UNAVAILABLE (ONE SHOOT)

 

TITLE : UNAVAILABLE (ONE SHOOT)

CAST:

  • Choi Sooyoung EX-SNSD ( 😥 )

  • Moon Jongup B.A.P

  • Kim Himchan B.A.P

OTHER CAST:

  • Im Yoona SNSD
  • Seo Joohyun EX-SNSD ( 😥 )
  • FIND BY YOURSELF

 

GENRE : Romance, Angst, Fluff

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

PicsArt_10-21-07.54.32

.

Baca lebih lanjut

Iklan

Traffic Light (Part 6)

 

TITLE : Traffic Light (Part 6)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Bang Yongguk B.A.P
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

vjtffu

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

tlght6

#TRAFFIC LIGHT#

*I don’t know U, But I miss U*

Baca lebih lanjut

Traffic Light (Part 2)

TITLE : Traffic Light (Part 2)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P
  • Bang Yongguk B.A.P

collage_20151119003518740

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

PicsArt_1445750177253

~000~Traffic Light~000~

.

Baca lebih lanjut

Traffic Light (Part 1)

TITLE : Traffic Light (Part 1)

CAST :

  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Junhong (Zelo) B.A.P
  • Bang Yongguk B.A.P

collage_20151011015416017

OTHER :

  • Jung Daehyun B.A.P
  • Im Yoona SNSD

GENRE : Sad, Romance, Family

RATTING : PG 15

CREAT BY : H-BY

.

NB :

  • Maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan (Typo)
  • Maaf jika terdapat kata-kata kasar/ menyinggung
  • Maaf jika terdapat kesamaan cerita
  • DON’T BE SIDER
  • DON’T BE PLAGIAT

.

Happy Reading

.

.

PicsArt_1444493677546#Traffic Light#

.

Baca lebih lanjut

YOUR MOTHER (part 6)

TITLE : YOUR MOTHER (part 6)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yong junhyung

GENRE : family, romance, sad

RATING : PG 17

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—–

anyeong readerdeul,I’m back ^^

mian baru bisa publish ff lagi, mian juga kalo ff ini ga tamat-tamat, aku usahain part selanjutnya tamat deh

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

ym222

“ada kikwang disampingmu.. kau pasti terlindungi..” kata yoona.

“tapi aku.. sangat takut..” kata sooyoung lirih

“kau sooyoung, kau tak takut dengan apapun.. kau tahu kau adalah yeoja terkuat yang pernah kutemui” kata yoona

sooyoung terdiam, dia mencengkram pundak yoona dan terus menangis

“menangislah.. menagislah hingga semua beban dan kesedihanmu menghilang.. aku- akan tetap disini.. aku- akan tetap mendengarkanmu-.. aku- akan tetap menjadi sandaranmu..” kata yoona

“hiksss… gomawo… hikss”

–***—

“sooyoungie..” sooyoung yang sedang menatap kosong keluar jendela kini menoleh. seulas senyum terukir dibibirnya.

“hhahhh aku senang kau bisa tersenyum lagi padaku” kata junhyung setelah dia sudah berdiri disamping sooyoung

“mianhae.. “ kata sooyoung

“gwenchana.. kau sudah kembali bicara denganku itu sudah membuatku senang” kata junhyung

sooyoung tersenyum tipis.dia kembali menatap keluar jendela,dia bisa melihat jendela kamarnya dari sana

“apa yang kau lihat?” tanya junhyung. dia ikut melihat arah mana mata sooyoung tertuju

“aku… “ sooyoung menghela nafas lagi.

“ada apa?” tanya junhyung. dia meraih pundak sooyoung agar mereka bertatapan.

“GREEB” mata junhyung terbelalak saat tiba-tiba sooyoung memeluk tubuhnya. dia menatap sooyoung dengan wajah bertanya-tanya

“a.. ada apa sooyoungie” tanya junhyung.sebenarnya dia sering memeluk yeoja ataupun dipeluk yeoja, tapi kali ini berbeda,jantungnya berdetak tak karuan

“bawa aku pergi dari sini…” kata sooyoung lirih.dia memejamkan mata sabil merasakan hangatnya pelukan seorang junhyung.

“bwo?!” pekik junhyung terkejut

“bawa aku pergi dari sini.. hikss… disini…” sooyoung tak dapat melanjutkan kata-katanya karena terisak

junhyung terdiam dan menunggu sooyoung melanjutkan perkataannya

“disini.. hikss… disini terlalu menyakitkan untuku… hiks.. disini…. aku masih bisa.. mengingat semuanya…. hikss” junhyung bisa merasakan air mata sooyoung yang mulai membasahi seragamnya

junhyung melepaskan pelukan sooyoung dan kini menatap mata sooyoung dalam

“kau yakin?” tanya junhyung. sooyoung mengangguk pelan sambil mengusap air matanya

“lalu bagaimana dengan bibi lee.. dia itu.. sangat menyayangimu soo..” kata junhyung pelan

sooyoung terdiam, “aku.. tidak bisa merawatmu sebaik dia soo..” lanjut junhyung

“aku tak minta kau merawatku atau menghidupiku.. hanya saja.. carikan tempat untuku.. carikan tempat.. yang bisa membuatku melupakan semua ini hikss” kata sooyoung

junhyung menatap nanar pada sooyoung, dia melihat kesedihan yang mendalam dimata itu

“aku.. akan mencobanya.. kau bersabarlah, aku akan membantumu sekuat tenagaku..” kata junghyung. dia kembali memeluk sooyoung erat sambil mengusap rambut sooyoung

“CKLEEKK” tiba-tiba pintu kamar sooyoung terbuka, sontak keduanya melepaskan diri karena terkejut

“junhyung.. apa yang kau lakukan disini?” tanya kikwang yang terlihat tak suka

“tentu saja menjenguk sooyoung, bibi lee sudah mengizinkanku masuk kesini” kata junhyung

“sooyoung masih butuh banyak istirahat.. kenapa kau setiap hari kesini untuk menjenguknya?” tanya kikwang

sooyoung terekejut mendengarnya, sedangkan junhyung hanya tertawa remeh

“lee kikwang.. kenapa? kau cemburu?” tanya junhyung

“bwo?!” pekik kikwang

“sudahlah, kenapa kalian masih suka bertengkar seperti itu? kikwang-ssi… junhyung sudah memberikan pengaruh baik untuku.. jadi tidak apa-apa jika dia kesini setiap hari…” bela sooyoung

kikwang hanya membuang nafas,”cih.. tidak bisa dipercaya” kata kikwang lalu pergi begitu saja

——-

bibi lee dan paman lee tersenyum melihat sooyoung yang sudah mulai makan dengan lahap lagi, seminggu ini mereka sangat khawatir melihat sooyoung sama sekali tidak mau makan dan terus mengurung diri dikamar.

kikwang melirik sedikit kearah sooyoung, dia tersenyum tipis

“ddrrrrtttttt..” sooyoung langsung mendongak saat kikwang menggeser piringnya ke depan sooyoung

“makanlah yang banyak…” kata kikwang datar

“ng? bagaimana denganmu?” tanya sooyoung heran

“aku.. ingin diet, aku harus diet untuk kejuaraan sport bulan depan” kata kikwang asal

bibi lee,paman lee dan taemin tesenyum melihatnya.

“hyung! aku masih lapar.. aku juga minta ya..” taemin beranjak mengambil makanan kikwang, tapi kikwang segera memukul tangan taemin

“andwe..!! kau ini… ini untuk sooyoung!!” kata kikwang. taemin hanya mendengus kesal

“kurasa ada sesuatu yang berubah pada kikwang” batin bibi lee

lalu mereka kembali terdiam dan menikmati makanan masing-masing

“mm.. paman… bibi..” panggil sooyoung

“nde.. ada apa sooyoungie..?” tanya bibi lee dan paman lee bersamaan

“mm.. begini…, sudah kuputuskan..” sooyoung sedikit ragu mengatakannya

“apa?” tanya paman lee. semua keluarga lee menatap sooyoung dengan serius

“aku… akan segera mencari tepat tinggal lain..” kata sooyoung.

“BWO?!” mereka semua terkejut, terutama kikwang

“wae noona?” tanya taemin

“aku.. bukanlah keluarga kalian, aku sudah terlalu banyak merepotkan kalian” kata sooyoung

paman dan bibi lee terkejut mendengarnya.

“omong kosong soo.. kenapa kau bicara seperti itu” kata kikwang marah

“sooyoungie.. sudah kubilang.. ommamu adalah sahabatku,dia sudah kuanggap onnieku sendiri.. jadi kau juga sudah kuanggap anakku sendiri” kata bibi lee lembut. sooyoung hanya diam mendengarnya

“dan kami sama sekali tidak merasa kerepotan karenamu sooyoungie…” sambung paman lee

sooyoung masih diam, sesungguhnya dia juga menyayangi keluarga lee

“aku.. hanya ingin berada jauh dari rumahku…” kata sooyoung lirih

paman dan bibi lee saling berpandangan, “apa itu alasanmu?” tanya bibi lee

sooyoung mengangguk, “suaranya.. masih terngiang diotakku!.. aku-..ingatan itu-.. aku tak bisa melupakannya..semua terasa sangat sulit… jika aku masih berada disini” kata sooyoung

“lalu bagaimana dengan sekolahmu ? bagaiman kau hidup nanti ? kau belum bekerja sooyoungie” kata paman lee

sooyoung terdiam, “noona.. pikirkan lagi keputusanmu itu.. hidupmu masih panjang noona” kata taemin

“sooyoungie.. jebal.. bukannya kami tidak menginginkanmu melupakan semua kenangan buruk yang sudah terjadi.. tapi kami juga memikirkan masa depanmu” kata bibi lee sambil memegang lembut tangan sooyoung

“benar noona.. aku, kikwang hyung, dan juga kau, disini kita sama.. kita masih punya masa depan yang harus dipersiapkan” kata taemin

“sooyoungie.. kami akan mengizinkanmu pindah.. tapi setelah kau lulus nanti,sekarang ini matangkan dulu persiapan masa depanmu ne?” kata paman lee

sooyoung diam beberapa saat dan akhirnya mengangguk. sedangkan kikwang yang sejak tadi diam hanya bisa medesah tak percaya, dia sama sekali tak suka dengan keputusan ini. tanpa bicara apa-apa diapun pergi kekamarnya

——-

“haahhh..” sooyoung membuang nafas panjang saat dia melihat rumahnya

“kau tak akan bisa melupakannya jika kau terus mengingatnya!!” kata kikwang yang entah sejak kapan sudah berada didepan pintu

dia kini masuk dan menyejajarkan tubuhnya dengan sooyoung

“ kau hanya perlu memikirkan sesuatu yang membuatmu lupa dengan kejadian itu” kata kikwang lagi. dia ikut melihat kearah rumah sooyoung yang terlihat gelap sekarang

“kau bicara seperti itu.. karena kau tidak berada diposisiku.. dan kau tak akan pernah merasakan rasanya berada diposisiku…” kata sooyoung dingin

“benar.. aku tak pernah merasakan apa yang selalu kau rasakan, tapi setidaknya aku punya hati.. jadi aku tahu bagaimana rasanya sakit itu..” kata kikwang

“hhahh.. kau tak akan pernah tahu rasanya, kau punya yeojachingu yang cantik yang selalu membuatmu berdebar walau hanya dengan memikirkannya, kau punya keluarga yang baik yang selalu memperlakukanmu seperti manusia bahkan seperti pangeran.. kau juga punya teman-teman yang bisa membuatmu tertawa dan mudah melupakan masalah yang menimpamu..” kata sooyoung

“sedangkan aku? aku manusia yang hidup atau matipun tak akan ada yang perduli, tak akan ada yang mencari, tak akan ada yang menangisi.. hidup segan, mati tak bisa… itulah aku” lanjut sooyoung. meski tidak terisak namun air matanya menetes.

kikwang terdiam sambil menatap sooyoung.

“mungkin aku tidak bisa berada diposisimu, tapi kau bisa merasakan rasanya ada diposisiku,..” kata kikwang

sooyoung mengeryit, “maksudmu?” tanya sooyoung

“aku akan menjadi semua yang tidak kau miliki… aku bisa menjadi appa yang selalu melindungimu, aku bisa menjadi omma yang selalu memperhatikanmu, aku bisa menjadi teman yang selalu melindungimu, aku… juga bisa menjadi . kekasih yang selalu menyayangi dan mencintaimu” kata kikwang, tatapannya lurus kemata sooyoung

sooyoung terdiam mencerna kata-kata kikwang. kikwang mendekat pada sooyoung

“aku… akan melakukan apapun agar kau tetap berada disini.. tetap berada didekatku” kata kikwang lirih.

sooyoung mengeryit tak mengerti,dia terus berfikir dan berfikir. lalu setelah dia benar-benar tahu maksud kikwang dia mundur

“lee kikwang.. jangan bicara omong kosong.. kau.. tak akan bisa melakukan semua itu” kata sooyoung sambil menoleh kearah jendela, dia berusaha menghindari kontak mata langsung dengan kikwang

“bagaimana jika aku bisa melakukan semuanya?” tanya kikwang. dia mendekat lagi pada sooyoung

“k.. kau.. bukan keluargaku, kk.. kau juga bukan.. temanku.. dan lagi.. kau.. bukan.. kekasihku” kata sooyoung

“karena itu.. aku.. akan menjadi semua itu..” kata kikwang berbisik. lalu tangannya mengunci tubuh sooyoung dengan bertumpu pada tembok dan dia mulai mendekatkan wajahnya pada sooyoung

sooyoung terdiam membeku

DEG..

DEG…

DEG….

jantungnya berdebar cepat lagi. dia bisa merasakan hangatnya nafas kikwang

“apa yang ingin dia lakukan? apa dia ingin menciumku? apa dia benar-benar serius dengan perkataannya?” batin sooyoung gugup

lalu tiba-tiba bayangan yoona muncul, bayangan saat yoona menenangkannya dan menghiburnya hingga dia bisa kembali bicara dengan orang lain lagi

“andwe soo, dia adalah pacar yoona” batin sooyoung

“strappp” dengan gerakan cepat sooyoung menelusup kebawah lengan kikwang dan langsung berbaring ditempat tidurnya

“aku.. aku harus tidur..” kata sooyoung lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut

kikwang terdiam sejenak lalu tertawa kecil menampakan sedikit gigi-gigi putihnya, dia menghampiri sooyoung

“baiklah… jaljayo…” kata kikwang sambil mengusap kepala sooyoung lembut. meski tertutup selimut dia tetap bisa tahu dimana letak kepala sooyoung

sooyoung diam saja seolah dia sudah tidur. kikwangpun mematikan lampu kamar sooyoung dan beranjak pergi

“JANGAN DIMATIKAN JEBAL!!” pekik sooyoung.

“wae?” tanya kikwang

“aku.. aku masih.. sedikit takut…” kata sooyoung dibalik selimutnya

kikwang mengangguk paham, “baiklah..”

—***—

“yang yoseob apa yang kau lakukan?” tanya sooyoung. saat ini dia benar-benar tak mengerti maksud yoseob yang memberikan sebuah kardus berukuran sedang yang berisi banyak susu kotak

“ini..bawalah.. aku sudah lelah, selama seminggu ini aku menunggumu datang,tapi kau tetap tak masuk sekolah..” kata yoseob

sooyoung mengeryit, “kau.. menungguku?” tanya sooyoung

“kau ini kenapa sih? kenapa kau jadi sering tidak masuk sekolah.. kau kan tahu jika dua bulan lagi kita akan ujian akhir” kata yoseob tanpa menjawab pertanyaan sooyoung

“mianhae…” kata sooyoung

“ini!!” yoseob menyerahkan sebuah buku pada sooyoung

“apa ini?” tanya sooyoung

“itu catatan selama satu minggu.. kau harus belajar dengan benar, jika tidak maka aku akan merebut posisi peringkat satumu” kata yoseob. mendengar itu sooyoung tertawa kecil

yoseob terdiam melihat sooyoung tertawa, ini adalah hal lanka yang seharusnya diabadikan lewat photo ataupun rekaman video. tapi dia terlalu gengsi untuk itu

“gomawo yoseob-ah.. aku tak akan melupakan kebaikanmu sampai kapanpun ^^” kata sooyoung. yoseob tersenyum tipis

“yoseob-ah kau dipanggil mrs.kim..!!” seseorang berteriak dari luar kelas. yoseobpun beranjak keruang guru

sooyoung mengambil seekotak susu dari kardus itu lalu meminumnya

“YAHH CHOI SOOYOUNG!!” tiba-tiba yuri datang bersama tiffany dan taeyeon. sooyoung menatap yeoja-yeoja itu datar

“kemari kau!!” taeyeon meraih lengan sooyoung kasar dan menariknya keluar kelas

“ada apa sih!! cepat lepaskan aku!!!” pekik sooyoung. dia berusaha berontak meski dia tahu usahanya sia-sia. karena yuri dan fanny ikut memeganginya

meski orang-orang tahu apa yang dilakukan yuri dan teman-temannya adalah perbuatan jahat mereka tetap membiarkannya. mereka hanya menatap remeh pada sooyoung

“straaakkk” taeyeon melempar tubuh sooyoung kasar hingga dia tertatap pintu kamar mandi

“apa yang kalian inginkan? apa masalah yang kubuat dengan kalian!!” pekik sooyoung.

yuri mendekat lalu menekan kedua pipi sooyoung dengan jari-jarinya yang tajam.

“kau!! sudah membuat yoona menangis!!” umpat yuri geram

“bwo?!!” tanya sooyoung tak mengerti

“PLAAKKK!!” fanny menampar pipi sooyoung kasar

“YAHH!!!” pekik sooyoung marah. setelah kejadian malam itu sooyoung jadi sedikit lebih berani

“KAU!! BERANI SEKALI KAU MERUSAK HUBUNGAN KIKWANG DAN YOONA!! MEREKA SUDAH BERSAMA SELAMA LIMA TAHUN!! APA KAU TAK MENGERTI?!!” pekik fanny marah. dia mendorong bahu sooyoung berulang kali

“AKU SAMA SEKALI TAK MELAKUKAN APA-APA!!” elak sooyoung

“PLAAKK!!” fanny menampar sooyoung lagi

“DASAR JA**NG!!! KAU ADALAH GADIS MURAHAN YANG SUKA MEREBUT PACAR ORANG LAIN!!“

“JAGA MULUTMU TIFFANY HWANG!! AKU SAMA SEKALI TAK MEREBUT SIAPAPUN!!” kata sooyoung. sekencang apapun teriakan mereka, tak akan ada orang yang mendengarnya karena mereka berada di kamar mandi sekolah yang sudah tak terpakai

“BERANI SEKALI KAU BERTERIAK PADA KAMI HAAHH!!!” taeyeon mencengkram lengan sooyoung yang kanan dan yuri mencengkram lengan sooyoung yang kiri

“apa yang ingin kalian lakukan?!!” tanya sooyoung

“aku akan membuktikan jika kau gadis jalang yang selalu memamerkan tubuhmu di internet” kata fanny sambil tersenyum smirk

“YAHH!! ANDWE!!” pekik sooyoung. fanny mendekat dan mulai membuka kancing seragam sooyoung

“ANDWEE!!! ANDWEEE!!” sooyoung terus memekik. dia kembali teringat oleh kejadian pemerkosaan itu

“HAHAHAHA.. DASAR JA**NG!! KAU SUDAH TAK PANTAS HIDUP DIDUNIA INI!! KAU HANYA SAMPAH!!” umpat yuri

“wwuuuu yoona pasti senang kita melakukan ini!! “ kata fanny. dia merekam tubuh sooyoung dari atas sampai bawah

“haha biar saja, mungkin tangis yoona berubah menjadi tawa setelah dia melihat ini” lanjut taeyeon.

“ANDWEE!! HAJIMA!! ANDWEE!!” sooyoung terus memberontak dan menangis

“berteriaklah sekeras mungkin, tak akan ada yang mendengarmu bodoh!!” kata fanny

“hahaha kau tenang saja!! setelah video ini tersebar.. pasti akan banyak namja yang memanggilmu hahaha..” kata yuri

“YAAAAAAAAHHH!!” sooyoung terus memekik. dia semakin teringat oleh appa tirinya

“benar.. kau akan menjadi gadis murahan terlaku diseko-“

“BYUUUUUURRRRRRR!!!”

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!” fanny, yuri dan taeyeon memekik histeris saat tiba-tiba tubuh mereka diguyur seseorang dengan air kotor

“yoo.. yona?!!” mata mereka terbelalak melihat yeoja tinggi kurus itu sedang menatap marah pada ketiga sahabatnya

“TAP”

“PRAAKK!!!” yoona langsung meraih handycam fanny dan membantingnya  dengan sangat keras hingga terpecah

“yaahh!! bwohaneungeoya!!!” kata fanny marah

yoona menarik sooyoung dari yuri dan taeyeon tanpa melepas tatapan tajamnya pada ketiga yeoja itu

“KALIAN YEOJA KAN?!! BAGAIMANA KALIAN BISA MELAKUKAN HAL SEPERTI INI?!! KALIAN SAMA SAJA MERENDAHKAN DIRI KALIAN SENDIRI!!” pekik yoona.

“APA MAKSUDMU? KAMI MELAKUKAN HAL INI JUGA DEMIMU!!” kata yuri marah

“AKU TAK BUTUH PEMBELAAN KALIAN!! KALIAN HANYA MENGGUNAKAN MASALAHKU UNTUK MEMBULLY SOOYOUNG!!” kata yoona

“IM YOONA.. KENAPA KAU MEMBELANYA?!! DIA ADALAH RIVALMU!!” kata taeyeon

“ANHI.. DIA- ADALAH ONNIEKU!! RIVALKU SEKARANG ADALAH KALIAN!! JIKA KALIAN MENYAKITINYA MAKA AKU TAK SEGAN-SEGAN MEMBOTAKI KEPALA KALIAN!!” kata yoona

“IM YOONA!!”

“APA KALIAN TAHU KENAPA SOOYOUNG TIDAK MASUK SELAMA SATU MINGGU?! DIA- DIANIAYA APPA TIRINYA!! DIA.. HAMPIR DIPERKOSA APPA TIRINYA!!!! DAN KALIAN MASIH TEGA MENGULANGNYA?! KALIAN INGIN MEMBUAT SOOYOUNG DEPRESI DAN GILA?! HAAAHH?!!” Pekik yoona. air matanya mulai menetes.

“MESKI KALIAN BUKAN TEMANNYA.. TAPI SETIDAKNYA KALIAN ADALAH YEOJA!! KALIAN HARUSNYA PAHAM PERASAAN SOOYOUNG SAAT INI!!” lanjut yoona sambil menoleh pada sooyoung yoona.

yuri, fanny dan taeyeon kini menatap sooyoung yang terlihat stress dan ketakutan. sooyoung menutup kedua telingannya dengan tubuh bergetar

“lihatlah!! Hikss…a.. aku..akulah yang menyebabkan dia seperti ini.. !! Kejahatanku padanya jauh lebih besar daripada dia yang tidak sengaja merebut  kikwang dariku…” kata yoona lirih

lalu tiba-tiba sooyoung meraih lengan yoona,”yo..yoona.. anhi..” kata sooyoung parau

“kk.. kau.. tak salah.. apa-apa..” kata sooyoung lagi. yoona bisa merasakan bagaimana gemetarnya tubuh sooyoung

yoona menghela nafas, dia segera mengancingkan seragam sooyoung yang terbuka. setelah itu dia melepas sweternya lalu ia pakaikan ditubuh sooyoung

sooyoung terdiam, dia merasa seperti berhadapan dengan kikwang kedua.

“ayo sooyoungie… kita pulang” kata yoona sambil menarik lengan sooyoung lembut

——–

saat mereka sudah sampai dikamar sooyoung, tiba-tiba telephon sooyoung bordering. karena yoona tahu sooyoung belum bisa mengangkat telepon, diapun yang mengangkatnya

“nde.. yeobseyo” sapa yoona

“yah!! nenek lampir!! kenapa kau yang mengangkat telphon ini?! dimana sooyoung?!” tanya junhyung disebrang telepon

“isshhh dasar kau ini!! aku yoona bukan nenek lampir tahu!!” kata yoona kesal

“iya iya yoona!! .. apa yang terjadi? kenapa kau membawa ponsel sooyoung?” junhyung terdengar khawatir

“ceritanya panjang.. jika kau ingin tahu cepat kerumah kikwang!!” kata yoona sedikit berbisik. dia takut jika sooyoung mendengarnya

“baiklah..” kata junhyung lalu menutup teleponnya

“yoo.. yoona..” panggil sooyoung

“ ada apa sooyoungie?” tanya yoona

“go.. gomawo.. dan.. mi.. mianhae.. jongmal mianhae..” kata sooyoung lalu menatap yoona

“kenapa kau meminta maaf?” tanya yoona

“kikwang… “ kata-kata sooyoung terhenti

yoona tersenyum, “semua ini belum sebanding dengan kejahatan yang pernah kulakukan padamu dulu” kata yoona

sooyoung terdiam, “apa kau.. berpisah dengan kikwang?” tanya sooyoung.

yoona tersenyum nanar lalu mengangguk, “sebaiknya kau istirahat dan lupakan semua kejadian hari ini ne.. aku akan mengambil makanan untukmu” kata yoona mngalihkan. dia hanya ingin sooyoung tak terlalu memikirkan hal ini

——

junhyung terdiam dan menatap sooyoung yang sedang tertidur.

“kau.. hebat..” kata junhyung. yoona menoleh terkejut

“wae?” tanya yoona

“karena kau mau mengakui kesalahanmu dan bersikap dewasa..” kata junhyung.

yoona tersenyum, “aku.. merasa… semua ini karma yang Tuhan berikan untuku, aku terlalu jahat pada sooyoung.. mungkin diputuskan kikwangpun belum sebanding dengan penderitaan yang telah kuberikan untuk sooyoung” kata yoona lirih

“setidaknya.. kau sudah berubah baik ^^” kata junhyung. yoona mengangguk setuju

“CKLEKKK” pintu terbuka

“sooyoungiee…” kikwang masuk dengan nafas terengah – engah.

junhyung menatap kikwang, sedangkan yoona hanya menunduk dan tak berani melihat

“hey.. apa yang kau lakukan disini? kata taemin teman-temanmu menyeret sooyoung!! apa yang kalian lakukan sebenarnya haahh?!” tanya kikwang pada yoona. yoona hanya diam dan menunduk

“hey.. pelankan suaramu! kau tak lihat sooyoung sedang tidur?” kata junhyung. dia berdiri dan memegangi kikwang

“im yoona!! kukiran kau sudah berubah..!! apa karena aku memutuskanmu kau jadi membully sooyoung lagi?!!” kata kikwang marah

“kikwang!! dia tidak salah.. beri dia kesempatan untuk bicara” kata junhyung membela

yoona kini berdiri lalu menatap kikwang dengan tatapan sendu. matanya berkaca-kaca

“benar!! aku yang melakukannya..!! sooyoung sakit lagi karenaku!!” kata yoona

“yoona?!” kata junhyung terkejut

kikwang mendesah kesal,” kau!! manusia apa bukan haahh?!”

“aku yang bersalah!!! SEMUA YANG TERJADI PADA SOOYOUNG ADALAH SALAHKU!!!!” pekik yoona lalu pergi begitu saja

kikwang hanya menatap kepergian yoona dengan kesal sedangkan junhyung yang kini mengejar yoona

“dia… yang sudah menyelamatkanku..” kata sooyoung yang ternyata kembali terbangun

“sooyoung?”

“dia.. memutuskan persahabatan dengan yuri,fanny dan taeyeon demi menolongku… dia… yang membawaku pulang dan dia juga yang mengambilkan makanan untuku..” lanjut sooyoung.

kikwang terdiam, sungguh dia terkejut mendengar kata-kata sooyoung barusan

“lee kikwang.. bukankah kau sudah mengenalnya seperti kau mengenalku? kau harusnya percaya jika dia sudah berubah..” kata sooyoung lagi. dia menatap tajam pada kikwang

“kau.. bicara seperti itu karena merasa tidak enak dengan hubungan kami kan?” tanya kikwang

“anhi. aku bicara apa yang sebenarnya terjadi…, jebal minta maaflah padanya!! aku tahu dibandingkan siapapun dia jauh lebih sedih apabila kau yang berteriak padanya..” kata sooyoung

kikwang terdiam, “anhi.. aku sudah tak mau berhubungan dengaannya lagi.. aku sudah benar-benar melupakannya” kata kikwang yang kini malah duduk pinggir ranjang sooyoung

“grreeeebbbb” sooyoung menggenggam tangan kikwang lembut. kikwang bisa merasakan betapa hangatnya tangan sooyoung

“siapapun orangnya.. jika kau berbuat salah, maka kau tetap harus minta maaf… meski orang itu musuhmu sekalipun” kata sooyoung lalu tersenyum pada kikwang

kikwang menatap mata sooyoung intens.

“aku akan minta maaf padanya.. sekarang tidurlah..” kata kikwang sambil mengusap rambut sooyoung pelan

sooyoung terdiam, “kenapa dia jadi seperti ini padaku?” batin sooyoung

“nde..” jawab sooyoung. dia kembali berbaring dan mulai memejamkan matanya

___ tbc ___

mian jelek, mian kalo membosankan, tetep ditunggu tanggapannya ya ^^

semakin banyak semakin cepat juga publish ff lain dan publish part selanjutnya

 

TEASER NEW FANFIC

CHERRY BLOSSOM

 

cb

cast :

  • sooyoung SNSD
  • kwangmin BOYFRIEND
  • sungjae BTOB
  • youngmin BOYFRIEND
  • jongup B.A.P
  • and idol 95 line

YOUR MOTHER (part 4)

TITLE : YOUR MOTHER (part 4)

CAST :

  1. choi sooyoung
  2. lee kikwang
  3. im yoona
  4. yong junhyung

GENRE : family, romance, sad

RATING : PG 17

—-

NB :maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,maaf jika ada kata-kata kasar/menyinggung

—–

anyeong readerdeul,I’m back ^^ sebelumnya aku minta maaf, karena kejar tayang aku jadi ga sempet meriksa penulisannya

jadi harap maklum kalau part ini banyak penulisan yang salah

—–

Happy reading and don’t be siders ^^

—–

“kalian ini benar-benar manusia tidak beradab!!” umpat kikwang

“chagi… kenapa kau seperti ini? “ Tanya yoona dengan wajah sedih dan memohon.dia meraih lengan kekar kikwang

“lepaskan aku!!!” bentak kikwang sambil mengibatkan tangannya agar tangan yoona terlepas

“sooyoungie.. ayo..” kikwang langsung menarik tangan sooyoung lembut dan segera pergi meninggalkan yoona dan teman-temannya

CherryBlossompart 4

“kikwang.. sebaiknya kau jangan seperti ini” bisik sooyoung.

“kenapa? kau takut hubunganku dengannya rusak?” Tanya kikwang.sooyoung mengangguk pelan

“LEE KIKWANG!!” bentak yoona.dia berlari menghadang sooyoung dan kikwang

“bisakah kau berhenti berteriak?!!! kenapa kau seperti ini im yoona,kenapa kau menjadi seperti nenek sihir yang kejam?.. apa kau tak mengingat saat masa-masa kecilmu dengan sooyoung?! bahkan dulu dia selalu melindungimu” kata kikwang.tatapannya terlihat sedih dan kecewa

yoona hanya terdiam.dia tercekak mendengar kata-kata kikwang itu

“kau pikir selama ini kau sudah baik dengannya? bukankah kau sama saja denganku..” kata yoona. kikwang menatap tajam pada yoona

“mamdaero saenggakhae!!!(*berpikirlah sesukamu)” kata kikwang datar lalu kembali berjalan meninggalkan yoona

sooyoung hanya diam dan mengikuti kikwang.

“LEE KIKWANG!! AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN SEMUA INI!! AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA!!” teriak yoona

kikwang tak memperdulikannya dan tersu berjalan

“kikwang.. kenapa kau seperti itu dengannya?” Tanya sooyoung

“jangan pikirkan yoona,atau hubunganku dengannya.. sekarang yang kau pikirkan adalah tanganmu yang kembali terluka!!” kata kikwang dingin tanpa menoleh pada sooyoung

———–

sooyoung pov

aku terdiam melihat kikwang yang begitu lembut mengobati luka yang diakibatkan yoona tadi.karena kuku yoona yang tajam tangankupun jadi sedikit berdarah

“soo.. bisakah kau berubah menjadi sedikit lebih tegas? kau tak sadar ini semua terjadi karena hatimu yang terlalu polos dan baik” kata kikwang setelah dia selesai mengobati

“aku.. tidak bisa, aku ingin tetapi aku tetap tidak bisa..” kataku

“wae?” tanyanya

aku terdiam sejenak,”molla… aku hanya berfikir membalas tidak akan menyelesaikan masalah”

“tapi jika kau membiarkannya itu juga tak baik.. , bagaimana kau bisa mempertahankan hidup jika kau seperti itu, tidak mungkin kau selalu mengandalkan orang lain untuk menolongmu” kata kikwang

“ aku hanya merasa jika hidupku tak begitu berguna…, aku hidup sendiri didunia ini..,dikelilingi orang-orang yang hanya memikirkan ego sendiri…, dikelilingi orang yang sama sekali tidak mau menemani kesendirianku… entah keluarga,sahabat, ataupun kekasih.. aku sama sekali tak memiliki salah satu dari hal itu” kataku sedih

aku menatap kikwang yang kini terdiam. kurasa dia belum paham apa yang kukatakan.

tentu saja, dia tidak pernah merasakan apa yang selama ini kurasakan.dia memiliki semua yang tidak kumiliki, dia punya keluarga yang saling menyayangi, punya kekasaih yang cantik dan popular dan juga punya banyak teman

“setidaknya kau bertahan, kau tak mungkin akan selamanya mengalami kesedihan.. bukankah kau pernah bilang jika kau yakin Tuhan sudah menyyiapkan jodoh untukmu?” tanyanya dengan tatapan prihatin

“itu benar… tapi apa itu mungkin, bahkan laki-laki yang melihatku saja langsung illfeel dan menganggapku remeh” kataku lagi

“lalu bagaimana dengan junhyung?”

aku membuang nafas,”mana mungkin, dia hanya mengaku sebagai pacarku agar yoona dan teman-temannya tak menggangguku lagi” kataku

“jinjja?” tanyanya,aku mengangguk

“CHOI SOOYOUNG!!! ODDIIEEE!!!” tiba-tiba aku dan kikwang mendengar seseorang berteriak.

aku dan kikwang bertatapan sejenak,lalu segera beranjak keluar

“YAAHH!! ANAK KEPAR**T.. TERNYATA KAU BERSEMBUNYI DISINI HAAHH?!!” bentak appa sambil berjalan kearahku dengan wajah murka

“aku releks mundur dan berusaha menghindari appaku

kikwang menggenggam tanganku erat lalu dia berjalan kedepanku

“MINGGIR KAU!!! BIARKAN AKU MENGHABISI ANAK TAK TAHU DIUNTUNG INI!!” kata appa pada kikwang

“aku tak akan minggir,aku tak akan biarkan kau menyakiti sooyoung!!” kata kikwang dingin

“YAH DASAR ANAK KURANG AJAR!!” umpat appa pada kikwang. aku hanya bisa memejamkan mata dan meremas tangan kikwang

“KIM KYUNGJOO!! APA YANG KAU LAKUKAN?! BERTERIAK SEENAKNYA DIRUMAH ORANG!! CEPAT PERGI DARI SINI!!” tiba-tiba bibi lee datang dari arah dapur bersama taemin. mereka berjalan kearahku

“PASTI KAU KAN?!! KAU YANG MEMBAWA SOOYOUNG KESINI!!” kata appa sambil menunjuk bibi lee.

“benar!! aku yang membawanya kesini!! karena dirumah,kau hanya memperlakukan sooyoung layaknya hewan dan budak!!” kata bibi lee

“APA KAU BILANG?!! HEY SOOYOUNG ITU KUBESARKAN SEJAK DIA BAYI.. JADI AKU BERHAK MENYURUH ATAUPUN MEMUKULNYA!!” kata appa

“ KAU PIKIR AKU TAK LUPA?!! KAU SELALU MEMBAWA SOOYOUNG KERUMAH INI SAAT DIA BAYI…!! AKULAH YANG MERAWATNYA JADI AKU BERHAK MELINDUNGINYA!!” kata bibi lee sambil merangkulku.

aku terdiam,jadi bibi lee merawatku sejak kecil?

“JANGAN BERGURAU!!! SEKARANG BIARKAN AKU MEMBAWANYA PULANG!!!” kata appa sambil berusaha menerobos kikwang dan taemin yang berdiri didepanku untuk melindungiku

“Ya Tuhan, bagaimana bisa ada keluarga yang baik seperti ini” batinku terharu.

“AKU TAK AKAN MEMBIARKANNYA!!” kata bibi lee sambil memeluku erat

“bibi..” kataku. saat ini aku takut,aku takut jika appa melakukan sesuatu yang berbahaya pada salah sati dari keluarga lee

“ sooyoung akan tetap disini bersama kami!!” kata kikwang.

“HARRGGHHH MINGGIR KAU ANAK INGUSAN!!!” appa langsung mengayunkan tinjunya pada kikwang. dan karena badan appaku yang kekar dan besar, kikwangpun langsung terjatuh

“hyung!! “ teriak taemin

“APPA!! JEBAL HAJIMA!!” teriaku sambil emnitikan air mata. aku melihat kearah kikwang.bibirnya berdarah dan pipinya biru lebam

“paman jebal jangan seperti ini!!” kata taemin. dia maih terus berusaha melindungiku

“minggir taemin!!!” kata appaku lalu mendorong tubuh taemin hingga dia tersungkur

“JANGAN MENDEKAT!! KUBILANG JANGAN MENDEKAT!!” kata bibi lee sambil mengeratkan pelukannya padaku

“DIAM KAU!!”

“bibi lepaskan saja aku” kataku. aku hanya takut appa akan melakukan sesuatu pada bibi lee seperti apa yang sudah dia lakukan pada kikwang dan taemin

“anhi sooyoungie… kau harus tetap disini!!” kata bibi lee

“BUGGHHH” benar, appa menarih bibi lee lalu mendorongnya sembarang hingga dia tersungkur kelantai

“BIBI!!!” pekiku terkejut. aku beranjak menolongnya tapi

“TAPP!!!” appa berhasil meraih tanganku,dia langsung menarikku keluar rumah itu

aku menoleh kebelakang dan melihat taemin dan kikwang sedang menolong bibi lee

——

appa langsung melemparku masuk kekamar

“ awas jika kau kembali kerumah itu lagi!! aku akan benar-benar menghajarmu!!dan aku akan menghabisi keluarga itu jika perlu!!!” katanya sambil menunjuk wajahku

aku hanya diam dan terisak, sungguh aku ingin sekali berlari kesana untuk melihat keadaah bibi lee

“BRUAKK!!” appa langsung mebanting pintu kamarku dengan sangat keras. aku reflek memejamkan mata dan menutupi kedua telingaku

“Ya Tuhan apa yang harus kulakukan sekarang?” gumamku. aku menekuk kedua lututku dan membenamkan wajahku diantaranya

“hikks  hikksss,,,” aku hanya bisa terisak.

—***—

“sooyoungie… apa kau baik-baik saja? apa nenek lampir itu menyakitimu?” Tanya junhyung padaku

aku tersenyum lalu menggeleng, “nan gwenchana ^^” kataku.

tapi dia malah melihat tubuhku dari atas sampai bawah

“kenapa kau melihatku seperti itu?” tanyaku sedikit risih

“aku tahu kau bohong.. aku hanay berusaha mencari dimana lukamu yang disebabkan yoona” katanya.

aku tertawa kecil, “sudahlah.. toh aku masih berdiri dihadapanmu dengan keadaan sehat..”

“haahh yasudah… mm bagaimana kalau kita mampir ketoko es krim dulu”

mataku berbinar “es krim?”

dia mengangguk,”iya.. aku yang mentraktir ^^” katanya sambil tersenyum lembut padaku

“baiklah ayo..hihi” ajaku bersemangat. tapi langkah kami terhenti saat melihat sebuah pertengkaran

normal pov

kikwang menatap datar pada yoona yang kini sedang berjalan kearahnya

“chagi…” dia merengek lalu merangkul lengan kikwang manja

“apa maumu..?” Tanya kikwang dingin

“chagi kenapa kau seperti ini? apa karena yeoja itu tinggal dirumahmu? kau jadi perduli dengannya?” Tanya yoona

kikwang mengeryit, “bagaimana kau bisa tahu?” Tanya kikwang

“aku tahu darimana itu tidak penting… ayolah chagi jangan seperti ini? kenapa kau jadi dingin seperti itu padaku..” rengek yoona

“tunggu.. kurasa aku tahu siapa penyebab keributan kemarin…” kata kikwang sambil berfikir sejenak

“kaau pasti mengadu pada appa sooyoung kan jika sooyoung berada dirumahku!!” Tanya kikwang setelah itu

yoona hanya diam dan menunduk,”an.. anhi..” jawabnya ragu

“jangan berbohong padaku!!!” kata kikwang

yoona kini mendongak dan menatap tajam pada kikwang,”memang kenapa jika aku mengadu? dia kan appa sooyoung!! ” kata yoona

“lagipula kenapa kau begitu marah? jangan-jangan kau sedih karena tidak bisa serumah lagi dengan sooyoung” lanjutnya

kikwang mendesah kesal, “im yoona.. kau mengenal sooyoung sejak dia kecil kan?, kau tahu bagaimana menyedihkannya keadaan sooyoung kan? kau tahu dia tak punya siapa-siapa kan? kenapa kau begitu kekanak-kanakan ?” kata kikwang. matanya memancarkan kekecewaan

“kau pikir kenapa aku seperti ini?! aku hanya takut kehilanganmu!!” kata yoona. air matanya mulai menetes

“kau tahu sifat seperti itulah yang sebenarnya membuatku berubah…sekarang kau berbeda! kau terlalu kejam! kau bukan lagi im yoona yang polos, yang selalu berlindung dibelakang sooyoung saat aku menjahilimu.. kau harusnya mengingat hal itu, mengingat saat-saat sooyoung selalu melindungimu“ kata kikwang

yoona menunduk, sekelebat bayangan saat dia bersama sooyoung muncul lagi diotaknya. im yoona adalah satu-satunya teman yang pernah ada disejarah hidup sooyoung meski itu adalah masa lalu yang mungkin tak akan terulang lagi.

“a.. aku..” yoona ingin menjawab, tapi tiba-tiba sooyoung yang sedang berjalan bersama junhyung kini melihat kearah mereka.kikwang ikut menoleh, entah kenapa wajahnya kini berubah tidak suka

“kata sooyoung mereka tidak berpacaran, tapi kenapa mereka selalu pulang bersama?” batin kikwang kesal

“ jangan hiraukan mereka.. anggap saja kita tak melihat siapapun” bisik junhyung pada sooyoung

sooyoung mengangguk, merekapun melanjutkan berjalan tanpa menghiraukan dua orang yang sedang memperhatikan mereka

“TAPP!!” tapi ternyata saat bersisipan, kikwang langsung meraih tangan sooyoung.sooyoung dan junhyung berhenti lalu menoleh pada kikwang

“apa maumu?” tanya junhyung sinis. dia berusaha menarik sooyoung agar pegangan kikwang terlepas. tapi sayangnya kikwang malah menatap remeh pada junhyung dan semakin mengeratkan genggamannya pada tangan sooyoung

“ada apa kkikwang-sii?” tanya sooyoung

“kau pulang bersamaku” kata kikwang

“BWO?!!” pekik yoona, sooyoung dan junhyung bersamaan

“maaf, tapi sooyoung sudah ada janji denganku” kata junhyung.

“sooyoung harus pulang bersamaku.. ini perintah ommaku” kata kikwang berbohong

“mianhae kikwang-ssi.. aku harus pergi dengan junhyung..” kata sooyoung

kikwang kini menoleh pada sooyoung, “ada yang harus kita bicarakan.., lagipula kau tak benar-benar berpacaran dengannya kan?” katanya.

junhyung dan yoona terkejut mendengarnya, “apa maksudnya tidak berpacaran?” gumam yoona

“meski dia bukan pacarku.. tapi aku tetap harus pulang bersamanya,dia sudah berjanji padaku” kata junhyung

“anhi.. sooyoung ayo kita pulang!!” kikwang hanya menanggapinya dengan santai. dia kini menarik sooyoung kemotornya

junhyung berjalan kehadapan mereka, “heyy!! kubilang sooyoung ada janji denganku!! apa kau tuli haahh!!” katanya sambil meraih tangan sooyoung yang satunya lalu menahannya

“ kikwang!! ada apa denganmu?!” tanya yoona. dia tak habis pikir,bagaimana bisa namjachingunya bertengkar didepan matanya untuk merebutkan yeoja lain

“kikwang-ssi…” mohon sooyoung sambil berusaha melepas genggaman kikwang

kikwang berhenti lalu menatap sooyoung, “omma sakit.. kau tak ingin menjenguknya?” tanya kikwang

“sa.. sakit?” mata sooyoung membulat. seketika perasaan bersalah, sedih,dan marah muncul.

“sooyoungie.. dia berbohong,itu hanya alasan agar kita tak bisa pergi berdua” kata junhyung

sooyoung masih diam untuk beberapa saat, “junhyung-ssi mianhae.. aku harus melihat keadaan bibi lee”

—–

“mianhae…karena appaku, kaki bibi lee jadi terkilir” kata sooyoung sedih. dia menatap sendu pada bibi lee yang sedang tidur di ranjang kamarnya

“ini bukan salahmu..”

“aku memang bukan yang menyakitinya,tapi aku penyebabnya, keluargamu terluka karena melindungiku..” kata soo sedih

“hey anhi!! omma, taemin dan juga aku.. sama sekali tak menyesal sudah berusaha melindungimu” kata kikwang

sooyoung kini menoleh pada kikwang,dia masih bisa melihat ujung bibir kikwang yang terluka

“haaaahhhh kau bahkan belum mengobati lukamu” dia membuang nafas panjang. lalu dia meraih handsaplash yang ada disakunya,dia segera memasangkan handsaplash itu diujung bibir kikwang

kikwang terdiam akan perlakuan sooyoung yang begitu lembut dan telaten.

“DEGG DEGG DEGG” kikwang merasa jantungnya bedetak lebih cepat sekarang. dia menatap wajah sooyoung yang berjarak cukup dekat dengan wajahnya.

dia bisa melihat bulu mata sooyoung yang lentik, bola matanya yang kecoklatan dan bersinar begitu indah, bibirnya yang tipis

“gleeekkk” lagi-lagi dia menelan air ludahnya

“hasshh ada apa denganku ishh!!” batinnya kesal

“kikwang-ssi kurasa aku harus kembali.. sebelum appa tahu jika aku kesini..” kata sooyoung.

“o..oh ndde…” kata kikwang

“apa appamu tidak memukulmu lagi..” tanya kikwang. sooyoung menggeleng

“dia pergi sejak kemarin…tapi jika dia ingin memukulku, aku sudah siap mental ^^ “ kata sooyoung.

kikwang terdiam,”bagaimana bisa dia siap, kemarin saja aku merasa cukup kesakitan akibat pukulan appanya,bagaiamana dengan sooyoung…” batin kikwang

“jika terjadi sesuatu kau bilang saja padaku, setidaknya jatah pukulan untukmu berkurang dan berpindah padaku” kata kikwang lalu tersenyum manis

“DEGG” sooyoung terdiam, dia merasa jantungnya berdebar lebih cepat saat kikwang tersenyum manis padanya

“n.. nde..gomawo” kata sooyoung

——

sooyoung pov

aku terdiam menatap langit-langit kamarku. lalu tiba-tiba bayangan kikwang muncul disana

“kenapa dia sekarang begitu baik dan perhatian padaku?”

“haaahhh apa karena bibi lee yang menyuruhnya?”

ahh molla, kenapa aku jadi memikrikan kikwang.

“sooyoungie.. ingat,dia sudah punya yeojachingu!! jangan berpikir macam-macam nee!!” kataku meyakinkan diriku sendiri

“ckleekk” tiba-tiba pintu kamarku terbuka.

aku segera bangun dan menghidupkan lampu kamarku

“appa?” panggilku. kulihat appa berjalan gontai kearah ranjangku

“Appa pasti mabuk lagi” gumamku berusaha menolongnya

“BRUKKK” tapi tiba-tiba appa menjatuhkan diri diatas tubuhku.mataku terbelalak seketika

aku berusaha mendorongnya tapi dia malah lebih kuat menindihi tubuhku

“Ya Tuhan,apa yang appa lakukan” batinku panic

“appa.. jebal!! jangan seperti ini” kataku

aku bisa melihat, appa tersenyum smirk kearahku

“kau tahu? aku sudah menginginkan tubuhmu sejak kau beranjak dewasa,pasti tubuhmu sangat mulus dan indah” katanya sedikit berbisik

aku membeku mendengarnya,lalu mataku terbelalak saat tiba-tiba dia membuka kancing bajuku

“appa jebal hajima!!” kataku memohon

dia tak menghiraukannya, dia malah beranjak menciumi leherku dan menyesapnya hingga menyebabkan kissmark disana

“shhhhhhh” aku tak bisa menahan desahanku. air mataku mulai menetes

dengan sekuat tenaga,aku meraih handphoneku dan menghubungi salah satu nomer yang ada disana

“tap braaakk” appa segera meraih handphon yang kupegang lalu membuangnya sembarang

“SREKKK!!” lalu dengan satu gerakan dia menyobek kemejaku.

“sshhh benarkan.. bahkan dadamu jauh lebih besar dari yang kubayangkan,hahaha” katanya. aku terus bergerak agar dia kesulitan untuk menyentuhku

“APPPA!! HAJIMAA!!” pekiku saat dia kembali menciumi leherku

“kenapa? kita hanya berjarak 17 tahun.. jika terjadi sesuatu padamu aku akan bertanggung jawab..”

“appa hajima jeball…!!!” pekiku. dia mulai meremas dadaku

“Ya Tuhan lindungilah aku” batinku

“BRUUUAAAKK!!!” tiba-tiba pintu terbuka.

“BUGHHH” aku melihat seseorang menarik appaku lalu memukulnya hingga dia tersungkur

“DASAR MANUSIA BIADAB!!!” umpat orang itu

“kikwang hikss.”

Kikwang pov

“DASAR MANUSIA BIADAB!!!” umpatku. aku sudah menahan diri untuk tidak memukulnya karena dia appa sooyoung

“BUGHHH!!!” aku memukulnya beberapa kali sampai dia pingsan. sungguh hatiku benar-benar murka saat ini, dia sama sekali tidak pantas untuk dikasihani

“kikwang hikss.” aku menoleh pada sooyoung yang hampir setengah telanjang sedang berbaring lemah diatas ranjangnya

“Ya Tuhan noona” kata taemin prihatin.

“teamin.. sebaiknya kau cepat menelphon polisi.. untuk sooyoung biar aku yang mengurusinya” kataku. taemin mengangguk dan segera berlari keluar

“sooyoungiee..” kataku lembut. aku segera melepas kemeja yang sedang kupakai lalu segera kupakaikan ditubuhnya

aku bisa merasakan tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin, air matanya terus mengalir dan bibirnya bergetar

“Ya Tuhan, aku sungguh tak tahan melihatnya seperti ini” batinku. aku langsung memeluknya erat.berusaha mengurangi kegelisahan dan kesedihan yang pasti sedang ia rasakan saat ini

“hikks hikss ki.. kikwang.. a.. aku.. takuttt hikksss” dia terus terisak dengan suaranya yang parau

“sshhh tenanglah.. , aku ada disini…kau aman sekarang” kataku lembut. tak terasa air mata mulai mengalir dipipiku.

___ TBC ___

mian kalo jelek, dan mian kalo part ini ada yadongnya dikit, lain kali aku banyakin deh *lho?

tetep ditunggu tanggepannya ya, semakin banyak semakin cepat publish part berikutnya