan suara berbisik. Saat mengatakanya, dia sedikit bergeser agar dia berada di atas tubuh Sooyoung.

“Ya! apa sebenarnya yang kau-“

‘CHU~’

‘DEG’

Mata Sooyoung langsung membulat sempurna ketika Zelo dengan begitu berani mencium bibirnya. Bukan hanya mencium, dia bahkan memegangi rahang Sooyoung agar yeoja itu tidak bisa berkutik.

‘DAPP! DAPP!

Dengan sekuat tenaga, Sooyoung mendorong tubuh Zelo agar ciuman itu terlepas. Tapi sayang, keambisiusan Zelo membuatnya tidak bisa melawan namja itu dengan mudah.

“Bocah keparat ini benar-benar tidak waras!!” umpat Sooyoung dalam hati. Sungguh, dia tahu Zelo adalah pemberontak yang hebat, tapi.. menciumnya adalah sesuatu yang benar-benar gila yang bahkan tidak pernah sekalipun terbesit di otaknya.

‘CKLEEKK!’

‘DEG’

Sooyoung langsung tersentak saat pintu kamar Zelo terdengar terbuka. Sekilas, dia bisa melihat jika orang itu adalah Woobin. Dia bisa melihat jika Woobin menatap ke arahnya dan juga Zelo dengan wajah terkejut.

Sungguh, sekarang ini dia benar-benar panik dan takut. Entah kenapa, dia takut Woobin marah setelah melihat hal ini.Tapi di saat itu juga, Zelo malah melumat bibirnya dengan sedikit bernafsu. Namja itu bahkan memiringkan kepalanya ke kanan dan juga ke kiri seolah Sooyoung bukanlah kakaknya.

“Ya Tuhan.. bagaimana ini?”

.

.

TBC

.

.

Yahahaha, hayoloh.. Soozel / Soobin?

Gimana readerdeul? jelekkah? aneh kan? mian atas semua kesalahan,

kalo ada yang ngerasa ff ini kependekan, yap aku emang sengaja mendekin. Soalnya panjang2 pun komen kalian terkadang ga sebanding dengan banyaknya yang aku tulis. #Mian frontal#

sejujurnya saya haya menyesuaikan kalian. ^^

Tetep di tunggu tanggepanya ya, semakin banyak.. semakin semangat lanjutnya.

78 thoughts on “Devious (Part 6)

  1. ada moment soobin sama soozel hihi
    tapi sooki momentnya ga ada ya?:(
    aku pikir woobin cuma simpati aja sama soo, tapi kayaknya enggak deh(?)
    Dan yap sepertinya woobin beneran suka sama soo.. *soktau*
    tuh kan zelo suka sooyoung, udah berani lagi cium soo..
    Tinggal tunggu moment sooki kalau ada(?)
    Kira2 soo suka yang mana ya?:3

  2. NichaIcha berkata:

    Aduuuuuh~~ sooyoung woobin ajaaa… Okee okee.. Suka sama pairing yg ini soalnyaaa.. Hwaaa woobin mulai suka sama soo.. Hwaa hwaa hwaa

  3. kyusoowon berkata:

    Seneng deh pas soo berubah jd kejam di depan minyoung biar tau rasa tuh cewek…cie2 woobin minta dicepetin nikah’a pasti ga mau kehilangan soo y…omo zelo maen nyium soo aja di depan woobin lg asik makin seru nih

  4. fransiscafrtnta24 berkata:

    ak kira zelo ga bkl suka sooyoung ???
    ak kira cinta segitiga ny tub antara woobin – sooyoung – joongki , trnyta engga ya thor ? gpp sih hehehe
    klu bisa soobin aj yaa huahahaha (?)
    penasaran selanjutnyaaaa

  5. SY berkata:

    Comeback for read this ff wkk
    Cie woobin udh tumbuh benih benih cintehhhh❤ tapiiii oh jelas soozel dong yg ku suka moment nya bikin degdegan tp rada garang(?) Wkwk penasaran dengan apa yg bakal di lakuin woobin ke zelo liat lg begitu(?)

    Keep writing thor🙂 fighting

  6. krisnaningtyas berkata:

    Huahhh, Zelo nyium Sooyoung. .Suka banget pas Sooyoung marah ke Woobin seolah gak peduli lagi sama hidupnya. Author inter banget ngegambarinnya. Feelnya dapat banget thor. Semangat nulis lagi thor

  7. yani yanuari berkata:

    aigoooo in mah jdi kek nnton drama ajaa dah hahaha😀 zelo kaga sopan brani2’a dya kiss ipsul’a soo eonni😮 dan it lagi pas bnget sma dteng’a woobin oppa ckckckck -,- ahhhh mimin bner” bkin pnasaran nih!! d’tnggu ajaa next part’a min😉

  8. Kiekooo berkata:

    Zelo -_- wat ar yu duing? dari awal sih emang ngira si Selo suka sama Sooyoung, tapi nyatanya setelah baca beberapa chapter devious ini nyatanya Zelo emang bener2 suka sama Sooyoung apalagi pas dia bilang, aku tidak pernah menganggapmu sebagai kakak, duhh bener2 gilaa dan kebayang ggk sih ekspresi Woobin kayak gimana -_- semoga baik2 aja dah, Ze lo sama siapa kek, Sooyoung biar sama Woobin aja, masa lu mau sama Noona2 sih? hahah over all, baguss bangettt chap ini apalagi momen antara Woobin sama Zelo seimbang di sini, bener2 beruntung jadi Sooyoung dapt Woobin, Zelo juga, tpi ttep aja, Sooyoung itu sama Woobin! fix, haha

  9. ctlinebina berkata:

    tuh kan bener dari awal aku emang udh duga kalo zelo tuh suka sama Sooyoung, eh tapi tadi sempet kepikiran, sebenernya zelo tau ga sih kalo sooyoung itu bukan kakak zelo yg sebenernya? atau jangan2 sebenrnya dia udah tau makanya dia mulai suka sama soo.. “..dan aku akan kembali ke Yongin bersamamu” duh kata2 nya kalo ak bayangin zelo bener2 pede kkk .. ini yg bagian terakhir serasa aku yg jaadi sooyoung nya wkwk soalnya tegangnya tuh kerasa >< woobin bakal marah kalo dugaan aku sih…

  10. Chansoo berkata:

    Astaga zilo yaaa !!
    Apa apaan ini ??!
    Kenapa kata2 kamu manis banget !!😍
    Jangan2 kamu udh suka soo dari awal yaa??
    Please zilo ssi jangan bikin aku ngship kalian.
    Disini soo hanya milik woobin ssi seorang .
    Kamu sama ya lain aja yaa.. Sama aku juga boleh 😂
    Btw mian baru kasih komen di setiap partnya sekarang yaa chingu 😘☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s