Traffic Light (Part 5)

TITLE : Traffic Light (Part 5)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

tl32

“Jung” Sooyoung mencoba memanggil pria ber-rambut merah yang sejak tadi terus menarik tanganya. Pria dengan tinggi 179 cm itu sama sekali tidak menoleh dan memilih untuk berjalan menuju tempat parkir.

“Hey Jung! Jongshincharyeo” Kali ini, Sooyoung memutuskan untuk berhenti agar namja tadi ikut berhenti dan mendengarnya. Meski Daehyun bisa saja menarik Sooyoung, tapi dia menurut dan akhirnya berhenti. Dia melepaskan tangan Sooyoung, lalu di tolehkan wajahnya kearah lain agar Sooyoung tidak melihat ekspresinya saat ini. Ahh.. ada apa denganku?

“Heeyy, kenapa kau semarah ini? hufftt.. hufftt.. tenanglah.. tenanglah..” Ucap Sooyoung sambil meniup-niup dan mengibas-ngibaskan tanganya di dekat leher Daehyun agar namja itu tidak lagi tersulut emosi. Daehyun pun menarik nafas dalam dan berusaha mengatur emosinya. Sesaat, dia terheran melihat sikap Sooyoung yang terlalu biasa untuk seseorang yang baru saja di pojokan. Seharusnya.. yeoja itu diam, murung, dan juga merenung.

Setelah dikira tenang, Daehyunpun menoleh pada Sooyoung yang masih mengibas-ngibaskan tangan kecilnya itu di dekat lehernya. Dengan sedikit malas, Daehyun menggenggam tangan Sooyoung, lalu di turunkannya tangan itu.

“Ya~.. aku baik-baik saja, jika kau sekhawatir ini.. kau malah membuatku takut..” ucap Sooyoung dengan nada lembut.

“Bagaimana aku tidak khawatir jika- … jika kau terus bersikap tegar setelah kau mendapat perlakuan buruk seperti tadi?” ucap Daehyun tak terima. Beberapa saat, Sooyoung tersentak mendengarnya.

“Dia bahkan menarikmu seperti penjahat yang tak di undang di pesta ini..” Lanjut Daehyun sambil menunjuk kearah gedung tempat berlangsungnya pesta tadi.

Sooyoung mengernyit sehingga kedua alisnya terlihat hampir menyatu. “Jadi.. kau melihatnya.. sejak tadi?”

Daehyun mendengus, “Eoh.., aku bahkan- aahhh aku benar-benar tak habis pikir.. kenapa aku terus melihat semua hal yang berhubungan denganmu?” keluh Daehyun frustasi.

Flashback:

DAEHYUN POV

Aku berjalan memasuki area utama cafe saat percakapanku dengan Himchan hyung sudah berakhir.   Saat aku sudah tiba di dalam, aku menoleh ke seluruh ruangan untuk mencari Sooyoung Noona.

“Dimana dia?” gumamku bingung saat aku tak menemukan Sooyoung Noona di area tempat duduk maupun area kasir.

‘Tuut Tuut Tuut’ Aku mendengus kesal saat yeoja itu juga tidak menjawab panggilanku.

“Tunggu, Jangan-jangan sakitnya kambuh” gumamku was-was. Dengan langkah cepat, Akupun berjalan menuju toilet yang terletak di samping kiri café.

Karena masuk ke toilet wanita termasuk tindakan tak senonoh, dan mengetuk pintu pun sepertinya masih dirasa aneh, akupun berinisiatif menunggu orang yang ingin masuk ke sana. Mungkin saja aku bisa meminta tolong orang itu untuk mencarikan Sooyoung didalam.

Beberapa saat kemudian, aku melihat seorang yeoja berjalan mendekat.

“Nona-“ Aku berniat memanggil seorang yeoja yang sepertinya ingin masuk ke toilet itu, tapi dia terlihat terburu-buru sehingga dia tidak mempedulikanku. Yeoja itu bahkan membuka pintu dengan tergesa-gesa hingga dia lupa menutupnya kembali.

-“Apa yang sudah kau lakukan?”-samar-samar, aku mendengar suara seorang yeoja dari dalam sana.

-“Apa yang terjadi? Kenapa.. dia bisa seperti itu?”- Ucap seseorang dengan suara yang berbeda. Suara yang membuatku mengurungkan niat untuk untuk pergi dari tempatku berdiri saat ini.

“Tunggu.. bukankah itu suara Sooyoung Noona?” Gumamku dengan ekspresi penasaran. Dengan sedikit ragu, akupun berjalan mendekat dan berniat untuk melihat apa yang terjadi dari balik pintu yang masih terbuka sedikit itu.

‘Plakk!’ Tapi sepersekian detik setelah aku berhasil melihat keadaan di dalam sana, mataku langsung membulat. Bagaimana tidak? Aku melihat seorang yeoja menampar wajah Sooyoung Noona dengan cukup kencang hingga wajah temanku itu tertoleh ke samping. Apa ini? kenapa dia menamparnya?

-“Ya! Itu semua adalah karenamu! dia akan menjadi seperti itu saat dia mencoba mengingat sesuatu.. dan sekarang aku tahu, aku tahu jika kaulah penyebabnya!”- Belum juga membalas atau setidaknya marah, yeoja itu terlebih dulu memarahi Sooyoung noona tanpa ada rasa kasihan sedikitpun.

Aku sendiri hanya bisa terdiam di depan pintu, aku terus mendengarkan percakapan di dalam dengan perasaan berkecamuk. Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ada perasaan sedih saat aku melihat keadaan Sooyoung noona didalam sana.

-“Semakin kau mengatakan kenangan kalian, maka semakin kau menyakitinya! Mengertilah!”-

Aku mengernyit, “Kenangan? Apa kichibae ini sedang membicarakan kakak Junhong yang baru sadar itu?”

-“Jika aku bersikap seperti orang asing.. dia.. akan baik-baik saja?”- Meskipun lirih, aku tetap bisa mendengar suara Sooyoung noona di dalam sana. Sepertinya dia menangis.

-“ Eoh, aku harap.. kau segera menjauh saat kau melihatnya! Aku mohon padamu”- ucap yeoja tadi sambil membalikan badan dan beranjak keluar.

‘Dap!’ Dengan cepat, akupun berjalan menjauh agar dia tidak memergokiku menguping pembicaraan mereka. Setelah cukup jauh, aku menyandarkan tubuhku pada dinding dan menunggu yeoja tadi berlalu di depanku.

Chogiyo(Permisi)” panggilku saat yeoja itu berjalan di depanku. Dengan reflex, diapun berhenti dan menoleh.

“Kau memanggilku?” Tanya yeoja itu. Dan aku hanya mengangguk pelan karena saat ini aku masih mencoba menahan emosiku.

“Apa… kau kenal dengan namja bernama Bang Yongguk?”Tanyaku dengan ekspresi yakin meski aku tidak tahu apa yeoja itu berhubungan dengan kakak Junhong. Tapi Sepertinya dia terkejut mendengar nama itu, dia bahkan membulatkan matanya dengan ekspresi tak percaya.

“Bagaimana kau bisa tahu tunanganku?” Tanya yeoja itu penasaran.

‘DEG’ Aku terhenyak beberapa saat. “What? What the fuck? Tunangan?! Jadi kejadian tadi memang ada hubunganya dengan hantu itu?” Batinku tak menyangka.

“Kau kenal Yongguk?” Tanya yeoja itu saat aku hanya diam dengan ekspresi kosong.

“Aaa.. aku.. aku adalah teman Junhong, aku bertanya padamu karena.. karena aku merasa pernah melihatmu bersama dengan Yongguk hyung” Jawabku asal. Cih! Yongguk Hyung?! Cih!

“Aaa jadi kau teman Junhong, senang bertemu denganmu.. ^^” ucap yeoja itu.

Dan aku hanya tersenyum sangat tipis menanggapi keramahannya.

“Cih! Bagaimana dia bisa bersikap sok manis setelah dia menampar temanku? Apa dia tidak tahu jika aku ingin mewakili Sooyoung Noona untuk membalasnya?”

End Flashback

NORMAL POV

Sooyoung terdiam mendengar penjelasan Daehyun. Sekarang dia tahu kenapa Daehyun bisa semarah ini.

“Pantas saja dia bertanya apa terjadi sesuatu padaku” Batin Sooyoung.

“Tunggu.. jangan-jangan.. sikap anehnya saat itu.. juga karena dia mengetahui semuanya?”

Flashback

SOOYOUNG POV

Aku segera berlari kecil menuju mobil Daehyun saat namja itu tiba-tiba membatalkan acara ‘traktirnya’. Sejujurnya, aku merasa lega atas pembatalan itu, karena aku tak perlu bertemu dengan Yongguk dan Jieun didalam sana. Sekarang ini, aku hanya berharap jika Daehyun tidak bertanya kenapa aku menghilang cukup lama, aku juga berharap.. dia tidak menyadari jika aku baru saja menangis.

‘Dapp!’

“Waeyo Jung? Kenapa kau membatalkan acara ini? aku kan lapar” tanyaku pura-pura kesal saat aku sudah masuk ke dalam mobil Daehyun.

“….” Tidak ada jawaban, namja itu hanya diam dengan tatapan kosong yang lurus kedepan. Ada apa dengannya?

“Jung, apa.. terjadi sesuatu?” tanyaku pelan. Pertanyaan yang membuatnya menoleh padaku dengan tatapan yang.. sendu. Kenapa dia menatapku seperti itu?

“Aa.. ahh aku harus kembali, Himchan hyung mengajakku bertemu dua jam lagi” ucap Daehyun dengan ekspresi yang berubah biasa. Sepertinya dia baru saja melamun.

“Aaa baiklah” ucapku sambil mengangguk pelan. Akupun beranjak memakai sabuk pengaman, tapi..

‘Tap’

“Awww!” Aku langsung menoleh terkejut saat Daehyun tiba-tiba menempelkan minuman kaleng hangat di pipiku yang beberapa menit lalu di tampar oleh Jieun. Aku mengerjapkan mata tanpa melepaskan pandanganku dari namja itu.

“Ya.. mwo..mwohaneungeoya?” Tanyaku tak mengerti.

Daehyun terlihat membuang nafas, “Kau sakit kan? Aku pernah dengar.. jika ada seseorang yang sedang sakit, tempelkan saja sesuatu yang hangat di tubuhnya agar sakit orang itu reda” ucap Daehyun yang entah benar atau hanya asal.

Aku menyipitkan mataku dengan ekspresi tak percaya. “Ckk.. konyol sekali! ucapan dari mana itu? aku tidak pernah mendengarnya!” sangkalku sambil mendorong tanganya yang masih menekan minuman tadi di pipiku.

“Ahh sudah lakukan saja, siapa tahu itu berhasil” ucapnya sambil meraih tanganku untuk menggantikan tanganya.  Aku mendengus pelan, tapi pada akhirnya aku menurut dan terus menempelkan minuman kaleng tadi di pipiku yang masih terasa nyeri.

End Flashback

“Jung Daehyun..” Aku mendongak untuk menatap namja itu. Namja yang selalu bersikap kasar dan menyebalkan di depanku ini.. ternyata memperhatikanku lebih dari yang kuduga.

“Maaf.., aku.. benar-benar minta maaf.. karena kau jadi terlibat dalam urusanku ini” ucapku dengan wajah menyesal.

Daehyun kembali mendengus, “Yang harus kau lakukan bukanlah minta maaf Noona! Jika kau tidak mau melihatku seperti ini, maka berhenti berurusan dengan mereka! dengan begitu.. aku bisa tenang melihat hidupmu kembali tenang” ucap Daehyun sedikit membentak. Tapi aku menyipitkan mata mendengarnya, entah kenapa ucapan itu terasa sedikit aneh jika Daehyun yang mengatakannya.

“Mwo?” Tanyaku mencoba memperjelas. Tapi Daehyun malah mengalihkan pandanganya dan melepaskan ikatan mata kami yang beberapa saat lalu saling terikat.

“Sudahlah, aku harus makan! Kau ini selalu saja membuatku lapar!” ucap Daehyun yang pada akhirnya malah berjalan meninggalkanku.

“Ada apa denganya?”

—***—

NORMAL POV

“Permisi” sapa Sooyoung pada petugas yang ada di loby gedung NamB One. NamB One adalah perusahaan konatruksi yang berniat untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan tempat Sooyoung bekerja.

“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya petugas tadi dengan sopan.

“Begini, aku adalah arsitek Poseidon yang di tugaskan untuk menemui Manager Project NamB one, apa.. aku bisa bertemu dengannya sekarang?” Tanya Sooyoung.

“Apa anda sudah membuat janji?” Tanya petugas itu.

“Sudah, Manager Projectku sudah membuat janji dengannya” jawab Sooyoung.

.

Sooyoung mendongakkan wajahnya saat pintu lift terbuka. Yeoja itu berniat keluar karena di lantai itulah dia bisa bertemu dengan PM NamB One.

Tapi..

‘TAPP!’

Baru juga keluar satu langkah dari lift, Sooyoung langsung berhenti dengan ekspresi terkejut karena dia berpapasan dengan seseorang yang datang dari arah berlawanan. Sooyoung membulatkan matanya dengan tubuh yang membeku saat dia mengenal orang itu.

“Jieun-ssi?” gumam Sooyoung pelan. Sesaat, dia menatap bahu Jieun yang kini sedang di rangkul oleh seorang namja yang memiliki tinggi seperti Daehyun. Namja itu terlihat menatap Sooyoung dengan wajah bingung. Berbeda dengan ekspresi Jieun yang terlihat panic dan ketakutan.

Dengan cepat, Jieun bahkan langsung menjauh dan melepaskan rangkulan namja yang datang bersamanya itu sehingga sang namja merasa sedikit kebingungan.

Dan Sooyoung hanya bisa terperangah melihatnya. Dia seakan tak percaya jika yeoja di depannya ini adalah Jieun. Tunangan Yongguk yang beberapa hari lalu menampar pipinya dan mendakwa Sooyoung telah ‘menyakiti Yongguk’ itu, baru saja berrangkulan dan bermesraan dengan namja lain. Dan jujur saja, ini lebih menyakitkan bagi Sooyoung dibanding saat dia melihat Yongguk dan Jieun bersama.

“Sooyoung-ssi… Ap.. apa yang-“

“PLAKK!!” Belum sempat Jieun mengatakan sesuatu pada Sooyoung, yeoja tinggi itu sudah terlebih dulu menampar pipi Jieun dengan keras hingga wajahnya tertoleh ke samping.

“Ya! apa yang kau lakukan?!” pekik namja yang berdiri di samping Jieun itu dengan wajah murka. Dia bahkan menarik Jieun ke dalam rangkulannya.

Sooyoung menoleh pada namja itu dengan ekspresi geram. “Apa kau Yoo Youngjae?” Tanya Sooyoung memastikan.

“Eoh, aku Yoo Youngjae! Dan siapa kau?! Berani sekali kau menampar yeojachinguku tanpa alasan yang jelas?!” ucap Youngjae dengan ekspresi murka.

“Cih! Yeojachingu?!” Sooyoung membuang wajahnya kesamping sambil tersenyum remeh. Beberapa saat kemudian, dia kembali menoleh pada Jieun.

“Cih! Jieun-ssi, Kau bilang apa? aku menyakiti Yongguk?! Kau bilang akulah orang yang paling menyakitinya hingga kau menamparku seenaknya?” Tanya Sooyoung sambil melipat kedua tangannya di dada.

Youngjae mengernyit, “Yongguk?”

“Kau tidak tahu apa-apa!” ucap Jieun tak terima.

“Gurae, aku memang tidak tahu apa-apa.., tapi bagaimana kau bisa berselingkuh seperti ini setelah dia melupakan semua kebusukanmu?!” Tanya Sooyoung dengan sedikit memekik.

Jieun langsung terdiam, sedangkan Youngjae menatap yeojachingunya itu dengan eskpresi tak mengerti.

“Kau tahu? Dia bahkan langsung mencarimu ketika dia sadar dari komanya! Dan kau- bagaimana kau bisa setega ini menyakitinya?! Bagaimana-“ Sooyoung langsung menghentikan ucapannya saat air matanya mulai menetes. Sungguh, kemarahanya benar-benar berada di ubun-ubun hingga kepalanya serasa ingin meledak.

“Aku tidak punya pilihan! Jika kau ada di posisiku.. apa yang akan kau lakukan?! Kau pikir mengatakan segalanya pada Yongguk itu mudah?!” Tanya Jieun balik. Dan Youngjae hanya bisa terdiam melihatnya.

“Tidak punya pilihan? Tidak mudah? Jadi kau masih mencintainya tapi kau masih ingin bermain-main dengan namja ini?” Tanya Sooyoung sambil menunjuk Youngjae. Dan Jieun hanya bisa terdiam dengan ekspresi bingung. Sesaat, dia melirik Youngjae yang sekarang menatapnya datar.

“Anhimyeon (jika tidak).. kau mencintai Youngjae tapi kau masih ingin kembali bermain-main dengan Yongguk?” ulang Sooyoung namun dengan objek yang berbeda. Dan lagi-lagi, Jieun hanya diam dan tidak bisa menjawabnya.

“Cih, konyol.. aku tidak tahu jika manusia sepertimu masih ada di dunia ini, baiklah.. aku akan diam dan menganggap jika aku tidak pernah melihat semua ini” ucap Sooyoung datar.

Jieun dan Youngjae tentu saja terkejut, “Mm.. Mwo?” Tanya Jieun tak percaya.

Sooyoung menunduk sejenak untuk mengatur emosinya. Setelah itu dia kembali mendongakan wajahnya dengan ekspresi dingin dan tatapan tajam.

“Tapi saat dia bertanya padaku tentang kebusukanmu.. aku bersumpah.. aku.. akan mengatakan semuanya meski dia harus pingsan sekalipun!” ucap Sooyoung dengan wajah penuh kebencian.

‘DEG’

Jieun terdiam dengan tubuh membeku, matanya membulat, dan mulutnya sedikit menganga. Dia tak percaya jika Sooyoung bisa melakukan hal itu. Dia pikir Sooyoung adalah yeoja polos yang bisa memaklumi segala kesalahan, tapi ternyata.. yeoja itu sama mengerikannya dengan Junhong.

‘DAP!’ Tanpa mempersilakan Jieun menanggapi, yeoja itu terlebih dulu berjalan menjauh.

.

Setelah merapikan diri dan menenangkan pikirannya, Sooyoung pun beranjak untuk masuk ke ruang Project Manager NamB one Grup dan melanjutkan tugasnya.

“Permisi” ucap Sooyoung saat dia telah masuk ke dalam ruangan tadi. Tapi beberapa saat kemudian, dia terdiam bingung karena ternyata tidak ada siapapun dia ruangan itu.

Sooyoung menoleh ke sekeliling untuk mencari dimana manager itu. Kenapa dia tidak ada disini?.

“Nuguseyo?”

‘DEG’

Sooyoung sedikit tersentak saat dia mendengar seseorang berbicara di belakangnya. Suara namja itu terdengar berat dan sedikit familiar.

Sooyoung pun membalikan badannya dan berniat menyapa orang itu. Tapi sepersekian detik setelah yeoja itu membalikan badan, dia langsung terdiam dengan wajah bingung.

“Tunggu.. dia?”

“Oh, apa kau.. salah satu arsitek dari Poseidon?” Tanya namja itu saat keduanya sudah berhadapan.

“….” Tapi Sooyoung tetap saja diam dengan ekspresi kosong. Dia terdiam karena namja yang sedang memakai masker di depannya itu benar-benar mirip seseorang. Benar, namja itu.. mirip dengan Yongguk saat dia sedang berkendara. Maskernya, matanyanya, dan juga rambutnya, semua benar-benar mirip sehingga Sooyoung sempat berfikir jika namja di depannya itu adalah Yongguk.

“Nona” panggil namja itu sambil mengguncang bahu Sooyoung pelan.

“Eoh.. eoh, nde.. mi.. mianhamnida.., aku.. aku Choi Sooyoung, arsitek dari Poseidon grup” Ucap Sooyoung setelah dia tersadar dari lamunannya. Aahh, apa yang kupikirkan?

“Ah jadi kau orangnya? Hmm.. baiklah, mari kita duduk” ajak namja itu sambil menunjuk meja kerjanya. Dengan perasaan yang sedikit aneh, Sooyoung pun berjalan mengikuti namja itu.

“Mmm.. maaf sebelumnya, akhir-akhir ini aku sedikit flu, jadi aku harus memakai masker agar orang-orang di sekitarku tidak tertular” ucap namja itu setelah keduanya sudah duduk. Dia terlihat tertawa kecil dan membentuk sebuah eyes smile di matanya.

“Aa.. nde.. gwenchana” ucap Sooyoung pelan. Dalam hati, dia terus berfikir tentang penampilan namja di depannya itu. Sooyoung bersumpah, namja di depannya ini jauh lebih mirip dengan si ‘Pengendara aneh’ di bandingkan dengan Yongguk. Yaa.. meski pada kenyataanya si ‘pengendara aneh’ yang dulu bertemu dengannya jelas-jelas adalah Yongguk.

“Kenalkan, aku Nam.. aku adalah manager project NamB one grup” ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya.

“Aaa.. nde.. senang bertemu denganmu Manager Nam” ucap Sooyoung sambil membalas jabat tangan namja itu.

“Anhi, kudengar kau seumuran denganku, jadi.. kau bisa memanggilku dengan Nam saja” ucap Nam ramah.

“Aaa.. nde, Nam-ssi, eung.. kurigo.. ini berkas tender yang bisa NamB One penuhi jika kalian tertarik untuk ikut mengerjalan proyek pembangunan hotel Venus” ucap Sooyoung sambil memberikan sebuah map pada namja itu.

Nam menerima berkas tadi dan di masukkanya ke dalam laci. “Baiklah, aku akan segera mendiskusikan ini dengan stafku” ucap Nam. Dan Sooyoung hanya mengangguk pelan.

“Baiklah.. kalau begitu aku-“

“Apa The Orchid juga ikut mengerjakan proyek ini?” Tanya Nam saat Sooyoung berniat untuk berpamitan.

“Kurasa iya.. Karena setahuku.. The Orchid akan menjadi partner tetap untuk Poseidon” jelas Sooyoung.

“Aaa.. partner tetap ya, hmmm.. baiklah..” ucap Nam sambil mengangguk paham.

“Kalau begitu aku permisi” pamit Sooyoung sambil berdiri lalu membungkuk sopan.

“Eoh, Senang bertemu denganmu Sooyoung-ssi.. dan sampai bertemu lagi” ucap Nam sambil tersenyum ramah.

Sooyoung mengangguk lalu kembali membungkuk sopan. Setelah itu dia membalikan badan dan keluar dari ruangan itu.

Beberapa saat setelah Sooyoung pergi, Nam menarik knop lacinya. Setelah itu dia meraih sebuah buku diary berwarna merah pastel yang sampulnya sediki rusak.

Nam membuang nafas panjang, “Partner tetap? Jadi kalian sudah bertemu?” gumam Nam sambil menatap kosong kea rah pintu.

“Aku ingin tahu.. apa yang terjadi pada kalian setelah semua itu” gumam Nam sambil menatap nama yang tertera di diary itu.

[Bang Yongguk]

—***—

Sooyoung memasuki kantor saat Mr.Jang, Project Manager Poseidon, memanggilnya.

“Ada apa bos?” Tanya Sooyoung saat dia telah tiba di ruang bagian perencanaan. Ruangan dimana Sooyoung, Daehyun dan beberapa karyawan lainnya menggambar dan membuat estimasi dana untuk kelancaran proses pembangunan.

“Oh.. Sooyounga, begini.. aku harus pergi ke busan bersama Tuan Lee, jadi aku minta.. kau menggantikanku untuk berkeliling proyek bersama PM dari Orchid” ucap Mr.Jang.

Sooyoung mengangguk, “Baiklah aku-“

Ucapan Sooyoung langsung terhenti saat dia mengingat sesuatu. Tunggu? PM? Yang Mr.Jang maksud adalah Himchan kan?

“Kau setuju? Baiklah, Yongguk-ssi.. kalian bisa pergi sekarang” ucap Mr.Jang pada seseorang yang berada di belakang Sooyoung. Sooyoung menoleh kebelakang dengan ekspresi horror saat dia mendengar nama itu.

‘DEG’ Benar saja, Saat Sooyoung sudah benar-benar menoleh, dia melihat seorang namja duduk di sebuah kursi dengan ekspresi datar dan terkesan dingin. Namja itu menatap Sooyoung dengan matanya yang tajam.

“Sial! Sejak kapan dia disana?” Sooyoung langsung menoleh kedepan saat dia mulai panic.

“Eung, Bos.. sepertinya.. aku harus kembali ke Yangcheon” ucap Sooyoung yang tentu saja langsung berubah pikiran. Dia bahkan menggenggam lengan bosnya itu seperti saat Sooyoung memohon pada ayahnya.

“Kau bisa kembali ke sana bersama Yongguk, benar kan Yongguk-ssi?” Tanya Mr.Jang pada namja dingin itu.

“Nde”

‘DEG’ Sooyoung sedikit tersentak saat suara namja itu sekarang sudah berada tepat di belakangnya. Suara berat yang entah kenapa membuat Sooyoung merinding.

“Anhi.. tapi.. bos.., jika hanya berkeliling proyek.. bukankah Manager Bang bisa pergi dengan Himchan ataupun Junhong saja?” Tanya Sooyoung dengan senyuman terpaksa. Lagi-lagi yeoja itu mencari alasan agar dia tidak jadi pergi dengan Yongguk. Sungguh.. Dia- Tidak Bisa- Pergi- Dengan- namja itu. Dan Yongguk sendiri terlihat hanya melirik Sooyoung dengan ekspresi datar. Meski di dalam hati, dia paham kenapa Sooyoung bersikap seperti itu.

“Jika dia pergi bersama Himchan dan Junhong, lalu untuk apa Poseidon dan Orchid bekerja sama?” tanya Mr Jang balik.

Ahh sial!. Sooyoung kembali mengumpat dalam hati saat dirasa tidak ada kesempatan baginya untuk bisa lolos dari Yongguk.

“Tapi-“

“Bos! Bos!” ketiga orang itu langsung menoleh saat seorang namja berjalan mendekat dan memanggil Mr.Jang.

“Mau apa lagi si berisik ini?” Batin Yongguk dengan ekspresi tak suka saat Daehyun sudah berdiri di sisi Sooyoung yang lain.

“Apa lagi Jung Daehyun?” Tanya Mr Jang sambil melipat kedua tanganya di dada.

“Bos! Biarkan aku ikut menemani Sooyoung Ajhuma!” pinta Daehyun dengan wajah bersemangat. Sooyoung dan Yongguk tentu saja terkejut mendengarnya.

“Wae?” Tanya Mr.Jang tak mengerti. Sooyoung sendiri terlihat menatap Mr.Jang penuh harap, sedangkan Yongguk membuang wajahnya kearah lain seolah dia muak dengan namja bernama Daehyun itu. Dia sudah menebak jika si berisik itu berniat merusak acara ini.

“Begini bos, kau lihat wajah pucat Sooyoung ajhuma kan? akhir-akhir ini.. dia memang merasa tidak enak badan .. jadi-“

“Aiihh! No- no- no! Sit Down! Sit Down!” ucap Mr.Jang yang langsung menolak mentah-mentah permintaan Daehyun, meski namja itu belum selesai bicara. Yongguk bahkan menyunggingkan ujung bibirnya karena hal itu.

“Wae..? kau bilang kami adalah anak kembar yang tidak bisa terpisahkan?!” Tanya Daehyun sambil merangkul Sooyoung. Sooyoung bahkan mengangguk mantab menyetujuinya.

Yongguk melirik Daehyun dan Sooyoung dengan ujung matanya. Kembar?

“Ya! Kembar bukan berarti pergi kemana-mana bersama! Lagipula aku tahu.. kau berbohong agar kau bisa terlepas dari pekerjaanmu kan?” Tanya Mr.Jang curiga.

“Anhi! Aku ingin ikut karena-“

“Sudahlah, sekarang kembali ke mejamu atau aku akan memberimu pekerjaan lain!” ancam Mr Jang. Daehyun dan Sooyoung pun bertatapan sejenak dengan ekspresi putus asa. Yongguk bahkan kembali melirik mereka dengan tatapan aneh.

“Sudahlah.. aku saja yang pergi” ucap Sooyoung sambil mendorong tubuh Daehyun. Dia tahu, Daehyun hanya ingin menyelamatkan dia, jadi jika namja itu harus mendapat kesulitan, tentu saja Sooyoung tidak mau.

.

.

Sudah beberapa menit setelah Yongguk menjalankan mobilnya, tapi dia maupun Sooyoung tetap saja diam dan terhanyut dalam suasana awkward.

“Ahh, dua puluh menit berdua dengan ‘Yongguk asli’ ternyata lebih menakutkan daripada menghabiskan separuh hari dengan ‘arwah’ Yongguk” Batin Sooyoung kesal. Bagaimana tidak? Sejak mereka keluar dari Poseidon, namja itu hanya diam dengan tatapan lurus kedepan, mirip seperti robot.

Dengan tatapan yang masih tertoleh ke jendela samping, Sooyoung terus mencoba memikirkan sesuatu agar dia bisa terlepas dari suasana itu. Setelah dia mendapat ide, Sooyoungpun langsung menggerakan tanganya ke tombol radio dan berniat untuk menghidupkan music. Tapi…

‘Tap!’ Sooyoung dan Yongguk langsung menoleh dengan ekspresi terkejut saat telunjuk mereka tidak sengaja bersentuhan. Ternyata Yongguk mempunyai pemikiran yang sama dengan Sooyoung untuk memutar musik. Dan pada akhirnya, kedua orang itu menarik kembali tangan mereka karena suasana yang malah bertambah semakin canggung.

“E..Ekhem..” Yongguk berdehem kecil karena tenggorokanya tiba-tiba saja mengering. Sedangkan Sooyoung hanya diam sambil menatap keluar jendela. Dia harap, Yongguk tidak melihat wajahnya yang sedikit memerah saat ini.

“Ba.. bagaimana.. kau bisa begitu santai menghidupkan music .. di mobil orang asing” Tanya Yongguk tanpa menoleh.

Sooyoung terdiam sejenak, “Mi..mianhae..” ucap Sooyoung yang juga tidak menoleh pada Yongguk.

“Seharusnya kau minta ijin dulu padaku” Lanjut Yongguk dengan ekspresi yang berubah kesal.

Sooyoung mendengus saat rasa gugupnya langsung hilang dan terganti dengan rasa jengkel.  Manusia ini!

“Aku benar-benar minta maaf Manager Bang, aku tidak sengaja melakukanya karena mobilmu ini benar-benar mirip dengan mobil Himchan..” ucap Sooyoung mencoba membela diri. Sesaat pandanganya berkeliling ke tiap bagian dalam mobil yang sekarang sedang ia naiki itu.

“Cih” Tapi sepertinya.. Yongguk menangkap ucapan itu dari sudut pandang lain, terbukti dari caranya menyunggingkan salah satu ujung bibirnya dengan ekspresi remeh.

“Sepertinya kau terbiasa pergi dengan pria yang berbeda-beda” sindir Yongguk. Dan Sooyoung tentu saja langsung melirik namja itu tajam.

Sooyoung mendengus, “Aku tidak akan bicara banyak, tapi yang jelas… aku bukan yeoja seperti itu!” ucap Sooyoung dengan ekspresi datar.

“Cih! aku tidak yakin, aku bahkan masih ingat bagaimana khawatirnya Junhong padamu, atau saat Himchan merangkulmu, atau.. namja berisik bernama Daehyun itu yang selalu menempel padamu” sangkal Yongguk dengan senyuman remehnya.

Sooyoung mengernyit dan menatap Yongguk heran, “Apa semua itu adalah sesuatu yang harus dia perhatikan? Aku bahkan tak benar-benar mengingatnya”

“Dengar Manager Bang, kau harusnya tahu.. dunia konstruksi itu di penuhi banyak laki-laki, jika aku hanya berteman dengan yeoja.. aku tidak akan bisa berkembang” Dan pada akhirnya, Sooyoung bicara panjang lebar agar namja di sampingnya itu tak lagi memandangnya rendah.

“Terserah kau saja” ucap Yongguk seolah tak peduli.

“Tentu saja terserah padaku, ini kan hidupku” dumal Sooyoung sambil melipat kedua tanganya di dada, dan di tolehkan lagi wajahnya ke kaca jendela samping. Dia tidak sadar jika Yongguk meliriknya dalam diam.

.

.

Setelah melihat proyek pembangunan café yang ada di kawasan Hongdae, Yongguk dan Sooyoung memutuskan untuk kembali ke mobil. Sejak pertengkaran kecil tadi, keduanya memang tak lagi berbicara satu sama lain. Mereka hanya melihat perkembangan proyek dalam diam dan dengan jarak yang sedikit berjauhan.

Dalam perjalanan menuju mobil Yongguk, Sooyoung memeriksa ponselnya.

“Sial, baru jam 12 siang?”  Yeoja itu langsung mengeluh dalam hati karena waktu yang berjalan begitu lama. Untung saja Junhong mengirim pesan sehingga kekesalan Sooyoung sedikit berkurang.

Junhongie: Noona, eodiga?

Youngie Noona : Aku di hongdae, wae?

Junhongie: Ayo makan siang bersama, kebetulan aku sedang berada di proyek yang tidak jauh dari sana.

“Ya, Junhong chingu!” Sebelum Sooyoung membalas pesan dari Junhong, Yongguk terlebih dulu memanggilnya dan membuatnya menoleh.

“Nde?” Tanya Sooyoung sedikit terkejut. Yongguk mendengus sambil melirik layar ponsel Sooyoung. [Junhongie]

“Sepenting itukah.. hingga kau tidak mendengar panggilanku?” sindir Yongguk.

“Mian, mianhae.. apa.. yang ingin kau bicarakan?” Tanya Sooyoung yang berusaha untuk tetap sopan. Tapi tidak bisa di pungkiri jika yeoja itu masih terfokus pada ponselnya.

“Ya.. ayo makan dulu sebelum kita melanjutkan perjalanan ke taman Yangchon” ucap Yongguk yang berusaha untuk bersikap tenang, meski saat ini dia seperti sedang berbicara sendiri.

“Aaa.. gurae” jawab Sooyoung sambil mengangguk setuju. Meski begitu dia tidak membalas tatapan Yongguk karena dia sedang sibuk mengetik sesuatu.

“Aishhh jongmal chajeungna! Ya, aku sedang bicara denganmu!” protes Yongguk saat Sooyoung dirasa sudah bersikap keterlaluan padanya.

Sooyoung langsung menoleh pada Yongguk, “Mian, eumm kalau begitu.. ayo kita makan di sana” ucap Sooyoung sambil menunjuk sebuah café bernuansa kayu yang berada di seberang jalan. Yongguk tentu saja langsung menatap Sooyoung dengan alis yang terangkat satu.

“Kenapa kau yang memutuskanya?” Tanya Yongguk sinis.

Sooyoung mengerjapkan matanya dengan ekspresi ‘Mong’, “Kau tidak mau? Ahh tapi aku sudah terlanjur bilang pada Junhong jika kita akan makan disana, dia juga sudah dalam perjalanan kesini..” ucap Sooyoung dengan ekspresi polosnya.

Yongguk mengernyit saat nama adiknya itu di sebut, “Junhong? Kau mengajaknya?” Tanya Yongguk dengan ekspresi terkejut. Tapi Sooyoung menanggapinya dengan anggukan mantab seolah itu semua bukan masalah.

“Ya, siapa yang menyuruhmu mengajaknya? Dan lagi.. café itu.. bagaimana kau bisa memutuskannya secara sepihak?” Tanya Yongguk yang ternyata tidak terima. Dan Sooyoung tentu saja menatap namja itu dengan ekspresi tak mengerti.

“Wae? Bukankah dia adikmu?” Tanya Sooyoung heran.

Yongguk menghela nafas dan mencoba untuk tetap sabar, “Dia memang adikku, tapi- tapi kau tidak bisa begitu saja melakukanya nona Choi Sooyoung“ ucap Yongguk. Dia seperti ingin menjelaskan sesuatu tapi dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya.

“Wae? Kau takut akan sesuatu?” Tanya Sooyoung lagi. Dan pertanyaan itu berhasil membuat Yongguk terdiam. Yaa.. mungkin Sooyoung benar, saat ini.. Yongguk sedang takut akan sesuatu. Tapi sejujurnya, dia sendiri tidak tahu apa itu.

Melihat ekspresi Yongguk, Sooyoung malah tersenyum mengerti. “Aaa.. apa kau alergi sesuatu? Ya kau tenang saja, aku dan Junhong sering makan disana, dan aku janji kau tidak akan kecewa.. karena semua makanan di café itu rasanya enak sekali.. sungguh” ucap Sooyoung sambil tersenyum cerah. Dia bahkan mengacungkan dua jempolnya.

‘DEG’ Dan sayang sekali, Yongguk malah semakin terdiam. Entah kenapa, dia merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat senyuman Sooyoung.

“Manajer Bang? Jadi bagaimana?” ulang Sooyoung saat Yongguk tak kunjung menanggapinya.

Yongguk menelan ludah saat dia tersadar dari lamunannya, “Mwo? aa.. ekhemm anhi.. , tapi.. ya! apa kau lupa jika sekarang ini kita sedang dinas? Jadi meskipun Junhong adalah adikku, kau tidak bisa begitu saja mengajaknya!” ucap Yongguk yang kembali menampakan wajah angkuhnya.

Pada akhirnya, Sooyoung membuang nafas panjang sambil memutar bola matanya malas. “Ya Tuhan.. aku benar-benar benci dengan orang yang mempermasalahkan tentang makan, Ayolah makanan adalah sesuatu yang paling indah di dunia ini” keluh Sooyoung sambil menggaruk rambutnya frustasi.

Eung? Yongguk sedikit terheran melihat perubahan ekspresi Sooyoung yang lucu itu. Dia tidak menyangka jika Sooyoung bisa sepolos itu saat berbicara tentang makanan.

“Dia menggemaskan juga” Batin Yongguk yang entah sadar atau tidak itu.

“Tunggu, Apa kau bilang? Dia menggemaskan? Cih kau pasti sudah tidak waras!” Setelah menyadari pikiran anehnya, Yonggukpun langsung mengumpat dirinya sendiri.

“Aku lapar, aku sudah tidak bertenaga untuk berargumentasi denganmu, jika kau tidak mau makan disana.. kau bisa makan di tempat lain” lanjut Sooyoung dengan ekspresi malas. Bahkan tanpa menunggu jawaban Yongguk, dia terlebih dulu berjalan menuju café yang tadi dia tunjuk itu.

“Ya! bagaimana kau bisa pergi begitu saja?” Tanya Yongguk sambil menunjuk Sooyoung.

“Molla! Aku lapar!” ucap Sooyoung tanpa menoleh.

“Cih, gadis itu benar-benar..” Melihat tingkah Sooyoung, Yongguk tidak bisa lagi menahan diri untuk tertawa kecil. Bahkan meskipun Sooyoung sudah berjalan semakin jauh, dia tetap menatapnya dengan senyuman tipis.

“Tunggu, apa yang kulakukan?! Cih konyol sekali!” Karena Yongguk kembali menyadari keanehan pada sikapnya, diapun memilih untuk pergi ke arah lain seolah dia tak peduli dengan Sooyoung. Tidak! Aku tidak peduli dengan yeoja aneh itu! Tidak boleh!

Tapi… ‘Dap!’

 Yongguk langsung berhenti saat dia mengingat sesuatu. “Tunggu, aku tidak bisa membiarkan Junhong bersama gadis aneh itu…” gumamnya pelan.

.

“Cih, apa-apaan dia? Masalah makan saja harus di permasalahkan, dasar kekanakan!” dumal Sooyoung saat dia beranjak menyeberang jalan.

“Tunggu, Apa Junhong sudah sampai?” Sooyoung beranjak memeriksa ponselnya dan melihat apa ada pesan masuk disana. Dia tidak peduli jika saat ini dia sedang berdiri di pinggir jalan.

Setelah lampu bagi pejalan kaki berubah menjadi hijau, Sooyoung pun melangkahkan kakinya memasuki area jalan raya.

‘TIINN!!’

Karena Sooyoung tetap menatap layar ponselnya meskipun dia sedang menyeberang jalan, diapun tidak menyadari jika sebuah mobil melaju dari arah kiri dengan kecepatan cukup tinggi.

‘DEG’

Sooyoung menoleh secara reflex dengan ekspresi panic dan juga terkejut.

‘Tapp!’

Tapi untung saja, Sooyoung baru melangkah 3 kali memasuki area jalan raya,  jadi saat mobil tadi hampir menabraknya, seseorang bisa dengan sigap menariknya ke pinggir jalan.

‘Greebb!’

Masalah baru, benar.. Sooyoung mendapat masalah baru karena sekarang dia berada di pelukan orang yang baru saja menolongnya itu. Sebenarnya mereka bukan benar-benar berpelukan, tapi lengan kanan namja itu melingkar di bahu Sooyoung, dan kepala Sooyoung benar-benar berada di lekukan leher orang tadi.

‘DEG DEG DEG’

Sooyoung terdiam sambil mengerjapkan mata karena rasa gugup yang tiba-tiba saja muncul. Sebenarnya Sooyoung belum melihat wajah orang itu, tapi dia cukup mengenal postur tubuh dan aroma parfume yang sekarang tercium oleh hidungnya. Benar.. dia tahu siapa orang itu.

‘Tapp’

Beberapa saat kemudian, orang itu melepaskan dekapanya pada Sooyoung agar dia bisa menatap yeoja itu.

“Noona, apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menyebrang jalan sambil melihat ponsel! Itu berbahaya!” omel namja tinggi bernama Junhong yang sekarang memegang kedua bahu Sooyoung dengan kuat. Sooyoung mendongak dan menatap namja itu beberapa saat, ini pertama kali bagi Sooyoung melihat Junhong memarahinya seperti itu.

“Aahh mianhae, aku hanya ingin tahu apa kau sudah sampai disini atau belum” ucap Sooyoung sambil tersenyum kikuk.

Namja berkulit porcelain itu mendengus pelan, “Ya Tuhan, Noona! Kau kan bisa melihat pesanku saat kau sudah sampai disana! haahh untung saja kau tidak terluka,  bagaimana jika aku tidak bisa menyelamatkanmu, tadi? Kau pikir aku bisa memaafkan diriku sendiri setelah itu?” lagi dan lagi,  Junhong memarahi Sooyoung dengan ekspresi yang masih saja khawatir. Sekarang, dialah yang terlihat seperti oppa bagi Sooyoung.

Sooyoung sendiri terlihat hanya diam dengan wajah yang sedikit memerah. Entah kenapa, ucapan Junhong tadi terasa sedikit aneh dan membuatnya sedikit merinding.

“Ya, ta.. tapi kau sudah berhasil menyelamatkanku, jadi kau sudah bisa memaafkan dirimu sendiri dan juga memafkan kecerobohanku kan?” Tanya Sooyoung sambil tersenyum manis pada namja di depannya itu.

“Ahh, jangan senyuman itu!” Dan pada akhirnya, Junhong membuang nafas panjang setelah dia melihat senyuman Sooyoung. Bahkan hingga saat ini, senyuman itu masih saja mempunya pengaruh besar untuk Junhong.

‘Greb’

Tanpa bicara apa-apa lagi, Junhong meraih tangan Sooyoung lalu digenggamnya tangan dingin itu dengan erat. Merasakan tangan hangat Junhong yang menaut erat pada tangannya, tentu saja membuat Sooyoung menoleh bingung. Beberapa saat, dia menatap tautan tangan itu dan juga wajah Junhong secara bergantian. Apa ini?

“Khajja” ucap Junhong sambil menghadapkan tubuhnya ke jalan raya. Dia tidak peduli jika saat ini Sooyoung menatapnya bingung.

“Junhonga-“

“Khajja, Lampunya sudah hijau” tanpa mempersilakan Sooyoung bicara, Junhong terlebih dulu menarik tubuh yeoja itu hingga bahu mereka sepenuhnya bersentuhan. Setelah itu, Junhong mulai melangkah dan menuntun Sooyoung untuk menyebrang jalan bersamanya, menyebrang jalan disisinya, dan di dalam genggaman tangannya.

Sooyoung menarik nafas dalam untuk meredakan kegugupannya. Jujur saja, meskipun Junhong lebih muda 3 tahun darinya, tapi Sooyoung bisa benar-benar merasa nyamanan dan juga terlindungi saat dia bersama namja itu.

.

[Other side]

Yongguk memutuskan untuk mengikuti langkah Sooyoung yang mulai jauh itu. Tidak, dia tidak bisa membiarkan Sooyoung hanya berdua bersama dengan Junhong. Entah karena apa, dan entah untuk apa, tapi Yongguk benar-benar tidak bisa membiarkannya.

“Lihat dia, dia bahkan melihat ponsel saat menyeberang jalan” Yongguk berdesis kesal saat dia melihat Sooyoung meraih ponselnya meski yeoja itu akan menyeberang jalan. Sesaat, Yongguk melihat keadaan jalan raya yang sebenarnya tidak terlalu ramai itu. Tapi…

“Tunggu, itu tidak aman!” Setelah menyadari bagaimana bahayanya Sooyoung saat ini, Yongguk pun segera berlari kearah yeoja itu. Sebenarnya, luka di kakinya akibat kecelakaan beberapa bulan lalu itu belum benar-benar sembuh, sehingga dia merasakan sedikit nyeri disana. Tapi, tidak.. dia tidak bisa membiarkan Sooyoung merasakan hal itu juga.

‘Tiinnn!’

Benar saja, beberapa saat setelah itu, Yongguk melihat sebuah mobil dari arah selatan, melaju dengan kecepatan tinggi dan siap untuk menerjang tubuh kurus Sooyoung.

“Ishh dasar ceroboh!” gumam Yongguk geram. Dia pun mempercepat langkah kakinya agar dia bisa menyelamatkan yeoja tinggi itu. Tapi..

‘Dapp!’

Sebenarnya Yongguk hanya membutuhkan 10 langkah lagi agar dia bisa menyelamatkan Sooyoung. Tapi dia langsung berhenti saat seorang namja tinggi terlebih dulu menolong Sooyoung dan mendekap yeoja itu ke dalam pelukannya.

DEG

Mata Yongguk melebar dan ekspresi wajahnya langsung berubah, “Junhong?”

Benar, namja itu adalah adik tirinya, Choi Junhong. Entah dari mana dan sejak kapan namja itu berada di sana, tapi Yongguk benar-benar tak menyangka jika Junhong bisa segesit itu untuk menolong Sooyoung.

Tanpa sadar, Yongguk membuang nafas dengan berat saat dia melihat moment itu. Melihat bagaimana Junhong mendekap Sooyoung, melihat bagaimana Junhong mengkhawatirkan Sooyoung, melihat bagaimana Junhong meraih tangan yeoja itu dan menggenggamnya dengan erat.

“Haahh ada apa denganku?” Keluh Yongguk sambil membuang wajahnya kearah lain.

.

@Café

Sooyoung dan Junhong menunggu pesanan mereka dalam suasana diam. Sejujurnya, genggaman tangan Junhong tadi masih menjadi pertanyaan besar di kepala Sooyoung. Dan Junhong sendiri hanya diam sambil melihat suasana café itu.

‘BEEB’ Keduanya langsung menoleh saat ponsel Sooyoung bordering.

“Eung, siapa ini?” gumam Sooyoung bingung saat dia menerima sebuah pesan dari seseorang yang tidak dia kenal.

(nama di percakapan adalah sesuai dengan bagaimana mereka menamai si lawan bicara)

Xxxx : Jika dalam lima menit kau belum sampai di mobilku, aku akan lapor pada mr.Jang jika kau kabur

Sooyoung mengenyit saat dia tidak begitu paham dengan maksud dari pesan itu.

Isang Yeoja : nuguseyo?

Xxxx : Sekarang tersisa empat menit 39 detik

“Aaa- Tunggu.. jangan-jangan.. ini” Sooyoung bergumam pelan saat dia mulai tahu siapa pengirim pesan itu.

Isang Yeoja: Manager Bang?

Xxxx : Nan Jangnananhiya! Kurigo PPALLI! (Aku tidak bercanda, jadi cepat!)

“Aiishh.. Ige sagaji jinjja!” Umpat Sooyoung jengkel. Sekarang dia yakin jika pengirim itu adalah Bang Yongguk.

Isang Yeoja : Mian Manager Bang, tapi aku baru 10 menit berada disini, makananku bahkan belum sampai

XXXX : Kita masih harus mengunjungi 5 proyek lagi, jadi kau tidak bisa bersikap seenaknya begitu

Isang Yeoja : nado arro! (aku juga tahu) aku juga sudah memperhitungkan segalanya, jadi beri aku waktu 15 menit untuk mengisi perutku

XXXX : 4 menit dari sekarang atau kau di anggap kabur

Sooyoung membuang nafas panjang saat emosinya kembali naik. Dan Junhong tentu saja semakin heran melihatnya.

Isang Yeoja : Manager Bang, kau sudah dewasa, jadi berhenti mengancamku dengan hal konyol seperti itu!

Isang Yeoja : Kau ingin bilang jika aku kabur? Baiklah.. aku juga bisa bilang jika kau mengeksploitasi tenagaku dan tidak mengizinkanku beristirahat!

Setelah mengetik pesan terakhir, Sooyoung langsung membuang ponselnya ke meja secara sembarang. Junhong bahkan langsung mundur karenanya.

“Hasshh.. chajeungna jongmal!” Sooyoung mengumpat sambil menggaruk rambutnya frustasi. Dia bahkan menghentak-hentakkan kakinya karena terlalu kesal.

“Wae? Nuguya?” Tanya Junhong dengan suara lembut.

“Hyungmu, dia mengancamku jika aku tidak kembali dalam waktu lima menit” ucap Sooyoung singkat dan masih dengan ekspresi kesal.

Junhongpun langsung terdiam mendengarnya. “Jadi namja yang ada di dekat pohon tadi benar-benar Yongguk hyung?” Batin Junhong saat dia memahami sesuatu.

“Apa yang terjadi? Bagaimana kalian…”

“Mian karena aku tidak mengatakan hal ini sebelumnya, sebenarnya.. hari ini.. aku di tugaskan untuk menemani hyungmu itu berkeliling proyek, tapi saat aku mengajaknya makan disini dia tidak mau, dia bahkan marah-marah tak jelas saat dia tahu jika aku mengajakmu” jelas Sooyoung.

“Kenapa dia harus marah? Bukankah dia tidak menyukai Sooyoung noona?” Batin Junhong curiga.

“Sudahlah.. dia hanya menggertakmu, jangan terlalu memikirkanya dan makan saja terlebih dahulu” ucap Junhong menasihati. Dia terlihat mengusap bahu Sooyoung dengan lembut agar kemarahan yeoja itu sedikit reda.

Mian hyung, tapi Daehyun hyung benar.. aku mencintai Sooyoung noona, dan aku ingin dia bahagia bersamaku, jika pada akhirnya ingatanmu kembali, maka biarkan Sooyoung noona yang menentukan siapa kebahagiaannya

“Kau benar, aku tidak peduli jika dia meninggalkanku sekalipun, aku benar-benar tidak bisa mentoleransi orang yang sudah mengganggu acara makanku” ucap Sooyoung sambil memanyunkan bibirnya. Dan Junhong langsung tertawa kecil melihatnya. Kalau saja mereka tidak berada di tempat umum, mungkin Junhong sudah mencubit pipi chubi Sooyoung, atau bahkan.. dia sudah mencium bibir Sooyoung yang menggemaskan itu. Ah apa yang kupikirkan!

“Noona.. , kau tahu? Kau terlihat sangat menggemaskan saat marah” puji Junhong sambil memangku tangannya.

‘Blushh’ Dan wajah Sooyoung tentu saja langsung memerah. Menggemaskan katanya?

“Aku juga tahu jika mengumpat bisa membuat hati kita lega, Tapi apa kau tahu? Senyuman mempunyai kekuatan yang lebih besar dari semua itu, karena saat kau tersenyum.. kau bisa menghilangkan kemarahanmu sekaligus kemarahan orang lain” ucap Junhong masih dengan senyuman dan tatapan yang menenangkan.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Tapi.. tapi tetap saja.. aku benar-benar kesal dengannya, dia itu.. namja yang menyebalkan, wajahnya mirip seperti narapidana yang baru saja membunuh puluhan orang, suaranya pun mirip seperti mafia yang-“

“Time over Sooyoung-ssi!”

‘DEG’

Sooyoung dan Junhong langsung menoleh saat mereka mendengar suara berat di belakang Sooyoung.

“Yongguk-hyung? Kau.. datang?” sapa Junhong pada Yongguk yang masih saja diam sambil menatap Sooyoung tajam.

“Oh, Manager Bang? Aku kira kau tidak mau datang kesini” ucap Sooyoung bingung. Dalam hati, dia berdoa semoga Yongguk tidak mendengar ucapannya.

‘Dapp!’ sebelum menjawab pertanyaan Sooyoung, namja tinggi itu terlebih dulu duduk di kursi kosong yang berada di sisi Sooyoung yang lain, dan setelah itu, dia melipat kedua tanganya di dada layaknya bos.

“Aku memang tidak suka datang kesini, tapi… kau bilang.. aku ini narapidana yang baru saja membunuh puluhan orang kan? Nah.. karena kau adalah targetku, tentu aku tidak bisa membiarkanmu kabur begitu saja…” ucap Yongguk sambil tersenyum smirk dan menunjuk Sooyoung dengan telunjuknya.

Sooyoung memutar bola matanya malas, “Maaf Manager Bang, tapi jika aku memang harus kabur, maka aku akan melakukanya sepersekian detik setelah kita keluar dari Poseidon!” ucap Sooyoung tak terima.

Junhong menatap pertengkaran Bang-Soo dalam diam, “bahkan hanya beberapa hari.. mereka sudah bisa sedekat ini?

“Aigoo, Coba lihat.. kau sudah berani bersikap kasar padaku, apa karena ada Junhong disini?” sindir Yongguk.

“Eyy hyung, sudahlah.. biarkan dia makan terlebih dahulu, Sooyoung noona.. bisa berubah mengerikan jika dia lapar” ucap Junhong yang mencoba membela Sooyoung.

“Baiklah, tapi aku harus berada disini untuk memastikan jika kau tidak membawanya kabur” ucap Yongguk dengan begitu angkuh.

.

.

Yongguk melirik Sooyoung yang terus saja diam sejak mereka keluar dari café.  Yeoja itu menatap keluar jendela dengan wajah yang sulit di artikan.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Yongguk. Sooyoung pun menoleh dan memastikan jika namja itu sedang bicara dengannya dan bukan dengan seseorang yang ada di seberang telepon.

“Apa kau adalah seseorang yang perlu bertanya seperti itu padaku?” Tanya Sooyoung heran.

Yongguk mendengus, “Sudahlah, lupakan” ucap Yongguk dingin. Beberapa saat kemudian, keduanya kembali terdiam dengan pikiran masing-masing.

Awalnya pandangan Yongguk hanyalah lurus kedepan, sedangkan Sooyoung tetap menoleh ke samping. Tapi saat mobil Yongguk berhenti di sebuah traffic light, keduanya langsung menoleh ke area traffic light itu.

Sooyoung menghela nafas panjang. Dia ingat, Traffic light itu.. adalah tempat dimana dia menolong Yongguk yang hampir tertabrak bus, tempat dimana dia melihat kaki Yongguk saat namja itu mengalami kecelakaan, tempat dimana Yongguk menyelamatkan Sooyoung yang saat itu sedang menyelamatkan anak kecil, dan.. tempat dimana Sooyoung bertemu dan berpisah dengan arwah Yongguk. Bagi Sooyoung.. traffic light itu adalah tempat yang sangat berarti.

“Aku benci traffic light ini..” Sooyoung langsung menoleh saat Yongguk tiba-tiba mengatakan sesuatu.

Sooyoung mengernyit, “Mwo?” Tanya yeoja itu tak mengerti.

“Traffic light ini.. adalah tempat dimana aku mengalami kecelakaan, di traffic light ini jugalah.. aku seperti menyimpan kebencian yang sangat besar yang aku sendiri tidak tahu apa itu..” ucap Yongguk dengan ekspresi geram.

Sooyoung terdiam “Menyimpan.. kebencian?”

Jujur, ada perasaan kecewa yang muncul saat Yongguk bicara seperti itu. Dia pikir, Yongguk merasakan sesuatu yang istimewa karena tempat itu adalah tempat pertemuan mereka. Sama seperti apa yang dia rasakan.

“Ternyata kita memang dua orang yang punya ketidakcocokan alami ya Manager Bang” ucap Sooyoung sambil tersenyum miris. Dan Yongguk tentu saja langsung menoleh.

“Aku suka traffic light ini..” ucap Sooyoung tanpa menoleh.

Yongguk mengernyit, “Mwo? Joha? Wae?”

Sooyoung kembali tersenyum, “Karena disinilah.. aku bertemu dengan seseorang yang ku suka” ucap Sooyoung jujur.

“Di taman kecil itu.. dia menciumku dan memberiku syal agar aku tidak kedinginan” lanjut Sooyoung sambil menunjuk taman kecil yang ada di dekat traffic light itu.

‘DEG’ Dan entah kenapa, Yongguk langsung tersentak mendengarnya. Dia tidak tahu apa-apa, tapi jantungnya tiba-tiba saja berdetak lebih cepat.

“Bagiku.. Traffic Light ini.. adalah tempat yang sangat berarti, karena disini.. begitu banyak kenangan.. yang hanya kami sendirilah.. yang mengetahuinya..” ucap Sooyoung sambil menunduk. Tanpa terasa, air mata mengalir di pipinya.

Yongguk sedikit tersentak, “Wae.. wae urreo? (kenapa menangis?)” Tanya Yongguk bingung.

Sooyoung mendongak dan menyeka air matanya, “Anhi… nan keunyang.. bogoshiposeo (tidak.. aku hanya.. merindukannya)” jawab Sooyoung sambil menoleh pada Yongguk dengan senyuman tipis. Dia menoleh dan menatap lurus ke mata Yongguk saat namja itu juga menoleh padanya.

‘DEG’ Dan lagi-lagi, Yongguk terbeku di buatnya. Dia merasa jika jantungnya kembali berdebar cepat bahkan untuk sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa itu.

“Neomu.. bogoshipeoseo” lanjut Sooyoung tanpa melepaskan pandangannya dari Yongguk.

‘DEG DEG DEG’ Yongguk pun balas menatap yeoja itu dalam diam. Dia memperhatikan tiap bagian dari wajah Sooyoung yang sebenarnya cantik itu. Tunggu, cantik?

‘Shet!’ Yongguk langsung menghadapkan wajahnya kedepan dan menghindari tatapan langsung dengan Sooyoung saat dia tersadar dari lamunannya. Melihat hal itu, Sooyoung pun ikut menoleh dengan perasaan yang sedikit gugup.

“Jika.. jika kau merindukannya, kenapa kau tidak menemuinya saja..” ucap Yongguk yang berusaha untuk tetap bersikap biasa.

Sooyoung terdiam sejenak, “menemuinya? Aku bahkan sedang bersama dengannya”

Sooyoung membuang nafas panjang saat dia sadar, dia tidak mungkin bisa mengatakan hal itu.

“Karena kami sudah berpisah..” ucap Sooyoung pada akhirnya.

“Ber..pisah?”  Yongguk terdiam sejenak saat dia kembali merasakan sesuatu yang aneh. Tanpa sadar, dia meraba dadanya yang bidang itu dengan ekspresi bingung. Kenapa.. hatiku sakit saat mendengarnya?

“Kenapa kalian berpisah? Bukankah kalian saling mencintai?” Tanya Yongguk setelah dia menurunkan tangannya.

“Kami berpisah.. karena kami saling mencintai, kami berpisah.. dengan cara yang begitu rumit.. yang mungkin tidak akan pernah bisa diselesaikan..” jelas Sooyoung. Sesaat, dia melirik Yongguk yang terlihat baik-baik saja.

“Apa dia tidak merasa sakit saat aku mengatakan semua ini?” Batin Sooyoung penasaran.

Yongguk menoleh pada Sooyoung dengan ekspresi serius, “Apa.. orang itu.. adalah aku?” Tanya Yongguk sambil menatap Sooyoung dalam.

‘DEG’

Sooyoung tersentak mendengar pertanyaan itu. Apa dia sudah ingat?

“Apa namja yang kau bicarakan barusan.. adalah Bang Yongguk sebelum dia koma?” Ulang Yongguk.

.

.

TBC

.

.

Iklan

20 thoughts on “Traffic Light (Part 5)

  1. febryza berkata:

    nam siapa? kok kayaknya dia kenal yongguk dan kayaknya dia juga kenal sama sooyoung?
    daehyun-ah makasih ya udah nyelamatin syoung yah walaupun kalian kayaknya kata-kataan terus tapi gapapa kok
    hahahahaha jieun ketauan sama sooyoung mamposs, terus youngjae pas tau kalo jieun jadiin dia selingkuhannya gimana ya ckckckck
    ah disini yg sweet momentnya sooyoung ama ojel kalo sama yongguk masih kocak begitu tapi scene terakhir sedih deh huhuhu kasian sooyoung
    kok kamu bisa sih bikin nambah konflik dengan munculin karakter baru yg berhubungan ama maincast whyyyy…?

  2. Ranranii berkata:

    Nam itu sodara kembarnya Yongguk bukan sih? Yongnam atau siapa gitu, lupa aku hehe
    Itu Nam brarti tau dong ttg sooyoung yongguk?
    Ciee zelo ciee, sukaa banget momentnya zelo sooyoung pas di cafe, gak bayangin klo mereka beneran gandengan tangan hehe
    Aduh itu diawal2 kok kayaknya Daehyun jg kyk ada perasaan gt yaa sama sooyoung?
    Wkwkwk yongguk aslinya cemburu tuh cuma gengsi aja ngakuinnya 😁
    Itu Yongguk udh inget? Kok bs nanya kyk gt? Lucuuu banget moment yongguk sooyoubg disini
    Pokoknya tetep SooyongYongguk hehe 😁😁
    Ditunggu lanjutannya ya thor, fighting!!!

  3. yani yanuari berkata:

    hahihuheho!!!! nunggu part ff in bner” msty bolak balik on-off fb smbil look fb’a mimin!! >__< jingkrak" sndiri pas segmen soo-pairing nya hahaha 😀 and it sapa lagi MR.NAM? apakah dya orng baru yng suka sma soo eonni jga kah?? trusss it pass segmen akhir'a apaa ingatan gukkie oppa udh ingat pas soo eonni blang d'traffic light it adlh kenangan mereka brdua?? arghhhhh jdi makin pnasaran! d'wait next part'a min 🙂

  4. Auhthir hanifff! Jago banget bikin hati jungkir balik.

    aku maunya teuteup #TeamZelo Sooyoung-Zelo ayeahhh!

    Review untuk part ini:

    Puzzle ingatan Yongguk timbul, mulai tersusun, aku galau. Di satu sisi sepertinya Sooyoung masih suka sama BYG, di sisi lain banyak cowok yang lebih perhatian daripada dia.

    Siapa Nam? Uhhh mystery lagi.

    Dan part ini bikin kenyang! Banget, ga nyangka ternyata udah tbc lagi. Aigu, padahal udah panjang.

  5. Ahhhh.. Lega dipart ini Yongguk udh gak sekejam part kemaren ^^
    Dan sepertinya, Yongguk mulai nyadar kalo dia suka Soo..
    Itu si Nam siapa ya?? Apa sodara kembarnya Yongguk?? Tapi, kenapa buku diarynya Yongguk ada didia??
    Lucunya Yongguk saat cemburu sama Zelo ^^
    Tapi, kenapa Yongguk nanya kayak gitu ke Soo?? Apa dia udh inget??

    Sebenernya aku suka sama Soo-Dae dan Soo-Guk..
    Tapi, kalo disuruh pilih satu aku pilih Soo-Guk deh..

    Good Job, Author ^^
    Keep Fighting!!

  6. fitri summer berkata:

    Nam itu siapa ? Nam seperti mengetahui sesuatu.
    Ciee daehyun mulai suka nihh ama soo.
    Zelo saingan ama hyung nya.
    Yongguk udah inget atau cuma kebetulan tanya kaya gitu.
    Ahhh makin penasaran ama ff ini.
    #nice #next

  7. ndah berkata:

    ada org baru lagi??penasaran bgt sama si jam ini? klo youngjae sih tw selingkuhanny jieun. soo bakal jwab apa ya pertanyaan yongguk??…kngen berat ma ff ni. tiap minggu bolakbalik buka blog mu

  8. Nambah seorang tokoh lagi ini 😢 makin puyeng tapi makin penasaran. Beneran! Nam itu jangan bilang orang yang selama ini jadi si pengendara itu yah? Terus kalau benar, Yongguk itu apa dong?

    Jung Daehyun, dia suka juga kan sama Soo eonnie. Sama dengan Youngjae. Bener gak?

    Btw, Himchan dan Yongguk ganteng yah. Di MV mereka yang Young, Wild and Free yang gampang aku tandai cuma Yongguk doang 😂 selebihnya masih awam banget ✌

  9. yuki-chan berkata:

    Waah. Akhirnya ada lnjutannyaaa*horee#abaikan. Makin seru aja kak, nam ini jangan2 kembaran yongguk? Bang yong nam?? Molla, tp kayaknya dia ada something deh /?. Hahah, abaikan. Waaah. Makin keren aja kak ffnya xD. Ketagihan bacanyaa

    Doohh, akhirnya ojell muncul kembalii yeayy*tereakgaje. Haha, kedatangan si ojell udah aku tunggu2 xD/?. Itu si daehyun ada perasaan deng sama soo. Btw, ini castnya bap semua xD. Kurang jongup doang haha.

    Kayaknya yongguk mulai inget yah sama soo. Jadi dilema kak pilihnya, sooguk, apa soozel. Duuh, ginilah jadinya kalo baca ff castnya bias semuaa xD. Jello mulai menampilkan sinyal-sinyal ke soo xD/?

    Duhh, komen aku kepanjangan kah? Haha, ngga kan yah? #abaikan. Kak, sering2 lah ke grup hogwarts xD, pengen nge chat sama babys.aku sekarang susah kalo mau cari sesama babys#curhat. udah ah, kayaknya gue kebanyakan bacott. Maap kan yeh xD
    NEXTNYA YG CEPET YAHHH. KEEP WRITING. FIGHTING !!^_^~

  10. nurafrianti berkata:

    tambah lg ni tokoh nya
    Nam siapa lg itu ?
    jangan2 Nam itu si pengendara
    ah, bikin penasaran
    bakalan tambah lg nih konflik nya

  11. nisa berkata:

    eihhh ada orang baru lagi…. nam itu siapa ya… kok bisa tau tentang ceritanya sooyoung…. wah jangan jangan entar lama kelamaan daehyun bisa suka sama sooyoung?? penasaran juga ntar sooyoung mai jawab apa .. mau benerin apa disangkal ya….. sooyoung mah cocok sama siapa aja… tapi kalo aku kok malah suka daehyun sama sooyoung yah…. sama zelo juga gapapa … terserah sih…. yang penting entar akhirnya happy ending 😀

  12. risma_pngst berkata:

    hayoloh siapa lagi noh si Nam itu?
    yeeaayy sepertinya yongguk udh mulai suka sma soo
    sedikit lega si yongguk kagak sekejam part sebelumnya, jdi gak nyesek2 bgt gitu. klo aku tetep dukung Sooguk mereka berdua itu cute2 gimana gitu

    ayo kak next part nya ditunggu~

  13. ohreelsya berkata:

    Daebaaak.. Nam itu siapa? Apa ini kaya 49 days, yongguk minjem badannya nam buat keliaran? #korbandrama
    Yongguuk.. Yesss.. Cepatlah dong nyadarnya, ntar keburu sooyoungnya direbut
    Wait, apa cuma gua yang tiap hari kesini buat cek udah update ap belum???

  14. sofy berkata:

    halooo akhirnya publish juga. walaupun aku baru sadar😢

    aku mau minta maaf sama kak hanif karna ga sadar klo TL5 udah publish. pas tadi baca TL6 awalnya bingung. soalnya terakhir aku baca dae-guk lagi berantem. terus akhirnya aku baca TL5 dan ternyata emang aku belum baca karna terlalu fokus sama ff soo-mark kemaren. maaf ya kak.

    aku seneng sama daehyun disini.

    nam itu siapa?

    moment zelo-soo agak banyakin dong😂😂

    makin suka sama ff ini. semangat kak!

  15. Akhirnya bisa baca ff setelah hiatus cukup lama (curcol)
    Ceritanya makin greget, dan buat penasaran.
    Aku greget sama yongguk, kenapa dia gak inget sooyoung sama sekali, dan siapa nam itu? Apa dia mempunyai hubungan sama yongguk? Kenapa nam kayak nya tau sesuatu tentang sooyoung?
    Thor izin baca next partnya 🙂 gomawo ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s