FERMATA (Part 6)

TITLE : FERMATA (Part 6)

CAST:

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Jung Daehyun B.A.P
  • Yoo Youngjae B.A.P

OTHER CAST:

  • Jung Jessica EX-SNSD
  • Moon Jongup B.A.P
  • Jeon Hyosung SECRET

 

GENRE : Romance, Family, Friendship, Semi Thriller

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

 

o

o

o

Sooyoung POV

“Sicaya.. sebaiknya kita berpisah! Dia hanya mengincarku! Kau bisa terluka jika terus bersamaku!” Pintaku pada kakak Daehyun itu.

Shireo! Apa … kau gila?! Bagaimana.. jika terjadi sesuatu… padamu?!” Tanya Sica tak setuju. Aku bahkan bisa merasakan jika dia mengeratkan genggaman tangannya.

Aku mencoba mengatur nafasku yang semakin terengah, “Gwaenchana, Kau.. pergilah dan cari bantuan.. aku akan mencoba mencari tempat sembunyi!” paksaku.

Keundae-“

“Cha! Berbeloklah kearah sana!” potongku sambil menunjuk sebuah gang yang biasanya cukup terang dan juga ramai. Tanpa meminta persetujuan Sica, aku langsung melepas genggaman tangan kami dan mendorong tubuhnya sehingga dia tidak bisa mengikutiku ketika aku berbelok ke gang lain.

Dan meskipun Sica tidak setuju, tapi aku bisa mendengar jika dia berlari menjauh dari tempat kami berpisah tadi.

“Yaa Tuhan semoga Sica lolos!!” Mohonku dalam hati. Sungguh, jika memang si peneror itu bisa menemukan salah satu dari kami, aku berharap orang itu adalah aku dan bukan Sica.

Setelah merasa cukup jauh berlari, akupun berinisiatif untuk kembali memeriksa kebelakang dan melihat apa si peneror itu masih mengejarku.

‘DEG’ – Dan mataku langsung membulat ketika aku tak lagi melihat orang itu ada disana.

“Apa ini? dimana dia?” Batinku panik. Jujur saja, situasi ini terasa lebih mengerikan dan membingungkan. Mengingat bagaimana cepatnya dia berlari, aku bisa langsung menyimpulkan jika dia menghilang dengan maksud lain dan bukan karena kehilangan jejakku.

‘TAPP!’ – mencoba tidak gegabah, akupun memperlambat langkahku dan berjaga-jaga jikalau dia mencari jalan lain dan tiba-tiba saja muncul di hadapanku.

Dengan hati-hati, akupun berbelok ke gang yang tidak pernah kulalui sebelumnya, sesekali aku juga mencoba mencari tempat untuk bersembunyi. Tapi sepertinya aku berada di area pabrik sehingga tidak ada tempat yang bisa kumasuki tanpa ijin.

Aku kembali menoleh kebelakang dengan keringat dingin yang terus keluar dari setiap pori-pori tubuhku, “Ya Tuhan, semoga dia benar-benar sudah pergi”

“Arggghhhh!!!”

“KYAA!!”

‘DEG’ – Jantungku seakan langsung berhenti ketika aku mendengar suara erangan dan juga teriakan yang tak jauh dari tempatku berdiri saat ini.

Tungguh, apa itu suara Sica?!

Apa terjadi sesuatu padanya?!

Tanpa berfikir panjang, akupun segera berlari ke sumber suara tadi.

“AAAAAKHH!!”

Aku kembali tersentak karena suara teriakan itu kembali terdengar, teriakan kedua bahkan terdengar lebih kencang dan juga menyakitkan. Andwae! Aku harap itu bukan Sica!

“TAPP!” – Dan langkahku langsung terhenti ketika aku melihat seseorang bertudung jaket sedang membekap seorang gadis dari belakang di sebuah gang kecil.

Tidak! Jessica!!

“YAHH!” – Seakan rasa takutku telah hilang, aku langsung berlari mendekat sambil berteriak. Tak lupa aku mengambil sebuah batu yang berada di dekat dinding untuk mengantisipasi jika orang gila itu melakukan sesuatu padaku.

Dari kejauhan, aku bisa melihat jika Jessica memejamkan mata dibalik cengkraman peneror itu. “Tunggu! Apa dia pingsan?!”

“Lepaskan dia!” pekikku setelah aku berhenti beberapa meter didepan mereka.

Peneror itu terlihat menghadapkan tubuhnya padaku sambil memiringkan kepalanya beberapa kali. Sungguh, cara itu benar-benar mirip dengan sosok psikopat yang biasanya muncul di film ataupun drama.

“Aww.. aku kira kau sudah bersembunyi di bawah selimut, kenapa kau kembali Choi?” Tanya sang peneror dengan suara pelan. Mungkin itu karena topeng yang ia pakai menutupi seluruhnya wajahnya.

Aku mengepalkan tanganku, “YA! Urusanmu adalah denganku, jadi lepaskan dia!” pintaku sambil menggerakan bola mataku kearah Jessica. Orang itupun ikut menoleh sekilas pada Sica sebelum dia kembali menoleh padaku.

“BRUKK!” – Tanpa perasaan, orang itu langsung melepaskan tubuh Sica begitu saja sehingga gadis yang sudah pingsan itu langsung terjatuh di atas paving jalan.

Ingin sekali rasanya aku berlari menghampiri Sica ketika melihat hal itu, tapi tentu saja aku harus bersikap lebih tenang dan tidak gegabah sehingga dia tidak menyakitiku juga.

“Aku sudah melepaskannya, lalu apa yang bisa aku dapat sebagai gantinya?” Tanya orang itu. Dari postur dan suaranya, bisa di pastikan jika dia adalah seorang namja.

“Apa maumu? Kenapa.. kenapa kau mengganggu hidupku? Kenapa.. kau menyakiti orang-orang yang aku sayangi?” Tanyaku dengan nada sebiasa mungkin. Tidak! Sekarang bukan saatnya untuk menangis!

Samar-samar, aku bisa mendengar jika dia tertawa di balik topengnya, “Hahhh sepertinya aku sedang dilemma” gumamnya sambil menggeleng pelan. Aku mengernyit bingung mendengarnya, tapi aku hanya diam dan terus menatapnya tajam seolah aku tidak takut.

“Di satu sisi aku harus membuatmu pergi dari sini, tapi di sisi lain.. aku masih ingin lebih lama bermain-main denganmu” ucapnya masih diselingi tawa kecil. Tawa yang terdengar lebih mengerikan dibandingkan tawa hantu sekalipun.

Aku kembali mengernyit, “Apa maksudnya membuatku pergi?”

Wae?! Kenapa aku harus pergi? Kenapa kau ingin mempermainkanku? Apa yang sudah kulakukan sehingga kau melakukan semua ini padaku, kenapa?!!” tanyaku geram.

Orang itu terlihat kembali meregangkan otot lehernya secara perlahan, “Aaa.. orang yang dari luar terlihat baik memang tidak pernah bisa menyadari kesalahannya” sindirnya. Meski aku tidak melihat wajahnya tapi aku tahu jika dia sedang menatapku remeh.

Geurae! Aku memang tidak tahu kesalahanku! Itulah kenapa aku bertanya!” ucapku geram.

Peneror itu terdengar kembali tertawa, “Tidakkah kau muak berada disini? dua gadis menyukai seorang brengsek hingga mereka rela melakukan apapun, orang tua yang hanya terobsesi pada keberhasilan anaknya, sebuah geng yang tidak punya masa depan…”

“Choi, bukankah aku yang harus bertanya.. kenapa kau betah hidup di kota ini?” Tanya peneror itu.

Aku mengernyit karena dia berbicara terlalu pelan dan juga cepat sehingga aku kesulitan untuk menangkapnya. Meski begitu aku sudah cukup paham dengan maksud orang didepanku itu.

“Ya! Satu-satunya hal yang membuatku muak berada disini adalah KAU!” pekikku sambil menunjuknya. Dan orang itupun kembali mengeluarkan tawanya yang Creepy.

‘TAPP!’ – Beberapa saat kemudian orang itu terlihat maju sehingga aku langsung mundur.

“Ap.. apa maumu?” Tanyaku sambil mengayunkan tanganku yang memegang batu sebagai ancaman dan antisipasi.

Orang itu hanya diam. Meskipun wajahnya tertutup topeng, tapi aku bisa merasakan jika dia sedang menatapku tajam.

Wa.. wae?” Tanyaku curiga. Aku bahkan menyilangkan satu tanganku yang tidak memegang batu di depan tubuhku.

“Chhh!” Dan lagi-lagi, dia menertawai ucapan dan juga tindakanku.

“Kenapa kau begitu unik? Kau tahu? kerelaanmu untuk datang kesini hanya untuk menolong temanmu adalah sebuah kesalahan besar” ucapnya sambil menoleh kebelakang untuk melihat Sica sekilas. Beberapa saat kemudian dia kembali menoleh padaku.

“Kau.. benar-benar.. menarik” ucapnya sambil memiringkan kepalanya lagi beberapa kali.

Unik? Menarik?

Aku kembali menarik nafas dalam, “Jika… jika aku menarik.. kenapa… kau tidak menemuiku dengan cara baik-baik? Kenapa.. kenapa kau tidak datang sebagai laki-laki-“

“Tunggu tunggu tunggu- kau bilang apa? Menemuimu dengan cara baik-baik?” Tanya orang itu seolah tak percaya.

Aku menelan ludah untuk membasahi tenggorokanku yang kering, “Eoh! Itulah yang seharusnya namja lakukan jika dia tertarik pada sesuatu! Jika- jika kau melakukan semua kekonyolan ini.. kau hanya terlihat semakin payah! kau tahu- itu semua tidak keren! Kau benar-benar tidak keren!” pekikku geram. Aku bahkan menggelengkan kepalaku seolah aku benar-benar serius mengatakan hal itu.

“Hahahahaha..” dan dia malah tertawa mendengarnya. Tapi berbeda dengan sebelumnya, kali ini dia tertawa seperti seseorang yang baru saja melihat sesuatu yang lucu.

“Choi, Kenapa kau bersikap Cute didepanku? kau pikir kau sedang bicara dengan salah satu temanmu? kau lupa dengan apa yang sudah aku lakukan selama setengah tahun ini?” tanya orang itu.

Aku mengernyit dengan ekspresi aneh, “Lalu.. bagaimana denganmu? Kenapa kau- menyebutku Cute setelah kau menerorku selama setengah tahun? Ka- kau.. tidak sedang berusaha merayuku kan?!” Tanyaku curiga.

“Haahhh kau benar-benar membuat keadaanku semakin sulit” keluh orang gila itu sambil menggeleng pelan.

“Ya! Kaulah yang sudah membuat hidupku kes-“

“GREBB!” – Dan ucapanku langsung terhenti karena dengan tiba-tiba dia mendekat dan langsung mengunci tubuhku dari belakang seperti apa yang dia lakukan pada Sica. Hanya saja dia tidak membekap mulutku melainkan mencengkram tanganku yang tadi memegang batu.

‘TAKK!’ – Beberapa saat kemudian dia sudah berhasil merebut batu itu dan membuangnya sembarang. Dan karena semua itu terjadi secara tiba-tiba, akupun hanya bisa terdiam tanpa ada kesempatan untuk melawan.

“Apa dia akan membunuhku? Apa dia akan mencelakaiku?” Batinku ketakutan.

“Ya! Lepaskan aku!” pintaku sambil berusaha memberontak.

“Hey Choi~ Kau tidak seharusnya bersikap seperti ini, seharusnya kau bersikap membosankan saja agar kita semua bisa segera terlepas dari situasi ini” bisiknya tepat di belakang telingaku.

Aku mencoba menahan nafas, “Jika kau ingin terlepas.. kenapa kau tidak berhenti?” Tanyaku dengan suara parau karena leherku sedikit tercekik lengannya.

Shiro.. Karena setelah ini.. aku akan melakukan semuanya untuk diriku sendiri, aku.. akan terus mengikutimu dan melihatmu ketakutan..” tolak namja itu.

“Aku tidak akan takut padamu! Aku akan segera membongkar rahasiamu dan menangkapmu!” ucapku tak mau kalah.

“Tentu saja, aku tahu jika kau akan melakukannya, kau tahu? aku bahkan tidak sabar melihatnya..” balasnya santai.

“Tapi untuk kali ini.. aku akan melepasmu Choi.., aku akan melepasmu sehingga kita bisa bertemu lagi.. dan lagi.. dan lagi..” lanjutnya sambil memajukan wajahnya sehingga topengnya bersentuhan dengan telinga dan juga leherku.

“Sampai bertemu lagi Choi~” pamitnya sebelum dia melepasku dan pergi sepersekian detik kemudian.

“Haahhh~” – Setelah menyadari jika dia tak lagi dibelakangku, akupun langsung membuang nafas panjang. Beberapa saat kemudian, aku membalikan badan dengan cepat dan melihat kepergian orang itu secara seksama. Meski sekilas, tapi aku menyempatkan diri untuk mengamati segala ciri-ciri yang ada pada namja gila itu.

Awalnya aku masih berusaha untuk memahami segala yang dia ucapkan, tapi setelah menyadari jika Sica pingsan dan tergeletak tak berdaya di atas tanah, akupun langsung berlari menghampirinya dan beranjak menolongnya.

.

.

.

Normal POV

Daehyun kembali menghubungi nomer Sooyoung meski dia sudah hampir 20x gagal  tersambung. Ketika dia memeriksa jam di tangannya, waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan itu berarti Sooyoung sudah terlambat hampir 2 jam.

“Dimana dia?” gumam Daehyun khawatir. Diapun kembali menoleh ke ujung jalan dan berharap Sooyoung akan muncul dari sana dalam keadaan baik-baik saja.

Tapi..

‘Tapp Tapp Tapp!’ – Daehyun mengernyit ketika dia melihat seorang gadis sedang berlari sambil membawa sesuatu.

‘DEG’ – Dan mata Daehyun langsung membulat ketika gadis itu adalah Sooyoung dan sesuatu yang ia bawa adalah kakaknya alias Jessica.

“Ya Tuhan! Noona!” pekik Daehyun sambil berlari menghampiri Sooyoung.

.

.

.

Sooyoung dan Daehyun membungkuk kepada dokter langganan keluarga Jung yang ternyata masih bersedia untuk datang dan mengobati Jessica. Beberapa saat kemudian, Daehyun terlihat duduk di pinggir ranjang Sica untuk menaikan selimut kakaknya.

Dilain sisi, Sooyoung hanya diam dengan wajah sendu. Jauh didalam hati, dia benar-benar merasa bersalah atas kejadian ini. Tidak seharusnya dia menyuruh Jessica pergi sendirian. Tidak seharusnya dia pulang bersamanya.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Dae-“

“Naiklah…, kau juga perlu istirahat” ucap Daehyun tanpa menoleh sedikitpun pada Sooyoung. Ekspresinya bahkan sangat datar seolah dia enggan dengan gadis itu.

“Eoh..” jawab Sooyoung sambil beranjak keluar. Dia paham jika Daehyun kecewa padanya dan khawatir pada Jessica, itulah kenapa dia memutuskan untuk menurut dan mengajaknya bicara lain waktu saja.

.

.

.

“Aku akan melakukan semuanya untuk diriku sendiri..”

“Apa.. sebelumnya.. dia melakukan semua itu untuk orang lain?” Gumam Sooyoung sambil menatap wajahnya yang terpantul di cermin.

“Tidakkah kau muak berada disini? dua gadis menyukai seorang brengsek hingga mereka rela melakukan apapun, orang tua yang hanya terobsesi pada keberhasilan anaknya, sebuah geng yang tidak punya masa depan…”

Sooyoung menarik nafas dalam, “Apa dia sedang membahas orang-orang disekitarku? Jika benar.. apa dia mengenal mereka? Atau bahkan.. aku juga mengenalnya?”

‘TOKK TOOKK TOKK!!’ – Lalu sebuah ketukan pintu membuat Sooyoung menoleh dengan wajah panik.

“Mwoya? Nuguya? Siapa.. yang datang malam-malam begini?” Tanya Sooyoung curiga. Tapi dia tetap berjalan keluar kamar dan menghampiri pintu utama dengan Langkah mengendap.

‘Took tokk tok!’ – Sooyoung kembali tersentak ketika orang itu kembali mengetuk pintu. Tapi jika di lihat dari kerasnya volume suara ketukan, orang itu bukanlah si peneror.

‘CKELLLKK’ – Dengan sedikit ragu, Sooyoung akhirnya memutuskan untuk membuka pintu itu.

‘Tapp’

‘Grebb~’ – Belum juga terbuka sepenuhnya, seseorang sudah terlebih dulu berjalan masuk dan mendekap tubuh Sooyoung kedalam sebuah pelukan.

“D- Daehyuna..” gumam Sooyoung dengan ekspresi sedikit tak percaya.

“Hahh~ kenapa kau tidak menjawab teleponku? aku benar-benar khawatir sampai rasanya aku tidak bisa bernafas” gumam Daehyun sambil memejamkan mata dan mengeratkan pelukannya.

Mian..” Jawab Sooyoung dengan suara lirih.

Daehyun melepaskan pelukannya agar dia bisa menatap Sooyoung. “Kau sudah makan? Kau tidak terluka kan? ” Tanya Daehyun sambil membelai Rambut Sooyoung dengan lembut.

Sooyoung sendiri terlihat hanya diam sambil menatap Daehyun dalam. Ternyata dia tetap mengkhawatirkanku..

“Grebb~” – Bukannya menjawab, Sooyoung malah melingkarkan kedua tangannya dipunggung Daehyun dan menenggelamkan wajahnya di lekuk leher namja itu.

Tubuh Daehyun sedikit menegang, “Wae.. waegurae?” Tanya Daehyun yang tentu saja merasa sedikit aneh.

Sooyoung memejamkan mata dan menghirup aroma masculine di tubuh Daehyun, “Aku.. tidak baik-baik saja.. tapi ini membuatku merasa sedikit lebih baik…” ucap Sooyoung sambil mengeratkan pelukannya.

Daehyun tersenyum sambil membalas pelukan gadis itu, “Mianhae.. Aku tidak bermaksud untuk bersikap dingin padamu, aku hanya terkejut melihat Sica pingsan seperti itu” ucap Daehyun merasa bersalah.

Anhiya Gwaenchana, Aku paham jika memang kau marah padaku.. “ Jawab Sooyoung seolah dia baik-baik saja.

Daehyun melepaskan pelukannya, “Anhiya.. Mana mungkin aku marah padamu setelah kau rela menggendong Sica seperti itu” sangkal namja itu sambil merapihkan poni Sooyoung yang sedikit berantakan. Beberapa saat kemudian dia memegang pipi Sooyoung dengan lembut sehingga sang pemilik pipi langsung terdiam gugup.

“Hmm.. “ Daehyun menggumam pelan sambil memiringkan kepalanya. Tatapan matanya yang tajam terus saja tertuju di manik mata Sooyoung.

“Kau pasti resah dan juga lelah.., wajahmu bahkan terlihat semakin jelek..” Lanjut Daehyun. Dan ekspresi Sooyoung tentu saja langsung berubah kesal ketika dia mendengar ucapan itu.

“Yah.. sebaiknya kau keluar, Ini sudah malam dan aku harus tidur!” Pinta Sooyoung sambil mendorong tubuh Daehyun menuju pintu. Meski terlihat tenang, tapi gadis itu sudah mengumpat 100x didalam hatinya.

“Hahahaha… apa kau marah?” Goda Daehyun sambil tertawa puas.

“Pergilah sebelum kau tidak bisa kembali dengan selamat” Ancam Sooyoung dengan tatapan tajam.

“Heyy~ bagaimana kau bisa memperlakukan namchinmu seperti ini?” Protes Daehyun sambil berusaha untuk tetap berada di dalam. Dia bahkan menampakan ekspresi sedih seolah dia sedang dianiaya.

Sebenarnya Sooyoung sedikit tersentak mendengar kata ‘Namchin’ , Hanya saja dia cukup pandai menutupinya. “Memang sejak kapan kau adalah Namchinku?!” sangkal Sooyoung ketus.

Daehyunpun langsung berhenti dengan ekspresi terkejut, “Ya!” Protesnya dengan perasaan sedikit kecewa.

“Wae? apa ada yang salah dengan ucapanku?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi remeh.

Daehyun menatap gadis itu dengan ekspresi tak percaya, “Ya, bagai- bagaimana kau bisa bicara seperti itu? bukankah.. saat itu.. aku sudah menyatakan perasaanku!” lagi-lagi Daehyun melayangkan sebuah protes pada Sooyoung.

“Ya Bocah ingusan, jika dua orang dikatakan berpacaran karena salah satu dari mereka menyatakan perasaan.. maka saat ini aku sudah berpacaran dengan Gongyoo dan juga Song Jongki!” Sangkal Sooyoung sambil menggeleng pelan.

“Tapi saat itu kau menciumku..” tutur Daehyun sehingga Sooyoung langsung terdiam.

Menyadari reaksi itu, Daehyun tentu saja langsung tersenyum smirk, “Kau lupa? Saat itu aku juga menciummu dua kali.. “ Lanjutnya sambil mendekatkan tubuhnya pada Sooyoung dengan senyuman menyeringai.

Karena merasa gugup, Sooyoungpun mundur dan berusaha untuk tetap membuat jarak, “Ya- itu karena-“

“Apa aku harus mengulanginya agar hubungan kita semakin jelas?” potong Daehyun yang akhirnya berhasil menyudutkan tubuh Sooyoung pada dinding. Dia meletakan satu tangannya pada dinding itu, sedangkan tangannya yang lain terlihat bergerak menuju pipi Sooyoung.

Untuk beberapa saat, Daehyun memiringkan kepalanya beberapa kali seolah dia sedang mengamati tiap bagian dari wajah Sooyoung. Disisi lain, Sooyoung hanya bisa terdiam dengan tubuh yang semakin menegang. Tapi entah kenapa, dia sama sekali tidak berniat memberontak ataupun pergi. Dia seakan sudah terhipnotis oleh Daehyun yang saat ini hanya berjarak beberapa centi didepannya.

Cukup lama keduanya hanya diam dengan posisi seperti itu, hingga pada akhirnya Daehyun mulai menggerakan wajahnya kedepan dan mendekatkan bibirnya pada bibir Sooyoung. Awalnya Sooyoung kebingungan dengan situasi itu, dia bahkan sempat mengerjapkan mata beberapa kali karena perasaan gugup yang menyelimuti hatinya. Tapi pada akhirnya dia memejamkan kedua matanya dan bersiap menyambut bibir Daehyun yang kissable itu.

“Hn?” Tanpa diduga, Daehyun malah berhenti ketika bibirnya dan bibir Sooyoung hanya menyisakan jarak sekitar 2 cm.

Sesaat, dia menatap wajah Sooyoung dengan senyuman tipis. “Kau yakin aku bukanlah ‘Namchinmu’?” Bisik Daehyun dengan senyuman penuh kemenangan.

‘DEG’ – Dan Sooyoungpun langsung membuka mata setelah dia menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

“Cih!!” Sooyoung langsung tertawa miris dan matanya pun mulai berkaca-kaca. Sial! Aku benar-benar bodoh!

“Semenyenangkan itukah mempermainkanku? Kau- ternyata kau sama saja dengan psikopat itu” umpat Sooyoung sambil beranjak pergi dari hadapan Daehyun.

‘TAPP!’ – Tapi belum juga sempat melangkah, Daehyun sudah terlebih dulu mencengkram kedua bahunya lalu mendorong tubuhnya lagi ke dinding.

“Ya-“

‘Chu~’ – tanpa mempersilakan Sooyoung melayangkan protes, Daehyun sudah terlebih dulu mengunci bibir gadis itu dengan bibirnya. Berbeda dengan sikap sebelumnya, kali ini Daehyun terkesan sedikit kasar dan juga bernafsu. Dia bahkan tidak peduli jika Sooyoung masih berusaha untuk mendorongnya, saat ini yang dia lakukan hanyalah melumat bibir Sooyoung dan memaksa gadis itu untuk membalas ciumannya.

Awalnya Sooyoung memang berusaha memberontak karena Daehyun terkesan sedikit ‘menakutkan’ dan juga berbeda. Tapi seiring berjalannya waktu, Sooyoung akhirnya membalas ciuman namja didepannya itu tak kalah passionate.

Dan ternyata benar, bibir Daehyun yang tebal dan seksi itu memang memberikan sensasi tersendiri pada bibirnya. Ciuman namja itu seperti menghantarkan aliran listrik di sekujur tubuhnya, mengirimkan jutaan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya.

Berbeda dengan ciuman sebelumnya yang hanya bisa disebut ‘Popo (Kecupan), Ciuman Daehyun kali ini memang lebih terkesan serius dan sungguh-sungguh. Jika ciuman sebelumnya Daehyun terlihat sangat cute, kali ini namja itu benar-benar terkesan masculine dan juga dewasa.

Mianhae, Aku tidak bermaksud mempermainkanmu..” Bisik Daehyun ketika keduanya berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Saat ini kedua tangan Daehyun berada di rahang Sooyoung, sedangkan kedua tangan Sooyoung berada di dada bidang namja itu.

“Eung” Dan Sooyoung tetap menyempatkan diri menjawab Daehyun meski nafasnya masih sedikit terengah. Sesungguhnya ciuman yang cukup lama itu membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan.

Daehyun menatap Sooyoung intens sebelum akhirnya dia mulai menempelkan dahinya pada dahi gadis itu, “Saranghae Choi Sooyoung, Jadilah pacarku..” bisiknya pelan. Nafas namja itu terasa hangat dan menyapu permukaan kulit wajah Sooyoung sehingga wajah gadis itu bertambah memerah.

‘Grebb~’ – Bukannya menjawab, Sooyoung malah melingkarkan kedua tangannya di bahu Daehyun dan kembali menyatukan bibir mereka yang beberapa detik lalu sempat terpisah.

Sesaat, Daehyun tersenyum dibalik ciuman itu. Hingga pada akhirnya dia kembali melumat bibir Sooyoung, memiringkan kepalanya ke berbagai sudut, dan merasakan setiap inci bagian dari bibir gadis itu.

Nado..” balas Sooyoung disela-sela ciuman itu.

Dan ucapan itu tentu saja Daehyun anggap sebagai lampu hijau. Ciumannya pun mulai liar dan tubuhnya semakin menghimpit tubuh Sooyoung ke dinding. Keduanya bahkan mulai membuka mulut dan bermain dengan lidah.

“Hnn” Sooyoung sedikit mendesah ketika ciuman Daehyun mulai turun ke lehernya yang mulus dan harum. Dia mulai menjambak rambut namja itu karena sensasi luar biasa yang Daehyun hantarkan ke sekujur tubuhnya.

Seakan sudah kehilangan kendali, Daehyunpun terus menciu dan menghisap leher Sooyoung sehingga muncul beberapa kissmark disana.

“D- Dae..” Panggil Sooyoung sambil berusaha mendorong dan menghentikan Daehyun.

Memang tidak bisa dipungkiri jika Sooyoung juga menikmatinya, tapi dia sadar sesuatu yang berbahaya mungkin akan terjadi jika ini semua terus berlanjut.

Daehyun pun langsung berhenti setelah dia menyadari apa yang baru saja dia perbuat. Dia segera menurunkan kedua tangannya dari pinggang Sooyoung dengan wajah bersalah.

‘Dap’ – Sooyoung sendiri memilih untuk menyandarkan tubuhnya yang lemas pada dinding sambil mengatur nafasnya yang masih sedikit memburu.

Mi.. mianhae- “ Daehyun terlihat bingung untuk memberikan penjelasan. Dia bahkan tidak berani menatap Sooyoung karena rasa malu dan juga menyesal sedang bercampur menjadi satu.

Beberapa saat, Sooyoung hanya diam sambil menatap namja itu, “Ya..” panggilnya pelan.

Daehyun mengangkat wajahnya, “Choi Sooyoung-“

“Besok aku masih masuk kerja dan ini musim panas…” Sahut Sooyoung.

Daehyun mengernyit,”Mwo?”

Sooyoung mendengus geram, “Ya, besok aku masih kerja, apa yang akan orang lain katakan jika aku memakai syal di musim panas seperti ini?” Tanya Sooyoung dengan ekspresi pura-pura kesal.

Dan Daehyun pun langsung terdiam sambil mengerjapkan matanya. Dia pikir Sooyoung akan menamparnya atau apa. Tapi ternyata gadis itu hanya mempermasalahkan kissmark yang sudah ia akibatkan?

Aigoo kiyeowo~” Gumam Sooyoung sambil tertawa kecil dan mengacak rambut Daehyun. Sungguh, wajah Daehyun saat ini benar-benar lucu dan menggemaskan sehingga dia hampir tidak bisa menahan tawanya. Dia tidak tahu jika namja brandal di depannya itu bisa setakut ini hanya karena dia nyaris kehilangan kendali.

Daehyun sendiri terlihat langsung membuang nafas lega lalu kembali menarik Sooyoung kedalam pelukannya. “Mianhae, Lain kali aku akan melakukannya saat akhir pekan saja” ucap Daehyun sambil mengulum senyum.

.

#FERMATA#

.

“Ya!” Jessica sedikit tersentak saat seseorang tiba-tiba saja berbicara di belakangnya.

“Yah! Kau mengejutkanku ish!” omel Jessica ketika dia membalikan badan dan melihat Yongguk disana.

‘Tuk’ – Yongguk mendorong dahi Jessica dengan ekspresi datar. “Aku sudah memanggilmu beberapa kali, kau saja yang terus berjalan seperti orang linglung” ejek Yongguk.

Jessica mendengus sambil meninju perut Yongguk pelan. “Jangan sok akrab denganku! fansku dikampus ini banyak dan mereka bisa salah paham!” balas Sica sebelum dia kembali berjalan.

Yongguk tersenyum tipis mendengar dumalan teman SMAnya itu, tapi beberapa saat kemudian senyuman itu berubah menjadi senyuman smirk.

“Ya! Aku dengar kau pingsan di jalan, Wae? Kau mabuk? Kau masih tidak bisa berdiri dengan kedua kakimu hanya karena segelas beer?” Ledek Yongguk setelah dia menyejajarkan langkahnya dengan Sica.

“Itu bukan urusanmu!” jawab Sica ketus. Dia bahkan berjalan cepat agar Yongguk berhenti bicara padanya.

“Ya- Tunggu!” Tahan Yongguk sambil menahan lengan Sica. Dan Sicapun kembali menoleh pada namja itu dengan ekspresi kesal.

“Ya Bang Yongguk-“

“Cha~” – Sica langsung terdiam ketika Yongguk menyodorkan sekaleng kopi padanya.

Mw.. mwoya ige?” Tanya Sica bingung.

Bukannya menjawab, Yongguk malah menempelkan keleng itu di tangan Sica agar gadis itu segera menggenggamnya.

“Minumlah, aku dengar kopi bisa meredakan pusing setelah mabuk” ucap Yongguk.

Sica mundur dengan wajah takut, “Ya Tuhan kau membuatku merinding! Kenapa.. tiba-tiba kau.. berubah baik padaku? apa.. aku berbuat kesalahan? Atau.. kau membutuhkan bantuanku?” Tanya Sica curiga.

Dan Yongguk tentu saja langsung tertawa mendengarnya. Tawa itu terdengar begitu pure, berbeda dengan tawa remeh maupun sarcasm yang biasanya Yongguk tunjukan. Dan karena ini pertama kalinya Sica melihat hal itu, diapun semakin mundur dengan wajah ketakutan.

‘TAPP!’ – Bukannya mnjawab, Yongguk malah menyentuh kepala Sica dan mengacak rambut gadis itu pelan.

“Lain kali kau bisa mengajakku, aku bukan orang yang mudah mabuk jadi aku bisa mengantarmu” ucap Yongguk sambil tersenyum tipis.

‘DEG’ – Dan Sica tentu saja tersentak mendengarnya. Pipinya bahkan langsung memerah karena perlakuan itu.

“Aku pergi” pamit Yongguk lalu pergi begitu saja meninggalkan Sica yang saat ini hanya terdiam membeku.

“Apa dia gila? Kenapa.. dia melakukan ini padaku?!” Batin Sica sambil menyentuh pipinya yang masih memanas.

“Sooyeon noona~” – Lalu sebuah panggilan membuat Jessica menoleh kebelakang dengan ekspresi ‘Mong’

Tapi ekspresi gadis itu langsung berubah ketika dia melihat sang pemanggil, “Youngjae?”

Youngjae berjalan mendekat dengan wajah heran. “Kalian.. terlihat berbeda dari biasanya”  gumam Youngjae setelah dia tiba di hadapan Sica. Beberapa saat, namja itu menatap kepergian Yongguk sebelum akhirnya dia kembali menatap Sica dan juga kopi yang sedang ia genggam.

“Ka.. kau melihatnya?” Tanya Sica sedikit terkejut.

“Eoh..” Jawab Youngjae singkat.

“Aahh.. dia.. hanya khawatir setelah mendengar aku pingsan tadi malam” jelas Sica, takut jika namja itu salah paham.

“Yongguk hyung.. mengkhawatirkan seorang yeoja?” Youngjae sedikit heran mendengarnya, tapi dia tetap bersikap biasa seolah dia tak ingin tahu apa-apa lagi.

“Apa yang kau lakukan disini? bukankah magangmu baru berakhir akhir pekan ini?” Tanya Sica mencoba mengalihkan.

“Aahh.. aku datang kesini untuk melihat keadaanmu” Jawab Youngjae entah sadar ataupun tidak.

‘DEG’ – Dan Sica tentu saja tersentak mendengarnya, Apa dia.. juga mengkhawatirkanku?

Sica tertawa kecil, “Apa sebenarnya yang Daehyun katakan pada kalian sehingga kalian bersikap sepeduli ini padaku” gumam gadis itu heran.

Youngjae terdiam sejenak, sejujurnya dia bisa melihat siratan kepedihan di wajah kakak Daehyun itu.

“Kau adalah kakak Daehyun, kau sudah seperti kakaku sendiri, jadi tentu saja kami khawatir padamu” jawab Youngjae.

Sica kembali tersenyum. “Kakak?”

.

#FERMATA#

.

“Kau- apa?” Tanya Youngjae sedikit terkejut.

Sooyoung menarik nafas dalam, “Aku bertemu dengan- Anhi! Aku berbicara dengannya, dengan si peneror itu..” ulang Sooyoung dengan ekspresi serius.

Youngjae-pun menatap Sooyoung dengan ekspresi tak percaya sebelum akhirnya dia menoleh pada Daehyun untuk memastikan jika Sooyoung memang tidak sedang berbohong.

Daehyun tersenyum tipis, “Kau syok? kau bisa membayangkan bagaimana ekspresiku ketika aku melihatnya berlari di tengah malam sambil menggendong Jessica?” Tanya Daehyun yang secara sarcasm menyindir Sooyoung.

Youngjae merapatkan mulutnya yang tadi terbuka, “Kau- baik-baik saja kan?” Tanya Youngjae memastikan.

Sooyoung mengulum senyum melihat ekspresi namja berrambut hitam itu, “Gwaenchana.., Kau lihat sendiri jika aku sedang bicara dengan kalianJawab gadis itu.

“Lalu- bagaimana.. kau bisa tetap baik-baik saja? Maksudku- bukankah dia orang yang sangat berbahaya?” Tanya Youngjae yang tentu saja merasa heran.

Sooyoung tersenyum tipis, “Kau benar, itulah kenapa aku merasa semakin aneh” tutur gadis tinggi itu.

Youngjae mengernyit, “Apa maksudmu aneh? Sebenarnya apa yang terjadi saat itu?” tanya Youngjae penasaran.

“Youngjae-ya, Kau tahu kan? Dulu dia pernah menendang perutku ketika aku sedang bersama Sooyoung?” Tanya Daehyun yang sepertinya membantu Sooyoung menjelaskan. Dan Youngjaepun hanya mengangguk dengan wajah antusias.

“Nah kesimpulan sementara yang aku ambil adalah.. peneror itu hanya akan benar-benar menyerang jika seseorang sedang bersama dengan Sooyoung” Daehyun terdiam sejenak.

“Seperti ketika dia menendangku setelah dia menggebrak-gebrak pintu rumah Sooyoung, lalu kejadian penabrakan itu.. aku yakin dia melakukannya karena dia tahu jika kau dan aku juga berada disana, lalu kejadian kemarin.. dia lebih memilih untuk menyerang kakakku disaat posisi Sooyoung jauh lebih dekat dan lebih aman untuk diserang” lanjut Daehyun yang mencoba untuk memberikan penjelasan.

Youngjae mengernyit dan berfikir sejenak, “Jadi kata lain.. Dia tidak benar-benar berniat untuk menyerang Sooyoung Noona?” Tanya Youngjae memastikan. Sooyoung dan Daehyunpun mengangguk setuju.

“Kau tahu Youngjaeya.. dia bahkan sama sekali tidak menyakitiku meskipun dia sudah berhasil mengunci tubuhku dari belakang seperti ini” Sambung Sooyoung sambil mencontohkan gerakan yang dulu peneror itu lakukan padanya.

“MWO?!” Daehyun dan Youngjae tentu saja langsung menoleh dengan ekspresi syok.

“Di- dia sudah pernah menyentuhmu?!” Tanya Youngjae tak percaya. Dan Sooyoungpun langsung terdiam setelah dia menyadari bahwa dirinya baru saja keceplosan.

“Tunggu! Kenapa kau tidak menceritakan hal itu juga padaku??” Tanya Daehyun sedikit tak terima. Dan yap! Yang Sooyoung takutkan ternyata benar-benar langsung terjadi.

“Aku takut kau akan cemburu jika aku menceritakannya padamu” Jawab Sooyoung sedikit ketus.

Daehyun pun langsung mendesah tak percaya, “Cih!! cemburu?! Memang apa yang sudah terjadi sehingga aku bisa saja cemburu? Dia- dia tidak melakukan sesuatu yang aneh padamu kan?” Tanya Daehyun curiga.

Disisi lain, Youngjae hanya diam dan melirik keduanya dengan wajah heran, Kenapa.. nada bicara mereka.. seperti sepasang kekasih?

“Ya bukan seperti itu! Hanya saja.. ucapannya terdengar sedikit aneh untuk seorang peneror kepada korbannya, Jujur.. aku saja nyaris salah paham.. apalagi kau yang dengan Junhong saja cemburu” sangkal Sooyoung disisipi sindiran.

“Memang apa yang sudah dia katakan?” Tanya Youngjae penasaran. Sebenarnya dia hanya ingin segera mengakhiri bahasan ‘cemburu’ yang sedang Daehyun dan Sooyoung ributkan. Jujur saja.. dia tidak suka mendengarnya.

“Dia bilang.. aku sangat menarik, dia bilang.. aku seharusnya jadi gadis yang membosankan, dan bahkan.. dia mengatakan jika aku… cute, Dia bilang.. dia akan melakukan semuanya untuk dirinya sendiri, dia bilang.. dia akan terus menerorku lalu melepaskanku.. agar dia bisa terus menemuiku” Jelas Sooyoung dengan ekspresi bingung. Daehyun dan Youngjae pun terdiam sejenak untuk mencerna perkataan itu.

“Tunggu-tunggu! tadi kau bilang.. dia tidak benar-benar ingin menyakitimu, Lalu ternyata.. dia juga mengatakan hal-hal seperti itu padamu?” tanya Youngjae memastikan. Dan Sooyoung hanya mengangguk ragu.

“Apa jangan-jangan.. dia melakukan semua itu karena dia menyukaimu? atau malah.. dia terobsesi denganmu?” sambung Daehyun sambil memangku wajahnya.

Sooyoung terlihat bingung, “Aku.. tidak yakin, tapi kurasa.. dia punya alasan lain yang lebih kuat dari itu, kalian dengar kan ketika aku mengatakan ‘dia akan melakukan semuanya untuk dirinya sendiri’? bukankah itu berarti.. sebelumnya dia melakukan peneroran itu untuk orang lain?” tanya Sooyoung sambil menatap DaeJae bergantian.

Daehyun terlihat menarik nafas sejenak, “Jadi kemungkinannya adalah.. dia hanya orang suruhan yang ditugaskan untuk menerormu, tapi pada akhirnya.. dia malah tertarik padamu?” terka Daehyun dan di ikuti anggukan kecil dari Sooyoung.

“Jika itu benar, berarti yang harus kita tangkap ada dua orang..” ucap Daehyun.

“Jika itu benar.. lalu apa yang bos peneror itu inginkan sebenarnya? Kenapa dia harus menyuruh orang untuk menerormu Noona?” Tanya Youngjae.

Sooyoung terdiam sejenak, sebenarnya dia punya dugaan atas pertanyaan itu, tapi dia tidak yakin apa dia harus mengatakannya pada Daehyun dan Youngjae atau tidak.

Molla.. Tapi yang jelas.. Peneror itu sudah berjanji untuk terus menerorku dan membuatku ketakutan” ucap Sooyoung.

“Kurasa dia benar-benar sudah gila! Kurasa kita harus segera membongkar rahasaianya dan juga menangkapnya!” Lanjut gadis itu dengan wajah ketakutan.

Keureom! Aku sudah mendapatkan rekaman CCTV di beberapa titik yang ada di dekat basecamp, jadi aku yakin.. kita bisa segera menangkapnya” ucap Youngjae mencoba menyemangati Sooyoung.

.

.

Beberapa saat setelah Youngjae mempersiapkan laptop dan juga rekaman CCTV yang berhasil dia minta, ketiga orang yang duduk di sudut café itu akhirnya memutar rekaman tersebut. Dari balik layar, ketiganya bisa melihat ketika Youngjae dan Sooyoung berjalan memasuki gang dimana basecamp Daehyun cs berada. Beberapa menit setelah itu, munculah seseorang berjaket hitam yang datang dari arah yang sama.

“Lihat lihat! Bukankah orang ini yang dulu menabrakmu!” ucap Youngjae sambil menunjuk orang yang ia maksud. Daehyun dan Sooyoungpun hanya mengangguk setuju. Beberapa saat kemudian, orang berjaket hitam itu terlihat berjalan mendekat kearah CCTV dengan wajah mendongak. Seperti biasa, orang itu memakai topeng yang menutupi seluruh wajahnya.

“Apa yang dia lakukan?” gumam Daehyun yang merasa sedikit aneh dengan tingkah orang itu. Dan benar saja, beberapa detik kemudian, mereka bisa melihat jika si peneror itu menunjuk kamera CCTV sebelum akhirnya dia membentuk sebuah pistol dengan tangan kanannya, lalu diarahkannya tangan itu di pelipisnya sendiri.

“Hahh dia benar-benar gila” gumam Youngjae sambil menggelengkan kepalanya.

“Apa dia sudah memperkirakan jika kita akan memeriksa CCTV dijalan ini?” tanya Sooyoung heran.

“Kurasa dia sengaja tidak merusak CCTV disini, berbeda dengan ketika dia menyerangku di atap.. dia merusak semua CCTV yang ada di sekitar lingkungan rumahku” ucap Daehyun tanpa melepaskan pandangannya dari layar laptop.

Beberapa saat kemudian, sang peneror itu berjalan menuju mobil yang berada di pinggir jalan, dan setelah itu dia masuk kesana.

“Ya Ya! coba lihat plat nomor mobil itu!” pinta Daehyun sambil menepuk bahu Youngjae.

“Tidak perlu, dulu ketika dia menabrak kalian, aku sempat memotretnya dari belakang, dan ternyata dia memakai plat nomer palsu” ucap Youngjae dengan ekspresi sedikit kesal.

“Kurasa dia bukan penjahat sembarangan” gumam Sooyoung.

“Tunggu! Youngjae stop!” Pinta Daehyun lagi.

Wae? wae? wae?” Tanya Youngjae bingung.

“Coba kembali ke rekaman ketika peneror itu menatap CCTV!” Mohon Daehyun.

“Aaa.. Geurae” Meski tidak paham, tapi Youngjae tetap melakukan apa yang Daehyun minta.

“Ya! Choi Sooyoung.. coba lihat orang ini baik-baik! Bukankah dia sedikit berbeda?” Ucap Daehyun sambil menunjuk sang peneror yang terpampang di layar.

Sooyoung mengernyit, “Jinjja? Youngjaeya bisakah kau memperbesar gambarnya?” pinta Sooyoung.

“Eoh” dengan wajah penasaran, Youngjaepun menuruti permintaan Sooyoung.

“Tunggu, kenapa.. tubuhnya.. terlihat lebih kurus dan pendek?” gumam Sooyoung setelah beberapa detik dia mengamati peneror itu.

“Kau menyadarinya? Lalu.. coba kau lihat lekuk tubuhnya.., dia.. benar-benar berbeda dari peneror yang dulu menendangku!” lanjut Daehyun.

Mulut Sooyoung terlihat membuka, “Waaa Madja! Dia juga terlihat berbeda dengan sosok yang menemuiku kemarin! lekuk tubuhnya- dadanya.. dada peneror di video ini.. terlihat lebih besar.. kan?” ucap Sooyoung sambil menoleh pada Daehyun dan Youngjae beragantian.

‘Tikk!’ – Daehyun menjentikan jarinya seolah ucapan gadis itu memang sesuai dengan pemikirannya.

“Tunggu! Jadi.. kalian ingin bilang jika si penabrak ini adalah seorang yeoja?!” tanya Youngjae setengah tak percaya.

Daehyun dan Sooyoung mengangguk bersamaan, “Dan aku yakin.. dia berbeda dengan orang yang kutemui kemarin” sambung Sooyoung.

“Aku masih ingat.. orang yang menemuiku kemarin memiliki tubuh yang cukup kekar, dia juga cukup tinggi dan memiliki postur lebih tegap” lanjut gadis itu. Daehyun pun kembali melihat layar untuk memastikan ucapan Sooyoung barusan, sedangkan Youngjae terlihat diam dan berfikir.

“Ya! Itu berarti.. yang menerormu selama ini.. lebih dari satu?” tanya Youngjae lagi. Sepertinya dia cukup tanggap dengan segala yang Daehyun dan Sooyoung ucapkan meski dia belum pernah benar-benar melihat si peneror itu.

“Aku rasa.. orang yang menemui Sooyoung kemarin adalah orang yang dulu menendangku, dan aku yakin.. dia bukanlah yang menabrak kami saat itu” Ucap Daehyun.

“Aaahh ternyata ini lebih rumit dari dugaanku, kurasa kita harus segera menyusun strategi untuk bisa menangkap mereka semua” ucap Youngjae.

.

.

“Noona, apa kau sakit?” tanya Youngjae ketika dia, Sooyoung dan juga Daehyun berjalan bersama menuju halte.

Sooyoung menoleh pada Youngjae sedangkan Daehyun ikut menoleh pada Sooyoung.

An.. anhi, Kenapa.. kau bicara seperti itu?” Tanya Sooyoung heran.

“Jika tidak, kenapa kau memakai pakaian berkerah tinggi seperti itu? apa kau tidak kepanasan?” Tanya Youngjae.

‘DEG’ – Dan ucapan itu tentu saja membuat Sooyoung terdiam gugup dengan pipi bersemu merah. Dia pikir tidak akan ada yang curiga dengan pakaiannya hari ini. Tapi sekalinya ada, kenapa orang itu harus Youngjae?

Disisi lain, Daehyun hanya bisa mengulum senyum dan bersikap seolah dia tidak tahu apa-apa.

“Aaa.. tadi aku harus menemui client penting dan kurasa pakaian seperti inilah yang paling cocok” jawab Sooyoung yang tentu saja berusaha sebisa mungkin untuk tetap bersikap biasa. Ahh alasan bodoh macam apa itu?

“Khmmm!” – Daehyun langsung menutup mulutnya rapat-rapat karena tawanya hampir saja pecah setelah dia mendengar alasan Sooyoung.

‘Takk!!’ – Merasa kesal, Sooyoungpun langsung menyikut perut namja itu. Sepertinya mereka tidak sadar jika saat ini mata Youngjae sedang mengamati segala tingkah mereka.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?” Batin Youngjae curiga.

“Daehyun Oppa!” – Lalu sebuah panggilan membuat Youngjae, Sooyoung, dan juga Daehyun berhenti. Dari jarak beberapa meter, mereka bisa melihat seorang gadis sedang berdiri sambil menatap Daehyun dengan ekspresi sedih.

Andwe! Disaat wajah Youngjae dan juga Daehyun terlihat menegang, wajah Sooyoung malah terlihat bingung.

‘Tapp Tapp Tapp’ – Gadis berrambut panjang itu terlihat berlari mendekat. Dan…

‘Grebb~’ – Tanpa melihat situasi ataupun meminta ijin, gadis cantik itu langsung memeluk tubuh Daehyun seolah tidak ada orang lain disana.

“Haaisshh ige kichibae!” Youngjae langsung mendengus dan menatap gadis itu dengan wajah geram.

“Siapa.. dia?” Batin Sooyoung sambil menatap gadis itu heran. Dahinya bahkan mengerut dan kedua alisnya hampir menyatu karena kejadian didepan matanya ini benar-benar sesuatu yang ‘luar biasa’.

Disisi lain, Daehyun terlihat tegang, bingung, dan juga panik, sehingga dia tidak melakukan apapun selain diam. Jujur saja saat ini dia merasa takut karena Sooyoung sedang berdiri di sampingnya dan mungkin saja akan salah paham terhadapnya.

‘DEG’ – Dan benar saja, sesaat setelah Daehyun menoleh pada Sooyoung, ternyata gadis itu juga sedang menatapnya dengan ekspresi ‘apa-apaan ini?’

“Oppa~ aku dengar kau mengalami kecelakaan beberapa hari lalu, huhuhu.. aku benar-benar sedih sehingga aku langsung pulang ke Busan untuk melihat keadaanmu~” ucap gadis itu tanpa melepaskan pelukannya.

“Ya- Yaa.. Nahyuna… bi.. bisakah kau.. melepasku terlebih dulu? Semua orang.. sedang melihat kearah kita” ucap Daehyun sambil berusaha mendorong gadis yang memeluknya itu dengan hati-hati.

“Eung~ tapi aku benar-benar merindukanmu oppa~” rengek gadis itu sambil mengeratkan pelukannya pada Daehyun.

“Shh!” Daehyun memejamkan matanya sambil mendengus geram.

“Cih~” Disisi lain, Sooyoung hanya bisa mendesah tak percaya. Dia benar-benar tidak menyangka jika saat ini seorang gadis sedang memeluk namjachingunya dengan begitu mesra.

Wahh drama macam apa ini?

Youngjae pun langsung menoleh pada Sooyoung ketika dia menyadari jika gadis itu sedikit tidak nyaman. Dia juga paham jika seseorang yang paling risih disini adalah Daehyun.

“Ya! apa kau sedang bermain drama? Dimana etikamu? Bagaimana kau bisa memeluk orang sembarangan disaat dia sedang bersama teman-temannya?” Dan akhirnya sang ‘Ice Youngjae’ angkat bicara dengan nada yang begitu dingin. Dia bahkan sedikit menarik bahu gadis bernama Nahyun itu seolah dia serius terhadap ucapannya.

Dan akhirnya, Nahyun melepaskan pelukannya dengan wajah *yang di buat-buat* sedih. Dia melirik Youngjae dengan ekspresi takut sebelum akhirnya dia menoleh pada Sooyoung. Beberapa saat, keduanya hanya diam dan saling bertatapan.

“Siapa Ajhuma ini?” Tanya Nahyun sambil menunjuk Sooyoung dengan wajah polos.

“Chamm! Ajhuma?!” Dan Sooyoung pun hanya bisa tertawa mendengar pertanyaan itu. Dia kira gadis asing itu akan bersikap lembut seperti wajahnya. Tapi ternyata dia mempunyai sesuatu yang mengerikan dibalik lidahnya.

Disisi lain, Youngjae dan Daehyun hanya bisa menarik nafas dalam untuk menahan emosi.

“Siapa yang baru saja kau panggil Ajhuma?! Aku tahu kau terkenal kekanakan, tapi tidak bisakah kau bersikap sopan kepada orang yang belum kau kenal?” Tanya Ice Youngjae tak terima.

Wae?! Apa ada yang salah dengan ucapanku? Gadis ini terlihat tua.. jadi bukankah aku harus memanggilnya Ajhuma?” Tanya Nahyun yang ternyata tak mau kalah. Dan ucapan itu tentu saja membuat Daehyun dan Youngjae terperangah.

“Hahh, aku tidak mengenalnya tapi dia sudah membuatku kesal…” keluh Sooyoung masih dengan tawa renyah. Dan Daehyun tentu saja jadi merasa bersalah pada yeojachingunya itu.

“Sebaiknya aku pergi, silakan jika kalian masih ingin berpelukan dan melepas rindu” lanjut Sooyoung sambil melirik Daehyun dan gadis itu sinis, sebelum akhirnya dia mulai melangkah pergi.

.

.

.

TBC

.

.

Maaf sebelumnya, sebenernya FF ini aku upload tadi malem, tapi karena ada kesalahan teknis dan beberapa reader ga bisa komen, makanya aku repost lagi.

Iklan

20 thoughts on “FERMATA (Part 6)

  1. Aw aw aw…ternyata penerornya bukan 1 org aj 😱😱😱
    Kira2 sapa ya, org paling terdekatnya kh, atau cwe yg baru nongol di part ini..hihi#penasaran

    Ehm ehm, sooyoung cemburu nih yeeee

    btw, yg bagian kissnya, hot banget padahal cuma kiss, tp sukaaàkkk 😍😍😍

  2. yani yanuari berkata:

    woawwww part yng d’tunggu akhir’a muncul jga,
    tpi tnggu sbntar! peneror yng sering neror soo
    eonni ntu, sbner’a sapaa sih?? ko d’pnjlasan
    obrolan’a antara daejaesoo pneror’a ntu beda” jdi
    bngung sndiri deh –” and btw ko skarang dae
    udh brani ksih kissmark d’leher jenjang’a soo
    eonni yaa?? kkkkk scene’a hot tpi trkesan cute
    gtu
    btw btw ntu cewe pendek yng mluk dae, sbner’a
    sapaa sih… ko main nyelonong peluk”ajaa sih,
    kaga sopan ckckck ashhh jdi pnasaran sma
    cast yeoja yng bru ntu, kira”dya sapaa’a dae yaa
    sblum soo eonni dteng k’busan??? # mikirkeras
    kajja ttep d’tunggu min, next part’a fighting
    admn ff ksyangan ku ㅋㅋㅋㅋ

  3. Serasa baca cerita detektif duhh…. jd ikut nebak nebak siapa dan knp feeling aku penerornya si jong up? Dan yg perempuan itu temennya soo sama sica…. siapa tuh namanya aku lupa!

    Duh ada scen 17+ aku masih kecil duhh😥 jadi makin baper sama couple ini😯

    Uri yongguk ceritanya mau pdktin uri sica ni? Utuq ahh😆😆 pepet mang trus pepet……

    Sebenernya yg masih aku bingung Youngjae jahat atau engga si? Jangan jangan….. duh jangan sampe dehh,semoga melenceng…. wkwk.

    Semangat eonni😁😁😁 lanjutin terus yg lebih keren pokonya…. proud of you thorr😚😚

    • Hyosung namanya
      Emang adegan itu udah masuk kategori 17+ ya 😓 pdhl mau bikin yg lebih hot ㅋㅋㅋ
      Makasih ya, Insyaallah tak usahain yg terbaik deh *halah*

  4. Entah kenapa kepalaku jadi pusing karna harus mikir keras, siapa peneror Soo?
    Masih ga ngerti sih maksud si peneror ke Soo itu..
    Aku setuju sama Aulisootuff, kayaknya peneror itu Jongup sama Hyosung..

    Adegan kissnya Soo sama Daehyun sedikit hot ya tapi cute.. Lucu liat Soo cemburu sama Nahyun.. Nahyun itu sapanya daehyun?? kenapa main peluk peluk aja ya??
    Oiya, itu Yongguk suka Jessi kah?

    Nice part..
    Keep Fighting!!!

  5. natsu berkata:

    Yuhuu soo terbakar api cemburu, tenang aja soo kan cuma dipeluk aja sedangkan kalian udahhh ya gitulah :v
    Ini aku jadi puyeng sendiri sama yg neror, situ mau neror apa ngungkapin perasaan suka siih :v
    Semangat buat lanjutan ya unni 🙂

  6. DAE-YOUNG BANG-SICA BIKIN GEREGETAN AAAARGHHH jadi pengen nyalain kembang api!!(?)

    Daaaaaan ngek, ternyata si psycho ada lebih dari 1 orang. Kok aku curiga kalo yang perempuannya itu Hyosung ya? Dia belum keliatan lagi(?) Dan si peneror 2 yang bilang 2 yeoja yang suka sama 1 orang, 2 yeoja itu jessica hyosung ya yang sama-sama suka sama youngjae?

    Ih nahyun apa-apaan deh. Tapi seru juga liat sooyoung jealous hahahahaha. Dan saya jadi suka youngjae gara-gara dia juga sebel sama nahyun dan ngerti sama perasaan daehyun yang kayanya ogah banget dipeluk peluk gitu nahyun.

    Part 7 ditunggunya banget banget banget tolong

  7. sooexoyoung143 berkata:

    Whoa ehoa, why i keep minding that the psycho is Jong up? IS IT JONG UP? And who that girl. OMG stay away from Daehyung cause he is Sooyoung’s man
    hai min, i’m a here again. I lost in 2016 and comeback in 2017. Nice to meet you😊

  8. dwidenie berkata:

    Hy, maaf kak baru sekarang komen aku pakai uc browser nih.
    Ciee daehyun sooyoung jadian ditunggu pj nya, btw youngjae dengan siapa dong?sama gua aja yak hehe
    Ada Motif apa sih peneror itu pada sooyoung unnie ? Kayaknya lebih 2 orang
    Eh si junhong jadi cameo aja.
    Nahyun sonamoo yang main webdrama miracle kah?
    Next chap tunggu banget😊

    Ini ig aku yang dm kakak @dwiwlndrsptry tau lah

  9. rabiatul Afifah al-gzl berkata:

    wah akhirnya ff ini disambung juga *baru lihat soalnya padahal dipublish nya udh lama*

    ceritanya keren kak,itu yang neror Sooyoung ada berapa orang sih,banyak amat jadi bikin takut tapi tetap keren
    cieeeeeee…….yang udh pacaran*Sooyoung daehyun *

    ditunggu Kak sambung ff nya

    kak bales dong pesan dan FB ku namanya Rabiatul Afifah Al-Gzl

    atau ini ada nama emailku dfitriefendy@gmail.com,nama email kakak apa?????aku mau nanya dari email aja kalau kakak gak mau bales dari FB

    thanks for you, unnie

      • rabiatul Afifah al-gzl berkata:

        owh…gitu ya kak.dikirain kakak marah.
        owh ya kak kalau masih gak bisa,aku minta alamat e-mail kakak kalau alamatku udh ada dikomentari sebelumnya.ditunggu kak balasan pesannya di FB

  10. Yakkkkkkkkk ciumannya hot unnie membuat games saja..😏😏

    Hihihihihi, soo unnie cemburu ini, ehhehemmm😏😊

    Annyeonghaseyo unnie aku readers baru unnie, aku terlalu sibuk sama tugas kuliah ku,
    Awalnya gak pernah baca ff, hanya sering nonton drama korea kerna lagi fresh aja, pas udah bosan nonton drama diwaktu fresh begini gak tau mau ngapain, jadi, waktu itu aku iseng-iseng saja menulis sooyoung di google dan melihati fotonya dan tentang, tapi aku terus telusuri, ehh tiba aja ada foto sooyoung dengan siwon oppa dan berjudul aku kira itu drama terbaru, sehingga mencari link-nya di youtube untuk melihat drama, setelah ditelurusi rupanya judul itu tidak ada, pas itu aku bbm teman ku utuk menanyakan itu, teman ku bilang itu bukan drama tapi fanfiction yang dibuat fans terhadap di idolanya, dan sejak itu aku merasa menarik membaca maaf unnie aku jadi curhat #diabaikan
    Aku bisa bolehkah minta pw ff unnie semua please 🙏🙏🙏🙏 aku janji akan komentar kok unnie😊😊😇

    Kirim kesini aja unnie:

    Fb:naomy cimarmata bor bar
    Email :naomisimarmata3gmail.com

    Salam readers terbaru ☺☺

    Gomawo unnie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s