With You (Part 2)

TITLE : With You (Part 2)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD

cgs3idqueaafquf

  • Bang Yongguk B.A.P

img_20160804_154544

OTHER CAST:

  • Jung Kyungho
  • Minho SHINee
  • B.A.P
  • SNSD
  • Find by Yourself

GENRE : Sad, Angst, Romance, Fluffy, Idol Life

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

wythy

-You’re not alone, Hold my hand-

-I’ll be with you-

“Bang Yongguk-ssi!” Panggil Sooyoung.

“Kau.. memanggilku?” Tanya namja yang di panggil Bang Yongguk itu dengan wajah bingung.

“Nde.. Bang Yongguk-ssi.. bagaimana? Apa kau sudah sembuh?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi khawatir.

Namja itu terlihat tersenyum tipis, “Mian nona, sepertinya anda salah orang..” Ucapnya dengan sopan.

“Nde?” Tanya Sooyoung bingung.

“Aku bukan Yongguk” ucap namja itu mencoba memperjelas.

‘DEG’ – Mata Sooyoung langsung membulat mendengarnya. Ekspresi wajahnya terlihat begitu syok.

“Ap.. apa kau lupa ingatan? Jad- jadi.. kau.. tidak tahu siapa aku?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi tak percaya.

Namja didepannya itu tentu saja langsung tertawa mendengar pertanyaan Sooyoung, “Mana mungkin aku tidak tahu, kau adalah Choi Sooyoung kan? Member So Nyuh Si Dae?” Jawabnya dengan begitu yakin.

Sooyoung terlihat memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, Jika dia tahu siapa aku.. lalu kenapa-

“Sooyoung-ssi, Sepertinya kau terlalu bingung hahaha.. “ Ucap Namja itu sedikit gemas. Sungguh, Ekspresi Sooyoung saat ini benar-benar lucu karena bibirnya membentuk oval dan matanya jadi terlihat semakin besar.

“Kau tenang saja Sooyoung-ssi, Yongguk tidak mungkin lupa ingatan hanya karena sakitnya kambuh, aku mengatakan bahwa aku bukan Yongguk karena aku memang bukan dia, aku adalah Bang Yongnam, kembarannya..” jelas namja bernama Yongnam itu.

Sooyoung terdiam beberapa saat.

“Bang.. Yongnam? Jadi..dia.. bukan Yongguk? Jadi.. dia.. hanyalah kembarannya? Jadi.. dia tidak lupa ingatan atau terkena penyakit D.I.D atau semacamnya?”

“Ahh!! Dasar bodoh! Sooyoungie kau benar-benar gadis bodoh!” Jauh di dalam hati, Sooyoung langsung merutuki dirinya sendiri karena dia sudah berfikir terlalu jauh dan bahkan tidak masuk akal.

Yongnam sendiri hanya bisa menahan tawa karena Sooyoung menatapnya dengan ekspresi malu. Hingga pada akhirnya yeoja itu tertawa renyah sambil menepuk dahinya, “Ahh.. ahahahahaha… kau benar, dia kan punya saudara kembar, hahaha mianhae, aku benar-benar tidak memikirkannya…” ucap Sooyoung mencoba untuk bersikap biasa.

Yongnam pun akhirnya ikut tertawa melihat bagaimana Pure-nya sosok Choi Sooyoung yang biasanya hanya dia lihat di TV itu. Ahh benar, Yongnam bahkan jadi lupa jika gadis yang berdiri di depannya itu adalah seorang Idol dari grup ternama.

“Sepertinya.. kau cukup dekat dengan adikku” terka Yongnam dengan senyuman tipis.

Mendengar hal itu, Sooyoungpun langsung berhenti tertawa dan kembali menatap Yongnam.

“Ye? Ahh anhiya anhiya..” sangkal yeoja itu dengan cepat.

Yongnam mengernyit tak percaya, “Jinjja? Lalu.. bagaimana kau bisa.. menanyakan keadaannya? Maksudku…“ Yongnam terlihat ragu mengatakannya. Dia takut jika Sooyoung ternyata tidak tahu apa-apa tentang penyakit Yongguk.

“Aaa itu.. saat sakitnya kambuh, aku tidak sengaja lewat dan melihatnya…“ Jelas Sooyoung.

“Oh? Jadi .. kaulah orangnya? Seseorang yang sudah menolong Yongguk?” tanya Yongnam.

Sooyoung tentu saja langsung membulatkan mata dan wajahnya berubah gugup, Bagaimana dia bisa tahu?

“Aa.. itu… aku.. aku tidak benar-benar membantunya, aku.. hanya berusaha mencarikan member B.A.P agar dia segera mendapat penanganan” sangkal Sooyoung lagi.

Beberapa saat, Yongnam hanya diam dan berusaha memahami maksud Sooyoung. Tapi setelah itu dia tersenyum tipis sambil mengangguk paham. Sepertinya Yongguk benar. Gadis ini.. memang berbeda.

“Apapun yang sudah kau lakukan, aku tetap berterimakasih karena kau mau membantu saudaraku Sooyoung-ssi, Jongmal Gamsahamnida” ucap Yongnam sambil membungkuk sopan pada Sooyoung.

Sooyoungpun ikut membungkuk dan membalas rasa terimakasih saudara kembar Yongguk itu, “Ah.. ye.. gwaenchanayo”

Keundae.. Yongnam-ssi, bisakah kau merahasiakan pertemuan kita ini? maksudku merahasiakan jika aku menanyakan keadaannya?” mohon Sooyoung dengan wajah sungguh-sungguh.

Yongnam terlihat bingung, “Merahasiakannya? Kenapa? Apa kau malu karena ternyata kau khawatir padanya?” Tanya Yongnam frontal .

“Aa.. ini.. sama sekali bukan karena aku malu, hanya saja.. aku tahu jika yang Yongguk inginkan adalah- aku melupakan segala hal yang terjadi saat itu, mungkin dengan berpura-pura tidak tahu.. kekhawatirannya bisa sedikit berkurang” jelas Sooyoung mencoba memahami perasaan Yongguk saat ini.

Yongnam pun kembali terdiam untuk beberapa saat. Sungguh, meski ini adalah pertama kalinya dia bertemu Sooyoung, tapi dia bisa langsung merasakan bagaimana baiknya yeoja di depannya itu.

“Apa mungkin.. kau.. sudah tahu.. penyakitnya?” Tanya Yongnam yang tiba-tiba saja curiga akan hal itu.

Sooyoung terlihat tersenyum miris, “Sebenarnya.. sesekali.. aku penasaran dan juga ingin tahu tentang hal itu, tapi sepertinya.. akan lebih baik jika aku tidak mengetahuinya” jawabnya.

Yongnam kembali mengangguk paham, “Kau takut… kau akan semakin peduli padanya?” Tanya Yongnam yang lagi-lagi melemparkan pertanyaan frontal pada sikshin SNSD itu.

Sooyoung menarik nafas dalam sebelum akhirnya dia jujur dan menganggukkan kepalanya. Yap, Sooyoung memang bukan type orang yang pandai ataupun suka berbohong. Dan sejujurnya.. pertanyaan Yongnam tadi memang hampir 100% benar. Sooyoung.. memang takut jika suatu saat.. Yongguk akan masuk ke dalam hidupnya.

Yongnam menatap Sooyoung dalam diam sebelum akhirnya dia kembali berbicara, “Mianhae Sooyoung-ssi, aku mungkin tidak pantas mengatakan hal ini di pertemuan pertama kita, tapi.. melihat dari sudut pandang seorang kakak maupun seseorang yang mulai tahu sifatmu, kurasa.. kau.. adalah salah satu orang .. yang bisa membantu kesembuhannya” ucap Yongnam yang juga berusaha untuk berbicara jujur dan terang-terangan.

DEG! – Untuk beberapa saat, darah Sooyoung seolah berhenti mengalir. Dia sungguh tidak menyangka jika Yongnam akan mengatakan hal seperti itu padanya.

Aku? Bisa membantu.. kesembuhannya?

.

–*With You*–

.

@ SM Building:

Sooyoung berjalan memasuki gedung SM dengan wajah bertanya. Bagaimana tidak? SNSD tidak berencana mengeluarkan album baru, jadi ada kemungkinan jika ada job lain yang sedang menunggu Sooyoung saat ini.

“Apa lagi kali ini? apa drama? Atau Variety Show? Tapi tidak mungkin aku jadi bintang tamu variety show..” Ucap Sooyoung dalam hati.

Dengan sedikit ragu, Sooyoungpun masuk ke ruang meeting dimana dia diminta datang hari ini.

Dan ketika Sooyoung masuk, dia melihat 5 member SHINee sudah duduk disana bersama dengan salah satu manager mereka dan salah satu Staff SM.

“Oh Noona!” panggil Key ketika dialah yang pertama kali melihat Sooyoung.

“Oh.. annyeonghaseyo” sapa Sooyoung sambil membungkuk sopan.

“Sooyounga.. kemarilah, aku punya berita bagus untukmu” ucap Jonghyun sambil melambaikan tangannya.

Dengan senyuman tipis, Sooyoungpun duduk di kursi kosong yang berada di dekat Onew.

“Aaa.. kenapa.. aku.. di panggil kesini?” Tanya Sooyoung penasaran.

“Begini Sooyoung-ssi, kami sudah memutuskan jika kaulah yang menjadi MC untuk Showcase SHINee minggu depan” jelas Manager SHINee.

“Oh? Aku lagi? Apa kau yang mengusulkannya?” Tanya Sooyoung pada Jonghyun.

“Aeeeyy tentu saja bukan” sangkal Jonghyun.

“Tentu saja adikmu ini yang memintanya Noona” ucap Key sambil merangkul Minho.

Sooyoung pun menatap Minho dengan wajah bertanya. Tapi Minho sendiri malah tersenyum tipis sambil membentuk huruf V dengan kedua jarinya.

“Wae?” Tanya Sooyoung pada namja yang sekarang sudah duduk di depannya.

“Mwoga?” Tanya Minho balik. Dia terlihat menurunkan minuman dan makanan yang tadi mereka pesan.

“Kenapa kau mengusulkan namaku untuk menjadi MC di showcase kalian?” Tanya Sooyoung sedikit bingung. Yaa.. dia memang dekat dengan Minho karena beberapa project majalah, tapi bukankah akan lebih baik jika Minho memilih Yoona atau Irene saja?

“Tentu saja karena kau MC yang pro Noona” jawab Minho mantab. Dia bahkan mengacungkan dua jempolnya pada Sooyoung.

Jinjjayo? Tapi bukankah SM punya MC yang lebih pro dariku? eumm.. contohnya Leeteuk oppa, atau Heechul oppa, atau Irene, aaa.. Yoona juga tak kalah pro dariku..” ucap Sooyoung yang masih saja tak mengerti.

Minho membuang nafas sambil menatap Sooyoung, “Wae? Apa kau keberatan?” Tanya Minho dengan suara pelan.

Sooyoung mendongakan wajah dengan ekspresi terkejut, “Anhiyo! Bukan seperti itu.. hanya saja-“

“Hanya saja.. kau takut Showcase kami akan gagal karenamu?” sahut Minho yang seolah bisa membaca pikiran Sooyoung. Dan benar saja, Sooyoung kembali menunduk sambil mengangguk pelan.

Minho tersenyum lalu di pegangnya bahu Sooyoung dengan lembut, “Hey Noona, kau tahu kan? Sebagian besar fans kami menyukaimu karena kau sudah seperti saudari kami sendiri, jadi berhentilah berfikiran macam-macam.. eoh?” ucap Minho sambil tersenyum lebar. Sooyoung terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia kembali mengangguk.

“Oh! B.A.P-Da!” Sooyoung dan Minho langsung menoleh terkejut karena seorang gadis tiba-tiba saja memekik histeris ketika dua namja tinggi berjalan memasuki café.

Dan mata Sooyoung langsung membulat ketika dia melihat Himchan dan Yongguk sekarang sudah berdiri di depan kasir untuk memesan sesuatu. Sebenarnya hal seperti ini sering terjadi karena sekarang mereka sedang berada di café yang cukup dekat dengan gedung stasiun TV. Tapi.. kenapa harus Yongguk?

Tanpa sadar, Sooyoung melihat kearah Yongguk untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia menunduk karena Yongguk seperti akan menoleh ke arahnya. Tidak! Sebaiknya mereka berpura-pura untuk tidak saling melihat. Benar! Itu akan lebih baik!

“Himchan-ssi”

Andwe! – Merasakan sesuatu yang aneh akan terjadi karena Minho memanggil Himchan, Sooyoungpun semakin menundukan kepalanya. Saat ini dia hanya berharap jika Himchan tidak mendekat kearah mereka, apalagi bersama Yongguk.

“Oh Minho-ssi, Annyeonghaseyo” Balas Himchan ramah.

Sial! – Dan Yap! Sepertinya doa Sooyoung tidak cukup kuat untuk bisa terkabul. Buktinya, Himchan dan Yongguk berjalan kearah mereka setelah Yongguk sempat melakukan penolakan.

“Minho-ssi.. apa yang kau lakukan disini?” Tanya Himchan ketika dia sudah sampai di samping meja Sooyoung dan Minho.

“Oh.. aku mengantar Sooyoung Noona, hari ini dia ada acara di gedung MBC” jelas Minho sambil menunjuk Sooyoung yang masih duduk dengan wajah tertunduk. Ah Minho! Kenapa kali ini kau tidak bisa membaca sikapku?!!

“Oh? Dia.. Sooyoung-ssi?” panggil Himchan sambil menurunkan kepalanya sedikit agar dia bisa melihat wajah Sooyoung.

Setelah membuang nafas panjang, Sooyoungpun memutuskan untuk mengangkat kepalanya.

“Oh.. annyeonghaseyo Himchan-ssi, Yongguk-ssi..” Sapa Sooyoung dengan senyuman ramah (Dan sedikit terpaksa).

“Ahh annyeonghaseyo Sooyoung-ssi, senang bisa bertemu denganmu disini” ucap Himchan sambil membungkuk sopan.

“Ahh Yeee..” Dan dengan sedikit canggung, Sooyoungpun membungkukan badannya untuk membalas sapaan Himchan.

Lalu setelah itu, Sooyoung melirik Yongguk yang ternyata juga sedang menatapnya dengan wajah datar dan terkesan dingin. Yap, tatapan creepy khas leader B.A.P itu sepertinya sudah mulai tersimpan di memory otak Sooyoung.

“Ya Tuhan, dia benar-benar angkuh!” Dumal Sooyoung dalam hati.

“Dia bahkan sama sekali tidak mengucapkan sesuatu!”  Lanjutnya, masih dari dalam hati.

“Lalu apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Minho.

“Aahh kami ingin bertemu dengan salah satu PD di MBC karena syuting Variety Show kami akan berakhir hari ini” jelas Himchan.

“Aaa.. begitu rupanya” Jawab Minho sambil mengangguk paham.

“Aaa.. ngomong-ngomong, aku tidak tahu jika kalian sedekat ini, kalian bahkan tidak melakukan penyamaran meskipun berada di tempat umum” ucap Himchan sambil menatap Minho dan Sooyoung secara bergantian.

Sooyoung pun menoleh pada Himchan dengan ekspresi terkejut. Dan entah kenapa, dia melirik Yongguk yang sekarang sedang melirik Minho dengan .. em.. kenapa dia menatap Minho setajam itu?

“Aahhhahaha, Gwaenchana, Kami berdua sering melakukan acara bersama, jadi semua orang tidak akan curiga…” jelas Minho sambil kembali menepuk bahu Sooyoung.

“Aaa… jadi begitu, aku kira kalian berpacaran” ucap Himchan sambil terkekeh kecil.

Minho dan Sooyoung saling bertatapan sebelum akhirnya mereka tertawa. “Pacaran? Ahahahaha!”

Anhiyo, Kami ini Choi Siblings” ucap Sooyoung mengklarifikasi. Untung saja dia belum sempat meneguk minumannya. Kalau sudah, dia mungkin bisa tersedak.

“Aaah aku sampai lupa menawari kalian duduk, Noona acaramu masih satu jam lagi kan? Bagaimana jika kita mengobrol dengan mereka sebentar?” Tanya Minho pada yeoja yang sekarang sedang asik meminum minumannya.

“Ukhukk.. ukhukk ukhukk..” Karena terkejut, Sooyoungpun menjadi tersedak oleh bubble yang ia minum hingga akhirnya dia terbatuk. Aishh! Kenapa Minho harus menawarkan hal semacam itu?

“Oh Oh.. mianhae.. apa aku mengejutkanmu? Ini! minumlah ini” ucap Minho sambil menyodorkan minumannya yang memang lebih ringan untuk diminum. Dan tanpa ragu, Sooyoungpun menerima minuman itu meski dia tahu jika Minho sudah meminumnya tadi.

“Sooyoung-ssi.. kenapa kau terkejut seperti itu? apa kau takut dengan Yongguk? Hahaha” Tanya Himchan sambil merangkul Yongguk yang sekarang sedang menatap kearah Sooyoung dalam diam.

Sooyoung tentu saja langsung menatap Yongguk dengan tatapan tidak enak, “Ahh.. ukhuk ukhuk.. an.. anhiya, aku.. hanya.. tidak focus.. jadi-“

“Tenang saja.. kami akan segera pergi, Kajja Himchan-a” Dan tiba-tiba saja, Yongguk berbicara singkat sebelum akhirnya dia melangkahkan kaki untuk pergi.

Himchan terlihat bingung untuk menerima tawaran Minho atau menuruti ajakan Yongguk.

“Ahh terimakasih atas tawaranmu Minho-ssi, tapi sepertinya waktu kami tidak banyak, munkin lain waktu ya..” ucap Himchan sopan.

“Aaa.. ahh ye gwaenchana” Jawab Minho sambil mengangguk cepat.

“Kalau begitu aku permisi” pamit Himchan sambil membungkuk pada Minho maupun Sooyoung sebelum akhirnya dia pergi menyusul Yongguk.

Beberapa saat, Minho maupun Sooyoung hanya diam sambil menatap kepergian Himchan.

“Apa.. Bang Yongguk memang selalu seperti itu? dia.. terlihat.. sedikit aneh” gumam Minho dengan wajah heran.

Sooyoung terlihat menoleh pada Minho dengan ekspresi gugup, Tidak! Dia tidak boleh berfikir macam-macam!

“Sepertinya.. dia.. memang seperti itu dengan orang asing, jadi.. kurasa.. kita jangan terlalu serius menanggapi sikapnya tadi” ucap Sooyoung sambil tertawa renyah.

Minho menoleh pada Sooyoung sambil mnyipitkan matanya, “Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Minho curiga.

Sooyoung terlihat kembali gugup, “Aaa.. itu.. Yuri pernah mengatakannya padaku..” jawab Sooyoung. Maaf Yul!

“Benarkah? Aku kira.. kau mengatakan itu karena dia adalah salah satu namja yang mengagumimu” sindir Minho.

Sooyoung membulatkan matanya, “Oh.. jadi kau.. tahu?” Tanya Sooyoung sedikit tak percaya.

Minho tertawa kecil, “Mana mungkin aku tidak tahu? Aku bahkan bisa merasakan bagaimana bencinya dia padaku ketika aku memegangmu tadi” ucap Minho sambil tertawa kecil.

Sooyoung terlihat bingung, “Apa yang kau bicarakan sebenarnya?” Tanya yeoja itu tak paham.

Minho lagi-lagi tertawa, “Aahh lupakan, akan lebih baik jika kau tidak menyadarinya” ucap Minho sambil meminum minumannya yang beberapa saat lalu di minum oleh Sooyoung.

“Memang apa yang tidak kusadari?” Batin Sooyoung yang sepertinya terlanjut penasaran dengan statement Minho.

“Aahh ngomong-ngomong.. aku jadi iri padanya” Ucap Minho setelah dia selesai meneguk minumannya.

“Apa yang membuatmu iri? Kurasa.. kau tak kalah keren darinya” gumam Sooyoung.

“Bukan.., aku bukan iri karena hal semacam itu, aku.. hanya iri.. karena dia bisa mengungkapkan perasaanya tanpa perlu ada yang mengatur” ucap Minho sambil menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Apa maksudmu?” Tanya Sooyoung bingung.

“Dengan bebas, dia bisa mengatakan siapa yeoja yang ia kagumi…, sedangkan aku? terkadang aku harus mengikuti script meski hanya untuk menjawab pertanyaan seperti itu” ucap Minho dengan sebuah pancaran kesedihan dimatanya.

“Owww.. apa kau.. sedang menyukai seseorang? Kau terlihat begitu serius mengatakannya..” goda Sooyoung.

Minho tersenyum miris, “Eum, tapi sepertinya.. sampai kapanpun.. aku tidak boleh mengungkapkan perasaanku ini..” ucap Minho sambil menatap manik mata Sooyoung.

Sooyoung memiringkan kepalanya, “Wae? itu perasaanmu, kaulah yang berhak menentukan itu boleh atau tidak” ucap Sooyoung tak setuju.

“Akan ada banyak hal yang di korbankan jika aku mengungkapkannya” sangkal Minho.

“Kau tahu? Terkadang kita harus berkorban untuk bisa mendapatkan sesuatu…” ucap Sooyoung menasihati.

Minho menegakan tubuhnya, “Aku belum siap.., aku takut.. apa yang aku korbankan.. hanya akan terbuang sia-sia” ungkap Minho jujur.

“Kalau begitu.. kau hanya perlu meyakinkan dirimu hingga tiba saatnya kau siap” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis.

Minho kembali melirik Sooyoung, “Ketidakpekaanmu ini.. bahkan membuatku semakin tak yakin Noona” Batinnya.

.

–*With You*–

.

‘Teeett Teeettt’

Sooyoung memeriksa jam dinding ketika bel apartementnya berbunyi.

[21.20 KST]

“Siapa yang datang di jam segini?” gumam Sooyoung sambil beranjak bangun dan membukakan pintu. Mungkin Saja Soojin atau orang tuanya datang untuk mengunjunginya.

‘CKLEKK!’

“Sooyoungie!!”

“Aeeyy! Khamchakiya!” Sooyoung terlihat langsung mundur ketika seorang yeoja tiba-tiba saja memanggil namanya dengan pekikan kecil.

“Sooyoungie! Maukah kau menemaniku ke suatu tempat?” Tanya yeoja berambut panjang yang tak lain adalah Tiffany.

Sooyoung mengernyit bingung, “Pergi? Semalam ini? kemana?” Tanya Sooyoung.

Tiffany tersenyum tipis dan menampakan eyes smilenya. “Aku yakin kau akan suka”

Sooyoung memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri beberapa kali setelah dia dan Tiffany sampai.

“Tempat macam apa ini?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi bertanya-tanya.

Tiffany mengulum senyum sambil merangkul lengan Sooyoung. “Ini tempat membuat tattoo” bisik Tiffany.

Mata Sooyoung seketika melebar, “Mwo?! Tattoo? Kau ingin memasang tattoo?” Tanya Sooyoung setengah memekik.

“Shhh bisakah kau tidak berteriak? Aku tidak sedang berencana melakukan perdagangan obat-obatan terlarang!” ucap Tiffany sambil meletakan jari telunjuknya di depan bibirnya yang merah itu.

Sooyoung menarik nafas dalam sebelum dia menghadapkan tubuhnya pada Tiffany. “Fannya dengar, kau tahu kan jika netizen sedang memperhatikanmu akhir-akhir ini? lalu bagaimana jika mereka tahu kau memasang tattoo? Mereka mungk-“

“Kau tenang saja Sooyounga, aku akan memasangnya di paha atasku, jadi tidak akan ada yang menyadarinya dengan mudah” ucap Tiffany mencoba menenangkan sahabatnya itu.

“Di paha atas?! Ya apa kau gila?! Apa itu berarti.. kau akan melepas celanamu.. dan.. hanya memakai.. celana dalam?!” Tanya Sooyoung yang tentu saja semakin panik.

Tiffany kembali tertawa melihat bagaimana polosnya Sooyoung, “Keureom, tapi kau jangan panik begitu! Pemilik tempat ini adalah yeoja, jadi aku bisa memintanya memasangkan tattoo itu di tubuhku” ucap Tiffany.

Sooyoung terdiam dengan ekspresi kosong, “Yeoja? Pemilik tempat ini?”

“Natasha unnie!” Tiffany terlihat berlari kecil ketika seorang yeoja pirang bertatto- berjalan memasuki area loby.

“Oh! Fanny-ya! Long time no see!!” dan yeoja yang di panggil Natasha itu terlihat langsung memeluk Fanny seolah mereka adalah dua orang yang sudah lama tak bertemu.

“Unnie, kau tahu? Aku senang sekali karena akhirnya CEO ku mengizinkanku memasang tatto” tutur Tiffany.

“Aaa jinjja? Jadi mereka sudah mengizinkannya?” Tanya Natasha dengan ekspresi gembira.

Tiffany mengangguk, “Eum, itulah kenapa aku langsung datang kesini bersama Sooyoung” ucap Tiffany sambil merangkul Sooyoung yang sejak tadi hanya diam dengan wajah bingung. Jauh di dalam hati Sooyoung, dia memang bertanya-tanya tentang tattoo yang memenuhi tubuh Natasha. Bagaimana bisa?

Yeoja bernama Natasha itu terlihat menoleh pada Sooyoung dengan ekspresi terkejut, “Oh..? jadi kau adalah Choi Sooyoung? Waahh senang bisa bertemu denganmu Sooyoung-ssi” ucap Natasha sambil mengulurkan tangannya.

“Aaa.. aa.. nde, aku juga senang bisa bertemu denganmu Natasha-ssi” ucap Sooyoung sambil menerima jabatan tangan Natasha.

“Aaa.. tapi Unnie, dia.. datang kesini hanya untuk menemaniku dan bukan untuk memasang tattoo sepertiku” ucap Tiffany mengklarifikasi.

Natasha terlihat tertawa, “Tentu saja aku tahu, dia adalah gadis bermoral.., jadi mana mungkin dia memasang tattoo, Benar kan Sooyoung-ssi?” Ucap Natasha sambil merangkul Sooyoung layaknya mereka sudah saling mengenal sejak lama.

Beberapa saat, Sooyoung hanya diam dengan wajah bingung. “Kenapa tiba-tiba dia mengatakan jika aku gadis bermoral? Aku jadi merinding” Batin Sooyoung.

Anhiyo, Kenapa kau bilang begitu Natasha-ssi? Moral seseorang.. bukan dilihat dari penampilan, tapi dari hati.. ” ucap Sooyoung yang malah jadi merasa tidak enak.

“Begitukah? Ahh aku senang karena ternyata kau tidak memandang sebelah mata tentang tattoo..” gumam Natasha sambil menatap Sooyoung dengan senyuman tipis, Sepertinya bocah itu benar, gadis ini memang sedikit berbeda.

“Hmm kalau begitu.. silakan mencari tempat yang nyaman Sooyoung-ssi, kalian adalah tamu VIP ku, jadi kau bisa meminta minum ataupun jalan-jalan di taman belakang jika kau bosan menunggu” lanjut yeoja bertattoo itu sambil menunjuk sebuah pintu besar yang ada di timur loby.

“Woahh.. tenpat ini sangat besar, seharusnya mereka juga mendirikan restaurant disini” gumam Sooyoung saat dia sudah berjalan meninggalkan Tiffany untuk melihat-lihat suasana sekitar. Sebenarnya dia merasa sedikit kurang ajar melakukan hal itu, tapi harus melihat Tiffany di tattoo.. sepertinya itu lebih mengerikan. Alhasil Sooyoung memilih untuk segera pergi sesaat setelah Tiffany berbaring di ranjang ‘pentattoan’.

“Dimana aku bisa duduk? Bagaimana jika orang lain datang dan-“

“Apa yang kau lakukan disini?”

‘Tap!’ – Sooyoung langsung berhenti berjalan ketika dia mendengar seseorang berbicara di belakangnya. Suara itu terdengar sangat berat dan tidak asing.

Dengan sedikit ragu, Sooyoungpun memutuskan untuk berbalik dan melihat siapa orang itu.

“Oh?” dan mata Sooyoung terlihat melebar ketika dia melihat sesosok namja sudah berdiri dua langkah di depannya dengan ekspresi datar. Namja itu terlihat memiringkan kepalanya untuk memastikan jika dia juga mengenal Sooyoung.

“Yongnam-ssi? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sooyoung dengan senyuman lebar. Tidak bisa di pungkiri, dia senang bisa bertemu seseorang yang dia tahu disini.

Tapi sepertinya namja itu merasakan sebaliknya, buktinya dia sama sekali tidak membalas senyuman Sooyoung dan malah mengerutkan dahinya dengan wajah terkejut.

“Yongnam?” Tanya namja itu dengan ekspresi tak percaya.

‘DEG’- Dan Sooyoung tentu saja terkejut atas respon tersebut. Jika dia bukan Yongnam.. itu berarti..

“Bang.. Yongguk-ssi?” Tanya Sooyoung sedikit ragu. Suaranya terdengar memelan dan ekspresinya terlihat langsung berubah. Dia bahkan mundur secara reflex setelah menyadari jika jarak tubuh mereka bisa dibilang cukup dekat.

Namja yang di panggil Yongguk itu langsung tersenyum smirk melihat perubahan ekspresi Sooyoung, “Kau terlihat kecewa karena harus bertemu denganku dan bukan dengan Yongnam” sindir Yongguk.

Sooyoung mengangkat wajahnya dengan cepat, “Mwo? An.. Anhi..Aku.. hanya-“

“Sooyoung-ssi.. Oh?” Sooyoung dan Yongguk langsung menoleh saat Natasha datang dan berjalan ke samping Sooyoung.

“Yongguka, kau sudah bertemu dengan dia rupanya, Baguslah.. kalau begitu temani dia hingga tattoo Tiffany selesai, eoh” pinta Natasha pada namja yang berdiri di depan Sooyoung itu.

Sooyoung memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung, Oh? Apa Yongguk baru saja memasang tattoo disini? Atau..

“Wae? Kenapa aku harus menemaninya?” Tanya Yongguk dengan ekspresi tak suka.

“Ya! Dia adalah tamu VIP ku!” ucap Natasha dengan penuh penekanan.

Yongguk mendengus, “Shiro! Aku bukan karyawanmu.. jadi kenapa aku harus menemaninya?!” tolak Yongguk sambil melirik Sooyoung sekilas.

Merasa tidak enak, Sooyoungpun berniat angkat bicara. “Natasha-ssi.. kau tidak perlu bersikap begini, aku-“

Gwaenchana Sooyoung-ssi, bocah ini memang seharusnya bersosialisasi dengan orang lain!” ucap Natasha.

“Kenapa kau membuatku terlihat seperti manusia yang anti social?” Tanya Yongguk tak terima.

“Kau memang seperti itu bodoh! Sudahlah.. kalau kau tidak mau, kau bisa pergi dari sini!” ucap Natasha dengan begitu santainya.

Yongguk terlihat terkejut, “Noona! bagaimana kau bisa mengusirku hanya karena gadis ini?” Tanya Yongguk heran.

Sooyoung mengangkat kedua alisnya, “Noona? apa.. mereka bersaudara?”

“Ini rumahku” ucap Natasha yang sepertinya semakin geram.

“Tapi Ini juga rumahku!” sangkal Yongguk tak terima. Dan entah kenapa, namja itu jadi tidak terlihat mengerikan lagi ketika dia berbicara dengan Natasha. Saat ini Sooyoung malah merasa seperti melihat orang lain dan bukan Yongguk.

“Ya Tuhan! kau ini! kalau begitu panggilkan Yongnam, mungkin dia mau membantuku“ ucap Natasha yang akhirnya menyerah.

“Aaa.. apa Yongnam ada?” Tanya Sooyoung yang ekspresinya terlihat sedikit berbinar. Yongguk bahkan langsung melirik Sooyoung karena dia menyadari hal itu.

“Oh.. sepertinya tadi-“

“Ash baiklah! Aku akan menemaninya!” sahut Yongguk yang tiba-tiba saja langsung berubah pikiran.

Sooyoung melirik Yongguk dengan wajah bingung, “Manusia ini bagaimana sih? Tadi dia tidak mau dan sekarang mau”

Natasha terlihat mengulum senyum, “Baiklah! Tapi kau harus ingat! Dia adalah tamu VIPku, jadi jika dia tidak mau datang lagi kesini, aku akan menganggap jika itu semua adalah salahmu!” ancam Natasha sebelum dia melangkahkan kakinya untuk pergi.

“Sejak kapan kau mengenal kakakku?” Tanya Yongguk sambil meletakan cangkir yang ia pegang di meja. Tatapannya yang sejak tadi mengarah ke langit, sekarang beralih ke yeoja yang sedang duduk di depannya.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi bingung. Dia terus menatap pantulan bulan yang ada cangkirnya. Sesungguhnya, dia ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Yongguk.

“Cih! kenapa kau gelisah? Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?” Tanya Yongguk dengan senyuman remeh. Dia melipat kedua tangannya di dada sambil bersandar pada sandaran kursi taman yang sedang ia duduki.

Sooyoung pun mengangkat wajahnya dan di tatapnya Yongguk dengan ekspresi tak suka, “Kau dan aku tidak mempunyai urusan, lalu kenapa kami harus menyembunyikan sesuatu darimu?” Tanya Sooyoung balik.

Yongguk menatap Sooyoung tajam sehingga yeoja itu sedikit ngeri, “Lalu kenapa kau tidak menjawab?” Tanya Yongguk dingin.

“Kami.. kami hanya tidak sengaja bertemu di depan apartementku karena aku salah memanggilnya dengan namamu” jelas Sooyoung pada akhirnya.

Yongguk menyipitkan matanya dengan ekspresi curiga. “Kenapa.. kau memanggilku?” Tanya Yongguk dengan suara beratnya.

“Kau bilang.. kita sama sekali tidak mempunyai urusan.., lalu kenapa kau memanggilku?” Tanya Yongguk lagi karena Sooyoung tak kunjung memberi jawaban.

Sooyoung menarik nafas dalam dan mencoba menyembunyikan rasa takutnya terhadap tatapan Yongguk yang tajam itu.

“Berbeda denganmu, aku akan menyapa seseorang yang sekiranya aku kenal jika aku berpapasan dengan mereka!” sindir Sooyoung dengan senyuman smirk. Yaa.. dia juga pandai tersenyum smirk.

“Cih! Tapi kau tidak mengenal Yongnam” sangkal Yongguk.

Sooyoung mendengus pelan, “Ya Tuhan! Aku kan sudah bilang.. itu semua karena kalian benar-benar mirip, Aku jadi tidak tahu jika dia adalah kembaranmu!” jelasnya dengan sedikit geram.

“Kau seharusnya bisa membedakan kami, style dan potongan rambut kami bahkan sangat berbeda” ejek Yongguk.

Sooyoung memanyunkan bibirnya sambil melirik Yongguk, “Lalu bagaimana denganmu? kau juga tidak tahu mana yeoja yang bernama Sooyoung jika kau berhadapan dengan SNSD” balas Sooyoung.

Yongguk terlihat tertawa kecil mendengarnya, “Cih! kau pikir aku bodoh? Mana mungkin aku tidak tahu..” sangkal Yongguk.

Sooyoung melebarkan matanya, “Oh.. jadi.. kau.. tahu? Tapi.. kenapa-“

“Kenapa aku tidak pernah menyapamu?” sahut Yongguk seolah paham. Dan Sooyoung pun langsung merapatkan bibirnya karena dia sudah keceplosan. Dia bahkan meminum minumannya untuk menghindari pertanyaan Yongguk barusan.

Yongguk menarik salah satu ujung bibirnya sehingga senyuman smirk kembali nampak di wajahnya, “Kau pikir aku akan memperlakukanmu seperti putri hanya karena aku bilang ‘kau sudah menarik perhatianku’?” Sidir Yongguk.

Sooyoung meletakan cangkirnya, lalu dia melipat kedua tangannya di dada karena dinginnya malam mulai membuat kulit tangannya mengkerut.

Anhiyo! Hanya saja.. sikapmu terlalu dingin padaku, kau bahkan lebih dingin di bandingkan dengan idol yang sama sekali tidak pernah mengungkapkan kekagumannya padaku” ucap Sooyoung dengan nada santai dan tenang.

“Cih!” Yongguk lagi-lagi tertawa remeh mendengar statement Sooyoung. Sebenarnya hari ini adalah pertama kalinya mereka berdua benar-benar berbicara satu sama lain. Tapi rasanya.. mereka sudah saling mengenal sejak lama.

“Apa kau berfikir jika aku serius mengatakannya? Kau percaya.. jika kau adalah ideal typeku?” Tanya Yongguk lagi.

“Cih!” Tak mau kalah, Sooyoung pun mengikuti jejak Yongguk untuk tertawa remeh.

“Awalnya aku tidak percaya, aku berfikir ‘bagaimana bisa namja sangar sepertimu menyukai yeoja bermoral?’, tapi Yuri terus saja meyakinkanku untuk mempercayainya- hingga aku percaya, tapi-“ Sooyoung berhenti sejenak lalu di pangkunya wajah cantik itu dengan tangan kanannya.

“Tapi setelah melihat bagaimana kau bicara padaku di pertemuan pertama kita, kurasa aku memang benar, kau.. hanya berusaha untuk bersikap entertaning dan mencoba mencari perhatian media, benar kan?” Tanya Sooyoung dengan begitu yakin.

Yongguk melipat kedua tangannya di meja agar wajahnya bisa sejajar dengan Sooyoung. “Dengar Sooyoung-ssi, aku.. bukanlah idol yang bisa di atur oleh CEO, PD, ataupun scenario!” terang Yongguk dengan ekspresi yang tak lagi tajam namun terkesan serius.

Sooyoung mengernyit bingung. “Mwo?”

“Lagipula, jika aku mencoba mencari perhatian media.., tentu aku akan memilih Im Yoona ataupun Kwon Yuri saja” Lanjut Yongguk.

“Lalu kenapa kau berbohong?” Tanya Sooyoung bingung.

“Kapan aku mengatakan jika aku berbohong?” Tanya Yongguk balik.

Sooyoung menunduk sambil mengusap wajahnya, “Jadi sebenarnya.. kau itu serius atau tidak sih?!” Tanya Sooyoung geram.

Yongguk kembali tersenyum smirk, “Memang apa yang bisa kudapatkan setelah aku menjawab aku serius atau tidak?” Lagi-lagi, Yongguk menjawab Sooyoung dengan pertanyaan lain sehingga yeoja di depannya itu semakin naik darah.

“Ya Tuhan.. bicara denganmu benar-benar melelahkan! Sudahlah.. lupakan! Lagipula kau benar.. serius ataupun tidak.. itu semua tidak ada pengaruhnya untukku” ucap Sooyoung yang akhirnya memilih untuk mengalah.

Yongguk memangku wajahnya dengan tangan, lalu di tatapnya wajah Sooyoung lekat-lekat, “Apa kau memang Choi Sooyoung yang namanya sering tercantum di buku donatur? Kurasa.. kau lebih ‘wild’ dari dugaanku” ledek Yongguk.

Sooyoung memutar bola matanya dengan wajah malas, “Kau fikir aku tidak berfikir hal sama? Sikapmu bahkan sangat berbeda dengan dua saudaramu yang lain” balas Sooyoung.

“Kau berkata seperti itu disaat kau baru pertama kali bertemu dengan kami?” Tanya Yongguk tak percaya.

“Kau benar, tapi meski kita baru bertemu satu kali, aku benar-benar sudah bisa merasakan perbedaan sikap kalian” sanggah Sooyoung jujur.

Yongguk menggelengkan wajahnya, “Mereka bersikap baik karena kau bukan tipe ideal mereka” Sangkal Yongguk.

Sooyoung mendengus pelan, “Jadi kau memang memperlakukan orang yang kau kagumi atau kau suka dengan cara seperti ini? sedingin ini?” Tanya Sooyoung tak percaya.

“Aku bersikap dingin karena mereka tidak bisa menjadi miliku” ucap Yongguk yang kembali bersandar pada sandaran kursi.

Sooyoung berdecak pelan, “Kenapa? Kenapa kau bersikap seperti itu? kenapa kau selalu berfikir jika sesuatu yang kau suka harus selalu menjadi milikmu?” Tanya Sooyoung tak mengerti.

Yongguk menatap lurus ke mata Sooyoung, “Aku bukan seseorang yang mudah menyukai sesuatu, jadi jika aku tidak bisa memilikinya.. aku akan bersikap dingin agar aku tidak terlalu membencinya” jawab Yongguk dengan santainya.

Sesaat, Sooyoung di buat bingung oleh pernyataan leader B.A.P itu. Sungguh.. cara berfikir Yongguk benar-benar berbeda dari orang yang pernah ia temui sebelumnya.

“Yongguk-ssi.. kau tahu? Terkadang.. kau harus belajar melepas untuk mendaparkan sesuatu” ucap Sooyoung dengan nada yang sedikit melembut.

Mendegar hal itu, senyuman smirk Yongguk terlihat langsung memudar. Namja itu kembali menatap Sooyoung dengan ekspresi tajam dan dingin.

‘TAPP!’ – Lalu dengan cepat, Yongguk berdiri dan menumpukan kedua tangannya di meja bundar yang membatasinya dengan Sooyoung sehingga tubuhnya sedikit membungkuk.

Sooyoung yang tadinya menatap lurus kedepan pun kini memutuskan untuk mengangkat wajahnya agar dia bisa menanyakan maksud Yongguk saat ini.

‘DEG’- Tapi setelah mata mereka bertemu, bibir Sooyoung seolah langsung terkunci. Bagaimana tidak? Saat ini jarak mereka sangatlah dekat sehingga dia bisa merasakan hembusan nafas namja di depannya itu.

“Apa yang sebenarnya ingin kau ucapkan padaku? Kau ingin aku bersikap baik padamu? Atau kau ingin aku melepaskanmu?” Tanya Yongguk dengan suara undergroundnya.

Sooyoung sendiri masih terlalu bingung sehingga dia hanya bisa mengerjapkan matanya. “Yong.. Yongguk-ssi-“

“Aaa.., atau.. kau ingin aku melepasmu.. sehingga aku bisa bersikap baik padamu?” sahut Yongguk sambil memiringkan kepalanya.

An.. anhi! Apa.. yang kau bicarakan sebenarnya? Aku.. aku mengatakan hal itu karena… aku tidak mau kau hidup dalam kekhawatiran” Ucap Sooyoung yang sebisa mungkin mencoba untuk bersikap tenang.

Yongguk menaikan sebelah alisnya, “Apa dia.. tahu penyakitku?”

“Kau tahu.. rasa khawatir akan muncul.. ketika kau.. terlalu takut kehilangan sesuatu..” lanjut Sooyoung mencoba memperjelas.

“Kau tidak seharusnya mengatakan hal ini” ucap Yongguk.

Sooyoung memiringkan wajahnya karena bingung, “W.. wae?“ Tanya Sooyoung.

“Karena ucapanmu tentangku selalu benar” jawab Yongguk jujur.

“Jadi kau tidak ingin aku berkata jujur?” Tanya Sooyoung tak paham.

“Aku tidak ingin kau bicara benar tentangku!”

“Aku tidak ingin menganggapmu sebagai orang yang bisa memahamiku!”

“Aku tidak ingin.. jatuh hati pada yeoja yang sudah memiliki pacar sepertimu!” ucap Yongguk dengan begitu dingin.

Sooyoung tersentak dan terdiam kaku mendengarnya. “Apa ini alasan dia bersikap dingin? Karena aku.. sudah punya pacar?” Batin Sooyoung sambil menatap manik mata Yongguk.

“Tap.. tapi.. kita.. masih bisa berteman Yongguk-ssi” ucap Sooyoung mencoba mencari jalan keluar. Entah kenapa, yeoja tinggi itu mulai menyadari kenapa Yongnam mengatakan jika dia adalah salah satu orang yang bisa membantu Yongguk.

“Cih! berteman? Apa kau ingin memperlakukanku seperti Minho? Kau ingin tetap bersikap baik pada namja lain disaat kau sudah punya pacar? Lalu setelah itu.. kau mengabaikan perasaan mereka yang sudah tersentuh karena kebaikanmu?” Tanya Yongguk frontal.

Sooyoung mengernyit bingung, “Kenapa dia bicara tentang Minho?”

Yongguk terlihat memajukan tubuhnya sehingga Sooyoung sedikit mundur. “Kau… tidak bisa berteman denganku ataupun berbuat baik padaku! Kau tahu? kau hanya akan menyesalinya!” ucap Yongguk yang kali ini terdengar seperti mengancam.

Sooyoung menarik nafas dalam saat dadanya mulai sesak, “Wae? Apa berbuat baik adalah kesalahan?!” Tanya Sooyoung dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Eoh! Berbuat baik padaku adalah kesalahan! Karena jika akhirnya timbul rasa kasih sayang.. Kau- tidak bisa pergi dariku! Dan aku- tidak akan pernah melepaskanmu! ” ucap Yongguk dengan begitu dingin.

Dan Sooyoung tentu saja langsung terdiam mendengarnya. Entah kenapa.. ucapan itu terdengar begitu mengerikan di telinga Sooyoung.

‘Dap!’ – Dengan emosi yang mulai naik, Yongguk pun berdiri tegap dan mulai melangkah pergi.

Setelah dia berjalan di belakang Sooyoung, dia mulai memegangi dadanya yang terasa sesak karena nafasnya mulai tak beraturan.

Kenapa aku mengatakannya?

Kenapa aku membuatnya semakin takut padaku?

Kenapa aku membuatnya menjauhiku?

Kenapa aku..

“BRUKK!” – Tersadar dari lamunan, Sooyoung langsung menoleh kebelakang saat dia mendengar sesuatu terjatuh.

Dan mata Sooyoung langsung membulat setelah dia melihat apa yang sebenarnya terjadi, “Yongguk-ssi?!”

.

.

TBC

.

.

Akhirnya part 2 selesai, oh iya bocoran nih.. ff ini mungkin cuma mentok sampe part 5/6

dan seperti biasa part terakhir bakal aku pasword kaya ff sebelumnya.

BTW maaf ya kalo masih banyak kesalahan, apalagi typo #gasempetkoreksi

dan mohon kerjasamanya ya readerdeul, kalo kalian emang baca ya sebisa mungkin komen dan ngasih tanggepan lah meskipun sedikit ^^

20 thoughts on “With You (Part 2)

  1. Rabiah berkata:

    Owh rupanya bang yongguk ada kembaran..aduhh mesti c yongguk dah bagi tahu abg dgn kakanya tentang bagaimna perwatakan sooyoung..minho dgn aq sadja la kaw.. hahhahha.. huhu rupanya penyakit yongguk bgitue..xtahu mahu ungkap mcm mna penyakitnya.. tapi bleh d tahu la jgk.. huhuhu lanjutkn min.. kipidap dongibap.. 😍😍

    • (Mohon dibaca) ada sedikit revisi di bagian akhir, akan lbh baik kalo kalian nge-reread.. soalnya dialog yg hilang agak brpengaruh sama jalan cerita
      Nb: Maaf & Terimakasih

  2. zahra berkata:

    hehe malah jadi penasaran sama mukanya kembarannya yongguk… yongguk tuh sakit apa toh sebenernya? semoga next chapnya lebih banyak moment yongsoo nya dehh….. minho kayaknya juga suka ya sama sooyoung? uh betapa beruntungnya sooyoung disukai para cogan…. andai aku kayak gitu…

    • (Mohon dibaca) ada sedikit revisi di bagian akhir, akan lbh baik kalo kalian nge-reread.. soalnya dialog yg hilang agak brpengaruh sama jalan cerita
      Nb: Maaf & Terimakasih

  3. Asdfghjkl anjay anjay anjay itu Minho beneran suka Sooyoung? Plis yawla Yongguk orangnya baperan yah? Sooyoung juga nih gak peka peka gemes pen garuk aspal gue.

    Mantap jiwa, Yongguk ada kembaran yah? Btw Yongguk ini kok berasa gimana gitu. Dan akhirnya, kebuka juga kenapa dia selalu dingin sama Sooyoung. Dan alasannya berasa pengen terbang. Aww abang kamu bisa aja yah. Rada sedih sih sebenernya.

    Eh iya tentang penyakit Yongguk btw apaan? Kok ngeri. Jantung yah?

    Argh pokoknya next chapter ditunggu, semangat kak! 😍😍

      • Ada yang janggal kenapa yongguk mendadak punya kembaran? Dari gambaran Sooyoung yang gak bisa bedain yongguk sama youngnam kayaknya identik banget ya? Cuman beda warna rambut doang yang bisa bedain mereka?

        Terus terus aku mikir yang aneh-aneh dan balik lagi kesini buat mastiin. Please ini gak ada bau bau tukeran kan? Yawla jangan bilang tebakan gue entar bener? Gak kan yah?

        Pokoknya kudu lanjut semangat! (lagi muehehe)

      • (Mohon dibaca) ada sedikit revisi di bagian akhir, akan lbh baik kalo kalian nge-reread.. soalnya dialog yg hilang agak brpengaruh sama jalan cerita
        Nb: Maaf & Terimakasih

  4. yani yanuari berkata:

    omegat omegat omegat!!!! ku kira yng ktemu sma soo eonni itu yongguk ehh tau2’a yongnam kkkkk~ dan apaa bner minhoo jga pnya perasaan sma soo eonni? jdi main penasaran masa sma hubungan soo eonni & minhoo….. itu lagi knpa jga soo eonni harus ktemu sma yongguk oppa d’tmpat tatto noona’a yongguk oppa, jdi’a mereka br2 bisa ngobrol deh meskipun dngan sikap yng ragu2 Kkkkk~ kajian d’wait next part’a min, jdi makin makin makin penasaran banget sma next part’a….. fighting😉

    • (Mohon dibaca) ada sedikit revisi di bagian akhir, akan lbh baik kalo kalian nge-reread.. soalnya dialog yg hilang agak brpengaruh sama jalan cerita
      Nb: Maaf & Terimakasih ^^

  5. Yah- TBC 😞

    Aduh, Sepertinya Yongguk cemburu tuh ngeliat Soo sama Minho.. Ditambah sama si Yongnam..
    Dan Wow Yongguk ungkapin perasaannya sama Soo..
    Jadi gak sabar baca kelanjutannya..

    Next part ditunggu ^^
    Keep Fighting!!

    • (Mohon dibaca) ada sedikit revisi di bagian akhir, akan lbh baik kalo kalian nge-reread.. soalnya dialog yg hilang agak brpengaruh sama jalan cerita
      Nb: Maaf & Terimakasih

  6. natsu berkata:

    Jadi deg degan sendiri pas yongguk bicara sama sooyoung. Sooyoung. Kenapa kamu jadi manusia yg paling gak peka seduniaa. Hmm aku jadi gereget.
    Nice story unni. Keep writing 😂

  7. natsu berkata:

    Sooyoung. Kenapa kamu jadi manusia paling gak peka sedunia.
    Jadi deg degan sendiri pas yongguk lagi mojokin sooyoung gituu.
    Nice story unni ^^
    Keep writing

  8. Hadeeeuuh mungkin yongguk punya 2 alasan gabisa dapetin sooyoung, 1 karena sooyoung udh punya pacar dan 2 yongguk punya penyakit itu..
    Sebenernya yongguk sakit apa sih? Apakah ff ini berakhir dgn kematian yongguk..
    Wait next part🙂

  9. ndah berkata:

    sooyoung emg g peka ya….bener kata minho.
    pantas aj yongguk sikapny sedingin es..
    penasaran juga sbnernya yongguk sakit ap ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s