Traffic Light (Part 1)

TITLE : Traffic Light (Part 1)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P
  • Bang Yongguk B.A.P

collage_20151011015416017

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

PicsArt_1444493677546#Traffic Light#

.

.

“Omma.. aku berangkat”

Seorang yeoja terlihat keluar dari rumah dengan langkah terburu-buru.

“Sooyoungie.. Chamkanman!” Yeoja yang baru beberapa langkah keluar itu terlihat berhenti saat seorang yeoja berteriak memanggilnya.

“Wae omma? aku sudah terlambat” ucap Sooyoung bingung. Meski begitu, dia tetap menghampiri ibunya yang terlihat berjalan keluar.

“Cha! ambil ini…!” ucap yeoja yang di panggil Omma itu sambil memberikan sebuah kotak bekal pada Sooyoung.

“Oh.. kapan omma membuatnya? ommo… apa.. apa omma bangun pagi-pagi hanya untuk memasakan ini?” tanya Sooyoung curiga.

“Eiyy.. apa maksudmu hanya? tentu saja Omma harus membuatkan ini untukmu..” ucap Ibu Sooyoung sambil mengusap bahu Sooyoung lembut.

Sooyoung memanyunkan bibirnya dengan wajah terharu, “Eungg… gomawo Omma.., aku janji aku akan mengahabiskan semua ini.. ne ^^” Ucap Sooyoung dengan senyuman ceria.

“Charanda!(bagus)… kalau begitu pergilah…, dan berhanti-hatilah saat berkendara ne, kau tahu kan pacarmu itu baru saja keluar bengkel kemarin?” ucap Omma Sooyoung menasihati.

“Arraseo! kurigo.. na khalkae(aku pergi)” pamit Sooyoung.

.

.

Seperti biasa, jalan utama kota Ilsan itu terbilang ramai lancar. Mungkin karena waktu sudah melewati pukul delapan sehingga sudah tidak ada anak sekolah yang memenuhi jalan tersebut.

Sejenak, Sooyoung mendengus pelan. Ada perasaan sedikit kesal karena motor yang sedang ia kendarai itu tidak bisa berjalan cepat seperti biasanya.

“Aiihhh kenapa gasnya berat sekali? ya jagiya! kau tahu seberapa geram aku saat ini? jalan ini bahkan sangat kosong dan kau tidak bisa-… aihh!” Lagi-lagi Sooyoung mengomel pada motor yang sedang ia naiki. Motor yang sudah dua tahun menemaninya bekerja.

Sooyoung tahu jika sepedah motor masih sangat jarang di Korea. Tapi naik bus menuju tempat kerja terasa begitu sulit bagi Sooyoung. Bagaimana tidak? dia harus berjalan sekitar dua kilometer karena tidak ada Bus yang mengarah kesana.

Lalu mobil? haha.. tentu saja tidak ada. Sooyoung hanya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan kontruksi. Jadi untuk membeli sebuah mobil… hmmm mungkin butuh waktu sekitar empat atau lima tahun lagi baginya.

“Eoh..” Sooyoung mulai menarik rem sepedah motornya saat dia melihat keramaian di traffic light yang ada di depan sana. Sepertinya terjadi kecelakaan besar sehingga jalan di alihkan ke jalur lain.

Sooyoung berjalan pelan agar dia bisa melihat kecelakaan antara sepedah motor dengan mobil itu. Dari kejauhan, Sooyoung bisa melihat kaki pengendara motor yang mengalami kecelakaan tersebut.

“Ouww apa dia meninggal?” batin Sooyoung dengan wajah ngeri. Sesaat Sooyoung melihat ke arah mobil yang bagian depanya sedikit penyok itu. Sooyoung bahkan bisa melihat bercak darah di sana.

“Aihh nan musowo!” Sooyoung bergidik ngeri saat dia membayangkan kecelakaan itu terjadi padanya.

Dengan cepat, diapun berbelok ke jalan lain. Sebenarnya jalur itu sama jauhnya dengan jalur yang biasa ia lewati. Tapi jalur yang ia lewati sekarang sedikit lebih ramai.

‘Brrmm!’

‘Brmmm!’

Sooyoung menoleh sekilas saat beberapa sepedah motor berlalu dan menyalipnya.

“Eoh.. ternyata disini banyak juga yang memakai sepedah motor” gumam Sooyoung pelan. Dan entah kenapa, dia menjadi bersemangat untuk menarik gasnya agar dia bisa melaju lebih cepat. Sepertinya kecelakaan tadi sudah hilang dari ingatanya.

‘Brrmmm!’

Pelahan-lahan, Sooyoung menarik gas motornya yang sebenarnya lebih berat dari biasanya itu. Tapi berhasil, dia berhasil menyalip beberapa motor. Dia bahkan menyalip sepedah motor yang berjalan paling cepat.

“Woahh akhirnya aku bisa berkendara bersama kendaraan sejenisku, hihihi” Entah kenapa, Sooyoung terkikik geli. Mungkin dia jenuh karena telalu sering berkendara bersama mobil ataupun bus-bus kota di jalan yang biasa ia lewati.

Beberapa saat setelah dia kembali pada kecepatan awal, Sooyoung iseng melihat ke arah spion.

“Eung? kenapa dia tidak menyalipku?” Sooyoung sedikit heran saat kendaraan yang pertama ia salip tadi tidak menyalipnya balik meski Sooyoung sudah berjalan pelan sekarang.

Dan saat berbelok untuk kembali ke jalan utama, motor yang berada di belakang Sooyoung itu juga ikut berbelok.

“Aneh” Ucap Sooyoung dalam hati.

Tapi karena pengendara yang Sooyoung lihat tadi terus saja berjalan di belakangnya, diapun merasa sedikit aneh. Dan pada akhirnya, dia kembali mempercepat laju motornya. Dia ingin melihat apa motor di belakangnya itu tetap berjalan pelan atau tidak.

Dan setelah cukup jauh berkendara dengan kecepatan tinggi, Sooyoung merasa semakin aneh. Bagaimana tidak?, pengendara di belakangnya itu berjalan cepat dan menyalip kendaraan lain saat dia tertinggal jauh dari Sooyoung. Namun… meski begitu, pengendara tadi tidak menyalip Sooyoung dan tetap saja berjalan di belakangnya.

“Ommo! mwoya ige?! apa.. dia.. mengikutiku? anhi.. tapi.. memang siapa aku? dan siapa dia?” Sooyoung terus saja mengoceh dari balik helmnya. Pandanganya pun sering tertoleh ke arah spion dimana dia bisa melihat pengendara ‘aneh’ tadi.

Sudah separuh perjalanan, dan pengendara tadi tetap berada di belakangnya. Bahkan saat mereka berhenti di traffic light, pengendara itu memilih berhenti di belakang Sooyoung meski dia bisa berhenti di samping yeoja itu.

Lagi-lagi, Sooyoung menoleh pada spion untuk melihat orang tadi. Samar-samar, dia bisa melihat mata namja itu dari balik helm dan masker yang ia pakai.

Mata itu..

Sangat tajam…

Dan…

Mengarah padanya.

Tunggu! Mengarah padanya?!

Namja itu…

Membalas tatapanya?!

“Tiiinn!”

Lalu lamunan Sooyoung terbuyar saat sebuah mobil mengklaksonya dan menandakan jika lampu sudah berwarna hijau. Dengan terpaksa, Sooyoung kembali melajukan motornya dan mengakhiri tatapanya dengan namja tadi. Namun sekilas, Sooyoung bisa melihat jika namja itu tertawa.

“Aaahh nan.. waire?” Sooyoung merasa sedikit aneh pada dirinya sendiri. Salah satu keanehan itu adalah disaat dia tersenyum setiap kali pengendara ‘aneh’ tadi berbelok ke arah yang sama denganya.

“Anhiya anhiya.. kenapa kau aneh begini? kau bahkan tidak tahu siapa dia!” omel Sooyoung pada dirinya sendiri. Dia bahkan menepuk helm yang ia pakai agar dia tersadar dari delusi anehnya.

Tapi sepersekian detik setelah Sooyoung meyakinkan dirinya, dia malah kembali memeriksa kaca spionnya, anhi.. lebih tepat jika Sooyoung kembali melirik namja tadi dari balik spion motornya.

Tapi…

Kosong..

‘Chiit!’ Sooyoung berhenti saat dia tiba di traffic light selanjutnya. Dia langsung menoleh ke sekitar untuk melihat kemana perginya pengendara tadi.

“Dimana dia?” Sooyoung sedikit heran saat pengendara tadi tak lagi berada di belakangnya.

Tapi..

Nihil…

Sooyoung sama sekali tidak melihat sepedah motor lagi di sekitarnya. Hanya ada mobil dan truk yang berjalan di sisi kanan kiri dan juga depan belakangnya.

“Kemana dia?”

“Apa dia berbelok ke pom bensin?”

“Atau.. tujuanya berada di sekitar sini?”

–Traffic Light–

“Ya Choi Sooyoung!”

“Eoh.. wae?” Sooyoung yang sedang sibuk membuat gambar 3 dimensi akhirnya hanya menjawab panggilan temanya itu tanpa menoleh.

“YA Ajhuma! menolehlah sebentar!” pinta namja bernama Daehyun itu dengan wajah sedikit kesal. Dia bahkan menendang kursi Sooyoung dengan kakinya.

Sooyoung mendengus dan akhirnya menoleh pada namja itu. “Mwo? wae?” tanya Sooyoung lagi.

“Ishh kau- kau benar-benar yeoja galak! ya! aku rela menghampirimu kesini karena aku ingin mentraktirmu” ucap Daehyun.

“Eoh? kau.. mau mentraktirku?” tanya Sooyoung dengan wajah yang berubah berbinar. Daehyun bahkan berdecak kecil melihatnya.

“Eoh.., proyek yang sedang ku pegang baru saja selesai dan aku mendapatkan keuntungan cukup besar, maka dari itu.. hari ini.. aku ingin mentraktirmu donat di café baru yang ada di ujung jalan sana..” jelas Daehyun panjang lebar.

Sooyoung mengernyit, “Aigoo chamkanman! kau mendapat untung besar… dan hanya mengajakku makan donat?” tanya Sooyoung dengan wajah tak percaya.

“Eiiyyy ige kichibae jinjja! jadi kau tidak mau? baiklah kalau begitu-“

“Anhiya anhiya! tentu saja aku mau!” ucap Sooyoung sambil menahan tangan Daehyun yang beranjak untuk pergi.

Daehyun menatap Sooyoung dengan senyuman lebar. “Baiklah.. jangan lupa nanti setelah pulang ya!” ucap Daehyun sebelum dia beranjak kembali ke meja kerjanya.

“Yes sir!”

.

.

“Daehyuna.. memesanlah dulu! aku.. harus mengabari ibuku jika aku pulang terlambat” ucap Sooyoung saat dia dan Daehyun telah sampai di café donat dimana mereka akan makan.

“Arra! masuklah kembali setelah selesai menelpon.. ne?” ucap Daehyun mengingatkan.

“Eoh..” jawab Sooyoung.

Sooyoung pun berjalan keluar Cafe sambil mencari ponselnya yang ada didalam tasnya.

‘Dapat!’

‘Brukk!’

Langkah Sooyoung terpaksa berhenti di depan pintu saat dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang berjalan dari arah berlawanan. Orang itu sepertinya ingin masuk ke dalam Café yang tadi Sooyoung pijak.

“Oh Mian..”
“Mianhae..”

Sooyoung dan juga orang itu mengucapkan permintaan maaf secara bersamaan saat mereka beranjak mengambil ponsel Sooyoung yang terjatuh.

“Oh.. gwenchana” ucap Sooyoung sambil menatap namja itu sekilas sambil membungkuk sedikit.

“Neon handiphone.. jinjja.. gwenchanaseyo?” tanya Namja itu sambil melihat ponsel Sooyoung beberapa saat. Sooyoung melirik ponselnya sekilas. Tapi setelah itu dia kembali menatap namja tadi dengan senyuman tipis.

“Gwenchana.. lagipula aku yang ceroboh karena tidak melihat jalan tadi” ucap Sooyoung dengan senyuman canggung.

“Aa kereokuna..” ucap namja itu sambil tersenyum tipis dan mengangguk pelan.

.

.

@Kasir

“Chogiyo(Permisi)” ucap Sooyoung.

“Nde?” jawab salah satu pelayan sambil berjalan menghampiri Sooyoung.

“Eoh..” Sooyoung sedikit terkejut karena pelayan itu ternyata adalah namja yang tadi ia tabrak.

“Annyeonghaseyo” sapa Sooyoung sedikit canggung.

“Annyeonghaseyo nona, ada yang bisa kubantu?” tanya namja itu dengan senyuman ramah.

“Eumm.. begini aku ingin memesan donat ini dan juga ini..” ucap Sooyoung sambil menujuk donat yang terpajang di almari kaca.

“baiklah? apa ada lagi?” tanya pelayan itu.

“Eumm.. sebenarnya aku tidak ingin memakanya disini.. jadi.. apa aku bisa membawanya pulang?” tanya Sooyoung sedikit ragu. Dia tidak tahu hal seperti itu karena biasanya dia hanya membeli tteokbuki di toko pinggir jalan.

“Bisa Nona.., kalau begitu tunggu sebentar ne” ucap pelayan itu dengan senyuman yang begitu.. manis.

Sooyoung bahkan tersenyum semakin lebar setelah dia melihat senyuman tipis namja itu.

Tunggu…

‘TAK!!’

Sooyoung langsung menjitak kepalanya saat dia kembali berifikir hal aneh.

“Ya!yeoja macam apa kau?! bagaimana kau bisa mudah tertarik dengan namja yang berbeda-beda” omel Sooyoung pada dirinya sendiri.

“Ya Ajhuma! mwohaneungeoya? kenapa kau bicara sendiri seperti orang gila?” Sooyoung langsung menoleh saat Daehyun berjalan ke arahnya dengan wajah bingung.

“Ah? an.. anhiya.. hanya saja-“

“Nona ini pesananmu” ucap pelayan tadi yang sudah kembali dengan sebuah bungkusan.

“Eoh.. nde.. gamsahamnida” ucap Sooyoung dengan senyuman yang kembali terukir di bibirnya. Daehyun bahkan sedikit heran melihat Sooyoung tersenyum seperti itu.

‘Tak!’

“Aw! ya!” Sooyoung langsung menoleh murka saat Daehyun tiba-tiba saja menyentil dahinya.

“Eyy Choi Sooyoung! jangan hanya tersenyum seperti orang gila begitu dan cepat bayar pesananmu!” ucap Daehyun sedikit kesal.

“Icshhh arraseo!” Jawab Sooyoung pada akhirnya.

“Eum.. kurigo…” Sooyoung kembali menoleh pada pelayan tadi. Entah kenapa, tatapan matanya tertuju pada tag nama yang tertera di saku baju namja itu.

[Choi Jun Hong]

“Jadi namanya Junhong..”

“Kau bisa membayarnya disana” Ucap pelayan bernama Junhong itu sambil menunjuk ke arah kasir.

—***—

Seorang namja masuk ke dalam ruangan berwarna serba putih itu dengan langkah perlahan. Beberapa detik setelah dia melewati pintu, sorot matanya langsung tertuju pada sebuah tubuh yang sedang berbaring di atas ranjang.

“Hyung..” panggil namja itu lirih.

“Hyung… “ ulang namja itu saat dia telah duduk di sebuah kursi yang berjarak tak jauh dari ranjang tadi. Untuk beberapa saat, dia menatap namja di depanya dari kepala hingga kaki.

“Hyung.. kau masih tidur? kau tidak ingin bangun?” tanya namja itu dengan senyuman getir.

“Hyung kau tahu? aku.. bertemu… denganya.. ” ucap namja itu dengan suara yang begitu lirih. Sepertinya dia sedang menahan air mata yang berkumpul di pelupuk matanya.

“Dia.. punya senyuman yang manis…” Lanjutnya.

‘Ckleekk!’

“Junhongie”

Namja yang di panggil Junhong itu menoleh saat seseorang membuka pintu.

“Oh.. omma…” ucap Junhong sambil berdiri dan menoleh pada yeoja cantik yang baru saja memanggilnya itu.

“Kau baru pulang kerja kan? ayo makan dulu…, setelah kita kembali… Hyungmu pasti sudah bangun” ucap Omma Junhong dengan senyuman lembut. Namun entah kenapa, hati Junhong bergetar mendengarnya.

“Eumm geurae…, kurigo.. ppapmorokajja(ayo makan)” ucap Junhong sambil berjalan menghampiri ibunya lalu di rangkulnya lengan yeoja itu dengan sedikit manja.

Namun tanpa sepengetahuan Omma itu, Junhong membuang nafas dengan berat karena dia merasakan sesuatu yang begitu mengganjal di hatinya.

—***—

Sooyoung memperlambat laju motornya saat dia hampir tiba di area Traffic Light pertama dari arah rumahnya dimana sebuah kecelakaan terjadi disana beberapa hari lalu. Dan sejujurnya, kecelakaan itulah yang membuat Sooyoung bisa bertemu dengan ‘Pengendara aneh’ itu.

“Hmmm.. apa aku perlu lewat jalur lain? mungkin saja… aku bisa bertemu dengan pengendara itu” ucap Sooyoung entah sadar atau tidak.

“Anhi anhi! ya mwohaneungeoya?! kemungkinanmu bertemu denganya adalah 1%! jadi lupakan saja pikiran anehmu itu!” Beberapa saat kemudian, Sooyoung langsung menghujat dirinya sendiri karena sudah berfikir sesuatu yang sangat tak masuk akal.

“Haahh sudahlah.. aku harus melawan pikiran aneh ini” ucap Sooyoung yang akhirnya memutuskan untuk lewat di jalur yang biasa dia lalui.

“Eung!” Lalu lamunan Sooyoung langsung terhenti saat dia melihat seorang ibu sedang yang mengejar anaknya. Ibu itu terlihat panik dan terus memanggil anaknya yang berlari mendekat ke jalan besar.

“Ommo! Ommo Ommo!” Sooyoung yang melihat hal itu tentu saja ikut panik. Apalagi anak yang ibu kejar tadi masih sangat kecil dan akan sangat berbahaya jika dia masuk ke area jalan besar.

‘CHHIT!’

Sooyoung langsung menghentikan motornya di pinggir jalan. Lalu dengan cepat, dia berlari menghampiri anak kecil tadi sebelum lampu hijau menyala dan beberapa mobil yang berjalan dari arah berlawanan terlebih dulu menghantamnya.

“Tuhan… aku mohon!” Dalam hati Sooyoung terus berdoa. Meski dia tidak tahu siapa anak itu, tapi.. dia harus menyelamatkanya. Dia.. harus menolong ibu anak itu.

‘Tapp!!!’

Berhasil, Sooyoung berhasil menangkap anak itu meski mereka hampir berada di tengah jalan.

‘Tuoooonnn!’

‘DEG’

Sooyoung langsung menoleh cepat saat sebuah truk melaju dari arah Sooyoung datang, tadi.

“Ommo!!!” Ibu anak itu terlihat memekik panik. Sedangkan Sooyoung hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah terhadap apapun yang akan terjadi. Namun sebisa mungkin dia meringkuh anak tadi untuk melindunginya.

‘TAPP!!’

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung membuka matanya, saat seseorang menariknya dengan cepat menuju ke pinggir jalan.

‘BRUKK!!’

Benar saja. Sooyoung, anak tadi dan juga orang itu langsung terjatuh di tepi jalan. Untung saja Sooyoung meringkuh erat anak tadi sehingga dia sama sekali tidak terbentur apapun.

“Hiks.. hiks.. hiks..”

Tapi Sooyoung langsung duduk dan menatap anak di pangkuanya yang terlihat mulai menangis. Mungkin anak itu terkejut dengan apa yang terjadi.

“Shh.. uljima.. gwenchana.. gwenchana”

‘Shett’

Sooyoung langsung menoleh saat penyelamatnya tadi tiba-tiba membelai rambut anak itu dengan begitu lembut.

‘DEG’

“Tunggu.. dia…” Jantung Sooyoung langsung berdetak cepat saat dia seperti mengenal orang itu.

Tidak salah lagi..

Dia adalah…

‘Pengendara aneh’ yang dulu bertemu denganya. ‘Pengendara aneh’ yang beberapa saat lalu Sooyoung tunggu kemunculanya.

Sebenarnya Sooyoung tidak terlalu kenal dengan jenis motor, jenis helm ataupun wajahnya. Tapi.. Sooyoung merasa sangat yakin jika namja itu adalah si ‘pengendara aneh’. Selain karena dia sangat kenal dengan mata dan juga masker yang namja itu gunakan dulu, jantung Sooyoung juga berdetak cepat seperti saat mereka pertama kali bertatapan.

“Nona.. gwencha.. nayo?” tanya namja itu dari balik maskernya. Suara itu sangat berat namun membuat Sooyoung semakin terdiam.

“…..”

Benar, Sooyoung hanya diam dan tidak bisa berkata lagi.

Entah ini kebetulan.. atau memang takdir yang di rancang Tuhan. Namun.. Sooyoung merasa sangat bahagia.

“Nona..” panggil orang itu lagi karena Sooyoung terus saja diam.

“Ah.. nde.. nde… nan.. gwenchana..” ucap Sooyoung terbata.

“Tapi… tanganmu.. berdarah” ucap namja itu sambil memegang permukaan punggung tangan Sooyoung.

‘DEG’

Dan Sooyoung tentu saja semakin gugup karenanya. Meski namja itu memakai sarung tangan, tapi tetap saja mereka sudah di bilang bersentuhan.

“Anhiya anhiya.. nan Gwenchana, kurigo.. gamsahamnida… karena kau-“

“Ommo! Ommo! anakku.. anakku!”

‘Shet’

Sooyoung menghentikan ucapanya dan langsung menoleh dengan cepat saat ibu anak itu sudah menyebrang jalan dan berlari ke arahnya.

“Nona.. jongmal gamsahamnida.. , gamsahamnida karena kau mau menolong anakku…,hiks hiks hiks.. aku.. aku tidak tahu harus berbuat apa.. jongmal.. jongmal gamsahamnida… “ Ibu itu terlihat membungkuk pada Sooyoung berkali-kali saking berterimakasihnya dia.

Sooyoung segera bangun untuk menatap ajhuma itu. Dia tersenyum lembut dan bersikap seolah dia baik-baik saja.

“Chonmanae ajhuma, eumm… tapi.. sebenarnya.. bukan aku yang menolong anakmu… melainkan-“

“Eung?” Sooyoung yang berniat menunjuk ‘Pengendara aneh’ itu, sekarang langsung terheran karena ternyata namja itu sudah tidak berada di dekatnya.

‘Brmmm!’

Dan benar saja, saat dia menoleh ke seberang jalan, dia melihat pengendara itu sudah memakai helm dan pergi bersama motornya.

“Aiih kenapa dia pergi seperti itu?” Sooyoung membuang nafas pelan saat dia merasa sedikit.. kecewa.

“Noona, ada apa? apa kau terluka? apa kita perlu pergi ke rumah sakit?” tanya Ajhuma itu saat Sooyoung diam tanpa sebab.

“Oh.. anhiya anhiya.. nan gwenchana…,” ucap Sooyoung dengan senyuman tipis.

“Kureom.. cheon khalkesimnida (aku pergi*formal)” lanjut Sooyoung sambil membungkuk sopan.

.

.

@Poseidon Grup

“Sooyoung-ssi kau baru datang?”

Sooyoung langung menghentikan langkah saat seseorang memanggilnya.

“Nde.., mainhamnida Mr.Jang.. aku.. sedikit kesiangan tadi” ucap Sooyoung saat dia sudah berdiri di depan bosnya itu.

“Aaa baiklah…” ucap Mr.Jang sambil mengangguk paham.

“Apa.. ada yang bisa kubantu?” tanya Sooyoung.

“Eoh, hari ini.. kau yang menggantikanku meeting dengan team pelaksana ya” ucap Mr. Jang.

“Aa.. nde.. aggesimnida(aku mengerti)” ucap Sooyoung sambil membungkuk sedikit.

.

.

“Lantai dua.. meja.. nomor… tigapuluh” Sooyoung terus berjalan mencari meja dimana dia dan team pelaksana akan mengadakan meeting kecil disana.

“Aaa.. itu dua” ucap Sooyoung saat dia sudah menemukan dimana meja itu.

“Annyeonghaseyo.. namaku Choi Sooyoung, aku drafter perwakilan dari poseidon grup” sapa Sooyoung pada dua orang yang sedang duduk di meja 30.

“Aaa.. Nona Sooyoung? perkenalkan.. aku Kim Himchan dan dia.. Choi Junghong, kami perwakilan dari The Orchid grup” ucap namja yang lebih tua sambil mengulurkan tanganya pada Sooyoung. Sooyoung membalas jabatan tangan itu dengan sopan sebelum dia menjabat tangan namja lain yang tadi duduk membelakanginya.

“Annyeonghaseyo.. eoh?” Dan saat namja itu membalikan badan, dia maupun Sooyoung terlihat sama-sama terkejut.

‘Kenapa dia ada disini?’

“Aa.. annyeonghaseyo” sapa Sooyoung sedikit canggung. Sebenarnya dia merasa tak percaya jika dia bisa bertemu orang itu disini.

“Apa kalian saling mengenal?” tanya Himchan saat dia merasa aneh dengan keterkejutan Sooyoung maupun Junhong.

“Ahh dia pernah datang ke café tempatku bekerja Hyung” Jelas Junhong.

‘Jadi dia mengingatku?’.

“Benarkah? baiklah.. kalau begitu mari kita mulai” ucap Himchan pada akhirnya.

.

.

“Aaa.. Junhong-ssi.. kau.. tidak perlu-“

“Gwenchana.., aku mengantarmu bukan karena Himchan Hyung yang menyuruhku, tapi aku ingin tahu dimana tempatmu bekerja” ucap Junhong.

‘DEG’

Sooyoung mengernyit saat dia merasa aneh dengan ucapan Junhong barusan.

“Mwo?” tanya Sooyoung memastikan.

“Aa.. anhiya, maksudku.. aku adalah pengawas baru di Orchid.. jadi mungkin… aku akan sering datang ke Poseidon untuk membahas pembangunan proyek hotel kita” ucap Junhong menjelaskan.

“Aaa.. aa.. begitu ya..” dan Sooyoung hanya mengangguk pelan.

‘Pabo! apa yang kau pikirkan!’ Umpat Sooyoung dalam hati.

“Eumm.. aku kira.. kau bekerja di café itu” ucap Sooyoung mengalihkan pembicaraan.

“Anhi, aku hanya pekerja paruh waktu disana..” ucap Junhong.

Sooyoung mengangguk paham, “Kau masih sangat muda.., tapi.. kau sudah bekerja keras seperti ini” puji Sooyoung dengan senyuman tipis.

Junhong ikut tersenyum. “Sebenarnya.. Kakakku sedang sakit.. , jadi kupikir.. aku harus bekerja lebih keras untuk membantu Ommaku..” jelas Junhong dengan senyuman tipis.

Sooyoung terdiam sejenak mendengarnya. Entah kenapa, dia merasa iba sekaligus kagum pada namja tinggi di sampingnya itu meski mereka baru benar-benar bertemu hari ini.

‘Tapp Tapp!’ Sooyoung menepuk bahu Junhong pelan.

“Mempunyai adik sepertimu.. aku yakin kakakmu akan segera membaik ^^” ucap Sooyoung dengan senyuman tipis.

“Eumm.. aku harap begitu ^^” sambung Junhong.

‘Tekk’

Tapi Junhong langsung mengernyit heran saat dia melihat guratan di punggung tangan Sooyoung.

“Eo.. Sooyoung-ssi.. tanganmu..” ucap Junhong sambil menunjuk tangan Sooyoung yang terluka dan mengeluarkan sedikit darah.

“Aa.. ahh ini? tadi aku jatuh dan hampir tertabrak truk di sebuah traffic light, dan karena aku harus meeting.. aku jadi lupa mengobatinya hihi” ucap Sooyoung sambil memeriksa punggung tanganya yang terluka karena kejadian tadi pagi. Entah kenapa dia malah tersenyum karena hal itu.

“Tunggu sebentar” ucap Junhong sambil menahan lengan Sooyoung agar yeoja itu berhenti.

“Eung? apa yang-“ Dan Sooyoung sedikit terheran saat Junghong berlari ke sebuah toko yang berada tak jauh dari dia berdiri sekarang.

“Apa yang dia lakukan?” gumam Sooyoung tak mengerti.

‘Tapp Tapp Tapp!’

Beberapa saat kemudian, Junhong kembali sambil membawa sesuatu.

“Ini.. pakailah” ucap Junhong sambil memberikan sebuah plaster luka pada Sooyoung.

“Eoh.. kau.. berlari.. hanya untuk ini?” tanya Sooyoung tak percaya.

“Pakailah sebelum tanganmu terinfeksi..” ucap Junhong dengan wajah yang berubah sedikit panik.

‘Ada apa denganya?’ Batin Sooyoung heran. Meski begitu dia tetap memakai plaster pemberian Junhong.

“Junhong-ssi.. nan.. gwenchanaseyo” ucap Sooyoung menenangkan.

Junhong yang menyadari sesuatu pun langsung merubah ekspresinya.

“Aa… mi..mianhaeyo… aku.. hanya sedikit trauma.. dengan traffic light” ucap Junhong ragu.

“Aa… jin..jinjjayo?” ucap Sooyoung dengan ekspresi tidak enak. Dan Junhong hanya mengangguk pelan.

.

.

@Perjalanan Pulang

Sooyoung memanyunkan bibirnya saat dia teringat ‘Pengendara aneh’ itu. Sooyoung bahkan tidak percaya jika dia rela mengejar namja itu tadi pagi. Tapi..

Nihil..

Dia tidak bisa mengejarnya.

“Haiih nan waeire?” Keluh Sooyoung yang merasa aneh pada dirinya sendiri.

“Chamkanman.. apa.. apa.. aku jatuh cinta?” gumam Sooyoung heran.

Tapi.. bagaimana aku bisa jatuh cinta dengan cara seaneh itu? aku.. bahkan tidak tahu bagaimana wajahnya…, dimana dia tinggal, dimana dia bekerja, dan.. bahkan.. aku tidak tahu siapa namanya.

“Huuffttt!” Sooyoung membuang nafas panjang saat dia berhenti di Traffic Light. Biasanya dia melirik ke sekitar untuk melihat kendaraan lain. Tapi kali ini.. dia hanya diam dengan pikiran kosong. Anhi anhi.. pikiranya tidak bisa di sebut kosong karena sekarang ini… pikiranya di penuhi oleh ‘pengendara aneh’ itu.

“Aiihhh michigita!!!” pekik Sooyoung cukup keras meski dia sedang memakai masker. Dia tidak sadar jika pengendara lain sedang menoleh padanya dengan wajah heran.

“Ommo, apa yang kulakukan?! aihh paboya!” Dan seperdetik setelah Sooyoung menyadari kekonyolanya, dia langsung melirik ke sekeliling.

Tapi..

‘DEG’

Mata Sooyoung membulat seketika saat dia melihat seseorang yang akhir-akhir ini selalu ia cari, sekarang sedang berhenti tepat di sampingnya. Bukan hanya berhenti, tapi namja itu juga menoleh padanya dengan eyes smile yang terlihat dari balik kaca helmnya.

‘Apa dia menertawaiku?’

“Huufttt” Sooyoung menghadapkan wajahnya kedepan sambil membuang nafas panjang. Entah kenapa dia benar-benar merasa gugup sekarang.

Apa ini mimpi?

Apa ini ilusi?

–***–

“Bagaimana menurutmu Yong? apa ini wajar?” tanya Sooyoung pada sahabat kecilnya itu.

Yoona terdiam sambil memangku wajahnya dengan tangan. Dia seperti bingung dengan segala yang Sooyoung ceritakan.

“Kau yakin kau sedang jatuh cinta?” tanya Yoona memastikan.

Sooyoung membuang nafas panjang dan kembali berfikir. “Molla… hanya saja… jantungku ini.. selalu merasa berdebar.. saat aku melihatnya..” ucap Sooyoung sambil memegang dadanya. Yoonapun mendengus melihatnya.

“Kau tahu namanya?” tanya Yoona.

“Anhi” jawab Sooyoung.

“Alamatnya?” tanya Yoona lagi.

“Anhi” jawab Sooyoung.

“Tempat dia bekerja?”

“Anhi”

“Berapa umurnya?”

“Anhi”

“Kau pernah melihat wajahnya secara keseluruhan?”

“Heuumm… belum” jawab Sooyoung sambil membuang nafas berat.

“Kalau begitu… bagaimana.. jika ternyata .. dia adalah ajusshi beristri dua?” tanya Yoona curiga.

“Dari wajah dan tubuhnya.. aku yakin dia masih seumuran dengan kita” sangkal Sooyoung.

“Lalu.. bagaimana.. jika wajahnya… jelek? atau.. giginya ompong.. atau mungkin.. bagaimana jika dia tidak punya hidung?” tanya Yoona lagi.

Sooyoung mendengus pelan saat Yoona malah berfikiran aneh, “Ya! kau pikir aku sedang jatuh cinta dengan Zombie?” tanya Sooyoung balik.

“Anhi.. hanya saja…, kau harus berfikir rasional Sooyounga.., kau bahkan tidak mengenalnya, dan tidak tahu bagaimana wujud aslinya…, lalu bagaimana kau bisa mengambil kesimpulan jika kau sedang jatuh cinta?” Ucap Yoona memperingatkan.

Sooyoung memangku wajahnya dengan tangan dan ekspresinya berubah pasrah, “Haaahh molla, aku juga berfikir seperti itu.. tapi.. jantungku ini tetap saja tidak bisa menyangkalnya Yong!” ucap Sooyoung meyakinkan sahabatnya.

“Kalau begitu…, kalian berhenti saja di suatu tempat, setelah itu ajak dia bicara tanpa ada masker ataupun helm yang menutupi wajah kalian” suruh Yoona.

“Ciihh… mana berani aku mengajaknya berhenti, menoleh sedikit lebih lama saja sudah membuat jantungku ingin copot” ucap Sooyoung jujur.

“Aigoo aigooo.. , kalau begitu sudahlah.. lebih baik kau lupakan saja perasaan anehmu itu Sooyounga, kau tidak tahu dia itu jahat atau baik.., bayangkan saja jika ternyata dia adalah anggota dari sebuah geng berbahaya atau… dia sindikat dari salah satu pengedar narkoba? jika begitu.. kau bisa ikut merasakan akibatnya nanti” ucap Yoona yang lagi-lagi mencoba meyakinkan Sooyoung.

“Cih bagaimana kau bisa berfikir sejauh itu? hhmmm… keureom.. eotheokhae?” tanya Sooyoung bingung.

“Kau bisa berangkat lebih awal, atau mungkin.. kau berangkat kerja dengan bus atau taxi saja..” saran Yoona.

“Begitukah?”

—***—

Sooyoung mencoba melakukan saran dari Yoona. Dia berangkat kerja setengah jam lebih awal agar dia tidak bertemu ‘Pengendara aneh’ itu.

Tapi entah kenapa, dia merasa ragu dan gugup saat dia hampir sampai di traffic light pertama dimana dia sering berpapasan dengan ‘pengendara aneh’ itu.

‘Brrmmmm!’

‘Chiittt!!’

Dan benar saja. Saat Sooyoung hampir tiba di traffic light, tiba-tiba seseorang turun dari sebuah motor dan langsung berlari untuk menghadangnya. Sooyoung bisa melihat jika orang itu memakai helm dan juga masker.

‘Tunggu.. helm itu? masker itu? orang itu?’

Benar, dia adalah si ‘Pengendara Aneh’.

‘Apa yang harus kulakukan?’

Sooyoung tentu saja bingung karenanya. Dia berniat menghindar, tapi pengendara itu malah menghadangnya sekarang.

“Eung.. apa.. ada sesuatu yang kau inginkan.. dariku?” Tanya Sooyoung saat dia sudah mematikan mesin motornya.

“Eum.. Nona.., bisakah kita bertemu… disini..?”

“Nanti sore?” tanya Namja itu dengan sedikit ragu.

“Eung.. wa.. wae?” Tanya Sooyoung tak mengerti.

‘Ya paboya! kenapa kau bertanya begitu? kau hanya perlu menjawab iya!’ Umpat Sooyoung dalam hati.

“Sepertinya.. aku.. sudah tidak punya banyak waktu lagi.., jadi.. meski hanya sekali.. aku.. ingin bicara denganmu, dan mengenalmu.. lebih jauh” ucap namja itu jujur.

‘DEG’

Dan semburat merah langsung menjalar di pipi Sooyoung yang sedang tertutup masker.

“Aa.. geurae..” ucap Sooyoung pada akhirnya.

.

.

@Kantor

“Daehyun Hyung, Sooyoung Noona.. aku kembali ke kantor dulu ya” pamit Junhong saat dia telah menyelesaikan urusanya dengN Mr.Jang.

“Aaa.. geurae Junhong-ssi” ucap Sooyoung sambil tersenyum dan menoleh sekilas pada namja itu.

“Eoh.. Junhonga chamkanman.., bagaimana jika kita makan bersama nanti sore? kita kan jarang pergi bersama sebagai teman..” tanya Daehyun.

“Anhiyo.. jangan hari ini! aku punya janji!” ucap Sooyoung menolak.

Daehyun mendengus pelan, “Ya! memang siapa yang mengajakmu!” ejek Daehyun .

“Isshh neon jeongmal gae saekki-! sudahlah lupakan” ucap Sooyoung pada akhirnya.

“Aa.. mian hyung, hari ini.. aku harus segera tiba di rumah sakit karena Hyungku akan operasi” tolak Junghong baik-baik.

“Aa.. jinjja? baiklah kalau begitu” ucap Daehyun.

“Semoga.. operasinya lancar ya Junhong-ssi” ucap Sooyoung menyemangati.

Junhong mengangguk, “Eum.. gomawo noona, tapi… bukankah besok pembukaan taman kota yang beberapa bulan lalu kita kerjakan? bagaimana.. jika besok saja kita makan bersama?” tanya Junhong. Meski yang mengajak adalah Daehyun, tapi dia mengatakan idenya itu pada Sooyoung.

“Aku setuju!” ucap Daehyun penuh semangat.

“Baiklah.. jika kau mengajakku tentu saja aku akan ikut” ucap Sooyoung sambil tersenyum manis. Junhong pun ikut tersenyum karenanya.

“Aigoo aigoo.. mwoya ige? apa kalian berkencan?” tanya Daehyun curiga.

“Mwo?!” pekik Junhong dan Sooyoung bersamaan.

“Lihat! kalian bahkan selalu mengeluarkan ekspresi yang sama.., kalian juga sering tersenyum aneh satu sama lain” ucap Daehyun menganalisa.

“Eiiyy tentu saja tidak” ucap Sooyoung dengan mantab.

“Sudahlah Hyung, kalau begitu aku pergi.. annyeong” pamit Junhong.

.

.

Sooyoung memarkirkan motornya saat dia telah tiba di traffic light dimana dia dan ‘Pengendara aneh’ itu akan bertemu.

Tapi..

Kosong..

“Apa dia pergi ke taman itu?” ucap Sooyoung saat dia sudah melepas helm+masker dan juga sudah turun dari motornya, dia terlihat berjalan mendekat ke taman kota yang ada di dekat sana. Taman kota itu juga yang Junhong maksud tadi siang.

“Wooaah yeppoda..” Sooyoung tersenyum kagum saat dia melihat air mancur warna-warni yang berada di pusat taman itu. meski belum resmi di buka, tapi taman itu sudah di operasikan, bahkan ada beberapa pasangan yang sudah masuk ke sana.

‘Tap!’

“Neodo.. yeppoda..” ucap Seseorang sambil menepuk bahu Sooyoung pelan.

‘DEG’

Sooyoung tersentak saat dia seperti mengenal suara itu. Yaa meski kali ini, suara itu terdengar lebih jelas.

‘Tapp!’

Sooyoung membalikan badanya dengan sedikit ragu. Sebenarnya dia bukan takut jika wajah orang itu jelek atau apa. Tapi.. dia hanya takut jika dia.. benar-benar jatuh cinta pada orang itu.

‘Tapp!’

Sooyoung sudah benar-benar membalikan badan dan menghadap seseorang yang sekarang berdiri sekitar dua langkah di depanya. Meski begitu, Sooyoung belum melihat wajahnya karena dia masih belum siap.

“Annyeonghaseyo.. Sooyoung-ssi, choneun.. Bang Yongguk imnida” ucap orang itu dengan suara underground khasnya.

Sooyoung mendongak secara perlahan. Dan..

DEG

DEG

DEG

Jantung Sooyoung benar-benar langsung berdetak cepat saat dia sudah menatap namja itu. Namja berkulit tan yang sekarang tersenyum padanya dengan begitu manis.

Sooyoung tahu jika namja itu tidak setampan boyband dan aktor korea saat ini. Tapi.. jujur saja.., Sooyoung benar-benar terpesona olehnya.

Beberapa saat setelah diam dengan tatapan kosong, akhirnya Sooyoung tersenyum pada namja itu. Senyuman malu sekaligus bahagia yang bercampur menjadi satu.

“Annyeonghaseyo Bang Yongguk-ssi.., hihi.. sekarang.. aku tidak perlu lagi menyebutmu si ‘pengendara aneh’” ucap Sooyoung sambil tertawa kecil. Dan Namja bernama Yongguk itu ikut tertawa kecil mendengarnya.

.

.

“Yongguk-ssi” panggil Sooyoung pada namja yang sekarang sedang duduk di sampingnya. Namja itu terlihat menatap air mancur taman yang sekarang berada tepat di depan mereka.

“Nde?” tanya Yongguk sambil menoleh pada Sooyoung.

“Kenapa.. kau.. ingin bertemu denganku? maksudku… dari semua pengendara yang kau temui.., kenapa.. kau ingin bicara denganku?” tanya Sooyoung to the point.

Yongguk menoleh kedepan sambil tersenyum kecil. Dan hal itu tentu saja membuat Sooyoung merasa aneh.

“Aku… tertarik padamu” ucap Yongguk jujur.

‘DEG’

Dan Sooyoung tentu saja terkejut mendengarnya. “Mw.. mwo?” tanya Sooyoung tak percaya.

“Aku.. sudah tertarik denganmu.. sejak lama” jelas Yongguk. Kali ini dia kembali menoleh pada Sooyoung dengan tatapan yang berubah dalam.

“Sejak lama? tapi.. kita.. baru benar-benar bertemu sekarang” ucap Sooyoung mencoba menyangkal.

“Jadi.. kau benar-benar tidak ingat.. kapan kita benar-benar bertemu pertama kali” ucap Yongguk menebak.

“Jadi.. kita pernah bertemu.. sebelumnya?” tanya Sooyoung tak percaya.

Yongguk mengangguk pelan. Namun setelah itu, dia terlihat melepaskan syal yang sedang ia pakai.

‘Tapp!’

Beberapa saat kemudian, Yongguk berjalan ke hadapan Sooyoung. Karena mereka duduk di pagar pembatas, Tinggi Sooyoung pun hampir sejajar dengan tinggi Yongguk saat ini.

Masih tanpa mengatakan apapun, Yongguk memakaikan syal tadi di leher Sooyoung agar yeoja itu tidak kedinginan. Dan Sooyoung.. hanya bisa diam. Saat ini.. dia terlalu terpesona pada namja di depanya itu.

“Saat itu.. kau.. seperti syal ini” ucap Yongguk.

“Kau… melakukan sesuatu.. yang membuat jiwaku.. merasa hangat..” lanjut Yongguk pelan.

“Kapan.. aku melakukanya?” Batin Sooyoung sambil berusaha mengingat.

“Gomawo…” ucap Yongguk lagi.

“Kata itu.. adalah kata.. yang benar-benar ingin aku ucapkan padamu… sebelum aku benar-benar pergi” ucap Yongguk lirih. Saat mengatakan hal itu.. matanya terlihat berkaca-kaca.

“Pergi? kau.. ingin pergi.. kemana?” tanya Sooyoung bingung.

Yongguk tersenyum tipis, “Apa kau.. masih ingin bertemu.. denganku?” tanya Yongguk mengalihkan pembicaraan.

Dan dengan polosnya, Sooyoung mengangguk pelan. Ekspresi wajahnya bahkan terlihat sedih.

Melihat hal itu, Yongguk membuang nafas panjang. Tanpa sadar, air mata menetes di pipi namja itu.

“Ke.. kenapa.. kau menangis? Yongguk-ssi.. apa.. apa yang terjadi?” tanya Sooyoung bingung.

Yongguk menunduk sejenak untuk menyembunyikan ekspresinya saat ini.

“Eotheokae” ucap Yongguk pelan.

“Eotheokae mwo?” tanya Sooyoung semakin bingung.

“Sebenarnya.. aku.. menemuimu.. hanya untuk mengatakan terimakasih, tapi.. sekarang.. aku ingin mengatakanya juga” ucap Yongguk dengan wajah sendu.

“Mwoga?” tanya Sooyoung.

“Mengatakan.. jika aku.. memang jatuh cinta.. padamu” ucap Yongguk sambil menatap mata Sooyoung dalam.

‘DEG’

“Yongguk-ssi”

“Mianhae.. Sooyoung-ssi.., jika nanti.. kau hanya akan terluka karena ini…” ucap Yongguk sambil menunduk sedih.

“Yongguk-ssi..” ucap Sooyoung lirih. Dia terus menatap kesedihan di mata Yongguk. Dan tanpa sadar, dia mulai mengusap air mata yang keluar dari pipi namja itu.

Yongguk yang sedikit menunduk, sekarang mulai mendongak dan kembali menatap mata Sooyoung.

Yongguk memegang kedua pipi Sooyoung dengan lembut, dan perlahan.. dia mulai mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Sooyoung sendiri, kini mulai memejamkan matanya seperti apa yang Yongguk lakukan. Semakin dekat Yongguk, semakin cepat juga detak jantungnya.

‘Chu~’

Beberapa saat kemudian, bibir pucat mereka sudah menyentuh satu sama lain. Menyalurkan kehangatan di malam yang begitu dingin ini. Air mata Yongguk yang masih mengalir, sekarang ikut membasahi pipi Sooyoung.

Aneh memang, Sooyoung bahkan baru berbicara dan bertemu dengan namja itu sekarang. Tapi dia sama sekali tidak ragu untuk menerima ciuman Yongguk. Meski jantungnya berdetak cepat dan seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya, Sooyoung terus membalas ciuman Yongguk yang mulai intens. Mereka bahkan berpagutan.. seolah sudah berhubungan sejak lama.

‘Geurae.. nae saranghae ppajotda’ (Benar, aku jatuh cinta)

.

.

“Apa.. kita perlu bertukar nomor telepon?” tanya Sooyoung saat mereka ingin berpisah.

Yongguk tersenyum lalu menoleh pada yeoja di sampingnya. “Mian, tapi saat ini aku tidak membawa ponselku karena dia rusak..” ucap Yongguk dengan wajah menyesal.

“Kurigo.. bagaimana kita berfoto terlebih dulu?“ tanya Sooyoung lagi.

‘Greebb!’

Yongguk memeluk tubuh Sooyoung saat dia tahu maksud ucapan yeoja itu.

“Aku harap.. aku masih bisa bertemu denganmu.., aku harap.. kita masih bisa bertemu… meski hanya di traffic light ini” ucap Yongguk pelan.

“Lain kali.., jika aku.. bisa kembali.., aku akan mengajakmu berkeliling kota ini.., setelah itu.. kita makan makanan enak dan berfoto sepuasnya” lanjut namja itu.

Untuk beberapa alasan, Sooyoung merinding mendengarnya.“Yongguk-ssi.. jebal.. kenapa-“

“Sudah malam…, sebaiknya kau cepat kembali.., orang tuamu pasti khawatir sekarang” ucap Yongguk sambil melepaskan pelukanya lalu di tatapnya Sooyoung dengan penuh kelembutan.

Sooyoung membuang nafas dengan berat, entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tidak enak.

—***—

Sooyoung duduk di kursi taman dengan sebuah buku seket di tanganya. Acara pembukaan sudah selesai, tapi dia masih ingin tinggal sejenak di taman itu.

Taman dimana dia bertemu dengan Yongguk, dan taman.. dimana Yongguk menciumnya kemarin.

Dengan sebuah senyuman, dia mulai menyeket wajah Yongguk di atas kertas itu. Matanya yang tajam, bibirnya yang seksi, hidungnya yang mancung, Sooyoung benar-benar bisa mengingatnya dengan jelas.

“Sooyoung Noona”

Beberapa saat setelah kemudian, Sooyoung langsung mendongak saat seseorang tiba-tiba memanggilnya.

“Oh.. Junhonga.., kau belum kembali?” tanya Sooyoung tanpa menoleh.

“Bukankah kita akan makan bersama? jadi bagaimana aku bisa pergi meninggalkanmu?” ucap Junhong sambil duduk di samping Sooyoung.

“Aaa.. kau benar, hihi mian aku sedikit lupa” ucap Sooyoung masih tanpa menoleh.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Junhong.

“Menggambar.. seseorang” ucap Sooyoung sambil tersenyum malu.

Junhong megernyit saat melihat ekspresi Sooyoung. “Nuguya? neon namjachinguya?” tanya Junhong sambil melihat gambar Sooyoung.

“Eum.. ya.. sebenarnya-“

‘TAPP!’

Sooyoung langsung terdiam dengan wajah terkejut saat Junhong merebut buku sketnya secara tiba-tiba.

“Junhongie.. mwohaneungeoya?” tanya Sooyoung heran.

Junhong menatap gambar Sooyoung dengan mata membulat,”Noona.. ba.. bagaimana.. kau..”

“Bagaimana.. kau bisa… menggambar.. hyungku?” tanya Junhong dengan wajah syok.

‘DEG’

“Hyungmu? jadi.. dia hyungmu?” tanya Sooyoung yang juga ikut terkejut.

“Noona! kapan.. kau bertemu denganya?” tanya Junhong dengan wajah ingin tahu.

“Eung? kami? kami bertemu kemarin.. disini.. di taman ini” ucap Sooyoung dengan santainya.

‘DEG’

Mata Junhong sekarang benar-benar membulat sempurna. Dan Sooyoung tentu saja semakin bingung melihatnya.

“Tunggu.. jadi dia hyungmu yang sakit itu? ommo.. a.. apa dia.. membatalkan jadwal operasinya untuk bertemu denganku?” tanya Sooyoung curiga.

“Noona..” ucap Junhong lirih.

“Eoh? wae?” tanya Sooyoung.

“Hyungku, dia.. mengalami kecelakaan di traffic light itu beberapa minggu lalu” ucap Junhong sambil menunjuk lampu merah yang ada di samping taman itu.

‘DEG’

“Kecelakaan?”

“Dan sejak saat itu.., dia.. mengalami coma.. hingga saat ini..” lanjut Junhong sambil menoleh lagi pada Sooyoung.

‘DEG’

Mata Sooyoung benar-benar membulat sempurna mendengarnya.

“Co..coma?”

.

.

TBC

.

.

For Two shot?

.

.

Or END?

.

.

Gimana readerdeul? aneh? jelek? mbingungin? typo? ga menarik?

mian ya atas semua kesalahan. BTW, aku agak merinding lho nulisnya khakhakha

Dan karena ff ini Twoshoot (kalo respon bagus), berarti part 2 nya aku pasword.

.

Buat reader baru, aku kasih tahu lagi..

kalian bisa minta pw lewat:

twitter : @Hanif_Bangdae

FB : Nur Islamiyati Hanifah

PIN BB : 57CCAF7F

Insta : Damchuyong_Han

Bye-bye

 

33 thoughts on “Traffic Light (Part 1)

  1. JuliaKim berkata:

    Yaampun…apa..yg bersama Sooyoung itu arwahnya Yongguk? Duuhh..agak merinding bacanya,btw nice ff kak,jgn end dong tbc aja,penasaran sama kelanjutannya ^^

  2. Lanjut… jangan sampai end di part ini >_<
    Yongguk jangan pergi dulu dong. Kan Soo eonnie bisa kasihan😥
    Dia koma atau tidak sih sebenarnya? Kalau koma, jadi selama ini siapa yg bertemu Soo eonnie dong? Gak mungkin hantunya kan. Huhu~ :')

    Lanjut yah ^-^

  3. risma_pngst berkata:

    hwaaa ternyata itu arwah nya yongguk? yaampun soo jatuh cinta sma arwah:D
    Kirain ‘pengendara aneh’ itu si zelo ternyata yongguk, yongguk jgan mati dong kasihan soo
    Ditunggu part 2nya ntar bagi2 pw nya ya kk^^ Tpi yg paling ditunggu2 itu Kapan devious d lanjut sumpah penasaran banget sma endingnya kak

  4. ranranii berkata:

    Akhirnya ada ff nya sooyounh saa yongguk lagi haha
    Itu trs yongguknya gmn operasinya? Lancar kan? Pliiis smoga yongguk sehat lagi, kasian sama sooyoung
    Penasaran yongguk kok bs suka sama sooyoung
    Ditunggu nextnya yaa

  5. icha dewi berkata:

    sulit di tebak awal ceritanya kirain pengendara aneh si junhong ternyata hyungnya gk terfikir kalo itu yongguk next

  6. hoh jadi yg kecalakan itu yongguk dan yongguk koma gara2 kecelakaan itu .. nah terus yg Sooyoung lihat itu apa? apa arwah nya atau Sooyoung berhalusinasi?
    kalau misal nya halusinasi kok tampak nyata, dan bahkan mereka sempat berciuman #ciyee
    terus gimana sama operasi nya? berhasil apa enggak?
    .
    ahh sumpah aku penasaran sama kelanjutan nya .. next ya thor di tunggu next part nya.. fighting🙂

  7. nisa berkata:

    jadi selama sooyoung sama si pengendara aneh itu ternyata arwah nya yongguk ya??? huwa kasihan sooyoung… suka sama arwah ig….. ditunggu next chap~

  8. febryza berkata:

    tuhkan udah ngerasa pas zelo ngunjungin hyungnya dirumah sakit itu orang yg sama dengan yg dinamain sooyoung pengendara aneh itu dan ternyata itu yongguk huhuhuhu

    kok bisa ya yongguk nemuin sooyoung? bukannya dia koma? terus zelo nemuin sooyoung yg pas awal itu karna zelo tau hyungnya suka sama sooyoung?

    duuuhhh yongguk sembuh dong biar bisa ketemu sooyoung secara resmi.. eh kalo inget yongguk-sooyoung jadi inget fujoshi lover😦

  9. ndah berkata:

    jd ikutan bingung kyk soo. sbnernya kpn yongguk ktmu ma soo. trus yg dilihat soo slmani cuna arwahnyabaj ya….
    lanjut part 2ny y

  10. AuliasooHope berkata:

    Aigoo,jadi yang cium soo td itu ceritanya ‘setan?’ alias rohnya yongguk? aishhhh,serem ya!!!?

    oh ya thx lo eonn,udah nulis bahasa kor. dengan artinya juga,jadi wawasan bahasa kor.aku juga ikut meluas,thx yap!

    Ga nyesel baca ffnya #CipokZelo :*

  11. N.Azz berkata:

    Nah loh trus yang sooyoung liat itu siapa? Arwah kah?
    Aku pikir si pengendara aneh itu junhong pdahal yongguk. Wah jdi penasaran sama part selanjutnya…

    Keep writing and fighting!!!

  12. Asyik ada ff baru ^^ Soo-BAP~
    Yongguk coma?? Terus yang selama ini Soo liat itu siapa donk??
    Tapi, Yongguk bilang gomawo ke Soo karna apa ya?? Jadi, penasaran nih..
    Lanjut ya, chingu ^^
    Keep Fighting!!

  13. merinding baca part-part akhirnya…
    kenapa yongguk nemuin sooyoung? kecelakangan yang yongguk alamai yang sooyoung liat itukan? nah.. ada kaitannya kan? mereka pernah ketemu sebelumnya?

    please tell me…

    next..
    semangat

  14. yani yanuari berkata:

    omoo! omoo! jdi namja pngndara aneh it bner” yongguk oppa?😮 kirain sapa, tpi knpa bsa yongguk oppa jatuh cinta sma sok eonni?? trus bsa ktemu soo eonni d’tmpat prtama kli mereka brtemu, pdahal pan yongguk oppa mngalami kcelakaan😥 jdi pnasara sma ekspresi zelo pas soo eonni udh ktemu sma yongguk oppa, d’tnggu next part’a min :’)

  15. iih yaa ampun story’y keren banget, sgt beda dr story” sebelum’y🙂 like it so much, oh no kasian yongguk…. jd penasaran deh apa yongguk oppa bs sdr kmbl g’, klo bs sih bgus’y yongguk oppa sembuh trus ketemu soo eonni, trus pengen tau jg thor gmn awal yongguk oppa jatuh cinta ke soo eonni…
    for your nice story’ jgn lama” dong di publish’y… Hwaiting…

  16. SY berkata:

    Yeay pairing yg di tunggu tunggu sekaliii (^°^)/ jinnja daebakk!!!! Rada curiga pengendara aneh ada hub dengan junhong eh bener duh penasaran sama story nya soo yongguk.. knp soo ga inget? Hilang ingatan atau apa? Pokoknya penasaran trus apa ntar soo zelo bakal tumbuh benih benih? Yongguk nya bakal pergi apa tete tinggal ? Banyak pertanyaan yg berputar di fikiran ini *lebeh mode on* pokoknya lanjut
    Keep writing and fighting

  17. Nurafrianti berkata:

    Soo cerita sm arwah dong? Merinding jg ngebayanginnya. Penasaran sm kelanjutannya nih. Next thor. Devious kpn dilanjut nih thor? Semangat terus ya thor buat ngelanjut karya2 kamu🙂

  18. Aaaa jadi berasa horor pas baca bagian akhir2.ny deh chingu….
    aku nebak.ny tu pengendara aneh itu zelo….ternyata malah yongguk
    trus itu pas soo gambar yongguk n zelo ngerebut gambaran soo…kok zelo bilang kalo yongguk baru koma,,,lha trus yg ketemu soo sapa donkkk????apa arwah yongguk????
    ditunggu part 2 ya chingu….bikin penasaran ama ff.ny…trus devious.ny juga ditunggu bngt yaaaaa….

  19. sofy berkata:

    yeayyy akhirnya cast soo with bap member ada lagi 😂 udah kangen banget sama mereka sumpah :v

    awalnya aku kira si “pengendara aneh” itu si zelo eh ternyata si yongguk : ” awalnya juga bingung sama jalan ceritanya tapi pas dibaca lagi baru ngeh :v

    next part ditunggu kelanjutannya ya eonnie hehe. fighting!

  20. kok aku bingung knp bisa yongguk nyamperin sooyoung gt . bakalan ada konflik ga antara sooyoung zelo yongguk? makin penasaran huhuhuhu keep writing thor!!! ditunggu kelanjutannya

  21. yuki-chan berkata:

    Yaampun, yongguk coma, semoga yongguk jangan, jangan-jangan, pokoknya jangan#readersomplak #abaikan. Wahh, kasian soo eon. Bikin si yongguk sadar yah. Hahahah. Maap aku baru baca😄. Jadi telat deh komentnya hahah. Keep writing yaa. Fighting!!

  22. Soohaelin berkata:

    Waduh,, kukira yang pengendara aneh itu si zelo itu,, ternyata yongguk!!? Nih berasa horor,, kan yongguk koma kok dia bisa bisaan ngendarain motor?
    Trus aku sempet ngira pas zelo bilang keyongguk dirumah sakit yg itu ‘dia memiliki senyum yg manis’ itu maksutnya sooyoung kan?? Please next part kak bagus kok,, nice part keep writing and fighting!

  23. Bagus. Hua. Merinding nya dapet banget. Apalagi waktu endingnya.

    Yang kupikirkan berarti. Sooyoung jatuh cinta dan ciuman sama arwah. Jinjja. Serem juga tapi sugoi!😄

    Masih ada yang belum keungkap nih, kapan tepatnya Yongguk jatuh cinta sama Sooyoung? Dan gimana kejadiannya?

    Hmmm harus baca part selanjutnya nih. Aku ijin lanjut baca ya. Hihi🙂

  24. DeA berkata:

    Awwwwww… seru amat bacanya.. ampe di ujung cerita kayak horror gitu.. jadi mrinding sendiri nehhhh… next dlu ya dx..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s