FERMATA (Part 4)

TITLE : FERMATA (Part 4)

CAST:

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Jung Daehyun B.A.P
  • Yoo Youngjae B.A.P

OTHER CAST:

  • Jung Jessica EX-SNSD
  • Moon Jongup B.A.P
  • Jeon Hyosung SECRET

GENRE : Romance, Family, Friendship, Mystery, Semi Thriller

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

#FERMATA#

.

.

“Kemana semua orang” Gumam Sooyoung dengan wajah panik. Jauh didalam hati, dia hanya berharap jika Daehyun tidak apa-apa.

Tapi..

“BRAKKK!”

“ARGHH!!” – Sesaat setelah mendengar suara pintu terbuka, Sooyoung mendengar Daehyun merintih kesakitan diluar sana.

Sooyoung mendekat kearah pintu dan menempelkan telinganya disana,“Apa yang terjadi? Apa Daehyun terluka?” Batin gadis itu dengan wajah panik. Dengan reflex, dia beranjak membuka kunci pintu kamarnya.. agar dia bisa menolong Daehyun.

‘Tap!’ – Tunggu dulu…

“Bagaimana jika dia sedang mencariku sekarang? Bagaimana.. jika dia sedang berdiri didepan pintu kamar ini?” gumam Sooyoung yang tentu saja langsung mengurungkan niatnya.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Anhi! Daehyun menjadi terluka karena aku, aku tidak bisa bersikap seperti pengecut!”

Setelah mengumpulkan keberanian, Sooyoungpun beranjak membuka pintu dan bersiap untuk segala kemungkinan yang terjadi.

‘TAPP!’ – Ketika Sooyoung sudah benar-benar membuka pintu itu, matanya terlihat langsung membulat.

“Jung Daehyun!” pekik Sooyoung sambil berlari menghampiri adik Sica yang saat ini sedang bersandar lemah pada dinding.

Ommo… Jung Daehyun wae.. waegurae?” Tanya Sooyoung sambil berlutut disamping Daehyun dengan wajah panik. Sekilas, dia menoleh pada tangan Daehyun yang sejak tadi terus memegangi perutnya.

Kajja! Sebaiknya kau berbaring di tempat tidurku” ajak Sooyoung sambil merangkulkan tangan Daehyun dibahunya dan menuntun Namja itu untuk berjalan kekamarnya. Sesaat, Daehyun melirik Sooyoung yang pasti masih merasa kesakitan karena kakinya belum sembuh total.

Setelah meletakan Daehyun diranjangnya, Sooyoung segera keluar untuk menutup pintu yang secara otomatis terkunci dan hanya bisa dibuka dengan code.

Dengan langkah terpincang, Sooyoung kembali kekamarnya. Dari kejauhan dia bisa melihat jika Daehyun terus memegangi perutnya sambil meringis kesakitan. Dan sesungguhnya, Sooyoung merasa kasihan melihat hal itu.

“Apa.. yang sudah dia lakukan padamu?” tanya Sooyoung setelah dia duduk ditepi ranjang.

Daehyun menarik nafas dalam dan beranjak duduk, “Tadi.. dia.. menendang perutku.. sebelum dia.. melarikan.. diri” jawab Daehyun dengan suara lirih.

Sooyoung membulatkan mata, “Dia menendangmu?” Tanya gadis itu. Dan Daehyun hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.

“Apa parah?” Tanya Sooyoung sambil menyibakan baju Daehyun sedikit- agar dia bisa melihat luka diperut Namja itu.

Molla.., Tapi rasanya.. seperti.. organ dalamku.. saling bertukar tempat didalam sana” jawab Daehyun sambil mencoba untuk menahan rasa sakit ketika tangan Sooyoung tidak sengaja menyentuh lukanya. Dan Sooyoung sendiri terlihat langsung menutup mulutnya ketika dia melihat luka lebam yang cukup besar diperut Daehyun.

“Ya Tuhan.. perutmu.. lebam Jung Daehyun..” Ucap Sooyoung panik. Sesaat, dia melebarkan sibakan baju Daehyun untuk memeriksa apa ada luka lain disana. Dia juga kembali menyentuh luka Daehyun untuk melihat tingkat keparahannya.

Dan Daehyun sendiri sepertinya sama sekali tidak berniat untuk protes atas perlakuan itu, saat ini.. dia lebih memilih untuk menatap gadis didepannya itu dalam diam. Jauh didalam hati, dia merasa lega karena dialah yang akhirnya terluka dan bukan Sooyoung.

Ommo.. eotheokkhae? Manhi.. appa? (Bagaimana ini? apa sakit sekali?)” Tanya Sooyoung dengan ekspresi khawatir ketika dia menyadari jika luka Daehyun cukup serius.

Anhi, Kurasa.. lukaku sudah membaik..” Ucap Daehyun masih dengan suara lirih.

Sooyoung yang sibuk memeriksa luka diperut Daehyunpun langsung mengangkat wajahnya. “Sungguh?” Tanya gadis itu sedikit tak percaya.

Daehyun mengangguk, “Eum, Benar-benar jauh lebih baik.. karena kau menghkawatirkanku seperti ini..” ucap Namja mancung itu dengan senyuman tipis.

‘Blush’- Dan Sooyoung tentu saja langsung blushing mendengarnya.

“Ak.. aku tidak mengkhawatirkanmu” sangkal Sooyoung sambil membuang wajahnya kearah lain.

Melihat hal itu, Daehyun tentu saja kembali tersenyum seolah seluruh rasa sakitnya telah hilang. Beberapa saat kemudian, Daehyun mengalihkan pandangannya kearah skylight kamar Sooyoung.

“Mungkin inilah… yang kau rasakan.. saat kau dicelakai orang mabuk karena aku mengunci kamarmu waktu itu” Ucap  Daehyun dengan senyuman miris. Dan Sooyoung tentu saja kembali menoleh padanya dengan wajah bingung.

“Bahkan mungkin.. ini semua masih belum setimpal” lanjut Daehyun sambil menoleh lagi pada Sooyoung.

‘DEG’ – Sesaat, Sooyoung hanya bisa terdiam dengan tubuh membeku. Sungguh, dia tidak tahu kenapa sikap Daehyun terhadapnya bisa berubah seperti itu.

Mianhae..” Ucap Daehyun lirih. Namja itu mengunci pandangannya di manik mata Sooyoung yang masih sedikit berkaca-kaca karena kejadian tadi. Disisi lain, Sooyoung sama sekali tidak tahu apa yang harus dia katakan. Sejujurnya, dia pernah menginginkan hal itu, mendengar Daehyun mengucapkan permohonan maaf padanya.

‘Shett!’ – Karena merasa canggung dan juga bingung, Sooyoung akhirnya bangun dan menolehkan wajahnya kearah lain.

“A.. aku akan menelpon rumah sakit, kurasa.. kau.. perlu melakukan pemeriksaan serius” ucap Sooyoung sambil meraih ponselnya yang ada di meja dan beranjak menghubungi seseorang.

‘Tapp!’ – Tapi belum juga sempat berdiri tegap, Daehyun sudah terlebih dulu meraih lengan gadis itu dan menuntunnya untuk kembali duduk.

“Tidak perlu, aku bilang aku sudah tidak apa-apa” tolak Daehyun.

Sooyoung menarik nafas dalam, “ Ya Jung Daehyun, kau mungkin tidak berdarah.. tapi.. tapi bagaimana jika organ dalammu yang terluka?” protes gadis itu.

“Ya, aku ini laki-laki, aku sering mengalami hal seperti ini! lagipula.. jika aku dibawa kerumah sakit, lalu siapa yang akan menjagamu disini?” tanya Daehyun tak mau kalah. Nada bicaranya yang tadi sedikit lembut, sekarang kembali seperti biasanya.

‘DEG’ – Menjagaku?

Sooyoung mengernyit, “Apa maksudmu? Ya Jung Daehyun! sejak kapan kau jadi berfikir untuk menjagaku?” Tanya Sooyoung heran. Gadis itu menarik nafas dalam, “Sudahlah! saat ini yang seharusnya kau pikirkan adalah dirimu sendiri!” ucap Sooyoung sambil beranjak meraih ponselnya kembali.

Daehyun mendengus, “Ya Choi Sooyoung! Berhentilah bersikap sok berani! Kau tahu sendiri kan seberapa berbahayanya pria bertopeng tadi? Lalu bagaimana jika ternyata dia masih mengintai diluar? Bagaimana jika saat aku pergi… dia kembali kesini? Bagaimana jika dia kembali mendobrak pintumu? Bagaimana jika dia melakukan sesuatu padamu?” tanya Daehyun sambil memegangi perutnya yang kembali terasa nyeri karena dia sedikit memekik.

Sooyoung memutar bola matanya malas, “Memang apa yang akan kau lakukan jika kita tidak jadi memanggil rumah sakit? Apa kau akan berjaga didepan seperti satpam? Kau mau mati kedinginan diluar? tidak mungkin kan?” Tanya Sooyoung balik.

“Sudahlah Jung Daehyun! Memanggil ataupun tidak.. itu semua tidak ada bedanya, aku juga akan tetap sendiri disini, jadi sebaiknya-”

Anhi! Untuk sementara.. aku akan menginap disini” Sahut Daehyun.

Mwo? Menginap? Ya! Apa kau gila? Apa kau tidak lihat jika aku hanya punya satu ranjang disini?” Tanya gadis itu sambil menunjuk ranjang yang sedang Daehyun duduki.

Gwaenchana! Kau tidurlah disini, aku bisa tidur di sofa” ucap Daehyun sambil berdiri dan berjalan menuju Sofa yang ada dihadapan ranjang Sooyoung dengan langkah tertatih.

Sooyoung menatap setiap pergerakan Daehyun dengan ekspresi bingung. Dia tahu benar jika Namja itu masih kesakitan, tapi kenapa Daehyun masih bersikeras untuk tetap berada disini?

Anhi Anhi! Apapun alasanmu… kau… kau tidak bisa menginap disini!” Tutur Sooyoung sambil berdiri dan menghampiri Daehyun.

Kajja! Aku akan mengantarmu ke bawah” lanjut Sooyoung sambil meraih lengan Daehyun dan berniat membawa Namja itu keluar dari rumahnya.

Tapi..

“TAPP!” – Bukannya Sooyoung yang berhasil menarik Daehyun untuk berdiri, sekarang Daehyun lah yang menarik tubuh Sooyoung sehingga gadis itu terjatuh disampingnya- dan kedua tangan gadis itu bertengger manis di bahunya.

Sooyoung tentu saja langsung menoleh pada Dahyun dengan wajah syok. Bagaimana tidak? Separuh dari bagian tubuhnya menindihi tubuh Daehyun, dan itu berarti jarak mereka saat ini sangatlah dekat.

Namun berbeda dengan Sooyoung, Daehyun sendiri sekarang malah menoleh padanya sambil tersenyum smirk. Dia juga memegangi tangan Sooyoung dengan kuat sehingga gadis itu tidak bisa lari.

Wae? Bukankah kita pernah tidur bersama dalam satu ranjang? Kita juga sering melakukannya sewaktu kecil, jadi kenapa kau setakut ini?” Tanya Daehyun yang dengan sengaja malah berbisik pada gadis itu.

‘Blushh’ – Dan Ucapan itu berhasil membuat tubuh Sooyoung membeku. Hembusan nafas Daehyun seolah menyalurkan sebuah aliran listrik yang membuat wajahnya bersemu merah.

Sooyoung menarik nafas dalam dan berusaha untuk tidak termakan godaan Daehyun. Tidak! Bocah ini pasti hanya ingin meledekku, semua ucapannya pasti hanya bercanda!

‘Krrkk!!’ – Sebelum Daehyun kembali melakukan sesuatu yang aneh padanya, Sooyoungpun segera mengambil tindakan yaitu dengan menggigit bahu Namja itu sekuat mungkin.

“Argghhh!!” Dan benar saja! sang pemilik bahu itu langsung mengerang kesakitan sehingga pegangannya terhadap tangan Sooyoung terlepas. Dan kesempatan itu tentu saja langsung Sooyoung gunakan untuk menjauh. Dia langsung berdiri sambil melipat kedua tangannya didada.

“Ya! Bagaimana kau bisa mempermainkanku seperti itu disaat perutmu sedang terluka? kau mau mati eoh?!” tanya Sooyoung murka. Dengan ekspresi itu, orang lain mungkin jadi tidak menyadari jika wajah Sooyoung sebenarnya masih memerah karena malu.

Daehyun menoleh pada Sooyoung dengan ekspresi kesakitan. “Ya! kau ini srigala atau apa?! Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?! lihat! Lihat bahuku! Bekas gigitanmu bahkan tidak mau hilang!” protes Daehyun sambil menunjuk bahunya yang tadi berhasil Sooyoung gigit.

Sooyoung tersenyum smirk, “Itulah akibatnya jika kau berani berbicara menjijikan seperti itu padaku!”

Daehyun mendengus, “Ya! Aku kan hanya bercan- Arghh!!!” Belum sempat menyanggah ucapan Sooyoung, Daehyun kembali merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Namja itu bahkan memejamkan mata seolah sakit yang ia rasakan benar-benar serius.

Sooyoung terdiam sambil berusaha menebak tingkah Daehyun. Dia memang merasa kasihan padanya, tapi dia juga tidak mau jatuh kedalam bualan Namja itu untuk yang kedua kalinya.

Kajja! Sepertinya kita memang harus pergi ke rumah sakit” ucap Sooyoung mencoba untuk bersikap tenang.

“Ti- Tidak! Am.. ambilkan aku es.. dan.. kain.. saja!” ucap Daehyun terbata. Dari nada bicaranya, sepertinya dia memang kesakitan. Dan karena itulah, Sooyoung tidak berniat untuk kembali memaksanya. Dia bahkan menurut dan melakukan apa yang Daehyun minta.

.

.

Sudah 30 menit sejak Sooyoung berbaring di ranjangnya. Tapi matanya tetap saja tidak mau terpejam. Padahal ketika tadi dia menggosok gigi, matanya benar-benar terasa berat dan mungkin bisa terpejam saat itu juga.

“Hufft~” Merasa sedikit kesal, Sooyoung akhirnya bangun dan duduk bersandar pada sandaran ranjang yang ada dibelakangnya.

“Kau masih tidak bisa tidur dengan lampu menyala?” tanya Daehyun yang saat ini sedang duduk di Sofa. Dari kejauhan, Sooyoung bisa melihat jika Namja itu masih menempelkan kain berisi es diatas perutnya.

Sooyoung mengangguk pelan, “Aku kira kau sudah tidur, apa perutmu masih sakit?” tanya gadis itu sambil menarik selimutnya hingga keatas perut.

“Jika kau tidak mengajakku bertengkar lagi, aku yakin rasa sakitnya tidak akan kembali” jawab Daehyun dengan senyuman mengejek. Meski begitu Sooyoung bisa melihat jika wajah Namja itu sedikit pucat.

“Cih!” Dan Sooyoung hanya menanggapi hal itu dengan decakan kecil. Beberapa saat kemudian, keduanya diam dengan pikiran masing-masing.

“Matikan saja lampunya jika kau kesulitan tidur, kau mungkin berfikir jika aku nakal- tapi aku sungguh tidak akan melakukan sesuatu yang aneh padamu” Ucap Daehyun dengan suara pelan.

Sooyoung tersenyum tipis mendengar pengakuan Daehyun, “Anhi, Aku bukan mempermasalahkan hal itu..” ucap Sooyoung sambil menekuk kedua lututnya dan melingkarkan tangannya disana.

Daehyun menghela nafas sejenak, “Tenang saja, aku akan meminta ayah untuk memasangkan CCTV di depan” ucap Daehyun ketika dia melihat ekspresi risau di wajah Sooyoung.

“Apa tadi.. kau tidak melihat wajahnya?” Tanya Sooyoung.

Daehyun menggeleng, “Dia memakai topeng dan rambutnya tertutup tudung jaket” jawabnya.

“Apa kau sudah mencurigai hal ini sejak lama? Apa itulah alasanmu menyuruhku pergi dari sini?” tanya Sooyoung sambil menatap Daehyun yang memang duduk berhadapan dengannya.

Daehyun menarik nafas dalam, “Beberapa minggu setelah kau pindah, aku mulai menyadari jika seseorang jadi sering mondar-mandir naik kesini, awalnya.. aku mengira jika mereka adalah salah satu temanku yang sedang mencariku, tapi ketika aku memanggilnya.. dia malah lari” jelas Daehyun. Dan Sooyoungpun terdiam mendengarnya.

“Aku tidak tahu apa yang dia lakukan dan apa alasan dia melakukan hal itu, tapi setelah menyadari jika kemunculannya berawal setelah kau datang kesini, akupun mencoba membuktikannya dengan cara mengunci kamarmu dan membuatmu pergi, aku ingin tahu apa dia akan tetap kesini atau tidak, dan ternyata.. dia memang tidak lagi datang kesini” lanjut Daehyun.

“Dia tidak kesini karena dia mengikutiku kerumah Hyosung” ucap Sooyoung sambil tersenyum miris.

Daehyun membulatkan mata, “Dia mengikutimu?!” tanya Namja itu dengan wajah syok.

Sooyoung mengangguk, “Eoh, dia juga mencoba membuatku menyadari kehadirannya agar aku ketakutan, sesekali dia bahkan bersikap seperti orang mabuk” jelasnya.

Jinjja?! Itu berarti.. dia tahu jika kau takut dengan orang mabuk?” Tanya Daehyun. dan lagi-lagi Sooyoung mengangguk.

“Meski begitu.. dia tidak berani menggebrak-gebrak pintu seperti saat aku tinggal disini” ucap Sooyoung.

“Lalu.. sejak kapan dia mulai menggebrak-gebrak pintu seperti tadi” tanya Daehyun lagi.

“Sama sepertimu, akupun mulai mengalami semua ini sejak aku pindah ke Busan” jawab Sooyoung.

“Pada awalnya.. dia selalu melakukan hal itu setiap malam, tapi akhir-akhir ini.. dia mulai jarang melakukannya, dan kurasa.. itu semua adalah karenamu ” ucap Sooyoung sambil tersenyum lembut pada Daehyun.

Beberapa saat Daehyun hanya diam sambil mengerjapkan mata, sesungguhnya dia tidak pernah menyangka jika Sooyoung bisa melemparkan senyuman seperti itu padanya. Dan hingga pada akhirnya, Daehyun membalasnya dengan senyuman tipis.

Ketika Daehyun mencoba menikmati indahnya senyuman Sooyoung, gadis itu malah menunduk lemas. “Keundae, Mianhae Jung Daehyun, selama ini.. aku mengira jika itu semua adalah perbuatanmu, aku mengira.. kau benar-benar tidak ingin melihatku dan.. dan tidak mau melepaskan tempat kesukaanmu ini untukku” ucap Sooyoung dengan wajah menyesal.

Daehyun membuang nafas panjang, “Mana mungkin aku melakukan semua itu setelah akhirnya aku bisa kembali melihatmu?” Batin Daehyun dengan tatapan lurus kearah Sooyoung.

“Sudahlah, jika aku diposisimu, aku pasti juga akan berfikiran sama, mengingat jika hanya aku yang terlihat jahat disini” Ucap Daehyun dengan senyuman tipis.

Jongmal mianhae, Daehyuna..” lanjut Sooyoung yang malah merasa semakin bersalah.

Daehyun mendengus, “Lalu, siapa yang sudah tahu tentang hal ini? apa kau sudah memberitahu kedua orang tuaku? dan bagaimana dengan Soyeon?” tanya Daehyun mengalihkan agar Sooyoung tidak terlalu merasa bersalah padanya.

“Sejauh ini.. hanya kau dan Youngjae-“

“Youngjae?!” Tanpa mempersilakan Sooyoung untuk menyelesaikan ucapannya, Daehyun sudah terlebih dulu menyahut karena dia mendengar nama temannya disana. Sooyoung bahkan cukup terkejut karena nada bicara Namja itu tiba-tiba saja meninggi.

“Baiklah, aku paham jika kau tidak mengatakannya padaku, tapi.. Youngjae? Kau tidak mengatakan masalahmu pada orang tuaku tapi kau bercerita pada laki-laki yang belum lama kau kenal?” Tanya Daehyun tak habis pikir.

Sooyoung sepertinya sedikit kebingungan, “Yaa.. itu.. itu karena aku tidak sengaja mengatakannya, saat itu.. aku terlalu terbawa emosi sehingga-“

“Apa yang kalian bicarakan sehingga kau bisa sampai terbawa emosi?” Lagi-lagi, Daehyun menyahut ucapan Sooyoung dengan nada mengintrogasi.

Sooyoung mendengus, “Bisakah kau membiarkan aku selesai bicara terlebih dulu?” tanya gadis itu geram.

“Ya.. kau harus tahu.. Youngjae itu tidak sebaik yang kau pikir” ucap Daehyun.

Sooyoung tentu saja langsung mengernyit bingung, “Ya Jung Daehyun, Ada apa denganmu? Kenapa kau emosional sekali mendengar nama Youngjae? Bukankah dia temanmu? lagipula.. kenapa kau jadi ikut campur dengan urusan pribadiku? Bukankah seharusnya kita membicarakan si stalker itu sekarang?” Tanya Sooyoung heran.

“Sejak kapan Youngjae menjadi ‘urusan pribadimu’? Ya! Youngjae itu temanku! Dan aku harus tahu-“

“Apa kau cemburu?” sahut Sooyoung dengan ekspresi curiga. Dan Daehyun tentu saja langsung diam.

“Kau tidak sedang cemburu kan?” ulang Sooyoung sambil menyipitkan matanya.

Daehyun membuang wajahnya kearah lain, “Untuk apa aku cemburu? Aku hanya ingin menolongmu” sangkal Daehyun dengan suara pelan. Sepertinya dia tidak benar-benar ingin Sooyoung mendengarnya.

Sooyoung terdiam karena ternyata dia mendengar semuanya dengan jelas, “Menolongku? Kenapa? Apa karena Youngjae memang bukan pria baik-baik? Apa yang Daehyun maksud saat ini sama seperti apa yang Hyosung katakana kemarin?” Batin Sooyoung yang malah jadi memikirkan Youngjae.

“Youngjae memang temanku dan aku sudah mengenalnya sejak SMA, tapi Choi Sooyoung.. aku sudah mengenalmu bahkan sejak aku belum lancar berbicara, itulah kenapa.. aku ingin kau berhati-hati” lanjut Daehyun pelan.

Wae? Kenapa aku harus berhati-hati? Sejauh aku mengenalnya.. dia selalu baik padaku” ucap Sooyoung tak setuju.

Daehyun mengerutkan alisnya, “Tunggu, apa kau mulai menyukainya? Kau tidak menyukainya kan?” tanya Daehyun curiga.

Sooyoung tersenyum smirk, “Kurasa kau tidak perlu tahu hal itu” jawab Sooyoung sebelum dia membaringkan tubuhnya.

“Ya Choi Sooyoung-“

“Hoamm~ aku mengantuk! Diam dan tidurlah!” sahut Sooyoung sebelum Daehyun selesai bicara padanya.

“Ya! kau harus mendengarkan nasehatku! Camkan itu baik-baik! Kau mengerti?!” pinta Daehyun. Tapi Sooyoung tidak lagi menjawab karena dia sudah hampir terlelap.

.

.

#FERMATA#

.

.

Youngjae memeriksa jam yang ada di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya terlihat sibuk memegangi ponsel yang saat ini ia gunakan untuk menelpon seseorang.

“Kenapa Sooyoung Noona belum keluar? Biasanya dia berangkat pada jam ini” gumam Youngjae heran.

“Sooyoung sudah tidak menginap disini, dia sudah kembali ke rumah Sica” – Lalu sebuah suara membuat Youngjae menoleh.

Youngjae mengernyit, “Hyosung-sunbae?”

“Mulai sekarang, berhentilah mencari Sooyoung” ucap Hyosung dengan ekspresi dingin.

Beberapa saat, Youngjae hanya bisa terdiam karena dia bingung melihat gadis bernama Hyosung itu disana. “Kau mengenal Sooyoung noona?” tanya Youngjae setengah tak percaya.

“Disini adalah rumahku, Sooyoung pulang kesini karena dia menginap dirumahku, dan dia menginap karena dia adalah sahabatku” ucap Hyosung masih dengan ekspresi datar.

“Sooyoung adalah sahabatmu?” Youngjae berhenti sejenak karena tiba-tiba saja dia ingin tertawa.

“Wahh pantas saja akhir-akhir ini dia seperti berjaga jarak denganku, kurasa aku harus berterimakasih padamu atas hal itu” Sindir Youngjae sambil menatap Hyosung remeh.

Hyosung mendengus, “Bukankah seharusnya kau berhenti sekarang? Kau tahu kan jika dia adalah sahabat Sica?” tanya Hyosung sambil melipat kedua tangannyan di dada.

Youngjae memasukan ponsel dan kedua tangannya di saku celana, “Lalu kenapa?” tanya Namja itu dengan ekspresi yang tiba-tiba saja berubah dingin. Ekspresi yang tidak sesuai dengan wajah baby facenya.

“Kau bertanya kenapa? Kau masih berpura-pura tidak tahu jika Sica menyukaimu?” tanya Hyosung balik.

“Aku tahu” jawab Youngjae singkat.

“Dan kau masih mau mendekati Sooyoung?” tanya Hyosung setengah tak percaya.

Youngjae tertawa kecil mendengarnya, “Hyosung sunbaenim, kurasa kau bukan seseorang yang perlu ikut campur terhadap urusanku” ucapnya dengan senyuman remeh.

“Sica dan Sooyoung adalah sahabatku!” ucap Hyosung dengan wajah geram.

“Aku paham.. tapi bukan berarti kau bisa mengatur mereka!” sanggah Youngjae dengan ekspresi yang kembali dingin.

“Aku tahu jika kau saaaangat menyukaiku dan tahu segaaaala keburukan yang ada padaku, tapi kau tidak perlu repot-repot menceritakan semuanya pada Sooyoung Noona” Youngjae terlihat melangkah maju sehingga tubuhnya hampir bersentuhan dengan tubuh Hyosung.

“Aku akan sangat tersinggung jika kau menganggap- perlakuanku terhadap Sooyoung Noona akan sama seperti perlakuanku terhadapmu maupun Soyeon Noona” bisik Youngjae tepat di depan telinga Hyosung.

Hyosung tentu saja langsung mendengus geram, dia bahkan mengepalkan tangannya erat-erat seolah dia ingin sekali memukul Namja brengsek itu.

“Aku sudah cukup muak denganmu Hyosung-ssi, kali ini.. aku tidak akan membiarkanmu mencampuri urusanku dengan Sooyoung Noona, Kau harus tahu.. aku mungkin bisa berbuat lebih nekat dari biasanya” ucap Youngjae dengan tatapan yang begitu tajam. Beberapa saat setelah itu, dia membalikan badan dan melangkah pergi begitu saja.

“Yoo Youngjae, aku tidak akan pernah membiarkanmu!”

.

.

#FERMATA#

.

.

@CAFÉ

Sooyoung berjalan menuju kasir untuk memesan kopi dan juga sepotong kue.

“Silakan- eoh? Sooyoung ssi?” Sang pelayan kasir terlihat terkejut ketika dia melihat Sooyoung.

“Eoh? Jongup-ssi? Kau bekerja disini?” tanya Sooyoung dengan wajah berbinar. Namja sipit itu terlihat mengangguk.

“Kau ingin pesan apa?” tanya Jongup ramah.

“Cappucino coffee dan-“

“Vanilla latte satu!” – ketika Sooyoung berniat mengatakan apa yang ingin dia pesan, seseorang tiba-tiba saja muncul dari belakang dan menyahut ucapannya.

Setelah menoleh kebelakang dan melihat siapa orang itu, Sooyoung langsung memutar bola matanya malas.

“Ya! kau harus antri terlebih dulu!” protesnya pada Namja bermarga Jung itu.

“Anggap saja aku datang bersamamu” ucap Daehyun santai.

Sooyoung mendengus dan kembali menoleh kedepan, “Aku pesan cappucino dan blueberry cake,hanya itu yaa” ucap Sooyoung sambil melirik Daehyun dengan wajah sinis.

“Ya-“

“Aku tahu, semuanya lima ribu Won” ucap Jongup yang tentu saja menuruti permintaan Sooyoung.

“Dasar pelit!” dumal Daehyun geram.

.

.

Jongup berjalan ke sudut ruangan dimana Daehyun dan Sooyoung duduk disana.

“Capucino dan Blueberry cake untukmu Sooyoung-ssi, dan ini.. vanilla lattemu hyung” Ucap Jongup sambil menurunkan pesanan Daehyun dan Sooyoung satu-persatu di atas meja.

‘Shet!’ – Mendengar jika Jongup mengetahui nama Sooyoung dan memanggil Daehyun dengan sebutan ‘Hyung’- tentu saja membuat Sooyoung maupun Daehyun menoleh pada Jongup dengan wajah terkejut.

“Kau mengenalnya?”/ “Kau kenal dia?” Tanya Daehyun dan Sooyoung bersamaan.

Jongup tertawa kecil melihat reaksi itu, “Kami teman satu kelas Sooyoung-ssi” ucap Jongup sambil menepuk bahu Daehyun pelan.

“Aaaa.. begitu ya..” ucap Sooyoung sambil mengangguk paham.

Tapi sepertinya Daehyun masih belum percaya dengan hal itu, “Bagaimana kau bisa mengenal Jongup? Kenapa.. kenapa kau mengenal semua temanku?” tanya Namja itu heran.

Sooyoung tersenyum tipis, “Terimakasih padamu Daehyun-ssi, berkatmulah… aku bisa bertemu dengan Jongup, dia adalah orang yang menolongku saat aku ditendang orang mabuk, dulu” jelas Sooyoung sambil menoleh sekilas pada Jongup dengan senyuman tipis. Menyebabkan Jongup tersenyum malu mendengarnya.

Daehyun terlihat membulatkan matanya, “Chamkanman! Jongupa, jadi.. dia adalah gadis cantik yang kau ceritakan waktu itu? gadis yang dianiyaya orang mabuk ditengah malam?” tanya Daehyun dengan wajah tak percaya.

Sooyoung mengulum senyum mendengarnya, Gadis cantik? Jongup menyebutku begitu?

“Hyung, kau bilang kau ingin melihat seberapa cantik gadis itu kan? tapi kurasa kau sudah lebih dulu melihatnya..” ucap Jongup sambil menoleh pada Sooyoung dengan senyuman tipis. Dan kali ini, Sooyounglah yang dibuat sedikit blushing dengan pujian tersirat Jongup.

“Apa kalian sudah saling mengenal sejak lama? Kurasa cara bicara kalian seperti dua orang yang sudah sangat dekat” lanjut Jongup sambil menatap Daehyun dan Sooyoung bergantian.

“Kami sama sekali tidak dekat!” sangkal Sooyoung seolah tak terima.

Namun berbeda dengan Sooyoung, Daehyun malah tersenyum smirk mendengar pertanyaan itu. Dia bahkan meraih bahu Sooyoung dan memegangnya dengan lembut.

“Tidak dekat? Ommo Sooyounga.., apa kau lupa jika kemarin malam kita tidur ber-“

‘PLAKK!’ – Seolah tak mau mempersilakan Daehyun bicara, Sooyoung langsung memukul kepala Daehyun cukup keras.

“Argghh Neomu appeu!!” Dan sang pemilik kepala tentu saja langsung memegangi kepalanya sambil merintih kesakitan.

“Ya! sudah kubilang jangan berani bicara seperti itu lagi padaku ish!! Dan kau memanggilku apa? Sooyounga?! Ya! aku ini tiga tahun lebih tua darimu dasar bocah!” Omel Sooyoung dengan ekspresi murka. Dia bahkan seperti ingin memukul Daehyun lagi.

“Aaahh, kurasa kalian memang sangat dekat” ucap Jongup sambil tertawa kecil melihat keduanya.

Daehyun menoleh pada temannya itu dengan wajah kesal, “Jongupa! kau lihat bagaimana dia memukul dan mengumpatku kan? Kau seharusnya menyesal karena sudah menyebutnya cantik!” ucap Daehyun sambil menunjuk Sooyoung dengan telunjuknya.

Jonggup menggeleng, “Kau tahu Hyung? Sooyoung-ssi malah terlihat semakin cantik ketika dia memukulmu seperti tadi” ucap Jongup dengan senyuman tipis. Dan Sooyoung tentu saja langsung tertawa kecil mendengarnya.

Keunde Sooyoung-ssii, apa kakimu sudah sembuh?” tanya Jongup sambil menoleh pada Sooyoung dengan tatapan lembut dan juga pure.

Sooyoung mengangkat kedua alisnya, “Ne? Aahh.. yaa, kakiku sudah jauh lebih baik sekarang” jawabnya kikuk.

“Ahh, Syukurlah~ “ Ucap Jongup lega.

“Mmm.. kalau begitu.. aku permisi yaa, selamat menikmati~” pamit Jongup sopan- sebelum dia melangkahkan kakinya untuk kembali ke meja kasir.

“Eoh, Gomawo Jongup-ssi” ucap Sooyoung dengan wajah berbinar.

Jika boleh jujur, Sooyoung cukup menyukai personality Jongup meskipun mereka baru bertemu beberapa kali. Baginya, Jongup sangatlah polos dan juga lucu. Sangat berbeda dengan Youngjae yang agresif maupun Daehyun yang kasar.

Beberapa saat setelah mengamati Jongup yang sibuk melayani pengunjung, dia akhirnya kembali menoleh pada Daehyun yang saat ini menatapnya dengan wajah serius.

Wae? kenapa kau menatapku begitu?” tanya Sooyoung sedikit rishi.

“Apa kau memang suka tersenyum seperti itu pada semua laki-laki?” tanya Daehyun heran.

“Anhi, aku tidak suka tersenyum seperti itu padamu” jawab Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya. Dia meraih cangkir capucino yang tadi ia pesan, dan setelah itu dia meminumnya.

Daehyun berdecak pelan, “Choi Sooyoung, kau pasti sangat membenciku” sindir Daehyun.

Sooyoung ikut berdecak seperti Daehyun, “Jadi kau baru menyadarinya?” sindir Sooyoung balik.

-[Other Side]-

Seorang Namja terus menatap dua orang yang saat ini sedang duduk didalam café. Benar, Sooyoung dan Daehyun. Meskipun melihat dari kejauhan, tapi dia bisa tahu jika keduanya memiliki hubungan yang cukup dekat. Sesekali, Sooyoung bahkan memukul Daehyun karena Namja itu menggodanya.

Flashback

“Sooyoung-ssi!” Seorang Namja terlihat langsung berlari mengejar Sooyoung ketika dia melihat gadis itu berjalan keluar.

Sooyoung berhenti dan menoleh untuk melihat siapa pemanggil itu. Dan ekspresinya terlihat berubah tegang ketika dia melihat Youngjae disana.

“Sooyoung-ssi, kau ingin makan siang?” tanya Youngjae dengan ekspresi berbinar.

Sooyoung terlihat gugup, bola matanya bergerak kekanan dan juga kekiri seolah dia sedang mencari jawaban yang tepat.

An.. anhi, Aku.. aku ingin bertemu dengan salah satu client PD. Ahn” jawab Sooyoung sedikit terbata.

Dan senyuman Youngjae tentu saja langsung memudar, “Aaa.. kau ingin bertemu client ya, ahh padahal aku ingin mengajakmu makan siang bersama hari ini” gumam Youngjae dengan ekspresi kecewa.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Youngjae-ssi.. kenapa.. kau tidak mengajak Sica saja? Bukankah kampus kalian dekat dari sini?” tanya gadis itu.

Dan ekspresi Youngjae terlihat langsung berubah datar, “Kenapa tiba-tiba dia menyebut nama gadis itu?” Batin Youngjae heran.

“Eumm.. selain dirumahnya, aku belum pernah sekalipun makan bersamanya, kurasa akan sangat aneh jika aku tiba-tiba mengajak Soyeon Noona makan bersama” ucap Youngjae mencoba menolak.

Sooyoung mengernyit, “Youngjae makan bersamaku disaat kami belum saling mengenal, dan dia belum pernah makan berdua dengan Sica? Dia pikir aku percaya hal itu?” Batin Sooyoung tak percaya.

“Bukankah karena belum pernah itulah- kau jadi perlu mengajaknya?” tanya Sooyoung mencoba meyakinkan.

“Jika aku ingin, tentu saja aku sudah mengajaknya sejak dulu” gumam Youngjae pelan.

Ne?” Tanya Sooyoung yang sepertinya tidak begitu mendengar.

Youngjae membuang nafas panjang sebelum dia menatap Sooyoung lekat-lekat, “Apa dia tahu jika Jung Soyeon menyukaiku?”

“Kenapa kau memaksaku untuk makan dengan gadis lain disaat aku hanya ingin makan denganmu?” Tanya Youngjae dengan ekspresi heran dan juga kecewa. Dan Sooyoung tentu saja tersentak mendengarnya.

“Youngjae-ssi.. aku.. aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja-“

“Kau tahu Sooyoung-ssi? Kau adalah satu-satunya gadis yang pernah makan bersamaku.. selain ibu dan juga kakaku” ucap Youngjae dengan wajah serius.

Sooyoung terdiam dengan wajah yang sedikit memerah, “Tidak! Jangan goyah Sooyounga! Playboy memang selalu mengatakan hal seperti ini pada semua gadis” Batinnya Sooyoung.

“Ah- Mi.. mianhae Youngjae-ssi! Kurasa.. client PD.Ahn sudah menungguku” Dan setelah ucapan serius Youngjae, Sooyoung malah berpamitan seolah dia tak peduli dengan pengakuan Namja didepannya itu.

End Flashback

Youngjae menarik nafas dalam karena rasa kecewa yang menyelimuti hatinya.

Dia tahu, Sooyoung tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas kebohongan tadi. Tapi bukankah semua ini sedikit tidak adil untuknya?

“Jeon Hyosung…, Wae..?”

.

.

#FERMATA#

.

.

“Sooyoung-ssi!” Youngjae berlari mengejar Sooyoung yang terlihat berjalan menuju lift dengan langkah terburu-buru.

Youngjae? Kenapa Youngjae memanggilku? Apa dia mengejarku?” Sooyoung yang menyadari jika Youngjae mengejarnya pun- kini berusaha untuk mempercepat langkah kakinya.

“Sooyoung-ssi Chamkanman!” Panggil Youngjae lagi ketika Sooyoung masuk kedalam lift tanpa memperdulikannya.

“Jebal! Tertutuplah! Cepat tertutup!” Mohon Sooyoung dalam hati. Tapi…

‘DAPP!’ – Ketika pintu lift hampir tertutup, Youngjae terlebih dulu menahannya dengan tangan sehingga dia bisa masuk ke dalam. Sebenarnya Sooyoung merasa cukup panik karena dia malah harus berdua dengan Youngjae didalam lift itu. Tapi dia tidak mungkin bersikap terlalu kejam  karena Youngjae pasti akan curiga.

“Oh? Youngjae-ssi Mianhae, Aku tadi terburu-buru sehingga tidak tahu jika kau juga ingin memakai lift ini” ucap Sooyoung pura-pura polos.

“Aku bukan ingin memakai lift ini, tapi aku ingin bicara denganmu Sooyoung-ssi” ucap Youngjae dengan nafas terengah.

“Bicara denganku? ada apa?” tanya Sooyoung pura-pura tidak tahu.

Youngjae menghela nafas sambil berusaha membaca sikap Sooyoung. Dia yakin, Hyosung pasti sudah mengatakan sesuatu tentang dirinya pada gadis didepannya itu.

“Ada apa?” tanya Youngjae balik. Dan Sooyoung tentu saja mengernyit bingung.

“Akhir-akhir ini.. aku merasa jika kau menghindariku, ada apa? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Youngjae dengan suara pelan.

Sooyoung terdiam membeku, Jadi dia menyadarinya?

An.. anhi, Kau.. kau tahu kan jika akhir-akhir ini.. seseorang sering mengikutiku dan terkadang juga menerorku? Aku.. aku hanya berusaha untuk tidak pulang terlalu malam” ucap Sooyoung mencoba mencari alasan.

Youngjae membuang nafas panjang, “Kau bisa minta bantuanku, aku bisa mengantarmu, aku juga akan mencari cara agar kita bisa menangkapnya” ucap Youngjae mencoba meyakinkan Sooyoung.

Sooyoung menggeleng pelan, “Tidak, Aku tidak ingin melibatkan orang lain kedalam masalahku” ucap Sooyoung.

Youngjae menatap lurus ke mata Sooyoung, “Wae? Kau tidak percaya padaku?” tanya Namja itu dengan sirat kekecewaan.

Sooyoung mengernyit heran, “Ada apa denganmu Youngjae-ssi? Kenapa-“

“GREBB~” – Sebelum Sooyoung berhasil menyelesaikan ucapannya, Youngjae sudah terlebih dulu memeluk tubuh gadis itu dengan erat sehingga Sooyoung langsung terdiam syok.

“Aku tidak peduli jika mereka tidak mempercayaiku, tapi tolong.. percayalah padaku, meskipun itu hanya kau.. tolong percayalah padaku Sooyoung-ssi” Mohon Youngjae dengan suara bergetar.

“Youngjae-ssi.. ada apa denganmu?” tanya Sooyoung kebingungan.

“Aku tahu jika mereka sudah memberitahumu…, aku juga tahu.. mereka jauh lebih dekat denganmu, tapi.. tidak bisakah kau percaya padaku? tidak bisakah.. kau memberiku kesempatan?” tanya Youngjae yang terdengar begitu serius.

“Baiklah.. baiklah… aku.. aku akan mencoba memahamimu, tapi-“

‘TINKK!’ – Sooyoung langsung terdiam ketika pintu lift mulai terbuka. Meski begitu, Youngjae tak kunjung melepaskan pelukannya- seolah dia tidak peduli jika akan ada seseorang dibalik pintu itu.

“Apa kau pantas melakukan hal seperti itu disini Youngjae-ssi?” Lalu seseorang tiba-tiba saja berbicara sehingga mata Sooyoung langsung melebar.

Namun berbeda dengan gadis tinggi itu, Youngjae sendiri malah langsung membuang nafas seolah dia sudah tahu siapa orang itu.

‘TAPP!’ – Beberapa saat kemudian, orang itu masuk dan langsung menarik bahu Youngjae sehingga pelukannya terhadap Sooyoung terlepas.

“Kajja! Kita pulang” ucap orang itu sambil menarik lengan Sooyoung begitu saja.

“Ya Jung Daehyun! aku belum selesai bicara dengannya!” Tahan Youngjae setelah dia berhasil mengejar keduanya dan menghalangi jalan mereka.

“Ini sudah sore! Akan sangat berbahaya jika dia pulang terlalu malam, lagipula kalian masih bisa melanjutkannya lain waktu” ucap Daehyun santai. Dia beranjak untuk kembali melangkah bersama dengan Sooyoung.

‘TAPP!’ – Tapi sepertinya Youngjae tidak mau mengalah begitu saja. Buktinya dia langsung mencengkram lengan Sooyoung yang lain sehingga langkah keduanya kembali terhenti.

“Aku bisa mengantarnya nanti, Kajja Sooyoung-ssi” Ajak Youngjae sambil menarik Sooyoung untuk pergi bersamanya.

“Tidak! Rumah kami satu jalur, jadi kau tidak perlu repot-repot mengantarnya, biar dia pulang bersamaku saja” tolak Daehyun sambil menahan lengan Sooyoung.

Dan Sooyoung sendiri terlihat kebingungan, dia ingin mengatakan sesuatu- tapi kedua orang di depannya itu terus saja berargumen.

“Kurasa membiarkan dia pulang bersamamu akan lebih berbahaya dibandingkan membiarkan dia pulang sendiri” ejek Youngjae yang sepertinya masih mengira jika Daehyunlah si penguntit itu.

“Kurasa ucapan itu lebih patut jika akulah yang mengatakannya” balas Daehyun tak mau kalah.

‘STRAPP!’ – Dan tiba-tiba saja, Sooyoung mengibatkan kedua tangannya sehingga sekarang tidak ada satupun yang mencengkram lengan gadis itu.

“Ya Tuhan! Kalian sedang bermain drama atau apa sih? Kenapa kalian jadi berlebihan seperti ini?” Tanya Sooyoung yang sepertinya sudah tidak tahan melihat pertengkaran Daehyun dan Youngjae.

“Lagipula.. bukankah kalian berdua teman? Kenapa kalian bertengkar hanya untuk masalah sepele seperti ini?” Lanjut Sooyoung sambil menatap Daehyun dan Youngjae bergantian.

“Apa maksudmu sepele?! Ya! dia baru saja memelukmu dan kau masih membelanya? Bukankah seharusnya kau menamparnya atau setidaknya memarahinya?” Tanya Daehyun tak terima.

“Aku tidak membela siapapun!” sangkal Sooyoung.

“Sudahlah, akan lebih baik jika aku pulang sendirian!” Lanjut Sooyoung lalu pergi begitu saja meninggalkan Daehyun dan Youngjae.

.

.

#FERMATA#

.

.

“Yaa Yoo Youngjae!”

Seorang Namja yang sejak tadi diam diatas dinding balkon- kini terpaksa menoleh kearah pintu karena seseorang baru saja memanggilnya.

“Wae?” Tanya Youngjae dengan nada malas.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau menyendiri disini?” Tanya seorang Namja tinggi berrambut merah yang sekarang sudah duduk di samping Youngjae.

“Himchanie Hyung, Sepertinya.. aku terkena Lovesick” ucap Youngjae pelan.

Namja yang di panggil Himchan itu tentu saja langsung membulatkan mata, “Mwo?! Apa aku tidak salah dengar?! Kau.. kau sedang jatuh cinta?!” Tanya Himchan dengane ekspresi tak percaya.

Youngjae mendongak sambil membuang nafas panjang, “Eumm, sepertinya begitu..”

“Siapa dia? Teman kuliahmu? Atau seseorang yang bekerja di tempatmu magang?” tanya Himchan penasaran.

“Dia… bekerja di tempatku magang, dan dia seumuran denganmu..” Jawab Youngjae lagi.

“Aa jadi dia lebih tua darimu? Eumm.. apa dia cantik? Bagaimana kau bisa mengenalnya? Dan.. bagaimana kau bisa yakin jika kau jatuh cinta pada gadis itu? bukankah kalian baru mengenal.. eumm… sekitar… sekitar 2 bulan?” tanya Himchan sambil mengingat-ingat kapan Youngjae mulai magang di Stasiun Radio Bujeon.

Youngjae tersenyum tipis, “Eum.. dia.. sangat cantik, apalagi ketika dia makan” jawab Namja itu sambil mengingat lagi pertemuan pertama mereka. Saat itu Sooyoung hampir pingsan karena maagnya kambuh.

“Kau tahu kan? Aku tidak pernah mau makan berdua dengan seorang gadis? Tapi ketika aku melihatnya, aku selalu ingin mengajaknya makan bersama, entah kenapa.. melihatnya makan bisa benar-benar membuatku bahagia” lanjutnya.

Himchan mengernyit, “Tunggu, apa.. apa kau menyukai seorang gadis gendut? Atau.. atau jangan-jangan kau menyukai wanita yang sudah bersuami?” Tanya Himchan curiga.

Youngjae tertawa, “Anhiya!” sangkal Namja itu.

Himchan tersenyum tipis, “Youngjae-ssi, kurasa ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum ketika membicarakan seorang gadis, kurasa.. kau memang sedang jatuh cinta” ucap Himchan sambil menepuk bahu Youngjae pelan.

“Tapi.. aku punya banyak masalah hyung” ucap Youngjae dengan ekspresi gelisah.

Wae? Jangan bilang dia sudah punya pacar” Kata Himchan.

Youngjae menggeleng, “Jika dia sudah punya pacar, maka aku akan merebutnya! Tapi masalahku disini adalah… gadis itu berteman dengan Jung Soyeon dan juga Jeon Hyosung” jelas Youngjae.

Mata Himchan terlihat membulat, “Mwo?!”

“Dia adalah teman kecil Daehyun, dan kurasa… dia jugalah cinta pertamanya” Lanjut Youngjae.

Himchan semakin tersentak, “Apa kau yakin?!” ulang Namja itu seakan tak percaya.

“Aku mungkin bisa mengatasi masalah ini dengan Daehyun, tapi Hyosung… dia benar-benar mengerikan..” Ungkap Youngjae jujur.

Himchan menarik nafas dalam, “Youngjaeya.. kita semua tahu.. kejadian itu bukan sepenuhnya kesalahanmu” ucap Himchan mencoba menghibur.

Youngjae kembali menarik nafas dalam, “Tapi baginya.. semua itu adalah kesalahanku hyung, akulah yang-“

“BUGHH!!” – Youngjae langsung menghentikan ucapannya ketika dia mendengar suara pukulan dari lantai bawah.

Mwoya? Waegurae?” Himchan dan Youngjae tentu saja langsung berlari turun ke lantai bawah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

“Daehyuna!” Himchan langsung memekik panik karena dia melihat Daehyun tergeletak di atas lantai dengan ujung bibir yang berdarah. Youngjae bahkan langsung berlari menghapiri temannya itu.

“Apa mau kalian?!” Tanya seorang Namja bernama Yongguk- pada tiga orang berbadan kekar yang sepertinya berniat untuk memukul Daehyun lagi. Untung saja Himchan dan Jongup cukup tanggap sehingga mereka langsung berdiri disisi Yongguk dan menghalangi orang-orang itu.

“Daehyuna! Siapa mereka?” Tanya Youngjae yang memang berlutut disamping Daehyun dan sekarang beranjak membantunya berdiri.

Namun tidak ada jawaban, Namja didepannya itu terlihat hanya diam sambil menatap tajam orang-orang tadi.

“Ya, Jung Daehyun.. jadi sekarang kau berlindung di balik teman-temanmu eoh? Ya! kau pikir aku akan meyerah?” tanya seorang Namja berkaca mata yang sepertinya adalah bos diantara ketiga orang tadi.

“Apa maumu?! Apa yang kau inginkan dari Daehyun?!” Tanya Himchan dengan wajah geram.

“Ya! Dia berhutang 700.000 Won(+/- 8 juta rupiah) padaku!” pekik orang itu sambil menunjuk Daehyun penuh murka.

Yongguk, Himchan, Youngjae dan juga Jongup tentu saja langsung membulatkan mata dengan wajah tak percaya.

“YA! Jika dalam satu minggu kau tidak memberikan uang itu, aku tidak akan segan-segan mengacak-acak basecampmu ini!” ancam orang itu.

“Atau.. kau ingin aku mengambil kakakmu sebagai gantinya?” Lanjut orang itu dengan senyuman smirk.

“Bos, sekarang dia punya yeojachingu, gadis itu bekerja di stasiun radio Bujeon” ucap salah satu anak buahnya.

Youngjae tentu saja langsung membulatkan mata, “Apa yang dia maksud Sooyoung?”

“Aaa.. jadi Namja bodoh sepertimu juga bisa memiliki pacar eoh? Lalu.. bagaimana jika aku menagih hutangmu itu padanya? ” goda Namja berkaca mata tadi.

“Jika kau berani menyentuhnya ataupun kakakku- aku akan membunuh kalian semua!” ancam Daehyun dengan tatapan tajam.

“Owww kau sungguh romantis Jung Daehyun, kalau begitu.. cepat kembalikan uangku jika kau tidak mau kehilangan mereka,eoh?” ucap orang tadi dengan senyuman remeh. Beberapa saat kemudian, mereka berjalan keluar.

“Apa ini? Daehyuna.. kenapa kau tidak pernah membicarakan hal ini dengan kita?” tanya Yongguk ketika dia sudah membalikan badan dan menatap Daehyun.

“Aku tidak ingin menyusahkan kalian” ucap Daehyun pelan.

“Apa yang kau lakukan sehingga kau bisa berhutang pada orang semacam itu Hyung?” Tanya Jongup dengan nada yang lebih lembut dibandingkan Yongguk tadi.

Daehyun menarik nafas dalam, “Salah satu tetanggaku mengajakku bekerja disebuah tempat billiyard. Dan orang tadi adalah pemiliknya, awalnya.. kami mendapat uang dengan pekerjaan mudah, tapi lama kelamaan.. mereka menyuruh kami mencuri, memalak, dan juga menagih hutang dengan jalan kasar” jelas Daehyun.

“Awalnya.. aku tidak berani melawan, tapi semakin lama.. aku semakin muak sehingga aku pergi dari sana. Tapi ternyata mereka tidak mau melepaskanku begitu saja, itulah kenapa mereka meminta uang yang dulu mereka berikan jika aku ingin bebas” lanjut Namja berrambut coklat itu.

Semua teman Daehyun terlihat membuang nafas panjang. Sungguh, mereka tidak tahu jika Daehyun mengalami hal semacam itu.

“Jumlah hutangmu tidak terlalu besar, kau bisa meminjam uangku” Ucap Youngjae dengan wajah datar.

Daehyun mendengus pelan, “Tidak perlu, aku bisa menyelesaikan masalah ini sendiri” tolak Daehyun sambil beranjak pergi.

Youngjae mengepalkan tangannya sebelum dia menahan bahu Daehyun, “Ya! Berhenti bersikap keras kepala! Saat ini keselamatan Sooyoung juga terancam karenamu!” ucap Youngjae geram.

“Hey hey.. tenanglah Yoo Youngjae” Ucap Himchan mencoba melerai.

‘STAPP!’ – Daehyun menangkis tangan Youngjae dengan kasar. Dan setelah itu- di tatapnya Namja itu dengan tajam.

“Ini masalahku! Aku yang akan melindunginya!” ucap Daehyun pelan namun penuh penekanan. Beberapa saat kemudian, dia melangkah pergi dan meninggalkan keempat temannya.

.

.

#FERMATA#

.

.

Sooyoung menghentikan langkahnya kembali. Sesaat, dia melirik kebelakang untuk melihat apakah orang itu masih mengikutinya atau tidak.

Biasanya, Sooyoung akan merasa ketakutan dengan situasi semacam ini. Tapi sekarang, dia malah penasaran. Sangat penasaran sehingga dia ingin sekali memanggil orang itu sekarang juga.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Kenapa.. kau mengikutiku..”

“Youngjae-ssi?” Tanya Sooyoung sambil membalikan badannya agar dia bisa berhadapan dengan Namja yang memang adalah Youngjae itu.

Jika biasanya orang akan lari ketika mereka ketahuan, namun tidak dengan Youngjae. Namja yang berdiri beberapa meter didepan Sooyoung itu malah memilih diam sambil menatap gadis dihadapannya lekat-lekat. Seorang gadis tinggi dengan rambut sebahu yang saat ini terlihat begitu menawan oleh sinar senja.

Bahkan di hari yang sudah hampir gelap ini, kenapa kau tetap terlihat cantik?” Batin Youngjae terpukau.

“Youngjae-ssi?” Ulang Sooyoung ketika Namja di depannya itu tak kunjung memberikan penjelasan.

“Aku.. hanya mengkhawatirkanmu” ucap Youngjae jujur. Dan Sooyoung tentu saja sedikit bingung mendengarnya.

“Dan jika aku meminta ijin untuk menemanimu pulang, kau pasti menolaknya” Lanjut Namja itu dengan senyuman miris. Senyuman yang tiba-tiba saja membuat Sooyoung menarik nafas dalam. Sejujurnya, dia merasa jika ini tidaklah benar. Dia mungkin memang harus bersikap waspada, tapi menjauhi Youngjae hanya berdasarkan ucapan Hyosung- Sepertinya itu terlalu kekanakan.

“Kalau begitu.. maukah kau mengantarku pulang?” tanya Sooyoung dengan senyuman lembut.

‘DEG’ – Dan Youngjae tentu saja langsung terdiam tak menyangka. Kakinya bahkan melemah karena akhirnya dia bisa melihat senyuman gadis itu lagi.

Dengan perasaan lega, Youngjaepun ikut tersenyum sehingga lesung dipipinya nampak. Dia mulai berjalan mendekat dengan sinar matahari sore yang membuat kulitnya semakin bersinar.

“Haahhh, kenapa dia harus setampan ini?” Batin Sooyoung yang seolah terhipnotis oleh pesona Youngjae.

Beberapa saat kemudian, keduanya berjalan beriringan dalam diam. Meski begitu, Youngjae tetaplah bahagia. Setidaknya.. gadis itu tak menghindarinya hari ini.

“Kringg Kring!!” – Dan Suara ponsel Youngjae akhirnya berhasil mengakhiri keheningan diantara mereka.

Ekspresi Youngjae langsung berubah datar ketika dia melihat nama penelpon itu, “Yoboseyo?” Sapa Youngjae.

“Youngjae-ya hiks.. hiks..” Youngjae mengernyit ketika dia mendengar isakan diseberang sana.

“Soyeon Noona, Waegurae? Waeureoyo? (Ada apa? Kenapa menangis?) Tanya Youngjae yang tentu saja berubah khawatir.

Sooyoung tentu saja langsung menoleh dengan ekspresi terkejut, “Sica? Dia Menangis?”

Youngjaeya~ Ayahku… ayahku masuk rumah sakit dan.. dan ibuku pingsan! Hiks.. Apa… apakah Daehyun bersamamu saat ini? aku… hiks hiks.. aku benar-benar kebingungan!” ucap Jessica terbata-bata.

Youngjae mengernyit, “Mianhae Noona, Aku tidak sedang bersama Daehyun sekarang, tapi.. tapi kau tenang dulu eoh? Aku akan segera kesana” ucap Youngjae dengan suara lembut.

.

.

Jessica menoleh bingung ketika dia melihat Youngjae berlari bersama Sooyoung di lorong rumah sakit.

“Jadi Youngjae bersama Sooyoung? Bagaimana mereka bisa saling mengenal?” Batin Jessica penasaran.

“Sica-ya~” Pangil Sooyoung ketika dia dan Youngjae telah tiba di depan ruang IGD. Dia terlihat langsung memeluk Sica yang sepertinya sudah lebih tenang.

“Sicaya Waegurae?” Tanya Sooyoung sambil melepaskan pelukannya agar dia bisa menatap temannya itu.

“Hiks.. Sooyounga… Nan.. nan eotheokhae~” Jessica kembali terisak ketika dia mengingat kejadian tadi.

“Ayahku.. hiks.. dia berhutang kepada salah satu rentenir, tapi.. tapi ketika dia ingin membayar.. tiba-tiba saja uang itu hilang!” jelas Sica.

“Hilang?!” tanya Sooyoung dan Youngjae bersamaan.

Sica mengangguk, “Eoh! Dan karena itulah.. ayahku jadi di pukuli oleh anak buah rentenir itu karena dia tidak bisa membayar hutangnya” lanjut Sica.

“Apa jumlahnya banyak? Lalu.. apa kau sudah mencarinya?” tanya Sooyoung.

Sica menggeleng, “Daehyunlah yang melakukan semua ini!” ucap Sica dengan ekspresi geram.

“Daehyun?” Youngjae yang sepertinya paham dengan situasi ini tentu saja langsung membulatkan mata.

“Kemarin, aku melihat sendiri jika dia mengendap masuk ke kamar orang tuaku! saat itu aku tidak curiga karena aku masih sangat mengantuk” jelas Sica.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Lalu.. Daehyun tidak juga datang kesini?” tanya Sooyoung yang sepertinya mulai terpancing emosi. Dan Sica hanya menggeleng pelan.

“Aku akan tanya teman-temanku, biasanya mereka ada di basecamp sekarang” ucap Youngjae sambil beranjak menghubungi seseorang.

Beeb~

Yoboseyo~ Himchan Hyung, apa Daehyun ada disana?” Tanya Youngjae.

“Eoh, dia sedang makan bersama Jongup, Wae?” ucap Himchan dari seberang telepon.

Youngjae mengernyit, “Dia sedang makan?! Ba- bagaimana bisa-“

“Aku akan kesana!” ucap Sooyoung yang tiba-tiba saja berdiri dan beranjak pergi.

Sooyoung-ssi chamkanman!” Tahan Youngjae sambil mencengkram lengan Sooyoung.

“Youngjae-ssi, dimana basecampmu? biar aku yang membawanya kemari” ucap Sooyoung.

“Aku akan pergi bersamamu!” ucap Youngjae mantab.

Anhi, Kau disini saja menemani Jessica..” tolak Sooyoung.

Gwaenchana, Kalian pergilah,  Aku akan meminta Hyosung menemaniku disini” ucap Sica.

.

.

Sooyoung berjalan memasuki basecamp dimana Daehyun sedang berada sekarang. Sejujurnya, dia kemarin juga tidak sengaja melihat Daehyun keluar rumah dengan langkah terburu. Saat itu dia juga melihat jika namja itu membawa sebuah amplop coklat.

“Sooyoung-ssi, tenanglah sedikit” mohon Youngjae ketika gadis didepannya itu terlihat terburu-buru.

“Jung Daehyun!” Seolah tak peduli, Sooyoung terus saja berjalan dan mencari adik Sica itu.

“Oh? Sooyoung-ssi?” Seorang namja yang sedang menuruni tangga- terlihat cukup terkejut karena kedatangan Sooyoung.

“Jongup-ssi, dimana Daehyun?” tanya Sooyoung pada namja berrambut pirang itu.

Wae? Kenapa kau mencariku kesini?” Sooyoung langsung menoleh ketika sosok Daehyun muncul dari pintu belakang.

“Oh? Siapa ini? kenapa dia bisa masuk kesini?” tanya Himchan yang memang datang bersama Daehyun. Namja itu terlihat membawa sebuah gitar akustik.

Sooyoung menarik nafas dalam sebelum dia berjalan mendekat pada Daehyun. “Kajja!” Ucap gadis itu sambil mencengkram tangan Daehyun dan menariknya secara paksa.

“Ya! apa yang kau lakukan?!” tanya Daehyun tak terima.

“Kita harus segera ke rumah sakit! Ayahmu masuk IGD dan ibumu pingsan! Kau tidak seharusnya berada disini sekarang!” ucap Sooyoung yang tetap tidak mau menyerah.

“Masuk IGD?” Himchan dan Jongup tentu saja terkejut mendengarnya.

“Ya! aku tidak mau! Untuk apa aku kesana?!” tolak Daehyun sambil berusaha melepaskan cengkraman Sooyoung.

Sooyoung langsung berhenti dan menghadapkan tubuhnya pada Daehyun. Dengan mata berkaca-kaca, dia menatap namja itu.

“PLAKK!!!” – Lalu sebuah tamparan keras mendarat di pipi Daehyun dan menyebabkan semua orang yang melihatnya terkejut.

Ya Saekkiya! Ayahmu babak belur dipukuli rentenir, Ibumu pingsan karena syok, dan kakakmu sedang menangis kebingungan! Dan kau masih bertanya kenapa kau harus kesana HAHH?! Kau ini manusia atau bukan?! Apa kau tidak tahu jika semua ini adalah kesalahanmu?!” Tanya Sooyoung murka. Cairan bening terlihat mulai mengalir di pipi gadis itu.

Daehyun sendiri terlihat hanya diam sambil menatap Sooyoung tajam. Sedangkan Youngjae, Jongup, dan Himchan hanya bisa terperangah melihatnya.

“Jung Daehyun! Kau pikir mereka menginginkan uang yang kau curi?! Anhiya! Yang mereka harapkan saat ini adalah kehadiranmu!” lanjut Sooyoung. Lagi-lagi, Daehyun tidak menjawab. Dia terus saja diam sambil membuang wajahnya kearah lain. Dan Sooyoung tentu saja menjadi semakin geram.

“Sampai kapan kau akan bersikap kekanakan seperti ini Jung Daehyun? Sampai kapan kau menutup mata hatimu seperti ini? Tidakkah kau tahu jika mereka sangat menyayangimu?!” tanya Sooyoung dengan wajah sendu.

‘TAPP!’ – Daehyun mendengus dan menarik kerah baju Sooyoung dengan wajah murka. Youngjae, Jongup, dan Himchan tentu saja langsung membulatkan mata.

“Takcyeo! Kau tidak tahu apa-apa!!” ucap Daehyun dengan tatapan yang begitu tajam.

“Ya! Jung Daehyun! Lepaskan dia!” Pekik Youngjae yang akhirnya mengambil tindakan. Dia berusaha mendorong Daehyun, tapi cengkramannya terhadap kerah kemeja Sooyoung terlalu kuat.

Sooyoung kembali menitikan air mata dan ditatapnya mata Daehyun dalam, “Kenapa.. kau jadi seperti ini Daehyuna? Kenapa hatimu menjadi sekeras ini?” Tanya Sooyoung lirih.

‘DEG’ – Dan Daehyunpun langsung terdiam. Cengkramannya bahkan langsung melemah karena pertanyaan itu.

‘STAP’ – Tidak mau membuang kesempatan, Youngjaepun kembali menarik Dahyun agar cengkramannya terhadap Sooyoung terlepas.

Daehyun kembali membuang wajahnya kearah lain, “Berhenti ikut campur! Kau bukanlah keluarga kami!” ucapnya sebelum dia melangkah pergi.

Sooyoung menunduk sambil mengusap pipinya yang basah karena air mata. Sedangkan Youngjae, Jongup, dan juga Himchan hanya bisa menatapnya prihatin.

“Jung Daehyun! Chamkanman! “ Tapi seakan tidak mau menyerah, gadis itu kembali mengejar Daehyun.

Youngjae membuang nafas panjang karena ternyata ini semua belum berakhir. Beberapa saat kemudian, diapun beranjak pergi menyusul Sooyoung.

“Gadis itu.. benar-benar menarik” puji Himchan sambil menggeleng pelan.

“Eoh! Aku juga berfikir seperti itu hyung” sambung Jongup.

.

.

“Jung Daehyun! Jung Daehyun berhenti! Ya Jung Daehyun!!” Sooyoung terus saja berlari mengejar Daehyun sambil memanggil namanya.

“Sooyoung-ssi~” Merasa khawatir karena mereka memasuki area jalan raya, Youngjaepun mempercepat larinya agar dia bisa mengejar Sooyoung.

“Ya Jung Daehyun!” Sooyoung kembali memanggil nama Daehyun karena namja itu menyebrang jalan disaat lampu untuk kendaraan masih hijau. Sesekali, dia bahkan di marahi oleh para pengendara karena tindakan gilanya.

Sekakan tak mau kalah, Sooyoungpun mencoba menerobos kendaraan-kendaraan itu meskipun lampu penyebrangan masih saja merah.

Youngjae membulatkan mata, “Sooyoung-ssi Hajima!” pekiknya dengan wajah panik.

Tapi nyatanya, Sooyoung tetaplah Sooyoung, dia bukanlah orang yang bisa dengan mudah melanggar peraturan. Hingga pada akhirnya, dia tetap menunggu lampu penyebrangan berubah menjadi hijau dengan tatapan mata yang masih terfokus pada Daehyun.

Beberapa saat setelah itu, lampu akhirnya berubah warna sehingga Sooyoung langsung melangkahkan kakinya ke jalan aspal.

Tapi…

Youngjae menoleh dengan cepat ketika sebuah mobil yang tadinya parkir- kini malah menyala. Dan matanya langsung membulat ketika orang bertopeng dan bertudung jaketlah yang ada di kursi kemudi.

“Tunggu! Jangan-jangan!-“ Youngjaepun langsung berlari mengejar Sooyoung yang saat ini sedang menyeberang jalan sendirian. Dan benar saja, mobil tadi terlihat melaju dengan cepat dan mengarah tepat pada Sooyoung.

“Sooyoung-ssi! Awas!!!”

.

.

Daehyun X Sooyoung?

Youngjae X Sooyoung?

Youngjae X Jessica?

Youngjae X Hyosung?

Jongup X Sooyoung?

.

.

TBC

.

.

Maaf atas semua kesalahan

Jangan lupa like & Komen ya ^^

Iklan

22 thoughts on “FERMATA (Part 4)

  1. rabiah berkata:

    Kurang hajar daehyun tu ..adadadahhhh ..kenapa dia x suka keluarganya ar..d tggu sambungannya cinggu ..

  2. Kyaaaah! Puasnya…. Panjang banget episode kali ini. Aku maunya Daehyun x Sooyoung kalo Daehyun enggak nyebelin lagi. Tapi Youngjae kayaknya orang yang beneran tulus T.T

    Yah kalo Daehyun ga kasih kepastian mah sama Youngjae ajasiiii hehehe

  3. yani yanuari berkata:

    Haduhhhhhhh!! bner” keren next part yng in, Smpe” teriak” kaga jelas Ishhh baca’a jga kkkkkkk
    tpi min?! sbner’a sapa sihhh yng udh neror soo eonni kek gtu, Smpe” soo eonni ketakutan gtu 😦 trussss adaa mslah apaa antara hbungan’a soo eonni sma pneror ntu? apaa jan” pneror ntu pnya dendam pribadi sma soo eonni?? dan it? namja yng suka sma soo eonni ko lmyan jga yaa 😀 pertama damchu, Truss ujae yng merasakan lovesick’a sma uri Shiksin 🙂 it it upie?! jan Blang upie jga tertarik sma soo eonni?!! woahhhhhhhh ^^ bner” kaga nyangka Ishhh ^_^
    btw kenapa sikap’a damchu ska berubah drastis yaa min? sbntar2 baik, sbntar2 garang! jdi bingung sndiri wkwkwk :v btw min it sapa yng akhir’a bkalan k’tabrak mobil sma si pneror ntu? apaa soo eonni kah? or ujae kah?? Omo!!! 😮 jdi mkin penasaran sma next part’a min, pko’a ttep d’wait next part’a min 🙂 fighting 😉 klo couple’a sih!! aku pen’a… Daehyun x Sooyoung ajaa min 🙂 soz’a klo sma ujae or upie sihhh, agk errrrr.. Gmana gtu wkwkwkwkwk

  4. ahh ige mwoya?!!!! Kenapa jd pada menarik perhatian soo gt, lah trus sapa dong yg neror?
    Fikiran ku langsung berimajinasi kalo Youngjae/jongup ternyata meleset.

    Sebenrnya ada apa Dae ama kelnya? Ko bs uangnya gk ada?
    Ko jd penasaran bgt sih?
    Sumpah fikaran ku langsung menari nari, siapa yg neror soo.

    Dae, young Jaga sooyoung baik baik ne!!!!

    Ditunggu part 5 mau liat zelo. Nanti ceritanya bakal gimana yaa??

  5. natsu berkata:

    So complicated unnie
    Di awal daehyun so sweet banget ke sooyoung kenapa diakhir jadi so bangs*t so much -_-
    Sooyoung kah yg bakalan ketabrak atau youngjae nolongin sooyoung?
    Nice updte unni, aku nunggu with you nya yaa :v

  6. Jadi sebenernya hubungan dia sama keluarganya ga baik ya? Jessica juga kok kaya beneran gitu sebel sama adeknya..
    Jongup disini ngasih vibe sifat dia yg asli ya. Polos gitu. Cuma 4Dnya aja belum keluar di ff ini wkwk
    Jadi dae beneran ngambil uang orang tuanya? Kenapa ga bilang aja dulu sih ckck.
    Itu sooyoung bakalan ke tabrak ga sih? Dan itu si manusia bertopeng niat banget ya neror sooyoung sampe ditunggu di jalan gitu…

    Part 5 ditunggu

  7. rinarinachoi berkata:

    Andwaeeeeeeeeee!!!!!
    Kayanya youngjae deh yg ketabrak mobil orang itu, semakin bencilah sooyoung sma daehyun (imajinasi reader)
    Bingung mau komen apa heuheu..

  8. Wah….ky nya tar banyak flashback nya deh *tebaktebakberhadiah*😅😅
    Penasaran apa yg pernah terjadi sama youngjae hyosung dan jessica….
    Di tunggu part 5 nya 😍😍

  9. Febryza berkata:

    Duh apa ini apa ini. . kenapa perkembangan hubungan daehyun sama sooyoung jadi
    pesat begini terus tetiba mereka berantem lagi 😂

    Btw aku mau jujur masa pas adegan daehyun-sooyoung malah kepikiran yongguk-sooyoung aduh kenapa ini. Apa karena daehyun mukanya terlalu angel yak buat jadi badboy

    Aku vote daehyun-sooyoung kasian daehyun udh nungguin sooyoung dari jaman piyek pasti di cerita ini.

    Eh btw ada apa sih sama masa lalu youngjae kok kayaknya hyosung sampe segitunya

    • Kak, sbenernya yg angel di BAP tuh Yongguk, sdangkan Daehyun malah yg paling liar dan evil 😂
      Mungkin muka mereka ketuker 😂😂

      • Febryza berkata:

        Oh mungkin pas pembagian wajah yongguk kedapetan muka badboy soalnya telat dtg 😂

  10. Suka bingung sama sifatnya daehyun, kadang baik dan kadang keras kepala.. tapi dibalik itu semua dia perhatian sama sooyoung dan berusaha untuk jagain soo eonni #sosweet
    aku pikir orang yg neror sooyoung itu youngjae ehh ternyata bukan, masih penasaran sama pria bertopeng itu thor, kira2 siapa orang yg pengen nyelakahin sooyoung eonni.. ditunggu next part nya thor. Fighting

  11. Novita Candra berkata:

    Alur ceritanya gak bisa ditebak. Kirain youngjae yang neror sooyoung karna hyosung bilang youngjae gak baik, ternyata semua masalah itu berawal karna daehyun. Semoga youngjae bisa nolongin sooyoung 😢. Kalo boleh jujur sih lebih suka daehyun-sooyoung. Mereka kayak tom and jerry, tapi youngjae-sooyoung juga gak masalah.

  12. Maaf ya, aku baru biaa baca sekarang:(

    Entah knp Soo sama Daehyun gak ada capek-capeknya berantem terus??
    Aku kira Youngjae itu jahat..
    Ternyata enggak ya??
    Terus yg pake topeng itu siapa ya??
    Apa Soo ke tabrak kah??

    Makin penasaran..
    Oke kita Next..
    Oiya, Aku pilih Sooyoung Daehyun..

    Keep Fighting !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s