Traffic Light (Part 6)

 

TITLE : Traffic Light (Part 6)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

vjtffu

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

tlght6

#TRAFFIC LIGHT#

*I don’t know U, But I miss U*

.

Yongguk menoleh pada Sooyoung dengan ekspresi serius, “Apa.. orang itu.. adalah aku?” Tanya Yongguk sambil menatap Sooyoung dalam.

‘DEG’- Sooyoung tersentak mendengar pertanyaan itu. Apa dia sudah ingat?

“Apa namja yang kau bicarakan barusan.. adalah Bang Yongguk sebelum dia koma?” Ulang Yongguk dengan alis yang terangkat satu.

Sooyoung terdiam- dia terus menatap mata Yongguk yang memancarkan keingintahuan. Jauh di dalam lubuk hatinya, dia ingin sekali memberitahu Yongguk yang sebenarnya.

Sooyoung menarik nafas dalam seakan dia ingin menjawab pertanyaan tadi, tapi-

‘Bimm Bimm Biiiiiimm!!!’

Saat keduanya sedang berada di suasana yang amat serius, tiba-tiba mobil yang ada di belakang membunyikan Klakson berkali-kali hingga keduanya tersadar.

“Yongguk-ssi… kau… harus menjalankan mobilmu” ucap Sooyoung pada akhirnya. Dia kembali menoleh ke depan dan bersikap seolah tidak ada sesuatu yang sedang mereka bicarakan tadi. Dan dengan terpaksa, Yongguk menjalankan mobilnya sekaligus menyimpan rasa penasarannya terhadap sosok Choi Sooyoung.

.

.

Setelah pembicaraan serius tadi, Sooyoung maupun Yongguk kembali ke suanana canggung. Mereka hanya berbicara formal ketika membahas proyek, dan kembali diam ketika mereka berpindah ke proyek lain. Bahkan tanpa terasa, waktu sudah menunjukan pukul 7 malam dan itu tandanya mereka harus segera pulang.

“Dimana rumahmu? Hari ini.. aku.. akan mengantarmu” ucap Yongguk saat mereka sudah berada di mobil dan bersiap untuk pulang.

Sooyoung menoleh sekilas, “Kau.. bisa menurunkanku di kantor, aku.. harus mengambil motorku” jawab Sooyoung.

Yongguk yang berniat menghidupkan mobilnya- kini langsung berhenti dan menoleh pada Sooyoung. “Jadi selama ini.. kau pulang pergi naik motor?” Tanya Yongguk memastikan. Dan Sooyoung hanya mengangguk tanpa menyadari perubahan ekspresi di wajah namja itu.

Yongguk terdiam- “Jika dia mengendarai motor..”

Flashback

“Omma.. kenapa.. ada dua sepedamotor disini? Apa Junhong membeli sepedamotor lagi? ” Tanya Yongguk saat dia memeriksa garasi dan melihat 2 motor disana. Salah satu dari motor itu terlihat penyok dan tersandar di tembok.

“Kau.. juga tidak ingat? beberapa bulan sebelum kau kecelakaan.. kau memutuskan untuk memakai sepedamotor, kecelakaanmu.. bahkan terjadi.. saat kau sedang mengendarainya, jadi kedua semedamotor ini adalah milikmu” jelas Ny.Bang sambil menunjuk motor-motor tadi.

Yongguk mengernyit seolah tak percaya, “Wae? kenapa.. aku memutuskan untuk naik motor.. sedangkan aku sendiri tidak menyukai hujan?” Tanya Yongguk tak mengerti. Ny.Bang terdiam sejenak, Sebenarnya dia ragu untuk mengatakan alasan Yongguk. Tapi demi kesembuhan anaknya..

“Kau bilang- kau sedang menyukai seseorang, itulah kenapa.. kau memutuskan untuk naik motor.. agar kau bisa lebih dekat dengannya” ucap Ny.Bang jujur. Yongguk pun kembali mengernyit, dia bahkan menatap ibunya dengan ekspresi tak yakin.

“Menyukai.. seseorang? Siapa?” Tanya Yongguk bingung.

“Kau tidak menjawab saat aku bertanya siapa namanya” jawab Ny.Bang.

End Flashback

“Apa mungkin.. gadis yang omma maksud.. adalah Choi Sooyoung?” Ucap Yongguk dalam hati. Dia terus menatap Sooyoung dengan ekspresi bingung sekaligus penasaran.

“Manager Bang-“ Sooyoung berniat menanyakan kapan Yongguk akan menjalankan mobilnya. Tapi setelah menyadari ekspresi aneh Yongguk, diapun ikut terdiam.

“Ada apa dengannya? apa dia.. kembali teringat sesuatu?” Batin Sooyoung was-was.

“Tapi tidak.. dia tidak merintih kesakitan, dia.. hanya menatapku…”

“Eum.. Manager Bang, bisakah.. kita berangkat sekarang? Daehyun.. pasti sudah menungguku” ucap Sooyoung yang berusaha untuk menyadarkan Yongguk.

‘DEG’- Yongguk sedikit tersentak saat dia tersadar dari lamunannya. Tapi pada akhirnya dia hanya diam dan melakukan apa yang Sooyoung minta, meski sebenarnya- Yongguk ingin menanyakan sesuatu tentang masalah sepedamotor itu.

Beberapa saat setelah mobil Yongguk berjalan, keduanya kembali terdiam. Yongguk terlihat sibuk menyetir, sedangkan Sooyoung sibuk dengan ponselnya.

“Mmm.. Manager Bang” panggil Sooyoung memecahkan keheningan. Dia terlihat memasukan ponselnya ke dalam saku.

“Eung?” Tanya Yongguk tanpa menoleh.

“Apa.. sakitmu.. sudah tidak pernah kambuh lagi?” Tanya Sooyoung penasaran. Sejujurnya, pertanyaan itu terus terputar di otaknya sejak mereka pergi bersama hari ini.

Yongguk pun menoleh sekilas pada Sooyoung dengan ekspresi datar. “Anhi..” Jawab Yongguk singkat.

Sooyoung menunduk dan membuang nafas panjang, “Ahh.. syukurlah..” ucap yeoja itu lirih. Tapi sayangnya, suasana sepi saat ini membuat telinga Yongguk menjadi sedikit lebih tajam hingga dia bisa mendengar ucapan Sooyoung dengan jelas.

Yongguk melirik Sooyoung dengan ekspresi heran, “Wae? kau khawatir padaku?” Ejek Yongguk. Dan pertanyaan itu tentu saja membuat Sooyoung menoleh dengan ekspresi terkejut.

“Heol- Aku khawatir? Cih, kau sedang melawak?” sangkal Sooyoung dengan ekspresi tak terima.

Yongguk pun berdecak kecil, “Aigooo~ kau benar-benar lucu, kau menyangkalnya? Tapi kenapa wajahmu memerah?” Ejek Yongguk sambil menunjuk wajah Sooyoung dengan telunjuknya.

‘TAP!’ – Dengan cepat, Sooyoung pun memegang kedua pipinya sehingga bibir yeoja itu menjadi sedikit manyun.

“Anhiyo!” sangkal Sooyoung kesal. Dia bahkan menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.

Yongguk melirik Sooyoung dengan sebuah sunggingan kecil di bibirnya. “Kau tahu? itu semua.. kerena kau tidak mengatakan masa lalu secara menyeluruh” tuduh Yongguk.

Sooyoung melirik Yongguk dengan ekspresi aneh, Apa dia baru saja menyalahkanku?

Charanda! (Kerja Bagus)” ucap Yongguk singkat.

“Eung.. Mwo.. ga?” Tanya Sooyoung bingung.

Yongguk menarik salah satu ujung bibirnya, “Permintaan konyol Jieun, kau.. benar-benar melakukannya dengan baik” ucap Yongguk memperjelas.

DEG! – Sooyoung terhenyak mendengar ucapan Yongguk barusan. “Ba.. bagaimana kau…“

“Cih, jadi benar jika dia meminta hal seperti itu padamu?” Tanya Yongguk sambil tertawa remeh. Sooyoung bahkan membulatkan mata saat dia baru menyadari jika Yongguk hanya mengetesnya. Ah sial!

“Konyol sekali, kenapa dia harus memintamu untuk tidak membicarakan masa lalu kita…, sedangkan kau bilang sendiri jika kita bukanlah dua orang yang saling mengenal?” Tanya Yongguk sambil menoleh sekilas.

Sooyoung menarik nafas dalam dan berusaha untuk tetap tenang. Setelah itu- dia kembali menoleh ke depan sambil melipat kedua tangannya di dada.

“Nan… nan nado molla! Mungkin dia sudah gila..” jawab Sooyoung asal. Ekspresi acuh yang dia buat-buat untuk menutupi kepanikan membuat Yongguk tertawa kecil.

“Cih.. kau benar-benar lucu” ucap Yongguk tanpa menoleh. Sooyoung pun melirik namja itu dengan wajah heran. Tunggu.. apa dia baru saja mengatakan jika aku lucu?

“Haahh sudahlah~.. sebaiknya kita lupakan saja tentang masa lalu, mengingatnya ataupun memintamu mengatakan yang sebenarnya, itu semua sama-sama sulit dan memusingkan bagiku..” ucap Yongguk jujur.

‘DEG’- Sooyoung terhenyak sesaat. Melupakan.. saja?

“Itu.. itu keputusan yang bagus Manager Bang! melupakan semuanya.. kurasa adalah keputusan terbaik untuk mengakhiri semua ini..” ucap Sooyoung sambil mengangguk setuju. Meski jauh di dalam hati, dia merasa sedikit kecewa.

“Sebelum kecelakaan.. aku adalah orang yang pelupa, jadi- mencari tahu kebenaran dengan mengandalkan ingatan.. kurasa semua itu hanyalah sia-sia” ucap Yongguk dengan tawa kecil.

“Sekarang.. yang bisa kuandalkan hanyalah perasaan dan juga hatiku.., aku yakin.. mereka tidak akan membohongiku seperti apa yang sudah kalian lakukan saat ini” lanjut Yongguk- namun dengan senyuman yang berubah miris.

Sooyoung menunduk dengan wajah bersalah. Dia tahu.. Yongguk pasti mengalami banyak kesulitan karenanya.

Beberapa saat kemudian, dia menoleh dan berniat mengatakan sesuatu. “Manager Bang-“

“Membuat ingatanku kembali ataupun tidak, jika perasaanku padanya sudah hilang.. ya tetap saja hilang.. ” ucap Yongguk dengan pandangan yang masih lurus kedepan.

Mendengar hal itu- Sooyoung pun memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, “Padanya? maksudnya pada Jieun?…atau padaku?”

“Entah aku mengingat ataupun tidak- jika kau… menatapku seperti itu, jantungku.. tetap saja berdetak cepat..” Lanjut Yongguk dengan senyuman tipis- namun tetap tanpa menoleh.

‘Blushh’ – Dan pipi Sooyoung memerah seketika. Rasanya.. seperti ada sengatan listrik yang membuat tubuhnya terdiam membeku. Sejujurnya- Sooyoung hampir terlonjak tak percaya mendengar pengakuan Yongguk barusan.

‘Beeb Beeb’ – Untung(sial) saja.. seseorang menghubungi Sooyoung sehingga yeoja itu terasadar dari lamunannya. Dengan cepat, diapun menoleh kedepan sambil meraih ponsel yang ada di sakunya.

“Yoboseyo.. eoh Daehyuna wae?” Sapa Sooyoung dengan nada suara yang dia buat senormal mungkin. Mendengar nama itu- Yongguk pun mendengus dan ekspresi wajahnya kembali datar. Si berisik itu lagi!

“Mwo? Pergi? Ya! bagaimana kau bisa pergi begitu saja-“ Yongguk menaikan sebelah alisnya saat nada bicara Sooyoung berubah menjadi tinggi dan penuh penekanan.

“Mwo?! Yoona mengajakmu pergi? dan kau langsung mengabaikanku?! —- Ya Jasikka! kau tahu sendiri jika sekarang aku sedang bersama-” Sooyoung menghentikan ucapannya saat dia hampir saja keceplosan. Diapun melirik Yongguk yang ternyata hanya acuh dan fokus menyetir.

“Ya Jung Teoma! sekarang ini.. Manager Bang sedang mengantarku kesana! dan.. dan bagaimana bisa.. kau pergi dengan Yoona begitu saja eoh?! Memakai motorku lagi- Woahh Jung Teoma neon jinjja toraiya!” Sooyoung kembali mengumpat karena namja di seberang telepon itu membuatnya naik darah.

Tapi entah kenapa,Yongguk malah menahan tawa mendengarnya. Dia bukan menertawai pertengkaran kedua orang itu, dia hanya tertawa melihat wajah lucu Sooyoung saat yeoja itu kesal dan marah-marah tak jelas.
(Jung Teoma = Kuda Liar *Julukan Daehyun, toraiya:idiot/keparat)

“Ah sudahlah.. aku pulang naik bus saja! Tapi jangan lupa- Kalian harus mengantar makanan untukku setelah ini! eoh?!” ucap Sooyoung pada akhirnya. Dia terlihat menutup telepon dan menyadarkan tubuhnya dengan wajah pasrah.

“Aisshh Jung Daehyun neon jinjja saekkiya!” umpat Sooyoung sambil mengacak rambutnya frustasi.

Yongguk melirik Sooyoung, “Hari ini… sudah berapa kali kau mengumpat Choi Sooyoung? aku rasa kau lebih sering mengumpat dibandingkan aku” Ejek Yongguk dengan senyuman remeh.

Sooyoung balas melirik Yongguk. “Apa itu adalah sesuatu yang perlu kau perhatikan?” Sindir Sooyoung.

“Cih, semua orang juga akan tahu tanpa harus memperhatikanya..” dan bukannya mengalah, Yongguk malah terus saja mengatakan sesuatu yang membuat Sooyoung kesal.

“Ahh, sudahlah.. bicara denganmu hanya membuatku menjadi yeoja pemarah. Kalau begitu- kau bisa menurunkanku di halte persimpangan depan itu saja agar semua ini cepat berakhir! ” ucap Sooyoung sambil menunjuk sebuah persimpangan besar yang berjarak 200 meter di depan sana.

“Rumahmu.. kanan.. kiri.. atau lurus?” Tanya Yongguk yang seolah tak peduli dengan permintaan Sooyoung.

“Turunkan saja aku di- heyy!!” Sooyoung terlihat protes saat Yongguk terus berjalan dan melewati halte yang Sooyoung maksud. Dia bahkan kembali duduk tegap sambil menatap Yongguk bingung.

“Kanan.. kiri.. atau lurus?” Tanya Yongguk lagi.

Sooyoung mendengus dengan ekspresi tak mengerti, “Neon waeire jinjja?(Kau kenapa sebenarnya)” Tanya Sooyoung heran.

“Kau tuli? Kanan- Kiri- atau lurus?” ulang Yongguk namun dengan kalimat sarcasme.

Sooyoung mendengus dan memanyunkan bibirnya,
“Aiihh~ kau- ah sudahlah- Lurus lurus!” Dan pada akhirnya Sooyoung menurut dan menjawabnya dengan ketus. Membuat Yongguk tersenyum smirk seolah dia sudah memenangkan sesuatu.

“Cih.. kau benar-benar lucu” gumam Yongguk pelan. Kata-kata yang mungkin sudah dia ucapkan lebih dari dua kali.

“Aku pikir aku salah dengar sejak tadi… tapi.. apa kau baru saja mengatakan jika aku lucu?” Tanya Sooyoung yang pada akhirnya mengungkit perkataan tadi.

Yongguk menoleh pada Sooyoung dengan wajah datar, “Apa? Memang siapa yang bicara?” Tanya Yongguk pura-pura tak tahu.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi geram. “Isshh sagaji jinjja (Dasar angkuh)!” gumam Sooyoung lalu kembali menoleh kedepan.

Yongguk menoleh, “Apa kau bilang?!” Tanya Yongguk yang samar-samar mendengar umpatan itu. Sooyoung pun kembali menoleh pada Yongguk- namun dengan ekspresi datar.

“Apa? Memang siapa yang bicara?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi dan nada yang mirip seperti Yongguk tadi.

“Cih!” Yongguk langsung tertawa kecil melihat tingkah dan ekspresi lucu Sooyoung saat yeoja itu menirunya.

Sooyoung melirik Yongguk heran, tapi beberapa saat kemudian- dia ikut tertawa karena mengingat tingkahnya sendiri.

—[Other Side]—

“Ya! Noona! Apa yang kau lakukan? Aisshh kau tahu sendiri kan jika namja yang sedang bersama Sooyoung Noona adalah namja mengerikan? kenapa kau melarangku mengantarnya pulang dan malah membawaku kesini menggunakan motornya?” Setelah Yoona dan Daehyun duduk di salah satu meja yang ada di sudut café, Daehyun langsung melayangkan protesnya.

“Jung Daehyun.. kau juga tidak boleh lupa jika seseorang yang sedang bersama Sooyoung adalah namja yang dia suka”

Plak!– Dan ucapan Yoona barusan berhasil membuat Daehyun tertampar.

Yoona memangku wajahnya, “Kenapa kau bersikap seperti seorang anak yang berlari mengambil bolanya sebelum anak lain mengambil bola itu?” Tanya Yoona penasaran. Daehyun pun membuang nafas sambil menatap kearah lain.

“Aku hanya tidak tahan melihat Sooyoung noona di perlakukan-“

“Sejak kapan kau menyukainya?” potong Yoona to the point. Dan Daehyun tentu saja menoleh dengan wajah Syok.

“Mworago?! Kenapa- kenapa kau bertanya-“

“Sooyoung sudah menceritakan semuanya, perubahan sikapmu yang aneh akhir-akhir ini” ucap Yoona jujur.

Daehyun memutar bola matanya malas. “Ya Tuhan.. apa semua yeoja memang bersikap seperti itu?” keluhnya pelan.

“Anhi, kaupun juga bisa melakukannya, Jadi Jung- sekarang katakan.. sejak kapan kau menyukai yeoja-yang-kau-sebut-kembaranmu-itu?” Tanya Yoona penasaran.

Daehyun menghela nafas sejenak, “Noona, aku mungkin.. memang menyukainya.. tapi tidak untuk seseorang yang harus kumiliki, kau harus tahu.. ini semua hanyalah-”

“Jangan membohongi dirimu sendiri Jung-“

“Sungguh Noona! aku tidak berbohong! Kau tahu kan.. aku adalah namja yang 5 tahun terakhir selalu bersamanya? Itulah kenapa.. akhir-akhir ini aku bersikap berlebihan..” jelas Daehyun mencoba meyakinkan. Tapi sepertinya Yoona tidak bisa percaya begitu saja.

Daehyun mendengus pelan, “Noona, percayalah! aku.. hanya merasa sedikit tak terima saat ada namja yang mendekatinya dan membuat perhatian Sooyoung noona padaku menjadi sedikit taralihkan..”
“Kau tahu kan? Seperti saat seorang kakak yang takut kehilangan kasih sayang orang tua ketika dia punya adik baru?” sambung Daehyun lagi.

Yoona menyipitkan matanya, “Jinjja?” Tanya Yoona memastikan.

Daehyun mengangguk mantab. “Sejujurnya, aku pernah memikirkan ini sebelumnya.. apakah aku menyukainya sebagai seorang yeoja atau ini hanyalah kasih sayang seorang sahabat.., tapi setelah kau bertanya seperti ini- emm“ Daehyun terdiam sejenak saat dia sadar-ucapannya mungkin bisa berakibat fatal terhadap hubungannya dengan Yoona.

“Wae? Kenapa kau berhenti?” Tanya Yoona yang sepertinya menjadi penasaran.

Daehyun tersenyum tipis lalu menggeleng, “Mungkin ini adalah salah satu tujuan Sooyoung noona”

“Ya! jangan tersenyum seperti itu dan katakan apa maksudmu!” pinta Yoona sedikit kesal.

Daehyun tertawa kecil lalu kembali menggeleng, “sudahlah.., sebaiknya kita berhenti membahas Sooyoung noona, lagipula.. ini makan malam pertama kita di tahun 2016 kan? Kenapa kau tidak menceritakan pekerjaanmu saja? Sudah lama aku tidak mendengarmu bercerita noona..” ucap Daehyun.

Yoona terdiam mendengar ucapan Daehyun. Namja itu benar, ini pertama kalinya mereka makan malam di tahun 2016. Tahun ini, Yoona diterima di sebuah agen wisata sehingga dalam seminggu dia bisa 2x pergi ke luar negeri. Saking sibuknya, dia bahkan sering menolak ajakan makan malam Daehyun- meski sebenarnya dia ingin. Alhasil, Yoona hanya bisa mendengar cerita Daehyun dari Sooyoung- karena dia tetangganya, dan Daehyun bisa mendengar cerita Yoona dari Sooyoung- karena mereka adalah rekan kerja.

“Daehyuna-“

“Permisi.. apa pesanan anda sudah- eoh? Daehyun Hyung?” Daehyun dan Yoona langsung mendongakan kepala karena seseorang baru saja menyebut nama Daehyun. Dan mata Daehyun langsung melebar saat dia melihat Junhong sudah berdiri di samping mejanya.

“Ommo! Junonga? Apa yang-“ Daehyun mencoba melihat pakaian Junhong dari kaki hingga kepala.
“Kau juga bekerja disini?!” Tanya Daehyun syok.

Junhong sendiri hanya menanggapinya dengan tawa kecil sehingga lesung pipit di pipi kanannya muncul. Yoona yang sejak tadi terdiam bingung, sekarang menjadi terpaku melihat namja muda itu. Aigoo! Neomu kyeopta!

“Ya! apa Orchid tidak menggajimu dengan layak? Atau.. kakakmu itu tidak pernah memberimu uang?” Tanya Daehyun dengan nada sedikit tak suka.

Junhong menggeleng, “Anhiya, Yongguk-hyung bahkan memberiku uang lebih dari seorang ayah yang memberi uang pada anaknnya” ucap Junhong yang mencoba membela Yongguk.

“Lalu kenapa kau bekerja di setiap tempat, Junhonga.. kau terlalu memaksakan dirimu” ucap Daehyun yang kini berubah khawatir.

“Walau bagaimanapun.. Yongguk hyung tidak memiliki hubungan darah denganku hyung, lagipula.. aku harus mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk hal yang sangat penting” jelas Junhong masih dengan nadanya yang tenang.

“Yongguk? Dia.. kenal dengan namja itu?” Daehyun dan Junhong kini menoleh pada Yoona saat yeoja itu akhirnya angkat bicara.

“Eoh, dia Junhong.. adik tiri Yongguk yang juga meny- emm.. maksudku dia juga dekat dengan Sooyoung” jelas Daehyun sambil memegang lengan Junhong.

“Aaaa.. jadi dia Junhong itu? Annyeong.. nan Im Yoona imnida” sapa Yoona sambil mengulurkan tangannya pada Junhong dengan wajah riang.

“Annyeong Yoona-ssi.., nan Choi Junhong imnida..” ucap Junhong sambil membalas jabatan tangan Yoona.

Yoona memiringkan kepala tanpa melepaskan pandangannya dari Junhong, “Woahh.. ternyata kau lebih manis dari penggambaran Sooyoung..“ ucap Yoona sambil menatap Junhong dengan mata berbinar. Mendengar hal itu, Junhong tertawa kecil lalu membungkuk sopan pada Yoona.

“Gamsahamnida.., kau juga terlihat lebih cantik dari foto yang pernah Sooyoung noona tunjukan padaku” ucap Junhong yang ternyata menanggapi ‘flirting’ Yoona.

Melihat adegan di depannya, Daehyun pun mendengus tak suka. “Aigoo aigoo, kalian baru bertemu hari ini.. tapi bisa saling merayu seperti itu?” gumam Daehyun tak percaya.

“Eyy, hyung.. apa yang kau bicarakan, aku hanya mengatakan yang sebenarnya” sangkal Junhong.

“Junhong benar, lagipula.. Itu semua masih lebih baik daripada berteman selama lima tahun tapi tak pernah sekalipun mengatakan jika temannya itu cantik” ucap Yoona sambil menatap Daehyun kesal.

Daehyun sedikit terkejut. “Mwo? Hey.. tunggu… apa yang kau maksud adalah aku?” Tanya Daehyun.

“Molla!” jawab Yoona singkat- sehingga Daehyun menatapnya aneh.

Junhong menggelengkan kepala melihat keduanya, “Jika kalian sudah selesai bertengkar, silakan panggil aku…” ucap Junhong sambil beranjak pergi.

“Anhi, aku sudah memutuskannya.. “ tahan Yoona. Beberapa saat kemudian, dia menunjukan menu yang ingin dia makan- pada Junhong.

—***—

“Sooyoungie?” Sooyoung yang sedang membereskan laptop dan segala perlengkapan kerjanya- sekarang langsung menoleh ke pintu saat ibunya masuk dan memanggilnya.

“Eoh? Wae omma?” Tanya Sooyoung sambil menghadapkan tubuh pada ibunya.

“Dimana kau membeli sapu tangan-sapu tangan lucu ini? omma mencoba mencarinya di beberapa toko tapi tetap saja Omma tidak bisa menemukannya” ucap Ny.Choi sambil menunjukan empat sapu tangan yang memiliki warna berbeda tapi berotif sama.

Sooyoung terdiam dan meraih sapu tangan itu. “Ini.. bukan miliku..” gumam Sooyoung sambil berusaha mengingat sapu tangan itu.

“Bukan milikmu? Kau menyimpan sebanyak ini dan ternyata semua bukan milikmu?” Tanya Ny.Choi terkejut.

Sooyoung kembali terdiam saat dia teringat sesuatu,

Flasback

@Bus (Part 2)

Sooyoung menutup wajahnya dengan kedua tangan, “Eotheokae.. Yongguk-ssi..? na eotheokaji? hiks.. hiks.. hiks..” Sooyoung terus terisak mengingat Yongguk ternyata benar-benar terbaring koma di rumah sakit.

‘Tap~’- Tapi di saat itu, seseorang menarik tanganya secara perlahan sehingga Sooyoung membuka mata.

“Jun.. Junhong-ssi?” Sooyoung cukup terkejut saat dia melihat Junhong sudah duduk di sampingnya. Namja itu diam dan menatap Sooyoung. Beberapa saat kemudian, Dia membuka telapak tangan Sooyoung yang sedikit basah, lalu di taruhnya sebuah sapu tangan di atas tangan yeoja itu.

Sooyoung menatap Junhong dengan wajah bingung. “Go.. gomawo” ucap Sooyoung pada akhirnya.

End Flashback

“Ini.. milik Junhong.. ” gumam Sooyoung lirih.

“Junhong? Namja yang sering mengantarmu itu?” Tanya Ny.Choi, dan Sooyoung hanya mengangguk pelan. Beberapa saat kemudian dia kembali melihat sapu tangan lain.

Flashback

@Rumah sakit (Part 3)

“Apa yang terjadi?” Tanya Sooyoung.

“Aku tidak tahu pasti, tapi Omma bilang.. badan Yongguk hyung kejang-kejang, dan sekarang Dokter sedang memeriksanya” ucap Junhong menjelaskan.

Sooyoung membuang nafas panjang dan berusaha menghilangkah kegelisahanya. “Bagaimana.. jika dia benar-benar melakukanya?”

‘Tapp!’- Sooyoung yang sedang terlarut dalam pikiranya, sekarang langsung mendongak saat Junhong tiba-tiba mengusap dahinya yang berkeringat dengan sapu tangan.

Kkokchonghajima¸dia pasti akan baik-baik saja” ucap Junhong pelan.

End Flashback

‘Blushh’- Sooyoung terbeku saat dia teringat kebaikan Junhong yang lain.

“Ini.. juga milik Junhong” gumam Sooyoung dengan ekspresi kosong.

Flashback

@Halaman Rumah sakit (Part 4)

“Noona.. kenapa.. kau masih disini? Aku kira.. kau sudah pulang” Tanya Junhong.

“Aku.. aku tadi pergi mencari minum, haha.. berlari kesini bersama namja tinggi sepertimu benar-benar membuatku haus” jawab Sooyoung yang tentu saja berbohong

Junhong membuang nafas panjang, Setelah tahu jika Yongguk hyung tidak mengingatnya, dia masih bisa pergi mencari minum?

“Wae? Apa masih ada yang ingin kau bicarakan denganku?” Tanya Sooyoung dengan senyuman fakenya.

Tanpa menjawab apapun, Junhong pun mendekat pada Sooyoung sambil meraih sesuatu di sakunya.

“Apa yang dia lakukan?” Sooyoung yang merasa bingung pun berniat untuk mundur. Namun Sebelum Sooyoung berhasil menggerakan kaki, Junhong terlebih dulu mengarahkan tanganya yang tadi memegang sapu tangan ke mata Sooyoung.

“Kenapa kau mencoba menenangkan orang lain saat dirimu sendirilah yang sedang membutuhkanya?” Tanya Junhong pelan.

End Flashback

‘DEG’- bulu kuduk Sooyoung seakan berdiri saat lagi-lagi dia teringat bagaimana Junhong selalu menjadi sapu tangan yang menghapus lelah dan juga kesedihannya.

“Ini.. juga milik Junhong” lanjut Sooyoung dengan ekspresi setengah tak percaya. Sejujurnya, dia ingin menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menyadari bagaimana baiknya Junhong selama ini.

Ny.Choi tersenyum melihat ekspresi Sooyoung, “Kau harus membawanya kesini Sooyoungie, omma ingin berterimakasih karena sepertinya dialah orang yang selalu menjaga dan membantumu diluar sana” ucap Ny.Choi sambil mengusap bahu Sooyoung pelan. Sooyoung pun mendongak dan menatap ibunya, lalu beberapa saat kemudian dia mengangguk pelan.

“Dan kau bisa mengembalikan sapu tangan itu saat dia mengalami masa sulit, sama seperti yang dia lakukan padamu” lanjut Ny.Choi sebelum dia menyerahkan sapu tangan terakhir.

Sooyoung menatap sapu tangan itu dalam diam, sedangkan Ny.Choi terlihat beranjak pergi.

“Jika sudah siap, turun dan makan sarapanmu.. hari ini kau naik bus kan? kau mungkin akan berdesak-desakan nanti” Pinta Ny.Choi sebelum dia benar-benar melangkah keluar.

—–

“Aku berangkat omma” pamit Sooyoung saat dia melangkah keluar dari gerbang rumah.

‘TAPP!’- Tapi langkah Sooyoung langsung terhenti saat dia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumahnya. Sebenarnya dia tidak terkejut melihat mobil itu, dia hanya terkejut melihat seorang namja sedang bersandar pada mobil dengan tangan yang terlipat di depan dada. Wajahnya terlihat begitu datar dan terkesan dingin.

“Manager Bang?” Sooyoung mendekat pada namja itu dengan langkah ragu. Antara bingung dan tak percaya, itulah yang Sooyoung rasakan saat ini.

Yongguk menatap Sooyoung dan jam tangannya secara bergantian, “Apa yang membuatmu lama? Penampilanmu terlihat biasa saja” gumam Yongguk sambil menatap Sooyoung dari atas sampai bawah.

Sooyoung menyipitkan mata dan alisnya terlihat hampir menyatu, “Apa kau datang kesini hanya untuk menyacatku seperti itu?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi enggan.

“Tidak, aku kesini untuk menjemputmu” jawab Yongguk santai.

Sooyoung mengernyit, “Wae?” Tanya yeoja itu bingung.

“Bukankah motormu masih dibawa si berisik itu? Lagipula hari ini aku punya banyak urusan di Poseidon” jelas Yongguk.

Sooyoung menyipitkan matanya dengn ekspresi tak percaya, “Tapi.. bukankah rumahmu berada di- “

“Aigooo~ jika kau terus bertanya, kau hanya membuat durasi perjalan bus dan mobilku menjadi sama!” keluh Yongguk saat Sooyoung terus saja kebingungan karena tindakannya.

Sooyoung menunduk lemah, “Mian, aku.. hanya merasa sedikit aneh..” jelasnya.

Yongguk mendekat lalu menarik bahu Sooyoung untuk masuk ke dalam mobil, “Kau harus mulai terbiasa dengan hal ini..” ucap Yongguk sambil membukakan pintu untuk Sooyoung namun dengan ekspresi datar dan terkesan acuh.

Sooyoung yang sebenarnya berniat masuk, sekarang langsung berhenti dan kembali menoleh pada namja berkulit tan itu. “Apa maksudmu terbiasa?” Tanya Sooyoung yang sebenarnya paham, namun takut salah paham.

Yongguk menatap Sooyoung dengan ekspresi enggan, “Lihat! Kau terus saja bertanya, tidak bisakah kau memahami sesuatu dalam satu kali ucapan?” Dan bukannya menjawab- namja itu malah kembali menyalahkan Sooyoung.

Mendapat tanggapan seperti itu, Sooyoungpun mendengus kesal, “Manager Bang! Jika kau berbicara sedikit lebih jelas.. aku tidak mungkin bertanya seperti ini!” ucap Sooyoung tak terima.

“Seharusnya kau sudah paham dengan maksudku..” sangkal Yongguk tak mau kalah.

Sooyoung mendengus dan memutar bola matanya malas. Dia bahkan menutup kembali pintu mobil Yongguk yang sejak tadi terbuka untuknya.

“Hahh~ aku bahkan belum masuk ke dalam mobilmu, tapi kau sudah membuatku marah sepagi ini! sudahlah.. lebih baik aku naik bus saja!” ucap Sooyoung yang akhirnya memutuskan untuk pergi.

Tapi ketika Sooyoung baru melangkahkan kaki beberapa kali..

‘Tapp!’ – Yongguk terlebih dulu mengejar dan menariknya lengannya sehingga tubuh Sooyoung berbalik.

Beberapa saat, Sooyoung hanya bisa terdiam dengan mata yang melebar. Bagaimana tidak? Yongguk menariknya terlalu kencang sehingga tubuh mereka hampir seluruhnya bersentuhan. Saat ini, Sooyoung bahkan bisa mencium aroma masculine dari tubuh Yongguk.

“Mw..mwohaneungeoya?” Tanya Sooyoung sambil berusaha untuk menjauh.

“Kau ingin aku berbicara dengan jelas?” Tanya Yongguk lirih.

Sooyoung menatap Yongguk dengan mata mengerjap, “An.. anhi, sebaiknya kita lupakan sa-“

“Aku hanya ingin melihatmu..” Sahut Yongguk sambil memiringkan kepalanya. Mengunci mata Sooyoung dengan tatapan elangnya.

‘Blushh’- Dan seketika, semua darah seakan berkumpul di pipi Sooyoung sehingga wajah yeoja itu memerah layaknya kepiting rebus. Sejujurnya- jantung Sooyoung berdegub sangat kencang meskipun namja itu hanya mengatakan 4 kata, Aku- hanya- ingin- melihatmu.

Sooyoung tahu- mungkin ini adalah cinta, tapi rasanya sungguh berbeda dengan saat dia berbicara- berhadapan- atau bahkan berciuman dengan ‘arwah’ Yongguk.

“Apa jawaban itu sudah cukup? ‘Ingin melihatmu’?” Tanya Yongguk dengan ‘deep voice’nya. Suara yang membuat pipi Sooyoung memerah meski dia hanya mendengarnya.

Sooyoung sendiri- sekarang hanya bisa mengerjapkan mata berkali-kali dengan ekspresi ‘mong’. Sungguh, ‘Aku ingin melihatmu’ bagaikan suara Gong yang terus saja mendengung di telinganya dan tidak bisa hilang begitu saja.

‘Tapp!’ – Tapi setelah tersadar dari lamunan, Sooyoung pun segera mendorong Yongguk dan menolehkan wajahnya kearah lain. Dia yakin, wajahnya sekarang sudah mirip seperti tomat segar yang baru di petik.

“Aa.. arraseo.., sebaiknya.. kita.. berangkat sekarang” ucap Sooyoung lalu masuk ke dalam mobil Yongguk dengan tergesa-gesa.

“Cihh” Yongguk tertawa kecil melihat tingkah lucu Sooyoung. Dia benar-benar senang melihat wajah yeoja itu bersemu merah karenanya.

-[Other Side]-

‘Krap!’ – Seorang namja yang duduk di atas sebuah motor, sekarang terlihat menutup kaca helmnya yang sejak tadi terbuka. Beberapa saat lalu, motor itu memang sudah berhenti beberap meter dari rumah Sooyoung karena dia melihat sebuah mobil berhenti di depan sana.

Dengan hati yang tersayat, dia terus melihat adegan dimana kakak tirinya menarik gadis idamannya- sehingga tubuh mereka menjadi sangat dekat seperti dua orang yang akan berciuman.

Tanpa sadar, namja itu mengeratkan pegangan tangannya pada stang motor karena rasa sakit yang tidak bisa ia tahan.

Sungguh, semua ini terasa lebih sakit karena dia tahu- dia tidak mungkin bisa memiliki Sooyoung, tapi dia tidak bisa melepaskannya begitu saja.

‘Brrrmmm!!!!’ Setelah kedua orang yang dia lihat tadi sudah masuk ke dalam mobil, diapun memutar balik motornya dan pergi begitu saja dengan perasaan kecewa.

–***–

Sooyoung beranjak turun saat Daehyun meminta dia datang ke proyek pembangunan Café di Hongdae.

‘PLOKK!’ – Sooyoung menepuk dahinya saat dia mengingat sesuatu ketika melihat loby.

“Aahh… aku harus menyerahkan gambarku” Ucap Sooyoung yang akhirnya terpaksa kembali ke atas untuk mengambil gambarnya yang sudah ia print.

Setelah mengambil gambar, Sooyoung segera turun dan berjalan ke loby. Dia berhenti saat dia sudah berada di depan meja Mrs. Shin, sang resepsionis Poseidon grup. Tapi sayangnya Sooyoung harus menunggu beberapa saat- karena seorang pria sedang berbicara dengannya. Orang itu cukup tinggi, mungkin sekitar 178 cm. Dia memakai topi dan juga masker putih sehingga Sooyoung tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Dengan sedikit penasaran- Sooyoung melirik amplop coklat yang namja itu pegang. [NamB1 GRUP]

“Aaaa.. apa dia staff dari namB one grup?” Batin Sooyoung penasaran.
“Tapi.. kenapa aku merasa familiar dengan postur tubuhnya?” Lanjutnya.

“Ada apa Sooyounga?”

‘DEG’ – Dan Sooyoung langsung tersadar dari lamunan, saat Mrs.Shin memanggilnya.

“Aahh.. aku… aku ingin menitipkan gambar untuk The Orchid, Mrs.Shin. Jika salah satu dari mereka datang, tolong berikan ini ya” ucap Sooyoung sambil menyerahkan setumpuk gambar berukuran A3 pada sang resepsionis. Sesaat, dia melirik pada orang NamB1 yang sekarang sedang menandatangani sesuatu.

“Baiklah, silakan tanda tangan disini..” ucap Mrs. Shin sambil menyodorkan sebuah memo sebagai tanda bukti.

“Cha, Gamsahamnida Mrs.Shin, kalau begitu aku pergi” pamit Sooyoung saat dia sudah menyelesaikan semuanya. Sesaat, dia kembali melirik staff namB1 yang ternyata juga sedang melirik ke arahnya.

“Mata itu.. sepertinya aku.. pernah melihatnya” Karena merasa sedikit canggung dengan tatapan tajam namja itu, Sooyoung pun akhirnya membungkuk sopan sebelum dia kembali melangkah pergi.

.

“Aishh.. bagaimana aku bisa pergi kesana jika motorku sedang dia bawa? Dasar Jung sialan” keluh Sooyoung yang terus saja mencoba menghubungi Daehyun.

“Brughh!” – Dan saat Sooyoung melangkah keluar dari gedung Poseidon, dia tidak sengaja menabrak seseorang sehingga keduanya mundur dan bahkan hampir terjatuh. Dan tentu saja, itu semua karena Sooyoung terlalu sibuk dengan ponselnya.

“Eoh.. mianhamnida.. gwenchana?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi merasa bersalah.

“Gwenchana gwenchana- eoh? Sooyoung-ssi?” Sooyoung yang baru saja mengambil ponselnya, sekarang langsung mendongak saat orang bermasker di depannya itu ternyata mengenalnya.

‘DEG’- Dan mata Sooyoung langsung melebar saat dia seperti mengenal orang itu.

“Nam.. ssi?” tebak Sooyoung sedikit ragu.

“Ahhh jadi kau masih bisa mengenaliku? Hahahaha, aku benar-benar terharu..” Ternyata benar, dia Nam. Seperti pertemuan sebelumnya, namja itu berbicara dengan nada riang. Dia bahkan tertawa kecil untuk sesuatu yang tidak Sooyoung mengerti.

“hehe.., sebenarnya aku tidak yakin, mungkin karena kau memakai masker makannya aku bisa mengenalimu” ucap Sooyoung sambil tertawa renyah.

“Hahaha.. kau benar, jika aku tidak memakai masker.. mungkin kau akan terkejut dan kebingungan” ucap Nam. Dan Sooyoung menanggapi candaan aneh itu dengan tawa seadanya.

“Sepertinya flumu belum sembuh ya Nam-ssi? ” Tebak Sooyoung saat dia ingat alasan Nam memakai masker.

Nam terdengar mendengus, “Hahh benar, aku tidak tahu kenapa aku tak kunjung sembuh.., mungkin ini hukuman dari Tuhan, hahaha” ucap Nam yang lagi-lagi bercanda dan juga tertawa lepas seolah Sooyoung adalah seseorang yang sudah lama dia kenal. Dan Sooyoung sendiri terlihat menanggapi candaan itu dengan tawa kecil.

“Lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sooyoung.

“Aku…” Nam terdiam sejenak seolah di mencari jawaban yang tepat.

“Aaa~ apa kau datang kesini bersama staffmu yang ada di dalam? Staff yang juga memakai masker sepertimu?” Tanya Sooyoung sambil mengarahkan telunjuknya ke arah loby.

“Aa? Ahh.. benar, kami datang kesini untuk memasukan penawaran proyek hotel venus” Jelas Nam.

Sooyoung mengangguk paham, “Mmm.. Nam-ssi.., mianhamnida.. tapi aku harus segera pergi ke proyek” ucap Sooyoung sedikit tak enak.

“Ah benarkah? baiklah, aku juga harus segera masuk..” ucap Nam.

“Annyeong Nam-ssi, semoga kita bisa berkerja sama” ucap Sooyoung sebelum dia berjalan pergi.

“Cih, bekerja sama?” Dan Nam hanya tertawa kecil mendengarnya. Dia terus menatap kepergian Sooyoung dengan senyuman smirk yang tersembunyi di balik maskernya.

“Sooyoung-ssi.. aku kasihan padamu.. karena kau harus mengenal kami” gumam Nam sebelum dia beranjak pergi.

—***–

@Proyek Taman bermain Namsan

Sooyoung berjalan dengan langkah cepat saat dia melihat Junhong duduk di sebuah kursi yang ada didekat air mancur. Namja itu terlihat mendongak dengan wajah sedikit gelisah. Dia bahkan tidak peduli jika terik matahari membuat keringat membasahi kulitnya yang pucat.

‘Tapp!’ – Sooyoung duduk di samping Junhong dengan senyuman tipis dan membuat namja itu menoleh padanya. Beberapa saat, Junhong terdiam dan menatap Sooyoung. Sejujurnya.. Junhong ingin membalas senyuman itu, tapi sayangnya.. insiden ‘Penjemputan’ Yongguk beberapa hari lalu- masih bisa teringat jelas di otaknya.

‘Shet’- Alhasil, Junhong langsung menolehkan wajahnya kedepan- tanpa sepatah ucapan maupun seulas senyuman- sehingga Sooyoung sedikit terheran melihatnya.

“Junonga.. apa kau sudah makan?” Tanya Sooyoung mencoba untuk basa-basi.

Beberapa saat, Junhong hanya diam seolah dia enggan menjawabnya. “Eumm” Hingga pada akhirnya- Junhong tetap menjawab pertanyaan Sooyoung meski itu sangatlah singkat dan terkesan acuh.

Sooyoung mengerjapkan mata dengan ekspresi bingung. Sungguh, ini pertama kalinya Junhong bersikap seperti itu, dan sejujurnya.. Sooyoung merasa sedih karenanya.

“Junonga.. wae? apa terjadi sesuatu?” Tanya Sooyoung sambil memajukan sedikit tubuhnya sehingga dia bisa melihat Junhong lebih jelas. Tapi sepertinya Junhong mencoba menghindari tatapan langsung Sooyoung, buktinya dia malah membuang wajahnya ke arah lain.

“Anhiyo” lagi-lagi, Junhong hanya menjawabnya dengan begitu singkat dan bahkan tanpa menatap Sooyoung.

“Apa kau marah padaku? Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Sooyoung pelan.

Pada akhirnya, Junhong menoleh pada Sooyoung namun dengan ekspresi datarnya, “Anhi..” ucapnya lalu kembali menoleh kedepan.

“Junhonga-“

“Sebaiknya aku pergi” tanpa mempersilakan Sooyoung bicara, Junhong sudah terlebih dulu berdiri dan melangkah pergi karena dia melihat Yongguk keluar dari mobilnya yang berada di tempat parkir. Sesaat, Sooyoung menoleh pada Yongguk yang sedang sibuk menelpon dan sepertinya tidak tahu keberadaan mereka.

‘TAPP’- lalu dengan cepat, Sooyoung berhasil menahan tangan Junhong sehingga namja itu berhenti dan menoleh padanya.

“Sooyoung-ssi-”

‘TAPP’- Tanpa mempersilakan Junhong berbicara, Sooyoung terlebih dulu menarik tangan kanan Junhong, dan setelah itu dia meletakan sebuah sapu tangan di atas tangan Junhong tadi.

“Kau pasti lelah” gumam Sooyoung lalu mendongak pada Junhong tatapan sendu. Sesaat, dia menatap keringat Junhong yang tak kunjung kering karena teriknya sinar matahari.

‘DEG’- Dan Junhong langsung terdiam mendengarnya. Ternyata yeoja ini.. sama sekali tidak berubah

Melihat Junhong yang tak kunjung melakukan sesuatu, Sooyoung pun beranjak mengambil sapu tangan tadi- lalu di usapkannya sapu tangan itu di wajah Junhong yang berkeringat. Dengan lembut dan hati-hati, Sooyoung mengusap setiap bagian wajah Junhong yang basah karena keringat. Dia melakukannya seperti saat Junhong selalu mengusap keringat dan juga air matanya.

“Kau bisa melampiaskan kekesalanmu padaku jika itu bisa membuatmu lega, Junhonga… aku tahu kau-“

“Apa kau melakukan ini.. Karena Yongguk hyung datang?” Tanya Junhong sambil menatap Sooyoung tajam.

‘DEG’- Dan ucapan itu tentu saja membuat Sooyoung terdiam dan mendongak dengan mata membulat.

“Junhonga, Apa maksud-“

‘Tap!’ – seolah tak penting, Junhong mengabaikan ucapan Sooyoung dengan cara menurunkan tangan yeoja itu dari wajahnya.

“Jika kau menyukainya, kau tidak seharusnya memperlakukanku seperti ini” ucap Junhong masih dengan ekspresi dingin. Ekspresi yang sangat mirip dengan ekspresi Junhong ketika dia memarahi Jieun.

Sooyoung mengernyit, “Junhonga.. kenapa.. kau berbicara seperti itu?” Tanya Sooyoung dengan wajah sedih. Sungguh, dia benar-benar tak menyangka jika Junhong bisa mengatakan hal seperti itu padanya.

“Sudahlah..” ucap Junhong lalu membalikan badannya dan pergi begitu saja.

“Junhonga chamkanman!” panggil Sooyoung. Tapi sayangnya- Junhong terus saja melangkah seolah dia tak peduli.

“Junhonga! Kau harus tahu! aku melakukannya- karena selama ini.. kaulah yang selalu menjadi sapu tanganku!” ucap Sooyoung sedikit memekik.

‘DAP’- Junhong pun menghentikan langkahnya dengan mata yang sedikit melebar, Sapu.. tangan..ku?

“Selama ini.. kau selalu ada disaat aku sedih dan kesusahan, selama ini.. kaulah yang selalu datang untuk menghapus rasa lelah dan juga air mataku! jadi.. apa salahnya.. jika aku membalas kebaikanmu? Aku hanya ingin menemanimu saat kau merasa terpuruk dan sedih!” lanjut Sooyoung dengan mata berkaca-kaca.

Junhong semakin terdiam, Sungguh! saat ini- hatinya bergetar hebat. Dia benar-benar tak menyangka jika Sooyoung bisa berkata seperti itu, jika Sooyoung ternyata mengingat sapu tangan dan juga kebaikan yang sudah Junhong lakukan.

“Aku tidak tahu apa maksudmu ‘menyukainya’, tapi sejujurnya… jika ada seseorang yang harus aku perlakukan dengan sangat baik, kau adalah salah satunya! Dan itu tidak akan berubah Junhonga” ucap Sooyoung mencoba meyakinkan.

Junhong yang sejak tadi menunduk- sekarang terlihat mendongakan wajahnya.

“Kalau begitu.. berkencanlah denganku!” ucap Junhong tanpa menoleh ataupun membalikan badan.

‘DEG’- Dan ucapan itu tentu saja membuat mata Sooyoung membulat dan kedua alisnya terangkat. Ber..kencan?

“Mwo?” Tanya Sooyoung memastikan, dia fikir- dia baru saja salah dengar, tapi entahlah..

‘TAP!’ – Junhong membalikan badan dan pandangan matanya benar-benar langsung terkunci dengan mata Sooyoung. Kali ini, tatapannya benar-benar tajam dan sedikit menakutkan.

“Kau bilang.. aku adalah seseorang yang harus kau perlakukan dengan baik, kalau begitu berkencanlah denganku” ucap Junhong dengan ekspresi datar, namun tatapannya cukup intens.

‘DEG’- Dan Sooyoungpun langsung terdiam membeku. Jadi ternyata.. pendengarannya tidak salah? Ternyata.. Junghong-memang – mengajaknya – berkencan? Junhong?

“Junhonga.. maksudku.. bukan seperti itu..” ucap Sooyoung yang mencoba untuk menglarifikasi.

TAP! – Bukannya memberi tanggapan, Junhong malah melangkah maju dan mulai mendekat. Biasanya, Sooyoung merasa senang ketika Junhong mendekat padanya. Tapi tidak untuk kali ini, sekarang.. Sooyoung benar-benar merasa takut sehingga kakinya sudah bersiap untuk melangkah mundur jika sewaktu-waktu Junhong melakukan sesuatu.

“Lalu apa maksudmu?” Tanya Junhong yang terus saja melangkah maju meski keduanya sudah berjarak cukup dekat.

“Junhonga.., apa.. yang sebenarnya terjadi? kenapa.. kenapa kau jadi bersikap seperti ini?” Tanya Sooyoung yang merasa semakin gugup.

‘Dap!’- Junhong berhenti saat ujung sepatunya sudah menyentuh ujung sepatu kets soft blue milik Sooyoung.

Neo ttaemuniya (itu adalah karenamu)” ucap Junhong dengan begitu yakin.

Sooyoung mundur secara perlahan sambil mengernyit bingung, “Wae.. wae.. na ttaemuniya?” Tanya Sooyoung bingung.

‘Tapp’- bukannya menjawab, Junhong malah menyentuh kedua bahu Sooyoung dengan kuat hingga gadis itu terkejut.

“Berkencanlah denganku” ulang Junhong yang ternyata sama sekali tak peduli dengan pertanyaan Sooyoung tadi.

Sooyoung terdiam, “Kencan? bukankah kita sering makan bersama akhir-akhir ini. Jadi apa yang dia maksud kencan?”

“Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan disini?”

‘DEG’- Sooyoung dan Junhong langsung menoleh saat Yongguk sudah tiba- dan sekarang sedang berdiri beberapa langkah di belakang Junhong. Dia terlihat menatap Junhong-Sooyoung- dan juga tangan Junhong secara bergantian.

“Kami.. hanya.. sedang membicarakan sesuatu..” ucap Sooyoung yang sepertinya masih sedikit gugup. Tapi Junhong sendiri terlihat hanya diam dengan ekspresi datar.

“Ini belum waktunya istirahat, sebaiknya kalian kembali bekerja” ucap Yongguk sambil berjalan mendekat.
“Dan Choi Sooyoung, kita harus melakukan ceklist untuk taman yang ada di Yangcheon” lanjut Yongguk saat dia sudah berdiri di samping Sooyoung, dia terus menatap pegangan tangan Junhong dan berharap adik tirinya itu segera menurunkan tangannya tanpa dia minta.

Junhong menarik tangannya dengan senyuman remeh. “Cih, sampai kapan kau akan menggunakan pekerjaan untuk memisahkan kami Yongguk-ssi?” Tanya Junhong sambil menatap Yongguk tajam. Yongguk dan Sooyoung tentu saja langsung menoleh terkejut.

“Apa maksudmu?” Tanya Yongguk heran.

Junhong mendengus, “Ini sudah yang kesekian kalinya kau memisahkan kami dengan alasan pekerjaan seperti itu” tuduh Junhong dengan tawa remeh. Dia berbicara seolah Yongguk bukanlah kakaknya.

Sooyoung sendiri terlihat hanya diam- Memisahkan kami? Ya Tuhan.. sebenarnya apa yang terjadi pada Junhong?!

“Junhonga.. neon.. waeireyo? Neon jongmal isanghe jinjja” ucap Yongguk tak mengerti.

“Sudahlah.. lupakan saja” ucap Junhong lalu pergi begitu saja- meninggalkan Sooyoung dan juga Yongguk yang sekarang hanya bisa terheran.

@Mobil Yongguk

“Wae? apa Junhong mengatakan sesuatu?” Yongguk yang sejak tadi melihat Sooyoung terus saja diam dengan tatapan kosong- akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

Sooyoung terlihat langsung duduk tegap dengan wajah terkejut, “Aah? Nde?” Tanya Sooyoung bingung.

Yongguk membuang nafas panjang melihatnya, “Sepertinya memang terjadi sesuatu diantara mereka”

“Kau terlihat gelisah, apa kau sakit? Atau sedang terjadi sesuatu?” Tanya Yongguk yang tanpa sadar menunjukan kekhawatirannya.

“Anhiyo, gwenchanayo..” ucap Sooyoung lalu kembali menoleh ke luar jendela.

“Ya, jika kau sakit.. bilanglah sekarang, Aku tidak mau menggendongmu jika nanti kau pingsan di tengah proyek” ucap Yongguk mencoba untuk bercanda.

“Nan gwenchanayo Bang sajangnim, aku janji.. aku akan menjaga diriku sendiri” ucap Sooyoung yang malah menganggap serius perkataan Yongguk.

Yongguk mendengus dan melirik Sooyoung yang menatap kosong ke luar jendela.

‘TAPP!’- mata Sooyoung yang awalnya sayu, sekarang langsung membulat sempurna karena Yongguk tiba-tiba saja memegang dahinya. Dengan sedikit ragu, Sooyoung menggerakan bola matanya untuk menatap Yongguk, Apa ini?!

“Kurasa kau memang demam, sebaiknya kita makan terlebih dahulu” ucap Yongguk lalu menarik tangannya kembali.

“Tidak, aku baik-baik saja! lebih baik kita selesaikan semua ini agar aku bisa segera pulang!” tolak Sooyoung.

“Tidak! Kita harus makan! Mr.Jang bilang.. kau punya penyakit magg, dan dia sudah memintaku untuk menjagamu!” ucap Yongguk tak mau kalah. Dia bahkan memperlambat laju mobilnya saat dia melihat sebuah restaurant Jepang yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini.

Sooyoung mendengus dan menatap Yongguk kesal, “Kenapa kau harus mempedulikan permintaan konyolnya?! Aku baik-baik saja dan-“

‘CHIITT!!’ – Yongguk menghentikan mobilnya di pinggir jalan karena dia sudah geram dengan sikap Sooyoung.

Sooyoung menoleh dengan wajah kesal, sedangkan Yongguk- ternyata menatapnya dengan wajah tenang.

“Jebal, aku melakukan ini bukan untuk melakukan permintaan konyol bosmu, atau untuk mempermainkanmu, atau untuk memaksamu menceritakan masalahmu!”
“Aku.. hanya ingin kau makan dan memastikan- jika kau tidak perlu minum obat saat menjadi rekan kerjaku” ucap Yongguk dengan suaranya yang tenang dan lembut. Sangat berbeda dengan Bang Yongguk biasanya.

Sooyoung terdiam. Saat ini- terlalu banyak hal yang membuat mulutnya terbungkam rapat. Dan hingga pada akhirnya, dia hanya mengangguk tanpa membalas tatapan Yongguk.

.

@Traffic Light

“Mianhamnida..” ucap Sooyoung saat mereka sudah kembali melanjutkan perjalanan.

“Gwenchana” jawab Yongguk singkat dan tanpa menoleh.

“Anhiya, aku.. tidak seharusnya melampiaskan masalahku padamu” ucap Sooyoung yang tetap saja merasa bersalah.

“Gwenchana, mulai sekarang.. kau bisa melakukannya..” ucap Yongguk santai.

Sooyoung menghela nafas panjang, “Manager Bang-“

“Mulai sekarang kau bisa memanggilku Yongguk saja” sahut Yongguk masih tanpa menoleh.

Sooyoung kembali menghela nafas, “Eumm, Yongguk-ssi… kau tahu? sejujurnya.. aku merasa senang.. karena akhir-akhir ini.. kita bersikap dan berbicara layaknya teman, tapi-” Sooyoung terdiam sejenak.

“Tapi.. sepertinya.. ada beberapa hal.. yang tidak pantas kita lakukan- mengingat ada Song Jieun di sisimu” ucap Sooyoung sedikit ragu.

“Tentang Song Jieun..” Yongguk terdiam sejenak sambil menoleh pada Sooyoung.Dia menatap yeoja itu dalam.

“Jika aku harus melakukan sesuatu terhadap hubungan kami, dan jika keputusan itu berada di tanganmu, apa yang akan kau katakan padaku?” Tanya Yongguk dengan wajah serius.

‘DEG’- Sooyoung sedikit tersentak saat Yongguk akhirnya mengatakan hal seperti itu padanya. Beberapa saat, dia menunduk dan Mencoba mencari jawaban paling tepat.

“Berpisahlah dengannya” ucap Sooyoung saat dia kembali menatap mata Yongguk.

Yongguk terlihat tidak terkejut mendengarnya, wajahnya bahkan menunjukan ketenangan seolah dia tahu jika Sooyoung memang akan mengatakannya.

“Wae?” Tanya Yongguk mencoba mencari kejelasan.

Sooyoung menghela nafas, “Mungkin ini terdengar jahat, tapi bagiku.. kau bisa mendapatkan yeoja yang lebih baik darinya” ucap Sooyoung.

Yongguk memiringkan kepalanya, “Apa.. orang itu adalah kau?” Tanya Yongguk lagi.

Sooyoung menggeleng, “Aku- tidak tahu.., hanya saja- Song Jieun.. kau harus berpisah dengannya” ucap Sooyoung pelan namun penuh dengan keyakinan.

“Song Jieun?!” ucap Yongguk sedikit memekik.

“Eoh, Song Jieun.. sebaiknya-“

“Apa yang dia lakukan? Dan siapa namja itu?” lanjut Yongguk dengan ekspresi syok.

“Eung?” Mendengar hal itu, Sooyoungpun langsung mengikuti kemana tatapan mata Yongguk terutuju.

‘DEG’- Dan mata Sooyoung langsung membulat saat ternyata Jieun dan juga Youngjae- berada di dalam mobil yang sedang berhenti di depan mobil Yongguk.

Traffic Light terlihat sudah berganti warna menjadi Hijau, Mobil yang Jieun naiki pun terlihat mulai berjalan menjauh, dan Yongguk tentu saja tidak bisa membiarkannya. Dia langsung mengikuti kemana mobil tadi menuju.

.

Yongguk terdiam sejenak dengan wajah bingung saat dia telah tiba di depan apartement Jieun. Apartemen itu hanya berjarak beberapa meter dari taman Yangcheon dan juga traffic Light tempat dimana dia mengalami kecelakaan.

“Yongguk-ssi, Gwenchana?” Tanya Sooyoung panik saat wajah Yongguk terlihat memucat.

“Apa ini?!”

“Eoh? Yong.. Yongguk-a? kenapa.. kenapa kau datang sepagi ini?”

“Siapa kalian?! Kenapa-“

“Hallo.. Bang Yongguk! Long time no see..”

‘Akhh!’ – Entah apa yang sedang Yongguk ingat, tapi dia langsung memegangi kepalanya yang tiba-tiba saja terasa sakit.

“Yongguk-ssi!” panggil Sooyoung sambil mengguncang lengan Yongguk. Yongguk terlihat menarik nafas dalam dan berusaha menenangkan pikirannya. Tapi..

“BRAKK!!”

Jantung Yongguk seakan berhenti- saat kecelakaan dialah yang terputar dengan begitu jelas di otaknya.

“Ackhh!” Yongguk merintih dan dia menggenggam tangan Sooyoung erat. Tubuhnya dingin dan terlihat tegang.

“Yongguk-ssi.. Yongguk-ssi.. Ya Tuhan.. apa sakitmu kambuh? Yongguk-ssi.. tunggu sebentar, aku akan mencarikan dokter-“

‘TAPP!’- Saat Sooyoung berniat keluar untuk mencari bantuan, Yongguk malah menahan tangannya dengan kuat.

“Kk.. kau.. tunggu disini.., a… aku harus memastikan.. sesuatu” ucap Yongguk sedikit terbata.

Sooyoung terbelalak, “Bagaimana.. bagaimana aku bisa membiarkanmu masuk sendiri saat-“

“Jebal! Jebal.. aku.. hanya tidak ingin kau terluka.. jika terjadi sesuatu.. nantinya” mohon Yongguk.

“Terluka? Yongguk-ssi apa maksudmu?!” Tanya Sooyoung bingung.

“Jebal-“

“Anhiyo! Jika kau memang harus masuk! Maka aku harus menemanimu!” ucap Sooyoung yakin.

“Choi Sooyoung jebal! Aku.. baik-baik saja! Aku akan baik-baik saja.. agar aku bisa kembali menemuimu.., jadi.. tetaplah disini! Eoh?” mohon Yongguk.

Sooyoung terdiam dengan mata berkaca-kaca, Sungguh.. meski dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.. tapi hatinya gelisah dan dia merasa sangat khawatir.

“Aku.. pergi” ucap Yongguk sambil beranjak keluar dari mobil.

.

.

TBC

.

.

OR END?

.

.

Tergantung kalian

.

.

Maaf atas semua kesalahan, tetep di tunggu tanggepannya ya,

dan 3 part terakhir, Insyaallah bakal aku pasword dan syaratnya kalian harus komen DISEMUA PART

Kenapa? karena jujur aja bikin ff ini kudu muter otak sampe aku hampir nyerah beberapa hari yang lalu

oke gitu aja, pantun dulu:

ga suka, ga usah baca

kalo suka, tolong tanggepannya #WTF wkwkwk

Iklan

32 thoughts on “Traffic Light (Part 6)

  1. sofy berkata:

    akhirnya publish juga ^^

    yongguk udah tau kalo jieun selama ini ngancem soo biar ga terlalu deket sama dia? yongguk ingatannya udah mulai muncul?(?)

    anw aku suka moment soo-zelo. senyum senyum sendiri pas ibu soo nyuruh zelo ke rumahnya😂😁

    pokoknya ff ini bener2 bagus dan reflek bikin senyum2 sendiri astaga😂😂

    ditunggu next part-nya ya kak ^^ semangat.

    • febryza berkata:

      duh maaf maaf dek aku baru bisa ngerampungin baca part ini..
      kok kayaknya fi part ini seru ya kalo menurut aku entah kenapa, apa karena 3 cowok kece disekeliling syoung udh mulai nunjukin dia mau ngelakuin apa ke syoung..
      seru bgt pas yg bagian bang jemput syoung eh ternyata ada ojel ngeliatin dari jauh kayaknya itu reserve scene part kemaren ojel nyelametin syoung yg dia mau nyebrang itu terus diliat sama bang aaaaahhhh seru bgt..
      duh bang cepet inget kek geregetan ini yg baca masa kamu suka ama cewek terus gainget tapi pas lagi gainget masih deket aja ama cewek itu, kalo aku di posisi syoung mah udah bilang lelah hayati kali hahaaaja
      pas di pertengahan cerita tiba2 kepikiran kok nam ga muncul lagi ya apa dia cuma cameo aja di part sebelumnya eh gataunya dia muncul juga disini dan bikin yg baca jadi punya pertanyaan ini antara bang-syoung-nam ada atau bakalan ada apa gitu…
      sekali lagi aku minta maaf ya dek baru bisa ngerampungin dan komen sekarang

  2. Ranranii berkata:

    Keren kereeeeen banget thor!!!!
    Semakin complicated tp seru dan gak gampang ditebak
    Seneng banget di part ini banyak moment sooyounh yongguk nya
    Gal kuat sama sikap manly nya Yongguk
    Zelo kasian kamu nak wkwk
    Itu perannya Nam jdi apa ya? Penasaran nih
    Trs Yongguk itu mau pergi kmn? Ingetannya bakalan balik kah?
    Ditunggu part selanjutnya yaa thor
    Ini termasuk fanfic favorit aku thor hehe
    Fighting!!!

  3. Wae? Wae? Wae?
    Yongguk mau ke mana itu? Jangan bilang dia mau memastikan hubungan Jieun dengan Yongjae. Awas, nanti amnesia lagi loh. Moga2 kali ini dia bisa bersatu dengan Soo eonnie.

    Btw, aku kasihan sama Junhong. Tapi, bagaimana lagi. Aku sukanya YongSoo couple.
    Lanjutannya di tunggu yah. Penasaran banget ini >_<

  4. nisa berkata:

    ihhh si jieun jahat banget orangnya… udah dapet yongguk masih sama si youngjae…. daehyun sebenernya suka kann sama sooyoung….. oh iyaaa penasaran deh jadinya ntar gimana kalo sooyoung ketemu lagi sama junhong…. deg degan waktu baca yang diakhir ceritaa … moga moga aja si yongguk sadar kalo ternyata jieun itu ga baik buat diaa dan bisa bahagia…. hehehe meskipun aku ngeship daehyun sama sooyoung tapi ntar kalau jadinya yongguk sama sooyoung ga papa sih 😀

  5. nurafrianti berkata:

    bagian soo zelo aku suka deh, tapi zelo nya kasian
    Nam itu org sprti apa sih? dia perannya gmna?
    Daehyun nya suka ya ma soo
    yongguk mulai ingat ya?
    next thor

  6. yani yanuari berkata:

    akhhhh mimin!! part in bner” aku tunggu banget >_< mana part'a bkin aku kek orng gila lagi kkkk~ =)) 1 yeoja d'rebutin sma 2 or 3 namja yaa? bner" bkin pnasaran deh 🙂 ohh iyaa it zelo knapa jdi brubah drastis gtu min sikap'a k'soo eonni? dan it daemchu~ dya jga bneran suka sma soo eonni, or hnya sbatas suka sorng adk yng tkut ksih syang kaka'a trbagi ate gmana min pnasaran bnget deh….. & NAM! apaa tujuan sbner'a yng mlai ngdeketin soo eonni scara diem" gtu min, apaa dya jga suka sma soo eonni? or adaa niatan lain gtu??
    akhir'a gukie oppa bsa look jga kbneran hbungan'a jieun sma ujae, smpe" ngikutin mereka k'aprt jieun bgtu~ ashhhh makin nambah pnsaran deh sma next part'a min, kajja i'm always keep waiting next you part min 😉 🙂

  7. ndah berkata:

    sepertinya yongguk udah mulai ingat tuh..wah akhirnya..seru nih. btw namja yg diliat soo di loby jgn 2 yongjae ya..? gak sabar plus penasaran…

  8. Akhirnya yongguk ngeliat lngsung prselingkuhan antara jieun-youngjae~ abis ini pasti putus tuh yakin deh kkk
    Junhong-aa~~ abis tembak sooyoung gitu jdi dingin ke hyung.y gra” cemburuan 😀
    Itu nam kyak ada mksud jahatnya deh jdi curigaa
    Next part ditunggu thor 😉

  9. summer berkata:

    suka banget sama ceritanya… akhirnya yongguk zelo mulai menunjukkan rasa sukanya. next chapter buat moment kencan soo ama zelo dong

  10. Oooohhh kenapa TBC disaat lagi seru 😦

    Hmmm.. Yongguk mulai terang-terangan nih nunjukin perasaannya..
    OMG, jadi Sooyoung baru sadar kalo Zelo yg selalu disampingnya??
    Dan entah kenapa feeling aku, Daehyun dan YoonA jodoh disini..
    Sepertinya Zelo udh gak tahan tuh nutupin perasaannya sama Sooyoung sampai dia nembak Sooyoung gitu.. Kasihan adikku itu 😦
    Apa Yongguk mulai inget? Dia kenapa sampe sesakit itu?
    Itu Yongguk pergi mau ngelabrak Jieun kan?

    Oh iya, koq si Nam ngomong gitu sih “Sooyoung-ssi.. aku kasihan padamu.. karena kau harus mengenal kami”
    Maksudnya apa ya??

    Good Job, chingu^^
    Ditunggu kelanjutannya dan ff lainnya..
    Keep Fighting!!

  11. yuki-chan berkata:

    TBC dong, tbc ajaaaa kak. Lnjutt

    Omo, bang ojel kasian bgt T.T. Akhirnya dia berani terang-terangan nentang yongguk dan nunjukin perasaan nya sama sooyoung. Cie yoona kayaknya ada sesuatu tuh sama jungdae.

    Oh iya jadi penasaran siapa sebenernya si nam itu xD.
    Nah, mampus tuh song jieun ketahuan ding sama yongguk, btw, kalo gini makin penasaran akhirnya soo sama siapa xD. Kalo soo jadi sama yongguk, jelo sama aku aja kak 😂😂.

    Cieee part2 selanjutnya diprotect nih, jadi kalo gitu, boleh ngga nanti aku minta pw nya lewat line aja??

    Btw, lanjut yah kak hanif, kalo bisa yg cepet, dan juga maap baru baca sekarang xD. Keep writing kak and FIGHTING!!^^

  12. JUNHONG NEMBAK SOOYOUNG! DAN AZXNVMMJ COCKBLOCKER YONGGUK ADA DI SANA AMPUN DEH.

    Tentu aja jangan end dulu dong, lanjut. Saya menunggu kepastian dari perasaan Sooyoung dan ingatan Yongguk, dan bagaimana dengan Jieun dan Nam? Hmmm sepertinya Nam antagonis …

    #TeamJunhong di sini! *kibar spanduk*

  13. Makin lama makin greget nih ceritanya, yongguk mah modus mulu sama sooyoung tapi nyatanya dia belum inget2 juga sama sooyoung, nah loh junhong udah nembak sooyoung terus siapa sih si nam itu .. makin kesini makin bikin penasaran!!
    next thor, wajib next ini mah .. hehe
    Nanti next partnya di protect ya? Kalau iya aku minta pw nya ya thor please!! Kirim.ke twitter ku ya (@siskasyaneliea4)
    Kalau soal komen insya allah setiap aku baca aku sempetin komen, walaupun ini agak telat dari ff yg di post (habis hiatus)
    Sekian dan terima kasih 🙂 dan ditunggu next partnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s