Antagonis (part 6)

TITLE : antagonis (part 6)

CAST :

  • choi sooyoung
  • lee jonghyun
  • kim myungsoo
  • seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong readerdeul.. hehehe cepet banget kan aku comebacknya. karena respon your mother cukup banyak, aku tepatin janjiku buat cepet publish ff lainnya

dan seperti kata appa yongguk di twittwer : make art, not war *peluk uri appa

nah aku jadi makin semangat bikin nih ff *apa hubungannya coba -_-

—-

happy reading and don’t be siders

—-

free-christian-clip-art-black-and-white

sooyoung mengerjapkan matanya beberapa kali,

”anhi.. ini tak boleh terjadi..” batinnya

“tappp” sooyoung mendorong tubuh myungsoo sekuat tenaga lalu segera menunduk. dia tak berani menatap wajah myungsoo. entah kenapa dia merasa sangat malu,

“soo-“

kata-kata myungsoo terhenti saat sooyoung tiba-tiba pergi sambil memegangi mulutnya

myungsoo menghela nafas,dia bersandar lemah pada pembatas balkon sambil memegangi dadanya

“apa yang kau lakukan bodoh!!” umpat myungsoo pada dirinya sendiri

—–

sooyoung terus berjalan tanpa melihat kedepan. dia masih syok dengan apa yang sahabatnya tadi lakukan. semua ini bahkan tak pernah ada dipikirannya.

“hhuuhhhh.. ada apa denganku?” gumam sooyoung sambil memegang dadanya.

“kenapa begitu berdebar? kenapa seperti ini? kenapa?” batin sooyoung tak mengerti.

“Brukkk!!” tiba-tiba sooyoung menabrak seseorang hingga keduanya terjatuh

“mianhae.. aku tak-“

“YAKK BABO!! BISAKAH KAU JALAN DENGAN BENAR?!!” pekik orang itu. sooyoung yang tadinya sedang membersihkan tangannya yang kotor kini mendongak

matanya membulat melihat seohyun disana, “yeoja menye-menye ini?! berani sekali dia membentaku seperti itu!!” batin sooyoung kesal

“oh.. sooyoung unnie.. mianhae, aku kira bukan kau..” kata seohyun menyesal. suaranya melembut

sooyoung hanya mendesah kesal,tatapannya tajam pada seohyun.

lalu tiba-tiba seohyun memegang lengan sooyoung dan membantunya berdiri. sooyoung terbelalak

“kenapa dia begini padaku?” batin sooyoung heran

“sooyoung.. seohyun.. apa yang kalian lakukan berdua disini?” tanya jonghyun yang datang dari arah belakang sooyoung.

“cih.. pasti dia sudah tahu kalau ada jonghyun..” batin sooyoung.

“lepaskan aku!!” kata sooyoung sambil mengibatkan tangannya.dia mundur sedikit agar tidak terlalu dekat dengan yeoja bernama seohyun itu

jonghyun terbelalak akan sikap sooyoung pada seohyun,”kenapa kau begitu sooyougie…” kata jonghyun

“onnie.. mianhae.. aku tak sengaja menabrakmu sungguh” kata seohyun

“sudahlah akulah yang bersalah.. aku harus pergi” kata sooyoung ketus lalu segera pergi.

seohyun menunduk sedih.jonghyun mendekat pada seohyun lalu memegang pundak seohyun pelan

“gwenchana seo?” tanya jonghyun.

seohyun mengangguk,”tapi aku sedih karena sooyoung unnie tidak pernah mau memaafkanku jika aku melakukan kesalahan padanya” kata seohyun lirih

“kau hanya belum mengenalnya…, dia sebenarnya bukan seperti itu..” kata jonghyun yang malah membela sooyoung

“aku tahu.., karena dia sahabat myungsoo oppa aku akan memakluminya ^^” kata seohyun

“lagi-lagi myungsoo” kata jonghyun kesal

—***—

amber hanya diam dan menatap kedua sahabatnya bergantian. biasanya myungsoo dan sooyoung selalu menjadi yang paling ramai dikelas, entak karena pertengkaran, karena mereka membicarakan sesuatu yang lucu, atau hal lain yang bagi mereka begitu menyenangkan.

tapi tidak untuk hari ini, hari ini kelas terasa begitu sepi, sooyoung dan myungsoo sibuk dengan kegiatan masing-masing,mereka begitu jaim dan tak saling bicara

“yah yah !! ada apa ini sebenarnya? kenapa kalian diam seperti tak saling mengenal haahh?” tanya amber marah

sooyoung menutup komik naruto milik yonghwa yang baru ia pinjam tadi pagi. dia menoleh pada amber sejenak

“apa?” tanya sooyoung datar. dia menoleh sebentar pada myungsoo dengan tatapan tajam

“DEGG DEGG!” tapi sooyoung segera menoleh saat ia merasa jantungnya kembali berdebar cepat ketika melihat mata myungsoo. tiba-tiba ingatan saat myungsoo menciumnya terulang.

dia langsung menggelengkan kepalanya cepat, agar ingatan itu pergi.

myungsoo yang tadinya juga menatap sooyoung kini segera menoleh kearah lain.dia hanya diam sambil sesekali mencuri pandang kearah sooyoung

“aigoo aigoo.. jika ingin berpandangan maka berpandangan saja.. kenapa harus curi-curi pandang seperti itu.. seperti orang yang sedang jatuh cinta saja.. menggelikan!!” kata amber

“jatuh cinta?” batin sooyoung

“haha jatuh cinta?” batin myungsoo

“a.. apanya yang jatuh cinta isshhh kau menggelikan sekali… ” kata sooyoung kesal

“beebb beebb” sooyoung segera mengangkat telponnya yang berdering.wajahnya yang tadinya kesal kini berubah ceria

“nde yeobseyo..” sapa sooyoung. dia berdiri dan berjalan menjauh

myungsoo mendelik curiga, “siapa yang menelponnya” batin myungsoo

“nde..oh nde.. saya akan kesana setelah pulang sekolah..nde sajangnim gomapsumnida” kata sooyoung sambil tersenyum senang

“siapa soo?” tanya amber.sooyoung menaruh handphonenya di tas lalu kembali duduk

“mian baru mengatakannya…,tapi lebih baik terlambat daripada tak memberi tahu sama sekali pada sahabatku sendiri..” kata sooyoung. myungsoo dan amber saling bertatapan tak mengerti

“novelku… akan diterbitkan minggu ini..” kata sooyoung.

“bwo? jinjja?” tanya amber. wajahnya terlihat senang

meski myungsoo hanya diam,dia juga ikut senang dengan kabar bahagian ini.

sooyoung mengangguk,”tapi aku masih harus menyelesaikan beberapa urusan..” lanjutnya

“kalau begitu biar myungsoo yang mengantarmu…” kata amber.

“anhi… ngg..jonghyun.. dia sudah janji ingin menemaniku lagi kesana” kata sooyoung

“JONGHYUN?! LAGI?!”myungsoo memekik.dia berusaha keras untuk tetap diam dan seolah tak perduli, tapi ternyata dia tak bisa menahan rasa keterkejutannya. sooyoung hanya menatap malas pada myungsoo

“jonghyun? bukankah dia..” amber tidak berani melanjutkan kata-katanya

“kami… ngg.. kami sekarang sudah berteman lagi hehe iya berteman.. hanya berteman.. lagipula dulu dialah yang mengantarku kesana…” kata sooyoung sambil tersenyum kikuk

“mengantar..? jinjja?wah kurasa ada kesempatan kalian untuk dekat lagi soo..xixixi” kata amber menggoda

“ANDWE!!” pekik myungsoo tiba-tiba. sooyoung dan amber menoleh terkejut

“ada apa denganmu !?” tanya amber heran.

“andwe!! aku yang nanti akan mengantarmu kesana!! “ kata myungsoo marah. sooyoung memutar bola matanya malas

“sudah kukatakan berkali-kali..bersikaplah dewasa!!! ”  kata sooyoung marah

“dia itu tidak baik untukmu!! bukankah beberapa hari lalu dia menciumu dengan paksa seolah kau itu miliknya..!!” kata myungsoo. sooyoung dan amber terbelalak

“apa maksudmu mencium sooyoung?hey apa yang tidak ku ketahui?” tanya amber

“kau bisa bicara seperti itu haahh?!! lalu siapa yang kemarin menciumku seenaknya seolah aku ini adalah miliknya..?! bukankah berarti, DIA sama kepa**t nya dengan jonghyun KIM MYUNGSOO!!” kata sooyoung kesal.

amber terbelalak, “hey sebenarnya apa yang kalian bicarakan?! siapa yang mencium siapa?!” tanya amber

sooyoung membuang nafas panjang, “haaahhhh amber,namja ini benar-benar menyebalkan..!! bagaimana bisa dia melakukan hal itu padaku.. aisshhh” rengek sooyoung sambil menunjuk myungsoo

myungsoo terdiam sejenak, wajahnya memerah atas pengaduan sooyoung tadi

“apa.. myungsoo…, ommo.. apa… myungsoo menciumu sooyoungie? apa karena hal itu kalian jadi bertengkar?!!” amber menutup mulutnya karena terkejut

“heyy ke.. kenapa kau.. masih mempermasalahkan hal itu, a.. aku saja sudah melupakannya…isshhh, pokoknya kau tetap harus kesana bersamaku titik!!” kata myungsoo dengan angkuhnya

“BWOH!! lalu bagaimana jika si menye-menye itu sakit lagi dan memintamu untuk mengantarnya?! aku yakin kau pasti lebih memilih mengantarnya dan membiarkanku kebingungan sendiri!!” kata sooyoung

“sudah kubilang aku tetap menempatkanmu diprioritas utamaku daripada seohyun! kau bisa pegang kata-kataku!” kata myungsoo. kini keduanya saling meninggikan suara. membuat amber pusing mendengarnya

amber sedikit heran.jika sebelum-sebelumnya pertengkaran mereka layaknya anak kecil,sekarang pertengkaran mereka lebih seperti pertengkaran sepasang kekasih

“aku tak butuh janjimu kim myungsoo.. lagipula aku sudah berjanji dengan jonghyun!!” kata sooyoung ngeyel

“jadi sekarang kau yang lebih mementingan jonghyun dibandingkan denganku?!” tanya myungsoo. kini dialah yang memojokan sooyoung.

sooyoung mendesah kesal,”terserah denganmu saja kim myungsoo.. !! bicara denganmu sungguh membuatku lelah!!” kata sooyoung lalu segera beranjak pergi

“YAAA TUHAAN BISA GILA AKU PUNYA DUA SAHABAT SEPERTI KALIAN!!” kata amber frustasi. dia menjambak rambutnya pelan

sedangkan myungsoo masih diam dan terus melihat kepergian sooyoung dengan tatapan menyesal

“kim myungsoo.. ada apa denganmu?! bagaimana kau bisa menciumnya.. dan kau tahu..? kau terlihat… nggg… seperti sedang cemburu…” kata amber

myungsoo menoleh pada amber, “i..itu hanya kesalahan.., dialah yang terlalu melebih-lebihkan…dan juga apa maksudmu cemburu? itu menggelikan” kata myungsoo

“kau- menyukai –sooyoung-.. benarkan?” selidik amber

myungsoo terbelalak,”an..anhi.. apa kau gila isshh aku pergi saja” kata myungsoo lalu segera pergi. dia hanya takut amber menyadari sesuatu yang bahkan mungkin belum dia sadari

——

myungsoo berjalan malas sambil sesekali menendang batu-batu kecil yang ada didepannya,seharian dia hanya terfikir oleh kata-kata sooyoung tadi

“cihh.. apa enaknya diantar jonghyun, namja plin-plan seperti itu saja dibela..!!” dia mendumal sendiri pinggir jalan

“dan lagi,apa-apaan si amber…, mana mungkin aku jatuh cinta dengan…” myungsoo terdiam, tiba-tiba ingatan saat dia mencium sooyoung terputar diotaknya.

“DEG DEG DEG” myungsoo meraba dadanya yang tiba-tiba berdetak cepat

“hassshhhh ada apa sih denganku?” gumam myungsoo kesal.dia mengacak rambutnya frustasi

“oppa…” tiba-tiba seseorang memanggil myungsoo

“seohyun ^^” myungsoo langsung tersenyum menyambut seohyun yang berlari kearahnya

“oppa.. ini aku membuatkan ini untukmu..^^” kata seohyun sambil memberikan bekal makanan pada myungsoo. myungsoo terdiam sambil menatap seohyun lembut

“gomawo seohyun-ah.. aku juga sedang lapar, apa boleh aku memakannya sekarang?” tanya myungsoo.

seohyun mengangguk senang

merekapun duduk dikursi taman yang tak jauh dari tempat mereka bertemu tadi

myungsoo membuka bekal itu, dan matanya membulat saat dia melihat isinya

“bibimbap?” tanya myungsoo pada seohyun. seohyun mengangguk

“makanan kesukaanmu kan ^^?” tanya seohyun

“bagaimana kau tahu?” tanya myungsoo exited

“aku tahu semua tentangmu oppa ^^” kata seohyun sambil menunduk malu

“gomawo seohyun-ah.. wah aku jadi tak sabar memakannya “ myungsoo pun segera memakan makanan itu

“waahh neomu joha.. neomu masippda ^^” puji myungsoo.

“jinjja? gomawo oppa” kata seohyun.

“ternyata sooyoung unnie memang tak bohong padaku” batin seohyun

flashback

“unnie..” seseorang memanggil sooyoung. sooyoung yang sedang asik membaca komik kini mendongak

“ada apa?” tanya sooyoung dingin. seohyun kini duduk disamping sooyoung

“mmm..unnie apa aku boleh minta tolong padamu?” tanya seohyun

“apa?” tanya sooyoung

“nggg… bisakah kau memberitahuku tentang myungsoo oppa? bukankah kau sahabatnya?” tanya seohyun

sooyoung memutar bola matanya malas, “ apa yang ingin kau ketahui tentangnya?” tanya sooyoung.

“semuanya…” kata seohyun

sooyoung menghela nafas panjang, dia sebenarnya malas bicara dengan seohyun tapi dia mengingat kata-kata myungsoo beberapa hari yang lalu ‘aku mendekati seohyun pun demi mempertahankan persahabatan kita..’

dia masih berusaha mengelak kata-kata aneh myungsoo yang secara tersirat mengatakan jika dia menyukai sooyoung, dia masih takut jika hal buruk terjadi dan ahkirnya merusak persahabatan mereka, dia terus meyakinkan dirinya sendiri untuk selalu menganggap myungsoo adalah sahabat dan tak boleh lebih

sooyoung akhirnya mengatakan semua yang ia ingat tentang myungsoo

“gomawo unnie…” kata seohyun setelah itu

“seohyun-ah… aku ingin meminta sesuatu padamu” kata sooyoung saat seohyun beranjak pergi

“apa unnie?” tanya seohyun

“myungsoo… dia baru pertama kali jatuh cinta.. jadi jangan buat dia kecewa” kata sooyoung

“nde unnie..^^” kata seohyun lalu beranjak pergi

“cihh… sok bijak sekali, genre saja belum jelas..” umpat seohyun saat dia sudah cukup jauh dari sooyoung

—–***—–

“soo.. kau kenapa?” tanya amber pada sooyoung yang sejak jam pertama hanya tidur dan meletakan kepalanya dimeja

“nan gwenchana.. ukkukk uhukkk” kata sooyoung lirih dan sesekali terbatuk. myungsoo yang duduk dibelakang sooyoung hanya diam dan terus memperhatikan sooyoung.

amber meletakan tangannya didahi sooyoung

“oo.. aigoo soo.. badanmu panas sekali.. ayo kita ke UKS sekarang” ajak amber. wajahnya terlihat panik.

“ cepat sana ke uks!! jangan sok kuat babo!!” kata myungsoo dengan wajah coolnya.tapi sebenarnya dia khawatir setengah mati melihat sooyoung pucat seperti itu

sooyoung membalikan badan dan menatap marah pada myungsoo

“lebih baik kau ..ukkukk uhukkk.. diam daripada hanya bicara dan menambahku sakit!!” kata sooyoung. myungsoo tersentak mendengarnya

“sudahlah kalian ini sempat-sempatnya bertengkar!!” kata amber.dia meraih tubuh sooyoung dan memaksanya berdiri

“amber.. ukkukk uhukkk ..aku ..uhukkk.. baik-baik saja!!” kata sooyoung

“anhi.. saat kau bilang kau tidak apa-apa itu berarti terjadi sesuatu padamu” kata amber

“haaahhhh” sooyoung akhirnya menyerah dan menurut pada amber

“songsaengnim.. aku izin ke UKS ya,sooyoung demam” kata amber pada mr.park yang sedang mengajar

myungsoo terus menatap kepergian sooyoung. tidak bisa dipungkiri jika dia sangat khawatir pada sooyoung. biasanya dialah yang menemani sooyoung ke UKS jika sooyoung sakit tapi lagi-lagi sooyoung masih tidak mau bicara baik-baik pada myungsoo,myungsoo pun masih sangat gengsi untuk meminta maaf pada sooyoung.

—–

“TUK TUK TUK” myungsoo mengetukan telunjuknya dimeja

selama pelajaran, myungsoo hanya menggoyangkan kakinya sambil menunggu bel istirahat berbunyi. dia ingin segera ikut ke UKS untuk melihat sooyoung

“KRRIIIIIIINKKKK KRIIINKKK”

akhirnya bel berbunyi,myungsoo segera berdiri dan berlari ke uks

dan langkahnya terhenti didepan pintu saat dia melihat seorang namja sedang duduk dipinggir ranjang sooyoung

“jonghyun?” gumamnya pelan

“oh.. myungsoo kau disini” seseorang berbicara dari arah belakang myungsoo

“yonghwa.? apa yang kau lakukan disini?” tanya myungsoo balik

“oh aku.. aku ingin menjenguk jonghyun.. sejak tadi dia tak enak badan dan akhirnya dia izin ke UKS untuk istirahat” kata yonghwa

“BWO?!!” pekik myungsoo

“kenapa?” tanya yonghwa terkejut

“tapi tapi tapi tapi.. sooyoung sejak tadi juga izin ke UKS.. ommo berarti mereka sejak tadi berada ditempat yang sama” kata myungsoo heboh sendiri

“jinjja? waah itu bagus..” kata yonghwa

“apaya yang bagus..?” tanya myungsoo kesal

“kudengar jonghyun mendekati sooyoung lagi.. haha sudah kubilang jonghyun akan kembali pada sooyoung” kata yonghwa sambil tersenyum puas

“andwe andwe…!! lagipula disana ada amber” kata myungsoo mencoba menyangkalnya

“amber? bukannya sejak tadi dia pacaran dengan key di taman ya” yonghwa menggaruk kepalanya yang tak gatal

“BWO?!” myungsoo kembali memekik

“myungsoo.. kau ini kenapa sih berteriak seperti itu?” Tanya yonghwa sedikit kesal

“andwe.. ini tak bisa dibiarkan!! ayo kita masuk kesana” ajak myungsoo

“hey hey kenapa begitu.. sooyoung dan jonghyun tak mungkin melakukan hal aneh.. lagipula mereka pasti sangat lelah karena kegiatan kemarin” kata yonghwa

“apa? memang mereka melakukan apa?” tanya myungsoo

“kemarin ada acara menyantuni anak panti di taman gereja, dan mereka yang bertanggung jawab atas kegiatan itu.. jadinya mereka harus mengurusi semua perlengkapan meski hujan turun lebat..” kata yonghwa

“tunggu tunggu.. berarti mereka kemarin hujan-hujanan berdua?” tanya myungsoo

“kau ini kenapa.. mereka kan hujan-hujanan karena sebuah kepentingan. bukan karena bersenang-senang” kata yonghwa

myungsoo terdiam,tiba-tiba ingatan saat dia dan sooyoung bersama dibawah guyuran hujan teringat diotaknya

“aku orang yang harus selalu bersamanya saat hujan” batin myungsoo kesal

——–

sooyoung terbangun saat dia merasa seseorang masuk ke ruangan uks itu. diapun berbalik dan bangun dari tidurnya

“jonghyun-ah.. ukkukk uhukkk kau tidak jadi..” kata-kata sooyoung terhenti saat ternyata yang datang adalah myungsoo

“oh.. kau ternyata..” kata sooyoung lirih dan cuek

“kenapa? kau kecewa karena bukan jonghyun yang datang kesini?” tanya myungsoo sambil duduk dikursi yang ada disamping ranjang sooyoung. sooyoung hanya mendesah malas

“ini makanlah..” kata myungsoo sambil memberikan sekotak makanan pada sooyoung. sooyoung menoleh dan sedikit terkejut melihat apa yang myungsoo pegang

“uhukkk.. khhmm milik siapa itu?” tanya sooyoung. dia sudah tahu jika kotak itu tak mungkin milik myungsoo

“ini…” myungsoo tak berani melanjutkan. dia yakin sooyoung akan menolak jika tahu kotak makanan itu milik seohyun

“seohyun?” tanya sooyoung seolah dia sudah yakin akan jawaban itu

“bagaimana kau tahu?” tanya myungsoo

“dia.. uhukkk.. dia pernah memintaku untuk memberikan itu padamu.. tapi aku malas berada di dalam urusan kalian jadi kutolak saja…” kata sooyoung

“bisakah kau tak jahat padanya.. jika kau membenciku maka bencilah saja padaku jangan pada seohyun juga” kata myungsoo marah

“hmmmm… jika kau minta begitu aku malah akan membenci kalian berdua…, “ kata sooyoung dengan santainya

“choi sooyoung!! “ bentak myungsoo

“ jika sudah puas membuatku kesal maka pergilah membawa makanan itu.. lebih baik kau yang memakannya,itu akan semakin mengeratkan hubungan kalian” kata sooyoung tanpa menatap myungsoo

myungsoo menghembuskan nafasnya seakan dia benar-benar lelah

“kenapa kau begini? kenapa kau berubah jadi jahat seperti ini? jangan bilang jika kau cemburu dengan hubunganku dan seohyun” selidik myungsoo

sooyoung tertawa seketika, “bwoohhhaahahaha kau bercanda?! kalian jadianpun aku tak akan perduli“ kata sooyoung

“begitu?!! baiklah.. kuanggap itu permintaanmu choi sooyoung..!!” myungsoo berdiri dengan kesal

“INGAT!!  AKU!!- AKAN!!- MENYATAKAN!- PERASAANKU!!- PADANYA!!” kata myungsoo dengan penuh penekanan

“ITU BAGUS!! WAKTUMU AKAN DIPENUHI OLEH KISAH ROMANTIS KALIAN, TIDAK AKAN ADA LAGI YANG NAMANYA BERTENGKAR DENGAN SOOYOUNG…!!” sahut sooyoung. meski sedang sakit dia tetap meninggikan suaranya

myungsoo menatap tajam pada sooyoung lalu pergi begitu saja

“KAU AKAN MENYESAL CHOI SOOYOUNG!!” teriak myungsoo sambil terus berjalan keluar

“PERGILAH KIM MYUNGSOO!! JANGAN MUNCUL  LAGI DIHADAPANKU!! JANGAN MUNCUL BERSAMA YEOJA MENYE-MENYE BERNAMA SEOHYUN ITU!! hkksss..” sooyoung terisak. sungguh dia sangat sedih akan kisah persahabatan yang berakhir seperti ini, berakhir buruk karena sebuah cinta segi empat yang sangat rumit ini

“hiksss.., hiksss.. babo!! KIM MYUNGSOO BABO!!! AKU MEMBENCIMU!!!” kata sooyoung disela isakannya. dia mencengkram sprai ranjang uks itu kesal

“sooyoungie.. kenapa myungsoo-..?” jonghyun ternyata kembali dan kini sudah berdiri disamping sooyoung. dia terkejut saat melihat sooyoung sedang mengusap air matanya.

“hey ada apa? kenapa kau menangis? apa yang myungsoo lakukan padamu?” tanya jonghyun. dia duduk dikursi yang berada disamping ranjang sooyoung. dia segera menarik dagu sooyoung untuk melihat keadaan sooyoung sebenarnya

“a.. aku tidak apa-apa..” kata sooyoung lalu sedikit mundur. dia sedikit risih dengan jarak mereka yang terlalu dekat

jonghyun ikut mudur dan kini bersandar pada sandaran kursi

“selama aku mengenalmu.. baru kali ini aku melihatmu menangis..” kata jonghyun.

sooyoung hanya diam dan mendengarkan kata-kata jonghyun

“dan entah kenapa rasanya cukup menyakitkan..” kata jonghyun lagi. sooyoung mengeryit

“apa maksudmu?” tanya sooyoung

“setelah mengenalmu.. aku.. jadi menyadari satu hal..,” jonghyun tidak emnjawab pertanyaan sooyoung. dia malah menatap mata sooyoung dalam. membuat sooyoung semakin bingung

“dulu kupikir.. bisa memiliki yeoja cantik itu adalah suatu kebanggaan, tapi… setelah mengenalmu, aku mengabaikan pikiran itu.. aku sadar.. jika personality dan kenyamanan jauh lebih penting “

“lee jonghyun apa sebenarnya maksudmu?” tanya sooyoung tak mengerti

“aku.. suka personalitymu, dan.. berada disampingmu.. membuatku sangat nyaman…, hingga rasanya.. aku ingin terus berada disisimu…” kata jonghyun.

“lee jonghyun..”

“meski hal ini terasa sangat memalukan, mengingat aku pernah meremehkanmu dulu…” kata jonghyun berbelit-belit.

“ saranghae.. choi sooyoung.. aku.. mencintaimu..” kata jonghyun lembut.

mata sooyoung terbelalak “BW..BWO?!”

—-

“brukkk”

“ahh”

“mianhae..” kata myungsoo lalu membungkuk sedikit

“oppa…” kata seohyun. ternyata dia adalah orang yang myungsoo tabrak

myungsoo diam dan menatap seohyun dalam

“o.. oppa.. ada apa?” tanya seohyun gugup

“ saranghae.. seo joohyun.. aku.. mencintaimu..” kata myungsoo.

mata seohyun terbelalak, “BW..BWO?!”

“chu~~” myungsoo tiba-tiba meraih pipi seohyun dan langsung mencium bibirnya. ciuman datar yang hanya sekedar menempelkan bibir saja

__ TBC __

hayo ini belum end lho… jangan kecewa dulu ne? part berikutnya lebih mengecewakan kog*plak justkid tapi ga lucu

hehe, tetep ditunggu tanggepannya ya, semakin banyak maka semakin cepat juga publish part berikutnya

dan kalo kalian pengen update ff apa aja yang dipublish kalian bisa liat di fanpage sooyoung fanfiction

selamat hari pahlawan  ^^

Antagonis (part 5)

TITLE : antagonis (part 5)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong raderdeul, haha i’m back \(^o^)/… wah ga kerasa udah seminggu*plak belum seminggu ya,baru kemaren kale

hehe,Alhamdulillah nih readerdeul karena onnieku pulang dari semarang aku jadi minjem modemnya deh *dasar author kerehore wkwkwkwk

—-

happy reading and don’t be siders

—-

meski jantungnya sangat berdebar-debar sekarang,dia tetap berusaha menghentikan semuanya dan mendorong jonghyun

langit

“greebb” tiba-tiba seseorang menarik jonghyun

” BUGGHHH!!!” jonghyun tersungkur

“BERANI SEKALI KAU MENYENTUH SOOYOUNG DAN MENCIUMNYA SEPERTI ITU DI GEREJA!!! KAU TAK MALU DENGAN TUHAN HAAHH!!” teriak myungsoo sambil menunjuk wajah jonghyun yang memar akibat pukulan kerasnya

jonghyun hanya menatap tajam pada myungsoo, “kau tidak lihat? sooyoung diam saja.. itu tandanya dia juga menyukainya” katanya

“BUGGHHHH!!!” pukulan yang lebih keras mendarat dipipi jonghyun. myungsoo menatap jonghyun geram

“MENYUKAI KATAMU!! DASAR NAMJA KEPA**T!! BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA!! “

“myungsoo sudahlah.. ini digereja” larang sooyoung sambil menarik lengan myungsoo

“Apa masalahmu?!! Harusnya kau senang.. Jika aku mendekati sooyoung itu berarti sainganmu untuk mendapatkan seohyun berkurang!!” kata jonghyun

“BWOHH??!!” myungsoo berniat memukul jonghyun lagi tapi sooyoung segera menahannya

“myungsoo jebal..” mohon sooyoung. dia melerai bukan bermaksud untuk melindungi jonghyun tapi dia hanya mencegah myungsoo berbuat sesuatu yang tak pantas myungsoo perbuat

“ Kau pikir aku namja keparat sepertimu eoohh?! meskipun aku mencintai seohyun.. aku tetap menyayangi sooyoung seperti aku menyayangi diriku sendiri..” kata myungsoo emosi

“cihh!!” tanggap jonghyun remeh

“kau itu namja!! maka bersikaplah layaknya namja sejati!! jagalah ucapanmu itu!!jangan labil seperti banci!!“ lanjutnya

“myungsoo jebal,tenanglah.. kau tak perlu bebrbuat seperti ini” kata sooyoung memohon

myungsoo menghela nafas,”haahhh baiklah.. ayo kita segera pergi dari sini” kata myungsoo lalu meraih tangan sooyoung lembut

jonghyun sedikit heran dengan hubungan antara myungsoo dan sooyoung, bahkan bagi jonghyun ikatan diantara keduanya lebih intim daripada hubungan sepasang kekasih

“sooyoungie.. aku yakin kau masih menyukaiku!!” kata jonghyun. myungsoo dan sooyoung langsung menghentikan langkahnya

dengan geram myungsoo beranjak menghampiri jonghyun,tapi sooyoung segera menahannya

“lalu jika aku masih menyukaimu kau memintaku kembali begitu?” Tanya sooyoung.jonghyun hanya diam dan tak menjawab

“kau pikir aku begitu murahan hingga mau kau jadikan pelampiasan?! aku tahu kenapa kau seperti ini.. karena kau tahu jika seohyun tak menyukaimu kan?” lanjutnya

“anhi.. kenapa aku harus memintamu kembali? kau pikir jika aku menciumu maka aku menyukaimu eoh?” tanya jonghyun

“asshh jinjja!! manusia ini benar-benar ya..” myungsoo hanya mendesah kesal.dia ingin memukul jonghyun tapi sooyoung mencengkram tangannya kuat

“begitu.. ? oh syukurlah aku lebih senang mendengar hal ini ^^” kata sooyoung sambil tersenyum

“soo.. ayo kita pergi!!” lanjut sooyoung setelah itu

“kau tak mengizinkanku memukulnya soo?” tanya myungsoo

sooyoung menggeleng,”jangan nanti tanganmu bisa sakit… “ kata sooyoung

——-

myungsoo pov

aku menoleh kearah sooyoung,dia masih diam dan menatap lurus kearah kotak pasir yang berada didepan kami.

setiap ada waktu senggang,aku dan sooyoung akan mampir ketaman kanak-kanak yang berada didekat rumahnya

“haahhhh” aku hanya menghela nafas. aku pernah mengalami hal seperti ini,memukuli namja yang sudah menyakiti sooyoung. dulu key dan sekarang jonghyun

tapi entah kenapa emosiku jauh lebih besar saat aku melihat jonghyun mencium sooyoung. rasanya aku ingin sekali menyobek mulutnya yang labil itu, menyobeknya agar dia tak macam-macam lagi dengan sooyoung

“gomawo… “ kata sooyoung tanpa menoleh padaku

“itulah yang seharusnya aku lakukan” jawabku

“untung saja aku yang diperlakukan seperti itu.. coba kalau seohyun,kau pasti langsung membunuhnya ditempat..” katanya lalu tertawa.aku terdiam, aku bahkan tidak memikirkan hal itu.

“ kenapa kau berfikir jika aku lebih mementingkan seohyun daripada kau?” tanyaku

dia tersenyum, “jadi aku lebih perduli padaku daripada seohyun?” selidiknya

aku diam tak bisa menjawab,”hhahaha benar kan kau tak bisa menjawabnya..” katanya

“kenapa kau masih seceria ini? apa sebenarnya kau senang jonghyun menciumu?” tanyaku. aku bisa melihat senyuman diwajahnya pudar seketika

“kenapa kua bisa bicara seperti itu?” tanyanya

“aku… hanya…”

“kau tahu sebenarnya hatiku sangat sakit karena jonghyun tadi,bahkan rasanya lebih menyakitkan daripada saat aku tahu jika dia tak menyukaiku” kata sooyoung.

“aku merasa jika aku ini seperti yeoja murahan yang dengan begitu mudahnya dicium oleh namja” katanya

“dia memang namja kepa**t!!” kataku

“lihat, aku seperti ini saja kau sudah sangat emosi.. bagaimana jika aku sedih? kau bisa-bisa mengutuknya seumur hidup” katanya

aku terdiam mencerna kata-katanya,”jadi dia menahan kesedihannya karenaku?” batinku

“beeb beeb..”

“nde yoebseyo..” sapa sooyoung setelah dia mengangkat telphonnya

aku hanya diam dan memperhatikan dia.hey tunggu kenapa aku baru sadar jika mata sooyoung itu coklat? bulu matanya juga lentik

“DEG” aku terdiam, aku langsung menggeleng kepalaku cepat

“apa yang kupikirkan sih hahaha momcheongaa…” batinku

“jinjaa? wah gomapsumnida.. kalau begitu besok aku akan segera kekantor anda sajangnim…” kata sooyoung. dia terlihat senang. bahkan dia berdiri dan membungkuk meski dia sedang berbicara lewat telphon

dan lagi-lagi aku malah memperhatikan bibirnya, memperhatikan saat bibirnya tersenyum, hey senyumnya manis juga ternyata

“apa yang kau lihat? kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya sooyoung yang entah sejak kapan sudah menutup telphonnya dan kini malah menatapku sedikit ngeri

“a.. aku.. aku hanya baru sadar…”

“baru sadar? sadar apa?” tanya sooyoung

“ngg sadar…. sadaar.. sadar jika ternyata kau mirip yeoja juga..” kataku asal

“TAAPPPPPP” dia langsung menginjak kakiku

“ARRRGGGHHHHHH!!!” pekiku kesakitan

“aku ini memang yeoja babo!! ishh kau menyebalkan sekali sih!!!” katanya kesal

“eeyyyyy tapi kelakuanmu dan pukulanmu layaknya namja.. kau tak pernah berkata lembut dan ataupun bertingkah manja,kau tak pernah melakukan aegyo, kau juga tak berpakaian layaknya yeoja” kataku sambil melihat tubuhnya dari atas sampai bawah

lalu tiba-tiba dia mandekatkan tubuhnya padaku sambil tersenyum smirk. akupun sedikit mundur,tapi dia malah menempelkan tubuhnya padaku

“bwo..bwohaneungeoya?” tanyaku gugup

dia kembali melakukan wink lalu tangan lentiknya mulai memegang pipiku lembut. mataku semakin terbelalak

perlahan tangannya turun, telunjuknya mengikuti lekuk leherku.

“myungsoo-ya… “ katanya dengan berbisik dan terlihat sedikit merayu. aku semakin terdiam kaku

“haha..^^” tiba-tiba dia tersenyum manis dan menampakan eye smilenya. aku mengerjapkan mataku karena tak mengerti dengan maksud sooyoung

dia mundur sambil menatapku,“lihat!! aku melakukan hal seperti itu saja kau sudah gugup, apalagi jika aku melakukan semua yang kau sebutkan tadi?bisa-bisa kau menyukaiku sejak dulu…” katanya. aku terdiam mencerna kata-katanya

“ jika kau tahu namja suka yeoja seperti itu kenapa kau tak merubah dirimu?” tanya myungsoo

“hahaha karena aku tidak suka semua itu, aku ya aku, aku ya seperti ini.., jika aku merubah diriku karena ingin mendapat hati laki-laki berarti aku tidak jadi diriku sendiri….” katanya. aku terhenyak. dia selalu bisa bicara dengan begitu bijak

“dan aku yakin jika tidak semua namja suka yeoja seperti yang kau sebutkan tadi ^^…,” lanjutnya

–***—

sooyoung pov

“ myungsoo-ya apa kau mau menemaniku ke—“

“oppaa” aku langsung terdiam saat tiba-tiba seohyun datang dan langsung memotong kata-kataku

“oh.. seohyun-ah ^^” kata myungsoo senang. seohyun langsung berdiri diantara kami berdua dan membelakangiku

“isshhh” aku mengangkat tanganku seolah ingin memukulnya.

“yeoja ini sungguh tak sopan!!” umpatku pelan. aku segera mudur

“ya sudah!! aku pergi dulu!!!” kataku lalu segera pergi. entah kenapa aku selalu saja benci jika seohyun ada didekatku

“soo… kau tadi ingin bicara apa?” tanya myungsoo sedikit berteriak

“tidak jadi!!” kataku kesal tanpa menoleh padanya

“dia kenapa sih malah marah-marah begitu?” aku bisa mendengar myungsoo berkata seperti itu. aku hanay diam dan terus berjalan

“oppa.. sabar ya.. dia memang seperti itu jadi maklum saja” aku terhenti saat seohyun bicara seperti itu dengan begitu pd-nya

aku berbalik, “tahu apa kau anak kecil!! kau tak mengenalku ya.. jadi lebih baik kau diam!!” pekiku pada seohyun

seohyun langsung berbalik, wajahnya menampakan kesedihan. membuatku semakin muak

“onnie.. mi.. mianhae jika aku menyinggungmu..” katanya dengan wajah menyesal. aku tahu pasti dia juga berpura-pura

“hasssshhh what the fu*k!!” kataku kesal lalu berbalik dan segera pergi

“oppa.. bagaimana ini.. dia tak mau memaafkanku” rengek seohyun pada myungsoo.

“YA CHOI SOOYOUNG!! DIA SUDAH MINTA MAAF PADAMU KENAPA KAU SEPERTI ITU?!” teriak myungsoo

“WHAT  EVER!! “ pekiku kesal

——

“sooyoungie..” aku menoleh dan melihat jonghyun memelankan laju sepeda motornya agar bisa mensejajari langkahku

“ada apa?” tanyaku dingin

“aku ingin bicara denganmu… kumohon berhentilah” kata jonghyun.

aku memutar bola mataku malas, “ apa lagi? bikankah urusan kita sudah selesai.. bukan-bukan aku memang tak pernah punya urusan denganmu!”

“ayolah soo.. aku tak akan menyakitimu” katanya

—–

“mianhae.” kata jonghyun

aku masih diam dan emnatap lurus kedepan

“mianhae… aku menjadikanmu sebagai pelampiasan” lanjutnya. haahh jadi benar aku hanya menjadi pelampiasanya

“apa kau ditolak seohyun?” tanyaku pelan.

“dia menolaku secara tersirat..” katanya sambil menunduk. aku terdiam menatapnya.

aku tahu bagaimana rasanya ditolak secara tersirat. karena dulu dia juga melakukannya padaku

“kau bisa bercerita padaku.. aku akan menjadi pendengar yang baik” kataku lembut.

dia menoleh padaku dengan tatapan sedikit terkejut

“kau yakin?” tanyanya

aku tersenyum lalu mengangguk,” aku tak akan merasa sakit karena aku pernah merasakan yang lebih sakit daripada mendengar orang yang kau suka membicarakan yeoja lain^^” kataku

“haaahhhh…” dia menghela nafas

normal pov

“kau bisa bercerita padaku.. aku akan menjadi pendengar yang baik” aku menoleh tak percaya pada sooyoung

“bagaimana bisa dia bicara seperti itu pada namja kurang ajar sepertiku?” batinku

“kau yakin?” tanyaku.

tapi dia malah tersenyum lembut padaku,” aku tak akan merasa sakit karena aku pernah merasakan yang lebih sakit daripada mendengar orang yang kau suka membicarakan yeoja lain^^” katanya

111

“Ya Tuhan ternyata dia tak seburuk yang kukira” batinku sedikit kagum padanya

aku menghela nafas sejenak, “aku mengajaknya kepasar malam yang ada didekat sekolah.., dan dengan riang dia menyetujuinya.. kufikir dia mau karena memang dia memberikan harapan untuku… tapi ternyata dia juga sering main dengan namja lain yang mengajaknya“ kataku.

“mmm… mungkin karena dia.. mudah bergaul dengan siapapun” katanya

aku mengangguk,“ mungkin,lalu saat disana dia selalu bilang ‘pasti senang jika aku punya barang itu’ atau ‘ haah kapan ya aku memiliki yang seperti itu’ dan tentu saja aku membelikan semua yang dia inginkan..” kataku

“kau membelikan semuanya?! kau berarti sudah dibutakan oleh pesonanya..” kata sooyoung.

“kenapa begitu? kau terlihat tidak menyukainya” tanyaku

dia menghela nafas,” seingin-inginnya yeoja pada sesuatu tapi tak seharusnya dia bicara begitu dengan namja yang bukan pacarnya.., meski tak meminta langsung tapi dengan tersirat dia menyuruhmu membelikannya barang itu” kata sooyoung.

“memang kau tak pernah seperti itu pada seorang namja?” tanyaku penasaran

dia menggeleng, “untuk apa? aku bukan istrinya..itu berarti aku belum punya hak untuk meminta sesuatu.., bagiku meminta-minta seperti itu bukanlah cinta.. “ katanya.

“haahh kau benar juga… “ kataku.

“lalu apa lagi yang seohyun lakukan padamu?” tanya sooyoung

“saat jalan-jalan… dia selalu menyebut myungsoo myungsoo dan myungsoo…, lalu dia bilang ‘ meski banyak namja yang mendekatiku dan selalu baik denganku.. aku tetap akan mennggu myungsoo oppa’ begitu katanya”

“ya… aku juga tahu jika dia menyukai myungsoo…” kata sooyoung

“kurasa aku harus melupakan seohyun” kataku

“wae? kau menyerah?” tanya sooyoung

aku menggeleng, “aku.. tidak suka dengan personalitynya… dia… tak sebaik wajahnya” kataku

“ow.. baiklah jika itu keputusanmu… personality memang lebih penting daripada penampilan ^^” katanya lalu tersenyum. aku balas tersenyum

“gomawo sooyoungie.. kau sudah mau mendengarkan ceritaku… kurasa hatiku lebih lega sekarang” kataku.

“nde cheonmanae…, kalua begitu aku harus pergi” katanya lalu beranjak berdiri dari duduknya

“kau ingin kemana? aku bisa mengantarmu.. sebagai balasan karena aku sudah menyta waktumu” kataku

dia memeriksa jam tangannya,”apa tidak apa-apa? sebenarnya aku hampir terlambat” kata sooyoung

“gwenchana.. ayo cepat kalau begitu” ajaku. aku beranjak berdiri

“sooyoungie!! apa yang kau lakukan bersamanya disini?!!” aku dan sooyoung langsung menoleh saat tiba-tiba myungsoo datang bersama seohyun

myungsoo pov

“apa kau masih pusing?” tanyaku pada seohyun. tadi dia bilang dia pusing dan tdak ada orang rumah yang bisa menjemputnya.

“molla oppa.. badanku benar-benar lemas” katanya. kasihan sekali dia, dia harus seperti ini setiap hari menunggu jemputan sendirian

“yasudah ayo kuantar kau pulang” kataku.

lalu tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia melihat seorang yeoja dan namja sedang duduk dikursi pinggir terotoar

“oppa.. bukankah itu jonghyun oppa dan sooyoung onnie? apa mereka berkencan?” tanya seohyun.aku segera menoleh pada tatapan yang dituju seohyun

aku mengeryit,dengan geram aku segera menghampiri mereka “sooyoungie!! apa yang kau lakukan bersamanya disini?!!” tanyaku

dia dan jonghyun terlihat ingin pergi.

sooyoung hanya diam dan menatap tajam pada seohyun.

“wae?” tanya sooyoung setelah itu

“wae? kau tak ingat jika dia sudah menyakitimu… kenapa kau begitu mudah memaafkan dan sekarang malah bicara berdua?” tanyaku

“oppa tenanglah.. kau kenapa” kata seohyun lembut. dia selalu saja bisa menenangkanku

“sooyoungie kau bilang kau terburu-buru… ayo lebih baik kita segera kesana” kata jonghyun menyela.

“berani sekali dia” umpatku dalam hati

“aku sedang bicara dengan sooyoung kenapa kau bicara seperti itu?!” kataku kesal pada jonghyun

“kim myungsoo kenapa kau memarahi  jonghyun tapi kenapa kau tak memarahi seohyun yang tadi dengan polosnya menyela perkataanku dan membelakangiku.. sudahlah berhentilah bersifat kekanak-kanakan..!!” kata sooyoung. wajahnya terlihat marah

“onnie.. jadi kau masih marah karena hal tadi.. mianhae.. aku benar-benar” seohyun berkata dengan penuh rasa -bersalah tapi jonghyun malah memotong kata-katanya

“sooyoungie.. kurasa kita tak perlu lagi berada disini… ayo pergi saja” kata jonghyun lalu langsung menarik tangan sooyoung untuk pergi.

hey berani sekali dia memegang tangan sooyoung seperti itu?!

——

normal pov

“ jadi kau sudah lama menjadi penulis artikel dan cerpen di majalah-majalah?” tanya jonghyun. dia terlihat sedikit kagum dan juga tak percaya

sooyoung hanya mengangguk,”hanya sambilan.. hehe daripada waktuku ku habiskan untuk kediskotik atau yang lain” kata sooyoung

“kenapa aku baru tahu..?” kata jonghyun.

sooyoung tertawa kecil,”apa aku harus memberitahu semua orang jika aku adalah seorang penulis amatir?” tanya sooyoung

“amatir kau bilang? bahkan novelmu akan diterbitkan,itu berarti kau seorang penulis hebat” kata jonghyun bersemangat

“hahaha amin ^^ , mm kuberi tahu satu hal jonghyun-ah…”

“apa?” tanya jonghyun

“tapi kau jangan percaya diri ya..” lanjut sooyoung. jonghyun mengangguk

“kau… adalah satu-satunya orang yang tahu jika aku adalah seorang penulis…” kata sooyoung sedikit berbisik

jonghyun terdiam,”benarkah itu? myungsoo amber atau yonghwa juga tak mengetahuinya?” tanya jonghyun

sooyoung mengangguk sambil mengulum senyum.” sebenarnya myungsoo ingin kuberitahu kabar ini.. tapi yah kau tahu lah” kata sooyoung

“seohyun?” tanya jonghyun. sooyoung hanya mengangguk

“tapi tidak apa-apa… kurasa aku tak perlu memberitahunya” kata sooyoung.

“haahh sudahlah tak usah sedih.. aku akan mentraktirmu es krim,otthe?” kata jonghyun. sooyoung mengangguk cepat sambil tersenyum senang

—***—

“sooyoungie… kita harus bicara” kata myungsoo sambil menarik tangan sooyoung

“hey myungsoo.. aku belum selesai mengerjakan tugas..” kata sooyoung

myungsoo tak menghiraukannya dan terus membawa sooyoung menuju balkon sekolah

“ada apa sih?” tanya sooyoung kesal. dia mengusap lengan tangannya yang sedikit memerah karena cengkraman myungsoo tadi

“kenapa kau jadi terlihat jahat pada seo..? apa kau membencinya karena jonghyun menyukainya?” tanya myungsoo

“anhi…aku  tak membencinya, tapi mianhae aku juga tak bisa baik padanya,dan ini semua bukan karena jonghyun, aku punya alasan yang mungkin tak bisa kau terima dan juga tak perlu kau ketahui ..” jawab sooyoung santai

myungsoo mendesah kesal,“lalu apa yang kemarin kau bicarakan dengan jonghyun?” tanya myungsoo.

sooyoung tertawa kecil,”bwohahahhaha apa urusanmu bicara seperti itu? “ kata sooyoung

“aku ini sahabatmu.. bukankah kau ingin mengajaku kenapa kau malah pergi dengan jonghyun kemarin??” tanya myungsoo

“kim myungsoo.. kau diam dan tak membahas ini aku malah tak akan marah padamu.. tapi aku sekarang benar-benar marah padamu!!” kata sooyoung. kini tatapannya tajam dan dingin

“wae? “ tanya myungsoo tak mengerti

“kau bilang kau sahabtku kan? tapi saat seohyun dengan begitu menyebalkannya langsung berdiri di antara kita dan menyela kata-kataku apa yang kau lakukan!! apa kau memarahinya? atau setidaknya kau mempersilakanku untuk melanjutkan bicara…? tidak kan? tapi kau malah memarahiku karena aku tidak memaafkan seohyun.. dank au bilang itu sahabat?” tanay sooyoung. matanya berkaca-kaca

myungsoo terdiam, dia terbeku mendengar kata-kata sooyoung. sekelebat rasa bersalah langsung menghampirinya

“meski jonghyun bersalah padaku tapi dia meminta maaf dengan baik-baik.. sedangkan kau? kau tiba-tiba datang dan berteriak layaknya kau ini adalah appaku…!!” kata sooyoung lagi. myungsoo semakin tercekat mendengarnya

“kenapa aku kemarin marah-marah melihat sooyoung dengan jonghyun ya” batin myungsoo

“aku akan tetap mendukungmu untuk mendapatkan seohyun.. tapi jika seperti ini.., entahlah…….” sooyoung menghela nafas sejenak

“aku merasa kim myungsoo!! kau berubah saat kau bersamanya!! kau seakan tak mengenalku!! wanita yang ada di dekatmu seolah hanya seohyun!!.. “ kata sooyoung. air matanya mulai menetes

“aku tidak akan meminta seluruh waktumu, tapi setidaknya kau tetap menganggapku, jangan samakan aku dengan seohyun,perlakukan aku seperti biasanya..,kau masih mengingatnya kan?” kata sooyoung

myungsoo masih diam dan menghayati kata-kata sooyoung. sedikit demi sedikit hatinya meluruh,dia merasa sangat bersalah pada sooyoung

“soo… sooyoungie..” kata myungsoo pelan

“mungkin jika seohyun bilang bahwa kau harus menjauhiku maka kau akan menjauhiku…tapi jika aku mengatakan jauhi seohyun apa kau akan melakukannya?” tanya sooyoung.myungsoo terdiam dan tak bisa menjawab

“seohyun tak akan bicara seperti itu.. sebaliknya jika kau.. kau mungkin akan mengatakanya..” kata myungsoo.

seketika air mata sooyoung jatuh semakin deras. membuat myungsoo tak mengerti sebabnya

“saat kau bicara begitu.. kau membuktikan jika kau lebih percaya dengan seohyun daripada denganku…. dan kau benar,aku ingin sekali menyuruhmu menjauhi seohyun, bagiku kau terlalu baik untuknya,bagiku kau bisa mendapatkan yeoja yang lebih bagus darinya,entah dari personality ataupun dari tampilannya” kata sooyoung

“apa kau cemburu karena aku masih bertahan dengan orang yang aku suka sedangkan kau sudah ditolak” tanya myungsoo. entah kenapa dia ingin sekali menanyakan pertanyaan aneh ini

“haahhhh baiklah, aku cukup tahu…, aku sudah bisa menyimpulkan semua ini.. kau lebih memilih bertahan dengan seohyun daripada mempertahankan persahabatan kita” kata sooyoung sambil mengusap air matanya

“kuperingatkan kim myungsoo,seohyun-tidak-sebaik-yang-kau-duga…jadi kuharap kau berhati-hati..” kata sooyoung lalu beranjak pergi

“sooyoung jangan seperti ini!! aku ingin tetap bersamamu!! kau.. orang yang paling berpengaruh dalam hidupku..!!” tiba-tiba myungsoo memekik. membuat kangkah sooyoung terhenti

“kenapa kau begitu mudah menyimpulkan jika aku lebih memilih seohyun daripadamu!! aku sama sekali tak menjawab aku akan menuruti seohyun dan mengabaikanmu!! aku bicara begitu karena aku lebih mengenalmu.. aku tahu banyak tentangmu.., aku tahu apa-apa saja yang akan kau pilih.. apa-apa saja prinsip yang kau pegang..!!” kata myungsoo.

“ kau bicara seperti itu karena seohyun tak ada didekatmu.. kau akan-“

“tappp” myungsoo memotong kata-kata sooyoung.dia segera menarik lengan sooyoung lalu membalikan tubuhnya

“kau tahu aku selalu berusaha mempertahankan hubungan persahabatan kita, aku mendekati seohyunpun demi mempertahankan persahabatan kita…” kata myungsoo.dia menatap mata sooyoung dalam

“wae?” tanya sooyoung tak mengerti

“karena jika aku melihat yeoja lain.. aku tak akan menyukaimu…”

“bwo?!”

“taappp!!” myungsoo menarik tangan sooyoung agar sooyoung mendekat dan

“CHUU~~” myungsoo memegang pipi sooyoung dan langsung membungkam bibir sooyoung dengan bibirnya.myungsoo memejamkan mata sambil menggenggam tangan sooyoung agar sooyoung tak pergi.

mata sooyoung terbelalak. mungkin myungsoo pernah sesekali menciumnya.tapi tidak seperti ini,entah kenapa yang kali ini berbeda,seperti ada emosi didalamnya, seperti ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya,bahkan dia baru bisa merasakan bagaimana tekstur bibir mnyungso, bagaimana harumnya aroma myungsoo saat mereka berada dijarak sedekat ini, bagaimana mancungnya hidung myungsoo yang menyentuh dan menekan pipinya

meski tak membalasnya,sooyoung juga sama sekali tida berontak.dia masih terdiam membeku karena perlakuan myungsoo

___ TBC___

part sebelumnya kisseu ma jonghyun, sekarang kisseu ma myungsoo, part selanjutnya sama seohyun jangan-jangan -_-” *yuri_mode_on

mian kalo jelek atau ga memuaskan,mian juga kalo ada kesalahan dalam penulisan,

tetep ditunggu tanggepannya ya ^^ dan doakan semoga wifi disekolah lancar/atau ada pulsa nyasar kemodemku hehe…jadi bisa publish ff terus wkwkwk*modal gratisan#justkid

oh iya kalo kalian mau lebih update ff apa aja yang aku publish,kalian bisa liat di fanpage sooyoung fanfiction ^^

Antagonis (part 4)

TITLE : antagonis (part 4)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship, school life

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—-

anyeong readerdeul,apa kalian udah pada lumutan nunggu aku publish ff..? keke *plakk

mian akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas sekolah nyang bejibun banyaknya,jadi aku harus nyuekin laptop buat sementara.gapapa kan? kalian ga marah kan? *plakk brisik lu thor!!

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—-

“Ya Tuhan,ternyata bukan hanya wajahnya yang terlihat seperti malaikat tapi hatinya juga.aku bersyukur karena bisa menyukai yeoja sepertinya” Myungsoo

part 4

ant4

sooyoung menoleh malas pada myungsoo yang kini berdiri disampingnya sambil menatapnya

“apa?” Tanya sooyoung sinis

“dia sudah sadar.. sekarang minta maaflah padanya..” kata myungsoo

“BWO?!!! HAHAHHA!! apa kau bercanda? untuk apa aku minta maaf padanya?!! tidak mau!! “ kata sooyoung sinis

myungsoo menghela nafas,”bersikaplah dewasa soo.. dia saja mau memaklumi sikapmu tadi.. tapi kenapa..”

“KIM MYUNGSOO DENGAR!! aku sudah bilang aku tidak sengaja!! aku sudah bilang aku tidak mau minta maaf padanya! kau masih ingat choi sooyoung kan?! sekali dia tidak mau,maka dia tidak mau!! atau jangan-jangan kau sudah melupakan nama choi sooyoung karena yeoja bernama seo joohyun?!!” kata sooyoung sambil meninggikan nada suaranya

“soo ayolah kenapa kau seperti ini?“ betak myungsoo.

sooyoung mendesah kesal,“kurasa kau memang sudah lupa nama choi sooyoung!!! baiklah.. aku bisa menerimanya!!” kata sooyoung lalu pergi begitu saja

myungsoo hanya menghela nafas akan sikap sooyoung itu

—-

“hyuna..aku senang sekali.. tadi myungsoo oppa menungguku hingga aku sadar”

langkah sooyoung menuruni tangga terhenti saat dia mendengar nama sahabatnya disebut. dia segera melihat kebawah dan dia melihat seohyun dan hyuna berada disana.

“jinjja… sudah kubilang mereka percaya jika kau pingsan” kata hyuna.

“hhihi.. syukurlah aku tidak ketahuan.. bahkan tadi aku mendengar myungsoo oppa bertengkar dengan sooyoung onnie” lanjut seohyun

mata sooyoung terbelalak terkejut,”apa maksudnya?!!” batinnya geram.dia memegang kuat railing tangga saking kesalnya

“itu bagus… semoga saja kau bisa cepat mendapatkan myungsoo oppa ya seo “ kata hyuna. seohyun mengangguk

“cihhh begitu rupanya.. benar-benar menjijikan!!” gumam sooyoung pelan

—-***—

sooyoung pov

“hai soo..” sapa yonghwa saat aku berjalan melewati kelasnya.

aku hanya tersenyum tipis lalu beranjak pergi.aku malas melihat namja yang sedang duduk disampingnya. siapa lagi kalau bukan jonghyun

“soo tunggu..” panggil yonghwa lagi. dia berlari kecil kearahku

“ada apa?” tanyaku

“aku sudah diberi tahu amber jika kau sudah tahu tentang jonghyun” katanya.wajahnya terlihat menyesal

entah kenapa aku melirik kearah jonghyun sejenak lalu tersenyum remeh

“itu benar “ jawabku sambil tersenyum

“haaah mianhae soo.. karena aku kau jadi berharap banyak padanya, tapi dia…”

“sudahlah.. aku sudah melupakannya sungguh… “ kataku pada yonghwa

haahhh sooyoungie,kau berbohong lagi.melupakanya?!! bahkan aku masih memperhatikan dia,aku masih mencuri pandang kearahnya,aku masih berharap dia menyapaku dan melempar senyuman manisnya padaku, aku masih berharap jika semua yang dikatakan jonghyun hanyalah lelucon untuk menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya untuku.

tapi lagi-lagi sakitlah yang kurasakan,apalagi aku melihat seohyun datang dan berjalan dari arah berlawanan.aku bisa melihat jonghyun terus menatapnya,tatapan yang tak pernah dia lemparkan untuku.

“seohyun-ssi…” aku melihat jonghyun menghampiri seohyun sambil membawa buku

kulihat seohyun tersenyum pada jonghyun,”kenapa dia tersenyum seperti itu pada semua namja?” batinku

“seohyun-ssi ini.. aku ingin mengembalikan buku ini.. gomawo ya” kata jonghyun sambil tersenyum

haaah benar-benar menyakitkan.senyuman itu,kenapa aku tak pernah mendapatkannya?

“nde oppa… cheonmanae.. jika oppa ingin meminjam yang seperti ini aku masih punya banyak… ^^” kata seohyun

entak karena telingaku yang terlalu tajam,atau karena aku memang memperhatikan dan mendengarkan semua kata-kata mereka. intinya adalah aku sangat sedih dan cemburu

“ TAP..” tiba-tiba seseorang menarik lenganku

“sebaiknya kita pergi..” kata yonghwa sambil menarikku untuk menjauh.aku hanya menunduk dan menurut kemana dia membawaku

kami terhenti didepan kelasku, dia melepas genggaman tangannya lalu menatapku

“meski aku tidak seperti myungsoo yang selalu bersama denganmu, atau seperti amber yang selalu mendengarkan curhatmu, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini… kau-sedih!… kau-belum-melupakannya!” kata yonghwa

aku hanya diam dan terus menunduk,” tidak apa soo.. masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi… mungkin saja suatu saat jonghyun menyadari jika kau lebih special dari siapapun” kata yonghwa.

aku menghela nafas,”apa aku harus menunggunya sadar dengan perasaan seperti ini? apa kau pikir aku kuat melihat dia mendekati seohyun seperti itu? apa kau pikir aku bisa bertahan dan terus menunggu sesuatu yang tidak pasti..?” tanyaku

dia diam sejenak sambil menatapku, “kalau begitu kau harus mencari orang lain yang bisa mengalihkan pikiran dan hatimu dari jonghyun” kata yonghwa

“sudahlah yong, kau tidak perlu terlalu memikirkan masalah ini, kau tak perlu merasa bersalah, karena aku menyukainya sebelum kau bilang jika dia tertarik denganku” kataku menghiburnya. meski sebenarnya yang perlu dihibur saat ini adalah aku

“haaah gomawo sooyoungie.. jika aku menjadi jonghyun aku akan lebih memilihmu daripada memilih gadis bernama seo joo hyun itu” kata yonghwa

“eeyyyy yonghwa-ya kau jangan bicara begitu, kau harus ingat dengan yeojachingumu disana… “ kataku bercanda. aku hanya tidak mau terlihat sedih,aku harus tetap tersenyum.

“heheehe kau bisa saja…, kalau begitu aku pergi dulu nee anyeong..” katanya lalu beranjak pergi.

aku berjalan masuk ke kelas. sebenarnya jam sekolah sudah ber akhir, tapi seperti biasa,aku adalah aktifis sekolah jadi harus mengurusi bebeapa urusan dulu.

tapi langkahku terhenti saat tiba-tiba myungsoo berdiri didepan pintu dan menghadangku

“Ya Tuhan, apa sejak tadi dia masih ada dikelas?” batinku terkejut

“apa maksud ucapan kalian tadi?” Tanya myungsoo sambil menatap lurus kemataku

aku hanya diam dan mengalihkan pandanganku darinya.tapi dia malah mendekat dan menarik rahangku agar aku menatapnya

“choi sooyoung aku sedang bicara denganmu.. apa jonghyun benar-benar menyukai seohyun?” katanya tajam.aku menatapnya lalu tersenyum

“itu bukan masalah besar untukmu… jadi kau tak perlu mengetahuinya..” kataku

“jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?” Tanya myungsoo.matanya membulat

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kataku menghiburnya

myungsoo terlihat diam dan menunduk, “apa dia sedih.. jangan-jangan mentalnya mendekati seo jadi down” batinku

“GREBBBB” aku terbelalak saat tiba-tiba myungsoo meringkuh tubuhku dan memeluknya erat.

“kau.. pasti… sedih..” katanya.

aku terdiam,”nan gwencaha L..” kataku dengan nada santai.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” tanyanya lagi

aku membuang nafas sambil tersenyum,”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kataku

dia melepaskan pelukannya lalu menatapku dalam,aku tersenyum padanya.memberitahunya jika aku baik-baik saja

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup dimata jonghyun..” lanjutku

dia membelai rambutku,”suatu saat percayalah jika akan ada seseorang yang menganggapmu lebih cantik darinya, bahkan dari yeoja manapun didunia ini” katanya menghiburku

aku mengangguk,” aku percaya hal itu ^^” kataku

jonghyun pov

aku beranjak pergi saat yonghwa sudah selesai bicara dengan sooyoung.benar,aku menututi mereka sejak tadi untuk mengetahui apa reaksi sooyoung setelah tahu bahwa aku menyukai gadis lain.

langkahku terhenti saat aku melihat myungsoo yang muncul dipintu kelas mereka. aku bisa melihat jika myungsoo belum tahu jika orang yang disukai sahabatnya menyukai yeoja lain

tapi aku mengeryit saat aku mendengar kata-kata myungsoo, “jadi hal itu benar? jadi orang yang kau sukai juga menyukai orang yang aku suka?”

“apa maksudnya? apa dia menyukai seohyun?” batinku terkejut

aku mencoba mendekatkan telingaku kearah mereka,aku benar-benar penasaran dengan ucapan myungsoo tadi

“benar.. tapi itu bukan hal yang perlu kau pikirkan…, yang menyukai adalah jonghyun jadi kemungkinan seo menerimamu masih besar soo..” kata sooyoung menghibur myungsoo. kukira dia akan menangis didada namja itu,tapi tak bisa dipercaya dia malah memikirkan perasaan myungsoo

“jadi.. dia.. benar-benar menyukai yeoja yang aku sukai? jadi.. dia bukan pacar sooyoung?” batinku.

aku melihat myungsoo kini memeluk sooyoung,seprtinya dia yang kini menghibur sooyoung.

“cih menggelikan” batinku. entah kenapa saat mengetahui kenyataan jika hubungan sooyoung dan myungsoo erat seperti itu terasa lebih memuakan daripada saat aku tahu jika myungsoo menyukai seohyun.

“Apa penyebab kau menangis beberapa hari lalu adalah ini?” aku kembali mengeryit mendengar pertanyaan myungsoo

”aku tidak bisa mengingkari kalau aku memang menangis karenanya” kata sooyoung

hey,sooyoung menangis?kapan? bukankah dia baru tahu aku menyukai seohyun saat dia bicara dengan yonghwa tadi? apa mungkin dia tahu sendiri tentang hal ini?

“tapi inilah kenyataannya… seo joohyun,karisma dan kecantikanya membuat sinarku tertutup di mata jonghyun..”

aku terdiam,terdiam memikirkan kenyataan yang baru saja kudengar ini

–***–

myungsoo pov

aku menoleh pada sooyoung, aku yakin dia terkejut menerima kenyataan ini.beberapa saat kami hanya diam sambil saling bertatapan

“chukkhae ^^”kata sooyoung. aku terkejut setelah mendengar tanggapan itu.aku benar-benar bisa melihat ekspresi kekecawaan diwajahnya tapi kenapa dia bisa-bisanya dia tersenyum dan menyelamati hubungan amber dengan key?

“mianhae soo.. aku..” amber meraih tangan sooyoung

“amber.. kenapa kau harus minta maaf? aku dan key sudah tidak punya hubungan apa-apa, jadi dia berhak dekat dengan yeoja manapun.. ^^” potong sooyoung

sedangkan aku hanya bisa diam,aku hanya diam dan terus melihat kearah sooyoung dengan tatapan prihatin

aku masih ingat saat sooyoung baru jadian dengan key.dia sangat bahagia,bahkan hari itu wajahnya selalu dihiasi dengan senyuman.

key adalah cinta pertama sooyoung. dan kurasa sooyoung masih memiliki perasaan pada key meski key sudah mencampakannya. saat itu key memutuskannya sepihak dengan alasan dia ingin focus pada sekolahnya diluar negri. dan parahnya lagi key bilang bahwa selama ini sooyoung hanya menjadi penghalangnya. haaaahh jika mengingat hal itu aku ingin mengulang lagi memukul wajahnya sampai berdarah.

“oh iya.. besok kau harus mentraktir kami ne?” goda sooyoung. aku dan amber tersenyum

“anyeong.. apa aku menggangu?” tiba-tiba key datang.dia langsung mengambil duduk disebelah amber

“aigoooo… kalian benar-benar terlihat serasi yang namja seperti yeoja yang yeoja seperti namja.. kekeke” ejek sooyoung

“benar… mungkin jika nanti kalian menikah maka yanga kan jadi omma adalah key” sambungku. aku hanya berusaha membantu agar suasana tidak tegang

“eyyyy kalian ini tak pernah berubah yaa.. suka sekali mengejeku seperti namja” kata amber kesal.

“tapi chagy.. itu memang kenyataannya” kata key menggoda.dia merangkul bahu amber mesra

“yah!! kenapa kau tak membelaku isshhh!!” amber langsung mencubit perut key pelan.

aku menoleh pada sooyoung, dia melihat keduanya dengan tatapan kosong

“tappp” aku langsung meraih tangan sooyoung dan menggenggamnya erat. entah apa yang dirasakannya saat ini,tapi aku hanya berusaha membantu menenangkan hatinya

dia menoleh padaku lalu tersenyum lembut.

—-

“menangislah..!!” kataku saat kami berjalan bersama untuk pulang.

dia masih menunduk dan menatap pafing trotoar jalan.

“choi sooyoung.. gwenchana?” tanyaku sambil memegang lengannya

lalu dia mendongak sambil tersenyum,”nan gwenchana ^^” katanya. aku hanya menghela nafas melihat sikap yang menurutku hanya membuatnya tersiksa ini. bahkan air matanya sudah berkaca-kaca

“kurasa aku memang belum pantas untuk bahagia dengan orang yang aku suka.., mungkin Tuhan masih menyimpannya disuatu tempat ” katanya lalu kembali menunduk

“apa kau masih memiliki perasaan pada key?” tanyaku salmbil menghentikan langkah

dia ikut berhenti lalu membuang nafas, “ molla… aku hanya masih merasa sakit saat aku melihatnya, saat aku mengingat kenangan bersamanya, saat dia mencampakanku…. hikss…. kupikir.. jonghyun… adalah orang yang bisa mengalihkan pikiranku dari key.. hikss…” dia terisak untuk waktu yang cukup lama. kurasa beban dipikirannya sudah terlalu penuh sehingga dia menangis seperti itu.semenyedihkan itu

“tapi mereka sama saja.. aku sama sekali tidak berguna untuk mereka.. hikss… aku tidak bisa baik di mata siapapun hiks” lanjutnya

aku terhenyak, “bagaimana bisa seorang choi sooyoung bicara seperti itu?” batinku.

“ jika mereka menganggapmu tidak berguna.. berarti mereka tidak benar-benar mencintaimu, cinta itu tidak perduli dengan apa yang kau punya, dengan apa yang kau bisa, dengan bagaimana keadaanmu…” kataku

“sudahlah.. masih banyak orang diluar sana yang jauh lebih baik dari mereka berdua…, yang sekarang kau butuhkan adalah semangat semangat dan semangat ^^” hiburku.

—***—

normal pov

sooyoung melawan pikirannya untuk membolos ke gereja. sebenarnya dia sangat malas bertemu jonghyun, tapi karena beberapa minggu lagi akan ada acara maka dia harus membantu disana

“ soo tunggu… “ seseorang memanggil sooyoung. dia menoleh dan melihat myungsoo berlari kearahnya

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya sooyoung

“aku hanya ingin menemanimu… jika kau sendiri kau pasti akan kesepian makanya aku menemanimu” kata myungsoo

“cihh jinjja? aku curiga…. tumben kau perhatian padaku” ejek sooyoung

“ishhh kau ini!! aku sudah rela tidak pulang karenamu kau malah mengejeku seperti itu…”

“maaf bisakah kalian tidak bertengkar disini?!!” sooyoung dan myungsoo langsung menoleh kebelakang dan melihat siapa yang bicara seperti itu

senyum sooyoung pudar seketika saat dia melihat jonghyun berjalan kearahnya

“sooyoung-ssi bisakah kau membersihkan loteng?.. karena nanti kita akan memakainya untuk tempat barang-barang” katanya.

“nde..” kata sooyoung sopan seolah jonghyun adalah sunbaenya.

“sooyoungie… kalau begitu ayo kita keloteng” ajak myungsoo

“apa yang ingin kau lakukan?” sahut jonghyun

“tentu saja membantu sooyoung..” kata myungsoo sinis

“kau bukan anggota kami jadi sebaiknya kau pergi saja” kata jonghyun dingin.

myungsoo menatap tajam pada jonghyun, ”jadi kau lebih mementingkan aturan seperti itu daripada melihat sooyoung kelelahan.. dalam hal seperti ini kau juga tak memiliki hati nurani untuknya?” sindir myungsoo

jonghyun terdiam mendengarnya,dia memang merasa tersindir akan ucapan myungsoo

“myungsoo sudahlah sebaiknya kau kembali saja” kata sooyoung sambil menggenggam lengan myungsoo. jonghyun hanya melihat kedua tangan itu dengan muak

“aku yang akan membantunya…” kata jonghyun mantab.

“anhi.. lebih baik aku membersihkan sendiri saja”  elak sooyoung

“loteng diatas cukup luas, kau bisa pulang jam 12 malam jika kau membersihkannya sendiri..” kata jonghyun

“kalua begitu biarkan myungsoo yang membantuku” mohon sooyoung

“iya.. kenapa kau childish sekali sih.. aku hanya ingin meringankan beban sahabatku.. “ kata myungsoo kesal

“sooyoung-ssi ayo kita harus segera membersihkannya” jonghyun ternyata tak menghiraukan kata-kata myungsoo, dia mala langsung berbalik dan mengajak sooyoung

sooyoung hanya medesah pasrah, sedangkan myungsoo hanya mendesah kesal akan sikap jonghyun barusan *ini kenapa pada mendesah yak -_- #mesum kumat

——-

sooyoung dan jonghyun hanya diam dan terus mengerjakan pekerjaan masing-masing

“kupikir myungsoo adalah pacarmu… jadi ternyata selama ini kalian hanya bersahabat ya” kata jonghyun basa-basi

“ benar, dia sahabatku..” kata sooyoung datar.

“ lagipula myungsoo tidak mungkin mau denganku…, kebanyakan laki-laki itu menyukai yeoja cantik kan? “ kata sooyoung lalu menoleh sebentar kearah jonghyun.

“kau menyindirku? kau bicara seperti itu karena kau sudah merasa tertolak olehku kan?” kini jonghyun mulai membahas tentang masalah mereka

“cihhh aku bukan menyindir.. aku hanya mengucapkan kenyataan” kata sooyoung. lalu dia beranjak mengambil benda terakhir yang harus dibereskan yaitu sekotak berkas yang berada di atas lemari. tapi saat sooyoung sudah menaiki kursi, jonghyun mendekat

“biar aku saja..!!” rebutnya

“aku sudah naik kesini,jadi biar aku saja yang mengambilnya” tolak sooyoung,dia berjinjit untuk meraih kotak itu

“aku ini namja…, mana bisa aku membiarkanmu seperti itu” kata jonghyun

sooyoung menoleh “bukankah sejak dulu kau menganggapku namja? sudahlah kenapa kau seprti ini… cepat minggir..” kata sooyoung yang sudah berhasil mengambil kotak itu

“aku hanya merasa sekarang kau benar-benar meremehkanku!!” kata jonghyun. dia berusaha meraih benda yang sooyoung bawa

sooyoungpun mengalah dan memberikanya,”aku tak akan melempar jika tidak ada seseorang yang melemparku duluan” kata sooyoung. dia beranjak turun.tapi karena kursi yang ia naiki sudah terlalu tua,makanya kursi itu oleng

“woooaaaaahhh” sooyoung tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya,dia akhirnya terjatuh

“BRUKKKK”

“arrggghhhh” desah jonghyun saat dia merasa sakit karena menangkap tubuh sooyoung dan punggungnya jatuh menghantam lantai loteng

sooyoung membuka matanya perlahan.dan dia sangat terkejut melihat siapa yang kini sedang berada dibawahnya

sooyoung maupun jonghyun saling bertatapan untuk beberapa saat dengan keadaan jonghyun dibawah dan sooyoung diatas.dengan keadaan wajah mereka yang kini berjarak sangat dekat.bahkan sooyoung maupun jonghyun bisa merasakan hangatnya hembusan nafas masing-masing

sooyoung mengerjapkan mata beberapa kali,lalu setelah dia benar-benar sadar dia langsung beranjak berdiri

tapi sialnya jonghyun malah memegangi tubuh sooyoung sehingga dia tak bisa pergi kemana-mana

“apa yang.. kau lakukan..? ce..c epat lepaskan aku..” kata sooyoung gugup

jonghyun tersenyum smirk.lalu dia membalikan tubuh mereka sehingga kini jonghyunlah yang berada di atas. tanyannya bertumpu pada lantai

“bw.. bwoh..haneungeoya!! lee jonghyun!!” bentak sooyoung sambil berusaha mendorong tubuh jonghyun. tapi sayang tenaganya terlalu kecil untuk itu

“jiak aku memberi kesempatan agar kita bisa dekat lagi.. apa kau mau mengulanginya?” Tanya jonghyun berbisik

“bwo?!!” sooyoung sedikit tak mengerti

“apa kau masih menyukaiku?” Tanya jonghyun lagi.sooyoung terbelalak

“apa maksudmu?ap—-“ kata-kata sooyoung terhenti dan seketika matanya terbelalak saat tiba-tiba bibir jonghyun mengunci bibirnya lembut, seperti kepribadian dari wajah polos jonghyun

jonghyun memejamkan matanya dan mulai menyesap tiap inci bibir sooyoung. . sooyoung bisa merasakan bau perment mint dari bibir jonghyun.

­­___ TBC ___

hehe,mian aku stop dulu.. ndak kebablasan yadong kekekeke

tetep ditunggu tanggepanya ya ^^ semakin banyak semakin aku semangat ngelanjutinnya

antagonis (part 3)

TITLE : antagonis (part 3)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee jonghyun
  3. kim myungsoo
  4. seo joohyun

GENRE : family, romance, friendship

RATING : PG 15

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung.

—–

anyeong raderdeul.. im back^^

wah akhirnya selesai juga mid indomie+ kejuruannya,

terimakasih ya atas doa kalian.. aku jadi lebih bersemangat* terharu.. peluk daehyun..#kumat -_-

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

antgns

sooyoung pov

“hey sikshin apa yang kau lakukan disana?” aku langsung membalikan badanku saat myungsoo memanggilku

aku tersenyum padanya,”tidak apa-apa… hehe” kataku berbohong

kurasa myungsoo tidak perlu tahu tentang hal yang baru saja kulihat agar beban pikiranya tidak bertambah.

“eyyy yasudah ayo pulang..” katanya lalu merangkul leherku

“uhukkk uhkuukkhh” aku terbatuk karena rangkulannya yang terlalu erat

“yah!! bisakah kau memperlakukanku layaknya yeoja haahh kau ini kasar sekali padaku…” omelku kesal

dia mengeryit lalu mendekatkan wajahnya agar bisa melihat wajahku lebih dekat

“jadi kau yeoja? jinjja?” tanyanya meledeku

“ihhhh dasar babo!!! kita sudah berteman hampir dua tahun bodoh!!” umpatku sambil menginjak ujung sepatunya

“arggghhhh” rintihnya sambil memegangi kakinya yang mungkin terasa sakit

“aku kan hanya bercanda…,lagipula jika kau yeoja kau harusnya tak bertingkah sekasar ini” katanya.

“biar saja… jika denganmu aku bisa melakukan semuanya sesukaku :p” kataku lalu menjulurkan lidah padanya

“benarkah?” dia tersenyum smirk lalu merangkulku kembali.kini dia menatapku intens

“apa yang kau lakukan?” tanyaku sedikit takut.dia diam dan terus daja menatapku

“kau bilang jika denganku kau bisa melakukan semuanya iya kan” tanyanya sedikit berbisik tepat ditelingaku,membuatku sedikit merinding

dan perlahan dia mendekatkan wajahnya padaku,aku langsung mundur tapi tangannya memegangi belakang kepalaku sedangkan tangannya yang satu memegang rahang bawahku.

“Ya Tuhan apa yang ingin dilakukan orang gila didepanku ini?” batinku

“TAAKKK” aku langsung menendang kakinya cukup keras

“YAKKK!!! BWOHANEUNGEOYA!!” pekikku

“ARGGHHHHH!!!” dia langsung melepasku dan beralih memegang betisnya.

“aku bercanda.. ishh kau ini sensi sekali..”rintihnya sambil terus memegang kakinya.entah hari ini sudah berapa kali aku menendang kakinya

“bercandamu sungguh tak lucu.. kubilang hal seperti itu menjijikan kau malah mengulangnya isshhh menyebalkan!!” kataku lalu segera pergi meninggalkannya

———

“padahal dikelas namjanya banyak.. tapi kenapa aku yang disuruh mengambil buku..”

“bruukkk brukk brukkk”

“haiiiishh aigoooo…” aku medesah kesal saat buku-buku yang kubawa jatuh semua kelantai.aku beranjak mengambilnya

“YAH tunggu jangan lari” tapi tiba-tiba lewatlah dua anak yang kelihatannya masih kelas satu.mereka berlarian layaknya anak playgroup yang baru bisa berlari.alhasil beberapa buku yang ingin kuambil malah terseret cukup jauh

“YAHH!!” pekiku kesal sambil menatap tajam pada mereka

“ah mianhae noona” kata mereka lalu kembali berlari.

“aku berdiri dan beranjak mengambil buku yang terserat tadi

sebelumnya aku membersihkan buku-buku yang berada ditanganku.aku masih ingat betul saat mr.jung,pustakawan sekolahku memarahiku karena buku-buku yang kupinjam kotor

“ini…” aku mendongak saat seseorang beridiri didepanku.

“oh.. gam..gamsahamnida..” kataku lalu tersenyum pada orang yang ternyata sudah membantuku mengambilkan buku-buku yang terseret tadi

“sudah jangan marah-marah lagi.. cantikmu jadi hilang” kata jonghyun sambil tersenyum manis padaku

Ya Tuhan,kurasa pipiku benar-benar memerah seperti tomat sekarang

“k.. kau bisa saja.. ng…kalau begitu aku kembali kekelas dulu jonghyun-ssi gomawo atas bantuanmu” kataku

“kau tidak kesulitan membawa buku sebanyak ini?” tanyanya

“ti-“ belum selesai menjawab dia sudah memotong

“biar kubantu ^^ ayo.. kelasmu diruang atas kan?” tanyanya. bukannya menolak aku malah mengangguk.

haaahh pesonanya benar-benar membuatku tak berkutik sama sekali

——-

normal pov

myungsoo langsung menoleh kearah pintu saat dia melihat sooyoung datang bersama seseorang.

“oh jonghyun-ssi kenapa kau kesini?” Tanya mr.park pada namja yang ikut masuk kekelas sooyoung itu

“oh songsaengnim,aku hanya membantu sooyoung-ssi membawakan buku-buku ini” kata jonghyun. myungsoo diam dan terus melihatnya

“ishh namja itu caper sekali… seharusnya aku tadi membantu sooyoung saja biar dia tak ikut kesini..” batin myungsoo kesal

“baiklah.. terimakasih bantuanmu..” kata mr.park

“gamsahamnida jonghyun-ssi..” sooyoung membungkuk sedikit pada jonghyun yang beranjak pergi

——–

“sooyoungie.. sejak kapan kau kenal dengan jonghyun?” Tanya amber

“mm… sekitar satu bulan yang lalu.. rumahnya satu jalur denganku dan kami sering bertemu di bus” jawab sooyoung

“kalian.. cepat sekali akrabnya” kata myungsoo. wajahnya terlihat sedikit tak suka

“karena dia tidak pengecut sepertimu…” ejek sooyoung

“tunggu.. apa maksudmu tidak pengecut? apa kau dan jonghyun sedang dalam masa pendekatan?” Tanya amber

sooyoung terdiam,pipinya memerah malu

“mm.. molla…” jawab sooyoung.myungsoo hanya mengeryit tak percaya melihat tingkah sooyoung yang berubah jadi aneh itu

“tapi mana mungkin?” gumam amber pelan

“kenapa ?” tanya sooyoung

“lee jonghyun.. diakan namja yang anti dengan yeoja” kata amber

“jadi dia adalah gay?” pekik myungsoo ,matanya membulat dan mulutnya terbuka

“yah itu tidak mungkin” bela sooyoung

“bukan begitu maksudku..  jonghyun kan ketua kelompok kerohanian gereja sekolah kita,dia itu terkenal tertutup dengan yang namanya yeoja.. tapi bagaimana mungkin dia mendekati sooyoung?” gumam amber

sooyoung terdiam sejenak untuk berfikir,”mungkin karena aku sering datang kegereja jadi dia berani dekat denganku”

—-***—-

seohyun terdiam saat dia menyadari dua orang yang ia kenal sedang berjalan dari arah berlawanan

“seohyun-ah dia disana” kata hyuna berbisik

seohyun hanya mengangguk,dia menghela nafas agar jantungnya tidak berdetak terlalu cepat

“hyuna-ya.. kenapa dia bersama yeoja yang beberapa hari lalu memarahi kita?” Tanya seohyun

“kau benar… apa mereka berpacaran?”Tanya hyuna.seohyun tercekak mendengarnya

“semoga mereka bukan sepasang kekasih” batin seohyun

“anyeong oppa onnie..” sapa hyuna dan seohyun saat mereka berdua sudah berpapasan dengan sooyoung dan myungsoo

sooyoung dan myungsoo hanya mengangguk membalas sapaan itu

———-

“siapa mereka..berani sekali memanggilku onnie.. kenal saja tidak” kata sooyoung kesal saat mereka sudah sampai dikelas

“yahh kenapa kau bicara seperti itu? mereka itu menghormatimu makanya mereka menyapa kita” bela myungsoo

sooyoung hanya mendengus kesal,”cihh pasti mereka menyapaku karena ada kau” kata sooyoung lagi

“yah sudahlah kenapa pikiranmu jadi jahat begitu…” kata myungsoo

sooyoung menghela nafas,entah kenapa setelah tahu jika seohyun tidak sepolos dugaannya dia jadi sedikit sinis dengan yeoja itu

“mianhae soo… aku lelah,tapi malah menjelek-jelekan yeoja yang kau suka.. mianhae” kata sooyoung setelah itu.dia tak mau merusak perasaan senang myungsoo saat ini

“sudahlah jangan dipikirkan lagi..” kata myungsoo

—***—

sooyoung berjalan memasuki gereja.dia tersenyum saat melihat motor yonghwa dan jonghyun ada disana

“yonghwa juga ada?” gumam sooyoung senang.diapun segera memasuki gereja

tapi langkahnya terhenti saat dia mendengar  namanya disebut

“jonghyun-ah… akhir-akhir ini kau sering bersama dengan sooyoung.. haha kurasa sebentar lagi kalian akan jadian”

pipi sooyoung memerah mendengarnya,”waah apa hubungan kami sudah sedekat itu sehingga orang-orang mengira kami akan berpacaran?” batin sooyoung senang

“jangan bicara omong kosong.. aku mendekatinya karena kupikir dia bisa membantuku mengajak siswa lain ikut dalam acara kerohanian gereja.. tapi ternyata dia sama sekali tak membantu”  kata jonghyun

“lagipula aku sudah mulai menjauhinya..” lanjutnya

“hey apa maksudmu? kenapa kau bicara seperti itu?” Tanya yonghwa

sooyoung pov

“jangan bicara omong kosong.. aku mendekatinya karena kupikir dia bisa membantuku mengajak siswa lain ikut dalam acara kerohanian gereja.. tapi ternyata dia sama sekali tak membantu”  aku tersentak mendengar jawaban jonghyun

“lagipula aku sudah mulai menjauhinya..” lanjutnya.tentu saja bagaikan jatuh tertimpa tangga,hatiku serasa dihantam batu berton-ton beratnya

“hey apa maksudmu? kenapa kau bicara seperti itu?” Tanya yonghwa.sepertinya dia juga tak kalah terkejut denganku

“kupikir dia itu gadis alim karena sering keluar masuk gereja.. tapi ternyata dia sama saja dengan yeoja lain.. kurasa dia malah lebih parah…” aku semakin terkejut mendengarnya.jantungku seakan berhenti berdetak dan perlahan terpecah belah

“dia itu gadis alim kog.. hanya saja dia menyesuaikan diri dengan lingkungan..” bela yonghwa

“halah alim apa.. aku pernah melihat dia berduaan dengan namja bernama myungsoo itu.. bahkan mereka ingin berciuman.. bagaimana bisa hal seperti itu dibilang alim”

aku berfikir sejenak,ah pasti dia melihat saat myungsoo menggodaku beberapa hari yang lalu

“dia dan myungsoo hanya bersahabat… tunggu!! kau bicara seperti itu karena cemburu dengan kedekatan sooyoung dan myungsoo? lalu kau menyerah?” Tanya yonghwa

“apa maksudmu menyerah?” Tanya jonghyun

“kau dulu bilang sendiri jika kau tertarik dengannya… tapi kenapa kau malah seperti ini?” Tanya yonghwa. aku terdiam,jadi sebenarnya dia menyukaiku atau tidak?

“aku tak pernah bicara begitu..lagipula  aku tidak suka dengan kelakuannya yang seperti namja…” sangkal jonghyun.

aku hanya bisa memegang dadaku yang semakin lama semakin terasa sakit dan sesak

“Ya Tuhan jonghyun… kenapa kau jahat begitu? kau tahu sendiri sooyoung sangat menyukaimu..,” kata yonghwa. lagi-lagi dia membelaku

“tapi aku tak menyukainya” jawab jonghyun dengan begitu mudahnya

“haahh tidak bisa dipercaya.. lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” Tanya yonghwa

“apa lagi.. aku akan menjauhi sooyoung agar dia tak mengharapkanku lagi,dan juga sudah kubilang kan jika aku menyukai gadis itu” kata jonghyun.

aku terbelalak,”menyukai gadis itu? siapa? bukan aku? dia benar-benar tak menyukaiku? jadi cintaku benar-benar bertepuk sebelah tangan?” batinku sedih

“siapa ? seohyun maksudmu? bukannya kau bilang kau ingin melupakanya?” Tanya yonghwa

DEG, jantungku serasa berhenti saat mendengar nama itu

“seo.. hyun?” gumamku lirih. aku mnutup mulutku karena syok

“tentu saja tidak…,dan coba bandingkan dia dengan sooyoung.. pastilah mereka sangat berbeda…,seohyun itu alim,polos,lembut, dan tentu saja feminim… dia juga cantik dan anggun” kata jonghyun

aku terdiam,benar seohyun itu dari luar terlihat anggun,feminim,alim,polos,lembut…,berbeda denganku,aku yeoja yang bahkan temanku sendiri bilang aku ini tidak seperti yeoja.aku cuek,tomboy, kasar,suka berteriak,tidak lemah lembut

“hey kau kan belum tahu sifat asli seohyun.. bisa saja dalamnya ternyata berbeda..” kata yonghwa.ya mungkin karena yonghwa termasuk sahabatku dan dia tahu banyak tentangku makanya dia seperti membelaku

rasanya aku ingin berlari kehadapan mereka dan berteriak didepan wajah jonghyun tentang sifat asli seohyun

“haaahh kau bicara begitu karena kau sahabat sooyoung dan satu organisasi dengannya kan… sudahlah aku tahu apa yang aku pilih.. kau tenang saja” kata jonghyun

aku menutup mulutku agar aku tak terisak disini,sungguh hatiku benar-benar sesak dan hancur mendengar apa yang jonghyun katakanan.

dia.. namja yang beberapa bulan ini menarik perhatianku karena kebaikannya,karena kealimannya,karena kepolosannya,karena kelemah lembutannya saat berbicara maupun bertindak,karena kedewasaannya,karena kebijaksanaannya,dan semua alasan yang membuatku sangat menyukainya,yang bisa benar-benar membuatku melupakan key

tapi kenapa? kenapa dia seperti itu? kenapa dia begitu remehnya memandangku? kenapa dia begitu mudahnya merencanakan untuk meninggalkanku? kenapa dia begitu mudah mengambil kesimpulan jika seohyun jauh lebih baik dariku? kenapa Tuhan? Kenapa?

aku beranjak pergi,sebelum ada yang menyadari kehadiranku disana,sebelum ada yang melihat seorang choi sooyoung menangis karena seorang namja tampan namun ke****t seperti jonghyun

“hikkss.. hiksss” aku terus terisak.aku benci terisak,aku choi sooyoung yang kuat tapi kenapa aku terisak?

akupun memakai jaketku dan menutup kepalaku dengan penutup kepala jaket itu.aku berjalan cepat sambil menunduk

“BRUKK!!”  sial!! aku malah menabrak sesorang

“sooyoungie.. gwenchanayeo?” Tanya orang itu.aku mengenal suara itu

aku mendongak dan melihat amber menatapku penuh khawatir

“hikss amber..” kataku lirih.aku semakin terisak

“heyy kau kenapa?” tanyanya lembut.

———

“bwo?!!” jonghyun? menyukai seohyun?!!” pekik amber terkejut

aku hanya menganguk,seulas senyuman getir terukir dibibirku

”haahh sulit dipercaya… bagaimana bisa seorang ketua kelompok kerohanian menyukai salah satu dari gerombolan gadis penggemar hotpant… apa dia tak tahu jika seohyun sebenarnya adalah bad girl?” gumam amber.dia terlihat ikut kesal.aku bisa memakluminya,karena dulu saat dia menyukai salah satu temanku yang bernama hoya.ternyata hoya juga menyukai seohyun

aku menggeleng,lalu membuang nafas panjang  “kenapa gadis itu?! Kenapa semua orang menyukai gadis itu?!!” kataku kesal

“sudahlah sooyoungie.. kau harusnya bersyukur karena kau tahu sekarang.. berarti jonghyun bukanlah namja yang tepat untukmu.. yakinlah jika Tuhan menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik darinya” kata amber.

aku mengangguk,” aku harus segera melupakannya” kataku lirih.

entah aku bisa melupakannya atau tidak.karena dilubuk hatiku yang paling dalam,aku masih sangat menyukai namja bernama jonghyun itu.dia sudah terlalu dalam masuk kehatiku

——

“Hey ada apa denganmu? kenapa matamu bengkak? apa kau habis menangis?” Tanya myungsoo sambil menatap wajahku lekat-lekat

aku segera mengalihkan pandanganku kearah lain

“anhi aku tidak apa-apa” kataku lirih.

“haahh bodoh sekali aku… menangis karena seorang namja” batinku kesal pada diriku sendiri

“ayolah bicaralah padaku.. apa yang sebenarnya terjadi? siapa yang membuat seorang choi sooyoung menangis?” Tanya myungsoo.wajahnya terlihat khawatir

“namja bernama jonghyun dan yeoja bernama seohyunlah yang membuatku seperti ini soo” batinku.ingin sekali aku berteriak seperti itu padanya.

tapi aku segera mengurungkan niat itu,myungsoo tidak salah apa-apa.

myungsoo sebaiknya tidak tahu jika ada namja tampan dan keren yang menyukai yeoja idamannya.agar dia bisa terus memperjuangkan cintanya pada seohyun.

“kubilang tidak apa-apa.. sebaiknya kau pergi, kau bisa mendapat pelampiasanku nanti..” ancamku

“kalau menurutmu itu baik,aku tetap akan disini..” kata myungsoo ngeyel.aku kini menoleh padanya

aku menghela nafas sambil menatap lurus kematanya,”apa seohyun pantas mendapatkan sahabatku ini? bagiku myungsoo bisa mendapatkan yeoja yang jauh lebih baik dari seohyun,myungsoo… terlalu baik untuknya” batinku

“grebbb”  mataku terbelalak saat myungsoo tiba-tiba meraih tubuhku dan memeluknya erat

“jika kau tidak mau bercerita.. maka biarkan aku tetap membantumu,membantumu dengan cara menenangkan hatimu” bisiknya. aku terdiam,sungguh aku sangat menyayangi sahabatku ini

–***–

normal pov

seperti biasa,saat jam olah raga sooyoung tak pernah absen untuk ikut bermain basket.

“sooyoung tangkap” teriak woohyun.sooyoung melompat dan dengan mudah dia menangkap bola itu

“myungsoo tangkap!!” sooyoung kembali mengoper bola itu pada myungsoo yang memang paling dekat dengan ring

tapi ternyata lemparanya terlalu tinggi sehingga bola keluar lapangan

dan mata sooyoung terbelalak saat bola itu mengarah pada seseorang yang sedang berjalan dipinggir lapangan

“YAH AWAASS!!” teriak sooyoung.tapi sayang sekali bola  itu tak bisa dihindari.

“DUKK!!”

“SEOHYUN!!” terdengar pekikan seorang yeoja dari pinggir lapangan.mendengar itu myungsoo segera berlari menghampiri yeoja yang pingsan itu.

sooyoung pov

aku berlari menghampiri yeoja yang pingsan itu.dan mataku terbelalak saat melihat sohyunlah orangnya

“Ya Tuhan” pekiku merasa bersalah.myungsoo menoleh padaku dengan tatapan tajam.sepertinya dia marah padaku

“kurasa kita harus membawanya ke uks” kataku

“aku tahu!! diamlah!!” bentak myungsoo lalu segera membawa seohyun keruang UKS

aku sedikit tersentak akan sikap myungsoo.apa salahku begitu besar sehingga dia jadi seperti itu?

———-

“apa dia belum sadar?” tanyaku pada myungsoo yang kini sedang duduk disamping ranjang tempat seohyun berbaring

“apa kau tak lihat matanya masih tertutup?! sudahlah sebaiknya kau keluar saja” kata myungsoo kasar tanpa menatapku

aku mendengus,kurasa myungsoo memang marah padaku.

“ya ya ya baiklah aku keluar… tapi kau harus tahu satu hal SAHABATKU!!.. aku tidak bermaksud membuatnya pingsan..,kau tahu sendiri kan? “tanyaku sinis

“lagipula jika aku membencinya tentu saja aku akan melempar bola itu lebih keras agar hidungnya berdarah sekalian!!” kataku kesal lalu segera pergi

——–

myungsoo pov

aku terdiam beberapa saat mencerna kata-kata sooyoung. aku tak habis pikir kenapa dia jadi begitu sinis dan jahat pada seohyun?

lalu mataku berbinar saat seohyun terbangun

“oh.. oppa…” katanya lirih sambil memegangi kepalanya.

“seohyun-ah.. kau sudah sadar.. syukurlah” kataku. aku beranjak mengambil air minum yang ada dimeja lalu kuberikan padanya

aku terdiam sambil menatap wajah lembutnya,” kasihan sekali dia” batinku sedih

“oppa… gomawo kau sudah menolongku…” katanya. aku menganguk

“nde.. cheonmanae… dan seohyun-ah.. aku minta maaf atas kejadian tadi.. sooyoungie… dia tidak bermaksud melukaimu” kataku

dia tersenyum lembut,”gwenchana oppa.. meski dari luar dia terlihat kasar.. tapi aku tahu dia sebenarnya baik kog ^^” kata seohyun.

Ya Tuhan,ternyata bukan hanya wajahnya yang terlihat seperti malaikat tapi hatinya juga.aku bersyukur karena bisa menyukai yeoja sepertinya

___ tbc ____

gimana? gaje atau aneh? atau jelek?

mian kalo ga sesuai keinginan kalian

tetep ditunggu tanggepannya, semakin banyak semakin cepat juga publish part selanjutnya ^^