First Date Part 1 (Shady Lady Sequel)

TITLE : First Date Part 1 (Sequel of Shady Lady)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Mark Tuan GOT7

OTHER CAST:

  • Suga BTS
  • Hyuna 4minute
  • Find by Yourself

GENRE : Sad, Romance, Fluffy, School Life

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

SDYLDYfd

.

#Show me just the way you are#

.

Sooyoung mendongak saat kakinya sudah memijak terotoar, Seulas senyuman terukir di bibirnya saat langit terlihat biru dan tak mendung seperti biasanya. Mungkin karena musim salju sudah hampir berakhir, Matahari pun terlihat bersinar cerah.

“Ommo! Busnya!” – Karena terlalu asik menikmati hangatnya sinar matahari, Sooyoung tidak menyadari jika bus yang biasa mengantarnya ke kampus- ternyata sudah berhenti di halte dan bahkan hampir kembali berjalan.

Ajushhi!” Sooyoung memekik panik saat bus tadi sudah benar-benar berjalan dan pintunya hampir menutup- meski Sooyoung hanya perlu empat langkah lagi untuk bisa masuk kesana.

‘CHIIT!’ – Untungnya, sang sopir baik hati itu mau menginjak rem bus dan membukakan pintunya untuk Sooyoung. Dengan cepat, Sooyoung pun naik dan membayar ongkos bus tersebut.

Gamsahamnida” ucap Sooyoung sambil membungkuk pada sang Sopir sebelum dia berjalan mencari tempat duduk.

Setelah mendapat tempat duduk di bagian bus paling belakang, Sooyoung segera memeriksa ponselnya. Melihat apa seseorang mengirim pesan padanya.

[1 massage from Yoonha]

Sooyoung memanyunkan bibir karena bukan nama Mark yang muncul disana. Meski begitu- dia tetap membuka pesan dari sahabatnya itu.

Yoonha : Syooong~ bisakah kita tukar shift untuk 4 hari kedepan? aku harus pergi ke Gwangju untuk merawat nenekku..

Sooyoung terdiam dan berfikir sejenak. Sebenarnya.. hari ini dia berencana mengajak Mark pergi ke suatu tempat, tapi sepertinya Mark sedang sibuk akhir-akhir ini, buktinya sejak kemarin dia sama sekali tidak menghubungi Sooyoung.

Syoung : Baiklah ^^

Syoung: Apa aku perlu memasak sesuatu untuk adikmu juga?

“Tunggu, kenapa aku harus bertanya seperti itu?” Sooyoung terdiam saat dia menyadari kecerobohannya.

‘Beeb’

Yoonha : Hajima! Kau tidak perlu memperlakukan dia sebaik itu, kkk~

Yoonha : Yoongi Sudah besar, biarkan dia mencari makan sendiri..

Yoonha : BTW, Thank you my wife, saranghiyuu~ :*

Sooyoung tersenyum tipis membaca pesan Yoonha, bagi Sooyoung.. asalkan setia dan mau menerima dia apa adanya, satu teman saja sudah lebih dari cukup.

Sooyoung: Ur Welcome my hubby🙂 naduuu~~ xixixixi..

Sooyoung menekan tombol send dengan kekehan kecil. Entah kenapa, dia jadi teringat kejadian- saat pacar Yoonha marah dan mengira jika Sooyoung-Yoonha adalah pasangan lesbi.

“Hubby? Aigoo mesranya~, aku benar-benar iri dengan orang itu…”

‘DEG’- Sooyoung menoleh terkejut saat seseorang yang duduk di sampingnya tiba-tiba saja bicara. Dan mata Sooyoung langsung membulat saat dia melihat namjachingunya disana. “Mm..Mark?”

“Huufftt… aku juga ingin di panggil seperti itu, tapi sepertinya tidak mungkin..” ucap Mark sambil menyandarkan tubuhnya dengan lemas.

Sooyoung sendiri terlihat menatap Mark sambil mengerjapkan mata. Tidak bisa di pungkiri, pipi Sooyoung memerah mendengarnya. Yaa.. meskipun rasa bingung terhadap kemunculan namja itu tetap mendominasi pikirannya.

Mark mencoba melirik Sooyoung dengan alis yang terangkat satu saat yeoja itu tak kunjung memberi tanggapan.

“Kau-.. ingin-.. di panggil.. seperti itu?” Gumam Sooyoung dengan wajah polosnya. Membuat Mark merapatkan bibir agar dia tidak tertawa melihat bagaimana menggemaskannya Sooyoung saat ini.

Mark tertawa kecil lalu mengacak poni Sooyoung. “Hahaigooo~ neomu kiyyeo.. ” Ucapnya dengan wajah gemas. Sebenarnya mereka hanya tidak bertemu selama sekitar satu minggu, tapi Mark tetap merasa- jika yeojachingunya itu semakin dan semakin bertambah cantik. Aktingnya bahkan langsung terlupakan setelah dia melihat bagaimana bersinarnya wajah Sooyoung dengan potongan rambut baru.

Tapi sayang, pujian Mark tadi malah membuat wajah Sooyoung semakin bersemu merah sehingga yeoja itu langsung menunduk dan menyembunyikan wajahnya.

Mark kembali tertawa, “Sooyoung-ssi… Kau tahu? aku jadi ragu- apa aku pantas memanggilmu Noona, aku rasa.. akan lebih pantas jika kaulah yang memanggilku Oppa..” goda Mark dengan senyuman lebarnya.

Mendengar hal itu, Sooyoung pun langsung mendongakkan wajahnya, “Eh? O.. ppa?”

Mark mengangguk, “Eoh, Oppa! Mark Oppa, eum.. anhimyeon.. saranghaneun oppa.., eotthae (bagaimana)?” Tanya Mark dengan begitu percaya diri.

Dan Sooyoung tentu saja langsung tertawa mendengarnya. “Mark Oppa? Saranghaneun oppa? Kau ingin yeoja tua sepertiku memanggilmu seperti itu? Kau ingin semua orang langsung pingsan mendengarnya? mereka mungkin akan langsung melempariku dengan telur busuk karena merasa jijik..” tutur Sooyoung dengan begitu polosnya. Dan kali ini Mark lah yang di buat tertawa karena tanggapan yeoja di sampingnya itu.

“Hahahahaha, Kalau begitu- panggil aku hubby” Ucap Mark tak mau menyerah. Dia bahkan memiringkan wajahnya sambil mengerjapkan mata beberapa kali- agar Sooyoung luluh padanya.

Sooyoung melipat kedua tangannya di dada dan berfikir untuk beberapa saat, “Ahh etteokhae? tapi panggilan itu hanya khusus kugunakan untuk Yoonha…” gumam Sooyoung sambil mengulum senyum.

Mark memanyunkan bibirnya dengan wajah kesal. “Aishh! Mwoya? Namchin-mu kan aku bukan dia…” protes Mark.

Sooyoung kembali diam dan memikirkan sesuatu- hingga pada akhirnya dia memegang lengan Mark, “Aaa!! Markie? Markie eottae?” Tanya Sooyoung penuh antusias.

Mark pun mengernyit dan ekspresinya berubah menjadi sangat ‘derp’, “mwo?! Markie? Markie mwosun?! Shiro!” tolak Mark tak setuju.

Tapi melihat respon tersebut, Sooyoung malah tersenyum lebar, “Aiguuu~ uri Markie.. neooomu kiyyewung~” ucap Sooyoung sambil mencubit pipi Mark dengan gemas.

“Aeyy, noona!” Mark berusaha membebaskan pipi berharganya dari tangan Sooyoung.
“Aeeyy! Kemanhae noona!” lanjut Mark- namun kali ini dengan sedikit bentakkan.

Sebenarnya.. Mark senang karena Sooyoung tidak lagi malu-malu untuk menyentuhnya, hanya saja.. dia jadi terlihat seperti anak kecil jika Sooyoung mencubit pipinya seperti itu.

Sooyoung mendengus dan menarik tangannya kembali. “Wae? bukankah itu lucu? Markie? Hihihi”

“Lucu? Jika kau memanggilku seperti itu.. orang-orang akan mengira jika aku ini adikmu dan bukan pacarmu!” sangkal Mark yang ternyata masih saja tak terima.

Sooyoung memanyunkan bibir bawahnya, “Tapi kau kan terlihat menggemaskan dengan panggilan itu” gumam Sooyoung pelan.

“Sudahlah, sebaiknya.. kita lupakan saja masalah panggilan itu.., biarkan semua berjalan apa adanya” ucap Mark pada akhirnya.

“Hmm.. baiklah~ Tapi-” Sooyoung berhenti dan menoleh pada Mark dengan ekspresi bingung.

“Kenapa.. kau naik bus? Apa orang tuamu tidak ada di rumah?” Tanya Sooyoung penasaran.

“Eumm, mereka pergi ke Jepang untuk satu bulan kedepan..” jelas Mark.

Sooyoung mengangguk paham. “Lalu.. sejak kapan kau duduk disini?” Tanya Sooyoung lagi.

Markpun terdiam karena dia jadi teringat sesuatu, “Eumm…., apa aku harus mengatakannya?” Gumamnya tak yakin.

Sooyoung mengernyit tak mengerti, “Wae?”

Mark menarik nafas dalam sebelum dia benar-benar menjawabnya, “Aku… duduk di sini.. sejak kau mengirim pesan- Apa aku perlu memasak sesuatu untuk adikmu juga?- pada Yoonha noona” Jelas Mark dengan senyuman tipis.

Mendengar hal itu, Sooyoung tentu saja langsung diam. Sesaat, dia mencoba membaca ekpresi Mark dan berharap jika namja itu tidak salah paham padanya.

Tapi- Sooyoung melihatnya, dia menyadari jika ada rasa miris yang terselip di senyuman manis namja itu.

Sooyoung menelan ludahnya sebelum dia mengatakan sesuatu, “Mmm… Mark.. mian-“

“Jujur saja.., sampai saat ini- aku- masih merasa cemburu- dengan kedekatan kalian…” sahut Mark tanpa menatap Sooyoung. Pandanganya terlihat lurus kedepan dimana sebuah jalan raya terlihat ramai disana.

“Dia… bahkan bisa melihat dan berada di dekatmu.. lebih lama daripada aku…” Lanjut namja itu dengan ekspresi yang terlihat semakin sendu.

Sooyoung membuang nafas panjang mendengarnya. Entahlah, dia tidak tahu apa yang harus dia jelaskan pada Mark. Dia sendiri sadar- pesannya tadi terdengar sedikit tak pantas diucapkan.. untuk seseorang yang sudah memiliki namchin sepertinya.

“Tapi-“ Mark menghentikan ucapannya saat dia menoleh pada Sooyoung dengan senyuman lembut ala Mark Tuan.

“Tapi karena aku tahu- kau hanya menyukaiku, aku.. akan berusaha untuk mengendalikannya.. ^^” ucap Mark sambil menggenggam tangan Sooyoung erat dan mengusap punggung tangan Sooyoung dengan ibu jarinya.

Sooyoung terdiam saat hatinya merasa bergetar . Dia tidak tahu seberapa beruntungnya dia dan bagaimana dia harus bersyukur pada Tuhan, karena telah dipertemukan dengan namja sebaik Mark.

Sooyoung tersenyum, “Keureom.. Neon hansaramiya.. (tentu.., hanya kau..) ^^” ucap Sooyoung sambil membalas genggaman tangan Mark tak kalah erat.

.

.

“Hari ini.. kau pulang jam berapa, Noona?” Tanya Mark saat mereka sudah turun dari bus dan sekarang berjalan kearah kampus secara beriringan.

Sooyoung terdiam sejenak, “Eumm.., hari ini aku libur kerja.. jadi mungkin.. mmm.. aku pulang jam 2 siang…” Jelas Sooyoung. Dan Mark pun langsung tersenyum lebar mendengarnya. Libur? Ini bagus!

“Noona.. bagaimana-“

“Ahh aku lupa! Yoonha kan minta tukar shift denganku untuk beberapa hari kedepan.., eumm.. itu berarti.. aku benar-benar pulang kerumah jam 9 malam..” gumam Sooyoung sambil melihat jam tangannya dan memastikan jika perhitungannya benar.

‘DAP’ – Langkah Mark terlihat melambat dan dia langsung terdiam dengan ekspresi kosong. Senyuman lebarnya bahkan langsung memudar saat dia mendengar penjelasan Sooyoung barusan.

“Bagaimana denganmu? Kau selesai jam berapa? Eoh- apa urusan organisasimu sudah selesai?” Tanya Sooyoung penasaran. Sepertinya dia tidak menyadari perubahan ekspresi di wajah Mark.

Mark mendongak dan tersadar dari lamunannya, “Wh.. what? ah.. itu- kami… di beri waktu beberapa hari untuk istirahat sebelum persiapan hari H, dan hari ini.. aku juga pulang jam 2” ucap Mark yang berusaha menutupi kekecewaannya.

Mata Sooyoung terlihat membulat, “Aaa jinjjayo? itu bagus Mark!” pekik Sooyoung dengan senyuman lebarnya.

Mark menatap Sooyoung bingung, “Mwo?”

“Iya itu bagus, kurasa kau memang membutuhkannya Mark, aku sempat khawatir karena kau selalu pulang malam untuk mempersiapkan kompetisi itu..” ucap Sooyoung jujur.

Beberapa saat Mark di buat terdiam, setelah itu dia membuang nafas berat, “Kau pikir.. itulah.. yang aku butuhkan?” Tanya Mark pelan. Entah dia benar-benar bertanya atau hanya memastikan sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Sooyoung mengangguk pasti, “Keureom! kau juga membutuhkan hari libur Mark, kau jadi bisa beristirahat dan mengembalikan energimu.., lihat saja wajahmu.. kau pasti benar-benar kelelahan..” ucap Sooyoung sambil menunjuk kantung mata Mark yang memang terlihat sedikit gelap.

Mark sedikit tercengang mendengar bagaimana yakinnya Sooyoung mengatakan hal itu,

“Beristirahat?”

“Mengebalikan energy?”

“Tapi.. ” – “Energiku.. ”

“Adalah kau.. ”

“Choi Sooyoung.. ”

Sooyoung mengernyit saat Mark diam dan menatap kearah jalan dengan ekspresi kosong.

Waeyo? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu??” Tanya Sooyoung sedikit khawatir.

Tidak ada jawaban, sepertinya Mark terlalu hanyut dengan pikirannya sehingga dia sama sekali tak memberi tanggapan.

“Mark? Waegurae?” Tanya Sooyoung lagi. Tapi kali ini dia menggenggam pergelangan tangan Mark agar namja itu tersadar dari lamunannya. Dan benar saja, setelah merasakan jiks sebuah tangan menyentuh pergelangan tangannya, Markpun langsung mendongak dengan cepat.

“Eoh? Mw.. mwo?” Tanya Mark sedikit kebingungan.

Sooyoung mengernyit karena dia semakin heran, “Apa ada masalah? Kenapa kau tiba-tiba saja diam dan melamun?” Tanya Sooyoung yang terlihat semakin khawatir.

“Ah…, aaahh no.. no.. I’m fine.. I’m fine..” ucap Mark berbohong. Yap, namja pirang itu ternyata memilih untuk berbohong.

Tidak bisa di pungkiri jika Mark merasa kecewa, tapi marah pada Sooyoung bukanlah hal yang benar. Dia tahu jika Sooyoung mengatakan hal itu untuk kebaikannya.

Sooyoung menyipitkan matanya, “Aeeyy, Kotjimal (bohong)!” sangkal Sooyoung sambil menggembungkan pipinya dengan wajah kesal. Dia tahu- Mark pasti sedang menyembunyikan sesuatu.

Mark melirik Sooyoung dengan tersenyum tipis. Entah kenapa.. rasa kecewanya bisa sirna begitu saja saat dia melihat wajah gadis itu. Dan pada akhirnya, Mark mendekatkan dan meletakan lengannya di bahu yeoja kurus itu.

No! I’m Fine baby, really! I just.. miss you..”

-“Miss you.. so much..” ucap Mark sambil berbisik di telinga Sooyoung.

Sooyoung mendengus dan berusaha untuk lepas dari rangkulan Mark, “Anhiya, aku tahu jika terjadi sesuatu padamu! Apa itu Mark? Katakan padaku! Cepat katakan!” Mohon Sooyoung namun dengan nada memaksa. Dia sedikit menyipitkan matanya dan memasang wajah puppy agar Mark takluk dan akhirnya mau berterus terang.

Mark memejamkan matanya untuk beberapa saat karena aegyo Sooyoung membuat jantungnya bedegup cepat.

“Grebb~” Dan pada akhirnya, Mark memutuskan untuk menarik tubuh Sooyoung ke dalam rangkulannya- sehingga tubuh mereka hampir sepenuhnya bersentuhan. Lengan Mark pun hampir melingkar sepenuhnya di leher Sooyoung- sehingga yeoja itu tak bisa bergerak ataupun menjauh.

Why’d you always acting cute, lately? Don’t do that or I’ll kiss you all the times!*” Bisik Mark dengan senyuman menyeringai. Setelah mengatakan hal itu, dia tidak menarik wajahnya kembali- sehingga ujung hidung Mark menempel di pipi Sooyoung. Samar-samar, Mark bisa mencium aroma chery dari shampoo yang Sooyoung pakai.
*(Kenapa kau selalu bertingkah imut, akhir-akhir ini? jangan melakukan hal itu atau aku akan menciummu sepanjang waktu!)

“Blush~” – Dan wajah Sooyoung tentu saja langsung memerah seperti kepiting rebus.

Beberapa saat, Sooyoung hanya diam- karena ancaman tersebut membuat darahnya mengalir cepat. Hangatnya hembusan nafas Mark benar-benar menyapu kulit lehernya dan memberikan efek aliran lisrik di sekujur tubuhnya.

“CHU~” Karena terlalu gemas, Mark-pun mengecup bibir Sooyoung sekilas disaat yeoja itu masih sibuk untuk menjernihkan pikirannya. Setelah itu- Mark menatap Sooyoung yang hanya bisa mengerjapkan mata.

Mark tertawa kecil dan mendekap tubuh Sooyoung lebih dalam, “I’m fine baby.. I swear..” bisik Mark- namun kali ini terdengar serius.

“Cih~” Dan setelah bergulat dengan rasa gugup, Sooyoung akhirnya tertawa kecil menanggapi rajukan Mark.

.

—***—

.

“Bwahahahahaha… Oh My God.. oh My God.., jadi.. selama dua bulan berpacaran.. kalian.. belum pernah kencan sama

sekali? Oh My God! Hahahahaha.. harus aku akui Mark… kau benar-benar robot!” Mark memutar bola matanya malas saat Jackson terus saja tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ceritanya.

“Ya, aku bukan robot, aku.. aku hanya tidak tega.. mengajaknya pergi setelah dia pulang kerja.., atau saat dia sibuk mengerjakan tugasnya” ucap Mark mencoba membela diri.

“Apa hidupnya hanya dia gunakan untuk kerja dan belajar? Hey.. refreshing sesekali itu perlu, agar pikiran kita tidak stress, you know?” ucap Jackson.

Mark membuang nafas dengan ekspresi pasrah, “I know…, tapi.. sepertinya.. waktulah yang tidak pernah berpihak pada kami, saat dia sibuk.. aku tidak, tapi saat aku sibuk.. dia tidak..” ucap Mark pelan.

Jackson terdiam beberapa saat sambil menatap Mark. Melihat bagaimana sahabatnya itu lebih gelisah daripada biasanya.

“Secinta itukah kau padanya?” Tanya Jackson to the point.

Dan Mark tentu saja langsung menoleh tak mengerti. “What?”

Jackson menghela nafas sejenak, “Kau.. adalah Mark Tuan, kau bisa mendapatkan segalanya dengan mudah…, bahkan jika kau tidak menginginkan seorang yeoja.. merekalah yang akan datang mendekatimu…” Ucap Jackson.

Mark mengernyit saat dia mencoba untuk memahami maksud sahabatnya itu.

“Tapi- Choi Sooyoung, setelah kau mengenalnya.. sepertinya semua jadi terlihat sulit bagimu, bahkan hanya untuk kencan pertama.. kau rela datang menemuiku untuk meminta saran.. ckckck” ucap Jackson dengan ekspresi tak menyangka.

Mendengar hal itu, Mark pun tersenyum tipis sambil membuang nafas panjang, “Kurasa kau benar.. semua jadi terlihat sulit saat aku bersamanya..” ucap Mark yang tanpa di duga- setuju dengan pendapat Jackson.

Jackson pun langsung mengernyit tak menyangka, “Wh.. what?! Mark.. kau.. “

But I like it” sahut Mark sebelum Jackson salah paham.

Jackson memiringkan kepalanya, “You like it? Everything.. feel so hard.. and you like it?” Tanya Jackson tak paham.

Mark mengangguk mantab, “Bisa merasakan bagaimana sulitnya berkorban, bagaimana sulitnya bersabar, bagaimana sulitnya mengendalikan rasa rindu dan juga cemburu… aku.. menjadi.. semakin menyukainya.. ” sahut Mark yang ternyata mengatakan sesuatu yang berbeda dari perkiraan Jackson.

Jackson memutar bola matanya lalu tertawa kecil, “Aahh~ Baiklah baiklah.. sudah bisa di pastikan jika Mark memang sedang jatuh cinta.. hahaha” ucap Jackson sambil menepuk bahu Mark beberapa kali.

Mark pun menoleh pada Jackson dengan wajah bahagia. “Jadi kau bisa melihatnya? Perasaanku pada Sooyoung noona?” Tanya Mark penuh antusias.

Of course! aku mengenalmu sejak Sekolah dasar, dan ini pertama kalinya kau berbicara dengan bahasa puitis seperti itu di depanku hahaha” ucap Jackson dan di ikuti sebuah tawa kecil.

Mark ikut tertawa mendengarnya, “Memang tidak salah aku bercerita denganmu, Jackson” puji Mark dengan senyuman lebar.

.

—***—

.

–[Beberapa Hari Kemudian]—

Jaebum melirik namja yang sedang duduk di sampingnya dengan ekspresi heran. Biasanya.. namja bernama Mark itu diam dan terus memperhatikan dosen, tapi kali ini- Mark terlihat hanya diam dengan ekspresi kosong.

“Ya, what happen??” Tanya Jaebum sambil menyenggol lengan Mark dengan sikunya.

“Eoh?” dan meskipun Jaebum menyenggol Mark pelan, tapi namja itu terlihat terkejut bukan main seolah sesuatu yang besar dan keras baru saja menghantam tubuhnya.

“Eyyyhh~ ternyata kau memang melamun…” gumam Jaebum sambil menggelengkan kepalanya.

“Wae?” Tanya Mark yang akhirnya malah bertanya balik.

Jaebum mendengus, “Apa terjadi sesuatu? Tidak biasanya kau diam seperti ini saat pelajaran” ucapnya penasaran.

Mark menaikan kedua alisnya dengan ekspresi bingung, “Ch.. Cheoyeo? Ahahaha.. anhiya.. nan gwenchana! aku.. hanya bosan dan ingin segera pulang..” sangkal Mark disertai dengan kekehan kecil.

Berbeda dengan Mark, ekspresi Jaebum terlihat sebaliknya. Kelopak matanya bahkan terlihat melebar saat dia mendengar ucapan Mark barusan. “Woahh.. Apa kau benar Mark Tuan? Bagaimana kau bisa bicara seperti itu? Woahh.. aku merinding mendengarnya..” gumam Jaebum tak percaya.

Mark terlihat mengernyit, “Wae? aku juga manusia, aku juga mempunyai titik jenuh terhadap suatu hal” sangkal Mark.

Jaebum pun menggelengkan kepalanya karena saat ini- Mark benar-benar bukan Mark, “Woah Mark, ada apa denganmu eoh? Siapa yang membuatmu begini? Choi Sooyoung? Atau.. kedua orang tuamu?” Tanya Jaebum penasaran.

Mark mendengus pelan, “Ya! Anhiya! Aku.. hanya- “

[“Cha~ Pertemuan kita cukup sampai disini, selamat beristirahat”]

Mark langsung mendongak dan menghentikan ucapannya- saat sang Dosen akhirnya berpamitan dan berjalan keluar kelas.

“Jaebuma.. aku pergi dulu ya.. bye” Dan beberapa saat kemudian, Mark terlihat sudah berdiri dan bersiap untuk keluar meski percakapannya dengan Jaebum belum benar-benar selesai.

“YA! Mark! Tunggu- hey!” Panggil Jaebum. Tapi terlambat- namja pirang bernama Mark itu sudah terlanjur menghilang di balik pintu.

.

.

Mark berlari menuju kelas Sooyoung dan berniat mengajak yeojachingunya itu makan siang bersama.

Ahh.. rasanya sudah lama sekali mereka tidak makan siang bersama. Dan hal itu tentu saja karena satu bulan terakhir- Mark sibuk mengurusi kompetisi futsal yang akan di adakan di kampusnya.

Yap! Mark sudah memikirkannya! jika pun dia tidak bisa mengajak Sooyoung pergi, setidaknya mereka masih bisa bertemu di jam pulang dan jam makan siang.

Yeah, it’s okay! Memang seperti itulah sebuah hubungan, bukan?.

Hanya dengan melihat orang yang kau cinta saja sudah sangat cukup untuk mengembalikan energymu.

‘DAP’ – Mark berhenti saat dia telah tiba di depan kelas Sooyoung.

“Eoh? Kosong?” Dan Mark dibuat sedikit bingung karena kelas yang Sooyoung tempati ternyata sudah sepi.

Markpun segera mengirim Sooyoung pesan agar dia bisa segera menemukan yeoja itu.

Mark : Noona eodini?

Satu menit..

Dua menit..

Lima menit..

Sepuluh menit..

Dua puluh lima menit..

Mark kembali menatap layar ponselnya karena Sooyoung tak kunjung membalas.

Dimana dia?

‘BEBB!’

Syong : Mian Mark, tadi ponselku berada di tas..

Syong : Sekarang aku sedang berada di taman untuk mengerjakan tugasku.

Setelah membaca pesan tersebut, Mark pun langsung mendengus pelan.

“Ckk! Dasar keras kepala! Dia pasti tidak makan siang lagi!” dumal Mark sambil beranjak pergi.

.

.

@Taman

Sooyoung menatap makanan di kotak bekalnya yang sekarang masih tersisa separuh disana. Hari ini, dia membuat sushi dan telur gulung- makanan kesukaan Mark.

“Apa dia akan menyusul kesini?” gumam Sooyoung ragu. Sebenarnya dia berniat memakan semua- mengingat jika tadi malam dia tidak sempat untuk makan sesuatu.

“Ahh, dia pasti kesini.. sebaiknya aku sisakan saja” ucap Sooyoung pada akhirnya.

“Noonaa~”

Sooyoung yang baru saja selesai menutup kotak bekalnya- sekarang langsung menoleh saat seseorang berteriak sambil berlari ke arahnya.

“Ada apa Sugaya?” Tanya Sooyoung sambil melanjutkan pekerjaan yang beberapa saat lalu terhenti karena dia harus makan.

Setelah benar-benar duduk di hadapan Sooyoung, Suga langsung memangku wajahnya dengan ekspresi kesal, “Memang aku harus punya alasan untuk bisa duduk bersamamu disini?” Tanya Suga. Dan Sooyoung pun mendongak agar dia bisa menatap namja itu.

“Memangnya tidak?” Tanya Sooyoung balik.

Suga menggaruk tengkuknya yang tak gatal, “Ahahaha.. noona kurasa kau salah paham, sejak dulu.. aku bukan bermaksud memanfaatkanmu.., aku.. hanya.., maksudku… kurasa hanya hal inilah yang bisa benar-benar membuatmu mau bicara denganku..” jelas Suga tergagap.

Sooyoung memutar bola matanya karena penjelasan Suga yang berbelit-belit, “Mwoga? Kali ini tugas apa?” Tanya Sooyoung to the point. Sepertinya dia sama sekali tidak tertarik dengan maksud terselubung dibalik ucapan Suga.

Suga tersenyum tipis karena sikap dingin Sooyoung. Lalu beberapa saat kemudian- dia mengambil sesuatu di dalam tasnya, “Ahh ini, bisakah kau mengajariku ini?” Tanya Suga sambil menunjukan sebuah lembar soal pada Sooyoung.

Sebenarnya Sooyoung sedikit enggan mengajari Suga. Mengingat jika dia sudah merelakan waktunya untuk tidak makan siang dengan Mark- hanya demi tugasnya. Tapi setelah di pikir-pikir, mengajari sama saja dengan belajar kembali.. jadi pada akhirnya, Sooyoung mau membantu Suga untuk mengerjakan tugas tersebut.

Gomawo noona, aku janji.. jika Yoonha pulang.. aku akan memberikan semua oleh-olehku padamu, jinjja!” ucap Suga sambil membentuk huruf V dengan kedua jarinya.

Sooyoung memutar bola matanya malas, “Lupakan saja! Lagipula Yoonha pergi bukan untuk berlibur tapi untuk merawat nenekmu! Jadi berhenti memikirkan oleh-oleh dan belajarlah dengan baik” omel Sooyoung geram.

Suga memanyunkan bibirnya, “Ahh dasar orang tua!”
“Eoh? apa ini?” Pandangan Suga terlihat beralih kearah kotak bekal Sooyoung yang berada di samping tumpukan buku.

“Itu bekal yang aku buat tadi pagi, itu untuk- hey!!” belum selesai Sooyoung menjelaskan, Suga sudah terlebih dulu membuka bekal itu, dan tangannya bahkan sudah berniat mengambil sesuatu yang ada di dalam sana.

“Eum, massiseo(Enak)!! Noona, bolehkah aku memakan semua ini? ini sangat enak~” Puji Suga dengan ekspresi sedikit berlebihan. Dia bahkan sama sekali tidak merasa bersalah meski ekspresi Sooyoung saat ini benar-benar tidak baik.

“Ya! siapa yang memberimu ijin untuk memakannya?!” omel Sooyoung yang tentu saja tak terima. Dia bahkan berniat mengambil bekal itu dari tangan Suga.

Tapi sayang, Suga adalah namja berusia 23 tahun yang sifatnya mirip seperti bocah berumur 5 tahun. Alhasil, namja itu segera menjauhkan bekal Sooyoung sehingga yeoja itu tidak bisa meraihnya.

Noona, jebal~ dua hari ini aku hanya makan ramen.. jadi kau tahu bagaimana rindunya aku pada makanan ini kan?” mohon Suga dengan ekspresi memelas.

Sooyoung mendengus, “Ya! setidaknya kau minta ijin dulu padaku! Kau sudah dewasa Yoongiya~ perbuatan seperti itu benar-benar tidak baik untuk orang seumuranmu!” ucap Sooyoung.

Mendengar hal itu, Suga pun langsung menunduk, “Mian…” gumam namja itu dengan ekspresi sedih.

Sooyoung membuang nafas panjang melihatnya. Entah kenapa- dia jadi teringat oleh keadaan adik-adiknya yang berada di panti asuhan.

“Haah.. sudahlah.. kau bisa memakannya” ucap Sooyoung yang pada akhirnya luluh dan merasa tak tega.

Sepertinya Mark juga tidak menyusulku” Sambungnya dalam hati.

Suga mendongak dengan ekspresi bahagia, “Jinjja? Woah gomawo” ucapnya riang. Dia bahkan langsung kembali memakan makanan Sooyoung tanpa ada perasaan bersalah sedikitpun.

“Tapi.. Suga-ya.. bisakah kau-“

“Sooyoung noona..”

‘DEG’- Sooyoung terdiam dan tersentak kaget saat dia mendengar suara yang begitu familiar- baru saja memanggil namanya.

Dan benar saja- saat dia menoleh ke belakang, dia melihat Mark sedang berdiri sambil menatapnya datar. Sesaat, Namja itu juga melirik Suga yang sibuk makan dan bersikap seolah dia tidak melihat Mark.

“Mm.. Mark, kau.. datang?” ucap Sooyoung gelagapan.

Jujur, saat ini dia merasa takut jika Mark akan marah padanya. Apalagi beberapa hari lalu- Mark bilang sendiri jika dia masih merasa cemburu dengan Suga.

Tapi rasa takutnya itu langsung sirna saat Mark berjalan menghampirinya dengan senyuman tipis. Senyuman yang berhasil membuat hati Sooyoung meleleh dan juga hancur di waktu yang bersamaan.

Mark.. namja itu… bahkan- tetap- tersenyum- meski jelas-jelas.. Sooyoung- sedang duduk berdua dengan Suga.

“Ahh Mian Noona, aku terlambat… apa kau sudah makan?” Tanya Mark saat dia sudah duduk di samping Sooyoung.

Sooyoung diam dan menenangkan diri beberapa saat agar dia bisa bicara dengan normal, “Aku-“

“Sooyoung Noona membawa bekal.. jadi dia sudah makan, ahh.. tapi sayang sekali Mark-ssi, bekalnya sudah terlanjur dia berikan padaku..” sahut Suga sambil menunjukan kotak bekal Sooyoung yang sedang ia pegang dengan ekspresi penuh kemenangan.

Mark menoleh pada Suga dengan wajah datar, sedangkan Sooyoung terlihat memejamkan matanya sambil mendengus kesal, Bocah sialan ini!

“Aaa.. jinjja?” Dengan sedikit enggan, Mark melirik isi dari kotak bekal itu untuk menghargai penjelasan Suga.

Sushi dan roll egg, hmm.. makanan kesukaanku..

Keureom (Tentu), kau tahu? Makanan ini saaangat enak..! ahh aku jadi merasa tak enak karena akulah yang memakannnya dan bukan kau..” Ucap Suga sambil menampakan wajah menyesal yang tentu saja sedang ia buat-buat/

Tapi lagi-lagi, Mark menanggapi hal itu dengan senyuman tipis, “ Gwaenchana, Sooyoung Noona sudah sering membuatkannya untukku, jadi kau tidak perlu merasa sungkan.. ” ucap Mark dengan santainya.

“Cih!” Dan Suga-pun hanya menanggapinya dengan dengusan kecil, sedangkan Sooyoung membuang nafas panjang melihat percakapan dua namja di depannya itu.

“Aaa.. Noona, aku membawa ini untukmu” Ucap Mark sambil menyodorkan sebuah kotak makanan Jepang pada Sooyoung.

Sooyoung sedikit terkejut melihatnya, “Eoh? Kau.. membelikannya untukku? Ahh tapi.. aku sudah.. makan Mark..” Jelasnya ragu.

Anhiya Anhiya! Pokoknya hari ini kau harus makan banyak! Akhir-akhir ini kau kan sering lembur Noona, Jadi jangan membuat tubuh kurusmu ini semakin kurus karena kau hanya memakan makanan seperti itu!” ucap Mark dengan begitu tegas. Sooyoung bahkan langsung menunduk seperti anak kecil yang baru saja di marahi ayahnya.

“Aaahh Sooyoung noona, jika kau tidak mau.. kau bisa-“

‘TAPP!’ – Saat Suga berniat meraih kotak makanan Sooyoung, Mark terlebih dulu menahan dan mencengkram tangannya dengan kuat. Suga dan Sooyoung bahkan langsung menoleh karena terkejut.

“Ini- untuk- Sooyoung noona!” ucap Mark dengan ekspresi yang berubah sangat dingin dan tajam.

Suga memutar bola matanya malas, “Tapi dia tidak ma-“

“Kau- BUKAN ORANG yang- CUKUP DEKAT- untuk bisa- memakan- makanan DARIKU!” ucap Mark dengan ekspresi yang terlihat semakin dingin. Dia bahkan menghempaskan tangan Suga sembarang karena dia terlalu kesal.

Sooyoung menghela nafas sebelum akhirnya dia mendengus pelan, “Aku tidak bilang jika aku tidak mau Yoongi-ssi…, jadi tolong berhentilah..” ucap Sooyoung mencoba menengahi. Mark sendiri terlihat menoleh kearah lain sambil membuang nafas panjang. Dia berusaha untuk menahan emosinya yang sebenarnya sudah muncul sejak pertama kali dia melihat Suga.

“Lalu bagaimana denganmu Mark? Apa kau sudah makan siang? Apa.. kau terlambat makan hanya untuk membelikan ini?” Tanya Sooyoung yang mencoba untuk mengganti topic agar kedua namja di depannya tak lagi tersulut emosi.

Setelah membuang nafas panjang, Mark akhirnya menoleh pada Sooyoung dengan ekspresi yang berubah lembut.

“Apa maksudmu hanya, aku melakukannya karena aku mau, lagipula aku membeli dua.. jadi kita bisa makan bersama ^^” gumam Mark sambil tersenyum tipis. Sesaat, dia melirik Suga yang menatap mereka dengan ekspresi tak suka.

Mwo?! Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau ingin aku pergi dari sini?” Tanya Suga sinis.

Mark membuang nafas panjang dengan wajah datar, beberapa saat kemudian dia menolehkan wajahnya kearah lain tanpa memberikan tanggapan apapun. Dia tahu.. Suga masih memiliki sifat kekanakan, dan jika dia terus menanggapi.. itu berarti dia juga sama kekanakannya.

“Cihh, semua orang di universitas ini bilang.. Jika Mark Tuan adalah malaikat tanpa sayap, tapi yang kulihat..” Suga tersenyum smirk sebelum dia melanjutkan ucapannya.

“Tapi.. yang kulihat.. kau- hanyalah namja yang sangat angkuh” Lanjut Suga.

Sooyoung menarik nafas dalam sambil memejamkan matanya, Setelah itu.. dia menoleh pada Mark dan berniat untuk menenangkan namjachingunya yang pasti merasa kesal sekarang.

“Angkuh?” Tanya Mark memastikan. Wajahnya terlihat kesal dan setengah tak percaya.

Ya.. kemanjeomhaeyo jebal! Yoongi-ssi, sebenarnya ada apa denganmu? Apa kau perlu mengatakan hal seperti itu? kau bahkan tidak mengenalnya!” Tanya Sooyoung yang memang merasa tak nyaman dengan sikap Suga hari ini.

Wae? aku hanya mengatakan sesuatu yang mungkin dirasakan orang lain, tapi mereka tidak berani mengungkapkannya” ucap Suga yang malah menanggapi teguran Sooyoung dengan begitu santai.

“Yaa.. baiklah.. jika kau berfikir seperti itu, Yoongi-ssi” Ucap Mark yang ternyata berusaha untuk menanggapi ‘pujian’ tadi dengan sikap tenang. Sooyoung dan Suga bahkan sedikit tak menyangka mendengarnya.

“Lagipula.. hidupku bukan untuk membuatmu kagum, jadi apapun anggapanmu tentangku.. itu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagiku” sambung Mark santai, dan kali ini- ada senyuman kecil yang terukir di bibirnya.

“Cih, kau bicara seperti itu karena Sooyoung noona sedang bersamamu kan?” Tanya Suga yang masih saja tak mau kalah.

Mark tersenyum lebar, “That’s Right, Yoongi-ssi! kau tahu? Bersama dengannya memang bisa membuatku berubah menjadi lebih dewasa!” ucap Mark yang ternyata malah setuju.

“Aaahh sayang sekali ya… kau tidak tahu bagaimana rasanya.. ” sambung Mark dengan senyuman sedikit mengejek.

Suga pun mengerutkan dahinya dengan ekspresi tak terima, “Mworago?” Tanya namja itu.

“Aku tahu jika kau tahu maksudku” jawab Mark dengan senyuman tipis.

Sooyoung kembali manarik nafas dalam, “ Ya Mark-ssi, kurigo Yoongi-ssi, jebal Kemanhae, eoh?” mohon Sooyoung lagi.

“Hmm.. Sooyoung noona benar, Sebaiknya kita hentikan saja percakapan kosong seperti ini, eoh? aku tahu.. kau mengatakan semua ini karena kau merasa kalah, jadi jika kau terus menyerangku- itu.. hanya akan membuat dirimu.. terlihat semakin kalah dan juga menyedihkan” ucap Mark dengan ekspresi yang berubah serius.

‘DEG’- Dan entah kenapa, Suga langsung membulatkan matanya. Mungkin ucapan itu terdengar aneh.. tapi sungguh, semuanya benar-benar berhasil menembus dan menyentil hati Suga.

Sooyoung sendiri terlihat mengernyit bingung melihat ekspresi Mark dan juga Suga.

Hal apa.. yang sudah Mark kalahkan dari Suga?

Apa.. itu..

Aku?

.

—***—

.

Jackson mengernyit saat dia melihat Mark terus saja tersenyum meski sekarang tidak ada yang sedang mengajaknya bicara.

“Ya! apa kau mabuk? Kenapa kau tersenyum seperti orang gila begitu?” Tanya Jackson pada namja yang berjalan di sampingnya.

Mark menoleh pada Jackson dengan senyuman tipis, “Eoh? Anhi.. aku.. hanya merasa senang” ucap Mark dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.

Waeyo? Apa Sooyoung mu itu akhirnya mau berkencan denganmu?” Tebak Jackson.

Mark merapatkan bibirnya dan berfikir sejenak, “Eum, aku tidak yakin.. tapi setahuku.. hari ini adalah hari terakhir dia bekerja untuk menggantikan temannya, jadi besok.. aku ingin mengajaknya pergi” ucap Mark dengan sangat yakin.

“Kau yakin waktu sudah berpihak padamu?” Tanya Jackson memastikan.

Mark mengangguk mantab, “Eum! Aku sangat yakin..” jawab Mark.

Jackson tersenyum tipis, “Yaa yaa Baiklah, semoga kau bisa terus tersenyum seperti ini eoh” ucap Jackson sambil menepuk bahu Mark pelan.

.

.

‘TAP’ – Mark menghentikan langkahnya saat dia telah tiba di pintu belakang kelas Sooyoung. Sesaat, Mark tersenyum melihat seorang yeoja sedang duduk di kursi paling belakang. Seperti biasa, yeoja itu mengerjakan sesuatu dengan laptopnya- meskipun kelas sudah kosong dan berakhir.

Tanpa mengatakan apapun, Mark masuk dan berjalan mendekat pada Sooyoung. Meski Mark tidak berniat menyembunyikan kedatangannya, tapi sepertinya Sooyoung tidak menyadari hal itu karena dia terlalu sibuk.

‘Dap’ – Mark duduk di samping Sooyoung tanpa mengatakan apapun. Takut jika konsentrasi yeoja itu rusak karenanya.

Tapi karena aroma masculine Mark sudah cukup di kenal oleh penciuman Sooyoung, yeoja itupun langsung mengangkat wajahnya dan menoleh dengan ekspresi sedikit terkejut.

“Eoh? Mark? Sejak kapan kau disini?” Tanya Sooyoung sambil melepas headset yang sejak tadi ia pakai.

Mark tertawa kecil melihat ekspresi Sooyoung saat ini. “Kau pasti sangat sibuk, kau bahkan tidak sadar jika aku datang” ucap Mark.

Sooyoung membuang nafas dan kembali menghadapkan wajahnya ke layar laptop. “Hmm.. mian, semua tugas-tugas ini membuat indra pendengaran dan pengelihatanku tersumbat, kau tahu? aku bahkan tidak bicara dengan siapapun hari ini” jelas Sooyoung.

Senyuman Mark terlihat langsung memudar. Bagaimana tidak? Biasanya- yeoja kurus itu tidak suka mengekspresikan rasa susahnya pada orang lain dan lebih memilih untuk menyembunyikan segalanya.

“Apa.. deadline tugas ini sudah dekat?” Tanya Mark penasaran. Dan Sooyoung sendiri hanya mengangguk pelan.

Sekilas, Mark tersenyum miris. Yap! Sepertinya sang waktu masih belum mau berpihak pada mereka.

Noona.. ige gwaenchana? Bukankah hari ini… kau masih harus menggantikan pekerjaan Yoonha Noona?” Tanya Mark.

Sooyoung pun terdiam saat dia baru teringat akan hal itu, “Hahh kau benar.. aku masih harus bekerja..” Gumam Sooyoung sambil membuang nafas berat.

Mark menatap Sooyoung prihatin, “Noona, Apa kau tidak bisa menolaknya? Kurasa kau benar-benar butuh istirahat“ ucap Mark khawatir. Sesaat, dia memeriksa wajah Sooyoung yang memang terlihat lelah.

“Entahlah.. aku.. tidak yakin akan hal itu..” gumam Sooyoung sambil menyandarkan kepalanya di bahu Mark dengan wajah putus asa. Sepertinya dia memang sudah berada di titik terjenuh.

Beberapa saat- Mark terdiam karena jantungnya masih saja berdetak cepat- meski mereka sudah dua bulan lebih berpacaran. Tapi setelah itu, dia mencoba rileks agar Sooyoung merasa nyaman bersandar di bahunya.

“Hmm.. nyamannya.. ” gumam Sooyoung sambil memejamkan mata dan menenggelamkan kepalanya di lekuk leher Mark- sehingga dia bisa menikmati harumnya perfume namja itu.

Mark melirik Sooyoung. Dia menarik nafas dalam sebelum akhirnya mengatakan sesuatu, “Tidurlah Noona, tugas ini.. biar aku.. yang melanjutkannya, kurasa aku bisa mengerjakan beberapa..” ucap Mark sambil menarik laptop Sooyoung dan berniat membantu yeojachingunya itu.

Masih dengan mata terpejam, Sooyoung tersenyum tipis lalu menahan laptopnya, “Anhiya anhiya! Jangan lakukan apapun lagi Mark, seperti ini saja.. sudah cukup untuk mengembalikan energiku..” tolak Sooyoung sambil menuntun tangan Mark untuk tidak menyentuh laptopnya.

“Kau.. seharusnya seperti ini noona. Lain kali.. jika kau sedih, atau lelah, atau kesal, atau apapun.., katakan saja padaku. Setidaknya.. kau bisa membagi bebanmu padaku…” ucap Mark sambil menggerakan tangannya untuk menyibakan poni Sooyoung yang menutupi wajahnya.

Sooyoung tersenyum dan menikmati sentuhan Mark untuk beberapa saat. “Thank You..” ucapnya pelan.

“For Everything..” sambungnya tak lama setelah itu.

Mark pun tersenyum lembut mendengarnya. Setelah itu dia meraih tangan Sooyoung dan di genggamnya erat.

“Bahasa Inggrismu terdengar membaik Mrs.Tuan..” bisik Mark dengan senyuman menggoda.

Sooyoung mengulum senyum saat semburat merah langsung muncul di pipinya. “Takcyeo (diam)..” ucap Sooyoung pura-pura kesal.

“Arraseo.. Mrs.Tuan..” ucap Mark masih dengan senyumannya tadi.

Sooyoung mendengus dan berniat duduk tegap, “Ish– I sarami jinjja-“ *Orang ini benar-benar-*

Arraseo arraseo! Ije nan Jinjja arraseo!” sahut Mark sambil menarik kepala Sooyoung agar kembali bersandar di bahunya. *Aku tahu aku tahu! Kali ini aku benar-benar paham!*

Sooyoung memanyunkan bibirnya tanpa berbuat apa-apa. Tapi saat dia menyadari bagaimana takutnya Mark- diapun langsung menahan tawa tanpa sepengetahuan namja itu.

Beberapa saat kemudian, ruangan kembali sunyi karena keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.

“Noona..” Panggil Mark pelan. Dia kembali melirik wajah Sooyoung yang tidak bisa dia lihat sepenuhnya itu.

“Noona.. apa kau-” Mark terdiam sejenak dan menarik nafas dalam karena rasa ragu yang tiba-tiba muncul.

“Apa.. kau.. tidak ingin.. pergi berkencan… denganku?” Tanya Mark ragu.

Dia menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya, “Aku.. aku paham.. jika kau benar-benar berada di masa sibuk, Tapi.. tidak bisakah.. satu hari saja… kau… menyisakan waktu.. untukku?” Tanya Mark.

“Aku janji.. aku tidak akan memulangkanmu larut malam, aku.. juga janji.. aku.. tidak akan membuat tugas-tugasmu terab-“

Mark langsung menghentikan ucapannya saat kepala Sooyoung Sedikit bergeser kedepan. Diapun menoleh dan mencoba melihat wajah yeoja itu.

“Cih..” Dan setelah menyadari jika Sooyoung sudah tertidur lelap, Markpun tertawa kecil. Tentu saja.. tentu saja dia tidur.. dasar bodoh!

“Sepertinya.. waktu memang belum berpihak padaku..” gumam Mark sambil tersenyum miris.

“Mark-ssi.. “

‘Shet’ – Mark yang sedang sibuk menatap wajah angelic Sooyoungpun terangkat secara reflek saat seseorang tiba-tiba saja memanggil namanya. Dan Mark langsung mengernyit saat dia mengetahui siapa orang itu.

“Ada apa.. Yoongi-ssi?” Tanya Mark heran.

Namja bernama Yoongi itu terlihat diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia mengatakan sesuatu.

“Setelah Sooyoung Noona bangun, cepat antarkan dia pulang..” ucap Suga dengan suara pelan.

Dan Mark pun semakin di buat bingung karenanya. “Apa maksud-“

“Aku tahu.. aku tidak akan bisa membantunya seperti apa yang selalu kau lakukan…, Jadi..” ucap Suga dengan tatapan lurus kearah Sooyoung.

“Jadi kali ini.. biar aku.. yang menggantikan pekerjaan Noonaku…” ucap Suga dengan begitu yakin.

Mark sedikit tersentak mendengarnya, “Kau- yakin?” Tanya Mark tak yakin.

Suga menarik nafas dalam lalu tersenyum tipis, “Setidaknya.. aku masih bisa membantunya” ucap Suga sebelum dia melangkahkan kaki untuk pergi.

Mark tersenyum tipis, “Gomawo.. Yoongi-ssi..” ucap Mark sebelum Suga benar-benar melangkah melewati pintu.

—***—

Sooyoung segera berjalan menuju kelas Mark setelah beberapa saat lalu dia di beritahu jika dosennya tidak datang dan dua mata kuliah terakhirnya kosong.

Sesungguhnya, Sooyoung sangat menantikan saat-saat seperti ini. Saat dimana tidak ada tugas dari dosen, tidak ada kerja part time yang harus ia kerjakan, dan tidak ada jadwal rapat yang harus Mark datangi.

‘Dap’ – Langkah Sooyoung melambat ketika dia telah tiba di depan kelas Mark. Sesaat, yeoja itu menatap dua tiket bioskop yang ada di tangannya.

Flashback

Sooyoung mengangkat kepalanya dan menatap Yoonha bingung, “Ige Mwoya?” Tanya Sooyoung tak mengerti.

“Kau tidak lihat? Itu tiket bioskop” jelas Yoonha.

“Kenapa kau memberiku ini? dan kenapa kau memberiku dua?” Tanya Sooyoung dengan wajah polosnya.

“Ya! bukankah kau pernah bilang jika kau ingin sekali pergi dengan Mark seperti pasangan lainnya? Itulah kenapa aku memberimu ini.., agar kau punya alasan untuk mengajaknya pergi” jelas Yoonha.

Sooyoung mengerjapkan mata beberapa kali, “Tapi.. aku kan yeoja, bukankah sangat aneh jika akulah yang mengjaknya pergi?” Tanya Sooyoung tak yakin.

Yoonha mendengus pelan, “Ya! Hubungan kalian itu sudah terlalu rumit sejak awal, jadi berhenti memikirkan hal konyol seperti orang kuno begitu!” omel Yoonha yang sepertinya sudah terlalu gemas.

End Flashback

Sooyoung membuang nafas panjang sebelum dia melangkahkan kaki untuk masuk ke kelas yang sudah berakhir beberapa menit yang lalu itu.

“Jacksona.. kemana Mark pergi? Kenapa dia pergi secepat itu?”

Tapp – Langkah Sooyoung terhenti saat dia mendengar seseorang menyebut nama Mark didalam sana.

Molla, sepertinya dia pergi mencari makan siang untuk yeojachingunya..” jawab Jackson dengan sedikit malas.

Mwo?! Membeli makan siang? Untuk ajhuma itu? Ya Tuhan! apa dia gila? Kenapa dia jadi bersikap seperti pesuruh begitu sih?” Tanya seorang yeoja yang sepertinya adalah Hyuna. Dan ucapan itu benar-benar berhasil membuat nafas Sooyoung tercekak.

Jackson terdengar membuang nafas panjang seolah dia sudah sangat lelah, “Haaahh, aku juga tidak tahu.., dia benar-benar berubah setelah berpacaran dengan Sooyoung noona..” ucap Jackson pelan. Berhati-hati jika ada orang lain yang mendengarnya.

Tapi sayang, Sooyoung tetap bisa mendengarnya, dia.. benar-benar sudah mendengar semuanya.

Dia.. berubah? Karenaku..? karena bersamaku?

Hyuna terdengar mendengus geram, “Asshh Jinnja! Aku tidak bisa diam saja! Aku harus menemui Mark dan-“

“Ya Hajima!” larang Jackson saat Hyuna sepertinya berniat menyusul Mark.

Wae? Ini sudah terlalu konyol Jackson! Mark tidak seharusnya berpacaran dengan yeoja seperti itu!” ucap Hyuna tak terima.

Tidak.. seharusnya… berpacaran.. dengan yeoja.. sepertiku?

“Ya! memang apa yang bisa kau lakukan? Sebenar apapun ucapanmu dan tindakanmu, kau tidak akan pernah bisa menghentikannya karena kau bukan Choi Sooyoung! Sudahlah sebaiknya kita diam saja.., Mark sudah terlalu kesulitan karena yeoja itu!” jelas Jackson yang mencoba untuk menghentikan Hyuna.

DEG – Mata Sooyoung mulai berkaca-kaca dan bibirnya terlihat bergetar.

Mark… sudah terlalu kesulitan.. karenaku?

Mwo? Kesulitan?” Tanya Hyuna tak mengerti.

Jackson membuang nafas panjang, “Iya! Mark bilang sendiri jika semua jadi terasa begitu sulit setelah dia berpacaran dengan Choi Sooyoung itu! jadi Noona, berhentilah mencampuri urusan mereka agar beban Mark tidak bertambah berat” mohon Jackson.

‘Dap’ – Dilain sisi, Sooyoung terlihat menutup mulutnya karena dia terlalu syok.

“..Mark bilang sendiri jika semua jadi terasa begitu sulit setelah dia berpacaran dengan Choi Sooyoung itu!..” – Sungguh, ucapan Jackson barusan bagaikan sebuah echo yang terus saja bergema di telinganya.

Sooyoung benar-benar tak menyangka jika inilah yang akan dia dengar dari bibir sahabat Mark. Dia juga tak menyangka.. jika selama ini.. dia membuat Mark merasa kesulitan dan juga terbebani.

Dapp dap dap dap!’ – Dengan tenaga yang tersisa, dan dengan air mata yang mulai mengalir di pipi chubynya, Sooyoung segera berlari meninggalkan kelas itu.

Mark.. mengatakan semua itu?

Jika semua.. terasa sulit?

Jika berpacaran denganku.. membuat dia merasa sulit?

“Sooyoung Noona?”

‘DEG’- Langkah Sooyoung langsung terhenti saat dia mendengar seseorang memanggilnya.

Wajah Sooyoung yang menunduk pun- kini mulai terangkat secara perlahan. Dengan air mata yang terus mengalir, dia mencoba melihat wajah orang yang sekarang berdiri sekitar 10 meter di depannya itu.

‘DEG’ – Namja pirang yang memang adalah Mark itu terlihat cukup terkejut setelah dia melihat wajah Sooyoung saat ini.

“Noona? ada apa? Kenapa kau menangis?” Tanya Mark sambil mendekat pada Sooyoung dengan wajah khawatir.

‘Dap’ – Tapi dengan reflex, Sooyoung melangkah mundur seolah Mark adalah monster yang tak boleh mendekatinya.

Mendapat respon seperti itu, Mark terlihat semakin bingung dan juga takut. Dia takut.. jika alasan Sooyoung menjadi seperti ini adalah karenanya.

“Noona..”

.

.

Putus?

.

.

Baikan?

.

.

TBC?

.

.

END?

 

 

.

.

Fiuhhh akhirnya selesai juga part 1 nya,

Gimana readerdeul? jelek kah? maap ya kalo masih banyak kekurangan😦

maklum.. udah agak lama ga nulis, jadi begini deh..

tetep di tunggu tanggepannya ya, kalo tanggepannya positif, mungkin aku bakal bikin cerita mereka lagi dlm bentuk one shoot atau twoshoot.

OH IYA! kemungkinan ff ini cuma 2 shoot jadi part selanjutnya PROTECT-an😀

.

.

[I NEED YOUR VOTE]

  1. Sooyoung – Lee Gikwang BEAST
  2. Sooyoung – Kris Ex-EXO
  3. Sooyoung – Bang Yongguk B.A.P
  4. Sooyoung – Jonghyun CN Blue
  5. Sooyoung – N VIXX

(Cast memang sengaja yang kelahirannya 1990)

.

.

Yadah, author mau bobok cyantik dulu.. paipai😀 #DitimpukSendal!

13 thoughts on “First Date Part 1 (Shady Lady Sequel)

  1. Huah~
    Seneng banget bisa baca ff kamu lagi, dek🙂
    Akhirnya ada sequelnya juga..
    Gak jelek koq, dek..
    Justru menurut aku, kamu lebih baik dari sebelumnya (serius ✌)
    Pas baca diawal aku seneng ngeliat mereka kayak gitu..
    Eh, diakhir koq gitu sih😦
    Sooyoung dan Mark ga boleh putus ya, dek..
    Dan harus happy ending, oke?

    Aku mau ikut vote, bolehkan?
    Aku pilih Sooyoung – Jonghyun!!

    Ditunggu kelanjutan ff lainnya ^^
    Good Job ^^
    And Keep Fighting !!

  2. Seneng bgt akhirnya eonni update ff lagi
    Mark ama soo jangan putus please
    Suga kalah ama mark, mending suga ama aku aja hahaha
    Ditunggu next partnya eonni
    Vote:
    Sooyoung x Jonghyun

  3. febryza berkata:

    Duh duh duh gimana ituu.. kirain setelah mereka pacaran jadi bahagia gitu mereka berdua eh ternyata juga masih banyak halangan dan rintangannya.
    Kasian bener sih ini berdua udh ga pernah kencan, ada yg mau ganggu terus juga dikit lagi bakalan ada kesalahpahaman nih gara2 jackson kalo ngomong ga diayak dulu fyuuuuh..
    Eh btw dek, aku tetep votenya sooyoung-yongguk ya (SooGuk for life hahahahaha) terus kalo dicerita itu mau kamu tambahin castnya ada inguk juga gapapa hahahahaha
    Btw aku minta maaf baru komen ya, baru sempet ngebaca ff ini sampe akhir dari kemaren sibuk mulu huhuhu

  4. nurafrianti berkata:

    akhirnya kembali lagi
    soo jgn putus ya sm mark
    kasian pacaran tpi gak kencan kkk
    pilih siapa ya pilih siapa ya? /nyanyi
    aku pilih kris deh, kangen sookris
    semangat chingu, karya kamu selalu ditunggu 🙂

  5. slvvr berkata:

    Aduh baru pacaran udah dapat banyak rintangan,dari gak bisa kencan,banyak yg gangguin.jangan putus ya soo ama mark klo bisa sampai nikah hehehe 😆
    Aku pilih soo × jonghyun aja deh

  6. yani yanuari berkata:

    sequel’a keren bingitss min >_<
    ashhhh mkin greget sma next part sequel'a…. and i'm wait next part min, next part'a putus dlu min biar makin seruuuuuuu
    min kapan hutang next part ff youngyoung couple d'lanjut, udh pnasaran bnget nih….. sma ff traffic light'a…. klo buat next new ff, nan mlih soobang couple ^^ gomapta

  7. nisa berkata:

    wah maaf ni baru baca sekarang…. kirain hidupnya bakal happily ever after ternyata masih banyak rintangan yang menghadang … ihh ngomong apa sih aku malah jadi gaje 😁 ditunggu next part nyaaaa mending buat yang sedih sedih dulu tapi terus endingnya bahagia ingat bahagia wkwkwk maksa dikit gapapa yah
    untuk project ff selanjutnya aku dukung sooyoung sama jonghyun yaa 😄 hah kalo ada sooyoung daehyun mending sooyoung daehyun… tapi ga ada sihhh yaudah gapapa lah ~
    aku suka karyamu kak….. keep writing yaa aku tunggu karya karyamu yang lainnnnn

  8. kok jadi nyesek gini?? cerita cinta sooyoung rumit banget hanya karena masalah waktu .. semoga setelah ini mereka lebih bisa meluangkan waktu untuk pergi berdua (kencan).
    thor sekarang kok lebih sering hiatus ya?? sama kayak aku dong, baru kali ini bisa mampir ke blog ini, hehe #gakadaygnanya
    nanti part ke-2 nya di password ya?
    nanti aku minta pw nya ya lewat akun fb km ya, sekalian sama pw “Shady Lady Part 2” soalnya aku belum baca🙂
    dan aku mau ikutan vote nih buat project cast ff baru km .. aku pilih Sooyoung sama Bang Yongguk.
    ditunggu next part dan ff baru nya thor .. fighting🙂

  9. yuki-chan berkata:

    Woahh. Kak hanif. Bagus sekali ffnya. Akhirnya ada sequel. Jackson minta dibacok mah itu, ngomong ke hyuna yg jelek2 nya aja. Kasian syoo yg denger. Hahaha. Ih kak, jangan putus jangan end, baikan aja…… kasian loh mereka dari awal udah banyak banget rintangan. Kalo next partnya diprotect aku minta dong passwordnya kak yahh. Dan juga semangat yah kak hanif, fighting!!~

    Oh ya, kalo aku ngevote sooyoung-jonghyun kak. Entah kenapa mereka berasa cocok aja gituh. Heheh.

  10. Wahhhh soo salah paham nih ama ucapan jackson…
    Yahhh jangan sampe lah mark n soo putus, kasian mark lohhh dia kan udah cinta bngt ama soo… Ditunggu lanjutan.ny ya chingu

    Aku vote soo-n, kaya.ny blm pernah baca ff yg cast.ny soo-n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s