Traffic Light (Part 7)

TITLE : Traffic Light (Part 7)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

 

Trfctlght

 #TRAFFIC LIGHT#

.

 

Sooyoung menatap keluar jendela dengan wajah panik. Langit yang sejak tadi terihat gelap, sekarang sudah mulai menurunkan butiran-butiran airnya. Meski begitu, Yongguk tetap tak kunjung kembali sejak dua jam yang lalu.

“Aku tidak bisa diam saja!” ucap Sooyoung geram. Diapun segera keluar menggunakan payung, dan berniat menyusul Yongguk di apartement Jieun. Entahlah, mungkin ini hanya perasaannya saja, tapi Sooyoung merasa takut jika Yongguk akan melakukan hal konyol seperti saat mereka pertama kali bertemu.

“Baboya! Kenapa aku membiarkan dia keluar sendirian?! Aishhh” Sooyoung terus mendumal tak jelas menyesali kecerobohannya. Apalagi sejak tadi- Yongguk juga tak kunjung mengangkat telponnya.

“Jebal Jebal! Angkat!” ucap Sooyoung penuh harap.

Bebb!

Tersambung?

“Yoboseyo!” sapa Sooyoung penuh antusias saat Yongguk akhirnya mengangkat panggilan tersebut.

“Yoboseyo, Yoboseyo~”

‘DEG’ – Sooyoung sedikit tersentak saat dia tidak mendengar suata Yongguk melainkan suara seorang ajushi. Samar-samar, dia juga bisa mendengar suara hujan disana. Apa dia sudah keluar?

“Yob- yoboseyo.. Ige.. nuguseyo?” Tanya Sooyoung ragu. Dia pikir, dia salah menghubungi orang.

“Nona, apa kau mengenal pemilik ponsel ini?” Tanya pria di seberang telepon itu.

Sooyoung mengernyit, “I.. iya, aku adalah rekan kerjanya-“

“Nona! Sebaiknya kau cepat kesini! Sepertinya terjadi sesuatu pada temanmu!”

‘DEG’ – Jantung Sooyoung seolah berhenti saat ajushi itu tiba-tiba saja berbicara dengan nada panik.

Terjadi.. sesuatu?”

.

.

Yongguk berjalan keluar dari apartement Jieun dengan langkah gontai. Ekspresi wajahnya terlihat kosong dan pikirannya benar-benar berkecamuk.

“Song.. Jieun.. Yoo.. Youngjae.. dan…”

“Dan… siapa.. dia?”

Yongguk memegang kepalanya yang kembali berdenyut- saat dia mencoba mengingat seseorang yang dia sendiri tidak tahu siapa itu.

“Apa ini? apa yang sebenarnya terjadi?” Batin Yongguk. Entah sudah berapa kali pertanyaan itu terulang di pikirannya.

‘BRUSHH!’ – Yongguk berhenti sejenak sambil menatap langit karena hujan tiba-tiba saja turun dengan deras.

“Hujan? Kenapa hujan? Kenapa.. disaat seperti ini.. harus hujan?” Batinnya. Namun, meski mempunyai trauma terhadap hujan, dan meski pikirannya sedang berkecamuk, Yongguk tetap saja melangkahkan kakinya tanpa tujuan yang jelas.

“Kenapa.. seperti ini? kenapa.. aku.. pernah merasakan hal semacam ini?” Batin Yongguk lagi.

‘BRUGGHH!’ – Dan saat Yongguk hampir sampai di pinggir jalan, dia tak sengaja bertabrakan dengan seorang ajusshi yang sedang berjalan dari arah berlawanan.

Ajushi itu berniat memarahi Yongguk karena bajunya menjadi sedikit basah. Tapi setelah melihat ekspresi Yongguk, dia malah terdiam bingung.

“Ada apa dengannya?” gumam ajusshi itu.

“Hey! Hey nak! Ponselmu terjatuh!” pekik sang ajushi saat ponsel Yongguk ternyata terjatuh namun dia tidak mengambilnya. Tapi… Yongguk tetap saja berjalan dengan ekspresi kosong dan tidak mendengarkan panggilan itu.

“Oraemanida.. Bang.. Yong… Guk!”

‘DEG’ – Lagi dan lagi, saat dia teringat oleh ‘orang itu’- maka rasa sakit akan langsung muncul di kepalanya.

“Gomawo.. “

“Karenamu.. aku menjadi seperti ini..”

‘ARGHHH!!’ – Yongguk memegang kepalanya sambil mengerang pelan- karena kepalanya semakin berdenyut dan seolah ingin pecah. Langkahnya bahkan menjadi terseret-seret seolah kakinya terasa begitu berat untuk di gerakan. Ucapan-ucapan itu, semua benar-benar terasa seperti pisau yang menusuk-nusuk tiap bagian kepalanya.

“Siapa?”

“Siapa.. dia?!”

Bahkan tanpa sadar, Yongguk telah memasuki area jalan raya dimana semua kendaraan sedang beralu lalang disana. Dia terus berjalan maju sambil memejamkan mata dan memegangi kepalanya dengan kedua tangan.

‘TIIIINN!!!!’ – Dan benar saja, sebuah mobil putih terlihat melaju dari arah kanan, dan sekitar 20 meter lagi mobil itu sudah siap untuk menghantam tubuh Yongguk.

‘DEG!’ – Yonggukpun menegakan tubuhnya dengan mata membulat, saat dia mulai tersadar dan menyadari keberadaannya saat ini. Tapi.. lampu mobil itu terasa begitu menyilaukan sehingga dia tidak bisa mengerakan tubuhnya.

‘TIIIINN!!!’

Greb!

‘BRUGHHH!!!’

Yongguk terjatuh.

Tubuhnya terjatuh di pinggir jalan, bersama dengan sesosok tubuh kurus yang sedang memeluk tubuhnya dengan erat dari belakang.

“Aku.. masih hidup?” – Yongguk mengerjapkan mata dengan nafas tersenggal karena kejadian tadi benar-benar membuat jantungnya berdetak cepat.

“Manager bang! Ya Tuhan.. Manager Bang, kau baik-baik saja?!” Bukannya memeriksa bagian tubuhnya yang mungkin terluka, orang yang memeluk Yongguk tadi malah bangun dan segera berjongkok di depan Yongguk untuk memeriksa keadaannya.

‘DEG’ – Yongguk terbeku setelah dia benar-benar menatap Yeoja berambut sebahu- yang tubuhnya basah kuyup dan wajahnya terlihat begitu khawatir itu.

Namun, bersamaan dengan jantungnya yang berdetak cepat, Yongguk juga merasakan sesuatu yang menyejukan di hatinya, perasaan yang membuat rasa sakit di kepalanya bisa hilang begitu saja.

“Manager Bang! Apa terjadi sesuatu? Atau.. tramamu kambuh?! Ya Tuhan.. kau.. benar-benar basah kuyub..” gumam yeoja yang memang adalah Sooyoung itu- sambil memeriksa lengan, pipi, dan rambut Yongguk. Beberapa saat kemudian, dia berinisiatif mengambil sesuatu di dalam tasnya yang tak lain adalah sebuah jaket.

“Syukurah aku sempat memasukannya ke dalam tas, seharusnya aku tahu jika kau akan melakukan hal seperti ini lagi!” gumam Sooyoung sambil menaruh jaket tersebut di atas tubuh Yongguk.

“Kajja, Manager Bang, sebaiknya kita mencari tempat yang teduh..” ajak Sooyoung sambil menuntun Yongguk berdiri.

‘DEG’ – Dan entah kenapa, Jantung Yongguk seperti berhenti berdetak karena ucapan itu.

Flashback

“Sajangnim! Hey! kau tidak apa-apa?” tanya seorang yeoja tinggi yang ternyata adalah penolong Yongguk. Dia terlihat berjongkok di samping Yongguk dan menatap namja itu dengan wajah panik.

“…” Tidak ada jawaban. Yongguk hanya diam dengan tatapan kosong.

“Sajangnim, kajja.. kita berteduh di halte itu!” ajak yeoja itu sambil menunjuk ke halte yang sebenarnya masih berjarak beberapa meter lagi.

Tapi.. Yongguk tetap saja diam dengan nafas yang berat.

“Sajangnim.. jika kau duduk disini.. kau bisa-“

“Pergilah.., aku.. ingin mati saja..” sahut Yongguk pelan.

Dan yeoja itu tentu saja terkejut mendengarnya, “Mwo.. mwosunsuriya? sajangnim, jongsincharyo.., sekarang ini kau sedang-“

“Aku bilang pergi!” pekik Yongguk sambil mendorong yeoja itu- hingga celananya yang sedikit tertutup Jas hujan menjadi basah kuyub karena terkena genangan air.

Yeoja itu terdiam sejenak sambil menatap Yongguk geram. Namun beberapa saat kemudian, dia  memutuskan untuk mengambil jaket  yang ada di dalam tasnya.

“Sajangnim, aku mohon.. tenanglah…” Ucap yeoja itu sambil menaruh jaketnya tadi di atas tubuh Yongguk.

Dan perlakuan itu pun membuat Yongguk mulai tersadar. Dia bahkan mulai menoleh dan menatap penolongnya itu dengan wajah terkejut.

“Kajja, kita mencari tempat duduk yang teduh!” ajak yeoja itu sambil menuntun Yongguk berdiri.

End Flashback

“Manager Bang, jika kau duduk disini, kau bisa sakit” mohon Sooyoung lagi karena Yongguk sama sekali tidak mau menggerakan tubuhnya.

“Ss.. Sooyounga..” gumam Yongguk sambil menatap Sooyoung sendu.

“Apa dia..? Apa.. yeoja inilah.. yang selama ini.. menghilang dari ingatanku?” Ucap Yongguk dalam hati.

“Benar, aku Sooyoung.. jadi ayo kita berdiri dan mencari tempat berteduh!” Bujuk Sooyoung.

Hingga pada akhirnya, Yongguk mau berdiri secara perlahan namun tatapannya tak pernah lepas dari Sooyoung.

Sesaat, Sooyoung mendongak dan menatap Yongguk prihatin, Setelah itu.. dia menggenggam tangan dingin Yongguk dan mencoba memberikan sedikit rasa tenang pada namja yang pasti sangat terpukul itu.

“Manager Bang, aku mohon.. tenanglah! Kau harus ingat,  kalaupun kau kehilangan Song Jieun.. kau masih punya Ibu, Junhong, Himchan dan juga aku.., kau tahu? Sesulit apapun.. kami pasti akan membantumu, eoh?” ucap Sooyoung yang mecoba untuk menenangkan.  Yongguk sendiri terlihat hanya diam dan terus menatap Sooyoung dalam. Sejujurnya, ini semua bukanlah karena Jieun. Melainkan…

“Grebb~” Sebelum Sooyoung kembali menuntun Yongguk berjalan, Namja itu terlebih dulu menarik tubuhnya ke dalam sebuah pelukan. Dia mendekap tubuh dingin yeoja itu dengan erat, memejamkan mata, dan menyandarkan dagunya pada bahu Sooyoung seolah hujan sedang tidak turun saat ini.

Sesaat, Sooyoung terdiam karena hal itu. Dia mengerjapkan mata beberapa kali karena namja di depannya itu benar-benar melingkarkan kedua lengan kekarnya di tubuh Sooyoung. Sungguh, Ini.. pertama kalinya Yongguk memeluknya- setelah dia tersadar dari coma. Dan sejujurnya, jantung Sooyoung berdegup sangat cepat seperti saat dia hapir tertabrak mobil, tadi.

“Dia.. pasti.. sangat mencintai Song Jieun” – Dan Setetes rasa kecewa langsung muncul di hati Sooyoung saat dia mengingat apa penyebab Yongguk menjadi seperti ini. Yaa.. dia mungkin.. hanya sebuah tempat pelampiasan..

Tapi mengingat jika Yongguk juga mempunyai trauma pada hujan, Sooyoung pun berusaha untuk menghapus egonya. Lalu hingga pada akhirnya, dia mulai membalas pelukan Yongguk dan mengusap punggung namja itu dengan lembut.

“Gwaenchana.., semua.. akan baik-baik saja.., gwaenhana.. ” ucap Sooyoung.

“Apapun yang terjadi.. kau.. akan berada di pihakku kan?” Tanya Yongguk dengan suara yang benar-benar lirih.

Dan Sooyoung tentu saja bingung mendengarnya, “Pihak..nya? Apa yang dia maksud adalah pihak antara dia dengan Jieun?”

“Aku tidak peduli.. jika dia mengambil semuanya.., tapi.. tapi.. kau harus terus berada di pihakku Sooyounga..” ucap Yongguk lirih. Saat mengatakannya, dia terdengar ketakutan.

“Bicara apa dia?” Batin Sooyoung tak mengerti.

“Yongguk-ssi-“

“Aku mohon..” ucap Yongguk lagi.

.

.

“Ommo! Yongguka waeire?” Ny.Bang langsung memekik terkejut saat dia melihat Yongguk dan Sooyoung berdiri di depan pintu dengan keadaan basah kuyub. Yongguk bahkan terlihat sangat pucat dan tubuhnya bertumpu pada bahu Sooyoung.

“Eoh?! Yongguk Hyung? Apa yang terjadi?” pekik Junhong tak kalah terkejut. Sesaat, dia melirik Sooyoung yang juga terlihat tidak baik-baik saja.

“Tadi.. dia.. kehujanan.. dan hampir tertabrak mobil..” Jelas Sooyoung sedikit ragu.

“Jinjjayo? Ya Tuhan..! lalu.. apa dia dia terluka?” Tanya Ny.Bang dengan wajah panik.

“Aku.. rasa, lukanya.. tidak serius… “ Sooyoung menjawab pertanyaan itu dengan sedikit terbata karena tubuhnya mulai menggigil dan dia harus menahan tubuh Yongguk.

“Eumm.. mianhae, bisakah.. kita.. membawanya masuk terlebih dahulu.., aku.. sedikit keberatan..” Lanjut Sooyoung.

“Eoh, biar aku yang membawanya” ucap Junhong yang langsung mengambil alih tubuh lemas Yongguk.

.

.

“Hufftt” Sooyoung membuang nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya pada dinding. Dia mendongak dan menatap langit-langit rumah Yongguk dengan ekspresi kosong.

“Dia terlihat.. sangat terpukul, dia pasti.. sangat mencintai Jieun” gumam Sooyoung pelan.

‘Cklekk!’

Suara pintu yang terbuka membuat Sooyoung menoleh terkejut, Dan ternyata seseorang yang keluar dari kamar Yongguk adalah Junhong.

Beberapa saat, Junhong maupun Sooyoung hanya diam dan saling bertatapan.

“Kalau begitu.. berkencanlah denganku!”

‘DEG’ – Dan saat Sooyoung mengingat ucapan Junhong tadi siang, entah kenapa pipinya langsung memerah dan wajahnya langsung menunduk.

Sial! Semua ini membuatku canggung? Hahh semoga dia tidak berjalan kesini” batin Sooyoung gugup.

Dan Yap! permohonan Sooyoung terkabul. Junhong terlihat berjalan kearah dapur tanpa mengucapkan apapun padanya.

“Hufftt..” Sooyoung membuang nafas lega dan kembali menyandarkan tubuhnya pada dinding. Meski bajunya masih sedikit basah, dia tetap bertekad menunggu Mrs.Bang keluar dan mengatakan jika Yongguk sudah baik-baik saja.

Tapi.. Apa yang sebenarnya terjadi pada Manager Bang?

Kenapa.. dia memintaku.. untuk berada di pihaknya?

‘Tapp!’ – Dan ketika Sooyoung sedang sibuk menerka-nerka maksud Yongguk, Seseorang tiba-tiba saja berdiri di depannya dan langsung memegang kepalanya dengan sebuah handuk kecil berwarna putih.

Beberapa saat, Sooyoung hanya bisa terdiam dengan mata membulat.  Hingga pada akhirnya- dia berani mendongak dan menatap namja bernama Junhong yang sekarang hanya berdiri beberapa centi di depannya.

Meski tangannya panjang dan cukup kekar, Junhong tetap mengeringkan rambut Sooyoung yang basah dengan begitu lembut dan hati-hati. Dan entah kenapa, pipi Sooyoung mulai memanas sehingga dia kembali menunduk. Entahlah.. setelah Junhong mengatakan masalah ‘Kencan’, perasaannya menjadi benar-benar aneh.

“Aa.. aku.. aku bisa sendiri..” ucap Sooyoung sambil mencoba mengambil alih handuk yang sedang Junhong pegang.

Tapi- meski Sooyoung sudah mengatakan hal itu, Junhong tetap saja tidak menurunkan tangannya sehingga kini- tangan mereka bersentuhan.

‘Tap’ – Mata Sooyoung kembali membulat saat Junhong beralih memegang pipinya yang terlihat putih pucat.

“Bocah ini pasti ingin membuatku terkena serangan jantung!” Umpat Sooyoung dalam hati.

Dan kali ini, giliran mata Junhong yang membulat. Bagaimana tidak, pipi yeoja di depannya itu benar-benar dingin seperti es, bibir yeoja itu juga sedikit biru seperti bibir bayi yang baru lahir.

Junhong menatap Sooyoung tajam, “Apa kau bodoh? Kenapa kau tidak mengeringkan tubuhmu?! Kau bisa sakit noona!” ucap Junhong memarahi.

Mendapat pertanyaan seperti itu, Sooyoung pun menunduk, “Aku.. hanya ingin memastikan.. jika dia.. sudah baik-baik saja..” jelasnya sedikit ragu. Takut jika adik tiri Yongguk itu marah dan salah paham lagi seperti tadi siang.

Junhong membuang nafas panjang, “Dia sudah baik-baik saja, jadi sekarang cepat ganti bajumu sebelum kau jatuh sakit” keluh Junhong.

“A.. ka.. kalau begitu.. aku akan pulang sekara-“

“Anhiya, kau bisa kedinginan di perjalanan! Kajja.. sebaiknya kau memakai bajuku..” Lanjut Junhong sambil menggenggam tangan Sooyoung dan menarik yeoja itu kekamarnya. Sooyoung sendiri, dia hanya diam dan menatap namja di depannya itu dengan wajah sendu.

“Dia.. benar-benar laki-laki yang sangat baik” Batin Sooyoung kagum.

‘TEK!’

“Argghh!” – Tanpa sadar dan tanpa bisa mengendalikan, Sooyoung berhenti dan merintih pelan karena luka di kakinya tiba-tiba saja berdenyut nyeri.

Junhong pun berhenti secara reflex dan menoleh pada Sooyoung, “Waegurae?” Tanya Junhong khawatir.

Sooyoung pun langsung mendongak dengan wajah panik, “Aa. Anhiya anhiya aku hanya-“

‘Dap’ – Sebelum Sooyoung selesai menjelaskan, Junhong sudah terlebih dulu berlutut di hadapannya, dan memeriksa luka yang ada di kaki Sooyoung.

Junhong terdiam saat dia melihat kaki Sooyoung yang berdarah dan betisnya sedikit lebam. Setelah itu, dia mendongak perlahan dan menatap Sooyoung dengan ekspresi tak percaya. Dia.. rela menjadi seperti ini demi Yongguk hyung..

“Cepat ganti bajumu.., setelah itu.. baru kita obati luka ini” ucap Junhong sambil berdiri dan kembali menarik Sooyoung.

“Aishh! Kenapa dia jadi bersikap seperti ini?!” Keluh Sooyoung dalam hati. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini Junhong benar-benar menakutkan. Wajah dinginnya bahkan lebih mengerikan dari Yongguk.

.

.

Sooyoung menarik nafas dalam karena rasa canggungnya semakin dan semakin bertambah.

“Junhonga.. kau.. tidak perlu.. melakukan hal ini” ucap Sooyoung pada namja yang sedang berlutut di depannya itu.

Junhong mengangkat kepalanya dan menatap Sooyoung yang sedang duduk di sofa itu dengan ekspresi datar, “Aku melakukannya karena kau sudah menolong kakakku” ucapnya santai. Setelah itu- dia kembali menunduk dan fokus pada luka di kaki Sooyoung.

Sooyoung menatap Junhong dalam diam. Tidak bisa di pungkiri, namja di depannya ini memilik karisma yang sangat berbeda dengan namja lain. Rambutnya yang hitam, kulitnya yang putih, senyumnya yang manis, badannya yang tinggi, dan cara dia memperlakukan orang lain dengan baik dan lembut, semua benar-benar terlihat jelas di mata Sooyoung. Tapi..

Tapi jauh di dalam lubuk hati Sooyoung, dia merasakan sebuah ikatan antara dia dan juga Yongguk. Ikatan yang membuatnya merasakan hal aneh- yang dia sendiri tidak tahu apa itu.Tapi..

Tapi Yongguk..

Dia.. mencintai Jieun.. kan?

Beberapa saat, Sooyoung melirik pintu kamar Yongguk yang tertutup. Setelah itu dia kembali menoleh pada Junghong.

Apa.. aku.. perlu mencobanya?
Memberi.. namja baik ini.. kesempatan?

“Junhonga..” Panggil Sooyoung pelan- namun berhasil memecahkan keheningan.

“Wae?” Tanya Junhong tanpa menoleh.

“Kau tahu? Ommaku.. ingin.. bertemu denganmu..” ucap Sooyoung sedikit ragu.

‘DEG’ – Mendengar hal itu, Junhong tentu saja tersentak dan langsung menghentikan kegiatannya.

“Mwo?” Tanya Junhong memastikan. Sesaat, dia menatap Sooyoung yang sekarang tersenyum lembut padanya.

Sooyoung menghela nafas sebelum dia melanjutkan ucapannya, “Ommaku.. dialah yang menunjukan semua sapu tanganmu padaku.., sapu tangan yang kau gunakan untuk menghibur dan menenangkanku” jelas Sooyoung.

Junhong semakin terdiam. Entahlah.., dia tidak tahu apa yang ada di pikiran Sooyoung saat ini.

Sooyoung tertawa kecil, “Cih! Manusia macam apa aku ini? selama ini.. aku bahkan tidak menyadari jika kau sudah berbuat begitu banyak untukku” lanjut Sooyoung dengan wajah menyesal.

“Aa.. itu-“

“Mianhae.., aku tahu kau kecewa padaku Junhonga.., aku tahu.. kau marah padaku karena aku hanya memikirkan Yongguk dan selalu saja mengabaikanmu..” ucap Sooyoung sambil menatap Junhong dalam.

“Mianhae Junhonga.. Jongmal mianhae..” lanjut Sooyoung sambil memegang bahu Junhong.

Junhong menarik nafas dalam, “Anhiya Noona, kau.. tidak seharusnya berkata seperti itu..” ucap Junhong tak setuju.

“Akulah.. yang harus minta maaf, aku.. tidak seharusnya bersikap kekanakan seperti ini, marah hanya untuk hal sepele..” Lanjutnya dengan ekspresi menyesal.

Sooyoung tersenyum mendengarnya, “Anhiya! Jika aku di posisimu.. aku pasti juga akan marah” Sangkal Sooyoung.

“Sebaiknya.. kit lupakan saja masalah hari ini, eoh?” ucap Junhong.

“Lupakan.. saja?” Tanya Sooyoung sedikit tak percaya. Apa.. termasuk.. masalah kencan?

Junhong menarik nafas dalam, “Eum! Lupakan saja! Kurasa.. itu akan lebih baik ^^” ucap Junhong mantab. Yaa.. meski ada sedikit rasa menyesal di hatinya.

Sooyoungpun merapatkan bibirnya dengan senyuman miris, Entahlah.. jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasa kecewa.

“Kurigo.. apa kita sudah berbaikan?” Tanya Sooyoung yang berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.

Junhong tersenyum hingga lesung pipinya nampak. “Eum..” jawab Junhong.

“Lalu.. apa kita.. perlu bertemu dengan ommaku besok? Dia.. ingiin sekali mengajakmu makan malam bersama kami” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

Eh?! – Sooyoung terdiam saat dia baru menyadari ucapannya, “Tunggu! Apa yang baru saja kukatakan? Kenapa aku malah mengungkitnya?”

‘DEG’ – Junhong mengernyit tak percaya. “Apa dia mabuk? Apa dia sakit? Kenapa dia mengungkitnya? Bukankah aku bilang lupakan saja?” Batin Junhong bingung.

“Mm.. makan.. makan malam?” Tanya Junhong sedikit tak percaya.

“Aaaahh.. bagaimana jika kita jalan-jalan terlebih dahulu, sepertinya itu menyenangkan” tutur Sooyoung riang. Ah sudahlah! Sudah terlanjur!

Junhong terdiam. “Apa ini artinya.. dia.. menerima ajakanku..? ajakan.. kencanku..?”

“Wae? Apa kau punya janji?” Tanya Sooyoung saat Junhong tak kunjung menanggapi usulannya.

“Ch.. Cheminae (kedengarannya menyenangkan)“ jawab Junhong sambil tersenyum senang.

Sebenarnya.. dia masih tidak tahu apa yang ada di pikiran Sooyoung dan apa yang sudah terjadi sehingga dia jadi berubah pikiran. Tapi..

“Kesempatan ini.. aku akan menggunakannya dengan baik.., sebelum aku pergi..” Batin Junhong.

—***—

@Cafe

‘TAK!!’

“Aww! Appo ishh!” Sooyoung langsung merintih dan memegangi kepalanya- saat Yoona tiba-tiba saja memukul organ berisi otaknya itu dengan sendok kopi.

Yoona menggertakan giginya dengan wajah geram, “Ya! Neo micheoseo?! Kenapa kau menerima ajakannya disaat kau tahu siapa yang kau suka sebenarnya?!” Tanya Yoona yang malah balik memarahi.

“Mw.. mwo?! Suka? Siapa? Aku tidak suka siapa-siapa!” sangkal Sooyoung pura-pura bodoh.

“Shhpp!!! Ya! Apa sekarang kau juga ingin seperti si Song Song itu? Kau ingin jadi yeoja yang suka mempermaikan hati para lelaki? Eoh?!” Tanya Yoona murka.

“Ya! anhichi!! Aku.. aku hanya..” Sooyoung terlihat kebingungan menjawabnya. Dia bahkan sedikit takut melihat tatapan Yoona yang mirip sekali dengan tatapan penyihir.

“Ish! Michigitda jinjja! Ya! memang kenapa jika aku menerima ajakan kencannya?! Dia sudah berbuat baik padaku! aku.. aku kan jadi merasa tidak enak” sangkal Sooyoung dengan wajah frustasi.

Yoona mendengus mendengarnya, “Ya! apa kau tahu? jika kau tidak jujur, kau hanya akan menyakitinya dan juga menyakiti dirimu sendiri!” ucap Yoona yang sepertinya tetap saja tak setuju dengan rencana Sooyoung. Yap, Sooyoung memang selalu menceritakan segalanya pada Yoona. Termasuk rencana kencannya dengan Junhong.

“Mwosunsuriya?! Aku jujur! Aku juga ingin pergi jalan-jalan dengan Junhong..” Seakan tak mau kalah, Sooyoung pun terus saja menyanggah ucapan Yoona.

“Mwo? Jalan-jalan? Siapa?”

‘Shet!’ – Sooyoung dan Yoona langsung menoleh saat Daehyun ternyata sudah tiba dan sudah beranjak duduk di samping Yoona. Yoona terdiam sejenak sambil berfikir, setelah itu dia sedikit menyunggingkan ujung bibirnya.

“Eoh! Hari ini.. Sooyoung akan berkencan dengan Junhong!” ucap Yoona dengan suara yang cukup lantang.

“Bffrrrrrttt- Ukhuk ukhuk ukhuk!” Daehyun yang sedang meminum minuman Sooyoung pun- langsung tersedak mendengarnya.

“Ya! yak kau- kau jorok sekali ishh! Lihat kau membasahi makananku!” omel Sooyoung yang malah mempermasalahkan makanannya yang ada di meja.

Yoona sendiri hanya tersenyum smirk melihatnya, “Lihat dia, dengan reaksi seperti ini.. dia masih bisa menyangkal perasaannya terhadap Sooyoung? Cih! jasikk!”

“Kencan? Khhm.. kau.. kau.. akan kencan dengan Junhong?” Tanya Daehyun- setelah dikira tenggorokannya sudah terasa sedikit lega. Dan Sooyoung hanya menganggukkan kepala beberapa kali.

“Wae?” Tanya Daehyun dengan ekspresi tak mengerti. Yaa.. meski sebenarnya pertanyaan Daehyun lah yang terdengar sedikit aneh.

Sooyoung melirik langit-langit café untuk beberapa saat, “Mm.. ya.. karena dia mengajakku” jawab Sooyoung polos.

Yoona memanyunkan bibirnya dengan wajah geram. Jawaban bodoh macam apa itu?!

“Aaa.. kureokuna~” Ucap Daehyun sambil mengangguk pelan.

‘Dap’ – Yoona melipat kedua tangannya, dan di dekatkan wajahnya itu pada Daehyun.

“Wae? kenapa reaksimu seperti itu? Kau cemburu eoh?” Tanya Yoona to the point. Sooyoung dan Daehyun pun langsung menoleh pada Yoona dengan ekspresi Mong.

“Puahahaha..” Hingga pada akhirnya, Sooyoung meluapkan tawa yang sejak tadi ia tahan

“Ya! Yoonaya, jangan membuat hidupku terlihat seperti drama! Junhong mengajakku kencan bukan berarti kami akan menjadi sepasang kekasih, dan Daehyun bertanya seperti itu.. bukan berarti dia cemburu” ucap Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya.

Daehyun pun ikut tertawa garing meski dia tak sepenuhnya setuju dengan statement itu, “Ya Yoonaya, Ajhuma benar! Kau terlalu banyak-“

‘Tak!!’ – Yoona memukul kepala Daehyun dengan sendok.

“Ya Jasikka! Berani sekali kau memanggilku seperti itu eoh?!” Omel Yoona dengan wajah geram.

Daehyun menarik nafas dalam saat jiwa mengerikan Yoona mulai muncul, “Wae aku hanya-“

‘TAKK!’

“Aw! Ya Ajhuma!! kenapa kau juga ikut memukulku?!” Tanya Daehyun tak terima- saat Sooyoung juga ikut memukul kepalanya.

“YA! Sudah kubilang berhenti memanggilku ajhuma!” omel Sooyoung dengan ekspresi geram.

Daehyun bahkan langsung menunduk dengan ekspresi teraniaya. “Heuhh, Kenapa aku bisa berteman dengan dua penyihir mengerikan ini?!” gumam Daehyun sambil memijat keningnnya. Sooyoung dan Yoona bahkan langsung tertawa mendengarnya.

—–

Jari jemari Sooyoung yang sejak tadi bergerak indah di atas keyboard- sekarang terlihat berhenti secara perlahan. Tatapan mata yang awalnya fokus pada layar monitor- sekarang pun terlihat kosong.

 “Ya! apa kau tahu? jika kau tidak jujur, kau hanya akan menyakitinya dan juga menyakiti dirimu sendiri!”

Sooyoung mendengus pelan saat dia teringat ucapan Yoona tadi pagi. Ucapan yang membuatnya ragu terhadap keputusannya kemarin malam.

Apa ini.. bisa menyakitinya?

Tapi.. bukankah menolak.. juga membuat hatinya sakit?

“Aih! Molla molla! Kenapa aku harus memikirkan hal semacam ini“  ucap Sooyoung sambil mengacak rambutnya.

“Sebaiknya aku makan es krim saja untuk menenangkan pikiranku!” – Dan pada akhirnya, Sooyoung malah berjalan ke pantry untuk memakan es krim yang ia simpan disana.

.

.

Sooyoung membuka pintu kulkas dengan perasaan riang. Untung saja hari ini Daehyun tidak ada di kantor, jadi dia tidak perlu membaginya dengan si monster makanan itu.

“Eumm Ice creaam~ Senangnya Daehyun tidak ada di-“

“OMMO! ommo Kamchagiya!!” Sooyoung yang berniat duduk di meja makan pun langsung berhenti dengan wajah terkejut karena dia melihat seseorang sedang makan di meja itu.

Berbeda dengan reaksi Sooyoung yang sedikit berlebihan, orang tadi hanya menatap Sooyoung datar.

“Mm.. manager Bang? Se.. sejak kapan kau duduk disana?” Tanya Sooyoung sambil berjalan mendekat.

Yongguk mendengus sambil menggelengkan kepalanya, “Ya! kau harus menghilangkah kebiasaanmu berjalan sambil menatap ponsel” ucap Yongguk yang malah memarahi Sooyoung.

Sooyoungpun duduk sambil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil yang tak suka dimarahi.

“Aku kan orang sibuk” sangkal Sooyoung namun dengan suara yang cukup pelan.

Tapi, karena Yongguk bisa mendengarnya, diapun langsung tersenyum remeh, “Sibuk? maksudmu.. makan es krim di jam kerja?” ejek Yongguk sambil menunjuk mangkuk es krim yang sedang Sooyoung pegang.

Sooyoung menatap Yongguk kesal, “Wae? Aku makan es krim kapanpun aku mau, lagipula.. bagaimana denganmu? Kau.. kau juga makan siang di jam kerja, di kantor orang lain lagi .. cih!” – Merasa tak terima, Sooyoung pun ikut menyalahkan Yongguk dan menunjuk makanan Yongguk yang sudah hampir habis.

“Ya! aku sudah berada di ruang meeting sejak pagi, dan aku terpaksa makan disini karena bosmu membuatku kehilangan jam makan siang” Jelas Yongguk yang juga tak terima.

“Oh jinjjayo? Tapi.. kenapa.. aku tidak tahu jika kau ada disini..?” Tanya Sooyoung dengan begitu polos.

Yongguk tersenyum smirk mendengarnya, “Jadi kau ingin aku menghubungimu jika aku kesini?” goda Yongguk.

Sooyoung terdiam sejenak, “M.. Mwo? Cih! i.. itu konyol..” sangkal Sooyoung. Dia pura-pura menunduk dan menyendok es krim untuk menyembunyikan pipinya yang sedikit memerah.

“Cih, kau benar-benar lucu..” ucap Yongguk sambil tertawa kecil.

Sooyoung mendengus, “Berhenti mengatakan hal seperti itu, kau membuatku berfikiran aneh..” larang Sooyoung.

Yonguk tersenyum tipis sambil melipat kedua tangannya di meja, “Jadi selama ini kau selalu berfikiran biasa saat aku mengatakan hal itu?” Tanya Yongguk.

“Tentu saja” Jawab Sooyoung disela kegiatannya menyantap es krim. Dia terlihat menghindari tatapan langsung dengan Yongguk karena namja itu menatapnya lekat-lekat sekarang.

“Ckckck.. sudah kuduga jika kau orang yang bodoh” ucap Yongguk sambil berdecak kecil.

Sooyoung mendongak dan menatap Yongguk tak terima, “Mwo? Bod-“

“Hmm.. apa aku perlu menggantinya dengan kata menggemaskan?” Tanya Yongguk sambil mendekatkan wajahnya pada Sooyoung yang memang duduk tak jauh darinya.

‘DEG’ – mendengar ucapan itu, tubuh Sooyoung seakan membatu. Jarak wajah mereka yang sangat dekat pun membuat jantungnya berdegup sangat  kencang.

‘Tap!’ – Dan mata Sooyoung semakin membulat saat Yongguk tiba-tiba saja memegang pipinya. Bukan hanya itu, Yongguk juga menatap matanya dengan begitu intens sehingga Sooyoung mengerjapkan mata untuk menghilangkan kegugupan.

“Cih, kurasa aku memang harus memanggilmu seperti itu..” ucap Yongguk sambil menggerakan ibu jarinya untuk membersihkan sisa es krim yang tertinggal di ujung bibir Sooyoung. Sebenarnya- Yongguk ingin sekali membersihkan noda es krim itu dengan bibirnya. Tapi tidak- mereka sedang berada di tempat umum dan siapapun bisa datang sewaktu-waktu.

‘Tapp!’ – Setelah tersadar dari pikirannya, Sooyoung segera mendorong bahu Yongguk hingga tangan namja itu terlepas.

“Ouchh! Kau.. kau benar-benar gila!” tuduh Sooyoung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Yongguk tertawa kecil, “Wae? itu semua masih belum apa-apa”

Sooyoung mendesah tak percaya, “Woah daebak! kau- bagaimana kau bisa bersikap seperti ini saat kau baru saja putus dengan Song Jieun?” Tanya Sooyoung heran.

Yongguk mengernyit, “Memang aku harus bagaimana?” Tanya Yongguk balik.

“Aigoo, kau amnesia lagi eoh? Apa kau lupa dengan apa yang terjadi padamu kemarin? Kau bahkan bersikap seolah besok kiamat..” ejek Sooyoung.

Yongguk mengerutkan alisnya dengan wajah tak terima, “Ya! Itu semua bukan karena Song Jieun ish! Aku bahkan ingin mengadakan pesta karena akhirnya aku bisa putus dengan kichibae itu”

“Aeey, jangan berbohong-“

Madjayo! (Itu benar), Kau harus tahu.. aku sudah beberapa kali mengajaknya putus, tapi dia terus merengek dan menolak. Haaahh~ untung saja aku memergoki mereka kemarin, aku jadi punya alasan untuk benar-benar lepas dari kichibae itu” jelas Yongguk dengan begitu yakin.

Sooyoung terdiam, “Jadi.. dia.. tidak menyukai Jieun?”

“Ya! Jadi selama ini..kau berfikir jika aku masih mencintainya?” Tanya Yongguk sambil menatap Sooyoung.

Sooyoung mendongak terkejut, “Ye? Ah.. itu- itu karena depresimu terlihat lebih parah dari yang sebelumnya” ucap Sooyoung mencoba membela diri.

Yongguk tersenyum tipis mendengarnya, Jadi.. gadis itu… memang benar-benar kau.. Choi Sooyoung.

“Sebelumnya?” Tanya Yongguk pura-pura terkejut.

Sooyoung terdiam saat dia baru saja menyadari ucapannya. “Jun.. Junhong bilang..  kau pernah depresi karena memergoki perselingkuhan Jieun” ucap Sooyoung berbohong. Dan lagi-lagi, Yongguk hanya tersenyum tipis.

“Ahh keundae, jika bukan karena Jiuen.. kenapa.. kau bisa linglung seperti kemarin?” Tanya Sooyoung mencoba mengalihkan. Dan Yongguk pun terdiam dengan ekspresi yang berubah kosong.

“Aku.. tidak akan mengatakannya” ucap Yongguk pelan.

Sooyoung mengernyit, “Wae? ahh- ahh mian.. itu pasti terlalu privasi” ucap Sooyoung merasa tidak enak.

“Itu karena.. aku tidak mau kehilanganmu” ucap Yongguk dengan begitu yakin.

‘DEG’ – Sooyoung terdiam tak percaya.

“Yang bisa kukatakan adalah.. kejadian kemarin.. benar-benar mirip.. dengan kejadian yang kualami.. sebelum aku mengalami kecelakaan” Lanjut Yongguk.

Sooyoung membulatkan mata, “Ja… Jadi, sebelum kau kecelakaan.. kau.. bertemu Jieun dan Youngjae?” Tanya Sooyoung.

Yongguk mengangguk pelan. “Dokter bilang.. penyebab amnesiaku.. adalah syok yang berlebihan, Itulah kenapa.. aku menjadi seperti kemarin. Itu semua bukan karena Song Jieun.. tapi.. karena aku teringat banyak hal” jelas Yongguk.

Sooyoung menatap Yongguk prihatin, “Jika kau mulai mengingat, lalu.. apa kecelakaanmu.. adalah murni kecelakaan?” Tanya Sooyoung.

“Aku.. belum yakin dengan hal itu, tapi yang pasti.. aku mengetahui satu hal setelah kejadian kemarin..” jawab Yongguk.

“Mwoga?” Tanya Sooyoung.

“Ada- dua orang- yang hilang dari ingatanku.. setelah aku mengalami coma…” Ucap Yongguk.

Sooyoung semakin terkejut mendengarnya. “Du.. dua orang?”

“Eoh, Orang pertama.. adalah dia.. yang selalu muncul.. dengan rasa sakit di kepalaku…” Jelas Yongguk dengan suara lirih. Dia terlihat menunduk dan berusaha menyembunyikan perasaannya.

Sooyoung membulatkan mata, “Muncul.. dengan rasa sakit?”

Yongguk menarik nafas sejenak, “Sedangkan orang kedua.., dia.. yang bisa melenyapkan rasa sakitku.. karena orang pertama..” lanjutnya.

“Melenyapkan.. rasa sakit?”

Sejujurnya.. aku ingin mengingatnya, mengingat si orang kedua.., tapi.. disaat itu juga.. orang pertamalah.. yang selalu muncul.. sehingga kepalaku sakit dan seakan ingin pecah.. ” ungkap Yongguk jujur.

“Apa aku.. adalah salah satu.. dari dua orang itu?” Batin Sooyoung.

“Apa aku.. adalah seseorang yang menyakitinya? Atau.. akulah.. yang menyembuhkannya?”

“Aku tidak tahu.. apakah ini.. karena kedua orang itu mempunyai keterkaitan.., tapi yang pasti.. aku tidak mau mengingatnya lebih jauh, aku.. tidak siap menerima kenyataan itu..” Lanjut Yongguk. Saat mengatakan hal itu, wajahnya terlihat ketakutan.

Sooyoung menunduk , “Tidak mau.. mengingatnya?”

‘Greb’ – Sooyoung mengangkat kepalanya dengan wajah terkejut karena Yongguk menggengam tangannya.

“Sooyoung-ssi, aku.. sudah tidak peduli dengan apa yang dulu terjadi pada kita, aku.. hanya ingin-“

“Kau sudah mengingatku.. kan?” potong Sooyoung.

Yongguk menarik nafas dalam, “Sooyoung-ssi-“

“Ya Ajhuma! Junhong sudah dat- Oh?” – Yongguk dan Sooyoung langsung menoleh pada pintu saat Daehyun datang.

“Oh mian, apa aku mengganggu acara kalian?” Tanya Daehyun dengan ekspresi tak enak.

Yongguk maupun Sooyoung langsung mundur sehingga genggaman Yongguk terlepas.

“An.. anhiyo, Keundae.. wae yeogiiseo? (Bukan apa-apa, lalu.. kenapa kau disini?)” Tanya Sooyoung mengalihkan.

“Junhong sudah datang, bukankah hari ini kalian akan berkencan dan makan malam dirumahmu?” Tanya Daehyun. Saat mengatakannya, dia tersenyum smirk sambil melirik Yongguk.

“Ya Jassikka, Neon- ash jinjja” – Sooyoung berdiri dan berniat memarahi Daehyun karena namja itu membeberkan rahasiannya di depan Yongguk.

“Kencan?” – Dan Yap, Yongguk tentu saja terkejut dan sedikit tak senang mendengarnya.

“Aahh, kau tidak tahu? Kasihan sekali., hahahaha.. “ ejek Daehyun sambil tertawa puas.

Yongguk pun ikut berdiri dan menatap Sooyoung yang sekarang sedang menatapnya takut-takut.

“Kau.. kencan dengan Junhong? Wae?” Tanya Yongguk mengintrogasi.

Sooyoung terlihat bingung menjawabnya, “Aaa.. itu-“

Daehyun mendengus muak, “Ya! kau bukan pacarnya! Jadi berhenti bertanya seolah Sooyoung sedang menghianatimu!” ucap Daehyun sambil menarik Sooyoung mundur.

Sooyoung menghela nafas sejenak, “Daehyun benar, kau bilang sendiri kan jika kau ingin melupakan semua yang dulu terjadi pada kita? Jadi mari bersikap sewajarnya terhadap satu sama lain” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis.

Daehyun melirik Sooyoung dengan wajah terkejut, Melupakan.. semua yang dulu terjadi?

Yongguk  tersentak mendengarnya, “Choi Sooyoung-“

“Aku pergi, annyeong” pamit Sooyoung sambil memasukan mangkuk es krimnya ke dalam kulkas.

“Ya! kenapa kau memasukannya lagi?” Tanya Daehyun tak terima.

“Jika kau- berani- menyentuh es krimku- aku akan membunuhmu! Arraseo?!” ancam Sooyoung sebelum dia berjalan keluar.

Daehyun membulatkan mata, “Woahh! Woah- Dia benar-benar gadis mengerikan!”

——-

@Taman bermain

Setelah membeli tiket, Sooyoung dan Junhong berjalan memasuki taman bermain.

Sekilas, Sooyoung menoleh ke sekeliling untuk melihat beberapa pasangan yang berjalan sambil bergandengan. “Apa kencan semacam itu.. yang biasa orang pikirkan?”

“Waegurae?” Tanya Junhong saat Sooyoung seperti melamunkan sesuatu.

Sooyoung tersentak dan langsung mendongak, “Nde? Ah.. an.. anhiya, aku.. hanya melihat pakaian yang orang-orang gunakan, mm.. mian Junhonga.., aku tidak sempat mengganti pakaianku” ucap Sooyoung merasa bersalah.

Junhong tertawa kecil sambil menepuk kepala Sooyoung pelan, “Anhiya lebih baik seperti ini, karena jika kau memakai pakaian bagus.. namja lain akan melihat ke arahmu, Ahh aku tidak suka hal ity” ucap Junhong.

Sooyoung tertawa kecil dengan pipi bersemu merah, “Aeeyy mwoya”

“Eumm.. apa kau mau es krim?” Tanya Junhong dengan tangan yang masih menempel di belakang kepala Sooyoung.

“Sebenarnya aku makan es krim sebelum berangkat, tapi kurasa.. es krim kedua masih bisa ku tampung ^^” jawab Sooyoung sambil tersenyum riang.

Junhong ikut tersenyum, “Kajja”

.

.

Junhong melirik Sooyoung yang terlihat begitu bahagia saat memakan es krim. Yeoja 25 tahun itu jadi terlihat seperti anak-anak yang tidak pernah makan es krim.

“Cute” Puji Junhong dalam hati.

‘Shet’ – Beberapa saat kemudian, Junhong terlihat membungkukkan badan sehingga wajahnya sedikit mendekat pada Sooyoung.

Sooyoung mengerjapkan matanya, “Ww.. wae.. waegurae?” Tanya Sooyoung gugup.

Junhong terlihat tersenyum lembut pada Sooyoung. Setelah itu, dia mengambil kepingan cone es krim yang menempel di pipi Sooyoung- sebelum pada akhirnya dia kembali duduk tegap .

“Pelan-pelan saja, Daehyun hyung tidak ada.. jadi tidak akan ada yang merebut es krim itu darimu” ucap Junhong sambil membelai rambut Sooyoung lembut.

‘DEG’ – Dan Sooyoung hanya bisa membatu karena perlakuan lembut Junhong barusan.

“Wae? kenapa es krim membuatku seperti ini? kenapa mereka memperlakukanku seperti ini? kenapa mereka membuat jantungku berdetak tidak normal seperti ini? kenapa?!” – Jauh di dalam hati, Sooyoung mengumpat dirinya sendiri karena kebodohannya tadi.

“Apa tadi.. kau makan es krim bersama Yongguk hyung?” Tanya Junhong.

Tubuh Sooyoung terlihat tegang mendengar pertanyaan itu, “Anhi.. tadi- kami- kami hany tidak sengaja bertemu di pantry” Jelas Sooyoung gelagapan.

Melihat hal itu, Junhong pun tertawa kecil,”Hahahah, relax saja Noona, Yongguk hyung itu kakakku dan bukan musuhku, jadi kau tidak perlu takut saat berbicara tentangnya” ucap Junhong.

“Aaa, gurae hihihi.., nan waeirae Jongmal..”

.

.

Setelah lelah mencoba beberapa permainan, Junhong dan Sooyoung akhirnya memutuskan untuk pulang. Perut mereka sudah bernyanyi dan tak sabar untuk menyantap makanan yang di buat ibu Sooyoung.

‘Tap’ – Sooyoung menghentikan langkahnya saat dia merasa aneh dengan sesuatu.

“Waeyo?” Tanya Junhong bingung.

Sooyoung terlihat menoleh ke sekeliling gerbang, “Anhi, tapi.. kenapa akhir-akhir ini.. aku tidak pernah melihat pororo? Biasanya dia berdiri disana” ucap Sooyoung sambil menunjuk kearah gerbang.

‘DEG’ – Dan seakan di timpa batu yang amat besar, Junhong langsung tersentak mendengarnya.

“Po.. roro?” Tanya Junhong mencoba memahami maksud Sooyoung.

“Eum.. badut pororo, badut itu sudah ada di taman ini sejak dua tahun yang lalu, tapi.. kenapa dia tidak pernah kelihatan akhir-akhir ini ya? apa dia keluar? Ahh andwe!” ucap Sooyoung dengan ekspresi sedih. Ekspresi yang membuat darah Junhong mengalir deras layaknya air sungai.

“Ww.. wae.. andwe (ke.. Kenapa tidak boleh)?” Tanya Junhong yang semakin dan semakin penasaran.

“Dia sudah menolongku beberapa kali, tapi aku belum pernah benar-benar mengucapkan terimakasih padanya.., euh etheokhae?” gumam Sooyoung.

‘DEG DEG DEG’
Junhong terdiam membeku, Jika ditanya apa dia terkejut,YA! dia SANGAT terkejut. Dia tak menyangka jika Sooyoung mengingatnya dan juga memperhatikannya. Yeoja itu bahkan bukan hanya ingat keberadaannya. Tapi juga ingat dengan kebaikan yang pororo lakukan padanya.

“Mung.. Mungkin.. dia hanya bekerja di akhir pekan” ucap Junhong mencoba bersikap biasa.

“Jinjja? Ah aku harap begitu..” ucap Sooyoung merasa sedikit lega.

“Kalau begitu.. ayo pulang.., ibumu pasti-“

‘Beeb!’ – Belum sempat melanjutkan ucapannya, seseorang sudah terlebih dulu menghubungi Junhong.

“Yoboseyo, waeyo Hyung?” Tanya Junhong pada sahabat Sooyoung itu.

“Ya! sepertinya terjadi sesuatu pada kakakmu!” Ucap Daehyun dengan nada sedikit panik.

Sooyoung yang mendengar hal itu tentu saja langsung terkejut, “Waegurae?” Tanya Sooyoung penasaran.

“Tadi..aku diminta untuk ikut meeting membahas tentang kerjasama kita dengan perusahaan kontraktor, dan setelah melihat cv dari NamB1 grup, Yongguk-ssi langsung berdiri dan keluar dari ruangan” Jelas Daehyun.

“Nam Bi One?” Entah kenapa, Junhong merasa sedikit aneh dengan nama itu.

“Eoh! Nam B one adalah perusahaan yang resmi bekerja sama dengan kita” Jelas Daehyun.

“Kenapa Yongguk bersikap seperti- Tunggu! Aku baru ingat! Aku pernah bertemu Jieun dan Youngjae disana!” ucap Sooyoung.

Junhong menoleh dengan wajah terkejut, “Apa maksudmu?” Tanya Junhong.

“Junhonga! Sebaiknya kita kesana sekarang! Entah kenapa.. aku merasakan sesuatu yang tidak baik disini”

.

.

@NamB1

Dengan langkah terburu-buru, Yongguk terus berjalan menuju ruangan sang manager NamB1 grup. Entah kenapa, Yongguk berharap jika manager sekaligus pemilik NamB1 itu bukanlah seseorang yang ia kenal.

“Tuan! Tunggu sebentar!”

‘Dap!’ – Yongguk terpaksa berhenti saat penjaga loby memanggilnya dengan ekspresi curiga. Dia bahkan berjalan mendekat dan berniat memeriksa Yongguk.

“Tuan, jika anda ingin bertemu seseorang, anda harus- eoh?” Karyawan itu terlihat diam saat dia sudah benar-benar menatap Yongguk.

“Oh mianhamnida sajangnim, saya kira anda orang asing karena pakaian anda.. sedikit berbeda..” ucap karyawan itu sambil membungkuk sopan pada Yongguk.

‘DEG’ – Entah kenapa, mata Yongguk langsung melebar. Kekhawatirannya bahkan berkembang menjadi 2x lipat karena hal ini.

.

.

‘Tok Tok!’ – Meski benar-benar tak sabar, Yongguk tetap mencoba untuk sopan sehingga dia mengetuk pintu ruangan sang Manager.

“Silakan masuk” – Samar-samar, Yongguk bisa mendengar suara seseorang di dalam sana.

Dengan perasaan berkecamuk, Yongguk pun meberanikan diri untuk membuka pintu tersebut. Dia masih berharap jika pertemuan ini adalah pertemuan pertamanya dengan manager NamB1.

‘Dap Dap Dap’ – Dengan langkah ragu, Yongguk mulai masuk ke dalam ruangan serba putih itu. Sesaat, dia menoleh ke sekeliling ruangan untuk mencari dimana sang Manager sebenarnya. Dimana dia?

‘DEG’ – Mata Yongguk beralih pada sebuah buku diary yang berada di atas meja. Buku berwarna merah.. yang sangat ia kenal. Dia ingat! Buku itu.. adalah buku yang ia bawa.. saat dia.. mengalami kecelakaan.

Tunggu, kenapa buku diaryku.. ada disini?!

‘Dap!’ – Dan tubuh Yongguk langsung membeku saat dia mendengar suara langkah di belakangnya.

“Bang Yongguk-ssi?” Tanya orang itu.

Yonggukpun membalikan badannya secara perlahan. Memberanikan diri melihat orang yang baru saja memanggilnya itu.

‘DEG’ – Setelah saling berhadapan, mata Yongguk langsung membulat sempurna. Jantungnya berdetak kencang, dan darahnya berdesir cepat.

“Lama tak bertemu.. Nae sangdongie” ucap orang itu.

Mata Yongguk membulat, “Hh.. Hyung?”

.

.

=[Other Side]=

Sooyoung menutup mulutnya rapat-rapat saat hal yang dia lihat membuat tubuhnya seakan terhempas keatas dan melewati lapisan Ozon.

Bagaimana tidak? Saat ini.. dia.. melihat dua orang.. dengan wajah sama.. tubuh sama.. dan suara yang sama- saling berhadapan layaknya seseorang yang sedang bercermin di kaca.

“Lama tak bertemu.. Nae sangdongie”

‘DEG’ – Dan mata Sooyoung semakin membulat mendengarnya.

Sang..dong?

Kembar?

Nam dan yongguk?

.

.

.TBC.

.

.

 

Preview non official:

  • “Saudara kembar?!” YA
  • “Kau pasti menganggap dirimu seorang putri” Nam
  • “Gomawo.. karena sudah mengingatku” JH
  • “Jadi.. selama ini.. aku.. hanyalah boneka.. untuk permainan konyol kalian?! ” SY
  • “Kau terluka begitu banyak karenaku, mianhae” YG
  • “Tujuan awalku.. adalah menghancurkan hidupmu, tapi sekarang aku hanya perlu menghancurkan satu hal, dia” Nam
  • “Mian, karena aku.. menyukaimu.. noona.. ” DH
  • “Tahu apa kau tentang berkorban, jika kau masih mencari balasan untuk semua usahamu?” SY
  • “Memang sebaiknya berakhir..” YG

  —————————-

       Gimana Readerdeul? jelek? aneh? ga ngefeel?

       duh mian ya atas semua kesalahan, tetep di tunggu banget deh tanggepannya.., dan makasih juga buat reader yang masih setia baca ff di blog ini. I LAP YU SOMACH DEH ^^ ❤

       Oh iya, mian yang part ini ga jadi aku PW soalnya kemungkinan masih ada beberapa part lagi.

Iklan

16 thoughts on “Traffic Light (Part 7)

  1. nurafriant berkata:

    mereka kembar?
    berarti yg sm soo bukan arwah dong?
    semakin penasaran sm caeritanya
    oh yah ngomong2 sooyoung dikelilingi cwok ganteng terus ya
    semangat thor buat lanjutin ceritanya

    • febryza berkata:

      Aaaaaaahhhhh geregetaaaannn yampun dek kamu bisa bgt bikin ini cerita tambah panjang lagi yampun…
      Nam sama guk engga akur ya dulunya? Kok kayaknya nam kurang friendly gitu ke guk..
      Syoung plis deh jangan ngasih harepan palsu ke dedek junhong kasian itu anak orang gabisa moveon entar serius deh..
      Daehyun cemburu yaaaa denger sooyoung mau kencan ama junhong makanya sampe kaget gitu terus sengaja bilang ke yongguk biar ada temen buat sama-sama cemburu hahahaha..
      Ini seriusan loh akhirnya bikin aku penasaran apalagi pas baca previewnya duuuhh itu daehyun bilang ke syoung kan? Terus yg dimaksud nam itu syoung juga kan?
      Aaaaaahhh plis jangan lama2 updatenya dan jangan dipanjangin lagi aku penasaran bgt sama endingnya..
      Pokoknya sih ceritanya disini lebih so sweet junhong aku tetep team SooGuk (sooyoung-inguk eh beda cerita itumah di drama) sooyoung-yongguk maksudnya hahahaha
      Udah ah bawel bgt kayaknya aku disini hehehehe

      • Hahahaha ga tau juga kak, salahin imajinasi aku aja deh.. Mikirnya kejauhan
        Tapi ya kak, mungkin next part ff SooGuk ini munculnya bisa lebih lama dari dramanya SooGuk hahaha

  2. nisa berkata:

    uhh jadi penasaran banget sama nam…. nam itu ndak kembarannya si yongguk??Apa dia mau nyakitin sooyoung….. penasaran banget sama sosok nam….. ewh jadi senyum senyum sendiri waktu baca pas sooyoung sama yongguk di dapur…. ihh junhong nya kasihan… ditunggu banget kak next partnya sama ff mu yang lain 🙂

  3. fitri summer berkata:

    Akhirnya upload setelah nunggu 2bln 😃
    Wahh yongguk punya kembaran OMG
    Makin penasaran ama nih ff pokoknya ditunggu next partnya.
    #Nice #next

  4. Makin kesini makin banyak kejutannya, ternyata yongguk punya kembaran .. tapi kenapa marganya beda ya? Yongguk marganya Bang terus kembarannya marga nya Nam?? Aku masih bingung!!
    Semoga next partnya nanti ada penjelasan nya, hehe
    Next thor, ditunggu next partnya .. fighting 🙂

  5. Kenapa sooyoung sulit sekali menentukan hatinya buat satu cowok? Kasian yang jadi korban php, kasian juga reader ikutan galau. Aku contohnya :”(

    Pertambahan cast buat cerita makin rumit dan (mungkin) panjang, sejujurnya aku hanya menunggu kepastian hati sooyoungie, huhuhu ….

    Ps. Daehyun sama yoona aja deh biar gak sakit hati :”)

  6. yani yanuari berkata:

    woahhhhh mimin……
    part in bner2 bkin greget >,< ashhhhh jinjha!!! bang twins….. sbnernya apaa rncana nam yng diem2 dketin soo eonni? apaa soo eonni cma mau d'jadiin mainan sma bang nam? 😮 owww nam jahat jga trnyata? O.o keep waiting next part'a min 😉

  7. yuki-chan berkata:

    Woahh, masalahnya makin complicated mah, keren keren. Ih kak, tau banget yah cara bikin kita baper, itu apaan si jello bilang ‘sebelum aku pergi’ mau kemana dianya. Baperr. Terus itu yongguk udah inget nih, cieee. Ekhem, penasaran nih sama 2 orang yg selalu muncul di ingatan yongguk. Btw, kak maaf bangeeet baru baca sekarang, udah nunggu berbulan sih, tapi telaat bacanyaaaaaa. Oh ya, lanjutannya ditunggu yahh.
    Nice writing!! Fighting !!^^~

  8. Aduh maaf ya, aku baru sempet baca 😦

    Aku binggung, kenapa Soo kayak orang linglung gitu ya?
    Kemarin kayak milih Yongguk gitu, sekarang Junhong..
    Oh Hanif kau membuatku pusing..
    Ooohhhh tidak, jadi bener kalo arwah Yongguk itu si Yongnam..
    Kira-kira apa maksudnya ya, pura-pura jadi si Yongguk??

    Nice part ^^
    KEEP FIGHTING !!

  9. Ranranii berkata:

    Akhirnya bisa juga baca ff ini setelah kesibukan kuliah. Maafkan ya Thor 😞
    Brarti Yongguk udah inget gt ttg Sooyoung??
    Itu Zelo mau pergi kmn, dia bilang mau pergi, andweeee. Pliis jangan pergi Zelo!!!!
    Itu Daehyun suka ya sama Sooyoung?? Wkwk
    Seneng banget sama perannya Daehyun disini, kocak banget haha
    Tuh kan bener Nam sama Yongguk kembar
    Nam itu jahat? Jangan2 yg nemuin Sooyoung pas Yongguk koma itu Nam? Atau yg nyebabin Yongguk kecelakaan itu Nam?
    Ditunggu lanjutannya ya, fighting author 😊😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s