[Twoshoot]Fangirl (Part 1)

TITLE : [Twoshoot] Fangirl (Part 1)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Lee Jonghyun CN BLUE

OTHER:

  • Lee SoonKyu SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P

 

GENRE : Romance, Sad, Comedy

RATING : PG 15

—-

NB :

  • maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan (typo)
  • maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung
  • maaf jika ada kesamaan cerita

—-

Anyeonghaseyo yorobeun ^^ /tebarbom/

haha, FF baru FF baru sepuluh ribu tiga sepulih ribu tiga *okeabaikan.

Ini salah satu ff yang menang berdasarkan voting kemarin ya ^^.

PENTING:

Sebelumnya aku mau minta maaf kalo disini aku makenya B.A.P lagi, bukan maksud ngefandom*ciyus, aku make B.A.P soalnya aku tahunya cuma dunia perfangirlan B.A.P aja, lagian kalo make Idol lain aku takut salah dan malah dikira ngebash.

yah daripada kebanyakan intro… capcus baca aja!

—-

happy reading and don’t be siders

—-
fgl
Baca lebih lanjut

Antagonis (part 5)

TITLE : antagonis (part 5)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong raderdeul, haha i’m back \(^o^)/… wah ga kerasa udah seminggu*plak belum seminggu ya,baru kemaren kale

hehe,Alhamdulillah nih readerdeul karena onnieku pulang dari semarang aku jadi minjem modemnya deh *dasar author kerehore wkwkwkwk

—-

happy reading and don’t be siders

—-

meski jantungnya sangat berdebar-debar sekarang,dia tetap berusaha menghentikan semuanya dan mendorong jonghyun

langit

“greebb” tiba-tiba seseorang menarik jonghyun

” BUGGHHH!!!” jonghyun tersungkur

“BERANI SEKALI KAU MENYENTUH SOOYOUNG DAN MENCIUMNYA SEPERTI ITU DI GEREJA!!! KAU TAK MALU DENGAN TUHAN HAAHH!!” teriak myungsoo sambil menunjuk wajah jonghyun yang memar akibat pukulan kerasnya

jonghyun hanya menatap tajam pada myungsoo, “kau tidak lihat? sooyoung diam saja.. itu tandanya dia juga menyukainya” katanya

“BUGGHHHH!!!” pukulan yang lebih keras mendarat dipipi jonghyun. myungsoo menatap jonghyun geram

“MENYUKAI KATAMU!! DASAR NAMJA KEPA**T!! BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA!! “

“myungsoo sudahlah.. ini digereja” larang sooyoung sambil menarik lengan myungsoo

“Apa masalahmu?!! Harusnya kau senang.. Jika aku mendekati sooyoung itu berarti sainganmu untuk mendapatkan seohyun berkurang!!” kata jonghyun

“BWOHH??!!” myungsoo berniat memukul jonghyun lagi tapi sooyoung segera menahannya

“myungsoo jebal..” mohon sooyoung. dia melerai bukan bermaksud untuk melindungi jonghyun tapi dia hanya mencegah myungsoo berbuat sesuatu yang tak pantas myungsoo perbuat

“ Kau pikir aku namja keparat sepertimu eoohh?! meskipun aku mencintai seohyun.. aku tetap menyayangi sooyoung seperti aku menyayangi diriku sendiri..” kata myungsoo emosi

“cihh!!” tanggap jonghyun remeh

“kau itu namja!! maka bersikaplah layaknya namja sejati!! jagalah ucapanmu itu!!jangan labil seperti banci!!“ lanjutnya

“myungsoo jebal,tenanglah.. kau tak perlu bebrbuat seperti ini” kata sooyoung memohon

myungsoo menghela nafas,”haahhh baiklah.. ayo kita segera pergi dari sini” kata myungsoo lalu meraih tangan sooyoung lembut

jonghyun sedikit heran dengan hubungan antara myungsoo dan sooyoung, bahkan bagi jonghyun ikatan diantara keduanya lebih intim daripada hubungan sepasang kekasih

“sooyoungie.. aku yakin kau masih menyukaiku!!” kata jonghyun. myungsoo dan sooyoung langsung menghentikan langkahnya

dengan geram myungsoo beranjak menghampiri jonghyun,tapi sooyoung segera menahannya

“lalu jika aku masih menyukaimu kau memintaku kembali begitu?” Tanya sooyoung.jonghyun hanya diam dan tak menjawab

“kau pikir aku begitu murahan hingga mau kau jadikan pelampiasan?! aku tahu kenapa kau seperti ini.. karena kau tahu jika seohyun tak menyukaimu kan?” lanjutnya

“anhi.. kenapa aku harus memintamu kembali? kau pikir jika aku menciumu maka aku menyukaimu eoh?” tanya jonghyun

“asshh jinjja!! manusia ini benar-benar ya..” myungsoo hanya mendesah kesal.dia ingin memukul jonghyun tapi sooyoung mencengkram tangannya kuat

“begitu.. ? oh syukurlah aku lebih senang mendengar hal ini ^^” kata sooyoung sambil tersenyum

“soo.. ayo kita pergi!!” lanjut sooyoung setelah itu

“kau tak mengizinkanku memukulnya soo?” tanya myungsoo

sooyoung menggeleng,”jangan nanti tanganmu bisa sakit… “ kata sooyoung

——-

myungsoo pov

aku menoleh kearah sooyoung,dia masih diam dan menatap lurus kearah kotak pasir yang berada didepan kami.

setiap ada waktu senggang,aku dan sooyoung akan mampir ketaman kanak-kanak yang berada didekat rumahnya

“haahhhh” aku hanya menghela nafas. aku pernah mengalami hal seperti ini,memukuli namja yang sudah menyakiti sooyoung. dulu key dan sekarang jonghyun

tapi entah kenapa emosiku jauh lebih besar saat aku melihat jonghyun mencium sooyoung. rasanya aku ingin sekali menyobek mulutnya yang labil itu, menyobeknya agar dia tak macam-macam lagi dengan sooyoung

“gomawo… “ kata sooyoung tanpa menoleh padaku

“itulah yang seharusnya aku lakukan” jawabku

“untung saja aku yang diperlakukan seperti itu.. coba kalau seohyun,kau pasti langsung membunuhnya ditempat..” katanya lalu tertawa.aku terdiam, aku bahkan tidak memikirkan hal itu.

“ kenapa kau berfikir jika aku lebih mementingkan seohyun daripada kau?” tanyaku

dia tersenyum, “jadi aku lebih perduli padaku daripada seohyun?” selidiknya

aku diam tak bisa menjawab,”hhahaha benar kan kau tak bisa menjawabnya..” katanya

“kenapa kau masih seceria ini? apa sebenarnya kau senang jonghyun menciumu?” tanyaku. aku bisa melihat senyuman diwajahnya pudar seketika

“kenapa kua bisa bicara seperti itu?” tanyanya

“aku… hanya…”

“kau tahu sebenarnya hatiku sangat sakit karena jonghyun tadi,bahkan rasanya lebih menyakitkan daripada saat aku tahu jika dia tak menyukaiku” kata sooyoung.

“aku merasa jika aku ini seperti yeoja murahan yang dengan begitu mudahnya dicium oleh namja” katanya

“dia memang namja kepa**t!!” kataku

“lihat, aku seperti ini saja kau sudah sangat emosi.. bagaimana jika aku sedih? kau bisa-bisa mengutuknya seumur hidup” katanya

aku terdiam mencerna kata-katanya,”jadi dia menahan kesedihannya karenaku?” batinku

“beeb beeb..”

“nde yoebseyo..” sapa sooyoung setelah dia mengangkat telphonnya

aku hanya diam dan memperhatikan dia.hey tunggu kenapa aku baru sadar jika mata sooyoung itu coklat? bulu matanya juga lentik

“DEG” aku terdiam, aku langsung menggeleng kepalaku cepat

“apa yang kupikirkan sih hahaha momcheongaa…” batinku

“jinjaa? wah gomapsumnida.. kalau begitu besok aku akan segera kekantor anda sajangnim…” kata sooyoung. dia terlihat senang. bahkan dia berdiri dan membungkuk meski dia sedang berbicara lewat telphon

dan lagi-lagi aku malah memperhatikan bibirnya, memperhatikan saat bibirnya tersenyum, hey senyumnya manis juga ternyata

“apa yang kau lihat? kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya sooyoung yang entah sejak kapan sudah menutup telphonnya dan kini malah menatapku sedikit ngeri

“a.. aku.. aku hanya baru sadar…”

“baru sadar? sadar apa?” tanya sooyoung

“ngg sadar…. sadaar.. sadar jika ternyata kau mirip yeoja juga..” kataku asal

“TAAPPPPPP” dia langsung menginjak kakiku

“ARRRGGGHHHHHH!!!” pekiku kesakitan

“aku ini memang yeoja babo!! ishh kau menyebalkan sekali sih!!!” katanya kesal

“eeyyyyy tapi kelakuanmu dan pukulanmu layaknya namja.. kau tak pernah berkata lembut dan ataupun bertingkah manja,kau tak pernah melakukan aegyo, kau juga tak berpakaian layaknya yeoja” kataku sambil melihat tubuhnya dari atas sampai bawah

lalu tiba-tiba dia mandekatkan tubuhnya padaku sambil tersenyum smirk. akupun sedikit mundur,tapi dia malah menempelkan tubuhnya padaku

“bwo..bwohaneungeoya?” tanyaku gugup

dia kembali melakukan wink lalu tangan lentiknya mulai memegang pipiku lembut. mataku semakin terbelalak

perlahan tangannya turun, telunjuknya mengikuti lekuk leherku.

“myungsoo-ya… “ katanya dengan berbisik dan terlihat sedikit merayu. aku semakin terdiam kaku

“haha..^^” tiba-tiba dia tersenyum manis dan menampakan eye smilenya. aku mengerjapkan mataku karena tak mengerti dengan maksud sooyoung

dia mundur sambil menatapku,“lihat!! aku melakukan hal seperti itu saja kau sudah gugup, apalagi jika aku melakukan semua yang kau sebutkan tadi?bisa-bisa kau menyukaiku sejak dulu…” katanya. aku terdiam mencerna kata-katanya

“ jika kau tahu namja suka yeoja seperti itu kenapa kau tak merubah dirimu?” tanya myungsoo

“hahaha karena aku tidak suka semua itu, aku ya aku, aku ya seperti ini.., jika aku merubah diriku karena ingin mendapat hati laki-laki berarti aku tidak jadi diriku sendiri….” katanya. aku terhenyak. dia selalu bisa bicara dengan begitu bijak

“dan aku yakin jika tidak semua namja suka yeoja seperti yang kau sebutkan tadi ^^…,” lanjutnya

–***—

sooyoung pov

“ myungsoo-ya apa kau mau menemaniku ke—“

“oppaa” aku langsung terdiam saat tiba-tiba seohyun datang dan langsung memotong kata-kataku

“oh.. seohyun-ah ^^” kata myungsoo senang. seohyun langsung berdiri diantara kami berdua dan membelakangiku

“isshhh” aku mengangkat tanganku seolah ingin memukulnya.

“yeoja ini sungguh tak sopan!!” umpatku pelan. aku segera mudur

“ya sudah!! aku pergi dulu!!!” kataku lalu segera pergi. entah kenapa aku selalu saja benci jika seohyun ada didekatku

“soo… kau tadi ingin bicara apa?” tanya myungsoo sedikit berteriak

“tidak jadi!!” kataku kesal tanpa menoleh padanya

“dia kenapa sih malah marah-marah begitu?” aku bisa mendengar myungsoo berkata seperti itu. aku hanay diam dan terus berjalan

“oppa.. sabar ya.. dia memang seperti itu jadi maklum saja” aku terhenti saat seohyun bicara seperti itu dengan begitu pd-nya

aku berbalik, “tahu apa kau anak kecil!! kau tak mengenalku ya.. jadi lebih baik kau diam!!” pekiku pada seohyun

seohyun langsung berbalik, wajahnya menampakan kesedihan. membuatku semakin muak

“onnie.. mi.. mianhae jika aku menyinggungmu..” katanya dengan wajah menyesal. aku tahu pasti dia juga berpura-pura

“hasssshhh what the fu*k!!” kataku kesal lalu berbalik dan segera pergi

“oppa.. bagaimana ini.. dia tak mau memaafkanku” rengek seohyun pada myungsoo.

“YA CHOI SOOYOUNG!! DIA SUDAH MINTA MAAF PADAMU KENAPA KAU SEPERTI ITU?!” teriak myungsoo

“WHAT  EVER!! “ pekiku kesal

——

“sooyoungie..” aku menoleh dan melihat jonghyun memelankan laju sepeda motornya agar bisa mensejajari langkahku

“ada apa?” tanyaku dingin

“aku ingin bicara denganmu… kumohon berhentilah” kata jonghyun.

aku memutar bola mataku malas, “ apa lagi? bikankah urusan kita sudah selesai.. bukan-bukan aku memang tak pernah punya urusan denganmu!”

“ayolah soo.. aku tak akan menyakitimu” katanya

—–

“mianhae.” kata jonghyun

aku masih diam dan emnatap lurus kedepan

“mianhae… aku menjadikanmu sebagai pelampiasan” lanjutnya. haahh jadi benar aku hanya menjadi pelampiasanya

“apa kau ditolak seohyun?” tanyaku pelan.

“dia menolaku secara tersirat..” katanya sambil menunduk. aku terdiam menatapnya.

aku tahu bagaimana rasanya ditolak secara tersirat. karena dulu dia juga melakukannya padaku

“kau bisa bercerita padaku.. aku akan menjadi pendengar yang baik” kataku lembut.

dia menoleh padaku dengan tatapan sedikit terkejut

“kau yakin?” tanyanya

aku tersenyum lalu mengangguk,” aku tak akan merasa sakit karena aku pernah merasakan yang lebih sakit daripada mendengar orang yang kau suka membicarakan yeoja lain^^” kataku

“haaahhhh…” dia menghela nafas

normal pov

“kau bisa bercerita padaku.. aku akan menjadi pendengar yang baik” aku menoleh tak percaya pada sooyoung

“bagaimana bisa dia bicara seperti itu pada namja kurang ajar sepertiku?” batinku

“kau yakin?” tanyaku.

tapi dia malah tersenyum lembut padaku,” aku tak akan merasa sakit karena aku pernah merasakan yang lebih sakit daripada mendengar orang yang kau suka membicarakan yeoja lain^^” katanya

111

“Ya Tuhan ternyata dia tak seburuk yang kukira” batinku sedikit kagum padanya

aku menghela nafas sejenak, “aku mengajaknya kepasar malam yang ada didekat sekolah.., dan dengan riang dia menyetujuinya.. kufikir dia mau karena memang dia memberikan harapan untuku… tapi ternyata dia juga sering main dengan namja lain yang mengajaknya“ kataku.

“mmm… mungkin karena dia.. mudah bergaul dengan siapapun” katanya

aku mengangguk,“ mungkin,lalu saat disana dia selalu bilang ‘pasti senang jika aku punya barang itu’ atau ‘ haah kapan ya aku memiliki yang seperti itu’ dan tentu saja aku membelikan semua yang dia inginkan..” kataku

“kau membelikan semuanya?! kau berarti sudah dibutakan oleh pesonanya..” kata sooyoung.

“kenapa begitu? kau terlihat tidak menyukainya” tanyaku

dia menghela nafas,” seingin-inginnya yeoja pada sesuatu tapi tak seharusnya dia bicara begitu dengan namja yang bukan pacarnya.., meski tak meminta langsung tapi dengan tersirat dia menyuruhmu membelikannya barang itu” kata sooyoung.

“memang kau tak pernah seperti itu pada seorang namja?” tanyaku penasaran

dia menggeleng, “untuk apa? aku bukan istrinya..itu berarti aku belum punya hak untuk meminta sesuatu.., bagiku meminta-minta seperti itu bukanlah cinta.. “ katanya.

“haahh kau benar juga… “ kataku.

“lalu apa lagi yang seohyun lakukan padamu?” tanya sooyoung

“saat jalan-jalan… dia selalu menyebut myungsoo myungsoo dan myungsoo…, lalu dia bilang ‘ meski banyak namja yang mendekatiku dan selalu baik denganku.. aku tetap akan mennggu myungsoo oppa’ begitu katanya”

“ya… aku juga tahu jika dia menyukai myungsoo…” kata sooyoung

“kurasa aku harus melupakan seohyun” kataku

“wae? kau menyerah?” tanya sooyoung

aku menggeleng, “aku.. tidak suka dengan personalitynya… dia… tak sebaik wajahnya” kataku

“ow.. baiklah jika itu keputusanmu… personality memang lebih penting daripada penampilan ^^” katanya lalu tersenyum. aku balas tersenyum

“gomawo sooyoungie.. kau sudah mau mendengarkan ceritaku… kurasa hatiku lebih lega sekarang” kataku.

“nde cheonmanae…, kalua begitu aku harus pergi” katanya lalu beranjak berdiri dari duduknya

“kau ingin kemana? aku bisa mengantarmu.. sebagai balasan karena aku sudah menyta waktumu” kataku

dia memeriksa jam tangannya,”apa tidak apa-apa? sebenarnya aku hampir terlambat” kata sooyoung

“gwenchana.. ayo cepat kalau begitu” ajaku. aku beranjak berdiri

“sooyoungie!! apa yang kau lakukan bersamanya disini?!!” aku dan sooyoung langsung menoleh saat tiba-tiba myungsoo datang bersama seohyun

myungsoo pov

“apa kau masih pusing?” tanyaku pada seohyun. tadi dia bilang dia pusing dan tdak ada orang rumah yang bisa menjemputnya.

“molla oppa.. badanku benar-benar lemas” katanya. kasihan sekali dia, dia harus seperti ini setiap hari menunggu jemputan sendirian

“yasudah ayo kuantar kau pulang” kataku.

lalu tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia melihat seorang yeoja dan namja sedang duduk dikursi pinggir terotoar

“oppa.. bukankah itu jonghyun oppa dan sooyoung onnie? apa mereka berkencan?” tanya seohyun.aku segera menoleh pada tatapan yang dituju seohyun

aku mengeryit,dengan geram aku segera menghampiri mereka “sooyoungie!! apa yang kau lakukan bersamanya disini?!!” tanyaku

dia dan jonghyun terlihat ingin pergi.

sooyoung hanya diam dan menatap tajam pada seohyun.

“wae?” tanya sooyoung setelah itu

“wae? kau tak ingat jika dia sudah menyakitimu… kenapa kau begitu mudah memaafkan dan sekarang malah bicara berdua?” tanyaku

“oppa tenanglah.. kau kenapa” kata seohyun lembut. dia selalu saja bisa menenangkanku

“sooyoungie kau bilang kau terburu-buru… ayo lebih baik kita segera kesana” kata jonghyun menyela.

“berani sekali dia” umpatku dalam hati

“aku sedang bicara dengan sooyoung kenapa kau bicara seperti itu?!” kataku kesal pada jonghyun

“kim myungsoo kenapa kau memarahi  jonghyun tapi kenapa kau tak memarahi seohyun yang tadi dengan polosnya menyela perkataanku dan membelakangiku.. sudahlah berhentilah bersifat kekanak-kanakan..!!” kata sooyoung. wajahnya terlihat marah

“onnie.. jadi kau masih marah karena hal tadi.. mianhae.. aku benar-benar” seohyun berkata dengan penuh rasa -bersalah tapi jonghyun malah memotong kata-katanya

“sooyoungie.. kurasa kita tak perlu lagi berada disini… ayo pergi saja” kata jonghyun lalu langsung menarik tangan sooyoung untuk pergi.

hey berani sekali dia memegang tangan sooyoung seperti itu?!

——

normal pov

“ jadi kau sudah lama menjadi penulis artikel dan cerpen di majalah-majalah?” tanya jonghyun. dia terlihat sedikit kagum dan juga tak percaya

sooyoung hanya mengangguk,”hanya sambilan.. hehe daripada waktuku ku habiskan untuk kediskotik atau yang lain” kata sooyoung

“kenapa aku baru tahu..?” kata jonghyun.

sooyoung tertawa kecil,”apa aku harus memberitahu semua orang jika aku adalah seorang penulis amatir?” tanya sooyoung

“amatir kau bilang? bahkan novelmu akan diterbitkan,itu berarti kau seorang penulis hebat” kata jonghyun bersemangat

“hahaha amin ^^ , mm kuberi tahu satu hal jonghyun-ah…”

“apa?” tanya jonghyun

“tapi kau jangan percaya diri ya..” lanjut sooyoung. jonghyun mengangguk

“kau… adalah satu-satunya orang yang tahu jika aku adalah seorang penulis…” kata sooyoung sedikit berbisik

jonghyun terdiam,”benarkah itu? myungsoo amber atau yonghwa juga tak mengetahuinya?” tanya jonghyun

sooyoung mengangguk sambil mengulum senyum.” sebenarnya myungsoo ingin kuberitahu kabar ini.. tapi yah kau tahu lah” kata sooyoung

“seohyun?” tanya jonghyun. sooyoung hanya mengangguk

“tapi tidak apa-apa… kurasa aku tak perlu memberitahunya” kata sooyoung.

“haahh sudahlah tak usah sedih.. aku akan mentraktirmu es krim,otthe?” kata jonghyun. sooyoung mengangguk cepat sambil tersenyum senang

—***—

“sooyoungie… kita harus bicara” kata myungsoo sambil menarik tangan sooyoung

“hey myungsoo.. aku belum selesai mengerjakan tugas..” kata sooyoung

myungsoo tak menghiraukannya dan terus membawa sooyoung menuju balkon sekolah

“ada apa sih?” tanya sooyoung kesal. dia mengusap lengan tangannya yang sedikit memerah karena cengkraman myungsoo tadi

“kenapa kau jadi terlihat jahat pada seo..? apa kau membencinya karena jonghyun menyukainya?” tanya myungsoo

“anhi…aku  tak membencinya, tapi mianhae aku juga tak bisa baik padanya,dan ini semua bukan karena jonghyun, aku punya alasan yang mungkin tak bisa kau terima dan juga tak perlu kau ketahui ..” jawab sooyoung santai

myungsoo mendesah kesal,“lalu apa yang kemarin kau bicarakan dengan jonghyun?” tanya myungsoo.

sooyoung tertawa kecil,”bwohahahhaha apa urusanmu bicara seperti itu? “ kata sooyoung

“aku ini sahabatmu.. bukankah kau ingin mengajaku kenapa kau malah pergi dengan jonghyun kemarin??” tanya myungsoo

“kim myungsoo.. kau diam dan tak membahas ini aku malah tak akan marah padamu.. tapi aku sekarang benar-benar marah padamu!!” kata sooyoung. kini tatapannya tajam dan dingin

“wae? “ tanya myungsoo tak mengerti

“kau bilang kau sahabtku kan? tapi saat seohyun dengan begitu menyebalkannya langsung berdiri di antara kita dan menyela kata-kataku apa yang kau lakukan!! apa kau memarahinya? atau setidaknya kau mempersilakanku untuk melanjutkan bicara…? tidak kan? tapi kau malah memarahiku karena aku tidak memaafkan seohyun.. dank au bilang itu sahabat?” tanay sooyoung. matanya berkaca-kaca

myungsoo terdiam, dia terbeku mendengar kata-kata sooyoung. sekelebat rasa bersalah langsung menghampirinya

“meski jonghyun bersalah padaku tapi dia meminta maaf dengan baik-baik.. sedangkan kau? kau tiba-tiba datang dan berteriak layaknya kau ini adalah appaku…!!” kata sooyoung lagi. myungsoo semakin tercekat mendengarnya

“kenapa aku kemarin marah-marah melihat sooyoung dengan jonghyun ya” batin myungsoo

“aku akan tetap mendukungmu untuk mendapatkan seohyun.. tapi jika seperti ini.., entahlah…….” sooyoung menghela nafas sejenak

“aku merasa kim myungsoo!! kau berubah saat kau bersamanya!! kau seakan tak mengenalku!! wanita yang ada di dekatmu seolah hanya seohyun!!.. “ kata sooyoung. air matanya mulai menetes

“aku tidak akan meminta seluruh waktumu, tapi setidaknya kau tetap menganggapku, jangan samakan aku dengan seohyun,perlakukan aku seperti biasanya..,kau masih mengingatnya kan?” kata sooyoung

myungsoo masih diam dan menghayati kata-kata sooyoung. sedikit demi sedikit hatinya meluruh,dia merasa sangat bersalah pada sooyoung

“soo… sooyoungie..” kata myungsoo pelan

“mungkin jika seohyun bilang bahwa kau harus menjauhiku maka kau akan menjauhiku…tapi jika aku mengatakan jauhi seohyun apa kau akan melakukannya?” tanya sooyoung.myungsoo terdiam dan tak bisa menjawab

“seohyun tak akan bicara seperti itu.. sebaliknya jika kau.. kau mungkin akan mengatakanya..” kata myungsoo.

seketika air mata sooyoung jatuh semakin deras. membuat myungsoo tak mengerti sebabnya

“saat kau bicara begitu.. kau membuktikan jika kau lebih percaya dengan seohyun daripada denganku…. dan kau benar,aku ingin sekali menyuruhmu menjauhi seohyun, bagiku kau terlalu baik untuknya,bagiku kau bisa mendapatkan yeoja yang lebih bagus darinya,entah dari personality ataupun dari tampilannya” kata sooyoung

“apa kau cemburu karena aku masih bertahan dengan orang yang aku suka sedangkan kau sudah ditolak” tanya myungsoo. entah kenapa dia ingin sekali menanyakan pertanyaan aneh ini

“haahhhh baiklah, aku cukup tahu…, aku sudah bisa menyimpulkan semua ini.. kau lebih memilih bertahan dengan seohyun daripada mempertahankan persahabatan kita” kata sooyoung sambil mengusap air matanya

“kuperingatkan kim myungsoo,seohyun-tidak-sebaik-yang-kau-duga…jadi kuharap kau berhati-hati..” kata sooyoung lalu beranjak pergi

“sooyoung jangan seperti ini!! aku ingin tetap bersamamu!! kau.. orang yang paling berpengaruh dalam hidupku..!!” tiba-tiba myungsoo memekik. membuat kangkah sooyoung terhenti

“kenapa kau begitu mudah menyimpulkan jika aku lebih memilih seohyun daripadamu!! aku sama sekali tak menjawab aku akan menuruti seohyun dan mengabaikanmu!! aku bicara begitu karena aku lebih mengenalmu.. aku tahu banyak tentangmu.., aku tahu apa-apa saja yang akan kau pilih.. apa-apa saja prinsip yang kau pegang..!!” kata myungsoo.

“ kau bicara seperti itu karena seohyun tak ada didekatmu.. kau akan-“

“tappp” myungsoo memotong kata-kata sooyoung.dia segera menarik lengan sooyoung lalu membalikan tubuhnya

“kau tahu aku selalu berusaha mempertahankan hubungan persahabatan kita, aku mendekati seohyunpun demi mempertahankan persahabatan kita…” kata myungsoo.dia menatap mata sooyoung dalam

“wae?” tanya sooyoung tak mengerti

“karena jika aku melihat yeoja lain.. aku tak akan menyukaimu…”

“bwo?!”

“taappp!!” myungsoo menarik tangan sooyoung agar sooyoung mendekat dan

“CHUU~~” myungsoo memegang pipi sooyoung dan langsung membungkam bibir sooyoung dengan bibirnya.myungsoo memejamkan mata sambil menggenggam tangan sooyoung agar sooyoung tak pergi.

mata sooyoung terbelalak. mungkin myungsoo pernah sesekali menciumnya.tapi tidak seperti ini,entah kenapa yang kali ini berbeda,seperti ada emosi didalamnya, seperti ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya,bahkan dia baru bisa merasakan bagaimana tekstur bibir mnyungso, bagaimana harumnya aroma myungsoo saat mereka berada dijarak sedekat ini, bagaimana mancungnya hidung myungsoo yang menyentuh dan menekan pipinya

meski tak membalasnya,sooyoung juga sama sekali tida berontak.dia masih terdiam membeku karena perlakuan myungsoo

___ TBC___

part sebelumnya kisseu ma jonghyun, sekarang kisseu ma myungsoo, part selanjutnya sama seohyun jangan-jangan -_-” *yuri_mode_on

mian kalo jelek atau ga memuaskan,mian juga kalo ada kesalahan dalam penulisan,

tetep ditunggu tanggepannya ya ^^ dan doakan semoga wifi disekolah lancar/atau ada pulsa nyasar kemodemku hehe…jadi bisa publish ff terus wkwkwk*modal gratisan#justkid

oh iya kalo kalian mau lebih update ff apa aja yang aku publish,kalian bisa liat di fanpage sooyoung fanfiction ^^

Antagonis (part 4)

TITLE : antagonis (part 4)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong readerdeul,apa kalian udah pada lumutan nunggu aku publish ff..? keke *plakk

mian akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas sekolah nyang bejibun banyaknya,jadi aku harus nyuekin laptop buat sementara.gapapa kan? kalian ga marah kan? *plakk brisik lu thor!!

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—-

“Ya Tuhan,ternyata bukan hanya wajahnya yang terlihat seperti malaikat tapi hatinya juga.aku bersyukur karena bisa menyukai yeoja sepertinya” Myungsoo

part 4

ant4

sooyoung menoleh malas pada myungsoo yang kini berdiri disampingnya sambil menatapnya

“apa?” Tanya sooyoung sinis

“dia sudah sadar.. sekarang minta maaflah padanya..” kata myungsoo

“BWO?!!! HAHAHHA!! apa kau bercanda? untuk apa aku minta maaf padanya?!! tidak mau!! “ kata sooyoung sinis

myungsoo menghela nafas,”bersikaplah dewasa soo.. dia saja mau memaklumi sikapmu tadi.. tapi kenapa..”

“KIM MYUNGSOO DENGAR!! aku sudah bilang aku tidak sengaja!! aku sudah bilang aku tidak mau minta maaf padanya! kau masih ingat choi sooyoung kan?! sekali dia tidak mau,maka dia tidak mau!! atau jangan-jangan kau sudah melupakan nama choi sooyoung karena yeoja bernama seo joohyun?!!” kata sooyoung sambil meninggikan nada suaranya

“soo ayolah kenapa kau seperti ini?“ betak myungsoo.

sooyoung mendesah kesal,“kurasa kau memang sudah lupa nama choi sooyoung!!! baiklah.. aku bisa menerimanya!!” kata sooyoung lalu pergi begitu saja

myungsoo hanya menghela nafas akan sikap sooyoung itu

—-

“hyuna..aku senang sekali.. tadi myungsoo oppa menungguku hingga aku sadar”

langkah sooyoung menuruni tangga terhenti saat dia mendengar nama sahabatnya disebut. dia segera melihat kebawah dan dia melihat seohyun dan hyuna berada disana.

“jinjja… sudah kubilang mereka percaya jika kau pingsan” kata hyuna.

“hhihi.. syukurlah aku tidak ketahuan.. bahkan tadi aku mendengar myungsoo oppa bertengkar dengan sooyoung onnie” lanjut seohyun

mata sooyoung terbelalak terkejut,”apa maksudnya?!!” batinnya geram.dia memegang kuat railing tangga saking kesalnya

“itu bagus… semoga saja kau bisa cepat mendapatkan myungsoo oppa ya seo “ kata hyuna. seohyun mengangguk

“cihhh begitu rupanya.. benar-benar menjijikan!!” gumam sooyoung pelan

—-***—

sooyoung pov

“hai soo..” sapa yonghwa saat aku berjalan melewati kelasnya.

aku hanya tersenyum tipis lalu beranjak pergi.aku malas melihat namja yang sedang duduk disampingnya. siapa lagi kalau bukan jonghyun

“soo tunggu..” panggil yonghwa lagi. dia berlari kecil kearahku

“ada apa?” tanyaku

“aku sudah diberi tahu amber jika kau sudah tahu tentang jonghyun” katanya.wajahnya terlihat menyesal

entah kenapa aku melirik kearah jonghyun sejenak lalu tersenyum remeh

“itu benar “ jawabku sambil tersenyum

“haaah mianhae soo.. karena aku kau jadi berharap banyak padanya, tapi dia…”

“sudahlah.. aku sudah melupakannya sungguh… “ kataku pada yonghwa

haahhh sooyoungie,kau berbohong lagi.melupakanya?!! bahkan aku masih memperhatikan dia,aku masih mencuri pandang kearahnya,aku masih berharap dia menyapaku dan melempar senyuman manisnya padaku, aku masih berharap jika semua yang dikatakan jonghyun hanyalah lelucon untuk menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya untuku.

tapi lagi-lagi sakitlah yang kurasakan,apalagi aku melihat seohyun datang dan berjalan dari arah berlawanan.aku bisa melihat jonghyun terus menatapnya,tatapan yang tak pernah dia lemparkan untuku.

“seohyun-ssi…” aku melihat jonghyun menghampiri seohyun sambil membawa buku

kulihat seohyun tersenyum pada jonghyun,”kenapa dia tersenyum seperti itu pada semua namja?” batinku

“seohyun-ssi ini.. aku ingin mengembalikan buku ini.. gomawo ya” kata jonghyun sambil tersenyum

haaah benar-benar menyakitkan.senyuman itu,kenapa aku tak pernah mendapatkannya?

“nde oppa… cheonmanae.. jika oppa ingin meminjam yang seperti ini aku masih punya banyak… ^^” kata seohyun

entak karena telingaku yang terlalu tajam,atau karena aku memang memperhatikan dan mendengarkan semua kata-kata mereka. intinya adalah aku sangat sedih dan cemburu

“ TAP..” tiba-tiba seseorang menarik lenganku

“sebaiknya kita pergi..” kata yonghwa sambil menarikku untuk menjauh.aku hanya menunduk dan menurut kemana dia membawaku

kami terhenti didepan kelasku, dia melepas genggaman tangannya lalu menatapku

“meski aku tidak seperti myungsoo yang selalu bersama denganmu, atau seperti amber yang selalu mendengarkan curhatmu, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini… kau-sedih!… kau-belum-melupakannya!” kata yonghwa

aku hanya diam dan terus menunduk,” tidak apa soo.. masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi… mungkin saja suatu saat jonghyun menyadari jika kau lebih special dari siapapun” kata yonghwa.

aku menghela nafas,”apa aku harus menunggunya sadar dengan perasaan seperti ini? apa kau pikir aku kuat melihat dia mendekati seohyun seperti itu? apa kau pikir aku bisa bertahan dan terus menunggu sesuatu yang tidak pasti..?” tanyaku

dia diam sejenak sambil menatapku, “kalau begitu kau harus mencari orang lain yang bisa mengalihkan pikiran dan hatimu dari jonghyun” kata yonghwa

“sudahlah yong, kau tidak perlu terlalu memikirkan masalah ini, kau tak perlu merasa bersalah, karena aku menyukainya sebelum kau bilang jika dia tertarik denganku” kataku menghiburnya. meski sebenarnya yang perlu dihibur saat ini adalah aku

“haaah gomawo sooyoungie.. jika aku menjadi jonghyun aku akan lebih memilihmu daripada memilih gadis bernama seo joo hyun itu” kata yonghwa

“eeyyyy yonghwa-ya kau jangan bicara begitu, kau harus ingat dengan yeojachingumu disana… “ kataku bercanda. aku hanya tidak mau terlihat sedih,aku harus tetap tersenyum.

“heheehe kau bisa saja…, kalau begitu aku pergi dulu nee anyeong..” katanya lalu beranjak pergi.

aku berjalan masuk ke kelas. sebenarnya jam sekolah sudah ber akhir, tapi seperti biasa,aku adalah aktifis sekolah jadi harus mengurusi bebeapa urusan dulu.

tapi langkahku terhenti saat tiba-tiba myungsoo berdiri didepan pintu dan menghadangku

“Ya Tuhan, apa sejak tadi dia masih ada dikelas?” batinku terkejut

“apa maksud ucapan kalian tadi?” Tanya myungsoo sambil menatap lurus kemataku

aku hanya diam dan mengalihkan pandanganku darinya.tapi dia malah mendekat dan menarik rahangku agar aku menatapnya

“choi sooyoung aku sedang bicara denganmu.. apa jonghyun benar-benar menyukai seohyun?” katanya tajam.aku menatapnya lalu tersenyum

“itu bukan masalah besar untukmu… jadi kau tak perlu mengetahuinya..” kataku

“jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?” Tanya myungsoo.matanya membulat

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kataku menghiburnya

myungsoo terlihat diam dan menunduk, “apa dia sedih.. jangan-jangan mentalnya mendekati seo jadi down” batinku

“GREBBBB” aku terbelalak saat tiba-tiba myungsoo meringkuh tubuhku dan memeluknya erat.

“kau.. pasti… sedih..” katanya.

aku terdiam,”nan gwencaha L..” kataku dengan nada santai.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” tanyanya lagi

aku membuang nafas sambil tersenyum,”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kataku

dia melepaskan pelukannya lalu menatapku dalam,aku tersenyum padanya.memberitahunya jika aku baik-baik saja

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup dimata jonghyun..” lanjutku

dia membelai rambutku,”suatu saat percayalah jika akan ada seseorang yang menganggapmu lebih cantik darinya, bahkan dari yeoja manapun didunia ini” katanya menghiburku

aku mengangguk,” aku percaya hal itu ^^” kataku

jonghyun pov

aku beranjak pergi saat yonghwa sudah selesai bicara dengan sooyoung.benar,aku menututi mereka sejak tadi untuk mengetahui apa reaksi sooyoung setelah tahu bahwa aku menyukai gadis lain.

langkahku terhenti saat aku melihat myungsoo yang muncul dipintu kelas mereka. aku bisa melihat jika myungsoo belum tahu jika orang yang disukai sahabatnya menyukai yeoja lain

tapi aku mengeryit saat aku mendengar kata-kata myungsoo, “jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?”

“apa maksudnya? apa dia menyukai seohyun?” batinku terkejut

aku mencoba mendekatkan telingaku kearah mereka,aku benar-benar penasaran dengan ucapan myungsoo tadi

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kata sooyoung menghibur myungsoo. kukira dia akan menangis didada namja itu,tapi tak bisa dipercaya dia malah memikirkan perasaan myungsoo

“jadi.. dia.. benar-benar menyukai yeoja yang aku sukai? jadi.. dia bukan pacar sooyoung?” batinku.

aku melihat myungsoo kini memeluk sooyoung,seprtinya dia yang kini menghibur sooyoung.

“cih menggelikan” batinku. entah kenapa saat mengetahui kenyataan jika hubungan sooyoung dan myungsoo erat seperti itu terasa lebih memuakan daripada saat aku tahu jika myungsoo menyukai seohyun.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” aku kembali mengeryit mendengar pertanyaan myungsoo

”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kata sooyoung

hey,sooyoung menangis?kapan? bukankah dia baru tahu aku menyukai seohyun saat dia bicara dengan yonghwa tadi? apa mungkin dia tahu sendiri tentang hal ini?

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup di mata jonghyun..”

aku terdiam,terdiam memikirkan kenyataan yang baru saja kudengar ini

–***–

myungsoo pov

aku menoleh pada sooyoung, aku yakin dia terkejut menerima kenyataan ini.beberapa saat kami hanya diam sambil saling bertatapan

“chukkhae ^^”kata sooyoung. aku terkejut setelah mendengar tanggapan itu.aku benar-benar bisa melihat ekspresi kekecawaan diwajahnya tapi kenapa dia bisa-bisanya dia tersenyum dan menyelamati hubungan amber dengan key?

“mianhae soo.. aku..” amber meraih tangan sooyoung

“amber.. kenapa kau harus minta maaf? aku dan key sudah tidak punya hubungan apa-apa, jadi dia berhak dekat dengan yeoja manapun.. ^^” potong sooyoung

sedangkan aku hanya bisa diam,aku hanya diam dan terus melihat kearah sooyoung dengan tatapan prihatin

aku masih ingat saat sooyoung baru jadian dengan key.dia sangat bahagia,bahkan hari itu wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman.

key adalah cinta pertama sooyoung. dan kurasa sooyoung masih memiliki perasaan pada key meski key sudah mencampakannya. saat itu key memutuskannya sepihak dengan alasan dia ingin focus pada sekolahnya diluar negri. dan parahnya lagi key bilang bahwa selama ini sooyoung hanya menjadi penghalangnya. haaaahh jika mengingat hal itu aku ingin mengulang lagi memukul wajahnya sampai berdarah.

“oh iya.. besok kau harus mentraktir kami ne?” goda sooyoung. aku dan amber tersenyum

“anyeong.. apa aku menggangu?” tiba-tiba key datang.dia langsung mengambil duduk disebelah amber

“aigoooo… kalian benar-benar terlihat serasi yang namja seperti yeoja yang yeoja seperti namja.. kekeke” ejek sooyoung

“benar… mungkin jika nanti kalian menikah maka yanga kan jadi omma adalah key” sambungku. aku hanya berusaha membantu agar suasana tidak tegang

“eyyyy kalian ini tak pernah berubah yaa.. suka sekali mengejeku seperti namja” kata amber kesal.

“tapi chagy.. itu memang kenyataannya” kata key menggoda.dia merangkul bahu amber mesra

“yah!! kenapa kau tak membelaku isshhh!!” amber langsung mencubit perut key pelan.

aku menoleh pada sooyoung, dia melihat keduanya dengan tatapan kosong

“tappp” aku langsung meraih tangan sooyoung dan menggenggamnya erat. entah apa yang dirasakannya saat ini,tapi aku hanya berusaha membantu menenangkan hatinya

dia menoleh padaku lalu tersenyum lembut.

—-

“menangislah..!!” kataku saat kami berjalan bersama untuk pulang.

dia masih menunduk dan menatap pafing trotoar jalan.

“choi sooyoung.. gwenchana?” tanyaku sambil memegang lengannya

lalu dia mendongak sambil tersenyum,”nan gwenchana ^^” katanya. aku hanya menghela nafas melihat sikap yang menurutku hanya membuatnya tersiksa ini. bahkan air matanya sudah berkaca-kaca

“kurasa aku memang belum pantas untuk bahagia dengan orang yang aku suka.., mungkin Tuhan masih menyimpannya disuatu tempat ” katanya lalu kembali menunduk

“apa kau masih memiliki perasaan pada key?” tanyaku salmbil menghentikan langkah

dia ikut berhenti lalu membuang nafas, “ molla… aku hanya masih merasa sakit saat aku melihatnya, saat aku mengingat kenangan bersamanya, saat dia mencampakanku…. hikss…. kupikir.. jonghyun… adalah orang yang bisa mengalihkan pikiranku dari key.. hikss…” dia terisak untuk waktu yang cukup lama. kurasa beban dipikirannya sudah terlalu penuh sehingga dia menangis seperti itu.semenyedihkan itu

“tapi mereka sama saja.. aku sama sekali tidak berguna untuk mereka.. hikss… aku tidak bisa baik di mata siapapun hiks” lanjutnya

aku terhenyak, “bagaimana bisa seorang choi sooyoung bicara seperti itu?” batinku.

“ jika mereka menganggapmu tidak berguna.. berarti mereka tidak benar-benar mencintaimu, cinta itu tidak perduli dengan apa yang kau punya, dengan apa yang kau bisa, dengan bagaimana keadaanmu…” kataku

“sudahlah.. masih banyak orang diluar sana yang jauh lebih baik dari mereka berdua…, yang sekarang kau butuhkan adalah semangat semangat dan semangat ^^” hiburku.

—***—

normal pov

sooyoung melawan pikirannya untuk membolos ke gereja. sebenarnya dia sangat malas bertemu jonghyun, tapi karena beberapa minggu lagi akan ada acara maka dia harus membantu disana

“ soo tunggu… “ seseorang memanggil sooyoung. dia menoleh dan melihat myungsoo berlari kearahnya

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya sooyoung

“aku hanya ingin menemanimu… jika kau sendiri kau pasti akan kesepian makanya aku menemanimu” kata myungsoo

“cihh jinjja? aku curiga…. tumben kau perhatian padaku” ejek sooyoung

“ishhh kau ini!! aku sudah rela tidak pulang karenamu kau malah mengejeku seperti itu…”

“maaf bisakah kalian tidak bertengkar disini?!!” sooyoung dan myungsoo langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang bicara seperti itu

senyum sooyoung pudar seketika saat dia melihat jonghyun berjalan kearahnya

“sooyoung-ssi bisakah kau membersihkan loteng?.. karena nanti kita akan memakainya untuk tempat barang-barang” katanya.

“nde..” kata sooyoung sopan seolah jonghyun adalah sunbaenya.

“sooyoungie… kalau begitu ayo kita keloteng” ajak myungsoo

“apa yang ingin kau lakukan?” sahut jonghyun

“tentu saja membantu sooyoung..” kata myungsoo sinis

“kau bukan anggota kami jadi sebaiknya kau pergi saja” kata jonghyun dingin.

myungsoo menatap tajam pada jonghyun, ”jadi kau lebih mementingkan aturan seperti itu daripada melihat sooyoung kelelahan.. dalam hal seperti ini kau juga tak memiliki hati nurani untuknya?” sindir myungsoo

jonghyun terdiam mendengarnya,dia memang merasa tersindir akan ucapan myungsoo

“myungsoo sudahlah sebaiknya kau kembali saja” kata sooyoung sambil menggenggam lengan myungsoo. jonghyun hanya melihat kedua tangan itu dengan muak

“aku yang akan membantunya…” kata jonghyun mantab.

“anhi.. lebih baik aku membersihkan sendiri saja”  elak sooyoung

“loteng diatas cukup luas, kau bisa pulang jam 12 malam jika kau membersihkannya sendiri..” kata jonghyun

“kalua begitu biarkan myungsoo yang membantuku” mohon sooyoung

“iya.. kenapa kau childish sekali sih.. aku hanya ingin meringankan beban sahabatku.. “ kata myungsoo kesal

“sooyoung-ssi ayo kita harus segera membersihkannya” jonghyun ternyata tak menghiraukan kata-kata myungsoo, dia mala langsung berbalik dan mengajak sooyoung

sooyoung hanya medesah pasrah, sedangkan myungsoo hanya mendesah kesal akan sikap jonghyun barusan *ini kenapa pada mendesah yak -_- #mesum kumat

——-

sooyoung dan jonghyun hanya diam dan terus mengerjakan pekerjaan masing-masing

“kupikir myungsoo adalah pacarmu… jadi ternyata selama ini kalian hanya bersahabat ya” kata jonghyun basa-basi

“ benar, dia sahabatku..” kata sooyoung datar.

“ lagipula myungsoo tidak mungkin mau denganku…, kebanyakan laki-laki itu menyukai yeoja cantik kan? “ kata sooyoung lalu menoleh sebentar kearah jonghyun.

“kau menyindirku? kau bicara seperti itu karena kau sudah merasa tertolak olehku kan?” kini jonghyun mulai membahas tentang masalah mereka

“cihhh aku bukan menyindir.. aku hanya mengucapkan kenyataan” kata sooyoung. lalu dia beranjak mengambil benda terakhir yang harus dibereskan yaitu sekotak berkas yang berada di atas lemari. tapi saat sooyoung sudah menaiki kursi, jonghyun mendekat

“biar aku saja..!!” rebutnya

“aku sudah naik kesini,jadi biar aku saja yang mengambilnya” tolak sooyoung,dia berjinjit untuk meraih kotak itu

“aku ini namja…, mana bisa aku membiarkanmu seperti itu” kata jonghyun

sooyoung menoleh “bukankah sejak dulu kau menganggapku namja? sudahlah kenapa kau seprti ini… cepat minggir..” kata sooyoung yang sudah berhasil mengambil kotak itu

“aku hanya merasa sekarang kau benar-benar meremehkanku!!” kata jonghyun. dia berusaha meraih benda yang sooyoung bawa

sooyoungpun mengalah dan memberikanya,”aku tak akan melempar jika tidak ada seseorang yang melemparku duluan” kata sooyoung. dia beranjak turun.tapi karena kursi yang ia naiki sudah terlalu tua,makanya kursi itu oleng

“woooaaaaahhh” sooyoung tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya,dia akhirnya terjatuh

“BRUKKKK”

“arrggghhhh” desah jonghyun saat dia merasa sakit karena menangkap tubuh sooyoung dan punggungnya jatuh menghantam lantai loteng

sooyoung membuka matanya perlahan.dan dia sangat terkejut melihat siapa yang kini sedang berada dibawahnya

sooyoung maupun jonghyun saling bertatapan untuk beberapa saat dengan keadaan jonghyun dibawah dan sooyoung diatas.dengan keadaan wajah mereka yang kini berjarak sangat dekat.bahkan sooyoung maupun jonghyun bisa merasakan hangatnya hembusan nafas masing-masing

sooyoung mengerjapkan mata beberapa kali,lalu setelah dia benar-benar sadar dia langsung beranjak berdiri

tapi sialnya jonghyun malah memegangi tubuh sooyoung sehingga dia tak bisa pergi kemana-mana

“apa yang.. kau lakukan..? ce..c epat lepaskan aku..” kata sooyoung gugup

jonghyun tersenyum smirk.lalu dia membalikan tubuh mereka sehingga kini jonghyunlah yang berada di atas. tanyannya bertumpu pada lantai

“bw.. bwoh..haneungeoya!! lee jonghyun!!” bentak sooyoung sambil berusaha mendorong tubuh jonghyun. tapi sayang tenaganya terlalu kecil untuk itu

“jiak aku memberi kesempatan agar kita bisa dekat lagi.. apa kau mau mengulanginya?” Tanya jonghyun berbisik

“bwo?!!” sooyoung sedikit tak mengerti

“apa kau masih menyukaiku?” Tanya jonghyun lagi.sooyoung terbelalak

“apa maksudmu?ap—-“ kata-kata sooyoung terhenti dan seketika matanya terbelalak saat tiba-tiba bibir jonghyun mengunci bibirnya lembut, seperti kepribadian dari wajah polos jonghyun

jonghyun memejamkan matanya dan mulai menyesap tiap inci bibir sooyoung. . sooyoung bisa merasakan bau perment mint dari bibir jonghyun.

­­___ TBC ___

hehe,mian aku stop dulu.. ndak kebablasan yadong kekekeke

tetep ditunggu tanggepanya ya ^^ semakin banyak semakin aku semangat ngelanjutinnya

antagonis (part 3)

TITLE : antagonis (part 3)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—–

anyeong raderdeul.. im back^^

wah akhirnya selesai juga mid indomie+ kejuruannya,

terimakasih ya atas doa kalian.. aku jadi lebih bersemangat* terharu.. peluk daehyun..#kumat -_-

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

antgns

sooyoung pov

“hey sikshin apa yang kau lakukan disana?” aku langsung membalikan badanku saat myungsoo memanggilku

aku tersenyum padanya,”tidak apa-apa… hehe” kataku berbohong

kurasa myungsoo tidak perlu tahu tentang hal yang baru saja kulihat agar beban pikiranya tidak bertambah.

“eyyy yasudah ayo pulang..” katanya lalu merangkul leherku

“uhukkk uhkuukkhh” aku terbatuk karena rangkulannya yang terlalu erat

“yah!! bisakah kau memperlakukanku layaknya yeoja haahh kau ini kasar sekali padaku…” omelku kesal

dia mengeryit lalu mendekatkan wajahnya agar bisa melihat wajahku lebih dekat

“jadi kau yeoja? jinjja?” tanyanya meledeku

“ihhhh dasar babo!!! kita sudah berteman hampir dua tahun bodoh!!” umpatku sambil menginjak ujung sepatunya

“arggghhhh” rintihnya sambil memegangi kakinya yang mungkin terasa sakit

“aku kan hanya bercanda…,lagipula jika kau yeoja kau harusnya tak bertingkah sekasar ini” katanya.

“biar saja… jika denganmu aku bisa melakukan semuanya sesukaku :p” kataku lalu menjulurkan lidah padanya

“benarkah?” dia tersenyum smirk lalu merangkulku kembali.kini dia menatapku intens

“apa yang kau lakukan?” tanyaku sedikit takut.dia diam dan terus daja menatapku

“kau bilang jika denganku kau bisa melakukan semuanya iya kan” tanyanya sedikit berbisik tepat ditelingaku,membuatku sedikit merinding

dan perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku,aku langsung mundur tapi tangannya memegangi belakang kepalaku sedangkan tangannya yang satu memegang rahang bawahku.

“Ya Tuhan apa yang ingin dilakukan orang gila didepanku ini?” batinku

“TAAKKK” aku langsung menendang kakinya cukup keras

“YAKKK!!! BWOHANEUNGEOYA!!” pekikku

“ARGGHHHHH!!!” dia langsung melepasku dan beralih memegang betisnya.

“aku bercanda.. ishh kau ini sensi sekali..”rintihnya sambil terus memegang kakinya.entah hari ini sudah berapa kali aku menendang kakinya

“bercandamu sungguh tak lucu.. kubilang hal seperti itu menjijikan kau malah mengulangnya isshhh menyebalkan!!” kataku lalu segera pergi meninggalkannya

———

“padahal dikelas namjanya banyak.. tapi kenapa aku yang disuruh mengambil buku..”

“bruukkk brukk brukkk”

“haiiiishh aigoooo…” aku medesah kesal saat buku-buku yang kubawa jatuh semua kelantai.aku beranjak mengambilnya

“YAH tunggu jangan lari” tapi tiba-tiba lewatlah dua anak yang kelihatannya masih kelas satu.mereka berlarian layaknya anak playgroup yang baru bisa berlari.alhasil beberapa buku yang ingin kuambil malah terseret cukup jauh

“YAHH!!” pekiku kesal sambil menatap tajam pada mereka

“ah mianhae noona” kata mereka lalu kembali berlari.

“aku berdiri dan beranjak mengambil buku yang terserat tadi

sebelumnya aku membersihkan buku-buku yang berada ditanganku.aku masih ingat betul saat mr.jung,pustakawan sekolahku memarahiku karena buku-buku yang kupinjam kotor

“ini…” aku mendongak saat seseorang beridiri didepanku.

“oh.. gam..gamsahamnida..” kataku lalu tersenyum pada orang yang ternyata sudah membantuku mengambilkan buku-buku yang terseret tadi

“sudah jangan marah-marah lagi.. cantikmu jadi hilang” kata jonghyun sambil tersenyum manis padaku

Ya Tuhan,kurasa pipiku benar-benar memerah seperti tomat sekarang

“k.. kau bisa saja.. ng…kalau begitu aku kembali kekelas dulu jonghyun-ssi gomawo atas bantuanmu” kataku

“kau tidak kesulitan membawa buku sebanyak ini?” tanyanya

“ti-“ belum selesai menjawab dia sudah memotong

“biar kubantu ^^ ayo.. kelasmu diruang atas kan?” tanyanya. bukannya menolak aku malah mengangguk.

haaahh pesonanya benar-benar membuatku tak berkutik sama sekali

——-

normal pov

myungsoo langsung menoleh kearah pintu saat dia melihat sooyoung datang bersama seseorang.

“oh jonghyun-ssi kenapa kau kesini?” Tanya mr.park pada namja yang ikut masuk kekelas sooyoung itu

“oh songsaengnim,aku hanya membantu sooyoung-ssi membawakan buku-buku ini” kata jonghyun. myungsoo diam dan terus melihatnya

“ishh namja itu caper sekali… seharusnya aku tadi membantu sooyoung saja biar dia tak ikut kesini..” batin myungsoo kesal

“baiklah.. terimakasih bantuanmu..” kata mr.park

“gamsahamnida jonghyun-ssi..” sooyoung membungkuk sedikit pada jonghyun yang beranjak pergi

——–

“sooyoungie.. sejak kapan kau kenal dengan jonghyun?” Tanya amber

“mm… sekitar satu bulan yang lalu.. rumahnya satu jalur denganku dan kami sering bertemu di bus” jawab sooyoung

“kalian.. cepat sekali akrabnya” kata myungsoo. wajahnya terlihat sedikit tak suka

“karena dia tidak pengecut sepertimu…” ejek sooyoung

“tunggu.. apa maksudmu tidak pengecut? apa kau dan jonghyun sedang dalam masa pendekatan?” Tanya amber

sooyoung terdiam,pipinya memerah malu

“mm.. molla…” jawab sooyoung.myungsoo hanya mengeryit tak percaya melihat tingkah sooyoung yang berubah jadi aneh itu

“tapi mana mungkin?” gumam amber pelan

“kenapa ?” tanya sooyoung

“lee jonghyun.. diakan namja yang anti dengan yeoja” kata amber

“jadi dia adalah gay?” pekik myungsoo ,matanya membulat dan mulutnya terbuka

“yah itu tidak mungkin” bela sooyoung

“bukan begitu maksudku..  jonghyun kan ketua kelompok kerohanian gereja sekolah kita,dia itu terkenal tertutup dengan yang namanya yeoja.. tapi bagaimana mungkin dia mendekati sooyoung?” gumam amber

sooyoung terdiam sejenak untuk berfikir,”mungkin karena aku sering datang kegereja jadi dia berani dekat denganku”

—-***—-

seohyun terdiam saat dia menyadari dua orang yang ia kenal sedang berjalan dari arah berlawanan

“seohyun-ah dia disana” kata hyuna berbisik

seohyun hanya mengangguk,dia menghela nafas agar jantungnya tidak berdetak terlalu cepat

“hyuna-ya.. kenapa dia bersama yeoja yang beberapa hari lalu memarahi kita?” Tanya seohyun

“kau benar… apa mereka berpacaran?”Tanya hyuna.seohyun tercekak mendengarnya

“semoga mereka bukan sepasang kekasih” batin seohyun

“anyeong oppa onnie..” sapa hyuna dan seohyun saat mereka berdua sudah berpapasan dengan sooyoung dan myungsoo

sooyoung dan myungsoo hanya mengangguk membalas sapaan itu

———-

“siapa mereka..berani sekali memanggilku onnie.. kenal saja tidak” kata sooyoung kesal saat mereka sudah sampai dikelas

“yahh kenapa kau bicara seperti itu? mereka itu menghormatimu makanya mereka menyapa kita” bela myungsoo

sooyoung hanya mendengus kesal,”cihh pasti mereka menyapaku karena ada kau” kata sooyoung lagi

“yah sudahlah kenapa pikiranmu jadi jahat begitu…” kata myungsoo

sooyoung menghela nafas,entah kenapa setelah tahu jika seohyun tidak sepolos dugaannya dia jadi sedikit sinis dengan yeoja itu

“mianhae soo… aku lelah,tapi malah menjelek-jelekan yeoja yang kau suka.. mianhae” kata sooyoung setelah itu.dia tak mau merusak perasaan senang myungsoo saat ini

“sudahlah jangan dipikirkan lagi..” kata myungsoo

—***—

sooyoung berjalan memasuki gereja.dia tersenyum saat melihat motor yonghwa dan jonghyun ada disana

“yonghwa juga ada?” gumam sooyoung senang.diapun segera memasuki gereja

tapi langkahnya terhenti saat dia mendengar  namanya disebut

“jonghyun-ah… akhir-akhir ini kau sering bersama dengan sooyoung.. haha kurasa sebentar lagi kalian akan jadian”

pipi sooyoung memerah mendengarnya,”waah apa hubungan kami sudah sedekat itu sehingga orang-orang mengira kami akan berpacaran?” batin sooyoung senang

“jangan bicara omong kosong.. aku mendekatinya karena kupikir dia bisa membantuku mengajak siswa lain ikut dalam acara kerohanian gereja.. tapi ternyata dia sama sekali tak membantu”  kata jonghyun

“lagipula aku sudah mulai menjauhinya..” lanjutnya

“hey apa maksudmu? kenapa kau bicara seperti itu?” Tanya yonghwa

sooyoung pov

“jangan bicara omong kosong.. aku mendekatinya karena kupikir dia bisa membantuku mengajak siswa lain ikut dalam acara kerohanian gereja.. tapi ternyata dia sama sekali tak membantu”  aku tersentak mendengar jawaban jonghyun

“lagipula aku sudah mulai menjauhinya..” lanjutnya.tentu saja bagaikan jatuh tertimpa tangga,hatiku serasa dihantam batu berton-ton beratnya

“hey apa maksudmu? kenapa kau bicara seperti itu?” Tanya yonghwa.sepertinya dia juga tak kalah terkejut denganku

“kupikir dia itu gadis alim karena sering keluar masuk gereja.. tapi ternyata dia sama saja dengan yeoja lain.. kurasa dia malah lebih parah…” aku semakin terkejut mendengarnya.jantungku seakan berhenti berdetak dan perlahan terpecah belah

“dia itu gadis alim kog.. hanya saja dia menyesuaikan diri dengan lingkungan..” bela yonghwa

“halah alim apa.. aku pernah melihat dia berduaan dengan namja bernama myungsoo itu.. bahkan mereka ingin berciuman.. bagaimana bisa hal seperti itu dibilang alim”

aku berfikir sejenak,ah pasti dia melihat saat myungsoo menggodaku beberapa hari yang lalu

“dia dan myungsoo hanya bersahabat… tunggu!! kau bicara seperti itu karena cemburu dengan kedekatan sooyoung dan myungsoo? lalu kau menyerah?” Tanya yonghwa

“apa maksudmu menyerah?” Tanya jonghyun

“kau dulu bilang sendiri jika kau tertarik dengannya… tapi kenapa kau malah seperti ini?” Tanya yonghwa. aku terdiam,jadi sebenarnya dia menyukaiku atau tidak?

“aku tak pernah bicara begitu..lagipula  aku tidak suka dengan kelakuannya yang seperti namja…” sangkal jonghyun.

aku hanya bisa memegang dadaku yang semakin lama semakin terasa sakit dan sesak

“Ya Tuhan jonghyun… kenapa kau jahat begitu? kau tahu sendiri sooyoung sangat menyukaimu..,” kata yonghwa. lagi-lagi dia membelaku

“tapi aku tak menyukainya” jawab jonghyun dengan begitu mudahnya

“haahh tidak bisa dipercaya.. lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya yonghwa

“apa lagi.. aku akan menjauhi sooyoung agar dia tak mengharapkanku lagi,dan juga sudah kubilang kan jika aku menyukai gadis itu” kata jonghyun.

aku terbelalak,”menyukai gadis itu? siapa? bukan aku? dia benar-benar tak menyukaiku? jadi cintaku benar-benar bertepuk sebelah tangan?” batinku sedih

“siapa ? seohyun maksudmu? bukannya kau bilang kau ingin melupakanya?” Tanya yonghwa

DEG, jantungku serasa berhenti saat mendengar nama itu

“seo.. hyun?” gumamku lirih. aku mnutup mulutku karena syok

“tentu saja tidak…,dan coba bandingkan dia dengan sooyoung.. pastilah mereka sangat berbeda…,seohyun itu alim,polos,lembut, dan tentu saja feminim… dia juga cantik dan anggun” kata jonghyun

aku terdiam,benar seohyun itu dari luar terlihat anggun,feminim,alim,polos,lembut…,berbeda denganku,aku yeoja yang bahkan temanku sendiri bilang aku ini tidak seperti yeoja.aku cuek,tomboy, kasar,suka berteriak,tidak lemah lembut

“hey kau kan belum tahu sifat asli seohyun.. bisa saja dalamnya ternyata berbeda..” kata yonghwa.ya mungkin karena yonghwa termasuk sahabatku dan dia tahu banyak tentangku makanya dia seperti membelaku

rasanya aku ingin berlari kehadapan mereka dan berteriak didepan wajah jonghyun tentang sifat asli seohyun

“haaahh kau bicara begitu karena kau sahabat sooyoung dan satu organisasi dengannya kan… sudahlah aku tahu apa yang aku pilih.. kau tenang saja” kata jonghyun

aku menutup mulutku agar aku tak terisak disini,sungguh hatiku benar-benar sesak dan hancur mendengar apa yang jonghyun katakanan.

dia.. namja yang beberapa bulan ini menarik perhatianku karena kebaikannya,karena kealimannya,karena kepolosannya,karena kelemah lembutannya saat berbicara maupun bertindak,karena kedewasaannya,karena kebijaksanaannya,dan semua alasan yang membuatku sangat menyukainya,yang bisa benar-benar membuatku melupakan key

tapi kenapa? kenapa dia seperti itu? kenapa dia begitu remehnya memandangku? kenapa dia begitu mudahnya merencanakan untuk meninggalkanku? kenapa dia begitu mudah mengambil kesimpulan jika seohyun jauh lebih baik dariku? kenapa Tuhan? Kenapa?

aku beranjak pergi,sebelum ada yang menyadari kehadiranku disana,sebelum ada yang melihat seorang choi sooyoung menangis karena seorang namja tampan namun ke****t seperti jonghyun

“hikkss.. hiksss” aku terus terisak.aku benci terisak,aku choi sooyoung yang kuat tapi kenapa aku terisak?

akupun memakai jaketku dan menutup kepalaku dengan penutup kepala jaket itu.aku berjalan cepat sambil menunduk

“BRUKK!!”  sial!! aku malah menabrak sesorang

“sooyoungie.. gwenchanayeo?” Tanya orang itu.aku mengenal suara itu

aku mendongak dan melihat amber menatapku penuh khawatir

“hikss amber..” kataku lirih.aku semakin terisak

“heyy kau kenapa?” tanyanya lembut.

———

“bwo?!!” jonghyun? menyukai seohyun?!!” pekik amber terkejut

aku hanya menganguk,seulas senyuman getir terukir dibibirku

”haahh sulit dipercaya… bagaimana bisa seorang ketua kelompok kerohanian menyukai salah satu dari gerombolan gadis penggemar hotpant… apa dia tak tahu jika seohyun sebenarnya adalah bad girl?” gumam amber.dia terlihat ikut kesal.aku bisa memakluminya,karena dulu saat dia menyukai salah satu temanku yang bernama hoya.ternyata hoya juga menyukai seohyun

aku menggeleng,lalu membuang nafas panjang  “kenapa gadis itu?! Kenapa semua orang menyukai gadis itu?!!” kataku kesal

“sudahlah sooyoungie.. kau harusnya bersyukur karena kau tahu sekarang.. berarti jonghyun bukanlah namja yang tepat untukmu.. yakinlah jika Tuhan menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya” kata amber.

aku mengangguk,” aku harus segera melupakannya” kataku lirih.

entah aku bisa melupakannya atau tidak.karena dilubuk hatiku yang paling dalam,aku masih sangat menyukai namja bernama jonghyun itu.dia sudah terlalu dalam masuk kehatiku

——

“Hey ada apa denganmu? kenapa matamu bengkak? apa kau habis menangis?” Tanya myungsoo sambil menatap wajahku lekat-lekat

aku segera mengalihkan pandanganku kearah lain

“anhi aku tidak apa-apa” kataku lirih.

“haahh bodoh sekali aku… menangis karena seorang namja” batinku kesal pada diriku sendiri

“ayolah bicaralah padaku.. apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang membuat seorang choi sooyoung menangis?” Tanya myungsoo.wajahnya terlihat khawatir

“namja bernama jonghyun dan yeoja bernama seohyunlah yang membuatku seperti ini soo” batinku.ingin sekali aku berteriak seperti itu padanya.

tapi aku segera mengurungkan niat itu,myungsoo tidak salah apa-apa.

myungsoo sebaiknya tidak tahu jika ada namja tampan dan keren yang menyukai yeoja idamannya.agar dia bisa terus memperjuangkan cintanya pada seohyun.

“kubilang tidak apa-apa.. sebaiknya kau pergi, kau bisa mendapat pelampiasanku nanti..” ancamku

“kalau menurutmu itu baik,aku tetap akan disini..” kata myungsoo ngeyel.aku kini menoleh padanya

aku menghela nafas sambil menatap lurus kematanya,”apa seohyun pantas mendapatkan sahabatku ini? bagiku myungsoo bisa mendapatkan yeoja yang jauh lebih baik dari seohyun,myungsoo… terlalu baik untuknya” batinku

“grebbb”  mataku terbelalak saat myungsoo tiba-tiba meraih tubuhku dan memeluknya erat

“jika kau tidak mau bercerita.. maka biarkan aku tetap membantumu,membantumu dengan cara menenangkan hatimu” bisiknya. aku terdiam,sungguh aku sangat menyayangi sahabatku ini

–***–

normal pov

seperti biasa,saat jam olah raga sooyoung tak pernah absen untuk ikut bermain basket.

“sooyoung tangkap” teriak woohyun.sooyoung melompat dan dengan mudah dia menangkap bola itu

“myungsoo tangkap!!” sooyoung kembali mengoper bola itu pada myungsoo yang memang paling dekat dengan ring

tapi ternyata lemparanya terlalu tinggi sehingga bola keluar lapangan

dan mata sooyoung terbelalak saat bola itu mengarah pada seseorang yang sedang berjalan dipinggir lapangan

“YAH AWAASS!!” teriak sooyoung.tapi sayang sekali bola  itu tak bisa dihindari.

“DUKK!!”

“SEOHYUN!!” terdengar pekikan seorang yeoja dari pinggir lapangan.mendengar itu myungsoo segera berlari menghampiri yeoja yang pingsan itu.

sooyoung pov

aku berlari menghampiri yeoja yang pingsan itu.dan mataku terbelalak saat melihat sohyunlah orangnya

“Ya Tuhan” pekiku merasa bersalah.myungsoo menoleh padaku dengan tatapan tajam.sepertinya dia marah padaku

“kurasa kita harus membawanya ke uks” kataku

“aku tahu!! diamlah!!” bentak myungsoo lalu segera membawa seohyun keruang UKS

aku sedikit tersentak akan sikap myungsoo.apa salahku begitu besar sehingga dia jadi seperti itu?

———-

“apa dia belum sadar?” tanyaku pada myungsoo yang kini sedang duduk disamping ranjang tempat seohyun berbaring

“apa kau tak lihat matanya masih tertutup?! sudahlah sebaiknya kau keluar saja” kata myungsoo kasar tanpa menatapku

aku mendengus,kurasa myungsoo memang marah padaku.

“ya ya ya baiklah aku keluar… tapi kau harus tahu satu hal SAHABATKU!!.. aku tidak bermaksud membuatnya pingsan..,kau tahu sendiri kan? “tanyaku sinis

“lagipula jika aku membencinya tentu saja aku akan melempar bola itu lebih keras agar hidungnya berdarah sekalian!!” kataku kesal lalu segera pergi

——–

myungsoo pov

aku terdiam beberapa saat mencerna kata-kata sooyoung. aku tak habis pikir kenapa dia jadi begitu sinis dan jahat pada seohyun?

lalu mataku berbinar saat seohyun terbangun

“oh.. oppa…” katanya lirih sambil memegangi kepalanya.

“seohyun-ah.. kau sudah sadar.. syukurlah” kataku. aku beranjak mengambil air minum yang ada dimeja lalu kuberikan padanya

aku terdiam sambil menatap wajah lembutnya,” kasihan sekali dia” batinku sedih

“oppa… gomawo kau sudah menolongku…” katanya. aku menganguk

“nde.. cheonmanae… dan seohyun-ah.. aku minta maaf atas kejadian tadi.. sooyoungie… dia tidak bermaksud melukaimu” kataku

dia tersenyum lembut,”gwenchana oppa.. meski dari luar dia terlihat kasar.. tapi aku tahu dia sebenarnya baik kog ^^” kata seohyun.

Ya Tuhan,ternyata bukan hanya wajahnya yang terlihat seperti malaikat tapi hatinya juga.aku bersyukur karena bisa menyukai yeoja sepertinya

___ tbc ____

gimana? gaje atau aneh? atau jelek?

mian kalo ga sesuai keinginan kalian

tetep ditunggu tanggepannya, semakin banyak semakin cepat juga publish part selanjutnya ^^

Antagonis (part 2)

TITLE : antagonis (part 2)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—–

 anyeong raderdeul,thothor back ^^

eh ada yang tahu ff love song ga? nah ini versi panjangnya readerdeul tapi kubikin agak beda

intinya ni ff terinspirasi dari kehidupan nyata author.. jadi mian kalo postnya lama,soalnya kadang aku males mengingat ‘dia’ lagi* author mulai curcol lagi -_-

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

an 1

sooyoung pov

“kibum?” kataku sedikit terkejut.

“key..?!!” kata myungsoo.sepertinya dia juga terkejut

“sooyoungie ^^” key menghampiriku lalu memeluk tubuhku erat.membuat mataku terbelalak

aku hanya diam dan tak membalas.jika ditanya apa perasaanku saat ini? aku akan menjawab aku sedih.sungguh aku sedih bertemu dengan key,dengan namja yang meninggalkanku satu tahun yang lalu ini

———

@taman

“bagaimana kabarmu?” Tanya key

aku tersenyum dengan sedikit terpaksa,”jauh lebih baik..” jawabku

“syukurlah..” katanya.

“ngg kau datang untuk berkunjung?” tanyaku basa-basi

dia menggeleng,”aku kesini untuk kembali…,kepala sekolah bilang bahwa satu tahun sudah cukup untuk mengembangkan bakatku di Paris…” katanya.aku hanya mengangguk paham

lalu kami terdiam dipikiran masing-masing untuk beberapa saat,

“sooyoungie..” panggil key

“ng?”

“mianhae…” katanya.

“ aku tahu kau pasti masih membenciku..” lanjutnya. wajahnya terlihat begitu merasa bersalah

aku tresenyum,“anhi…,aku sudah memaafkanmu kog key…^^”

“gomawo…^^”

—***—

aku menatap pohon sakura yang ada didepan gereja sekolah.bunganya sudah mulai berguguran.

“waahhhh…” kataku terpukau.aku segera mengambil kamera yang ada ditasku,

“JPREETT”

Sebenarnya aku bukan tipe yeoja yang suka dengan bunga,tapi aku senang melihatnya.melihat dan mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah dan beragam

“JPRETTT” aku memotret lagi pohon itu,tapi sekarang aku memotret gerejanya juga.

mataku mengeryit saat aku melihat hasil potretaku tadi.terlihat seorang namja yang sedang keluar dari gereja.

“sepertinya aku kenal..” kataku sambil terus melihat foto itu

“apa yang kau lakukan disana?” tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku.

“ommo.. ommo.. huuhhh kau membuatku terkejut..” kataku sambil mengusap dadaku pelan

aku terbelalak saat melihat seorang namja tinggi yang wajahnya tak asing kini sedang menghampiriku

“mianhae.. aku tidak bermaksud mengejutkanmu..” katanya

“oh.. ndee gwenchana.. aku hanya reflek bicara ^^” kataku sambil tersenyum kikuk

dia tersenyum,”sepertinya aku pernah melihatmu..” kata namja itu

“aku bahkan sudah tahu namamu” batinku

“mmm… kita bertemu di bus beberapa hari yang lalu” kataku sambil menunduk.entah kenapa aku benar-benar malu untuk menatap wajahnya

“oh.. iya aku baru ingat ^^ apa kau ingin pergi ke gereja?” Tanya namja bernama jonghyun itu

“iya..,ini masih pagi.. dripada tidur dikelas lebih baik aku berdoa ^^” kataku

“oh.. baiklah, aku pergi dulu ya “ kata jonghyun.aku mengangguk sambil tersenyum

——-

@kelas

“yah kenapa kau seperti orang gila begitu? tersenyum sendiri” ejek myungsoo.aku langsung menoleh cepat padanya dan menatapnya tajam

“kau itu jangan merusak moodku.. hari ini aku sedang benar benar senang ^^” kataku lalu kembali tersenyum

“apa karena key sudah kembali?” Tanya myungsoo

senyumku pudar seketika,aku kembali menatapnya dengan tatapan serius

“ ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kibum… ish kau ini” kataku kesal.sungguh,aku paling tidak suka mengingat masa lalu,apalagi mengingat kenangan bersama kibum.

akupun meraih permen yanga ada dikantungku.lebih baik aku diam dan mengunyah permen daripada bertengkar terus dengan myungsoo

“yah aku minta..” kata myungsoo

“andwe.. aku hanya punya satu.. jika kau mau… ini” akupun meledeknya dengan mengeluarkan ujung permenku padanya.

tapi dengan bodohnya myungsoo malah tersenyum smirk lalu mendekatkan wajahnya padaku

“chu~~” dia mengambil permen yang sedang kumakan dengan mulutnya.dan tentu saja bibir kami bersentuhan untuk beberapa saat

“DEEG” meskipun aku tidak punya perasaan apa-apa dengannya,tetap saja jantungku berdetak cepat atas perlakukan ‘gila’ myungsoo itu

aku mengerjapkan mataku beberapa kali,berusaha mencerna apa yang tadi terjadi antara aku dengan myungsoo

“YAKKK!! BWOHANEUNGEOYA?!!!” pekiku lalu memukul lengannya berkali-kali

“ahahahahahahaha.. kau sendiri yang menawarkannya.. kenapa kau marah?” myungsoo malah tertawa

“dasar babo!! kau ini tidak bisa membedakan antara bercanda dengan tidak ishhh!! tadi itu sungguh emnjijikan myungsoo!!!” kataku kesal.dan dia hanya tertawa

—***—

lagi-lagi myungsoo terdiam saat kami berpapasan dengan seohyun

“ Ya Tuhan kau itu namja apa yeoja.. kenapa kau malah takut saat bertemu dengan yeoja yang kau suka” omelku

“dia.. terlalu kalem.. bagaimana aku bisa mendekatinya… “ kata myungsoo

“kau kan bisa mendekatinya lewat telephone…,” kataku

“hhahhh itu bukan hal mudah bagiku.. dia.. adalah yeoja pertama yang sangat aku sukai…” kata myungsoo.

benar,meski memiliki wajah tampan dan nama yang cukup terkenal di sekolah,sahabat disampingku ini belum pernah berkencan.

dan sekarang aku tahu kenapa dia seperti itu,dia ternyata payah.dia malu untuk mendekati seohyun,dia tidak bisa berkata dengan lancar saat bertemu dengan seohyun,ahh membuatku sedikit khawatir dengannya

—***—

“sooyoungie.. kau kenal dengan jonghyun?” Tanya yonghwa

aku terkejut mendengar nama itu,”ke.. kenapa?” Tanyaku gugup.ah kenapa aku gugup?

“tidak.. beberapa hari yang lalu dia menanyakan tentangmu padaku”

aku semakin terkejut,”ji..jinjja?” tanyaku tak percaya.jujur saja,aku senang mendengarnya

dia mengangguk, “dia tanya kenal dengan yeoja tinggi dari kelas XII-3 dan setahuku yeoja tinggi disini hanya kau…”

“ahh mungkin saja itu orang lain” kata myungsoo

“anhi.. saat aku memastikan apa namanya sooyoung.. dia menjawab iya…”

entak kenapa aku langsung tersenyum dan tak bisa menyembunyikan perasaan senangku,” jadi dia mengetahui namaku… aigoo.. omma…” kataku lirih. tapi ternayta myungsoo dan yonghwa mendengarnya

“aigooo aigooo myungsoo-ya.. lihat!! lihat dia tersenyum.. hahahaha kurasa jiwa wanita sooyoung sudah kembali.. dia sudah mulai menyukai namja lagi..” ejek yonghwa

myungsoo kini mendekatkan wajahnya padaku dan menatapku intens.dia tersenyum

“Jadi kau sedang menyukai seseorang? Waah tak bisa dipercaya” katanya lalu emnarik hidungku

“bukan hanya kau,aku juga ingin merasakan jatuh cinta… “ kataku kesal.tapi sialnya mereka malah menganggapku benar-benar menyukai jonghyun

“waahhh jadi benar kau menyukai jonghyun.. aigooo” kata yonghwa

“ishhh bisakah kalian tidak meledeku” kataku kesal

—***—

“sooyoungie.. ayo kuantar sampai halte” ajak amber saat dia melihatku dan myungsoo sedang berteduh diloby sekolah

aku menoleh pada myungsoo yang memberi isyarat ‘sana pergilah’

aku kembali menoleh pada amber,”anhi.. kau duluan saja… aku akan menunggu sampai hujannya reda” tolaku

“ yasudah… tapis ebelumnya aku ingin memberitahu satu hal.. kalian tahu? Jika tak benar-benar mengenal,Pasti orang akan mengira jika kalian sedang berpacaran..” kata amber

aku dan myungsoo terbelalak,”kenapa bisa begitu?” tanyaku

“tentu saja..,kalian kemana-mana bersama,tertawa bersama,bercanda bersama… sungguh seperti orang pacaran” kata amber lalu tersenyum penuh arti

“ishhh mana mungkin aku berpacaran dengan yeoja berperut namja ini” ejek myungsoo.aku langsung menoleh padanya dan mencubit pinggangnya

“ARGGGHHHH YAKKK!!” myungsoo langsung balas memukulku

“ckckckck kalian malah semakin membuktikannya… yasudah silakan bersenang-senang sampai hujan reda, jika ada perasaan yang berubah bilang aku ya kekekeke” kata amber lalu segera pergi

“ishhh menyebalkan!!” kataku kesal.

“kau juga menyebalkan!!!” pekikku pada myungsoo

“kau yang menyebalkan.. bagaimana jika usus diperutku sobek.. kau harus bertanggung jawab!!” kata myungsoo

“biar saja… week :p” kataku lalu menjulurkan lidah padanya

“ishh kau ini…” myungsoo berniat memukulku tapi tiba-tiba telphonku bordering

“nde omma ada apa?” Tanyaku pada omma yang ada disebrang telphon

“bwo?!! nde aku akan segera pulang.. omma tenang dulu ya…” kataku.

“haaaahhhhhhh…” aku meneghela nafas panjang dan membuangnya berat setelah omma menutup telponnya

“ada apa?” Tanya myungsoo.kini wajahnya berubah serius dan penuh perhatian

“appaku mabuk dan mengamuk lagi..” kataku lirih.

myungsoo memegang kepalaku lalu mengusapnya pelan.haahhh aku suka sekali saat dia menenangkanku seperti itu

“tidak apa-apa..” katanya.diapun melepas jaketnya yang berwarna hijau.

“ayo..” ajaknya

aku terbelalak,”kemana?” tanyaku tak mengerti

“tentu saja kehalte, kau tidak ikut amber karena tidak enak denganku kan… jadi ayo kita kehalte bersama…” katanya.

aku terdiam melihatnya berjalan ketengah hujan sambil melebarkan jaketnya

“ayo.. tunggu apa lagi.. ommamu sedang membutuhkanmu sekarang..” katanya.dengan sedikit ragu aku berjalan kearahnya dan berlindung dibalik jaket dan tangannya.

aku terdiam,jika myungsoo adalah pacarku dan bukan sahabatku, ini adalah hal yang sangat romantis.berjalan dibawah hujan dengan berlindung bersama dibalik jaket.bahkan hal itu tidak pernah muncul diangan-anganku saat aku memiliki seseorang nantinya

“sooyoungie.. apa yang kau pikirkan babo..” batinku

setelah beberapa langkah berjalan cepat dibawah hujan,kami berhenti saat melihat seorang namja dengan payungnya kini sedang melihat kearah kami.dia adalah jonghyun

“ahh kenapa dia harus melihat saat aku dan myungsoo seperti ini..” batinku kesal.ada sedikit rasa takut jika jonghyun mengira aku berpacaran dengan myungsoo

“pikirkan ommamu dirumah.. lupakan dia sekali saja..” kata myungsoo tiba-tiba

aku mendongak kearahnya lalu tersenyum,”kajja..” kataku

–***–

normal pov

myungsoo duduk di taman sambil mendengarkan mp3. dia menoleh dan tak kunjung melihat sooyoung yang tadi memesan makanan dikantin sekolah

myungsoo menoleh saat dia merasa seseorang duduk disampingnya.dan matanya langsung membulat melihat yeoja tinggi putih dengan rambut lurus yang begitu indah disana.

seketika myungsoo gugup.meski dilubuk hatinya,dia sangat senang dan ingin tetap seperti ini.

nafasnya serasa berhenti saat melihat rambut yeoja bernama seohyun itu tertiup angin,wajahnya yang polos dan lembut ditambah sinar matahari yang semakin mencerahkan wajahnya.

“huuufffttt…” myungsoo berusaha mengatur nafasnya.dia tak mau terlihat aneh dan konyol didepan seohyun

tapi myungsoo mudur sedikit saat tiba-tiba seohyun yang tadinya sedang menelpon seseorang kini menoleh dan tersenyum begitu manis padanya.seohyun membungkuk sedikit dan myungsoo membalasnya

“Ya Tuhan.. begitu besarnya dirimu sehingga bisa menciptakan yeoja cantik sepertinya..” batin myungsoo

tak jauh dari sana sooyoung datang membawa dua minuman.seulas senyum mengembang dibibirnya saat dia melihat myungsoo dan seohyun duduk dikursi yang sama meski jaraknya sedikit jauh

—***—

“sooyoung-ssi” sooyoung menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya

“aigo.. itu dia..” batin sooyoung saat melihat pemanggil itu adalah jonghyun.

“nde…?” Tanya sooyoung

“jadi benar namamu sooyoung.. syukurlah berarti aku tidak salah orang ^^” katanya.sooyoung hanya tersenyum kikuk

“oh iya namaku jonghyun… “lanjutnya

“nde.. anyeong jonghyun-ssi..” jawab sooyoung

“kau ingin ke gereja lagi?” Tanya jonghyun.sooyoung mengangguk

“kalau begitu ayo kita bersama aku juga ingin kesana…” kata jonghyun.sooyoung tercekak mendengarnya

“dia? jonghyun? mengajaku bersama? tuhan apa ini nyata?” batin sooyoung

jonghyun yang baru menyadari jika-kata-katanya terlalu frontal kini tertawa kikuk

“mian.. aku bukan bermaksud apa-apa.. aku hanya terlalu senang karena ternyata ada anak muda yang masih berkeliaran keluar masuk gereja” kata jonghyun

sooyoung tersenyum, “aku juga senang.. ayo jonghyun-sii ^^” kata sooyoung riang.meski sebenarnya jantungnya kini sedang berdetak tak karuan

——

sooyoung terhenti saat melihat segerombol yeoja sedang membully seseorang.

sooyoung mengeryit saat dia melihat seseorang yang taka sing dimatanya beada diantara gerombolan itu.yeoja itu melipat kedua tangannya didada sambil tertawa melihat teman-temannya menyiksa yeoja berkaca mata yang sekarang terduduk tak berdaya

“itu.. seohyun kan? kenapa.. dia disana?” batin sooyoung.dia cukup terkejut mlihat kenyataan itu.kenyataan bahwa seohyun yang memiliki wajah alim seperti angel ternyata juga ikut membully seseorang

“Hentikan!!” kata sooyoung lalu berjalan diantara mereka.

“hey.. kaian ini baru kelas satu.. kenapa kalian sudah berani membully murid lain… “ kata sooyoung sambil menampakan wajah galaknya. dan matanya selalu tertuju pada yeoja idaman sahabatnya itu.

gerombolan itu hanya diam, “ aku sudah kenal dengan seluruh guru disini… aku bisa saja melaporkan perbuatan kalian” ancam sooyoung

“ah andwe onniee. . jebal.. kita akan pergi sekarang..” kata salah satu dari mereka lalu segera berlari pergi

“Ya Tuhan.. ternyata..” gumam soyoung sambil menggelengkan kepalanya

___ TBC ___

Mian kalo jelek,mian kalo gaje

tetep ditunggu tanggepannya ya,semakin banyak semakin saya tidur nyenyak

semakin banyak semakin cepat publish part berikutnya okey ^^