Traffic Light (Part 4)

TITLE : Traffic Light (Part 4)

PicsArt_1451096132094

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

 

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Song Jieun SECRET

GENRE : Angst, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

 #TRAFFIC LIGHT#

*I don’t know U, But I miss U*

.

Yongguk menatap seorang yeoja yang sejak tadi berdiri di depan pintu. Yeoja itu terus menatapnya dengan tatapan sendu seolah Yongguk adalah sesuatu yang menyedihkan.

“Jun.. honga..” panggil Yongguk pelan.

“Nde Hyung?” Tanya Junhong pada kakaknya yang masih terlihat pucat itu.

“Siapa.. dia..?” Tanya Yongguk sambil mengarahkan telunjuknya pada Sooyoung.

‘DEG’

Mata Junhong maupun Sooyoung terlihat langsung membulat. Meskipun Sooyoung sudah mengantisipasi hal ini, tapi dia tetap saja terkejut mendengar pertanyaan Yongguk.

Meski Ny.Bang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia juga ikut terkejut mendengarnya.

“Yongguka.. kau tidak mengingatnya?” Tanya ibu Yongguk dengan wajah khawatir.

Yongguk menoleh sekilas pada Junhong yang terlihat bingung dan tidak percaya. Setelah itu dia kembali menoleh pada yeoja berambut pendek yang sekarang hanya menunduk dalam diam.

“Memang siapa dia omma?” Tanya Yongguk lagi. Untuk beberapa saat, dia tidak mengalihkan pandanganya. Dia terus menatap yeoja berambut pendek itu dengan wajah bingung dan pensaran.

“Dia Sooyoung Noona, Hyung.. dia.. adalah yeoja yang bertemu denganmu sebelum kau kecelakaan” ucap Junhong yang akhirnya angkat bicara.

Yongguk mengernyit dan menatap Sooyoung dengan seksama. “Kenapa aku harus bertemu yeoja seperti dia?” Tanya Yongguk dengan wajah sedikit tidak suka.

‘DEG’

Sooyoung, Junhong dan juga Ny.Bang tentu saja terkejut mendengarnya.

Kenapa.. dia.. kembali… pada kepribadiannya yang dingin?” Batin Junhong dengan ekspresi yang masih saja tak percaya.

“Dia.. sangat berbeda dengan Yongguk, cara dia berbicara… cara dia menatapku.. semua berbeda” Ucap Sooyoung dalam hati.

“Yongguk-a, bukankah dia adalah yeoja yang kau ceritakan beberapa bulan terakhir? Kenapa-“

“Aku.. bercerita tentang seorang yeoja pada omma? Yeoja ini?” Tanya Yongguk dengan wajah tak percaya.

“Hyung.. Kurasa terjadi sesuatu padamu..“ ucap Junhong.

“Anhi, aku.. aku Choi Sooyoung, aku adalah teman kerja Junhong…” sahut Sooyoung saat Junhong ingin menjelaskan tentangnya pada Yongguk.

Dan Yongguk kembali menatap Sooyoung, Ternyata dia bisa bicara?

“Kau teman kerja Junhong? Lalu untuk apa kau menjengukku?” Tanya Yongguk dengan ekspresi dinginnya.

‘DEG’

Beberapa saat, Sooyoung hanya bisa terdiam dengan tubuh yang membeku. Tenggorokanya seolah terganjal sesuatu sehingga dia tidak bisa menjawab pertanyaan namja dingin itu.

“Hyung-“

“Kita bukan dua orang yang dekat kan?” Tanya Yongguk memastikan. Dia sama sekali tidak mempedulikan Junhong maupun Ny.Bang karena tatapanya masih lurus pada yeoja bernama Sooyoung itu.

“Mi.. mianhae.. aku.. hanya-“

“Ckk, Chajeungna.. Kenapa yeoja ini yang harus aku lihat pertama kali? memang dimana Jieun? Kenapa dia belum datang? Apa kalian tidak mengabarinya?” Dengan santai, Yongguk memotong ucapan Sooyoung seolah ucapan itu sama sekali tidak penting untuk di dengarkan lebih jauh.

Hati Sooyoung langsung bergetar mendengarnya. Untuk beberapa saat, nyawanya seperti melayang dan terhempas ke udara. Bukan hanya karena sikap dingin Yongguk terhadapnya, tapi karena namja itu menyebut Jieun, yeoja yang mereka bicarakan sebelum arwah Yongguk dan Sooyoung akhirnya berpisah.

Sesak, dada Sooyoung terasa semakin sesak hingga dia sulit bernafas, matanya memanas seolah siap untuk melelehkan air mata kepedihan yang Sooyoung sendiri tahu jika dialah penyebabnya.

Uljima Sooyoungie, ini keputusanmu!

Sebisa mungkin, Sooyoung menahan air matanya. Dia tidak boleh menangis di depan Yongguk, dia tidak boleh menangis dan bersikap lemah, dia tidak boleh menyesali keputusan yang dia buat sendiri, dia tidak boleh..

“A.. aku.. permisi” Sooyoung yang ternyata tidak bisa menahan air matanya pun memilih untuk pergi. Namun sebelum itu, dia menyempatkan diri untuk membungkuk pada keluarga Bang itu.

.

.

Junhong berlari mencari sesosok yeoja tinggi yang memiliki rambut pendek. Dia berharap Sooyoung berjalan pelan sehingga dia bisa lebih mudah menemukannya.

Junhong berhenti saat dia sudah tiba di pinggir jalan, dia menolehkan wajahnya ke kanan dan kiri untuk memeriksa apa Sooyoung berjalan di sekitar terotoar itu.

“Apa dia sudah naik bus?” tutur Junhong dengan ekspresi kecewa.

“Haah etheokae” Junhong membuang nafas panjang karena begitu banyak hal yang dia rasakan saat ini.

Jika ditanya apa dia bahagia? Ya.. tentu saja dia bahagia karena Yongguk akhirnya sadar.

Takut? Yaa.. sejujurnya dia takut. Bukan karena takut jika Sooyoung dan Yongguk akhirnya bersama, tapi dia takut dia masih belum bisa melupakan Sooyoung, dia takut.. dia masih merasakan sakit saat melihat Sooyoung bersama dengan kakak tirinya itu.

“Jun..hong?”

‘Shet’

Junhong langsung membalikan badan saat dia mendengar seseorang memanggilnya.

“Sooyoung Noona?” Junhong mengerutkan dahinya saat dia melihat Sooyoung sedang berdiri di depannya dengan ekspresi heran.

“Noona.. kenapa.. kau masih disini? Aku kira.. kau sudah pulang” Tanya Junhong dengan ekspresi tak menyangka. Mendapat pertanyaan itu, Sooyoung terdiam beberapa saat.

“Aku.. aku tadi pergi mencari minum, haha.. berlari kesini bersama namja tinggi sepertimu benar-benar membuatku haus” Yeoja bernama Sooyoung itu tertawa kikuk sambil memegangi lehernya.

Junhong membuang nafas panjang setelah mendengar alasan Sooyoung yang konyol itu. Sooyoung pikir dia bisa membohonginya? Junhong bahkan bisa melihat jelas jika kantung mata yeoja itu sedikit membengkak, mata yeoja itu juga masih terlihat merah dan sedikit berkaca-kaca.

“Wae? Apa masih ada yang ingin kau bicarakan denganku?” Tanya Sooyoung yang masih saja mencoba menunjukan senyuman fakenya. Dia tidak tahu jika namja di depanya itu begitu mengkhawatirkanya sekarang.

Tanpa menjawab apapun, Junhong mendekat pada Sooyoung sehingga dia hanya menyisakan dua jengkal tangan orang dewasa di antara mereka. Setelah itu, dia meraih sesuatu di sakunya.

“Apa yang dia lakukan?” Sooyoung yang merasa bingung pun berniat untuk mundur. Eentahlah.. terkadang dia merasa gugup jika Junhong berjarak terlalu dekat denganya. Namja berkulit susu di depanya itu terlalu menawan jika dia menatapnya dari jarak dekat, apalagi jika Junhong tersenyum, Sooyoung jadi benar-benar bisa melihat jika sebuah lesung pipit terbentuk di pipi namja itu.

Sebelum Sooyoung berhasil mundur, Junhong terlebih dulu mengarahkan tanganya yang tadi memegang sapu tangan ke mata Sooyoung. Dan semburat merah langsung muncul di pipi Sooyoung saat namja itu mengusap air mata yang masih tersisa.

“Kenapa kau mencoba menenangkan orang lain saat dirimu sendirilah yang sedang membutuhkanya?” Tanya Junhong pelan. Tatapanya masih terfokus pada titik-titik dimana air mata Sooyoung belum mengering.

Dan Sooyoung hanya bisa terdiam. Ternyata Junhong seperti Daehyun yang tidak bisa dia bohongi dengan mudah, atau mungkin.. memang dialah yang tidak benar-benar pandai dalam menyembunyikan sesuatu.

Setelah dikiranya air mata Sooyoung tak kembali muncul, Junhongpun memberikan sapu tanganya pada Sooyoung.

“Kau mau makan ramen?” Tanya Junhong yang sekarang menatap Sooyoung dengan sebuah senyuman.

“Aku-“

“Kajja” belum juga mendengar jawaban Sooyoung, Junhong terlebih dulu menarik bahu yeoja itu.

—***—

“Apa kau masih bekerja di taman bermain itu?” Tanya Yongguk pada Junhong yang sekarang sedang sibuk menatap layar ponselnya. Sepertinya dia sedang berkirim pesan dengan seseorang.

“Junhonga..” panggil Yongguk saat dia tidak mendapat jawaban apapun dari adiknya.

“Eo.. eoh? Waeyo hyung?” Tanya Junhong yang akhirnya mendongakan wajahnya, ternyata dia memang tidak memperhatikan kakanya itu.

Yongguk mendengus, “Siapa yang sedang bicara denganmu? Apa yeoja tinggi itu?” Tanya Yongguk dengan ekspresi sedikit tak suka.

“Namanya Choi Sooyoung, hyung” ucap Junhong mengklarifikasi.

“Ya siapa terserah lah” Ucap Yongguk tak peduli.

‘Apa dia benar-benar lupa dengan semuanya?’ Tanya Junhong namun di dalam hati.

“Aku tidak pernah melihatmu sedekat itu dengan yeoja, apa dia yeojachingumu?” Tanya Yongguk penasaran. Pertanyaan yang membuat pipi Junghong sedikit memanas.

“An..anhiya~, dia adalah arsitek dari Poseidon grup hyung.., itulah kenapa aku bisa sangat dekat denganya” Sangkal Junhong. Tapi Sepertinya Yongguk masih ragu dengan jawaban itu.

“Lalu.. kenapa dia bisa ikut denganmu kesini? Kau pasti menceritakan begitu banyak hal padanya kan?” Tanya Yongguk.

“Anhi.. aku hanya mengatakan jika kau adalah kakak tiriku” ucap Junhong.

“Benarkah? Jadi dia tidak tahu jika aku-“

‘Cklekk’

“Youngguk-a..” Saat Yongguk ingin melontarkan pertanyaan lagi pada Junhong, seseorang terlebih dulu masuk dan memanggil namanya. Tanpa bicara apa-apa lagi, yeoja yang memang adalah Jieun itu langsung memeluk Yongguk erat.

Awalnya Yongguk sedikit terkejut, Tapi setelah itu..

“Jieuna.. akhirnya kau datang juga” ucap Yongguk yang pada akhirnya membalas pelukan Jieun.

Melihat hal itu, Junhong membuang mukanya ke arah lain. Dia memejamkan mata sambil mendengus pelan. Ternyata benar, Yongguk hanya mengingat kejadian di waktu lampau dan melupakan hal-hal yang terjadi beberapa bulan ini. Dia melupakan pertemuanya dengan Sooyoung, dan juga pengkhianatan yang di lakukan oleh Jieun.

“Yongguka.. apa.. apa kau menungguku?” Tanya Jieun terharu. Dia mengira jika Yongguk akan mengusirnya. Tapi ternyata.. namja itu menunggunya?

“Eung, bogoshipeseo” ucap Yongguk sambil menggenggam tangan Jieun erat. Dan Jieun tentu saja semakin tercengang akan sikap Yongguk yang kembali ‘ramah’ itu.

Bogo..shipeo?” Tanya Jieun dengan wajah tak percaya. Sekilas, dia melirik Zelo yang masih membuang wajahnya dengan ekspresi enggan. Apa yang terjadi?

“Eoh, siapa lagi yang harus kurindukan jika bukan yeojachinguku yang cantik ini..” ucap Yongguk sambil mengusap pipi Jieun dengan lembut. Dia menatap yeoja itu dengan lembut sehingga hati Jieun merasa tersayat.

Jieun mengerjapkan matanya, dia memikirkan sesuatu yang mungkin terjadi pada Yongguk.

“Apa yang terjadi? Apa dia.. tidak mengingat sesuatu yang sudah kulakukan padanya?” Batin Jieun penuh harap.

“Yongguka.. kita.. sudah bertunangan..” ucap Jieun mengklarifikasi. Ucapan yang membuat Yongguk terbelalak dan membuat Junhong meliriknya tajam.

“Benarkah? Kita.. sudah bertunangan?” Tanya Yongguk dengan ekspresi tak percaya.

“Waeguraeyo? Apa kau.. mengalami Amnesia?” Tanya Jieun dengan ekspresi khawatir. Dia bahkan memegang pipi Yongguk dengan lembut agar namja itu bisa melihat seberapa besar cintanya.

“Thanks God, ini kesempatan yang baik untukku” Meski menampakan wajah khawatir, tetapi di dalam hati, Jieun merasa amat senang akan kenyataan ini.

Junhong lagi-lagi hanya bisa mendengus pelan, “Ige kichibae jinjja” Dalam hati, Junhong terus mengumpat Jieun yang seolah mempergunakan kesempatan agar dia bisa kembali pada Yongguk.

“Junhonga.. apa.. terjadi sesuatu padaku?” Tanya Yongguk yang memang belum tahu keadaanya. Junhong melirik tajam pada Jieun sebelum dia menatap kakak tirinya itu.

“Dokter Moon bilang, sebelum kau mengalami kecelakaan.. kau terlalu banyak memikirkan sesuatu, itulah kenapa kau melupakan kejadian yang terjadi beberapa bulan kemarin karena efek syok” jelas Junhong.

Yongguk mengernyit, “Banyak memikirkan sesuatu? Apa maksudmu?” Tanya Yongguk dengan ekspresi tak mengrti.

Jieun terlihat melirik Junhong dengan ekspresi was-was, dia juga tahu jika Junhong meliriknya tajam dan penuh kebencian.

Junhong berdiri dari duduknya dengan ekspresi yang masih begitu dingin, setelah itu dia melipat kedua tanganya di dada dan dihadapkan tubuh tingginya itu pada Jieun. Beberapa saat, Junhong hanya diam tanpa melepaskan tatapan tajamnya terhadap Jieun.

“Dokter memperkirakan.. jika kau mengalami sesuatu sebelum kau kecelakaan” ucap Junhong, dia berbicara pada Yongguk, tapi tatapannya terus tertuju pada Jieun.

“Mengalami sesuatu?”

Apa yang keparat ini lakukan? Dia ingin menjatuhkanku? Jien yang berusaha tetap tenang tentu saja kembali merasa was-was karena Junhong terus menatapnya seperti seseorang yang siap membunuh.

“Aku… masih mencari tahu..” ucap Junhong dingin.

“Mencari tahu? Siapa? Apa dia pelaku yang menabrakku?” Tanya Yongguk.

Junhong tersenyum menyeringai, “Aku tidak yakin, tapi aku akan menemukanya” ucap Junhong penuh percaya diri. Dan Jieun tentu saja terbeku mendengarnya.

“Aku akan menemukan orang terakhir yang kau temui, aku akan menemukan orang yang sudah membuatmu syok .. dan mungkin.. menyebabkanmu kecelakaan” ucap Junhong penuh kebencian.

Yongguk mengernyit saat dia melihat sikap aneh Junhong. Dia masih ingat jika Junhong hanya melakukan hal seperti itu pada ayahnya dan pada orang-orang yang sangat ia benci.

“Kenapa.. kau menatap Jieun seperti itu? Apa.. Jieun mengetahui sesuatu?” Tanya Yongguk yang sekarang beralih menatap Jieun dengan ekspresi penasaran.

Jieun terlihat gugup mendengarnya, dia mencoba mencari alasan yang tepat agar posisinya di sisi Yongguk tetap bertahan seperti itu.

Junhong kembali tersenyum menyeringai, apalagi saat dia melihat bagaimana gugupnya Jieun. “Kau bisa bertanya langsung padanya” ucap Junhong.

“Aku… aku akan membantu Junhong mencari tahu kebenaran itu” ucap Jieun sambil memegang kedua bahu Yongguk.

“Kau tenang saja chagiya, jika kau tidak bisa mengingat.. aku akan membantumu..” sambung Jieun dengan tatapan lembut. Tatapan yang membuat Junhong ingin mengeluarkan isi perutnya saat itu juga.

Yongguk tersenyum, setelah itu dia memeluk Jieun dengan erat. “Gomawo Chagiya” ucap Yongguk.

“Eum” ucap Jieun sambil membalas pelukan Yongguk. Dia tidak peduli jika Junhong semakin membencinya, Karena yang terpenting sekarang adalah.. dia bisa kembali bersama Yongguk.

‘Beeb!’

Jieun terlihat melepaskan pelukanya pada Yongguk saat ponselnya bordering. Diapun memeriksa ponsel itu untuk melihat pesan yang baru saja masuk.

[Yoo Youngjae :]

[Yoebo, datanglah ke apartementku, aku membeli banyak makanan untuk kita berdua J ]

‘DEG’

Tubuh Jieun membeku saat dia membaca pesan itu.

Waeyo? Nuguya igo? ” Tanya Yongguk.

“Ah.. eum, sepertinya.. aku harus kembali ke tempat kerja, aku akan menghibungimu nanti..” ucap Jieun sedikit gugup.

“Aahh arraseo” ucap Yongguk sambil mengangguk pelan.

.

Jieun berjalan cepat setelah dia keluar dari kamar rawat Yongguk. Untung saja Yongguk duduk di hadapanya sehingga namja itu tidak melihat pesan Youngjae.

“YA!”

‘Tap!’ Jieun langsung berhenti saat seseorang berteriak di belakangnya.

“Sial! Kenapa dia mengejarku?!” Dan Jieun langsung mengumpat dalam hati saat dia melihat Junhong berjalan menghampirinya.

“Wae.. Waeyo Junhonga?” Tanya Jieun dengan ekspresi sepolos mungkin.

Junhong membuang wajah sambil berdecak remeh, “Kau benar-benar rubah yang menjemukan” ejek Junhong.

Jieun menarik nafas dalam dan berusaha mengatur emosinya, “Junhonga.. dengar, aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kecelakaan Yongguk, saat itu aku bahkan sedang-“

“Kenapa kau masih menemui bajingan itu?” sahut Junhong, kali ini dia kembali melemparkan tatapan tajam pada mantan hyungnya itu.

‘DEG’

Jieun terbelalak, Apa dia melihatnya?

“Bagaimana kau bisa secepat itu pergi menemuinya setelah apa yang terjadi pada Yongguk hyung?!” ulang Junhong. Dia bahkan mendekatkan tubuhnya pada Jieun sehingga yeoja itu sedikit ketakutan.

“Aku.. aku pergi.. karena aku ingin memutuskanya, setelah aku tahu tentang apa yang terjadi pada Yongguk, aku.. memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Youngjae. Sungguh Junhongie, aku.. ingin kembali pada Yongguk!” jelas Jieun.

Junhong memutar bola matanya dengan ekspresi muak, “Ingat Jieun-ssi! ini semua tidak akan lama! Tuhan itu adil dan Dia juga pasti tahu jika kau terlalu menjijikan untuk hyungku!” ucap Junhong dengan begitu berani.

“Ya!” Jieun berniat menampar Junhong karena ucapan kasar namja itu, tapi-

‘Tap!’ Junhong terlebih dulu menangkap tangan Jieun, dia juga mencengkramnya dengan kuat sehingga kulit yeoja itu memerah.

“Akhh!” rintih Jieun kesakitan.

“Kau pikir aku tidak berani berbuat kasar padamu? Kau bahkan masih menemui bajingan itu saat hyungku terbaring coma disini!” ucap Junhong.

“Ya! Lepaskan aku!” berontak Jieun.

‘Stap!’ Dengan kuat, Junhong melepaskan Jieun hingga yeoja itu mundur kebelakang.

“Ingat! Jika kau masih menemui selingkuhanmu itu, aku.. akan mengatakan segalanya!” ancam Junhong.

“Kau pikir dia akan percaya? Kau tidak lihat bagaimana berartinya aku bagi Yongguk?” Tanya Jieun remeh.

“Cih! Kau tahu Jieun-ssi? Kau itu sudah terlanjur menjadi bangkai, jika aku tidak bisa menunjukan kebusukanmu padanya, aku yakin penciuman Yongguk hyunglah yang akan bekerja sendiri..” ucap Junhong yang tentu saja tidak mau kalah.

“Sebelum dia mengingat semuanya, akan lebih baik jika kau pergi dan melupakanya..!” ucap Junhong sebelum dia beranjak pergi meninggalkan Jieun.

—***—

Yongguk masuk ke dalam kamarnya dengan langkah perlahan. Entah sudah berapa lama dia tidak tidur di kamar itu.

“Omma sudah membersihkanya kemarin, jadi kau bisa langsung tidur jika kau lelah” ucap Ny.Bang yang masih berdiri di depan pintu.

Diam, Yongguk hanya diam dengan tatapan lurus ke luar jendela.

“Wae? Apa kau memikirkan sesuatu? Kenapa kau diam?” Tanya Ny.Bang sambil menghampiri anaknya.

Yongguk menghela nafas sejenak, “Omma… aku merasa sangat aneh” ucap Yongguk sambil meraba dadanya yang bidang itu.

“Wae? Kau ,masih merasa sakit?” Tanya Ny.Bang yang berubah khawatir.

Yongguk menggeleng, “Anhi, hanya saja.. aku masih merasa kosong meski ada kau dan Junhong di sisiku, aku.. seperti kehilangan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa itu” ucap Yongguk dengan ekspresi nanar.

Ny.Bang terdiam karena dia tidak paham dengan kehidupan luar Yongguk. Dia hanya tahu, hubungan Yongguk dengan Jieun berjalan tidak baik beberapa bulan terakhir.

“Aku mencoba melihatmu, melihat Junhong, melihat Himchan.. dan bahkan melihat Jieun.. untuk memastikan apa kekhawatiranku ini terletak pada kalian, tapi tidak.. perasaanku ini tetap saja sama, aku.. tetap merasa.. seperti merindukan seseorang yang aku sendiri tidak tahu siapa dia” ucap Yongguk lagi.

‘Tapp!’

Ny.Bang merangkul bahu Yongguk dengan lembut, “Jangan memaksakan dirimu, yakinlah.. ingatanmu akan segera pulih.. dan hidupmu akan kembali normal seperti dulu” hibur Ny.Bang.

Yongguk menoleh pada ibunya lalu tersenyum lembut, “Gomawo omma” ucapnya. Dan Ny.Bang mengangguk.

Saat Yongguk menatap ibunya itu, dia melihat sesuatu yang aneh sedang tergantung di dekat almarinya. Apa itu?

Yongguk berjalan mendekat. Setelah dia sampai, dia terdiam melihat sebuah sweater berwarna soft blue lah yang tergantung disana. Sweater itu tidak terlalu girly, tapi Yongguk yakin itu bukan miliknya.

Yongguk berusaha mengingat sweater itu, namun perlahan, pandangan Yongguk mulai buram. Samar-samar, sebuah bayangan muncul di ingatanya.

“Akhh-“ Yongguk memegangi kepalanya yang mulai berdenyut nyeri. Dia mencoba memejamkan mata agar sakit itu mereda. Tapi di saat itu juga, bayangan ‘hujan’ kembali terputar di otaknya.

“Sajangnim! Sajangnim!” Samar-samar, Yongguk mendengar suara seorang yeoja yang memanggilnya sajangnim di derasnya suara hujan.

“Yongguka! Yongguka! Waeguraeyo?” Tanya Ny.Bang panik.

“Akhh!” Yongguk kembali merintih saat dia mencoba mengingat yeoja di ingatanya itu.

‘Sht!’

Hilang, bayangan itu hilang saat Yongguk benar-benar hampir melihat wajah ‘yeoja itu’. Di saat itu pula, sakit di kepala Yongguk tak lagi berdenyut.

“Yongguka, kajja.. berbaringlah.. kau butuh istirahat” ucap Ny.Bang sambil menuntun anaknya menuju ranjang.

—***—

Sooyoung meletakan kepalanya di meja saat dia merasa pusing. Berada di proyek selama satu minggu benar-benar membuatnya lelah. Bukan hanya karena terik matahari, tapi karena dia harus bekerja lembur menyelesaikan semua gambar yang di butuhkan dalam proses pembangunan.

“Chugosippeo” keluh Sooyoung yang mulai memejamkan matanya.

‘Takk!’

Tapi belum juga tertutup sepenuhnya, seseorang terlebih dulu menyentil dahinya sehingga Sooyoung kembali membuka mata.

“Ya! Jung Daehyun! Neon gaesaekkiya jinjja!” dan Sooyoung tentu saja langsung memekik kesal pada rekan kerjanya itu.

“Hahahaha, mian ajhuma!” ucap Daehyun sambil tertawa tanpa dosa.

“Mwoya?!” Tanya Sooyoung kesal.

“Ya, ayo kita pergi ke café Junhong, aku akan mentraktirmu” ajak Daehyun.

“Jinjjayo?!” Mata Sooyoung yang awalnya berapi-api, sekarang langsung berbinar saat dia mendengar ‘traktir’ disana.

.

.

“Chagi.. kenapa.. kita kesini?” Tanya Jieun saat dia dan Yongguk telah tiba di depan sebuah café.

“Aku dengar Junhong bekerja disini, haha.. aku hanya ingin tahu bagaimana rasa kopi buatan adikku” ucap Yongguk pada yeoja di sampingnya itu.

Jieun sebenarnya tahu jika Junhong bekerja di sana, karena sebelumnya mereka pernah bertemu saat dia datang bersama Youngjae.

Sial! Kenapa Junhong lagi?

.

.

“Ukhuk ukhuk!”

Daehyun menoleh pada Sooyoung saat dia mendengar suara batuk dari bibir yeoja itu.

“Kau sakit?” Tanya Daehyun sebelum dia beranjak turun dari mobil.

Sooyoung menoleh dengan wajah terkejut. “Ah? Anhi.. aku.. hanya hmmb-“ Sooyoung langsung menutup mulutnya saat dia ingin kembali terbatuk. Dan Daehyun tentu saja langsung mendengus pelan.

“Ya, bukankah kau punya syal? Cepat pakai syal itu, Lihat.. salju juga mulai turun!” ucap Daehyun menasihati.

Syal? syal pemberian Yongguk?

“Cih! Shiro! Nan gwencha- ya!” Sooyoung sebenarnya berniat menolak, tapi dia langsung tediam karena Daehyun terlebih dulu mengambil tasnya secara paksa.

Namja itu terlihat mengambil syal di tas Sooyoung, lalu dipakaikanya syal berwarna merah itu di leher Sooyoung.

Sooyoung terdiam karena perlakuan Daehyun. Meski terkadang namja itu bertingkah sangat menyebalkan, tapi Sooyoung tahu jika Daehyun menyayanginya. Tunggu, menyayangiku? solma!

“Kajja” ajak Daehyun setelah dikiranya Syal tadi sudah bisa menghangatkan leher Sooyoung.

Beberapa saat kemudian, keduanya turun dari mobil dan berjalan memasuki sebuah café yang tidak sepertinya belum terlalu ramai itu.

‘beeb beeb!’

Tapi langkah Daehyun langsung berhenti saat ponselnya berdering.

“Yoboseyo Hyung” sapa Daehyun pada penelpon itu. Sesaat, dia menoleh pada Sooyoung yang wajahnya mulai memucat.

“Masuklah dulu, diluar dingin” Bisik Daehyun sebelum dia melanjutkan percakapanya, dia mendorong Sooyoung pelan agar yeoja itu masuk ke café dan tidak menunggunya.

Dengan terpaksa, Sooyoungpun masuk ke café yang pasti lebih hangat itu.

“Tidak mungkin Junhong ada disini, tadi saja dia masih berada di proyek hotel” Gumam Sooyoung saat dia berniat mencari Junhong di antara pelayan café itu.

‘Tap Tap Tap’

Sooyoung terlihat memperlambat langkahnya saat dia seperti mengenal seseorang yang baru saja berjalan dari arah berlawanan.

Lihat, aku berhalusinasi lagi, Apa yang kau pikirkan Sooyoungie! Kenapa kau terus membayangkan dia! Babo!

Setelah puas mengumpat diri sendiri, Sooyoung kembali melanjutkan langkahnya dan melupakan pikiran anehnya.

Chogiyo (Permisi)”

‘Tap!’

Kali ini, Sooyoung langsung berhenti saat seseorang di belakangnya itu seperti memanggilnya. Sooyoung membalikan badan untuk memastikan jika dialah yang baru saja orang itu panggil.

‘DEG’ Mata Sooyoung membulat saat dia benar-benar melihat wajah orang itu.

“Kau.. teman Junhong kan?” Tanya seorang namja tinggi berambut hitam yang sekarang berjalan menghampirinya.

“Aa.. nde.., nan.. Choi Sooyoung imnida” ucap Sooyoung sambil membungkuk sopan pada namja yang memang adalah Yongguk itu.

Yongguk menatap Sooyoung dari bawah hingga atas dengan ekspresi curiga. Dan Sooyoung sendiri mencoba untuk bersikap biasa seolah Yongguk bukanlah siapa-siapa.

“Darimana kau mendapatkan syal itu?” Tanya Yongguk sambil menunjuk syal merah yang sedang Sooyoung pakai.

‘DEG’ Sooyoung terdiam membeku saat dia mendengar pertanyaan itu. Aihh sial!

“Ini.. syalku kan?” Tanya Yongguk memastikan. Dia bahkan meraih ujung syal itu agar dia bisa memeriksa rajutan nama yang ada disana. BYG.

“Kenapa kau bisa memakai syalku? Darimana kau mendapatkanya?” Tanya Yongguk masih dengan ekspresi dinginnya.

Sooyoung menghela nafas sejenak sebelum dia menjawabnya, “Aku bukan pencuri” ucap Sooyoung singkat.

“Lalu bagaimana kau bisa mendapatkanya?” Tanya Yongguk.

Sooyoung kembali terdiam beberapa saat untuk memikirkan jawaban yang tepat, “Kau mungkin tidak percaya, tapi aku mendapatkan syal ini dari pemiliknya” ucap Sooyoung dengan ekspresi sebiasa mungkin.

“Tapi- pemiliknya- adalah aku- nona!” Yongguk terlihat mulai geram karena Sooyoung berbicara tak jelas.

Sooyoung melepaskan syal yang melilit di lehernya lalu dikalungkannya syal itu dileher Yongguk. Awalnya Yongguk terkejut, tapi dia memilih diam dan melihat apa yang akan Sooyoung lakukan.

Beberapa saat Sooyoung hanya menatap Yongguk datar, setelah itu.. “Kau seperti syal ini, Kau… melakukan sesuatu.. yang membuat jiwaku.. merasa hangat..(part 1)” ucap Sooyoung sambil melilitkan syal itu di leher Yongguk. Dia mengatakan sesuatu yang dulu pernah Yongguk katakan padanya.

Yongguk mengernyit, “Kapan.. aku melakukanya?” Batin Yongguk sambil berusaha mengingat.

‘Sinkk’

“Arrkkh!” Dan Yongguk langsung merintih pelan saat dia kembali merasakan sakit pada kepalanya.

Sooyoung mengernyit tak mengerti, “Apa yang terjadi? Ada apa denganya?” entah kenapa, Sooyoung ikut panic melihat Yongguk yang sekarang memegangi kepalanya.

“Yongguk-ssi” panggil Sooyoung sambil mengguncang lengan Yongguk pelan.

“Kau seperti syal ini, Kau… melakukan sesuatu.. yang membuat jiwaku.. merasa hangat..”

“Arkkh!” Yongguk kembali merintih saat ucapan Sooyoung tadi kembali terputar di otaknya. Tapi kali ini, bukan suara yeoja yang dia dengar, melainkan suara dirinya sendiri.

Yongguk berusaha berdiri tegap dan kembali menatap Sooyoung, meski kepalanya semakin terasa sakit. Beberapa saat, dia membuka matanya agar dia bisa menatap Sooyoung.

“Nuguya.. neo?” tanya Yongguk pada Sooyoung. Pertanyaan yang membuat tubuh Sooyoung membeku.

“Apa terjadi sesuatu pada ingatanya?” Batin Sooyoung.

“Yongguka!”

Sooyoung langsung menoleh saat dia melihat Jieun berlari menghampiri Yongguk dengan wajah panik.

“Mereka benar-benar kembali bersama?” Hati Sooyoung langsung tersayat saat dia melihat bagaimana Yongguk berpegangan pada Jieun saat tubuhnya hampir terjatuh.

“Ya apa yang-“ Jieun berniat menanyakan sesuatu, tapi dia langsung terdiam saat dia melihat Sooyoung lah yang berdiri di hadapan Yongguk. Beberapa saat, yeoja itu menatap tajam pada Sooyoung.

“Yongguka, kajja, kita cari tempat duduk yang nyaman” tuntun Jieun pada namja yang masih menunduk dan merasakan sakit di kepalanya itu.

“Kita harus bicara” bisik Jieun saat dia berjalan melewati Sooyoung.

.

.

“Apa yang terjadi? Kenapa.. dia seperti orang yang sangat kesakitan?” sejak beberapa menit lalu, Sooyoung terus bertanya pada bayanganya yang ada di cermin. Tidak bisa dipungkiri, dia begitu khawatir sekarang. Dia takut.. terjadi sesuatu pada Yongguk karena tindakanya tadi.

‘Cklek!’

Beberapa saat kemudian, Jieun masuk ke dalam toilet dimana Sooyoung berpijak sejak tadi.

“Apa yang sudah kau lakukan?” Tanya Jieun to the point. Dia melipat kedua tanganya di dada sambil menatap Sooyoung curiga.

“Apa yang terjadi? Kenapa.. dia bisa seperti itu?” Bukanya menjawab, Sooyoung malah balik bertanya dengan ekspresi khawatir. Dan hal itu tentu saja membuat Jieun semakin tidak suka.

‘Plakk!’

Dengan geram, dia menampar pipi Sooyoung yang chuby itu seolah Sooyoung sudah melakukan kejahatan besar.

“Ya! Itu semua adalah karenamu! dia akan menjadi seperti itu saat dia mencoba mengingat sesuatu.. dan sekarang aku tahu, aku tahu jika kaulah penyebabnya!” tuduh Jieun dengan ekspresi kesal.

Kali ini, Sooyoung tidak mempermasalakan tamparan Jieun, karena sekarang.. yang dia pikirkan hanyalah keadaan Yongguk. Jadi ini semua memang kesalahanku?

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku minta.. berhenti membuatnya mengingat kenangan bodoh kalian, kau tahu? kau hanya menyakitinya” mohon Jieun dengan ekspresi sedih. Entah apa yang dia sedihkan sebenarnya.

‘DEG’

Sooyoung lagi-lagi hanya bisa terdiam. Ucapan itu.. ucapan itu benar-benar menyakitkan dan membuat dadanya sesak. Kenangan.. bodoh?

“Semakin kau mengatakan kenangan kalian, maka semakin kau menyakitinya! Mengertilah!” mohon Jieun lagi.

“Jika aku bersikap seperti orang asing.. dia.. akan baik-baik saja?” gumam Sooyoung pelan.

Jieun menarik nafas sejenak, “ Eoh, aku harap.. kau segera menjauh saat kau melihatnya! Aku mohon padamu” ucap Jieun. Beberapa saat kemudian, dia berjalan keluar dan meninggalkan Sooyoung yang sekarang terdiam dengan pikiran berkecamuk.

“Segera menjauh saat aku melihatnya?”

—***—

“Ya… kau yakin jika kita di undang? Memang kau datang atas permintaan siapa?” Tanya Sooyoung pada namja yang berjalan di sampingnya.

“Himchan Hyung yang memintaku, dia bilang hari ini tepat 5 tahun The Orchid berdiri.. jadi mereka mengundang perusahaan sekutu untuk datang ke pesta ini” jelas Daehyun.

“Kau yakin Himchan sedang tidak bercanda? Bukankah pesta seperti ini hanya di hadiri oleh bos-bos?” Tanya Sooyoung. Dia masih saja terlihat khawatir.

“Eyy, lihatlah ke sekeliling.. banyak arsitek baru yang bahkan berani datang kesini, jadi berhentilah merasa khawatir ajhuma, karena sudah banyak makanan yang menunggu kita” ucap Daehyun dengan mata berbinar.

Sooyoung mendengus, dia tahu jika itulah motivasi utama Daehyun, Makanan.

“Wae? Kenapa kau sedih begitu? Apa kau masih-“

“Anhiya, hanya saja.. aku sudah makan 3 mangkuk nasi hari ini.. jadi sekarang aku benar-benar kenyang” ucap Sooyoung berbohong.

“Cih! Bukankah biasanya 3 mangkuk itu baru pembukaan untukmu? Ya! Apa yang sebenarnya terjadi ajhuma? Aku tahu sedang terjadi sesuatu, kau bahkan mengabaikan hal terindah di dunia ini” ucap Daehyun sambil menunjuk ke meja dimana semua makanan sudah berjajar indah disana. Yap.. makanan.

“Sudahlah, aku hanya.. sedikit tidak enak badan, jangan khawatir dan pergilah mencari makan” ucap Sooyoung sambil mendorong tubuh Daehyun pelan.

“Lalu.. kau?” Tanya Daehyun.

“Aku akan mencari Junhong” ucap Sooyoung lalu berjalan begitu saja meninggalkan Daehyun.

Sooyoung berjalan perlahan dengan tatapan kosong. Dia sama sekali tidak mencari Junhong atau seseorang yang dia kenal karena saat ini dia hanya ingin sendiri.

Sooyoung duduk di sebuah kursi kosong dimana tidak ada tamu yang duduk di sekitarnya. Dia bersandar dengan wajah yang masih terlihat gelisah. Benar, sampai sekarang.. Sooyoung masih terus terbayang oleh ucapan Jieun beberapa hari lalu.

“Berhenti membuatnya mengingat kenangan bodoh kalian, kau hanya menyakitinya”

“Hufft..” Sooyoung membuang nafas panjang saat dadanya kembali sesak. Sejujurnya, dia tidak membenci Jieun. Dia hanya kesal pada dirinya sendiri karena dia belum bisa menerima semua ini.

“Sooyounga..”

Sooyoung langsung mendongak saat seseorang memanggilnya. Saat dia menoleh, dia melihat Himchan melambaikan tangan padanya dengan wajah senang. Sooyoung tersenyum dan balas melambaikan tangan. Dia berdiri dan beranjak menghampiri Himchan yang sedang berbincang dengan beberapa temanya.

‘Tapp!’

Tunggu..

Sooyoung memperlambat langkahnya saat dia seperti melihat seseorang di gerombolan Himchan. Seseorang yang saat ini sangat dia takuti kemunculanya.

“Sooyounga ileowa (Kemari)” Panggil Himchan saat Sooyoung berniat untuk pergi. Benar, dia langsung membalikan badan saat dia melihat Yongguk menoleh padanya. Menoleh dengan tatapan tajam dan juga mengerikan.

Sooyoung membalikan badan dan berniat memberi Himchan alasan, tapi ternyata namja itu sudah berjalan ke arahnya dan menariknya ke gerombilan teman-temanya itu. Ini bencana..

“Ya! Kenapa kau duduk sendiri di sana seperti seseorang yang baru di tinggal kekasihnya?” Tanya Himchan saat mereka sudah hampir sampai. Beberapa teman Himchan bahkan tertawa mendengar ucapan namja itu.

“kenapa kau malah terburu-buru pergi? Bersantailah dulu bersama kami..” ucap Himchan saat mereka sudah tiba di tempat Himchan semula.

“Eum.. aku.. aku lupa jika aku masih punya urusan di kantor” ucap Sooyoung mencari alasan. Dia sama sekali tidak berani menatap siapapun kecuali namja bergigi kelinci itu.

“Eyy jangan bohong, aku mengundang semua pegawai Poseidon kesini.. jadi kau mau berurusan dengan siapa disana?” Tanya Himchan sambil merangkul bahu Sooyoung layaknya teman dekat.

“Aa.. itu..”

“Sudahlah, aku ingin mengenalkanmu dengan sesorang” ucap Himchan sambil tersenyum lebar.

‘DEG’ Siapa? Bukan dia kan? Aku mohon.. jangan membuatku berinteraksi denganya..

“Chaa~ Sooyounga.. kenalkan, namja pirang ini bernama Moon Jongup, dia salah satu arsitek di Orchid, nah.. namja berkacamata itu namanya CNU, dia pengawas dari Starlight grup. dan namja berwajah mengerikan ini namanya Bang Yongguk, dia Project Manager perusahaan kami..” ucap Himchan mengenalkan temanya satu persatu.

Sooyoung sedikit melebarkan kelopak matanya saat dia mendengar sesuatu yang aneh..

Tunggu, dia PM? Seseorang yang harus selalu berhubungan denganku untuk pengerjaan proyek Poseidon-Orchid? Dia?” Beberapa saat, Sooyoung hanya bisa terdiam tak percaya. Dia mengira jika PM the Orchid adalah Himchan, tapi ternyata.. orang itu adalah Yongguk?

“Jadi kau arsitek yeoja dari Poseidon grup?” Sooyoung menoleh saat namja berkacamata bertanya padanya.

Sooyoung tersenyum tipis sambil menggaruk tengkuknya, “Nn.. nde.., aa.. annyeonghaseyo Choi Sooyoung Imnida” Sooyoung terlihat menghadapkan tubuhnya kedepan dan setelah itu dia membungkuk sopan pada 3 namja di depanya.

“Senang bertemu denganmu-… aa.. aku dengar kau seumuran dengan Himchan Hyung, kalau begitu bisakah aku memanggilmu Noona saja?” Tanya namja pirang bernama Jongup.

“Aa.. nn.. nde.. ” jawab Sooyoung sambil tersenyum kikuk.

“Yongguka.. dia arsitek yeoja dari Poseidon yang aku ceritakan beberapa hari lalu, Eotthae? Yeppeuchi?(cantik kan?)” Tanya Himchan pada namja yang sejak tadi memilih untuk diam dan menatap tajam kearah Sooyoung. Benar, Yongguk menatap Sooyoung dengan matanya yang tajam sehingga yeoja tinggi itu merasa tak nyaman.

“Yeppo? Ckk aku bahkan mengira jika dia namja” ucap Yongguk santai sambil membuang wajahnya kearah lain. Dan Sooyoung hanya mendengus pelan, dia sudah menduga jika jawaban dinginlah yang akan keluar dari bibir namja itu.

“Eyy apa yang kau bicarakan hyung?” Tanya Jongup yang memang berdiri di samping Yongguk.

“Hahh kau ini-! Sooyounga.. mianhae, dia baru saja mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu, hmm.. kurasa kepalanya terbentur hebat sehingga dia bicara seperti itu” jelas Himchan sambil menunjuk Yongguk dengan wajah kesal. Dia mencoba bercanda agar suasana tidak terlalu tegang.

“Jika dia adalah yeoja.. bagaimana.. kalian bisa berbuat seperti itu?” Tanya Yongguk sambil menunjuk tangan Himchan yang memang masih bertengger manis di bahu Sooyoung. Sooyoung maupun Himchan tentu saja langsung mengernyit mendengarnya. Apa itu alasan yang masuk akal?

“Hhaha, Mwosunsuriya? Aku merangkulnya seperti aku merangkulmu ataupun Jongup, bukan seperti saat kau merangkul Jieun” ejek Himchan. Dan Sooyoung hanya tersenyum getir mendengarnya.

“Apa kau sudah pantas melakukan hal itu pada yeoja ini? Bukankah Orchid dan Poseidon baru bekeja sama beberapa bulan?” Tanya Yongguk lagi. Wajahnya masih menampakan ketidaksenangannya pada Sooyoung. Atau mungkin pada kedekatan Himchan dan Sooyoung.

“Ada apa dengan manusia satu ini?” Karena Sooyoung sudah terlalu kesal dengan sikap dingin Yongguk, dia akhirnya memilih untuk diam seolah tak mendengar apapun.

”Kenapa dia tidak menjauh setelah aku mengatakan semua ini?” Ucap Yongguk dalam hati. Entah kenapa, dia mulai geram karena Sooyoung tetap saja diam dan tidak segera menjauh dari Himchan.

“Wae? Kami semuruan dan kami berasal dari universitas yang sama“ Himchan terus saja menanggapi ucapan Yongguk. Dan entah kenapa Sooyoung merasa jika dirinya terlihat semakin menyedihkan.

“Hyung, kau tahu? Statementmu terhadap Sooyoung Noona itu terdengar sedikit tidak wajar untuk dua orang yang baru bertemu hari ini” ucap CNU sambil tertawa kecil.

“CNU hyung benar, kau biasanya juga tidak pernah sekasar ini pada yeoja meskipun dia orang asing” sambung Jongup.

‘DEG’ Dan entah kenapa, Sooyoung sedikit tersentak mendengarnya. Mungkin benar, Yongguk terlalu kasar padanya untuk ukuran dua orang yang ‘tidak saling mengenal’.

“Ya Yongguka, sebaiknya kau kurangi sikap kasarmu itu, karena setelah ini kau akan sering bertemu dengan Sooyoung. Lagipula.. dia itu sangat dekat dengan adikmu, jadi-“

“Himchana..” panggil Sooyoung memotong, dia terlihat menjauh dan melepaskan rangkulan namja itu secara perlahan. Himchan dan dua temanya tentu saja langsung menoleh pada Sooyoung. Sedangkan Yongguk hanya melirik yeoja itu tanpa sepengetahuan siapapun.

“Wae?” Tanya Himchan pelan.

“Sebaiknya aku pergi. Kurasa.. masalah Yongguk-ssi disini bukanlah pertemanan kita, tapi aku..” ucap Sooyoung dengan senyuman tipis.

Dan ucapan itu berhasil membuat Yongguk terhenyak. Entah kenapa, dia merasakan sesuatu yang aneh setelah dia mendengar ucapan Sooyoung barusan.

“Sooyounga..” Himchan terlihat menatap Sooyoung dengan wajah bersalah. Sama halnya dengan Jongup dan juga CNU.

“Senang bertemu kalian, dan terimakasih atas undanganya.. annyeong” pamit Sooyoung sebelum dia benar-benar memijakan kakinya untuk pergi dari tempat itu. Meski jauh di dalam hati ada perasaan kecewa, tapi dia tetap melambaikan tanganya dengan senyuman manis agar teman-temanya itu tidak khawatir.

.

“Cih! Dia pikir hati manusia lain itu terbuat dari apa?! Dia pikir dengan bicara seperti itu.. seseorang tidak merasa sakit hati?! Aishh gasaekiga jinjja!” Dalam perjalanan keluar gedung, Sooyoung terus menggerutu dan mengumpat namja berwajah mengerikan bernama Yongguk itu.

“Hashh seharusnya aku mencari Junhong atau ikut makan bersama Daehyun saja…” dumal Sooyoung masih dengan ekspresi jengkel. Untuk beberapa saat, dia menoleh kesekeliling dan mencari dua temanya itu.

“Dimana mereka? Kenapa semua orang sulit sekali ku temukan? Kenapa hanya dia yang begitu mudah bertemu denganku?! Ahhh ini semua membuatku lapar!” Karena tak kunjung menemukan keberadaan Junhong maupun Daehyun, Sooyoung pun memilih untuk berjalan kembali. Namun destinasinya berubah menuju tempat makanan.

“Baiklah, aku tahu sekarang, baik balas baik, kasar balas kasar! Kau pikir aku tidak bisa?! Aku bahkan akan membalasmu dua kali lipat lebi-“

‘TAPP!’

Sooyoung yang hampir tiba di sebuah meja panjang dimana semua makanan melambai indah disana, sekarang terpaksa berhenti karena seseorang mencengkram lenganya dan menariknya sehingga dia membalikan badanya. Dan Sooyoung langsung membulatkan mata saat dia melihat Yongguk berdiri beberapa centi di depanya sambil menatapnya tajam.

“Apa yang-“ Belum juga sempat bertanya, Yongguk terlebih dulu menariknya ke suatu tempat.

“Yongguk-ssi! Mwohaneungeoya jigeum?!” Sooyoung terus memberontak dan bertanya pada namja di depanya itu. Tapi tentu saja tidak ada jawaban. Namja itu tetap saja menatap lurus kedepan dan menariknya menuju taman kecil yang berada di samping gedung pertemuan itu.

Setelah dikiranya aman, Yongguk pun berhenti di dekat tempat duduk yang terbuat dari batu. Dia melepaskan cengkramanya terhadap Sooyoung, lalu dia menghadapkan tubuhnya pada yeoja itu dengan ekspresi yang masih sama, tajam.

“Mwoya?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi datar. Dia terlihat memijat pergelangan tanganya yang sakit karena cengkraman Yongguk tadi.

Beberapa saat, dia melirik keadaan di sekitar taman itu. Cukup indah, beberapa tanaman tertempel rapi di dinding, dan beberapa lagi terlihat berjajar di tiap sisi jalan setapak yang sedang mereka pijak.

“Suasana hatiku akan berbeda jika aku datang ketaman indah ini bersama Junhong..”

“Lihat! Aku terus membandingkan mereka yang notabennya adalah kakak adik!” Sooyoung terus saja menggeluh kesal meski itu hanya di dalam hati. Jujur saja, semakin Yongguk berbuat kasar padanya, maka semakin dia menyadari bagaimana baiknya Junhong.

“Apa hubunganmu dengan Junhong?” Tanya Yongguk sambil melipat kedua tanganya di dada.

Sooyoung berhenti pada kegiatanya saat dia mendengar pertanyaan Yongguk yang menurutnya aneh itu. Sekarang, dia bukan hanya heran melihat bagaimana santainya Yongguk berbicara seolah sakit yang ada di pergelangan tangan Sooyoung bukanlah karenanya, tapi juga karena namja itu menariknya di depan banyak orang hanya untuk menanyakan hal konyol seperti itu.

“Itu bukan urusanmu” jawab Sooyoung dengan nada yang berubah dingin. Baik balas baik, kasar balas kasar!

“Junhongiga.. nae namdongsaengiya!” ucap Yongguk tak terima.

“Cih! kau benar-benar konyol, bukankah aku pernah memperkenalkan diriku sebagai rekan kerja Junhong? Lalu kenapa kau bertanya lagi? Apa jawaban yang ingin kau dapatkan dariku?” Tanya Sooyoung yang merasa lebih tak terima.

Yongguk terlihat diam dan mencerna kalimat sarcasme dari Sooyoung. Setelah itu, dia menarik nafas seolah dia ingin berkata sesuatu.

“Neo.. nuguya?” Tanya Yongguk pelan dengan suara rendahnya. Dia menatap lurus ke manik mata Sooyoung yang bersinar karena pantulan sinar matahari.

Sooyoung sendiri malah terlihat mengalihkan pandanganya saat dia tidak berani membalas tatapan Yongguk. Beberapa saat, dia terdiam karena dia kembali mendengar pertanyaan itu. Pertanyaan yang selalu terulang namun tidak pernah bisa dia jawab.

“Kenapa kau tidak menjawabnya? Kenapa kau selalu diam?” Tanya Yongguk saat dia tak kunjung mendapat jawaban.

Sooyoung menarik nafas dalam untuk memikirkan jawaban yang tepat. Sesaat, ancaman Jieun kembali terputar di otaknya. Apa aku harus mengatakannya? bagaimana jika sakitnya kambuh lagi?

“Ya Tuhan, kenapa kau selalu menayakan sesuatu yang pernah aku ucapkan? bukankah aku sudah memperkenalkan diriku berkali-kali? Aku Choi Sooyoung! aku adalah arsitek dari Poseidon grup! aku-”

‘TAPP!’

Belum juga sempat menyelesaikan ucapannya, Yongguk terlebih dulu menarik lengan Sooyoung sehingga bahu kiri mereka saling bersentuhan. Dan hal itu tentu saja membuat Sooyoung mendongak secara reflex.

“Choi Sooyoung, Nuguya.. neo?” ulang Yongguk. Kali ini suaranya lebih terdengar seperti berbisik karena jarak keduanya yang memang sangat dekat.

Sooyoung menarik nafas dalam dan berusaha mengatur emosinya, “Apa jawaban yang ingin kau dapatkan dariku?” Tanya Sooyoung balik.

Yongguk ikut menghela nafas, meski Sooyoung bukanlah seseorang yang dia kenal, tapi berada di jarak sedekat itu tetap saja membuatnya merasa sedikit aneh.

“Siapa kau.. sebelum aku mengalami kecelakaan?” Tanya Yongguk dengan ekspresi yang begitu serius.

Sooyoung tersenyum sambil membuang mukanya kesamping. Benar, Sooyoung tersenyum, senyuman untuk meredakan rasa sakit yang sekarang kembali menyelimuti hatinya.

Wae Usseo(Kenapa tersenyum)?” Tanya Yongguk yang merasa sedikit terhina.

Sooyoung pun kembali menoleh kedepan dan menatap Yongguk. Sebelum benar-benar menjawab, dia mengunci pandangan matanya terhadap namja dengan tinggi 182 cm itu.

“Sebelum kau kecelakaan, kau bertunangan dengan Jieun.. jadi sudah pasti kita bukanlah sepasang kekasih”
“Sebelum kau kecelakaan.. Poseidon dan Orchid juga belum bekerja sama.., jadi sudah pasti kita bukanlah rekan kerja” Sooyoung terdiam sejenak sebelum dia melanjutkan ucapanya. Sedangkan Yongguk memilih diam dan menunggu penjelasan lain dari Sooyoung.

“Sebelum kecelakaan… kita adalah dua orang yang tidak saling mengenal, aku tidak tahu siapa kau, dan kau tidak tahu siapa aku, jika kau tidak ingat dimana.. bagaimana.. ataupun kapan.. kita bertemu, itu berarti kita memang tidak pernah bertemu” Sooyoung menunduk untuk menyembunyikan perasaan miris yang mungkin tersirat di matanya.

“Jadi sekarang.. aku akan menjawab pertanyaan yang selalu kau lontarkan padaku, Jawaban dari pertanyaan ‘siapa Choi Sooyoung bagi Bang Yongguk’ ” ucap Sooyoung sambil kembali mendongak.

“Aku… bukan siapa-siapa bagimu, dan kau.. bukan siapa-siapa bagiku” terang Sooyoung dengan senyuman kecil.

Yongguk membuang nafas saat dia merasa sedikit kecewa dengan jawaban itu. Meski dirinya sendiri tidak tahu, tapi dia mengharapkan jawaban lain dari Sooyoung.

“Sekarang lepaskan ak-“

“Lalu siapa kau.. saat aku mengalami koma?” Tanya Yongguk sambil menarik kembali lengan Sooyoung yang hampir terlepas. Sepertinya jawaban menyakitkan dari Sooyoung belum bisa menghilangkan keingintahuanya.

‘DEG’ Dan Sooyoung langsung tersentak mendengarnya. Tubuhnya membeku dan aliran darahnya mengalir lebih cepat.

Apa dia ingat? Apa dia sudah tahu?

“Achhkk-“ Yongguk terlihat menunduk dengan mata terpejam saat dia merasakan sakit di kepalanya. Sepertinya dia baru saja mencoba untuk mengingat-ingat sesuatu lagi.

Melihat hal itu, Sooyoung tentu saja merasa panik dan khawatir. Tapi dia tidak bisa menunjukanya karena Yongguk pasti akan merasa curiga.

“Apa.. ackk-.. apa kau.. mengunjungiku.. sa.. akhh- saat aku koma?” Tanya Yongguk di sela rintihanya menahan sakit. Namja itu memegang dahinya dengan tanganya yang tidak ia gunakan untuk mencengkram tangan Sooyoung. Sesekali, dia memejamkan mata atau menggelengkan kepala untuk meredakan rasa sakit yang pasti sangat menyiksa.

Melihat hal itu, Sooyoung hanya bisa mengepalkan tanganya. Sejujurnya, dia tidak tahan melihat Yongguk kesakitan seperti itu.

“Ap.. apa maksudmu? Kau pikir.. sebuah hubungan bisa tercipta disaat kau.. tidak sadarkan diri?” sangkal Sooyoung diiringi dengan tawa renyah. Dia terus berusaha mengalihkan dan bersikap seolah mereka memang tidak punya hubungan apa-apa di waktu lampau.

“Kalau begitu.. apa yang terjadi padaku?” Tanya Yongguk sambil kembali menatap mata Sooyoung.

“Hah?” Sooyoung melebarkan matanya saat dia tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan itu.

“Kenapa.. aku selalu merasakan sesuatu yang aneh.. saat aku melihatmu?” Tanya Yongguk lirih.

‘DEG’ Sooyoung kembali tersentak. Dia tidak menyangka jika Yongguk akan mengucapkan hal itu.

“Kenapa.. aku merasa.. jika ada sesuatu yang hilang.. saat aku melihatmu?” Tanya Yongguk lagi. Saat mengatakanya, dia memegang dada dengan tanganya yang lain.

“Aku.. ackk-“ Saat Yongguk mencoba untuk mengingat, rasa sakit akan kembali muncul di kepalanya. Semakin bayangan buram itu mulai terlihat jelas, semakin berat dan perih pula rasa sakit yang ada di kepalanya itu. Sesekali, Namja itu terlihat sempoyongan dan kesulitan untuk berdiri tegap.

Kemanhae, jangan mengingat apapun! Kau hanya melukai dirimu sendiri!” larang Sooyoung yang pada akhirnya menunjukan kekhawatiranya. Yeoja itu bahkan memegang bahu Yongguk dengan lembut agar namja itu tidak terjatuh.

Yongguk menoleh pada tangan Sooyoung yang memegang bahunya, dan setelah itu dia menatap wajah Sooyoung yang menampakan kekhawatiran.

“Jika kau bukan siapa-siapa.., kenapa.. kau menatapku seperti itu?” Tanya Yongguk lirih.

Sooyoung terkesiap. Dia pun mulai menyadarkan dirinya dan beranjak untuk segera menjauh dari Yongguk. Tapi..

‘TAP!’

Tapi sayang, Yongguk terlebih dulu menggenggam tangan Sooyoung yang menyentuh bahunya, sehingga saat ini dia menggenggam kedua lengan Sooyoung. Keduanya saling bertatapan dengan jarak yang cukup- tidak.. jarak mereka sangatlah dekat.

“Choi Sooyoung.., nuguya.. neo..?” Tanya Yongguk yang kembali mengulang pertanyaanya. Pertanyaan yang selalu terputar setelah dia sadar dari komanya. Pertanyaan yang kembali dia ucapkan meski Sooyoung sudah menjawabnya tadi.

Sooyoung menarik nafas dalam seolah dia ingin mengatakan sesuatu, tapi-

‘Tap!’

Seseorang terlebih dulu mencengkram tangan Yongguk dan menariknya kuat hingga tangan itu terlepas dari Sooyoung.

Sooyoung tentu saja menoleh untuk melihat siapa orang itu. Sedangkan Yongguk menatap tangan namja itu sebelum dia benar-benar menatap tajam sang pemiliknya.

Mwoganeungeoya?” Tanya seorang namja berambut merah yang sekarang menatap Yongguk dengan wajah curiga.

“Siapa kau?” Tanya Yongguk setelah dia berhasil menarik tanganya dari cengkraman namja itu.

Namja itu tidak menjawab dan malah beralih menarik tangan kiri Sooyoung yang masih dicengkram oleh Yongguk. Setelah itu, dia menarik Sooyoung agar keduanya sedikit menjauh dari namja itu.

“Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya Daehyun dengan tatapan tajam.

“Itu bukan urusanmu..” ucap Yongguk dengan ekspresi tidak suka.

“Noona.. apa yang-“ Daehyun menoleh pada Sooyoung dan berniat menanyakan sesuatu, tapi namja itu langsung terdiam saat Sooyoung menunduk dan berusaha menyembunyikan wajahnya.

Daehyun mendongak dan membuang nafas dengan ekspresi geram. Setelah itu dia kembali menatap Yongguk.

“Kau kakak tiri Junhong?” Tanya Daehyun memastikan.

“Bagaimana dia bisa tahu?” Yongguk mengernyit saat ternyata Daehyun mengetahui siapa dirinya. Tapi dia diam saja seolah namja itu bukanlah seseorang yang harus ia jawab.

“Kemarin tunanganmu, dan sekarang kau.. aishh aku benar-benar muak dengan semua ini!” keluh Daehyun sambil mengepalkan tanganya.

Yongguk yang sedang melirik ke arah Sooyoung, sekarang kembali menghadapkan wajahnya pada Daehyun dengan ekspresi terkejut. Sama halnya dengan Sooyoung. Dia juga menoleh pada Daehyun dengan ekspresi tak percaya. Bagaimana dia bisa tahu?

“Tunangan?” Tanya Yongguk. Apa yang dia maksud adalah Jieun?

“Ya Daehyuna.. ayo pergi saja” ajak Sooyoung sambil menarik lengan namja kurus itu. Sepertinya dia tidak ingin Yongguk mengetahui tentang pertemuanya dengan Jieun.

Moreunayo(kau tidak tahu)? Cihh.. konyol! Kau bahkan tidak tahu jika yeojamu itu menuduh Sooyoung Noona untuk sesuatu yang bukan kesalahanya? Atau jangan-jangan.. kau menemuinya untuk mengatakan hal-hal kasar yang lain?” Tanya Daehyun dengan ekspresi curiga.

“Ya Jung! Jebal.. ayo pergi!” mohon Sooyoung. Dia mengguncang lengan Daehyun agar namja itu mendengarkan ucapanya.

“Kalian saling mengenal? Kenapa kalian bertemu? Apa yang Jieun katakan padamu?” Bukanya menanggapi ucapan Daehyun, Yongguk malah bertanya pada Sooyoung dengan ekspresi curiga. Dia bahkan berjalan mendekat pada yeoja itu seolah Daehyun tidak ada di sana.

‘Tapp!’

Tapi karena kenyataannya adalah Daehyun sedang berdiri di samping Sooyoung, namja itu tentu saja langsung menarik Sooyoung sehingga yeoja itu bergeser kebelakangnya. Sooyoung sendiri memilih untuk menurut pada Daehyun.

“Eoh, mereka bertemu, dia mengatakan jika Sooyoung noona-lah yang sudah menyakitimu!” ucap Daehyun dengan ekpsresi marah.

“Aku tidak bicara denganmu! Ya Choi Sooyoung-“ Yongguk kembali melangkah agar dia bisa menarik Sooyoung dan bertatapan langsung dengan yeoja itu. Saat ini, dia benar-benar ingin memperjelas semuanya.

‘Tap!’

Tapi sebelum Yongguk berhasil mencengkram tangan Sooyoung, Daehyun terlebih dulu menahan tanganya dan mencengkramnya dengan kuat.

“Lepas!” ucap Yongguk pada Daehyun. Dia menatap Daehyun dengan tatapanya yang mirip seperti pembunuh.

“Sekarang siapa yang menyakiti siapa Yongguk-ssi? Kau pikir kenapa dia menurut untuk berdiri di belakangku? Kau pikir kenapa aku mengatakan jika tunanganmu menemuinya dan mengancamnya? ” Tanya Daehyun.

Yongguk terdiam, Sooyoung pun terdiam. Bagi Sooyoung, ini pertama kalinya dia melihat Daehyun semarah itu.

“Itu- karena- dialah- yang paling- tersakiti!” lanjut Daehyun.

“Kau pikir aku tidak tersakiti? Aku kehilangan separuh dari ingatanku dan kalian semua terus menuduhku ‘keterlaluan’ karena aku tidak mengingatnya” ucap Yongguk sambil menunjuk Sooyoung.

“Kalau begitu berhenti berurusan dengan Sooyoung Noona, itu adalah jalan terbaik agar diantara kalian tidak ada yang tersakiti!” ucap Daehyun dengan begitu yakin.

“Berhenti.. berurusan?” Yongguk terdiam untuk mencerna kata-kata itu.

“Kajja” ajak Daehyun sambil menarik Sooyoung untuk pergi.

.

.

Sooyoung-Yongguk?

.

.

Sooyoung-Zelo?

.

.

Sooyoung-Daehyun?

.

.

TBC

.

.

 

Aduh, dua biasku berantem -_-

Mian ya jelek, typo, banyak kekurangan, ga ngefeel, aneh.. pokoknya mian atas semua kesalahan. Mian Juga moment Soozelnya kurang, ini aja udah aku potong beberapa bagian karena terlalu banyak wkwk

Tetep di tunggu tanggepanya ya, semakin banyak dan positif semakin semangat juga lanjutnya ^^

NB: Yang ga tau muka2 member BAP, silakan googling sendiri ya, matrix era pada cakep2 kog mukanya haha *mangdulukaga?

Iklan

16 thoughts on “Traffic Light (Part 4)

  1. Soohaelin berkata:

    Bang bang yongguk,, ckckck. Kayanya dia minta dijedotin lagi kepalanya yah?? Biar inget semua gitu,, kasian sooyoungnya. Udah soo kamu ama zelo aja,, kalo gak mau ama zelo yaudah ama daehyun aja kalo gak mau dua duanya udah mereka buat aku aja hahahaha:D. Nah nah,, yongguk mulai merasa kehilangan cuman emang dia amnesia,, si jieun kurang ajar main tampar pipi orang!! Sebentar,, kok kayanya daehyun suka ama soo yah kak?? Atau itu sifat dia cuman sebagai sahabat?
    BTW,, zelo where are you now??!! Gak nongol nongol dia disini kak,, dia lagi kencan ama aku tau #plak abaikan.
    Itu kayanya daehyun ama yongguk siap berantem yah?? Daehyun tau yongguk lupa ama soo?? Penasaraannnnn,, nice part
    ditunggu kelanjutannya kak,, oh iya please aku juga nunggu ff yg wild flower, sama marsha juga, sama unbelivable pokoknya semuanya deh hehehe:D:D
    nice part;) keep writing and fighting!

  2. yuki-chan berkata:

    Kyaaa, jadi bingung aku kak, mau pilih soo-dae, soo-guk, soo-zel. Tapi serius si yongguknyaaaa kejam amat xD, soo eon kan kasian. Ceritanya makin keren kakk, lanjut yahhh. Fighting!!

  3. nisa berkata:

    wahh nunggu banget kak sama ff mu ini ~
    ya ampun ga nyangka kalo ngebandingin muka jieun yang baik baik jadi orang penghianat 😀 sama youngjae lagi…
    wahh aku malah tetep suka ig sama sooyoung daehyun….
    tapi entar sama siapa aja gapapa lah semoga aja engga sad ending
    ditunggu kelanjutannya ya kak 🙂

  4. wahh part ini bikin greet wkwk. kl soal pair couple awalnya aku lebih ke yongguk-sooyoung sihh, ya karna mereka jd bintang utama gitu, tp entah knpa makin kesini, aku makin ngerasa kl daehyun lebih cocok ama sooyoung, kemistery’an /? mereka lebih ngefeel/? mana disini dia tau kl jieun ngobrol ama sooyoung yg junhong ama yongguk sendiri ga tau/?. dana ku rasa daehyun lebih ngeh/? pas ngelindungin sooyoung ._. tp entar endingnya sama siapa aja terserah sihh wkwk. moga aja ga sad ._. udh sekin komennya wkwk. keep writing dan ditunggu ffnya yg lain wkwk

  5. Arkh… aku memilih Yongguk dan Sooyoung. Please, buat mereka bersatu kembali.
    Kapan ingatan Yongguk kembali 😢 mereka bakal makin terpisah kalau Yongguk gak ingat apa yang terjadi setelah dia koma. Ingat kembali please 😭

  6. febryza berkata:

    duh yongguk-ah kamu kenapa sih pas sooyoung dikenalin ama himchan galak bener kayaknya ckckckck..
    apa sih itu jieun sok ngancem sooyoung kan harusnya yg ngejauh dari yongguk itu dia kok malah sooyoung yg disuruh ngejauh ih kesel
    daehyun-ah kamu penyelamat sooyoung dari situasi yg gak enak ituu yah walaupun sebenernya posisinya sooyoung-yongguk lagi pas bgt sih hahahahah
    nah loh dek gimana tuh bias kamu berantem tuh hayooo… eh plis sooyoung ama yongguk aja yak kalo ama daehyun atau ojel jadi adek-kakak atau bff aja yg bikin yongguk cemburu hahahaaa

  7. Waaahhhh makin seruuuuu,,,
    Gua jdi suka ama sooyoung – yongguk n sooyoung – daehyun.
    Gua gk suka jieun, seenak jidat dia nampar eonni kesayangan gua.
    Penasaran sama part selanjutnya.
    #nice #next

  8. AuliasooHope berkata:

    Ceritanya makin greget nih…

    Masih pengen endingnya soolo sihhh,tp walaupun endingnya bukan sama zelo,Akurapopo lah….

    Next part

  9. aish kenapa yg dinget malah jieun, padahal jieun wanita bermuka dua, kesel banget sama tuh yeoja .. semoga yongguk cepat ingat semua kenangan2 sama Sooyoung saat dia koma .. walau Sooyoung terus merasa tersakiti karena sikap yongguk tapi setidaknya masih ada zelo sama daehyun yg selalu melindungi dan menyemangati soo eonni ^^
    next thor .. ditinggu next partnya .. keep writing

  10. yani yanuari berkata:

    part yng bkin greget!! >_< ashhh yongguk oppa bner" kaga inget sma soo eonni 😥 kesian sma soo eonni'a tiap mereka ktemu msty jauhan mlu 😦 biar yongguk oppa'a laga sakit kpala 😦 nice part deh poko'a 🙂 d'wait ajaa deh next part'a min, jdi makin pnasaran+greget sma feel'a dpet bnget 😉 klo soal psangan soo eonni'a sih lbih ngeh sma soo-dae, tpi it sih trserah mimin ajaa, fighting min buat publish part 5'a 🙂

  11. Huh~ Kasihan Sooyoung 😦
    Cckk, kenapa Yongguk kasar banget ya??
    Tapi, pas Himchan rangkul Soo, kayaknya Yongguk cemburu deh…
    Makin kesini ceritanya makin seru dan buat penasaran..
    Jujur aku bingung milih Soo-Guk/Soo-Zel/Soo-Dae..
    Soo-Guk boleh Soo-Dae juga boleh..
    Terserah author aja deh 🙂

    Next Part ^^
    KEEP FIGHTING!!

  12. sofy berkata:

    yeay akhirnya part4 publish ( telat -_- )

    dari part 1 – sekarang ga pernah kecewa sama kelanjutan ff ini. dan semua ff eonnie emang bagus semua sih ga pernah bikin kecewa.

    jieun sebenernya bias aku di secret. makanya seneng ff ini castnya bias aku semua😄

    zelo hebat berani gertak jieun. dan bisa ga sih jieun jauhin dari yongguk aja? ~_~ kezel liatnya bzzz

    zelo bener bener penolong sooyoung ya. dia bahkan rela ngejar sooyoung di rumah sakit dan hibur sooyoung biar ga sedih krna yongguk udh lupa sama soo.

    DAN AKHIRNYA. ada moment soo-dae juga : ” ) seneng banget semua pairing soo-bap. terutama soo-dae hehehehe.

    anw tetep ditunggu kelanjutannya ya. aku tetep dukung ff ini siapapun pairingnya ff ini.

    fighting!! ^-^

  13. Baru aja mau aku komen Junhong kemana, eh udah minta maaf duluan authornya. Dan tiba-tiba ada pairing baru muncul, Daehyun! Apa ini? Siapa yang akhirnya akan mengobati luka hati Sooyoung?

    Kalau diliat dari penulisnya sih, kayaknya BYG bakal inget lagi. Walau sebenernya aku mau Sooyoung-Junhong T..T

  14. nurafrianti berkata:

    Daehyun suka sm soo apa gmna sih ? kok agak gmna gtu..
    yongguk lupa sm soo ? oke fix sooyoung galau beneran
    soo kamu sm daehyun aja deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s