With You (Part 3)

TITLE : With You (Part 3)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P

hcxtdex5e

 

 

OTHER CAST:

  • Jung Kyungho
  • Minho SHINee
  • B.A.P
  • SNSD
  • Find by Yourself

GENRE : Sad, Angst, Romance, Fluffy, Idol Life

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

withyou44fefb

-You’re not alone, Hold my hand-

-I’ll be with you-

Sooyoung terus terdiam. Tatapannya terus tertuju pada seorang namja yang kini terbaring lemah di atas ranjang. Entah kenapa.. Sooyoung merasa jika penyakit Yongguk cukup serius. Buktinya Natasha sampai memanggilkan dokter dan menyuruh beberapa pekerjanya mengambilkan Oksigen.

“Ige… na.. ttaemuniya? (Apa ini.. karenaku?)” Batin Sooyoung dengan perasaan bersalah.

“Sooyoung-ssi, kau tidak perlu khawatir, terkadang dia memang seperti ini jika terlalu lama berada di luar ketika malam hari” ucap Yongnam yang sejak tadi memang berdiri di sampingnya. Dia tahu jika saat ini Sooyoung menyalahkan dirinya sendiri atas pingsannya Yongguk.

Sooyoung menoleh pada Yongnam dengan ekspresi sendu, “Tapi.. sebelum dia berbicara denganku.. dia.. baik-baik saja” ucap Sooyoung yang sepertinya tetap merasa tidak enak.

Yongnam terdiam sejenak, tapi setelah itu dia tersenyum lembut pada Sooyoung. “Anhiya.. dia hanya-“

“Nam-a, sebaiknya… kita memberitahu Sooyoung yang sebenarnya” ucap Natasha yang ternyata sudah selesai mencari bantuan.

Sooyoung sendiri terlihat menoleh pada Natasha dengan ekspresi terkejut. “Apa yang dia maksud ‘sebenarnya’?”

“Yongguk tidak akan menyukai hal itu” tolak Yongnam seolah dia sudah paham.

“Tapi Sooyoung akan terus merasa bersalah jika dia tidak mengetahuinya” sanggah Natasha.

“Noona-“

“Nan- nan gwaenchana…, jika.. Yongguk tidak ingin aku mengetahuinya.. maka.. kalian tidak perlu memberitahuku” sahut Sooyoung.

Natasha menatap Sooyoung dengan ekspresi heran, “Kau.. sungguh tak ingin mengetahuinya?”

Sooyoung menarik nafas dalam, “Jika itu yang Yongguk-ssi inginkan.. maka jawabanku adalah iya” ucap Sooyoung yakin. Dan Natasha maupun Yongnam hanya mengangguk paham mendengarnya.

“Sooyounga..” Lalu sebuah panggilan dari arah pintu membuat semua orang menoleh. Dan ternyata dia adalah Tiffany.

“Oh.. Fanny-a? w.. waegurae?” Tanya Sooyoung yang sekarang berusaha untuk bersikap biasa.

“Eum.. Taeyeon.. sudah menelponku, apa.. kau.. masih lama?” Tanya Tiffany sedikit ragu. Sesaat dia melirik Yongguk yang belum juga sadarkan diri.

“Aa.. aku..” Sooyoung terlihat bingung. Sebenarnya dia merasa tidak enak meninggalkan Yongguk yang sudah pingsan karenanya, tapi waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari dan Manager Soshi tentu saja akan marah jika mereka mengetahuinya.

“Pulanglah Sooyoung-ssi, ini sudah malam, kalian bisa di marahi jika ketahuan pergi di waktu yang selarut ini” ucap Natasha sambil tersenyum tipis.

“Aaa.. n..nde.., keundae.. tolong sampaikan permintaan maafku padanya setelah dia sadar” ucap Sooyoung sambil membungkuk sopan pada Yongnam dan Natasha.

Yongnam membuang nafas panjang, “Sooyoung-ssi.. aku.. akan menyampaikannya.. tapi.. tapi aku harap kau menghilangkan rasa bersalahmu itu setelah kau keluar dari tempat ini, eoh?” mohon Yongnam.

Dan Sooyoung hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.

“Kalau begitu.. aku permisi” pamit Sooyoung sambil kembali membungkuk pada dua kakak Yongguk itu.

“Fanny-ya..” panggil Sooyoung pada yeoja yang sekarang sedang menyetir di sampingnya.

“Eum? Wae?” Tanya Fanny tanpa menoleh.

“Kau akan merahasiakan masalah Yongguk tadi kan?” Tanya Sooyoung memastikan.

Tiffany tersenyum, “Tentu saja, aku paham jika mengidap sebuah penyakit adalah sesuatu yang tidak mengenakan, apalagi jika dia adalah seorang idol” ucap Tiffany seolah paham.

Sooyoung tersenyum sambil mengangguk pelan, “Keuremyeo.., dia pasti sangat tersiksa” gumam Sooyoung dengan wajah sendu. Sesaat, dia kembali teringat ketika Yongguk kembali collaps di depan matanya. Meski dia tidak bisa benar-benar merasakannya, tapi Sooyoung tahu jika yang dirasakan Yongguk saat itu pasti sangat menyakitkan.

“Kau mengkhawatirkannya?” Tanya Tiffany saat dia menyadari jika Sooyoung diam dan melamun.

Sooyoung membuang nafas panjang, “Hmm.. molla..” jawab Sooyoung yang sepertinya juga bingung.

Tiffany melirik Sooyoung dengan ekspresi heran, “Kau.. tidak menyukainya kan?” Tanya Tiffany memastikan.

Biasanya, Sooyoung langsung menjawab ‘Tidak!’ untuk pertanyaan itu, tapi kali ini Sooyoung malah kembali membuang nafas. “Aku harap begitu..” jawabnya lirih.

Tiffany cukup terkejut mendengarnya, “Ss.. Sooyoungie, kau.. sepertinya… sedang goyah” tebak Tiffany.

“Aku harap.. takdir tidak lagi mencoba untuk mempertemukan kami, kau tahu? aku juga lelah.., aku.. juga ingin menjadi kekasih yang setia” gumam Sooyoung.

Tiffany terdiam beberapa saat. Dia tahu.. menyukai seseorang bukanlah sebuah kesalahan, terkadang.. hal itu datang tanpa bisa diduga, di tolak, ataupun di kendalikan.

“Sepertinya.. kau harus menghindarinya, maksudku.. kau harus berusaha untuk tidak berinteraksi dengannya…, kurasa.. itu adalah cara terbaik.. agar kau bisa mempertahankan hubunganmu dengan Kyungho oppa” ucap Tiffany menasihati.

Sooyoung mengangguk pelan, “Aku.. akan mencobanya, kurasa.. hal itu jugalah.. yang dia inginkan..”

.

–*With You*–

.

“Kudengar.. kemarin.. kau pulang larut malam? Ada apa? Bukankah kau tidak ada jadwal?” Tanya Kyungho pada yeoja yang sedang duduk di depannya. Yeoja itu terlihat sibuk memilih menu yang ingin ia makan hari ini.

Sooyoung mengangkat wajahnya dengan ekspresi sedikit terkejut, “Aaa.. itu.. aku.. menemani Tiffany memasang tattoo” ucap Sooyoung mencoba jujur.

Kyungho terlihat sedikit terkejut, “Tattoo? Kau juga?” Tanya Kyungho.

Sooyoung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Nan anhiya, aku tahu jika kau membenci hal semacam itu kan?” ucap Sooyoung.

Mendengar hal itu- Kyungho membuang nafas lega, “Aaahh.. aku kira kau melupakannya, syukurlah! Lagipula hal semacam itu hanya akan membuatmu terlihat buruk” ucap Kyungho dengan ekspresi tak suka.

Sooyoungpun terdiam saat dia merasa kurang setuju dengan statement namja didepannya itu, “Keundae oppa, kau juga pernah bilang kan? baik buruknya seseorang tidak di lihat dari penampilan tapi dari hati” ucap Sooyoung mengingatkan.

Kyungho menatap Sooyoung heran, “Sejak kapan kau menganggap jika bertattoo itu hal baik? Tattoo hanyalah salah lambang dari suatu kedepresian” ucap Kyungho yang sepertinya tidak mau kalah.

Sooyoung kembali terdiam saat dia mendengar kata ‘depresi’ disana. Entah kenapa.. dia malah teringat oleh Yongguk. Dia tahu betul jika leader B.A.P itu mempunyai cukup banyak tattoo di tubuhnya.

“Aku.. bukan bermaksud mengatakan jika tattoo itu baik, tapi memandang mereka dengan sebelah mata juga tidak benar Oppa! kita tidak tahu.. apa yang sudah mereka lalui.. hingga mereka sampai melampiaskan semua itu dalam bentuk tattoo” ucap Sooyoung yang ternyata juga tidak mau diam begitu saja.

Kyungho melipat kedua tangannya di dada, lalu di tatapnya yeojachingunya itu dengan ekspresi curiga. “Ada apa denganmu? Tidak biasanya.. kau berdebat denganku seperti ini? apa.. ada seseorang yang sedang kau bela? Seseorang yang bertattoo?” Tanya Kyungho yang sepertinya mulai menyadari keanehan Sooyoung.

Sooyoung tentu saja langsung diam. Dia tidak tahu jika Kyungho bisa secerdik dan setajam itu dalam membaca sikapnya.

Anhi.. Hanya saja.. kau sedikit berbeda Oppa, kau.. sekarang.. sering menganggap segala hal yang tidak kau suka sebagai sesuatu yang buruk dan salah” ucap Sooyoung jujur.

Kyungho terlihat mendengus dengan senyuman remeh. “Aku memang seperti ini Sooyounga.., jika diantara kita ada yang berubah.. maka orang itu adalah kau, kaulah yang berubah menjadi lembek dan tidak konsisten” ucap Kyungho frontal.

Sooyoung mengernyit, “Mwo? Tidak.. konsisten?” Tanya Sooyoung sedikit tak terima.

“Eoh! Aku tahu Sooyounga, aku tahu jika saat ini.. perasaanmu sedang goyah.., aku tahu.. jika perasaanmu padaku.. semakin.. dan semakin berkurang” ucap Kyungho dengan begitu yakin.

Sooyoung memutar bola matanya dengan ekspresi malas, “Kenapa kau selalu menyalahkanku? Kenapa-“

“Lalu.. apa aku harus menyalahkan Yongguk atas perubahan sikapmu ini?” sahut Kyungho yang tiba-tiba saja kembali mengungkit masalah Yongguk.

Sooyoung mendengus geram, “Kenapa kau selalu mengungkit dia disaat aku tidak pernah sedikitpun menyinggung tentangnya?” Tanya Sooyoung tak habis pikir.

“Karena kenyataannya.. hubungan kita jadi berubah.. setelah dia mengungkapkan perasaannya padamu” ucap Kyungho dengan begitu yakin.

Sooyoung terperangah beberapa saat. Dia sungguh tak percaya jika Kyungho bisa semudah itu menyalahkan Yongguk. Dia bahkan masih ingat ketika leader B.A.P itu menolak ajakan pertemannya karena dia sudah memiliki pacar.

“Kau tahu oppa? Jika ada seseorang yang membuatku berubah.. maka orang itu adalah kau, karena sikap possesifmu yang konyol inilah.. yang akhirnya membuatku jadi tidak konsisten dan mudah goyah!” ucap Sooyoung dengan nada sebiasa mungkin, yaaa meski jauh dalam hati.. dia benar-benar kesal dengan namjachingunya itu.

“Sudahlah.. sebaiknya aku pergi saja!” ucap Sooyoung lalu berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Kyungho.

.

.

Sooyoung berhenti melangkah ketika dia melihat sesuatu yang aneh dengan pintu apartmentnya.

“Eh? Kenapa.. pintuku terbuka?” gumam Sooyoung dengan wajah panik ketika dia menyadari jika pintu tersebut ternyata tidak terkunci. Dengan tergesa-gesa, Sooyoungpun masuk kedalam untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

“Oh? Sooyounga.. kau sudah pulang?” dan ketika tiba di depan meja makan, Sooyoung melihat Soojin sedang memasak sesuatu di dapur.

“Unnie, kenapa kau kesini?” Tanya Sooyoung bingung.

“Oh.. malam ini aku ada janji di restaurant yang berada tak jauh dari sini, makanya aku mampir sebentar untuk memasak sesuatu untukmu” jelas Soojin tanpa melepaskan pandangannya dari masakan yang sedang ia buat.

“Lalu kenapa kau tidak menutup pintunya?” Tanya Sooyoung lagi.

Soojin membalikan badan dengan wajah terkejut, “Apa aku tidak menutupnya?” Tanya Soojin balik.

Mendengar hal itu, Sooyoung tentu saja mendengus kesal. “Unnie! Kau membuat masalah, kau tahu?!” ucap Sooyoung dengan ekspresi sedikit jengkel.

Wae? Apa disini banyak pencuri?” Tanya Soojin dengan wajah panik.

“Suri! Dia pasti mencoba untuk keluar setiap pintu apartmentku terbuka!!”

“Suriya! Surriya! Eodini?” Sooyoung terus memanggil nama salah satu anjingnya yang ternyata memang menghilang. Dia sudah memeriksa setiap lorong, tangga darurat, dan juga balkon di apartmentnya, tapi anjing kesayangannya itu tak kunjung ia temukan.

“Suriya!” panggil Sooyoung lagi ketika dia telah memasuki area taman. Untung saja saat ini masih jam kerja, jadi taman di depan apartementnya itu tidak terlalu ramai.

“Aishh jinjja! Anjing itu benar-benar nakal!” keluh Sooyoung ketika dia berhenti sejenak untuk beristirahat.

“Aku harus menemukannya agar aku bisa segera makan!” ucap Sooyoung setelah perutnya kembali berbunyi dan meminta untuk segera diisi. Dengan tenaga yang tersisa, Sooyoungpun kembali melangkah dan mencari anjingnya.

‘Dap.. dap.. dap..’ – Sooyoung memperlambat langkahnya ketika dia melihat seseorang sedang berlutut didepan seekor anjing yang sangat familiar baginya.

“Eoh? Bukankah.. itu..” – Benar! Anjing itu adalah Suri. Tapi Sooyoung tidak bisa mengenali orang tadi karena saat ini dia sedang membelakangi Sooyoung. Sekarang, yang bisa Sooyoung lihat adalah.. orang bertopi itu membelai Suri dengan lembut dan dia juga mencoba memperkenalkan anjing yang ia bawa pada anjing Sooyoung.

Bukan takjub atau apa, tapi sejujurnya.. saat ini Sooyoung merasa sedikit curiga. Bagaimana tidak? Anjing-anjing peliharaannya termasuk hewan yang tidak bisa begitu saja disentuh orang asing. Bahkan Kyungho-pun belum bisa menaklukan beberapa dari mereka.

Lalu pertanyaan Sooyoung adalah.. siapa orang ini?

“Su.. Suriya~” Panggil Sooyoung dengan sedikit berhati-hati. Jauh di dalam hati, dia sudah bersiap untuk lari jikalau orang yang sedang memegang Suri itu ternyata adalah Sasaeung fans atau Hatersnya.

“Wuukk wwuukk!” Dan benar saja, mendengar sang pemilik memanggilnya, Suripun segera berlari menghampiri Sooyoung yang saat ini sudah berjongkok dan siap menangkapnya.

“Aigoo Suriya! Kenapa kau keluar rumah sembarangan?! Kau membuatku khawatir!” omel Sooyoung sambil memeluk Suri dengan gemas. Dia bahkan sampai lupa jika saat ini ada seseorang yang sedang menatap kearahnya.

“Dia anjingmu?” – Tanya orang itu sehingga Sooyoung tersadar dan mengangkat wajahnya.

‘DEG’ – Dan mata Sooyoung langsung melebar ketika dia melihat seorang namja tinggi sedang berdiri beberapa langkah di depannya dengan ekspresi datar.

“Yong.. guk.. ssi?” Panggil Sooyoung dengan sedikit ragu. Sepertinya dia masih sedikit trauma dengan kejadian ketika dia salah memanggil Yongnam dengan Yongguk dan juga sebaliknya.

Tapi sepertinya kali ini Sooyoung benar, sepertinya orang itu adalah Yongguk. Karena jika namja itu adalah Yongnam, dia pasti sudah melemparkan senyumannya pada Sooyoung.

“Jadi namanya Suri?” Tanya Yongguk sambil berjalan menghampiri Sooyoung. Entah saat ini Yongguk sedang lupa ingatan atau apa, tapi Sooyoung dibuat sedikit bingung karena namja itu tiba-tiba saja ikut berlutut di depannya dengan senyuman tipis.

“Aa.. ah ne..” Jawab Sooyoung sedikit ragu. Sepertinya dia masih tidak percaya jika Yongguk bisa tersenyum seperti itu. Meski begitu.. ada perasaan bahagia ketika dia melihatnya.

“Tiger-a, sekarang kau bisa memanggilnya dengan nama Suri” ucap Yongguk sambil membelai anjingnya yang saat ini sedang bermain-main dengan Suri.

“Aaa.. Jadi anjingmu bernama Tiger?” Tanya Sooyoung sambil menatap Tiger dengan senyuman tipis.

“Eum” Jawab Yongguk sambil beralih membelai Suri yang sekarang berputar-putar di kakinya dengan sedikit manja.

“Tiger-ie annyeong ^^” sapa Sooyoung sambil mengulurkan tangannya untuk membelai anjing Yongguk itu.

Aiigoooo kiyeoowoo..” Puji Sooyoung gemas saat Tiger terlihat jinak dan sama sekali tidak takut pada Sooyoung.

Dan kali ini, Yongguklah yang dibuat terdiam oleh senyuman Sooyoung. Dia tidak tahu jika senyuman Sooyoung akan terlihat semanis itu jika di lihat dari dekat.

Oh iya! – Setelah teringat sesuatu, Sooyoungpun kembali mengangkat wajahnya agar dia bisa menatap Yongguk. Tapi sepertinya dia membuat namja itu terkejut. Buktinya Yongguk langsung memudarkan senyumannya yang beberapa saat lalu masih sempat Sooyoung lihat.

“Aahh.. Keurigo.. Yongguk-ssi.. Gomawo, karenamu.. Suri tidak pergi terlalu jauh” ucap Sooyoung sambil menmbungkuk sopan pada Yongguk.

“Eo.. eoh.. aku.. aku hanya.. tidak sengaja menghentikannya.. karena dia terlihat sangat akrab dengan Tiger” jelas Yongguk yang mencoba untuk bersikap biasa. Jauh didalam hati, dia berharap Sooyoung tidak akan salah paham terhadap senyumannya tadi.

Jinjja? Suri-ya, apa jangan-jangan kau selalu bertemu Tiger ketika kau berhasil melarikan diri dari rumah?” Tanya Sooyoung pada anjingnya yang sekarang sedang berada di gendongan Yongguk.

Yongguk tersenyum tipis mendengarnya, “Suri-ya.. jadi kau suka kabur dari rumah eoh? Sepertinya kau cukup nakal yaa..” sambung Yongguk yang ternyata ikut memarahi Suri dengan nada yang sedikit berbeda. Dan entah kenapa.. Sooyoung kembali tersenyum melihatnya.

.

.

“Mian”- Sooyoung yang sejak tadi sibuk membelai Suri, kini menoleh pada Yongguk yang tiba-tiba saja melemparkan permintaan maaf padanya.

“Ne?” Tanya Sooyoung bingung.

Yongguk menghela nafas, “Mian.. atas kejadian di tempat Noonaku beberapa hari lalu” jelas Yongguk sambil menoleh sekilas.

Beberapa saat, Sooyoung hanya bisa terdiam. Dia berusaha mencari jawaban yang tepat agar perdebatan mereka tidak terulang kembali.

“Mmm.. Gwaen..gwaenchana.. aku.. akan menganggap.. jika saat itu.. kau tidak mengatakan apa-apa padaku” ucap Sooyoung sambil tersenyum tipis dan bersikap biasa.

Mendengar hal itu, Yongguk malah tersenyum tipis sehingga Sooyoung sedikit bingung melihatnya.

“Aku bukan minta maaf atas ucapanku waktu itu” Ucap Yongguk mencoba mengklarifikasi. Dan entah kenapa Sooyoung sedikit tersentak mendengarnya. Jadi.. dia tidak menyesal sudah mengatakan semua itu?

“Aku minta maaf.. karena.. kau harus melihatku seperti itu lagi, aku yakin.. hal itu membuatmu merasa bersalah…” Yongguk kembali angkat bicara karena Sooyoung tidak memberi tanggapan apapun.

“Terlepas dari perbincangan kita saat itu, yang terjadi padaku.. benar-benar bukanlah kesalahanmu” sambung Yongguk.

“Sejujurnya.. itu semua.. hanyalah efek dari ketakutanku” Ucapnya lagi.

Sooyoung pun menoleh pada Yongguk dan menatap namja itu untuk beberapa saat.

“Apa.. yang membuatmu.. takut?” Tanya Sooyoung yang akhirnya berani angkat bicara.

Mendapat pertanyaan itu, Yongguk terlihat menunduk dan menatap minuman kaleng yang sedang ia pegang.

“Aku takut.. jika kau.. menjadi takut padaku” Jawab Yongguk jujur.

“Aku takut.. kau membenciku.. dan menganggapku seperti monster..“ Lanjut Namja itu dengan senyuman miris.

Sooyoung terdiam. Sungguh, saat ini dia seperti melihat Yongguk yang lain. Namja yang biasanya terlihat dingin dan tertutup itu.. sekarang berbicara dengan siratan kepedihan di matanya.

Setelah berfikir untuk beberapa saat, Sooyoung akhirnya tersenyum seolah dia sudah menemukan sebuah jawaban.

“Mana mungkin aku takut pada seseorang.. yang Suri sendiri saja.. terlihat begitu menyukai dia” ucap Sooyoung dengan senyuman tipis. Ketika mengatakannya, dia mengangkat tubuh Suri yang sejak tadi berada di pangkuannya.

Yongguk terhenyak. Dia menatap lurus kearah Sooyoung yang masih tersenyum lembut padanya. Sejujurnya.. dia benar-benar tersentuh oleh jawaban simple Sooyoung yang terasa begitu hangat di hatinya.

“Sebaik apapun seseorang.. dia tetaplah mempunyai sisi buruk, dan sebaik-baik dari mereka adalah.. yang menyadari dan mau berusaha untuk memperbaiki” ucap Sooyoung yang memang mencoba memahami keadaan Yongguk saat ini.

Yongguk menyipitkan matanya karena saat ini- Sooyoung terdengar seperti psikolog.

Ww.. waeguraeyo?” Tanya Sooyoung gugup karena Yongguk menatapnya dengan tatapan yang terasa sedikit aneh.

“Sooyoung-ssi.. Apa mungkin.. kau.. sudah tahu penyakitku?” Tanya Yongguk dengan ekspresi curiga.

Sooyoung menggeleng, “Anhiyo..” Jawabnya dengan cepat.

Anhiyo? Jadi .. kakakku sungguh tidak mengatakannya padamu?” Tanya Yongguk lagi.

“Akulah.. yang tidak ingin mengetahuinya” Jawab Sooyoung jujur. Dan Yongguk tentu saja bingung dan langsung memiringkan kepalanya.

Wae?” Tanya Yongguk tak mengerti.

Sooyoung ikut memiringkan kepalanya dengan ekspresi serupa, “Bukankah itu yang kau inginkan?” Tanya Sooyoung balik.

‘DEG’ – Yongguk langsung diam dan tidak bisa menjawab.

“Kau tadi bilang.. kau tidak meminta maaf untuk ‘perkataanmu’ waktu itu, itu berarti.. kau serius dan tidak menyesalinya kan?, dan itu berarti.. aku harus bersikap seperti orang asing bagimu, benar kan?”  lanjut Sooyoung.

Yonggukpun semakin terdiam. Dia hanya bisa membuang nafas dan mencoba mencari jawaban untuk pertanyaan Sooyoung barusan. Sejujurnya.. dia sedikit bingung dengan sikap gadis itu. Tadi, dia memberikan kata-kata penyemangat untuk Yongguk layaknya psikolog, tapi sekarang? gadis itu dengan terang-terangan mengaku bahwa dia akan bersikap seperti orang asing. Tentu saja.. dua sikap itu adalah kontradiksi yang siapapun mungkin akan sulit mencernanya.

Eoh,Kurasa.. kau benar, sebaiknya.. memang seperti itu” ucap Yongguk pada akhirnya. Yaa meski jauh di dalam hati, dia sedikit menyesal karena sudah mengklarifikasi permohonan maafnya, tadi.

“Kebetulan sekali kita bisa bertemu disini Yongguk-ssi, kurasa.. ini.. giliranku untuk mengatakan sesuatu padamu” ucap Sooyoung sambil menggeser tubuhnya sedikit sehingga dia berhadapan dengan Yongguk.

Dan Yongguk tentu saja terlihat bingung melihatnya. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tidak enak karena sikap Sooyoung barusan.

“Katakan saja, kali ini.. aku akan mendengarkannya” Ucap Yongguk yang berusaha untuk tetap bersikap biasa.

Sooyoung menunduk sambil menarik nafas dalam, “Begini…”

“Sejujurnya.. aku tidak benar-benar paham dengan maksudmu saat itu, bahkan sampai detik ini.. aku tidak benar-benar paham dengan cara berfikirmu” ucap Sooyoung mencoba untuk jujur. Saat mengatakannya, dia tersenyum tipis.

“Jika boleh jujur, aku benar-benar tersentuh ketika kau menyebutku sebagai salah satu type idealmu, aku juga senang.. karena orang berbakat sepertimulah.. yang mengatakan hal itu”

“Sejujurnya.. aku pernah berharap jika suatu saat.. kita mungkin bisa menjadi teman baik” lanjut Sooyoung masih dengan senyuman di bibirnya.

Yongguk sendiri hanya bisa terdiam ketika jantungnya tiba-tiba saja berdegup kencang. Meskipun dia sering mengalami hal itu, tapi kali ini terasa sangat berbeda, kali ini.. rasa tersebut dibarengi dengan perasaan senang yang menyelimuti hatinya. Sungguh, dia tidak tahu jika Sooyoung akan berkata sejujur itu padanya.

Melihat reaksi Yongguk, Sooyoung tentu saja gugup dan takut jika namja itu akan salah paham terhadap ucapannya.

“Tapi- tapi kau tenang saja Yongguk-ssi, aku.. aku paham jika saat ini.. kau sedang sakit, aku juga paham.. bahwa setiap orang punya cara berfikir sendiri, aku sadar.. kita berdua berasal dari agency yang berbeda, dan aku juga sadar..jika aku.. tidak sepantasnya memberikan perhatian padamu karena aku sudah memiliki namjachingu“ Ucap Sooyoung mencoba mengklarifikasi. Saat mengatakanya, dia tersenyum kikuk karena rasa canggung yang tiba-tiba saja muncul.

Dan Yongguk terlihat kebingungan untuk menanggapinya. Sepertinya pujian Sooyoung tadi masih terngiang di telinganya sehingga dia tidak begitu focus dengan ucapan Sooyoung setelah itu.

“Meski mungkin.. kita akan bertemu tanpa sengaja lagi seperti hari ini, tapi.. aku.. akan berusaha untuk membantumu” Lanjut Sooyoung yang akhirnya kembali bersikap normal.

Yongguk mengernyit, “Mwoga?” Tanya namja itu tak mengerti.

Sooyoung tersenyum sebelum dia menjawabnya, “Bersikap seperti orang asing, Anhi- lebih tepat jika.. aku kembali bersikap seperti orang yang tak mengenalmu” jawab Sooyoung mantab.

‘DEG’ – Yongguk tersentak mendengarnya. Baru juga dia melambung tinggi karena pengakuan Sooyoung tadi, dan sekarang.. dia malah kembali dijatuhkan.

“Jika bersikap seperti orang asing bisa mengurangi beban pikiranmu, jika itu semua bisa membantu kesembuhanmu, maka.. aku akan melakukannya” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

Seakan tersambar petir, tubuh Yonggukpun langsung membeku, matanya bahkan tidak berkedip untuk waktu yang cukup lama.

Membantu.. kesembuhanku.. katanya?

Apa dia.. sedang berbuat baik.. padaku?

Jika iya.. kenapa aku.. tidak suka mendengarnya?

Menyadari jika Yongguk diam dengan ekspresi kosong, Sooyoung tentu saja mengernyit bingung.

“Yong.. Yongguk-ssi? Yongguk-ssi.. Gwaenchanaseyo?” Tanya Sooyoung sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Yongguk.

Dan Yonggukpun tersadar sehingga dia langsung menatap Sooyoung.

“Eoh?” Tanya Yongguk bingung.

Sooyoung memiringkan kepalanya dengan ekspresi bertanya, “Apa kau baik-baik saja? Apa.. apa ucapanku.. membuatmu terkejut?” Tanya Sooyoung sedikit panik.

Yongguk mengangkat kedua alisnya untuk mencerna ucapan Sooyoung. Dan sepersekian detik kemudian, namja itu tertawa sehingga Sooyoung merasa semakin bingung.

W.. wae usseo?” Tanya Sooyoung ketakutan. Sungguh, melihat namja itu tersenyum saja sudah terasa cukup aneh baginya, dan sekarang.. namja itu malah tertawa?

Yongguk menggeleng pelan, “Sooyoung-ssi, sudah dipastikan.. jika kau memang tidak paham dengan ucapanku saat itu” ucap Yongguk disela tawanya. Tanpa dirinya sadari, ada perasaan miris yang terbesit dibalik tawa itu.

Ye?” Tanya Sooyoung tak mengerti.

“Sudahlah.. akan lebih baik jika itulah kesimpulanmu” ucap Yongguk pada akhirnya.

Sooyoung mendengus karena dia masih merasa penasaran. Tapi tidak! jika keputusannya adalah bersikap seperti orang asing, maka tidak seharusnya dia bertanya lebih.

“Hmm.. kalau begitu.. aku permisi Yongguk-ssi” Pamit Sooyoung sambil beranjak berdiri.

“Semoga.. kau cepat sembuh ^^” Lanjut yeoja itu sambil membungkuk sopan- sebelum akhirnya dia melangkah pergi.

Yongguk sendiri terlihat hanya diam. Dia tidak balas membungkuk atau mengatakan apapun. Yang dia lakukan hanyalah menatap Sooyoung yang semakin lama semakin menjauh dari tempat dia duduk saat ini.

“Hufffttt~” Mencoba mengendalikan perasaan, Yonggukpun membuang nafas panjang sambil mengusap dadanya yang mulai terasa sesak.

Sooyoung memang benar, cara berfikir Yongguk memang sulit di pahami. Tapi bersikap saling tidak mengenal bukanlah hal yang Yongguk inginkan. Sejujurnya.. dia juga ingin dekat dengan Sooyoung. Setidaknya.. dia bisa menjadi seseorang yang Sooyoung kenal.

.

–*With You*–

.

@MBC Building

“Ya Sooyounga.. nanti setelah acara ini selesai, temani aku membeli soju, eoh?” ajak Yuri pada yeoja yang berjalan disampingnya. Sooyoung yang sedang sibuk membalas pesanpun hanya mengangguk meski dia tidak benar-benar paham dengan maksud Yuri.

Menyadari hal itu, Yuri mendengus pelan, “Ya.. kau sedang bicara dengan siapa sih? Kenapa serius sekali?” Tanya Yuri penasaran. Sekilas dia melirik layar ponsel Sooyoung untuk menghilangkan rasa keingintahuannya.

Dan setelah melihat nama [Minho] disana, Yuri pun langsung tersenyum miris.

“Hubungan kalian sepertinya semakin dekat ya” sindir Yuri.

Menyadari jika ada nada yang tidak mengenakan, Sooyoungpun menurunkan ponselnya dan menoleh pada Yuri.

“Eyyy.. kenapa kau bicara begitu? Kami itu sibling, kau tahu kan? Choi sibling!” ucap Sooyoung meyakinkan Yuri.

“Sepasang sahabat yang saling jatuh cinta selalu bicara seperti itu pada awalnya” ucap Yuri menyangkal.

Mendengar kata ‘saling jatuh cinta’ tentu saja membuat tawa Sooyoung pecah. Dengan gemas, diapun merangkul Yuri.

“Ya! Yahahahaha! apa maksudmu saling jatuh cinta? Kau pikir aku akan setega itu merebut namja yang sudah lama disukai sahabatku? Aeeehh Kwon Yuri! makanya.. berhentilah berputus asa dan lakukan sesuatu agar kau tahu bagaimana perasaannya!” ucap Sooyoung mencoba menghibur gadis manis itu.

Yuri kembali mendengus dan melepaskan rangkulan Sooyoung dengan kesal, “Ishh kenapa jadi kau yang meledekku!” ucap Yuri sambil mempercepat langkah kakinya.

“Cihhh gadis ini benar-benar” Gumam Sooyoung sambil tersenyum lebar melihat perubahan sikap si Black Pearl itu.

Sooyoungpun berlari kecil agar dia bisa mengejar sahabatnya itu, “Aiigooo Kwon Yuri~ aku bukan meledekmu, aku bicara kenya-“ Belum juga berhasil menyejajarkan langkah Yuri, Sooyoung menghentikan ucapannya dan nyaris berhenti karena dia melihat dua orang namja berjalan dari arah berlawanan.

“Sial, kenapa ini terjadi lagi? Kenapa kami harus bertemu lagi?!” Batin Sooyoung sedikit kesal. Meski begitu, jantungnya terasa berdetak lebih kencang ketika dia melihat namja itu.

Benar, Bang Yongguk.

Namja itu berjalan dari arah berlawanan bersama Daehyun. Keduanya terlihat berbincang dan kemungkinan tidak menyadari jika dia, Yuri, Seohyun dan Taeyeon berada 10 meter di depan mereka. Sepertinya mereka baru saja selesai mengisi acara di sebuah radio dimana Sooyoung dan ketiga temannya diundang untuk mengisi acara selanjutnya.

“Jika bersikap seperti orang asing bisa mengurangi beban pikiranmu, jika itu semua bisa membantu kesembuhanmu, maka.. aku akan melakukannya”

 “Kau bilang kau ingin menjauhiku, kau harusnya menepati janjimu”

Mengingat percakapan terakhirnya dengan Yongguk, Sooyoungpun segera tersadar.

Benar! apapun yang terjadi- aku harus menepati janjiku dan bersikap dingin seperti yang biasanya dia lakukan!

GREB – “Yuriya apa kau marah?“ Panggil Sooyoung sambil memeluk tubuh Yuri dari belakang.

“Anhiyo!” sangkal Yuri dengan nada yang masih ketus. Dia bahkan tidak membalas Daehyun dan Yongguk yang membungkuk sopan pada keempat member SNSD. Sama seperti Sooyoung.

“Aiigoo.. apa kau mau ikut denganku untuk menemuinya? Kurasa dia akan suka” bisik Sooyoung dengan senyuman menyeringai. Sebisa mungkin dia bersikap ceria dan hanya focus pada Yuri sehingga ketika Yongguk benar-benar bepapasan dengannya, dia tidak peduli.

[Other Side]-

“Yuriya apa kau marah?“ – Seorang gadis tinggi terlihat memeluk temannya dari belakang ketika Yongguk berpapasan dengan grup senior, Girls Generation.

Meski saat ini dia sedang berbicara dengan Daehyun, tapi dia bisa melihat setiap gerak-gerik gadis bernama Sooyoung itu dengan matanya yang tajam.

Sebenarnya, Yongguk malas berada di situasi seperti ini. Tapi karena saat ini dia hanya bersama dengan Daehyun, diapun harus menyapa SNSD maupun grup lain dengan benar demi nama baik B.A.P.

Jika biasanya dia dan Sooyoung selalu melakukan kontak mata meskipun itu hanya beberapa detik, tapi kali ini tidak. Sebisa mungkin dia segera menoleh sepersekian detik setelah dia selesai menyapa SNSD.

‘Sheeet~’ – Dan ketika keduanya berpapasan, mereka berhasil bersikap acuh layaknya dua orang asing yang tak saling mengenal.

Daehyun mengernyit ketika dia merasa sedikit aneh dengan hal itu. Bagaimana tidak? beberapa hari yang lalu Himchan bercerita jika Yongguk ‘mulai dekat’ dengan Sooyoung, jadi dia mengira jika Yongguk dan Sooyoung akan saling menyapa atau setidaknya saling melempar senyum.

“Hyung.. kenapa kau tidak menyapa Sooyoung sunbaenim?” Tanya Daehyun ketika dia dan Yongguk sudah berjalan cukup jauh dari rombongan member SNSD.

“Kau tidak lihat? Aku ikut membungkuk tadi” ucap Yongguk yang berusaha bersikap biasa.

“Anhi.. maksudku.. Himchan Hyung bilang.. dia pernah menolongmu kan?” Tanya Daehyun lagi.

“Eoh.., lalu.. apa kami harus saling menyapa karena hal itu?” Tanya Yongguk balik.

“Yongnam Hyung bilang dia datang ke tempat Natasha Noona dan berbicara denganmu, bukankah itu berarti kalian seharusnya bersikap lebih akrab?” Tanya Daehyun lagi.

Yongguk tersenyum tipis, “Kami sudah memutuskan untuk bersikap seperti dua orang yang tidak saling mengenal” Jelas Yongguk mencoba jujur.

Tapi sepertinya hal itu membuat Daehyun cukup terkejut, “Jinjjayo? Waeyo? Bukankah hari ini adalah hari terakhirmu?” Tanya sang lead vocal B.A.P itu sembari mengingatkan.

Mendengar perkataan Daehyun barusan- Yonggukpun terdiam beberapa saat. Benar, hari ini adalah hari terakhir.

“Hyung.. aku memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi bukankah lebih baik jika kau bicara dengannya? Setidaknya.. meski hanya sekali? Aku dengar.. dia masih belum tahu penyakitmu” tutur Daehyun mencoba memberi saran.

Yongguk menarik nafas sebelum dia mengatakan sesuatu pada dongsaengnya itu.

“Lebih baik.. kami tetap seperti ini, .. jika aku bicara dengannya.. aku mungkin akan kembali ragu dengan keputusanku” ucap Yongguk dengan ekspresi yang begitu serius.

“Lagipula.. akhir-akhir ini dia menjadi kesusahan karenaku, dan dia pasti juga merasa tidak nyaman” Lanjut Yongguk.

Daehyunpun hanya bisa terdiam. Sejujurnya dia belum pernah melihat Yongguk seperti ini karena seorang yeoja -mengingat jika dia bergabung dengan B.A.P beberapa bulan sebelum mereka debut. Hal terakhir yang dia tahu adalah Yongguk membuat lagu ‘I remember’ untuk mantan pacarnya dan itupun sudah sekitar 5 tahun yang lalu.

Jauh di dalam hati, Daehyun ikut merasa sakit melihat keadaan Yongguk saat ini. Leadernya itu sudah mengalami banyak masalah karena TS, B.A.P, dan juga penyakit yang ia derita. Dan sekarang.. Hyung yang ia kagumi itu juga harus merasakan hal seperti ini karena yeoja yang ia kagumi.

“Jangan menangis, Aku baik-baik saja hahaha” ucap Yongguk sambil tertawa kecil. Sepertinya dia menyadari jika member tercengeng B.A.P itu merasa sedih karenanya.

Hyung.. mian, selama ini aku tidak bisa membantumu” ucap Daehyun dengan ekspresi menyesal.

Yongguk tersenyum sambil merangkul Daehyun, “Apa maksudmu tidak membantu? Keberadaan kalianlah yang menjadi sumber kekuatanku, dan aku yakin.. kau bisa membantu Himchan ketika dia mengantikanku” Ucap Yongguk sambil merangkul membernya itu penuh kasih sayang. #DuhJiwaShipperku

.

.

Taeyeon berjalan cepat menuju ruang istirahat SNSD karena dia yakin- ketiga membernya sudah tidak sabar untuk segera pulang.

‘Tap!’ – Lalu langkah gadis pendek itu berhenti ketika dia melihat seorang namja sedang berdiri di depan pintu ruang istirahat yang memang sudah disediakan untuk grupnya.

“Bukankah.. itu.. Himchan?” Batin Taeyeon. Sejujurnya.. dia cukup terkejut melihat Visual B.A.P itu disana.

“Apa yang dia lakukan disana? Apa.. jangan-jangan.. dia mencariku?” batin Taeyeon penasaran. Namun jauh di dalam hati, dia juga merasa senang.

Dengan langkah ragu, Taeyeonpun berjalan mendekat. “Himchan-ssi?”  Panggil Taeyeon sedikit ragu.

Tapi sepertinya dia benar, buktinya namja yang memang adalah Himchan itu langsung menoleh dengan ekspresi terkejut. “Oh.. Sunbaenim Annyeonghaseyo” sapa Himchan sambil membungkuk sopan.

“Ah Ne, Annyeonghaseyo, emmm.. apa.. yang kau lakukan disini? Apa kau mencari seseorang?” Tanya Taeyeon penasaran.

“Aaa.. itu.. apa Sooyoung-ssi ada?” Tanya Himchan to the point. Dari ekspresi wajahnya, dia terlihat cukup serius.

Taeyeon sendiri langsung terdiam mendengar nama itu. “Kenapa dia mencari Sooyoung? Bukankah ideal typenya adalah aku?” Batin Taeyeon bingung.

“Apa dia sudah pergi?” lanjut Himchan ketika Taeyeon tak kunjung memberi jawaban.

Taeyeonpun tersadar dan kembali menoleh pada namja di depannya itu. “Sooyoung? Aaa.. aku tadi pergi cukup lama jadi aku tidak tahu.., tapi kurasa.. dia belum pergi..” ucap Taeyeon sedikit terbata.

Ekspresi Himchan terlihat berbinar, “Aaa..Jinjja? Keureom.. bisakah aku bertemu dengannya?” Tanya Himchan penuh harap.

“Aaa.. tunggulah disini, biar aku panggilkan” ucap Taeyeon pada akhirnya.

[Beberapa saat kemudian]

Taeyeon keluar dari ruangannya dengan ekspresi tidak enak.

“Emm.. Himchan-ssi Mianhae, ternyata Sooyoung baru saja pergi bersama Yuri..” ucap Taeyeon merasa bersalah.

“Aaa.. Gwaenchana gwaenchana.., keureom.. Apa aku boleh meminta nomer teleponnya?” Tanya Himchan sedikit ragu.

Dan pertanyaan itu tentu saja membuat Taeyeon menaikan kedua alisnya, “Setelah mencarinya, sekarang dia malah meminta nomernya? Padaku? lucu sekali” Batin Taeyeon sedikit kesal.

“Eumm.. Mianhae Himchan-ssi, aku tidak tahu apa Sooyoung akan menyukai hal ini, kau tahu kan? aku tidak bisa menyebarkan nomer memberku begitu saja” ucap Taeyeon yang berusaha untuk tetap bijak dan menjaga privasi membernya.

Himchan terdiam sejenak sebelum akhirnya dia tertawa kecil, “Ahhahaha Mian, Seharusnya aku memahami hal itu..” ucap Himchan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Eumm.. kalau begitu.. apa aku bisa meminta nomermu Sunbaenim?” Lanjut Himchan dengan begitu yakin.

Mata Taeyeon membulat, “Ne?” Tanya yeoja pendek itu dengan ekspresi sedikit terkejut.

Menyadari respon tersebut, Himchan tentu saja berubah menjadi gugup. “Aa.. aku.. aku tidak bermaksud apapun, aku.. hanya.. aku hanya ingin meminta bantuanmu.. agar aku bisa bicara dengannya” Ungkap Himchan mencoba mengklarifikasi.

Dan ekspresi Taeyeon pun kembali seperti semula, Dasar Bodoh! tentu saja itu untuk Sooyoung!

“Aaa.. ahahaha ten.. tentu saja..” ucap Taeyeon pada akhirnya.

.

.

Sooyoung dan Yuri berjalan ke tempat parkir karena mereka berencana pergi ke suatu tempat tanpa satupun manager.

“Oh Sooyounga.. Sooyounga.. bukankah itu Yongguk?” bisik Yuri sambil menyenggol lengan Sooyoung beberapa kali.

Mwo?” Sooyoung yang tidak menyadari hal itu tentu saja merasa cukup terkejut. Dengan cepat, diapun mencari sosok yang Yuri bicarakan itu.

DEG! – Benar saja, ketika Sooyoung benar-benar menoleh kedepan- dia melihat seorang namja sedang bersandar pada dinding yang ada di lorong itu. Namja tinggi itu terlihat diam dengan tatapan lurus kebawah. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.

Apa ini? kenapa dia disana?” Batin Sooyoung sedikit heran.

“Apa yang dia- Ommo.. Apa jangan-jangan.. dia sedang menunggumu Sooyounga” bisik Yuri dengan ekspresi berbinar.

Sooyoung mendengus, “Tidak mungkin, pasti dia sedang menunggu member B.A.P yang lain” sangkal Sooyoung dengan ekspresi datar.

“Tapi dia terus menatapmu Syong” Ucap Yuri yang masih merasa yakin dengan dugaannya.

Sooyoung mengernyit dan kembali melirik kearah Yongguk yang ternyata memang sedang menoleh ke arahnya. Bahkan untuk beberapa saat, mata mereka saling bertemu.

“Aaa apa aku pergi duluan saja?” Tanya Yuri mencoba memahami situasi yang akan ia hadapi.

Sooyoung menoleh dengan cepat, “Ya Hajima! Apapun yang terjadi aku akan pergi bersamamu!” ucap Sooyoung sambil merangkul lengan Yuri erat-erat.

“Lalu bagaimana jika-“

“Sudahlah, bersikaplah seolah kita tidak melihatnya!” bisik Sooyoung sambil mempercepat jalannya meski jaraknya dengan Yongguk hanya tinggal beberapa langkah lagi.

Mwo? Waeyo? Mwosuniriseoyeo?” Tanya Yuri heran. Dan Sooyoungpun langsung terdiam mendengarnya.

“Bukankah kau ingin menjauhiku? Seharusnya kau menepati janjimu” – Sesungguhnya.. Sooyoung selalu merasa kesal ketika dia mengingat ucapan itu. Dia tahu jika dia sudah berjanji pada Yongguk, tapi-

“Dia pikir aku tidak menepati janjiku karena apa?!” Batin Sooyoung yang sepertinya masih merasa tidak terima.

“Sttt! Diam dan terus berjalan!” ucap Sooyoung pada akhirnya. Dia terlihat menghindari kontak mata dengan Yongguk ketika dia benar-benar sudah berada di depan namja itu.

“Sooyoung-ssi”

DEG! – Belum juga berhasil melangkah cukup jauh, Yongguk sudah terlebih dahulu memanggil namanya sehingga Sooyoung berhenti secara reflex.

Cih! kau bilang apapun yang terjadi kau akan tetap bersamaku, tapi sekali dia memanggilmu – kau langsung berhenti?” ledek Yuri sambil tersenyum smirk.

Mendengar hal itu, Sooyoung tentu saja mendengus kesal. “Aku serius! Tadi itu aku hanya terkejut! Sudahlah ayo!” Ucap Sooyoung yang ternyata memutuskan pergi dan tidak mempedulikan Yongguk.

Yuri mengernyit dengan ekspresi syok, “ Ya Ya! Kenapa kau- Syoong! bagaimana kau bisa-“

“Sooyoung-ssi Chamkanmannyeo” Panggil Yongguk lagi. Tapi kali ini dia memutuskan untuk berlari kecil kehadapan Sooyoung agar gadis itu tidak lagi melarikan diri.

Dan Sooyoungpun mendengus karena dia terpaksa berhenti.

“Sooyoung-ssi, bisa kita bicara sebentar?” Tanya Yongguk dengan suara khasnya. Kali ini ekspresi namja itu tidak lagi dingin ataupun angkuh.

Waeguraesimnika (ada apa)?” Tanya Sooyoung dengan bahasa formal yang membuat Yuri semakin kebingungan.

“Aaa.. Se.. sebaiknya aku pergi, Sooyounga.. aku akan menunggumu di-“

“Jika kau ingin bicara maka bicara saja sekarang” Ucap Sooyoung sambil menahan lengan Yuri agar yeoja itu tidak kabur.

Yongguk tersenyum tipis melihat sikap Sooyoung. Dia tahu jika itu semua adalah karenanya. Dan dia yakin- yeoja itu pasti merasa sakit hati dengan ucapannya beberapa hari yang lalu.

“Bisakah kita bicara bedua? Aku janji.. ini yang terakhir” ucap Yongguk dengan ekspresi serius.

“Tenang saja.. aku akan pergi Yongguk-ssi” ucap Yuri mencoba menengahi.

“Ishh sejak kapan kau berubah menjadi angkuh seperti ini Choi Sooyoung?” omel Yuri sambil memukul bahu Sooyoung pelan.

Sooyoung memejamkan mata sambil membuang nafas panjang, “Ya! kau tidak tahu ap-“

“Kalau begitu aku permisi” belum juga selesai bicara, Yuri sudah terlebih dulu pergi meninggalkannya dan juga Yongguk sehingga kini hanya tersisa dua orang di lorong itu.

“Aiishhh gadis itu benar-benar!” Runtuk Sooyoung murka. Dan Yongguk hanya menatap yeoja itu dalam diam.

Menyadari jika Yongguk sedang menatapnya, Sooyoungpun balas menatap namja itu dengan tatapan tajam.

Tapi tidak disangka, Yongguk malah tersenyum melihatnya. Namja itu tersenyum lembut dan menatap Sooyoung dalam – seolah gadis itu lebih indah dari pelangi yang ada di langit.

“Ada apa? Bukankah kau memintaku untuk menepati jan-“

Arra” Sahut Yongguk masih dengan ekspresi tenangnya.

“Lalu.. apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Sooyoung to the point.

“Tenang saja.. aku bukan orang yang pandai berbicara- jadi ini tidak akan lama” ucap Yongguk sambil meraih sesuatu di sakunya.

Keureom, Mwosuniriseoyo?” Tanya Sooyoung yang sepertinya tak ingin berlama-lama.

“Ini” ucap Yongguk sambil memberikan sebuah lipatan kertas pada Sooyoung.

Sooyoung mengernyit bingung melihatnya. Sesaat, dia menatap kertas itu dan juga Yongguk secara bergantian.

Ige.. mwoya?” Tanya Sooyoung tak mengerti. Dan Yongguk hanya menanggapi pertanyaan itu dengan senyuman tipis.

“Ambilah” ucap Yongguk singkat.

Dengan sedikit ragu, Sooyoungpun menerima kertas itu. Sesaat, dia membolak-balikan kertas itu dengan ekspresi bingung.

Gomawo.. Sooyoung-ssi” Ucap Yongguk sebelum dia membungkuk dan akhirnya melangkah pergi.

.

.

@Mobil

“Apa itu? apa Yongguk memberikan sesuatu padamu?” Tanya Yuri ketika Sooyoung terus saja membolak-balikan sebuah lipatan kertas yang ada di tangannya.

Sooyoung yang tersadar dari lamunanpun langsung memasukan kertas itu ke dalam tas meski dia sama sekali belum membacanya.

“Aeey.. sudah kuduga.. cepat atau lambat.. sesuatu yang menarik akan terjadi di antara kalian” Ucap Yuri sambil tersenyum meyeringai.

“Ashh diam dan perhatikan kemudimu!” ucap Sooyoung sambil memukul bahu Yuri.

Mencoba menghilangkah kekesalan, Sooyoungpun mengambil ponselnya dan berniat membaca kabar terhangat hari ini. Sebenarnya.. Sooyoung termasuk member SNSD yang suka memperhatikan keadaan disekitar dan juga berita-berita terhangat tentang dunia kpop. Sayangnya.. dia jarang muncul di artikel ataupun acara TV karena perannya terkadang di anggap tidak se-menjual Yoona, Taeyeon ataupun Tiffany.

[B.A.P Leader, Bang yongguk divonis mengidap penyakit Panic Disorder]

‘DEG’ – Dan mata Sooyoung langsung membulat ketika dia membaca judul artikel teratas hari ini.

“Panic.. disorder?” – Merasa masih kurang percaya, Sooyoungpun sempat mengucak matanya yang tak gatal.

[B.A.P Bang Yongguk divonis mengidap penyakit panic disorder dan B.A.P terpaksa melakukan promosi album baru mereka ‘NOIR’ Tanpa kehadiran sang leader]

MWO?! PANIC DISORDER?!” Pekik Sooyoung ketika berita itu memang benar-benar nyata.

“Jadi… selama ini.. dia bukan mengidap penyakit asma atau jantung melainkan penyakit ‘mental’?” gumam Sooyoung dengan ekspresi yang berubah tegang.

Nugu? Wae? waegurae? ” Tanya Yuri yang sepertinya ikut penasaran.

Tapi Sooyoung sendiri sudah tidak peduli dengan gadis disampingnya itu karena saat ini- dia terlalu syok. Lagi-lagi dia kembali menatap layar ponselnya dengan seksama dan berharap jika berita itu hanyalah hoax semata.

Tapi tidak, berita itu memang benar. Idol yang sedang dibicarakan di artikel itu memang Bang Yongguk, namja yang beberapa saat lalu menemuinya dan memberikan secarik kertas padanya.

 [Saudara kembar Yongguk, Bang Yongnam-pun sempat memposting sesuatu di Twitternya dan menjelaskan jika saudara kembarnya itu sudah lama mengidap penyakit tersebut]

“Sudah.. lama? Jadi.. dia sudah mengalami hal seperti itu.. sejak lama?” Dan entah kenapa, Sooyoung merasakan sesuatu yang menyakitkan di hatinya. Sesungguhnya.. dia merasa bersalah karena sudah berfikir terlalu dangkal tentang Yongguk. Dia selalu menyebut namja itu angkuh dan tidak sopan meski pada kenyataannya.. Yongguk memiliki penyakit semacam ini.

[Untuk beberapa bulan kedepan, Yongguk dipastikan tidak dapat berpartisipasi dalam segala kegiatan B.A.P karena dia harus mengjalani pengobatan dan juga memerlukan istirahat yang cukup]

“Beberapa bulan kedepan? Itu artinya.. tadi itu.. pertemuan terakhir kami? Dan.. dan aku malah memperlakukannya seperti orang asing?! Asshh micyeoseo!” Sooyoung mengacak rambutnya geram karena dia menyesal dengan kejadian hari ini. Sejujurnya.. dia tidak pernah melakukan hal sekejam itu pada siapapun meski orang tersebut sudah berbuat jahat padanya.

[Panic disorder sendiri adalah sebuah penyakit mental dimana pada situasi tertentu.. sang penderita mengalami kesulitan untuk bernafas, jantung berdetak sangat cepat, dan tubuh yang tiba-tiba saja melemah]

Dan tiba-tiba Sooyoung teringat kejadian dimana Yongguk langsung jatuh pingsan setelah dia bicara dengannya.

“Apa aku pernah.. menjadi ‘Situasi tertentu’ itu? apa selama ini.. aku membuatnya kesulitan? Apa pertemuan kami yang tidak disengaja ini.. selalu membuatnya semakin kesakitan?” Batin Sooyoung dengan ekspresi sendu.

“Apa kertas tadi.. ada hubungannya dengan semua ini?” gumam Sooyoung. Diapun segera mengambil kertas itu dan berniat melihat isinya.

Dengan cepat, Sooyoung membuka lipatan kertas itu agar dia bisa membaca keseluruhannya.

‘DEG’ – Mata Sooyoung langsung membulat setelah dia benar-benar melihat isi kertas itu. Tubuhnya bahkan melemah dan tanganya sedikit bergetar.

“Ini… “

.

.

TBC

.

.

Preview part 4

  • “Aku sudah memutuskannya, aku akan melanggar janjiku” – Sooyoung
  • “Kita semakin dekat, tapi untuk bisa meraihmu.. kita berada di jarak yang paling jauh” – Minho
  • “Apa itu benar? Apa kau.. berpacaran dengan Bang Yongguk B.A.P?” – CEO
  • “Yongguk-ssi, Gwaenchanayo?” – Sooyoung
  • “Kenapa kau.. ada di rumahku?” – Yongguk
  • “Apa kau., menyukai Sooyoung?” – Taeyeon
  • “Kau tidak merasa bersalah padaku?” – Kyungho
  • “Mianhae, tapi dia sudah memberiku jalan dan aku tidak bisa berhenti begitu saja” – Yongguk

BONUS GAMBAR:

bnjguxkcaaazenk-largeBang Natasha With Bang Twins

11250647_1718272865095656_674007061_n

Bang Yongnam

img_20170218_235600

Yongguk :(((((

Cuma mau bilang maaf atas cerita dan ketelatan posting. Kalo ada yang tanya Yongguk sakit bener apa enggak, jawabannya adalah IYA, dia sakit dan sampe sekarangpun belum ikut kegiatan B.A.P, tapi kemungkinan untuk comeback B.A.P selanjutnya (ROSE) dia ikut. So please give them a lot of your love ^^

Iklan

14 thoughts on “With You (Part 3)

  1. SY berkata:

    Aaahh akhirnya yg ditunggu tunggu datang juga part ini 😂 Ahhhh setiap moment soobang bikin nyengir nyengir mules gimana gitu 😁 leader tae sepertinya salah paham tuh sama himchan hihi 😁
    GWS buat yongguk biar BAP comeback dengan formasi lengkap 🙇

    Ditunggu bgt next partnya and keep writing 😄 Fighting

  2. yani yanuari berkata:

    huftttt skian lama aku menunggu kelanjutan next part’a, akhirnya d’publishhhh jga yeayyyyy!!!!!! seneng bnget rasa’a look BangSoo yng mkin k’sini mkin deket ajaa, jdi ktawa gaje gmana gtu tahhh 😀 tpi adaa rasa sakit jga pas soo eonni Blang “mau ngjauhin gukkie oppa, dan bersikap sbgai orng asing” U,u yng sabar yaa gukkie oppa, mudah2’n soo eonni bsa tau sma prasaan oppa :’) dan akhir’a soo eonni tau jga, gukkie oppa mengidap penyakit apaa…. meskipun it menyakitkan krna udh bersikap jahat sma gukkie oppa! dan bru mnydari klo pertemuan tdi it, adlh pertemuan trakhir mereka br2 T,T kajja min, keep waiting next part min 🙂 mkin mati pnasaran nihhh sma next part’a 😀 fighting 😉

  3. Hah… Ternyata masih sakit byg… Tapi bap nya udah mau cb aja, semoga segera disehatkan lahir batin dan byg serta orang-orang di sekitarnya dikasi kesabaran ya 😢😢😢

    Soal ceritanya aku kayaknya ada yang kelewat ga baca deh, yongguk udah nyatain cinta ke Sooyoung? Di chapter 2 kah?

  4. Udah lama nunggu kelanjutan ff ini, dan akhirnya di publis ^^
    Ihhh gregetan sama yongguk, kenapa dia gak bilang aja sih kalau dia suka sama sooyoung .. semoga apa yg dia bilang gak bener dan dia bisa cepat menyadari perasaan nya yongguk ..
    next ya thor, ditunggu kelanjutan ceritanya .. fighting 🙂

  5. natsu berkata:

    Aku berkali Kali buka web ini sapa tau udah update, Dan akhirnya taraaaaa
    Apa Isi suratnyaa? Aku jadi kepo setengah mati ini :v
    Nice part 😀

  6. Febryza berkata:

    Duuuhhh yampun aku pikir ini bakal engga dilanjutin lagi loh dek saking udh lamanya dan mengingat kalo emang yongguk lagi sakit, eh pas ga sengaja main ke blog kamu ternyata ada postingan baru dan jengjeng judulnya with you part 3 , jadi langsung senyam senyum sendiri deh…

    Ciye ciye ya hubungannya tarik ulur padahal belom pacaran baru mau jadi temenam hahahaha *lirik sooguk*

    Eh itu kok aku kesel ya pas baca yg scene sooyoung sama si om *fans yg masih ga rela* hahahaha

    Btw, itu kayaknya di part berikutnya ada minho nongol yah? Jadi ga sabar ih bacanya, okee tetep semangat nulisnya ya dek sembari spazzing buat comebacknya B.A.P

  7. Kasian ama youngguk… Eum smga aja youngguk ama soo bisa bersatu, gak papalah soo putus ama om hehehe
    Trus kira2 minho gimana ya???
    Gak sabar ama lanjutan.ny

  8. Akhirrnya keluar jgk part 3 yaa ngak sabar mau tau soo young bakal dgn spa..cintanya byk segi nihh yongguk kyungho dan minho tapi gue lbih ska ngeshil bang yongguk dan choi soo young

  9. maaf aku baru bisa baca dan komen..

    kenapa Yongguk sama Sooyoung kayak punya kepribadian ganda gitu yah?
    ntar begini ntar begitu.. bikin pusing yah..
    tapi kasihan juga si kyungho jadi dicuekin sama Soo..
    Sepertinya next part bakal ditunggu banget nih..

    sebenernya aku masih gak ngerti sama penyakit Yongguk.. semoga cepet sembuh yah, Bang ^^

    nice part ^^
    ditunggu next partnya..
    KEEP FIGHTING !!!

  10. yuki-chan berkata:

    Huhuhu yongguk. Kasian bgt sama dia. Btw, YongDae ship berjaya~😂. Lanjut yaa kak hanif, final partnya minta pw nya yaa entar. Fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s