YOUR MOTHER (part 5)

TITLE : YOUR MOTHER (part 5)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yong junhyung

 

GENRE : family, romance, sad

RATING : PG 17

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—–

anyeong readerdeul,I’m back ^^

wahaha bener-bener kejar tayang nih soalnya modemku abis hari ini… jadi mian kalo dikit

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

“sooyoungiee..” kataku lembut. aku segera melepas kemeja yang sedang kupakai lalu segera kupakaikan ditubuhnya

aku bisa merasakan tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin, air matanya terus mengalir dan bibirnya bergetar

“Ya Tuhan, aku sungguh tak tahan melihatnya seperti ini” batinku. aku langsung memeluknya erat.berusaha mengurangi kegelisahan dan kesedihan yang pasti sangat mendalam dihatinya

“sshhh tenanglah.. kau aman sekarang” kataku lembut. tak terasa air mata mulai mengalir dipipiku.

——-

ym5

aku keluar sambil membawa sooyoung,dia masih diam dan gemetar. sesekali aku menatapnya prihatin.dia benar-benar terlihat menyedihkan.

ternyata dua mobil polisi sudah bersiaga didepan rumah sooyoung. mereka menyeret appa sooyoung yang sekarang sudah sadar namun terlihat masih gontai

“Ya Tuhan sooyoungie,,,” tiba-tiba omma datang lalu segera memeluk sooyoung erat

“hikss.. hikss.. hikss..” sooyoung hanya bisa terisak dan terus terisak. sungguh ini benar-benar menyakitkan bagiku

“Ya Tuhan sooyoungie.. hikss kenapa hidupmu seperti ini.. hikss” kata omma.dia melepaskan pelukannya lalu memegang pipi sooyoung lembut sambil terisak

“a..aku..takuuuttt…” kata sooyoung dengan wajah depresi

“omma.. jebal jangan bicara seperti itu..” kataku pelan.

“LEPASKAN AKU!! SOOYOUNG!! JANGAN BIARKAN AKU DIPENJARA!!”

aku, omma dan taemin langsung menoleh ke appa sooyoung yang kini sedang memberontak saat dia ingin dimasukan kemobil polisi

“ANHI!! ANDWE!! ANDWEE!!!” tiba-tiba sooyoungberteriak histeris, dia menutup telinganya sambil menggeleng.dia terlihat takut dan depresi.

“ AKU APPAMU!! AKU YANG MERAWATMU SEJAK KECIL!! …!!”

NNNNNGGGGGGGGG!!!!!!!!!” sooyoung kembali mengerang sambil emnutup kedua telinganya.dia menggelengkan kepalanya dengan cepat sehingga rambutnya menjadi berantakan. lalu dia berjongkok dan menelungkupkan tubuhnya

“sooyoungie.. kau kenapa…” omma ikut berjongkok lalu memegang kedua pundak sooyoung

“SOOYOUNG!!! CEPAT BANTU AKU!! SOOO-“

“BUGHHH!!!” aku langsung menghampiri manusia berhati setan itu dan langsung memukul wajahnya hingga dia tersungkur dengan bibir yang berdarah

“ENYAHLAH DARI SINI!! KAU SUDAH TERLALU MENYAKITINYA!!!” teriaku dengan murka

“sudahlah..” kata salah satu polisi sambil menahanku

“LIHAT DIA!!LIHAT ANAK ALMARHUM ISTRIMU ITU,ISTRI YANG DULU PERNAH SANGAT KAU CINTAI!!” kataku sambil menunjuk sooyoung

“APA KAU TAK SADAR?! KAU SUDAH MENYAKITINYA!! LIHAT DIA!!! CEPAT LIHAT DIA!!” pekiku sambil menarik kerah bajunya. air mataku mulai menetes lagi

“KIKWANG SUDAHLAH!!” kata omma.

“sudahlah.. dia akan mendapatkan ganjarannya nanti.. jadi serahkan pada kami..” kata ketua polisi

aku langsung melepaskan cengkramanku pada kerahnya lalu mendorongnya kasar. aku sudah benar-benar tak bisa hormat lagi padanya

—–

aku berjalan sambil menatap satu tempat, tempat saat dimana sooyoung dan yoona saling berebut sweater

saat itu junhyung datang dan membela sooyoung, saat itu junhyung mengaku jika dia pacar sooyoung, dan saat itu pula aku baru menyadari bahwa perasaanku pada sooyoung mulai tumbuh.

benar, aku mungkin menyukainya. aku jadi ingin selalu melihatnya. aku jadi kesal saat dia selalu bersama junhyung. haahhh apa aku terlalu serakah? bahkan sampai sekarang aku masih berstatus sebagai namjachingunya yoona.

“lee kikwang..” panggil seseorang. aku menoleh dan melihat junhyung berlari kearahku

“ada apa?” tanyaku malas.

“ada apa dengan sooyoung.. kenapa dia tak pernah menjawab saat aku menghubunginya..? apa terjadi sesuatu lagi padaya?” tanya junhyung. aku terdiam sejenak sambil menunduk

“dia….” aku terdia cukup lama.

“apa aku perlu mengatakan padanya?” batinku ragu

“ada apa?” tanya junhyung yang terlihat penasaran

“dia… hampir-……”

“huuuhhh dia..- hampir diperkosa oleh appa tirinya” kataku lirih.berusaha agar tidak ada orang yang ikut mendengarnya

“BWO?!!” peik junhyung. matanya membulat karena terkejut

“BWO?!!! DIPERKOSA?!!” dan kami mendengar sesorang memekik juga dari arah belakang.

aku segera menoleh,”yoona?” gumamku saat melihat yoona sedang terdiam dengan ekspresi yang tak kalah terkejutnya dengan junhyung

“dimana sooyoung sekarang? bagaimana keadaannya? apa dia baik-baik saja?” tanya junhyung panik.

yoona berjalan kehadapanku dan ikut menunggu penjelasanku

“huuhhhh.. kemarin malam.. sooyoung menelphonku, kalian tahu sendiri hal itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan saat aku mengangkatnya tiba-tiba aku mendengar suara yang aneh dan tiba-tiba telphon itu mati.. karena khawatir aku segera mengajak taemin kerumah sooyoung.. dan aku….” aku terdiam. sungguh, mengingat kejadian malam itu membuatku benar-benar sedih

“aku mendengar sooyoung berteriak…, dan saat aku mendobraknya… aku melihat ke****t itu sudah hampir menelanjangi sooyoung..” kataku lalu menunduk

“haahhhh bagaimana bisa kehidupannya selalu semenyedihkan itu..” kata junhyung sedih

“apa.. sooyoung.. baik-baik saja?” tanya yoona,aku menoleh padanya. meski dia berusaha menutupi ekspresi asli wajahnya,tapi aku bisa tahu jika dia juga khawatir pad sooyoung

“dia.. tidak mau bicara pada siapapun“ kataku sedih

——-

normal pov

junhyung membuka pintu perlahan. meski pintu belum terbuka sempurna yoona sudah berusaha melihat keadaan sooyoung

“sooyoungie..” panggil junhyung. dia masuk dan berjalan kearah sooyoung yang kini sedang duduk atas ranjang sambil memeluk kedua lututnya. yoona dan kikwang menututi dari belakang

“sooyoungie….” panggil junhyung lagi.sooyoung tetap tak merespon dan lebih memilih menatap keluar jendela

“soo.. gwenchana?” junhyung duduk ditepi ranjang sooyoung lalu memegang pundak sooyoung pelan

“ssshhhhh..” sooyoung menoleh cepat dan menampik tangan junhyung seolah junhyung adalah sesuatu yang menakutkan

junhyung dan yoona terkejut melihatnya. sedangkan kikwang hanya menatap prihatin pada sooyoung.

“ternyata dengan junhyungpun dia masih seperti itu…” batinnya.

“sooyoungie.. kau kenapa? ini aku junhyung..” kata junhyung lembut. tapi sooyoung malah kembali diam dan menatap keluar jendela.

yoona hanya diam melihat hal itu.wajahnya menampakan kesedihan disana.

“sooyoung tenanglah.. kau aman sekarang” kata junhyung. diam masih berusaha mengajak sooyoung berkomunikasi

“hiksss… hikssss… hikssss…..” tiba-tiba sooyoung terisak.dia menenggelamkan wajahnya di antara kedua lututnya

“sooyoungie.. waegurae?” tanya junhyung.

“Ya Tuhan soo..” batin yoona. tak terasa air mata ikut mengalir dipipi indahnya

“APPOO… HIKKSS.. NEOMU APPUDA…HIKSS…” kata sooyoung disela isakannya

“appo?” junhyung tak mengerti maksud sooyoung.

“nae gaseume… neomu appawaseo..” kata sooyoung semaki lama semakin lirih dan parau

yoona menutup mulutnya untuk menahan isakan yang ingin keluar.meski dia adalah ‘big rival’ dari sooyoung,tapi sebagai yeoja tentu dia paham bagaimana perasaan sooyoung saat ini.

“hikkss hiksss..” sooyoung terus terisak.

“KHAA!!” lalu tiba-tiba dia menatap junhyung dan yoona sambil memekik

“khaaa!! palli..” sooyoung mendorong tubuh junhyung dengan tenaganya yang lemah,dia mendorong seperti orang gila yang sedang mengamuk

kikwang sudah tak tahan melihatnya, dia langsung menghampiri sooyoung dan langsung memeluknya erat.sooyoung terus berontak tapi kikwang malah semakin mengeratkan pelukannya

“LEPASKAN AKU!!” kata sooyoung sambil menangis

“sooyoungie.. tenanglah.., kau bersamaku sekarang” kata kikwang.

junhyung dan yoona hanya menatap cemburu namun juga prihatin.

“dia.. benar-benar memahami sooyoung..” batin junhyung sambil menatap sendu pada sooyoung kikwang

“lepaskan aku!! hikksss…” sooyoung mulai melemah

yoona terus menutup mulutnya dengan air mata yang terus mengalir dikedua sisis pipinya

“hikkkss.. hiksss..” dia terisak. ingin sekali yoona menhentikan isakannya tapi tetap saja tak bisa,dia benar-benar sedih melihta sooyoung seperti itu

tanpa bicara apa-apa yoonapun segera berlari keluar, junhyung yang melihat yoona terisak pun malah measa khawatir. dia beranjak mengejar yoona

yoona berlari tanpa berpamitan pada bibi lee yang sedang menyiram bunga-bunganya.

“bibi aku pergi dulu..” kata junhyung yang berada tak jauh dibelakang yoona.

“oh.. nde..” kata bibi lee

“yoona…” panggil junhyung. yoona tak menghiraukannya dan terus saja berlari.

“im yoona!! yah nenek lampir!!” pekik junhyung kesal

yoona terus berlari sambil menutup mulutnya dan sesekali mengusap pipinya yang basah karena air mata

“yah im yoona bisakah kau berhenti!!” pekik junhyung. tapi dia terhenti saat yoona juga berhenti mendadak

yoona terhenti di salah satu taman bermain anak-anak,dia terdiam dan terus menatap taman itu

“ada apa denganmu?” tanya junhyung

“taman ini..” gumam yoona

“yah im yoona!! dasar yeoja cengeng.. masa lolipopmu diambil saja kau menangis!!”ejek seorang namja yang kini sedang menertawai seorang yeoja kecil putih nan cantik. dia sedang duduk ditengak kotak pasir

“huuaaaaaaa itu lollipop pemberian appaku.. kenapa kau mengambilnya!! kau benar-benar menyebalkan!!” teriak yeoja putih itu

“lee kikwang!! bisakah kau berhenti mengganggu yoona!! “ lalu tiba-tiba datang seorang gadis kecil berbadan lebih tinggi darpipada yang lainnya

“yoona..,sudah ya.. kau bisa memakan lolipopku kog…” kata yeoja tinggi itu pada sang yeoja putih

“sooyoung-ah.. lolipopmu sebenarnya adalah miliku!! karena ommaku yang memberikannya padamu”

“kata bibi lee lollipop itu untukku!! jadi aku boleh memakannya!!”

yoona terdia mengingat kenangan itu,kenangan saat sooyoung melindunginya dan bersikap layaknnya onnie untuknya

“hiksss…” yoona kembali terisak

“na taemunae..” katanya lirih

“ng..?” junhyung tak mengerti maksud yoona

“na taemunae… ini semua karenaku!! sooyoung seperti itu karena kesalahanku.. “ kata yoona

“apa maksudmu?” tanya junhyung

“aku… adalah mantan sahabat sooyoung..”

“BWO?!!” pekik junhyung terkejut

“aku dan sooyoung adalah teman kecil.. ,dia dulu.. seperti onnieku sendiri..” kata yoona

junhyung terdiam mencerna kata-kata yoona

“tapi.. semenjak junior high school.. aku tiba-tiba saja membencinya, aku iri karena dia begitu dekat dengan omma kikwang…” kata yoona

“aku… akulah.. orang yang… selalu menjelek-jelekan dan… menuduh sooyoung yang tidak baik kepada orang-orang yang akan dekat dengannya”

“dan karena itu sooyoung sama sekali tak punya teman?” tanya junhyung

yoona mengangguk lemah,”kau benar.. aku nenek lampir,aku orang jahat… aku selalu berbuat jahat pada sooyoung… aku selalu mengadu domba dia dengan appanya… aku…hiksss… aku tak pantas hidup.. hikss” pekik yoona sedih

junhyung hanya menghela nafas panjang,”jadi inti dari semua ini adalah yoona” batinnya

—***—

“tukk tukk tukk”

yoona masuk peralahan, lagi-lagi sooyoung hanya diam dan menatap keluar jendela

“sooyoung..” panggil yoona ragu

“sooyoungie..” panngil yoona lagi.dia mendekat dan duduk ditepi ranjang sooyoung

“sooyoungie… gwenchanayeo?” tanya yoona. dia memegang bahu sooyoung pelan

sooyoung menoleh perlahan,” yoona…” gumamnya lirih dengan mata sendu

mata yoona terbelalak terkejut,”bagaimana bisa sooyoung dengan begitu mudah meresponku?” batinnya

“yoonaa.. hikss…” kata sooyoung lirih

“apa kau sakit..? apa hatimu sakit?” tanya yoona.dia masih sedikit gengsi untuk baik pada sooyoung

“neomu appoda..” kata sooyoung lirih

yoona terdiam menatap sooyoung.menatap yeoja yang baginya adalah yeoja paling kuat dan tangguh

“greeebb” yoona meraih tubuh sooyoung dan memeluknya erat.

“gwenchana sooyoungie.. rumah ini aman untukmu” kata yoona lembut. dia mengusap punggung sooyoung

“yoonaa hikss.. hikksss..” kata sooyoung lirih.air matanya menetes membasahi baju yoona

“ada kikwang disampingmu.. kau pasti terlindungi..” kata yoona.

ternyata dari luar pintu kikwang melihat semuanya,dia tersenyum.tersenyum karena sooyoung sudah mau bicara,tersenyum karena yoona sudah menampakan lagi sisi aslinya,tersenyum karena sooyoung dan yoona setidaknya kembali berbaikan

TBC

 

mian jelek dan sedikit,tetep ditunggu tanggepannya ya ^^

dan mungkin ff antagonis dan what are you publish sekitar seminggu lagi,mian ya

YOUR MOTHER (part 3)

TITLE : YOUR MOTHER (part 3)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yong junhyung

GENRE : family, romance, sad, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—-

anyeong readerdeul,I’m back ^^

pada nunggu ni ff ga?*reader:gak tuh thor 😛  #nangis,nyari dada daehyun*whatthepakk!

sebenernya aku lagi ngerjain proposal kwu readerdeul, tapi karena stress ngeliat angka bejejer kaya roda trek gandeng*apphaini?-_- yaudah aku posting ff dulu aja deh,mumpung udah selesai yang part ini… kekeke

—-

Happy reading and don’t be siders ^^

—-

ymnijuih

Sooyoung pov

aku membuka mata perlahan.ku kerjapkan mataku yang terasa berat ini beberapa kali

“dimana ini?” gumamku.aku yakin ini bukan kamarku.karena yang ini lebih bagus,wangi dan bersih.

“ckleekkk” aku menoleh pada pintu yang kini terbuka

aku segera bangun dan menyambut bibi lee yang masuk sambil membawa mangkuk dan gelas.

“Syukurlah kau sudah bangun sooyoungie” kata bibi lee.dia duduk disamping ranjang yang sedang kutempati

“sekarang kau makan ya.. aaaaa” aku terdiam sejenak,seumur hidup baru kali ini aku merasakan yang namanya disuapi.dengan sedikit ragu aku membuka mulutku

“aahhh” baru beberapa kali mengunyah tiba-tiba aku merintih merasakan sakitnya pipiku

“ada apa? apa masih sakit?” Tanya bibi lee sambil memmegang pipiku lembut

“an.. anhi bi tidak apa-apa ^^” kataku

“ckleekk” pintu terbuka lagi,kini giliran kikwang yang masuk.dia menghampiri kami sambil menatapku sejenak dengan tatapan datar

“babo!!” umpatnya saat dia sudah duduk ditepi ranjangku.dia menatapku dengan kesal

“Yahh!! kenapa kau bicara seperti itu!!!” bentak bibi lee

“sooyoungi aaa” bibi lee menyuapiku lagi.

aku jadi sedikit canggung karena kikwang melihatiku terus saat bibi lee menyuapiku

“bibi.. biar aku sendiri saja ^^” kataku tidak enak

“anhi.. lihat tanganmu masih bengkak” kata bibi lee sambil menunjuk luka lebam yang ada ditanganku.haahh pasti karena terjatuh kemarin

“YEOBOOO~~~” terdengar suara paman lee dari bawah

“NDEE~~” bibi lee balas berteriak

“kikwang.. tolong kau gantikan omma menyuapinya ya… omma harus membuatkan sarapan untuk appamu dulu” kata bibi lee lalu menyerahkan mangkuk makananku pada kikwang.aku bisa melihat wajah kikwang yang terkejut

“bwo?!! omma tapi..” belum selesai bicara,bibi lee sudah berjalan keluar dan segera turun

kikwang membuang nafas lalu duduk dikursi samping ranjangku

“nggg biar aku saja…” kataku lalu meraih mangkuk itu.kikwang tentu saja menyerahkannya dengan senang hati

“ctaaakkk!!” tapi baru ingin menyendok makanan, sendok yang kupegang sudah terjatuh

“arrghhh” rintihku pelan,aku menunduk sambil memejamkan mata saat merasakan ngilu yang luar biasa pada tanganku

“sakit?” tanya kikwang.aku hanya mengangguk pelan,mataku masih menutup merasakan sakit yang amat sangat pada lukaku

“haahhh dasar keras kepala” umpat kikwang sambil terus menatapku

“mianhae.. aku akan membersihkannya” kataku setelah kurasa ngilu itu sudah berkurang.aku beranjak mengambil sendok yang tadi terjatuh.tapi kikwang malah merebutnya

“jangan bertindak bodoh lagi” katanya.dia membersihkan sendok itu dengan bajunya.

dia mulai menyendok makanan yang tersisa dan diarahkannya kemulutku

aku mengerjapkan mata,”benarkah dia menyuapiku?” batinku sedikit tak percaya

”cepat buka mulutmu.. kau tidak mau pingsan lagi kan?!” katanya.

akupun menurut dan memakan makanan yang ia suapkan padaku

beberapa saat kami hanya diam tanpa bicara apa-apa

“sooyoung-a” panggilnya memecahkan keheningan.dia menatapku sejenak

“nde?” tanyaku

kikwang menaruh mangkuk makananku di meja.lalu dia meraih sesuatu yang ada disakunya

mataku terbelalak saat tiba-tiba kikwang menaruhkan handsaplash dipipiku yang terluka.dia mengusapnya lembut agar lebih menempel.

“DEGG “ jantungku tiba-tiba berdetak cepat.sungguh seumur hidup aku tak pernah diperlakukan namja seperti ini.

“kalau begini mukamu tidak terlalu jelek” katanya setelah itu.aku hanya menunduk malu

“sooyoung-ah…nggg…apa.. kau.. benar…apa.. aku benar-benar berpacaran dengan junhyung?” tanya kikwang,dia terlihat sedikit ragu

aku terdiam,jadi dia masih mengingat kata-kata junhyung kemarin? aku saja malah sudah lupa

“aku… kami…” belum sempat aku menjawab dia malah memotong kata-kataku

“sudah kubilang dia itu ketua berandal disekolahku,dia sangat nakal dan liar.. setidaknya jika kau punya pacar maka carilah yang bisa menyayangimu..” katanya

aku mengeryit,”kenapa dia bicara begitu?” batinku heran

“tapi junhyung-ssi juga baik… buktinya dia menolongku meski kami baru beberapa kali bertemu” kataku menyangkal.

jujur saja,dibandingkan kikwangpun junhyung masih jauh lebih baik padaku.kikwang menolongku saat omma dan appanya memintanya.jika tidak mungkin dia akan acuh saja dengan apa yang terjadi padaku

“kau belum mengenalnya saja… aku sudah hampir tiga tahun kenal dengan junhyung dan itulah kenyataannya” katanya lagi

“bagiku,baik atau tidaknya seseorang itu tidak tergantung berapa lama kita mengenalnya.. buktinya kau.. kau mengenalku sejak aku belum bisa bicara dengan lancar.. tapi buktinya…,kau sama saja dengan yang lain,kau membenciku iya kan?”

kikwang terlihat diam,sepertinya dia sedikit terkejut dengan kata-kata yang kulontarkan

“sudahlah.. aku hanya menasehatimu,jika terjadi sesuatu padamu karena junhyung aku tak akan menolongmu” katanya. entah kenapa aku ingin sekali tertawa mendengar kata-katanya

“tenang saja.. aku sudah biasa berada dalam bahaya tanpa ada seseorang yang menolongku..mungkin jika terjadi sesuatu padaku dialah yang malah menolongku” kataku. entah kenapa aku benar-benar seperti sudah mengenal junhyung

——-

normal pov

“maaf apa kau melihat sooyoung? apa dia sudah keluar?” Tanya junhyung pada salah satu siswa yang baru saja keluar dari gerbang nature senior high school,sekolah sooyoung

“sooyoung siapa? oh pecundang itu… molla aku tidak satu kelas dengannya” kata yeoja itu. junhyung menggesekan giginya karena kesal

“dasar!!wajahmu saja jauh lebih terlihat seperti pecundang daripada sooyoung!!” batin junhyung

“lalu bisakah kau menunjukanku teman satu kelasnya?” Tanya junhyung lagi.

“ngg.. ah dia.. namja bernama yang yoseob itu teman satu kelasnya…” kata yeoja itu sambil menunjuk seorang namja pendek yang berjalan kerah gerbang

“oh baiklah…” kataku lalu pergi begitu saja

“maaf apa kau teman satu kelas sooyoung?” Tanya junhyung pada yoseob.yoseob terlihat terkejut.dia melihat junhyung dari atas sampai bawah

“kau siapa?” Tanya yoseob datar

“aku junhyung..aku.. nggg… pacarnya.. iya..” kata junhyung. tentu saja yoseob terkejut mendengarnya

“bwo?!!! pacarnya?!!” pekiknya tak percaya

“benar.. apa dia sudah pulang?” Tanya junhyung sambil melihat kesekeliling sekolah sooyoung dengan tatapan songongnya

“dia tidak masuk karena sakit.. “ jawab yoseob dingin

“bwo?! sakit??” wajah junhyung terlihat berubah khawatir

“bukankah kau pacarnya.. bagaimana bisa kau tidak tahu jika dia sakit? apa.. kau sungguh.. pacarnya?” Tanya yoseob.dia masih belum percaya dengan ungkapan junhyung tadi

“tentu saja…, kau tidak percaya? aku tahu jika semua teman satu sekolahnya mengucilkannya…” kata junhyung

yoseob terdiam,”sooyoung bahkan mau menceritakan penderitaan yang biasanya ia sembunyikan pada orang lain” batin yoseob

——–

kikwang berjalan menghampiri junhyung

“ada apa?” Tanya kikwang datar

“bawa aku kerumah sooyoung” kata junhyung dingin tanpa membuang gagang permen yang ada di mulutnya

“bwo? untuk apa?” Tanya kikwang

“tentu saja karena aku pacarnya… dan kudengar dia sedang sakit..” kata junhyung

kikwang terdiam,“kau tidak bisa menemuinya…” kata kikwang

“wae.. kau hanya perlu menunjukan dimana rumahnya” kata junhyung

“haahhh sooyoung sedang tidak ada dirumahnya!!! tapi dia ada dirumahku!!” kata kikwang sedikit membentak

“BWO?!!” pekik junhyung terkejut,matanya membulat seakan ingin keluar *dih author alay pisan

“sebaiknya kau tidak usah menemuinya.. ommaku tak akan suka kau dekat-dekat dengan sooyoung” kata kikwang asal.sebenarnya dia hanya tak mau junhyung emnemui sooyoung

“ah pasti kau bohong… setahuku ommamu adalah orang baik dan menyayangi sooyoung.. jadi mana mungkin dia melarangku menjenguknya” kata junhyung ngeyel

kikwang terdiam,”dia menceritakannya pada junhyung?” batinnya terkejut

“ayolah kenapa kau tidak mengizinkanku?!! jangan bilang kau cemburu padaku!!” kata junhyung sambil mendelik

kikwang tergagap,”a.. apa maksudmu.. jangan bicara omong kosong!!! yeojachinguku jauh dan jauh lebih cantik darinya”  sangkal kikwang

“cih.. cantik tapi hatinya tidak..!! meski tidak begitu cantik tapi hati sooyoung baik.. harusnya kau juga melihat sisi itu!! bukankah kau tetangganya? harusnya kau jauh lebih mengerti daripada aku!!” kata junhyung yang sukses menyentil hati kikwang

“aku hanya ingin menjenguknya.. setidaknya sakitnya akan berkurang saat ada seseorang yang perhatian dengannya.. biarkan sooyoung hidup layak seperti yang lainnya!” lanjut junhyung

——-

sooyoung menatap kearah jendela,terlihat atap rumah sooyoung dari sana.

yang ada dipikirannya adalah entah apa yang sedang appanya lakukan saat ini? mencarinya atau tidak,memikirkan jika anaknya kesakitan atau tidak

“tokk tokk tokkk!!” terdengar suara pintu diketuk

sooyoung menoleh dan melihat kikwang masuk bersama seorang namja yang ia kenal

“junhyung-ssi..” sooyoung tersenyum melihat sosok junhyung.tidak bisa dipungkiri dia senang akan kehadiran orang itu.kikwang sedikit heran akan sikap sooyoung yang terlihat begitu berbinar saat melihat junhyung

“sooyoung-ssi.. ^^” junhyung duduk dikursi yang ada disamping ranjang sooyoung lalu menatap lembut padanya

“bagaimana kau tahu jika aku disini?” Tanya sooyoung

“aku Tanya salah satu teman kelasmu dan mereka bilang kau sakit.. makanya aku menemui kikwang untuk menanyakan rumahmu” kata junhyung.sooyoung mengaguk paham

“aigoo.. pipimu kenapa?” Tanya junhyung sambil memegang pelan pipi sooyoung. membuat mata sooyoung maupun kikwang terbelalak

“a..a ku..” sooyoung tentu saja tak mau menjawabnya. dia berusaha sedemikian mungkin untuk menutupi masalah keluarganya

“appanya yang melakukan hal itu..” sahut kikwang

“bwo?!!” junhyung menoleh pada kikwang dengan ekspresi terkejut

sooyoung hanya menunduk,”appa tirinya memukulnya sampai dia pingsan” lanjut kikwang.tatapannya lurus kearah sooyoung

junhyung kembali menoleh pada sooyoung,dia melihat tubuh sooyoung dan dia baru menyadari jika terdapat banyak luka disana

“apa sakit?” Tanya junhyung sambil memegang bahu sooyoung lembut.sebenarnya dia sering merasakan yang namanya babak belur,tapi sungguh melihat sooyoung seperti ini entah kenapa terasa lebih menyakitkan

sooyoung menggeleng,”tidak apa-apa ^^” kata sooyoung

“ckleeekkk”

“sooyoungie..” panggil bibi lee yang masuk sambil membawakan minuman.sooyoung,junhyung dan kikwang menoleh kearah pintu

“oh…  ada tamu” bibi lee sedikit terkejut saat melihat junhyung disana

junhyung berdiri lalu membungkuk sopan pada bibi lee.bibi lee balas tersenyum.

“ini.. minumlah sooyoungie.. itu vitamin agar kau cepat sembuh” kata bibi lee saat dia sudah sampai dihadapan sooyoung

“gamsahamnida bi.. ^^” kata sooyoung.dia menerima dan langsung meminumnya

“apa kau sudah lebih baik?” Tanya bibi lee sambil membelai rambut sooyoung lembut.

“iya bi.. sudah jauh lebih baik ^^” jawab sooyoung

junhyung hanya tersenyum melihat pemandangan didepannya.ternyata omma kikwang memang sungguh baik pada sooyoung

“hhaahh syukurlah… “ kata bibi lee,kini dia menoleh pada junhyung

“apa dia temanmu?” Tanya bibi lee.sooyoung mengangguk

“bibi sedih saat mendengar dari taemin jika disekolah kau tidak punya teman.. tapi ternyata ada ^^ bahkan dia begitu perhatian hingga menjengukmu kesini.. ini mebuat bibi lega” kata bibi lee

“ saat mengetahui jika sooyoung hanya memiliki appa tiri,aku juga terkejut dan merasa sedikit khawatir.. tapi sooyoung bilang ada seseorang yang sangat menyayanginya dan itu adalah anda” kata junhyung pada bibi lee

bibi lee tersenyum,”jinjja?”

junhyung mengangguk “mmm..dan juga sebenarnya aku tidak satu sekolah dengan sooyoung,aku satu sekolah dengan kikwang,.. tapi aku janji akan tetap memperhatikan sooyoung …” lanjut junhyung.sooyoung terdiam mendengarnya

“apa junhyung memang benar-benar perhatian padaku?” batin sooyoung.

“cih.. apa maksudnya bicara begitu?” batin kikwang tidak suka

“syukurlah… aku benar-benar senang mendengarnya..,sejak dulu aku selalu minta kikwang untuk memperhatikan sooyoung.. tapi mungkin dia terlalu sibuk dengan yeojachingunya..” kata bibi lee

“omma.. aku kadang tetap memperhatikannya kog..” sangkal kikwang.sooyoung hanya tersenyum tipis mendengarnya

“omma sooyoung.. dia adalah sahabatku sejak kami masih duduk di junior high school, jadi sooyoung sudah kuanggap anakku sendiri, maka dari itu… junhyung-ssi kuharap kau bisa lebih memperhatikan dia,karena kau satu-satunya orang yang mungkin memahami sooyoung… ^^” kata bibi lee.

sooyoung terkejut,padahal hubungannya dengan junhyung tidak sedekat yang dibayangkan.

“kenapa omma bicara begitu didepan anaknya sendiri? apa omma pikir aku tak bisa menjaga sooyoung?” batin kikwang

“baik, aku janji ..” kata junhyung lalu membungkuk

—***—

kikwang terhenti saat tiba-tiba sooyoung keluar dari kamar mandi

“oh.. kikwang-sii..” kata sooyoung lalu membungkuk sedikit.

kikwang terdiam melihat sooyoung yang baru selesai mandi.melihat rambut indah sooyoung yang masih basah dan terkibas saat dia membungkuk tadi

“GLEEKKK” entah kenapa dia menelan air liuarnya.hati kecilnya baru menyadari jika sooyoung terihat begitu cantik meski tidak memakai make up.apalagi kulit sooyoung yang masih basah dan terlihat lebih bersih dari biasanya

“yah babo!! apa yang kau pikirkan bodoh!!” batin kikwang

“bisakah kau minggir!! kenapa kau malah diam saja disana?” kata kikwang menyembunyikan perasaan gugup yang tiba-tiba datang

“aku ingin minggir tapi kau menghalangi jalanku…” kata sooyoung

“aishh jinjja…” kikwang memiringkan badanya lalu segera masuk kekamar mandi

sooyoung hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal,”pagi-pagi dia sudah se sensi itu..ishh” gumam sooyoung lalu segera kembali kekamarnya

——–

kikwang meraba dadanya yang perlahan mulai berdetak cepat. padalah sudah beberapa kali dia memboncengkan sooyoung.tapi setelah kejadian tadi pagi jantungnya jadi berbeda

“kikwang-sii.. kau turunkan aku disini saja?” kata sooyoung yang sedang membonceng dibelakangnya

“wae?” Tanya kikwang yang terlihat enggan

“aku naik bus saja bersama…lagipula kau ingin menjemput yoona kan?” Tanya sooyoung.

kikwang mendengus ,”lagi-lagi junhyung!!” batinnya kesal

“anhi.. aku tidak menjemput yoona,dia kan bisa berangkat sendiri…!! pokoknya kua berangkat bersamaku saja” kata kikwang

sooyoung mengeryit dibalik helmnya,”bukannya dia benci memboncengkanku ya” batinnya heran

——-

“DUKKK DUKKK” sooyoung mendongak dan melihat yoseob

“ini untukmu” kata yoseob dingin.sejak kejadian pelemparan itu,yoseob jadi rutin memberi sooyoung sekotak susu setiap pagi.

“kenapa dua?” Tanya sooyoung saat melihat dua kotak susu ada dimejanya

“agar kau cepat sembuh…,haahhh bukankah kau yeoja kuat?! kenapa kau bisa tidak masuk selama tiga hari karena sakit..?!” kata yoseob sedikit membentak.sooyoung mengeryit

“apa maksudnya?” batin sooyoung heran

sooyoung menunduk sambil memegang dua kotak susu itu

“gamsahamnida… entah karena kasihan atau perhatian,aku sungguh berterimakasih padamu..” kata sooyoung

“aku.. sungguh tidak kasihan padamu..!!” kata yoseob.sooyoung hanya tersenyum tipis mendengarnya.sudah ia duga yoseob akan bicara seperti itu padanya

“tapi……..” yoseob menghela nafas sejenak

“aku.. tulus……… karena perduli padamu” kata yoseob sambil menatap sooyoung. sooyoung mendongak karena terkejut

“yoseob-ssi..” kata sooyoung. yoseob tersenyum tipis

“setidaknya sekarang kau sudah punya kekasih yang bisa melindungimu..” lanjutnya

“bwo? kekasih?” sooyoung terbelalak mendengarnya

“iya… namja bernama junhyung itu.. kekasihmu kan?” Tanya yoseob. sooyoung masih terdiam dan berfikir

“apa yoseoblah teman satu kelas yang dimaksud junhyung-sii?” batinnya

——

sooyoung berhenti saat yoona dan kawan-kawannya menghadang jalannya.

“apa maumu?” Tanya sooyoung dingin.

“cihh jadi sekarang kau sudah punya namja chingu? seorang itik buruk rupa ternyata juga bisa menarik hati namja” ejek yoona sinis

sooyoung hanya diam dan terus menatap yoona tajam.yoona kini menatap tubuh sooyoung dari bawah sampai atas,

“ckckckck lihat tubuhmu!! penuh memar!! haahh pasti appamu yang melakukan ini” kata yoona

“itu bukan urusanmu im yoona” kata sooyoung

yoona menoleh pada teman-temannya lalu tersenyum licik.lalu tiba-tiba dia meraih lengan sooyoung yang terluka,lalu menggenggamnya erat

“ARRRRRRRRRRHHHHHH” pekik sooyoung kesakitan

“kau pikir teriakanmu berguna haa? disini sudah tidak ada siapa-siapa,dan pahlawanmu ataupun kikwang tidak akan mendengar teriakanmu dari sana” kata yoona lalu semakin menekan genggamannya pada lengan sooyoung

“ARGGGGGGGGGGGHHHHH APPPPOOOOOOO!!!” air mata sooyoung mulai menetes

“hahahah dasar cengeng!!” ejek yuri lalu menekan telunjuknya kepipi sooyoung *ni adegan kaya sinetron indo banget yak (-_-“)a

“choi sooyoung!! bangunlah!! kau itu pecundang dan akan selamanya jadi pecundang!!” kata taeyeon

“ARGGGGGGGGHHH JEBAL HAJIMAAAA!!” rintih sooyoung

“HEY HAJIMA!!”

junhyung pov

aku berjalan menuju sekolah sooyoung.lalu didepan gerbang aku bertemu dengan kikwang.haahh pasti dia sedang menunggu nenek lampir itu

aku bersiul dan menaruh kedua tanganku disaku celana.aku berjalan seolah tak melihatnya

”junhyung-ah.. apa sooyoung belum pulang?” Tanya kikwang yang malah memanggilku

“aku belum bertemu dengannya… memang kenapa?” Tanyaku

“hhmmm.. yoona sejak tadi juga belum keluar padahal jam sekolah sudah  berakhir sejak tadi.. aku hanya khawatir jika yoona melakukan sesuat lagi pada sooyoung..”

mataku terbelalak,”dasar bodoh!! kenapa kau tidak segera masuk!!! bagaimana jika pikiranmu itu benar!!” umpatku kesal.aku langsung berlari memasuki sekolah sooyoung. kikwang mengikutiku dari belakang

“beebbb”

argghhh sial!! disaat seperti ini siapa yang menelphonku sih!!

“nde.. yebseyo..” sapaku tanpa berhenti berlari

“oppa..” ternyata adiku junmi lah yang menelpon

“nde junmi..ada apa?” Tanyaku

“oppa.. appa kambuh.. cepatlah pulang!!” dan tiba-tiba langkahku terhenti.

“ada apa?” Tanya kikwang

aku menghela nafas,” kikwang-ah aku harus segera pulang.. jebal jika terjadi sesuatu pada sooyoung maka bantulah dia.. aku mohon padamu” kataku memohon.dia menatapku sejenak lalu mengangguk

normal pov

“HEY HAJIMA!!” tiba-tiba seseorang berteriak dari arah ujung koridor.semua menoleh kecuali sooyoung.dia masih merasakan sakit yang amat sangat ditangannya

“kikwang?” yoona terbelalak terkejut.kikwang menatap tajam pada yoona.sungguh baru kali ini kikwang emnatapnya seperti itu

kikwang langsung berjalan menghampiri mereka dan dengan sangat kasar kikwang mendorong semua orang yang mengerubungi sooyoung.termasuk yoona

“kalian ini benar-benar manusia tidak beradab!!” umpat kikwang

“chagi… kenapa kau seperti ini? “ Tanya yoona dengan wajah sedih dan memohon.dia meraih lengan kekar kikwang

“lepaskan aku!!!” bentak kikwang sambil mengibatkan tangannya agar tangan yoona terlepas

“sooyoungie.. ayo..” kikwang langsung menarik tangan sooyoung lembut dan segera pergi meninggalkan yoona dan teman-temannya

___ tbc ___

gimana nih chingudeul? aneh?gaje? jelek? sesuatu?

mianhae kalo ga sesuai keinginan kalian.

tetep ditunggu tanggepannya ya ^^,semakin banyak semakin saya semangat bikin part selanjutnya ^^

YOUR MOTHER (part 2)

TITLE : YOUR MOTHER (part 2)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yong junhyung
  5. yang yoseob

GENRE : family, romance, sad

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—–

anyeong readerdeul,I’m back ^^

hehe mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kemaren aku publish ff sekarang publish lagi *ga padahal

nah besok kan aku mau mid semester,jadi mungkin ga ngurusin blog dulu untuk sementara.dan biar plong,aku publish ni ff oke ^^

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

HHH

“maaf,kau siapa? kenapa kau membantuku?” Tanya sooyoung

namja itu menoleh pada sooyoung lalu tersenyum smirk

“kau tak ingat denganku.. padahal aku ingat betul denganmu,kau adalah yeoja pertama yang berani memukulku” katanya

sooyoung mengeryit.setahu dia, tidak ada orang yang mau berhubungan dengannya lalu bagaimana bisa ada seseorang yang pernah sooyoung pukul?

“kau lupa? hasshh anak muda jaman sekarang mudah sekali pikun… yasudah aku pergi dulu” kata namja itu lalu pergi

“hey tunggu.. apa kau.. nggg jun.. jun siapa ya?” sooyoung mendongak keatas dan berusaha mengingat satu nama yang mungkin adalah nama namja itu

namja itu berbalik dan menatap sooyoung.dia melipat kedua tangannya didepan dada lalu tersenyum tipis

“jun… jun…hong..junpyo… anhi anhi jun.. junki… jun siapa ya… apa namamu salah satu dari itu?” Tanya sooyoung.

namja itu tertawa kecil lalu menggeleng

“kau ketua berandal di Sky senior high school kan?” Tanya sooyoung

“kau tahu dari mana?” Tanya namja itu.dia terlihat sedikit terkejut

“dari salah satu tetanggaku,dia juga sekolah ditempatmu…jadi benar kan? nama depanmu jun kan? “ kata sooyoung

“benar, tapi namaku bukan salah satu dari yang kau sebutkan tadi..” kata namja itu

“ah sudahlah, lagipula kitakan tidak perlu saling mengenal…. ,kalau begitu aku pergi dulu… gomawo atas bantuanmu” sooyoung membungkuk dan segera pergi dari sana

sedangkan namja yang ditinggal itu hanya tertawa kecil melihat sikap sooyoung

——–

“sooyoungie..” panggil bibi lee

sooyoung menoleh lalu tersenyum pada bibi lee” selamat pagi bi ^^” kata sooyoung

bibi lee tersenyum, “tunggu sebentar,kikwang sedang mengambil kunci motornya” kata bibi lee

“nde?” sooyoung tidak begitu mengerti dengan maksud bibi lee

“kikwang kemarilah.. sooyoung sudah mau berangkat” teriak bibi lee kedalam rumahnya

tak lama kemudian kikwang keluar.dia menatap sooyoung datar

“sooyoungie.. kau berangkat dengan kikwang saja ya…” kata bibi lee

“bwo? an.. anhi bi.. tidak perlu.. aku naik bus saja…” tolak sooyoung sopan

“ahhh tidak apa-apa… iya kan kikwang?” bibi lee kini menoleh pada anak pertamanya itu

kikwang menghela nafas panjang lalu mengangguk malas “iya.. kau berangkat bersamaku saja” kata kikwang tanpa menatap sooyoung. sooyoung paham jika kikwang sebenarnya enggan berangkat bersamanya

“bughhh” bibi lee langsung memukul punggung kikwang

“yah!! kenapa wajahmu tidak tulus begitu?” omel bibi lee

“iya iya omma aku tulus kog..” kata kikwang

———-

sooyoung merasa sedikit canggung, dia berusaha agar tidak ada sedikitpun kontak tubuh dengan kikwang

“kikwang-ssi..” panggil sooyoung

“apa?” Tanya kikwang

“mm.. kurasa kita berhenti disini saja..” kata sooyoung

“bwo?!” Tanya kikwang tak mengerti

“aku tahu kau tidak nyaman dengan keberadaanku.. jadi kau turunkan aku disini saja…” kata sooyoung sedikit berteriak

kikwang pun meminggirkan motornya.sooyoung segera turun dan menyerahkan helm pada kikwang

“gomawo..” kata sooyoung lalu membungkuk

“hasshh kenapa tidak dari tadi kau memilih untuk turun,aku kan bisa menjemput yoona…ishh yasudah” kata kikwang kesal. sooyoung sedikit tersentak akan sikap kasar kikwang

“mi.. mianhae.. aku janji ini yang terakhir” kata sooyoung lalu membungkuk lagi

kikwang hanya mendesah kesal sambil menatap sooyoung tajam.lalu tanpa bicara apa-apa dia melajukan motornya

junhyung pov

langkahku terhenti saat aku melihat seorang yeoja turun dari motor seorang namja.

aku mengeryit,” bukankah dia gadis yang beberapa hari lalu bicara denganku? dan bukankah itu motor kikwang?”

“benar.. dia kikwang” kataku

kulihat yeoja itu membungkuk beberapa kali pada kikwang.karena penasaran akupun mendekat tanpa sepengetahuan mereka

“mi.. mianhae.. aku janji ini yang terakhir” kata yeoja itu samar-samar

lalu beberapa saat kemudian kikwang pergi.wajahnya terlihat kesal

normal pov

sooyoung membuang nafas panjang.salah ataupun tidak,dia akan selalu jadi pecundang yang dimarahi seenaknya

“hey apa tetangga yang kau maksud adalah kikwang?” Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan menyamakan langkah dengan sooyoung

“aigoo jun-ssi.. kau mengagetkanku.. ish” sooyoung minggir sedikit sambil mengelus dadanya

“eyyyy.. kau itu berlebihan sekali, aku sejak tadi melihat kalian apa kalian tidak sadar?”

“oh. kkau.. melihat kami…?” sooyoung terlihat sedikit panik

“yah kenapa kau panik begitu?! aku Tanya apa yang kau maksud tetanggamu adalah kikwang?”

“mmm… jangan bicara dengan teman-teman kikwang jika aku tetangganya ya” mohon sooyoung

“kenapa?” Tanya jun tak mengerti

sooyoung terdiam sejenak,”hmm mungkin jika kau mengenalku dan kau satu sekolah denganku.. kau tak akan sudi berjalan bersamaku.. bahkan berbicarapun malu” kata sooyoung

jun mengeryit, “bwo? kenapa bisa begitu?!! apa disekolah kau dikucilkan?” tanyanya

sooyoung tidak menjawab tapi malah tersenyum, “tidak apa-apa,itu tidak penting…” kata sooyoung.jun mendesah kesal

“kenapa kau turun disana? sekolah kita kan masih cukup jauh.. apa tadi kau diturunkan kikwang karena kikwang membencimu?” Tanya jun

sooyoung menggeleng, “anhi.. aku yang minta turun.. aku hanya takut kikwang malah diejek karena memboncengkanku ^^” kata sooyoung lagi. semakin membuat jun geram

“sebenarnya kau bicara apa sih? bicaralah denganku.. aku pendengar yang baik kog..” kata jun

sooyoung terdiam,baru kali ini ada orang yang bersedia mendengarkan ceritanya

“anhi.. itu bukan masalah besar… mmm apa kau berangkat jalan kaki?” sooyoung berusaha mengalihkan.dia hanya tidak mau orang kasihan padanya dan menambah beban pikiran karenanya.

“anhi.. sebenarnya aku naik mobil.. tapi aku malas jadi aku naik bus saja” jawabnya

“lalu kenapa kau tidak naik bus jun-hyung-ssi?” Tanya sooyoung lagi sambil membaca nama dada yang ada diseragam namja itu.

“oh.. aku.. iya ya kenapa aku tidak naik bus.. kau sih mengajaku bicara” kata junhyung kesal

“heyy.. kaulah yang pertama kali mengajakku bicara…ishh” balas sooyoung tak terima

“haahhh kau ini.. yasudah aku jalan kaki saja.. dan kau harus menemaniku sebagai gantinya..”

sooyoung terkejut, “kenapa aku harus seperti itu.. aku kan tidak salah apa-apa” kata sooyoung

———–

“aku masuk dulu junhyung-ssi…” kata sooyoung saat dia sudah sampai didepan gerbang sekolahnya

“ya ya.. sudah masuk sana… “ kata junhyung cuek

sooyoungpun membungkuk sedikit lalu berjalan memasuki gerbang sekolah

“hey tunggu.. siapa namamu?” tanay junhyung

sooyoung berbalik lalu tersenyum,”choi-soo-young ^^” kata sooyoung

junhyung mengangguk lalu beranjak pergi.

mereka berdua tak menyadari jika beberapa pasang mata menatap hampir tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.

choi sooyoung,yeoja aneh yang selalu menyendiri,selalu sendiri sekarang sedang berangkat bersama seorang namja dari sekolah sebelah

———-

“tap” sooyong langsung mendongak saat seseorang menaruh sekota susu dimejanya

“yeoseob-ssi?”

“itu untukmu…” kata yoseob dingin.

“ga.. gamsahmnida..” kata sooyoung.

“dan mulai sekarang jangan lagi kau menghapus papan tulis.. biar saja namja dikelas ini yang melakukannya” lanjutnya

“YAHH!! YOSEOB… JADI SEKARANG KAU MENDEKATI YEOJA ANEH ITU?!?” teriak yuri.

“HAHAHAHAHA Yoseob-ah… menjauhlah darinya…” lanjut teman yang lain.

sooyoung hanya diam dan menunduk.dia menggenggam erat kotak susu yang ada dihadapannya.

“mianhae yoseob-ssi” kata sooyoung lirih.dia lebih sedih jika seseorang diremehkan karenanya daripada dirinya sendiri yang diremehkan

“kenapa kau minta maaf.. akulah yang menghampirimu..” kata yoseob lembut namun tatapannya tetap datar

“KENAPA AKU.. HARUS MENJAUH DARINYA?” Tanya yoseob pada teman-teman kelasnya

“karena dia pecundang..”

“karena dia jelek!!”

“karena dia munafik!!”

“karena dia aneh!!” semua orang mulai menyahut.membuat hati sooyoung semakin tersayat-sayat

“KALIAN BICARA BEGITU APA KALIAN SUDAH SEMPURNA..? JUJUR SAJA AKU MUAK DENGAN KELAS INI.. TIDAK HANYA SOOYOUNG.. KALIAN SEMUA MUNAFIK..!! KALIAN SOMBONG!!  DAN HAMPIR SEPARUH DARI SISWA DIKELAS INI MELAKUKAN BEDAH PLASTIK… JADI KENAPA KALIAN DENGAN BEGITU MUDAH MENJUDGE SOOYOUNG?”

sooyoung mendongak terkejut,“yoseob-ssi.. hajima.. kau bisa dimusuhi satu kelas..” bisik sooyoung

“gwenchana.. aku tak takut” katanya santai

“JADI SEKARANG KAU BERPIHAK PADANYA?”

“anhi.. Aku tak berpihak pada siapapun….”kata yoseob.

—-***—-

sooyoung terkejut saat melihat lokernya kosong

“dimana sweaterku?” katanya panik.dia berusaha mencari disekitar lokernya, tapi tak ada

dia menoleh kesegala arah.dan matanya terhenti pada yoona.

dia melihat yoona memakai sweater yang sangat ia kenal.benar,sweaternya

dengan perasaan sangat marah dia mengejar yoona yang sekarang berjalan keluar gerbang.

“IM YOONA!!” pekik sooyoung.tapi sepertinya yoona tak mendengar.yoona malah berjalan lurus untuk menemui kikwang yang sudah menunggunya

“TAPP TAPP TAPP!!” sooyoung berhasil meraih lengan yoona kasar.yoona membalikan badanya lalu menatap sooyoung marah

“YAH APA YANG KAU LAKUKAN?” Tanya kikwang terkejut

“im yoona.. kau itu yeoja cantik dan kaya,tidak bisa dipercaya jika kau adalah seorang pencuri!! KENAPA KAU MENCURI SWEATERKU?!! CEPAT KEMBALIKAN SWEATERKU!!!” pekik sooyoung.baru kali ini dia berteriak kepada seseorang

“SEKARANG INI ADALAH SWEATERKU!! KAU TAK BERHAK MEMINTANYA!!” kata yoona

“BWO?!! SUDAH JELAS-JELAS INI SWEATERKU!! KUBILANG CEPAT KEMBALIKAN SWEATERKU!!! APA KAU TULI?!!! INI SWEATERKU!!” teriak sooyoung sambil berusaha merebut sweater itu. air matanya mulai menetes

kikwang hanya diam dan terus menatap sooyoung. meski sooyoung sudah sering dibully,tapi baru kali ini dia melihat sooyoung sampai menangis

“ANDWE!!! INI PEMBERIAN OMMA KIKWANG!! YANG PANTAS MENDAPATKANNYA ADALAH AKU!! INI MILIKU!” kata yoona.dia mulai mendorong sooyoung kasar

“SUDAHLAH!! KENAPA KALIAN SEPERTI ANAK KECIL HANYA KARENA SWEATER!!!” kata kikwang.

sooyoung kini menatap tajam pada kikwang,” mungkin menurutmu ini hanya sweater,tapi bagiku sweater ini sangat berharga!!! seumur hidup aku tak pernah yang namanya mendapat hadiah.. tidak seperti kalian!!! kalian bisa mendapatkan segalanya dengan mudah!!”

kikwang terdiam, ”bagiku hanya ommamu lah satu-saunya orang yang menyayangiku didunia ini..!!” lanjut sooyoung

“jangan bicara omong kosong!! omma kikwang sama sekali tidak menyayangimu!! TIDAK ADA SEORANGPUN DIDUNIA INI YANG MENYAYANGIMU CHOI SOOYOUNG!!!” kata yoona

kikwang menghela nafas,entah kenapa hati kecilnya menuntutnya untuk memarahi yoona

” yoona hentikan,ini sudah cukup” kata kikwang

“bwo?!” yoona menoleh pada kikwang dengan tatapan tak percaya

“lepaskan sweater itu, itu bukan milikmu !” kata kikwang pada yoona.tapi tatapannya tertuju pada sooyoung

sooyoung hanya diam,dia tak percaya kikwang bisa bicara seperti itu pada yoona

“tapi aku menginginkannya…” rengek yoona

“aku menyayangimu.. banyak orang yang menyayangimu.. kau bisa mendapatkan yang seperti itu dari siapapun” lanjutnya

yoona tetap tak mau melepasnya.kikwang pun berjalan mendekat dan melepas paksa sweater itu.

“ini!!” kata kikwang sambil menyerahkan sweater itu pada sooyoung.sooyoung segera menerimanya

“shhh tak bisa dipercaya” kata yoona kesal.dia langsung berjalan kehadapan sooyoung

“PLAKKK!!” yoona menampar wajah sooyoung kasar

“YOONA!!!” pekik kikwang.dia meraih tangan yoona dan berusaha menariknya mudur.tapi yoona tak menggubrisnya

“kau senang kan? namjachinguku memarahiku dan lebih memilih membelamu!!!” kata yoona tajam.

sooyoung hanya diam sambil menatap yoona tajam,matanya berkaca-kaca

“TAPP!!” tiba-tiba seseorang menarik lengan sooyoung agar sooyoung mundur

“junhyung?” kikwang terkejut saat melihat junhyung memegang lengan sooyoung dan berdiri diantara sooyoung dan yoona.

yoona menatap tajam pada junhyung.begitu juga dengan junhyung

“wajahmu cantik!! tapi hatimu benar-benar BUSUK!!!” kata junhyung sambil mendorng tubuh yoona kasar.

kikwang segera menhan tubuh yoona agar tidak terjatuh

“siapa kau!! apa kau pacar sooyoung?!” Tanya yoona

“benar!! aku pacarnya!!” kata junhyung.mata sooyoung,kikwang dan yoona terbelalak tak percaya

“b..bwo?!!”

“ jadi jika kau berani menyakitinya, aku tidak segan-segan menyiramkan alcohol kewajah cantikmu itu!!” kata junhyung tajam.membuat yoona sedikit merinding mendengarnya

“ayo sooyoung.. kita pulang” kata junhyung lalu menarik tangan sooyoung lembut

yoona hanya menunduk sambil menghela nafas berkali-kali.saat ini dia sangat kesal,ia kesal menerima kenyataan jika ada seseorang yang menyayangi sooyoung

sedangkan kikwang hanya menatap kepergian sooyoung dan junhyung dengan tatapan tidak suka.entah kenapa dia tak suka melihat junhyung menggenggam tangan sooyoung

——-

sooyoung masih terdiam dan menunduk.dia menggenggam erat sweaternya.

junhyung hanya terdiam menatap sooyoung, dia tak pernah merasakan seperti ini.merasakan sedih saat melihat orang lain sedih.

guyu

“kau pasti sangat menyayangi sang pemberi sweater itu” kata junhyung lembut.sooyoung hanya mengangguk

“dan dia.. satu-satunya orang yang menyayangiku didunia ini..” kata sooyoung lirih

“apa itu pemberian ommamu?” Tanya junhyung lagi.dia tak menyadari jika saat ini dia bukan seperti junhyung yang dikenal orang.junhyung yang kasar dan brandal

sooyoung menggeleng, “ommaku meninggal saat melahirkanku..” kata sooyoung.junhyung tercekak mendengarnya

“mian.. jadi apa appamu yang memberikannya? atau saudaramu?” Tanya junhyung lagi

sooyoung menggeleng lagi,”aku tak punya saudara,aku juga tak tahu siapa saja saudaraku didunia ini… ,dan appa…”

sooyoung berhenti lalu membuang nafas panjang,” appa? hhahh aku hanya punya appa tiri yang entah menganggapku atau tidak….” kata sooyoung lagi.kini dia menatap kearah junhyung

“bibi lee..”

“bii lee?”

“e’hem.. yang memberiku sweater ini adalah bibi lee,dia adalah omma kikwang…” kata sooyoung

“mungkin aku terlihat berlebihan menangis hanya karena sweaterku diambil,tapi bagiku sweter itu sangat berharga.. bibi lee, dia satu-satunya orang yang menganggapku didunia ini” kata sooyoung sambil kembali menatap lurus kedepan

“dan yeoja tadi adalah pacar kikwang?” tanya junhyung.sooyoung mengangguk

“tak heran dia menginginkan sweater ini.., dia hanya takut namaku lebih dikenal omma kikwang daripada namanya” kata sooyoung sambil tersenyum  getir

“haahh sebrandal apapun aku,aku tak pernah yang namanya mencuri..” kata junhyung

“ terkadang orang yang terlihat brandal belum tentu brandal.. dan kau orangnya,” kata sooyoung lalau tersenyum manis pada junhyung

lalu sooyoung membungkuk pada junhyung,”gamsahamnida atas bantuanmu.. aku tak akan melupakannya”

junhyung balas menganguk,” sekarang kau tenang saja.. jika yeoja busuk itu mengganggumu aku akan benar-benar menyiramkan alcohol kewajahnya ^^” kata junhyung

sooyoung tersenyum,” itu tidak perlu ^^ kalau begitu aku pergi dulu junhyung-ssi anyeong” kata sooyoung lalu beranjak pergi

—***—

“PLAKKK!!!!” sooyoung jatuh tersungkur saat sebuah tamparan keras mendarat dipipinya

“DASAR ANAK BODOH!! KAU PIKIR AKU APPAMU SEHINGGA KAU MEMINTA UANG SEENAKNYA?!!!”

“appa.. aku butuh uang untuk ujian.. dan appa meminjam uangku beberapa hari lalu..” kata sooyoung

“MEMINJAM?!! TENTU SAJA KAU MEMBERIKANNYA BUKAN MEMINJAMKANNYA!!” kata appa sooyoung

“tapi appa.. aku butuh uang itu…” kata sooyoung lagi.sebenarnya jika bukan untuk membayar biaya ujian,dia tak akan memintanya

“HAHAAARRGGHHHH!!! appa sooyoung kembali mengayunkan pukulannya

“bughh!!” sooyoung kembali tersungkur.bahkan seluruh badanya kini menempel pada lantai.bibirnya mulai mengeluarkan darah

“ANAK TAK BERGUNA!!” umpatnya

“CHOI KYUNGJO HENTIKAN!!!” tiba-tiba seseorang berteriak dari arah pintu.dengan tatapan yang mulai kabur,sooyoung menoleh dan melihat paman lee dan kikwang disana.

“APA URUSANMU?!! JANGAN SUKA MENCAMPURI URUSAN RUMAH TANGGA ORANG LAIN LEE JAEBUM!!” balas appa sooyoung

“HENTIKAN ATAU AKU AKAN MELAPORKANMU PADA POLISI!!” kata paman lee.

appa sooyoung mendengus kesal,lalu tanpa bicara apa-apa dia pergi

kikwang dan paman lee segera menghampiri sooyoung yang terduduk lemah dilantai

“uhukk uhukkk” sooyoung terbatuk

kikwang pov

aku segera berlari menghampiri sooyoung,wajahnya berdarah,pipinya lebam dan matanya sendu

“uhukk uhukkk” kulihat sooyoung terbatuk.Ya Tuhan,sungguh hatiku benar-benar ikut sakit melihat keadaannya.

“sooyoung-ah gwenchanaeyo?” tanyaku sambil mengguncang bahunya pelan

“BRUGHH!!!” mata sooyoung mulai menutup dan tubuhnya terkulai lemas di lenganku

___TBC___

gimana nih chingu?

mian kalo membosankan,tetep ditunggu tanggepannya ya ^^

semakin banyak, semakin thothor semangat ngerjain MID-nya *apa hubungannya coba -_-

YOUR MOTHER (part 1)

TITLE : YOUR MOTHER (part 1)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yang yoseob

GENRE : school life , romance, sad

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—–

anyeong readerdeul,I’m back ^^

aku bawa ff baru nih,dan pairingnya adalah riquestan dari beberapa reader.

jadi semoga kalian suka ya 🙂

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

yfyfvhf

PROLOG

sooyoung pov

“sooyoungie kau berangkat?”

aku langsung menoleh pada bibi lee yang sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya

“iya bi…^^” jawabku ramah

“kau berangkat bersama kikwang saja…” tawar bibi.lee,aku langsung terdiam.

“mana mau kikwang berangkat bersamaku” batinku

“anhi bi aku berangkat dengan temanku” kataku berbohong.ya tentu saja berbohong.aku adalah choi sooyoung,manusia yang hidup sendiri dimanapun dan kapanpun

—–***——–

“minggir..!!!” aku mendongak saat seseorang seperti bicara denganku.aku menutup lokerku lalu menoleh

“apa?” tanyaku

“minggirlah.. kau menghalangi jalanku” kata gadis bernama yoona itu.gadis yang sewaktu kecil bahkan selalu berlindung dibalik ketiaku

aku menghela nafas,mungkin aku bisa saja menyelesaikan kesongongannya hanya dengan memukul wajahnya pelan.tapi kuurungkan niatku.perbuatan seperti itu hanya akan menambah masalah lebih besar untuku

akupun mundur,sedangkan dia dan teman-temannya langsung tersenyum puas seolah mereka sudah memenangkan hadiah berlibur kepulau jeju selama satu bulan

“dasar babo !!” umpat taeyeon,teman yoona.

aku hanya diam,karena hanya diamlah yang bisa kulakukan saat menghadapi orang-orang seperti itu

aku segera pergi, sebelum aku bertemu lebih banyak manusia-manusia sejenis tadi

————-

“yah hentikan!!!” teriaku saat aku melihat seorang namja sedang dipukuli segerombolan siswa dari sekolah sebelah

“sudah sudah hentikan!!!” kataku lalu berlari ketengah mereka.mungkin jika orang lain melihat hal ini,alu bisa dianggap gila.tapi lebih baik dianggap gila daripada membiarkan kejahatan terjadi didepan mataku.

“hey lebih baik kau pergi!!” salah satu dari namja itu mendorongku hingga aku tersungkur dan jatuh

aku segera bangkit dan kembali melindungi namja yang sudah babak belur itu

“HEY KAU ITU GILA ATAU APA!!! KENAPA KAU MEMANGSAKAN DIRIMU SENDIRI?!!” kata namja yang sepertinya bos dari orang-orang itu.dia menghampiriku dan mengayunkan tinjunya padaku

“tappp bughhhh!!!” maaf saja,meski aku terlihat lemah dari luar,tapi aku cukup menguasai ilmu taekwondo

aku berhasil menangkisnya dan memukul balik orang itu.beberapa orang langsung terkejut melihatnya

“SUDAH HENTIKAN SEMUANYA!!” teriak seseorang.kami langsung menoleh

“kikwang?” gumamku terkejut.aku baru ingat bahwa gerombolan ini satu sekolah dengannya.

“hey sudahlah hentikan semuanya..,kalian tahu dia itu gadis lemah,apa kalian tidak malu melawan gadis lemah sepertinya..?” kata kikwang.ya seperti biasa dia selalu meremehkanku.

“ya apa kau mengenal gadis aneh ini?” Tanya salah satu dari gerombolan itu.

kikwang menatapku sejenak dengan tatapan dinginnya.

“tentu saja tidak..,sudahlah sebaiknya kalian pergi karena tadi aku melihat jung songsaengnim berjalan kemari” katanya

————-

“kenapa kau bisa berkelahi dengan gerombolan tadi?” Tanya kikwang pada sang korban(?) yang sedang kuobati

“junhyung sudah merebut pacarku…,!” kata orang yang memiliki nama dada hyunseung itu.aku sedikit terkejut

“jadi dikehidupan nyata juga ada kejadian karena hal sepele seperti ini?” batinku tak percaya.

“cihhh kau terlalu bodoh..seharusnya kau lepaskan saja yeojamu itu..junhyung adalah ketua brandal disekolahku,dia berani saja untuk membunuhmu…” kata kikwang

“aku tidak takut,aku sama sekali tak takut dengan siapapun dari sekolahmu…” kata hyunseung.

“cihh!! menggelikan,yang penting aku sudah memberitahumu..,jika terjadi sesuatu lagi padamu aku hanya akan menertawakannya” kata kikwang

aku hanya diam,aku menahan diri untuk tidak ikut campur bahkan bicarapun tidak

“haaahhhhh lepaskan aku pecundang,berani sekali kau menyentuhku!!!” tiba-tiba hyunseung mendorongku agar aku menjauh darinya.kikwang terlihat terkejut

aku menghela nafas,aku meletakan obat luka itu dikursi taman lalu berdiri.aku menatapnya tajam

“aku pergi…”  akhirnya hanya kata itulah yang keluar.meski hatiku kecilku ini ingin sekali memaki namja tak tahu diri ini

“haahhhh tidak bisa dipercaya!!!” kataku diperjalanan.

aku semakin ragu dengan keberadaan orang baik didunia ini.bahkan orang yang ku tolongpun tetap memperlakukanku dengan buruk

“soo!!” tiba-tiba seseorang memanggilku.aku menoleh dan melihat kikwang berlari kecil kearahku

aku kembali berjalan saat dia sudah berdiri disampingku dan menyamai langkahku

“dasar bodoh!!” kata kikwang.aku hanya diam,tak marah,tak menyangkal ataupun menanggapi.aku sudah terbiasa ia perlakukan seperti itu.sejak kecil dia selalu berlaku buruk padaku

“kenapa kau menolongnya?” Tanya kikwang.

“menolong itu ajakan hati..jadi aku tak tahu alasannya” kataku tanpa menatapnya

“cih… kau itu selalu saja bodoh,kau tak akan dihargai orang jika kau seperti itu” katanya.

aku menghela nafas panjang “aku berbuat baik ataupun jahat orang akan tetap memperlakukanku dengan buruk..jadi lebih baik aku berbuat baik karena Tuhan masih melihat kebaikanku” kataku

dia terdiam,kamipun berjalan tanpa bicara apapun

“lee kikwang” panggilku.aku berhenti lalu menoleh padanya

dia ikit berhenti,”apa?”

“gomawo,meski aku tahu alasanmu berbuat hal tadi bukan untuk menolongku aku tetap berterima kasih..” kataku

dia menaikan kedua alisnya sambil tersenyum tipis.

“seperti orang lain,aku tahu jika kau juga membenciku jadi lebih baik kau pulang duluan saja..jika salah satu temanmu melihat kau berjalan bersamaku pasti emreka akan mengejekmu kan ^^”

“baiklah,aku sebenarnya ingin bicara begitu tapi ternyata kau tahu diri juga…kalau begitu aku pergi” katanya lalu segera berjalan

—-***—-

normal pov

“sooyoungie kemarilah sebentar..” panggil bibi.lee pada sooyoung

“nde bi ada apa?” Tanya sooyoung lalu menghampiri bibi.lee

“begini,bibi harus pergi ke gangnam untuk menghadiri acara pernikahan temanku,acaranya satu jam lagi.. tapi bibi belum sempat memasak untuk kikwang,..” kata bibi lee panik

sooyoung tersenyum,”nde bi,aku yang akan menggantikan bibi membuat masakan” kata sooyoung yang sudah mengerti

“haahh sooyoungie gomawo..,” kata bibi lee sambil mengusap pipi sooyoung pelan

“cheonmanae bi,sudah sebaiknya bibi segera berangkat agar tidak terlambat..” kata sooyoung

———

sooyoung melihat sekeliling,sudah lama dia tak masuk ke rumah kikwang.mungkin terakhir dia kesana adalah saat junior high school.saat itu taemin, adik dari kikwang sakit dan saat itu tidak ada siapa-siapa disana

sooyoung berjalan kedapur dan mulai memasak.meski dia dan kikwang bukanlah teman baik tapi sooyoung sangat akrab dengan semua keluarga kikwang

“hahahahaha…” sooyoung mendongak saat dia mendengar suara tawa dari arah pintu.sooyoung melihat dari balik gorden jendela.

dan matanya terbelalak saat melihat kikwang berciuman dengan yoona mesra didepan pintu rumah.

“ckckckckck..” sooyoung hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali memasak

“berani sekali dia berbuat seperti itu…ishhh” gumam sooyoung.

beberapa saat kemudian pintu terbuka

“oh apa yang kau lakukan disini?” Tanya kikwang yang terlihat terkejut akan keberadaan sooyoung didapurnya

“ommamu pergi ke gangnam.. jadi dia meminta tolong padaku untuk memasak disini..” kata sooyoung tanpa menatap kikwang

tanpa menanggapi apa-apa lagi kikwang segera naik kekamarnya

———-

kikwang menatap sooyoung yang berdiri disamping meja makan dengan tatapan kosong

“kenapa kau tidak makan?” Tanya kikwang.sooyoung tak menanggapi

“yah choi sooyoung!!” panggil kikwang lagi.

“oh nde?” Tanya sooyoung.ternyata sejak tadi dia melamun

“kau tidak makan? aku yakin dirumahmu belum ada makanan” Tanya kikwang.sooyoung menggeleng cepat

“hey meskipun aku tidak menyukaimu kau tetap harus makan.. jangan membuatku seolah aku ini pangeran yang berhati jahat” katanya.

sooyoung tersenyum tipis lalu menggeleng,”tidak terimakasih… sudah tidak ada lagi yang kau butuhkan kan? kalau begitu aku pergi dulu” kata sooyoung lalu beranjak mengambil tas sekolahnya

“hhh pasti karena appanya lagi” gumam kikwang sambil menatap kepergian sooyoung

——***——-

seperti biasa,sooyoung menghapus papan tulis setiap pelajaran selesai

“sooyoungie awaaasss!!!” sooyoung membalikan badanya.dan matanya langsung terbelalak melihat sekotak susu melayang kearahnya

“cpraaakkk!!!”

“BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!”sontak semua siswa langsung tertawa begitu keras melihat wajah sooyoung yang kini berlumuran susu

“Yaa!! dasar babo!!” teriak salah satu teman kelas sooyoung

“kau memang pantas dilempar susu,siapa tahu wajahmu bisa berubah sedikit putih karena itu hahahahaha” sahut yang lain

sooyoung hanya diam,seburuk apapun perlakuan temannya, dia sama sekali tak menangis, tak marah, ataupun mengeluh.tanpa bicara apapun sooyoung segera keluar dari kelas

“haaahhhhhhh” sooyoung menghela nafas berkali-kali untuk mengendalikan emosinya

“sooyoungie sabar….” sooyoung mengelus dadanya agar dia lebih tenang.karena hanya itu yang bisa ia lakukan.saat senang dia akan tertawa sendiri dan saat sedih dia akan menghibur dirinya sendiri juga.

“sooyoung-ssi..” tiba-tiba seseorang memanggil sooyoung.sooyoung langsung berhenti tanpa menoleh.

ternyata dia menatap sooyoung sejak tadi,dia adalah yoseob.dialah yang tak sengaja melempar kotak susu itu ke sooyoung.

“ada apa?” Tanya sooyoung sambil menunduk

tanpa bicara apa-apa yoseob meraih tangan sooyoung lalu memberikan sapu tangannya pada sooyoung

sooyoung menoleh cepat seakan tak percaya dengan apa yang sedang yoseob lakukan sekarang.

yoseob menatap sooyoung sejenak dengan tatapan yang sulit diartikan.tapi tatapan tersebut bukanlah tatapan seperti teman sooyoung lainnya.tatapan itu bukan tatapan remeh,marah,benci,jijik atau tatapan penuh kebencian

“go.. gomawo..” kata sooyoung lirih sambil kembali menunduk.yoseob menghela nafas lalu pergi begitu saja.

—***—

“sooyoungie.. kemarilah” panggil bibi lee pada sooyoung yang sedang berlari kecil menghindari hujan yang mulai turun.sooyoung menoleh dan segera menghampiri bibi lee

“nde ada apa bi?” Tanya sooyoung

“tunggu sebentar ya.. aku akan mengambilkan sesuatu untukmu..” kata bibi lee lalu segera masuk kerumahnya.

“YAH APA YANG KAU LAKUKAN DISANA?” Tanya seseorang yang sedang berdiri didepan gerbang rumah bibi lee

sooyoung menoleh dan melihat yoona dan kikwang disana.seperti biasa pasangan itu selalu melakukan skinship dimanapun dan kapanpun. seperti sekarang,kikwang sedang merangkul bahu yoona dan yoona merangkul pinggang kikwang

“ pasti ommaku yang memanggilmu kesini, iya kan?” Tanya kikwang yang terlihat tidak suka.

sooyoung hanya mengangguk, “ tenang saja.. aku tak akan berlama-lama juga disini” kata sooyoung

“syukurlah kalau begitu..” kata kikwang

“ chagi… berhati-hatilah padanya,mungkin saja dia menggodamu dan mengganggu hubungan kita..” kata yoona

“jangan bergurau,aku tidak mungkin tergoda dengan gadis semacam dia chagi..” kata kikwang sambil mengecup pipi yoona sekilas.membuat sooyoung muak melihatnya.tidak seperti orang lain,dia cukup jijik melihat adegan yang dianggap romantis itu

“hentikan kikwang,im yoona!!” tiba-tiba bibi lee keluar sambil menatap marah pada yoona dan kikwang

“im yoona jangan karena kau lebih cantik kau jadi meremehkan seseorang begitu,kau juga kikwang berhati-hatilah saat berbicara.. kau tidak tahu takdir Tuhan itu menjodohkanmu dengan siapa” kata bibi lee

yoona hanya menunduk malu, sedangkan kikwang hanya menangapi kata-kata ommanya dengan ekspresi acuh

“nde omma…” kata kiwang.

“chagi ayo kita masuk…” kata kikwang pada yoona

“sooyoungie.. ini,kuharap kau suka oleh-oleh bibi.. aku membelinya di gangnam ^^” kata bibi lee pada sooyoung.dia memberikan sebuah sweater manis berwarna soft blue dengan hiasan bunga kecil dipinggirannya

yoona dan kikwang yang sedang berjalan kini berhenti sejenak untuk melihatnya.

“gomawo bi.. ini sangat manis^^” kata sooyoung senang.bibi lee mengangguk sambil membelai rambut sooyoung

yoona yang melihat hal itu langsung geram,dia mengepalkan tangannya kesal.kesal karena soyoung mendapatkan hadiah dari omma kikwang,kesal karena omma kikwang terlihat sangat emnyayangi sooyoung,dan kesal karena sooyoung bahagia.

—–***—–

 “BRUAKKK!!! CHOI SOOOOYOUNG!!!!”

sooyoung yang sedang belajar kini menoleh kearah pintu.

dia menghela nafas sejenak,”NDEE APPA…” katanya lalu segera keluar kamar

sooyoung langsung terhenti saat melihat semua makanan yang ia masak, kini sudah berceceran dilantai.tak ada satupun yang utuh

“YAH!! APA INI? KAU INGIN MERACUNIKU HAHHH?!! KENAPA KAU TIDAK MEMASAK AYAM ATAU DAGING?!!” Tanya appa sooyoung marah.

“appa mianhae,persediaan uang kita tinggal sedikit.. jadi aku-“

“ARRGGGHHHHHH!!! DASAR ANAK BODOH!!”

“PYARRRRR…!!!” appa sooyoung melempar gelas yang ada di meja.namun untung saja lemparan itu meleset, atau mungkin memang sengaja tidak diarahkan ke sooyoung.

“sooyoung memejamkan matanya sejenak karena terkejut

“SUDAHLAH AKU AKAN MAKAN DILUAR SAJA!!!!” kata appa sooyoung lalu pergi.

“huuuhhhh” sooyoung menghela nafas,”Ya Tuhaann hikss…” ucapnya parau dan lirih

dia segera membereskan makanan yang berceceran itu.padahal dia sengaja tidak makan agar appa tirinya bisa makan lebih banyak.tapi ternyata makanan itu malah terbuang sia-sia.

sooyoungpun mengambil sisa sisa makanan yang terlihat masih bersih dan masih layak untuk dimakan.

“GREEBBB” sooyoung terkejut saat tiba-tiba seseorang menarik lengannya.

kikwang pov

“kikwang,sepertinya appa sooyoung mengamuk lagi” kata omma.aku yang sedang bermain psp kini berhenti dan menoleh kejendela besar yang bisa memperlihatkan tampak depan rumah sooyoung

“kikwang.. apa kau mau menolong omma? “ Tanya omma.aku menghela nafas

“apa omma?”

“tolong.. antarkan beberapa makanan untuk sooyoung,omma takut jika sooyoung tidak makan hari ini” kata omma khawatir.aku terdiam

aku memang tidak suka dengan sooyoung,bagiku dia itu yeoja lemah dan munafik yang sama sekali tidak bisa marah.tapi aku juga merasa kasihan akan kehidupan buruk yang menimpanya

“baiklah omma..aku akan kesana”

sooyoung pov

aku mendongak dan melihat kikwang menatapku penuh khawatir.seumur hidup aku baru melihatnya seperti itu padaku

“hentikan… jangan memakan makanan itu” katanya lalu menariku pelan.

“kenapa kau kesini? jika appaku tahu kau bisa dipukuli” kataku khawatir

dia diam sejenak dan malah menuntunku duduk dimeja makan.dia meletakan bungkusan yang ia bawa

“makanlah ini…” katanya.

aku terdiam sejenak,jujur saja aku sedikit tak percaya akan perbuatannya padaku saat ini

normal pov

kikwang menatap sooyoung yang terlihat begitu lahap.

dia menghela nafas,dia benci melihat sooyoung seperti ini. karena dia jadi berubah kasihan padanya.

“haahhh kau itu sungguh manusia yang paling tak beruntung yang pernah kutemui… kau tidak punya pacar ataupun teman,dan keadaan keluargamu pun begitu mengerikan…” kata kikwang.

sooyoung berhenti mengunyah dan menatap kikwang,”jangan bicara seperti itu lee kikwang.. kau itu membenciku jadi jangan bicara seolah kau perduli dan kasihan padaku” kata sooyoung lalu kembali makan

“aku tidak perduli atau kasihan padamu.. aku hanya kesal kenapa aku memiliki tetangga sepertimu” kata kikwang

Sooyoung tersenyum,”aku beruntung kog..,aku masih punya kaki,tangan, dan anggota tubuh yang utuh dan berfungsi seperti pada umumnya.. aku juga beruntung memiliki tetangga seperti ommamu.. jika tidak punya pacar ataupun teman itu bukan masalah besar bagiku..meski keadaanku seperti ini aku percaya Tuhan tetap menyediakan seseorang untukku nanti..” kata sooyoung sambil tersenyum pada kikwang

kikwang terdiam membeku.dia sedikit tak percaya sooyoung bisa menanggapi kata-kata kasarnya dengan sikap positif seperti itu

“dan kau tenang saja, kau tak akan lama memiliki tetagga semacamku… kuharap kau bersabar sejenak ^^” kata sooyoung

“maksudmu?” Tanya kikwang yang masih belum mengerti

—–***—–

#pulang sekolah

sooyoung berhenti melangkah saat melihat yoona dan gerombolan temannya kini menatapnya.sooyoung kembali berjalan menuju halte seakan dia tak melihat siapa-siapa

tapi ternyata yoona menghadang jalan sooyoung

“apa maumu?” Tanya sooyoung

“kau senang karena mendapat nilai baik dimata omma kikwang hah? kau pasti sengaja mendekati omma kikwang kan?” kata yoona kesal

sooyoung tertawa remeh,” kau pikir kau kenal denganku baru satu dua tahun? kita, apalagi aku dan kikwang adalah tetangga… jadi wajar saja aku dekat dengan bibi lee..” sooyoung ternyata berani melawan

“cihh… kau itu yeoja munafik..” kata yuri

“serahkan sweater itu dan aku tak akan mengganggumu” kata yoona

“BWO?!! im yoona kau sudah kelas tiga senior high school kan? kenapa kau begitu kekanak-kanakan hanya karena masalah sweater?” kata sooyoung.

“hey berani sekali kau bicara begitu” kata fanny.dia mendorong bahu sooyoung kasar

“cepat lepaskan.. yang pantas mendapatkannya adalah aku!!” kata yoona.dia menarik sweater sooyoung.

“andwe.. ini pemberian bibi lee untukku!!” kata sooyoung sambil berusaha melepaskan tarikan yoona.

“lepaskan dan semua akan beres!!” kata yuri.dia dan fanny ikut membantu yoona

“andwe.. hajima!!” kata sooyoung tak kalah ngeyel

“YAH !!! BISAKAH KALIAN BERHENTI BERTENGKAR DIPINGGIR JALAN!!” tiba-tiba seseorang berteriak.semua langsung menoleh

“siapa dia?!!” kata yuri sambil melihat lekat-lekat orang itu

“molla,tapi sepertinya dia siswa sekolah lain..  seragamnya sama dengan seragam kikwang” kata yoona

“kalian itu yeoja.. bagaimana bisa bertengkar seperti itu didepan umum” kata orang itu sambil menghampiri mereka

“siapa kau? kau murid dari sky senior high school kan?” Tanya fanny

namja itu hanya tertawa remeh,”untuk apa kalian tahu siapa aku? sudahlah sekarang cepat lepaskan dia dan pergi.”

“bagaimana jika aku tidak mau?” kata yoona

namja itu tertawa lagi.”hey kalian lihat mereka kan? mereka adalah gerombolanku… aku bisa saja memanggil mereka dan kusuruh untuk menghajar wajah-wajah bedak kalian” kata namja itu sambil menunjuk segerombolan orang yang sedang bergerombol ditaman kota yang tak jauh dari sana

sooyoung hanya diam sambil menatap namja itu.dia merasa tak asing dengan wajah itu

“HANA!!!…… DUL!!!!…. SETT!!!!! KHA!!!” teriak namja itu

“teman-teman sebaiknya kita pergi saja kajja” kata yoona lalu segera pergi diikuti yuri dan fanny

“hahhhh bagaimana bisa ada yeoja semacam itu.. yang boleh membully disekitar sini kan hanya aku” gumam namja itu sambil terus menatap kepergian yoona

“maaf,kau siapa? kenapa kau membantuku?” Tanya sooyoung

namja itu menoleh pada sooyoung lalu tersenyum smirk

___ TBC ___

gimana readerdeul? jelekah? gajekah? alaykah? mianhae

tetep ditunggu tanggapannya ya,semakin banyak semakin cepet juga publish part selanjutnya