FERMATA (Part 5)

TITLE : FERMATA (Part 5)

CAST:

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Jung Daehyun B.A.P
  • Yoo Youngjae B.A.P

OTHER CAST:

  • Jung Jessica EX-SNSD
  • Moon Jongup B.A.P
  • Jeon Hyosung SECRET

 

GENRE : Romance, Family, Friendship, Semi Thriller

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

o

o

o

#FERMATA#

.

Setelah menunggu dengan rasa tergesa, lampu penyebrangan akhirnya berubah warna sehingga Sooyoung langsung melangkahkan kakinya ke jalan raya.

Tapi…

Sebuah mobil yang sejak tadi berhenti di pinggir jalan- kini terlihat menyala. Mobil itu bahkan mulai berjalan disaat mobil dan kendaraan lain berhenti.

Youngjae yang memang melihat hal itu tentu saja langsung merasa curiga. Apalagi dia bisa melihat jika seseorang yang memegang kemudi mobil tadi memakai topeng dan juga tudung jaket.

“Tunggu! Jangan-jangan!-“ Tanpa berfikir panjang, Youngjae langsung berlari mengejar Sooyoung yang saat ini sedang menyeberang jalan sendirian. Sebenarnya dia tahu jika jarak mereka masih cukup jauh, tapi setidaknya.. Youngjae sudah berusaha, Setidaknya.. dia tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti 2 tahun yang lalu.

“Sooyoung-ssi! Awas!!!” Pekik Youngjae ketika mobil misterius tadi mulai melaju kencang dan mengarah ke Sooyoung.

Sooyoungpun langsung berhenti ketika dia mendengar pekikan Youngjae dan menyadari kehadiran mobil tadi.

‘DEG’ – Mata Sooyoung langsung membulat ketika dia melihat sang pengemudi.

Kenapa.. dia ada disini?!

Apa aku akan mati?

Apa aku…

“Choi Sooyoung-“

“TAPP!”

“BRUKKK!!!!”

.

.

Daehyun POV

Aku terus berlari menghindari Sooyoung. Saat ini aku benar-benar bingung karena situasinya tidak berjalan seperti yang aku rencanakan.

“Jung Daehyun! Jung Daehyun berhenti! Ya Jung Daehyun!!” Dari kejauhan aku bisa mendengar jika gadis itu terus memanggil namaku dengan lantang.

Aku mengepalkan tangan erat-erat. Rasanya, aku ingin memukul diriku sendiri karena sudah menyebabkan semua kekacauan ini. Tapi aku sama sekali tidak bisa berhenti. Meski aku tahu dia menjadi kelelahan karena mengejarku, tapi kakiku tidak mau berhenti. Aku bahkan nekat menyeberang jalan meski beberapa kendaraan sedang berlalu lalang disana. Entahlah, saat ini.. aku hanya ingin menghubungi Yongguk Hyung. Aku rasa.. hanya dialah yang bisa membantuku menyelesaikan ini semua.

Tapi…

“Sooyoung-ssi awas!!!” – Ketika kakiku sudah memijak bahu jalan, aku mendengar Youngjae berteriak dari kejauhan. Dan entah kenapa, aku langsung membalikan badan karena rasa khawatirku terhadap Sooyoung.

‘DEG’ – Mataku membulat.

Bagaimana tidak? Ketika aku berbalik, aku melihat sebuah mobil melaju dengan kencang dan dia mengarah ke tempat dimana Sooyoung berdiri saat ini. Meski hanya sekilas, tapi aku langsung bisa tahu jika sang pengemudi mobil itu adalah orang yang dulu menendang perutku di atap.

Andwae! Ini tidak boleh terjadi!

“TAPP!!!” – Tanpa kusadari, kakiku bergerak secara reflex menuju Sooyoung yang saat ini hanya berjarak beberapa meter didepanku.

“Choi Sooyoung!” Aku langsung memekik sekeras mungkin agar gadis yang terdiam di tengah jalan itu tersadar.

‘GREBB!!’ – Dan berhasil! Aku berhasil memeluk gadis itu!

“TAPPP!” – Dengan sekuat tenaga, aku membanting tubuh kami sejauh mungkin dari tempat Sooyoung berdiri saat ini agar mobil tadi tidak menerjang tubuh kami.

“BRUKKK!!” – Sepersekian detik sebelum mobil misterius itu menghantam tubuh kami, kami sudah terlebih dulu jatuh di pinggir jalan dengan posisi Sooyoung berada diatasku.

“Arggghh~” – Dan aku langsung merintih kesakitan ketika kepalaku terbentur terotoar dengan cukup keras. Punggung dan beberapa bagian tubuhkupun tak kalah sakit karena mereka terpaksa bergesekan dengan aspal jalan.

“D- Dae.. Daehyun” Beberapa saat setelah kami terdiam dan peganganku melemah, Sooyoung akhirnya bangun dan duduk bersimpuh disampingku. Gadis itu terlihat syok saat cairan kental keluar dari belakang kepalaku. Aahh aku pasti berdarah..

Meski begitu, aku sama sekali tidak menyesal. Sejujurnya.. aku malah merasa lega karena Sooyoung sama sekali tidak terluka.

“Dae.. Daehyuna.. hiks.. kau.. kau berdarah… hiks… ba.. bagaimana ini?” Tanya Sooyoung panik. Dia bahkan semakin terisak ketika tubuhku semakin melemah.

‘TAPP’ – Dengan tenaga yang tersisa, aku berusaha memegang pipinya dan mengusap air matanya.

Dahaengida.. neon.. gwaenchana.. (Syukurlah.. kau… baik-baik saja)Ucapku dengan senyuman tipis.

“Dae.. Daeh.. hiks.. Mian.. hiikss hiks.. mianhae.. Daehyuna…” Gadis disampingku itu terlihat semakin terisak sehingga suaranya menjadi tidak jelas. Dia bahkan langsung menggenggam kedua tanganku dengan erat.

“Choi Sooyoung!” Dengan mata berkunang-kunang dan juga pendengaran yang mulai samar-samar, aku masih bisa mengetahui jika Youngjae berlari kearah kami bersama beberapa orang.

Namun setelah itu, aku tidak bisa lagi merasakan apapun.

.

.

.

Normal POV

Sooyoung terus saja terdiam sambil menatap Daehyun yang tak kunjung membuka mata. Meski dokter bilang- Daehyun tidak mengalami luka serius, tapi Sooyoung tetap saja merasa ketakutan. Bagaimana tidak? dia masih mengingat dengan jelas ketika darah mulai mengalir di kepala Daehyun.

“Dulu… kau menyelindungiku setelah aku menuduhmu dan mencoba mengusirmu, Sekarang.. kau menyelamatkanku setelah aku menamparmu…, Kenapa- kenapa kau membuatku menjadi menyedihkan seperti ini Jung Daehyun?” tanya Sooyoung pada sosok yang belum sadarkan diri itu.

‘KRKK’ – Lalu sebuah suara dari arah pintu membuat Sooyoung sedikit terperanjak.

“Sooyoungie!” Benar saja, belum juga terbuka sepenuhnya, seorang gadis sudah terlebih dulu berlari masuk dan diikuti seorang namja yang tak lain adalah Youngjae.

“Sooyeona..” Sooyoung langsung berdiri dengan wajah tegang ketika kakak Daehyun itu masuk dengan ekspresi panik. Apa Youngjae menceritakan segalanya? Apa Sica akan-

“Grebb~” Tanpa mengatakan apapun, Sica langsung memeluk tubuh Sooyoung dengan erat sehingga gadis tinggi itu mengerjapkan mata beberapa kali, “Aku kira dia akan mengamuk padaku”

“Sooyounga.. aku kira terjadi sesuatu padamu.. aku.. aku sangat ketakutan!” ucap Sica sambil mengeratkan pelukannya.

Sooyoung tersenyum tipis ketika dia menyadari bahwa Sica begitu mengkhawatirkannya. Sungguh, dia benar-benar bahagia karena mempunyai teman seperti Sica dan juga Hyosung. Baginya, mereka berdua sangatlah berharga.

“Sooyounga.. kau baik-baik saja kan? Apa kau terluka?” Tanya Sica setelah dia melepaskan pelukannya terhadap Sooyoung. Gadis itu bahkan memeriksa beberapa bagian tubuh Sooyoung layaknya seorang ibu.

Sooyoung mengangguk lemas, “Aku.. baik-baik saja.. tapi.. Daehyun..” Sooyoung langsung tertunduk setelah dia mengingat keadaan Daehyun.

“Waegurae?” Tanya Sica yang tentu saja ikut menoleh pada Daehyun yang terbaring di atas ranjang dengan kepala di perban.

“Tadi.. seseorang berniat menabrakku dengan sengaja, tapi.. Daehyun yang masih berada disana.. langsung menyelamatkanku dan.. dan dia jadi seperti ini” jelas Sooyoung dengan wajah menyesal.

Sica menoleh pada Daehyun dengan ekspresi bingung, “Daehyun.. menyelamatkan Sooyoung?”

Mianhae Sooyeona, adikmu.. Daehyun.. dia.. menjadi seperti itu karenaku..” ucap Sooyoung lirih. Dia bahkan menitikan air mata karena penyesalan yang begitu dalam.

Sica membuang nafas panjang lalu di pegangnya kedua bahu Sooyoung dengan lembut, “Gwaenchanayo Gwaenchana.. Aku yakin dia akan segera membaik, yang aku minta hanyalah… jangan katakan hal ini pada kedua orang tuaku, eoh?” mohon Sica sambil mengusap air mata Sooyoung dan menoleh sekilas pada Youngjae. Sooyoung dan Youngjaepun hanya mengangguk paham.

“Kau.. jangan khawatir, aku janji aku akan membantu keluargamu, dan.. dan aku juga akan menjaga Daehyun, jadi kau bisa menjaga ayahmu” ucap Sooyoung dengan begitu yakin.

Youngjae yang sejak tadi hanya diam di depat pintu, kini berjalan mendekat, “Noona, saat ini.. biar aku saja yang menjaga ayahmu.., kau dan ibumu istirahat saja dulu, eoh” Ucap Youngjae pada Sica.

Lagi-lagi, Sica dibuat terdiam karena sikap Youngjae. Sejujurnya.. dia seperti melihat Youngjae yang lain, bukan Youngjae yang dingin seperti es. Bukan Youngjae yang selalu berbiacara singkat seolah dia enggan.

“Apa dia bersikap baik karena ada Sooyoung disini?” Batin Sica sambil melirik Sooyoung curiga.

“Sica-ya.. Waegurae? Kenapa melamun?” Tanya Sooyoung pada gadis didepannya itu.

“Ah? An.. anhiya, Gwaenchana.. Karena ibuku sudah membaik, biar kami saja yang bergantian menjaga ayahku, dan untuk Daehyun.. kurasa dia akan baik-baik saja meskipun tidak ada yang menjaganya” ucap Sica sambil menoleh sekilas pada Daehyun. Dia menatap adiknya itu dengan ekspresi dingin seakan Daehyun bukanlah siapa-siapa.

Youngjae dan Sooyoung pun hanya bisa terperangah melihanya. Baiklah, mereka semua tahu jika Daehyun melakukan hal bodoh, tapi bukankah ucapan Sica terasa sedikit tidak pantas untuk seorang kakak kepada adiknya?

“TOK TOK TOK!” – Lalu suara ketukan pintu terdengar sehingga suasana canggung menjadi sedikit berkurang.

Beberapa saat kemudian, tiga orang namja terlihat berjalan memasuki kamar itu.

“Youngjaeya, apa yang terjadi? Apa Daehyun baik-baik saja?” Tanya seorang namja berjaket kulit yang tak lain adalah Yongguk. Sesaat, Sooyoung menatap sosok itu dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan ekspresi aneh. Sejujurnya, pria itu memiliki wajah dan penampilan yang sangar. Dia benar-benar berbeda dengan tipikal teman Daehyun yang lain.

Disisi lain, Yongguk ternyata menyadari jika seseorang sedang memperhatikannya. Setelah tersenyum smirk, diapun memutuskan untuk menoleh perlahan pada Sooyoung sambil menyipitkan matanya. Dia memiringkan wajahnya dengan ekspresi dingin- seakan dia sedang bertanya ‘Apa yang kau lihat?!’ pada Sooyoung.

Beberapa saat, Sooyoung hanya diam dengan ekspresi tegang. “Orang itu benar-benar mengerikan” Batinnya sambil membuang wajahnya kearah lain.

“Tadi dia sempat mengalami pendarahan, tapi Dokter bilang benturan dikepalanya tidak terlalu parah dan tidak berakibat vatal, jadi.. sekarang.. kita hanya perlu menunggunya sadar” jelas Youngjae pada ketiga temannya itu.

Keureom.. Sooyoung-ssi, Gwaenchanayo?” Tanya Jongup sambil berjalan mendekat pada Sooyoung. Seperti biasa, namja itu bertanya dengan suaranya yang lembut, Suara yang siapapun akan merasa sejuk ketika mendengarnya. Dan Sooyoungpun hanya mengangguk pelan.

“Mereka terlihat dekat” Batin Youngjae yang ternyata memperhatikan keduanya.

“Haahh ini benar-benar lucu, aku tidak tahu jika bajin*an yang mengeksploitasi Daehyun adalah orang yang meminjamkan uang pada Paman Jung” ucap Yongguk sambil melipat kedua tangannya di dada. Dan ucapan itu tentu saja membuat semua menoleh pada Yongguk dengan wajah bingung.

“Apa maksudmu Bang Yongguk?” Tanya Sica curiga.

“Ya! apa kau tahu sesuatu yang tidak kami ketahui?” tanya Himchan pada namja yang memang cukup berpengalaman dalam bidang ‘permafiaan’ itu.

“Eumm.. yaaa, Sebelumnya aku minta maaf karena aku tidak mengatakan ini lebih awal.. tapi aku dan Daehyun sebenarnya bekerja sama untuk menangkap bajin*an yang sudah mengeksploitasinya itu” jelas Yongguk.

Sica dan Sooyoung membulatkan mata, “Mwo?! Daehyun- dia di eksploitasi?” Tanya Sica sedikit tak percaya.

Yongguk mengangguk pelan, “Eoh, dan dia di bebani hutang karena Daehyun sudah tidak mau melakukan pekerjaan yang mereka perintahkan lagi” jelas namja bertatto itu dengan ekspresi datar.

Sica dan Sooyoung tentu saja langsung terdiam tak percaya. “Selama ini.. dia mengalami hal semacam itu?”

“Kalian pasti mengira jika Daehyun mencuri uang Paman Jung kan? sebenarnya.. dia hanya berniat meminjam uang itu untuk-”

“Meminjam? Kau pikir aku bodoh? aku melihat sendiri jika dia mengendap-ngendap memasuki kamar orang tuaku!” sahut Sica yang sepertinya masih marah dengan Daehyun. Semua orang diruangan itu tentu saja langsung menoleh dengan ekspresi kesal.

“Sica-ya, dengarkan penjelasannya dulu..” bisik Sooyoung mencoba mengingatkan.

Yongguk sendiri langsung tertawa remeh karena respon itu, “Kurasa kau memang bodoh Jung Sooyeon” ucapnya.

Mwo?!” Tanya Sica tak terima.

Ya Kichibaeya! kau pikir Daehyun akan berterus terang pada keluargamu jika dia punya hutang? Apa kau lupa jika dia masih sekolah? Dan juga.. apa kau lupa ketika kau berhasil menuduh Daehyun mencuri uangmu- lalu orang tuamu tidak lagi mau memberinya jatah uang saku? Lalu kau pikir… dia bisa mendapat uang sebanyak itu dalam waktu satu hari darimana?” Tanya Yongguk dengan tatapan tajam. Himchan, Youngjae, dan Jongup bahkan tersenyum tipis seolah mereka setuju. Namun dilain sisi, Sooyoung malah mengernyit dan melirik Sica dengan wajah bingung, “Apa ini? apa.. hubungan Daehyun dan Sooyeon memang seperti ini?” Batin gadis itu.

“Aku tidak menuduhnya! Dia benar-benar mencurinya saat itu!” sangkal Sica tak terima.

Oh Benarkah~? Lalu darimana kau mendapat uang untuk membeli tasmu itu? kenapa tas itu ada beberapa hari setelah insiden uang hilang itu terjadi?” Tanya Yongguk sambil menunjuk tas yang memang sedang dan selalu Sica bawa.

“Aku membelinya dengan uangku yang lain! Lagipula kenapa kau mengungkit hal itu sekarang?! Apa kau mencoba membalaskan dendamnya?!” Tanya Sica yang sepertinya mulai tersulut emosi.

“Ya, aku hanya menjawab pertanyaanmu, bukankah tadi kau bertanya apa kau bodoh? bagaimana aku bisa diam saja jika aku mengetahui jawabannya? Lagipula.. sepertinya kau masih tidak tahu dimana letak kebodohanmu.. itulah kenapa aku mengatakan semua ini” ucap Yongguk dengan eskpresi remeh.

“Tutup mulutmu Bang Yongguk! Kau berkata seperti itu karena aku mengetahui semuanya, kan?! Ya! kau pikir aku tidak tahu jika kaulah yang sudah mengeksploitasi Daehyun dan membuatnya menjadi nakal?!” balas Sica tak terima.

Dan Yongguk tentu saja langsung naik darah, “Apa kau bilang?! Ya! memang apa yang kau tahu Kichibaeya?! Apa yang kau tahu tentang adikmu itu?! kau bahkan menganggapnya seperti orang asing!” Ucap Yongguk sambil menghampiri Jessica dengan ekspresi murka. Untung saja Himchan dan Youngjae langsung menahannya.

“Hyung Hyung- tenanglah, ini bukan saatnya untuk bertengkar! kau tahu kan.. Sica Noona sedang tidak dalam keadaan yang baik, jadi.. bisakah kau memahaminya untuk saat ini saja?” ucap Youngjae mencoba menengahi. Tidak, ini bukan karena dia tahu jika Sica menyukainya. Jika boleh jujur.. dia juga ingin berbicara seperti Yongguk, tapi Youngjae paham jika keadaan Sica saat ini tidaklah baik, itulah kenapa dia harus membelanya.

“Benar Yongguka, Sica pasti sedang lelah, sebaiknya kita bicarakan masalah itu lain waktu saja, eoh?” sambung Himchan.

Yongguk mendengus dan mencoba meredakan emosinya, “Ya ya baiklah, jadi.. kembali pada Daehyun yang tidak punya pilihan lain selain meminjam uang ayahnya, diapun langsung memberikan uang itu agar semuanya bisa segera di proses dan paman Jung tidak terlalu kebingungan-“

“Kalian langsung memberikan uang itu?! lalu apa gunanya Daehyun meminta bantuanmu?!” Sahut Sica sinis.

Yongguk tentu saja langsung menoleh pada Sica dengan wajah murka, “Yah! Bisakah kau diam dulu?! aku bahkan belum selesai bicara dan menjelaskan semuanya ishh!” protes namja itu.

“Sica-ya.. tenanglah, jika kau terus menyahutnya … masalah ini tidak akan selesai” mohon Sooyoung sambil merangkul sahabatnya itu. Dan Sicapun langsung mendengus dan membuang mukanya kearah lain.

Kichibae inilah yang membuatku enggan menginap dirumah Daehyun” dumal Yongguk sambil memutar bola matanya.

“Hyung Jebal” mohon Jongup yang akhirnya angkat bicara. “Apa yang terjadi setelah mereka bertransaksi?” lanjutnya.

“Saat mereka bertransaksi..aku merekam semuanya, rekaman itulah yang rencananya akan kugunakan sebagai bukti agar kami bisa melaporkan mereka pada polisi” Lanjut Yongguk yang masih mencoba untuk bersabar.

“Jadi.. Daehyun tidak benar-benar mencuri uang ayahnya?” tanya Youngjae memastikan.

“Eoh, tapi sayang, ketika polisi sedang memproses segalanya, si bajin*an itu malah menagih paman Jung dan memukulinya hingga dia masuk rumah sakit” ucap Yongguk.

“Lalu bagaimana sekarang? Apa rencana kalian berhasil?” tanya Himchan penasaran.

Yongguk tersenyum tipis, “Sebelumnya aku minta maaf, Aku tidak bermaksud tertawa diatas penderitaan keluarga Daehyun tapi- Tapi karena insiden pemukulan itu.. polisi akhirnya mendapat bukti yang cukup untuk menangkap mafia-mafia sialan itu” ucap Yongguk dengan ekspresi bahagia.

Sica membulatkan mata, “Benarkah? Itu berarti.. ayahku tidak terikat hutang lagi dengan orang itu?” Tanya Sica.

“Aku tidak tahu pasti, tapi saat ini.. uang ayahmu masih dalam proses pemeriksaan polisi” ucap Yongguk. Dan semua orang di ruangan itupun langsung membuang nafas lega.

“Sejak awal aku tahu jika Daehyun tidak akan mencuri uang tanpa alasan yang jelas..” ucap Youngjae.

“Dia itu seperti piterpan” sambung Jongup.

“Aaa.. kurigo apa gadis tinggi yang matanya sembab itu adalah Choi Sooyoung?” Tanya Yongguk sambil menunjuk Sooyoung. Sooyoungpun mengangkat wajahnya dengan ekspresi bingung. “Bagaimana dia bisa tahu namaku?”

“Eoh.. w.. wae?” Tanya Sooyoung gugup.

Yongguk menarik nafas dalam, “Aku tidak ingin mendramatisir suasana..  tapi Daehyun… dia melakukan semua ini adalah untuk melindungi kalian” ucapnya sambil menatap Sooyoung dan Sica bergantian.

Sooyoung dan Sica mengernyit, “Apa maksudmu kalian? Kau mau bilang.. Daehyun melindungiku?” tanya Sica yang seolah tak percaya.

“Aku tahu kau saaaangat membenci adikmu, itulah kenapa aku memutuskan untuk mengatakan hal ini…, agar hubungan kalian… yaaa setidaknya bisa sedikit membaik” ucap Yongguk yang malah berbelit-belit.

“Mafia itu menggunakan kalian berdua sebagai ancaman agar Daehyun segera membayar hutangnya” ucap Youngjae yang malah angkat bicara. Dia tahu, ini mungkin akan membuat hubungan Sooyoung dan Daehyun semakin dekat, tapi dia tetap saja harus mengatakan semuanya agar tidak ada lagi kesalahpahaman.

“Mwo?” Tanya Sica dan Sooyoung bersamaan.

“Tanpa kalian sadari, mafia-mafia itu membuntuti kalian akhir-akhir ini, beberapa dari mereka bahkan memotret kalian dan mengirimkannya pada Daehyun” sabung Yongguk.

‘DEG’ – Dan Sooyoung tentu saja langsung terdiam dan menoleh pada Daehyun dengan wajah tak percaya.

Dia.. melindungiku… lagi?

“Kau pasti bercanda!” sangkal Sica seolah tak mau percaya. Meski begitu, mata gadis itu terlihat mulai berkaca-kaca.

“Kurasa kaulah yang bercanda, mana mungkin aku bercanda denganmu? Lagipula.. Jika aku bercanda maka aku sudah berdiri di panggung GAG dan bukan disini” balas Yongguk yang sepertinya masih kesal dengan Jessica.

“Daehyun itu baik Noona, kau saja yang tidak pernah mau menerima kenyataan itu” ucap Youngjae pelan.

.

.

.

Daehyun membuka matanya ketika sebuah rambut terasa menggelitik kulit lengannya. Beberapa saat, dia hanya diam karena kepalanya masih terasa sedikit pusing. Tapi perlahan-lahan, dia mulai menoleh kesekitar untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Eung?” Setelah duduk dan melihat siapa pemilik rambut tadi, Daehyunpun langsung mengernyit heran.

“Kenapa wanita ini menjagaku?” gumam Daehyun heran.

Ya! Ya Irenona~“ Panggil Daehyun pada gadis yang sedang tertidur itu. Dengan hati-hati Daehyun mengguncang lengan si gadis agar dia terbangun.Cukup lama Daehyun membangunkannya, gadis yang tak lain adalah Jessica itu akhirnya bangun sambil mengerjap-ngerjapkan mata.

“Oh? Oh? Ige eodini?” Seperti biasa, dia selalu bergumam tak jelas dengan wajah linglung ketika dia bangun.

“Hashh inilah kenapa aku malas membangunkanmu dipagi hari” dumal Daehyun sedikit kesal.

Menyadari jika sang adik mengeluarkan suara, Sicapun menoleh pada Daehyun dengan ekspresi terkejut.

“Oh? Saekkiya.. Kau sudah sadar?” tanya Sica dengan ekspresi berbinar. Dan entah kenapa, Daehyun langsung tertawa melihat kelucuan kakaknya itu.

“Ekhm, Ya! aku haus, ambilkan aku minum!” pinta Daehyun sambil menunjuk minuman yang tersedia diatas meja. Dengan sigap, Sica menuangkan air kedalam sebuah gelas lalu diberikannya pada Daehyun.

Dalam diam, Sica menatap Daehyun secara menyeluruh. Dia bisa melihat jika sebuah perban melingkar dikepala adiknya itu. Dan entah kenapa, rasa bersalah langsung muncul di hatinya yang paling dalam.

“Ya, Kenapa kau disini? aku kira kau mengadakan pesta karena aku mengalami kecelakaan” tanya Daehyun setelah dia meneguk habis minuman yang tadi Sica berikan. Sebenarnya Daehyun hanya berusaha bercanda karena dia menyadari ekspresi sedih diwajah kakaknya itu.

Sica mendengus dan menatap Daehyun tajam. “Mwo?! Pesta?!”

“PLAKK!!” Sica langsung memukul lengan Daehyun sehingga adiknya itu merintih kesakitan.

“Ya! Kau pikir aku akan berpesta disaat semua anggota keluargaku ada di rumah sakit?!” Tanya Sica dengan mata berkaca-kaca.

‘DEG’ – Dan entah kenapa Daehyun sedikit tersentak mendengarnya. Keluarga?

“Kau ini bodoh sekali! Seharusnya kau membantuku menjaga ayah! Bukannya malah ikut-ikutan dirawat seperti ini!!” lanjut Sica sambil memukuli lengan Daehyun lagi. Meski begitu, Daehyun hanya diam dan menatap kakaknya yang sekarang mulai menitikan air mata.

Mianhae” Gumam Daehyun pelan.

“Hasshh kau ini merepotkan sekali!” Dumal Sica sambil mengusap air matanya dengan kesal.

“Setelah keluar dari sini.. aku akan mencari pekerjaan, aku janji aku akan mengganti uang-“

“Yongguk sudah mengurus semuanya, sekarang si bajin*an itu sudah dimasukan kedalam penjara” potong Sica.

Daehyun membulatkan mata mendengar pernyataan Sica, “Ba.. bagaimana kau-“

“Kemarin teman-temanmu datang kesini dan menjelaskan semuanya” potong Sica lagi.

“Aaahh.. syukurlah, lalu.. baimana keadaan Ayah sekarang? Dan juga ibu- apa dia tahu jika aku masuk rumah sakit?” Tanya Daehyun penasaran.

“Mana mungkin aku mengatakannya? Kau ingin dia jatuh pingsan lagi?!” Tanya Sica balik. Dan Daehyun hanya mengangguk paham. Beberapa saat kemudian dia menghela nafas.

“Lalu.. Sooyoung- dia.. baik-baik saja kan?” Tanya Daehyun memastikan.

Sica terdiam sambil menatap Daehyun curiga, “Kau menyukainya?” Tanya Sica to the point.

Daehyun membulatkan mata, “Mw.. mwo?! Ya.. aku- aku hanya bertanya keadaannya.. kenapa kau bisa bertanya sep-“

“Kepalamu sudah diperban seperti ini demi menyelematkannya dan kau tetap tidak mau mengakuinya? Waahh kau benar-benar laki-laki yang payah Jung Daehyun” ejek Sica sambil menggeleng tak percaya.

“Itu bukan urusanmu!” ucap Daehyun sambil membuang wajahnya kearah lain.

Sica menarik nafas dalam, “Kau tidak boleh berpacaran dengannya” ucapnya dengan ekspresi serius.

Daehyun menoleh pada kakaknya dengan ekspresi bingung, “Wae?” Tanya namja itu.

Sica terdiam beberapa saat, “Itu- itu karena.. karena aku tidak mau kau berkencan dengan temanku! Bagaimana.. bagaimana bisa temanku menjadi adik iparku?! Itu konyol!” ungkap Sica dengan ekspresi kesal.

“Ya! lihat dirimu! Kau berbicara seperti itu saat kau juga menyukai temanku?!” Balas Daehyun tak terima.

“Ya- tapi.. tapi Sooyoung sudah seperti saudari kita sendiri!” sangkal Sica lagi.

“Ya! dia bukan benar-benar saudari kita!” Dan Daehyun pun tetap tidak mau kalah.

Sica menyipitkan matanya, “Jadi kau memang benar-benar serius ingin mengencani Sooyoung eoh?” Tanya Sica curiga.

Daehyun mendengus, “Ya bukan itu maksudku!”

.

.

#FERMATA#

.

.

@Taman Atap

Sooyoung menatap kearah jalan setelah beberapa saat dia menatap layar ponselnya. Ingin rasanya dia menghubungi Jessica dan menanyakan keadaan Daehyun. Tapi…

“Ahh, kenapa aku begitu ingin tahu?” Tanya Sooyoung pada dirinya sendiri. Diapun memasukan ponselnya kesaku, lalu dia melipat kedua tanganya di atas dinding pembatas.

Entah kenapa, Sooyoung kembali mengingat ketika Daehyun mengusap air matanya dan tersenyum lembut padanya. Saat itu, Daehyun bersyukur karena Sooyoung tidak terluka.

“Dia sudah sadar”

“Eung?” Sooyoung langsung menoleh ketika seseorang tiba-tiba saja berbicara dan berdiri disampingnya.

Mwo.. mworago?” Tanya Sooyoung sambil menatap Youngjae bingung.

“Daehyun, dia sudah sadar, Sooyeon Noona baru saja mengabariku” ulang Youngjae dengan senyuman tipis.

Wajah Sooyoung terlihat langsung berbinar, “Aaa Jinjja? Ahh dahaengida~” Gumam gadis itu dengan ekspresi lega. Dan Youngjaepun hanya bisa tersenyum miris melihat bagaimana dalamnya rasa khawatir Sooyoung terhadap Daehyun.

Beberapa saat kemudian, Sooyoung kembali menoleh pada Youngjae dengan wajah curiga, “Ckk Keundae… kenapa Sica hanya mengabarimu? Aku jadi sedikit iri…” Gumamnya pura-pura kesal. Tapi sepertinya Youngjae tidak suka dengan candaan itu. Buktinya dia hanya mendengus dengan ekspresi enggan.

“Apa.. kau sudah tahu jika dia menyukaiku?” tanya Youngjae to the point.

Dan Sooyoung tentu saja terkejut mendengar pertanyaan itu, “Oh? Jadi kau sudah tahu jika dia menyukaimu?” tanya Sooyoung balik. Namun bukannya menjawab, Youngjae malah kembali mendengus sambil menghadapkan wajahnya kedepan.

Menyadari hal itu, Sooyoung tentu jadi merasa tak enak, “Eumm.. Kurigo Youngjae-ssi, apa.. apa kau melihat wajah pelakunya kemarin?” Tanya Sooyoung mencoba mengalihkan pembicaraan. Dan benar saja, Ekspresi enggan Youngjae terlihat langsung berubah ketika Sooyoung membahas hal lain.

“Oh, aku melihatnya! Aku juga mengingat plat nomor mobil yang dia pakai!” ucap Youngjae begitu bersemangat.

Sooyoung menaikan kedua alisnya, “Jinjja? Itu bagus! Kita mungkin bisa melacaknya dengan plat nomor itu” ungkapnya.

“Eoh, tapi.. Sooyoung-ssi, apa kau tidak merasa jika kejadian kemarin… sedikit janggal? Maksudku- bagaimana dia bisa tahu jika kau sedang berada disana?” tanya Youngjae dengan wajah curiga.

Sooyoung berfikir sejenak, “Aaa.. benar juga, jika di nalar.. basecamp kalian berada cukup jauh dari rumah Daehyun ataupun rumah sakit” ucapnya setuju.

“Apa mungkin.. dia sudah mengikuti kita sejak kita berada dirumah sakit?” lanjut Sooyoung mencoba menerka-nerka.

“Begini saja, bagaimana jika kita memeriksanya melalui CCTV yang ada didekat basecamp?” usul Youngjae.

Mata Sooyoung terlihat melebar, “Oh! Madjja (Benar)! Oh Youngjae-ya Neon jinjja ttokttokkhae~ (pandai)Puji Sooyoung sambil menggenggam tangan Youngjae dan melompat kegirangan. Sepertinya Sooyoung tidak sadar jika tindakannya itu membuat Youngjae terdiam.

“Dia.. memanggilku.. Youngjae-ya?” Batin Youngjae seakan tak percaya. Tapi karena Sooyoung termasuk gadis yang cukup peka, diapun segera melepaskan genggamannya sesaat setelah dia melihat ekspresi wajah Youngjae.

“Ahh Mian, aku hanya… terlalu bersemangat menangkap si penguntit itu.. hehehe” Ucap Sooyoung sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.

Youngjae ikut tertawa kecil untuk menutupi kegugupannya, “Aaa.. ahahaha Keuremyeo~ dan kau tenang saja Sooyoung-ssi, aku janji aku akan membantumu” ucap Youngjae dengan begitu mantab.

Sooyoungpun ikut tersenyum mendengarnya. “Gomawo ^^”

“Ya Choi Sooyoung!” – Lalu sebuah panggilan membuat Sooyoung dan Youngjae menoleh ke sumber suara dengan ekspresi terkejut. Disaat Youngjae mengernyit melihat seorang namja asing berdiri di dekat pintu, Sooyoung malah membalikan badan sambil menutup mulutnya.

“Junongie?!” pekik Sooyoung dengan ekspresi begitu bahagia.

Noona!” Namja bernama Junhong itupun langsung tersenyum setelah dia mendapat kepastian jika gadis yang ia panggil adalah kakaknya. Tanpa menunggu apa-apa lagi, Junhong langsung berjalan cepat menghampiri Sooyoung dan memeluk kakaknya itu dengan erat. Dia bahkan mengangkat tubuh Sooyoung dan berputar beberapa kali layaknya adegan drama. Dan Youngjae tentu saja langsung terbelalak melihatnya.

Noonaya Bogoshipeoseo” Bisik Junhong sambil memejam matanya dan menenggelamkan wajahnya di bahu Sooyoung.

Nado Saekkiya! kenapa kau baru datang kesini?!” Omel Sooyoung sambil mengeratkan pelukannya.

Mianhae, kau tahu kan aku harus belajar dengan giat agar aku bisa sekolah disini dan menemanimu” jelas Junhong.

Beberapa saat setelah melepas kerinduan, Junhong akhirnya melepaskan pelukannya agar dia bisa melihat wajah Sooyoung secara seksama. “Aigoo~ Lihat dirimu, kau benar-benar kurus! kau pasti tidak makan dengan benar kan?” Tanya Junhong mengintrogasi. Sesaat, dia menyibakan poni Sooyoung yang tadi sedikit menutupi mata kakaknya itu.

Sooyoung memanyunkan bibirnya, “Anhiya! Aku-“

Chogiyo.. Nugu.. seyo?” Setelah berusaha menahan rasa penasaran dan juga kesal, Youngjae akhirnya memotong percakapan mereka sehingga keduanya langsung menoleh dan membuat jarak.

“Aahh Youngjae-ssi Mianhae, Aku terlalu bahagia sampai aku lupa jika ada kau disini” ucap Sooyoung sambil menutup mulutnya karena dia merasa sedikit malu.

Youngjae membuang nafas dengan ekspresi tak percaya, “Lupa jika aku disini?!” Batinnya sedikit kesal.

Nuguya ige? Namjachingu?” Tanya Junhong sambil menatap Youngjae dari bawah hingga atas.

Sooyoung menoleh pada Junhong dengan ekspresi terkejut, “Ya Anhiya! dia adalah mahasiswa yang sedang magang disini, namanya Yoo Youngjae, dia adalah namja yang sudah menolongku beberapa kali saat aku hampir pingsan” jelas Sooyoung dengan begitu bangga.

Youngjaepun kembali menatap dua manusia tinggi didepannya itu secara bergantian. Melihat bagaimana cara Sooyoung bercerita pada Junhong, Youngjae yakin jika mereka berdua memiliki hubungan yang sangat dekat.

Mendengar penjelasan Sooyoung, Junhongpun langsung ‘menyantaikan’ tatapanya, “Aaa.. Jadi dia orangnya? Annyeonghasseyo, Choi Junhong Imnida, Cheoneun.. Sooyoungie namdongsaeng imnida” Ucap Junhong sambil memperkenalkan dirinya pada Youngjae dengan sopan.

Youngjae terdiam ketika namja tinggi itu memperkenalkan diri, “Namdongsaeng? Jadi dia hanyalah adik Sooyoung?”

“Ahh.. Annyeonghaseyo, Yoo Youngjae Imnida” ucap Youngjae sambil balas membungkuk. Sama seperti Junhong, ekspresi wajah Youngjae yang awalnya kesal kini langsung berubah ramah.

“Aahh melihat bagaimana postur tubuh kalian, seharusnya aku bisa langsung tahu jika kalian adalah saudara” ucap Youngjae sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Junhong dan Sooyoungpun tertawa kecil mendengarnya. “Nado~ Melihat bagaimana tampannya wajahmu, seharusnya aku juga bisa langsung tahu kalau kau tidak mungkin pacarnya Sooyoung Noona” Ucap Junhong sambil merangkul Sooyoung dengan senyuman lebar.

Sooyoung menoleh cepat pada Junhong, “Ya! memangnya aku tidak boleh punya pacar tampan?Protes Sooyoung. Junhong dan Youngjaepun hanya tertawa melihatnya.

.

#FERMATA#

.

Sooyoung berjalan menaiki tangga dengan perasaan dilema. Jujur saja, dia ingin sekali menjenguk Daehyun dan melihat keadaannya, tapi disisi lain.. dia merasa malu dan juga merasa bersalah pada namja itu.

‘TAPP’ – Hingga tanpa terasa, Sooyoung telah sampai di atap. Itu berarti dia bisa segera meluruskan tubuhnya dan juga beristirahat. Tapi..

“Eoh? Kau-“ Sooyoung langsung membulatkan mata ketika dia melihat seorang namja sedang duduk di sebuah meja pendek yang biasanya dia gunakan untuk duduk santai. Namja yang Sooyoung maksud itu terlihat menoleh padanya dengan ekspresi kesal.

“Ya.. kau darimana saja, eoh?” Tanya namja itu sambil berdiri dan berjalan mendekat pada Sooyoung.

Sooyoungpun ikut berjalan mendekat dengan bingung, “Ya.. ke.. kenapa kau sudah pulang?” Tanya Sooyoung tanpa menjawab pertanyaan namja yang memang adalah Daehyun itu.

Daehyun terdiam sejenak untuk mencari jawaban yang tepat, “Aku baik-baik saja, aku tidak mau uangmu habis untuk membiayayi kamar inapku juga” sindir Daehyun pada gadis didepannya itu.

Sooyoung membulatkan matanya, “Apa Bibi Jung menceritakan semuanya?”

“I.. Itu bukan lagi uangku, itu uang ayahmu, aku hanya membayar uang sewa untuk 3 bulan kedepan” sangkal Sooyoung.

Daehyun mendengus, “Ya! Kau tidak seharusnya-“

“Noona, kenapa tidak ada gerbang pengaman untuk naik kesini? Bagaimana jika ada orang asing naik dan- eoh? Ada orang ternyata” Sama dengan Daehyun, Junhongpun langsung menghentikan ucapannya ketika dia melihat seorang namja sedang berdiri di hadapan Sooyoung.

Daehyun menatap namja asing itu seksama sebelum dia kembali menoleh pada Sooyoung.

“Woahh, kau- bukannya datang ke Rumah sakit untuk menjengukku, kau malah pulang bersama seorang namja?” Tanya Daehyun dengan ekspresi tak percaya.

Junhong tentu saja mengernyit bingung mendengar ucapan namja itu. “Cihh! Apa pria ini juga cemburu melihatku datang bersama Noona?”

Berbeda dengan Junhong, Sooyoung malah mendengus mendengarnya, “Ya! Bagaimana aku bisa menjengukmu jika kau sudah ada disini? Lagipula dia ini-“

“Siapa lagi dia? Apa dia pacarmu?” Sahut Junhong pada kakaknya itu. Sesaat dia menatap kepala Daehyun yang sedang di perban dengan ekspresi curiga. Apa dia gangster?

Daehyun mendengus dan menarik tangan Sooyoung sehingga gadis itu berdiri di sampingnya, “Eoh, dia adalah pacarku! Kau siapa?” tanya Daehyun ketus.

Sooyoung menoleh pada Daehyun dengan mata membulat, Sedangkan Junhong langsung tertawa mendengarnya.

Jinjja? Noona… jadi dialah pacarmu? Dan dia datang kesini saat malam hari? Woaahh aboji akan menyeretmu pulang jika dia tahu tentang hal ini” ucap Junhong dengan senyuman evil.

Sooyoung sendiri hanya bisa menepuk dahinya dengan wajah lemas, sedangkan Daehyun terlihat mengernyit bingung.

“A.. aboji?” Tanya Daehyun terbata.

Sooyoung menoleh cepat pada Daehyun, “Ya! jangan bicara macam-macam pada Junhong! Aku masih harus bertahan setengah tahun disini!” Omel gadis itu.

Daehyun kembali mengernyit dengan ekspresi bingung , “Junhong? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu”

Kurigo.. Junhonga.. apa kau lupa? dia ini Daehyun! dia bisa naik kesini kapan saja karena dia adalah anak pemilik rumah ini!” lanjut Sooyoung sambil menatap Junhong tajam.

Junhong membulatkan mata sambil menoleh pada Daehyun, “Ommo! Jadi dia Daehyun Hyung?!” Pekik Junhong dengan wajah tak percaya.

“Jun.. hong..? Choi Junhong? Dia.. adikmu yang dulu setinggi bahuku itu?!” Tanya Daehyun setelah dia berhasil mengenali namja tinggi itu.

“Hyung!”

“Junhonga!”

‘GREBB!’ – Setelah keduanya benar-benar mengingat dan mengenal satu sama lain, Daehyun dan Junhongpun langsung berpelukan dengan ekspresi haru.

“Ya Tuhan Junhonga, Kau benar-benar tumbuh dengan baik sampai aku tidak mengenalimu!” puji Daehyun.

“Kau juga Hyung! Ya Tuhan aku benar-benar tidak mengenali wajahmu!” balas Junhong.

Dilain sisi, Sooyoung hanya diam sambil tersenyum tipis melihat keduanya. Mereka memang benar, semuanya sudah berubah dan tak lagi sama seperti saat mereka kecil dulu.

Keundae-“ Junhong terlihat melepaskan pelukannya, lalu ditatapnya Daehyun dan Sooyoung bergantian.

“Kalian benar-benar berpacaran?” Tanya Junhong dengan begitu polos sehingga kedua orang didepannya langsung terdiam dengan wajah memerah.

Anhiya!” Sangkal keduanya bersamaan.

Dan Junhongpun langsung berdecak tak percaya, “Noona, kau itu payah sekali, kau dekat dengan dua pria tampan dan salah satu dari mereka tidak ada yang jadi pacarmu?” tanya Junhong heran.

“Ya! kau tidak ta-“

“Dua pria?” Tanya Daehyun curiga.

“Eoh, apa kau tidak tahu jika kakakku dekat dengan seorang pria manis bernama.. Yo.. Youn.. young-“

“Youngjae?” Tebak Daehyun.

“Aaahh benar, dia! kau tahu Hyung? Saat aku datang kekantor Sooyoung, keduanya sedang berpegangan tangan dan saling bertatapan, wooahh jika saat itu aku tidak memanggilnya.. mereka mungkin sudah melakukan sesuatu yang aneh” ucap Junhong sambil menoleh sekilas pada Sooyoung.

Sooyoung tentu saja membulatkan mata, “Ya! Jangan melebih-lebihkan!” protes Sooyoung tak terima. Dan entah kenapa, dia melirik Daehyun dengan ekspresi sedikit takut- seolah dia baru saja melakukan sebuah kesalahan. Benar saja! namja yang kepalanya masih di perban itu ternyata memang sedang menatapnya dengan ekspresi curiga.

“Apa?! Kenapa kau menatapku begitu? Sudahlah, ayo Junhonga kita masuk!” Ucap Sooyoung mencoba menghindari kecurigaan Daehyun tersebut.

Junhong sendiri hanya bisa mengulum senyum melihat keduanya, “Tidak berpacaran, eoh?”

“Ya! aku belum selesai!” protes Daehyun pada Sooyoung yang sekarang sudah berjalan masuk.

“Noona! kau tidur dulu saja! Aku masih ingin mengobrol dengan Daehyun Hyung!” Pamit Junhong.

.

.

.

“Jadi.. yang mana yang kau sukai?” – Sooyoung mengangkat wajahnya ketika Junhong tiba-tiba saja melemparkan sebuah pertanyaan.

“Aku tidah tahu apa yang kau bicarakan sebenarnya” Jawab Sooyoung sebelum dia kembali memakan ramennya.

Junhong tersenyum smirk, “Aku harap orang itu adalah Daehyunie Hyung”

“Ukhukk ukhukkk!” – Mendengar pernyataan adiknya itu, Sooyoung tentu saja langsung tersedak.

“Aishhh kau ini jorok sekali! Kau mengotori ramenku!!” Protes Junhong geram. Meski begitu dia tetap menyodorkan segelas air untuk kakaknya.

“Ukhuk ukhuk.. Wae? Kenapa.. kau.. berharap jika orang itu adalah Daehyun?” Tanya Sooyoung setelah dia selesai meminum air pemberian Junhong.

“Luka di tubuhnya… itu semua.. demi menolongmu kan?” Tanya Junhong balik.

Dan Sooyoung tentu saja langsung terbelalak. “Ap.. apa dia menceritakan semuanya?” Tanya Sooyoung curiga. Tidak! Junhong tidak boleh tahu jika aku sedang diterror!

Anhi, Aku hanya merasa curiga karena tangan kalian sama-sama mempunyai luka gores, tapi sepertinya tebakanku benar..” Ucap Junhong sambil tersenyum tipis. Dan Sooyoungpun tidak bisa berkata-kata lagi. Sejujurnya dia masih merasa menyesal dengan segala yang sudah terjadi kemarin.

“Apa yang terjadi Noona? Kau.. hidup dengan baik kan.. disini?” Tanya Junhong lagi. Tapi kali ini ada siratan khawatir di mata namja tinggi itu.

Sooyoung menarik nafas dalam ketika dadanya mulai terasa sesak. “Aku tidak baik-baik saja Junhonga! Setiap hari aku diselimuti rasa takut! Aku tidak punya tempat bersembunyi!” Batin gadis itu. Tapi tentu saja dia tidak mengatakannya pada Junhong. Dia tahu jika keluarganya di Seoul sudah cukup khawatir karena dia harus hidup sendiri di Busan.

Nan Gwaenchana, kemarin itu.. aku menyeberang jalan ketika lampu sudah hampir hijau.., untung saja Daehyun ada disana sehingga dia langsung menarikku” Jelas Sooyoung yang tentu saja memilih untuk berbohong.

Tapi sepertinya Junhong tahu jika kakaknya sedang menyembunyikan sesuatu. Hanya saja dia tidak ingin memaksa. Dia tahu Sooyoung pasti punya alasan sendiri.

“Aku benar-benar bersyukur.. karena kau bertemu lagi dengan Daehyunie Hyung, Noona” Ucap Junhong sambil tersenyum tipis.

“Kau benar, aku beruntung karena bisa bertemu lagi dengannya” Batin Sooyoung yang ternyata tidak menyangkalnya.

“Sama seperti 10 tahun yang lalu, dia… masih tetap melindungimu” Lanjut Junhong.

‘DEG’ – Dan hati Sooyoung pun langsung bergetar mendengarnya.

Masih.. tetap.. melindungiku?

.

.

#FERMATA#

.

.

Sooyoung langsung berjalan menaiki tangga setelah dia kembali dari stasiun untuk mengantar Junhong.

‘TAPP’ – Tapi gadis itu berhenti karena seseorang seperti mengikutinya dari belakang.

“Kenapa kau ikut naik?” Tanya Sooyoung setelah dia berbalik dan menghadapkan tubuhnya pada Daehyun.

“Didalam sangat panas, aku ingin bersantai diatas” jawab Daehyun santai.

“Kau tidak merokok kan?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi curiga.

Daehyun menggertakan giginya dengan ekspresi geram, “Aku bilang aku sudah berhenti ishh!” protes Daehyun sebelum dia kembali berjalan dan menerobos Sooyoung.

.

.

“Ya Jung Daehyun, apa kemarin.. Junhong.. menanyakan penyebab luka dikepalamu itu?” Tanya Sooyoung pada namja yang beberapa saat lalu memang sudah duduk disampingnya.

Daehyun menarik nafas dalam, “Eoh” Jawabnya singkat dan tanpa mengalihkan pandangannya dari langit yang terlihat sedikit mendung.

Sooyoung terlihat was-was, “Kau.. tidak mengatakan yang sebenarnya kan?” Tanyanya lagi.

Daehyun menoleh pada Sooyoung dengan wajah datar, “Aku tidak sebodoh itu..” sangkalnya sambil beranjak membaringkan tubuhnya. Tapi..

“Arghhh!” Karena tidak menyadari jika ada beberapa buah hanger di meja itu, Daehyun pun kembali bangun sambil merintih kesakitan.

Sooyoung tentu saja langsung menoleh cepat, “Aahh aku lupa memasukannya tad- eoh?” Sooyoung yang awalnya berniat memindahkan hanger-hanger itupun langsung berhenti karena dia melihat sesuatu berwarna merah yang muncul di kaos belakang Daehyun.

Sesaat setelah menyadari apa yang terjadi, mata Sooyoung langsung membulat. “Jung Daehyun! Punggungmu berdarah!” pekik gadis itu panik. Dia langsung mendorong bahu Daehyun dan menyibakan kaos putih namja itu agar Sooyoung bisa memeriksa punggungnya.

‘DEG’ – Sooyoung cukup tersentak ketika dia melihat begitu banyak goresan di punggung Daehyun. Matanya bahkan langsung berkaca-kaca karena dia kembali mengingat kecelakaan yang terjadi beberapa hari lalu. Dia kembali terluka karenaku..

“Ya! Ini.. bukan apa-apa” ucap Daehyun ketika Sooyoung tak kunjung mengatakan sesuatu.

“Apa dokter tidak mengobatinya? Kenapa luka ini masih bisa mengeluarkan darah?” Tanya Sooyoung heran.

Daehyun mendongakan wajahnya sambil berusaha mengingat sesuatu, “Aaa.. mereka memberiku obat, tapi aku lupa menaruhnya dimana” jawab Daehyun dengan santainya.

Sooyoung mendengus pelan, “Ckk kau ini bodoh sekali!” omel gadis itu. Dia terlihat berdiri dan berjalan masuk kedalam rumah.

YA! Eodiga?” Tanya Daehyun.

“Diam dan tunggu saja disana!” pekik Sooyoung dari dalam rumah. Beberapa saat kemudian, gadis itu berjalan keluar sambil memegang sesuatu. Dia segera duduk dibelakang Daehyun dan kembali menyibakan baju Daehyun keatas.

‘DEG’ – Tubuh Daehyun sedikit menegang ketika jari Sooyoung dan sebuah jell dingin mulai menyentuh permukaan kulit punggungnya.

“Kau pernah bilang padaku.. ‘Perhatikan dirimu agar aku tidak terlalu merasa bersalah’, tapi kenapa kau sendiri juga melakukannya?” Tanya Sooyoung sambil mengolesi luka Daehyun dengan hati-hati.

“Kau tidak perlu merasa bersalah, jika dipikir-pikir.. akulah yang sudah membuatmu menyeberangi jalanan itu” ucap Daehyun tanpa menoleh.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Seharusnya.. kau membiarkanku saat itu…, jika aku tertabrak.. maka dia tidak akan lagi menggangguku, dan kau.. tidak perlu lagi melindungiku, kau.. tidak perlu terluka seperti ini karenaku..” ucap Sooyoung lirih namun tetap bisa didengar oleh Daehyun.

“Mana bisa aku membiarkanmu? Tubuhku bahkan bergerak secara reflex seakan itu semua sudah menjadi kebiasaan..” sangkal Daehyun.

Hati Sooyoung tentu saja langsung bergetar, “Tapi.. aku sudah menamparmu saat itu…, aku memaki dan berteriak padamu didepan semua orang.. , aku.. menuduh sesuatu.. yang.. yang tidak benar-benar aku ketahui kebenarannya.. ” Setelah menahannya untuk beberapa saat, tangis Sooyoung akhirnya pecah dan dia mulai menitikan air mata.

Mianhae Daehyuna… hiks.. Jongmal.. mianhae..Kau.. selalu menyelamatkanku… setelah aku.. hiks.. melakukan sesuatu yang buruk padamu.. “ Lanjut Sooyoung dengan suara terbata.

Daehyun menarik nafas panjang karena isakan Sooyoung terdengar begitu menyedihkan. Dia tidak tahu jika gadis dibelakangnya itu akan merasa sangat bersalah seperti ini.

“Ak.. aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kukatakan… aku bahkan… hiks.. aku bahkan tidak berani menampakan wajahku dirumah sakit.. hiks hiks..aku-”

‘SHET’ – Sooyoung langsung terdiam karena Daehyun tiba-tiba saja membalikan badan dan mengunci pandangannya pada Sooyoung. Untuk beberapa saat, keduanya hanya diam dan saling bertatapan. Hingga pada akhirnya, Daehyun mulai memegang pipi Sooyoung dan mengusap air mata gadis itu dengan lembut.

“Kenapa kau masih saja cengeng, eung? Aku baik-baik saja, sungguh..” bisik Daehyun dengan senyuman tipis. Entah kenapa dia jadi teringat masa kecil ketika Sooyoung menangis karena banyak hal.

Mianhaee.. hiks hiks…” Tapi bukannya diam, Sooyoung malah semakin terisak mendengar rajukan Daehyun. Gadis itu terisak karena dia baru menyadari betapa baiknya Daehyun selama ini. Bahkan sejak dulu, bahkan hingga saat ini.

Tapi entah kenapa, Daehyun malah tersenyum dan hampir tertawa melihatnya. Jika boleh jujur, ternyata Sooyoung masih sama seperti dulu, gadis itu tetap terlihat menggemaskan ketika dia menangis.

“Grebb~” Karena kehabisan akal, Daehyun akhirnya menarik gadis itu kedalam dekapannya.

“Ya.. kenapa kau menangis seolah aku sudah mati? Apa kau tidak bisa merasakan detak jantungku?” Tanya Daehyun sambil mengusap rambut Sooyoung dengan lembut. Sooyoung sendiri memilih untuk tidak menjawab. Tapi tangannya terlihat bergerak untuk membalas pelukan Daehyun.

“Mulai sekarang.. hilangkan semua rasa bersalahmu, eoh? Aku melakukan semua itu karena aku mau.., aku melakukan semua itu karena aku menyayangimu..” Bisik Daehyun dengan senyuman penuh kasih sayang.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Nan.. jinjja..musowo.. (Aku benar-benar takut)” bisik Sooyoung sambil memejamkan mata dan mengeratkan pelukannya.

Daehyun mengernyit, “Wae? kau tidak percaya padaku? kau tidak percaya jika aku akan melindungimu?” Tanya namja itu bingung.

“……” Tidak ada jawaban. Sooyoung sendiri terlihat hanya diam seolah dia ragu untuk menjawab pertanyaan itu.

Daehyun melepaskan pelukannya dan menatap Sooyoung curiga, “Waegurae? Apa.. ada sesuatu yang tidak kuketahui?” Tanya namja itu.

Sooyoung terlihat menundukkan wajahnya, “Aku merasa takut.. karena aku percaya padamu, aku percaya jika kau akan melindungiku seperti kemarin dan seperti sebelumnya.. , itulah kenapa aku semakin takut.. , aku takut dia akan kembali mencelakaiku.. dan kau.. kau akan kembali melindungiku.. dan kau akan kembali terluka karenaku” ucap Sooyoung jujur.

Dan pengankuan itu tentu saja membuat hati Daehyun bergetar. Dia.. khawatir padaku?

“Kau.. khawatir padaku?” Tanya Daehyun ragu. Dan Sooyoung hanya mengangguk dengan wajah tertunduk.

Daehyun menghela nafas sebelum dia menyentuh dagu Sooyoung dan menuntun gadis itu untuk mengangkat wajahnya. Sekali lagi, Daehyun menatap mata Sooyoung dalam sehingga jantung gadis itu kembali berdegup kencang.

“Lihat aku, aku masih disini.., aku masih bersamamu, jika kau pikir akulah yang selalu melindungimu sedangkan kau tidak pernah melakukan apa-apa.. maka kau salah, kehadiranmulah yang membuatku bisa bertahan dan menjadi semakin kuat” Ucap Daehyun mencoba meyakinkan.

Dan Sooyoungpun hanya bisa terdiam dengan air mata yang kembali mengalir. Namun kali ini dia bukan menangis karena sedih melainkan karena merasa tersentuh.

Daehyun kembali tersenyum lembut dan mengusap pipi Sooyoung yang basah karena air mata, “Kau mungkin bertanya kenapa aku melakukan semua itu, dan kau mungkin tidak tahu jawabanya karena kau adalah gadis yang tidak peka” ledek Daehyun.

Sesaat, dia menarik nafas dalam dan mencoba memantabkan hatinya. Setelah itu dia kembali menatap mata Sooyoung dengan senyuman lembut yang terukir di bibirnya.

Nan.. neol Johahae…, anhi- saranghae…” Lanjut Daehyun dengan ekspresi sungguh-sungguh. Angin sore yang berhembus lembut meniup helaian rambutanya, lalu sinar matahari yang menyinari kulit tan-nya, itu semua benar-benar memperindah kalimat yang Daehyun ucapkan.

‘DEG’ – Sooyoung sendiri cukup tersentak meski dia pernah beberapa kali menduga hal ini. Dan sejujurnya.. jantung Sooyoung berdegub sangat kencang sekarang. Dia juga merasa jika darahnya mengalir dengan begitu cepat hingga kakinya terasa sangat lemas.

Beberapa saat keduanya hanya diam dan saling berpandangan. Lalu hingga pada akhirnya, Sooyoung mulai menggerakan kedua tangannya dan menumpukannya di bahu Daehyun.

Chu~’ Dengan pelan dan hati-hati, Sooyoung mengecup pipi Daehyun sambil memejamkan matanya.

‘DEG’ – Dan Daehyun tentu saja langsung terdiam membeku karena tindakan itu. Jantungnya bahkan hampir terlepas karena itu semua benar-benar berada di luar dugaannya.

“Ap.. apa ini?” Tanya Daehyun setelah Sooyoung mundur dan melepaskan ciumannya.

Sooyoung sendiri terlihat langsung menunduk karena malu. “Mm.. molla…” jawab gadis itu pelan. Sebenarnya dia punya jawaban atas pertanyaan itu, hanya saja dia terlalu malu untuk mengatakannya.

Daehyun mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya dia tersenyum tipis. “Cute” batinnya.

“Chu~” – Beberapa saat kemudian Daehyun memberanikan diri mengecup bibir Sooyoung singkat. Tapi tentu saja hal itu tetap menyalurkan aliran listrik pada tubuh Sooyoung. Pipi gadis itu bahkan memerah layaknya kepiting rebus.

Sooyoung mengerjapkan mata dan menatap Daehyun dengan wajah bertanya. “Mw.. mwo-

“Chu~” – Bukannya menjawab, Daehyun malah kembali mendekatkan wajahnya untuk mengecup pipi chuby Sooyoung yang menggemaskan itu. Beberapa saat kemudian dia kembali memandang gadis cantik didepannya dengan senyuman lebar seolah Daehyun baru saja memenangkan sesuatu.

Dan pipi Sooyoung tentu saja semakin memanas. Dia bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi karena efek kupu-kupu yang menjalar di sekujur tubuhnya.

Nado molla..” Jawab Daehyun sambil mengulum senyum.

.

#FERMATA#

.

Sooyoung berjalan dengan cepat sesaat setelah dia turun dari Bus. Hari ini dia terpaksa pulang malam karena ada acara live yang harus ditangani. Seperti biasa, keadaan di sekitar halte itu sudah cukup sepi. Suasananya bisa dibilang sangat berbeda dengan Ibu Kota Seoul yang ‘tak pernah tidur’.

Entah kenapa Sooyoung merasakan perasaan yang tidak enak sejak dia keluar dari kantor, itulah kenapa dia segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tas dan mencari nomer Daehyun.

‘TAPP!’ – Lalu sebuah tepukan di bahu Sooyoung membuat gadis itu terperanjak. Untung saja ponsel yang berada di tangannya tidak terlepas.

“Ommo.. Mianhae Sooyoungie, aku tidak bermaksud mengejutkanmu” ucap seorang gadis yang tak lain adalah Sica.

“Aishh kau- aku nyaris memukulmu!” Protes Sooyoung sambil berusaha mengatur nafasnya. Dan Sica hanya terkekeh melihat ekspresi temannya itu.

“Kau lembur lagi?” Tanya Sica setelah mereka kembali berjalan.

Sooyoung mengangguk, “Dan kau?” Tanyanya balik.

“Aku dari rumah Hyosung, sejak pagi dia merasa tidak enak badan itulah kenapa aku kesana untuk menemaninya” jelas Sica. Dan Sooyoungpun hanya mengangguk paham.

Keundae Sooyounga.. apa kau sudah mencari tahu siapa yang mencoba menabrakmu saat itu?” Tanya Sica penasaran.

“Belum, tapi aku dan Youngjae sedang berusaha mencari rekaman CCTV yang ada di dekat TKP” jawab Sooyoung.

Sica mengernyit, “Youngjae? Dia.. membantumu?” Tanya Sica dengan ekspresi sedikit.. tidak suka. Dan Sooyoungpun langsung merutuki dirinya sendiri karena kecerobohannya dalam berucap.

“Eo.. eoh.., saat itu dia juga berada disana.. itulah kenapa aku minta bantuannya karena mungkin saja dia melihat ciri-ciri si pelaku” Jelas Sooyoung mencoba mengklarifikasi agar Sica tak salah paham. Dan Sica pun hanya mengangguk paham dengan senyuman tipis.

“Kira-kira siapa orang itu? kenapa.. dia berusaha menabrakmu?” Tanya Sica lagi.

“Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak bisa menebak-“

‘TAPP!’ – Sooyoung langsung menghentikan ucapan dan juga langkahnya ketika seseorang bertopeng dan bertudung jaket terlihat berdiri beberapa meter didepannya. Dari kejauhan Sooyoung bisa melihat jika orang itu memiringkan kepalanya kekanan dan kekiri seperti seseorang yang sedang melakukan pemanasan.

Dan sekujur tubuh Sooyoung pun mulai gemetar. Jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mulai membasahi kulitnya.

Kenapa.. dia ada disana? kenapa.. dia muncul ketika aku bersama Sica? Apa dia sengaja?

“Wae?” Tanya Sica bingung ketika temannya itu hanya diam dengan wajah pucat pasi. Karena penasaran, Diapun mencoba melihat apa yang sebenarnya membuat Sooyoung panik seperti itu.

Dan Sica langsung mengernyit ketika dia melihat seorang laki-laki bertopeng sedang berdiri beberapa meter didepan mereka, “Siapa.. laki-laki itu? kenapa-“

“Sica-ya.. ayo lari!” ucap Sooyoung sambil menarik Sica untuk pergi secepat mungkin dari sana. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya orang itu inginkan, tapi setidaknya dia sudah berusaha untuk menyelamatkan dirinya dan juga Sica.

Dan benar saja, sepersekian detik setelah Sooyoung berlari, orang tadi pun ikut berlari dan mengejar keduanya.

Wae..? Siapa orang itu?! kenapa kita harus lari darinya?!” Tanya Sica yang tentu saja jadi ikut panik seperti Sooyoung.

“Dia orangnya! Dia jahat! Kita harus menjauh darinya! Dia bisa menyakiti siapapun!” ucap Sooyoung memperingatkan.

Mata Sica membulat, “Mw.. mwo?!”

Sooyoung menoleh kebelakang untuk memeriksa orang misterius tadi. Dan matanya langsung membulat karena si penguntit itu berlari dengan begitu cepat sehingga jarak mereka semakin dan semakin dekat.

“Sicaya.. sebaiknya kita berpisah! Dia hanya mengincarku! Kau bisa terluka jika terus bersamaku!” ucap Sooyoung pada gadis yang berlari disampingnya itu.

Shireo! Apa … kau gila?! Bagaimana.. jika terjadi sesuatu… padamu?!” Tanya Sica tak setuju. Semakin lama, gadis itu terlihat semakin ketakutan.

Gwaenchana, Kau.. pergilah dan cari bantuan.. aku akan mencoba mencari tempat sembunyi!” paksa Sooyoung dengan suara yang mulai terengah-engah.

Keundae-“

“Cha! Berbeloklah kearah sana!” pinta Sooyoung sambil menunjuk sebuah gang yang setahu dia cukup terang dan juga ramai. Dan tanpa meminta persetujuan Jessica, dia langsung berbelok ke gang lain agar Sica tidak mengikutinya.

“Yaa Tuhan semoga Sica lolos!!” Mohon Sooyoung dalam hati. Sejujurnya gadis itu takut jika Sica juga akan terluka seperti Daehyun.

Setelah beberapa puluh meter berlari, Sooyoung kembali memeriksa kebelakang untuk melihat apa si penguntit itu masih berada di sana.

‘DEG’ – Dan Sooyoung cukup tersentak ketika orang misterius itu tidak lagi ada dibelakangnya. Saat ini yang dia lihat hanyalah gang yang gelap dan juga sempit.

Apa ini?

Dimana dia?

Kenapa dia tidak mengikutiku?

‘TAPP!’ – Sooyoung memutuskan untuk memperlambat langkahnya karena dia takut orang itu mencari jalan lain dan tiba-tiba saja muncul dihadapannya. Tidak! Sooyoung tidak boleh bertindak gegabah. Dia harus bisa meloloskan diri tanpa melukai siapapun.

Dengan hati-hati, Sooyoung berbelok gang dan mencari tempat untuk bersembunyi.

Tapi.. setelah beberapa kali berbelok..

“KYAAA!!!”

.

.

TBC

.

.

Gimana readerdeul? jelek? aneh? ga ngefeel? Maaf ya atas semua kesalahan. Dan maaf juga aku belum bisa ngelanjutin With You soalnya baper sama hubungan Sooyoung Kyunghoo di real life hahaha

.

Dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi readerku tercinta yang beragama islam. Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, Aaamiin ^^

.

Oh, iya ff ini mungkin tinggal 2/1 part lagi, jadi yang mau dapet password part terakhir jangan lupa ya ngasih komen 😀

Iklan

27 thoughts on “FERMATA (Part 5)

  1. natsu berkata:

    Omo daehyun sweet banget, aku jadi. Terharu bacanya.
    Kebayang tatapan daehyun buat sooyoung it really kill me~
    Ini sebenernya sooyoung kenapa? Selalu diganggu sama penguntit gak jelas itu. Semoga daehyun selalu bisa jaga sooyoung, dan daehyun gak kenapa napa
    Next nya jangan lama lama ya kak :v fighting

  2. yani yanuari berkata:

    kya!!!! Moment DaeYoung’a so sweet bnget ^_^ mana adaa scene it’a lagi, ughhhh jdi baper sma mereka berdua deh Kkkkkkk~
    tpi min! aku penasaran bnget deh, sapa sihh orng yng ska neror Young eonni…. smpe” dya nekat nabrak Young eonni gtu 😦
    ku kira s’peneror nya udh ilang or masuk penjara gtu, Ehhh tau2’a d’part akhir dya mlah nongol lagi huhh -_- Ehhhh tpi kira” Gmana yaa Nasib’a Young eonni ana sica eonni?? mudah2’n mereka br2 baik” ajaa, dan it ada apaa dan kenapa sma Young eonni? Ko dya teriak gtu?? 😮 ashhhhh jdi penasaran bnget sma next part’a Ishhhh, kajja keep waiting next part’a min 🙂 fighting 😀 jan lpa sma next part’a FF with you’a yaa min kkkkkkk 😉

  3. “Dia seperti piterpan.” Plis jongup….
    eh eh sica keren juga bisa bikin yongguk yang jarang ngomong begitu bisa ngamuk-ngamuk, #tibatibangeship #bangXsica Plis.
    Dae kamu ya bisabisanya hah! Tembak tembak!!!
    Asli kok jadi aku yg takut beneran sama si topeng ya.

    Part 6 nya ditunggu looh

    Ohya btw ff ini pas banget muncul di tengah uas. Hiburan.

    • Ih kok kepotong sih.
      Intinua hiburan bangeeeeet.
      p.s. dan penasaran banget sooyoung bakal kenapa-kenapa atau ngga, berharap gaakan kenapa-kenapa, tp berharap bakal kenapa-kenapa juga, biar pemecahan misterinya makin digembor(?) trus biar daehyun makin ngelindungin juga. Eaakk

  4. ya ya ya ya……. Feeling gua selalu meleset(?)….. inginnya ku berkata baik…..

    Dae dae….. berani bat nyuri bibir emak gua…. ya! tp sukak 😍😍
    Ya Allah pas baca ini inginnya ku berdoa tidak baik semoga Soo sama kyungho putus 😔

    Disini rasa persaudaraannya sukak, jess yg akhirnya peduli ama dae, junongie yang sayang bgt sama kakanya sampe meluknya gk selaw gt…….

    Youngjae ya….. aigoo uri sooyoung dh punya daehyun skrg, plis mending lu ama jess aja, gua takutnya persahabatan jess ama soo ambyar karna situ duh ah…..

    Part selanjutnya kutunggu 😙 Hiburan bgt di saat bsk ngambil raport kenaikan kls…….

  5. rinarinachoi berkata:

    Hadeeeuuhh udah dag dig dug tiba tiba TBC, rasanya pengen jedotin kepala ke dinding 😑
    Hahaha Daehyun udah dapet lampu hijau tuh dari Sooyoung 😆
    Hmmm si topeng itu tuh memang ada sangkut pautnya sama masalah Daehyun apa ngga sih, ko perasaan yg diincar itu Sooyoung terus deehh😮😮😮

      • dwidenie berkata:

        aku udah komen kok di part sebelumnya
        telat banget yak. oya dapat ngga kirim password lewat ig dm aja kak.
        btw bolehlah coba coba buat ff soo-bts kak.lagi sukak bts
        maaf saya banyak banget maunya.
        ig:@dwiwlndrsptry

  6. rabiatul Afifah al-gzl berkata:

    salam kenal unnie
    aku orang baru disini aku suka baca ff unnie apalagi waktu Daehyun dan Sooyoung lagi berantem rasanya lucu deh owh ya unnie bisa gak minta nama Facebook unnie biar nanti kalau ada ff yang dikunci jadi mudah minta password nya.unnie mungkin ini aja ya pokoknya​ ff unnie ini keren deh aku udh baca dari awal sekaligus jadi aku komentar disini aja.owh ya unnie kapan kapan bikini ff Sooyoung dan BTS ya entah sama Jungkook atau Jimin please ya unnie

    thanks unnie

    • Mungkin kamu belum tahu kalo aturan di blog ini ‘password akan diberikan setelah reader komen disemua part’
      Dan maaf sebelumbya tapi saya ga suka BTS, jadi jangan terlalu berharap ada BTS dan member2nya disini 😅

  7. rabiatul Afifah al-gzl berkata:

    owh kalau gitu saya minta maaf ya unnie kalau telah membuat unnie marah😥😖😞😟😢😭tapi saya akan usahakan untuk komentar dari awal tapi maksud cara minta password itu emang kayak gimana unnie????dan maaf lagi untuk soal BTS nya soal nya unnie pernah buat ff Sooyoung sama jin jadi aku kira unnie suka BTS
    Mianhae………………..unnie aku menyesal mengatakannya
    thanks unnie

    • Santai santai aku ga marah kog, aku cuma ngasih tau aja 😅
      iya ff soo-jin itu dulu sebelum *beberapa* fans BTS ga se-rude sekarang hehe
      Aturannya gampang kog, setiap kamu baca.. kamu kasih tanggepan ttg ff itu

  8. Oh My God, lagi seru-seru malah tbc 😦

    Itu Soo sama Daehyun udh jadian kah??
    Jadi Sica itu masih berharap sama Youngjae ya??
    Terus siapa sih si pria bertopeng itu??
    apa masalahnya sama Sooyoung??

    Good Job, Chingu ^^
    KEEP FIGHTING!!

  9. akhirnya update juga dan aku baru bisa baca ff nya author lagi #yeyyy
    hal yg paling greget saat baca ff series itu waktu lagi seru2 nya terus tbc .. rasa nya gregetan banget , apalagi waktu adegan sooyoung dan daehyun #envy
    next thor dan minta izin baca part selanjutnya .. fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s