Traffic Light (Part 3)

TITLE : Traffic Light (Part 3)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

TLQQ

 

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

tfrlght

#TRAFFIC LIGHT#

*I don’t know U, But I miss U*

.

[RS : Seunghwan Ft YoonHa_Erase U in sadness(KpopStar5)]

“Yonggukie..” panggil Sooyoung masih dengan wajah menunduk.

“Eung?” tanya Yongguk sambil mendekatkan tubuhnya pada Sooyoung.

“Kembalilah…” ucap Sooyoung sambil mendongakan wajahnya perlahan.

Yongguk mengernyit, “Mwo?” tanyanya tak percaya.Sooyoung menarik nafas dalam saat dia tidak kuat untuk mengulangi ucapanya.

“Cobalah.. untuk kembali” ucap Sooyoung dengan ekspresi yang lebih yakin.

Yongguk terdiam sejenak dan berusaha memahami maksud Sooyoung.

“Wae? Kenapa kau menyuruhku kembali.. setelah kau tahu jika aku tidak bisa mengingatmu nantinya?” Tanya Yongguk.

Sooyoung kembali menunduk dan menarik nafas dalam, cukup lama baginya untuk mengatakan sesuatu, seolah menjawab pertanyaan itu adalah hal yang sangat sulit.

“Wae?” Ulang Yongguk sambil menunduk sedikit agar dia bisa menatap mata Sooyoung.

“Mengenalmu.. bertemu denganmu.. adalah hal yang sangat berarti bagiku” ucap Sooyoung dengan kalimat yang tetap membuat Yongguk bingung.

“Lalu?” Tanya Yongguk lagi. Dari nada bicara dan juga ekspresinya, Sooyoung tahu jika namja itu mulai menunjukan ketidak sukaanya terhadap keputusan Sooyoung.

“Sesaat, aku ingin bersikap egois. Aku ingin.. kau terus seperti ini agar kita bisa terus mengenal dan juga bertemu… tapi..” Sooyoung terlihat menghentikan ucapanya seolah ada sesuatu yang membuat lehernya tercekak.

“Tapi.. di dalam kehidupanmu.. kau punya Ibu dan juga Junhong yang terus menangisimu setiap malam, dua orang yang sangat penting bagimu itu.. selalu berdoa dan bekerja keras agar kau bisa sembuh Yongguk-ssi..” ucap Sooyoung meyakinkan. Dan ucapan itu berhasil membuat Jantung Yongguk kembali terhentak kencang.

“Jadi akan sangat bodoh.. jika kau memilih untuk terus seperti ini karenaku, akan sangat jahat… jika kau hanya memikirkan perasaan kita tanpa mempedulikan mereka..” ucap Sooyoung lagi.

Yongguk terus saja diam dan menatap Sooyoung. Wajahnya menapakkan kebingungan dan kegelisahan karena ucapan Sooyoung barusan.

“Lalu.. apa yang akan kau lakukan.. jika aku tidak mengenalimu nantinya?” Tanya Yongguk dengan ekspresi yang berubah begitu dingin. Sooyoung tahu, namja itu pasti kecewa dengannya.

“Bagaimana.. jika aku.. kembali dengan Jieun?” lagi-lagi Yongguk melemparkan pertanyaanya pada Sooyoung sehingga yeoja berambut coklat itu terdiam.

“Bagaimana jika aku melupakan semua yang sudah terjadi?” ulang Yongguk.

“Kau rela?”

“Kau.. akan tetap baik-baik saja huh?” lanjutnya.

lagi-lagi, Yongguk mempertanyakan tentang keseriusan Sooyoung terhadap ucapanya tadi.

“_______” Dan Sooyoung hanya bisa diam. Dia benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan bertubi-tubi yang di lontarkan namja di depanya itu.

“Bagimu tidak apa-apa jika kita tidak bisa bersama?” Tanya Yongguk.

“Apa kau benar-benar akan baik-baik saja setelah kau bilang jika kau juga menyukaiku?” lanjutnya lagi.

“Atau.. itu semua hanya omong kosong?” sekarang Yongguk malah menatap Sooyoung dengan ekspresi curiga.

“Kata yang sangat berarti bagiku itu.., apa kau hanya menganggapnya hal yang tidak berarti?”

“Kau.. ingin terlepas dariku eoh?”

“Kau ingin-“

‘TAPP!’

“Chu~”

Yongguk yang terus melontarkan pertanyaan pada Sooyoung, sekarang langsung terdiam karena yeoja bernama Sooyoung itu tiba-tiba maju dan mencium bibirnya dengan lembut. Kedua tanganya berada di bahu Yongguk agar dia mempunyai tumpuan untuk berjinjit.

‘DEG’

‘DEG’

‘DEG’

Yongguk tentu saja langsung terdiam membeku sambil mengerjapkan matanya.
Terkejut? Sudah pasti. Yongguk tidak menyangka jika Sooyoung bisa menciumnya terlebih dahulu seperti ini.

Gugup? yaaa.. meski Yongguk sedang marah, tapi yeoja yang sedang menciumnya itu tetap saja seseorang yang dia suka. Bahkan didalam tubuhnya yang terasa kosong, Yongguk bisa merasakan efek kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Dan lagi-lagi, Yongguk bisa merasakan keanehan pada tubuhnya yang berada disana.

Meski hatinya merasa gugup dan senang, Yongguk tidak berbuat apa-apa. Dia sama sekali tidak menolak namun juga tidak membalas. Dia hanya diam dengan kemarahan yang perlahan mulai hilang karena bibir lembut gadis di depanya itu menyalurkan sengatan listrik yang menjalar bersama aliran darahnya. Mungkin benar, Yongguk telah jatuh cinta pada Sooyoung. Perasaanya bahkan tumbuh meski sekarang dia bukanlah ‘manusia’.

Di sisi lain. Sooyoung masih saja memejamkan matanya. Bibirnya yang lembut itu terus menempel pada bibir Yongguk tanpa ada pergerakan sama sekali. Keduanya hanya diam dengan perasaan masing-masing.

Meski dialah yang mencium Yongguk, tapi tidak bisa di pungkiri jika jantungnya berdebar kencang seperti saat Yongguk pertama kali menciumnya.

Sejujurnya, ini pertama kalinya Sooyoung merasakan perasaan seperti itu. Merasakan bagaimana jantungnya bisa berdebar begitu kencang seperti bom yang akan meledak bahkan saat dia hanya mencium aroma masculine Yongguk. Dia juga bisa merasakan bagaimana sulitnya melepas seorang namja, bahkan hingga dia menitikan air mata.

‘TAP!’

Beberapa saat setelah berfikir, Yongguk akhirnya memegang kedua lengan yeoja di depanya itu, lalu di dorongnya secara perlahan. Dan Sooyoung hanya bisa tersenyum miris mendapatkan perlakuan itu. Dia tahu, Yongguk benar-benar tidak bisa menerima permintaanya.

“Mian…” ucap Sooyoung lirih dan tanpa menatap namja di depanya itu. Satu kata yang bisa mewakili segala perasaanya.

“Kenapa kau meciumku?” Tanya Yongguk dengan ekspresi yang masih terasa dingin.

Sooyoung menarik nafas sejenak, “Karena.. kita mungkin tidak bisa berada dalam situasi sedekat ini lagi” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis.

Yongguk langsung mendengus mendengarnya, “Aku belum memutuskan untuk kembali, jadi-“

“Meski kau memilih untuk tidak kembali, aku.. tidak akan lagi menemuimu” sahut Sooyoung. Kali ini dia memutuskan untuk mendongak dan menatap namja tinggi di depanya itu dengan tatapan tak kalah dingin. Benar, dia harus bersikap tegar agar namja itu tidak menuruti egonya.

Yongguk tertawa tak percaya mendengarnya, meski begitu.. ada kepedihan samar-samar terpancar di wajah pucatnya.

“Kenapa kau melakukan ini?” Tanya Yongguk dengan suara berat. Suara yang benar-benar Sooyoung suka akhir-akhir ini.

“Karena.. aku ingin kau bahagia bersama orang yang bahagia atas kesembuhanmu” ucap Sooyoung jujur.

“Kau juga bahagia jika aku sembuh? Kau bahagia.. meskipun aku melupakanmu?” Tanya Yongguk memastikan.

Sooyoung menarik nafas dalam, setelah itu dia mengangguk mantab. “Eoh, aku.. akan ikut bahagia untuk itu” ucap Sooyoung dengan senyuman miris.

“Choi Sooyoung-“

“Jika kau tidak bisa mengingatku, maka kita bisa memulainya dari awal. Jika kau kembali pada Jieun, maka setidaknya kita bisa berteman. Dan jika.. semua itu tidak bisa terjadi, maka setidaknya.. kita harus percaya dengan yang namanya takdir” ucap Sooyoung yakin. Saat mengatakanya, dia tersenyum seolah semua akan baik-baik saja.

Yongguk diam. Yongguk benar-benar dibuat terdiam setelah mendengarnya. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin kembali. Tapi keegoisan membuatnya tidak bisa menerima semua ini. Dia- sungguh- tidak bisa- menerimanya.

Sooyoung menarik nafas dalam dan memantabkan hatinya untuk yang terakhir kali. Setelah itu dia kembali mendongak dan menatap Yongguk yang masih terdiam.

Kureom, annyeong.. Bang Yongguk” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis. Dia tahu ucapan itu tidak tepat ia ucapkan sekarang. Tapi semua ini akan terasa lebih menyedihkan jika Sooyoung hanya menuruti egoismenya.

Karena tidak ada respon, Sooyoung akhirnya membalikan badan dan beranjak untuk meninggalkan namja tinggi itu. Dengan langkah pasti, dia berjalan meninggalkan namja yang sekarang menatap nanar atas kepergianya.

Nan neol saranghae” ucap Yongguk lirih. Ucapan yang membuat langkah Sooyoung terhenti secara perlahan.

Ije manhi.. (sekarangpun.. masih sangat)”

“saranghandago.. (mencintaimu)”

“Choi Sooyoung” Lanjut Yongguk dengan ucapan yang terpotong-potong. Kali ini nadanya terdengar begitu parau dan menyakitkan. Sooyoung bahkan merasa jika kakinya mengeras seolah dia tidak bisa pergi lagi dari sana.

Sooyoung menarik nafas dalam saat dadanya semakin sesak. Dia mendongak karena matanya kembali berkaca-kaca.

“Mian.. Yongguk-ssi” ucap Sooyoung tanpa membalikan badanya. Dia bahkan langsung melangkahkan kakinya yang berat itu sebelum pikiranya berubah.

“Kau tahu? Jika pilihanku adalah kembali atau mati.. maka aku lebih memilih untuk mati!” Ucap Yongguk dengan begitu yakin. Berbeda dengan tadi, kali ini nadanya terdengar penuh penekanan.

Mati?

Sooyoung membulatkan mata saat dia mendengar statement itu. Diapun membalikan badan agar dia bisa benar-benar menatap Yongguk. Mencoba memastikan jika namja itu benar-benar serius terhadap ucapanya.

Tapi..

Kosong..

Yongguk tidak ada lagi disana. Namja itu benar-benar sudah menghilang dan meninggalkan Sooyoung yang sekarang di buat takut karena ucapan terakhirnya tadi.

—***—

“Kau tidak membawa motor?” Tanya Ny.Choi saat dia melihat putrinya turun dari kamar tanpa menggunakan perlengkapan berkendara. Sooyoung sendiri hanya tersenyum dan mengangguk.

“Wae? Apa motormu rusak?” Tanya Omma Sooyoung saat anaknya sudah duduk di meja makan.

Sooyoung terdiam sejenak untuk mencari jawaban yang tepat. Dia tidak mungkin menjawab ‘karena aku takut bertemu hantu’ kan.

“Aaa.. aku sedang memegang proyek yang ada di dekat sini omma, maka dari itu aku.. memilih naik bus saja” ucap Sooyoung berbohong. Yaa.. sebenarnya dia tidak benar-benar berbohong karena perusahaannya memang sedang mengerjakan proyek baru di daerah yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Ohh jinjja? Apa tidak apa-apa?” Tanya Omma Sooyoung dengan ekspresi khawatir.

Sooyoung mengangguk, “Kokkchongma omma, nan gwenchana” ucap Sooyoung sambil tersenyum lembut pada ommanya.

.

.

[RS : Kim MinSeung_Kkung3x (SWP Ost)]

“Yoboseyo Jung” sapa Sooyoung.

“oh, wae?” Tanya namja yang di panggil Jung itu dari seberang telepon. Seperti biasa, nada bicaranya terdengar seperti seseorang yang mengajak bertengkar.

“Bisakah kau menjemputku sekarang?” Tanya Sooyoung dengan nada yang sama.

Sebenarnya Sooyoung dan Daehyun melakukan itu bukan karena mereka saling membenci, tapi karena mereka sudah saling mengenal sejak Sooyoung duduk di kelas 3 Senior High School.

“Eodie?” Tanya Daehyun.

“Proyek taman bermain Yangchon-“

“Aih shiro!” Belum juga selesai menjawab, Daehyun sudah menolaknya dengan begitu yakin.

“Aaahh Jung! wae~?” Tanya Sooyoung kesal.

“Ajhuma, kau sama saja menyuruhku pulang kerumah.., itu jauh sekali dan sekarang aku sedang makan siang di kantor!” tolak Daehyun dengan nada tak kalah kesal.

“Ya Jung! Jadi kau tega membuatku berjalan 3 kilometer di bawah terik matahari seperti ini eoh?!” Ucap yeoja berambut pendek itu. Dia terus saja membujuk Daehyun dengan nada sedikit merengek.

“Eeiiyyy, kenapa kau manja sekali akhir-akhir ini?Memang dimana motormu ajhuma?” Tanya Daehyun di sela kegiatanya mengunyah makanan.

“Ya! Hari ini aku tidak bawa motor.., dan aku juga belum makan siang karena kartuku tertinggal Jung, kau tahu kan bagaimana keadaanku jika aku belum makan?” Tanya Sooyoung masih dengan nada merengek. Sebenarnya dia bukan yeoja yang suka merengek untuk mendapatkan sesuatu, tapi karena Daehyun sudah ia anggap seperti dongsaeng sendiri, makanya dia berani melakukan hal itu.

“Eiiyy, jangan menggunakan kata makan untuk melelehkan hatiku yang polos ini” ucap Daehyun kesal. Sooyoung bisa mendengar jika suara namja itu melemah. Dan hal itu tentu saja membuat Sooyoung menyunggingkan bibirnya.

“Jung, aku sangat lapar.. jebal, jika aku harus berjalan sejauh itu.. aku mungkin-“

“Aaah~ Arrayo arra! Aku akan kesana sekarang juga! Sementara ini.. kau beli saja makanan kecil dulu agar aku tidak perlu menggendongmu nanti” ucap Daehyun dengan nada seperti terpaksa.

Sooyoung tertawa kecil mendengarnya, “Eum~, ppalli!” ucap Sooyoung dengan sedikit penekanan.

“Aiishh chajeungna!” keluh Daehyun sebelum dia menutup teleponya.

Sooyoung tertawa penuh kemenangan. Diapun memasukan ponselnya dan beranjak mencari tempat duduk.

Beberapa saat, Sooyoung menoleh ke sekeliling taman bermain itu untuk mencari tempat berteduh.

“Heumm.. bagaimana mereka menyebut ini taman? Kita bahkan tidak bisa berlindung dari panas dan hujan karena sama sekali tidak ada tempat berteduh disini” keluh Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya.

“Jika begini, aku akan bilang pada bos untuk memperbaikibagian depanjuga..” lanjut yeoja itu.

Beberapa saat kemudian, dia beranjak mengambil earphone untuk menghilangkan kebosananya menunggu Daehyun. Dia memilih untuk tetap berdiri di dekat gerbang masuk karena mencari tempat teduhpun tidak ada gunanya sekarang.

Sejenak, Sooyoung terdiam melihat beberapa pasangan yang masuk ke taman bermain itu. Mereka terlihat begitu bahagia dan saling menyayangi.

“Lain kali.., jika aku kembali.., aku akan mengajakmu berkeliling kota ini.., setelah itu.. kita makan makanan enak dan berfoto sepuasnya”

Dan entah kenapa, Sooyoung jadi teringat oleh ucapan Yongguk. Ucapan yang mungkin sudah tidak berarti lagi sekarang, ucapan yang mungkin tidak akan pernah terjadi padanya.

“Apa dia.. akan kembali?”

“Apa semua yang sudah terjadi.. bisa kembali?”

Untuk beberapa alasan, Sooyoung merasa takut dengan ucapannya pada Yongguk beberapa hari lalu. Dia takut, Yongguk benar-benar kembali dan melupakanya.

“Anhiya! Jongshincharyeo Sooyoungie! Kau bahkan bukan benar-benar hal penting baginya!”

‘Shhtt’

Sooyoung yang sedang sibuk dengan pikiranya, Sekarang langsung mendongak karena dia merasa sesuatu berada di atas tubuhnya.

Payung?

Setelah menyadari jika sebuah payung sedang melindungi tubuhnya, Sooyoung pun langsung menoleh kesamping dan melihat siapa orang yang memayunginya itu.

[RS : Maximilian Hecker_Summer Days InBloom (High Society OST)]

‘DEG’

Dan Sooyoung sedikit tersentak karena sebuah badut pororo lah yang sekarang sedang berdiri di sampingnya. Saat menyadari jika Sooyoung menoleh, badut itupun melambaikan tanganya pada Sooyoung.

Apa yang dia lakukan?

Sooyoung tentu saja terdiam bingung karena badut itu. Dia mengerjapkan matanya dan mencoba menduga-duga kenapa badut itu memayunginya.

Badut itu terlihat memberikan payung yang dia pegang pada Sooyoung. Dan dengan sedikit ragu, Sooyoungpun menerimanya.

“Go.. gomawo” ucap Sooyoung. Dia masih saja menampakan wajah anehnya terhadap badut itu.

Badut itu terlihat mengangguk riang, setelah itu.. dia memberikan sesuatu dengan tanganya yang lain.

Sooyoung kembali mengernyit saat badut itu memberikan es krim vanilla padanya.

“Apa ini? Apa dia.. ingin berbuat sesuatu padaku?” ucap Sooyoung dalam hati.

“An.. anhiya.. kau.. kau bisa memakanya” tolak Sooyoung baik-baik.

Sooyoung tidak tahu bagaimana ekspresi badut itu. Tapi beberapa saat kemudian, badut itu terlihat menunjuk sesuatu. Dan saat Sooyoung menoleh, dia melihat sebuah truk es krim dengan tulisan [Es Krim gratis] di atasnya.

“Aaa.. jadi ini es krim gratis untuk semua pengunjung?” Tanya Sooyoung. Dan badut itu terlihat mengangguk.

“Dan kau mengambilkanya untuku?” lanjut Sooyoung. Badut itu terlihat kembali mengangguk.

“Tapi aku bukan pengunjung disini, aku adalah salah satu karyawan sebuah perusahaan yang sedang memperbaiki semua taman yang ada disini” ucap Sooyoung panjang lebar.

Badut itu terlihat menggeleng pelan seolah dia berkata ‘tidak apa-apa’, setelah itu dia menunjuk matahari dan mengibas-ngibaskan tanganya.

“Aaa.. kau memberikanya karena cuaca sangat panas?” Tanya Sooyoung yang berusaha mengartikan isyarat badut itu. Dan badut itu terlihat mengangguk dengan penuh semangat.

“Begitu? kau tidak berniat untuk meracuniku kan?” goda Sooyoung dengan wajah curiga. Dan badut itu terlihat langsung melambaikan kedua tanganya dengan cepat sambil menggelengkan kepala.

“Kau yakin? Tapi bagaimana jika aku pingsan? kau mau menggendongku? Badanku ini sangat berat lho” ucap Sooyoung yang lagi-lagi malah mencoba bercanda dengan badut itu.

Meski samar-samar, tapi Sooyoung bisa mendengar jika orang di balik kostum pororo itu tertawa. Dan entah kenapa, Sooyoung tersenyum melihatnya. Yeoja itu bahkan tertawa kecil saat badut itu berpose seperti power ranger, seolah dia siap menolong Sooyoung bagaimanapun keadaanya.

“Hahahaha.. kau benar-benar lucu” ucap Sooyoung sambil mengusap kepala badut itu secara perlahan.

Dan badut itu langsung terdiam saat Sooyoung melakukan hal itu. Mungkin dia gugup. Karena jika di lihat, badut itu bertubuh cukup tinggi dan sangat tidak mungkin jika di dalamnya adalah seorang yeoja. Meski begitu Sooyoung tentu saja tidak menyadarinya.

“Karena kau sudah membuatku tertawa, aku akan memakan es krim ini.. eoh?” lanjut Sooyoung. Dia terlihat mengambil es krim yang badut itu pegang, sebelum es itu meleleh karena dibiarkan terlalu lama.

Badut itu mengangguk sambil mengacungkan jempolnya pada Sooyoung. Dan Sooyoung kembali tersenyum karenanya.

‘BEMM!’

“Ajhuma!”

Lalu keduanya menoleh saat sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari mereka, membunyikan klaksonya. Sooyoung bisa melihat jika Daehyun sudah membuka kaca mobil dan memanggilnya dari dalam sana. Beberapa saat, Daehyun menatap Sooyoung dan badut yang berdiri di sampingnya dengan wajah heran.

“Ahh temanku sudah datang, kalau begitu.. aku pergi ya, terimakasih es krimnya.. annyeong” pamit Sooyoung pada badut itu. Sebelum pergi, dia mengembalikan payung yang tadi di pinjamkan padanya.

Badut itu terlihat mengangguk. Tatapanya pun terus tertuju pada Sooyoung yang sekarang berjalan ketepian jalan dan akhirnya masuk ke dalam mobil bagus Daehyun.

.

“Siapa dia?” Tanya Daehyun saat dia sudah menjalankan mobilnya.

“Pororo? Mm.. molla” jawab Sooyoung singkat.

“Kalian seakrab itu.. dan kau tidak mengenalnya?” Tanya Daehyun tak percaya.

“Kami terlihat akrab?” Tanya Sooyoung terkejut. Dan Daehyun hanya mengangguk tanpa melepaskan pandanganya ke depan.

“Tapi sungguh.. aku tidak tahu siapa dia..” sangkal Sooyoung dengan wajah innocentnya.Mendengar hal itu, Daehyun membuang nafas panjang.

“Noona.., aku hanya menyarankan padamu.., jangan terlalu baik dan ramah pada orang yang tidak kau kenal” ucap Daehyun.Kali ini dia memanggil Sooyoung dengan ‘Noona’ sehingga Sooyoung bisa merasakan seberapa serius namja itu.

“Apa maksudmu?” Tanya Sooyoung tak mengerti.

“Sesekali.. kau juga harus bersikap kuat agar mereka tidak menyalahgunakan kebaikanmu” ucap Daehyun masih tanpa menoleh. Beberapa saat, Sooyoung hanya diam mendengarnya.

“Aeeyy Jung, aku berbuat baik karena beberapa dari mereka tidak mendapatkan perlakuan yang layak dari orang lain, lagipula.. jika aku bisa membantu, kenapa aku harus menutup mata dan takut tertipu?” Tanya Sooyoung balik.

“Anhiya, hanya saja.. “ Daehyun terlihat diam dan tidak melanjutkan ucapanya.

“Wae? Mwosuniriseo?” Tanya Sooyoung bingung sekaligus penasaran.

“An.. anhiya, hanya saja.. , hanya saja.. aku sudah berhenti cukup lama tadi, tapi kau tak kunjung melihatku karena kau asik bicara denganya, itu kan menjengkelkan!” Omel Daehyun dengan ekspresi yang berubah kesal.

“Jinjjayo?” Tanya Sooyoung. Sadar ataupun tidak, ada senyuman tipis yang tergambar di wajah yeoja itu.Dan Daehyun tentu saja melirik Sooyoung dengan tatapan aneh.

Wae usso? Kau bilang kau tidak tahu siapa dia” sindir Daehyun sambil menatap Sooyoung dengan tatapan aneh.

Sooyoung menoleh pada Daehyun dengan wajah terkejut, “Kapan aku tersenyum?” yeoja bernama Sooyoung itu terlihat menampakan wajah terkejut seolah Daehyun baru saja mengatakan sebuah kebohongan.

Aigoo… kau tidak menyadarinya? Eiiiy.. Jangan-jangan.. kau menyukai orang itu..” Tebak Daehyun dengan ekspresi penuh kecurigaan.

Sooyoungpun langsung melirik Daehyun sambil memanyunkan bibirnya, “Eyy, solma (mana mungkin)” sangkal Sooyoung dengan begitu yakin. Entahlah, jika orang lain menyinggung tentang ‘suka’, maka sepersekian detik kemudian bayangan Yongguk langsung muncul di dalam pikiranya.

“Aaaa.. aku lupa jika kau sedang jatuh cinta pada seorang hantu” ejek Daehyun sambil mengulum senyum.

Mendengar hal itu, Sooyoung merasa tersentak untuk beberapa saat. Ekspresi bahagianya bahkan terlihat langsung berubah. Tapi dia hanya bisa membuang nafas panjang karena ucapan itu mungkin memang benar. Hah entahlah..

“Ww.. wae?” Tanya Daehyun. Namja berambut merah itu menoleh sekilas pada Sooyoung dengan ekspresi bingung.

“Mwoga?” Tanya Sooyoung balik.

“Kenapa.. kau tidak menanggapi candaanku? Apa.. terjadi sesuatu?”Tanya Daehyun. Tidak bisa di pungkiri jika ada perasaan bersalah yang muncul saat dia melihat ekspresi Sooyoung yang kosong dan sedih itu.

Sedangkan Sooyoung yang menyadari jika dia tak seharusnya bersikap seperti itupun,langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi kembali riang.

“Aa.. ahahaha.. anhiya, aku.. aku hanya lapar, mmm hari ini.. aku ingin makan cheeseburger Jung, bagaimana?” Yeoja tinggi yang duduk di samping Daehyun itu berusaha mengalihkan pembicaraan agar Daehyun tidak curiga lagi.

Daehyun melirik sekilas pada yeoja yang begitu jelas sedang tersenyum fake padanya. Dia tahu, terjadi sesuatu pada Sooyoung.

“Aishh Shiro! kau membuatku berkeliling kota hanya untuk menjemputmu dan sekarang yang kubutuhkan adalah nasi” ucap Daehyun yang pada akhirnya memilih untuk menyesuaikan keadaan Sooyoung.

“Aaahh arraseo..” ucap Sooyoung pada akhirnya.

—***—

“Ya! Pororo! Kemari!”

Seorang namja berkostum pororo terlihat membalikan badan saat seseorang memanggilnya. Setelah menyadari jika orang itu adalah manager pimpinannya, Pororo pun berjalan mendekat.

‘Bugh!’

Manager itu memukul kepala Pororo dengan cukup keras sehingga sang Pororo menunduk.

“Ya! Aku dengar kau membuat beberapa anak menangis dan mereka akhirnya tidak jadi masuk ke sini, apa itu benar?” Tanya sang manager dengan nada tinggi.

Pororo itu melepas kepala kostumnya agar dia bisa menjawab pertanyaan itu.

“Mianhamnida” ucap namja itu sambil membungkuk pelan.

“Aeeyy, ige jassika! Ya! Kau sudah bekerja berapa tahun disini? Kenapa kau bisa melakukan kesalahan semacam itu berulang kali eoh?!” Omel sang manager lagi. Dia bahkan kembali menoyor kepala ‘pororo’ meski ‘pororo’ tak lagi memakai penutup kepala.

“Melakukan kekerasan terhadap pegawai di depan umum juga sebuah kesalahan, sajangnim

“Eung?” Manager dan Pororo itu menoleh kebelakang saat seseorang tiba-tiba berbicara pada mereka.

‘DEG’

Dan ‘Pororo’ itu terlihat langsung membulatkan mata saat dia mengenal siapa orang itu.

“Siapa kau?!” Tanya sang Manager dengan nada tak suka.

Orang itu berjalan mendekat dengan senyuman tipis. “Aku Jung Daehyun, aku adalah salah satu pegawai dari Poseidon Grup, kami adalah perusahaan yang di tugaskan untuk merencanakan proyek taman di taman bermain ini” jelas namja bernama Daehyun itu.

“Po.. Poseidon?” Manager tadi terlihat langsung gugup saat dia mendengar nama itu.

“Mungkin tuan tidak tahu, tapi namja yang baru saja anda pukul ini.. adalah salah satu pengawas dari The Orchid grup, perusahaan yang bekerja sama dengan Poseidon untuk melaksanakan pembangunan taman ini” jelas Daehyun lagi.

Manager itu langsung menoleh pada ‘Pororo’ dengan wajah terkejut. “Kau.. adalah seorang pengawas dari perusahaan konstruksi?” Tanya sang Manager dengan wajah tak percaya.

Dan ‘Pororo’ itu hanya bisa terdiam , sejujurnya.. dia terlalu takut pada Daehyun.

“Tidak bekerja disana-pun, anda tidak seharusnya memperlakukan orang lain dengan kasar seperti tadi” ucap Daehyun dengan ekspresi yang berubah serius.

“TuAn tahu kan.. jika hubungan kami adalah langsung dengan direktur utama? jadi.. apa aku perlu melaporkan tindakan Tuan tadi padanya?” ancam Daehyun dengan nada dan bahasa yang sopan.

Anhimnida, Mianhamnida.. jongmal Mianhamnida, aku.. aku hanya takut.. pengurangan pegawai akan benar-benar dilakukan jika pemasukan taman ini berkurang” jelas sang Manager dengan ekspresi penuh rasa bersalah.

“Anda tenang saja, kami akan mengerjalan proyek ini dengan maksimal agar pengunjung taman ini bertambah” ucap Daehyun.

Gurae, Aku yakin kalian bisa melakukanya.., kalau begitu.. aku permisi” Pamit sang Manager dengan wajah ketakutan.

.

.

Ige Mwoya.. Junhong-ssi” Namja berambut merah yang sedang duduk di kursi itu terlihat menoleh pada namja yang sekarang berdiri beberapa langkah di depanya.

“Ini.. adalah pekerjaan asliku hyung, aku bekerja disini sudah sekitar tiga tahun yang lalu..” ucap Junhong menjelaskan.

“Lalu Orchid?” Tanya Daehyun tak mengerti.

“Himchan Hyung.. adalah sahabat Hyungku, dia yang membuatku bisa bekerja di sana..” Jawab Junhong.

“Hyung? Maksudmu.. Yong..guk?” Tanya Daehyun memastikan.

‘DEG’

Junhong tentu saja menoleh pada Daehyun dengan wajah terkejut, “Ba.. bagaimana.. kau…“ Junhong terlihat ragu untuk menyelesaikan pertanyaanya. Sedangkan namja bernama Daehyun itu tersenyum tipis.

“Kau tahu kan.. jika aku ini ibarat kembaran dari seorang Choi Sooyoung?” Tanya Daehyun balik. Pertanyaan yang sepertinya cukup untuk menjawab keterkejutan Junhong.

“Jadi.. kau dimasukan ke Orchid, agar Hyungmu itu bisa men-stalker Sooyoung?” lanjut Daehyun dengan ekspresi sedikit mengejek.

Junhong menghela nafas sejenak mendengarnya. Sebenarnya dia tahu jika Daehyun akan bicara seperti itu. Mengingat jika sebenarnya dia sangat menyayangi Sooyoung.

“Anhiya, dia bahkan tidak tahu jika perusahaan kita saling berhubungan” ucap Junhong mengklarifikasi.

Daehyun mengernyit dengan ekspresi tak yakin,” Lalu kenapa.. Sooyoung bisa tidak tahu.. jika kau adalah ‘pororo’? Kalian.. tidak sedang mempermainkan Sooyoung kan?” Tanya Daehyun lagi.

Junhong menggeleng dengan cepat, “Anhiya, kami.. sama sekali tidak pernah berniat buruk pada Sooyoung Noona” sangkal Junhong.

“Lalu.. apa arti semua ini? Hyungmu menemui Sooyoung Noona dalam bentuk arwah, dan kau.. menemuinya dalam bentuk badut, apa yang ingin kalian dapat dari Sooyoung sebenarnya?” Tanya Daehyun curiga.

Junghong menarik nafas dalam. Lalu dengan langkah perlahan, dia duduk di samping Daehyun dengan kepala yang masih menunduk.

“Ini.. sungguh rumit hyung..” ucap Junhong lirih.

“Rumit?” Tanya Daehyun tak mengerti.

Sasireun.., Aku.. sudah bertemu Sooyoung Noona… sebelum ayahku menikah dengan ibu Yongguk hyung” ucap Junhong pelan.

Daehyun mengernyit, “Mwo?”

Flashback:

JUNHONG POV

[RS :SNSD_Sunflower/Kim Jisoo_Sunflower(DH2 OST)]

Di bawah terik matahari, aku terus melambaikan tanganku pada semua pengunjung yang masuk. Baju, celana dan penutup kepala yang panas dan pengap ini membuat kepalaku sedikit berdenyut. Apalagi pagi ini aku belum menyentuh makanan sama sekali. Dan itu semua tentu saja karena abojiku mengamuk dan mengambil semua uangku.

“Hey.. Hey.. lihat pororo bodoh itu! Ayo kita kesana!”

Aku menoleh kearah halte yang berada tak jauh dari tempatku berdiri. Disana, aku melihat beberapa anak SD yang berlarian menghampiriku.

“Ahh~ tidak lagi” Keluhku pelan saat aku sudah bisa menebak apa yang akan mereka lakukan padaku.

Jujur saja, anak-anak nakal seperti itu terlihat lebih menakutkan untuku. Aku bahkan ingin berlari dan menghindari mereka, tapi tentu saja aku tidak bisa. Karena selangkah saja aku keluar dari areaku, aku bisa mendapat omelan dari Manager Oh.

“Hay Pororo!” pekik salah satu anak saat mereka sudah berdiri di depanku.

Aku melambaikan tanganku dengan rasa terpaksa. Berusaha bersikap ramah agar anak-anak itu menyukaiku dan tidak menggangguku.

“Ayo pukuli dia teman-teman!”

‘DEG’

Aku sedikit tersentak saat salah satu anak berteriak dan memberi komando. Dan benar saja, beberapa saat kemudian.. anak-anak itu mulai memukuliku dengan tangan mereka.

“Hajima!” pekikku dengan sekuat tenaga. Pekikan yang sebenarnya tidak begitu berguna Karena mereka tidakakan mendengarnya.

“Yak Yak Yak!!! Dasar Pororo Bodoh!”

“Ayo pukul dia sampai krong datang!”

“Ayo pukul!”

“Pukul pukul pukul!”

Aku membuang nafas dan berusaha menahan emosiku. Mungkin jika hanya satu anak, aku tidak akan merasa kesakitan. Tapi jika sepuluh tangan ini memukul tubuhku secara bersamaan, tentu saja ada rasa nyeri yang timbul setelah itu.

‘TAPP!’

“BRUGHH!” Setelah berusaha sekuat tenaga untuk tetap berdiri, akhirnya salah satu anak mendorongku dengan cukup kuat sehingga tubuhku langsung terjatuh kebelakang.

“Ahahahaha.. dasar Pororo Bodoh!” ejek salah satu dari mereka. Dan setelah itu, kelima anak tadi menertawaiku dengan begitu puas.

Ya Tuhan.. aku tidak bisa melakukan ini lagi..

“Kumaya.. kemanhae” Saat aku sibuk dan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, seseorang tiba-tiba datang sambil berteriak pada jin-jin di depanku ini. Dia bahkan langsung berjongkok di sampingku dengan tatapan lurus ke arah anak-anak tadi.

Dalam diam, aku melirik penolongku yang ternyata adalah seorang yeoja. Dia cukup tinggi untuk ukuran seorang yeoja, dia juga memiliki rambut panjang bergelombang yang dia ikat satu di belakang kepalanya.

“Ajhuma, kau siapa? Apa kau pacar pororo bodoh ini?” Tanya anak yang tadi mendorongku dengan pekikanya yang melengking.

“Kenapa kau memanggilnya bodoh?” Tanya yeoja tinggi itu dengan nada lembut.

“Karena dia badut!” jawab anak lain dengan begitu lantang.Mereka bahkan menunjukku dengan telunjuk mereka.

“Kau pikir semua badut bodoh? Apa kau tahu… berapa pengunjung yang masuk ke sini karena mereka?” Tanya yeoja itu dengan nada lembut. Dan anak-anak itu terlihat hanya diam.

“Kumaya, kalian tahu.. paman ini menjadi badut untuk mengidupi keluarganya, seperti ayah kalian yang bekerja agar kalian bisa sekolah dan makan makanan enak” ucap yeoja itu.

“Ayahku tidak seperti dia, ayahku bekerja di kantor yang sejuk dan ber AC” ucap salah satu anak.

“Aaa benarkah? Lalu.. apa kau bisa membayangkan betapa sulitnya badut ini? Dia bekerja di bawah terik matahari dengan pakaian seperti ini” ucap yeoja itu sambil menunjuk matahari yang bersinar begitu terang.

‘Blushh!’ Mendengar hal itu, hatiku benar-benar bergetar. Aku tidak menyangka jika masih ada seseorang yang begitu memahami bagaimana sulitnya bekerja seperti ini.

“Dia pasti kepanasan” ucap salah satu anak berkaca mata.

“Dia pasti sulit bernafas” lanjut lainya.

Keureochi(benar), dan apa kalian tahu seberapa berat dan susahnya memakai kostum ini?” Tanya yeoja itu. Anak-anak tadi terlihat menggeleng dan terus memperhatika dia layaknya murid kepada gurunya.

“Rasanya itu.. seperti membawa sepuluh tas kalian di waktu yang bersamaan” ucap yeoja itu.

“Jinjjayo?” Tanya anak-anak tadi dengan wajah terkejut dan juga penasaran.

Yeoja itu mengangguk mantab, “Eoh, makanya dari tadi.. pororo ini tidak bisa bangun” ucap yeoja itu sambil menoleh sekilas padaku.

Memang benar, sejak tadi aku tidak beranjak bangun dari dudukku. Tapi sebenarnya itu semua bukan karena aku tidak bisa bangun, tapi.. karena aku terlalu memperhatikan yeoja di sampingku ini.

“Mianhae pororo” Ucap anak yang tadi mendorongku. Dia terlihat mendekat padaku dan menggenggam lenganku dengan tangan kecilnya.

“Nado mianhae” sambung lainya dengan wajah bersalah.

“Kalau begitu, ayo kita bantu pororo ini bangun” ajak yeoja tadi. Dan benar, beberapa saat kemudian, anak-anak itu menghampiriku dan membantuku berdiri.

“Jangan melakukan hal seperti tadi lagi ya” ucap yeoja itu mengingatkan, saat aku sudah berdiri seperti semula.

“Eoh.. aku tidak akan melakukanya!”

“Aku juga!”

“Aku juga!”

“Kalau begitu kalian bisa pulang..” ucap yeoja tadi masih dengan senyumanya yang begitu lembut.

“Oke, Annyeong ajhuma! Annyeong pororo!”

“Annyeong pororo!”

“Annyeong pororo!”

Anak-anak itu terlihat melambaikan tanganya padaku saat mereka beranjak pergi. Dan aku tentu saja balas melambaikan tanganku pada mereka. Entahlah, melihat senyuman polos mereka.. kekesalanku bias benar-benar hilang.

Dan beberapa saat setelah anak-anak tadi pergi, aku menoleh pada yeoja yang masih berdiri di sampingku itu.

“Gwenchanaseyo sajangnim?” Tanya yeoja itu. Dan akupun mengangguk pelan.

Aku berniat membuka kepala kostumku agar aku bisa berterimakasih langsung padanya. Tapi..

Ya Choi Sooyoung! Neo mwo-e~(apa yang kau lakukan)?”

Aku dan yeoja itu menoleh ke gerbang masuk, saat dua orang yeoja berteriak sambil berlari kearah kami.

Choi Sooyoung? Hmm.. yeppo..

“Ah mianhae.. ada hal penting yang perlu ku urus tadi” ucap yeoja bernama Sooyoung itu.

Penting? Menolong badut sepertiku?

“Kajja! Acara kita akan dimulai beberapa menit lagi” ajak seorang yeoja yang paling pendek.

“Jongmalyeo? Aah gurae” ucap yeoja di depanku ini. Dia terlihat berlari menghampiri temanya tanpa mengucapkan apa-apa lagi padaku.

“Gomawo Choi Sooyoung..” gumamku pelan sambil terus menatap kepergianya.

End Flashback

“Kau.. juga seseorang… yang pernah dia bantu di masa lalu?” Tanya Daehyun hyung dengan wajah tak percaya.

Dan aku sendiri hanya mengangguk pelan. “Setelah kejadian itu.. aku berharap aku bisa bertemu denganya lagi, aku tidak berharap kami bisa berkenalan atau bertukar nomor telepon, tapi setidaknya.. aku bisa mengucapkan terima kasih padanya” Jelasku.

“Setelah kejadian itu, kau tidak pernah bertemu denganya lagi?” Tanya Daehyun hyung.

Aku menggeleng, “Sesekali.. aku bertemu denganya di bus dan juga kampus.. karena kami kuliah di universitas yang sama” ucapku.

“Jinjjayo? Dan kau.. sama sekali tidak pernah mengajaknya bicara?” Tanya Daehyun hyung yang terlihat semakin penasaran.

Aku tersenyum miris sambil menggeleng pelan. “Aku terlalu malu untuk itu hyung, dia punya banyak teman, di luar sana pun.. pasti masih banyak lagi orang yang pernah dia bantu seperti aku.., jadi.. akan sangat lucu.. jika aku memperkenalkan diri sebagai badut yang pernah dia tolong” ucapku mencoba untuk jujur.

Daehyun hyung terlihat membuang nafas panjang, “Aiiih, itulah kenapa aku menyuruhnya untuk tidak terlalu baik pada orang lain, sekarang lihat.. dia membuat para namja jatuh hati padanya” dumal Daehyun hyung dengan nada kesal. Dan aku hanya tertawa kecil mendengarnya.

Mungkin benar, Sooyoung Noona terlalu baik untuk ukuran manusia. Aku bahkan sering melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Dia membantu sesama meski hal itu yang terlihat begitu sepele di mata orang lain. Seperti saat dia memberikan tempat duduknya, saat dia rela tertinggal bus karena dia menyeberangkan nenek tua, atau saat dia meminggirkan pecahan botol minuman keras yang ada di tengah jalan.

“Kau benar.. dia membuatku jatuh hati padanya.. bahkan disaat pertama kali aku melihatnya” ucapku jujur.

Daehyun hyung terlihat menoleh padaku dengan wajah terkejut, “Mwo? kau menyukai Sooyoung ajhuma?” Tanya Daehyun hyung tak percaya.

Aku tersenyum miris, “Anhiya.. itu dulu hyung, sebelum kakakku memperkenalkan dia padaku”

Flashback

[RS :V-Hawk Ft Zelo_ R(x)Play ]

“Hyung.. bagaimana jika kita makan pizza terlebih dulu? kali ini.. biar aku yang mentraktirmu” ajaku pada namja yang sedang fokus mengendarai mobilnya itu.

“Pizza? eumm.. baiklah.. tapi kita harus membelikan-“

‘CHITT!!’

“Mwoya? waegurae?” tanyaku panic saat Yongguk hyung menginjak remnya secara mendadak.

Kamipun melihat ke sekeliling untuk melihat apa yang terjadi.

“Ya! apa kau gila?!”

“Ya! nona! kau tidak bisa berkendara seperti itu!”

“Nona! rem mendadak bisa menyebabkan kecelakaan fatal!”

“Ya! jika kau tidak bisa berkendara! maka naik bus saja!”

Aku menoleh ke arah halte yang tak jauh dari tempatku berada sekarang. Aku bisa melihat jika beberapa pengendara mobil , keluar untuk memarahi seorang yeoja berhelm yang ada disana.

‘DEG’

Aku mengernyit tak percaya saat aku seperti mengenali yeoja itu. Anhi anhi, lebih tepat jika.. aku MEMANG tahu siapa yeoja itu.

Choi Sooyoung..?

“Mianhae ajusshi, tapi nenek ini hampir saja jatuh karena tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah dan memberikan tempat duduknya!” aku melihatnya bicara pada seorang ajushi yang tadi memarahinya. Dia terlihat merangkul seorang nenek yang terlihat begitu pucat.

“Jongmal mianhamnida.. jika aku memberhentikan motorku secara mendadak, aku janji aku tidak akan mengulanginya”

“Nenek, ayo ikut denganku.., aku akan mengantarmu” beberapa saat setelah berdebat, aku melihatnya bicara pada nenek di sampingnya itu dengan tatapan lembut. Tatapan yang dulu juga dia berikan padaku.

Dan ya… aku hanya bisa terdiam dengan senyuman tipis saat aku kembali mendapat kesempatan untuk melihatnya berbuat baik pada orang lain. Aku benar-benar kagum, dia bahkan rela berhenti hanya untuk menolong nenek yang hampir pingsan disana.

Sungguh, melihatnya seperti ini.. membuatku ingin semakin mengenalnya. Dia.. benar-benar membuat hatiku bergetar karena tindakanya itu.

“Junhonga..”

Saat aku sibuk memperhatikan kepergian yeoja bernama Sooyoung itu, Yongguk hyung tiba-tiba memanggilku.

“Eo.. eoh.. wae?” tanyaku sambil menoleh padanya. Aaah aku pasti melamun tadi.

“Geu yeojaga..” Yongguk hyung terlihat menunjuk seseorang. Aku mengernyit dan beranjak melihat apa yang kakak tiriku ini tunjuk sebenarnya.

‘DEG’

Aku sedikit tersentak saat Yongguk hyung menunjuk Choi Sooyoung. Aku bahkan menoleh lagi untuk memastikan jika pikiranku ini salah.

Tapi tidak, Yongguk Hyung benar-benar menunjuk yeoja yang sudah menjalankan motornya itu. Yeoja yang beberapa saat lalu baru saja aku perhatikan.

“Geu yeojaga? wae?” tanyaku dengan sedikit ragu. Entah kenapa, aku merasakan sesuatu yang tidak enak.

“Dia.. yang membuatku.. bisa kembali.. seperti ini..” ucap Yongguk hyung sambil tersenyum tipis.

DEG

Dan aku tentu saja tersentak mendengarnya. Rasanya bahkan seperti saat kau di timpa sebuah batu besar.

Setelah terdiam beberapa saat, akupun berusaha untuk kembali sadar.

“Yeoja.. yang di marahi itu?” tanyaku pura-pura tidak tahu apa-apa.

Yongguk hyung mengangguk pelan, “Cheonsagateun yeoja… (gadis yang seperti malaikat)” ucap Yongguk hyung dengan senyuman yang lebih lebar.

Senyuman itu.. aku biasanya ikut bahagia melihatnya. Tapi.. tapi kali ini, hatiku benar-benar berbeda. Jauh di dalam sana, aku merasa panik dan takut. Jauh di dalam sana, aku merasa bingung dan juga depresi.

Bagaimana bisa? Bagaimana bisa.. Yongguk hyung?

Bagaimana bisa dia menyukai yeoja itu?

Yeoja yang aku suka..

End Flashback

“Memayunginya, memberi dia es krim, menjemputnya, lalu mengantarnya pulang… kau yakin kau tidak lagi menyukainya?” Tanya Daehyun hyung dengan ekspresi tak percaya.

Aku tersenyum tipis sekaligus miris, “Aku.. melakukan itu semua untuk kakakku, aku.. hanya menggantikan posisinya saat dia masih terbaring coma di rumah sakit” ucapku menjelaskan.

“Jadi alasanmu adalah ini? kau mengalah.. untuk kakakmu?” Tanya Daehyun hyung yang ternyata tidak bisa begitu saja mempercayai ucapanku.

“Yongguk Hyung dan juga Sooyoung Noona adalah dua orang yang memberi pengaruh besar untuk hidupku, aku rasa.. mereka pantas untuk bahagia bersama” ucapku dengan jawaban tersirat.

“Kau tahu? Aku tidak setuju dengan kata ‘aku ikut bahagia jika orang yang kucintai bahagia meski itu dengan orang lain’, bagiku.. itu semua bullshit!” ucap Daehyun hyung dengan senyuman evilnya.

Aku mengernyit tak mengerti, “Jadi.. kau rela melakukan apapun untuk mendapatkan cintamu meski dia tidak menyukaimu?” tanyaku.

Dia tersenyum sambil menggeleng, “kau hanya perlu memegang ucapan ini, ‘Aku bahagia jika orang yang kucinta bahagia bersamaku’, karena jika orang yang kau cinta bahagia dengan orang lain.. maka orang itu tidak pantas kau cintai” ucap Daehyun hyung.

Aku terdiam karena bingung dengan ucapanya. Sejujurnya aku tidak mengerti dengan hal-hal semacam ini. Tapi entah kenapa, ucapan itu membuat pemikiranku menjadi sedikit aneh.

—***—

Normal POV

Sooyoung berlari sekencang mungkin saat dia mendapat kabar dari Junhong.

[Sooyoung Noona, terjadi sesuatu pada Yongguk Hyung. Aku harap kau mau datang kesini]

Entah kenapa, jantung Sooyoung bedetak begitu cepat setelah membacanya. Bahkan sampai saat ini, saat dia hampir tiba di kamar rawat Yongguk.

‘Dapp!’

Sooyoung berhenti saat dia melihat Junhong dan Ny.Bang sekarang sedang berdiri di depan ruangan Yongguk. Sooyoung bisa melihat jika Junhong merangkul Omma Yongguk yang sekarang terlihat sangat khawatir.

“Junhonga..” Panggil Sooyoung pelan saat dia sudah berdiri beberapa langkah dari mereka.

“Sooyoung Noona?” Junhong terlihat berjalan mendekat pada Sooyoung.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sooyoung dengan wajah khawatir.

Junhong terdiam sejenak sambil menghela nafas, “Aku tidak tahu pasti, tapi Omma bilang.. badan Yongguk hyung kejang-kejang, dan sekarang Dokter sedang memeriksanya” ucap Junhong menjelaskan.

Sooyoung membuang nafas panjang dan berusaha menghilangkah kegelisahanya.

“Kau tahu? Jika pilihanku adalah kembali atau mati.. maka aku lebih memilih untuk mati!”

Entah kenapa, kalimat terakhir yang Yongguk katakan padanya itu kembali terputar di otaknya.

“Bagaimana.. jika dia benar-benar melakukanya?”

‘Tapp!’

Sooyoung yang sedang terlarut dalam pikiranya, sekarang langsung mendongak saat Junhong tiba-tiba mengusap dahinya yang berkeringat dengan sapu tangan.

Kkokchonghajima¸dia pasti akan baik-baik saja” ucap Junhong pelan. Tatapanya masih tertuju pada dahi Sooyoung dan senyuman tipis terukir di wajahnya.

Untuk beberapa saat, Sooyoung di buat terdiam oleh perlakuan itu. Sejujurnya, dia sangat menyukai personality Junhong. Namja itu Pure dan selalu memikirkan keadaan orang lain.

“Keluarga Pasien Bang Yongguk?”

Junhong, Sooyoung dan juga Ny. Bang langsung berjalan menoleh saat seorang dokter keluar. Tiga orang itupun langsung mendekat pada dokter dengan perasaan was-was.

“Bagaimana dokter?” Tanya Ibu Yongguk dengan ekspresi yang masih saja khawatir.

“Terjadi kontraksi pada paru-parunya yang ikut terluka pasca kecelakaan, sementara ini.. tidak ada yang bisa kami katakan karena hasilnya baru akan muncul beberapa hari lagi” Jelas sang dokter.

“Apa itu berarti.. dia.. kembali pada masa komanya?” Tanya Junhong.

“kita bisa mengatakan seperti itu karena beberapa organ tubuhya mulai melemah, tapi sebagian organ tubuhnya yang lain mengalami peningkatan sehingga ada kemungkinan juga bagi pasien untuk segera sadar” ucap sang dokter lagi.

Ny, Bang, Junhong dan juga Sooyoung membulatkan mata mendengarnya.

“Ada kemungkinan untuk sadar?”

—***—

“Sudah berapa lama kau berteman dengan Daehyun hyung?” Tanya Junhong pada yeoja yang duduk di sampingnya itu.

“Hmm.. lima.. tahun.. mungkin, ahh aku lupa.., dia terlalu banyak membuat masalah hingga aku lupa kapan kami benar-benar berteman seperti ini” ucap Sooyoung sedikit jengkel.

“Membuat masalah? Bukankah kalian seperti saudara kembar?” Tanya Junhong menggoda.

“Cih, mana sudi! Aku terlalu keren untuk menjadi kembaranya.. hahaha” sangkal Sooyoung sambil tertawa kecil.

Junhong pun ikut tersenyum karenanya. Sejenak, dia menatap Sooyoung dan memikirkan perkataan Daehyun beberapa hari lalu.

“Wae? Apa ada sesuatu di wajahku?” Tanya Sooyoung saat dia menyadari jika Junhong menatapnya.

“Noona..” panggil Junhong pelan.

“Wae? Mwosuniriseo?” Tanya Sooyoung.

Sasseiren.. nan-“

‘We Are Young~ Wild and Free~’

Junhong langsung menghentikan ucapanya saat ponselnya tiba-tiba bordering.

“Nde.. Yoboseyo omma..” sapa Junhong pada ibu kandung Yongguk itu. Sooyoung pun menoleh pada Junhong seolah dia ingin tahu apa yang terjadi.

“Mwo?!” Beberapa saat kemudian, Junhong terlihat memekik kecil. Membuat Sooyoung menatapnya was-was.

.

.

[RS : TARA_Day By Day / BYG_AM 4:44]

Sooyoung dan Junhong berlari menyusuri lorong rumah sakit. Tatapan mereka tertuju ke satu pintu yang berada di ujung lorong itu. Keduanya sama-sama terlihat panik dan tergesa-gesa seolah sesuatu yang besar telah terjadi.

‘Cklekk!’

Junhong segera membuka pintu kamar Yongguk agar dia dan juga Sooyoung bisa segera melihat keadaan pasien kamar itu.

“Oh.. Junhonga” Sapa Ny.Bang saat dia melihat dua manusia tinggi itu masuk tanpa mengatakan apapun.

Junhong dan Sooyoung sendiri terlihat hanya diam dengan tubuh kaku, saat mereka melihat keadaan kamar itu. Keduanya bisa melihat jika seorang namja berwajah pucat sedang duduk bersandar sambil menatap mereka dalam diam.

“Yongguk Hyung!” Ucap Junhong dengan wajah terharu. Dia langsung menghampiri kakaknya dan memeluknya dengan erat seolah keduanya sudah lama tak bertemu.

“Hyung.. Hyung syukurlah kau sudah sadar” ucap Junhong lirih. Sungguh, sekarang ini matanya berkaca-kaca karena dia merasa bahagia dan terharu di waktu yang bersamaan.

“Jun.. hong..a.., bogoshipeoseo” Ucap Yongguk dengan suara yang masih terdengar parau.

Junhong melepaskan pelukanya lalu di tatapnya namja berambut hitam itu, “Nado Hyung.. “ ucap Junhong.

Beberapa saat kemudian, tatapan Yongguk beralih pada seorang yeoja yang masih terdiam di depan pintu. Cukup lama baginya untuk mengakhiri tatapanya terhadap yeoja tinggi berambut coklat itu.

“Jun.. honga..” panggil Yongguk pelan.

“Nde Hyung?” Tanya Junhong.

“Siapa.. dia..?” Tanya Yongguk sambil mengarahkan telunjuknya pada Sooyoung.

‘DEG’

Mata Junhong maupun Sooyoung terlihat langsung membulat.

Dia..

Tidak mengingatku?

.

.

Preview(Belum Pasti):

  • Dia adalah yeoja yang bertemu denganmu sebelum kau kecelakaan (JH)
  • Kenapa aku harus bertemu yeoja seperti dia? (BYG)
  • Pada kenyataanya, pilihanku hanyalah.. percaya pada takdir (SY)
  • Berhenti membuatnya mengingat kenangan bodoh kalian, kau hanya menyakitinya (JE)
  • Siapa kau? Kenapa.. ada sesuatu yang aneh saat aku melihatmu? (BYG)
  • Sooyoung melepas topeng pororo secara perlahan
  • Daehyun mencengkram tangan Yongguk dan menatap namja itu tajam
  • Sekarang siapa yang menyakiti siapa? (DH)
  • Dia.. bukan lagi Yongguk yang berkulit dingin, dia.. adalah namja berhati dingin (SY)
  • Pada akhirnya, memang harus ada yang pergi Sooyoungie (YA)

.

.

Gimana readerdeul? mulai galo milih couple mana kah?

BangSoo kah? Soo-Zel kah? atau malah Dae-Soo? haha

mian ya atas semua kesalahan, apalagi typo, maklum nyela deadline job #ups, mian juga kalo mbosenin. Sekarang aku ga mau mikir berapa2, yang suka komen yang ga suka ya ga usah kesini gitu aja.. 🙂

tetep di tunggu tanggepanya ya, biar nulisnya tambah semangat

Iklan

22 thoughts on “Traffic Light (Part 3)

  1. febryza berkata:

    aaaaaaahhhhh aku baru tau kalo ini udah diapdet huhuhuhu… tapi gapapa kan masih bisa dibaca ini yekan.
    makasih bgt loh dek kamu masih tetep ngelanjutin ff ini dan ga buat ni ff jadi terbengkalai terus jadi bangke hahahaha

    tuhkan bener ojel suka ama sooyoung juga kan tapi ojel sama sooyoung tuh emang pas bgt buat adek kakak gitu gimana dong…
    hahahaha masa daehyun ama sooyoung kembaran yah emang kadang mereka sama2 suka photobomb sih alias ngacauin orang lagi foto atau interview hahaha

    yongguk udah sadar ya? yipppie.. yah walaupun dia ga inget sooyoung tapi gapapa lah kan jodoh ga kemana. asal yongguk inget sooyoungnya engga telat aja kan sapa tau yongguk ketikung sama ojel atau daehyun kan

    tapiiiiii, ff ini harus tetep yongguk-sooyoung lah kalo ff ini akhirnya engga mereka berdua authornya harus ngelanjutin fujoshi lover kalo gitu hahahaha

  2. akhirnya author nya update 🙂
    Jadi Yongguk bener2 gak inget sama Sooyoung? Bahkan saat yongguk sadar dia kelihatan dingin banget sama soo ..
    Semoga nanti yongguk cepet inget dan mereka bisa kembali bersama-sama lagi, kalau misalnya yongguk tetap gak inget, soo sama junhong atau daehyun aja .. Kkk~
    Next thor, di tunggu next part nya, dan di tunggu kelanjutan ff nya yg lain .. Keep writing

  3. Ah, yongguk lupa
    ingatan..
    Sebenarnya untuk
    Couple.y sya lebih milih
    Soo-Zel :)) tpi yong-
    young jg nggak papa..
    Itu jieun di preview sok
    bnget ngelarang
    sooyoung untuk
    ngingetin kenangan
    yong-young
    Gue trharu, sooyoung
    stiap kali liat orng
    kesusahan psti dia akan
    nge-bantu orng trsebut
    Apakah sooyoung akan
    meninggalkan yongguk
    krna menyerah? Ah
    molla
    Yg psti ditunggu
    kelanjutannya thorr

  4. Ranranii berkata:

    Aduh klo baca dari ceritanha Zelo, kok lebih milih SooyoungZelo aja yaa, kasian Zelo nya dia udh banyak berkorban 😭😭
    Akhirnya Yongguk sadar jg, tpi kasian Soiyoung jdi dilupain sama Yongguk hiks 😭
    Seneng banget sama karakterbya Daehyun, ketawa2 sndirj bacanya
    Itu yg dipreview yg YA sapa ya? Penasaran nih hehe
    Ditunggu banget nextnya yaa thor klo ba pas sblm taun baru ini wkwk
    Fighting

  5. okehh aku mulai penasaran berat T^T lanjutt kakkk lanjuttt aku bakal nunggu, sekalian mau minta boleh nda?? ._. lanjutin ff wild flowers dong itu yg paling aku tunggu ._. #banyakMauNya ._. makasih kakkk

  6. risma_pngst berkata:

    Sedih eh pas soo nyuruh yongguk kembali hidup
    Yongguk udah sadar ya tpi kok dri preview nya yongguk bakaln lupa sma sooyoung aiissh pasti sedih bgt
    Klo aku sih sebenernya suka BangSoo tpi yongguk aja lupa sma soo, jadi DaeSoo aja yg lebih cute+sweet haha
    Ff Wild Flower nya kagak dilanjut nih kak padahal itu seru bgt n yg paling ditunggu banget loh~ ditunggu aja deh next nya:D

  7. nisa berkata:

    yah yongguk kok jadi ga inget lagi sih sama sooyoung. kan kasihan sooyoung nya… tenyata yang suka sama sooyoung itu zelo duluan toh…. tapi rela buat kakaknya…. ya ampun ni anak baik banget deh.. tapi. kok entah kenapa kok aku lebih suka sooyoung sama daehyun ya….. terserah deh sama siapa aja … semoga aja kelanjutannya happy ending deh…. btw kamu ga jadi buat ff daehyun sama sooyoung yah??? padahal tak tunggu lho….. pokoknya keep writing ya kak…. tak tunggu karya karyamu yang lain.. 😀 apalagi yang wild flower… penasaran banget sama kelanjutannya… hehe baru pengen ff daehyun sama sooyoung apa nek nggak sooyoung myungsoo

  8. AuliasooHope berkata:

    Aigoo zel…. tenyata oh ternyata…..keren battt sumpah…

    NEXT…
    ZELO FIGHTING
    SOOYOUNG EONNI TABAH YOOOOO
    YONGGUK SEMOGA BISA INGET LAGI SAMA SOO,MAKASIH YA DAH NGEDENGERIN APA KATA SOO

    FIGHTING AUTHOR

    Maaf telat komennya 😀

  9. OMG.. Jadi Junhong juga suka sama Soo??
    Berarti ini yang dimaksud Junhong dipart kemarin??
    Kasihan Junhong harus ngalah sama Yongguk:(
    Jadi Yongguk udah sadar tapi gak inget sama Soo??
    Jinjja.. Aku jadi binggung..
    Next Chingu ^^

    KEEP FIGHTING!!

  10. yani yanuari berkata:

    huaaaa akhir’a kaga sia” jga nunggu lama” buat kluar’a ff in ^_^ and hasil’a bner” mmuaskan hasrat pmbaca! plus feel’a super duper dpet bnget *chukkae
    anjirrrr ff’a bner” bkin greget!! >_< ashhh trnyata namja yng lebih dlu brtemu+pnya prsaan sma soo eonni it zelo yaa? 😀 kirain yongguk, tpi bner" bkin pnasaran sma next part'a on mah!! mimin neomu ddaebakk (y) lalu apaa yongguk bner" kmbali k'jasad nya & mlupakan soo eonni? akhh jdi makin pnasaran sma ff'a, d'tnggu next part'a yaa min 😉 d'tnggu bnget loh part 4'a

  11. Soohaelin berkata:

    Kan bener yongguk sadar lupa dah semuaaa,, huahhh,, zelo sifatnya keren banget ngalah buat hyung,, zelo kamu ama aku aja yah please,, dari pada galau ama aku yuk:D hohoho
    daehyun juga sahabat yg baik banget,, dia punya perasaan sesuatu gak yah ama soo?? Bakalan balik gak yah si yongguk ama soo? Atau malah dia ama zelo?? Nice part kak keeep writing and fighting!!

  12. Sooyoung banyak galaunya di fiksi ini. Ga tegaaaa. Kenapa harus wanita berhati malaikat seperti dia? Aigu. Aku ikut bahagia ada Junhong yang (mungkin, nantinya) akan ngejaga perasaan Sooyoungie ketika di hadapkan dengan kenyataan pahit BYG nggak inget padanya, huhuhu….

    Part ini nyelekit banget :”(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s