BABO! (ONESHOOT)

TITLE : BABO! (ONESHOOT)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Jin BTS
  • Jung Eunji A PINK
  • Lee Minhyuk BTOB

GENRE : Romance, Friendship

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

Anyeong, udah lama ga bikin ff oneshoot nih.

Dan Couple ini hasil dari voting di BBM beberapa hari lalu. Semoga kalian suka ya ^^

—-

happy reading and don’t be siders

—-

CYMERA_20150715_005324

Aku yakin.. kalian pernah mengalami hal ini.

Tapi aku tidak yakin.. apa pada akhirnya, kalian mengalami hal yang sama denganku.

 #BABO!#

“Ya Choi Sooyoung! Kau tidak perlu memaksakan dirimu” Yeoja bernama Sooyoung yang sedang sibuk menulis sesuatu di laptopnya, kini langsung mendongak.

“Oh.. Minhyukie wasseo?” Bukanya menjawab, Sooyoung malah menyapa namja bernama Minhyuk itu singkat, dan setelah itu dia kembali melanjutkan kegiatanya.

“Ya.. event kita ini masih lama, jadi kau tidak perlu seperti ini..” ucap Minhyuk sambil duduk di samping Sooyoung.

“Gwenchana…, bagiku komunitas ini sudah seperti pekerjaan keduaku, lagipula beberapa hari lagi aku ada meeting di luar kota, jadi aku akan menyelesaikan naskah ini sebelum aku pergi” ucap Sooyoung dengan santainya.

Minhyuk mendengus, tapi beberapa saat kemudian dia kembali berdiri.

“Ya.. aku harus pulang, kau tidak ikut pulang bersamaku saja?” tanya Minhyuk dan langsung di tanggapi gelengan dari Sooyoung.

‘CKLEEKK!’

Beberapa saat kemudian, pintu terdengar membuka sehingga Minhyuk maupun Sooyoung langsung menoleh kesana. Dan merekapun bisa melihat dua orang yang masuk sambil tertawa bersama.

“Oh.. Sooyoung Eonni, Minhyuk Oppa.. kalian sudah datang?” sapa Eunji dengan senyuman manis. Dia terlihat langsung berhenti tertawa dan menjauh dari namja di sampingnya.

“Aigoo aigoo.. jadi kau pergi bersama Jin lagi?” tanya Sooyoung dengan senyuman menggoda. Minhyuk bahkan jadi ikut menatap keduanya dengan wajah curiga. Tapi pertanyaan itu berhasil membuat Eunji maupun namja bernama Jin itu tersentak.

“An.. anhi.. apa yang kau bicarakan? kami hanya pergi untuk mencari makan” sangkal Eunji.

“Aaaa.. gurae?” tanya Sooyoung sambil tersenyum dan menyipitkan matanya. Dan pertanyaan itu membuat Jin membuang mukanya ke arah lain dengan wajah enggan.

“Ommo.. apa kalian berpacaran?” Tanya Minhyuk sambil menunjuk dua orang yang sekarang berjalan mendekat. Sooyoung bahkan langsung menahan tawa mendengarnya.

“Anhi Oppa!” sangkal Eunji dengan wajah kesal sekaligus malu.

“Jangan bergurau Hyung” sambung Jin setelah dia duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu.

“Anhi? Ya Sooyoungie.. kenapa kau suka sekali membuat gosip!” ucap Minhyuk memarahi.

Mendengar hal itu, Sooyoung tertawa kecil. “Aku hanya merasakan sesuatu saja di antara mereka” ucap Sooyoung sambil kembali mengerjakan naskahnya.

“Eonni!” Eunji kembali menggerutu dan di sambung dengusan kecil dari Jin.

“Ahahaha.. Eunjiya, kau tidak lihat? Jin selalu terlihat kesal saat kau mencoba menyangkalnya” ucap Sooyoung sambil menoleh sekilas pada Jin.

“Sooyoung benar, aku bahkan melihatnya” sambung Minhyuk.

“Ya Noona, bisakah kau hentikan leluconmu itu? kenapa kau tidak mengurusi urusanmu sendiri..? kau bahkan sudah berumur 23 tahun” ucap Jin dengan wajah jengkel.

Sooyoung terdiam sejenak untuk memahami maksud namja itu. Tapi beberapa saat kemudian dia tersenyum.

“Aahahaha.. kau benar juga, aku sudah tua..” ucap Sooyoung dengan santainya.

“Sudah sudah.. cepat lakukan pekerjaan kalian! aku pergi dulu” ucap Minhyuk lalu pergi dari ruangan itu.

.

.

“Sooyoung Eonni, kau tidak pulang?” tanya Eunji yang terlihat sudah bersiap.

Sooyoung menggeleng, “Anhiya.. aku akan pergi ke luar kota beberapa hari lagi, jadi aku harus menyelesaikanya” ucap Sooyoung yang masih saja serius menulis naskah theater yang akan di tampilkan komunitas seninya beberapa minggu lagi.

“Aahh begitu ya, baiklah aku pergi.. Seokjin oppa kajja” ucap Eunji sambil menoleh pada namja yang sedang serius mendesign panggung dengan aplikasi 3d.

“…..” Tidak ada jawaban. Jin sepertinya terlalu sibuk mengerjakan tugasnya.

“Ya Jin-ssi” Panggil Sooyoung pada namja yang memang sedang duduk tak jauh darinya.

Jin pun menoleh pada Sooyoung dengan wajah bertanya.

“Wae?” tanya Jin.

“Kau tidak mengantarnya?” tanya Sooyoung sambil mengarahkan pandanganya ke arah Eunji.

Jin pun menoleh pada Eunji yang sekarang sedang menatapnya, “Eoh.. kau mau pulang?” Tanya Jin. dan di balas sebuah anggukan dari Eunji.

“Aaa.. baiklah.. kajja” ucap Jin lalu segera berdiri dan menghampiri Eunji.

Sooyoung tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. “Aigoo.. romantis sekali” ucap Sooyoung lalu kembali menghadap ke layar laptopnya.

“Eoh.. tunggu, Ya Seokjina.. kau belum mengemasi peralatanmu!” ucap Sooyoung pada namja yang sudah berjalan keluar itu. Tapi sepertinya Jin tidak mendengarnya. Buktinya, dia pergi begitu saja tanpa menanggapi Sooyoung.

#Beberapa Menit Kemudian

Sooyoung yang berniat mengambil minum, terlihat menghentikan langkahnya saat dia melihat Laptop Jin yang masih menyala.

“Haahh kenapa dia tidak mengambilnya? dasar” ucap Sooyoung pelan. Diapun berjalan mendekat dan berniat mengemasi peralatan itu.

‘Klik!’

Sooyoung menekan tombol kanan pada mouse dan berniat men’Shut Down’ laptop Jin.

“Eung?” tapi Sooyoung sedikit mengernyit saat dia melihat sesuatu yang sedikit familiar pada wallpaper Jin.

Dengan sedikit penasaran, Sooyoung pun meminimize pekerjaan 3D Jin agar dia bisa memperjelas wallpaper yang sedang Jin pasang.

“Mwohaneungeoya?”

‘DEG’

Belum juga sempat menekan tombol, seseorang sudah terlebih dulu datang dan berdiri di belakangnya.

“Ommo! aishh khamjakkiya(aku terkejut)” ucap Sooyoung sambil membuang nafas panjang dan mengusap dadanya.

“Kenapa kau lancang sekali membuka-buka isi laptopku?” tanya namja yang memang adalah Jin itu.

Sooyoung membalikan badan dan berniat menjelaskan semuanya pada Jin. Tapi ternyata Jin berdiri sangat dekat denganya sehingga dia langsung mundur karena terkejut. Dan sungguh di sayangkan, Sooyoung sedang membelakangi meja sehingga dia malah hampir terjatuh karenanya.

‘TAPP!’

Untung saja Jin memegang lenganya dengan kuat sehingga dia tidak terjatuh dan menimpa laptop milik Jin.

Beberapa saat, keduanya hanya diam sambil bertatapan. Jin menatap Sooyoung datar sedangkan Sooyoung menatap Jin sambil mengerjapkan mata.

“Apa yang kau lakukan?” ulang Jin lagi.

Sooyoung memejamkan mata sejenak dan berusaha mengatur nafasnya. Lalu beberapa saat kemudian dia menjauhkan tubuhnya dari Jin.

“Mianhae Jin-a.. aku kira kau tidak kembali lagi, jadi aku berniat membereskan peralatanmu” ucap Sooyoung jujur.

“Aku belum mau pulang”Ucap Jin santai. Ternyata, dia tidak memperpanjang ketidaksopanan Sooyoung terhadap barang-barangnya. Dia bahkan langsung mundur dan melepaskan peganganya pada Sooyoung.

Beberapa saat, Sooyoung hanya terhenyak ketika dia menyadari bagaimana perhatianya Jin pada Eunji. Sedangkan Jin sendiri, sekarang sudah mengambil kursinya yang tadi tergeser cukup jauh dan setelah itu dia duduk di sana.

“Aaaa.. kau belum berniat pulang ya.., daebak” gumam Sooyoung sambil mengangguk pelan.

“Mwoga?” tanya Jin tanpa menoleh.

Sooyoung tersenyum tipis, “Kau rela mengantar Eunji sedangkan kau masih kembali lagi kesini untuk mengerjakan tugasmu..” puji Sooyoung. Dan Jin hanya memutar bola matanya dengan wajah malas saat Sooyoung kembali menyinggung tentang Eunji.

“Ini terlalu malam, tidak baik jika yeoja pergi sendirian…” ucap Jin memperjelas.

“Aaaa.. keurokuna” ucap Sooyoung sambil mengulum senyum. Sejujurnya, dia merasa sedikit iri pada Eunji karena dia memiliki Jin yang begitu memperhatikanya.

“Berhenti tersenyum seperti itu Noona, karena kau tidak tahu apa-apa..” ucap Jin yang ternyata menyadari ekspresi Sooyoung meski dia tidak menoleh.

“Ahahaha.. arraseo arraseo.., aku akan diam” ucap Sooyoung lalu beranjak pergi.

.

.

@Perjalanan Pulang

“Kau akan pergi keluar kota?” tanya Jin pelan. Namun suara itu cukup memecahkan keheningan gang yang sedang mereka lalui.

“Eum..” Jawab Sooyoung singkat. Sejujurnya, dia tidak terbiasa berbincang dengan namja di sampingnya itu. Selain karena Jin adalah anggota baru, umur Sooyoungpun 2 tahun lebih tua dari Jin, itu sebabnya Sooyoung merasa sedikit canggung berbicara dengan Jin.

“Eoh.. kenapa kau berbelok ke sini?” tanya Sooyoung heran saat Jin ikut berbelok dan terus saja berjalan di sampingnya, sedangkan rumah namja itu seharusnya masih lurus mengikuti jalan.

Jin tidak menjawab dan terus saja menatap lurus kedepan.

“Apa kau ingin ke rumah Eunji?” tanya Sooyoung dengan wajah polosnya. Tapi pertanyaan itu membuat Jin menoleh pada Sooyoung dengan wajah enggan.

“Kenapa kau selalu mengatakan Eunji saat bersamaku?” tanya Jin dengan wajah heran.

“Aaaa… Eunjiga Anhiya..” ucap Sooyoung seolah sudah mengerti. Tapi Jin malah terlihat semakin jengkel mendengarnya.

“Babo!” umpat Jin sambil menghadapkan wajahnya lagi kedepan.

“Eiyy.. jika kalian memang tidak memiliki hubungan apapun, seharusnya kau tidak perlu semarah itu” ucap Sooyoung sambil tertawa kecil.

“Aku marah karena kau terlalu bodoh” ucap Jin dengan wajah datar. Tapi Sooyoung sedikit bingung mendengarnya.

“Wae? kau tahu sendiri kan jika aku hanya bercanda.. “ ucap Sooyoung dengan begitu santai.

“Kau pikir bercanda dengan hal-hal seperti itu adalah sesuatu yang lucu?” tanya Jin.

Sooyoung terdiam sejenak sambil memikirkan sesuatu. “Hmm.. ya.. sebenarnya itu tergantung dari masing-masing orang, tapi menurutku itu cukup lucu.. hihi” jawab Sooyoung riang.

“Babo!” umpat Jin lagi.

“Aku sudah bilang jika aku hanya bercanda, jadi kau tidak perlu terlalu memikirkanya. Lagipula.. jika kau menganggapnya serius.. kau mungkin menjadi benar-benar menyukainya..” ucap Sooyoung dengan senyuman simpul.

Dan Jin hanya menanggapi ucapan itu dengan dengusan kecil.

.

.

‘TAPP!’

Jin ikut berhenti saat Sooyoung berhenti di depan gerbang rumahnya. Dan hal itu membuat Sooyoung merasa sedikit aneh. Diapun menoleh pada Jin dengan wajah bingung.

“Masuklah..” Suruh Jin dengan ekspresi yang tidak lagi dingin.

Sooyoung semakin mengernyit melihatnya, “Chamkanman.. kau….” Sooyoung terlihat ragu untuk melemparkan pertanyaannya.

“Aku pergi” pamit Jin yang sama sekali tidak menanggapi kebingungan Sooyoung. Dia bahkan langsung berbalik dan pergi dari hadapan yeoja itu.

“Ya Kim Seokjin?” Panggil Sooyoung sehingga Jin kembali menghentikan langkahnya meski tanpa menoleh.

“Jadi.. kau berbelok… karena.. ingin mengantarku?” tanya Sooyoung dengan wajah sedikit heran. Mendengar hal itu, Jin pun menoleh pada Sooyoung dan menatap lurus pada mata yeoja itu.

“Eung?” Entah kenapa, Sooyoung merasa sedikit aneh melihat tatapan itu.

Beberapa saat kemudian Jin tersenyum lembut pada Sooyoung. Senyuman yang bahkan belum pernah Sooyoung lihat saat Jin berbicara dengan Eunji.

“Babo” ejek Jin namun masih dengan senyumanya. Setelah itu, dia kembali menghadapkan wajahnya kedepan dan melanjutkan perjalananya.

Sooyoung terdiam sejenak dan berusaha memahami maksud Jin.

“Kenapa.. dia.. tersenyum seperti itu?” gumam Sooyoung dengan wajah cengo.

Cukup lama, otak Sooyoung memikirkan segala kemungkinan kenapa Jin melakukan hal seperti tadi padanya. Dia bahkan menggelengkan kepalanya ke kanan dan kekiri. Berusaha menyangkal beberapa pemikiran aneh yang tiba-tiba muncul di otaknya.

—***—

Sore itu, semua orang masih sibuk. Minhyuk selaku leader, masih terus memeriksa segala keperluan. Sooyoung dan Chorong, mereka masih sibuk merevisi beberapa naskah karena sponsor yang mendanai acara tersebut masih kurang setuju. Jin dan beberapa orang yang bertugas mendesign, juga masih sibuk membenahi design panggung. Eunji, diapun tak kalah sibuk mencari lagu dan backsound yang cocok bersama anggota team lainya. Sedangkan Hyoyeon dan team yang bertugas membuat koreografi, baru saja pergi menuju ruang latihan.

‘Beeb Beeb’

“Yoboseyo” sapa Sooyoung pada seseorang yang baru saja menelponya.

“Mwo? jigeum?” tanya Sooyoung dengan wajah terkejut.

“Aniyo! kau tidak perlu masuk! biar aku saja yang keluar” ucap Sooyoung dengan sedikit lantang. Beberapa orang bahkan sedikit melirik ke arahnya dengan tatapan heran.

“Baiklah baiklah.. aku akan keluar sekarang juga!” ucap Sooyoung dengan nada kesal. Beberapa saat kemudian dia berdiri dan beranjak keluar.

“Ya Sooyoungie eodie?” tanya Minhyuk .

“Aaa ketua, aku harus menemui seseorang.. aku keluar sebentar eoh” pamit Sooyoung. Dia segera berlari keluar meski Minhyuk belum memberikan izinya.

.

.

“Yorobeun, ayo ikut..” ajak Peniel yang baru saja masuk di ruang studio.

“Eodi?” tanya Minhyuk yang sedang mengemasi barangnya.

“Hyunshik hyung mentraktir kita di café barunya, Kajja.. aku dengar.. disana pelayannya cantik-cantik..” jelas Peniel.

“Jinjja? aaa.. tapi aku harus kembali ke tempat kerja..” ucap Minhyuk dengan wajah menyesal.

“Aku mau.. aku mau..Sooyoung Unnie.. kajja, kita lanjutkan pekerjaan ini besok saja” ajak Eunji dengan senyuman riang.

“Eunji benar Sooyoungie, pergi dan bersenang-senanglah.., kau tahu? wajahmu akan terlihat semakin tua jika kau terus lembur seperti itu” sambung Minhyuk sebelum dia keluar dari ruangan.

Sooyoung menoleh sambil tersenyum, “Mianhae Eunjiya.. sepertinya aku tidak bisa, besok aku harus lembur di kantor.. jadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ini sekarang” tolak Sooyoung.

“Aaaa arraseo.., keurigo… Seokjin Oppa.. kajja” ajak Eunji pada namja yang juga masih sibuk dengan pekerjaanya.

Jin terlihat diam beberapa saat. Tapi setelah dia membuang nafas, diapun memutar kursinya agar dia bisa menatap Eunji.

“Mianhae Eunjiya.. sepertinya aku tidak ikut” tolak Jin dengan hati-hati.

Eunji mengernyit, “Wae?” tanya Eunji heran. Sooyoung dan Peniel yang diam pun sebenarnya juga merasa sedikit heran. Karena biasanya, Jin akan mengikuti ajakan Eunji.

Jin kembali terdiam untuk mencari jawaban yang tepat.

“Aku harus menyelesaikan ini sekarang, karena besok aku ada urusan di kampus” jawab Jin sambil mengarahkan ibu jarinya pada layar laptopnnya.

“Aaaa.. Jadi begitu ya, sayang sekali…” gumam Eunji dengan wajah sedih. Sooyoung bahkan merasa kasihan melihatnya.

“Baiklah.., Pein.. kajja, kita pergi berdua saja eoh..” ajak Eunji sambil berjalan menghampiri Peniel.

“Kalian sungguh tidak ikut?” tanya Peniel memastikan. Sooyoung dan Jin pun mengangguk pasti.

“Aaaa… Okeeeyy, kalau begitu… Eunjiya! ayo makan makaaann” ucap Peniel sambil merangkul Eunji dan membawa yeoja itu keluar dengan begitu riang.

Setelah kedua orang itu pergi dan hanya tersisa Sooyoung dan Jin, suasanapun kembali sepi.

“Jin-ssi.. kenapa kau tidak ikut?” tanya Sooyoung heran.

“Bukankah aku sudah mengatakan alasanya?” tanya Jin tanpa menoleh.

“Maksudku, kenapa kau membiarkan Eunji pergi bersama Peniel? apa kau tidak tahu jika Peniel menyukainya?” tanya Sooyoung lagi.

“Aku tahu” jawab Jin singkat.

“Dan kau membiarkanya?” tanya Sooyoung heran.

“Kenapa aku harus ikut dan tidak boleh membiarkan mereka pergi bersama?” tanya Jin balik. Kali ini dia menoleh pada Sooyoung dengan tatapan heran.

“Kau.. tidak cemburu?” tanya Sooyoung sedikit ragu.

Jin mendengus sambil memutar bola matanya, “Jika aku cemburu, aku akan ikut bersama mereka” ucap Jin membalikan.

“Aaaa jadi kau tidak cemburu” ucap Sooyoung sambil mengangguk paham. Diapun kembali menghadap ke layar laptopnya.

“Babo!” umpat Jin pelan. Diapun ikut menghadapkan wajahnya kedepan.

Beberapa saat, keduanya kembali diam dengan kesibukan masing-masing. Tapi entah apa yang Jin pikirkan, dia memutar kursinya sehingga dia menghadap pada Sooyoung.

“Noona..” Panggil Jin sambil menatap Sooyoung.

“Nde? kau ingin pulang?” tanya Sooyoung tanpa menoleh. Dia bahkan menjawab dengan tangan yang masih mengetik.

“Anhiya..” jawab Jin singkat.

“Kurigo?” tanya Sooyoung dan masih saja tanpa menoleh.

“Kenapa.. kau selalu menggodaku dan juga Eunji?” tanya Jin to the point. Dia terlihat melipat kedua tanganya di dada.

Mendengar pertanyaan itu, Sooyoung langsung berhenti mengetik. Tapi dia tidak langsung menjawabnya.

“Kenapa?” ulang Jin.

“Heum… sejak kau ikut bergabung di team ini, kau terlihat sangat dingin dan tertutup, tapi setelah Eunji dekat denganmu… aku merasa.. kau jadi sedikit berubah, dan karena itu juga.. aku jadi berfikir jika kalian mempunyai hubungan yang sangat baik” ucap Sooyoung dengan sangat yakin.

“Alasan macam apa itu?” ejek Jin.

“Lagipula.. hanya dengan menggoda kalian lah.. kau bisa benar-benar bicara denganku.. hahahah” jawab Sooyoung jujur. Tapi ucapan itu membuat Jin mengernyit heran.

“Mwo?” tanya Jin memastikan.

“Mwo?” tanya Sooyoung balik.

Jin pun mendengus pelan, “Lalu kenapa kau megejeku sedangkan kau tahu jika Peniel lah yang menyukainya?” tanya Jin lagi.

“Karena.. aku tahu Eunji tidak menyukai Peniel” jawab Sooyoung.

“Dan kau pikir.. kami saling menyukai?” tanya Jin lagi.

Sooyoung mengernyit dan menatap Jin bingung, “Memangnya tidak?” tanya Sooyoung balik.

Jin membuang nafas dengan berat seolah dia sudah benar-benar geram pada Sooyoung.

“Babo” Pada akhirnya, Jin hanya bisa mengatakan kata itu untuk menanggapi cara berfikir Sooyoung. Beberapa saat kemudian, dia kembali menghadapkan tubuhnya kedepan.

Sooyoung ikut mendengus, “Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak, apa itu lebih sulit daripada hanya mengatakan ‘babo’?!” dumal Sooyoung pelan. Sepertinya dia mulai kesal karena Jin selalu mengejeknya bodoh. Dan ternyata, Jin cukup peka untuk bisa mendengarnya.

“Anhiya..” ucap Jin tanpa menoleh. Dan hal itu membuat Sooyoung melirik dengan wajah tak mengerti.

“Anhi Mwo (Tidak apanya)?” Tanya Sooyoung bingung.

“Lupakan!”

.

.

‘Krrriinnk Kriiinkk!’

Sooyoung kembali menoleh pada ponsel Jin yang terus saja berdering.

“Kenapa dia lama sekali? apa mesin kopinya rusak?” gumam Sooyoung pelan.

‘Kriinkk Kriinkk Kirriink!’

“Aishh jeongmal” keluh Sooyoung yang mulai merasa keberisikan dengan suara itu. Diapun beranjak mendekat dan mengangkat telepon itu.

“Yob-“

“Ya Seokjin! kau masih menemani yeoja yang dulu kau bilang itu?”

‘DEG’

Belum juga sempat menyapa, seseorang yang menelpon itu langsung berbicara dengan nada kesal.

“Me.. nemani?” batin Sooyoung bingung.

“Ya, Jina.. hari ini aku berulang tahun.., aku harap kau datang dan ikut merayakan hari kelahiran teman lamamu ini!” lanjut orang itu.

“…… “ Sooyoung sendiri hanya bisa terdiam. Entah kenapa, dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.

“Ya.. Kim Seokjin.. kau akan datang kan?” tanya orang itu lagi.

“Ya.. Jin-a.. hey.. kau ada disana?” orang itu terus dan terus memanggil saat dia tidak mendapat respon apapun.

“Yobo-“

‘TAPP!’

Sooyoung yang sudah memberanikan diri untuk menjawab, kini kembali terdiam karena seseorang tiba-tiba merebut ponsel yang ia pegang.

Sooyoung langsung membulatkan matanya saat dia membalikan badan dan melihat Jin sudah berdiri di depanya.

“Kenapa kau senang sekali menyentuh sesuatu yang bukan milikmu?” tanya Jin dengan tatapan dinginya.

Sooyoung hanya bisa terdiam. Sesungguhnya dia masih di buat bingung oleh orang yang menelpon tadi. Dan sekarang Jin datang tiba-tiba dan membuatnya semakin bingung.

‘TAPP’

Jin mendekatkan tubuhnya pada Sooyoung sehingga Sooyoung terhimpit oleh tubuh Jin dan juga meja kerja Jin.

“Kau tidak ingin menjelaskan sesuatu? atau.. kau sengaja ingin membuatku berfikir sesuatu yang buruk tentangmu” tanya Jin dengan suara pelan. Sekarang, jarak mereka benar-benar dekat. Bahkan Sooyoung bisa mencium aroma masculine dari tubuh Jin.

“Mi.. mianhae.., tadi.. ponselmu.. t..terus saja berbunyi.. ja.. jadi-“

“Kau mengangkatnya?” sahut Jin dan di balas anggupan pelan dari Sooyoung.

Jin terlihat membuang nafas panjang. Tapi setelah itu, dia mundur dan membiarkan Sooyoung kembali ke mejanya.

“Dia.. bukan benar-benar namja arogan” batin Sooyoung yang merasa sedikit.. kagum.

.

.

@Perjalanan Pulang

Sooyoung terus saja diam dan tidak berani mengatakan apapun pada Jin.

“Apa yang namja maksud tadi aku? atau Eunji? Tapi.. kenapa perasaanku menjadi aneh begini?” batin Sooyoung yang masih saja merasa bingung. Dan hal itu ternyata membuat Jin sedikit heran.

“Apa kau mendengar sesuatu yang aneh?” tanya Jin penasaran.

“Eh?” Sooyoung langsung menoleh pada Jin dengan wajah bingung.

“Apa orang yang menelpon tadi mengatakan sesuatu yang aneh padamu sehingga kau jadi seperti ini?” tanya Jin lagi.

Sooyoung menunduk. “Anhi.., aku.. aku akan menganggap jika aku tidak pernah mendengarnya” ucap Sooyoung pelan.

Jin terlihat semakin heran. Tapi dia memilih diam dan terus berjalan di samping Sooyoung.

“Noona” panggil Jin saat mereka sudah separuh perjalanan.

“Eum?” tanya Sooyoung.

“Siapa namja tadi?” tanya Jin.

Sooyoung mengernyit sambil menoleh pada namja itu, “Kau.. melihatnya?” tanya Sooyoung terkejut.

“Eum..” Jawab Jin sambil mengangguk pelan.

“Aaa.. dia.. teman kerjaku” jawab Sooyoung pelan.

“Apa dia yang membuatmu tidak datang… besok?” tanya Jin sedikit ragu.

Sooyoung mengangguk pelan, “Dia masih terbilang karyawan baru, jadi dia meminta bantuanku untuk mengerjakan proyek yang dia pegang” jelas Sooyoung.

“Harus kau?” tanya Jin. Dan hal itu membuat Sooyoung semakin bingung dengan pertanyaan Jin yang sangat tidak biasanya itu.

“Eum.. ya.. tidak juga sih, hanya saja-“

“Kalau begitu bisakah kau menolaknya?” sahut Jin. Dia mengatakan hal itu dengan wajah penuh harap.

Sooyoung mengernyit, “Wae? semua tugasku kan.. sudah selesai.., lagipula.. aku.. sudah berjanji padanya” tolak Sooyoung ragu.

“Bagaimana.. jika aku ikut?” tanya Jin lagi.

‘DEG’ Dan hal itu membuat Sooyoung semakin tersentak tak mengerti.

“Jika aku cemburu, aku pasti ikut bersama mereka”

Entah kenapa, ucapan Jin tadi sore tiba-tiba terputar di otaknya. Membuatnya berfikir sesuatu yang mungkin saja hanya karena kepercayaan dirinya.

“M.. Mwo? ke.. kenapa.. kau harus ikut? ini kan.. urusan pekerjaanku..” tolak Sooyoung lagi. Kali ini.. dia menjawabnya dengan kalimat terbata.

“Hmm.. jadi tidak bisa ya..” gumam Jin dengan ekspresi yang terlihat.. kecewa.

“Wae? jika… jika kau mengatakan alasanya.., mungkin.. aku.. akan memikirkanya” ucap Sooyoung dengan wajah bingung.

“Tunggu, kenapa aku malah memancingnya? aishh baboya!” batin Sooyoung sambil merutuki dirinya sendiri.

“Aku.. bisa membiarkan Eunji pergi bersama Peniel.., tapi.. aku tidak bisa membiarkanmu pergi bersama namja itu” jawab Jin dengan bahasa tersirat. Namun Sooyoung benar-benar bisa melihat keseriusan disana.

‘DEG’

Yap! ucapan itu membuat jantung Sooyoung berdegup cepat.

Sebenarnya dia bukan seseorang yang pandai menjalin hubungan. Tapi karena dia seorang penulis naskah, dia sedikit banyak tahu tentang arti-arti dari sikap dan ucapan seorang namja.

“Jin.., kau.. bersikap.. sedikit aneh.. hari ini..” ucap Sooyoung dengan nada sedikit takut. Ucapan itu sepertinya cukup untuk mewakili segala perasaanya saat ini.

Jin menoleh pada Sooyoung dan menatap yeoja itu untuk waktu yang cukup lama. Tidak lembut, namun juga tidak terlalu tajam. Dan tatapan itu, terasa.. sedikit.. intens.

“Babo” ucap Jin singkat, setelah itu dia mempercepat langkahnya yang beberapa saat lalu melambat. Dia berjalan beberapa langkah di depan Sooyoung.

“Cih.. lagi-lagi dia mengatakan hal itu” dumal Sooyoung dengan wajah sedikit kesal. Meski sebenarnya, dia mulai paham dengan maksud dari ‘Babo’ yang sebenarnya.

“Itu semua karena aku cemburu” ucap Jin dengan begitu yakin namun tanpa menoleh. Dia berbicara sambil terus melangkahkan kakinya pada jalanan yang menanjak itu.

‘DEG’

Tapi berbeda dengan Sooyoung, Yeoja itu bahkan langsung terdiam membeku di tempat setelah mendengarnya.

“Cem..buru?”

.

.

Jin dan Sooyoung langsung menghentikan langkah saat mereka sudah sampai di depan rumah Sooyoung.

“Aku.. masuk…, gomawo… karena kau.. sudah mengantarku lagi..” ucap Sooyoung pelan. Dia berbicara sambil menghindari tatapan langsung dengan Jin. Dia bahkan langsung masuk tanpa menyempatkan diri untuk menghadapkan tubuhnya pada Jin.

“Noona..” Panggil Jin pelan.

Sooyoung menarik nafas dan memberanikan diri membalikan badanya. “Nde..?” Tanya Sooyoung dengan nada biasa.

Jin tersenyum melihat bagaimana gugupnya Sooyoung. Lalu dengan langkah perlahan, dia maju dan mendekatkan tubuhnya pada yeoja tinggi itu.

“Aku bilang aku cemburu…” ucap Jin sambil menatap mata Sooyoung dalam.

‘DEG’

Dan ucapan itu berhasil menggetarkan hati Sooyoung dalam sekejap. Dia tidak percaya jika Jin mengulangi ucapan itu lagi.

Tidak mendapat respon, Jin pun kembali mendekatkan tubuhnya pada Sooyoung.

Sedangkan Sooyoung, dia hanya diam dan mengerjap-ngerjapkan matanya saat Jin terus mendekat sehingga tubuh mereka hampir bersentuhan.

Setelah Jin berhenti, diapun mulai mendekatkan wajahnya pada Sooyoung sambil memejamkan mata. Semakin lama, Sooyoung bisa merasakan hangatnya hembusan nafas namja itu. Wajahnya bahkan memerah karenanya.

‘tap’

Meski Sooyoung merasa sangat gugup, tapi dia memejamkan matanya dengan otomatis saat Jin sudah memiringkan kepalanya.

‘Chu~’

Beberapa saat kemudian, bibir Jin sudah benar-benar menyentuh permukaan bibir Sooyoung dengan lembut. Menyalurkan aliran listrik di sekujur tubuh Sooyoung sehingga jantungnya ikut berdetak dengan cepat.

Dengan hati-hati, Jin mulai melumat bibir Sooyoung tanpa nafsu yang berlebihan. Dia memegang kedua lengan Sooyoung agar yeoja itu tidak melarikan diri. Dan meski Sooyoung memejamkan mata, dia sama sekali tidak berani membalas ciuman Jin. Sejujurnya, dia masih syok dan juga bingung.

Beberapa saat kemudian, Jin melepaskan ciuman itu agar dia bisa kembali menatap Sooyoung.

“Babo..” ucap Jin dengan senyuman tipis. Dan Sooyoung tentu saja tidak mengerti.

“Itu.. adalah ungkapan lain… Noona..” lanjut Jin saat dia melihat siratan kecewa di wajah Sooyoung.

“Ungkapan.. lain?”

“Eoh, Itu… karena kau dan aku… terlalu bodoh..” jawab Jin.

“Kau terlalu bodoh karena terus saja menjodohkanku dengan Eunji disaat aku.. sedang berusaha mengungkapkan segala perasaanku padamu” Ucap Jin. Dan Sooyoung langsung menunduk karena dia sebenarnya juga mulai menyadari hal itu.

“Mian..” ucap Sooyoung dengan wajah menyesal.

‘Tap!’

Jin memegang dagu Sooyoung lalu di angkatnya kepala yeoja itu dengan lembut.

“Noona, Eunjiga Aniya…, dia hanya temanku… yang sangat berharga. Tapi kau lebih dari itu, aku.. ingin terus bersamamu, aku.. ingin memastikan jika kau sampai di rumah dengan selamat, aku.. ingin memastikan jika kau tidak jatuh hati pada namja lain” ucap Jin jujur.

‘DEG’

Jantung Sooyoung terus dan terus saja berdegup kencang setelah mendengar pernyataan Jin itu.

“Tapi, akulah yang sebenarnya lebih bodoh…, karena aku… hanya bisa mengatakan kata itu.. disaat hatiku terus berteriak ‘hanya kaulah orang yang aku suka’, disaat hatiku terus berteriak ‘aku mencintaimu’ saat aku melihatmu” ucap Jin lagi.

“Mencintaimu?” batin Sooyoung tak menyangka. Tapi sejujurnya, ada perasaan lega setelah dia mendengarnya. Setelah dia memastikan jika Jin memang menyukainya.

“Noona” Panggil Jin lagi.

“Eung?” Tanya Sooyoung sambil mendongak dan menatap Jin dengan tatapan lembut.

“Kenapa tadi.. kau memejamkan mata?” tanya Jin dengan wajah serius.

‘Blushh!’

Sooyoung langsung menunduk dengan pipi yang tentu saja langsung memerah setelah mendengarnya. Dia benar-benar tidak tahu apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan itu.

“Noona..” Panggil Jin lagi. Membuat Sooyoung mendongak sambil mengulum senyum.

“Babo!” ucap Sooyoung dengan senyuman tipis. Tapi Jin ikut tersenyum mendengarnya.

‘Grebb!’

Jin meraih pinggang Sooyoung agar yeoja itu kembali mendekat padanya.

‘Chu~’

Beberapa saat kemudian, Jin memejamkan mata dan kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Sooyoung. Kali ini, dia lebih berani mengungkapkan segala perasaanya melalui ciuman itu.

Berbeda dengan tadi, kali ini Sooyoung pun melingkarkan kedua tanganya pada leher Jin. Dengan perasaan yang mulai ia sadari, diapun membalas ciuman Jin yang mulai intens itu. Keduanya mulai berpagutan dan seakan menyalurkan aliran listrik di sejujur tubuh mereka.

Tidak peduli jika malam semakin dingin, tidak peduli jika yang orang lain tahu adalah.. Jin dekat dengan Eunji. Karena yang terpenting adalah.. mereka saling menyukai.

.

.

“Jadi.. kalian pernah mengalami hal ini kan? Tapi, apa kalian juga mengakhiri kisah itu sepertiku?”

“Ya Noona, jangan berlebihan..! kisah kita bisa berakhir manis, itu semua karena akulah yang mengakhirnya dengan begitu sempurna!”

“Takchyeo Kim Seokjin!”

“Babo!”

.

.

THE END?

.

.

THE END!

 

Gimana Readerdeul? Jelek? Aneh? Ga ngefeel? monoton?

Ahh mian ya atas semua kesalahan. Dan mian kalo ga sesuai keinginan kalian.

Tetep di tunggu tanggepanya ya. Jangan karena ga ada part lanjutanya, kalian jadi ga mau ngasih tanggepan.

Karena kalo viewernya banyak tapi tanggepanya dikit, aku mungkin jadi males ngelanjut ff lainya. #NgancemAlus

 

Ya udah gitu aja,

Dan karena bentar lagi lebaran, Author&Segenap Keluarga mau minta maaf lahir batin sama readerdeul semua. Maaf kalo selama ini aku bersikap atau berbicara ga baik sama kalian.

Semoga Blog ini bisa terus hidup sampai Sooyoung unnie berkeluarga nanti. hehe

 

 

 

39 thoughts on “BABO! (ONESHOOT)

  1. N.Azz berkata:

    Aaaaa… Seneng banget ad ff sooyoung-bts. Aku jga suka sma ff ny, author kita ini memang kerennn top lah.

    Ditunggu ff lainny + tetap semangat… (*´∇`*)

  2. Ve berkata:

    Waahhhh…..ffnya sooyoung-jin^o^
    Bikin lagi dong ffnya soo-bts sama soo-minho (kalau bisa) mereka selama ini dipasangin tapi jadi adik kaka bukan pasangan
    Ff-ff lainnya juga ditunggu, terus berkarya thor^^ fighting!!

  3. Sweet. Kata ‘Babo’ mengandung makna yang dalam. Padahal hanya satu kata itu loh yang mewakili. Tapi tetap saja manis.
    Suka banget dengan cerita ini. Usut punya usut, Eunji suka sama Jin kayakx. Hihi~

  4. AuliasooHope berkata:

    Aigooo arti kata “BABO” itu kode cintamya Jin,aigooo oppa :’v neomu kyopta :3
    Di tunggu karyamu lagi eon😉 daebbak

  5. fransiscafrtnta24 berkata:

    yayy happy ending !!! walaupun ak ga terlalu tau jin , tapi ceritanya bagusssss, soo sweett ><
    baru tau kalo soo lbh tua dri jin😮
    ditunggu ff lainnya, hwaiting !

  6. MDBABY0701 berkata:

    yayay~ sooyoung-bts😀 entah kenapa bacanya sambil senyum” sendiri kkk~ ceritanya manis(?) banget, alurnya juga gak terburu-buru. pokonya bikin melting, dan entah kenapa baca FF ini jadi inget lagunya ‘Juniel ft. Yonghwa – Babo’ dan jujur, masih penasaran sama wallpaper laptopnya jin(?) dan siapa orang yg nelpon jin??? yg paling bikin greget pas sooyoung sadar(?) dengan kata-kata jin “Jika aku cemburu, aku pasti ikut bersama mereka” itu si jin ngodenya aaaa~ menurutku romantis bangettt. DAEBAK!! feelnya dapet banget ini>< sequel makin bagus kali yaa kkk~ mau lebaran, eh malah dibikin melting sama FF romance-friendship gini:v okelah di tunggu FF sooyoung-bts lainnya^^ Hwaiting!! '-')9 oh ya, Minal aidzin wal faidzin ya thor(?) duh, sebenernya gaenak banget manggil thor"an(?) jadi harus di panggil gmn ini biar lebih akrab gitu ya?? kkk~

  7. risma_pngst berkata:

    Baru pertama kali baca ff yg cast nya SooJin dan aku seneng banget bcause si Jin itu bias aku di bts*kgkadaygnanya*. Keren bgt ff nya gereget sama Syoung kok gak peka2 mungkin sangking polos nya si Soo.
    Jin kamu kok sweet bgt sih disini ya ampun ,lucu aja kan biasanya si jin somvlak :)v walaupun gak terlalu dibanding yg lain member bts pan pada gokil2:)v.

    Oh ya kak jgn lupa dilanjut Devious nya ditunggu banget, semua ff kk ku tunggu semua kok hihi^^

  8. So sweettt~~
    Jin ya gitu, ngungkapin prsaannya dngan kata ‘babo’ kkk..
    Gimna tuh keadaan eunji? Psti dia patah hati scra kyknya dia suka sma jin.. Jdohin aja thor sma peniel😀
    Duhh, sooyoung dri nge-goda jin-eunji malah dia tiba” suka jin ckck😉

    Ditunggu ff lainnya thorr

  9. FF ini nge-feel koq, jalan ceritanya juga sweet bgt..
    aku suka pake banget ff oneshot ini.. apalagi ada member bts nya🙂
    kalo boleh sering-sering pasangin Soo sama member boyband rookies and aktor yang kece kece ya, thor..

    Keep fighting!!

  10. ndah berkata:

    jd jinsoo pasangan babo dunk…kekekee
    soo dsini klwt polos ato oon sih..hehehe
    suka ma karakterny jin…
    suka juga ma ide critny

  11. ThaNiaa berkata:

    Ciiieee ada ff soo-jin,, suka banget kak..
    Kapan kapan bikin lagi dong kak ff soo sama member bts yang lain,,
    As usual aku suka cerita kakakk..
    Psss.. ff wild flower sama unbelievable nyy ditunggu kak

  12. icha dewi berkata:

    Untuk kali ini maaf ya thor jgn tersinggung maaf banget untuk ff kali ini aku kurang suka bkn karna jelek aku kurang dapat feelnya ya seperti yg authornya blg agak monoton itu pendapat akunya sih mungkin tdk untuk reader yg lain
    di tunggu ff devious dan wild flowernya keep writing ^^

  13. febryza berkata:

    Ih aku baru tau kalo kamu ngepost ff oneshot terbaru😦 tapi gapapa yg penting udah baca sekarang. Oiya waktu itu kamu ngadain voting yah? Maaf aku engga ikutan abis aku engga kenal bgt sama nominasinya sih hehehehe..
    Ciye jin ciye saltingnya jadi cuma ngomkng babo ke sooyoung doang, untung sooyoungnya juga babo jadi engga tau kalo kamu salting
    Ah sayang sekali disini engga dijelasin pas sooyoung ketemuan sama namja lain yg bikin jin cemburu, tapi gapapa udah ada part yg nunjukin jin cemburu juga sih hehehe

  14. Wahhhh akhir.ny happy ending jga yeyyyy
    Kirain soo gak bakalan suka ama jin…tapi ternyata suka juga
    Aaaaa babo couple…ditunggu ff laen.ny chingu

  15. Hoho akhirnya di post juga ff soo-bts:3
    gapapa deh yya cast nya sm jin:’ moga aja ff yg lainnya cast nya suga hehe
    pasti lucu klau liat muka jin waktu bilang “babo”. Si jin susah bgt kyknya nyatain cinta ke soo(?) untung aja sooyoung peka hoho, aku suka happy ending^_^

  16. Sofy berkata:

    wah baru baca yang ini………

    keren kok ff-nya. tapi entah kenapa aku kurang dapet feel-nya : (

    tapi ceritanya bagus kok^^

  17. Walaupun g terlalu tau ma cast cowoknya tp ini so sweet bgt eon… happy ending lagi…
    lg eon bwt ff soo yg one shot klo bs pasangin ma woo bin dong …
    Ohy eonni aku mau izin minta pw yg devious part 12ny dong… aku dh kirim email tp blm ada blsan jg di email ini yah nilnalhuda@gmail.com aku tunggu yh eon…

  18. SY berkata:

    Woah bagus bagus pairing nya SooBts😀 ini ceritanya emng sering terjadi di sekitar haha cuma beda beda endingnya wae😄
    Nah seneng pas bagian jin maju dan bilang lagi “aku bilang aku cemburu” haaaa rasanya ngefly beud wkwk daebak pokoknya

    Keep writing and fighting🙂

  19. mrn berkata:

    ada juga akhirnya ff sooyoung sama member bts, hehe.. gemes sm dua” nya yg satu sifatnya dingin yg satu ga peka wkwk, ending yg manis

  20. Kukira bakal jadi sad ending yang berakhir Sooyoungnya jomblo :”)) ehh tapi ternyata ending manis banget ihiyyyy. Akhirnya Jin bisa mengungkapkan perasaannya ke Sooyoung meskipun Sooyoung hobinya ngeledekin dia sama Eunji wkwk
    Lucu banget pas Jin cemburu sampe pengen ikut Sooyoung wkwk tapi emang siapa sih cowok yang bikin Jin cemburu itu? Ga penting ah yang penting Jin udah sama Sooyoung dan hidup bahagia selamanyaa

    Ditunggu ff lainnya kaaak

  21. ismi khaerin berkata:

    Sooyoung terlalu babo ..
    Masa udah ada sinyal dri jin aja dia msh kbingungan sma sndiri, gak bisa apa ya ngeliat perlakuan jin yang juga perhatian sma soo walaupun prtamanya sh kukira jin itu emng sukanya sma eunji malah..
    Jin juga babo sh , shrsnya kan dia juga lbh gentle ngunhkapin prasaanya ke sOo.bknya mlh ngatain soo babo mulu…
    Ini swEeet , udah pasti mlh.
    Ditunggu soobtsnya lagi yha kakk

  22. yani yanuari berkata:

    hahahahaha kocak😀 kirain kaga bkalan adaa yng mau bkin ff sooyoung-jin =)) tpi co cweet bingits ending’a😉 chuchuchuu

  23. INI YANG BIKIN KUDU TANGGUNG JAWAB, GUE JADI NGESHIP MEREKA.

    Tapi. Ehmm, ini aduh gimana ya ngejelasin? Aku bacanya deg degan karna selain mereka yang emang bodoh plus gemesin, Jin ini aduhai laki abis. Endingnya ngena loh, yang jomblo pasti baper. 😂😂😂😂

    Pokoknya ini pas banget lah, aku suka. Sooyoung yang ngegoda eunji sama jin, padahal dia suka kan? Babo emang, karna dia takut. Terus ini Jin juga keburu ilfeel makanya gak bilang bilang, babo juga kan. Pokoknya aku suka, lain kali bikin lagi yah yang cast nya Soo sama BTS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s