Traffic Light (Part 2)

TITLE : Traffic Light (Part 2)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P
  • Bang Yongguk B.A.P

collage_20151119003518740

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

PicsArt_1445750177253

~000~Traffic Light~000~

.

[RS: T-ARA_Day By Day]

Sooyoung menghentikan langkahnya saat Junhong berhenti di depan sebuah pintu. Sesaat, Sooyoung melirik pada papan nama yang ada di atas pintu tersebut.

‘DEG’

Dan Sooyoung langsung mengrnyit melihatnya.

‘Ckleek!’

Junhong membuka pintu itu perlahan. Biasanya, dia hanya membuka pintu itu sedikit. Tapi mengingat jika Sooyoung datang bersamanya, diapun membuka pintu itu sedikit lebih lebar.

Junhong melangkah masuk dan mendekati sebuah ranjang. Sooyoung sendiri terlihat masih menunduk dan tidak berani melihat kenyataan yang siap tidak siap harus dia terima.

‘Tapp!’

Junhong berhenti saat dia sudah berhenti di samping ranjang pasien itu. Tatapanya sekarang tertuju pada seseorang yang masih memejamkan mata di sana. Benar, masih.

Sooyoung yang sejak masuk memilih untuk menutup mata, sekarang mulai membukanya meski itu secara perlahan. Dengan penuh keberanian, dia mencoba melihat seseorang yang sedang Junhong lihat, dan bagaimana keadaanya.

‘DEG’

Mata Sooyoung yang besar itu terlihat melebar. Hatinya seakan di hantam benda yang sangat keras saat dia melihat orang yang terbaring di ranjang itu. Seorang namja tinggi dengan sebuah perban di kepala dan alat pengaku di lehernya. Tangan kanan namja itu terlihat di gips dan sebuah selang pernafasan mengait di hidung mancungnya.

“Yo..yongguk-ssi…” Sooyoung menutup mulutnya yang bergetar itu dengan ekspresi tak percaya. Tubuhnya bahkan langsung lemas hingga dia tidak bisa berdiri tegap. Junhong sendiri langsung mendongak dan menarik nafas dalam setelah dia melihat ekspresi Sooyoung tersebut.

“Jadi.. mereka memang bertemu..” Batin namja itu.

“Kemarin… saat aku sampai disini, denyut jantung Yongguk hyung meningkat drastis, alhasil.. dokter tidak jadi melakukan operasi terhadap kakinya.. karena mungkin.. dia akan sadar saat itu..” jelas Junhong tanpa melepaskan pandanganya dari Yongguk.

“Tapi.. sekitar pukul 10 malam…, denyut jantungnya kembali melemah” lanjut Junhong.

‘DEG’

Sooyoung mengerutkan alisnya karena dia terkejut dengan penjelasan itu.

Jam 10? bukankah itu.. adalah waktu… dimana kami berpisah?” Batin Sooyoung tak percaya. Sungguh, sekarang kakinya benar-benar lemas karena kenyataan yang sama sekali tidak bisa di terima ini.

“Sooyoung Noona” panggil Junhong sambil melirik Sooyoung dengan ujung matanya.

“…..” Sooyoung sama sekali tidak menjawab, entah kenapa tenggorokanya seperti tercekik sehingga dia tidak bisa mengucapkan satu patah katapun.

“Apa saat itulah.. kalian bertemu?” tanya Junhong memastikan. Dia menoleh pada Sooyoung dengan tatapan ingin tahu.

‘Tapp!’

“Haahh~” Bukanya menjawab, Sooyoung malah memegang lengan Junhong dengan sangat erat karena tubuhnya yang terasa semakin lemas. Kaki Sooyoung bahkan seolah tak memiliki tulang hingga dia tak kuat untuk berdiri.

“Noona” Junhong tentu saja langsung memegangi lengan Sooyoung yang lain untuk berjaga-jaga jika yeoja itu terjatuh nantinya.

“Mi..mianhae.. Junhong-ssi.., a.. aku harus pergi..” ucap Sooyoung dengan ekspresi nanar.

Junhong mengernyit bingung melihat tingkah Sooyoung. Melihat bagaimana syoknya yeoja itu setelah melihat Yongguk.

“Noona.. gwen..gnwenchana? apa.. aku.. perlu mengantarmu pulang?” tanya Junhong khawatir.

Sooyoung menggeleng pelan, “An.. anhiya.., aku.. aku.. ingin sendiri…sekarang” ucap Sooyoung masih dengan tatapan kosong.

Junhong menghela nafas sejenak menandakan jika dia tidak setuju dengan tolakan Sooyoung, tapi pada akhirnya dia diam saja dan membiarkan Sooyoung berjalan keluar dengan langkah gontai.

.

.

[RS: Hyorin_Going Crazy #MaterSunOST]

‘Dap~’

Sooyoung duduk di bangku bus dengan tubuh yang masih lemas. Matanya berkaca-kaca dan ekspresinya terlihat kosong.

Meski tatapan Sooyoung mengarah ke luar jendela, tapi bayangan Yongguk lah yang sebenarnya sedang terputar di pikiranya. Semakin dia mencoba untuk menalarkan semua ini, maka semakin bergetarlah hatinya.

Satu demi satu kenangannya bersama Yongguk mulai terputar lagi di otaknya.

“Eung? kemana dia? apa dia berbelok ke pom bensin?”

”Dia menghilang? apa tempat tujuanya berada di sekitar sini?”

“Dia menghilang lagi?”

“Aishh! kenapa aku bisa kehilangan jejaknya!”

Benar, kenangan itu adalah kenangan saat Sooyoung selalu kehilangan jejak Yongguk. Sooyoung pun mulai menyadari, setiap mereka berdua berpapasan di jalan, Sooyoung selalu kehilangan jejak namja itu. Bahkan saat Yongguk berada di belakangnya, atau saat Sooyoung berkendara secepat Yongguk.

Jika di ingat-ingat, Yongguk selalu bertemu dengan Sooyoung saat mereka berhenti di traffic light, dan namja itu.. juga selalu menghilang.. saat mereka berada di sana.

“Wae..?” gumam Sooyoung lirih. Tanpa terasa, air mata mulai jatuh dan mengalir di pipinya.

“Nona.. jongmal gamsahamnida.. , gamsahamnida karena kau mau menolong anakku…,hiks hiks hiks.. aku.. aku tidak tahu harus berbuat apa.. jongmal.. jongmal gamsahamnida… “

“Chonmanae ajhuma, eumm… tapi.. sebenarnya.. bukan aku yang menolong anakmu… melainkan-“

Sooyoung kembali teringat saat dia dan juga Yongguk menyelamatkan seorang anak kecil. Saat itu, Yongguk pergi secepat kilat disaat Sooyoung berusaha memperkenalkan Yongguk pada ibu anak tersebut.

“Haaahh~” Sooyoung membuang nafas panjang saat dia merasakan sesak di dadanya. Sungguh, bahkan jika dia sedang bermimpi, mimpinya tidak pernah serumit ini.

“Sepertinya.. aku.. sudah tidak punya banyak waktu lagi.., jadi.. meski hanya sekali.. aku.. ingin bicara denganmu, dan mengenalmu.. lebih jauh”

“Apa saat itu.. kau pikir.. kau akan mati..?” tanya Sooyoung entah pada siapa.

“Kata itu.. adalah kata.. yang benar-benar ingin aku ucapkan padamu… sebelum aku benar-benar pergi”

“Apa saat kau mengatakan hal itu.. kau sedang merasakan sakit yang amat sangat?” tanya Sooyoung lagi.

Sooyoung menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya. Dia berharap, ucapan ‘mengerikan’ Yongguk itu bisa hilang dan berhenti terngiang saat dia melakukanya.

“Sebenarnya.. aku.. menemuimu.. hanya untuk mengatakan terimakasih, tapi.. sekarang.. aku ingin mengatakanya juga”

“Mwoga?”

“Mengatakan.. jika aku.. memang jatuh cinta.. padamu”

Apa ini.. yang kau takutkan?

Kau takut.. membuatku.. terlanjur menyukaimu?

Kau takut.. aku menangis seperti ini.. untukmu?

“Mianhae.. Sooyoung-ssi.., jika nanti.. kau hanya akan terluka karena ini…”

“Kenapa.. harus aku?” tanya Sooyoung entah pada siapa.

“Kenapa.. harus kita?” lanjutnya dengan suara yang semakin lirih.

“Dan kenapa.. aku harus.. menyukaimu? Aku bahkan.. menangis seperti ini.. untukmu…, untuk seseorang.. yang tidak benar-benar pernah kutemui..” Sooyoung terlihat menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan agar dia tidak terisak.

“Eotheokae.. Yongguk-ssi..? na eotheokaji? hiks.. hiks.. hiks..” Sooyoung terus saja bertanya karena rasa penasaran yang memenuhi kepalanya.

‘Tap~’

Tapi di saat itu, seseorang menarik tanganya secara perlahan sehingga Sooyoung membuka mata.

“Jun.. Junhong-ssi?” Sooyoung cukup terkejut saat dia melihat Junhong sudah duduk di sampingnya. Mungkin karena Sooyoung masih terlalu bingung, dia jadi tidak menyadari jika Junhong menututinya sejak dia keluar dari rumah sakit.

Namja itu diam dan menatap Sooyoung untuk beberapa saat. Tatatapan lembut… yang mirip dengan tatapan Yongguk. Beberapa saat kemudian, Junhong terlihat membuka telapak tangan Sooyoung yang sedikit basah, setelah itu di taruhnya sebuah sapu tangan di atas tangan Sooyoung.

Sooyoung tentu saja mengernyit sambil menatap Junhong bingung. Tapi namja itu malah menghadapkan tubuhnya ke depan dengan ekspresi biasa dan bahkan tanpa mengatakan sesuatu padanya.

“Go.. gomawo” ucap Sooyoung yang paham terhadap maksud Junhong. Diapun menggunakan sapu tangan itu untuk mengusap air matanya yang masih mengalir meski itu hanya sedikit.

“Mianhae..” ucap Junhong pelan.

“Wae?” tanya Sooyoung tak mengerti.

“Sasireun(sebenarnya)…, aku.. sudah tahu.. siapa dirimu… sejak kita pertama kali bertemu” ucap Junhong masih dengan suara pelan. Mungkin karena keadaan bus yang sepi sehingga dia tidak berbicara dengan lantang.

Sooyoung mengernyit, “M..Mwo?”

Junhong terlihat kembali menoleh pada Sooyoung dengan tatapan yang tidak biasanya. Kali ini, dia menatap Sooyoung dengan begitu dalam.

“Junhong-ssi?” Tanya Sooyoung saat namja itu malah diam saja.

“Apa.. aku bisa menceritakanya?” batin Junhong ragu.

“Junhong-ssi” panggil Sooyoung lagi.

“Yongguk-hyung… dia.. yang menceritakaanku tentangmu…, ya.. dia menceritakanya sekitar setengah tahun yang lalu..” ucap Junhong sedikit terbata.

Sooyoung tentu saja langsung terdiam, dia juga langsung teringat oleh ucapan Yongguk jika namja itu pernah bertemu denganya di waktu lampau.

“Jadi.. kami memang pernah bertemu.. sebelumnya?” gumam Sooyoung pelan. Meski dia berusaha mengingatnya, tapi tetap saja tidak ada kejadian yang teringat di otaknya.

“Kau.. tidak mengingatnya?” tanya Junhong sedikit terkejut.

Sooyoung membuang nafas sambil menggeleng lemah, tapi setelah itu dia mendongakan kepalanya dan menoleh pada Junhong secara perlahan.

“Apa… kau.. tahu sesuatu?” tanya Sooyoung pada Junhong.

Junhong terlihat terkejut mendapat pertanyaan itu, “Aaa.. di.. dia pernah menunjukan dirimu padaku.. saat kami pergi bersama.. “

Flashback

“Hyung.. bagaimana jika kita makan pizza terlebih dulu? kali ini.. biar aku yang mentraktirmu” ucap Junhong pada namja yang sedang fokus mengendarai mobilnya itu.

“Pizza? eumm.. baiklah.. tapi kita harus membelikan-“

‘CHITT!!’

Yongguk terlihat langsung berhenti bicara saat mobil di depanya berhenti mendadak.

“Mwoya? waegurae?” tanya Junhong dengan wajah penasaran sekaligus panik. Tak jauh beda, Yonggukpun sedikit memanjangkan lehernya agar dia bisa melihat sesuatu di depan sana.

“Ya! apa kau gila?!”

“Ya! nona! kau tidak bisa berkendara seperti itu!”

“Nona! rem mendadak bisa menyebabkan kecelakaan fatal!”

“Ya! jika kau tidak bisa berkendara! maka naik bus saja!”

Yongguk dan Junhong menoleh ke arah halte yang tak jauh dari mereka berada sekarang. Mereka bisa melihat jika beberapa pengendara mobil , keluar untuk memarahi seorang yeoja berhelm yang ada disana.

“Mianhae ajusshi, tapi nenek ini hampir saja jatuh karena tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah dan memberikan tempat duduknya!” ucap yeoja itu sambil menunjuk orang-orang di halte yang masih saja duduk seolah tak peduli dengan apa yang terjadi.

Dan semua langsung terdiam.., apalagi saat mereka melihat keadaan nenek di samping yeoja itu yang sekarang begitu lemas dan pucat.

“Jongmal mianhamnida.. jika aku memberhentikan motorku secara mendadak, aku janji aku tidak akan mengulanginya” ucap yeoja itu sambil membungkuk sopan.

“Nenek, ayo ikut denganku.., aku akan mengantarmu” lanjut yeoja itu pada nenek yang sedang berdiri di sampingnya.

Dari dalam mobil, Yongguk tersenyum tipis melihatnya.

“Junhonga..” panggil Yongguk tanpa melepaskan pandanganya dari yeoja yang sekarang mulai menuntun nenek tadi untuk naik ke motornya.

“Eo.. eoh.. wae?” tanya Junhong sambil menoleh pada kakaknya itu.

“Geu yeojaga..” ucap Yongguk sambil menunjuk yeoja yang sudah bersiap untuk menjalankan motornya.

“Geu yeojaga? wae?” tanya Junhong lagi.

“Dia.. yang membuatku.. bisa kembali.. seperti ini..” ucap Yongguk jujur.

Junhong sedikit terkejut menengarnya, “Yeoja.. yang di marahi itu?” tanya Junhong dengan wajah terkejut.

Yongguk mengangguk pelan, “Cheonsagateun yeoja… (gadis yang seperti malaikat)” ucap Yongguk lagi.

Flashback

“Dia.. bahkan.. memperhatikanku.. dengan cara.. seperti itu?” gumam Sooyoung dengan wajah tak percaya.

Junhong tersenyum getir mendengarnya, “Eum, dia.. seperti pengagum rahasiamu” ucap Junhong pelan. Dan hati Sooyoung kembali bergetar. Dia bahkan tidak tahu jika Yongguk sudah memperhatikanya sejak lama dan dengan cara yang tidak dia ketahui.

“Aku.. tidak benar-benar percaya.. jika arwahnya.. pernah menemuimu, tapi.. jika itu memang benar.., aku yakin.. itu semua tidak untuk mencelakaimu” ucap Junhong meyakinkan.

Sooyoung menoleh dengan wajah sendu, “keu..reo.. nika?” tanya Sooyoung. Dan Junhong menjawabnya dengan sebuah anggukan kecil.

“Jadi.. Noona.. aku mohon.. jangan membencinya..” ucap Junhong dengan wajah memohon. Dan Sooyoung hanya diam mendengarnya.

—***—

“Brugghhh!!”

Sooyoung langsung mundur dengan wajah terkejut saat dia melihat Daehyun jatuh terperosot dari kursinya.

“M..MWO?! Mworago?!” pekik Daehyun dengan suara yang sedikit melengking. Namja itu terlihat bangun tanpa melepaskan tatapan ngerinya dari Sooyoung.

“Kau.. tidak percaya?” tanya Sooyoung balik.

Daehyun terdiam sejenak sambil menelan air liurnya. Dengan sedikit ragu, dia melirik jam tangannya.

“Choi Sooyoung.. apa kau.. belum makan hari ini?” tanya Daehyun tiba-tiba.

Sooyoung mengernyit, “Apa maksudmu? kenapa kau malah bicara tentang makanan?” tanya Sooyoung bingung.

“Jika tidak.. apa.. apa kau mengalami insomnia? atau.. kau.. sedang depresi?” tanya Daehyun lagi. Dia bahkan mendekat sambil memegang dahi Sooyoung.

Sooyoung mendengus sambil memukul perut Daehyun agar namja itu menjauh, “Jung.. kau sedang mengejekku?” tanya Sooyoung dengan wajah datar.

“anhi? lalu.. kenapa kau bisa bicara seperti itu? kau pikir aku bodoh?” tanya Daehyun yang ekspresinya berubah sedikit jengkel.

“Ya! aku tidak sedang bercanda!” ucap Sooyoung kesal.

“Choi Sooyoung.., kau pikir siapa yang akan percaya denganmu? kau pikir masuk akal jika kau bertemu seseorang yang jasadnya sedang terbaring coma di rumah sakit?” tanya Daehyun yang terus saja menyangkal.

Sooyoung kembali membuang nafas, ternyata bercerita dengan namja berisik di depanya itu benar-benar tidak membantu.

“Ya! kau lihat foto ini? ini adalah foto yang di ambil Junhong bersamanya sebelum kecelakaan itu terjadi” ucap Sooyoung sambil menunjukan sebuah foto pada Daehyun. Foto itu dia dapat dari Junhong kemarin.

“Lalu apa hubunganya?” tanya Daehyun tak mengerti.

Sooyoung terlihat mencari letak tasnya. Setelah itu, dia meraih sesuatu dari dalam sana.

“Kau lihat syal ini? ini.. adalah syal.. yang namja itu berikan.. beberapa hari yang lalu, syal itu juga.. yang dia pakai sebelum dia mengalami kecelakaan” ucap Sooyoung mencoba meyakinkan. Daehyun pun langsung mengerutkan dahinya agar dia bisa melihat foto itu lebih jelas.

‘DEG’

Dan bulu kuduk Daehyun langsung berdiri saat dia melihat kesamaan antara syal di foto dan juga di tangan Sooyoung.

“Itu.. sama…” gumam Daehyun dengan tatapan yang berubah kosong. Dia terlihat mundur perlahan untuk menjauh dari Sooyoung.

“Soo..Sooyoung noona.. se.. selama ini.. aku benar-benar tidak bermaksud jahat.. padamu..” ucap Daehyun dengan wajah merasa bersalah. Sooyoung tentu mengernyit melihat sikap anehnya, apalagi saat dia mendengar kata ‘Noona’ disana.

“Ya! Mwosunsuriya?!” tanya Sooyoung bingung.

“Apa.. apa ‘dia’… sekarang.. ada disini?” tanya Daehyun sambil menoleh ke sekeliling dengan ekspresi mencekam. Sekarang ini keduanya sedang lembur sehingga kantor sudah kosong dan hanya ada beberapa orang saja.

Sooyoung membuang nafas panjang, sebenarnya dia sengaja bercerita dengan Daehyun karena dia takut.. Yoona akan ketakutan mendengarnya. Tapi ternyata, namja di depanya itu sama saja. Malah lebih parah.

“Daehyuna.. aku.. bercerita seperti ini.. karena kau satu-satunya teman namja yang aku punya, dan dia.. bukan ‘makhluk’ yang merasuki kita ataupun menakuti kita, dia.. hanyalah seorang namja.. yang katanya.. pernah kutolong di waktu lampau” ucap Sooyoung menjelaskan.

“Oh.. jin.. jinjjayo?” tanya Daehyun dengan ekspresi yang tak lagi takut atau panik. Dan Sooyoung hanya mengangguk.

“Kurigo.., setelah aku.. datang ke rumah sakit.., dia… tidak pernah lagi menemuiku.., aku.. juga tidak berani datang menjenguknya” jelas Sooyoung.

“Kalau begitu.. kau harus menjenguknya” ucap Daehyun santai. Sepertinya dia mulai menyesuaikan keseriusan Sooyoung.

“Wae?” tanya Sooyoung tak mengerti.

Daehyun melipat kedua tanganya di dada, “Bogoshipjianha?(apa kau tak merindukanya?)” tanya Daehyun balik. Dan ucapan itu berhasil membuat Sooyoung diam.

“Meski aku.. belum sepenuhnya percaya terhadap ceritamu, tapi jika dia memang melakukan hal itu…, itu berarti.. kau.. sangat spesial di matanya” lanjut Daehyun.

“Spesial?”

“Seorang namja.. bisa benar-benar serius terhadap yeoja.. saat yeoja itu sudah berhasil menembus hatinya” ucap Daehyun lagi.

“Tapi.. kami tidak benar-benar pernah bertemu sebelumnya” ucap Sooyoung ragu.

“Karena itulah kau harus menjenguknya, jika kau terus bersembunyi… kalian tidak akan pernah mengenal satu sama lain di kehidupan nyata” ucap Daehyun menyangkal.

Sooyoung membuang nafas panjang, “Begitu?”

“Tentu saja” ucap Daehyun sambil bersandar bak seorang psikolog yang sudah berhasil membujuk pasienya.

“Kalau begitu, Jung.. bisakah kau temani aku kesana?” tanya Sooyoung dengan wajah memelas.

“Menemanimu.. menemui hantu itu?” tanya Daehyun dengan reaksi terkejut.

“Eoh” Jawab Sooyoung dengan polosnya.

“Eei, Shiro!” ucap Daehyun singkat dan begitu mantab, dia bahkan langsung memutar kursinya agar dia kembali menghadap ke layar komputernya.

“Isshh,jasikka jinjja!” keluh Sooyoung dengan wajah kesal.

.

.

[Rs : Soyu ft Brother su_You Don’t Know Me #SWP OST]

Sooyoung masuk ke dalam ruangan Yongguk dengan sedikit ragu. Setelah beberapa kali merenungkan saran Daehyun, dia akhirnya memberanikan diri untuk kembali melihat keadaan namja yang sedang dalam keadaan koma itu.

Setelah membuka pintu dan memastikan jika tidak ada siapapun disana, Sooyoung pun berjalan mendekat.

“Yongguk-ssi…, nan bogoshipjianha?” tanya Sooyoung pada namja yang sedang berbaring tak sadarkan diri itu.

“Apa.. kau takut.. aku.. akan lari.. saat melihatmu?” tanya Sooyoung lagi. Entah dia sedang bertanya pada Yongguk atau pada arwahnya.

“Atau.. kau.. sengaja menemuiku.. agar aku.. tahu.. beginilah.. keadaanmu yang sebenarnya?” Sooyoung terus bertanya pada namja itu meski dia tahu tidak akan ada jawaban darinya.

Perlahan, Sooyoung mulai menggerakan tanganya kearah Yongguk. Dengan hati-hati, dia menyentuh wajah namja itu yang masih saja pucat.

“Benar-benar.. sama.. seperti saat kau menemuiku” gumam Sooyoung pelan.

‘Ckleekk!’

Beberapa saat kemudian, Sooyoung menoleh ke belakang saat pintu kamar Yongguk itu seperti terbuka.

“Eung?” Dan Sooyoung langsung mengernyit bingung saat dia melihat seorang yeoja berjalan masuk. Yeoja itu sepertinya juga sedikit bingung dengan keberadaan Sooyoung.

“Nugu.. seyo?” tanya Sooyoung pada yeoja yang berjalan mendekat padanya itu.

Yeoja itu mengernyit, “Harusnya.. aku yang bertanya.. kau siapa?” tanya yeoja itu balik.

Sooyoung terlihat bingung mendengarnya. Saat dia ingin menjawab ‘yeojachingu’ dia ragu karena saat itu yang menyatakan cinta padanya bukanlah Yongguk asli, tapi saat dia ingin menjawab ‘chingu’.. dia bahkan belum pernah berbicara langsung dengan namja itu.

“Aku.. teman Yongguk.. dan juga Junhong” ucap Sooyoung sedikit ragu.

Yeoja itu lagi-lagi mengernyit seolah tak percaya, “Chingu? aku.. baru tahu.. jika tunanganku memiliki teman perempuan” ucap yeoja itu curiga.

‘DEG’

Sooyoung langsung terdiam membeku karena jantungnya seperti berhenti bedetak. Dan tentu saja hal Itu bukan karena ekspresi yeoja didepanya. Tapi.. karena dia mendengar kata ‘Tunangan’dari bibir yeoja itu.

“T..Tu..nangan?” tanya Sooyoung memastikan.

Yeoja itu mengangguk pasti, “Kau lihat ini? ini adalah cincin pertunangan kami” ucap Yeoja itu sambil mengangkat tanganya dan menunjukan sebuah cincin yang terpasang indah di jari manisnya.

‘Spasshh!!’

Dan sesuatu yang begitu tajam seakan langsung menyobek hati Sooyoung saat dia mendengar pernyataan yang begitu meyakinkan itu.

“Wae? apa Yongguk tidak pernah menceritakanku padamu?” tanya yeoja itu dengan wajah penasaran.

Sooyoung yang sebenarnya masih merasa syok, sekarang berusaha untuk mengendalikan dirinya. Sebisa mungkin, dia membuang segala delusi dan halusinasi yang akhir-akhir ini membuaikan pikiranya.

“Aaa.. anhi, mungkin.. itu.. karena.. kami baru saja saling mengenal..” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis. Yap, senyuman tipis yang terpaksa ia tunjukan agar yeoja di depanya itu tidak berfikir macam-macam.

“Aaa.. keureonggayo? baiklah.. ^^” ucap yeoja itu sambil tersenyum manis. Dia terlihat mengulurkan tanganya pada Sooyoung seperti seseorang yang mengajak berjabat tangan.

Awalnya Sooyoung ragu menerimanya, tapi pada akhirnya dia membalas jabat tangan yeoja itu.

“Karena kau adalah teman tunanganku.. berarti kau juga temanku kan? kenalkan.. aku-“

‘TAP!!’

“Arrgghh!!” Saat yeoja itu ingin memperkenalkan diri, seseorang terlebih dulu mencengkram tanganya dan menariknya dengan begitu kasar. Sooyoung maupun yeoja itu tentu saja langsung menoleh dengan wajah terkejut.

“Oh.. Junhonga” Sooyoung terlihat cukup terkejut saat Junhonglah yang melakukan hal itu. Sooyoung bahkan merasa sedikit ngeri saat dia melihat tatapan Junhong yang sangat tajam. Tatatapan yang sangat berbeda dari biasanya.

“Ya Song Jieun! jigeum mwohaneungeoya?” tanya Junhong dengan nada yang begitu dingin. Dan lagi-lagi Sooyoung di buat terperangah karenanya.

“Ada apa ini?” Batin Sooyoung tak mengerti.

“Ya! lepaskan tanganmu!” ucap yeoja bernama Jieun itu sambil berusaha menarik tanganya.

‘Stap!’

Dengan begitu kasar, Junhong pun melepaskan gengamanya dari yeoja itu sehingga dia hampir terjungkal kebelakang.

“Oh.. Jieun-ssi…” Melihat hal itu, Sooyoung tentu saja beranjak menolong Jieun dengan cara menahan lenganya. Tapi..

‘Tapp!’

Kali ini Junhong menarik lengan Sooyoung agar yeoja itu tidak menolong Jieun. Dia bahkan menarik tubuh Sooyoung agar dia menjauh.

“Ya Choi Junhong, neon waeir-“

“Jangan menyentuhnya!” ucap Junhong masih dengan nada yang dingin.

Sooyoung mengernyit bingung, “Tapi aku hanya ingin-“

“Song Jieun.. kau tidak pantas menyentuhnya!” lagi-lagi Junhong memotong ucapan Sooyoung.

“Wae? apa dia pacarmu?” tanya Jieun.

“Dia.. adalah yeoja yang sangat berharga untuk Yongguk hyung! dan kau..! berhentilah bicara omong kosong denganya!” ucap Junhong dengan penuh kebencian.

Jieun tentu saja langsung menoleh pada Sooyoung, “Siapa.. kau.. sebenarnya?” tanya Jieun curiga. Sooyoung tentu saja terkejut mendengarnya, tapi berbeda dengan Junhong yang sekarang terlihat mendengus kesal.

“Pergilah sebelum aku memanggil suster untuk mengusirmu” ucap Junhong pelan.

Jieun menghela nafas dan berusaha mengatur emosinya, setelah itu dia berjalan ke hadapan Junhong agar dia bisa menatap namja itu.

“Kau.. adik tiri.. yang terlalu ikut campur” ucap Jieun sebelum dia melangkah pergi.

Sooyoung mengernyit, “Adik tiri?”

.

.

“dua tahun yang lalu, ayahku menikah dengan ibu Yongguk hyung.., Tapi setelah berjalan setahun.. mereka memutuskan untuk bercerai.. karena ayahku.. selalu melakukan kekerasan” ucap Junhong pada Sooyoung.

Sooyoung mengernyit, “Tapi.. kenapa…” Sooyoung yang ingin menayakan sesuatu, terlihat sedikit ragu.

Junhong tersenyum miris saat dia paham dengan ucapan Sooyoung, “Itu semua.. karena aku.. juga menjadi salah satu korbannya…” Jelas Junhong. Dan ucapan itu membuat Sooyoung sedikit tersentak.

“Tapi.. dengan senang hati.. Omma.. dan juga Yongguk hyung.. tetap menerimaku.. sebagai keluarga. Mereka.. memintaku untuk tetap tinggal.. agar aku.. tidak lagi di pukuli abojiku” jelas Junhong lebih detail. Dan Sooyoung hanya mengangguk kagum mendengarnya.

“Itulah kenapa.. kau mau bekerja sebagai apapun.. untuk biaya pengobatan Yongguk?” tanya Sooyoung.

“Sebelum bertemu mereka.. hidupku benar-benar menderita, jadi.. pengorbanan kecil ini.. kurasa tidak seberapa.. di bandingkan dengan kasih sayang yang mereka berikan” ucap Junhong dengan jawaban tersirat.

Sooyoung kembali mengangguk dengan tatapan kagum. Sungguh, dia merasa senang bisa bertemu dengan ‘Yongguk’ dan juga Junhong. Baginya, Kedua orang itu memiliki hati yang baik, yang mungkin tidak semua namja memilikinya.

‘Tap!’

Sooyoung memegang bahu belakang Junhong lalu di usapnya perlahan. “Kalian.. benar-benar memiliki hati yang baik” ucap Sooyoung sambil tersenyum lembut pada Junhong.

Beberapa saat, Junhong hanya terdiam melihatnya. Tanpa Sooyoung sadari, dia membuang nafas panjang seolah ada sesuatu yang membuat dadanya merasa sesak.

“Pengorbanan itu.. adalah kau.. Sooyoung-ssi”

—***—

[Rs : SNSD_OneAfternoon]

Sudah hampir dua minggu sejak Sooyoung mengetahui kebenaran tentang Yongguk. Dan sudah selama itu pula, Yongguk tidak pernah muncul lagi di dekatnya.

Sooyoung terdiam saat dia mendekati traffic light dimana Yongguk mengalami kecelakaan. Di taman dekat traffic light itu juga lah, Sooyoung bicara dengan Yongguk untuk pertama kalinya.. dan mungkin.. juga untuk yang terakhir kalinya.

Tanpa sadar, Sooyoung minggir dan memarkirkan motornya di depan taman itu. Setelah berhenti, Sooyoung turun dari motor dan membuka helmnya agar dia bisa melihat air mancur taman tadi dengan jelas.

‘Andai saja aku melihat ini bersamamu’ ucap Sooyoung dalam hati. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia menyesal karena saat itu.. dia tidak menghabiskan waktu lebih lama bersama Yongguk.

“Huffftt~” Sooyoung membuang nafas panjang karena dia merasakan perasaan tidak enak yang dia sendiri tidak tahu perasaan apa itu.

“Hmm.. areumdaeun ne?(indah ya?)” gumam Sooyoung saat air mancur di taman itu memancar dan mengeluarkan efek lampu warna-warni.

Meski terpukau, Sooyoung tetap memilih untuk berdiri di samping motornya dan tidak mendekat pada air mancur tersebut. Mungkin… dia hanya tidak ingin terlalu mengingat Yongguk.

“Eoh.. neon neomu areumdawo”

‘DEG’

‘DEG’

‘DEG’

Tunggu,

Suara itu?

Sooyoung cukup terkejut saat seseorang tiba-tiba berbicara pelan di belakangnya. Suara underground khas yang tentu saja hanya ‘dia’ yang memilikinya.

“Dia.. benar-benar kembali.. menemuiku?”

Beberapa saat, dia hanya diam karena darahnya tiba-tiba berdesir dengan cepat dan tengkuknya terasa merinding. Tubuhnya bahkan membeku seolah nyawa tidak lagi berada di tubuhnya.

‘TAP’

Tapi saat dia beranjak membalikan badan, dia teringat yeoja bernama Jieun yang beberapa hari lalu datang ke rumah sakit. Sooyoung masih begitu ingat bagaimana Jieun berbicara dan mengatakan semua kebenaran hubunganya dengan Yongguk.

Dan pada akhirnya, Sooyoung pun mengurungkan niat untuk berbalik karena rasa kecewa yang langsung muncul dan menghilangkan perasaan lain.

“Jongshincharyeo Sooyoungie! dia sudah bertunangan!” Batin Sooyoung. Diapun menarik nafas dalam untuk meyakinkan dirinya. Setelah itu, dia beranjak kembali ke motornya tanpa menghiraukan namja di belakangnya itu.

‘Tapp!’

Dan namja tersebut tentu saja langsung menahan tangan Sooyoung. Dia juga menarik Sooyoung dengan hati-hati, agar keduanya saling berhadapan.

“Sial!” Umpat Sooyoung dalam hati. Sesungguhnya dia benar-benar jadi enggan dengan namja itu, tapi entah kenapa… tubuhnya melemah hingga pada akhirnya dia menurut pada tarikan namja itu.

Saat mereka sudah benar-benar berhadapan, Sooyoung malah menunduk dan menghindari tatapan langsung. Sekarang ini, perasanya benar-benar campur aduk. Antara senang, sedih, kecewa, takut dan juga bingung.

Namja yang memang adalah ‘arwah’ Yongguk itu membuang nafas panjang sambil melepaskan peganganya pada Sooyoung. Meski begitu, dia tetap menatap yeoja di depanya dengan ekspresi tenang.

“Hwanasseo? (Kau marah?)” Tanya Yongguk dengan suara pelan. Mendengar hal itu, hati Sooyoung bergetar untuk beberapa saat.

“Hwanasseo?” ulang Yongguk. Tapi kali ini, dia sedikit membungkukan badanya agar dia bisa menatap Sooyoung. Sooyoung bisa melihat jika namja itu melemparkan tatapan penuh kasih padanya.

“Eum” Jawab Sooyoung singkat dan pelan. Pada akhirnya dia luluh dan mulai melupakan ‘Pertunangan’ itu.

“Wae?” Tanya Yongguk lagi. Dia terus berbicara dengan nada lembut sehingga kemarahan Sooyoung perlahan mulai sirna.

“Apa.. karena aku.. bukanlah.. manusia?” tanya Yongguk saat Sooyoung tak lagi mau menjawab pertanyaannya.

Sooyoung kembali menghela nafas, “Anhiya…” jawabnya setelah itu.

“Kurigo..?(lalu?)” Tanya Yongguk ingin tahu.

Sooyoung mulai mendongakan wajahnya agar dia bisa menatap sosok di depannya itu.

“Bogoshipeoseo.. ” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

‘DEG’ Yongguk langsung terdiam karena dia cukup terkejut mendengar jawaban Sooyoung. Apalagi saat dia melihat siratan mata Sooyoung yang penuh dengan ketulusan sekaligus kepedihan.

“Bogo.. shipeo?” tanya Yongguk tak percaya. Dan Sooyoung menjawab pertanyaan itu dengan anggukan pelan.

“Neon itjanha?(kau tahu?)” tanya Sooyoung lirih. dia kembali menunduk dan berusaha mengendalikan emosinya.

Yongguk sendiri terlihat hanya diam dan terus menatap yeoja itu. Entah kenapa, dia merasakan sebuah efek yang aneh pada tubuhnya saat Sooyoung begitu yakin menyatakan perasaanya.

“Nan~.. jakku bogoshipeo(terus ingin melihatmu)…. jakku guriwoseo(terus merindukanmu).. jakku gidariseo(terus menunggumu)… tto… jakku… chajaseo(dan terus… mencarimu)…” ucap Sooyoung jujur.

Lagi-lagi, Yongguk hanya bisa terperangah mendengarnya. Jujur saja, dia merasa jika jantungnya sedang berdetak cepat di sana (rumah sakit).

“Tanpa kusadari, dan tanpa bisa aku kendalikan, aku.. terus melakukan semua itu..” Lanjut Sooyoung dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Kuraedo.., nae maeumi.. jakku appawaseo..(Karena itulah.. rasa sakit.. terus saja datang di hatiku)” ucap yeoja itu jujur.

“Sakit?”

“Ini.. terlalu menyakitkan..Yongguk-ssi, karena aku.. terus melakukan semua itu…disaat aku tahu..” Sooyoung terdiam sejenak sambil mendongakan kepalanya kembali.

“Saat aku tahu.. jika kau.. bukanlah… manusia” ucap Sooyoung pelan.

“Aku bahkan.. masih melakukanya.. disaat aku tahu.. jika kau.. sudah mempunyai tunangan.. dikehidupanmu yang sebenarnya” ucap Sooyoung lagi. Kali ini, dia mengatakanya dengan ekspresi sedikit kecewa.

‘DEG’

Yongguk mengernyit terkejut, “Tu.. tunangan?” tanya Yongguk tak mengerti.

Sooyoung menatap mata Yongguk dalam, “Song Jieun.. neon yeojachingu.. chi?” tanya Sooyoung memastikan.

Beberapa saat, Yongguk hanya bisa terdiam. Meskipun dia tahu ini semua mungkin akan terjadi, tapi melihat kekecewaan Sooyoung saat ini.. hatinya benar-benar sakit dan merasa sangat bersalah.

‘Grebb’

Tapi bukanya menjawab, Yongguk malah meraih telapak tangan Sooyoung, lalu di genggamnya tangan itu dengan erat.

“Kajja.., aku.. akan menjelaskan semuanya” ajak Yongguk sambil menarik Sooyoung dengan lembut.

.

.

Flashback

Yongguk berjalan memasuki taman rekreasi dengan sedikit tergesa-gesa. Dia mencoba mencari sesosok badut yang ada di antara pengunjung.

“Itu dia” ucap Yongguk sambil berlari menghampiri sebuah badut krong(pororo) yang berada tak jauh darinya.

“Jun..hong..a?” tanya Yongguk saat dia sudah berdiri di depan badut itu. Tapi badut itu terlihat menggeleng sambil menggoyangkan tanganya seakan dia mengatakan ‘tidak’.

“Ah anhiya? mmm… maaf, aku.. adalah kakak Choi Junhong.., aku ingin bertanya.. apa.. dia.. benar bekerja disini?” Tanya Yongguk pada badut itu. Badut krong itu terlihat mengangguk, setelah itu dia mengarahkan tanganya menuju gerbang masuk.

“Dia.. ada disana?” tanya Yongguk memperjelas. Dan badut itu menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Gamsahamnida, jongmal gamsahamnida..” ucap Yongguk padanya. Setelah itu dia segera berlari untuk menemui adik tirinya itu.

“Junhonga.. kenapa kau terus saja bekerja part time?” keluh Yongguk sedikit kesal. Meski begitu, tidak bisa di pungkiri jika wajahnya memancarkan rasa khawatir.

“Dia pasti masih merasa-“

‘TAP!’

Belum juga sampai di gerbang masuk, langkah Yongguk langsung terhenti karena dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.

“Jieuna?” Yongguk mengernyit bingung saat dia melihat seorang yeoja yang sangat dia kenal, sekarang sedang berjalan masuk bersama seorang namja. Bukan hanya masuk bersama, tapi mereka juga berangkulan dengan begitu mesra layaknya sepasang kekasih.

.

.

[Rs : BTOB_Insane]

Jieun duduk di kursi sambil melipat kedua tanganya. Dia juga bersandar pada sandaran kursi dengan begitu santai meskipun namja di depanya sekarang sedang menatapnya dengan begitu tajam.

“Siapa.. namja itu?” tanya Yongguk.

Jieun mendongak dan menatap namja itu dengan sedikit enggan.

“Dia.. Yoo Youngjae” jawab Jieun masih dengan nada santai.

“Apa hubungan kalian?” tanya Yongguk lagi.

Jieun terlihat mendengus sambil memutar bola matanya, “Cih, kenapa kau bersikap berlebihan? Kau tidak perlu tahu hal itu” ucap Jieun kesal.

“Ya Song Jieun! Bagaimana kau bisa bicara begitu? pertunangan kita bahkan baru terlaksana beberapa hari lalu!” Ucap Yongguk lagi. Kali ini dia berbicara dengan beberapa penekanan.

Jieun berdiri dan menatap Yongguk tajam, “Ya, dia hanya temanku!” sangkal Jieun geram.

“Teman?! kau pikir sepasang teman yang berlawan jenis bisa berangkulan dengan semesra itu?!” tanya Yongguk yang mulai terpancing emosi.

“Memang salah jika kami berangkulan?! aku hanya ingin mencari kesenangan, dan dia.. dia adalah teman yang mau menemaniku kemana saja.. disaat kau.. hanya sibuk mengurusi keluarga dan juga pekerjaanmu!” ucap Jieun tak mau kalah.

‘DEG’ Sesaat, Yongguk terperangah mendengarnya. Dia tidak percaya jika Jieun bisa berbicara serendah itu.

“Hanya? Song Jieun.. lebih dari siapapun, kau lah yang paling paham kenapa aku bersikap begitu!” ucap Yongguk mengingatkan.

Jieun kembali membuang muka dengan wajah muak, “Cih! ucapanmu itu membuatku muak!” ucap Jieun dengan begitu lancarnya.

“Ya! Song Jieun!” pekik Yongguk sambil mengguncang bahu Jieun dengan kuat.

‘STRAPP!’ Dengan sekuat tenaga, Jieun menyingkirkan tangan Yongguk tadi dari bahunya seolah namja itu tidak pantas menyentuhnya.

“Jika kau tidak bisa menerima semua ini.. , maka batalkan saja pertunangan kita!” ucap Jieun sambil menatap Yongguk tajam.

“Mwo?!” tanya Yongguk tak percaya.

“Batalkan saja pertunangan ini! lagipula.. aku juga sudah bosan menghadapimu dan juga ibumu itu!” ucap Jieun sebelum dia beranjak pergi.

Dengan begitu santai, dia meninggalkan Yongguk yang sekarang hanya bisa terdiam dengan emosi yang meledak-ledak di hatinya.

End Flashback

“Jadi.. dia.. menghianatimu?” tanya Sooyoung dengan wajah terkejut. Dan namja yang duduk di sampingnya itu hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.

“Saat itu.. Jieun adalah yeoja kedua yang sangat aku cinta setelah ibuku.., maka dari itu.. aku benar-benar terpukul saat dia terbukti berselingkuh dan menghianatiku” ucap Yongguk jujur. Dan Sooyoung mengangguk mendengarnya.

“Lalu suatu saat..”

Flashback

[Rs : BAP_Blind]

Yongguk terus saja berjalan gontai di pinggir jalan. Meski ada terotoar di dekatnya, dia tetap memilih untuk berjalan di atas aspal dimana mobil dan bus selalu melintas disana. Dalam pikiranya, bayangan itu terus saja muncul. Bayangan saat Jieun berciuman dengan Youngjae di dalam mobil, dan dia.. harus melihatnya.

“Bagaimana.. kau bisa melakukan ini?” gumam Yongguk pelan. Saat ini, tatapan namja itu hanyalah kosong dan putus asa. Untung saja, hujan turun deras saat itu. jadi tanpa sepengetahuan siapapun, Yongguk meneteskan air mata karena rasa sakit yang begitu menyayat hatinya.

“Kita bahkan.. sudah saling mengenal sejak lama” ucap Yongguk lagi. Sesaat, bayangan Jieun yang saat bersamanya kembali teringat.

Nafas Yongguk terlihat mulai berat saat traumanya terhadap hujan mulai datang. Dan sekarang, Yongguk mulai teringat oleh bayangan ketika Ayahnya mengusir dia dan juga ibunya 15 tahun yang lalu. Saat itu.. ayahnya memukuli ibunya hingga pingsan meski hujan turun dengan begitu deras.

‘TIIIIINNNNN!!!’

Dalam pikiran yang berkecamuk, Yongguk bisa mendengar jika sebuah bus mengklaksonya dari arah belakang. Yap, Saat ini Yongguk memang sedang berjalan mendekati halte dimana bus biasanya minggir di jalur yang sedang dia pijak itu sebelum akhirnya berhenti di depan halte.

‘TUOONN!!’ Suara klakson bus itu terdengar semakin keras. Yongguk bahkan bisa merasakan jika lampu bus itu mengenai seluruh tubuhnya.

Namun, meski Yongguk tahu dia sedang dalam bahaya… Kakinya tetap saja terasa begitu kaku bahkan hanya untuk minggir. Penghianatan Jieun sudah membuat hatinya hancur, dan rasa trauma membuatnya benar-benar kehilangan kesadaran.

‘TAPP!’

‘BRUKK!!’

Tapi.. Sebelum bus itu benar-benar berhasil menabrak tubuh Yongguk, seseorang terlebih dulu menariknya sehingga Yongguk dan juga orang itu jatuh terduduk di terotoar.

“Sajangnim! Hey! kau tidak apa-apa?” tanya seorang yeoja tinggi yang ternyata adalah penolong Yongguk. Dia terlihat berjongkok di samping Yongguk dan menatap namja itu dengan wajah panik.

“…” Tidak ada jawaban. Yongguk hanya diam dengan tatapan kosong.

“Sajangnim, kajja.. kita berteduh di halte itu!” ajak yeoja itu sambil menunjuk ke halte yang sebenarnya masih berjarak beberapa meter lagi.

Tapi.. Yongguk tetap saja diam dengan nafas yang berat. Tubuhnya yang sejak tadi terguyur air hujan sekarang mulai memucat.

“Sajangnim.. jika kau duduk disini.. kau bisa-“

“Pergilah.., aku.. ingin mati saja..” sahut Yongguk pelan.

‘DEG’ Dan yeoja itu tentu saja terkejut mendengarnya.

“Mwo.. mwosunsuriya? sajangnim, jongsincharyo.., sekarang ini kau sedang-“

“Aku bilang pergi!” pekik Yongguk sambil mendorong yeoja itu hingga dia terjatuh. celananya yang sedikit tertutup mantol itu bahkan jadi basah kuyub karena dia terjatuh di genangan air.

Yeoja itu terdiam sejenak sambil menatap Yongguk. “Dia.. seperti orang yang trauma, apa.. dia baru saja mengalami kecelakaan?” Batin Yoeja itu. Sejenak, dia memeriksa tubuh Yongguk untuk memastikan apa ada luka disana.

“Dia baik-baik saja” Ucap yeoja itu dalam hati. Meski tubuh namja itu terlihat tidak apa-apa, tapi yeoja itu tetap merasa takut jika nantinya terjadi sesuatu.

Beberapa saat kemudian, yeoja itu memutuskan untuk mengambil jaket yang ada di dalam tasnya.

“Sajangnim (Tuan), aku mohon kau tenang…” Ucap yeoja itu sambil menaruh jaketnya tadi di atas tubuh Yongguk.

‘DEG’

Dan perlakuan itu membuat Yongguk mulai tersadar. Dia bahkan mulai menoleh dan menatap penolongnya itu dengan wajah terkejut.

“Kajja, kita mencari tempat duduk yang teduh!” ajak yeoja itu sambil menuntun Yongguk berdiri.

Yongguk yang sudah sadar terhadap sikapnya tadi, akhirnya memilih untuk menurut dan mengikuti ajakan yeoja tadi.

“Tunggu sebentar, aku.. aku akan mencari obat dan sesuatu yang hangat untukmu” Ucap Yeoja itu saat Yongguk mereka sudah sampai di halte dan Yongguk sudah duduk disana.

Yongguk mendongak dan berniat menolak, tapi dengan cepat, yeoja itu berlari ke sebuah toko dan mencari sesuatu untuk Yongguk.

“Siapa.. dia? kenapa.. dia menolongku?” Batin Yongguk sambil menatap kepergian yeoja tadi.

Dan beberapa saat kemudian, yeoja itu kembali sambil membawa bungkusan plastik. Dia langsung duduk di samping Yongguk dengan ekspresi tergesa-gesa.

“Minuman ini.., setidaknya ini bisa sedikit menghangatkanmu..” ucap yeoja itu sambil menyodorkan minuman kaleng yang hangat.

“Nan.. Gwenchana” ucap Yongguk yang berusaha menolak. Berbeda dengan tadi, kali ini dia berbicara dengan sopan dan pelan.

“Anhiya.., kau jelas tidak baik-baik saja, sejak tadi kau berjalan gontai dengan tatapan kosong..” sangkal Yeoja itu.

Dan Yongguk sedikit tersentak mendengarnya. “Ternyata yeoja ini melihatku sejak tadi?”

“Aku tidak tahu apa masalah yang sedang menimpamu.., tapi.. jika itu karena seseorang.. maka jangan mengumpankan tubuhmu sebagai pelampiasan..” ucap yeoja itu.

“Mengumpankan.. tubuh?”

“Saat kau kehilangan ayah.. kau masih punya ibu, saat kau kehilangan keduanya.. kau.. masih punya keluarga yang lain, saat kau tidak punya keluarga.. kau.. masih punya kekasih.., atau jika kau kehilangan kekasih dan keluarga.. maka kau masih punya teman..” ucap yeoja itu lagi. Dan ucapan itu benar-benar menembus hati Yongguk. Bayangan ibunya bahkan langsung muncul dan menggetarkan hatinya.

“Meski hanya satu.. tapi yakinlah.. jika masih ada seseorang yang bisa membantumu dan menemanimu saat kau merasa sulit dan terpuruk” ucap yeoja itu sambil membukakan minuman kaleng tadi agar Yongguk benar-benar meminumnya. Dengan sedikit enggan, Yongguk pun menerimanya dan juga meminumnya.

“Jadi.. chinguya… jangan mengorbankan hidupmu saat kau kehilangan seseorang, karena..masih ada orang lain.. yang pasti akan merasakan sakit jika mereka kehilanganmu” ucap yeoja itu sambil menepuk bahu Yongguk pelan.

“Chinguya?”

Yonggukpun menoleh untuk memastikan apa sosok di sampingnya itu manusia atau malaikat. Beberapa saat dia menatap wajah yeoja itu yang sedikit tertutup oleh rambut dan penutup mantolnya.

“Gamsahamnida” ucap Yongguk pelan. Sungguh, yeoja itu benar-benar membuat rasa sakitnya berkurang.

Dan yeoja itu tersenyum mendengarnya, “Eum.. kau bisa-“

‘Beeb beeb!’

“Oh.. chamkanman, nde.. yoboseyo omma” sapa yeoja itu saat seseorang ternyata menelponnya.

“Eoh.. mianhae omma, sebenarnya aku berhenti di halte untuk memakai mantol.. tapi ada hal penting yang harus aku lakukan.. makanya aku belum sampai di rumah“ ucap yeoja itu pada sang omma.

“Hal.. penting?”

“Nde, aku akan pulang setelah ini.. nde.. annyeong” ucap yeoja itu lagi. Beberapa saat kemudian, yeoja itu mengembalikan ponselnya ke dalam tas dan menandakan jika tak ada lagi telepon disana.

“Chinguya, dimana rumahmu..? biar aku yang mengantarmu kesana..” ucap yeoja itu menawarkan.

“Anhi.. aku.. sudah lebih baik sekarang, jadi kau bisa pulang” ucap Yongguk sambil tersenyum tipis.

End Flashback

[RS : AKMU_Annyeong]

“Jadi.. orang itu.. adalah kau?” gumam Sooyoung dengan wajah tak percaya. Setelah mendengar semuanya, dia mulai teringat kejadian itu. Yaa.. meski dia tidak benar-benar ingat dengan wajah Yongguk.

Yongguk sendiri hanya tersenyum tipis. Dan setelah itu, dia menarik bahu Sooyoung agar mereka berhadapan.

“Semakin aku memperhatikanmu.., maka semakin aku tahu.. kenapa kau tidak mengingatku” ucapnya.

Dan Sooyoung tentu saja tak mengerti maksud ucapan itu. “Wae?” tanya Sooyoung bingung.

“Karena kau.. selalu menolong orang lain” ucap Yongguk sambil membelai rambut Sooyoung dengan lembut.

‘DEG’ Untuk beberapa saat, Sooyoung terdiam karena dia merasakan ada aliran listrik yang menjalar di tubuhnya.

“Karena disana.. bukan hanya aku, karena disana.. masih banyak lagi.. orang yang merasakan bagaimana hangatnya hatimu” ucap Yongguk pelan. Dan Sooyoung hanya terdiam mendengarnya.

‘Greb~’

Perlahan, Yongguk mulai menarik Sooyoung ke dalam pelukanya. Mendekap yeoja yang benar-benar mempunyai pengaruh besar di hidupnya.

“Gomawo Sooyoungie.., neomu neomu gomawo. Aku tidak tahu.. apa di luar sana.. ada namja lain yang juga terpesona karena kebaikanmu ini.. Tapi.. sungguh.. aku.. benar-benar bersyukur karena aku.. bisa bertemu denganmu lagi” ucap Yongguk pelan.

“Meski dengan cara seperti ini, dan meski bukan dengan tubuhku yang asli, aku.. tetap merasa bahagia. karenamu.. karena aku bisa melihatmu, karena aku bisa bicara denganmu, dan karena aku bisa memelukmu seperti ini sebelum aku benar-benar pergi” ucap Yongguk lagi.

‘Greb~’

Sooyoung membalas pelukan Yongguk dengan erat. Bahkan lebih erat dibandingkan namja di depanya. Dia juga memejamkan matanya seolah pelukan itu adalah yang terakhir.

“Khajima~ (jangan pergi)” mohon Sooyoung pelan. Nadanya terdengar begitu menyedihkan. Yongguk pun menarik nafas dalam saat dia merasa sakit setelah mendengarnya.

“Wae?” tanya namja itu sambil membelai rambut Sooyoung.

“Nan~ neol johahaeseo (aku~ menyukaimu)” ucap Sooyoung jujur.

“Hajima” larang Yongguk namun dengan suara memohon.

“Wae?” Tanya Sooyoung tanpa melepaskan pelukanya.

“Neol simjangi appeuge.. (hatimu akan sakit)” ucap Yongguk yang berusaha mengatakan yang sesungguhnya.

“Sejujurnya, aku sangat bahagia setelah mengetahui.. jika kau.. juga menyukaiku.., Tapi.. kisah kita berbeda Sooyoungie, Karena aku.. bukan benar-benar Bang Yongguk, aku tidak tahu.. apa aku bisa bangun kembali. Dan kalaupun aku bangun kembali.. aku tidak tahu.. apa aku.. akan mengingat pertemuan kita ini” ucap Yongguk menjelaskan.

Sooyoung menarik nafas dalam lalu melepaskan pelukanya pada Yongguk. Setelah itu, dia menatap namja yang ada di depanya dengan wajah sendu.

“Apa.. kau akan melupakan semuanya.. jika kau sadar kembali?” tanya Sooyoung.

Yongguk mengangguk pelan, “Itulah kenapa.. aku.. tidak benar-benar ingin kembali..” ucap Yongguk jujur.

“Yongguk-ssi..” ucap Sooyoung terharu.

“Jika aku mati.. setelah masa koma.., maka kenangan terakhirku.. adalah ketika bersamamu.. dan bukan bersama Jieun” ucap Yongguk lagi.

‘tik!’

Dan ucapan itu berhasil membuat air mata Sooyoung menetes. Hatinya benar-benar bergetar saat Yongguk mengatakanya.

“Jika aku.. mati.. setelah masa komaku, maka.. yang aku ingat adalah.. seorang gadis yang menangis karena dia mencintaiku.. dan bukannya seorang gadis yang hanya bisa membuatku menangis” lanjut Yongguk sambil mengusap air mata Sooyoung pelan.

“Hiks.. Hiks.. hiks..” Dan Sooyoung hanya bisa terisak mendengarnya. Entah kenapa, dia jadi membayangkan jika Yongguk benar-benar pergi untuk selama-lamanya.

‘Greb~’ Yongguk kembali menarik tubuh Sooyoung ke dalam dekapanya. Membiarkan air mata yeoja itu membasahi wajahnya, dan menyembunyikan air matanya dari yeoja itu.

.

.

Yongguk dan juga Sooyoung memutuskan untuk berkeliling taman agar mereka tidak terlarut dalam kesedihan.

“Yongguk-ssi.. apa.. saat bersamamu.. aku jadi seperti orang di film-film? apa orang-orang melihatku berjalan dan berbicara sendiri seperti orang gila?” Tanya Sooyoung penasaran. Dia menoleh pada namja yang berjalan di sampingnya sambil menggenggam tanganya itu.

Yongguk tertawa kecil mendengarnya, “Anhiya.. mereka.. bisa melihatku” ucap Yongguk sambil menunjuk beberapa orang yang ada di sekitar.

Sooyoung membelalakan matanya, “Jinjja?! “ tanya Sooyoung syok.

Yongguk kembali tertawa melihat tingkah lucu Sooyoung, “Mereka bisa melihatku tapi tidak bisa berinteraksi denganku, mereka.. bisa melihatku.. karena aku bersamamu” ucap Yongguk menjelaskan.

“Wae?” Tanya Sooyoung.

“Neon.. nae chonsaeyo (karena kau malaikatku)” ucap Yongguk sambil mengulum senyum.

“Eiyy.. mwoya” Dan Sooyoung hanya tersenyum malu mendengarnya.

Tanpa terasa, mereka telah tiba di gerbang utama. Itu artinya Sooyoung harus berpisah dengan Yongguk. Entah perpisahan sementara, atau.. berpisah untuk selamanya.

Dengan ragu dan enggan, keduanya melepaskan genggaman tangan yang sejak tadi sama sekali tak pernah terlepas.

“Annyeong.. Sooyoungie” ucap Yongguk sambil tersenyum tipis. Meski tersenyum, Sooyoung bisa melihat siratan kepedihan di mata namja itu.

Sooyoung menunduk saat dia merasa tak kuat dengan hal ini. Dia bahkan merasa jika matanya kembali memanas.

“Yonggukie..” panggil Sooyoung masih dengan wajah menunduk.

“Eung?” tanya Yongguk.

“Kembalilah…” ucap Sooyoung sambil mendongakan wajahnya perlahan.

Yongguk mengernyit, “Mwo?” tanyanya tak percaya.

Sooyoung menarik nafas dalam saat dia tidak kuat untuk mengulangi ucapanya.

“Cobalah.. untuk kembali” ucap Sooyoung dengan ekspresi yang lebih yakin.

.

.

“Kembali?”

“Kembali.. dan melupakan semuanya?”

.

.

END?

.

.

TBC weeekk~

Haha, masih ada ide dikit buat ff ini.. jadi Twoshootnya aku ilangin biar bisa jadi 3 part ^^

Gimana readerdeul? jelek? aneh? ga ngefeel? Mian ya atas semua kesalahan.

Oh iya, buat endingnya..

So-Zel fans jangan minder, Soo-Guk Fans jangan seneng dulu.

Aku jadiin 3 part soalnya aku masih bingung endingin yg mana. ibarat suruh milih smirknya Guk apa ABS nya jelo *apaan?

Endingnya bakal aku coba sesuaiin sama pendapat kalian. Aku juga udah mikir kalo Soo-Zel gimana kalo Soo-guk gimana, jadi ini semua tergantung kalian.

Di tunggu tanggepanya ya, semakin banyak semakin semangat lanjutnya.

.

.

Dan jeng-jeng!! sebenernya ff ini mau aku publish pas MV B.A.P Keluar, tapi ternyata saya ga bisa karena terlalu sibuk spazzing hahaha

yang belom liat dan tertarik, lihat MV nya ya –> B.A.P Young Wild and Free MV

Oke udah dulu, Kalo komen kurang dari 20, berarti ga lanjut ya

bye~~ hahaha

Iklan

24 thoughts on “Traffic Light (Part 2)

  1. febryza berkata:

    ahahahahahaha tuhkan bener kamu gakan bisa kalo update ff ini pas barengan comebacknya b.a.p
    pantesan kok kayaknya pas baca sampe pertengahan konfliknya belom keluar banget eh gataunya bakalan dibikin 3 part bagus sih jadi ga cepet udahannya ini ff tapi gaenaknya penasarannya jadi ketunda sampe ffnya di update 😦
    yg dimaksud zelo pengorbanannya itu sooyoung soalnya zelo juga suka sama sooyoung ya? yah ojel sabar ya sooyoung noona kasih ke youngguk hyung aja nanti ojel pasangannya yg lain aja hahahahaha padahal mah intinya minta sooyoungguk akhirnya hohoho
    gatau mau komen apa masalah teknis di ffnya soalnya diksinya udah bagus kok yah kalo masalah typo2 wajar lah…
    ditunggu kelanjutannya

  2. Ve berkata:

    Bingung mau komen apa, masih baper gegara baca ttg yongguk

    Yongguk tuh sebenernya kecelakaan apa? gegara apa? Udh berapa lama yongguk koma?
    Zelo juga udh lama tau soo? Zelo juga suka sm soo? Tapi dia korbanin perasaannya buat bales budi ke yongguk sm eommanya?

    Ini soo eonni suka beneran sm yongguk?

    Semoga aja yongguk balik lagi, tapi tetep inget sm soo eonni

    Ahh bingung kan harus milih soo akhirnya sm siapa, susah bgt milih nya..emang bener ini tuh sm susahnya buat milih antara smirk yongguk sm ABS zelo’-‘ ngga bisa milih,ibaratnya tuh kalau mau liat tuh harus liat dua”nya barengan

  3. Ranranii berkata:

    Nyesek sendiri bacanya yg bagian yongguk itu. Kasian yongguk sama sooyoung. Pliis dong buat yonggung sadar dari komanya tpi gak lupa sama sooyoung. Kasian sooyoung klo bakalan ditinggal sama yonggu. Yongguk brarti secret admirernya sooyoung nih ya hehe.
    Duh ngapain pake ada jieun segala hehe.
    Itu zelo aslinya juga suka sama sooyoung? Wah complicated banget brarti yaa. Tapi tetep pliiis buat ending Yongguk sama Sooyoung aja yaa hehe. Ditunggu nextnya, fighting 😊😊

  4. nisa berkata:

    Bagus kok kak ff nya… udah ngefeel banget…. baper aku bacanya…… tapi masih penasaran banget sama penyebab yongguk koma, kalo aku mah terserah kakak mau 24CAEB84pasangin siapa aja untuk sooyoung yang penting itu terbaik untuknya (?) Eh ngaco deh omongan gue…. Aku tu sebenernya penasaran banget sama ff yang ceritanya koma terus arwahnya gentayangan itu sebenernya ada beneran apa nggak sih…
    Udah bagus kok kak ff nya ~ #maafkalokomennyagajelas 😀

  5. nisa berkata:

    Bagus kok kak ff nya… udah ngefeel banget…. baper aku bacanya…… tapi masih penasaran banget sama penyebab yongguk koma, kalo aku mah terserah kakak mau pasangin siapa aja untuk sooyoung yang penting itu terbaik untuknya (?) Eh ngaco deh omongan gue…. Aku tu sebenernya penasaran banget sama ff yang ceritanya koma terus arwahnya gentayangan itu sebenernya ada beneran apa nggak sih…
    Udah bagus kok kak ff nya ~ #maafkalokomennyagajelas 😀

  6. ndah berkata:

    wow… aq g tahu klo yongguk koma…kirain dy emg arwah aj.
    jd penasaran gmn kisah slnjutny…
    plisss…klo bida dilanjutin ya

  7. sofy berkata:

    akhirnya part 2 publish jugaaa 🙆

    udah penasaran banget sama ini ff nanti endingnya gimana, tapi harus sabar menunggu kelanjutan ceritanya hehehe.

    baru baca di awal aja udah nyesek krna inget part 1 yang pas soo tau klo yang bareng soo itu ternyata “arwah” yongguk. aku juga suka zelo disini dia dewasa banget dan sayang sama yongguk-soo.

    dan baru tau ternyata zelo itu adik tirinya yongguk. jieun jahat banget astaga ( padahal jieun bias 😂 ) tapi zelo lah yang jadi penenang soo.

    ohiya boleh tanya dikit kak? itu pas flashback yongguk ketemu sooyoung ada kesalahan di kata “mantol” itu emng mantol atau “mantel” ? itu aja sih yang mau ditanyain.

    keseluruhan feelnya dapet banget! I like it!!! semoga part3 cepet publish ya biar pada ga kepo :”

    Ohiya bingung juga milih antara zelo-soo atau yongguk-soo. aku suka keduanya anw…. tapi aku mau yoonguk-soo aja deh tapi banyakin moment zelo-soo ya kak ( banyak maunya banget saya 😅🔫 ) tapi apapun endingnya dan akhirnya sama siapa si soo aku tetep suka heheh.

    fighting unnie!!!

  8. Sedih bgt ngeliat yongguk koma gitu. Penyebab yongguk koma karena kecelakaan atau bukan?
    Jieun masih ngaku2 tunangan yongguk padahal dulunya dia udah nyakitin yongguk.
    Sooyoung sayang bgt kayaknya sama yongguk, tapi kasian Zelo. Kelihatannya dia juga suka sama Sooyoung. Pengorbanan apa sih yg diomongin Zelo?
    Endingnya pengen Sooyoung-Zelo sih tapi terserah authornya aja 😀
    Next part ditunggu^^

  9. Mesti lanjut. Jangan diberhentikan dong 😥
    Saya baru bisa sempat baca ff ini 😥
    Keren. Ini Yongguk mesti bangun dan bersama Soo eonnie. Kalau melupakan ya, Soo eonnie kan bisa mengingatkannya. Please… jebal… tolong. Kembali ke tubuhmu yah 😢 😭

  10. rinarinachoi berkata:

    haduuuhhh merinding juga yah kalopun arwahnya cakep tetep aja namanya arwah..
    Heuheu jangan bilang sebenernya zelo juga suka sma sooyoung.. yongguk yg mati dong, kata2 ko menjurus mau ninggalin sooyoung

  11. Maaf Chingu, aku baru sempet baca sekarang^^

    Ff-nya ngefeel kog, chingu^^

    Jadi, Zelo adik tiri Yongguk?
    Apa maksud Zelo pengorbanannya itu Sooyoung?
    Apa Zelo suka sama Sooyoung?
    Jadi Yongguk gak mau kembali karna takut kenangannya sama Soo gak bisa ia ingat ya?
    So Sweet ^^
    Semoga Yongguk kembali dan membuat kenangan yang lebih indah lagi sama Soo..

    Good Job, Chingu ^^
    And Keep Fighting!!

  12. yani yanuari berkata:

    bner” mnyentuh eohh ff part yng in’a 😦 tpi sumpah seneng bnget klo soo-guk bsa jdian d’real nya (real d’ff) tpi suka jga sma soo-zel, ahh jdi bngung nih min :/ plih soo eonni ama sapa yaa, tpi soo eonni cocok’a sma yongguk ♥ biar jdi cloop gtu 😀 hufttt kirain in ff yng end’a ehh tau2’a mau d’next lagi… ahhh happy’a klo ff in brpart” hahaha 😀 d’tnggu next part’a min, jdi pnasaran nih sma part 3’a 😉

    klo masalah MV’ a B.A.P yng YOUNG WILD & FREE’a udh d’look ko, keren bnget MV’a ^_^ saya suka saya suka kkkk~

  13. risma_pngst berkata:

    SooGuk kok sweet ya jadi baver sendiri bacanya
    Ff nya ngefeel bgt kok kak keren lah pokoknya
    Aku bingung mau komen apaan makanya aku bru komen sekarang hehe mianhe~

  14. yuki-chan berkata:

    Kyaaaa. Makin sedihhh, kasian sooyoung. Btw, itu zelonya sebenernya suka yah sama sooyoung??. Yongguk nya jangan mati dulu ya. Tp jieun penkhianatt, udah tunangan masih mejeng /? Dengan cowok laenn, ck ck. Nice ff!! Keep writing!

  15. Soohaelin berkata:

    Walah,, zelo suka yah ama soo juga?? Ama aku aja lah :D:D hoo, tokoh antagonis muncul juga jieun. Jadi sebelumnya mereka tunangan yah, sooyoung mah emang baik,, pantes dah yongguk suka banget. Yongguk bimbang juga yah,, kalo dia balik trus siuman dari koma pasti dia bakal lupa ama soo,, tapi kalo gak balik balik mungkin dia bakal gak hidup lagi. Nice part kak keep writing and fighting!

  16. Oooh! Akhirnya aku tahu awal mula Bang Yong jatuh cintrong ma Sooyoungie. Hm! Di setiap fanfiksi yang kamu buat, Han, (atau memang kebetulan aja), yang aku tangkap karakter uri Shikshin baik hati dan seputih kertas bak malaikat, hummm, adem bacanya.

    Meski genresnya sadly, tapi ada scene dimana interaksi-interaksi mereka bikin warm hati akuh :”)

    Capcus part 3 dulu yaw

    Ps. Emang Zelo punya abs ya sekarang? Haha, terakhir aku liat bap weekly idol angel era, dia gapunya abs /eh?/

  17. LastriieChoi_24 berkata:

    Jadi merinding gitu bacanya 🙂

    Sekarang habis hujan tapi pas tadi baca bagian soo ama guk pelukan kok hangat nya nyampe gitu :v ☺😊☺

  18. LastriieChoi_24 berkata:

    Jadi merinding gitu bacanya 🙂
    Next part ya ☺

    Sekarang habis hujan tapi pas tadi baca bagian soo ama guk pelukan kok hangat nya nyampe gitu :v ☺😊☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s