FERMATA (Part 2)

TITLE : FERMATA (Part 2)

CAST [REVISED]:

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Jung Daehyun B.A.P
  • Yoo Youngjae B.A.P

OTHER CAST:

  • Jung Jessica SNSD
  • Moon Jongup B.A.P
  • Jun Hyosung SECRET
  • Zelo B.A.P

GENRE : Romance, Family, Friendship, Mystery

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

#FERMATA#

0

0

0

“KYYAAAAA!!!!!” –Sooyoung langsung berteriak sekencang mungkin ketika dia melihat seorang pria asing berada dihadapannya.

“WOAAAHH!!!” – Tak jauh berbeda dengan Sooyoung, pria didepan Sooyoung itupun juga ikut berteriak dengan ekspresi syok. Dia menjauh secara reflex sehingga tubuhnya langsung terjatuh diatas lantai.

“Siapa dia?! Kenapa dia bisa masuk kesini?! Kenapa dia bisa tidur disini?!” Batin Sooyoung sambil menatap curiga  pada pria berkaos hitam yang sekarang sedang berdiri beberapa langkah dari ranjangnya.

Pria itu terlihat mendekat lalu menjauh dengan ekspresi bingung, “Yyyy.. ya! neo- nu.. nugu- wae- neo.. jigeumeun-“

“KYAAAAAAAAA!!!!” Karena masih dipenuhi rasa syok, bingung, malu, dan juga takut, Sooyoungpun kembali berteriak sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

‘Bughh! Bughh! Bugh!’ – Gadis itu bahkan meraih sebuah bantal lalu di ayunkannya bantal itu kearah pria tadi.

“AWWW! YAA!! Hentikan!!” pekik pria itu sambil melindungi wajah dan juga kepalanya dengan kedua lengannya.

“YAA!!! Siapa kau? Kenapa- kenapa kau dikamarku?!” Tanya Sooyoung tanpa menghentikan kegiatannya mengayunkan sebuah bantal kearah pria itu.

“YA! Bagaimana- bagaimana aku bisa menjawab jika-“

“Kau- kau benar-benar keparat kurang ajar!”

Mworago?! YA kau-”

“Aku akan membunuhmu!”

Ige kichibae jinjja!! YAAAHH! KEMANHARAGO! (Jalang ini benar-benar! Hey! Aku bilang hentikan!)Pekik pria itu sambil mencengkram tangan Sooyoung dengan erat.

Ommo! Ommo Ommo! Lihat dirimu- kau.. kau berani menyentuhku?“ ucap Sooyoung sambil menatap cengkraman pria itu dengan ekspresi panik dan takut.

“Ya! lagipula kenapa kau memukulku?!” Tanya pria itu dengan ekspresi geram.

Sooyoung melepaskan cengkraman pria tadi dengan paksa- dan setelah itu dia melepaskan bantal yang ada di tangannya, “Cih! Kau tanya kenapa aku memukulmu?! Yaa! Aku bisa saja melaporkanmu ke polisi atas tindakan asusila yang sudah kau lakukan padaku!” pekik Sooyoung murka. Dia bahkan melemparkan segala yang ada diatas ranjang kearah pria tadi.

MWO?! Asusila?! Ya! aku- bahkan- sama sekali tidak menyentuhmu!!” protes pria itu sambil berusaha menangkis segala lemparan dari Sooyoung.

“Tapi kau sudah tidur di ranjangku tanpa ijin!!” ucap Sooyoung tak mau kalah.

“Ya! ini kamarku! Jika ada seseorang yang tinggal disuatu tempat tanpa ijin- orang itu adalah kau!” ucap pria itu sambil menunjuk Sooyoung Dengan telunjuknya.

Mwo?! Apa kau gila?! Ini kamarku! Aku sudah menyewanya!” sangkal Sooyoung.

“Menyewa?! Ya! tempat ini adalah miliku! Dan aku sama sekali tidak pernah memberikan ijin pada seseorang untuk menyewanya!” sanggah si pria tinggi tadi yang ternyata juga tidak mau kalah.

Anhi! Untuk satu tahun kedepan.. tempat ini adalah miliku!!” tutur Sooyoung dengan begitu yakin.

“YA!! Kau pikir kau sedang berurusan dengan siapa eoh?!” Tanya orang itu sambil mendekat dan menarik kerah baju Sooyoung.

Beberapa saat, Sooyoung hanya terperangah melihat sikap pria didepannya itu. Sesungguhnya ini pertamakali baginya mendapat perlakukan semacam ini dari seorang namja.

“YA! Lepaskan aku!” protes Sooyoung sambil berusaha mendorong pria itu dengan sekuat tenaga.

“YA! Kau salah jika kau pikir kau bisa melawan-“

‘BRAKK!!’ – Lalu sebuah dobrakan membuat Sooyoung dan pria didepannya itu menoleh dengan cepat.

“YAA! JUNG DAEHYUN!!” – Beberapa saat kemudian, mereka bisa melihat jika Jessica dan kedua orang tuanya masuk kedalam dengan ekspresi panik.

YA Jassikka mwohaneungeoya?!” Pekik Jessica sambil menarik paksa pria tadi agar cengkramannya terhadap Sooyoung segera terlepas.

“Yaa! Jung Daehyun! Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Paman Jung sambil menarik lengan Daehyun agar dia sedikit menjauh.

‘DEG’ – Dan Sooyoung tentu saja langsung menoleh pada pria yang di panggil Daehyun itu dengan ekspresi tak percaya.

Jung Daehyun?

Dia?

“Sooyounga.. Gwaenchana? Apa keparat ini melukaimu?” Tanya Jessica sambil memegang kedua bahu Sooyoung dengan ekspresi khawatir.

Nan.. nan gwaenchana Sica-ya, Aku.. hanya syok.. karena… tiba-tiba ada seorang pria yang muncul didepanku saat aku membuka mata” jelas Sooyoung sambil membuang nafas panjang.

Daehyun sendiri terlihat cukup syok ketika dia mendengar nama gadis itu.

“Sooyoung?” Tanya Daehyun sambil menatap Sooyoung tak percaya. Sesaat, dia menatap gadis itu secara seksama untuk mencocokan ingatannya dengan sosok Sooyoung saat ini.

Keureomnyeo Jassikka! dia ini Choi Sooyoung! dia yang dulu tinggal disamping rumah kita!” Umpat Jessica sambil menatap Daehyun murka.

“Ya Tuhan.. jadi keparat ini adalah Daehyun?” Batin Sooyoung sambil menatap Daehyun dengan ekspresi aneh.

“Cih! Jadi gadis gila ini adalah Choi Sooyoung?”  Batin Daehyun yang memang membalas tatapan Sooyoung dengan begitu sinis.

Keundae.. Sooyoungie.. apa.. yang kau bilang tadi itu benar?  Apa tadi malam.. kalian tidur bersama- Anhi maksudku.. apa dia memang tidur disini?” Tanya Bibi Jung mencoba memastikan.

Dan Sooyoung hanya mengangguk sambil menundukan wajahnya. Entah kenapa dia menjadi sedikit malu jika mengingat kejadian tadi pagi.

‘PLAKK!!’ – Dan sebuah pukulan langsung mendarat di kepala Daehyun.

“YA!! Kenapa kau memukul kepalaku ishh!” Tanya Daehyun sambil mendorong bahu Jessica murka.

“Kau- Woaahh kau ini benar-benar manusia paling tidak berguna Jung Daehyun! Ya! Bukankah aku sudah bilang jika seseorang akan memakai kamar ini mulai kemarin?!” Tanya Jessica sambil beranjak memukul Daehyun lagi. Tapi..

“Jessica Kemanhae! Kau tidak perlu memukulinyaLarang Bibi Jung sambil berusaha melindungi Daehyun.

Dan Jessica tentu saja langsung mendengus geram, “Kemanhae? Omma, appa.. bukankah kalianlah yang seharusnya paling marah disini? Anak kalian baru saja menerobos masuk ke kamar seorang gadis tanpa ijin!” protes Jessica tak terima.

“Soyeon-a.. tenanglah.. Daehyun pasti melakukan semua itu karena dia tidak tahu, dia kan sudah hampir satu minggu tidak tidur dirumah” dan kali ini, Paman Jung lah yang berusaha membela anak bungsunya itu.

Sejak tadi, Sooyoung sendiri memilih untuk diam dan memperhatikan percakapan keluarga Jung itu. Yaaa.. dia memang tidak mengharapkan pembelaan, tapi sejujurnya sikap Paman dan Bibi Jung terhadap Daehyun itu membuat Sooyoung cukup terkejut.

“Sepertinya.. mereka sama sekali tidak berubah” Batin Sooyoung prihatin.

Aboji! Bagaimana kau bisa memaklumi Daehyun yang tidak pulang selama lima hari? Bukankah seharusnya kau memarahinya habis-habisan karena hal itu?!” Tanya Jessica tak percaya.

Ya Kichibaeya! kenapa kau suka sekali memprovokatori mereka eoh?! Ya! Ini semua bukanlah salahku! Gadis inilah yang sudah memakai kamarku tanpa ijin!” sanggah Daehyun sambil menunjuk Sooyoung dengan ekspresi tak suka.

Ya neo-“

“Kalau begitu tunjukan surat keterangan jika kaulah yang berhak atas kamar ini” sahut Sooyoung dengan begitu santai. Dan Daehyun pun langsung terdiam sambil menatap Sooyoung tajam.

“Cihh! Kau tidak bisa karena kau tidak punya kan? Kalau begitu untuk satu tahun kedepan kamar ini adalah miliku!” ucap Sooyoung sambil tersenyum smirk.

Ne Innyeon! (Dasar Jalang!)Umpat Daehyun murka. Dia terlihat mendekat pada Sooyoung seperti harimau yang akan menerkam mangsanya.

‘TAPP!’ – Tapi baru juga satu langkah, Paman Jung sudah terlebih dulu menahan bahunya sehingga pria tinggi bernama Daehyun itu terpaksa berhenti.

“Aaabojiiii!!” Rengek Daehyun.

“Sudahlah! Kamarmu 3x jauh lebih bagus dari ini! jadi ayo kita turun karena Sooyoung harus segera berangkat ke kantor” ucap Paman Jung sambil menarik Daehyun.

Sooyoung, Jessica dan juga Bibi Jung langsung membuang nafas panjang setelah Daehyun benar-benar sudah keluar.

“Sooyoungie Mianhae~ Daehyun pasti melakukan ini karena dia tidak tahu…, jadi Bibi mohon kau mau maafkan dia, eoh?” Mohon bibi Jung sambil menggenggam tangan Sooyoung dengan lembut.

Mendengar hal itu, Sooyoungpun terdiam sedangkan Jessica hanya memutar bola matanya malas.

“Eum.. ya.. tentu saja” ucap Sooyoung dengan senyuman terpaksa.

Aigooo Gomapta Sooyounga! Jongmal gomapta~ Eum… kalau begitu.. cepatlah bersiap dan sarapan dibawah bersama kami eoh” ajak Bibi Jung dengan ekspresi bahagia.

Sooyoung terihat mengibaskan tangannya dengan cepat, “An.. anhi nan gwaenchana…” Tolak Sooyoung tak enak.

Gwaenchana Sooyounga, anggap saja ini permintaan maaf dari kami atas kebodohan si keparat itu” ucap Jessica sambil mengusap bahu Sooyoung.

“Aaa… baiklah.. kalau begitu..”

@RUANG MAKAN

“Jadi kau kembali ke Busan untuk bekerja Sooyoungie?” Tanya Paman Jung.

Sooyoung mengangguk, “Sebenarnya ini hanya Training Paman, setelah satu tahun aku mungkin akan di tempatkan di kota lain” Jelas Sooyoung.

“Cih! kenapa juga harus kota ini! menjengkelkan!” Dumal Daehyun sinis. Dan semua orang tentu saja langsung menoleh pada namja yang sekarang sibuk mengaduk makanannya itu.

“Jika aku tahu bahwa di kota ini ada orang sepertimu, tentu saja aku akan meminta ganti” balas Sooyoung tak kalah sinis.

Dan Jessica pun langsung tertawa mendengarnya, “Bagus Sooyoungie,bagus!” puji Jessica sambil menepuk bahu Sooyoung dengan begitu bangga.

“Aigoo kalian ini” omel Bibi Jung sambil menggelengkan kepalanya.

“Lalu dimana kau bekerja?” Tanya Paman Jung lagi.

“Di stasiun radio paman, Stasiun radio Bujeon” Jawab Sooyoung.

“Oh? Bujeon? Bukankah kampusmu berada didaerah itu Daehyun-a?” Tanya Paman Jung pada Daehyun.

“Eoh” jawab Daehyun singkat dan terkesan enggan. Dia bahkan menjawab tanpa menatap ayahnya.

Bibi Jung tersenyum, “Itu bagus, Kalian bisa berangkat bersam-“

“Shireosimnida”
“Shiro!”

Sahut Sooyoung dan Daehyun bersamaan.

“Daehyuna! Bersikap baiklah padanya! Bukankah jurusanmu juga komunikasi? Mungkin saja Sooyoung bisa membantumu mencarikan tempat magang disana” ucap Paman Jung.

“Shiro!” jawab Daehyun singkat.

Wae? Kau pikir kau bisa mencari tempat lain dengan keadaanmu yang seperti ini?” Tanya Paman Jung.

“Sebenarnya aku sudah mendaftar disana, tapi aku akan membatalkannya” ucap Daehyun dengan begitu santai.

“Batal?! Ya.. apa kau tidak tahu jika stasiun radio Bujeon termasuk stasiun radio yang paling baik di Busan?” Tanya Bibi Jung seolah tak setuju.

Arra, tapi aku akan tetap membatalkannya, tentu saja.. karena ada dia disana” ucap Daehyun sambil melirik Sooyoung dengan wajah dingin.

“Aishh keparat ini benar-benar membuatku pusing!” keluh Jessica sambil memegangi dahinya.

Tapi Sooyoung sendiri malah tersenyum mendengarnya, “Daehyun-ssi, kurasa kau tidak perlu repot-repot membatalkannya, aku yakin mereka tidak akan membaca berkas pendaftaranmu, Aaa… bahkan mungkin.. mereka sama sekali tidak menyentuhnya” sanggah Sooyoung dengan begitu sassy.

Paman dan Bibi Jung hanya bisa terperangah melihat pertengkaran dua orang yang kebetulan sedang duduk berhadapan itu. Sedangkan Jessica terlihat cukup menikmatinya.

“Cih! Sooyoung-ssi, apa kau lupa sekarang ini kau sedang duduk dimana?” Tanya Daehyun sinis.

“Aku ingat! ini rumah orang tua temanku..” balas Sooyoung yang sepertinya sudah tahu maksud Daehyun.

“Cih.. kau tidak malu mengataiku seperti itu di depan kedua orang tuaku?” Tanya Daehyun lagi. Dan pertanyaan itu membuat langsung Sooyoung terdiam. Sesaat, dia melirik Paman dan juga Bibi Jung dengan ekspresi tidak enak.

“Aaa.. Mianhamnida.. jika kalian menjadi sakit hati karena hal itu” ucap Sooyoung sambil membungkuk pada kedua orang tua Jessica.

“Ya kenapa kau minta maaf?” Tanya Jessica merasa tak enak.

Namun bukannya menjawab, Sooyoung malah menoleh pada Daehyun. “Mianhae Daehyun-ssi” lanjut Sooyoung.

Dan Daehyun tentu saja langsung tertawa mendengarnya, “Cih! menggelikan!” ejek Daehyun merasa menang.

Sooyoung menarik salah satu ujung bibirnya, “Mian.. Karena aku sama sekali tidak menyesalinya, hmm kau pasti merasa kecewa..” Balas Sooyoung sambil memiringkan kepalanya dengan senyuman mengejek.

Daehyunpun langsung mengepalkan tangannya sambil menatap Sooyoung geram.

“Kau tidak perlu terlalu marah Jung Daehyun, aku hanya melemparkan batu yang terlebih dulu kau lemparkan padaku” ucap Sooyoung dengan wajah datar.

YAHH!” Daehyun yang sudah tidak bisa menahan amarahnya-pun langsung berdiri dengan wajah murka.

“Ya ya ya.. sudah sudah hentikan!!” Ucap Paman Jung mencoba menengahi.

“Daehyuna, Sooyoung itu 3 tahun lebih tua darimu, jadi kau harus menghormatinya!” pinta Bibi Jung sambil menarik Daehyun agar anaknya itu kembali duduk.

“Assshh ini semua membuatku tidak lapar!” keluh Daehyun yang malah memilih untuk pergi.

Sooyoung berhenti ketika dia melihat Daehyun duduk di kursi halte. Sesaat keduanya saling bertatapan dengan tajam layaknya Tentara Korea Utara dan Korea Selatan yang siap berperang.

Merasa gengsi, Sooyoungpun memilih berdiri dipinggir halte daripada harus duduk dikursi kosong yang berada di dekat Daehyun.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bus jurusan Bujeon tiba di halte itu. Dengan sedikit berdesak-desakan, para penumpang masuk ke dalam bus agar mereka mendapat tempat duduk.

Itu dia! – Ekspresi Sooyoung terlihat berbinar ketika dia melihat sebuah kursi kosong di bagian belakang. Dengan cepat, Sooyoungpun beranjak untuk duduk disana.

Tapi-

‘BRUKK!’ – Seseorang dari arah belakang tiba-tiba saja menyenggol bahu Sooyoung dengan cukup keras sehingga dia hampir terjungkal kedepan. Untung saja gadis itu sempat berpegangan sehingga dia tidak terjatuh.

Setelah berdiri tegap, Sooyoung segera menoleh kedepan untuk melihat siapa yang menyenggolnya tadi. Tapi tanpa diduga, dia malah melihat Daehyun sudah duduk di kursi yang tadi ingin ia tempati.

Dari jarak beberapa meter, Sooyoung bisa melihat jika Daehyun tersenyum smirk ke arahnya. Dan hal itu tentu saja membuat Sooyoung geram sehingga dia langsung mengepalkan tangannya sambil menatap Daehyun tajam.

Bocah ingusan itu benar-benar sudah berubah!”

FERMATA

Sooyoung berjalan keluar dengan langkah perlahan. Meski baru satu minggu bekerja, tapi dia sudah mendapat begitu banyak pekerjaan. Alhasil.. dia baru bisa keluar untuk makan- meski waktu sudah menunjukan pukul 2.

“Ahh sial, kenapa aku selalu lapar!” keluh Sooyoung sambil memegangi perutnya yang terus saja berbunyi. Dan seperti biasa, diapun akan merasa sedikit pusing jika dia terlambat makan.

‘BRUUUKK!’ – Bahkan akibat tidak focus dengan jalan, Sooyoung jadi menabrak seseorang yang berniat masuk kedalam gedung. Bukan hanya menabrak, tapi orang yang Sooyoung tabrak itu juga terpaksa menolongnya karena gadis kurus itu nyaris terjatuh.

“Sial! Ini terjadi lagi!” Umpat Sooyoung dalam hati ketika dia menyadari jika kedua lengannya dipegang oleh orang asing lagi seperti kejadian di lift beberapa hari lalu.

“Nona, Gwaenchanaseyo?” Tanya orang itu sambil melepaskan pegangannya pada lengan Sooyoung.

“Aaa… Mian.. mianhamnida” Ucap Sooyoung sambil mundur dengan wajah menunduk.

Seolma (Apa mungkin)….“ Orang itu terlihat melipat kedua tangannya di dada sambil menatap Sooyoung lekat-lekat.

“Kau kelaparan lagi?” Tanya orang itu sambil menurunkan kepalanya agar dia bisa melihat wajah Sooyoung.

Dan Sooyoung tentu saja langsung mengernyit bingung, “Bagamana dia-“ Seakan baru tersadar oleh sesuatu, Sooyoungpun akhirnya mengangkat wajahnya agar dia bisa melihat orang di depannya itu.

‘DEG’ – Dan Sooyoung langsung membulatkan mata ketika dia mengenali orang didepannya itu. Benar, orang itu adalah seseorang yang bertemu denganya di hotel beberapa hari lalu.

“Kk.. kau? Bagaimana.. kau… bisa ada disini?” Tanya Sooyoung seolah tak percaya.

Sesaat, orang itu tertawa melihat ekspresi lucu diwajah Sooyoung, “Aku berniat mendaftar magang disini” Jawabnya.

“Oh? Jinjja? “ Tanya Sooyoung dengan wajah sedikit berbinar.

Pria itu mengangguk sambil tersenyum tipis. “Dan kau?” Tanyanya balik.

“Aaa.. aku.. bekerja disini” jawab Sooyoung sambil menggerakan tangannya kebelakang.

Pria itu sedikit terkejut, “Bekerja? Kau sudah bekerja? Aku kira.. kita seumuran” ucapnya tak menyangka.

Sooyoung tertawa kecil mendengarnya, “Seumuran? Hahahaha Ini pertama kalinya ada yang menganggapku lebih muda dari usiaku sebenarnya, biasanya.. orang-orang mengira jika aku adalah wanita yang sudah menginjak kepala tiga” ungkap Sooyoung merasa konyol. Dan pria setinggi 179 itupun ikut tertawa mendengarnya.

“Aaa… “ Seolah teringat sesuatu, pria itupun langsung mengulurkan tangannya pada Sooyoung sehingga gadis itu sedikit bingung.

Nan.. Yoo Youngjae-Imnida” Ucap pria bernama Youngjae itu sambil tersenyum manis pada Sooyoung.

Dengan sedikit ragu, Sooyoungpun membalas jabatan tangan pria berwajah baby face itu.

“Nan-“

“Choi Sooyoung.. kan?” sahut Youngjae dengan begitu yakin.

“Aaa? Kau… masih mengingatnya ternyata” ucap Sooyoung sambil tersenyum lebar dan menampakan gigi-giginya.

“Tentu saja aku mengingatnya” ucap Youngjae.

“Eummm.. lalu… apa saat ini.. kau sedang sibuk?” lanjut Youngjae sedikit ragu.

“Eoh? An.. Anhi, Aku.. baru saja mau makan siang” jawab Sooyoung.

“Eumm.. kalau begitu.. bisakah.. aku ikut denganmu? Mm.. maksudku.. aku ingin menanyakan beberapa hal tentang perusahaan ini” Ucap Youngjae yang entah kenapa merasa sedikit gugup ketika dia menanyakannya.

Eoh, Kkeureomyeo (Ya, Tentu)”

.

.

.

@Restaurant

Sooyoung menatap Youngjae yang berjalan mendekat setelah dia selesai menerima telepon. Sesaat, Sooyoung bertanya pada dirinya sendiri ‘Kenapa kami bisa langsung sedekat ini?’

Yaa.. sejujurnya Sooyoung bukanlah seseorang yang mudah berteman, apalagi dengan laki-laki. Itulah kenapa Sooyoung sedikit heran ketika dia menyadari bahwa ini sudah keduakalinya dia makan bersama Youngjae, dan itupun di 2 pertemuan pertama mereka.

“Youngjae-ssi, apa kau merubah warna rambutmu?” Tanya Sooyoung ketika Youngjae telah duduk dihadapannya.

Youngjae tersenyum tipis sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal, “Eoh, Aku harus menggantinya karena minggu depan aku sudah mulai magang” jelasnya.

“Aaaa.. pantas saja tadi aku hampir tidak mengenalimu” ucap Sooyoung sambil tertawa kecil.

Kurigo, Kemana kau saat itu? kenapa kau pergi begitu saja?” Tanya Youngjae.

“Aaa.. saat itu.. aku.. harus menemui temanku.. ” jawab Sooyoung.

Youngjae terdiam beberapa saat, “Aaa.. teman..” gumamnya pelan.

Lalu beberapa saat kemudian, salah satu pelayan restaurant tiba sambil membawa makanan yang tadi mereka pesan. Dan wajah Sooyoung tentu saja langsung berbinar seolah dia baru saja memenangkan lotre.

“Selamat makan” pekik Sooyoung dengan penuh semangat. Dan Youngjae hanya bisa tertawa melihatnya.

Lama keduanya diam karena Sooyoung terlihat begitu menikmati makanannya. Disaat itu pula, Youngjae tidak bisa mengalihkan pandangannya ataupun menyembunyikan senyuman diwajahnya karena dia begitu menikmati kelucuan gadis didepannya itu. Dia sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi, tapi jujur.. ini pertama kali baginya melihat sisi ‘cute’ seorang gadis yang sebenarnya bisa dibilang ‘rakus’.

Dan sepertinya Sooyoung menyadari jika Youngjae terus menatapnya. Yaa.. hal seperti itu memang sering terjadi. Semua orang pasti akan menggelengkan kepala ketika melihat Sooyoung makan saat dia kelaparan.

“A.. Ada apa?” Tanya Sooyoung yang merasa sedikit tak nyaman.

Youngjae sedikit tersentak, “Ne?” Tanya Youngjae balik.

“Kenapa.. kau tidak makan?” Tanya Sooyoung yang sebenarnya bukan ingin menanyakan hal itu.

Youngjae menggeleng sambil tersenyum tipis, “Melihatmu makan saja sudah membuatku kenyang” jawab Youngjae entah sadar atau tidak. Tapi sepertinya Sooyoung menangkap hal itu dengan arti lain. Buktinya dia langsung menundukan kepalanya.

Mianhae” Ucap Sooyoung dengan suara pelan.

Youngjae terlihat sedikit terkejut. “An.. anhi.. , Kenapa.. kau minta maaf?” Tanya Youngjae merasa tak enak.

“Bukankah.. aku membuatmu kehilangan selera makan?” Tanya Sooyoung balik.

Youngjae tentu saja langsung menggeleng cepat, “Anhiya! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu? aku.. aku hanya takjub melihatmu makan dengan begitu lahap, kau.. kau tahu kan? Beberapa gadis begitu berhati-hati ketika mereka makan sesuatu” ucap Youngjae mencoba mengklarifikasi.

Dan Sooyoungpun langsung mengangkat wajahnya, “Aaa.. Jinjjayo?” Tanya gadis itu.

Youngjae mengangguk mantab, “Keureomyeo (Tentu saja)” Jawabnya.

“Tapi.. kau tetap harus makan Youngjae-ssi, bukankah setelah ini kau harus menemui staff yang mengurusi magang?” Tanya Sooyoung.

“Yaa, tapi aku masih menunggu temanku yang juga ingin magang disini” jelas Youngjae.

Sooyoung sedikit terkejut, “Teman? Kau datang bersama teman? Lalu.. bagaimana jika dia mencarimu?” Tanya Sooyoung sedikit panik.

“Aku sudah memberitahunya jika aku kesini” jelas Youngjae.

“Aaa…” Sooyoung pun mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya.

“Ahh itu dia, YAH! Jung Daehyun!” pekik Youngjae sambil melambaikan tangannya kearah pintu.

“Ukhuuuukkk ukhukk ukhukkk!!” Dan Sooyoung tentu saja langsung tersedak ketika dia mendengar nama itu. Diapun langsung menoleh kearah pintu dan memastikan jika pemilik nama itu bukanlah orang yang sangat Sooyoung hindari untuk saat ini *Dan mungkin seterusnya*.

Tapi sialnya, Jung Daehyun yang Youngjae panggil adalah Jung Daehyun yang beberapa hari lalu bertengkar dengannya.

“Sial! Kenapa dia mengenal Youngjae!” Keluh Sooyoung dalam hati. Untuk beberapa saat, dia hanya diam sambil menatap Daehyun yang sedang berjalan kearahnya.

‘TAP’ – Daehyun berhenti ketika dia telah tiba disamping meja Sooyoung. Sesaat, dia menatap Sooyoung dengan wajah datar. Dan Sooyoung sendiri terlihat mengalihkan pandangannya ke objek yang lebih indah. Benar! makanan.

“Daehyuna.. kenalkan, dia-“

BRUKK! – Belum juga selesai memperkenalkan temannya, Daehyun sudah terlebih dulu duduk disamping Youngjae sehingga pria berrambut hitam itu sedikit panik.

“Ya! kenapa kau duduk begitu saja?! Apa kau tidak lihat jika aku sedang bersama seseorang?!” Bisik Youngjae pada temannya itu.

Arra” Jawab Daehyun singkat.

“Kalau kau tahu, bersikaplah sedikit lebih sopa-“

“Kenapa kau disini bersamanya?” Tanya Daehyun dengan tatapan lurus kearah Sooyoung.

Dan Youngjae tentu saja menjadi sedikit bingung, “Aku-“

“Aku sedang bicara denganmu nona Choi” sahut Daehyun sebelum Youngjae menjawab pertanyaan yang ternyata bukan ditujukan kepadanya.

Sooyoung terlihat mendengus dengan ekspresi enggan. Sedangkan Youngjae terlihat cukup terkejut mendengarnya.

“Kalian saling mengenal?” Tanya Youngjae sambil menoleh pada Sooyoung dan Daehyun secara bergantian.

Daehyun tersenyum smirk lalu menoleh pada Youngjae, “Youngjae-ya, kau harus tahu.. dia ini-“

“Seharusnya aku yang bertanya Mr.Jung, kenapa kau kesini bersamanya? Bukankah kau bilang kau ingin membatalkan pendaftaranmu karena ada CHOI SOOYOUNG disini??!” sahut Sooyoung sambil menatap Daehyun sinis.

Dan Youngjae tentu saja semakin bingung, “Ya ya ya! ada apa ini? jadi.. kalian benar-benar saling mengenal?” Tanya Youngjae lagi.

Sooyoung menoleh pada Youngjae dengan senyuman tipis, “Dia adalah namja yang pernah menyusup kekamarku tanpa ijin” ucap Sooyoung sambil menunjuk Daehyun.

Daehyun maupun Youngjae tentu saja langsung membulatkan mata.

Mwo?!” Tanya Youngjae dengan ekspresi tak percaya.
“YA!!” Pekik Daehyun.

Mwo? Wae? bukankah aku bicara kenyataan? Kau beruntung.. karena aku masih menutupi hal yang lebih memalukan dari itu” ucap Sooyoung dengan tatapan remeh.

“Ya! kaulah yang sudah menggunakan kamarku tanpa ijin!” ucap Daehyun tak mau kalah.

“Cih! Jung Daehyun.. kurasa kau masih harus belajar lagi” ejek Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya.

Mwo?!” Tanya Daehyun tak terima.

“Ya, kau tahu fungsi surat kontrak kan? Dan aku memilikinya! Itu berarti.. secara hukum.. kamar itu adalah hakku” ucap Sooyoung dengan senyuman smirk diwajahnya.

“Sooyoung-ssi, kau harus tahu.. di dalam kamus hidupku.. tidak ada kata ‘hukum’” ucap Daehyun sinis.

Sooyoung memutar bola matanya malas, “Daehyun-ssi, kau juga harus tahu.. aku hidup bukan untuk mengikuti kamus orang lain, terutama kamus hidupmu!” balas Sooyoung tak kalah sinis.

Kedua orang itu terus saja berdebat sehingga Youngjae menjadi sedikit pusing. Sejujurnya, dia cukup terkejut melihat sisi menakutkan Sooyoung. Dan dia juga sedikit heran melihat sikap Daehyun saat ini.

“Hey hey.. Kemanhae.., Kalian.. sudah menjawab pertanyaanku.. lebih dari cukup, jadi.. hentikan sekarang, eoh?” ucap Youngjae mencoba menengahi.

“Youngjae-ya.. sebaiknya kita cari tempat lain saja! Aku sudah bilang aku tidak mau magang disini!” ucap Daehyun pada temannya itu.

Shiro” Jawab Youngjae dengan begitu yakin.

Shiro? Wae? Karena ada dia?” Tanya Daehyun sambil menunjuk Sooyoung.

“Jika kau tidak mau, kau bisa cari tempat lain, tapi aku akan tetap mendaftar disini” ucap Youngjae tanpa menjawab pertanyaan Daehyun tadi.

Ya! Bukankah kau sudah berjanji untuk magang denganku?!” Protes Daehyun.

“Lalu dimana lagi kita akan mendaftar magang? Kita sudah mendaftar diseluruh stasiun radio di Busan dan kau terus saja membatalkannya dengan alasan tidak jelas!” ucap Youngjae tak mau kalah.

“Aku tahu! Tapi-“

“Bersikaplah lebih dewasa Daehyun-ssi” Sahut Sooyoung yang tiba-tiba saja kembali angkat bicara.

Daehyun menoleh dengan ekspresi kesal, “Diamlah! Aku tidak sedang bicara denganmu!” ucapnya.

Sooyoung tersenyum tipis, “Jika kau meninggalkan suatu tempat hanya karena tidak cocok dengan seseorang.. kau tidak akan bisa bertahan didunia kerja nantinya” ucap Sooyoung sambil mengaduk-aduk makanannya.

“Cih! jadi kau ingin aku bertemu denganmu dirumah dan juga disini?! Kau pikir aku gila?” Tanya Daehyun remeh.

Sooyoung kembali tersenyum, “Jadi kau berfikir bahwa kau pulang kerumah dan magang disini hanya untuk menemuiku?” Tanya Sooyoung balik. Dan Daehyunpun langsung terdiam dan tidak bisa menjawab.

“Aku tidak berharap kau berhenti membenciku, tapi impianmu tetap harus lebih besar dari itu” Lanjut Sooyoung setelah dia meneguk minumannya.

Beberapa saat kemudian dia terlihat berdiri, “Youngjae-ssi, jam istirahatku sudah habis jadi aku harus pergi sekarang” pamit Sooyoung pada Youngjae.

“Aaa? Eoh.. baiklah” balas Youngjae yang sebenarnya masih sedikit tegang karena percakapan Sooyoung-Daehyun barusan.

“Dan juga terimakasih atas makanannya, Annyeong” Ucap Sooyoung sambil membungkuk lalu beranjak pergi.

“Aaa.. yee.. “ ucap Youngjae sambil balas membungkuk.

Daehyun sendiri telihat hanya diam sambil mengepalkan tangannya. “Gadis itu benar-benar sudah berubah”

FERMATA

‘CHIITT!’ – Dencitan rem terdengar dan menandakan bahwa bus telah berhenti. Meski badannya sudah lemas dan mengantuk, Sooyoung tetap beranjak turun agar dia bisa segera pulang dan memejamkan matanya.

‘DAPP!’ – Namun baru beberapa langkah berjalan, dia sudah hampir menabrak seseorang yang sepertinya berniat naik kedalam bus.

Mianhamnida” Ucap Sooyoung sambil membungkuk pada orang itu. Tapi sepertinya namja yang memakai hoodie dan topi hitam itu tidak mempedulikannya. Buktinya dia pergi begitu saja tanpa membalas Sooyoung.

Dan Sooyoung pun kembali berjalan dan menganggap jika orang itu tidak marah padanya.

“Hahh semoga sikunyuk itu tidak tidur dirumah! Kalau iya dia pasti merokok lagi di atas!” keluh Sooyoung sambil mendongak dan menatap langit yang tentu saja sudah gelap.

KYAA!”

‘Tapp!’ – Lalu sebuah suara jeritan membuat Sooyoung menghentikan langkahnya. Sesaat, DIA menoleh kesekeliling untuk mencari darimana sumber suara itu berasal.

“Ya! Lepaskan aku!”  – Setelah hampir 50 meter berjalan, Sooyoung kembali mendengar teriakan. Sialnya.. jalan yang sedang ia pijak itu mempunyai banyak gang kecil sehingga dia sulit menemukan sumber suara tadi.

Sooyoung tahu tindakannya itu mungkin cukup gila, dia mencari suara jeritan itu di malam yang sudah sangat sepi dan tidak ada lagi orang-orang disana. Entahlah.. dia hanya merasa jika orang tadi sedang kesulitan.

‘DAPP!’ – Hingga pada akhirnya, Sooyoung berhenti ketika dia telah tiba disebuah lorong yang terhimpit pabrik. Dari kejauhan, dia bisa melihat jika seorang gadis seumurannya sedang dikepung oleh beberapa anak SMA.

“Ya! Noona, aku hanya meminta uangmu! Kami sama sekali tidak berniat memperkosamu!” ucap salah seorang anak yang memiliki tubuh tinggi.

“Aku.. aku benar-benar tidak punya uang!” ucap gadis tadi sambil menangis ketakutan.

“Aishh jinjja! Bagaimana bisa kau tidak punya uang?!” pekik anak lain sambil mendorong bahu gadis tadi dengan begitu kasar. Dan si gadis itu tentu saja semakin gemetar dan juga ketakutan.

Sooyoung mendengus geram. Sejujurnya.. dia benar-benar membenci hal semacam ini. Tapi tentu saja dia tidak cukup kuat untuk melawan kelima bocah itu dengan tangan kosong atau bahkan dengan tongkat sekalipun.

Aha! – Setelah mendapat ide, Sooyoungpun segera mundur beberapa langkah sambil meraih ponselnya. Dia terlihat mencari sebuah file mp3 yang mungkin bisa membantunya saat ini.

[PLAY] – “WIIUUUWWWW WIIIUUUWWW WIIIIUUWWW” – Setelah file itu terputar, Sooyoung segera meletakan ponselnya kedalam pot gantung yang berada didepan sebuah toko bunga yang telah tutup.

“YA! Ya! ada polisi!” pekik salah seorang anak yang menyadari jika ada suara sirine disana.

Sooyoungpun tersenyum sambil mengintip anak-anak tadi dari balik dinding pagar salah satu pabrik.

“YA! Tenanglah! Disini gelap! mereka tidak akan melihat kita” ucap anak lain yang saat ini sedang sibuk menggeledah tas gadis tadi.

Sooyoung tentu saja langsung mendengus, “Ini tidak akan berhasil, aku harus melakukan sesuatu!” Batin Sooyoung sambil mencari cara lain.

Geurae! Aku akan maju!” Ucap gadis kurus itu sambil mengangguk mantab. Beberapa saat kemudian dia melangkah maju dan memberanikan diri keluar dari tempat persembunyiannya tadi.

“YA! Anak-anak.. sebaiknya kalian hentikan semua itu sekarang!” pekik Sooyoung dari ujung lorong. Dan anak-anak muda tadi tentu saja langsung menoleh padanya dengan wajah heran.

“YA! Siapa kau?!” Tanya salah satu dari mereka.

“YA! kalian dengar suara itu kan? beberapa saat lalu aku sudah memanggil polisi agar mereka datang kesini dan menangkap kalian semua!” pekik Sooyoung dengan senyuman lebar.

“MWO?! Polisi?!” pekik beberapa anak dengan wajah panik.

“Ya! kau mau mati ya?!” ucap salah satu dari mereka sambil berusaha mendekat pada Sooyoung.

Menyadari hal itu, Sooyoungpun langsung melirik kearah ponselnya dengan wajah sedikit panik

Sial! Bagaimana kalau aku ketahuan?!

“Ommo! Itu mereka!” pekik Sooyoung sambil menoleh kearah jalan dengan ekspresi berbinar.

M.. mwo?!” Dan Anak-anak itu tentu saja semakin panik, apalagi kedua sisi gang itu adalah dinding tinggi yang membuat mereka tidak bisa melihat keadaan jalan utama yang sebenarnya.

“Pak polisi! Disini!” pekik Sooyoung sambil pura-pura melambaikan tangannya seolah polisi telah sampai disana. Tapi sepertinya tindakan itu berhasil membuat si pemalak-pemalak tadi berlari.

“Fiuuuhh~” Sooyoung membuang nafas lega karena ternyata usahanya tadi berhasil. Beberapa saat kemudian dia mendekar kearah gadis yang dipalak tadi untuk memastikan jika dia baik-baik saja.

“Nona, kau baik-baik saja?” tanya Sooyoung sambil berjongkok dan membantu gadis tadi membereskan tasnya.

Gadis itu tidak menjawab dan malah memilih untuk berdiri. Dan Sooyoung tentu saja ikut berdiri karenanya.

‘Grebb!’ – Lalu beberapa saat kemudian, gadis itu langsung memegang lengan Sooyoung dengan wajah sendu.

“Nona, nona.. aku… aku benar-benar berterimakasih padamu! Kau.. kau benar-benar sudah menolongku!” ucap gadis itu dengan nafas tersenggal-senggal.

Sooyoung tersenyum tipis, “Nona tenanglah, mereka sudah pergi…” ucapnya sambil memegang bahu gadis itu dengan lembut.

“Sekarang coba tarik nafas dalam-dalam dan jangan panik, eoh?” tuntun Sooyoung mencoba menenangkan. Gadis itupun hanya menurut dan mulai memejamkan matanya. Dia mulai menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan.

“Apa kau terluka?” Tanya Sooyoung setelah gadis itu membuka matanya. Dan gadis itupun hanya menggeleng pelan.

Sooyoung tersenyum sambil mengangguk, “Syukurlah,kalau begitu.. sebaiknya kau segera pergi sebelum anak-anak tadi kembali lagi” ucapnya.

Gadis itu mengangguk, “Sekali lagi.. terimakasih” ucapnya sebelum dia beranjak pergi dengan langkah sedikit ketakutan. Sepertinya dia masih trauma dengan kejadian tadi.

“Fiuuhh! Nyaris saja ketahuan” ucap Sooyoung sambil mengusap dahinya yang sedikit berkeringat.

Eung? – Tapi beberapa saat kemudian, Sooyoung langsung terdiam karena dia menyadari sesuatu.

“Tunggu, kenapa tidak ada suara sirine lagi?” Gumam Sooyoung sambil mengernyit bingung. Dengan cepat, diapun membalikan badan untuk memeriksa ponselnya yang masih berada di pot.

‘Brukkk!’ – Namun belum juga sempat melangkah, Sooyoung sudah terlebih dulu berhenti karena ternyata ada seseorang yang berdiri dibelakangnya. Sooyoung bahkan nyaris terjatuh karena menabrak tubu orang itu. Untung saja dia mencengkram lengan Sooyoung hingga Sooyoung terselamatkan.

Sooyoung sedikit tersentak ketika dia melihat tangan kekar orang itu. “Tunggu, orang ini… namja?” Batin Sooyoung dengan wajah sedikit panik. Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya karena takut jika orang didepannya itu ternyata orang jahat.

“Cih! kau ingin jadi wonder women disini eoh?” tanya orang itu dengan bahasa informal.

‘DEG’- Menyadari jika suara itu sedikit familiar, Sooyoungpun akhirnya memebranikan diri mengangkat wajahnya.

“Jung Daehyun?” gumam Sooyoung sambil menatap namja didepannya itu penuh tanya.

“Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?” tanya Daehyun dengan ekspresi datar.

‘STAPPP!’ – Sooyoung segera menarik tangannya ketika dia menyadari jika Daehyun masih menggenggam tangannya.

“Kau yang mematikan ponselku? Dimana ponselku?” tanya Sooyoung tanpa menjawab pertanyaan Daehyun.

“Kau sadar? Kau bisa saja dihabisi anak-anak tadi” ucap Daehyun dengan ekspresi sedikit marah. Hey kenapa dia marah?

“Tapi aku baik-baik saja!” Ucap Sooyoung sambil merebut ponselnya yang ternyata berada di tangan Daehyun yang lain.

“Choi Sooyoung.. kau pikir hidupmu akan sempurna jika kau selalu berbuat baik seperti ini eoh?” tanya Daehyun.

Sooyoung tertawa kecil, “Di dunia ini mana ada yang sempurna Jung Daehyun?” Tanya Sooyoung baik.

“Hanya saja.. aku tahu satu hal yang pasti…, Acuh maupun berbuat jahat, semua itu hanya akan membuat hidup tidak tenang” lanjut Sooyoung dengan begitu yakin.

“Kau juga harus tahu.. tidak semua orang menganggap perbuatan baikmu sebagai suatu kebaikan” ucap Daehyun memperingatkan.

Sooyoung tersenyum smirk, “Aku tahu hal itu, dan aku juga yakin… orang itu pasti adalah kau” ejek Sooyoung.

Daehyun mendengus, “Tapi kau tidak pernah menolongku!” ucap Daehyun tak mau kalah.

“Yapp! Dan kuharap… itulah yang akan aku lakukan sepanjang hidupku” balas Sooyoung lagi. Tapi kali ini dia memutuskan untuk melangkah pergi dan meninggalkan Daehyun.

Daehyun menghadapkan tubuhnya kearah Sooyoung, “Ya Choi Sooyoung! Berhati-hatilah! Ini baru permulaan!” ancam Daehyun.

Dan Sooyoung hanya menanggapi hal itu dengan senyuman remeh. Cih! memang apa yang bisa kau lakukan?!

Sooyoung membuang nafas panjang ketika dia telah tiba didepan rumah sewanya. Dengan tenaga yang tersisa, dia berjalan menghampiri pintu dan berniat membukanya.

“Huffftt~ akhirnya aku bisa tidur dengan-“

‘DEG’ – Belum juga sempat melanjutkan ucapannya, mata Sooyoung sudah terlebih dulu membulat karena dia melihat sesuatu yang aneh pada pintunya.

I.. Ige.. ige mwoya?!” Gumam Sooyoung sambil memegang sebuah rantai dimana ada gembok yang mengait disana.

‘TAPP!’ – Beberapa saat kemudian, Sooyoung meraih sebuah kertas kecil yang tertempel dipintu.

[ Ini kamarku! Pergi dan menjauh dari keluargaku!]

‘Krsss!!’ – Sooyoung mendengus sambil meremas kertas itu dengan wajah geram.

JUNG DAEHYUN IE… NEO NAPPEUN SAEKKI!!!”

.

.

TBC

.

.

PREVIEW:

  • “Akhir-akhir ini.. seseorang selalu mengegebrak-gebrak pintuku saat tengah malam” Sooyoung
  • “Sooyoung-ssi, kau mau jalan-jalan denganku? sepertinya kau sangat tertekan…” Youngjae
  • “Kau berkencan dengan Yoo Youngjae? Sooyounga itu sungguh tidak benar!” Hyosung
  • “Sooyoungie, untuk sementara ini.. kau tidur dirumah kami saja” Bibi Jung
    “Maaf bi, aku tidak bisa seperti kalian, jika kau terus memanjakannya.. dia tidak akan berubah!” Sooyoung
  • “Kau harus tahu, Youngjae tidak sepolos dugaanmu..” Daehyun
    “Kenapa kau jadi ikut campur dengan urusan pribadiku?” Sooyoung
  • “Aku merasa… seseorang sedang berusaha menerorku” Sooyoung
  • “Kami satu jalur, jadi kau tidak perlu mengantarnya” Daehyun
    “Membiarkannya pulang bersamamu itu lebih berbahaya daripada membiarkannya pulang sendiri” Youngjae
  • “Aku mulai ketakutan” Sooyoung
  • “Daehyuna, ayah masuk rumah sakit!” Jessica
  • “Sampai kapan kau akan bersikap seperti pengecut Jung Daehyun?” Sooyoung
    Daehyun menarik kerah baju Sooyoung, “Takcyeo!”
  • “BRMMM!” Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi
    “Choi Sooyoung awas!!”

.

.

[PLEASE READ]

Sekali lagi, aku mau minta maaf sama semua reader ff ini karena ada perubahan cast dari member VIXX jadi member B.A.P.

Jujur ini bukan karena aku Baby atau karena B.A.P lagi comeback, Tapi karena beberapa reader bilang mereka ga bisa ngefeel karena mereka ga begitu tau vixx. Sejujurnya, aku sendiri juga ga tau VIXX, jadi waktu nulis terkadang juga kurang ngefeel. 

Dan mumpung kemarin itu baru sampe prologue dan castnyapun belum kesebut, makanya aku mutusin buat ganti cast setelah melalui pertimbangan yang panjang *halah* 

Buat fans VIXX, aku minta maaf ya karena udah ganti castnya. Tapi SUER DEH aku ngelakuin ini bukan karena aku ga suka mereka.

Cek juga ya MV terbaru B.A.P —>>>> B.A.P WAKE ME UP MV ^^

Iklan

22 thoughts on “FERMATA (Part 2)

  1. Rabiah berkata:

    Haajajaja… kesian sekali mami sooyoung kena ambil kmarnya…jung daehyun tu suka ya sama mami sooyoung..kagak sabar seterusnya..faithing cnggu

  2. Daehyun! Kamu bandel ya 😑
    Disini ceritanya mereka seumuran? Good Good … Udah saling kenal dari kecil? Childhood Friends! Aku lagi suka banget sama love story yang mulanya dari temen masa kecil 😄

    Ps. Lagu baru bap bagus banget *crying*

    • Enggak kak, diatas ada kog percakapan yg nunjukin kalo Sooyoung lebih tua, tapi mereka emang childhood

      waaahh makasih udah mau dengerin/nonton lagu barunya B.A.P

  3. yani yanuari berkata:

    huaaaa terharu!!! akhir’a next part ff in d’publish cepet jga 😀 seneng’a kaga ktulungan!!!! kkkkkkk
    keren bner next part’a min, sukses bkin aku teriak” gaje sma klakuan’a damchu k’soo eonni wkwkwk apaa mereka ntu udh biasa berantem d’waktu kecil yaa min? ko ampe pda udh gede” gtu masih ajaa berantem sihhh? truaaa it Ujae? Apaa jan” dya jga suka yaa sma soo eonni? ko dya bisa senyam senyum gaje gtu klo liat klakuan’a soo eonni?? kkkk mkin pnasaran sma next part’a min, kajja keep waiting next part min 🙂 fighting 😉

  4. natsu berkata:

    Kebayang ekspresi youngjae pas liat daehyun sama sooyoung tengkar. Lucu banget sampek bikin senyum senyum sendiri.
    Daehyun perhatian sama sooyoung sebenernya ciecie :v

  5. Daehyun dn sooyooung asyik berantem yaa ngak kepikir d khalayak ramai ap d rumah mesti berantem terus org tua² bilqng jgn trllu bnci nnti bisa jdi jtuh cnta dehh..uitt kyknya youngjae ska sma sooyoung..wtk jongup blm kluar nihh ngk sbr liatin gimana skp jongup hehe

  6. Sooyoung eonni selalu lucky, krn dikelilingi dan ditebutin cowok2 kece #envy hehehe
    daehyun sama sooyoung mah berantem terus, nanti lama2 ada something.. wkwkwk
    Ditunggu next partnya thor
    keep writing 🙂

  7. Febryza berkata:

    Daehyun-ah kenapa kamu berantakan sekali hahahaha

    Eh tapi seru juga deh ngebaca pas adegan daehyun sama sooyoung adu argumen, yah walaupun entah kenapa aku ngebayanginnya pas di adegan daehyun-sooyoung-youngjae jadi yongguk-sooyoung-daehyun *weird isnt it?*

    Kalo diliat dari teaser kayaknya ada yg aneh deh sama kamar itu sampe emaknya daehyun bilang sooyoung tinggal di rumahnya aja. Oh btw, kenapa sama youngjae kok daehyun bilang gitu?

    Aku pribadi sih gapapa kalo emang cast diganti karena menurut aku, kamu sebagai author kalo engga paham dengan cast yg akan kamu gunain jadinya kurang berasa feelnya saat nulis. Pasti beda deh rasanya nulis yg pas part awal dibanding yg ini atau ff without you *ini sih secara ga langsung aku kode mau lanjutan ff itu*

    • Iya kak beda bgt feelnya, apalagi karakternya juga kan aku paham kalo bap jdi pnyampaiannya lbh gampang
      Kayanya kakak udh terkontaminasi yongguk deh 😅

  8. Singkat padat dan jelas, komen aku : kau (authornya) selalu membuat para readers penasaran 😍😍 dr aku masih sekolah MTS ampe MAN selalu baca ff karya mu, feelnya dpt bgt, tp yg aku baca paling sooyoung sama member B.A.P aja, soalnya ffnya jd ngefeel bgt, dan buat para readersnya nangis ketawa dan senyum senyum sendiri *LoveYouThor 😚😚😚

  9. sepertinya ff ini bakal banyak pertengkaran antara soo dan daehyun..
    ya semoga ada momen sweetnya juga 🙂

    apa soo sama daehyun udh deket dari kecil ya?
    sepertinya soo naksir tuh sama youngjae..

    aku makin penasaran sama previewnya..
    jadi youngjae gak baik yah?
    terus yg neror soo siapa?

    ditunggu next partnya^^
    KEEP FIGHTING!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s